Beranda > PESONA ALKITAB, TOKOH > Ada Apa dengan Melkisedek?

Ada Apa dengan Melkisedek?


Menarik memang membaca Alkitab mengenai kisah Melkisedek yang hanya tampil sementara atau referensi Alkitab tentangnya tidak begitu mendetail, sehingga kita kadang bertanya-tanya siapakah Melkisedek sebenarnya? Apakah dia Kristus Yesus atau hanya simbol dari Kristus Yesus? Apakah dia hanya manusia biasa yang menjadi imam Allah Yang
Mahatinggi?

Kejadian 14:18-20 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,  dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Ibrani 7:1-10 berkata
7:1. Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika
Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.
7:2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. 7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
7:4 Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik. 7:5 Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.
7:6 Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji.

7:7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.7:8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.

7:9 Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham
dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima
persepuluhan,
7:10 sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika Melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu.

Arti nama Melkisedek yaitu Raja Kebenaran/Keadilan (Bhs. Ibrani: Sedek=Raja/Dewa, Melek=adil). Raja Salem (=Yerusalem) yaitu Raja Damai Sejahtera.
Dia punya 2 jabatan Raja dan Imam.

The question as to who this mysterious personage was has given rise to
a great deal of modern speculation. It is an old tradition among the
Jews that he was Shem, the son of Noah, who may have survived to this
time. Melchizedek was a Canaanitish prince, a worshipper of the true
God, and in his peculiar history and character an instructive type of
our Lord, the great High Priest Heb 5:6,7 6:20 One of the Amarna
tablets is from Ebed-Tob, king of Jerusalem, the successor of
Melchizedek, in which he claims the very attributes and dignity given
to Melchizedek in the Epistle to the Hebrews.

Pertanyaan siapakah orang terkemuka yang misterius ini,
menimbulkan banyak spekulasi. Tradisi Lama diantara orang-orang Yahudi
mengatakan bahwa Melkisedek adalah Sem, anak Nuh, yang masih hidup pada
waktu itu. Melkisedek adalah pangeran Kanaan (Canaanitish), penyembah
Allah Yang Benar, dan sejarah hidupnya yang misterius dan karakternya
mengandung pelajaran/perlambangan tipe Tuhan kita, Imam Besar Allah
Yang Mahatinggi.

Salah
satu Tablet Amarna dari Raja Yerusalem, Ebed-Tob, penerus Melkisedek,
mengakui seluruh atribut dan martabat diberikan ke Melkisedek dalam
surat Ibrani kepada Orang Yahudi.
Raja Israel disebut “imam menurut peraturan Melkisedek” (Mazm 110:4).
Gelar
itu diterapkan kepada Yesus Kristus sehingga Ia menjadi Imam yang lebih
tinggi dari pada Lewi atau Harun (Ibr 7:1-28). Di dalam PL disebutkan
sebanyak dua kali. Ia adalah seorang raja dari Salem (=Yerusalem) dan
Imam dari El-Elyon (Allah yang tertinggi). Melkisedek dipakai untuk
menghubungkan tradisi Abraham dengan Yerusalem dan untuk mendasari
persembahan sepersepuluh kepada imamat Yerusalem. Episode kurban
Melkisedek (roti dan anggur) barangkali adalah sebuah legenda ibadat
dari bait kudus Yerusalem, yang diubah menjadi tradisi Israel pada
zaman Daud. Mengenai para raja Israel maupun semua raja di daerah Timur
tengah, nampaknya mereka (raja-raja Israel) sekaligus dipandang
menjadi imam pengganti imamat para Imam di Israel di Yerusalem. Hal itu
nampak dalam teks yang kedua, yaitu ucapan Allah pada Mzm 110:4.
Di dalam PB. Surat Ibr (Ibr 5:6,10; 6:20; 7:1-28) mengartikan putusan
Allah itu secara kristologis. keparalelan antara Yesus – Melkisedek
ditarik sedemikian luasnya, sehingga Melkisedek menjadi pralambang
sempurna untuk Yesus. Dengan demikian dipandang telah terbukti
keagungan imamat Yesus di atas imamat Lewi, sebab imamat mereka di
dalam Abraham membayar persembahan perpuluhan kepada Melkisedek.

Keimamatan menurut aturan Melkisedek (Keimamatan Kristus) lebih tinggi dari keimamatan Harun/Lewi karena:
1. Bapa Abraham memberikan persembahan perpuluhan
2. Melkisedek memberkati Abraham (Kej 14:19, Ibr 7:7)
3. Kaum Lewi, meski belum lahir, memberikan kepada Melkisedek persembahan perpuluhan lewat Abraham

4. Ketetapan keimamatannya dalam Kristus menyatakan pembatalan/pencabutan sistem keimamatan Lewi
5. Dia dijadikan Imam tanpa sumpah
6. Keimamatannya tidak dapat diubah/dibatalkan sekalipun oleh kematian. Aturan Melkisedek.

Nah, siapakah pribadi Melkisedek sesungguhnya? Apakah Kristus atau seorang manusia biasa
yang punya jabatan Imam dan Raja?
Beberapa penafsir Alkitab menyatakan dia adalah Kristus, ada juga yang
menyatakan dia manusia yang dipakai menjadi perlambangan Kristus,
dikarenakan silsilah Melkisedek tidak diketahui oleh orang Yahudi dan
tidak tercatat dalam sejarah siapa Ayah dan Ibunya, tidak ada
keterangan atau catatan mengenai kelahirannya juga kematiannya sehingga
penulis kitab Ibrani mengatakan ”Melkisedek sama seperti Yesus
Kristus”.

Mengenai Ibrani 7:3

7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya
tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan
sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
7:3 Without father, without mother, without descent, having
neither beginning of days, nor end of life; but made like unto the Son
of God; abideth a priest continually. –KJV–

(7:3 Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun
bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga
keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti
Anak Allah; ia adalah imam yang abadi. —Alkitab LAI BIS=Bahasa
Indonesia Sehari-hari —)

Alkitab LAI BIS lebih jelas membahas Ibrani 7:1-28

” 7:1. Melkisedek ini adalah raja dari Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Waktu Abraham kembali dari pertempuran mengalahkan raja-raja, Melkisedek datang menyambut dia dan memberkatinya.

7:2 Maka Abraham memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari
segala apa yang direbutnya. (Nama Melkisedek berarti, pertama-tama,
“Raja Keadilan”; dan karena ia raja dari Salem, maka namanya berarti
juga “Raja Sejahtera”.)
7:3 Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun
bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga
keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi.

7:4 Jadi, kita lihat di sini betapa besarnya Melkisedek ini; ia
begitu besar sehingga Abraham, bapak leluhur bangsa kita, memberikan
kepadanya sepersepuluh dari segala sesuatu yang didapatnya dari
pertempuran itu.
7:5 Di dalam hukum agama Yahudi ditentukan bahwa
imam-imam keturunan Lewi harus memungut sepersepuluh dari pendapatan
umat Israel, yakni saudara-saudara mereka sendiri, walaupun mereka
sama-sama keturunan Abraham.
7:6 Melkisedek bukan keturunan Lewi, namun ia menerima
juga sepersepuluh dari segala yang direbut Abraham, dan memberkati pula
Abraham yang justru sudah menerima janji-janji dari Allah. 7:7 Memang tidak bisa dibantah bahwa orang yang diberkati adalah lebih rendah daripada orang yang memberkatinya.

7:8 Imam-imam yang menerima pungutan sepersepuluh bagian itu
adalah orang yang bisa mati. Tetapi menurut Alkitab, Melkisedek yang
menerima pemberian sepersepuluh bagian itu adalah orang yang tetap
hidup.
7:9 Boleh dikatakan, bahwa Lewi–yang keturunannya memungut
sepersepuluh bagian dari umat Israel–membayar juga bagian itu lewat
Abraham, pada waktu Abraham membayarnya kepada Melkisedek.
7:10 Walaupun Lewi belum lahir, tetapi boleh dikatakan ia sudah
berada di dalam tubuh Abraham nenek moyangnya, pada waktu Melkisedek
bertemu dengan Abraham.
7:11. Di bawah pimpinan imam-imam Lewi, hukum agama Yahudi
diberikan kepada umat Israel. Karena imam-imam Lewi dahulu itu tidak
dapat melakukan dengan sempurna apa yang harus dikerjakannya, maka
harus ada imam lain, yaitu yang seperti Imam Melkisedek, dan bukan dari
golongan Imam Harun lagi!
7:12 Nah, kalau kedudukan imam-imam berubah, hukum agama Yahudi
pun harus berubah juga. 7:13 Yang dimaksudkan di sini ialah Tuhan kita:
Ia dari suku lain, dan belum pernah seorang pun dari suku-Nya bertugas
sebagai imam.
7:14 Semua orang tahu bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda; dan Musa tidak pernah menyebut suku itu sewaktu ia berbicara tentang imam-imam.
7:15 Hal yang dibicarakan ini menjadi lebih jelas lagi, dengan munculnya seorang imam lain yang seperti Melkisedek.

7:16 Ia diangkat menjadi imam, bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, melainkan berdasarkan hidup-Nya yang berkuasa dan yang tidak ada akhirnya.
7:17 Sebab di dalam Alkitab dikatakan, “Engkau adalah imam selama-lamanya, seperti Imam Melkisedek.”

7:18 Jadi, sekarang peraturan yang lama sudah dikesampingkan, sebab tidak kuat dan tidak berguna.

7:19 Hukum agama Yahudi tidak dapat membuat sesuatu pun menjadi sempurna. Itu sebabnya kita sekarang diberikan suatu harapan yang lebih baik; dengan itu kita dapat mendekati Allah.
7:20 Lagipula, semuanya itu disertai dengan sumpah dari Allah. Tidak ada sumpah seperti itu pada waktu imam-imam yang lain itu diangkat.
7:21 Tetapi Yesus diangkat menjadi imam pakai sumpah, pada waktu Allah berkata kepada-Nya, “Tuhan sudah bersumpah, dan Ia tidak akan merubah pendirian-Nya, ‘Engkau adalah imam selama-lamanya.'”
7:22 Dengan ini pula Yesus menjadi jaminan untuk suatu perjanjian yang lebih baik.

7:23 Ada lagi satu hal: imam-imam yang lain itu ada banyak, sebab mereka masing-masing mati sehingga tidak dapat meneruskan jabatannya.
7:24 Tetapi Yesus hidup selama-lamanya, jadi jabatan-Nya sebagai imam tidak berpindah kepada orang lain.

7:25 Oleh karena itu untuk selama-lamanya Yesus dapat menyelamatkan orang-orang yang datang kepada Allah melalui Dia, sebab Ia hidup selama-lamanya untuk mengajukan permohonan kepada Allah bagi orang-orang itu.
7:26 Jadi, Yesus itulah Imam Agung yang kita perlukan. Ia suci; pada-Nya tidak terdapat kesalahan atau dosa apa pun. Ia dipisahkan dari orang-orang berdosa, dan dinaikkan sampai ke tempat yang lebih tinggi dari segala langit.
7:27 Ia tidak seperti imam-imam agung yang lain, yang setiap hari harus mempersembahkan kurban karena dosa-dosanya sendiri dahulu, baru karena dosa-dosa umat. Yesus mempersembahkan kurban hanya sekali saja untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban.
7:28 Hukum agama Yahudi mengangkat orang yang tidak sempurna menjadi imam agung. Tetapi kemudian dari hukum itu, Allah membuat janji dengan sumpah bahwa Ia mengangkat sebagai Imam Agung, Anak yang sudah dijadikan Penyelamat yang sempurna untuk selama-lamanya.”

Saya mengagumi sosok misterius Melkisedek ini, yang melambangkan Kristus Yesus, Tuhan kita. ”Roti dan anggur” yang dibawa Melkisedek untuk Abraham, melambangkan Tubuh dan Darah Yesus, yang menjadi tebusan dosa umat manusia.
Yang pasti Melkisedek lebih tinggi dari Bapa Abraham karena ia yang memberkati Abraham.
Dari berbagai hal yang dipaparkan di atas, maka saya menganggap Melkisedek adalah manusia biasa yang menjadi/menjabat Imam dan Raja, bukan Yesus Kristus.
Jarang ada raja dari Yehuda yang punya dua jabatan sekaligus sebagai Imam dan Raja. Hanya Yesus dari suku Yehuda yang memenuhi kedua jabatan ini.

Jadi ia hanya perlambangan sempurna Yesus Kristus yang menjadi Imam Besar Kekal pengantara Allah dan manusia berdosa. Yesus Kristus punya 3 jabatan: Imam, Raja dan Nabi. Kedua jabatan Melkisedek (Imam dan Raja) ada pada Yesus Kristus.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: