Beranda > BERITA, TOKOH > Mongol Bintang STAND UP COMEDY Pernah Jadi Pemimpin Gereja Setan

Mongol Bintang STAND UP COMEDY Pernah Jadi Pemimpin Gereja Setan


Komentar saya: Pertama kali lihat di TV, wuih lucu, eh kayaknya orang ini pernah kulihat di VCD Kesaksian mantan pemimpin Gereja Setan yang Bertobat. Eh benaran ternyata. Asyik juga bisa menyaksikan STAND UP COMEDY beliau.
Detiknews-Jakarta – Dalam kisah sebelumnya, komedian Mongol mengungkapkan bahwa masa lalunya sangat kelam. Sebelum bertobat, ternyata ia pernah mengikuti sekte sesat, yaitu menjadi pemimpin gereja setan.

“Dulu aku ikut satu komunitas namanya Church of Satan di satu link yang namanya Lucifer Circle. Aku pimpinannya dan aku pimpinan untuk benua Asia,” ujarnya serius saat berbincang dengan Detikhot.

Mongol merasa terlahir dari keluarga yang tak punya dasar agama yang kuat. Sehingga, hal itu membuatnya salah jalan dan mengikuti bahkan menjadi pemimpin sekte sesat gereja setan di Manado.

Ketika itu Mongol dipilih sebagai pemimpin gereja setan untuk benua Asia karena dinilai cerdas. Makanya ia pun mendapat tugas untuk menyesatkan dengan cara membelokkan konsep kekristenan.

“Kita punya konsep yang namanya logically concept, konsep otak. Kerjaan kita membahas isi Alkitab mana yang bisa kita ubah secara konseptual dan kita munculkan dalam bentuk buku atau traktat lalu kita taruh di gereja atau di toko buku Kristen agar orang baca dan berubah pandangan,” paparnya.


Pria kelahiran Manado 27 September 1978 itu memang tak main-main dengan pengakuannya. “Dulu aku begitu ditakuti. Menunjuk orang kalau aku bilang mati, ya mati,” ujarnya.

Namun, kini semua itu tinggal cerita. Mongol telah meninggalkan semua masa lalunya yang kelam itu. Ia pun mengaku tak menyangka, soalnya secara posisi, fasilitas dan segala kemewahan yang ditawarkan gereja setan kepadanya dirasanya tak mungkin bisa membuatnya bertobat.

Lantas bagaimana ia kemudian bisa “kembali ke jalan yang benar”? “Aku dijamah Tuhan dan bisa tersenyum sama tertawa. Dulu aku nggak bisa,” jawabnya, kali ini jelas tidak sedang melawak. “Itu adalah mukjizat pertama yang aku bilang adalah sukacita. Secara fisik dan otak, nggak mungkin aku bertobat, tapi bagi Tuhan nggak ada yang nggak mungkin,” sambungnya.

Mongol merasa hidup jadi lebih indah setelah bertobat. Di balik kesuksesannya saat ini, ia percaya pada mukjizat. “Itu sudah kasih karunia Tuhan yang berlaku buat aku ketika aku mengalami pertobatan. Bagian terindah dalam hidup. Sekalipun senyumku jelek, aku bersyukur bisa tersenyum,” tandasnya. Hahaha.
Jakarta – Stand up comedy atau melawak dengan gaya monolog sedang digandrungi masyarakat. Di antara beberapa pelakunya, nama Mongol kini tengah naik daun lantaran dianggap lucu dalam setiap penampilannya.

Pria bernama asli Rony Imannuel itu berhasil mencuri perhatian sejak pertama tampil di acara ‘Stand Up Comedy Show’ yang tayang di Metro TV. Banyak orang tertawa terpingkal-pingkal saat ia membawa materi lawakan seputar dirinya maupun realitas sosial di masyarakat.

Mongol seringkali mengangkat tema seputar kaum homoseksual yang disebutnya dengan istilah KW. Masalah pencopet di Jakarta hingga jambul Syahrini pun tak luput jadi bahan leluconnya di atas panggung.

Belum lama ini, Detikhot pun berkesempatan mewawancarai Mongol di sebuah kafe di daerah Warung Buncit, Jakarta Selatan. “Maaf agak terlambat, tadi aku berteduh dulu menunggu hujan berhenti. Soalnya aku ke sini naik ojek,” ujarnya mengawali perbincangan.

Pria yang biasanya melucu itu tampak ramah dan bersahabat. Ia tampil sederhana mengenakan kaos putih berkerah dipadu dengan celana jeans abu-abu. Selain itu, ia juga berkacamata dan ada anting berlian di telinga kirinya.

Perawakan Mongol unik. Matanya sipit dan kulitnya sawo matang. Sedangkan logat bicaranya terdengar seperti orang Batak. Namun ia mengaku asli kelahiran Manado, sedangkan ayahnya orang Mongolia. “Itu makanya aku dipanggil Mongol. Dari kecil memang sudah dipanggil begitu,” katanya.
Adapun mengenai logat bicaranya yang seperti orang Batak, Mongol menjelaskan bahwa ia tinggal cukup lama bersama orang Batak saat pertama kali merantau ke Jakarta. Terlepas dari itu, selama ini memang tak ada yang percaya jika ia mengaku sebagai orang Manado.

“Dulu di Pasar Senen aku pernah ditanya, orang mana? Aku jawab, orang Manado. Eh dia nggak percaya dan bilang, orang Manado itu ganteng, kulit putih, dan hidung mancung. Lah, kau macam bodat (monyet dalam bahasa Batak) begitu,” kisahnya.

“Kulitku hitam begini, makanya orang lebih percaya kalau aku orang Batak ketimbang Manado,” sambungnya seraya tertawa.

Dikisahkan, profesinya sebagai seorang comic (pelaku Stand Up Comedy) terjadi secara tak sengaja. Pertengahan Juli lalu, ia dijebak seorang temannya untuk tampil melucu di Comedy Cafe, Kemang, Jakarta Selatan. “Waktu itu kagetlah aku. Sumpah demi Tuhan, kaget. Ternyata aku disuruh melucu di depan orang-orang,” kenangnya.

Namun siapa sangka, lelucon Mongol di atas panggung itu ternyata sukses membuat seluruh penonton di tempat tersebut tertawa terpingkal-pingkal. “Puji Tuhan, waktu itu pecah istilahnya, menggelegar semua sampai berdiri tepuk tangan. Malah ada yang bilang, itu anak dikerjain saja bisa begitu, bagaimana kalau nggak?” paparnya.

Sejak saat itu, pria kelahiran Manado 27 September 1978 itu kerap diminta manggung dan melucu di kafe tersebut. Hingga suatu ketika, kesempatan menghampirinya untuk tampil dalam acara ‘Stand Up Comedy Show’ di Metro TV.

Lantaran baru pertama kali tampil di televisi, Mongol pun tegang di depan kamera. Tak hanya itu, ia juga merasa gugup karena harus berdampingan dengan orang-orang yang dinilainya telah punya nama besar seperti Steny Agustaf, Soleh Solihun, Miund, Iwel Wel dan Isman.

“Gugupnya itu bukan hanya soal di depan kamera, tapi berdampingan dengan mereka itu kan berat. Siapalah aku ini? Apalagi penontonnya itu banyak banget. Makanya pertama kali jadi gugup,” ujarnya.

Namun lagi-lagi Mongol mampu mengalahkan kendalanya itu. Ia berhasil menguasai panggung dan membuat penonton tertawa. Begitu pula di episode-episode selanjutnya. Padahal diakuinya, selama ini ia tak pernah menghafal materi. Semua mengalir begitu saja.
Menyikapi keberhasilannya itu, Mongol pun mengaku bersyukur kepada Tuhan. Apalagi banyak penggemarnya yang beranggapan, penampilannya tak diragukan jika sudah naik ke atas panggung.
“Puji Tuhan sampai sekarang aku bisa dianggap beberapa orang dan komunitas sebagai salah satu comic yang sukses. Pokoknya dianggap salah satu dewa stand up comedy Indonesia. Ada yang bilang, kalau aku naik panggung sudah jaminan pasti lucu. Hahaha,” tuturnya.

Jakarta – Di balik kelucuannya, tersimpan masa lalu yang kelam. Setidaknya, demikianlah Mongol mengenang sejarah kesuksesannya sebagai salah satu bintang stand up comedy yang bersinar. Ya, di balik honornya yang telah mencapai Rp 8 juta sehari, ia punya cerita tentang cita-cita yang kandas.”Masa lalu aku dulu sangat kelam dan aku kemudian bertobat. Dalam Kristen istilahnya lahir baru,” ungkapnya saat berbincang dengan Detikhot. “Itu sudah kebiasaan orang Manado, dikala bertobat dan dijamah Tuhan, cita-citanya langsung jadi pendeta,” sambungnya diiringi tawa.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Mongol merantau dari Manado ke Jakarta untuk menempuh pendidikan sekolah pendeta. Itu terjadi pada 1997. Bisa dibilang, saat itu pria bernama asli Rony Imannuel tersebut berangkat ke Jakarta dengan modal nekat.

“Waktu itu aku berangkat hanya bawa duit 100 perak logam karena jadi pendeta itu dibiayai sponsor. Aku naik kapal laut dengan waktu 6 hari perjalanan dan singgah di kiri-kanan,” kisahnya.

Beberapa bulan di Jakarta, tak ada kejelasan dari pihak sponsor untuk menyekolahkan Mongol jadi pendeta. Hingga akhirnya harapannya tersebut kandas di tengah jalan. “Waktu itu aku kemudian tahu, orang yang mensponsori aku sudah pergi ke Amerika. Makanya akhirnya batal,” ujarnya masih menyisakan kesal.

Gagal masuk sekolah pendeta dan tak punya uang praktis membuat pria kelahiran 27 September 1978 itu luntang-lantung di Jakarta. Berbagai upaya pun coba dilakukannya untuk bertahan hidup.

“Pertama kali aku tidur di emperan toko di Sarinah. Malam-malam bantu tukang pecel lele di Jalan Sunda. Aku bantu kerja walaupun cuma dikasih makan. Aku ingat waktu itu juga kadang telat bayar kos. Tapi, ya Puji Tuhan dapat kos-kosan punya orang Batak dan dia masih mentolerir kalau telat seminggu atau sebulan. Nangis ya nangis waktu itu,” kenangnya.

Mongol pernah pula kerja di rumah makan Padang sebelum akhirnya bekerja di sebuah perusahaan swasta. “Di rumah makan padang gaji aku waktu itu Rp 400 ribu, terus kerja di sebuah perusahaan swasta gajinya Rp 1, 2 juta,” ungkapnya blak-blakan.

Setelah dua tahun lebih bekerja di sebuah perusahaan swasta, Mongol akhirnya memutuskan untuk berhenti dan ikut dalam sebuah manajemen artis. “Waktu itu aku menangani Dirly ‘Idol’ sekitar 4 tahun 8 bulan. Mengikuti dia syuting, nyanyi dan lain-lain,” katanya.

Lepas dari situ, Mongol kemudian membentuk manajemen sendiri bersama temannya. “Puji Tuhan waktu itu chanel-ku sudah banyak, jadi usaha itu jalan,” paparnya. Sejak itu pekerjaan Mongol pun mulai berkembang dan membuat pergaulannya meluas.

Singkat cerita, sifatnya yang humoris alias suka melucu mengantarkannya tampil dalam acara ‘Stand Up Comedy Show’ di Metro TV, hingga dikenal orang seperti sekarang. Ketika diingatkan kembali tentang cita-cita menjadi pendeta yang gagal, Mongol tak menyesal.

Baginya, jalan hidupnya kini sebagai komedian merupakan rencana Tuhan. “Pada akhirnya ya aku menyadari, jadi pendeta itu panggilan, bukan kemauan. Sejauh ini aku menilai ini semua adalah mukjizat Tuhan,” ujarnya mendadak serius. Puji Tuhan!  (bar/mmu/hkm) 

About these ads
  1. 30 Desember 2011 pukul 9:18 PM

    Semoga Tuhan memberkati Mongol.

  2. Harry Suharlan
    6 Januari 2012 pukul 8:13 AM

    Gaya SUC Mongol ok, bisa kasih tahu No HP atau manajemen yang bisa dikontak kalau mau ngundang dia manggung

  3. 6 Januari 2012 pukul 5:56 PM

    Maybe Pak Harry bisa menghubungi pihak Metro TV atau nonton STAND UP COMEDY setiap Kamis di METROTV, sehingga bisa menghubungi Mongol. GBU/

  4. Posma Sibarani
    7 Januari 2012 pukul 4:09 AM

    syalom, saya salut buat perjuangan dan keberhasilan saudara mongol ini,
    Tapi saya juga sangat kecewa sekali, marah, kesal bahkan jijik (maaf) melihat
    lawakan sdr mongol ini. karena dalam tampilan setidaknya 2 kali saya menyaksikan
    di STAND UP COMEDY MetroTV, mongol selalu mengolok-olok,menghina kekristenan
    bahkan nama Yesus di jadikan bahan lelucon murahan tidak bermutu. juga mengejek
    suku lain yaitu batak. yang jelas lawakan mongol sangat berbau SARA.
    apakah hanya demi ketenaran,kesuksesan kita harus menjual,mempermainkan
    ketuhanan? kalau memang benar seperti cerita dia bahwa dia sudah lahir baru
    maka tidak selayaknya dia berlaku demikian. justru yang saya lihat mongol ini seperti
    orang munafik yang tidak mengerti tentang arti kekristenan.
    bukankah masih banyak hal-hal lain di negri ini yang bisa menjadi bahan tertawaan?
    ingat setiap perkataan sia-sia harus dipertanggung jawab kan.
    Doa saya semoga Mongol segera bertobat dengan sebenarnya.
    Salam
    Tuhan Yesus Memberkati

  5. @inicahyadi
    29 Januari 2012 pukul 5:21 AM

    nyantai aja kali kristen kan gak punya FPI hahha ttd :standupcomedian juga

  6. 6 Februari 2012 pukul 2:40 PM

    @posma: dalam joke g ada kamus mengolok2 dan dia tidak menghina kristen dia hanya menyindir kita org kristen yg melakukan ibadah hanya sebagai rutinitas belaka ga lebih.
    untuk orang batak itu benar adanya sepreman2nya orang batak akan ciut klw da berurusan sama bibel..

  7. 6 Februari 2012 pukul 2:50 PM

    @Posma dan Siahaan, masukan Pak Posma patut diperhatikan Mongol. Thanks Pak. Maju terus Mongol, moga makin bersinar dalam panggilan-Nya

  8. Hisky
    20 Februari 2012 pukul 3:47 AM

    senang sekali saya bisa membaca kisamu Mongol…. aku mau jadi teman kamu, karena aku masih pingin tau kisahmu lebih banyak lagi sebelum kamu bertobat dan sesudah kamu bertobat. bisakah saya minta alamt Email dan Facebook kamu? Thanks.
    By. Hisky

  9. 26 Februari 2012 pukul 12:41 PM

    Pertama liat bg Mongol aq uda suka kali sama lawakannya…
    bang,aq org batak.
    orang batak itu gak cuma takut sama bible tapi juga sama parepet(ibu2 cerewet)
    Semoga tambah sukses ya bang….

    God Bless Us

  10. Carlo Pasaribu
    1 Maret 2012 pukul 12:58 PM

    @Posma: bukan porsi kita men”judge” Mongol… Itu udah bagiannya TUHAN… Kalau memang ada jokes Mongol yg kita anggap berbau SARA, kita bisa menyaring mana yg baik dan buruk dari semua itu…
    Just pray for him… GOD bless us!!

  11. Anonymous
    5 Maret 2012 pukul 2:44 PM

    Syalom abang Mongol,aqu salah satu fansmu bang,kbetulan aq juga Kristen,aqu slalu ngikutin joke2nya abang,saluuttt….moga ke depannya,abang selain jadi comic,kalo bisa juga jadikan itu sebagai kesaksian hidup abang,pasti anak2 Tuhan pada geerrr semua en trus dkat ma Tuhan lwat ksaksian abang,sungguh sangat inspiratif….good luck,Gbu…..

  12. Anonymous
    14 Maret 2012 pukul 9:58 AM

    semua ny itu hanya kehendak tuhan
    buat mongol trus lh berkreasi tpi ingat akan kebesaran tuhan yesus akan dirimu
    klo tentang mengina2 kristen itu
    saya prcya mongol tak mengina tpi dai hanya berkreasi lewat itu saja

    gbu

  13. gandha
    6 Mei 2012 pukul 10:30 AM

    selalu saja kita mendeskreditkan orang yang berpleluang sukses dengan dalih menebara SARA n menghina TUHAN. Kapan kita dapat menjadi bangsa yang dewasa.
    Maju terus Mongol…..Tuhan tidak buta.

  14. AGAPE
    7 Mei 2012 pukul 12:48 PM

    Maju terus…. humor memang kadang syarat dg kritik sosial-kemasyarakatan dan realitas keagamaan kita… lalu mengapa kita gak mau disentil?
    Proficiat Mongol!

  15. hisar petrus tambunan
    1 Juli 2012 pukul 11:12 AM

    god be bless

  16. 3 Juli 2012 pukul 8:54 AM

    tapi mongol sering menghina gereja and agama kristen dalam setiap lawakkan nya..??
    saya trkadang emosi liat lewakkannya yg sring menghina gereja and orang kristen..

  17. Nugroho
    4 Juli 2012 pukul 2:58 AM

    Setahu saya materi bang Mongol tidak menghina agama. Materi itu hanya menyentil pemahaman orang tentang agama. Menertawakan (baca mengkritik) keadaan di lingkungan sendiri, apalagi menyangkut kepercayaan, memang tidak mudah. Kalaupun memang ada niat menghina, kita sebagai umat Kristen gak usah ribut dan merasa berhak mewakili Tuhan untuk menghakimi. Doakan saja bang Mongol…Tuhan yang lebih tahu…kalau memang salah pasti akan kelihatan kok…peace…God bless you all.

  18. Harriman Saragih
    12 Juli 2012 pukul 3:06 AM

    Reblogged this on harrimansaragih and commented:
    Baru tau .__.

  19. antony
    18 Juli 2012 pukul 5:15 PM

    Lelucon yang berbau SARA dan agama memang sangat berbahaya dan itu sebaiknya dihindari. Ini realita di negara kita.

    Jadilah orang yang peka terhadap tipu daya iblis yg bisa saja menyamar menjadi malaikat terang

    semoga sdr.mongol ini berkata benar dgn semua kesaksiannya.

    Ngomong” hebat jg yah orang dibilang mati langsung bisa mati??
    (kalau yg ini, saya benar benar tidak percaya bos) :D

  20. Fuck Yeah
    30 Juli 2012 pukul 3:09 PM

    Fuck you Mongol, and fuck you all

  21. ms.all-i-know
    4 Agustus 2012 pukul 12:51 PM

    temen gw (who is gay) pernah liat dia di kolam renang pasfes (where is gays’s place to hang out) ….dan klo gak salah, dia punya akun manjam (gay’s account) dan dari pakaiannya, dia identik dengan dunia gay ya…well, who knows.???..maybe we just asked him?? :D

  22. 14 Agustus 2012 pukul 5:45 AM

    Untuk semua: dia tidak menghina Kristen… Kasihan kalian kalau terasa terhina…. Jack Marpaung juga melakukannya thn 80an… Ttg gay… kalo dia gay, emang kenapa? Masalah buat Lo?? Nikmati aja hidup ini.. kalo suka tonton, kalo gak suka, pencet tuh remote tivi… gitu aja repot… Pisss…

  23. albert
    2 Oktober 2012 pukul 3:39 AM

    kenapa anda mempermasalahkan dia menyinggung SARA?
    yang dia bicarakan realita.. dan, apakah anda seperti dia? brani mengakui bahwa dirinya KRISTEN di depan pemirsa SUC??? lihatlah dia sebagai insan humor.. bijaklah sebagai pendengan

  24. Sardi
    3 Oktober 2012 pukul 7:59 AM

    Dear Brother Mongol in Christ
    Have a nice success, hopefully you also growing in true faith and be being bless to others who still remain unlucky, GBU

  25. novi herman
    5 Oktober 2012 pukul 2:58 PM

    waw, apa kisah sewaktu kejadian di dalam gereja setannya penasaran.. and pangen banget ikut ngelawak bareng mongol..

  26. 19 Oktober 2012 pukul 2:48 PM

    i just wanna say MONGOL is the best….!!!

  27. 19 Oktober 2012 pukul 2:57 PM

    salam dari orang kanang …..!!!! GLANTER STAR

  28. 23 Oktober 2012 pukul 2:59 AM

    Kalo liat mongol tampil sebenarnya kalo dibaca dengan kaca mata dan pikiran dewasa itu bahasa sindiran bukan sara ataupun hinaan, Ya yang merasa sewot, kesel pasti merasa tersindir.. ya kan.. Mungkin kita dari pada marah@ mending merenungkan diri kita sendiri atas sindiran humor Mongol.. Mungkin itu sebuah teguran halus dari dunia intertaiment humor kepada ang merasa.. Mongol public figure humor yg tampil apa adanya tanpa skenario ataupun dari manapun ( Alias Otodidak ).. Semoga tetap maju MONGOL..

  29. 10 Januari 2013 pukul 2:40 PM

    mantap cuy, lo tu klo lagi mnggung pasti bikin perut w sakit krna kepuasan ketawa..
    tapi w request donk, bsok2 materi xa yang beda ya cuy, jngan KW mulu.. walaupun skrang kocak abis psti akhir xa audience pasti bakalan bosen juga…
    w Suport lu Cuy, Semngat…

  30. York Asman
    5 Februari 2013 pukul 7:28 AM

    @inicahyadi, jangan bawa – bawa FPI Bos!

  31. 9 Maret 2013 pukul 10:46 AM

    sebagai comic saya suka mongol, lucu.
    tapi tentang ceritanya yg dari gereja setan dan pemimpin untuk wilayah asia, maaf saya ga percaya.
    tentang lahir barunya? mohon maaf tanda tanda lahir barunya kok kaya gak keliatan…

  32. David F. Situmorang
    30 April 2013 pukul 6:56 PM

    Saya tidak pernah tersinggung tuh dengan jokesnya dia ttg Batak dan kekristenan. Dibawa santai saja… Lagipula, jokes2nya dia masih dalam lingkup bercanda, bukan menghina.

  33. Taufik
    9 Juli 2013 pukul 10:33 AM

    Saya muak dengan candaan Mongol yang tidak beretika dan cenderung menjelek-jelekkan orang Kristen di muka publik (seperti membuka aib keluarga sendiri).

    Menurut saya, kalau si Mongol ingin mengkritik tentang apapun soal orang Kristen atau gereja, lebih baik disampaikan secara intern, jangan disampaikan ke publik (lebih keterlaluan kalau disampaikan kepada publik sebagai jokes).

    Saya ragu apakah komentator pendukung Mongol orang Kristen yang sungguh-sungguh.

  34. NETRAL
    18 September 2013 pukul 6:02 PM

    @taufik : emang kristen jelek? kalo tersinggung situ merasa dong kristen jelek
    kalo masalah agama biarlah org menilai..
    saya jg orang kristen dan saya dukung mongol
    agama koq pake intern segala… biarlah terbuka untuk publik.. biar masyarakat bisa menilai bahwa kita orang kristen tidak anarkis
    kesungguhan itu hanya tuhan yang tau bos…

  35. cink lee
    2 Maret 2014 pukul 7:15 AM

    Ga ada fakta tuh mongol pernah jadi pemimpin gereja setan kecuali hanya ”pengakuan diri nya sendiri”,dari buah pertobatanya saja ga benar,dan mendiskreditkan ke Kristenan.Masak katanya pemimpin gereja setan yg sdh bertobat terima Yesus tapi msh saja msh bs mendiskreditkan Kristen..coba liat gayanya msh aja mcm preman dan ga mencerminkan sifat anak Tuhan.So,dr buahnya kita tahu siapa dia sebenarnya..

  36. uncal
    20 Mei 2014 pukul 10:10 AM

    kl liat awal pertobatannya, sy percaya 100 %, tp setelah sy lihat stndp di kampus ITHB …ada jokes nya yang berbau percabulan…..jd dalam perjalanan pertobatannya dia lebih memilih/memutuskan agar dapat diterima banyak orang, dengan berusaha melupakan harga yang sudah dibayar(darah Yesus). dengan cara memasukkan allah asing dalam kehidupannya… Tuhan ngga pernah memaksa… emang jalan yg dia ambil seperti itu…

  37. lzaki
    4 Juni 2014 pukul 9:42 PM

    Ni org disebelah mana lucunya?

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: