Arsip

Posts Tagged ‘CALVINISME’

INJIL FILIPI

Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita (Filipi 1:15-18).

Injil Iri Hati

Rasul Paulus mensinyalir ada injil yang agak aneh beredar di Filipi. Ternyata selain ada Injil yang benar dan yang diberitakan dengan tulus ikhlas dan maksud yang baik, terdapat juga injil yang diberitakan dengan maksud tidak ikhlas atau kepentingan sendiri. Read more…

Categories: CALVINISME Tag:

PENYESATAN TULIP: UNCONDITIONAL ELECTION (Bag. 2)

Kedaulatan Allah

Ini adalah konsep Alkitab, karena memang Allah itu berdaulat penuh atas apapun. Kedaulatan Allah juga harus dilihat dari sudut pandang Alkitab karena konsep kedaulatan Kalvinis berbeda dengan konsep Alkitab dan nalar logis manusia. Kalvinis terlalu menekankan kedaulatan tanpa melihat sifat Allah yang lain (Mahakasih, Mahaadil, Mahabenar dan Mahakudus). Bahkan di dalam Alkitab Kekudusan Allah dan Kasih Allah lebih ditekankan daripada Kedaulatan Allah. Kalvinis sering memakai analogi kedaulatan seorang raja yang berkuasa atas negaranya sendiri secara otoriter seperti Saddam Husein atau Hitler. Tetapi harus diingat, bahwa Saddam dan Hitler memakai kedaulatannya untuk hal-hal yang jahat.

Dari sisi kedaulatan Allah, bahwa Ia berdaulat melakukan dan memutuskan apa saja, tetapi selalu disertai Kasih dan KeadilanNya. Kalvinis tidak melihat sifat-sifat Allah yang lain, yang tidak mungkin saling bertentangan. Karena Allah tidak akan melakukan sesuatu hal yang bertentangan dengan diriNya sendiri. Allah tidak akan meminta pertanggunganjawab dari manusia atas dosa-dosanya jika Allah sendirilah yang menjadi sumber dosa atau yang membuat manusia itu berdosa. Bila Allah yang memasukkan dosa ke dalam dunia, maka hal ini akan bertentangan dengan sifat Kekudusan dan kasihNya. Sifat kasih, kekudusan dan keadilan Allah tidak akan memakai kedaulatanNya untuk membuat manusia jatuh dalam dosa. Jadi kedaulatan Allah yang terdapat dalam Alkitab tidak akan bertentangan dengan Kasih, keadilan dan kekudusan Allah. Allah mengijinkan manusia melakukan segala sesuatu, karena manusia diciptakan dengan kehendak bebas yang sejati.

Kaum Kalvinis akan berdalih dan mengatakan bahwa itu adalah hak Allah untuk berbuat ini dan itu menurut kedaulatanNya. Namun yang harus diperhatikan, pokok permasalahannya bukanlah pada Allah berhak atau tidak berhak, tetapi apakah Allah akan seperti itu? Apakah Natur Allah yang Mahakudus, Mahaadil, dan Mahakasih akan berbuat seperti itu? Dengan demikian Allah bukanlah Pribadi yang menyebakan dosa masuk ke dalam dunia. Hanya kelompok Kalvinislah yang berani mengatakan demikian.

Ketetapan Allah (God’s Decree)

Allah Mahatahu karena Allah sudah menetapkannya. Ini adalah konsep Kalvinis yang sangat merendahkan Allah. Dimana Allah menjadi Pribadi yang tidak Mahatahu. Mengapa? Karena Allah harus menetapkan dahulu baru Ia tahu!

Apakah Alkitab mencatat, bahwa Allah mempengaruhi manusia? Ya! Allah bisa mempengaruhi, mencegah, dan menuntun manusia untuk melakukan sesuatu, tetapi Allah tidak memaksa atau menetapkan. Kej 20:6 “Aku tahu juga, engkau telah melakukan itu dengan hati yang tulus, maka Akupun mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia (Sara)” ; Mazmur 73:24 “dengan nasehatMu, Engkau menuntun aku dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan” Sekalipun Allah berdaulat mempengaruhi manusia, tetapi manusia itu berhak menolak atau menerima pengaruh dari Allah.

Ayat-ayat yang dipakai Kalvinis, bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu:

1. Amsal 16:1 “Manusia menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari Allah”
2. Amsal 16:9 “hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah jalannya”
3. Amsal 19:21 “banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”
4. Amsal 20:24 “Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?”
5. Amsal 21:1 “hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN dialirkanNya ke mana Ia ingin.”

Tetapi timbul satu pertanyaan, apakah ayat-ayat di atas menyatakan bahwa Allah menentukan segala sesuatu?

Amsal 6:1 Apakah Allah menetapkan segala perkataan manusia? Bila demikian Allahkah yang menetapkan manusia berbohong, menipu, memfitnah, menyumpah serapah orang lain? Kalau demikian Allah adalah sumber perkataan yang kotor dan najis. Maka Allah juga yang menetapkan nabi palsu bernubuat dan penyangkalan Petrus, Allah yang tetapkan? Apakah Allah yang Alkitab mengajarkan demikian?
Hati manusia menimbang-nimbang justru membuktikan hatinya bebas untuk memikirkan apa yang mau ia omongkan atau yang mau ia katakan. Allah yang Mahakudus tidak akan mengeluarkan yang najis dan kotor dari dalam diriNya. Ia tidak akan menghasut atau mempengaruhi manusia untuk mengatakan hal yang tidak benar atau tidak patut.
Amsal 16:9 “hal ini juga membuktikan, bahwa manusia bebas berfikir apa saja, tetapi Allah dapat mengintervensi atau mengubah rancangan manusia itu. Misalnya A mau membunuh X, tetapi Allah dapat membelokkan atau membatasi atau mencegah pembunuhan itu terjadi. Dengan cara apa? Tuhan punya berbagai cara untuk menyelamatkan manusia dari rancangan manusia yang tidak bertanggungjawab ataupun dari Iblis.

Amsal 19:21, Ya. Manusia bisa merancang apa saja dalam hatinya, tetapi Allah dapat mencegah rancangan manusia, bila bertentangan dengan kehendakNya. Hal ini juga membuktikan, bahwa manusia memiliki kehendak bebas yang sejati. Dan ini bukan TAKDIR.

Amsal 20:21, dalam ajaran ayat ini juga membuktikan, bahwa raja bukanlah robot, tetapi hati raja bisa Tuhan pakai untuk melakukan kehendakNya tanpa memaksa atau memperkosa kebebasan si raja. Hal ini dapat ditemukan dalam Ezra 1:1-2 ”Allah menggerakkan hati Koresy” Koresy sadar, bahwa ia mendapat kasih karunia dari Allah, sehingga ia menjadi raja yang berkuasa. Allah menggerakkan hati Koresy melalui kesaksian Daniel dan kawan-kawan tentang Yehova Israel. Allah juga dapat menciptakan suatu “sikon” untuk tujuanNya. Allah membuat Ahasyweros tidak bisa tidur, sehingga ia pergi membaca, dan di sana ia melihat catatan tentang Mordekhai, dan maksud Allah terlaksana.

Ayat-ayat yang juga sering dipakai oleh Kalvinis:

Kisah Para rasul 2:23 “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” Kalvinis akan berkata, bukankah semua terjadi sesuai dengan maksud dan rencana Allah? Dalam bahasa Yunani maksud dan rencana adalah boule dan prognosei , dimana prognosei berasal dari kata pro=sebelum dan gnowsis=pengetahuan, yang dalam KJV diterjemahkan foreknowledge. Artinya Allah tahu karena manusia itu berencana seperti itu. Dengan kata lain, Allah menetapkan karena kemahatahuanNya akan apa yang dilakukan manusia, bukan Allah mengetahui karena Allah telah menetapkan manusia untuk berbuat demikian.

Argumen Kalvinis: mana lebih dahulu boule atau prognosei. Memang dalam kalimat ini boule lebih dahulu. Sepertinya ayat ini mendukung Kalvinis, bahwa Penentuan dulu baru Allah tahu. Tetapi dalam hal ini tidak selalu seperti itu. Contoh ayat lain dalam 2 Timotius 1:9 “Dia yang telah menyelamatkan kita dan yang telah memanggil kita” Mana lebih dahulu, diselamatkan atau dipanggil? Kalau sudah diselamatkan untuk apa Allah memanggil dengan panggilan kudus? Kata “dan” dalam ayat ini memisahkan diselamatkan dan dipanggil, tetapi dalam hal ini diselamatkan dan dipanggil harus sama-sama benar untuk mendapatkan hal yang tetap atau sama. Atau dengan kata lain kata “dan” tidak harus selalu menyatakan urutan kejadian ataupun proses.

Kis 4:28 “untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu.”
Menurut Kalvinis ayat ini menyimpulkan, bahwa:
1. Yesus telah ditetapkan untuk dibunuh.
2. Allah telah menetapkan siapa yang akan membunuh Yesus

Dalam fakta benar bahwa Yesus telah mereka bunuh, tetapi Allah tidak pernah memaksa atau menentukan mereka untuk membunuh Yesus Kristus. Itu terjadi karena manusia itu sendiri memang akan melakukan hal demikian kepada Yesus. Yesus memang harus mati, tetapi tidak harus mereka yang menggenapi nubuatan itu. Seperti halnya kasus Yudas yang menjual Kristus. Kristus berkata, “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Apakah yang dimaksud oleh ayat ini? Mengapa Yesus berkata bahwa lebih baik dia tidak dilahirkan? Jadi, hal ini sangat jelas mengindikasikan adanya tanggung jawab manusia. Logikanya, kalau Allah yang telah menentukan, harusnya mereka dapat reward karena telah melakukan program Allah?

I Petrus 1:20 “Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan” Ya. Benar bahwa Allah telah memilih Yesus sebelum dunia dijadikan dan bukan manusia yang dipilih sebelum dunia dijadikan.

Wahyu 13:8 “Kristus telah disembelih sebelum dunia dijadikan” Yesus memang telah ditetapkan menjadi penebus yang akan menanggung dosa manusia. Manusia belum tercipta, lalu mengapa Allah sudah menyediakan penebusan? Ya, benar bahwa Allah menyediakan penebusan melalui Kristus sebelum dunia dijadikan karena Allah tahu bahwa manusia yang diciptakanNya itu akan jatuh ke dalam dosa. Sama sekali tidak berarti Allah menetapkan manusia jatuh dalam dosa, tetapi manusia itulah yang memilih untuk menentang Allah dengan mengikuti Iblis dari pada laranganNya. Allah sudah mengetahui hal ini sebelum manusia diciptakan dan secara otomatis sebelum manusia jatuh ke dalam dosa.

Kaum Kalvinis terlalu mengabaikan tanggungjawab manusia atas penyaliban Yesus. Dalam Kisah Para Rasul 2:36 Rasul Petrus menuduh bangsa Israel menyalibkan Yesus dan Allah menuntut tanggungjawab dari bangsa Israel. Dalam Kis 4:10; 7:52 Petrus menyalahkan orang-orang Yahudi yang telah menyalibkan Yesus.

Yesaya 45:7 “Yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semua ini”

Kalvinis sering memakai ayat ini untuk membuktikan, bahwa Allah telah menentukan segala sesuatu termasuk yang baik dan yang jahat terhadap seseorang. “Malang” “Evil” (KJV), artinya “jahat” bila diperhatikan sekilas tanpa melihat atau bertanya, maka kita akan mengambil kesimpulan bahwa Allahlah yang merancangkan hal yang jahat. Yang harus kita pertanyakanlah adalah, mengapa Allah mendatangkan kemalangan kepada seseorang?

Karena Allah tidak pernah menciptakan atau menjadikan hati manusia jahat. Maka ketika manusia kena musibah itu karena dosa yang telah masuk ke dalam dunia. Ini adalah konsekuensi dari dosa yang telah masuk ke dunia.

Ratapan 3:38 “Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar yang buruk dan yang baik?” Dalam ayat ini seolah-olah Tuhan adalah sumber yang buruk dan yang baik. Ayat ini sama sekali tidak salah karena Allah akan mendatangkan hal yang buruk atau hukuman bagi yang melanggar kesucian Allah. Dan Allah akan mendatangkan hal yang baik atau berkat kepada mereka yang percaya dan melakukan perintahNya. Ini adalah konsekuensi dari melakukan dan tidak melakukan kehendak Allah. Hal ini dapat dibandingkan dengan ayat-ayat dalam Kitab yang yang lain. Karena Alkitab tidak akan mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan sifat-sifat Allah. Allah yang Mahakudus tidak akan tercemari dengan dosa atau kenajisan. Karena itu, tidaklah mungkin Allah menjadi sumber kejahatan sekaligus sumber kebaikan. Baik itu adalah sifat Allah, sementara buruk itu adalah sikap Allah kepada mereka yang tidak melakukan atau mengikuti kehendakNya. Hal ini dapat dilihat dalam ayat-ayat sebagai berikut:
1. Ayub 34:10 “Oleh sebab itu, kamu orang-orang yang berakal budi dengarkanlah aku: Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang”
2. Mazmur 5:5 “Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang padaMu”
3. Habakuk 1:13 “MataMu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?”
4. Yeremia 19:5 “mereka telah mendirikan bukit-bukit pengorbanan bagi Baal untuk membakar anak-anak mereka sebagai korban bakaran kepada Baal, suatu hal yang tidak pernah Aku perintahkan atau Kukatakan dan yang tidak pernah timbul dalam hatiKu.”

Ia adalah TUHAN, Allah yang Maha Suci dan tidak pernah timbul sesuatu yang buruk dari dalam diriNya. Kemalangan yang manusia alami itu disebabkan oleh dosa manusia itu sendiri. Sekali lagi ini adalah konsekuensi dari dosa yang telah masuk ke dalam dunia.

Kalvinis melihat Efesus 1:11 “kami dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya”
Allah bekerja dalam segala sesuatu adalah benar, tetapi Allah tidak menetapkan segala sesutau bila bertentangan dengan sifa-sifatNya. Allah bisa memakai siapa dan apa saja, termasuk memakai Iblis untuk malaksanakan kehendakNya (kasus Ayub, Allah menguji Ayub).

Ada keputusan Allah, itu benar. Tetapi Allah tidak menetapkan segala sesuatu yang bertentangan dengan sifat-sifatNya. Berbeda dengan konsep Kalvinis yang percaya, bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu termasuk:
1. Masuknya dosa
2. Malapetaka
3. Kesombongan
4. Dusta dan lain-lain

Dalam konsep Alkitab mengajarkan bahwa Allah mengijinkan segala sesuatu terjadi, tetapi setiap hal yang terjadi pasti ada konsekuensinya. (Postingan berikut akan membahas topik 9 hal yang membuktikan bahwa Allah tidak menetapkan segala sesuatu.

sumber: http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/02/unconditional-election-bag-3.h

Categories: CALVINISME Tag:

PENYESATAN TULIP: UNCONDITIONAL ELECTION (Point 2-Bag 1)

27 Februari 2009 Tinggalkan Komentar

Hampir semua Kalvinis bergantung kepada point ini. Unconditional Election dibangun atas dasar Total Depravity. Ini merupakan konsekuensi dari kebobrokan total yang dipercayai oleh Kalvinis. Bila manusia tidak bisa merespon, tidak bisa percaya dan tidak bisa melakukan yang baik dan benar, maka tidak ada cara lain yang Allah pakai selain memilih siapa yang Ia suka tanpa melihat kondisinya. Inilah pengertian dari unconditional election. Allah memilih orang untuk masuk Surga tanpa melihat kondisi atau tanpa kondisi. Apakah orang itu jahat, salah dan tidak mengenal kebenaran tidak menjadi patokan bagi Allah asalkan Allah sudah pilih, maka ia pasti masuk Surga.

Benarkah manusia tidak bisa merespon, tidak bisa percaya dan tidak bisa berbuat yang baik? Pertanyaan ini menentukan kebenaran poin kedua dari Kalvinisme. Bila Total Depravity yang Kalvinis jabarkan salah atau tidak Alkitabiah, maka point kedua ini perlu diragukan. Karena TULIP yang Kalvinis ajarkan adalah doktrin yang saling kait-mengkait satu dengan yang lain. Bila satu salah, maka yang lain juga salah.

Dalam pemahaman Kalvinis, Election (pemilihan) sama dengan Decree of God. Di mana mereka menjabarkan keputusan Allah sebagai keputusan yang Allah buat dalam kekekalan berdasarkan kedaulatanNya yang bebas, dimana Ia memilih bagi diriNya suatu umat yang akan Ia kasihi dan Ia tebus dari dosa dan maut melalui Yesus Kristus ke dalam kemuliaan kekal.

Bila hanya kepada orang yang Ia kasihi dan yang Ia pilih masuk ke Surga, bagaimana dengan mereka yang tidak Allah pilih masuk Surga? Bila ini ditanya kepada mereka yang percaya Unconditional Election mereka akan berkata bahwa itu berdasarkan foreknowledge of God ( pengetahuan Allah sebelumnya)

Menurut Kalvinis, Decree Of God bersifat:
1. Singular (Allah hanya memiliki satu dekret saja)
2. Eternal (kekal)
3. Sovereign (berdaulat)
4. All-Compassing (mencakup, melingkupi segalanya)

Komentar Kalvinis: keputusan Allah itu tunggal, tetapi banyak manifestasi. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini sudah Allah tentukan.

Berikut ini beberapa komentar tokoh Kalvinis mengenai keputusan Allah:
Buswell “Keputusan Allah tidak akan berubah dari kekal hingga kekal dan menyangkut segala sesuatu yang kompleks. ”Allah menentukan segala sesuatu termasuk di dalamnya:
1. Pikiran manusia
2. Tindakan manusia
3. Setiap kejadian
Melanthon “Segala sesuatu terjadi atas keputusan ilahi termasuk apa yang ada di dalam dan di luar pikiran manusia.”
Arthur Pink “Adalah kehendak Allah dosa masuk ke dalam dunia, kalau tidak demikian dosa tidak akan masuk ke dalam dunia, ini suatu keputusan Allah.”
Palmer “adalah Alkitabiah untuk mengatakan, bahwa Allah menetapkan lebih dahulu dosa masuk ke dalam dunia.”
Boettner “ketika kita berhenti merenung, untuk mengamati di antara non-Kristen misalnya agama Muhammad ada sejumlah agama yang percaya takdir dan dipegang oleh negara non-kristen. Perlu kita pelajari dan tidak perlu menolaknya.”

Dari beberapa hal di atas, saya mengajak kita untuk menganalisa
Benarkah bahwa keputusan Allah itu tunggal?
Benarkah bahwa keputusan Allah tidak berubah?
Decree Of God (keputusan Allah) dalam KJV ada 56 decree. Di mana 46 kali berhubungan dengan manusia. Artinya bukan berhubungan dengan Allah. 8 kali berhubungan dengan keputusan Allah, yakni:
1. Ayub 28:26 “ketetapan Allah atas hujan, angin dan alam”
2. Ayub 38:10 “Allah menetapkan batas laut”
3. Amsal 28:29 “Allah menetapkan batas laut”
4. Mazmur 2:7 “Menceriterakan ketetapan Yesus Kristus”
5. Mazmur 148:6 “ketetapan untuk tidak dapat dilanggar”
6. Yesaya 10:22 “ketetapan Allah akan datangnya kebinasaan”
7. Yeremia 5:22 “membuat ketetapan batas laut”
8. Daniel 4:24 “Inilah keputusan yang Mahatinggi”

Dari hal ini kita dapat menyimpulkan:
Ternyata keputusan Allah tidak tunggal (singular) seperti yang terdapat dalam contoh di atas.
Ternyata keputusan Allah dapat berubah. Karena dunia ciptaan Tuhan akan berlalu.

Apakah Kedaulatan Allah mutlak? Ya! Saya mengimani Allah berdaulat penuh atas apapun (akan di bahas dalam postingan berikut), tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan
Tidak ada keputusan Allah agar dosa masuk ke dalam dunia.
Tidak ada keputusan Allah agar manusia masuk Surga dan Neraka.
Tidak ada keputusan Allah, bahwa manusia tidak bisa percaya.
Kalvinis selalu berkelit dengan berkata: Manusia itu tidak bisa berkehendak bebas, tetapi manusia harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang ia lakukan.

Ini adalah doktrin yang sangat berbahaya yang dibangun untuk menghancurkan iman kekristenan. Kalvinis cenderung tidak konsisten terhadap doktrin-doktrinnya.

Kalvinis sangat mengagumi sifat kedaulatan Allah, sehingga Allah hanya berdaulat kalau Ia menetapkan segala sesuatu terlebih dahulu. Konsep ini sangat menghina Allah karena Allah akan berdaulat bila menetapkan sesuatu. Konsekuensi dari itu adalah Allah tidak akan berdaulat bila Ia tidak menetapkannya terlebih dahulu. Pengertian lain dari itu adalah Allah Mahatahu karena Ia sudah tetapkan. Akibatnya, bila Allah tidak menetapkannya lebih dahulu, maka Allah itu tidak tahu atau tidak akan pernah mengetahuinya.

Kembali kaum Kalvinisme berkomentar:
Gunn “Ide bahwa Allah mengetahui masa depan tanpa merencanakannya itu tidak ada dalam Alkitab”
David West “Jika Allah tidak menetapkan segala sesuatu, maka Ia tidak mengetahui masa depan. Allah lebih dahulu tahu karena Ia sudah tetapkan.”
Arthur Pink “Pengetahuan lebih dahulu ini dilandaskan kepada ketetapan-ketetapan Allah lebih dahulu.”

Pandangan yang Alkitabiah “Allah tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa, karena manusia itu memang akan memakan buah itu atas dasar keinginan manusia itu sendiri dan sesuai dengan kehendak bebas yang Allah berikan kepada manusia sejak semula. Hal ini pasti terjadi karena Allah telah melihatnya demikian dan bukan atas ketetapanNya. Hal itu tidak harus Adam dan Hawa lakukan, tetapi itu pasti terjadi karena mereka akan melakukannya atas keinginan hatinya sendiri.

Timbul pertanyaan. Kalau Allah sudah mengetahui sebelum penciptaan, mengapa Ia menciptakan mereka? Bukankah lebih baik jika mereka tidak diciptakan sehingga tidak ada yang binasa? Menurut manusia memang baiknya begitu. Tetapi Ia adalah Allah yang Mahakuasa yang berhak menciptakan apa saja. Sekalipun manusia itu akan jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan kebinasaan, Allah berhak menciptakannya dan Allah memiliki cara bagaimana supaya manusia itu selamat..

Para penganut Covenat Theology berpendapat, bahwa tujuan akhir Allah atas manusia adalah untuk Keselamatan. Tetapi bagaimana setelah manusia itu diselamatkan berhentikah sampai di sana? Pandangan Dispenzationalism Keselamatan adalah fase awal bagi manusia untuk melihat kemuliaan Allah yang akan Ia nyatakan kepada manusia.

Jadi tujuan akhir Allah bagi manusia adalah untuk menyatakan kemuliaanNya.

Categories: CALVINISME Tag:

TOTAL DEPRAVITY (Bag. 3-Ending)

27 Februari 2009 Tinggalkan Komentar

Dapatkah Kalvinisme mengatakan, bahwa mereka adalah kelompok yang menjunjung Allah dan merendahkan manusia dengan konsep:

• Manusia tidak bebas berbuat baik
• Manusia tidak bebas percaya kepada Allah
• Manusia tidak bisa merespon kepada Allah

Bukankah konsekuensi dari konsep ini, bahwa Allah adalah Pribadi yang sangat bodoh:

1. Memberi perintah untuk memenuhi bumi ini kepada mayat.
2. Memerintahkan manusia untuk percaya, tetapi jelas-jelas manusia itu tidak bisa percaya karena mati secara rohani, tidak bisa merespon dantidak bisa percaya.
3. Meminta pertanggunganjawab kepada manusia yang mati, yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Bukankah Kalvinisme menempatkan Allah pada posisi yang sangat tidak sopan dan sangat menghina Allah karena ternyata Allah orang Kristen adalah Allah yang kurang kerjaan yang meminta pertanggunganjawab kepada mayat. Dapatkah Anda bayangkan bila Tuhan memberi perintah kepada mayat untuk: bekerja, beranak cucu, bertobat, percaya dan masih banyak lagi. Dan kalau manusia yang seperti mayat itu tidak melakukannya, maka Tuhan akan menghukum mayat-mayat yang tidak mengikuti atau melaksanakan perintahNya akan masuk Neraka.

Maukah Anda memiliki Allah seperti itu?

Untuk apa semua ayat yang ada dalam Alkitab menginstruksikan manusia untuk:

• Percayalah
• Bertobatlah
• Mari kita berperkara
• Kamu harus mempertanggungjawabkan
• Marilah datang kepadaKu (Mat 11:28)

Dalam pengertian umum, bebas itu minimal ada dua pilihan. Tetapi dalam pengertian Kalvinis bebas itu hanya bebas percaya, secara khusus kepada mereka yang sudah Allah pilih dari semula (kekekalan).

Padahal manusia bebas sebebas-bebasnya, tetapi dalam pelaksanaanya Allah dapat intervensi. Misalnya seseorang yang ingin meledakkan sebuah mall, dia bebas melakukannya, tetapi dalam hal ini Allah dapat mengintervensi supaya hal ini terjadi atau Allah tidak menginjinkannya.

Dalam pemahaman Kalvinis, manusia tidak mempunyai kehendak bebas yang berhubungan dengan keselamatan dan menuduh mereka yang menekankan manusia bisa beriman percaya keselamatan karena usaha. Padahal usaha tidak sama dengan iman.

Contoh: kita menerima rumah lengkap dengan segala perabotannya. Ketika kita menerimanya kita tidak berjasa(atau melakukan suatu usaha) tetapi itu adalah hadiah yang diberikan kepada kita sehingga kita layak untuk menerima kunci atau rumah itu.

Dalam Roma 9:16, bahwa benar kita selamat bukan karena usaha, dan perlu diingat percaya itu bukan usaha, tetapi sikap iman yang menerima anugrah keselamatan yang telah Allah sediakan. Ayat ini bukan dibuat percaya seperti yang diyakini oleh Kalvinis. Iman dan Usaha dalam Alkitab itu berbeda.

Dalam konsep Kalvinis iman adalah anugrah yang Allah berikan kepada manusia, bukan sesuatu yang timbul dari manusia sebagai respon dari pendengaran akan firman Kristus (Roma 10:17).
Roma 4:5 “Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.”

Yang tidak bekerja tetapi yang percaya kepada Dia dihitung Allah sebagai Kebenaran. Dalam ayat ini nyata, bahwa percaya itu bukan sebuah pekerjaan. Di sinilah salah satu kesalahan Kalvinis yang sangat fatal menyamakan Percaya/iman itu sama dengan usaha. Hal ini mengakibatkan Allahlah yang melakukan segala sesuatunya kepada manusia termasuk menaruh iman ke dalam hati manusia agar ia percaya. Bila tidak demikian, maka manusia itu tidak akan pernah dan tidak mungkin percaya.

Analogi-analogi yang sering Kalvinis pakai:

1. Allah Mahakudus, tidak bisa berbuat dosa. Allah hanya bisa berbuat yang baik karena memang itu sifatNya. Manusia berbuat dosa karena itu memang sifatnya. Maka kesimpulan Kalvinis adalah manusia tidak bisa berbuat baik dan tidak bisa merespon kepada Allah.

2. Adam pra-dosa bisa berbuat baik dan jahat (bebas), tetapi Adam memilih yang jahat. Adam kedua (Yesus) hanya bisa berbuat yang baik. Hal ini didukung oleh ayat-ayat: matius 7:17-18,”pohon yang baik menghasilkan buah yang baik dan sebaliknya. Matius 12:34-35, “orang yang baik mengeluarkan yang baik dari perbendaharaanya dan sebaliknya.”

Ini adalah analogi yang salah.

Adam dan Yesus. Bagaimana dengan orang yang percaya atau orang yang dipilih menurut konsep Kalvinis, apakah mengikuti Adam atau Kristus? Bila mengikuti Kristus, bagaimana dengan kehidupan Kristus. Apakah Ia pernah melakukan dosa atau kesalahan? Bila tidak! Maka seharusnya setiap orang pilihan tidak akan pernah sekalipun melakukan yang salah atau berbuat dosa. Tetapi adakah diantara Kalvinis yang berani mengatakan, bahwa ia tidak pernah melakukan kesalahan sekalipun? Ini mustahil dan tidak akan ada seorangpun yang lolos dari kesalahan.

Inilah yang menjadi kesimpulan Alkitab mengenai kebobrokan manusia:

Bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa dan memiliki posisi orang berdosa yang hatinya cenderung jahat (bobrok). Tetapi kebobrokan manusia ini tidak sampai membawa kepada ketidakmampuan total. Kebobrokan manusia masih bisa diimbangi dengan Kasih Karunia Allah melalui taurat yang di taruh Allah dalam hati manusia secara umum. Hal ini terbukti bahwa manusia yang tidak percaya kepada Kristuspun tidak dengan sembarangan melakukan hal yang jahat atau tindakan moralitas yang bejat. Hati nurani manusia masih hidup yang mencegah melakukan sesuatu yang jahat, baik di mata manusia maupun di mata Allah. Misalnya mencuri, memperkosa, membunuh, menipu dll.

Bukti manusia itu bisa berbuat baik adalah bukti kasih karunia Allah kepada setiap manusia. Kain anak Adam, manusia pertama menjadi contoh bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengalahkan dosa. Kejadian 4:7 “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan mata. Ia sangat menggoda engkau tetapi, engkau harus berkuasa atasnya.” Allah masih memberikan kasih karunia kepada manusia untuk melawan dosa. Ini adalah bukti nyata yang dilakukan oleh manusia yang tidak percaya kepada Allah.

Manusia yang tidak percaya kepada Tuhan dapat menimbang yang baik dan yang jahat dalam hatinya, ini sering disebut (Common Grace) atau Anugrah Umum. Dalam Yohanes 16:8-15 Allah memberikan Roh Kudus untuk menginsafkan dunia akan dosa. Dunia di sini mengacu kepada seluruh manusia yang berada di dunia tanpa terkecuali. Roh Kudus tetap bekerja sekalipun Dia tidak masuk ke dalam hati seseorang. Roh Kudus hanya mendiami hati orang yang percaya kepada Kristus sebagai Juruselamat.

Kebobrokan yang Alkitab ajarkan tidak menghilangkan kehendak bebas manusia dan selalu ada pilihan. Kehendak bebas yang sejati memiliki minimal (2) dua pilihan. Contoh: Yosua 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik beribadah kepada TUHAN, tetapi pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu beribadah.” Dalam Roma 6:16 “menyerahkan diri menjadi hamba kebenaran.”Ada pilihan bagi manusia yang memiliki kehendak bebas. Manusia bebas untuk beribadah kepada siapa saja yang ia percayai, dan bebas untuk memperhambakan dirinya kepada siapa yang ia kehendaki, tanpa Allah pernah paksa. Tetapi dalam kenyataan Allah menginginkan manusia itu beribadah kepadaNya, tetapi tidak memaksakan kehendakNya.

Menjadi pertimbangan lainnya adalah perintah Allah kepada manusia untuk melakukan perintahNya. Bila Allah memberikan perintah kepada manusia membuktikan manusia itu mampu untuk melakukannya. Seperti dalam Yesaya 45:22 “berpalinglah kepadaKu dan berilah dirimu diselamatkan.” Matius :28 “marilah kepadaKu yang letih lesu dan berbeban berat” Wahyu 22:17 “Barang siapa mau?” bagaimana dengan pernyataan-pernyataan Alkitab yang memberikan kepada manusia pilihan untuk datang atau tidak dan untuk percaya atau tidak. Apakah Allah akan memanggil mereka yang sudah Ia tentukan untuk tidak datang? Apakah Allah akan memerintahkan manusia untuk percaya sementara Allah itu telah menentukan ia tidak percaya? Apakah Allah sedang memanggil mayat yang sama sekali tidak dapat merespon, tidak dapat mendengar dan tidak dapat bergerak? Mungkinkah Allah yang Mahabenar, Maha kasih, Mahakudus akan melakukan tindakan yang demikian? Apakah Allah sedang mempermainkan manusia supaya bertobat dan percaya kepadaNya, tetapi Allah itu sendiri juga telah menentukan untuk tidak bertobat dan percaya kepadaNya?

Sungguh aneh Allah yang ada dalam konsep Kalvinis. Bila demikian apakah Kalvinis sedang memposisikan Allah pada tempat yang sesungguhnya atau mereka sedang memposisikan Allah pada posisi yang sangat rendah sekali? Bila demikian mereka sedang menghina Allah dengan mencoba mempertentangkan sifat-sifat Allah Maha benar, Maha Kudus, Maha Kasih dan Maha Adil. Allah dapat melakukan segala sesuatu asalkan tidak bertentangan dengan sifat-sifatNya. Allah tidak mungkin memilih sebagian masuk Surga dan Ia memilih sebagian masuk Neraka tanpa syarat.

Pemilihan masuk Surga yang tanpa syarat sebagai bukti kasihNya, maka konsekuensi dari itu Allah juga telah memilih sebagian tanpa syarat masuk ke Neraka. Mungkinkah hal ini akan Allah lakukan? Bila Ia dapat memilih siapa yang bisa masuk Surga tanpa syarat, dan memilih siapa yang masuk Neraka tanpa syarat, maka hal ini bertentangan dengan sifat-sifatNya. Bila Allah dapat menolong seluruhnya kenapa tidak semua Ia tolong?

Allah yang Kalvinis beritakan bukanlah Allah yang sesuai dengan Alkitab.

Sumber : Semua tulisan ini di dapat dalam mata kuliah Kalvinisme di GITS.

Categories: CALVINISME Tag:

TOTAL DEPRAVITY (Bag. 2)

27 Februari 2009 Tinggalkan Komentar

Pandangan Kalvinis lainnya:

1. Kehendak manusia tidak ada hubungannya dengan keselamatan.

Yoh 1:12-13 “Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang tidak diperanakkan bukan dari darah dan daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan laki-laki, melainkan dari Allah.”

2. Roma 9:16 “Hal itu tidak bergantung kepada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah”.

Dalam konsep Kalvinis, bahwa kelompok orang yang percaya akan adanya kehendak bebas manusia untuk percaya dan menolak Yesus mengajarkan Synergisme, atau kerja sama antara Allah dan manusia supaya manusia selamat.

Konsep Total Depravity Kalvinisme bukanlah meninggikan Allah, tetapi merendahkan Allah. Karena dalam konsep Kalvinis manusia itu tidak bebas, maka konsekuensinya manusia itu sama dengan robot. Seolah-olah Allah sedang berurusan dengan robot yang harus mengerti dan memuliakan Dia. Apakah Allah memberi tanggungjawab moral kepada robot? Atau bagaimana mungkin Allah meminta pertanggunganjawab dari mayat yang jelas-jelas tidak bisa mendengar, merasa dan berkomunikasi.

Sebenarnya Kalvinis sedang mengajarkan TOTAL INABILITY, yakni ketidakmampuan total dari manusia. Total Depravity memang diajarkan Alkitab. Roma 3:10″tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” Tetapi Alkitab tidak mengajarkan ketidakmampuan total yang Kalvinis ajarkan. Mereka sering memanipulasi Pengkotbah 7:20 “sesungguhnya di Bumi tidak ada orang yang saleh, yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa.” Ayat ini memang benar tidak ada kesalahan di dalamnya. Tetapi kesalehan dan perbuatan baik yang Pengkotbah maksud adalah kebenaran manusia yang mampu membenarkan dirinya di hadapan Allah sehingga ia layak menerima keselamatan atau layak masuk Sorga.

  • Dalam Alkitab banyak referensi yang mana manusia mampu melakukan yang baik, bukan hanya bisa melakukan hal yang bobrok saja. Hal ini sangat didukung Alkitab dan pengalaman hidup manusia sehari-hari. Contoh nyata adalah orang Muslim, Budha, Hindu, mereka tidak melakukan pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, tindakan yang anarkis setiap hari atau setiap waktu. Mereka masih melakukan hal-hal yang benar dan positif secara manusia. Ini membuktikan, bahwa manusia yang bukan pilihan bisa melakukan perbuatan yang baik. Jadi manusia itu tidak mati total seperti mayat dalam konsep Kalvinis. Bukan berarti manusia tidak bisa berbuat baik.
  • Dalam Luk 6:33 “sebab jika kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.” Dalam konteks nats ini, Tuhan Yesus membuat perbandingan etika orang yang percaya dengan yang tidak. Dan dalam pernyataan yang tegas, bahwa orang jahat saja bisa melakukan perbuatan yang baik. Mungkin dapat kita ambil contoh seorang perampok yang menolong temannya di rumah sakit yang sedang sekarat dengan membiayai seluruh pengobatannya. Bukankah ia sedang melakukan tindakan kemanusiaan? Atau contoh klasik dalam dunia perfilman pahlawan Robin Hood yang merampasi orang-orang kaya dan membagi-bagikan hasilnya kepada orang miskin. Bukankah dia menjadi dewa penolong di dalam benak orang-orang yang ia tolong? Dan dalam ayat ini Tuhan menjelaskan, bahwa orang orang berdosa sama dengan orang yang tidak percaya kepada Allah, tetapi masih bisa melakukan hal baik, bukan yang bobrok melulu.
  • Dalam Matius 7:12 “apa yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” dalam ayat ini juga Tuhan sedang berbicara di dapan umum yang sebagian besar adalah orang-orang yang tidak percaya, bahkan kelak akan menyalibkan Dia. Tuhan menghimbau untuk melakukan hal yang baik, agar datang yang baik. Tentu Tuhan tidak akan memerintahkan hal demikian jika manusia tidak sanggup untuk melaukan hal yang baik. Tentulah Allah tidak akan memerintahkan manusia secara umum berbuat baik kepada sesama, jikalau hanya orang pilihan saja yang mampu melakukan yang baik dan benar.


  • Dalam hal ini, Kalvinis salah mengerti ayat-ayat dalam Roma 3:10 dan Pengkotbah 7:20. Memang manusia tidak dapat membenarkan dirinya di hadapan Allah dengan segala perbuatan baiknya. Kalvinis sepertinya tidak bisa membedakan:

  • Ada perbuatan benar
  • Ada perbuatan yang membenarkan

Dua hal ini yang Kalvinisme salah pengertian karena pada dasarnya perbuatan baik manusia tidak dapat membenarkan dirinya di hadapan Allah.

Ef 2:1 “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu,”
Kolose 2:13 “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita.”

Dalam konsep Kalvinis, bahwa manusia itu sama seperti Lazarus yang mati, tidak bisa mendengar suara Tuhan. Mereka sering memakai Yoh 8:43 untuk membuktikan bahwa manusia berdosa yang tidak dipilih tidak dapat mendengar suara Tuhan. Ayat ini sering Kalvinis pakai sebagai ayat kunci poin total depravity.

Kalvinis menerapkan Mati rohani sama dengan mati Jasmani. Dalam pengertian Kalvinis mati berarti tidak bisa berbuat apa-apa.

Ini adalah konsep yang salah

Secara logika, orang yang mati rohani seharusnya juga tidak bisa melakukan apa yang secara rohani Salah dan Benar. Bukti Alkitab bahwa konsep Kalvinis salah adalah dalam Luk 15:24 “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” Ayat ini membuktikan anak yang secara rohani mati, tetapi ia masih dapat melakukan hal atau keputusan yang baik untuk kembali kepada bapaknya. Jadi defenisi mati menurut Kalvinis tidak lengkap dan mengakibatkan kesalahan yang sangat membahayakan kekristenan.

Roma 6:2 ‘Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Dalam ayat ini orang percaya juga mati. Ayat ini sekaligus membuktikan, bahwa manusia masih bisa melakukan dosa, sekalipun ia telah mati bagi dosa. Artinya orang yang di dalam Kristus juga masih bisa jatuh dalam dosa. Ini sangat bertentangan dengan konsep Kalvinis, bahwa orang pilihan hanya bebas percaya dan otomatis hanya bebas berbuat baik. Adakah kaum Kalvinis yang merasa diri sudah dipilih hanya bebas berbuat baik saja? Dapatkah anda hitung berapa pelanggaran yang telah anda perbuat dalam minggu ini? Bukankah seharusnya kaum Kalvinis menjadi manusia-manusia yang suci, tak bercela karena hanya bebas berbuat baik?

Ini konsep theologia yang dipungut dari luar kebenaran Alkitab yang sangat dijunjung tinggi, tetapi sangat tidak masuk akal!!!

Categories: CALVINISME Tag:

TOTAL DEPRAVITY (Bag. 1)

27 Februari 2009 Tinggalkan Komentar

Ini adalah awal dari ajaran Calvin. Ini adalah doktrin yang “sangat menjunjung Allah dan merendahkan menusia”. Alasannya adalah:

* Bila manusia dijunjung, maka Allah direndahkan. (Teori Kalvinis ini sebenarnya sangat merendahkan Allah dan juga manusia.)
* Manusia itu sudah bobrok Roma 3:10-18
* Manusia bukan hanya bobrok tetapi “mati” seperti orang mati. Efesus 2:1

Dari ayat-ayat ini Kalvinis melangkah dari Total Depravity ke Total Inability.

Total Inability adalah :

* Ketidakmampuan manusia untuk merespon kepada Allah, Yoh 6:43-44, Yoh 8:42-4
* Ketidakmampuan manusia untuk berbuat baik sama sekali
* Ketidakmampuan manusia untuk percaya kepada Allah seperti Lazarus yang mati.

Kalvinisme merasa menjunjung Monergisme yang berasal dari dua kata Yunani μονος = satu, εργον = pekerjaan, artinya Allah bekerja sendiri, tanpa bantuan pihak lain. Calvin memiliki kepercayaan bahwa Allah mampu menyelamatkan tanpa bantuan ciptaanNya. Ya benar! Saya tidak meragukan hal itu. Tetapi ada tanggungjawab manusia untuk merespon kepada Kasih karunia yang telah Ia sediakan bagi manusia secara umum. Penebusan adalah tanggungjawab Allah atau jalan keselamatan Allah yang melakukan, tetapi manusia harus melangkah dengan iman.

Argumen Kalvinis dalam Yoh 8:34-35 “ Setiap manusia sudah berbuat dosa dan ia adalah hamba dosa dan tetap tinggal dalam dosa, itulah sebabnya dia tidak bisa berbuat baik. Akibatnya ada beberapa analogi yang mereka pakai dalam hal ini:

* Manusia memiliki sifat dosa, Yeremia 13:23 “dapatkah orang Ethopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya?”
* Roma 8: 5-8 Orang yang hidup di dalam daging tidak berkenan kepada Allah
* I Kor 2:14 Manusia tidak mampu mengerti hal-hal yang dari Allah.
* Yoh 6:43-47 Manusia tidak bisa datang dan mendengar Allah.
* Yoh 8:42 Orang yang tidak dipilih tidak bisa percaya kepada Kristus.
* Yoh 8:47 hanya orang yang dipilih saja yang bisa percaya.

Kalvinis percaya kehendak bebas manusia, tetapi berbeda dengan kehendak bebas dalam pengertian umum. Kehendak bebas dalam pengertian Kalvinis adalah “manusia bebas hanya percaya saja, secara khusus bagi mereka yang sudah dipilih dari semula. Konsekuensinya mereka yang tidak percaya, hanya bebas menolak Yesus atau mereka bebas untuk tidak percaya, tetapi untuk percaya mereka tidak bebas atau tidak bisa sama sekali.

Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa manusia hanya bebas melakukan yang baik dan setelah manusia jatuh dalam dosa manusia hanya bisa melakukan yang jahat atau dosa saja.

Ada beberapa analogi yang mereka pakai untuk membela konsep ini.

* Allah Kudus dan bebas melakukan yang baik saja karena itu sudah sifatNya.
* Manusia yang berdosa bebas melakukan dosa, karena itu sudah sifatnya.
* Manusia bebas menolak Allah, tetapi tidak bebas percaya
* Adam manusia pertama bebas melakukan yang baik dan buruk sebelum ia jatuh ke dalam dosa. Tetapi ia memilih yang buruk dan setelah ia jatuh, ia tidak bebas untuk memilih yang baik.
* Adam kedua yaitu Yesus Kristus hanya bisa memilih yang baik

Counter untuk ayat-ayat ini:

1. Apa itu bobrok total (Total Depravity) menurut Alkitab?
2. Apakah orang-orang yang sudah bobrok total selalu melakukan hal-hal yang bobrok saja?

Tidak..! Buktinya ada banyak manusia yang bisa melakukan kebaikan atau hal-hal yang baik. Contoh mereka yang tidak mengenal Tuhan saja mereka masih bisa, bahkan sering melakukan kebaikan supaya mereka bisa masuk Sorga (menurut kepercayaan mereka), sekalipun itu tidak mungkin. Dapat juga kita lihat manusia tidak saling membunuh atau tidak melulu melakukan kejahatan yang secara moral salah. Ini menunjukkan bahwa manusia yang belum percaya tidak terus-menerus dan harus melakukan yang buruk atau yang jahat.

Contoh dalam Alkitab Matius 7:11 “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapamu yang di Sorga.” Ayat ini memberi penjelasan yang baik, bahwa orang yang jahat saja menurut kaca mata Tuhan masih bisa melakukan perbuatan baik. Ia tidak melulu melakukan yang jahat sekalipun ia adalah orang berdosa/bukan orang pilihan.

Bobrok total tidak harus sebobrok-bobroknya atau selalu melakukan yang jahat. Roma 2:15 ”Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum taurat ada tertulis dalam hati mereka, dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Dalam ayat ini memberitahukan bahwa orang yang tidak percaya juga memiliki hukum Taurat dalam hati nurani mereka dan mereka ini bukan orang pilihan, tetapi ada moralitas dalam hidup mereka. Ini merupakan kasih karunia kepada manusia tanpa terkecuali baik yang percaya maupun yang tidak percaya.

Hal ini memberitahu kepada kita, bahwa total depravity dalam konsep Alkitab berbeda dengan konsep Kalvinisme. Yang jahat dalam Alkitab adalah yang sesuatu yang tidak sesuai dengan standar Allah. Manusia bisa saja melakukan sesuatu yang baik dan benar tetapi tidak sesuai dengan standart Allah. Ini adalah kebenaran yang relatif, tergantung siapa yang menilai.

Pekerjaan yang baik menurut standard Allah ada dalam Yoh 6:28-29, yakni Percaya kepada Yesus Kristus yang diutus Allah.

Dalam Alkitab tidak ada satu ayatpun yang mengatakan manusia tidak bisa percaya kepada Allah. (BERSAMBUNG)

Sumber : Semua tulisan ini di dapat dalam mata kuliah Kalvinisme di GITS.

Categories: CALVINISME Tag:

SEJARAH KALVINIS–SEBELUM J. CALVIN

27 Februari 2009 Tinggalkan Komentar

Pengajaran kalvinisme tidak dimulai oleh John Calvin, tetapi telah ada sebelumnya. Calvin sendiri mendapatkan teologinya dari Agustinus. Hal ini diakui oleh para penganut Kalvinisme sendiri. Oleh karena itu, para penganut Kalvinis berusaha untuk membuat citra Augustine menjadi sebaik mungkin.

a. “Salah satu pikiran theologis dan filosofis yang Allah pernah berikan pada gerejaNya.” (Talbot dan Crampton)
b. “Orang Kristen terhebat sejak masa Perjanjian Baru.” (Alexander Souter)
c. Dia pernah masuk mazhab manichaens, yang menekankan asketikisme, hidup selibat, dan vegetarianisme. Pengaruh mazhab ini masih terasa di hidup Augustine selanjutnya
d. Ketika tinggal di kota Milan, Augustine bertobat dan masuk Kristen. Dia belakangan pindah ke Hippo (Afrika), dan menjadi uskup di sana.
e. Dalam theologinya, Augustine sangat dipengaruhi oleh filosofi Plato, yang menekankan ke- universal-an.
f. Augustine bukan hanya dianggap sebagai bapa dari Kalvinisme, tetapi juga bapa dari Katolik, Dia adalah salah satu dari empat orang Doktor Gereja mereka yang yang paling utama.
g. Augustine mengajarkan bahwa baptisan itu menyelamatkan. Dia mendukung baptisan bayi dengan sepenuh hati. Ia mengatakan bayi yang tidak sempat dibaptis akan masuk ke dalam suatu tempat yaitu LIMBO (purgatori) ini adalah doktrin jadi-jadian dari Augustinus.
h. Augustinus mengajarkan adanya konsep Purgatori yang sama sekali tidak ada dasar alkitabnya.
i. Augustine percaya bahwa kitab-kitab apokripha sebagai Firman Tuhan. Inilah sebabnya dia disebut bapak Katolik
j. Doktrin gerejanya Augustine menekankan gereja universal yang kelihatan, sehingga membuka jalan bagi Roma Katolik untuk berjaya.
k. Augustine menganggap hubungan seksual sebagai suatu yang kotor, dan adalah dosa untuk berhubungan seksual kecuali untuk tujuan menghasilkan keturunan. Itulah sebabnya Katolik melarang pengikutnya memakai alat kontrasepsi karena tujuan melakukan hubungan seksual itu memang untuk memiliki keturunan jadi tidak boleh memakai kontrasepsi.
l. Augustine mendirikan sistem sakramen dengan mengatakan, bahwa sakramen adalah bukti yang kelihatan dari kasih karunia yang tidak kelihatan. Ia menambah penahbisan, pernikahan, dan lain-lainnya sebagai bagian dari sakramen.
m. Dalam penafsiran Alkitab, Augustine mengikuti penafsiran alegoris
n. Dalam eskatologi, Augustine, melalui bukunya City of God, mengajarkan Amilenialisme. Kadang-kadang dia juga mengajarkan post melenialisme
o. Augustine adalah tokoh yang paling bertanggung jawab atas keputusan untuk menganiaya mereka yang di anggap sebagai kelompok sesat. Dalam zamannya, Augustine mendukung penuh penganiayaan terhadap kelompok Donatis. Ketika ia kalah debat dengan kelompok Donatis ia mengusulkan kepada Theodutus agar setiap orang yang sesat dihukum dengan alasan: membela kebenaran dengan Argumentasi itu baik, tetapi Donatis itu masih kanak-kanak jadi harus dianiaya dulu supaya mereka masuk gereja yang benar, setelah itu mereka (Donatis) berterimakasih (seperti anak kecil yang dipaksa minum obat). Ini sudah menjadi ajaran Iblis untuk memaksa orang lain untuk mengakui dan menganut fahamnya dengan paksa, sekalipun ajaran itu tidak masuk akal atau bertentangan dengan akal sehat manusia.
p. Tidak heran, dia dipanggil sebagai bapa Khatolik, karena hampir semua doktrin Katolik dapat ditelusuri kembali ke Augustine.
q. Dia juga mengajarkan bahwa manusia telah ditentukan dari semula untuk masuk surga atau masuk neraka. Walaupun demikian, Agustine sendiri tidak terlalu mantap dalam hal apakah seseorang yang telah lahir baru masih dapat terhilang?
r. Doktrin Pemilihan atau Predestinasi Augustine, tersusun semakin rapi ketika dia berdebat dengan Pelagius yang memang pengajarannya sesat dengan mengajarkan, bahwa keselamatan itu melalui usaha manusia.
s. Sangat mengherankan, orang yang sesat seperti Augustinus, dapat dianggap sebagai seseorang yang luar biasa ortodoks, bahkan sebagai “pencetus Reformasi.” Semua hanya karena Augustine merupakan pencetus teori-teori Calvin. Kalau Augustine dapat sesat dalam kebanyakan doktrinnya, maka doktrin tentang predetinasi patut dicurigai?
t. Augustinus mengakui Maria itu perawan seumur hidup.

Sumber: http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/01/sejarah-kalvinis-sebelum-j-calvin.html

Categories: CALVINISME Tag:

Kalvinisme – Mengenai Arminianisme

27 Februari 2009 Tinggalkan Komentar

Salah satu senjata dari pengikut Kalvinisme, adalah menuduh semua orang yang tidak setuju dengan Kalvinis sebagai penganut Arminianisme. Suatu intimidasi terselubung yang akhirnya mengakibatkan dari pada dikatakan Arminian lebih baik saya mengaku sebagai Kalvinis.

Salah satu hal yang biasanya dilakukan adalah dengan cara menjelek-jelekan Arminianisme. Yang lebih menyedihkan hal ini dilakukan walaupun banyak dari antara mereka yang tidak tahu apa pengajaran Arminianisme (Jacobus Arminius) sebenarnya ataupun membaca hasil tulisan Armenius.

Beberapa kutipan di bawah menjelaskan kebencian kaum Kalvinis yang sangat irasional terhadap sistem Arminian. Dimana kita akan menemukan kebencian mereka yang tidak rasional terhadap sistem Arminian:

* “Arminianisme adalah inti dari kepausan.” (MacLean) Suatu propaganda untuk menyatakan bahwa Arminianisme adalah sama dengan Roma Katolik
* Arminianisme adalah “monster terbesar dan terakhir dari manusia dosa itu; zat inti anti kekristenan.” (Leighton)
* “Saya rasa mungkin saja ada beberapa penganut Arminian yang diselamatkan. “(Palmer).

http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/01/kalvinisme-mengenai-arminianisme.html

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

1. Tidak benar bahwa hanya ada dua pilihan: Kalvinisme dan Arminianisme.
2. Para penganut Kalvinis sendiri sering berbeda tentang poin-poin Kalvinisme. Di antara mereka ada yang setuju dengan 5 point TULIP, tetapi ada juga yang hanya setuju dengan beberapa point saja.
3. Sistem Kalvinis adalah sistem yang sangat sistematika dan mengandalkan logika, namun hanya didasarkan atas ayat-ayat tertentu saja dari Alkitab.
4. Tetapi karena tidak berdasarkan keseluruhan Alkitab di dalam penalarannya, maka jelas ada banyak hal yang tidak konsisten di dalam sistem Kalvinisme.
5. Kebenaran yang sejati, haruslah sistematika dan masuk akal, tetapi logika yang digunakan haruslah didasarkan pada seluruh Firman Tuhan.
6. Selain itu, kalau kita terus mengajar kelemahan-kelemahan Kalvinisme, mereka sering berkelit, dengan berkata bahwa itu bukanlah Kalvinis, tetapi Hyper-Kalvinis. Suatu tempat persembunyian mereka bila kehilangan posisi dalam berargumen. Padahal itu adalah konsekuensi logis dari TULIP.
7. Hiper-Kalvinisme sulit didefinisikan (macam-macam definisi oleh orang yang berdebat), dan sebenarnya hanyalah menerapkan prinsip-prinsip Kalvinisme secara konsisten.

http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/01/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan.html

Categories: CALVINISME Tag:

KALVINISME

20 Februari 2009 Tinggalkan Komentar

Pendahuluan

Kalvinisme adalah sebuah sistem teologia yang mengambil nama seorang tokoh Reformasi, yaitu Yohanes Kalvin atau John Calvin. Namun dalam perkembangannya banyak pendukung Kalvinis yang tidak suka dengan nama “Kalvinisme”, mereka lebih suka memakai istilah “Reformed”, “Doktrin Kasih Karunia”, “Doktrin Kedaulatan Allah”, “Doktrin Pemilihan”, atau “Predestinasi”.

Fanatisme terhadap Kalvinisme sangatlah besar di antara para pendukungnya. Beberapa kutipan di bawah ini menunjukkan pendapat para pendukungnya.

* “Kalvinisme adalah agama dalam puncak dalam pemikirannya. Kalvinisme adalah ekspresi keinjilan yang paling murni dan stabil…Kalvinisme tidak kurang dan tidak lebih adalah harapan dunia ini.” (Warfield)
* “Pemikiran pusat dalam Kalvinisme adalah pemikiran besar Allah.” (Henry Meeter)
* “Theologia Kalvinisme adalah subjek paling agung yang pernah dipikirkan manusia.” (Boettner)
* “Sangat diragukan bahwa ada Theologia yang tidak bersifat Kalvinistik yang benar-benar Kristiani” (Talbot dan Crampton)
* Kalvinisme adalah Injil, dan mengajarkan Kalvinisme, pada faktanya adalah mengajarkan Injil” (Custance)
* Kalvinisme hanyalah nama panggilannya. Kalvinisme adalah Injil, dan tidak lain daripada itu.” (Spurgeon)

Orang Kalvinis sangat bangga dengan Kalvinisme, dan sering menegaskan bahwa Kalvinisme membawa dampak positif bagi dunia.

* “Hanya Kalvinisme yang menjamin adanya aktivitas sains dan intelektual yang sejati.” (Singer)
* “Coba tanya pada dirimu sendiri, apa jadinya Eropa dan Amerika, jika pada abad ke16, bintang Kalvinisme tidak tiba-tiba timbul di Eropa Barat.” (Kuyper)
* “Negara-negara yang Kalvinistik menjadi negara-negara dimana sistem kapitalisme berkembang.” (Dakin)
* “Etos kerja ‘Protestan’ dikembangkan dari pengajaran Calvin.” (Crampton)
* Ke mana saja Kalvinisme pergi, ia telah membawa serta sekolahan bersama dengannya, dan meberikan dorongan yang kuat untuk kemajuan pendidikan umum.” (Boettner)
* “Sangat sulit untuk melebih-lebihkan hutang umat manusia pada Calvin…sebagai pejuang bagi demokrasi yang terdepan.” (John Fiske)

Sebagai tambahan, Kaum Kalvinis sering bangga dengan nama besar para penganutnya seperti:

* Charles Haddon Spurgeon
* Warfield,
* MacArthur,
* George Whitefield,
* Jonathan Edwards,
* William Carey,
* Judson Taylor
* Loraine Boettner
* Hogde
* Louis Berkhof

Tetapi semua pernyataan manusia, seberapa besarpun namanya, tidaklah dapat dijadikan standar kebenaran. Segala hasil pemikiran manusia haruslah diukur menurut standar Alkitab (Firman Tuhan), sebagai satu-satunya standar yang absolut dengan konsep penafsiran yang literal, gramatikal, verbal, dan plenary.

Sumber: http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/01/kalvinisme-pendahuluan.html

Categories: CALVINISME Tag:

Hasil Sinod of Dort

Total Depravity = Kebobrokan Total. Kebobrokan total dalam konsep Kalvinis adalah manusia tidak bisa percaya kepada Kristus dan tidak memiliki kehendak bebas, manusia kehilangan kehendak bebas untuk percaya kepada Tuhan. Kalau tidak bisa percaya bagaimana manusia itu bisa selamat? Dengan pemilihan yang tanpa melihat kondisi.

Unconditional Election = Pemilihan yang tanpa melihat kondisi. Mereka melihat dari kekekalan dengan konsep pemilihan yang terbatas, pemilihan tanpa kondisi.Orang percaya karena dipilih, bila tidak dipilih, maka ia tidak akan bisa percaya kepada Kristus. Dengan kata lain Allah telah memprogramnya sedemikian rupa. Jadi untuk apakah Yesus datang kedunia? Untuk menebus orang-orang pilihan. Maka muncullah penebusan yang terbatas.

Limited Atonement = Penebusan yang terbatas. Allah hanya memilih sebagian untuk masuk Sorga, dimana yang tidak terpilih masuk ke Neraka. Karena Allah telah memilih orang yang pasti masuk surga, maka kematian Yesus terbatas hanya untuk orang-orang pilihan saja.

Irresistable Grace = Kasih Karunia yang tidak bisa ditolak Manusia telah jatuh dalam dosa secara universal. Karena sudah bobrok, tidak bisa merespon, maka Allah pilih tanpa melihat kondisi dan yang Ia pilih terbatas bagi orang pilihan saja. Oleh karena itu karunia itu tidak bisa ditolak.

Perseverence Of The Saints = Ketekunan orang-orang percaya. Dan ini adalah kesimpulan dari teologia TULIP.

Categories: CALVINISME Tag: