BAGAIMANA KALAU GEREJA DIBAKAR?

Pada tanggal 7 Januari 2010, dari jam 09.00 hingga 10.00, di Channel TV Discovery, menayangkan peliputan Hubungan Agama dan Kekerasan. Di saat penulis jeda sejenak dari menulis Pedang Roh ini penulis mengamati bahwa betul seperti yang disampaikan pembawa acara bahwa telah banyak korban manusia atas nama agama (Allah/Tuhan). Ditayangkan hasil penyelidikan Archeology tentang kekejaman dewa-dewi yang meminta persembahan manusia, bahkan bayi.

Memang pada zaman Perjanjian Lama, Jehovah demi menegakkan sebuah bangsa yang bertugas mengingatkan semua bangsa tentang janji Allah telah bertindak tegas. Dan hukum Taurat adalah satu-satunya hukum mapan tertulis pertama. Barang siapa yang melanggarnya, sebagaimana semua kitab hukum, maka sanksi akan dijatuhkan.

Kemudian Sang Juruselamat datang. Ia datang untuk menyelamatkan, bukan untuk menghukum. Itulah yang Dia katakan kepada perempuan yang tertangkap saat berbuat zinah. Yesus Kristus mengajar kepada pengikutNya untuk memberi pipi kiri jika ditampar pipi kanannya.

Lalu, bagaimanakah kalau gedung gereja kita dibakar? Apakah kita suruh mereka bakar juga rumah kita? Dari kedatanganNya sebagai Juruselamat hingga hari pengangkatan, murid-muridNya tidak iperbolehkan melakukan kekerasan atas namaNya, atau atas nama agama. Jangan membunuh orang atau bahkan tidak boleh melakukan apapun yang bersifat kekerasan atas nama Yesus seperti yang pernah dilakukan oleh orang-orang Kristen di masa lalu. Perang Salib itu sebuah kesalahan. Sama sekali tidak dibenarkan untuk berperang demi agama.

Tindakan itu pasti akan mencemarkan nilai agama. Gereja Katolik, Reformed, Anglikan, telah pernah melakukan kekerasan atas nama gereja. Sekali lagi itu adalah kesalahan. Kita berharap agar pemimpin masa kini mereka dapat menyadari kesalahan itu. Read more…

INJIL ANAK-ANAK SKEWA

Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: “Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.” Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka (Kis.19:13-16).

Anak-anak Skewa, seorang imam Yahudi, jelas bukan orang Krisen lahir baru. Mereka tidak mengaminkan bahwa diri mereka adalah orang berdosa, dan bahwa Yesus Kristus telah dihukumkan di kayu salib menggantikan mereka. Mereka tidak mengerti Injil Keselamatan Yesus Kristus.

Namun mereka sudah sering mendengar tentang nama Yesus. Kalau kondisi zaman sekarang mungkin mereka sekolah di Sekolah Kristen, atau mereka adalah orang-orang yang sudah sering menghadiri kebaktian di berbagai gereja, namun tidak mengerti Injil yang benar sehingga belum diselamatkan atau belum dilahirkan kembali ke dalam Yesus Kristus.

Anak-anak Skewa mungkin pernah mendengar atau bahkan menyaksikan Rasul mengadakan mujizat atau melihat murid Tuhan berdoa dan mujizat terjadi. Wow, luar biasa nama itu, rupanya dengan hanya menyebut Yesus saja orang sakit bisa sembuh, pikir mereka. Akhirnya mereka mencoba-coba memakai nama Yesus mengusir iblis. Hasilnya sangat mengagetkan mereka. Iblis bukannya lari melainkan berkata bahwa Yesus mereka kenal, dan Paulus mereka ketahui, lalu siapakah kamu. Ini tidak berarti iblis tidak mengenal bahwa mereka itu anak-anak Skewa, melainkan itu lebih berarti “kami tidak takut kamu.”

Injil anak-anak Skewa bukan injil untuk menyelamatkan orang, melainkan injil yang menggembar-gemborkan kekuasaan, atau injil perdukunan rohani. Anak-anak Skewa tidak peduli pada berita tentang dosa, tentang pertobatan, beritatentang penyaliban Kristus untuk menanggung hukuman dosa. Yang dipedulikan oleh anak-anak Skewa hanyalah bagaimana mereka terlihat jago, hebat, mengesankan, singkat kata, gayanya meyakinkan, menggetarkan. Read more…

INJIL GALATIA

Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Gal.1:6-8).

Rasul Paulus mensinyalir di Galatia telah berkembang injil lain yang berbeda dengan Injil yang telah diberitakannya. Injil ini dilihat Rasul Paulus sangat membahayakan kekristenan yang masih bayi. Rasul Paulus menyatakan bahwa sebenarnya itu bukan injil, melainkan tipu-muslihat iblis yang memutarbalikkan Injil.

Di Galatia tetap diajarkan tentang memegang hari-hari tertentu dan kelihatannya masih mengajarkan untuk memegang teguh ketetapan hari Sabat (Gal.4:10). Injil Galatia juga mengajarkan orang Kristen harus tetap melakukan sunat sesuai hukum Taurat (Gal.5:3-4).

Ini nyata sekali, injil Galatia tidak memahami maksud dan tujuan hukum Taurat dan ibadah simbolik yang diperintahkan dalam kitab Taurat dan kitab para Nabi. Mereka tidak memahami pernyataan Tuhan Yesus bahwa segala sesuatu yang tertulis dalam kitab Taurat, kitab para Nabi dan Kethubim adalah tentang diriNya (Luk.24:44).

Seharusnya setiap orang yang mengerti kebenaran menyadari bahwa perintah ibadah simbolik penyembelihan binatang korban adalah untuk mengingatkan umat manusia bahwa Allah berjanji untuk mengirim Juruselamat yang akan dihukumkan seperti binatang korban menanggung dosa umat manusia.

Ibadah simbolik ini pertama diperintahkan untuk dijaga oleh seorang ayah, namun kebobrokan manusia pada zaman Nuh membuktikan kegagalan para ayah. Kemudian Allah membangun sebuah bangsa sebagai penjaga ibadah simbolik melalui keturunan Abraham. Setiap laki-laki yang termasuk bangsa yang bertugas sebagai penjaga ibadah simbolik ditandai dengan disunat. Tuhan hampir membunuh Musa ketika ia bertugas memimpin bangsa itu keluar dari Mesir namun tidak menyunatkan anaknya. Zipora, sang istri yang penuh hikmat, berhasil menyelamatkannya dengan memohon kepada Jehovah agar menganggap mereka sebagai pengantin baru.

Setiap orang yang mencintai kebenaran harus mengerti bahwa perintah tentang makanan yang diharamkan beserta berbagai peraturan Perjanjian Lama adalah paket dari ibadah simbolik yang sifatnya mengingatkan manusia pada janji Allah. Melalui pelarangan makanan Allah mengajarkan makna kesucian hati yang dituntut Allah. Read more…

Injil Perut

3 Februari 2010 dedewijaya 1 comment

Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata- mata tertuju kepada perkara duniawi (Fil.3:18-19).

Dunia Berhala

Jika sungguh-sungguh direnungkan, apakah hakekat dari penyembahan berhala? Mengapa orang sampai tertarik menyembah berhala, atau menyembah iblis, padahal tahu bahwa itu adalah iblis? Rasul Paulus dalam suratnya kepada orang-orang kudus di Kolose, ia mengatakan: “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (Kol.3:5-6).

Rupanya Rasul Paulus nyatakan melalui ilham Roh Kudus, bahwa penyembahan berhala itu sama dengan keserakahan. Mengapa demikian? Karena pada hakekat-nya semua bentuk penyembahan berhala adalah meminta berkat materi, jasmani dan duniawi. Mengapa orang-orang pergi ke gunung Kawi? Apakah karena mereka mencintai hantu gunung Kawi? Tidak mungkin! Seluruh usaha mereka yang bersusah payah mendaki dan memenuhi persyaratan yang diberikan adalah demi mendapatkan berkat materi, jasmani dan duniawi.

Bandingkan penyembahan berhala dengan Theologi Sukses yang intinya adalah mendapatkan berkat materi, jasmani dan duniawi. Pada prinsipnya adalah sama, yaitu mengharapkan berkat materi, jasmani, dan duniawi.

Pembaca yang budiman, penulis persilakan memperhatikan khotbah yang disampaikan di gereja anda masing-masing. Adakah Pendeta anda menyinggung masalah materi? Adakah pendeta anda menggembar-gemborkan bahwa Tuhan akan memberkati jemaatnya secara materi? Adakah pendeta anda berusaha menarik orang dengan berkata bahwa Tuhan akan memberkati mereka secara materi? Adakah pendeta anda mencoba memberikan contoh orang-orang yang diberkati secara materi untuk menarik orang? Perhatikanlah! Read more…

GEREJA BAPTIS INDEPENDEN INDONESIA (GBII)

NO Nama Gereja Gembala Alamat Gereja No Telpon/hp
1 GBII Pertama Markus Suyatno Pela Mampang JL.Bangka II.B, No.02, Pela Mampang
Jakarta Selatan 12720
7192459

HP 08159261305

2 GBII “Imanuel” Cibubur Yusuf Manitis JL.Mualim Aminudin 14, Rt.06/14, Cibubur
Jakarta Timur 13720
8733767
3 GBII Shalom Maringan Tambunan Jl. Palmerah Utara 1 No.25

Jakarta Barat 11480

021-5309646,

021-5302813,

0818815042

gbiishalom@yahoo.com

4 Sitindjak/Guru SM Kemanggisan RT 13/RW 09, Palmerah, JakBar 021-5324388
5 GBII Malioboro Jogja Yakub Harianto JL.Jlagran Kulon GT.2,No.299, Malioboro, Yogyakarta 55272 081.2295.4390

yharianto@yahoo.com

6 GBII Kudus Tony Tanjung Panjunan Kulon RT 05/RW 02 no. 482B, Panjunan, Kudus 59317 081328455544
7 GBII Renon Otniel Laia Jl. Puputan Renon 16F Banjar Babakan Sari Denpasar-Bali 081558923811
8 GBII Alkitab Jambi Daniel Panut Jl. Tarmizi Kadir no. 52 RT 04 Pakuan Baru, Jambi 0852.256.886.59
9 GBII Kasih Karunia Jogja Leonardo Rafalen Berbak, Sleman 0274-497209
10 GBII Smirna JakBar Hosea Fui Tegal Alur Perumahan Taman Kencana JL.Kali  Andra Raya Blok C1,No.37 Cengkareng Barat, Jak-Bar  11820 0818705537,

5553132

11 GBII Nias, Jemaat Hilifaema Sehati Halawa Hilifaema Des Hilisimaetario Dalaekha, Kec. Lahusa Kab. Nias Selatan 0813.893.645.36
12 GBII Nias, Jemaat Orudua Saroziduhu Halawa Hilinifaio, Desa Aramo Kec. Aramo Kab. Nias Selatan 0813.970.83.678
13 GBII Nias, Sifaoro Asi Famaosadodo Laia Desa Sifaoroasi, Kec. Amandaya, Kab. Nias Selatan, 22865 081376910192
14 GBII Cipulir Jaksel Supriyanto JL.Ciledug Raya, Peninggaran Rt.06/06, No.13,
Jakarta Selatan 12230
Telp.7375244
15 GBII Bali Bypass Otniel Tradisionel Laia Ngurah Rai No.373, Denpasar-Bali
16 GBII Maranatha Kedoya,JakBar Yosua Katiyo JL.Adhi Karya Rt.09/05, No.34, Kedoya, Jakarta Barat 11520 Telp.5818927

Hp.0812.9578334

17 GPBII Agape Ps. Rebo Jaktim Agung Natanael Jl. H. Taimau No. 42 RT 6/10, Gedong Ps. Rebo, JakTim 13760 021-87791571
18 GBII Sunter Jaya Hadir Situmeang Kp.Bentengan, JL.Pohon Beringin Rt.011,Rw.03, No.58B, Sunter Jaya, Jakarta Utara 14350 Telp.652-0676
19 GBII Pasar Rebo Jak-Tim Panggung Agung Natanael JL.H.Taiman Utara II, Rt.06/10, No.21 Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur 13760 Telp.7181629
20 GBII Pekanbaru Vahen Dachi Jl. Mekar Sari RT 04/02 Kel. Palas, Kec. Rumbai, Pekan Baru 28265 0813.7111.3745
21 GBII Eben Haezar Yohanes JL.Budhi Nusantara, Gg.Mekar III/23,
Kp.Asem Rt.003/09, Cijantung
Jakarta – Timur 13770
Telp.870-6550,

Hp.081-2930-6550

22 Jakarta Karen Lynn Werth Missionary, JL.Pejompongan III/9, Bendungan Hilir
Jakarta Pusat 10210
Telp:570-4386, HP.0818945767
23 GBII Perumnas I Larry Wayne Quinlan -Tangerang (GBII Perumnas)
JL.Betet 15, Rt.04/01 No.27 Kel.Cibodas, Kec.Cibodasari, Perumnas I, Tangerang 15138
Telp.55761615
24 Jakarta Thomas Polk Crawford Missionary JL.Delman Kencana II, No.9, Rt.001/011,
Kebayoran Lama Utara,JAKSEL 12240
Hp.0816857563,

Telp.7395027

25 GBII Kapuk Kusdaryono JL.Kristal No.92, Rt.10/07, Kedaung
Kaliangke, Cengkareng, JAKBAR 11710
Telp.70606387
26 GBII Plumpang Munjahit JL.Walang Baru I, No.17A,Rt.01/07,
Kel.Tugu Utara
Jakarta Utara 14260
Telp.43905667
27 Jakarta Selatan James Lee Daley Missionary JL.Delman Asri XI,Rt.06/011, Tanah Kusir,
Keb.Lama Utr, Jakarta Selatan 12240
HP.08129430342, Telp:729-1267
28 GBII Depok Yudhi Karsinto Pesona Kayangan Blok EH No.6 Margonda – DEPOK 16431 Telp.770-9988
29 GBII Pondok Aren-Tgr Hasiholan Sihite JL.Jombang Raya, Gg.Damai, Rt.04/03
Pondok Aren – Tangerang 15224
HP 0818115845,

Telp.7322025

30 GBII Parung Bogor Ngadiman Kp.Pasar Rebo, Rt.04/01, Bojongsari
Sawangan, BOGOR 16516
Telp.0251-613147
31 GBII “Kristus” Tanah Tinggi Maralo Sagala JL.Daan Mogot, Gg.Ancol,Rt.03/01,
No.53, Tanah Tinggi – Tangerang
JAWA-BARAT 15119
Telp.5531302
32 GBII Ciledug-Tangerang M.Y Raso Komlpek SEGNEK Blok E.VII/12,
Kebon Nanas, Tangerang-JABAR 15143
Hp.081-310091733, Telp:5574-0056
33 GBII “Shalom III” Krg-Tengah, Ciledug Yulius Benu Komplek Karang Tengah , Blok TZ No. 8A Kel.Karang Tengah, Ciledug – BANTEN Telp 021.7333943,

HP: 081315631109

34 GBII Kranji Simon Nainggolan JL.Raya Bintara, Ruko Bintara Permai Blok D,No.5-6, Bekasi Barat 17135 Hp.081-8672780
35 GBII Kasih Allah, Kreo Sukardi Suryo Untoro JL.Pajak Nuri, Kp.Cipadu, Rt.03/04,No.70
Kel.Kreo,Ciledug, Banten 15156
HP.08121376335, Telp.732-3022
36 Jakarta Larry Wayne Quinlan Missionary Rumah
JL.Delman Utama II, No.27, Rt.003/011,
Kebayoran Lama Utara, JAKSEL 12240
Telp.7239802
37 Pos PI Yogyakarta Kriswanto Bp.Rubiyono d/a: Dusun Sambilegi Lor Rt.07/Rw.55, No.61, Desa Maguwoharjo, Kec.Sleman, Yogyakarta 55282 HP:081316483174
38 GBII Semarang Peter Ayon JL.Taman Ketapang Timur I/ 125
Semarang – JAWA TENGAH   50192
39 GBII Batam Andar Napitupulu Komplek Perumahan Genta II, Blok F, No.3, Muka Kuning, Batam – RIAU 29433 Hp.8016-3678386
40 GBII Bukit Mulia Irwan Gunawan JL.Geger Kalong Tonggoh III,No.8, Geger Kalong,Bandung Barat, JABAR 41153 Telp.022-20000979
41 GBII Anugerah Cimahi S.W. Berutu JL.Karang Sari No.345, Rt.06/022, Melong, Cimahi, Bandung, JABAR 40534
42 GBII Kopo Gunawan Wangsa Bandung Perumahan Taman Kopo Indah II, No.A-1/6, Bandung-JABAR 40226 Telp.022-542816
43 GBII Kasih Karunia-Bandung Pesta Bancin Blok Cisegel, Gg.Bumi Sari II, No.170, Rt.05/09, Kel Melong, Cimahi, Bandung JABAR 40534
44 GBII Sejahtera-Bandung Umum Berutu JL.Teratai Raya No.119, Perum.Bumi Rancaekek Kencana, Bandung, JABAR 40273
45 GBII Agape Bandung Terang Bangun JL.Gagak 2, No.263/144C, Bandung, JABAR 40123 Hp.0815609456
46 Bandung James Hanzard Missionary, JL..Abdi Dalam III, No.7,Bandung -JAWA BARAT
47 Bandung Stenly  Ewing Missionary, JL.Saikaso III, No.37, Geger Kalong, Bandung Utara-JABAR (Telp.022-2013410)
48 Bandung Abcede Garcia Missionary, JL.Perumahan Kopo Permai II, Blok 11.AX,No.3, Kec.Caringin Bandung-JABAR 40227
49 GBII Slawi Tegal Akhir Sabar Sagoto JL.Kapten Piere Tendean o.51, Rt.021/Rw.I, Kp.Budi Mulia, Slawi, Tegal, JATENG 52411 HP.0283.491678
50 GBII Karang Anyar Semarang A.Paryono JL.Karang Anyar Legok No.531,Rt.05/Rw.IV, Semarang, JATENG 50255
51 GBII Maranatha Mukiran Suparno Kp.Bulak, Kel.Mukiran, Kec.Susukan, Keb.Semarang-JATENG 50777
52 GBII Dawan, Semarang Yudhi Susilo Ds. Tambangan Rt.04/Rw.I,Kec.Mijen, Kodya Semarang, JATENG 50215 Hp.08122922980
53 GBII Pertama Magelang Matius Suyono Ds.Tegal Sari Rt.02/Rw.10, Magersari, Magelang, Jaten-JATENG 56126 Telp.0293-360661
54 GBII Salatiga Yohanes Solman Gg.Adi Purnan No.190, Rt.06/Rw.I, Kalicacing,Kec.Sidomukti, Salatiga,JATENG 50715
55 GBII Kurnia Purworejo Sampto Harsilo JL.Raya Mranti Rt.02/Rw.I, Kel.Mranti, Purworejo, JATENG 54112
56 GBII Shalom II Ase Yosafat Purworejo JL.Sibak No.13, Purworejo, JATENG 54114 Telp.0275-322844
57 GBII Tegalrejo, Purworejo Jemingan JL.Sibak Belakang No.10,Keduren, Purworejo, JATENG 54114
58 GBII Kutoarjo Mika Yudhi Ds.Bendungrejo Rt.01/Rw.04,No.20, Kec.Bayan, Kutoarjo,JATENG 54222
59 GBII Kaligesing, Purworejo Y.Sudiran Ds.Tuksongo, Kel.Tlogoguwo,Kec.Keligesing, Purworejo, JATENG
60 GBII Maranatha, Purworejo Bambang Subekti Ds.Sendangsari Rt.02/Rw.II,Kec.Purwodadi, Purworejo, JATENG
61 GBII Maranatha, Boyolali Andreas Jumarno JL.Prof.Dr.Soeharso No.54,Sumber Rejo, Kiringan, Boyolali, JATENG 57314 Telp.0276-324316
62 GBII Anugerah,Sragen T.Prihadi Perum Margo Asri, Gg.II,No.188, Rt.25/Rw.VIII, Puro Karang Malang, Sragen-JATENG 57291
63 GBII Anugerah,Karang Anyar Antoro Sungkowo Perum Jos Royo Indah,Jl.Rinjani F II,No.1A, Kec.Jaten, Karang Anyar Surakarta, JATENG 57771 Telp.0271827771
64 GBII Kedung Sono,Karang Anyar Supardi Ds.Kedung Sono Rt.03/Rw.II, Kec.Jatisobo, Kab.Karang Anyar, Surakarta, JATENG
65 GBII Jaten, Sukoharjo Yosua Suwarno JL Nuri No.206 Rt.04/Rw.VIII, Perum.Dosen UNS-IV, Triyagan, Kec.Mojolaban, Kab.Sukoharjo,Surakarta-JATENG
66 GBII Mlese-Klaten Yohanes Ngadimin.S. Jatengan Rt.01/Rw.IV,Pogung Cawas, Klaten, JATENG 57463
67 Purworejo David Ross Missionary, PO.BOX No.305, Magelang 56101, JATENG Telp.0293-326748
68 GBII Kalvari, Wates,DIY Yoses Paiman JL.Pahlawan Gg.Sekarini, Rt.22/Rw.10, Kec.Giripeni, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta 55416 Telp.0274-774254
69 GBII Madiun, Surabaya Joko Sularso JL.Joyokusumo No.15,Desa Sirapan Rt.01/Rw.I,Madiun, JATIM 63151
70 Bali John Lee Malanowski Missionary JL.Bypass Ngurah Rai No.83, Sanur, Denpasar, Bali (PO.Box.3590- Denpasar, Bali 80035)
71 GBII Menteng-Medan S.D Siregar JL.Menteng Tenggara VII Gg.Sepakat No.8, Medan Denai, Medan, SUMUT 20228 Telp.061-7874403
72 GBII Shalom –Medan Alfanus Bancin JL.Kenari 13,No.580, Perumnas Mandala, Medan, Sumatera Utara 20265 (PO.Box.1047)
73 GBII Kesawan-Medan Lukman Saragih JL.Jaya II, Gg.Sargus No.29D/14, Simpanng Limun-Medan SUMUT 20218
74 GBII  So,onogeu, Nias Formil Dachi So’onogeu , Desa Hilisimaetamo, D/a=SLTP/SLTA Swasta  Citra Sakti, Kec.Teluk Dalam, Nias, SUMUT 22865
75 GBII Binjai-Medan Kolose Manalu JL.Jambu No.29, Cilalas (Simpang Limun),Medan, Sumatera Utara 20114
76 Sumut Kazuyoshi Irie Missionary JL.Garu I, No.186A Simpang Limun, Medan-Sumatera Utara 20147 (Telp.061-7863261)
77 Sumut Norio Hirose Missionary- JL.Jambu No.29, Cilalas (Simpang Limun),Medan, Sumatera Utara 20114
78 GBII Pekan Baru-Riau Vahen Fransiskus Dachi JL.Harapan Raya Gg.Markisa No.17A,Tangkerang Utara, Pekan Baru-RIAU 28882.
79 GBII Pontianak-KALBAR Frans Sunianus JL.28 Oktober, Gg.Swidari Rt.04/14, No.10, Pontianak, Kalimantan Barat 78241.
80 Semarang Theresa Placa Ayon Missionary- JL.Taman Ketapang Timur I, No.125, Semarang, Jawa Tengah 50192
81 Jak-Bar Joshua Tom Leise Missionary- Papua JL.Pal Merah Utara I, Rt.02/16, No.25, Jakarta Barat 11480 - Telp.022 2043044
82 Jak-Bar Alan Keith Hawthorne Missionary- Manado JL.Pal Merah Utara I, Rt.02/16, No..26, Jakarta Barat 11480 Telp.022 2030958
83 Jak-Bar Ai  Oki Missionary- Bekasi JL.Pal Merah Utara I, Rt.02/16, No.25, Jakarta Barat 11480
84 Jak-Bar Leonardo Dacara Rafales  Missionary-Semarang JL.Pal Merah Utara I, Rt.02/16, No.25, Jakarta Barat 11480
85 Sumut Naomi Irie Missionary- JL.Garu I, No.186A Simpang Limun, Medan-Sumatera Utara 20147 Telp.061-7863261
86 Pos PI Gunung Sitoli-Nias Yulianus Gulo Ds.Sisarahili Gamo, Dusun I, No.63, Gunung Sitoli-Nias, Sumut 22813
87 Pos PI Batam- Desa D. Lumantoruan Nias Komplek Fally Garden, Blok F, No.69, Nagoya, Batam-Nias Sumut
88 Pos Nias-Selatan Filinus Dachi Ds.Hilisimaetano, Soonogeu, Kec.Teluk Dalam,Kab.Nias Selatan, Sumut 22865
89 GBII Betel Bandung Sahala M.Solin Perum.Kopo Permai II, Blok 11 AX, No.3,Margahayu, Bandung 40226
90 GBII Papua Elien Yigi Balom Ds.Bonanip, Kel.Bokon, Kec.Tiom, Wamena, PAPUA
91 GBII Pekan Baru-Riau Erliaman Halawa Pekan Baru, Riau, SUMUT
92 GBII Pangkalan Bun Puwan Kawahyon ATW Pangkalan Bun, Palangkaraya, Kalteng
93 GBII Teluk Dalam Filinus M.Y.D. Teluk Dalam, Gn.Sitoli-toli, Nias SUMUT
94 GBII NTT Supul Salmon Betty Ds.Supul, Amanuban Barat, Soe, NTT
95 GBII Batam Foni Ardin Dachi Batam, Riau
96 GBII Gunung Sitoli Amolisi Gulo Gn,Sitoli Gido, Gn.Sitoli, Nias Sumut
97 GBII Banjar Panepen Kriswanto Ds.Banjar Panepen Rt.02/06, Sumpiuh, Banyumas, Purwokerto-Jateng.
98 GBII BATAM-RIAU ANDAR NAPITUPULU Komplek Perum.GENTA II, Blok F, No.03, Kec.Batuaji, BATAM, Kep.Riau 29433 HP:081-6367 8386

NB: Akan terus Diupdate Daftar Gereja Alkitabiah di Indonesia

INJIL FILIPI

Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita (Filipi 1:15-18).

Injil Iri Hati

Rasul Paulus mensinyalir ada injil yang agak aneh beredar di Filipi. Ternyata selain ada Injil yang benar dan yang diberitakan dengan tulus ikhlas dan maksud yang baik, terdapat juga injil yang diberitakan dengan maksud tidak ikhlas atau kepentingan sendiri.

Orang-orang yang memberitakan injil tidak ikhlas itu berpikir bahwa dengan berbuat itu mereka akan menambah berat hukuman Paulus. Mungkin mereka berkata, “Paulus mengatakan bahwa Yesus, seorang Nazaret yang telah dihukum mati adalah raja, adalah juruselamat manusia. Siapa pun yang mau masuk Sorga harus melalui Yesusnya Paulus” dengan nada mengejek dan dengan maksud agar kaisar dan para raja tersinggung sehingga memperberat hukuman Paulus.

Tetapi yang menarik di sini adalah bahwa tuduhan mereka terhadap berita yang disampaikan Rasul Paulus ternyata benar dan itu adalah kebenaran. Memang benar bahwa Yesus Kristus adalah raja, dan memang benar bahwa Dia adalah Juruselamat satu-satunya. Terhadap Injil yang mereka sampaikan tentu Rasul Paulus tidak keberatan karena memang benar, hanya mereka membawakannya dalam sikap sinis dan dengan maksud yang jahat.

Jika anda search di Internet nama Suhento Liauw, kalau mereka belum menghapusnya, anda akan bertemu dengan blog yang berjudul “Suhento Liauw MEMBUAL Karena Yesus Hanya Menebus Dosa Orang Pilihan.” Di dalam blog Hai-hai itu mereka membahas bahwa Dr. Suhento Liauw telah membual karena mengatakan bahwa Yesus Kristus menebus dosa seisi dunia. Menurut mereka, tentu kaum Calvinis, Yesus hanya menebus dosa orang-orang pilihan saja.

Kasus ini mirip dengan kasus di Filipi, dimana tuduhan mereka terhadap Injil yang diberitakan Rasul Paulus sesungguhnya adalah kebenaran. Demikian juga dengan tuduhan mereka terhadap Injil yang diberitakan oleh Dr. Liauw, itu adalah kebenaran. Mengenai Yesus Kristus menebus dosa seisi dunia, itu bukan tidak ada dasar ayatnya, coba baca ayat-ayat berikut;

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh.1:29). Read more…

AWAS! INJIL TIPU MUSLIHAT!

Manusia pada dasarnya diciptakan sebagai mahkluk berpengertian, berkesadaran diri dan berkehendak bebas. Dengan demikian manusia bukan hanya bisa menyembah apa saja yang disukainya, bahkan bisa menciptakan sesuatu untuk disembah dirinya dan manusia lain. Dan manusia bukan hanya bisa percaya kepada ajaran yang salah, bahkan juga mampu membelokkan ajaran yang benar atau menciptakan ajaran yang sesat untuk diikuti manusia lain.

Ketika murid-murid Tuhan ingin tahu tanda-tanda kedatangan Sang Guru, Tuhan Yesus menjawab dengan menempatkan intensitas penyesatan sebagai tanda utama kedatanganNya, dengan berkata “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang” (Mat.24:4-5).

Pertama, Tuhan mengingatkan agar murid-muridNya yang hidup pada periode waktu menjelang kedatanganNya, hidup sebagai orang percaya yang penuh waspada. Jangan tertidur bahkan jangan bodoh karena menjelang kedatanganNya intensitas penyesatan akan semakin tinggi, dan akan muncul berbagai pengajaran yang aneh-aneh.

Tentu ajaran kekristenan tidak terlepas dari jamahan Lucifer. Celakalah orang yang tidak waspada yang tidak menaruh curiga pada setiap pengajaran dan yang tidak berusaha mempelajari dan mencermati berbagai ajaran.

Kedua, Tuhan memberitahukan kita bahwa penyesat akan memakai namaNya. Hal ini seharusnya menyadarkan kita bahwa kita tidak boleh asal percaya kepada ajaran-ajaran yang mengatasnamakan Yesus/Yeshua Hamasiah atau dengan kata lain, urusan nama atau sebutan sudah diberitahu oleh Tuhan bahwa itu akan dibajak. Jadi tidak boleh didasarkan pada sebutan atau penamaan melainkan harus memperhatikan isi ajarannya.

Ketiga, penyesat itu akan berkata “akulah mesias.” Arti kata mesias sama dengan kristus atau orang yang diurapi. Jadi penyesat itu akan berkata, atau orang lain akan mengatakan, dia orang yang diurapi. Menjelang kedatangan Tuhan, ketika intensitas penyesatan semakin tinggi, penyebutan orang yang diurapi akan semakin marak sebagai bentuk penyamaran atau pembiasaan istilah orang yang diurapi sehingga orang-orang tak berhikmat semakin bingung tentang tanda-tanda kedatangan Sang Yang Diurapi yang asli.

Anti Kristus/Mesias, yaitu penentang Kristus/Mesias yang menyamar sebagai Kristus/Mesias. Banyak orang tidak menyadari arti kata “anti”, dalam bahasa Yunani itu selain menentang juga artinya menggantikan. Jadi anti-Kristus atau anti-Mesias adalah orang yang menentang Kristus dengan menyatakan bahwa dirinya adalah Kristus, atau orang yang diurapi.

Sederhananya demikian, misalnya kalau Benny Hinn berkata bahwa dirinya adalah orang yang diurapi itu sama dengan berkata bahwa dirinya adalah Mesias atau Kristus. Melalui pernyataannya atau pernyataan orang lain kepadanya yang disetujuinya dapat kita simpulkan bahwa ia adalah anti-Kristus. Karena pada saat mendekatnya kedatangan Yesus Kristus yang asli akan muncul banyak Yesus Kristus palsu terlebih dulu (I Yoh.2:18-19).

Pemakaian istilah “orang yang diurapi” akhir-akhir ini yang semakin marak tentu bukan kebetulan. Tuhan sendiri yang telah mengatakan bahwa akan datang banyak mesias palsu. Bahkan Tuhan berkata, “apabila Anak Manusia datang adakah Ia mendapati iman di bumi?” Dalam ayat ini terlihat Tuhan sendiri pesimis tentang jumlah pengikutNya pada saat kedatangan-Nya.

Banyak orang memakai patokan yang salah untuk menilai pengajaran. Bahkan ada yang berpatokan pada jumlah orang, yaitu bahwa yang ramai itulah yang benar. Kedengarannya agak konyol, namun cukup banyak yang berpikiran demikian. Ada juga yang berpatokan pada kerapian organisasi, misalnya seorang Saksi Jehovah berkata kepada penulis bahwa ia menilai Saksi Jehovah benar karena organisasinya yang sangat rapi.

Cara Menilai Pengajaran

Lalu bagaimanakah cara kita menilai sebuah pengajaran? Allah memberikan kita dua alat yang telah baku, pertama adalah akal budi, dan kedua adalah firmanNya yang tertulis. Alat pertama, akal budi. Tuhan menciptakan akal-budi bagi manusia agar ia bisa berpikir, bisa menilai segala sesuatu dan bisa memilih di antara yang benar dan yang salah. Alkitab selalu memperingatkan agar jangan bodoh. Itu artinya kita harus memakai akal budi yang diberikan kepada kita dengan sebaik mungkin. Pemakaian akal budi yang paling menyenangkan hati Tuhan bukanlah untuk mencari uang tetapi untuk mencari kebenaran, karena Allah sendiri adalah kebenaran. Mendapatkan kebenaran itu sama dengan mendapatkan Sang Pencipta sendiri. Read more…

Berita Mingguan 30 Januari 2010

UMUR RATA-RATA PENGUNJUNG GEREJA INGGRIS ADALAH 61 TAHUN
Menurut sebuah studi baru, umur rata-rata orang-orang yang menghadiri Gereja Inggris adalah 61 tahun. Ini adalah umur rata-ratanya! Lyda Barley, kepala dari bagian riset dan statistik Gereja Anglikan, menyalahkan situasi ini pada tendensi umum masyarakat (“Average age of churchgoer now 61,” The Telegraph, 22 Jan. 2010). Masalah utamanya sebenarnya adalah kesesatan. Mengapakah orang harus menghadiri “gereja” jika para pemimpinnya bahkan tidak percaya Kitab Suci mereka sendiri dan kebingungan soal hal-hal yang paling mendasar dari iman Kristiani? Ketika saya di London pada tahun 1982, saya membaca sebuah wawancara oleh John Mortiner di Sunday Times terhadap Uskup Agung Canterbury Robert Runcie. Waktu itu Paskah, dan pewawancara menanyai Runcie apakah dia mengerti mengapa Kristus harus menderita. Si Uskup Agung menjawab, “Mengenai masalah itu saya agnostik (tidak bisa tahu).” Dia tidak tahu mengapa Kristus mati di kayu salib! Pewawancara bertanya lagi, “Apakah Allah seorang hakim?” Runcie lebih dogmatis mengenai yang satu ini. Ia menjawab, “Tidak.” Pewawancara lalu berkata, “Jadi anda tidak melihat Allah sebagai Tuan Hakim Utama alam semesta?” Runcie menjawab, “Sama sekali tidak. Waktu kami tinggal di Oxford, kami tinggal di tanah seorang wanita. Dan ketika kami terkena masalah apapun, dia akan berkata: ‘Ada Satu yang melihat segalanya di atas sana.’ Saya tidak dapat membayangkan Allah yang seperti itu.” Ketidakberimanan Runcie yang parah sudah menjadi hal yang umum di Gereja Inggris hari ini. [Editor: Dan bukan hanya di Gereja Inggris, tetapi juga di gereja-gereja Indonesia].
ORANG-ORANG INJILI YANG MENGUNJUNGI CINA DIAM MASALAH GEREJA-GEREJA RUMAH YANG DIANIAYA
Berikut ini disadur dari Christian Newswire, 14 Januari 2010: “Institute on Religion & Democracy (IRD) kecewa terhadap cara World Evangelical Alliance (WEA) mengabaikan penganiayaan agama di Cina dalam kunjungannya baru-baru ini. Sebaliknya, mereka hanya berbicara mengenai kooperasi dengan gereja yang diregistrasi oleh pemerintah sambil mengabaikan restriksi-restriksi yang diberlakukan oleh rezim komunis terhadap gereja-gereja tidak resmi. Mayoritas besar orang Kristen Cina, yang secara konservatif diperkirakan berjumlah 80 juta, kebaktian di jemaat-jemaat yang tidak ter-register, bertemu di rumah-rumah dan tempat-tempat lain. Read more…
Categories: BERITA

Berita Mingguan 23 Januari 2010

PERHIASAN NEANDERTHAL

Fosil-fosil Neanderthal telah sejak lama dipakai untuk mendukung mitos evolusi, tetapi sebuah penemuan baru seharusnya mengubur dalam-dalam pandangan bahwa para Neanderthal adalah makhluk-makhluk di bawah manusia yang bodoh. Kerang-kerang yang diberi cat dan dilubangi telah ditemukan di situs-situs Neanderthal di Spanyol selatan. Perhiasan tersebut, yang kemungkinan dipakai di leher Neanderthal, mengandung warna merah, kuning, oranye, dan hitam, yang dibuat dari “resep-resep yang kompleks.” Ekspesidi tersebut, yang dipimpin oleh Profesor Joao Zilhao dari Bristol University di Inggris, menyimpulkan bahwa penemuan ini menguburkan “pandangan bahwa Neanderthal itu bodoh” (“Neanderthal ‘Make-up’ Containers,” BBC News, 9 Jan. 2010). Beberapa dari kerang-kerang itu juga sepertinya adalah kontainer untuk make-up. Sebuah editorial di koran The Guardian mengatakan, “Sepertinya kita semua telah bersalah merusak reputasi manusia Neanderthal” (“In Praise of … Neanderthal Man,” 13 Jan. 2010). Ini adalah pernyataan yang hanya mengungkapkan sedikit kebenaran. Setelah penemuan tahun 1908 akan sebuah kerangka tulang Neanderthal yang hampir komplit di La Chapell-aux- Saints di Perancis, paleontologis Perancis, Marcellin Boule, mendeklarasikannya sebagai Homo neanderthalensis, yang katanya adalah nenek moyang manusia modern. Boule melaporkan ke Academy of Sciences bahwa Neanderthal mirip kera dalam banyak karakteristik, termasuk tengkorak dan “ibu jari yang berbeda.” Ia percaya bahwa Neanderthal tidak berjalan tegak lurus tetapi seperti kera dengan lutut yang dibengkokkan. Juga ditenggarai bahwa manusia Neanderthal tidak dapat berbicara, hanya mengeluarkan bunyi-bunyi geraman. Pada tahun 1930, Frederick Blaschke membuat model sebuah keluarga Neanderthal dalam setting sebuah gua, berdasarkan interpretasi Boule. Mereka digambarkan bungkuk, setengah berpakaian, sambil menggenggam tulang belulang, dan memiliki ekspresi yang sangat tidak intelijen. Model ini dipasang sebagai displai permanen di Field Museum of Natural History di Chicago dan telah diperbanyak di buku-buku teks, ensiklopedi, jurnal, majalah-majalah populer, koran-koran, dan museum-museum yang tak terhitung lagi jumlahnya. Pada tahun 1919, H.G.Wells menulis, “[Neanderthal] , memang, bukanlah sepenuhnya manusia” (The Outline of History). Ini adalah mitos yang merajalela selama lebih dari setengah abad dan yang disebarkan ke ujung dunia oleh mesin propaganda evolusi. Baru-baru ini mulai diakui bahwa para Neanderthal membuat berbagai perkakas dan senjata, menguburkan anggota mereka yang meninggal, memakai api, membangun tempat berteduh yang kompleks, menguliti binatang, membuat alat-alat musik, berbicara, dan meninggalkan berbagai bukti lainnya bahwa mereka adalah manusia “sejati.” Seharusnya sudah jelas dari semulabahwa mereka ini bukanlah manusia-kera yang bodoh, karena bahkan di awal abad ke-20 sekalipun ada banyak suku-suku “zaman batu” yang hidup dan mirip Neanderthal dalam potongannya dan struktur tengkoraknya, tetapi yang jelas adalah manusia sepenuhnya. Faktanya, para paleoanthropologis yang terlibat telah dibutakan oleh semangat evolusi mereka. Mereka melihat apa yang mereka ingin lihat.

PAUS MENGATAKAN BAHWA TUJUAN AKHIR DARI EKUMENISME ADALAH AGAR ORANG-ORANG PROTESTAN BERGABUNG DENGAN ROMA

Dalam mempertahankan keputusannya baru-baru ini untuk mempercepat dan mempermudah proses bergabungnya Anglikan dengan Gereja Roma Katolik, Paus Benediktus XVI mengatakan bahwa memang inilah, “tujuan akhir” dari ekumenisme. Ia memberitahu Jemaat Doktrin Iman Vatikan (Vatican’s Congregation of the Doctrine of the Faith, yang dulunya bernama Kantor Inkuisisi) bahwa tujuannya adalah untuk membawa “persekutuan yang penuh dan terlihat” kepada semua orang Kristen (“Pope Defends Invitation to Anglicans,” AP via Richmond Times-Dispatch, 15 Jan. 2010). “Persekutuan yang terlihat” ini tentunya adalah suatu persekutuan dengan paus sebagai pemimpinnya! Bahwa “saudara-saudara yang terpisah” senantiasa kaget ketika mendengar Roma mengatakan Paus adalah Pemimpin Tertinggi, justru mengagetkan saya. Read more…

Categories: BERITA

Beware of the Teenager Concept

January 14, 2010 (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org) -

We must resist the teenager concept, understanding that it doesn’t come from the Bible but from the rock & roll culture that began in the 1950s.
There was a “baby boom” in America following World War II. Whereas at the end of the war, there were about 5.6 million teens in U.S. high schools, by the time Elvis blasted on the scene in 1956 the number had almost tripled to 13 million (David Halberstam, The Fifties, p. 473). There was a corresponding increase in personal wealth and leisure. Between 1950 and 1960, per capita income increased from $1,500 to $2,788. Teens suddenly had free time and money, and a new music came along, preaching, “Do you own thing; live your own life; you can be a cool dude, a rolling stone; throw off the shackles.” The newly-invented, ultra-portable 45rpm record and the transistor radio enabled young people to have this exciting new music wherever they went. Radios were well entrenched in automobiles by 1956, so that the new “teen” class could tool around in their cars, listening to rock & roll and impressing one another with their coolness. Alan Freed, Dewey “Daddy-O” Phillips, and many other rock disc jockeys used the radio to help create a new teenage culture with its own music, language, and moral code.
“In this new subculture of rock and roll the important figures of authority were no longer mayors or parents; they were disc jockeys, who reaffirmed the right to youthful independence and guided teenagers to their new rock heroes. THE YOUNG FORMED THEIR OWN COMMUNITY. FOR THE FIRST TIME IN AMERICAN LIFE THEY WERE BECOMING A SEPARATE, DEFINED PART OF THE CULTURE” (The Fifties, p. 474).
Television also helped create the teenager. By 1956 there were 37 million TV sets in America. This powerful new medium had a great influence in the spread of rock and roll. Elvis Presley’s appearance on the Ed Sullivan Show in 1956 attracted 54 million viewers, which was a whopping 83% of the television audience. Dick Clark’s American Bandstand was inaugurated in 1957 and was watched by millions of teens. “Every day nationwide, teenagers rushed home from school to watch their favorite singers, and learn new rock & roll dance steps. … As viewers watched them day after day, they got to know the dancers’ names; THEY COPIED THEIR CLOTHING AND HAIRSTYLES; THEY MIMICKED THEIR ‘COOL’ BEHAVIOR…” (Richard Aquila, That Old Time Rock & Roll, p. 10).
(For more about the history and influence and dangers of rock & roll see our 473-page book Rock Music vs. the God of the Bible, available from Way of Life Literature.)
The “cool teenager” was invented as a clever marketing tool, but it is a concept that appeals to the innate rebellion and pride of youth and was a grand satanic device.
Christian families and churches that cater to the world’s concept of “the teenager” are foolish and are not following the Bible. They are bowing to popular culture, and that is idolatry. God will not accept it. His Word is very clear in this matter, that we are not to be “conformed to this world” (Rom. 12:2) and that “whosoever therefore will be a friend of the world is the enemy of God” (James 4:4).
The goal of the pop culture is to alienate young people from parents and other authority figures, and wise Christian parents will do everything possible to protect their children from this evil influence and to keep the children’s hearts.
Categories: ISU POPULER

CELANA YANG BASAH

Doni, seorang anak laki-laki kecil berusia 9 tahun, sedang duduk di bangku kelasnya ketika tiba-tiba celananya menjadi basah dan sebuah genangan air ada di antara kakinya. Doni berpikir jantungnya akan berhenti karena dia tidak pernah membayangkan hal ini. Sebelumnya dia belum pernah mengompol dan dia tahu jika teman-temannya tahu dia akan menjadi bahan ejekan teman-temannya seumur hidupnya.
Menyadari keadaannya, Doni mulai menundukkan kepalanya dan berdoa kepada Tuhan,”Tuhan Yesus, sekarang aku berada dalam keadaan darurat. Aku memerlukan bantuan-Mu karena lima menit dari sekarang aku akan menjadi bahan tertawaan teman-temanku. Amin.”
Setelah selesai berdoa, dia mengangkat mukanya dan melihat ibu guru sedang memperhatikannya. Ketika bu guru mulai mendekatinya, seorang temannya yang bernama Susie membawa sebuah akuarium ikan emas bulat yang berisi air. Susie berjalan di depan bu guru dan secara sengaja menumpahkannya di atas pangkuan Doni. Doni menjadi marah meskipun dalam hatinya dia berteriak,”Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan!”
Dengan sekejap hal yang harusnya memalukan berubah menjadi simpati. Bu guru segera mengangkatnya dan memberinya celana yang lain sementara celana basahnya dijemur. Teman-temannya bersama mulai mengepel lantai di bawah bangkunya. Sebuah simpati yang luar biasa, bukan? Namun ejekan yang harusnya diterima Doni justru diterima oleh Susie.
Ketika Susie mencoba untuk membantu, namun teman-temannya justru menyuruhnya keluar sambil berkata,”Kamu tidak usah membantu, dasar bodoh!”
Suatu hari, ketika mereka bersama-sama menunggu bis jemputan, Doni mendekati Susie dan berkata,”Kamu sengaja melakukannya, bukan?” dan Susie membalas dengan berkata,” Aku juga pernah mengompol di kelas kok.”
* * * * *
Di kayu salib, Tuhan Yesus juga sudah mengambil semua penghinaan yang harusnya kita tanggung dan memberi kita kasih karunia yang besar. Tuhan yang turut merasakan penderitaan kita sehingga Dia mampu menolong kehidupan kita.
(Yesaya 53:4) “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.”
Sumber: Email Milist
Categories: RENUNGAN

Berita Mingguan 09 Januari 2009

TELEVISI ADALAH LERENG YANG LICIN
Televisi adalah lereng yang licin. Ia semakin lama semakin memburuk, dan mayoritas rumah tangga Kristen sedang menyerah takluk kepada lagu godaan Hollywood. Seperti katak yang berada dalam kuali yang memanas perlahan, umat Allah yang tidak peduli tentang separasi dari kebobrokan Hollywood telah menjadi tidak sensitif lagi terhadapnya. Seorang teman misionari sedang makan bersama seorang gembala sidang Baptis fundamental dan istrinya beberapa tahun lalu ketika topik mengenai film Titanic (rating PG-13) muncul. Ketika misionari itu menyatakan pendapatnya bahwa film itu fasik, istri gembala sidang itu mengatakan bahwa mereka telah menonton film itu dan menikmatinya. Misionari itu bertanya apa pikiran mereka tentang ketelanjangan yang ada di film tersebut, dan istri gembala itu mengatakan bahwa itu dilakukan “dengan cita rasa tinggi.” Ini menggambarkan betapa duniawinya banyak gereja Baptis fundamental (EDITOR: Apalagi gereja-gereja lain). Jika gembala-gembala sidang dan istri-istri mereka menikmati sebuah film yang menonjolkan hubungan sebelum pernikahan dan ketelanjangan, apa yang kira-kira ditonton oleh anggota gereja biasa! Alkitab mengatakan bahwa gembala sidang harus menjadi contoh bagi kawanan domba (1 Pet. 5:3). Celakalah khalayak ramai gembala sidang dan diaken dan guru-guru sekolah minggu yang nyaman dengan limbah sampah Hollywood dan yang tidak mengajari umat mereka takut akan Allah dan separasi dari dunia ini.
CAMPING MENETAPKAN TANGGAL LAIN LAGI BAGI KEDATANGAN KEDUA YESUS KRISTUS
Harold Camping, seorang yang sangat kebingungan dan pemimpin dari Family Radio Network, mengklaim bahwa Kristus akan kembali lagi tanggal 21 Mei 2011. Ini adalah kali kedua Camping membuat sebuah prediksi gila. Di dekade sebelumnya ia memprediksikan bahwa Kristus akan kembali lagi tanggal 6 September 1994, dan saya tidak perlu memberitahu anda bahwa hal itu tidak terjadi. Anda tentunya berpikir bahwa kesalahan kelas kakap seperti ini akan menghentikan karir bernubuat dan mengajarnya, tetapi di zaman penuh kesesatan ini, ada cukup banyak orang-orang naif yang tidak mengerti Alkitab yang siap mendukung penyesat-penyesat seperti ini. Kesesatan Camping didengar di 55 stasiun radio di Amerika dan melalui gelombang pendek ke negara-negara seberang lautan, dan program dia diterjemahkan ke dalam 48 bahasa. Camping percaya bahwa zaman gereja telah berakhir tahun 1988, dan bahwa Allah telah beralih dari gereja-gereja (sebagai tiang penopang dasar kebenaran) ke Family Radio (radionya Camping) sebagai caraNya menyebarkan Injil. Para pengikutnya bertemu di rumah-rumah untuk mendengarkan khotbah-khotbah Camping. Tidak ada pembaptisan, tidak ada Perjamuan Tuhan, tidak ada gembala sidang. Read more…
Categories: BERITA

Southern Gospel Music

30 Januari 2010 dedewijaya 1 comment
Updated January 28, 2009 (first published December 10, 1998) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143,fbns@wayoflife.org)
Southern gospel is not a single style of music, but is a classification for a broad range of harmonizing, country-tinged Christian music that originated in the southeastern part of the United States. Some Southern gospel is lovely and spiritual and seeks not to entertain the flesh but to edify the spirit. (There are also quartets that are not Southern gospel in style; an example is the Old Fashioned Revival Hour Quartet that was featured on Charles Fuller’s radio program.) We praise the Lord for all Christian music, Southern or otherwise, which doesn’t sound like the world, which has scriptural lyrics, which seeks solely to glorify Jesus Christ and edify the saints, and which is produced by faithful Christians. Sadly, though, much of the Southern gospel incorporates worldly pop, country, ragtime, jazz, boogie-woogie, and rock rhythms, and is oriented toward entertainment. It is the latter that is closely akin to Contemporary Christian Music. As a matter of fact, commercial Southern gospel today is one of the branches of the larger CCM world.
I grew up with Southern gospel. The Southern Baptist churches my mom and dad attended in Florida would have all-day sings on some Sundays. Following the morning service, we would have a glorious “dinner on the ground,” featuring tables piled high with the tastiest dishes the church ladies could concoct. The kids would romp around as the tables were prepared, then the pastor would pray and everyone would gorge himself on whichever foods suited their fancy. The variety was incredible. When the meal was finished and the tables cleared, everyone gathered back in the church auditorium for the sing. There would be some congregational singing and then the quartets would start up. Usually these were local groups, but sometimes a professional group would be available. I always liked the congregational singing best.
HISTORY OF SOUTHERN GOSPEL
As we will see, Southern gospel brought four significant changes to Christian music in North America in the 1920s, ‘30s, ‘40s and ‘50s. (1) They commercialized it. (2) They took it out of the churches and put it into hands of publishers and promoters. (3) They jazzed it up with worldly styles. (4) They turned it into entertainment. Gospel music publisher Harper and Associates advertised their Southern gospel music as “Family entertainment with a message, entertainment that a Fair or civic organization can sponsor and not feel like they’re getting too churchy.” This sounds exactly like the Contemporary Christian Music approach. The Stamps Quartet of the 1930s “not only sang the most popular gospel songs of the day, but gave an all-around entertainment program” (Bob Terrell, The Music Men, p. 39).
Professional Southern gospel quartets were born in the early part of this century as business enterprises. Prior to that quartets were mixed (men and women) and “sang in their churches simply for the spiritual edification of the congregation” (The Music Men, p. 54). The inventor of the professional male gospel quartet was a Nazarene, James Vaughan, who hired a quartet in 1910 to represent his music publishing company (which he had founded in 1902). The Vaughan Quartet performances at churches, revivals, and conventions were a means whereby Vaughan sold music. “In this way the groups promoted their sponsor and created a market for the songbooks” (David L. Taylor, Happy Rhythm, p. 7). By the late 1920s Vaughan had 16 full-time quartets on the road. In 1921 the pioneering Vaughan cut the first record for his new recording company, and in 1922 he built the first radio station in Tennessee, all with the goal of promoting his music. In 1924 the V.O. Stamps Music Company was founded by a Baptist, Virgil Stamps; and he, too, put quartets to work. In 1929 this company became the famous Stamps-Baxter Music Company. These companies established influential music training schools and created the hugely popular all-day and all-night gospel music sings.
The new “Southern gospel” style featured “tag lines in accompanying voices, chromatic lower-neighbor note and passing notes, and in the refrain a walking bass lead with several interjections. The harmony was simple and very rhythmic. A ragtime style was added later to the piano accompaniment (commonly called the ‘stomp beat’), which made the sacred and the secular indistinguishable” (H.T. Spence, Confronting Contemporary Christian Music, p. 120).
The pioneer of the ragtime gospel piano style was Dwight Brock, who played in one of the Stamps quartets.
“Brock played a rhythm piano style; some thought it sounded a little like Dixieland [jazz] or razzamatazz. … Thousands of pianists would copy his style in the years to come. … IT WAS REVOLUTIONARY BECAUSE IT JAZZED UP GOSPEL MUSIC JUST ENOUGH FOR THE SECULAR PUBLIC TO CATCH ON. Dwight’s nephew, Brock Speer, who sings bass for the Speer Family today, said when his uncle was a boy in the early teens–he was born in 1905–he heard a circus drummer playing syncopated rhythms on snare drums, and said to himself, ‘I wonder if I could do that on the piano?’“ (The Music Men, pp. 38,39). Read more…
Categories: ISU POPULER Tag:

Berita Mingguan 15 Januari 2009

ANAK-ANAK SEKOLAH DIBERITAHU UNTUK MENJAUHI WIKIPEDIA
Organisasi resmi yang mengawasi kualifikasi pendidikan dan pengujian di Inggris telah memperingatkan para siswa untuk menjauhi Wikipedia karena rendahnya akurasi situs tersebut. Ofqual (Office of the Qualifications and Examinations Regulator), memperingatkan bahwa Wikipedia tidaklah “otoritatif atau akurat” dan dalam kasus tertentu “bisa saja sama sekali tidak benar” (“Schoolchildren Told to Avoid,” London Telegraph, 6 Januari 2010). Kami sendiri telah memperingatkan tentang Wikipedia di masa lampau. Artikel-artikel di dalamnya tentang ilmu pengetahuan penciptaan sangatlah condong, dan dalam bulan Desember ada sebuah laporan yang muncul bahwa ada seorang administrator Wikipedia yang menulis ulang sejarah iklim dunia dengan cara mengedit lebih dari 5000 artikel untuk menyembunyikan fakta-fakta yang berlawanan dengan hipotesis pemanasan global akibat manusia.
PENONTON FILM TIDAK MAU MENINGGALKAN DUNIA IMAJINER
Dilaporkan bahwa ada fans-fans film Avatar yang mengalami gejala-gejala putus obat yang kuat karena mereka tidak mau meninggalkan dunia imajiner di film itu. Avatar, yang kemungkinan akan menjadi film yang paling laris sepanjang masa, adalah sebuah film fiksi ilmiah tentang sebuah dunia yang disebut Pandora yang dihuni oleh suatu ras “humanoid” (mirip manusia) yang disebut Na’vi. Grafik 3D yang hebat menenggelamkan para penonton di dunia fiktif ini di mana para penghuni yang cinta damai bersekutu dengan alam. Para penulis film bahkan menciptakan suatu bahasa Na’vi yang terdiri dari 1000 kata. Read more…