28 April 2009
27 April 2009
Berita Mingguan 25 April 2009
PBB MEMBERIKAN FORUM BAGI OCEHAN ANTI-ISRAEL
PBB telah sekali lagi menyediakan suatu forum untuk ocehan anti-Israel, anti-Amerika yang pedas. Kali ini kesempatannya adalah Konferensi Rasisme di Jenewa. Pembicara utama adalah Mahmoud Ahmadinejad yang anti-Semit (Anti Yahudi). Kali ini, si anti-Semit diperhadapkan dengan para pemrotes yang mengejek dia sambil memakai rambut palsu, dan melemparkan mainan hidung badut yang merah padanya. Para pemrotes mengangkat papan dengan tulisan “Ini adalah sirkus. Seorang yang rasis tidak dapat melawan rasisme.” Protes tersebut dipimpin oleh sebuah grup pelajar Yahudi dari Perancis, yang mengatakan bahwa hidung badut itu “melambangkan kepalsuan yang dilambangkan oleh konferensi ini” (“Iran’s Leader Sparks Western Walkout,” USA Today, 20 April 2009). (lagi…)
SKANDAL-SKANDAL YANG BELAKANGAN INI TERJADI DALAM PANTEKOSTA
Sejak mulainya, gerakan Pantekosta telah penuh dengan skandal, sebagaimana telah kami dokumentasikan dalam buku kami, setebal 317 halaman dengan ilustrasi, The Pentecostal-Charismatic Movements. Jika gerakan ini sungguh memiliki kepenuhan urapan dan kuasa Roh Kudus sebagaimana mereka klaim, kita tentunya tidak akan menyaksikan pertunjukan kedagingan yang sedemikian rupa, namun pada kenyataannya, skandal moral dan skandal-skandal lainnya telah terus menerus melanda gerakan ini. Berikut adalah contoh-contoh yang menonjol:
Pada tahun 1977, ORAL ROBERTS mengklaim bahwa Allah menampakkan diri padanya dan menginstruksikannya untuk membangun sebuah pusat medis yang disebut CITY OF FAITH. Pada tahun 1980, ia mengklaim bahwa ia berbicara “muka dengan muka” dengan Yesus yang tingginya 300 meter, yang memberitahu dia bahwa Dia akan menyelesaikan masalah-masalah finansial City of Faith. Tujuh tahun kemudian, Roberts mengatakan bahwa Allah menampakkan diri lagi kepadanya dan memberitahunya bahwa ia akan mati jika ia tidak mengumpulkan dana $8 juta dalam waktu 12 bulan. Ternyata penglihatan-penglihatan yang mengagetkan dan himbauan-himbauan yang tiada henti tidak dapat menyelamatkan City of Faith. (lagi…)
19 April 2009
Download pdf RESPON DEBAT KALVINISME
kedaulatan-allah-pandangan-alkitabiah
Ditulis oleh Dr. Steven Einstain Liauw, Pembantu Rektor GITS, Jak-Ut
150 Fakta Terunik di Dunia
1. Dari seluruh kata dalam bahasa Inggris, kata ’set’ punya definisi paling banyak.
2. Rata-rata tiap orang ketawa 10 kali sehari.
3. Mata burung Onta lebih besar dari otaknya.
4. “French Kiss” kalo di Perancis namanya “English Kiss”.
5. “Almost” adalah kata terpanjang dalam bahasa Inggris yang disusun mengikuti urutan alfabet.
6. “Rhythm” adalah kata terpanjang dalam bahasa Inggris yang tidak mengandung huruf vokal.
7. Horatio Nelson, salah seorang Admiral (Jenderal Angkatan Laut) legendaris di Inggris seumur hidupnya tidak pernah menemukan cara untuk menyembuhkan mabuk laut yang dideritanya.
8. Tahun 1386, seekor babi dihukum gantung di depan publik di Perancis karena membunuh anak kecil.
9. Kecoak bisa hidup selama beberapa minggu tanpa kepala.
10. Queue adalah satu-satunya kata dalam bahasa Inggris yang dapat dibaca dengan cara yang sama ketika empat huruf terakhir dihilangkan. (lagi…)
Berita Mingguan 18 April 2009
Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin- subscribe@ yahoogroups. com
LEBAH MADU YANG TIDAK MUNGKIN JADI SENDIRI
Berikut ini disadur dari Creation Moments, http://www.creationmoments.net/radio/transcript .php?t=2282:
“Salah satu alasan banyak ilmuwan yang menolak evolusi adalah karena tidak mungkin untuk menjelaskan desain-desain luar biasa yang paling sederhana sekalipun yang kita temukan dalam alam ciptaan ini, sebagai hasil dari energi yang tidak berakal budi dan impersonal. Bayangkan tantangan untuk menjelaskan banyaknya fitur-fitur spesialistik dari lebah madu jika tidak ada seorangpun yang membuatnya! Lebah madu memiliki mata majemuk yang memungkinkannya bernavigasi menggunakan matahari walaupun hari berawan, karena ia memiliki filter cahaya yang terpolariasi. Antena lebah madu mengandung organ penciuman sekaligus organ peraba mereka. Untuk alasan ini, antena-antenanya harus dibersihkan secara hati-hati. Jadi para lebah madu memiliki lekukan khusus di kaki depan mereka yang didesain secara sempurna untuk membersihkan antenanya. Lebah madu juga memiliki rambut di tubuh mereka untuk mengumpulkan pollen (sari bunga) dan memiliki keranjang di kaki belakang mereka untuk mengangkut semua itu. Mereka memiliki kelenjar khusus untuk menghasilkan, membentuk dan membersihkan lilin [yang mereka buat untuk sarang mereka]. Ketika salah satu dari lebah madu kembali ke sarang dengan kabar tentang sumber pollen yang bagus, para lebah madu memiliki bahasa yang dapat mereka pakai untuk memberitahu yang lain! Lebah madu bukan hanya memiliki koleksi fitur-fitur spesial yang tergabung dalam satu individu, mereka juga tinggal dalam sarang yang menyatukan ribuan individu sehingga mereka semua bekerja bersama seolah-olah satu organisme hidup! Sungguh bertentangan dengan semua yang kita tahu mengenai ilmu pengetahuan untuk berasumsi bahwa jutaan tahun kecelakaan yang tak terarah dapat mendesain dan membentuk sang lebah madu!”
SIAPA YANG BENAR?
Berikut ini dari Brian Snider: Saya baru-baru ini menemukan sebuah contoh yang indah yang mendemonstrasikan dengan jelas bagaimana orang yang percaya Alkitab selalu berada pada posisi yang baik. Hampir 200 tahun yang lalu di Jerman, ada suatu gerakan untuk mereformasi Yudaisme, untuk membuatnya lebih dapat diterima oleh Yahudi liberal yang telah menundukkan diri kepada ilmu pengetahuan dan filosofi-filosofi modern zaman itu. Menurut Paul Johnson dalam bukunya “History of the Jews,” bait Yahudi di Hamburg, Jerman, memulai suatu buku doa baru yang menghilangkan referensi-referensi “memalukan” tentang Mesias dan tentang kembali ke tanah suci. Salah satu pemimpin gerakan ini adalah Rabbi Abraham Geiger (1810-1874), yang memimpin dorongan untuk menciptakan Yudaisme yang lebih cocok dengan pemikiran-pemikiran zaman itu. Dalam tulisan-tulisannya, Geiger menghilangkan semua referensi tentang “kembali ke Zion dan referensi-referensi lain tentang hal-hal yang menurut dia adalah kondisi-kondisi historis yang kadarluarsa. ” Jadi, pada pertengahan 1800an, orang-orang Yahudi yang tidak percaya sudah siap untuk menghilangkan doktrin-doktrin yang tidak dapat dilihat oleh mata mereka yang tidak beriman. Tetapi, pada waktu yang sama, ada seorang Kristen yang percaya Alkitab, namanya Alexander Keith, yang dapat membaca teks Kitab Suci untuk dirinya sendiri dan melihat bahwa Allah masih bekerja di dunia ini dan dapat menggenapi semua janji-janjiNya – ia percaya bahwa tidak ada yang dapat menggagalkan nubuat Alkitab dari penggenapannya. Dalam bukunya, “Evidence of the Christian Religion,” yang dipublikasikan tahun 1858, ia menulis tentang tanah Palestina dan bagaimana orang-orang Yahudi telah terbuang dari rumah mereka selama hampir dua millenium. Setelah mengutip banyak ayat yang berbicara tentang kembalinya orang-orang Yahudi ke tanah mereka, ia menulis, “Nubuat-nubuat ini, belum lagi yang lainnya, tidak perlu dikomentari. Mereka menyatakan, dengan kejelasan maksimum dalam berbahasa, bahwa orang-orang Yahudi akan kembali ke Yudea, dan pada akhirnya akan secara permanen dikembalikan ke tanah nenek moyang mereka.” Bagaimana hal ini bisa terjadi, ia tidak mungkin pasti karena tampak mustahil pada zamannya, namun ia menulis,” cukuplah bagi orang Kristen untuk tahu bahwa (2000 tahun terahir) tidak dapat menghilangkan hak tanah, ataupun menghalangi hak dari Surga milik benih Abraham akan kepemilikan final dan kekal tanah Kanaan.” Betapa suatu perbandingan dan pembelaan terhadap apa yang kita percayai. Orang-orang Yahudi buta dan tidak dapat melihat bahwa Allah masih memperhatikan mereka. Seorang Kristen, yang berpegang pada Firman Allah, dapat melihat dengan jelas apa yang Allah akan lakukan satu abad setelah zamannya. Anda akan selalu berada pada pihak yang benar jika anda percaya Alkitab. (Buku Keith tersedia dalam bentuk download gratis dari Google Books)
TONY BLAIR MENGATAKAN BAHWA INJILI-INJILI MUDA SEKARANG LEBIH RILEKS MENGENAI TOPIK HOMOSEKSUALITAS
Dalam sebuah wawancara dengan Attitude, majalah homoseksual di Inggris, mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, mengobservasi bahwa “Injili-injili yang lebih muda” sekarang lebih rileks dalam posisi mereka terhadap homoseksualitas. Ia mengatakan, “Saya pikir, semakin hari semakin demikian di antara generasi muda di Amerika, bahkan jika mereka berposisi di sayap kanan partai Republik, bahkan jika mereka Injili, saya berpikir bahwa sikap anti-gay sudah tidak memiliki kekuatan yang sama dengan generasi yang lalu” (ReligiousIntellige nce.co.uk, 8 April 2009). Blair, yang bergabung dengan Gereja Roma Katolik tahun 2007, tentu saja benar dalam observasi ini. Sejak orang-orang Injili secara umum menolak separatisme sekitar setengah abad yang lalu, gerakan tersebut [Injili] telah berubah dari buruk menjadi lebih buruk lagi. Karena gerakan Injili tidak mau berpisah dari “budaya,” maka ia dipengaruhi oleh budaya dan akan merefleksikan pemikiran masyarakat modern, dan bukan pengajaran-pengajar an Alkitab. Elemen-elemen “emerging church” dalam Injili telah jelas menolak sikap “anti-gay.” Sebagai contoh, Brian McLaren mengatakan, “Sejujurnya, banyak di antara kita tidak tahu apa yang harus kita pikirkan tentang homoseksualitas. …Kita tidak yakin di mana atau apakah harus menarik garik, dan kita juag tidak tahu bagaimana untuk menerapkan garis yang ditarik dengan adil….Mungkin kita perlu ada lima tahun gencatan sebelum membuat pernyataan-pernyata an” (“Brian McLaren on the Homosexual Question,” 23 Jan. 2006, http://blog. christianitytoda y.com/outofur/ archives/ 2006/01/brian_ mclaren_o. html).
RICK WARREN MENGATAKAN BAHWA DIA TIDAK “ANTI-GAY ATAU SEORANG AKTIVIS ANTI PERNIKAHAN GAY”
Dalam penampilannya di Larry King Live, 6 April 2009, Pastor Rick Warren dari Gereja Saddleback mengatakan bahwa dia bukanlah seorang “aktivis anti pernikahan gay.” Ia memberitahu King: “Selama berlangsungnya Proposisi 8 [suatu hukum di Kalifornia untuk melarang pernikahan gay], saya tidak pernah sekalipun pergi ke sebuah pertemuan tentang hal itu, tidak pernah mengeluarkan pernyataan, tidak pernah, bahkan sekalipun memberikan dukungan selama dua tahun Proposisi 8 digodok. Seminggu sebelum pengambilan suara, ada seorang di gereja saya yang berkata, Pastor Rick, apa pendapat anda mengenai semua hal ini? Dan saya mengirimkan pesan kepada anggota-anggota saya sendiri bahwa, saya sebenarnya percaya pernikahan adalah – dan seharusnya didefinisikan sebagai – antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Dan kemudian tiba-tiba karena itu, mereka menggambarkan saya, ya tahulah, sesuatu yang bukan saya sebenarnya.. …Saya menulis kepada semua teman gay saya – para pemimpin yang saya kenal – dan saya benar-benar minta maaf kepada mereka.” Gembala sidang ini minta maaf kepada para homoseksual yang mati-matian ingin menghancurkan fondasi moral Amerika! Dia, seharusnya, malah menegur mereka karena usaha mereka mengacaukan institusi pernikahan yang diberikan Allah. Dalam sebuah wawancara dengan Beliefnet pada bulan Desember 2008, Warren mengatakan bahwa perceraian adalah ancaman yang lebih besar terhadap keluarga dibandingkan dengan pernikahan homoseksual, dan mengklaim bahwa homoseksualitas tidak lebih buruk dari dosa-dosa lain, seperti gosip. Walaupun benar bahwa setiap dosa adalah jahat di mata Allah, dan benar juga bahwa semua dosa dapat diampuni melalui pertobatan dan iman dalam darah Yesus Kristus, Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa semua dosa memiliki efek yang sama dalam dunia ini. Allah tidak menjatuhkan api dan belerang ke atas Sodom karena iri hatinya, atau ketamakannya, atau gosip, atau perceraian. Sodom dihakimi secara spesifik karena dosa homoseksualitas (Yud. 7). Homoseksualitas berada dalam kategori khusus karena ini adalah dosa melawan alam sendiri. Ia menghancurkan dasar-dasar masyarakat, yaitu keluarga yang didefinisikan secara Alkitabiah sebagai – seorang laki-laki dan wanita bersatu dalam pernikahan kudus. Homoseksualitas adalah “memalukan,” “tak wajar,” “tidak pantas,” dan adalah hasil dari “pikiran yang terkutuk” (Roma 1:26-28). Ketika “pernikahan” homoseksualitas diterima, institusi pernikahan akan hancur, dan pengkhotbah- pengkhotbah harus bersuara untuk melawan ini semua. Dalam wawancara Larry King yang sama, Warren mengatakan bahwa ia berbicara di kebaktian peringatan 40 tahun meninggalnya Martin Luther King, dan bahwa ia menyimpan foto King dan Gandhi di kantornya, dan bahwa King adalah “seorang pahlawan sepanjang hidup saya.” Ia lupa untuk menyatakan bahwa Martin Luther King adalah seorang pezinah dan secara theologis seorang modernis yang menyangkali iman yang katanya Warren percayai.
Editor (Dr. Steven Liauw): Rick Warren, sebagai perwakilan Injili yang secara duniawi bisa dikatakan paling sukses, memperlihatkan semangat Injili: walaupun dia percaya homoseksualitas salah, tetapi ia tidak mau berjuang dan bersuara melawan homoseksualitas. Ia bahkan minta maaf terhadap kaum homoseksualitas! Ini menunjukkan bahwa Warren sungguh bingung mengenai kebenaran. Mengapakah harus minta maaf karena memberitakan kebenaran? Warren bahkan belum memberitakan seluruh kebenaran. Konsep Injili untuk tidak menyatakan kesalahan, karena takut dibenci dan takut dikucilkan, sungguh tidak Alkitabiah. Bahayanya, banyak sekali orang-orang Kristen Indonesia yang kagum akan Rick Warren. Banyak sekali gembala sidang yang ingin belajar dari Warren cara membangun gereja yang besar. Mereka tidak sadar bahwa gereja Warren besar karena didasarkan pada kompromi.
ATHEISME MENYEBAR DI KANADA
Menurut jajak pendapat agama yang baru, jumlah warga Kanada yang percaya pada Allah menurun dari 84% pada tahun 2000 menjadi 71% pada tahun 2008 (All Headline News, 10 April 2009. Jajak pendapat oleh Ipsos Reid ini didasarkan pada survei 1000 responden Desember yang lalu. Persentase di antara laki-laki hanyalah 63%, sementara di antara wanita adalah 79%. Menurut jajak pendapat yang sama, hanya 20% orang Kanada percaya ada kehidupan setelah kematian.
5 April 2009
JOHN FLIPSE WALVOORD

John
Flipse Walvoord (lahir 1 Mei 1910, pulang ke rumah Bapa tanggal 20
Desember 2002), adalah seorang Teolog Kristen, Gembala/Pendeta, dan
President/Rektor Dallas Theological Seminary dari tahun 1952 sampai
1986. Beliau menulis lebih dari 30 buku, fokus utama pada bidang
Eskatologi dan Teologi termasuk The Rapture Question, dan menjadi Ko-editor dari The Bible Knowledge Commentary bersama Roy B. Zuck. Mendapat gelar kesarjanaan AB dan DD dari Wheaton College, dan AM degree dari Texas Christian University bidang philosophy, gelar ThB, ThM, dan ThD bidang Systematic theology dari Dallas Theological Seminary, dan gelar LittD dari Liberty Baptist Seminary.
Walvoord
tumbuh dalam keluarga Kristen, tetapi hanya punya sedikit ketertarikan
dalam Iman Kristen sampai berumur 15 tahun, ketika keluarganya pindah
ke Racine setelah ayahnya, John Garrett Walvoord, seorang guru,
mendapatkan posisi sebagai SuperIntendent sebuah SMP. Mereka bergabung
dalam gereja lokal Union Gospel Tabernacle dimana dia memberikan
hidupnya bagi Kristus setelah menghadiri Pemahaman Alkitab membahas
Galatia.
Setelah
menyelesaikan pendidikannya di Wheaton College, Walvoord studi ke Texas
Christian University dan Dallas Theological Seminary dimana dia
menyelesaikan Th.D pada tahun 1936. Ia ingin ke China sebagai
misionaris. Pada waktu itu dia tidak dapat percaya alias heran, tidak
seorang pun mau pergi ke China. Namun Tuhan punya rencana berbeda
baginya.
Rektor Seminari dan Mentornya, Lewis Sperry Chafer
menyetujui Walvoord sebagai pendaftar. Selama masa jabatan, dia juga
mengajar Sistematika Teologi di DTS, dan gembala selama 16 tahun di
Gereja Rosen Heights Presbyterian di Fort Worth. Walvoord berperan
lebih banyak dalam administrasi DTS, setelah menjadi asisten Chafer dan
sekjur dan setelah meninggalnya Chafer tahun 1952, Beliau menjadi
Rektor kedua DTS sampai masa pensiunnya 1986.
John Walvoord menikahi Geraldine Delores Lundgren di kota asal istrinya, Geneva, Illinois. Geraldine adalah anak kelima dari 6 bersaudara dari pssangan native Swedes Gustaf Edward Lundgren dan Emily Skoglund.
Kasih yang dalam dan komitmen untuk mengikuti kehendak Tuhan, akhirnya
John dan Geraldine menikah pada tanggal 28 Juni 1939. Mereka dikaruniai
4 orang anak, John Edward, James Randall, Timothy Peter dan Paul David. John Edward lahir February 20, 1942 di Fort Worth, Texas. Pada December 22, 1972 dia menikahi Jane Evelyn Currin.
James Randall lahir June 17, 1945 di Fort Worth. Timothy Peter lahir
April 17, 1954 di Dallas. namun meninggal dalam kecelakaan tragis
(tragic auto accident) pada June 22, 1979. Paul David lahir August 8,
1957.
John
F. Walvoord berpisah dari dunia ini dan bersama Tuhan dan
Juruselamatnya pada tanggal 20 Desember 2002 pada usia 92 tahun. Ehm,
termasuk Teolog yang meninggal dalam usia panjang.
Sebagai
tambahan dalam tanggung jawabnya di DTS, Walvoord menerima reputasi
sebagai salah satu Teolog Dispensasi yang paling berpengaruh dalam abad
20 dan memainkan peran terkemuka sebagai pembela
Pretribulational-Rapture Kristen, 1000 tahun literal masa Milenium
pemerintahan Kristus dalam Kerajaan 1000 tahun, dan perbedaan jelas
antara Bangsa Israel dan Gereja.
“What I covet for you is the same experience that I had — and that
is discovering God’s perfect will for your life — nothing less,
nothing more, nothing else.”
- John F. Walvoord
Dr. John F. Walvoord sangat mungkin adalah Penafsir Nubuat Alkitab paling terkemuka di dunia.
When autographing his books, Dr. Walvoord would put the Bible reference “Rev. 22:20″ beneath his name.
“He who testifies to these things says, “Yes, I am coming soon.” Amen. Come, Lord Jesus.”
Hasil Karya Tulis Walvoord
- The Revelation of Jesus Christ, John Walvoord, Moody Publishers (1966), ISBN 0802473091
- Daniel: The Key to Prophetic Revelation, John Walvoord, Moody Publishers (1971), ISBN 0802417531
- Jesus Christ Our Lord, John F Walvoord, Moody Publishers (1974), ISBN 0802443265 (Yesus Kristus Tuhan Kita, Penerbit YAKIN)
- Major Bible Themes (with Lewis Sperry Chafer) (1974)
- The Blessed Hope and the Tribulation: A Historical and Biblical Study of Posttribulationism (1976)
- The Rapture Question (1979), bhs indonesia diterbitkan Gospel Press
- The Millennial Kingdom (1983)
- The Bible Knowledge Commentary, (with Roy B. Zuck), Cook Communications (1989), ISBN 0-89693-800-X

- The Holy Spirit: A Comprehensive Study of the Person and Work of the Holy Spirit (1991)
- (contributor) Five Views on Sanctification (1996)
- (contributor) Four Views on Hell, Zondervan Corp. (1996), ISBN 0310533112
- Matthew: Thy Kingdom Come, The Moody Bible Institute of Chicago (1974), ISBN 0802451896
- The Final Drama: Fourteen Keys to Understanding the Prophetic Scriptures, Kregel Publications (1998), ISBN 0-8254-3971-X
- Every Prophecy of the Bible, Cook Communications (1999), ISBN 1-56476-758-2
- The Church in Prophecy: Exploring God’s Purpose for the Present Age, Kregel Publications (1999), ISBN 0-8254-3968-X
- The Power of Praying Together: Experiencing Christ Actively in Charge, (with Oliver W. Price) Kregel Publications (1999), ISBN 0825435528
- Armageddon: Oil And The Middle East Crisis*

- Major Bible Prophecies, Zondervan Corp. (1999), ISBN 0310234670 Pedoman Lengkap NUBUAT Alkitab, Kalam Hidup Bandung
- Blessed Hope, (Autobiography with Mal Couch), AMG Publishers (2001), ISBN 0899573614

- Prophecy in the New Millennium, Kregel Publications (2001), ISBN 8025439671
Sumber: “http://en.wikipedia.org/wiki/John_Walvoord“
Lebih jauh tentang Walvoord klik SINI
Baca juga Knowing God dan Teologi Dispensasi
KITAB SUCI ILT Edisi ke-2
Beberapa hari lalu, saya ditelepon seorang muslim, yang bertanya seputar nama Allah dan YAHWEH, serta beberapa hal lain, sambil juga memberitahu saya bahwa dia sudah membeli KITAB SUCI ILT Edisi ke-2 di GRAMEDIA Surabaya. Dari Beliau, saya tahu bahwa Kitab Suci ILT sudah mulai masuk ke semua toko buku GRAMEDIA se-Indonesia.
Kemudian, beberapa hari kemudian, saya pergi ke TB Gramedia Sudirman Jogja, berusaha mencari Kitab Suci ILT, Saya menelusuri bagian Alkitab. Seorang ibu dan anak perempuannya yang sekolah di SD Katolik, sedang mencari Alkitab Katolik. Ibu ini bertanya kepada petugas jaga. Petugas jaga tidak terlalu mengerti soal pilihan alkitab mana, ada yang dengan Deuterokanonika dan tanpa Deuterokanonika.
Lalu, saya melirik ibu ini, dan ibu ini melihat kepada saya dan akhirnya bertanya, mana yang lebih bagus, atau saya lupa persisnya, lalu saya tunjukkan Alkitab yg terdiri dari 66 kitab, sambil saya juga jelaskan Deuterokanonika itu Alkitabnya orang2 Katolik. Ibu itu memegang Alkitab yg 66 kitab itu. Anaknya bersih keras mencari Alkitab Katolik, tapi tidak tahu mau pilih yang mana.
Tampaknya ibu ini, bukan seorang kristen dan juga bukan katolik, hanya karena ingin memenuhi kebutuhan anaknya, dengan mengatakan anaknya ingin belajar Alkitab Katolik. Demikian kisah sekilas dalam menelusuri Kitab Suci ILT yang ternyata belum masuk di Gramedia Jogja, meski di komputer sudah ada listnya, karena sistemnya terpusat, jadi jika di Jakarta sudah mengetikkan atau input data, maka semua komputer di seluruh Indonesia terinput, meski buku itu belum ada atau belum ditampilkan di toko buku selain Jakarta.
Butuh waktu, belum masuk ke Jogja, kata mbak yang melayani Customer.
Dari seorang pendeta yang khotbah di Kebaktian Kaum Muda di gereja saya, saya tahu bahwa Kitab Suci ILT Edisi ke-2 sudah dijual di TB. Betania. Saya sempat melihat Kitab Suci ini dari pendeta tersebut.
Dari 7 Kritikan saya kepada pihak Yalensa (selaku penerbit), memang tampak ada beberapa perbaikan, terlihat di kata pengantar untuk edisi ke-2, misal kata istri, perempuan, suami, dan laki-laki, dan juga huruf-hurufnya lebih besar dari cetakan ke-1, waktu itu saya berharap, bagian huruf untuk catatan kaki dibuat bercetak miring seperti KJV, agar mudah terlihat.
Saya pernah membaca komentar-komentar orang tentang Kitab Suci ILT, satu yang menarik yaitu ada usulan, agar YALENSA yang menerbitkan via percetakan ABIYAH PRATAMA pada Edisi ke-2 ini, maybe suatu hari bisa membuat Diaglot, Kitab Suci 2 bahasa ILT- KJV dalam satu buku. Hal ini mengingat sumber KJV dan ILT sama-sama pada naskah MT (tul PL) dan TR (tuk PB), lagian, KJV itu sudah milik Public Domain, bebas digandakan, tidak ada Copyright.
Menarik untuk ditanggapi oleh pihak YALENSA. Harga Edisi ke-2 ini dijual Rp 57.500,00 dicetak sebanyak 50rb exp. Edisi 1 dicetak 20rb exp.
Menurut buku tipis sebagai guidance book ILT Edisi ke-2, ada cukup banyak perubahan. GKmin yaitu Pak Petrus Wijayanto pernah menjelaskannya.
Tgl 18 Maret lalu saya sudah membeli Kitab Suci ILT Edisi 2 di TB. Betania Jogja. Berikut Covernya.

Demikian tulisan singkat saya. Btw, Kristen Fundamental tidak terlibat dalam penerjemahannya, dan Dr. Liauw saya beritahu mengenai ihwal ada ILT. Namun tidak terlalu memusingkan hal ini. Bagi kami Kristen Fundamental, asal hasil terjemahnya bisa seperti KJV, itu bagus. Sumber teksnya sama MT dan TR. Terjemahannya memang perlu terus disempurnakan dan diperbaiki.
Sekarang pihak KS ILT sudah membuat Software Kitab Suci ILT Edisi ke-2 yg bisa jalan di HP dan PDA bisa dipesan dan dilihat di SINI
Berita Mingguan 04 April 2009
Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com
KETIDAKPERCAYAAN USKUP AGUNG CANTERBURY
Rowan Williams, Uskup Agung Canterbury, mengklaim bahwa Allah tidak akan mengintervensi untuk menyelamatkan dunia. Setelah menggambarkan berbagai skenario kiamat yang disebabkan oleh hal-hal seperti global warming atau bioterorisme, pemimpin Komuni Anglikan sedunia tersebut mengatakan: “mengusulkan bahwa Allah mungkin akan intervensi untuk melindungi kita dari praktek-praktek kita bersama yang bodoh adalah sama tidak kristiani dan tidak Alkitabiahnya dengan mengusulkan bahwa Ia akan melindungi kita dari konsekuensi kebodohan atau dosa kita secara individu” (“God Won’t Rescue World from Stupidity,” USA Today, 27 Maret 2009). Pemimpin gereja yang buta rohani ini menambahkan bahwa “tidak akan ada jaring pengaman yang menjamin bagi kita suatu happy ending (akhir yang bahagia) di dunia ini.” Faktanya adalah, kita tidak tahu apapun mengenai masa depan secara pasti kecuali hal-hal yang telah Allah singkapkan dalam Kitab Suci, dan di sana kita temukan bahwa dunia tidak akan berakhir karena bencana alam yang disebabkan manusia. Sebaliknya, Yesus Kristus akan kembali dalam kuasa dan kemuliaan dan mendirikan kerajaan Allah yang mendunia, memerintah dengan gada besi. “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: `Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan’ ” (2 Pet. 3:3-4)
GILA AKAN SELF-ESTEEM (HARGA DIRI) MENCIPTAKAN GENERASI ORANG-ORANG EGOIS
Berikut ini disadur dari “Praising Obsession Creates Generation of Egotistical Students,” London Telegraph, 15 Maret 2009: “Obsesi terhadap self-esteem (harga diri) anak-anak sedang menimbulkan narsisme, kata Dr. Carol Craig, pemimpin dari pusat percaya diri dan kesejahteraan di Glasgow….. Staf sekolah dan para orang tua merasa mereka tidak boleh mengkritik anak-anak mereka karena takut melukai mereka, menurut Dr. Craig, dan ini menciptakan bagi mereka (anak-anak) suatu mentalitas “semuanya tentang saya.” Dia mengklaim, bahwa para ibu dan ayah kini sering memberitahu guru-guru bahwa `buruk bagi harga dirinya’ jika putra mereka tidak lulus ujian mengeja, atau bahwa putri mereka menjadi `tidak bahagia’ karena tidak mendapat peran dalam proyek pantomim di sekolah. Dr. Craig menyatkan bahwa agenda self-esteem, yang telah diimpor dari Amerika Serikat, adalah `ide yang sedang naik daun’ tetapi telah diterapkan terlalu jauh dan dia mendesak sekolah-sekolah untuk kembali memainkan peran sebagai pendidik, bukan psikologis. Dia mengatakan bahwa obsesi terhadap harga diri anak-anak sedang menimbulkan narsisme. Berbicara di konferensi Association of School and College Leaders di Birmingham, Dr. Craig berkata: “Orang-orang yang narsis akan menjadi orang tua, karyawan, dan partner yang sangat buruk dalam suatu hubungan. Ini bukanlah suatu karakteristik yang positif. Ada bahaya bahwa kita justru sedang mendorong hal ini.’….Konferensi itu mendengarkan cerita bagaimana seorang guru matematika di suatu sekolah membenarkan seorang murid yang menulis angka nol di tempat yang salah. Murid itu menjawab: `Terima kasih, tetapi saya lebih suka cara saya.’”
BIARAWATI KATOLIK MENGGAMBARKAN IMORALITAS YANG MERAJALELA DIANTARA IMAM-IMAM DAN SUSTER-SUSTER
Berikut ini dikutip dari “Catholic Church Stung by Autobiography, ” The Independent, London, Feb. 20, 2009: “Cerita seorang mantan biarawati yang mendetilkan hubungan gelap, pelecehan seksual dan pemalakan di biara tempat ia menjalani hidupnya selama tiga dasawarsa, menimbulkan kegemparan di gereja Katolik di Kerala, sebuah negara bagian India di daerah selatan. Dalam buku “Amen – an Autobiography of a Nun,” suster Jesme mengatakan bahwa ketika dia menjadi seorang biarawati, dia menemukan imam-imam yang memaksa para novice (gadis-gadis yang sedang menunggu untuk menjadi biarawati) untuk berhubungan seks dengan mereka. Juga ada hubungan homoseksual yang rahasia di antara para biarawati dan suatu ketika dia pernah dipaksa untuk masuk dalam hubungan seperti itu dengan biarawati lain yang mengatakan bahwa ia lebih suka yang seperti demikian karena tidak mungkin menjadi hamil. `Saya mau mengekspresikan perasaan saya dan menjelaskan apa yang terjadi pada saya….Saya mau orang-orang untuk tahu bagaimana saya telah menderita,’ dia bercerita kepada The Independent tadi malam, berbicara dari kota Kozhikode… …Suster Jesme, yang tahun lalu turun dari posisi kepala sekolah sebuah sekolah tinggi Katolik di Thrissur, mengklaim bahwa para suster senior berusaha untuk memasukkan dia ke dalam institusi sakit jiwa setelah dia bersuara melawan mereka…..Kemarin malam, seorang juru bicara ordo Syro-Malabar dari Roma Katolik, Dr. Paul Thelakkat, mengacuhkan semua tuduhan Suster Jesme sebagai sebuah “buku hal-hal yang remeh.” `Itu adalah pengalaman dia, tetapi hal-hal seperti ini bisa saja masuk ke dalam kehidupan komunitas,’ dia menjelaskan. Ketika ditanya apakah gereja syok oleh semua tuduhan tersebut, ia menjawab: `Sama sekali tidak. Gereja tahu akan hal-hal ini.’”
PANDANGAN RASISME PARA EVOLUSIONIS AWAL
Charles Darwin dan para bapa teori evolusi lainnya, adalah orang-orang rasis (menjunjung suku bangsa sendiri, merendahkan/ membenci suku bangsa lain). Dan sungguh, jika evolusi itu benar, maka rasisme adalah kesimpulan yang pantas, karena dengan begitu artinya tipe-tipe orang tertentu lebih maju dibandingkan lainnya, sama seperti manusia lebih maju dari (menurut mereka) nenek moyangnya, yaitu para kera. Darwin mengatakan: “Di suatu waktu di masa depan, tidak terlalu jauh sampai berabad-abad, ras-ras manusia yang beradab hampir pasti akan memusnahkan, dan menggantikan, ras-ras buas yang ada di seluruh dunia…..Perbedaan antara manusia dengan temannya yang paling dekat, pada saat itu akan jauh lebih lebar, karena akan memisahkan antara manusia yang lebih beradab lagi, demikian kita harap, daripada ras Caucasian, dengan kera-kera yang rendah seperti babon, dibandingkan dengan hari ini [di mana perbedaannya adalah] antara kaum negro atau Australia (aborigin) dengan gorila” (The Descent of Man and Selection in Relation to Sex, 1871, hal. 21-42). Ernst Haeckl mengatakan, “Orang Caucasian, atau orang Mediterannian (Homo Mediterraneus) , telah sejak waktu lampau yang tak teringat lagi, ditaruh sebagai pemimpin semua ras manusia, sebagai yang telah berkembang paling jauh dan paling sempurna” (The History of Creation, 1868, vol. 2, hal. 321). Teman Darwin, Thomas Huxley mengatakan, “Tidak ada orang yang rasional, yang tahu akan fakta-fakta, akan percaya bahwa rata-rata negro adalah setara dengan, apalagi superior dibandingkan dengan, orang kulit putih” (Lectures and Lay Sermons, 1871, hal. 115). Mengklaim bahwa manusia berevolusi, namun bahwa semua manusia sama dan bahwa tujuan dalam kehidupan adalah kontradiksi.
Dr. Liauw: Dari sudut pandang orang Kristen yang percaya Alkitab, tidak ada banyak ras (Caucasian, Mongoloid, Australoid, dll). Yang ada hanya satu ras: yaitu ras manusia. Ini karena semua manusia berasal dari Adam dan Hawa. Memang ada banyak suku dan bangsa, tetapi satu ras saja, ras manusia.