Beranda > FILM, TOP TEN, tuhan yesus > 12 Film Tentang YESUS

12 Film Tentang YESUS


1. King of Kings (1927)

Film bisu sekaligus hitam-putih yang disutradarai oleh Cecil B. DeMille ini awalnya memiliki durasi 155 menit, namun pada tahun 1928 dipotong hingga menjadi hanya sekitar 112 saja. Walaupun kedua dalam versi ini terdapat kisah mengenai kebangkitan, versi yang lebih panjang  menurunkan keagungan dari kisah Yesus. Pada versi yang lebih panjang, DeMille menampilkan Maria Magdalena, sebagai kekasih Yudas Iskariot, dengan sangat vulgar.

Yesus, yang diperankan oleh H. B. Warner, secara dramatis diungkapkan dari sudut pandang seorang anak laki-laki yang baru saja dicelikkan dari kebutaannya. Warner juga membawa humor dan kemanusiaan di film ini, hal ini terlihat dari adegan seorang anak kecil yang memberikan Yesus sebuah boneka dengan kaki yang terluka untuk disembuhkan.

2. Monty Python’s Life of Brian (1979)

Film yang juga dikenal dengan judul “Life of Brian” ini adalah film komedi yang dituliskan, disutradarai, dan dimainkan oleh tim komedi Monty Python. Film ini menceritakan tentang kisah Brian Cohen, seorang Yahudi yang lahir pada hari yang sama, dan di sebelah kandang tempat Yesus dilahirkan, yang setelah itu ia diduga sebagai Mesias lalu ia disalibkan.

Film ini mengandung tema sindiran religius yang kontroversial pada saat dirilis, mendapatkan tuduhan penghujatan dan protes dari beberapa kelompok religius. Tiga puluh sembilan wilayah lokal di Inggris  juga menjatuhkan larangan penayangan film ini. Beberapa negara melarang beredarnya film ini di bioskop, beberapa bertahan hingga beberapa dekade. Pembuat film ini menggunakan kemasyhuran filmnya dengan menggunakan pesan iklan, “Sungguh lucu, film ini dilarang di Norwegia!”.

3. The Last Temptation of Christ (1988)

Film dengan biaya hanya sekitar 6 juta US dollar yang dibuat di Maroko ini disutradarai oleh Scorsese. Scorsese menceritakan kembali Palestina sebagai sebuah gurun dan padang yang tandus.

Yesus yang ada di film ini bukanlah Tuhan yang lahir sebagai manusia. Ia adalah seorang manusia yang menemukan ketuhanannya sendiri, dan ia juga tersiksa sekaligus gembira oleh wahyu. Yudas di sini adalah seorang aktivis yang kuat dan penuh kasih. Ia mau menggulingkan penjajahan bangsa Romawi, ketika Yesus menginginkan pembebasan manusia dari dosa. Untuk memenuhi perjanjiannya, Yudas harus berkhianat. Yudas bukan berkhianat pada Yesus melainkan berkhianat pada idenya sendiri mengenai revolusi. Dia harus memberikan orang yang paling dia kasihi kepada bangsa Romawi.

Beberapa orang berkata film ini direncanakan oleh orang Yahudi untuk mendiskreditkan Yesus— walaupun sang sutradara adalah seorang Katolik Roma, penulis dialog adalah seorang Calvinist, dan penulis novel adalah seorang Orthodox Yunani.

4. King of Kings (1961)

King of Kings adalah film yang disutradarai oleh Nicholas Ray. Film ini bisa dibilang merupakan perbaikan dari film dengan judul yang sama yang keluar pada tahun 1927. Pada versi tahun 1961 ini, Ray menempatkan kehidupan Yesus dari sisi politik perbudakan bangsa Romawi. Yesus yang menjadi seorang pengkhotbah sekaligus tabib, memperlihatkan perbedaan yang mencolok dengan seorang pemberontak Barabas yang melawan pendudukan Roma.

Barabas, yang biasanya ditampilkan sebagai seorang pembunuh,  memainkan peran penting pada film ini. Ia digambarkan sebagai seorang figur yang melawan dominasi bangsa Romawi, dan sebagai teman baik dari Yudas Iskariot. Yudas percaya bahwa ia dapat mengajak Barabas untuk merangkul Yesus sebagai seorang pembebas secara literal, yakni mengangkat senjata melawan bangsa Roma, tapi Barabas kecewa setelah mendengar khotbah di bukit. Setelah itu Yudas memutuskan untuk mengkhianati Yesus.

Kebanyakan film pada saat itu tidak menunjukkan wajah Yesus, dan memilih untuk menunjukkan tangan (seperti pada film Ben-Hur) atau menampilkan kamera di atas pundak Yesus. King of Kings adalah film dengan suara yang pertama kali yang menampilkan wajah Yesus.

Film ini dicela oleh majalah Time dan Bosley Crowther dari New York Times. Walaupun demikian Leonard Maltin memberikan film ini skor 3,5 dari 4.

5. Godspell (1973)

Godspell adalah film musikal yang diadaptasi dari broadway musical Godspell yang dibuat oleh John-Michael Tebelak. Film yang disutradarai oleh David Greene ini ditampilkan di kota modern New York City.

Sebagian besar musik menguasai  berbagai perumpamaan dalam film ini. Adegan-adegan dalam film ini mengambil keuntungan dari situs-situs terkenal di sekitar New York City. Walaupun demikian, kecuali pada pembukaan dan pada adegan terakhir, kota ini sama sekali sepi dari orang banyak dan hanya didominasi oleh tokoh-tokoh utama.

Versi modern dari injil ini dibuka dengan Yohanes pembaptis yang memanggil orang-orang New York dari kehidupannya sehari-hari untuk mengikuti dan belajar dari Yesus. Mereka membangun sebuah rombongan yang memerankan perumpamaan-perumpamaan melalui nyanyian dan,  komedi, dan badut. Pelayanan Yesus berakhir dengan sebuah perjamuan terakhir, penyalibannya di tempat pembuangan barang-barang rongsokan, dan pagi berikutnya tubuh Yesus dibawa oleh murid-muridnya.

Internet Movie Database hanya menilai film ini dengan skor 6.4 dari 10 skor maksimum.

6. Gospel Road (1973)

Film musikal lain pada tahun 1973 yang dibuat di Israel ini disutradarai oleh Robert Elfstrom. Johnny Cash, pria dengan pakaian hitam, menyanyikan delapan lagu rohani di film ini.

Pada klimaks dari film ini, Yesus dicambuk, ditendang dan dihajar beberapa kali, lalu Ia memikul salibNya di jalan kota yang berpasir. Dia mati dan kamera kembali menampakkan kota modern di Amerika, agak aneh memang, namun jelas yang ingin diungkapkan adalah Sang Juruselamat tidak hanya mati untuk mereka yang percaya kepadaNya pada saat itu, melainkan juga untuk mereka yang akan percaya kepadaNya pada saat ini.

7. Jesus of Nazareth (1977)

Ini adalah miniseri televisi Anglo-Italian berdurasi 6 jam 21 menit yang mendramatisir kelahiran, kehidupan, pelayanan, kematian, dan kebangkitan Yesus berdasarkan keempat injil yang difilmkan di Tunisia dan Maroko. Miniseri ini disutradarai oleh Franco Zeffirelli, dan diproduksi oleh Lew Grade. Zeffirelli menulis skenario ini bersama dengan Anthony Burgess dan Suso Cecchi d’Amico. Jesus of Nazareth pertama kali ditayangkan pada 27 Maret 1977 di TV Inggris dan pertama kali ditayangkan di Amerika pada 3 April 1977.

Maria Schneider menolak ketika ditawari peran sebagai Bunda Maria dan digantikan dengan Olivia Hussey namun pada akhirnya Maria Schneider menyesali keputusannya itu.

Film ini mengambil pendekatan yang cukup alami dan menekankan efek khusus ketika menggambarkan keajaiban dan ketika menghadirkan Yesus sebagai seorang yang lebih dari sekedar manusia bahkan Tuhan itu sendiri. Film Jesus of Nazareth ini bukan hanya mencampurkan narasi dari keempat injil, tapi juga juga menampilkan dialog antara Yesus dan Barabas dan miniseri ini disimpulkan dengan karakter non-Alkitab, Zerah dan rekan-rekannya  menatab kubur kosong dengan putus asa. Zerah meratap, “Now it begins. It all begins”.

8. The Gospel According to St. Matthew (1964)

Film dengan judul asli “Il vangelo secondo Matteo” ini dialognya langsung diambil dari injil Matius, sebagaimana Pasolini, sebagai penulis sekaligus sutradara, berkata “Images could never reach the poetic heights of the text.”Ia lebih memilih injil Matius daripada injil lainnya karena ia melihat injil Yohanes terlalu mistis, Markus terlalu vulgar, dan Lukas terlalu sentimental.

Tidak seperti film yang menggambarkan kehidupan Yesus lainnya, Pasolini tidak menambah-nambahkan cerita lain dalam film ini, namun masih menampilkan campuran kisah dari keempat injil. Film berikutnya yang benar-benar taat pada satu injil adalah film Yesus berdasarkan injil Lukas pada tahun 1979 dan The Gospel of John pada tahun 2003.

Film ini sungguh sangat mengejutkan orang banyak, karena Pasolini dikenal sebagai seorang atheist, homosexual, dan Marxist. Ketika ia ditanyakan saat konferensi pers pada tahun 1966, mengapa ia, sebagai orang yang tidak percaya, membuat film yang bertema religius, ia menjawab, “Jika kamu tahu bahwa saya adalah orang yang tidak percaya, maka kamu mengenal saya lebih baik daripada saya mengenal diri saya sendiri. Saya mungkin seorang yang tidak percaya, namun saya memiliki rasa rindu pada kepercayaan itu.”

9. The Passion of the Christ (2004)

Siapa yang tak kenal film ini? Film yang disutradarai oleh sutradara kondang, Mel Gibson dan dibuat di Italia ini menceritakan kehidupan Yesus 24 jam sebelum kematianNya. Walaupun demikian, masih terdapat flashback peristiwa Yesus ketika ia masih anak-anak, ketika ia bekerja sebagai seorang tukang kayu, ketika ia berkhotbah di bukit, penyelamatan Maria Magdalena, dan kisah perjamuan terakhir.

Film ini dibuat berdasarkan bahasa aslinya, James Caviezel (biasa disingkat JC) dan pemeran Yahudi lainnya menggunakan bahasa Aram dan Ibrani, sementara aktor yang berperan sebagai orang Romawi menggunakan bahasa Latin. Film ini memenangi  lima belas penghargaan dan akhirnya menjadi film berbahasa asing yang paling sukses di Amerika Serikat.

Walaupun sukses, keaslian film ini diragukan karena mengambil sumber selain Alkitab dalam alur ceritanya. Menurut sang sutradara, sumber utama dari film ini adalah keempat injil. Film ini juga mengambil beberapa sumber cerita dari Perjanjian Baru, salah satunya adalah dari Wahyu 21:5 “Lihatlah ibu, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Selain itu film ini juga mengambil referensi dari Perjanjian Lama. Pada bagian pembukaan di taman Getsemani, Yesus meremukkan kepala ular sebagai kiasan dari Kejadian 3:15.

Penggambaran kisah ini juga sarat tradisi. Keempatbelas titik yang merupakan pusat dari penggambaran via dolorosa pada film ini benar-benar dilukiskan, kecuali titik ke delapan (ketika Yesus bertemu dengan seorang perempuan Yerusalem, adegan yang dihapus di DVD) dan titik keempatbelas (Yesus tergeletak di kubur).

Di film ini juga terdapat pertanyaan Maria, “Mengapa malam ini berbeda dari malam-malam sebelumnya? “, dan Maria Magdalena menjawab dengan jawaban berdasarkan tradisi: “Karena malam sebelumnya kita adalah budak dan selanjutnya kita tidak lagi seorang budak”. Dan yang paling unik dari film ini adalah terdapatnya adegan iblis yang membawa ‘bayi’ yang kelihatan sudah amat tua.

10. Jesus (1979)

Jesus 1979

Yesus Tokoh Terbesar Sepanjang Sejarah

Film yang disebut juga “The Jesus Film” ini adalah film yang  menceritakan kisah Yesus Kristus yang diklaim murni berdasarkan injil Lukas. Film ini telah diterjemahkan ke lebih dari 1000 bahasa, tak ketinggalan bahasa Indonesia dan juga bahasa Batak. Seperti diklaim oleh Dr. Stephen Steele, mantan CEO dari DAWN Ministries, “tiga per empat dari semua gereja yang lahir pada dekade belakangan ini di seluruh dunia menggunakan film ini sebagai bagian dari proses pembangunan gereja.”

Proses penerjemahan film ini dilakukan oleh Campus Crusade for Christ dengan tujuan utama, agar semua orang di dunia mengetahui dan mendengar cerita tentang Yesus dengan bahasa yang mereka ketahui. Di Indonesia, penerjemahan film ini dilakukan oleh Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia, yang juga sekaligus menyebarkannya ke berbagai daerah di Indonesia. Gereja HKBP di Barus, gereja di mana dulu ayah saya melayani, juga pernah mendapatkan VCD sekaligus VCD playernya secara gratis.

Di Amerika Serikat, film ini dirilis oleh Warner Bros. Ini bukanlah film yang menghasilkan banyak uang, bahkan film ini mengalami kerugian sekitar dua juta dollar AS. Ketika memuji film ini sebagai film yang “sangat memusatkan diri terhadap keaslian”, New York Times mengkritik film ini sebagai film yang sangat monoton dan tak lebih dari sekedar ilustrasi injil, tanpa satu pun sejarah dan konteks sosial. Los Angeles Times menyebutnya sebagai  “…cerita sekolah minggu yang tumpul, cerita teliti tapi tidak imajinatif yang dipilih dari Lukas 3-24.” Walaupun dianggap film yang membosankan, film ini tetap mampu membawa jiwa-jiwa untuk diselamatkan.

11. The Gospel of John (2003)

Pada tahun yang sama (2003) juga dibuat film tentang Injil yang berjudul ‘The Gospel of John.’ Film ini dibuat dengan setia bahkan secara harfiah mengikuti setiap kata Injil Yohanes menurut ‘Good News Bible’ dan dijuluki: “This film is a faithful representation of that Gospel.” Dibandingkan film ‘The Passion’ yang banyak mengambil sumber non-biblical seperti visiun dan ungkapan jiwa sadistik pembuatnya, film ‘The Gospel of John’ setia pada isi Injil yang ayat-ayatnya dinarasikan oleh Christopher Plummer, pemeran Kapten dalam film ‘The Sound of Music.’ Dua pasal terakhir ‘The Gospel of John’ memberitakan “Yesus yang bangkit” dan Film ini juga dibuat secara profesional pula.

Sayang film ‘The Gospel of John’ yang alkitabiah dan bernafas injil itu jauh kalah populer dengan film ‘The Passion’ yang apokrifal itu, dan tragis bahwa nyaris pendeta dan penginjil yang mempopulerkan ‘The Passion’ pada umumnya bungkam dengan kehadiran film ‘The Gospel of John.’ Bahkan, film ini nyaris diabaikan dalam kehidupan gereja dan gereja tidak memborong tiketnya, apalagi memutarnya di gedung gereja mereka. Seperti film “Jesus” dari Campus Crusade for Christ, yang memberitakan Injil Lukas selengkap mungkin, film “The Gospel of John” juga menggambarkan kehidupan Yesus seperti yang dicatat dalam Injil Yohanes. Film itu sebenarnya adalah film yang luar biasa, yang benar-benar alkitabiah dan bernafas Injil dan diramu menurut sinematografi modern yang apik dan profesional. Bahkan, film itu nyaris memberitakan secara harfiah seluruh ayat Injil Yohanes.

Sudah tiba saatnya umat Kristen makin peka hatinuraninya dan menjauhi mengkonsumsi film-film yang sadistik yang makin merangsang rasa sadisme dan masosisme yang terpendam dalam hati manusia dan mulai membuka diri agar makin peka akan ‘damai sejahtera dan kasih Kristus’ melalui adegan-adegan film yang mereka tonton seperti film ‘The Gospel of John’ karena itulah berita ‘kabar baik Injil’ yang sebenarnya. Rasul Yohanes, penulis ‘The Gospel of John’ yang semula berperilaku sebagai ‘anak guruh’ itu, setelah bertemu Yesus disebut sebagai ‘Rasul Kasih.’ (resensi Ir. Herlianto dalam Yabina.org)

The_Resurrection_post12. The RESSURECTION (2013)

Film ini masih dalam penggarapan. Film ini mengisahkan mengenai 40 Hari Penampakan Yesus Kristus setelah Kebangkitannya. Diharapkan Film ini bisa ditayangkan pada peringatan Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus tahun 2015.

Film ini merupakan SEKUEL dari Film The Passion of The Christ, atau lanjutan dari Film Mel Gibson tersebut.

13. SON OF GOD (2014)

Meski “Passion of The Christ” telah sukses sebagai salah satu suguhan film paskah yang dirilis sepuluh tahun yang lalu, produksi film tampaknya tak kenal henti untuk kembali menampilkan biografi Yesus secara berbeda. Seperti 20th Century Fox yang akan merilis film terbaru “Son of God”, adaptasi dari film TV miniseri “Bible” yang sukses digarap oleh pasangan suami istri Mark Burnett dan Roma Downey.

Di sutradarai oleh Christopher SpencSon of God (2014) DVD Coverer, film ini menceritakan biografi Yesus (Diogo Morgado) dari sejak kelahiran, pengajaran, pengorbanannya di kayu salib hingga kebangkitannya. Pria asal Portugal Diogo Morgado yang memerankan figur Yesus,  secara maksimal tampil dalam melakoni perjalanan pengajaran, beragam mujizat yang dilakukannya. Sampai pada titik dimana Yesus dikasihi oleh banyak orang, lalau dihianati oleh Yudas dan mati disalib.  

Berbicara tentang beragam perbedaannya, film ini menyuguhkan kualitas gambar yang baik, latar (tempat dan lokasi) yang eksotik dan unik serta visual efek yang tajam. Keindahan iringan musik orkestra dari Hans Zimmer juga turut mendukung.

Tak hanya itu, kehadirannya turut disambut dengan hujan pujian dari beberapa pemimpin Gereja, seperti penulis dan pendeta Rick Warren yang berkomentar, “Saya telah menonton film-film tentang Yesus yang diproduksi sepanjang 50 tahun ini. Namun, “Son of God” berbeda, ia memiliki kelasnya tersendiri”.

Sementara seorang Kepala Uskup di Washington DC, Kardinal Donald Wuerl menyampaikan, “Saya akan merekomendasikan (Son of God) kepada siapapun, dan terkhusus kepada keluarga, film “Son of God” yang menakjubkan ini berharap menjadi inspirasi untuk semakin memahami cinta Tuhan kepada kita”.

Para pemimpin gereja ini berharap, melalui “Son of God”, jutaan orang di seluruh wilayah Amerika akan diberkati saat pemutaran perdananya, 28 Februari 2014 nanti. Kiranya film ini kembali menjadi refleksi dan memperbaharui pemahaman umat Kristiani tentang kasih Bapa kepada manusia lewat pengorbanan anakNya yang tunggal di kayu salib.

 

Son of God

Sutradara : Christopher Spencer

Penulis : Christopher Spencer, Colin Swash, Nic Young, Richard Bedser

Genre : Kisah Alkitab | Drama | Sejarah

Pemain: Diogo Morgado, Roma Downey, Amber Rose Revah, Darwin Shaw

Rilis : 28 Februari 2014 (USA)

Studio : Hearst Entertainment Productions

Demikianlah ke-13 film yang berusaha untuk menampilkan sosok Yesus di dunia ini. Pada akhirnya, kisah Yesus yang sejati ada dalam hidup kita, bagaimanakah kita menampilkan hidup Kristus yang sejati, apakah hidup kita menjadi cerminan hidup Kristus ketika Ia hidup di dunia ini? Mari hidup sebagaimana Kristus hidup. Amin.

We are the reason

NB: No 11- 13 saya tambahkan.

About these ads
  1. 17 Juli 2012 pukul 11:44 AM

    The Gospel Of John……dapat di cari dimana Bro ?…..

  2. Hendra C,E
    14 April 2014 pukul 4:04 PM

    Syalom..mhon info buat referensi, Son Of God, di ambil dari kitab injil sapa aja nch ? thanks

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: