Arsip

Posts Tagged ‘OSAS’

Apakah Seseorang Yang Sudah Diselamatkan Dapat Meninggalkan Iman dan Terhilang

22 November 2011 3 komentar

Apakah Seseorang Yang Sudah Diselamatkan Dapat Meninggalkan Iman dan Terhilang

Ini adalah sebuah topik yang diperdebatkan dengan sengit dalam kalangan orang Kristen. Maka tidak mengherankan bahwa masing-masing pandangan memiliki pendukung setia, dan diskusi biasanya berlangsung dengan semangat dan berapi-api. Namun demikian, kita harus selalu mengingat bahwa yang kita cari adalah kebenaran, bukan sekedar suatu cara untuk mempertahankan pendapat atau doktrin kita.

Seharusnya kita sebagai orang percaya selalu menjadi hamba kebenaran, sebagaimana Paulus katakan: “Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran” (2 Kor. 13:8). Jika anda hanya mencari cara untuk membenarkan apa yang anda selama ini percayai, atau apa yang diajarkan pada anda, maka mata anda tidak akan pernah terbuka. Saya sendiri pernah diajar dan pernah percaya bahwa “sekali diselamatkan, kamu tidak bisa meninggalkan iman.” Saya berusaha untuk mempertahankan ajaran ini mati-matian, sampai akhirnya saya tidak dapat lagi menutup mata pada banyaknya bukti Alkitab bahwa hal tersebut tidak benar. Nah, berikut ini adalah rangkuman dari penyelidikan saya mengenai topik ini, dari Alkitab.

Pertama-tama, marilah kita memperhatikan beberapa hal mendasar mengenai keselamatan. Saya akan paparkan ini dalam bentuk poin-poin, dan setiap poin akan membangun di atas poin sebelumnya, sehingga kebenaran tentang hal ini dipaparkan bukan saja secara Alkitabiah, tetapi juga sistematis. Read more…

Kitab Kehidupan dan Dampaknya pada Doktrin Keselamatan

14 November 2011 Tinggalkan Komentar

Kitab Kehidupan Dan Dampaknya Pada Doktrin Keselamatan

Dr. Steven E. Liauw, Graphe International Theological Seminary

Kitab Kehidupan adalah salah satu misteri di dalam Alkitab. Tuhan memberitahu manusia melalui FirmanNya tentang eksistensi sebuah kitab yang disebut “book of life” atau “Kitab Kehidupan.” Nama dari kitab ini saja sudah cukup untuk membangkitkan rasa ingin tahu kita, apalagi ketika perikop-perikop Firman Tuhan menyingkapkan bahwa apa yang tertulis dalam Kitab Kehidupan ini akan membawa dampak yang sangat besar bagi setiap individu.

Ada banyak teori mengenai Kitab Kehidupan ini. Sama seperti banyak topik menarik lainnya dalam Alkitab (misalnya Melkisedek), kita seringkali berharap seandainya Tuhan memberikan lebih banyak informasi lagi. Bagaimana bentuk kitab ini? Seberapa panjangkah ia? Kapankah persisnya nama seseorang muncul dalam Kitab ini? Masih banyak informasi yang orang percaya rindukan tentang topik ini. Namun, Tuhan memberitahukan orang percaya, apa yang perlu untuk kita ketahui, dan semua yang tercatat dalam Firman Tuhan berguna bagi kita (2 Tim. 3:15-17). Hal-hal yang Tuhan tidak singkapkan berarti adalah hal-hal yang tidak penting bagi kehidupan kita sebagai orang percaya. Kita tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berspekulasi dalam hal-hal tersebut. Sebaliknya, kita harus berfokus pada apa yang Tuhan singkapkan, menerimanya dengan iman, dan menerapkannya dalam doktrin dan praktek kita, apapun resikionya.  Read more…

Seminar DOKTRIN KESELAMATAN ALKITABIAH 10 Desember 2011 Jogjakarta

22 Oktober 2011 1 komentar

KEMURTADAN PRIBADI

11 November 2008 Tinggalkan Komentar

“Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.” (Ibr 3:12)

Kemurtadan (Yun. apostasia) dipakai dua kali dalam PB sebagai kata benda (.Kis 21:21; 2 Tes 2:3) dan di dalam .Ibr 3:12 dalam bentuk kata kerja (Yun. _aphistemi_; dalam versi lain diterjemahkan sebagai “berbalik dari”). Istilah Yunani ini ditegaskan sebagai tindakan meninggalkan, berkhianat, memberontak, mengundurkan diri atau berbalik meninggalkan sesuatu yang dahulu diikuti.

1) Menjadi murtad berarti memutuskan hubungan keselamatan dengan Kristus atau mengundurkan diri dari persekutuan yang sangat penting dengan Dia dan iman yang sejati kepada-Nya

Dengan demikian kemurtadan pribadi hanya dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya sudah mengalami keselamatan, kelahiran baru, dan pembaharuan melalui Roh Kudus (bd. .Luk 8:13; Ibr 6:4-5); kemurtadan bukan sekedar tindakan menyangkal doktrin PB oleh mereka yang belum diselamatkan di dalam jemaat. Kemurtadan mungkin meliputi dua aspek yang berbeda namun berhubungan: Read more…