By: Gembala GBII (Gereja Baptis Independen Indonesia) Malioboro, Jogjakarta, Gmb. Yakub Harianto

Nats: Matius 24:11; 24:23-24; 2 Timotius 3:8; 3:13; 1 Timotius 4:1,2; 1 Yohanes 2:26.

Iblis telah mengubah strateginya. Dia mempelajari dari dahulu bahwa dia tidak dapat mengalahkan Kristus dan orang-orang kristen dengan permusuhan dan penganiayaan. “Darah para martir adalah benih gereja.” Pekerjaan Tuhan selalu bertumbuh dalam masa kesusahan, penganiayaan dan pengorbanan. Setan telah mengubah caranya. Dia telah “mengikut serta dengan kita.” Paulus memperingatkan para Penatua mengenai hal ini dalam Kisah Para Rasul 20:28-30. Bandingkan juga dengan Yudas 4; Efesus 4:14; Matius 7:15; Ulangan 13:1-5; Efesus 5:6; 2 Tesalonika 2:3,4; II Yohanes 7.

Musuh yang paling hebat bagi iman kristen bukan musuh yang diluar, yaitu musuh yang secara terang-terangan melawan dan mencari kesempatan untuk menghancurkan iman kristen dan Alkitab. Musuh yang paling ditakuti dan paling efektif ialah musuh yang di dalam – yang mengaku diri sebagai orang kristen, yang memakai gaya bicara dan kata-kata kristen, yang mengenakan pakaian/jubah kristen, memakai titel kristen dan berpartisipasi dalam upacara keagamaan yang dianggap kristiani—namun sebenarnya mereka adalah srigala-srigala yang memakai pakaian domba.

A. Liberal – Injili – Fundamental. Continue reading ‘MENGENAI PENYESAT-PENYESAT’


Disusun oleh Gembala GBII Malioboro, Jogjakarta, Gmb. Yakub Harianto

Independent -Dalam pemerintahan dan disiplinnya, setiap jemaat Perjanjian Baru adalah terpisah dan independent dari jemaat-jemaat lain. Tidak ada denominasi atau organisasi atau lembaga lain yang dapat mengontrol jemaat setempat selain jemaat setempat itu sendiri.

Gereja Baptist Independent tidak akan menjadi bagian dalam suatu organisasi nasional manapun yang akan mengontrol keberadaan jemaat setempat. Jadi nama “Independent” digunakan maksudnya adalah bahwa gereja tersebut..
1. Mengikuti pola dan contoh gereja-gereja Perjanjian Baru
2. Hanya tunduk kepada otoritas Firman Allah.
3. Bebas dari intervensi luar.

Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Kristus adalah kepala jemaat (Efesus 5:23) dan Gembala Agung (1 Petrus 5:4). Pendeta setempat adalah gembala atau pemimpin jemaat (Ibrani 13:7, Kis 20:28, Ef. 4:11). Gereja Baptist Independent memiliki bentuk pemerintahan di mana tiap-tiap anggota memiliki hak pilih dan setiap urusan jemaat diatur oleh jemaat setempat dengan mengikuti bimbingan Firman Allah. Continue reading ‘Apa yang perlu Anda ketahui mengenai Gereja Fundamental Baptist Independent?’


INSTITUSI BAIT SUCI SEDANG MENCARI MESIAS
Institusi Bait Suci di Yerusalem telah menghabiskan $27 juta dolar untuk mempersiapkan kedatangan Mesias. Mereka telah membuat perabotan-perabotan, termasuk sangkakala-sangkaka la perak, kandil-kandil emas, harpa, dan pakaian untuk Imam Besar yang dijahit dari benang emas. Ketika ditanya kapan Mesias akan datang, Direktu Institusi Bait Suci, Yehuda Glick menjawab, “Yang kita tahu hanyalah bahwa kita sedang hidup di zaman mujizat dan semua mujizat itu sudah diprediksikan di Buku tersebut akan terjadi pada awal akhir zaman. Bisa saja besok, bisa juga 100 tahun lagi, atau bahkan 400 tahun lagi” (“Jews Raise Millions to Be Ready for Coming of the Messiah,” Sydney Morning Herald, 14 Nov. 2009). Institusi tersebut mempekerjakan dua arsitek untuk mendesain Bait Suci yang ketiga, “sebuah bangunan modern, dengan sistem parkir mobil dan elevator, tetapi akan mirip dengan Bait Suci Kedua.” Banyak orang “Injili” yang menyumbang ke Institusi Bait Suci, tetapi sumbangan-sumbangan ini akan lebih banyak membantu Antikristus daripada bagi Kristus. Adalah Antikristus yang akan memakai bait yang dibangun oleh orang-orang Yahudi yang telah menolak Kristus. Kondisi Israel modern yang sekarang ini adalah penggenapan setengah dari nubuatan tentang tulang-tulang yang kering di Yehezkiel 37. Mereka telah kembali ke tanah mereka, tetapi tidak ada nafas kehidupan di dalam mereka (Yeh. 37:8). Mereka masih dalam pemberontakan terhadap Hukum Allah. Dalam Kesusahan Besar, orang Yahudi akan tertipu oleh janji Antikristus akan perdamaian dan akan membuat perjanjian dengannya. Bait suci akan dibangun kembali, tetapi akan menjadi baitnya Antikristus ketika ia mengumumkan dirinya sebagai Allah (Dan. 9:27; Mat. 24;15; 2 Tes. 2:3-4).

JESUS SEMINAR MENCARI NEW AGE Continue reading ‘Berita Mingguan 28 November 2009′


LEE STROBEL BERASOSIASI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERBAHAYA
Lee Strobel, penulis terkenal akan beberapa buku apologetika yang dipakai luas, termasuk The Case for Christ, adalah seorang “injili,” dan asosiasinya dengan penyesat-penyesat memberikan peringatan yang nyaring. Pada bulan Januari 2010 ia dijadwalkan untuk berbicara di konferensi Break Forth di Kanada bersama dengan William Paul Young, penulis dari buku The Shack, dan Leonard Sweet, seorang perenung New Age. Lighthouse Trails mengobservasi, “[Walaupun banyak orang mengagumi karya Strobel di masa lampau,] sama sekali tidak mengherankan bahwa dia ikut serta dalam acara Break Forth. Dia mendukung pelayanan anaknya yang bersifat sangat emerging/kontemplatif, yaitu Metamorpha, dia tampil berkali-kali di Crystal Cathedral milik Robert Schuller selama tahun-tahun ini, dan dia terus memiliki koneksi dengan Gereja Saddleback dan Willow Creek, jadi membedakan antara yang benar dan salah bukanlah sesuatu yang menjadi perhatian utama Strobel” (“Why Are Joel Rosenberg and Frank Peretti Appearing With New Age/New Spirituality Sympathizers, ” Lighthouse Trails, 9 Nov. 2009). Orang yang akan berbicara bersama dengan Strobel nanti, Paul Young, menggambarkan Allah sebagai seorang wanita dan mengklaim bahwa Dia tidak menghakimi dosa atau mengirim siapapun ke neraka. Leonard Sweet mempromosikan kerohanian New Age yang universal (semua orang selamat) yang dia sebut New Light dan “kesadaran Kristus.” Dia menggambarkan konsep ini dengan kata-kata “persatuan antara manusia dengan Allah” yang adalah “hal utama dalam semua agama dunia” (Quantum Spirituality, hal. 235). Dia mengatakan bahwa hal yang sama dialami oleh Mohammad, Musa, dan Krishna. Dia mempromosikan Matthew Fox, M. Scott Peck, dan Ken Wilber, orang-orang New Age yang percaya keilahian manusia. Sweet mengatakan bahwa kemanusiaan perlu belajar kebenaran kata-kata Thomas Merton, seorang imam Katolik-Budha, “kita memang sudah satu” (Quantum Spirituality, hal. 13). Continue reading ‘Berita Mingguan 21 November 2009′


PEMBUNUHAN MASSAL DI MARKAS MILITER AMERIKA ADALAH TINDAKAN TERORISME ISLAM
Walaupun sebagian pejabat-pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh media mencoba untuk menyalahkan hal-hal lain, jelas bahwa pembunuhan massal yang dilakukan oleh Nidal Malik Hasan terhadap 13 orang, dan melukai 31 lainnya, di Markas Militer Fort Hood, Texas, adalah sebuah tindakan terorisme Islam. Hasan berteriak “Allahu Akbar” (“Allah Maha besar”) sebelum meulai menembak, dan salah seorang tetangganya berkata bahwa Hasan memberikan kepadanya sebuah Quran jam 9 pagi hari itu sebelum ia berangkat ke markas dan ia berkata, “Saya akan melakukan pekerjaan baik bagi Allah” (“For Hood Gunman Had Told US Military Colleages That Infidels Should Have Throats Cut,” Telegraph, London, 8 Nov. 2009). Hasan memberitahu beberapa orang temannya bahwa “orang-orang tidak percaya” (kafir) seharusnya dipotong lehernya dan bahwa mereka seharusnya dibakar. Sebelumnya, masih di musim panas yang baru lalu ini, ia menyoraki penembakan mati seorang perekrut Little Rock Army oleh seorang Muslim (“The Military’s Blunders,” New York Post, 7 Nov. 2009). Dalam sebuah ceramah di Walter Reed Army Medical Center (dia bekerja di situ sebelum dipindahkan ke Fort Hood pada bulan Juli tahun ini), Hasan mengeluarkan unek-uneknya bahwa “orang-orang yang tidak percaya harus dipenggal kepala dan dituangkan minyak mendidih ke kerongkongan mereka.” Ketika ditugaskan di Walter Reed, Hasan menghadiri mesjid Dar al-Hijrah berbarengan dengan dua orang yang termasuk teroris peristiwa 11 September (“Fort Hood Shooting: Texas Army Killer Linked to September 11 Terrorists,” The Telegraph, 7 Nov. 2009). Imam yang menjabat saat itu adalah Anwar al-Awlaki, yang sekarang tinggal di Yemen. Charles Allen, mantan pembantu-sekertaris bagian intelijen di Departemen Homeland Security, menggambarkan dia sebuah “seorang pendukung al-Qaeda yang menargetkan orang-orang Muslim USA dengan ceramah-ceramah online yang bersifat radikal mendukung serangan-serangan teroris.” Val Finell, seorang dokter angkatan darat yang belajar bersama dengan Hasan, mengatakan bahwa dia dan teman-teman lain mempertanyakan kesetiaan Hasan terhadap Konstitusi USA dan komitmennya terhadap pertahanan Amerika (“Officials: U.S. Aware of Hasan Efforts to Contact al Qaeda,” ABC News, 9 Nov. 2009). Continue reading ‘Berita Mingguan 14 November 2009′

PELAYANAN ANAK-ANAK MUDA MENGATAKAN BAHWA YESUS YANG “COOL PARTY” AKAN SANGAT SUKA DENGAN VIDEO GAME “THE BEATLES”
Lane Palmer, dari organisasi Dare 2 Share, sebuah pelayanan anak muda interdenominasional , mengklaim bahwa Yesus akan menyukai sebuah video game baru, yaitu “The Beatles: Rock Band.” Palmer bersukacita bahwa ini berarti “ribuan, jika bukan jutaan, remaja-remaja akan diperkenalkan kepada magic the Beatles,” dan ia dapat membayangkan “Yesus dan para rasul sedang tertawa-tawa atas sebuah video game jika mereka punya PS3 abad pertama” (“Would Jesus Love `The Beatles: Rock Band?’” Palmer mendasarkan pernyataannya ini atas suatu kesalahpahaman besar tentang tindakan Yesus di pernikahan Kana sebagaimana dicatat dalam Yohanes 2. Dengan gaya khas emerging church, Palmer berpikir bahwa Yesus mengubah air menjadi anggur beralkohol dan dengan demikian meningkatkan “fun” kemabukan pesta pernikahan tersebut. Ia mengatakan, “[Yesus] ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial yang akan sangat bertentangan dengan orang-orang religius yang terlalu kaku. Mereka bukan marah karena Dia pergi ke pesta-pesta; mereka geram karena Dia sungguh bersenang-senang selama dalam pesta-pesta tersebut…. alasan Yesus pergi ke pesta adalah dan bersama-sama dengan “orang-orang berdosa” bukanlah untuk menghakimi atau menghukum mereka.” Gerakan emerging church melihat dunia yang jatuh dalam dosa ini sebagai suatu pesta yang harus dinikmati, dan mereka dengan bebas berpartisipasi dalam musik, seni, fashion, dan film dunia. Continue reading ‘Berita Mingguan 07 November 2009′


VISI MASA DEPAN YANG MENAKUTKAN DARI CHARLES DARWIN
Charles Darwin percaya bahwa manusia berevolusi dari dunia binatang melalui proses seleksi alami (natural selection) atau yang disebut juga survival of the fittest (yang paling fit yang bertahan hidup), dan dia memprediksikan bahwa pergumulan ini akan mengakibatkan punahnya “ras-ras” manusia yang kurang berevolusi. Dalam bukunya yang terbit tahun 1871, The Descent of Man, Darwin menulis, “Di suatu periode di masa depan, tidak perlu sampai berabad-abad lagi, ras-ras manusia yang beradab hampir pasti akan memunahkan, dan menggantikan, ras-ras buas di seluruh dunia. Pada saat yang sama, kera-kera yang mirip manusia, sebagaimana dikomentari oleh Profesor Schaaffhausen, pastinya akan terpunahkan. Perbedaan antara manusia dan sekutunya yang paling dekat akan semakin jauh, dan akan memisahkan antara manusia yang lebih beradab dibandingkan dengan ras Kaukasian, dengan kera-kera yang rendah seperti babon, bukan lagi dengan ras negro atau Australian dan gorilla” (bab vi). Jadi, Darwin percaya bahwa orang-orang Negro dan para aborigin di Australia berada lebih rendah dalam skala evolusi dibandingkan dengan ras Kaukasian, dan bahwa “ras-ras buas” ini akan segera punah dan digantikan dengan manusia yang telah berevolusi “bahkan” lebih superior dibandingkan Kaukasian. Pernyataan seperti ini adalah bentuk rasisme yang paling parah, dan “ilmu pengetahuan” demikian, yang adalah hasil dari skeptikisme anti-Allah di mana Darwin tumbuh besar, yang akhirnya memimpin kepada kamp-kamp pembunuhan Hitler. Kata “eugenics” diciptakan oleh sepupunya Darwin, Francis Galton. Eugenics adalah usaha untuk memperbaiki “ras” manusia dengan cara kontrol kelahiran, aborsi, dan euthanasia. Dalam bukunya, Hereditary Genius, Galton menantikan suatu waktu “ketika populasi bumi akan secara ketat diatur dalam hal jumlah dan kecocokan ras, sama seperti domba-domba dalam peternakan yang terorganisir baik. Putri Charles Darwin, Henrietta, dan suaminya Robert Litchfield, adalah pendukung eugenics yang bersemangat. Putra Charles, Leonard, adalah presiden dari First International Congress of Eugenics. Ia menyayangkan bahwa orang-orang yang “tidak fit” tidak lagi dibunuh oleh kelaparan dan penyakit, tetapi “dipertahankan dengan penuh perhatian, dan karenanya dapat mereproduksikan jenis seperti mereka.” Continue reading ‘Berita Mingguan 31 Oktober 2009′


FRANKLIN GRAHAM BERKHOTBAH DI GEREJA TIGA-MANDIRI YANG KOMUNIS
Mengikuti jejak kaki ayahnya, Franklin Graham baru-baru ini berkhotbah di sebuah gereja Tiga-Mandiri (Three-Self) yang terdaftar di Cina. Gereja tersebut, Gereja Bethel di Baoding, adalah gereja kedua terbesar di Cina. Ini adalah kesempatan kedua Franklin berkhotbah di gereja-gereja Tiga-Mandiri. Di Cina, adalah ilegal bagi gereja untuk eksis kecuali jika gereja tersebut mendaftar ke pemerintah dan mengikuti segala peraturan pemerintah yang tidak mengizinkan mereka untuk melakukan hal-hal seperti mengadakan sekolah minggu atau memberitakan Injil di luar dari waktu-waktu dan tempat-tempat yang disetujui oleh pemerintah komunis. Mereka yang menolak untuk tunduk kepada peraturan-peraturan ini dan yang lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia telah dianiaya dengan kejam. Bahkan hari ini banyak pengkhotbah yang tidak terdaftar yang dipenjara karena iman mereka, sebagaimana yang sering kami laporkan melalui Berita Mingguan ini. Gerakan Patriotik Tiga Mandiri dan organisasi China Christian Council didirikan oleh Mao Tse Tung yang brutal sebagai alat untuk mengontrol gereja-gereja. Berkhotbah di sebuah gereja yang terdaftar komunis dan yang berkompromi habis-habisan, adalah pengkhianatan terhadap Tuhan Yesus Kristus, kepala satu-satunya dari gereja. Keluarga Graham akan memberi pertanggungan jawab kepada Allah akan kompromi mereka terhadap FirmanNya dan cara mereka mengolok-olok fundamentalis Alkitabiah yang hanya ingin serius menerapkan Alkitab. Mereka telah mencari keagungan dan popularitas dunia, tetapi Yesus berkata, “Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu” (Luk. 6:26). Editor: Gerakan Gereja Tiga-Mandiri diciptakan oleh Mao, satu paket dengan gerakan patriotisnya di bidang-bidang lain. Continue reading ‘Berita Mingguan 24 Oktober 2009′


Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Galatia 1:8)

Iblis memberitakan Injil? Ah masa sih. Mungkin itulah reaksi kebanyakan orang Kristen jika ditanya mengenai hal ini. Tetapi, rasul Paulus di abad pertama tidak menganggap remeh keikutsertaan Iblis dalam pemberitaan Injil – yang tentunya adalah untuk mengacaukannya.

Ketika orang-orang percaya di Galatia disusupi oleh pengajar-pengajar palsu yang isi beritanya bahwa keselamatan memerlukan sunatan, Paulus sangat marah dan sedih. Ia tahu bahwa berita keselamatan (Injil) adalah berita terpenting di bumi ini, dan adalah satu-satunya harapan bagi manusia berdosa. Memberitakan Injil yang menyimpang adalah bagaikan memberikan harapan dan pertolongan palsu. Oleh sebab itulah Paulus mengucapkan anathema yang keras terhadap barangsiapa yang mengabarkan “injil” yang lain, yang bukanlah Injil sejati. Continue reading ‘Injil yang Lain’


KIS.19:13-20

Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu,mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: “Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”

Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu. Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa

Asal Usul Iblis & Setan Continue reading ‘Setan Mengusir Setan’


Kis.8:9-23

Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia Seorang yang sangat penting. Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: “Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar.” Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya…Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.” Tetapi Petrus berkata kepadanya: “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.”

Siapapun yang membaca perikop Alkitab terkutip di atas, pasti merasa geli dengan sikap Simon si tukang sihir atau nama bekennya sekarang Simon illusionis. Menurut catatan Alkitab, ia telah lama berlagak sebagai orang hebat dan telah memukau banyak orang di kota Samaria. Continue reading ‘Dukun Mau Beli Gelar Rasul’


Ibadah Puasa

Pada zaman P.L., atau lebih spesifik lagi sejak Taurat diturunkan hingga Yohanes Pembaptis tampil (Luk16:16, Mat.11:14), Allah memerintahkan bangsa Israel mendirikan ibadah simbolik untuk mengingatkan segala bangsa tentang janji Allah untuk mengirim Juruselamat.

Pada zaman ibadah simbolik, manusia beribadah dengan simbol. Domba yang disembelih menyimbolkan Sang Juruselamat, dan penyembelihannya menyimbolkan penghukuman atas dosa. Rituil ibadah dalam Bait Allah seluruhnya bersifat simbolik, atau bersifat bayangan (Ibr.10;1, Kol.2:16-17).

Pada zaman tersebut ibadah dilakukan secara lahiriah. Manusia diperintahkan menyembah secara lahiriah, dan segala sesuatu yang bersifat lahiriah seperti berdoa sambil sujud, berpuasa, semua dihitung sebagai ibadah. Intinya, segala sesuatu yang terjadi di dalam hati harus diekspresikan ke dalam bentuk luar yang terlihat oleh mata manusia. Continue reading ‘Demo Tuhan dengan Doa Puasa’


Doa Bapa Kami

21Nov09

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.Amin.] (Mat.6:9-13)

“Doa Bapa Kami” adalah doa yang diucapkan oleh Tuhan Yesus untuk diajarkan kepada murid-muridNya. Di Indonesia, karena mengikuti tradisi Belanda dan Gereja Katolik, menyebutnya Doa Bapa Kami, sedangkan di Inggris dan Amerika menyebutnya Doa Tuhan (The Lord’s Prayer). Continue reading ‘Doa Bapa Kami’


Setelah melayani Tuhan sekitar enam tahun di sebuah gereja di Jakarta, akhirnya pada tahun 1993 Dr. Suhento Liauw memutuskan untuk berhenti menghabiskan waktu hidupnya secara sia-sia. Beliau memutuskan keluar untuk membangun pelayanan yang benar-benar berdasarkan Alkitab. Ada teman yang menganjurkan untuk menyewa ruko dan langsung memulai jemaat baru. Sekalipun domba sepatutnya mengikuti gembala bukan tetap tinggal di kandang, Dr. Liauw memandang bahwa tindakan membawa sebagian jemaat keluar untuk memulai jemaat baru kurang etis.

Akhirnya Dr. Liauw memutuskan untuk melanjutkan studi ke USA,Tabernacle Baptist Theiological Seminary, agar memiliki pengetahuan yang cukup untuk pelayanan ke depan yang pada waktu itu belum ada kepastian kota bahkan negaranya. Setelah mendapatkan visa, Dr. Liauw sekeluarga berangkat pada tanggal 30 Juni 1993 menuju Singapore, California, Denver, Chicago, Northfolk, dan akhirnya tiba di Virginia Beach,dijemput oleh Misionari Tom Crawford untuk dibawa menginap di Greathope Baptist Church. Mereka sekeluarga sempat berbakti beberapa minggu di gereja tersebut bahkan setelah mendapatkan apartment di dekat Tabernacle Baptist Church.

Selain berbakti di Greathope Baptist Church Dr. Liauw sekeluarga juga kadang-kadang berbakti di Tabernacle Baptist Church. Menyaksikan kegairahan gereja-gereja tersebut dalam pengutusan misi ke negara lain, memberitakan Injil, dan membangun jemaat, timbul dalam diri Dr. Liauw untuk kembali Indonesia setelah menyelesaikan studi nanti. Continue reading ‘Menjejak Balik Benih GRAPHE Setelah Tertanam 10 Tahun’