Blog Penting Dede Wijaya

29 November 2008

FOTO-FOTO LOKASI DI ALKITAB

Diarsipkan di bawah: PESONA ALKITAB — dedewijaya @ 4:51 PM

PERJANJIAN LAMA

Ini adalah GUNUNG SINAI, dimana MUSA mendapatkan 10 PERINTAH ALLAH.

Ini adalah gambar Sungai NIL tempat Musa waktu kecil dibuang dan di pungut oleh Putri Firaun.

Tampak diatas adalah Gambar Menara Daud

Yang ini gambar pilar Absalom, salah seorang Anak Daud

PERJANJIAN BARU

Ini adalah sungai Yordan tempat Yohanes Pembaptis membaptiskan
orang-orang dan juga Tuhan Yesus. Di kolam inilah sewaktu Yesus
dibaptis lalu ada suara yang berseru dari langit “Inilah anakKu yang
Kukasihi dan kepadaNya lah Aku berkenan” dan Roh Kudus dalam bentuk
burung merpati hingga di atasNya. Lukas 3:21-22

Ini adalah gunung dimana dahulu Yesus Kristus di cobai oleh iblis
sewaktu Ia berpuasa selama 40 hari. Matius 4:8

Ini adalah gambar pohon Zaitun

Ini adalah danau Galilea.

Ini adalah gambar danau Tiberias.

Ini adalah gambar kolam Siloam, dimana dahulu Tuhan Yesus menyuruh
orang buta untuk membasuh matanya.Yohanes 9:7

Ini adalah gambar tempat dimana Yesus mengadakan perjamuan
terakhir bersama murid-murid- Nya.

Ini adalah gambar Via Dolorosa, yaitu jalan yang dilewati Yesus dari
istana Herodes ke bukit Golgota sambil memikul salib. Di jalan inilah
Yesus terjatuh dan berkata pada perempuan Israel “jangan tangisi Aku,
tapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu juga.”

Ini gambar dari kubur Tuhan Yesus yang kosong.

(dari milist)

Bahtera (kapal) Nabi Nuh Ditemukan di Turki

Diarsipkan di bawah: PESONA ALKITAB — dedewijaya @ 4:45 PM

http://bobbybutarbutar.wordpress.com/2008/11/13/bahtera-kapal-nuh-ditemukan-di-turki/

kapal-nabi-nuh3

kapal-nabi-nuh6deck-kapal-nabi-nuh

Bahtera (kapal) Nuh telah lama menjadi kontroversi di dunia arkeologi. Sejarah mencatat bahwa Nuh diperintahkan Tuhan untuk membuat sebuah bahtera karena Tuhan berniat menurunkan hujan maha lebat ke bumi. Alkitab mengisahkan bahwa Nuh mentaati perintah tersebut dan tepat pada waktu yang telah ditentukan Tuhan, maka turunlah hujan yang sangat lebat ke muka bumi dan menenggelamkan semua makhluk hidup yang ada. Nuh beserta keluarganya dan binatang-binatang yang diselamatkannya kemudian mengapung bersama bahtera tersebut. Alkitab kemudian menceritakan bahwa bahtera tersebut kandas di puncak gunung Ararat.

Kisah yang bersumber dari Alkitab ini kemudian menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan sejarawan dan arkeolog. Ada pihak yang mendukung bahwa kisah tersebut adalah nyata, namunada juga yang menganggapnya hanya sekedar dongeng dari Alkitab. Namun, perdebatan tersebut kini berakhir dengan telah ditemukannya bukti-bukti ilmiah berkaitan dengan kisah tersebut. Sisa-sisa bahtera tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang Kapten angkatan darat dari militer Turki. Ia menemukannya secara tidak sengaja pada waktu meneliti foto-foto wilayah pegunungan Ararat. Kemudian untuk mengkonfirmasi temuan tersebut, diundanglah ahli-ahli arkeologi dari Amerika Serikat untuk meneliti keabsahannya.

anchor-stone-kapal-nabi-nuh5

Pada ekspedisi ilmiah yang kemudian dilakukan pada ketinggian 7000 kaki, sekitar 20 mil sebelah selatan puncak gunung Ararat, mereka menemukan sebuah kapal sepanjang kira-kira 500 kaki yang telah membatu. Pengukuran yang kemudian dilakukan pada obyek tersebut menghasilkan suatu kesimpulan yang mencengangkan, karena ukuran panjang, lebar dan tinggi penemuan arkelogi tersebut sama persis dengan ukuran bahtera Nuh seperti yang tercantum di Alkitab. Saat ini, lokasi penemuan bahtera tersebut telah menjadi obyek wisata yang dapat dikunjungi semua orang.

More info, visit: http://www.arkdiscovery.com

ALKITAB SUNGGUH DAPAT DIPERCAYA!!

kapal-nabi-nuh1kapal-nabi-nuh-ditemukan

Lokasi Pertarungan Daud VS Goliath Ditemukan Arkeolog Israel

Diarsipkan di bawah: PESONA ALKITAB — dedewijaya @ 4:43 PM

Lokasi Pertarungan Daud VS Goliath Ditemukan Arkeolog Israel

JERUSALEM 21 Nopember 2008, Penemuan gerbang kuno di Israel memberi petunjuk kepada lokasi kota Sha’arayim, yang menjadi tempat pertarungan Daud dan Goliath. Alkitab mengisahkan Daud sewaktu muda belia, telah mengalahkan dan membunuh Goliath, musuh bangsanya di di Lembah Elah dekat Sha’arayim.biblical-city

Di daerah tersebut sebelumnya telah ditemukan gerbang serupa. Penemuan gerbang kedua, telah membuktikan bahwa lokasi tersebut dulunya adalah Sha’arayim yang dalam bahasa Ibrani berarti “dua gerbang”.

“Semua situs dari periode yang sama sejauh ini hanya memiliki satu gerbang. Kami menemukan dua gerbang dan ini sangat jarang,” ujar Profesor Yosef Garfinkel, arkeolog dari Hebrew University yang menggali situs arkeologi tersebut. Gerbang tersebut masing-masing dibangun dari batu seberat 10 ton dan berada di perbatasan Kota Bet Shemesh dengan barat daya Jerusalem.

Pengukuran isotop karbon menunjukkan benda-benda yang ditemukan di sekitar gerbang berusia antara 1000-975 sebelum Masehi. Suatu waktu yang merupakan masa periode kekuasaan raja Daud di Israel.

prof-yossi-garfinkel-at-excavation-site

Sumber: http://news.nationalgeographic.com

Info ttg Prof. Yosef Garfinkel dan proyek penggalian arkeologinya: http://archaeology.huji.ac.il/depart/biblical/yosefg/yosefg.asp

27 November 2008

DOWNLOAD THIS!!!!

Diarsipkan di bawah: Fundamental — dedewijaya @ 5:17 PM

Download pdf berikut ini tragedy-of-compromise Tragedi Kompromi Neo-Injili dan Dampaknya. Buku yang sangat menarik

19 November 2008

Tuhan Yesus Adalah Imam Agung Kita

Diarsipkan di bawah: Fundamental — dedewijaya @ 9:55 AM

sumber:GBII

Selama masa pelayanan-Nya yang singkat, yaitu tiga setengah tahun,
Yesus telah mengerjakan lebih banyak hal dibandingkan dengan apa
yang dikerjakan oleh orang lain yang pernah hidup. Alkitab
menyatakan bahwa jika seandainya seluruh pekerjaan Yesus dituangkan
dalam bentuk tulisan, bahkan seluruh dunia sekalipun tidak dapat
memuatnya.

Sebelum memulai pekerjaan-Nya di hadapan umum, Yesus dibaptis dalam
air oleh Yohanes Pembaptis, dan melalui baptisan-Nya oleh Roh Kudus
Ia diteguhkan menjadi anak Allah. Itu membuktikan bahwa seluruh
pekerjaan Yesus berasal dari Allah, dan sesuai dengan kehendak
Allah. Sesudah berpuasa selama 40 hari 40 malam di padang gurun,
Yesus digoda oleh Setan. Namun, Ia berhasil mengusir setan itu
dengan jalan mengutip Firman Allah. Sejak saat itu pelayanan-Nya
yang penuh dengan kuasa dimulai, dan kehidupan Yesus yang singkat
itu dapat diringkaskan sebagai berikut : kelahiran, penderitaan,
kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya. Pelayanan Yesus terutama
meliputi hal pemberitaan kabar baik tentang kerajaan surga,
penyembuhan orang sakit, dan penghancuran pekerjaan iblis

Bila Kita Adalah PengikutNya, maka kita wajib menjalankan perintah
dan mencontoh kehidupan Tuhan Yesus.

1. Tuhan Yesus Dibaptis
Matius 3:13-17
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya.”

Roma 6:15

Makna dan pentingnya baptisan.
Meskipun Yesus Anak Allah, Ia dibaptis sebagaimana kita orang
berdosa yang harus dibaptis. Yesus dibaptis oleh siapa ?(Matius 3:13)
Yesus dibaptis bersama siapa ?(Lukas 3:21)

Dua hal yang dilakukan Yesus ketika langit terbuka, dan Roh Kudus turun ke atas-Nya. (Lukas 3:21-22)
Dipadang gurun, Yohanes Pembaptis berteriak menyampaikan berita
Illahi yang diamanatkan Allah melalui dirinya, “Bertobatlah karena
kerajaan surga sudah dekat.” Di samping itu, Ia juga membaptis orang
banyak di Sungai Yordan. Sesudah menjalani kehidupan pribadi-Nya
selama tiga puluh tahun di Galilea, Yesus datang ke Sungai Yordan
dengan tujuan dibaptis. Sesudah melihat bahwa Yesus siap dibaptis,
Yohanes Pembaptis cepat-cepat menolak sambil berkata,
“Akulah yang seharusnya Engkau baptis. Tetapi kini ternyata justru
Engkau yang meminta supaya aku baptis?”
tetapi Yesus menjawab,
“Biarlah hal itu terjadi, karena demikian sepatutnya kita
menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Matius 3:15)
Ia kemudian menawarkan diriNya agar dibaptiskan oleh Yohanes.
Ketika Yesus dibaptis sebagaimana orang-orang yang lain, dan
sementara dibaptis, Ia berdoa. Tiba-tiba langit pun terbuka dan Roh
Kudus turun ke atas diri-Nya seperti seekor burung merpati (Lukas
3:21). Melalui pembaptisan Yesus, kita dapat mempelajari beberapa
hal yang diajarkan Allah.

Baptisan air
Sebelum melayani orang banyak, Yesus menerima baptisan air yang
dilakukan oleh Yohanes. Tentu saja Yesus Kristus tidak mengenal
dosa, dan ia tidak melakukan suatu dosa pun. Ia tidak bercacat cela,
namun menerima baptisan pertobatan sebagaimana yang kita terima
sebagai orang berdosa. Tujuan-Nya adalah supaya Yesus dapat menebus
manusia dari dosa. Dengan kasih itulah Allah mengasihi kita.
Baptisan Yesus itu mengajarkan hal berikut kepada kita : Pada waktu
bertobat, kita pun harus dibaptis sebagai tanda atau kesaksian
kepada dunia, bahwa kita betul-betul menyesali kehidupan lama yang
berdosa, dan bersedia untuk menghasilkan buah pertobatan. Turun ke
dalam air berarti makanan yang ada. Mungkin tidak ada seorang pun
yang menyangka bahwa akan terdapat kelebihan makanan. Tetapi
ternyata sesudah dikumpulkan dan dihitung, kelebihannya sampai dua
belas bakul penuh.
Kunci keberhasilan dalam kehidupan kita terletak pada sikap kita.
Kita pun punya banyak persoalan yang harus diselesaikan. Sebab itu
marilah kita miliki sikap seperti Andreas jika menghadapi persoalan-
persoalan kita. Marilah kita selalu mengingat prinsip ini, “kalau
persoalanku aku bawa kepada Yesus, Ia selalu mempunyai jalan
keluarnya.”

Benih iman
———-
Yang berada di balik mujizat besar itu adalah adanya iman seorang
anak laki-laki kecil. Baginya, mengurbankan bekal makan siangnya
yang terdiri dari 5 ketul roti dan 2 ekor ikan tentulah sesuatu yang
besar artinya. Seperti orang-orang dewasa yang berada di
sekelilingnya, anak kecil yang sedang bertumbuh itu tentulah juga
merasa sangat lapar pada petang hari itu. Tetapi saat ia
mengurbankan jatah makanannya, anak itu menanamkan benih iman. Pada
saat Yesus memberkati benih iman yang kecil itu, mujizat
pelipatgandaan makanan yang cukup untuk 5.000 orang itu pun
terjadilah. Bahkan kelebihannya sampai mencapai dua belas bakul
penuh.

Kebenaran-sejati yang perlu dipelajari dan dihayati adalah perintah
Yesus kepada para murid-Nya agar secara seksama mengumpulkan
kelebihan makanan yang ada. Berkat Allah yang diberikan kepada kita
tidak pernah dimaksudkan agar kita boroskan atau sia-siakan. Kita
harus memperlakukan sebaik-baiknya berkat yang diberikan Allah. Kita
harus membagikannya kepada orang-orang lain yang memerlukan. Segala
sesuatu yang telah dijadikan atau dikerjakan Allah bagi kita tidak
boleh diboroskan.

Di manakah terjadinya mujizat pelipatgandaan makanan yang dibuat Yesus dari 5 ketul roti dan 2 ekor ikan itu ? (Lukas 9 : 10)
Berapa banyak makanan yang diberikan Yesus kepada orang banyak itu ? (Lukas 9 : 17)

Ke manakah Yesus pergi seorang diri sesudah mengadakan
mujizat itu? (Yohanes 6 : 15)

PENERAPAN
———
1. Sekalipun dihimpit oleh permasalahan yang kelihatannya mustahil
dapat dipecahkan, marilah kita selalu mempertahankan sikap yang
positif seperti Andreas. Andreas mengajarkan pada kita bahwa kita
memiliki Yesus yang selalu dapat mengadakan mujizat dalam kehidupan
kita. Dalam keadaan hidup yang bagaimanapun, marilah kita hidup
secara positif, dan bertindak dalam iman.

2. Seperti anak laki-laki kecil yang mengurbankan makanannya itu,
marilah kita memberikan dengan penuh sukacita apa yang telah kita
miliki kepada Yesus. Jika kita mau menabur benih, kita akan menuai

kehidupan yang melimpah sesuai dengan apa yang sudah kita tabur.

2. Yesus Dicobai Iblis
Matius 4:10
“Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, iblis! Sebab ada
tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada
Dia sajalah Engkau berbakti.”

Kejadian 3:6; Ibrani 4:15

a. Ketahuilah bahwa Yesus menjadi Juru Selamat orang berdosa dengan
jalan melawan pencobaan Setan (I Korintus 15:45).

b. Ketahuilah bahwa Yesus senantiasa menolong kelemahan kita, dan
menuntun kepada kemenangan.

c. Arahkan selalu kehidupan kita yang berpusatkan pada Firman Allah,
sebagaimana yang diteladankan oleh Yesus sendiri.

Bagaimanakah keadaan tubuh jasmani Yesus pada saat Ia dicobai?
(Matius 4:2)Tulislah ketiga pencobaan yang dihadapi Yesus. (Matius
4:3, 6, 9) Bagaimanakah cara Yesus mengalahkan pencobaan Setan?
(Matius 4:4, 7, 10)

Setelah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, seketika
itu juga Yesus dituntun Roh Kudus memasuki padang gurun. Sesudah
berpuasa selama 40 hari 40 malam, Ia dicobai Setan dengan tiga
percobaan. Tetapi, melalui Firman Allah Yesus mengalahkannya.
Melalui pelajaran tentang kemenangan Yesus atas pencobaan, hari ini
kita akan mempelajari tentang kasih Allah terhadap kita. Kita juga
akan belajar tentang campur tangan Allah yang luar biasa dalam
melepaskan kita dari jerat serta pencobaan si Setan.

Mengapa Yesus Dicobai?
Segera setelah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Yesus dituntun Roh
Kudus memasuki padang gurun. Sesudah berpuasa selama 40 hari 40
malam, Yesus dicobai oleh Setan. Yesus membuktikan diri bahwa Ia
juga seorang manusia biasa yang sama sekali tidak berbeda dari Adam.
Itulah alasan pertama mengapa Yesus dicobai oleh iblis.

Kedua, Yesus dicobai dengan tujuan diuji ketaatanNya kepada Allah.
Adam yang pertama tidak dapat mengalahkan pencobaan yang menghadang
dirinya,dan akhirnya memakan buah pohon pengetahuan tentang baik dan
yang jahat. Dengan kata lain, Adam menginjak-injak otoritas Allah,
dan berlaku tidak taat. Kini pencobaan yang sama itu datang lagi dan
menghadang diri Yesus. Dapat diistilahkan bahwa pencobaan itu adalah
suatu “persimpangan jalan.” Dalam hal itu Yesus harus memilih salah
satu di antara dua arah yang dapat dipilihNya: melaju ke arah jalan
yang mengakui hak kedaulatan mutlak Allah dan berlaku taat, ataukah
menyimpang ke tindakan-tindakan yang melawan Dia.

Pada saat diuji, Yesus menaklukkan pencobaan itu, dan patuh kepada
Allah sehingga mati di kayu salib.

Tiga Pencobaan Yesus
Ada dua macam pencobaan yang disebutkan dalam Firman Allah. Yang
pertama adalah dokimajo dalam bahasa Yunaninya. Ujian itu diberikan
oleh Allah sebagai batu loncatan untuk menerima berkat-berkat lebih
besar yang rindu dianugerahkan Allah kepada anak-anakNya. Allah
mengijinkan kita melewati jenis-jenis ujian dan pencobaan semacam
itu. Kalau kita dapat bertahan menghadapi kesukaran dan dengan iman
yang tertujukan kepada Kristus menjadi menang, kita masing-masing
dinyatakan lulus, dan diakui sebagai orang kudus yang memenuhi
syarat.

Dalam bahasa Yunani, jenis ujian yang lain dinamakan peirajo. Itu
adalah jenis percobaan yang berasal dari Setan, yang dalam bahasa
Indonesia paling tepat dinamakan `godaan’. Melaluinya Setan
mendatangkan musibah, penderitaan, sengsara dan kesesakan. Tujuannya
adalah untuk merampok, membunuh danmembinasakan kita. Setan tidak
pernah memberi kita dohimajo `ujian’ yang membuat iman kita dapat
naik kelas. Setan hanya membuat kita tersandung dengan jalanmembuat
kita terperangkap dalam jerat dosa-dosa kita.

Setan tahu bahwa sekali kita menyerah dan terjatuh ke dalam
godaannya, kita pasti akan menerima hukuman Allah. Jadi Setan selalu
berkeliling mengendap-endap seperti seekor singa lapar yang mengaum-
aum, dan bermaksud hendak memangsa kita (I Petrus 5:8). Kini kita
sendiri dapat mengerti bahwa di tempat-tempat tertentu Allah tidak
dapat memakai kita. Sebab kita selalu menyerah kalah terhadap godaan-
godaan setan yang dibuat untuk membinasakan kita, kecuali kalau kita
benar-benar hidup mendekatkan diri kepada Allah. Itulah sebabnya,
bagaikan singa yang lapar layaknya, si iblis mengaum-aum dan mencari
mangsa yang dapat dilahapnya.

Setan mencobai Adam dan Hawa dengan memakai peirajo `godaan’ itu.
Nenek moyang pertama kita gagal karena mereka menyerah kalah kepada
godaan keinginan daging, keinginan mata dan kesombongan kehidupan (I
Yohanes 2:15-17). Itu sebabnya mereka diusir keluar dari hadirat
Allah. Kali ini, sekali lagi si setan mengiming-imingi Yesus dengan
peirajo `godaan’ itu. Tetapi Yesus tidak menyerah kalah kepada tipu
daya Setan. Stan pun tahu betapa laparnya Yesus sesudah berpuasa
selama 40 hari 40 malam. Pertama-tama ia mencobai Yesus supaya
mengisi perutNya yang kosong itu dengan jalan membuat roti dari
batu. Setan menggunakan keinginan daging atau nafsu kedagingan
sebagai batu penguji. Dalam hal itu Hawa gagal dan memakan buah
pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang lezat bagi
keinginan dagingnya. Tetapi minat utama Yesus adalah taat kepada
Firman Allha semata-mata. Minat agung itu jauh lebih mulia daripada
keinginan daging, dan itu dibuktikan Yesus melalui ucapanNya,

“Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari
setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4)

Sesudah gagal dengan godaan pertamanya, kini Setan beralih ke godaan
yang kedua. Itu dilakukannya dengan jalan mengutip ayat-ayat dalam
Mazmur 91:11 dan 12. Ia membujuk Yesus supaya melompat dari atas
puncak bait Allah. Setan bermaksud hendak menghasut Yesus supaya
mencobai kemahakuasaan Allah, dan bergaya memperagakan jati diriNya
sebagai anak Allah yang sesungguhnya di hadapan mata orang Yahudi.
Di Taman Eden, Hawa juga terjerat oleh keinginan matanya dan
terjatuh. Hawa memetik buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan
yang jahat. Tidak perlu disebutkan di sini bahwa sebenarnya dengan
mudah bisa saja Yesus melompat tanpa mencelakakan diriNya. Kalau Ia
mau, sekalipun Ia melompat dari puncak bait Allah sampai ke lembah
maut Kidron yang amat sangat jauh letaknya, jari kakiNya pun tidak
akan sampai terkilir. Kalau Yesus sampai tergoda dan mau mengadakan
lompatan acrobat semacam itu pada saat orang Yahudi sedang
mengadakan kurban petang hari, tentu hal itu merupakan suatu
pemandangan yang amat mencengangkan bagi orang banyak yang
menyaksikanNya. Dan mungkin seketika itu juga orang banyak itu
mengangkat Dia sebagai pemimpin besar mereka dan mengikut Dia.

Tetapi Yesus menaklukkan keinginan mata itu. Ia melawan Setan dengan
jalan mengutip Firman Allah,

“Ada tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (Matius 4:7).

Yang terakhir, setan si pencoba itu membawa Yesus ke sebuah gunung
yang tinggi, dan menunjukkan kepadaNya seluruh kemuliaan kerajaan-
kerajaan yang berada di dunia ini. Setan menawarkan hendak
memberikan semua itu kepada Yesus, kalau Dia mau menyembahnya.
Tindakan itu dapat saja merupakan suatu cara yang dipakai Yesus
untuk merampas kembali jagad raya dan umat manusia yang secara sah
telah diserahkan hak kekuasaannya kepada Setan karena kejatuhan
Adam. Bukankah Yesus datang ke dunia ini untuk tujuan itu? Tetapi
Yesus betul-betul tahu, bahwa kalau Ia menerima begitu saja cara
licik yang ditawarkan Setan, hal itu hanya akan mendatangkan
kehancuran. Yesus tidak memilih atau bertindak menurut kemauanNya
sendiri. Dia tidak mengambiljalan pintas yang begitu mudah itu untuk
menyelesaikan permasalahan umat manusia. Sebaliknya, Ia memilih
jalan kematian di atas kayu salib, yaitu cara yang telah ditentukan
oleh Allah sendiri. Melalui pengakuan mulutNya, Yesus Kristus
menunjukkan ketaatan mutlakNya terhadap Allah,

“Enyahlah, iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan,
Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah Engkau berbakti.” (Matius 4:9)

Tetapi Hawa yang memburu kesombongan kehidupan berani mencoba-coba
untuk menjadi bijaksana seperti Allah, menurut cara licik yang
disodorkan Setan. Dan ternyata ia jatuh.

Yesus mengalahkan semua peirajo `godaan’ Setan itu. Melalui ketaatan
mutlakNya terhadap Allah, Yesus menjadi kurban dosa bagi kita.

Bila Kita Dicobai
———— —–
Apakah pelajaran-pelajaran yang dapat kita petik melalui semua
pencobaan yang dihadapi Yesus itu?

Pertama, Yesus dicobai Setan tepat sesudah Roh Kudus turun kepada
diriNya seperti burung merpati, dan juga setelah ada suara dari
surga yang terdengar. Saat ini keadaannya juga sama. Setan mencobai
kita pada saat segala sesuatu berjalan lancar dalam kehidupan kita:
pada saat kita sedang mengalami kenaikan pangkat, dipuji oleh banyak
orang, mulai hidup nyaman, menjadi kaya raya, atau ketika memasuki
hubungan yang lebih erat dengan Allah atau menerima berkat
pertumbuhan yang luar biasa pesatnya. Justru pada saat-saat itulah
Setan mencobai kita. Setan betul-betul sangat membenci iman dan
kehidupan kita, pada saat segala sesuatunya berjalan lancar. Setan
mencobai kita pada saat kita segar bugar, seperti seorang pemburu
yang hanya mengarahkan bidikan senjatanya kepada binatang yang
hidup, bukan yang sudah mati dan menjadi bangkai busuk. Jadi Rasul
Paulus mengingatkan kita,

“Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-
hatilah supaya ia jangan jatuh!”

(I Korintus 10:12)

Kedua, kita dapat memperhatikan tempat Yesus dicobai, yaitu padang
gurun. Di sini kita juga dapat melihat kesejajaran rohani. Padang
gurun adalah kehidupan kita yang sekarang ini. Bangsa Israel memang
dilepaskan dari perbudakan di Mesir, tetapi sebelum memasuki Tanah
Perjanjian Kanaan, mereka melewati masa peralihan dengan jalan
terputar-putar, tak menentu selama empat puluh tahun di padang
gurun. Pada saat menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, kita
pun dilepaskan dari dunia yang jahat yang adalah Mesir kita. Tetapi
kita juga telah ditentukan untuk menghayati kehidupan seorang
musafir di “padang gurun” yang adalah dunia tempat kita hidup
sekarang ini. Kelak di dalam surga, sekali kita memasuki kerajaan
kekal itu, tidak akan ada pencobaan yang menghadang jalan kita.
Tetapi sementara menghayati kehidupan di padang gurun kehidupan kita
pada saat ini, kita tidak mempunyai pilihan lain. Mau tidak mau kita
harus memperhadapi badai, kelaparan, kehausan, kesalahpahaman, dan
panasnya terik matahari yang terasa sangat tajam menyengat. Itulah
sebabnya, dalam padang gurun kehidupan sekarang ini kita harus
senantiasa berjaga-jaga dan berdoa kepada Bapa kita, “Janganlah
menuntun kami ke dalam pencobaan.” (Matius 6:13)

Ketiga, bila dicobai, secara tegar kita harus mendisiplin diri agar
tetap berlaku taat kepada Allah! Jangan pernah meninggalkan
keyakinan iman kita. Sebaliknya kita justru harus tetap berpegang
teguh kepada kebenaran sejati ini: yaitu bahwa Allah adalah Allah
yang baik, dan Dia akan menyelamatkan kita. Tidak peduli apapun
keadaan kehidupan yang sedang menimpa, dengan tetap teguh kita harus
memutuskan untuk selalu taat kepada Allah. Kitapun harus melawan
pencobaan itu dengan Firman Allah sebagaimana yang dilakukan Yesus,
dimulai dengan pengakuan teguh, “‘ Ada tertulis …” Kita harus
memiliki kepastian yang teguh dan mantap di dalam hati serta akal
kita, bahwa secara mutlak kita mau bersandar percaya dan taat kepada
Allah. Tanpa dipersenjatai dengan hal-hal itu, tidakmungkin kita
dapat menjadi pemenang yang dengan mudah sanggup mengalahkan
pencobaan Setan. Firman Allah bukanlah mantera yang sekadar perlu
kita kutip saja begitu saja. Hanya mengakui atau mengucapkannya
tidak akan membuat kita mengalahkan Setan. Bukankah kadang-kadang ia
sendiri juga mengutip Firman Allah? Lebih lanjut, dalam setiap
pencobaan kita harus senantiasa mencari pertolongan Roh Kudus,
karena Dia adalah Penghibur yang diutus Bapa, dan yang senantiasa
siap melepaskan kita setiap kali kita terjerumus ke dalam kesukaran.

Siapakah satu-satunya yang harus kita sembah dan layani? (Matius
4:10)Bagaimana cara suatu pencobaan mulai menarik perhatian kita?
(Yakobus 1:14) Kita dilarang mengasihi hal-hal duniawi. Apakah yang
dihasilkan oleh “kasih terhadap hal-hal duniawi” itu di dalam diri
seseorang, yang kemudian berkembang ke arah pencobaan? (I Yohanes
2:16)

1. Marilah kita berusaha sekeras-kerasnya untuk menjadi anak Allah
yang secara mutlak taat kepada Allah.

2. Marilah kita menjadi orang-orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus,
yang sanggup melawan pencobaan si Setan.

3. Renungkanlah selalu Firman Allah. Simpanlah isinya di dalam hati
anda. Kutiplah sebagai senjata yang Anda perlukan untuk mengalahkan
Setan.

3. Yesus Memberitakan Kabar Baik Tentang Kerajaan Surga
———— ——— ——— ——— ——— ——-
Matius 4:12-17
“Sejak waktu itulah Tuhan Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab
Kerajaan Sorga sudah dekat!”
Markus 1:15; Lukas 17:20, 21
\a. Marilah kita menyebarluaskan kabar baik tentang kerajaan Allah
sebagaimana yang dilakukan Tuhan Yesus.
b. Marilah kita selalu ingat bahwa bila kita memberitakan Injil,
iblis akan lari, dan kerajaan Allah akan berkembang. Kita tidak
boleh melupakan fakta itu.

Nubuat siapa yang digenapkan pada saat Yesus meninggalkan Nazaret
dan pindah ke Kapernaum? (Matius 4:13, 14)
Injil apa yang diberitakan Tuhan Yesus? (Markus 1:14)
Mengapa Tuhan Yesus berkata, “Bertobatlah dan percayalah kepada
Injil”? (Markus 1:15)

Sesudah dibaptis dan dicobai Iblis, Tuhan Yesus pergi ke daerah
Galilea. Sebagai perintis, Yohanes Pembaptislah yang lebih dahulu
memberitakan kabar baik dan mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus.
Sesudah Yohanes Pembaptis menyelesaikan tugasnya dan dimasukkan ke
dalam penjara, barulah Tuhan Yesus mulai memberitakan kabar baik.
Itu dapat kita baca dalam Markus1:15,
“Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan
percayalah kepada Injil!”
Hari ini kita akan mempelajari intisari Injil yang diberitakan Yesus
itu.

Kerajaan Allah Sudah Dekat
———— ——— —–
Tuhan Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah
sudah dekat.”
Ucapan itu memberitahu kita bahwa kegenapan waktu yang ditetapkan
Allah untuk menebus umat manusia telah tiba, dan kerajaanNya sudah
dekat. Makna yang terkandung dalam ucapan Tuhan Yesus
bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat” jauh lebih dalam daripada yang
biasa kita artikan. Itu bukan sekadar berarti bahwa kerajaan Allah
sudah sangat dekat, di ambang pintu, atau bahwa kerajaan itu sudah
hadir di sini.
Sebagai Putra Allah, Tuhan Yesus sendiri juga Allah. Di mana dan
bilamana Allah berada, kerajaan Allah pun berada disana juga. Itulah
sebabnya, bilamana dan dimana Allah Sang Putra itu berdiri ,
terbungkus dalam daging manusia, kerajaan Allah pun berada di tempat
itu juga. Jadi, pada saat kaum Farisi bertanya, bilakah kerajaan
Allah akan datang, Tuhan Yesus menjawab mereka,
“Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak
dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab
sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu” (Lukas 17:20-21).
Karena pada saat kita mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru
Selamat, pada saat kita mengundang Dia masuk ke dalam hati dan
kehidupan kita agar Dia hidup danmemerintah di dalamnya, pada saat
kita mulai bergantung kepadaNya… di situlah kerajaan Allah berada,
itulah kerajaan Allah.
Ketika orang-orang Farisi memfitnah Tuhan Yesus,
“Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” Fitnahan itu
ditangkisNya, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh
Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu”
(Bacalah Matius 12:24, 28)
Bukan hanya itu. Pada waktu Yohanes Pembaptis mengutus para muridnya
supaya menanyai Yesus,
“Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang
lain?”
Jawaban yang diberikanNya ialah,
“Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan
kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta
menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan
kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Matius 11:2-6).
Sebenarnya Yohanes Pembaptis sedang mengajukan pertanyaan, “Benarkah
kerajaan Allah telah tiba ataukah belum?”, dan pada saat itu Tuhan
Yesus menegaskan kehadiran kerajaan Allah yang telah berada di
tengah-tengah mereka, yang disertai dengan beraneka ragam tanda
ajaib yang membuktikan kebenarannya.
Pada saat inipun Tuhan Yesus Kristus berada di dalam diri kita
melalui RohNya yang kudus itu. Roh itu adalah Penghibur yang lain
(Yohanes 14:16). Pada hakikatnya Dia adalah Allah yang sama,
sebagaimana Tuhan Yesus sendiri. Dimanapun Tuhan Yesus berada, di
tempat itu juga terdapat kerajaan Allah. Bila kerajaan Allah datang,
iblis lari tunggang langgang, orang yang sakit disembuhkan, dosa
diampuni, Injil diberitakan. Pekerjaan-pekerjaan ini terus menerus
terjadi. Dan sekarang gereja adalah kerajaan Allah, dimana di
dalamnya keajaiban karya-karya Allah itu terjadi terus menerus tanpa
henti-hentinya.

Bertobatlah dan Percayalah kepada Injil
———— ——— ——— ———
Dalam bahasa Yunani, Injil adalah “euaggelion” yang berarti “kabar
baik”. Sebenarnya, apakah yang dapat menjadi “kabar baik’ yang
terbaik bagi manusia? Apakah yang benar-benar didambakan oleh umat
manusia, dari generasi ke generasi, sesuatu yang didambakan dari
dalam lubuk hatinya?
Yang dirindukannya tidak lain adalah berita tentang dosa-dosa yang
diampuni dan pemulihan hubungan yang benar dengan Allah. Sejak
kejatuhan Adam dan Hawa, umat manusia menjadi “sebuah keberadaan
yang hilang.” Manusia kehilangan penciptanya, yaitu Allah. Manusia
kehilangan sukacita kehidupan ini yang dahulu didapatkannya di Taman
Eden. Manusia kehilangan sesamanya. Manusia kehilangan jati diri
yang sebenarnya. Orangtidak tahu mereka berasal dari mana, mengapa
mereka hidup, dan kemana mereka akan pergi. Mereka berputar-putar
kesana kemari tanpa ada ujung pangkalnya.

Bagi umat manusia yang terhilang itulah kabar baik yang berasal dari
Allah tiba.

Baik dahulu maupun sekarang, kabar baik itu tetap sama yaitu:
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes
3:16).
Kabar baik itu adalah Tuhan Yesus Kristus.
Dimanapun Injil itu diberitakan, yang artinya dimanapun Tuhan Yesus
bekerja, ada banyak hal baik yang terjadi. Orang buta melihat. Orang
tuli mendengar. Yang dirasuk setan dilepaskan. Yang miskin dan
terbuang dihormati. Mereka yang diasingkan, misalnya wanita Samaria
dan Zakheus, mencicipi sukacita kehidupan yang sebelumnya sama
sekali tidak pernah mereka rasakan.
Itulah sebabnya, pada saat Tuhan Yesus berkata, “Percayalah kepada
Injil”, sebenarnya yang dimaksudkanNya adalah, “Percayalah kepadaKu,
Yesus Kristus!” Ia mempersamakan diriNya dengan InjilNya dengan
mengatakan,
“Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan
nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan
karena Injil, ia akan menyelamatkannya” (Markus 8:35).
Untuk dapat mempercayai Injil dan memasuki kerajaan Allah,
seseorang harus mengalami pertobatan lebih dahulu. Dalam bahasa
Yunani kata untuk `pertobatan’ adalah metanoia. Artinya ialah
perubahan arah 180 derajat, dari arah kehidupan lama yang berdosa ke
arah kehidupan yang baru. Orang yangbertobat itu harus meninggalkan
kehidupan lamanya, yaitu kehidupan yang semata-mata berdasarkan pada
kemauan diri sendiri dan bukan kehendak Allah. Pertobatan bukanlah
hanya sekadar berdukacita terhadap dosa-dosa yang lampau, mereka
menyesal atau malu bila mengingatnya. Bila Anda benar-benar
bertobat, berarti Anda berbalik dari cara kehidupan lama itu;
berarti “melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri
kepada apa yang di hadapanku” (Filipi 3:13).
Jika kita telah mengakui dosa-dosa kita di hadapan Allah dan memohon
pengampunanNya, kita harus percaya sepenuhnya bahwa Allah benar-
benar telah mengampuni kita.
Tepatnya, kita dapat mengatakan hal itu sebagai berikut: Pertobatan

Bukanlah sebuah pandangan ke belakang atau meninjau kembali masa
lalu, melainkan sebuah pandangan ke masa depan. Pertobatan
memungkinkan seseorang memandang jauh ke depan, dan membuatnya
berjalan maju dengan langkah mantap dalam kehidupan yang penuh
percaya dan harapan. Itulah sebabnya dapat kita katakan bahwa
pertobatan dan iman bekerja sama serta berjalan berdampingan pada
waktu yang bersamaan.

Beritakanlah Kabar Baik
———— ——— –
Kita mempunyai tanggung jawab yang besar dan mengagumkan, yaitu
harus memberitakan kabar baik itu ke seluruh dunia.
“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah
pula dengan cuma-cuma” (Matius 10:8).
Kita dipanggil Allah agar membawa masuk anggota keluarga masing-
masing dan juga sesama kita ke dalam kerajaan Allah. Supaya berhasil
melaksanakannya, kita harus memberitakan Injil Yesus Kristus itu.
Kita harus memberitakan satu hal saja, yaitu Injil. Yang harus kita
beritakan bukanlah pengetahuan ataupun gagasan kita sendiri. Yesus
Kristus sendiripun bahkan tidak pernah memberitakan tentang diriNya
sendiri. Ia senantiasa bersaksi tentang Allah BapaNya,
“AjaranKu tidak berasal dari diriKu sendiri, tetapi dari Dia yang
telah mengutus Aku” (Yohanes 7:16).
“Sebab Aku berkata-kata bukan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa,
yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan
apa yang harus Aku katakana dan Aku sampaikan” (Yohanes 12:49).
Sebab itu, bila kita menginjil, kita harus memberitakan Yesus
Kristus saja. Sebagai para murid Yesus yang diutus olehNya, kita
tidak boleh malu terhadap InjilNya. Kalau kita malu terhadap
InjilNya, berarti kita malu terhadap Yesus. Rasul Paulus menyatakan,
“Karena aku tidak malu terhadap Injil Kristus: karena hal itu adalah
kuasa Allah yang mendatangkan keselamatan bagi setiap orang yang
percaya” (Roma 1:16; dari terjemahan Inggris).
Kitapun tidak boleh malu terhadap Injil Kristus. Kita harus
memberitakannya agar kuasa Allah itu dapat dinyatakan.
Bila kita memberitakan Yesus Kristus, kerajaan Allahpun datang ke
atas kehidupan orang yang mendengarkannya, dan Allah memerintah
secara berdaulat melalui kuasaNya yang bersifat supra alamiah.
Mujizat yang mengubahkan perikehidupan kita dan orang-orang di
sekitar kita akan senantiasa terjadi!

Pertanyaan untuk Didiskusikan
———— ——— ——–
Apakah isi perintah Allah yang harus disampaikan oleh Tuhan Yesus
Kristus bila Ia berkata-kata tentang Bapa-Nya? (Yohanes 12:49, 50)
Apakah yang menjadi alasan Paulus sehingga ia tidak merasa malu
terhadap Injil Kristus? (Roma 1:16)
Dua hal apa yang membawa kita masuk ke dalam kerajaan Allah? (Roma
1:15)

1. Tanyalah diri anda sendiri: Anda malu terhadap Injil Kristus atau
tidak? Injil Kristus adalah kuasa Allah yang mendatangkan
keselamatan bagi semua orang yang mempercayai beritanya. Marilah
kita memberitakan Injil itu dengan penuh keberanian.

2. Bila kita berusaha memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan, dengan rajin
marilah kita memberitakan Firman Allah, sebagaimana yang dilakukan
olehTuhan Yesus dan Paulus. Kemudian kita akan menyaksikan
terjadinya mujizat-mujizat ajaib yang jelas dimanifestasikan dalam kehidupan kita.

17 November 2008

BAPTISAN MENYELAMATKAN?

Diarsipkan di bawah: Fundamental — dedewijaya @ 7:45 AM

Apakah Baptisan menyelamatkan? Tidak cukupkah hanya karena Iman saja (Sola Fide)? Apakah Keselamatan perlu ditambah dengan syarat baptisan, ordonansi/peraturan yang diperintahkan Tuhan atau istilah yg terlanjur salah kaprah “Sakramen”.

Bila sepintas membaca bagian Alkitab, seakan-akan ada ayat-ayat yang mengajarkan bahwa Baptisan dapat menyelamatkan. 4 Ayat utama semacam itu ialah, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

(Mrk 16:16); “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia, yaitu Roh Kudus.” (Kis 2:38); “Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan dengan berseru kepada nama Tuhan!” (Kis 22:16); dan “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan” (I Ptr 3:21). Ayat2 di atas dari Terjemahan Baru-2 untuk PB LAI.

Tetapi dalam semua hal ini, iman harus ada terlebih dulu. Urutannya menurut Alkitab ialah pertobatan, kepercayaan, baptisan. Pernyataan Yohanes Pembaptis, “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan” (Mat 3:11) memiliki susunan kalimat Yunani yang sama dengan perkataan Petrus, “…memberi dirimu dibaptis… untuk pengampunan dosamu” (Kis 2:38). Pastilah, Yohanes menganggap bahwa pertobatan terjadi lebih dahulu; dan demikian juga, pengampunan terjadi lebih dahulu sebelum baptisan. Alkitab sangat jelas bahwa penyucian dari dosa bukanlah hasil baptisan (Kis 15:9; I Yoh 1:9), tetapi bahwa tindakan baptisan itu berkaitan erat sekali dengan tindakan iman sehingga sering kali keduanya diungkapkan sebagai satu tindakan. Saucy mengatakan,

Berkat-berkat Injil diterima oleh iman. Sekalipun demikian, ketika iman yang menyelamatkan tersebut dilanjutkan secara objektif melalui baptisan, maka Tuhan memakai tindakan tersebut untuk memperkuat kenyataan keselamatan yang telah diterima oleh iman sebelumnya. Iman seseorang dikuatkan pada saat itu diungkapkan secara terang-terangan, dan tindakan-tindakan penyelamatan itu dimeteraikan dan disahkan secara lebih mendalam lagi di dalam hati orang percaya itu. (Saucy, The Church in God’s Program, p 198)

Baptisan bukan saja melambangkan penyatuan orang yang bertobat dengan Kristus, baptisan juga merupakan sarana lahiriah untuk menyatakan bahwa orang yang bertobat itu sudah diterima menjadi anggota jemaat lokal. Pada waktu ia menjadi anggota tubuh Kristus, ia juga harus menghubungkan diri dengan jemaat lokal. Bila seseorang menanggapi panggilan keselamatan, maka sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang percaya di Perjanjian Baru, ia harus dibaptis dan secara resmi menjadi anggota masyarakat Kristen (Kis 2:41).

Sumber: Teologi Sistematika, Henry Clarence Thiessen, Gandum Mas, p 499-500, cet II, 1993

Kis 16:31 berkata “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Dan Paulus bukan berkata: “Percayalah dan Baptislah… maka engkau akan selamat” seandainya Baptisan menyelamatkan, Paulus pasti akan mengatakan dengan tegas dan jelas.

KNOWING GOD dan TEOLOGI DISPENSASI

Diarsipkan di bawah: dede wijaya — dedewijaya @ 7:31 AM

Bulan November ini saya mendapat kejutan dengan menjadi pemenang ke-2 dari angket majalah BAHANA. Pegawai di toko Buku Bethania menanyakan apa hadiahnya. Saya menjelaskan bahwa hadiahnya tidak lain yaitu Sebuah buku berjudul Knowing God karya J.I. Packer, 1 kaset, dan 1 T-Shirt yang bertulis GET FOCUS! Untuk pertama kalinya saya memenangkan angket BAHANA setelah 2 kali dalam 2 tahun berturut-turut mengirim angket ini.

knowing-god_m

Sebelumnya pada bulan September saya juga memenangkan hadiah berlangganan gratis 6 edisi Renungan Harian Manna Sorgawi setelah mengisi angket pertanyaan juga. Saudara saya mendapatkan hadiah buku Rahasia Berjalan di Atas Air. Sampai bulan ini saya masih dikirimkan gratis Manna Sorgawi, renungan harian yang saya anggap paling favorit diantara banyak renungan harian lainnya. Manna Sorgawi sangat menarik karena berisi renungan setiap hari, ada bagian pendalaman Alkitab, ada humor, ada doa dan doa syafaat, kata-kata bijak, kata mutiara, pelajaran khusus dan juga kesaksian serta insert cover depan bergambar perkakas dalam Alkitab beserta sejarah dan ceritanya. Yang saya sukai yaitu Cover bergambar gedung-gedung gereja selama 2 tahun dari 2007-2008, ini saya koleksi karena akan berguna di masa yang akan dating untuk pembuatan dan penulisan buku tentang Profil 101 Gereja-Gereja di Indonesia.

Sebelum mendapat hadiah dari BAHANA, saya sudah pernah meminjam buku KNOWING GOD dari penginjil saya di gereja, dan sebuah kejutan bahwa buku ini saya dapatkan dengan cuma-cuma. Sekiranya diuangkan, total hadiah yang saya dapatkan sebagai pemenang BAHANA mungkin 100 ribu rupiah.

Menurut J.I Packer dalam prakata tahun 1993, dia sangat meragukan bahwa bukunya ini akan ada banyak peminatnya. Namun ternyata dia salah. Sampai hari ini sudah diterjemahkan dalam 12 bahasa dan terjual lebih dari 1 juta kopi, ternyata buku ini telah menjadi buku penunjang pertumbuhan rohani di dunia kekristenan. J.I Packer merasa takjub dan terheran-heran, dan tertunduk untuk terus mengucap syukur kepada Allah.

Pada awalnya ketika meminjam buku ini, begitu membacanya, saya tidak bersemangat meneruskan untuk membaca buku ini. Bagi saya, yang suka dengan buku bersifat pengajaran atau doktrin, buku ini tidak singkat, padat dan jelas, atau langsung pada sasaran, namun bersifat devosional dan mengajak merenung tentang Doktrin Allah.

Berbeda ketika mendapat hadiah buku ini, mungkin karena menganggap hadiah sebagai sebuah hadiah, maka saya mencoba untuk membaca lebih jauh buku yang tampak sangat baru dari cetakan ke-4 tahun 2008 ini. Dan ternyata, entah bagaimana, saya menjadi tertarik dan membaca bab demi bab, serta mencoba menguji diri dengan menjawab pertanyaan di setiap bab yang ada. Hasilnya sungguh menarik, saya memberi warna dengan stabilo saya di buku Knowing God tersebut. Sebagai Tuntunan Praktis untuk Mengenal Allah yang dilengkapi dengan panduan studi pribadi dan diskusi kelompok, memang harus diakui buku ini dapat menolong kita sebagai Orang Kristen untuk belajar Mengenal Allah dengan gaya kupasan buku yang berbeda dari buku-buku Doktrin. Saya mencoba membandingkan dengan buku Teologi Sistematika Louis Berkhof, tentu tidak berimbang karena gaya penulisan dan sasaran pembacanya tampaknya berbeda. Lebih baik dibandingkan dengan buku Teologi Sistematika karya Charles Caldwell Ryrie, seorang Teolog Dispensasi yang saya kagumi– selain Alm. John Flipse Walvoord (disingkat John F. Walvoord), Dispensationalist yang sangat menekuni masalah Eskatologi yang menulis buku yang tebal Pedoman Lengkap Nubuat Alkitab diterbitkan oleh Kalam Hidup Bandung), Cyrus Ingersoll Scofield (yang dikenal dari Alkitab KJV/AV 1611 dengan komentari dari C.I. Scofield, Alkitab ini dikenal dengan nama Alkitab Scofield, dari beliau jugalah Teologi Dispensasi terus berkembang), Henry Clarence Thiessen (alm) dengan bukunya Teologi Sistematika yang diterbitkan Gandum Mas—dengan bahasa awam dan gaya penyajian dan penulisan untuk orang awam namun tetap sistematis, Ryrie mampu membuat sebuah buku Teologi Sistematika yang Doktrinal menjadi buku yang enak dibaca dan mudah dipahami. Buku ini berjudul Teologi Dasar 1&2: Panduan Populer untuk Memahami Kebenaran Alkitab yang juga diterbitkan Andi Offset, saat ini sudah memasuki cetakan ke-8 sejak 1992.

Nah, buku-buku yang saya sebutkan di atas sesungguhnya sangat menarik untuk dibaca dan digali oleh pembaca awam manapun. Bagi anda yang ingin mengenal Allah dengan bentuk gaya devosional, buku J.I. Packer bisa jadi alternatif pilihan anda dan bagi anda yang mau belajar Teologi Sistematika dari sudut pandang Teologi Dispensasi, buku-buku di atas bisa jadi buku utama anda. Patut diingat, seorang Dispensationalist pasti Premillenium dalam Eskatologinya. Namun seorang yang menganut Premillenium dalam Eksatologi (doktrin Akhir Zaman)-nya, belum tentu seorang Dispensationalist.

11 November 2008

NORMA-NORMA MORALITAS SEKSUAL

Diarsipkan di bawah: Doktrin — dedewijaya @ 12:35 PM

“Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.” (Ibrani 13:4)

Yang terutama orang percaya harus murni secara moral dan seksual (.2Kor 11:2; Tit 2:5; 1Pet 3:2). Kata “murni” (Yun. _hagnos_ atau _amiantos_) berarti bebas dari semua noda hal-hal yang cabul. Kata ini menekankan agar menahan diri dari segala tindakan dan pikiran yang merangsang keinginan yang tidak selaras dengan keperawanan atau janji-janji nikah seseorang. Kata ini juga menekankan agar mengendalikan diri dan menjauhi semua tindakan dan rangsangan seksual yang dapat menajiskan kemurnian seseorang di hadapan Allah. Hal itu termasuk menguasai tubuh kita sendiri dan “hidup dalam pengudusan dan penghormatan” (.1Tes 4:4), dan bukan “di dalam keinginan hawa nafsu” (.1Tes 4:5). Petunjuk alkitabiah ini berlaku baik bagi mereka yang hidup lajang maupun bagi mereka yang sudah menikah. Mengenai ajaran Alkitab soal moralitas seksual, perhatikan hal-hal berikut:

1) Hubungan sanggama hanya diizinkan bagi mereka yang sudah menikah dan disetujui serta diberkati Allah dalam keadaan itu saja ( Kej 2:24; Kid 2:7; 4:12]

Melalui pernikahan suami dan istri menjadi satu daging menurut kehendak Allah. Kesenangan jasmaniah dan emosional yang dihasilkan dalam hubungan pernikahan yang setia telah ditetapkan oleh Allah dan dihormati oleh-Nya.

2) Perzinahan, tindakan seksual yang tak bermoral, homoseksualitas, sensualitas, ketidaksucian, dan nafsu-nafsu yang hina dipandang sebagai dosa(Kel 20:14]

yang hebat di hadapan Allah karena merupakan pelanggaran terhadap hukum kasih dan pencemaran hubungan pernikahan. Dosa-dosa semacam itu dikutuk dalam Alkitab (.Ams 5:3]

dan menempatkan seseorang di luar kerajaan Allah (.Rom 1:24-32; .1Kor 6:9-10; Gal 5:19-21).

3) Tindakan seksual yang tak bermoral dan ketidaksucian bukan saja berupa perbuatan sanggama dan persetubuhan yang terlarang, tetapi juga meliputi setiap perbuatan pemuasan seksual dengan orang lain yang bukan pasangan nikahnya, yang dilaksanakan dengan menyingkapkan ketelanjangan orang tersebut. Ajaran kontemporer yang mengatakan bahwa hubungan seksual di antara kaum muda dan orang dewasa yang belum nikah tetapi sudah bertunangan dapat diterima sejauh tidak terjadi hubungan sanggama, merupakan ajaran yang bertentangan dengan kekudusan Allah dan norma kesucian Alkitab. Allah secara tegas melarang setiap bentuk “hubungan seksual dengan” (secara harfiah artinya “menyingkapkan ketelanjangan”) siapa saja yang bukan suami atau istri yang sah (.Im 18:6-30; .Im 20:11,17,19-21;Im 18:6]

4) Orang percaya harus menjalankan penguasaan diri dalam kaitan dengan semua hal seksual sebelum pernikahan. Membenarkan keintiman seksual pranikah dalam nama Kristus hanya berlandaskan suatu komitmen yang sungguh-sungguh atau yang hanya dirasakan kepada pasangannya secara terang-terangan mencemarkan norma-norma kudus dari Allah dengan cara-cara duniawi sehingga sesungguhnya membenarkan kedursilaan. Setelah menikah, keintiman seksual harus terbatas pada pasangan nikahnya saja. Alkitab menyebutkan penguasaan diri sebagai salah satu aspek buah Roh, kelakuan yang positif dan murni yang bertentangan dengan permainan seksual, pemuasan seksual, perzinaan dan ketidakmurnian. Komitmen iman seseorang terhadap kehendak Allah dalam hal kemurnian akan membuka jalan untuk menerima karunia penguasaan diri oleh Roh Kudus ini (.Gal 5:22-24).

5) Istilah-istilah Alkitab yang digunakan untuk tindakan seksual yang dursila, yang menggambarkan luas kejahatan itu, adalah sebagai berikut:

( a) Kedursilaan seksual (Yun. _porneia_) menggambarkan aneka ragam perbuatan seksual sebelum atau di luar pernikahan; istilah ini tidak terbatas pada perbuatan sanggama. Setiap kegiatan atau permainan seksual yang intim di luar hubungan pernikahan, termasuk menyentuh bagian-bagian kelamin atau menyingkapkan ketelanjangan seseorang, terangkum dalam istilah ini dan jelas merupakan pelanggaran terhadap norma-norma moral Allah bagi umat-Nya (lih. .Im 18:6-30; .Im 20:11-12,17,19-21; 1Kor 6:18; 1Tes 4:3).

( b) Sensualitas (Yun. _aselgeia_) menunjuk kepada ketiadaan prinsip moral, khususnya mengabaikan penguasaan diri dalam hal seksual yang menjaga kemurnian perilaku (1Tim 2:9]

mengenai perilaku yang senonoh). Termasuk di dalamnya kecenderungan untuk menurutkan atau merangsang nafsu berahi sehingga dengan demikian mengambil bagian dalam tindakan yang tidak dibenarkan Alkitab (.Gal 5:19; Ef 4:19; 1Pet 4:3; 2Pet 2:2,18).

( c) Mengambil keuntungan dari orang (Yun. _pleonekteo_) berarti merampas kemurnian moral yang diinginkan Allah bagi orang itu dengan tujuan memuaskan nafsunya sendiri. Membangkitkan nafsu seksual di dalam diri orang lain yang tidak boleh dipuaskan secara benar berarti mengeksploitasi atau menarik keuntungan dari orang tersebut (.1Tes 4:6; bd. .Ef 4:19).

(d) Nafsu (Yun. _epithumia_) adalah memiliki keinginan dursila yang akan dipenuhi jika kesempatan tersedia (.Ef 4:19,22; 1Pet 4:3; .2Pet 2:18; Mat 5:28]

KEYAKINAN AKAN KESELAMATAN

Diarsipkan di bawah: Doktrin — dedewijaya @ 12:32 PM

“Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” (1Yoh 5:13)

Setiap orang Kristen ingin memiliki keyakinan akan keselamatan yaitu kepastian bahwa pada saat Kristus datang kembali atau maut tiba, dia akan berjumpa dengan Tuhan Yesus di sorga (.Fili 1:23). Maksud Yohanes dengan menulis surat ini ialah supaya umat Allah boleh memiliki keyakinan itu (.1Yoh 5:13). Perhatikan bahwa sepanjang surat ini Yohanes tidak pernah menyatakan bahwa suatu pengalaman pertobatan di masa lampau merupakan keyakinan atau jaminan keselamatan. Menganggap bahwa kita memiliki hidup kekal hanya berdasarkan pengalaman yang lampau atau iman yang tidak hidup lagi adalah suatu kesalahan yang serius. Surat ini memberikan sembilan cara bagi kita untuk mengetahui apakah kita memiliki hubungan yang menyelamatkan dengan Yesus Kristus.

1) Kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita percaya “kepada nama Anak Allah” (.1Yoh 5:13; bd. .1Yoh 4:15; 5:1,5). Tidak ada hidup kekal atau keyakinan akan keselamatan tanpa iman sungguh-sungguh pada Yesus Kristus yang mengakui Dia sebagai Anak Allah, diutus untuk menjadi Tuhan dan Juruselamat kita

2) Kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita menghormati Kristus sebagai Tuhan dalam kehidupan kita dan sungguh-sungguh berusaha untuk menaati perintah-Nya. “Dan inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Dia” (.1Yoh 2:3-5; bd. .1Yoh 3:24; 5:2; Yoh 8:31,51; 14:21- 24; .Yoh 15:9-14; Ibr 5:9).

3) Kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita mengasihi Bapa dan Anak dan bukan dunia, dan jikalau kita mengalahkan pengaruh dunia. “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (.1Yoh 2:15-16; bd. .1Yoh 4:4-6; 5:4;

4) Kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita sudah biasa dan dengan tekun melakukan kebenaran dan bukan dosa. “Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir daripada-Nya” (.1Yoh 2:29). Pada pihak lain, “barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis” (.1Yoh 3:7-10;1Yoh 3:9]

5) Kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita mengasihi sesama saudara seiman. “Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita … Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah” (.1Yoh 3:14,19; bd. .1Yoh 2:9-11; 3:23; 4:8,11-12,16,20; 5:1; .Yoh 13:34-35).

6) Kita memilki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita sadar bahwa Roh Kudus berdiam di dalam diri kita. “Dan demikianlah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita” (.1Yoh 3:24). Lagi, “Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya” ( .1Yoh 4:13).

7) Kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita berusaha sungguh mengikuti teladan Yesus dan hidup seperti Dia, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (.1Yoh 2:6; bd. .Yoh 8:12).

8) Kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita percaya, menerima dan tetap tinggal di dalam “Firman hidup”, yaitu Kristus yang hidup (.1Yoh 1:1), dan dalam berita asli dari Kristus dan para rasul PB. “Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa” (.1Yoh 2:24; bd. .1Yoh 1:1-5; 4:6).

9) Kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita sungguh merindukan dan mengharapkan kedatangan Kristus untuk membawa kita bersama-Nya. “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada- Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (.1Yoh 3:2-3; bd. .Yoh 14:1-3).

(CD SABDA 3.0)

10 ALASAN PERCAYA ORANG KRISTEN DAPAT TAMPAK SEPERTI BUKAN KRISTEN

Diarsipkan di bawah: Doktrin — dedewijaya @ 12:14 PM

1. Kekecewaan terhadap Allah

2. Kebingungan

3. Hubungan yang Berbahaya
4. Kebiasaan-Kebiasaan Lama yang tidak Berubah
5. Mengandalkan Diri
6. Tidak Berdoa
7. Kecerobohan
8. Hati yang tidak Teruji
9. Musuh yang tidak Tampak
10. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab

1. KEKECEWAAN TERHADAP ALLAH

Banyak orang Kristen mengatakan melalui tindakan mereka apa yang tidak berani
diucapkan oleh mulut mereka. Bahkan ekspresi wajah mereka saja sudah menunjukkan
kesuraman dan kebosanan. Perilaku demikian membuat orang sulit percaya bahwa
iman mereka betul-betul memberi mereka kepuasan. Bagaimana mungkin orang lain
diharapkan percaya kepada Allah yang bahkan tidak memenuhi harapan para
pengikut-Nya? Alkitab mengatakan ada pengikut-pengikut Kristus yang tidak
otentik. Sekilas mereka terlihat sungguh-sungguh, tetapi kenyataannya tidak.
(.Mat 7:21-23; 13:24-30; 1Yo 2:18-19) Namun adanya penyusup-penyusup
yang berpura-pura ini bukanlah realitas satu-satunya. Alkitab tidak
menyembunyikan kenyataan bahwa orang yang sungguh-sungguh beriman juga pernah
kecewa terhadap Allah. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memberikan contoh
orang-orang yang putus asa atau bahkan marah kepada Allah karena Dia membiarkan
mereka menderita pada saat-saat mereka mengharapkan perlindungan dari Dia.
(Bil 14:1-4; Maz 73)

2. KEBINGUNGAN

Pada saat tertekan, bahkan juga pada waktu makmur, orang Kristen sejati dapat
dibingungkan sehingga beralih dari keyakinan bahwa kesejahteraan utama mereka
sesungguhnya tidak terletak di tangan orang lain atau keadaan. Karena gangguan
dan kebingungan yang terus-menerus muncul, Alkitab menasihati umat Allah untuk
senantiasa memperbarui pikiran mereka dengan cara mengingat apa yang telah Allah
lakukan untuk mereka. (Rom 12:1-2) Kitab Suci mendorong orang-orang
percaya untuk memelihara pengharapan dan iman mereka dengan mengasah ingatan
mereka tentang apa yang telah mereka ketahui. (2 Pet 1:1-15)
Alasannya jelas. Terkikisnya ingatan seringkali merusak karakter dan perilaku
Kristiani. (Ul 6:10-12)

3. HUBUNGAN YANG BERBAHAYA

Yesus dikenal dari orang-orang yang berkumpul dengan-Nya. Dia makan dan minum
dengan orang-orang yang dijauhi oleh para pemimpin agama. Tetapi Yesus makan dan
minum dengan orang-orang demikian bukanlah karena Dia tertarik mengikuti cara
hidup mereka. Dia melakukan hal itu untuk menjadi teman terbaik yang dapat
dimiliki oleh seorang pendosa. Bila dilandasi oleh motivasi yang salah, hubungan
seperti yang dilakukan oleh Yesus dapat menjadi sangat berbahaya. Tanpa tujuan-tujuan-Nya
yang kuat dan penuh kasih, tuduhan bahwa Dia adalah “sahabat orang berdosa” akan
mempunyai efek yang jauh lebih merusak. Rasul-Nya sendiri, yakni Paulus, menulis
mengenai hal tersebut: “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan
kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa
lagi.” (1 Kor 15:33-34) Bahkan Raja Salomo yang bijaksana membayar
mahal untuk hubungan yang terlarang itu. (1 Ra 11:1-13) Kekalutan
yang dia alami membuat dia bertindak seperti seorang yang tidak pernah mengenal
Allah (Pen 1-12).

4. KEBIASAAN-KEBIASAAN LAMA YANG TIDAK BERUBAH

Seorang Kristen sejati bisa saja telah mengambil keputusan-keputusan iman yang
mengubah cara mereka berpikir tentang Allah dan tentang diri mereka, tetapi
mereka belum dapat mengatasi pergumulan dengan egoisme mereka. Secara moral
mereka juga tidak lebih baik dari orang non-Kristen. Kecenderungan mereka untuk
cinta-diri tak berubah sedikitpun. (.Rom 7:14-25) Nafsu-nafsu yang
menarik mereka kepada perbuatan duniawi hampir sepasti gaya gravitasi. Bila
orang Kristen sejati tidak lagi hidup di bawah pimpinan Roh Kudus dan Firman
Allah, (.Gal 5:16-26) maka segera mereka akan kembali hidup
mementingkan diri sendiri, seperti halnya layang-layang yang jatuh ke bumi
karena terhentinya tiupan angin.

5. MENGANDALKAN DIRI

Allah meminta umat-Nya untuk mempercayai-Nya sesuai dengan cara-cara yang Dia
tetapkan, bukan sesuai kemauan mereka. Dia menasihati mereka untuk tidak
bergantung pada pengertian mereka sendiri, tetapi menggunakan pertimbangan dan
pemikiran terbaik mereka untuk bersandar kepada Dia. Dia mengundang anak-anak-Nya
untuk membiarkan Dia hidup di dalam mereka. Mereka yang melupakan prinsip
hidup bersandar pada Allah seringkali masih menganggap diri mereka adalah orang
Kristen sejati. Bahkan murid-murid Kristus pun belajar dengan cara menyakitkan
tentang bahaya bersandar pada diri sendiri. Pada malam ketika Yesus ditangkap,
Petrus, seorang murid yang paling dekat dengan-Nya dan seorang nelayan yang
paling keras kepala, mengumumkan bahwa dia siap mengikuti Guru-Nya menuju
penjara atau pun kematian. (.Luk 22:33) Tetapi hanya dalam beberapa jam
kemudian dia berkali-kali menyangkal bahwa dia pernah mengenal Yesus orang
Galilea itu. Keyakinan dirinya yang keliru itu dicatat sebagai peringatan bagi
kita.

6. TIDAK BERDOA

Orang Kristen yang berpura-pura biasanya terkenal munafik di dalam doa-doa
mereka. (.Mat 6:5-8) Orang Kristen sejati menggunakan doa bukan
untuk membuat orang lain terkesan tapi sebagai cara yang tulus untuk berterima
kasih, mengakui dosa, dan meminta tuntunan dan pertolongan. Mereka tahu bahwa
berdoa adalah syarat mutlak bagi siapapun yang ingin bertumbuh dalam hubungan
pribadi dengan Allah. Bila para pengikut Kristus tidak memperlihatkan
ketergantungan di dalam doa, maka mereka akan bertindak persis seperti orang-orang
lainnya. (.Yak 4:1-6) Yesus memperingatkan murid-murid-Nya mengenai
kemungkinan terjadinya hal ini pada malam ketika Dia ditangkap. Di sela-sela
pergumulan doa-Nya, Dia berkata kepada mereka, “Berjaga-jagalah dan berdoalah,
supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging
lemah, .”( .Mat 26:41)

7. KECEROBOHAN

Raja Daud adalah seorang yang mempunyai iman sejati. Karena dia mencintai hukum-hukum Allah, maka dia berketetapan hati untuk menghindari kegagalan moral dan rohani.
(.Maz 119:11) Alkitab sendiri mengakui bahwa dia adalah seorang yang
berkenan di hati Allah (.Kis 13:22). Tetapi catatan kerohaniannya
yang gemilang tersebut tidaklah dapat mencegah Daud menjadi seorang penzinah dan
pembunuh. Suatu malam, ketika orang-orang pergi berperang untuknya, dan ketika
dia berdiri di atas sotoh rumahnya yang aman, dia menggunakan kekuasaan
jabatannya untuk mengambil istri orang lain. Dalam kejatuhan tersebut, Daud
belajar makna pernyataan ini: “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh
berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh, .”( .1Ko 10:12)

8. HATI YANG TIDAK TERUJI

Sebagai pengajar hati manusia, Yesus mengingatkan kita bahwa motivasi yang tidak
diuji dapat menimbulkan aneka bentuk penipuan diri sendiri. Nabi Yeremia juga
mengakui bahaya dari “kegelapan batiniah” ketika dia menulis: “Betapa liciknya
hati, lebih licik dari segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang
dapat mengetahuinya?” (.Yer 17:9) Psikologi modern memperlihatkan
kecenderungan kita untuk menghindari rasa sakit emosional dengan pelbagai cara
pengalihan dan penyangkalan. Psikologi juga mencatat kebiasaan-kebiasaan hati
kita yang mencoba menumpulkan rasa sakit yang ditimbulkan oleh perasaan bersalah
yang nyata maupun yang palsu. Bagaimanapun, ilmu jiwa tidak dapat mengubah hati
kita. Kita semua punya alasan untuk bergabung dengan Raja Daud dalam doanya,
“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah
pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan
yang kekal, .”( .Maz 139:23-24)

9. MUSUH YANG TIDAK TAMPAK

Murid-murid Kristus mempunyai musuh rohani yang berusaha membingungkan mereka
dan mengaburkan pengaruh mereka. Musuh itu sedang berperang untuk melumpuhkan
mereka. Banyak orang yang telah menjadi korban. Tak terhitung jumlah orang-orang
Kristen sejati yang dibuat tidak efektif oleh musuh tersebut yang jauh lebih
halus dan pintar dari yang mereka kira. Memang dia tidak dapat membuat orang-orang
Kristen melakukan dosa, tetapi dia dan antek-anteknya terus-menerus mencari
kelemahan-kelemahan yang dapat dia jadikan sebagai jalan masuk ke dalam
kehidupan orang-orang Kristen sejati. (.Efe 4:27; 6:10-20) Seperti
binatang pemangsa, dia berkeliling mencari korban-korban yang mudah diserang.
(.1Pe 5:8)

10. KURANGNYA RASA TANGGUNG JAWAB

Seseorang tidak mungkin bertumbuh menjadi dewasa rohani dengan hanya melakukan apa yang alamiah. Mereka pun tidak akan menjadi semakin serupa dengan Kristus bila mereka dibiarkan berupaya sendiri. Bahkan orang Kristen terkuat sekalipun tidak mungkin dapat menjalankan hidup kekristenannya sendirian. Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya bukan saja untuk menobatkan orang-orang, tetapi juga untuk mendidik mereka agar hidup sesuai dengan kehendak-Nya. (Mat 28:19-20) Rasul Paulus menyamakan para pengikut Kristus dengan tubuh manusia yang anggota-anggotanya saling tergantung satu sama lain (1Ko 12). Memang saat ini banyak orang senang mengembangkan semangat kemandirian, tetapi sikap demikian tidaklah mencerminkan maksud Kristus yang sesungguhnya bagi gereja-Nya. Kristus memanggil orang bukan hanya untuk datang kepada-Nya, tetapi
juga kepada satu sama lain.

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda meragukan kemurnian orang-orang gereja yang tidak bertindak seperti pengikut-pengikut Kristus. Namun adalah keliru bila kita menganggap bahwa mereka yang mengaku diri Kristen adalah Kristen palsu hanya karena tingkah-laku mereka saat ini tidak sesuai dengan kepercayaan mereka.

Berita baiknya adalah bahwa Allah menyelamatkan manusia berdasarkan kasih
karunia (kebaikan yang tidak layak kita terima) melalui kepercayaan kepada Anak-Nya. (Efe 2:8-10) Memang tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan orang Kristen sejati untuk hidup di dalam dosa, tetapi fakta bahwa Allah menyelamatkan manusia yang berdosa melawan Dia, sebelum dan sesudah mereka percaya kepada Anak-Nya, adalah suatu kabar baik bagi kita semua. Jika Allah dapat menyelamatkan orang-orang demikian, Dia dapat menyelamatkan kita pula. Dia menawarkan pengampunan dosa dan kehidupan kekal kepada semua orang yang mau mengakui betapa salahnya mereka telah hidup terpisah dari Dia. Dia menawarkan surga bagi semua orang yang mau percaya bahwa Kristus telah mati bagi dosa-dosa mereka, dan bahwa Dia telah bangkit dari kematian untuk hidup di dalam siapa pun yang percaya kepadaNya. (.Rom 4:5)

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd. (cd SABDA 3.0)

10 ALASAN MEMPERCAYAI IMAN KRISTEN

Diarsipkan di bawah: Doktrin — dedewijaya @ 12:10 PM

1. Pendirinya dapat Dipercaya2. Kitabnya dapat Dipercaya
3. Penjelasannya bagi Kehidupan
4. Kesinambungannya dengan Masa Lalu
5. Berita Utamanya sangat Mendasar
6. Kuasanya untuk Mengubah Kehidupan
7. Analisanya terhadap Sifat Dasar Manusia
8. Pandangannya terhadap Prestasi Manusia
9. Pengaruhnya terhadap Masyarakat
10. Keselamatan yang Ditawarkannya

1. PENDIRINYA DAPAT DIPERCAYA

Kristus mengklaim bahwa Dia datang dari surga untuk menggenapi nubuat, untuk
mati bagi dosa-dosa kita, dan untuk membawa semua orang percaya kepada Bapa-Nya.
Akal sehat kita akan berkata: Dia mungkin seorang pembohong, atau seorang gila,
atau seorang tokoh mitos, atau memang benar Dia adalah Tuhan yang datang dari
surga. Para pengikut-Nya di abad pertama telah menarik kesimpulan: Mereka
berkata bahwa mereka melihat-Nya berjalan di atas air, meredakan badai,
menyembuhkan orang lumpuh, memberi makan 5.000 orang dengan beberapa potong roti
dan ikan, hidup tanpa cela, mengalami kematian yang mengerikan, dan bangkit
kembali. Ketika beberapa pengikut Yesus tidak mau menerima ajaran-Nya dan
kemudian meninggalkan-Nya, Ia bertanya kepada murid-murid yang paling dekat
dengan-Nya apakah mereka ingin pergi juga. Petrus mewakili teman-temannya ketika
berkata, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan
hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang
Kudus dari Allah.” (.Yoh 6:68-69)

2. KITABNYA DAPAT DIPERCAYA

Ditulis dalam periode waktu lebih dari 1.600 tahun oleh 40 penulis yang berbeda,
kitab yang menjadi sandaran iman Kristen ini mengisahkan satu cerita yang
dimulai dari penciptaan dan diakhiri pada ambang pintu kekekalan. Penemuan
arkeologi menunjang integritas catatannya baik yang bersifat sejarah maupun
geografis. Keakuratan penyalinan dan penurun-alihannya kepada kita telah
diperkuat oleh gulungan-gulungan naskah yang ditemukan di gua Qumran di tepi
Laut Mati. Alkitab bukan lahir di Timur atau di Barat, tapi di Timur Tengah-
tempat lahirnya peradaban-dan kitab ini tetap berbicara tidak hanya dengan
kuasa rohani tetapi dengan keakuratan nubuatan yang meyakinkan.

3. PENJELASANNYA BAGI KEHIDUPAN

Semua sistim keagamaan mencoba memberi makna bagi kehidupan kita. Mereka mencoba menjelaskan baik kerinduan kita pada makna kehidupan, maupun masalah
penderitaan, dan kematian yang tak dapat dihindari. Setiap agama berusaha
menerapkan keteraturan alam semesta ini ke dalam kehidupan individual manusia.
Tetapi hanya kekristenan yang merefleksikan perhatian yang sungguh-sungguh pada
hal-hal yang detil dalam kehidupan pelbagai jenis makhluk dan ekosistem alam
ini. Adalah Kristus yang berbicara mengenai Bapa yang memperhatikan jatuhnya
seekor burung pipit, Bapa yang bahkan dapat menghitung rambut di kepala kita.
(.Mat 10:29-31) Adalah Kristus yang menyatakan Allah yang betul-betul
memperhatikan ciptaan-Nya. Adalah Kristus yang menjadi manusia untuk merasakan
apa yang kita rasakan, menderita dan mati untuk menggantikan kita. Adalah
Kristus yang menyatakan Allah yang perhatian-Nya pada ciptaan-Nya serinci
seperti yang diperlihatkan oleh alam kita. (.Maz 19:1-6; Rom 1:16-25)

4. KESINAMBUNGANNYA DENGAN MASA LALU

Iman Kristen memiliki kesinambungan dengan akar nenek moyang kita yang terdalam.
Mereka yang percaya kepada Kristus menerima Sang Pencipta dan Tuhan yang sama
yang disembah oleh Adam, Abraham, Sara dan Salomo. Yesus tidak menolak masa
lalu. Dia adalah Allah dari masa lalu. (.Yoh 1:1-14) Ketika Ia
berada di antara manusia, Dia menunjukkan bagaimana hidup menurut rencana Allah
yang mula-mula. Ketika Dia mati, Dia menggenapi seluruh tata cara upacara korban
Perjanjian Lama. Dan ketika Dia bangkit dari kematian, Dia menawarkan
keselamatan yang menggenapkan janji Allah kepada Abraham bahwa melalui
keturunannya seluruh dunia akan diberkati oleh Allah. Iman Kristen bukanlah
sesuatu yang baru dalam Kristus. Dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu hanya
terdapat satu kisah. Itu adalah kisah Allah, dan kisah kita (.Kis 2:22-39;
.1Ko 15:1-8).

5. BERITA UTAMANYA SANGAT MENDASAR

Orang Kristen yang mula-mula tidak digerakkan oleh motivasi politik atau
religius. Berita utama mereka bukan masalah moral atau sosial. Mereka bukanlah
teolog atau filsuf sosial yang piawai. Mereka adalah saksi. Mereka
mempertaruhkan nyawa mereka untuk memberitahu dunia bahwa mereka telah
menyaksikan seorang manusia kudus mati, dan 3 hari kemudian hidup kembali di
tengah-tengah mereka (.Kis 5:17-42). Argumentasi mereka sangat
konkrit. Yesus disalibkan di bawah pemerintahan Gubernur Romawi, Pontius
Pilatus. Tubuh-Nya dikuburkan tertutup di dalam sebuah kuburan pinjaman.
Penjaga-penjaga ditempatkan untuk mencegah pencurian mayat. Tetapi 3 hari
kemudian kuburan itu kosong dan saksi-saksi yang ada mempertaruhkan nyawa mereka
untuk memberitakan bahwa Dia telah bangkit.

6. KUASANYA UNTUK MENGUBAH KEHIDUPAN

Tidak hanya murid-murid pertama yang mengalami perubahan dramatis, tetapi juga
salah seorang musuh mereka yang paling kejam. Paulus diubah dari seorang
pembunuh umat Kristen menjadi seorang pemberita utama iman Kristen.
(.Gal 1:11-24) Di kemudian hari ketika merenungkan perubahan yang
sama yang terjadi juga pada orang-orang lain, dia berkata: “Janganlah sesat!
Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri,
orang kikir, pemabuk, pemfitnah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam
Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi
kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah
dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.”
(.1Ko 6:9-11)

7. ANALISANYA TERHADAP SIFAT DASAR MANUSIA

Alkitab mengatakan, masalah masyarakat yang sesungguhnya adalah masalah hati.
Dalam jaman informasi dan teknologi ini, kegagalan karakter telah menghancurkan
keluarga, pemerintah, ilmu pengetahuan, industri, agama, pendidikan, dan
kesenian. Di dalam sistim masyarakat yang paling hebat sekalipun, reputasi
bangsa mereka dicoreng oleh permasalahan seperti prasangka rasial, kecanduan,
pelecehan, perceraian, dan penularan penyakit seksual. Banyak orang percaya
bahwa permasalahan manusia berakar pada ketidaktahuan kita, cara makan kita,
atau pemerintah kita. Tetapi Yesus berkata kepada generasi kita dan kepada semua
orang: “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan,
percabulan, pencurian, sumpah palsu, dan hujat. Itulah yang menajiskan orang.”
(.Mat 15:19-20)

8. PANDANGANNYA TERHADAP PRESTASI MANUSIA

Setiap generasi senantiasa mengharapkan yang terbaik. Kita berperang untuk
mengakhiri semua peperangan. Kita mengembangkan teori-teori pendidikan yang akan
menghasilkan anak-anak yang penuh kesadaran dan tidak melakukan kekerasan. Kita
menciptakan teknologi yang akan membebaskan kita dari pekerjaan yang memperbudak
kita. Sekalipun demikian, saat ini kita justru begitu dekat dengan gambaran
Perjanjian Baru tentang tanda-tanda akhir jaman: peperangan, kabar perang, gempa
bumi, sakit-penyakit, kehilangan kasih, dan ibadah yang pura-pura.
(.Mat 24:5-31; 2Ti 3:1-5)

9. PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT

Seorang tukang kayu dari Nazaret telah mengubah dunia. Kalender dan dokumen yang
bertanggal adalah saksi bisu dari kelahiran-Nya. Pada atap rumah, kalung, dan
anting-anting, lambang Salib menjadi saksi kematian-Nya. Filsafat Barat, yang
menjadi dasar bagi moralitas sosial, metodologi ilmiah, dan etika kerja dalam
dunia industri, berakar pada nilai-nilai dasar Kristen. Lembaga-lembaga
kemanusiaan, baik di Barat maupun Timur, tidak dijiwai oleh nilai-nilai agama-agama
lain, ateisme, atau pun agnostisisme sekuler, tetapi oleh nilai-nilai yang
berasal dari Alkitab.

10. KESELAMATAN YANG DITAWARKANNYA

Agama-agama lain memiliki juruselamat yang tinggal dalam kuburan. Tidak ada
agama lain yang menawarkan kehidupan kekal sebagai suatu anugerah bagi mereka
yang percaya kepada Dia yang telah mengalahkan maut. Tidak ada agama lain yang
menawarkan jaminan pengampunan, kehidupan kekal, dan pengangkatan sebagai anak
dalam keluarga Allah dengan hanya memanggil dan percaya kepada Dia seperti
halnya seorang yang nyaris tenggelam memanggil dan mengandalkan seorang
penyelamat. (.Rom 10:9-13) Keselamatan yang ditawarkan Kristus tidak
tergantung pada apa yang telah kita lakukan untuk Dia, tetapi tergantung pada
penerimaan kita atas apa yang telah dikerjakan-Nya untuk kita. Keselamatan tidak
datang melalui upaya-upaya moral dan religius, tetapi pengakuan dosa; tidak
melalui prestasi iman, tetapi pengakuan kegagalan. Berbeda dengan sistim
keagamaan lain, Kristus meminta kita mengikuti-Nya bukan untuk mendapatkan upah
keselamatan tetapi sebagai ungkapan rasa syukur, cinta, dan kepercayaan kepada Dia yang telah menyelamatkan kita. (Efe 2:8-10)

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda masih ragu pada alasan perlunya percaya kepada Kristus. Namun ingatlah pernyataan Yesus bahwa kita tidak perlu mengatasi keraguan kita sendirian. Ia berkata, “Barangsiapa mau melakukan kehendak Allah, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diriKu sendiri.” (.Yoh 7:17)

Tetapi bila Anda sungguh-sungguh melihat perlunya percaya kepada Kristus,
ingatlah juga apa yang dikatakan Alkitab kepada keluarga Allah, “Sebab karena
kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi
pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efe 2:8-9) Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah
upah untuk usaha kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

(cd SABDA 3.0)

10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

Diarsipkan di bawah: Doktrin — dedewijaya @ 12:06 PM

1. Ketidakadilan dalam Kehidupan

2. Keindahan dan Keseimbangan

3. Pengalaman-Pengalaman Menjelang Ajal
4. Suatu Tempat di Dalam Hati
5. Kepercayaan yang Universal
6. Allah yang Kekal
7. Nubuat-Nubuat Perjanjian Lama
8. Perkataan-Perkataan Kristus
9. Kebangkitan Kristus
10. Akibat-Akibat Praktis

1. KETIDAKADILAN DALAM KEHIDUPAN

Kita akan sulit percaya bahwa kehidupan ini benar-benar baik jika di balik
kuburan tidak ada apa-apa lagi sebagai kompensasi bagi masalah-masalah
ketidakadilan. Sementara sebagian orang kelihatannya ditakdirkan untuk
kebahagiaan, yang lainnya dilahirkan di dalam keadaan yang mengerikan. Jika kita
yakin tidak ada suatu apapun yang dapat menyeimbangkan ketidak-setaraan
pembagian penderitaan, maka banyak orang punya alasan untuk mengutuk hari
kelahiran mereka karena kehidupan sengsara yang mereka terima. (.Ayu 3:1-3)
Kita bisa menyetujui Raja Salomo, ketika pada suatu masa yang kelam dalam
kehidupannya, berkata, “Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah
matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang
menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. Oleh
sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih
bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup. Tetapi yang
lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang
belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari,” (.Pen 4:1-3).

2. KEINDAHAN DAN KESEIMBANGAN

Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang kelihatannya tidak sesuai dengan
masalah-masalah ketidakadilan dan penderitaan. Untuk segala sesuatu yang
menyakitkan dan tidak adil, ada keindahan dan keseimbangan. Untuk saat-saat
penuh ketakutan dan kekerasan, ada saat-saat penuh keharmonisan dan kedamaian.
Sementara tubuh-tubuh yang dimakan usia menyerah pada rasa sakit dan kelemahan,
anak-anak dan binatang-binatang muda dengan gembira bermain tanpa beban.
Kesenian manusia, dalam segala keagungannya, menyaingi burung-burung yang
beterbangan dan menyanyikan nyanyian pagi. Setiap saat matahari tenggelam dan
terbit memberikan suatu jawaban bagi kebutuhan alam untuk istirahat dan
pemulihan. Malam-malam gelap dan musim dingin yang beku datang dengan kesadaran
bahwa “semua ini juga akan berlalu.” Jika tidak ada apapun di balik kuburan,
pola alam yang indah ini sama sekali tidak lengkap.

3. PENGALAMAN-PENGALAMAN MENJELANG AJAL

Bukti klinis tentang kehidupan setelah kematian bersifat subyektif dan dapat
dipertanyakan. Seringkali kita sulit menilai arti dari “pengalaman-pengalaman di
luar tubuh,” misalnya, bertemu dengan sinar terang, terowongan panjang, atau
malaikat penuntun. Juga sulit untuk mengetahui bagaimana harus menanggapi mereka
yang berbicara tentang penglihatan-penglihatan tentang surga atau neraka ketika
mereka menjelang ajal. Apa yang kita ketahui adalah bahwa ada cukup banyak
pengalaman seperti ini untuk menciptakan suatu perpustakaan yang lumayan besar
untuk memuat topik ini. Secara keseluruhan, kumpulan dari bukti-bukti ini
menunjukkan bahwa ketika mendekati ajal, banyak orang yang merasakan mereka
bukan sedang menuju kepada akhir dari keberadaan mereka melainkan kepada awal
dari suatu perjalanan yang lain.

4. SUATU TEMPAT DI DALAM HATI

Hati manusia merindukan lebih dari apa yang dapat ditawarkan oleh kehidupan ini.
Setiap kita mengalami apa yang disebut oleh Raja Salomo sebagai “kekekalan di
dalam hati (kita),” (.Pen 3:11). Sekalipun sulit memahami maksud
Salomo, jelas bahwa ia sedang menunjuk pada kerinduan yang tak terhindarkan pada
sesuatu yang tidak dapat dipenuhi oleh dunia ini. Hal itu adalah suatu
kekosongan jiwa yang juga tidak dapat dihindari oleh Salomo. Untuk sesaat, ia
berusaha mengisi kekosongan batin tersebut dengan pekerjaan, alkohol, dan tawa.
Ia mencoba untuk memuaskan rasa rindu itu dengan filsafat, musik, dan hubungan
seksual. Tetapi kekecewaannya kian bertambah. Hanya ketika ia kembali pada
kepercayaan adanya penghakiman akhir dan kehidupan sesudah kematian, dia dapat
menemukan sesuatu yang cukup besar untuk memuaskan rasa rindunya pada makna
kehidupan (.Pen 12:14).

5. KEPERCAYAAN YANG UNIVERSAL

Sementara sebagian orang percaya pada ketidak-mungkinan mengetahui adanya
kehidupan sesudah kematian, kepercayaan kepada kekekalan adalah suatu fenomena
yang universal. Dari piramida-piramida Mesir sampai munculnya pemikiran Gerakan
Zaman Baru, orang dari segala zaman dan tempat telah percaya bahwa jiwa manusia
tetap hidup setelah kematian. Jika tidak ada kesadaran atau tawa atau penyesalan
di balik kubur, maka kehidupan telah membohongi hampir setiap orang dari Firaun
dari Mesir sampai Yesus dari Nazaret.

6. ALLAH YANG KEKAL

Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah sumber kekekalan. Sifat-sifat-Nya adalah
abadi. Alkitab yang sama memberitahu kita bahwa Allah menciptakan kita menurut
citra-Nya, dan bahwa rencana-Nya adalah untuk membawa anak-anak-Nya untuk masuk
ke dalam rumah-Nya yang kekal. Kitab Suci ini juga mengajarkan bahwa kematian
terjadi dalam kehidupan manusia karena nenek-moyang kita, yakni Adam dan Hawa,
telah melanggar larangan Allah. (.Kej 3:1-19) Implikasinya adalah
jika Allah membiarkan umat manusia hidup selamanya dalam kondisi memberontak
kepada Allah, kita akan memiliki kesempatan yang tak habis-habisnya untuk
mengembangkan diri menjadi ciptaan yang angkuh dan egois. Tetapi sebaliknya,
Allah mulai menyingkapkan suatu rencana yang pada akhirnya akan menghasilkan
pulangnya orang-orang ke rumah Allah yang kekal, yakni orang-orang yang memilih
hidup damai dengan Allah. (.Maz 90:1; Yoh 14:1-3)

7. NUBUAT-NUBUAT PERJANJIAN LAMA

Sebagian orang berargumentasi bahwa kekekalan adalah suatu pemikiran Perjanjian
Baru. Tetapi Daniel, seorang nabi Perjanjian Lama, telah berbicara tentang suatu
hari di mana mereka yang mati akan dibangkitkan, sebagian untuk mendapat hidup
kekal, dan sebagian lagi untuk mendapat kehinaan kekal. (.Dan 12:1-3)
Seorang penulis Mazmur juga berbicara tentang kehidupan setelah kematian. Dalam
.Maz 73, seorang bernama Asaf menggambarkan bagaimana ia hampir
kehilangan imannya kepada Allah ketika ia memikirkan orang fasik yang mengalami
kemujuran sementara orang benar menderita. Tetapi kemudian ia berkata bahwa ia
masuk ke dalam tempat kudus Allah. Dari perspektif ibadah, ia tiba-tiba melihat
orang fasik berdiri pada tempat yang licin dari kefanaan mereka. Dengan
pemahaman yang baru, ia mengakui, “Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan
kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di
sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun
dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah
selama-lamanya,”. (.Maz 73:24-26)

8. PERKATAAN-PERKATAAN KRISTUS

Sedikit orang yang akan menuduh Yesus sebagai orang jahat atau seorang guru
palsu. Bahkan orang-orang atheis dan orang-orang beragama non-Kristen pun
biasanya menyebut Yesus dengan hormat dan kagum. Tetapi Yesus tidak berpura-pura
atau menyembunyikan kenyataan adanya kelanjutan hidup setelah kematian. Ia
berkata, “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi
yang tidak berkuasa membunuh jiwa; tetapi takutlah terutama kepada Dia yang
berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka,”. (.Mat 10:28)
Yesus menjanjikan Firdaus kepada penyamun yang bertobat yang hampir mati di
sisi-Nya. Tetapi Ia juga menggunakan Lembah Hinom, suatu tempat pembuangan
sampah yang menjijikkan di luar Yerusalem, sebagai suatu simbol tentang apa yang
menanti mereka yang tidak mempedulikan penghakiman Allah. Menurut Yesus,
menghadapi kenyataan kehidupan setelah kematian adalah hal yang paling penting
dalam hidup. Misalnya, Ia berkata, jika sebelah mata menghalangi Anda dari
Allah, Anda memiliki alasan untuk membuang mata tersebut. “… lebih baik engkau
masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua
dicampakkan ke dalam neraka,”. (.Mar 9:47)

9. KEBANGKITAN KRISTUS

Tidak ada bukti yang lebih besar tentang adanya kehidupan setelah kematian dari
pada kebangkitan Yesus Kristus. Perjanjian Lama menubuatkan seorang Mesias yang
akan mengalahkan dosa dan yang mati bagi umat-Nya. (.Yes 53; Dan 9:26)
Para pengikut Yesus bersaksi bahwa itulah yang Dia lakukan. Ia dengan rela mati
di tangan orang-orang yang menyalibkan-Nya, dikuburkan dalam sebuah kuburan
pinjaman, dan 3 hari kemudian kuburan tersebut menjadi kosong. Para saksi
mengatakan bahwa mereka tidak hanya telah melihat kubur yang kosong tetapi juga
Kristus yang bangkit yang menampakkan diri kepada ratusan orang selama 40 hari
sebelum Dia naik ke surga (.Kis 1:1-11; 1Ko 15:1-8).

10. AKIBAT-AKIBAT PRAKTIS

Keyakinan adanya kehidupan setelah kematian merupakan suatu sumber rasa aman,
optimisme, dan pemulihan rohani bagi seseorang. (.1Yo 3:2) Tidak ada suatupun yang menawarkan lebih banyak kekuatan dan dorongan dari pada keyakinan bahwa ada suatu kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang menggunakan masa sekarang untuk mempersiapkan hidup dalam kekekalan. Kepercayaan pada kesempatan-kesempatan yang tak terbatas dalam kekekalan telah memampukan banyak orang untuk mengorbankan nyawa mereka bagi kepentingan orang-orang yang dikasihi. Karena keyakinan-Nya pada kehidupan setelah kematian, maka Yesus mampu berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (.Mat 16:26)
Kebenaran ini pula yang mendorong martir Kristen, Jim Elliot, yang dibunuh oleh
orang-orang Indian Auca pada tahun 1956, untuk mengatakan, “Dia, yang memberikan
apa yang tidak dapat dijaganya untuk memperoleh apa yang tidak dapat diambil
darinya, bukanlah orang yang bodoh.”

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda secara jujur merasakan bahwa Anda belum
diyakinkan tentang kehidupan setelah kematian. Tetapi ingatlah bahwa Yesus
berjanji untuk memberikan pertolongan Ilahi kepada mereka yang ingin mengenal
kebenaran dan yang mau menaklukkan diri kepadanya. Ia berkata, “Barangsiapa mau
melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah,
entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri,”. (.Yoh 7:17)

Bila Anda yakin pada bukti adanya kehidupan setelah kematian, ingatlah Alkitab
berkata bahwa Kristus mati untuk melunasi hutang-hutang dosa kita, dan bahwa
semua orang yang percaya kepada-Nya akan menerima karunia pengampunan dan
kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha
kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka yang, melalui bukti-bukti tersebut,
percaya kepada-Nya.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.(cd SABDA 3.0)

10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEBANGKITAN KRISTUS

Diarsipkan di bawah: DOKTRIN ALLAH — dedewijaya @ 12:03 PM

1. Hukuman Mati di Muka Umum Memastikan Kematian Yesus
2. Kubur Yesus Dijaga Ketat oleh Pemerintah
3. Sekalipun Dijaga, Kubur Yesus Ditemukan Kosong
4. Banyak Orang Mengklaim Bahwa Mereka Telah Melihat Dia Hidup
5. Rasul-Rasul-Nya Berubah secara Dramatis
6. Para Saksi Bersedia Mati untuk Keyakinan Mereka
7. Orang Yahudi yang Kristen Mengubah Hari Ibadahnya
8. Meski tidak Diharapkan Namun telah Diramalkan
9. Itulah Klimaks Yang Tepat untuk Kehidupan yang Menakjubkan
10. Itu Cocok dengan Pengalaman Mereka yang Percaya Kepada-Nya

1. HUKUMAN MATI DI MUKA UMUM MEMASTIKAN KEMATIAN YESUS

Selama perayaan Paskah Yahudi, Yesus digiring ke ruang pengadilan Romawi oleh
orang banyak yang marah. Ketika Yesus berdiri di hadapan Pilatus, gubernur
Yudea, para pemimpin agama mengajukan tuduhan terhadap-Nya karena Ia mengklaim
diri sebagai Raja orang Yahudi. Kumpulan orang itu menginginkan kematian-Nya.
Yesus dipukul, didera, dan dijatuhi hukuman mati di muka umum. Di suatu bukit di
luar Yerusalem Dia disalibkan di antara 2 penjahat. Teman-teman-Nya yang patah
hati dan musuh-musuh yang mencemooh-Nya menyaksikan kematian-Nya. Para serdadu
Romawi diutus untuk menuntaskan hukuman itu karena hari Sabat hampir tiba. Untuk
mempercepat kematian, mereka mematahkan kaki kedua penjahat. Tetapi ketika
mereka mendekati Yesus, mereka tidak mematahkan kaki-Nya karena dari pengalaman
mereka tahu bahwa Yesus sudah mati. Tetapi sebagai tindakan pencegahan akhir,
mereka menusukkan tombak ke lambung-Nya. Dengan demikian Ia tidak akan
menyusahkan mereka lagi.

2. KUBUR YESUS DIJAGA KETAT OLEH PEMERINTAH

Esok harinya, para pemimpin agama menghadap lagi ke Pilatus. Mereka mengatakan
Yesus telah meramalkan bahwa Dia akan bangkit dalam 3 hari. Untuk memastikan
bahwa murid-murid Yesus tidak dapat berkomplot di dalam cerita bohong tentang
Kebangkitan itu, Pilatus memerintahkan agar meterai resmi pemerintah Romawi
dibubuhkan di kuburan untuk memperingatkan para perampok kuburan. Untuk
menguatkan perintah itu, para serdadu berjaga-jaga di sana. Murid-murid yang
ingin mencuri tubuh Yesus akan diketahui mereka, sehingga hal itu tidak mudah
dilakukan. Para penjaga Romawi mempunyai alasan kuat untuk tetap berjaga-jaga,
karena hukuman bagi yang tertidur pada waktu tugas jaga adalah kematian.

3. SEKALIPUN DIJAGA, KUBUR YESUS DITEMUKAN KOSONG

Pada pagi hari sesudah hari Sabat, beberapa pengikut Yesus pergi ke kubur untuk
meminyaki tubuh-Nya. Tetapi ketika mereka tiba, mereka terkejut atas apa yang
mereka temukan. Batu yang sangat besar yang digunakan untuk menutup pintu masuk
kubur telah digulingkan dan tubuh Yesus telah lenyap. Ketika berita itu tersiar,
2 murid Yesus berlari tergesa-gesa ke pemakaman itu. Kubur telah kosong kecuali
kain kafan Yesus yang terlipat rapi di sana. Sementara itu, sebagian penjaga
telah pergi ke Yerusalem untuk memberitahu para pejabat Yahudi bahwa mereka
telah pingsan di hadapan makhluk adikodrati yang menggulingkan batu kuburan. Dan
ketika mereka siuman, kubur telah kosong. Para pejabat membayar para penjaga itu
dengan sejumlah besar uang untuk berbohong dan mengatakan bahwa para murid
mencuri tubuh Yesus ketika para serdadu itu tertidur. Mereka meyakinkan para
penjaga itu bahwa jika laporan tentang hilangnya tubuh Yesus itu sampai kepada
gubernur maka mereka akan mengetengahi untuk melindungi para penjaga itu.

4. BANYAK ORANG MENGKLAIM BAHWA MEREKA TELAH MELIHAT DIA HIDUP

Sekitar tahun 55 Masehi, Rasul Paulus menulis bahwa Kristus yang telah bangkit
dilihat oleh Petrus, keduabelas rasul, lebih dari 500 orang (banyak yang masih
hidup ketika Paulus menulis hal ini), Yakobus, dan dirinya sendiri.
(.1Ko 15:5-8) Dengan membuat pernyataan publik, dia memberi
kesempatan kepada para pengritik untuk menyanggah klaimnya ini. Tambahan pula,
Perjanjian Baru memulai sejarahnya dengan pengikut Kristus yang mengatakan bahwa
Yesus “menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak
tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang
menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (.Kis 1:3)

5. RASUL-RASUL-NYA BERUBAH SECARA DRAMATIS

Ketika satu dari rasul-rasul terdekat Yesus meninggalkan dan mengkhianati Dia,
para rasul yang lain lari untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Bahkan
Petrus, yang sebelumnya telah bersikeras bahwa dia siap mati bagi gurunya,
menjadi takut dan menyangkal bahwa ia pernah mengenal Yesus. Tetapi para rasul
itu mengalami perubahan yang dramatis. Hanya dalam beberapa minggu kemudian
mereka berdiri berhadapan muka dengan orang-orang yang telah menyalibkan
pemimpin mereka. Semangat mereka seperti besi. Mereka tidak dapat dihentikan
dalam ketetapan hati mereka untuk mengorbankan segalanya bagi Dia yang mereka
sebut Juruselamat dan Tuhan. Bahkan setelah dipenjara, diancam, dan dilarang
bicara dalam nama Yesus, para rasul berkata kepada para pemimpin Yahudi, “Kita
harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.” (.Kis 5:29)
Setelah mereka dianiaya karena tidak menaati perintah dewan Yahudi, para rasul
yang dulunya pengecut itu “setiap hari… memberitakan Injil tentang Yesus yang
adalah Mesias.” (.Kis 5:42)

6. PARA SAKSI BERSEDIA MATI UNTUK KEYAKINAN MEREKA

Sejarah dipenuhi oleh para martir. Laki-laki dan perempuan yang tak terhitung
jumlahnya telah mati demi keyakinan-keyakinan mereka. Oleh karena itu, memang
bukan hal penting bila dikatakan bahwa para murid Yesus yang pertama bersedia
menderita dan mati bagi iman mereka. Namun tetaplah penting bahwa sementara
banyak orang bersedia mati untuk apa yang mereka yakini sebagai kebenaran, hanya
ada sedikit orang-seandainya ada-yang bersedia mati untuk apa yang mereka
tahu sebagai suatu kebohongan. Fakta psikologis ini penting karena murid-murid
Kristus tidak mati untuk keyakinan yang mereka pegang kuat yang mungkin saja
bisa salah. Mereka mati karena klaim mereka bahwa mereka telah melihat Yesus
hidup dan dalam keadaan baik setelah kebangkitan-Nya. Mereka mati demi klaim
mereka bahwa Yesus Kristus tidak hanya mati bagi dosa mereka, tetapi bahwa Dia
telah bangkit secara fisik dari kematian untuk memperlihatkan bahwa Dia tidak
seperti pemimpin agama lain yang pernah hidup.

7. ORANG YAHUDI YANG KRISTEN MENGUBAH HARI IBADAHNYA

Hari Sabat yang adalah untuk beristirahat dan beribadah merupakan prinsip hidup
orang Yahudi yang mendasar. Orang Yahudi yang tidak menghormati hari Sabat
bersalah karena melanggar hukum Musa. Namun orang Yahudi yang menjadi pengikut
Kristus mulai beribadah bersama orang percaya dari bangsa-bangsa lain pada hari
yang baru. Hari pertama dari minggu, yaitu hari di mana mereka percaya Kristus
telah bangkit dari kematian, menggantikan hari Sabat. Bagi seorang Yahudi hal
ini mencerminkan perubahan hidup yang besar. Hari yang baru itu, beserta dengan
upacara baptisan Yahudi yang diubah menjadi upacara masuk ke agama Kristen,
menegaskan bahwa mereka yang percaya pada kebangkitan Kristus telah siap untuk
lebih dari sekadar memperbarui agama Yahudi. Mereka percaya bahwa kematian dan
kebangkitan Kristus telah membuka jalan bagi suatu hubungan yang baru dengan
Allah. Jalan yang baru ini tidak didasarkan pada hukum Taurat, tetapi pada
Juruselamat yang menanggung dosa manusia dan memberikan kehidupan kepada mereka.

8. MESKI TIDAK DIHARAPKAN NAMUN TELAH DIRAMALKAN

Para murid sangat terkejut. Mereka mengharapkan Mesias mereka memulihkan
kerajaan Israel. Pikiran mereka terlalu tertuju pada kedatangan kerajaan
mesianik yang politis sehingga mereka tidak mengantisipasi peristiwa-peristiwa
yang perlu bagi keselamatan jiwa mereka. Mereka pasti berpikir bahwa Kristus
berbicara dalam bahasa simbolik ketika Dia terus menerus mengatakan bahwa Dia
harus pergi ke Yerusalem untuk mati dan dibangkitkan kembali dari kematian.
Ucapan itu memang berasal dari Dia yang sering berbicara dalam bahasa
perumpamaan, akibatnya mereka tidak memahami hal yang sudah jelas sampai
semuanya sudah terjadi. Dalam proses ini, mereka juga mengabaikan ramalan nabi
Yesaya tentang Hamba yang Menderita yang akan menanggung dosa Israel, seperti
domba dituntun ke pembantaian, sebelum Allah memperpanjang umur-Nya.
(.Yes 53:10)

9. ITULAH KLIMAKS YANG TEPAT UNTUK KEHIDUPAN YANG MENAKJUBKAN

Saat Yesus tergantung di kayu salib Romawi, orang banyak mencemooh Dia. Dia
menolong orang lain, tetapi dapatkah Dia menolong diri-Nya sendiri? Apakah
keajaiban tiba-tiba berakhir? Tampaknya ini merupakan suatu akhir yang tidak
diharapkan bagi orang yang memulai kehidupan publik-Nya dengan mengubah air
menjadi anggur. Selama 3 tahun pelayanan-Nya, Dia berjalan di atas air,
menyembuhkan orang sakit, mencelikkan orang buta, membuat orang tuli mendengar,
orang bisu berbicara, orang timpang berjalan, mengusir roh-roh jahat, meredakan
badai dahsyat, dan membangkitkan orang mati. Dia mengajukan pertanyaan-pertanyaan
yang tidak dapat dijawab orang yang bijaksana. Dia mengajarkan kebenaran-kebenaran
yang dalam dengan penjelasan yang paling sederhana. Dan Dia menghadapi orang-orang
munafik dengan kata-kata yang menelanjangi topeng mereka. Jika semua ini benar,
apakah kita akan terkejut bahwa musuh-musuh-Nya tidak dapat berkata-kata lagi?

10. ITU COCOK DENGAN PENGALAMAN MEREKA YANG PERCAYA KEPADA-NYA

Rasul Paulus menulis, “Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara
orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus
dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya,
yang diam di dalam kamu” (.Rom 8:11). Ini adalah pengalaman Paulus
yang hatinya secara dramatis diubah oleh Kristus yang telah bangkit. Ini juga
pengalaman banyak orang di seluruh dunia yang telah “mati” terhadap cara hidup
mereka yang lama sehingga Kristus dapat hidup melalui mereka. Kuasa rohani ini
tidak tampak pada diri orang yang mencoba untuk menambahkan kepercayaan kepada
Kristus ke dalam kehidupan lama mereka. Kuasa ini hanya terlihat pada orang yang
bersedia untuk “mati” terhadap kehidupan lama mereka untuk membuat ruang bagi
pimpinan Kristus. Kuasa ini hanya terlihat pada orang yang menanggapi bukti-bukti
kebangkitan Kristus yang begitu banyak dengan mengakui kekuasaan-Nya di dalam
hati mereka.

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda secara jujur tidak yakin bahwa Kristus bangkit
dari kematian. Tetapi ingatlah bahwa Yesus menjanjikan pertolongan Allah kepada
mereka yang ingin berdamai dengan-Nya. Dia berkata, “Barangsiapa mau melakukan
kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku
berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” (.Yoh 7:17)

Jika Anda sungguh-sungguh melihat bahwa Kebangkitan Kristus masuk akal, ingatlah
selalu apa yang dikatakan Alkitab bahwa Kristus telah mati untuk membayar harga
dari dosa-dosa kita, dan orang yang percaya dalam hatinya bahwa Allah telah
membangkitkan Kristus dari kematian akan diselamatkan (.Rom 10:9-10).
Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah atas usaha kita, melainkan
hadiah bagi semua orang yang terbukti menaruh kepercayaan mereka di dalam Dia.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd. (cd SABDA 3.0)

10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI ALLAH MENJADI MANUSIA

Diarsipkan di bawah: DOKTRIN ALLAH — dedewijaya @ 12:01 PM

1. Seorang Perawan Mengandung
2. Seorang Nabi Perjanjian Lama Menubuatkan tentang Pribadi Allah-Manusia
3. Para Malaikat Mengumumkan Kelahiran Tersebut
4. Suatu Tanda Muncul di Langit
5. Waktunya Tepat
6. Yesus Mengklaim Diri-Nya Setara dengan Allah
7. Sahabat-Sahabat-Nya Menyembah Dia
8. Musuh-Musuh Yesus Menuduh Dia Menghujat Allah
9. Mujizat-Mujizat-Nya Mendukung Pernyataan-Pernyataan-Nya
10. Kepergian-Nya Lebih Besar/Agung daripada Kedatangan-Nya

1. SEORANG PERAWAN MENGANDUNG

Jika Maria berkata benar, maka bayinya tidak mempunyai ayah manusia. Ia
menyatakan bahwa seorang malaikat telah menampakkan diri kepadanya dan
memberitahu dia bahwa ia akan mengandung seorang putra dari Roh Allah, dan bahwa
anak ini, yang harus dinamainya Yesus, akan menjadi Putra Allah.
(.Luk 1:26-35) Jika Maria berbohong, maka malam kelahiran Yesus
tidaklah kudus, dan satu-satunya yang diam adalah kebenaran. Tetapi, bagaimana
kita bisa mengetahuinya? Bagaimana kita bisa menganggap serius suatu kisah yang
biasanya dianggap pantas ditertawakan karena tidak dipercayai. Jawabannya ada
dalam bagian selanjutnya. Jika tidak ada saksi-saksi ataupun bukti-bukti, kita
bisa mengabaikan pernyataan-pernyataan Maria. Jika kehidupan putranya sama saja
dengan kehidupan lainnya, pernyataannya tentang kelahiran dari seorang perawan
akan menjadi hal termudah untuk dihilangkan dari seluruh kisah.

2. SEORANG NABI PERJANJIAN LAMA MENUBUATKAN TENTANG PRIBADI ALLAH-MANUSIA

Apa yang kita ketahui adalah bahwa dalam abad ke-7 Sebelum Masehi, nabi Yesaya
menubuatkan tentang seorang Hamba Tuhan yang akan memerintah dunia pada hari-hari yang terakhir. Ia menggambarkan suatu hari di mana seluruh bumi akan berdamai
dan segala bangsa akan mendaki ke Yerusalem untuk menyembah Allah (.Yes 2).
Yesaya mengumumkan, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera
telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan
namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal,
Raja Damai” (.Yes 9:6). Yesaya juga memberikan suatu nubuat
misterius yang hanya digenapi sebagian pada masa hidupnya. Nubuat tersebut
diawali dengan, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu
pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan
seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel” (.Yes 7:14).
Imanuel berarti “Tuhan beserta kita.”

3. PARA MALAIKAT MENGUMUMKAN KELAHIRAN TERSEBUT

Di padang para gembala di luar Betlehem, sekelompok saksi menjadi jembatan
antara Yesaya dan Maria. Menurut catatan Perjanjian Baru, (.Luk 2:8-14)
para gembala Yahudi yang ketakutan dikunjungi oleh seorang malaikat yang
mengumumkan kelahiran Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan Israel. Malaikat
itu berkata, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu
kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,
yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan
menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan”
(.Luk 2:10-12). Sebagaimana yang diberitakan oleh para gembala, langit
dipenuhi dengan para malaikat yang memuji Allah dan berkata, “Kemuliaan bagi
Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia
yang berkenan kepada-Nya”

4. SUATU TANDA MUNCUL DI LANGIT

Menurut Perjanjian Baru, sebuah cahaya di langit memberikan kredibilitas
tambahan untuk Maria. Sekelompok orang Majus dari Timur mengikuti sebuah “tanda
menyerupai bintang” ke Betlehem, kota Yahudi. Yang mereka temukan adalah seorang
anak yang mereka percayai sebagai Mesias Yahudi yang telah lama dinantikan.
Selama ratusan tahun, para nabi Perjanjian Lama telah membicarakan tentang
“sebuah Bintang” dan “suatu Tongkat Kerajaan” yang akan muncul dari Israel.
(.Bil 24:17) Perjanjian Lama juga menubuatkan seorang pemimpin
Israel yang akan muncul dari Betlehem, seorang pemimpin “yang permulaannya sudah
sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (.Mik 5:2)

5. WAKTUNYA TEPAT

Banyak orang percaya bahwa orang Majus yang menyembah Yesus setelah kelahiran-Nya datang dari daerah Babilonia. Jika demikian, mereka mungkin saja memiliki
akses kepada nubuatan seorang nabi Yahudi bernama Daniel. Selama masa pembuangan di Babilonia 400 tahun sebelumnya, Daniel menerima suatu visi yang memungkinkan perhitungan kedatangan Mesias Yahudi. Menurut visi Daniel, dari perintah untuk membangun kembali bait suci (458 atau 444 Sebelum Masehi), 69 kali “tujuh” masa akan diikuti oleh kedatangan dan kematian Sang Mesias.
(.Dan 7:13-14; 9:24-27) Sebagian orang percaya bahwa nubuatan ini
memperkirakan jumlah hari yang tepat sampai masuknya Yesus ke Yerusalem. (Untuk
keterangan lebih lanjut, lihat terbitan RBC berjudul “The Daniel Papers”, Q1207)

6. YESUS MENGKLAIM DIRI-NYA SETARA DENGAN ALLAH

Sebagian orang menganggap bahwa Yesus tidak pernah mengklaim bagi diri-Nya
seperti apa yang dinyatakan oleh para pengikut-Nya. Namun kegemparan yang
meliputi kehidupan-Nya dapat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan
berulang-Nya tentang kesatuan-Nya dengan Allah. Yohanes, salah satu penulis
Injil, mengutip perkataan Yesus, “… sebelum Abraham jadi, AKU ADA” (.Yoh 8:58).
(Dalam .Kel 3:14, nama AKU ADA dipakai Allah untuk memperkenalkan
diri-Nya kepada Musa.) Yohanes juga mengutip Yesus mengatakan, “Aku dan Bapa
adalah Satu” (.Yoh 10:30) dan “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga
mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia”
(.Yoh 14:7). Menurut Injil, Yesus berkata bahwa mengasihi atau membenci Dia, atau
menerima atau menolak Dia sama dengan mengasihi atau membenci, menerima atau
menolak Bapa-Nya di surga.

7. SAHABAT-SAHABAT-NYA MENYEMBAH DIA

Ketika Tomas, salah satu murid Yesus, melihat Kristus yang bangkit, ia
menyerukan, “Ya Tuhanku dan Allahku.” (.Yoh 20:28) Bertahun-tahun
kemudian, teman dekat dan pengikut Yesus, Yohanes, menuliskan, “Pada mulanya
adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan
tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
…. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah
melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yoh 1:1-3, 14)
Sahabat lainnya, Petrus, dalam salah satu suratnya kepada gereja mula-mula,
menyebut para pembacanya sebagai “mereka yang bersama-sama dengan kami
memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus”. (2 Pet 1:1)

8. MUSUH-MUSUH YESUS MENUDUH DIA MENGHUJAT ALLAH

Sebagian orang menganggap bahwa Yesus tidak pernah mengklaim bagi diri-Nya
seperti apa yang dinyatakan oleh para pengikut-Nya. Namun kegemparan yang
meliputi kehidupan-Nya dapat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan
berulang-Nya tentang kesatuan-Nya dengan Allah. Yohanes, salah satu penulis
Injil, mengutip perkataan Yesus, “… sebelum Abraham jadi, AKU ADA” (.Yoh 8:58).
(Dalam .Kel 3:14, nama AKU ADA dipakai Allah untuk memperkenalkan
diri-Nya kepada Musa.) Yohanes juga mengutip Yesus mengatakan, “Aku dan Bapa
adalah Satu” (.Yoh 10:30) dan “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti
kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah
melihat Dia” (.Yoh 14:7). Menurut Injil, Yesus berkata bahwa mengasihi
atau membenci Dia, atau menerima atau menolak Dia sama dengan mengasihi atau
membenci, menerima atau menolak Bapa-Nya di surga.

9. MUJIZAT-MUJIZAT-NYA MENDUKUNG PERNYATAAN-PERNYATAAN-NYA

Ketika Tomas, salah satu murid Yesus, melihat Kristus yang bangkit, ia
menyerukan, “Ya Tuhanku dan Allahku.” (.Yoh 20:28) Bertahun-tahun
kemudian, teman dekat dan pengikut Yesus, Yohanes, menuliskan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan
tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
…. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah
melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (.Yoh 1:1-3, 14)
Sahabat lainnya, Petrus, dalam salah satu suratnya kepada gereja mula-mula,
menyebut para pembacanya sebagai “mereka yang bersama-sama dengan kami
memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Pet 1:1)

10. KEPERGIAN-NYA LEBIH BESAR/AGUNG DARIPADA KEDATANGAN-NYA

Sahabat-sahabat Yesus bisa saja ingin mempercayai bahwa Ia lebih dari seorang
manusia, tetapi musuh-musuhnya tidak. Pemimpin-pemimpin agama Israel
dipermalukan bila berpikir bahwa orang yang sama yang telah menuduh mereka
sebagai orang munafik, para pemimpin buta yang menuntun orang buta, juga akan
menyatakan bahwa Ia mengampuni dosa, berbicara tentang Allah sebagai Bapa-Nya,
dan bahkan berkata bahwa Ia adalah satu dengan Allah. Dalam lebih dari satu
kesempatan, para pemimpin Israel mengambil batu untuk membunuh Yesus sambil
berkata, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau,
melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya
seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” (.Yoh 10:33)

ANDA TIDAK SENDIRIAN bila Anda memiliki perasaan yang bercampur ketika Anda memikirkan tentang bukti yang mengelilingi kehidupan Yesus. Anda mungkin merasa terdorong untuk percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah, tetapi Anda tidak yakin akan hubungan Anda dengan Dia. Jika memang demikian, yakinlah akan hal ini: Jika Anda menerima Dia, Ia akan menerima Anda. Jika Anda mau menerima tawaran-Nya akan pengampunan, kehidupan kekal, dan adopsi/penerimaan ke dalam keluarga Allah, Ia akan menjadi Juruselamat, Guru, dan Tuhan Anda.

Bila Anda belum pernah menerima Yesus demikian, kami mendorong Anda untuk dengan teliti membaca ayat-ayat Perjanjian Baru dari .Rom 3:23 (yang berkata bahwa semua orang telah berbuat dosa), .Rom 6:23 (yang berkata bahwa upah dosa ialah kematian rohani, keterpisahan dari Allah), dan Rom 10:13 (yang menjamin kita bahwa semua orang yang menyebut nama Tuhan Yesus akan diselamatkan). Untuk menerima karunia Allah, Anda dapat berdoa demikian: “Ya Allah, saya tahu bahwa saya adalah seorang berdosa. Saya tidak dapat menyelamatkan diri saya sendiri. Saya percaya Yesus mati di atas kayu salib untuk dosa-dosa saya. Saya percaya Ia bangkit dari kematian untuk menyatakan kehidupan-Nya melalui semua orang yang percaya kepada-Nya. Saya sekarang menerima Dia sebagai Juruselamat saya. Saya menerima tawaran-Mu akan pengampunan dan kehidupan kekal. Terima kasih, ya Bapa. Dalam nama Yesus saya berdoa. Amin.”

Silakan menghubungi kami untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang bagaimana bertumbuh di dalam kehidupan Anda yang baru sebagai anak Allah. Juga, berdoa kepada Allah untuk memimpin Anda kepada suatu gereja yang dengan setia mengajarkan Alkitab dalam semangat kasih dan keserupaan dengan Kristus. Anda telah menerima hadiah terbesar, hadiah yang dibeli oleh Allah sendiri, dan ditunjukkan hanya untuk Anda.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd. (cd SABDA 3.0)

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.