Beranda > PESONA ALKITAB, tuhan yesus > MENGAPA HARUS YESUS?

MENGAPA HARUS YESUS?


Beberapa ayat Kitab Suci yang sangat Eksklusif menyatakan Yesus adalah satu-satunya Jalan menuju Bapa (Allah) diantaranya yaitu:

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku [YESUS].”

Kisah Para Rasul 4:12 Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia [YESUS], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Demikian 2 ayat dari beberapa ayat yg jelas2 eksklusif dari Kitab Suci yang menyatakan bahwa tidak ada keselamatan kecuali hanya lewat Yesus saja. Ayat Yohanes 14:6 adalah perkataan/ucapan langsung Yesus sedangkan ayat Kisah Rasul 4:12 diucapkan oleh Simon Petrus, pemimpin para murid/rasul Yesus.

Sekiranya 2 ayat ini tidak ada dalam Kitab Suci, maka orang Kristen tidak perlu giat menjalankan Amanat Agung Yesus dalam Matius 28:19-20,

28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

Ini adalah perintah untuk memberitakan Injil kepada seluruh suku bangsa di dunia dan menjadikan semua suku bangsa di dunia sebagai murid Yesus. Siapakah murid Yesus? Murid artinya pengikut, Kristen artinya pengikut Kristus. Kristus (atau Mesias) adalah nama gelar Yesus. Jadi semua murid Yesus pastilah Kristen. “Kristen” adalah sebutan dari kaum kafir/penganiaya kepada semua orang yg mengikut ajaran Yesus Kristus. Sebutan ini muncul pertama kali di kota Antiokhia.

Kisah Para Rasul 11

11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu selama satu tahun penuh, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Kisah Para Rasul 26

26:28 Jawab Agripa, “Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!”

I Petrus 4

4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Di Kitab Suci ada 3 ayat yg menyebut kata Kristen. Raja Agripa, seorang kafir yang tahu benar adat-istiadat dan ajaran agama orang Yahudi, hampir saja percaya dan jadi Kristen oleh pemberitaan Injil yang dilakukan Rasul Paulus dalam pembelaan dirinya dihadapan Raja Agripa.

Jadi sebelum ada Katolik, Kristen sudah ada. Maka, ada sebutan Katolik disebut Kristen Katolik, karena pada mulanya memang kata ”Kristen” sudah ada dalam ayat Kitab Suci.

Nah karena klaim dua ayat Eksklusif di atas, maka setiap orang yang mengaku murid Yesus atau Kristen adalah wajib mengimani satu-satunya cara dan jalan keselamatan atau satu-satunya cara/jalan menuju Surga Sungguh-sungguh hanya lewat YESUS saja. Dengan kata lain di luar YESUS tidak ada Jalan Keselamatan, Diluar Yesus tidak ada Jalan/Cara menuju Surga. Demikianlah seseorang bisa disebut Kristen/murid Yesus.

Sekiranya ada orang Kristen atau murid Yesus yang mengaku di luar YESUS ada jalan keselamatan atau jalan keselamatan bukan hanya lewat YESUS, dapat dipastikan dia bukanlah murid Yesus atau seorang Kristen.

Apakah dengan demikian orang Kristen sombong? Tentu tidak karena memang Kitab Suci mengajarkan demikian.

Siapapun Anda, apapun agama atau keyakinan Anda, jika Anda meyakini sungguh bahwa YESUS adalah SATU-SATUNYA Jalan menuju Allah, atau YESUS adalah satu-satunya Jalan Keselamatan atau YESUS adalah satu-satunya Jalan Menuju Surga atau YESUS adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat Dunia (Yoh 4:42, Filipi 3:20, I Tim 4:10, II Tim 1:10, Titus 1:4, 2:10, 13, II Petrus 1:11, II Petrus 3:18, Yudas 1:25, dll), maka Anda pastilah orang Kristen/murid YESUS. Dan Anda pasti SELAMAT (Ada JAMINAN KEKAL bagi Anda PASTI ke SURGA).

Sekiranya tidak ada klaim Eksklusif dari Kitab Suci tentang KEUNIKAN YESUS sebagai SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN atau SATU-SATUNYA JALAN MENUJU SURGA, maka Anda atau siapapun boleh bebas memilih agama atau keyakinan apapun. Atau sekiranya di Alkitab mengatakan ada banyak jalan menuju Surga atau ada banyak jalan untuk sampai pada Allah, maka Anda atau siapapun tidak perlu harus memilih YESUS atau tidak perlu menjadi Kristen/murid Yesus. Namun jelas Kitab Suci menolak semua kemungkinan ini. Tinggal kita mau mengamini dan mengimani ataukah kita menolaknya. Pilihan ada ditangan anda dan saya selaku manusia yang punya kehendak bebas, percaya atau menolak? Tuhan Yesus bukan Allah yang Otoriter kayak Diktator Hitler, Musolini, dll yang suka memaksa orang harus percaya, harus terima DiriNya sebagai SATU-SATUNYA JALAN. Anda dan saya bukan Robot sehingga harus manut mutlak seperti apa maunya si Pencipta robot. Jadi pilihan tetap ada ditangan Anda dan saya selaku manusia yang punya kehendak bebas.

Apakah masuk surga ditentukan oleh amal bakti atau perbuatan baik kita kepada Allah? Kitab Suci dengan jelas membantah hal ini dalam Titus 3:4-8

3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,

3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan benar yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya melalui permandian kelahiran kembali dan melalui pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita melalui Yesus Kristus, Juruselamat kita,

3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh anugerah-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

3:8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menegaskannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

Jadi sangat jelas Kitab Suci menyatakan Keselamatan dan Surga tidak kita peroleh karena usaha kita yaitu mengerjakan semua hal-hal yang baik dan benar (amal ibadah yang saleh), namun KESELAMATAN atau SURGA itu sungguh-sungguh ANUGERAH (Pemberian Cuma-Cuma) dari ALLAH semata, tidak ditambah dengan PERBUATAN AMAL ibadah. Amal Ibadah itu hanya menyatakan bahwa Anda sudah memperoleh Anugerah Allah dan membuktikan bahwa Anda sudah diselamatkan atau anda sungguh Orang Percaya/murid Yesus/Kristen. Amal Ibadah yg orang Kristen lakukan bukanlah syarat agar dia bisa masuk surga atau agar dia bisa diselamatkan Allah. Namun itu bukti dia sudah diselamatkan dan menerima ANUGERAH KESELAMATAN Allah secara Cuma-Cuma melalui Penebusan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Jadi amal ibadah/perbuatan baik selain sebagai BUKTI sudah diselamatkan adalah juga berbicara mengenai upah/pahala/hadiah yang akan diterima selama di dunia (Berkat Tuhan di dunia) atau setelah di Surga nanti (Berkat Tuhan di Surga berupa mahkota atau jabatan/posisi, dll, yang jelas jauh dari ”Surga yang bersifat hedonisme”).

Mengapa harus Yesus? Karena memang tidak ada JALAN/CARA LAIN yang olehnya kita beroleh SELAMAT. Demikianlah hal yang dapat saya sampaikan selaku seorang yang mengaku murid Yesus/orang Kristen.

Jika anda merasa ragu dan mau bertanya/diskusi tentang hal ini, mari bergabung di milist: diskusi-alkitab@googlegroups.com. Tuhan Yesus memberkati.

  1. admirefans
    24 Oktober 2008 pukul 8:13 AM

    “Allah” Tuhan Yang Maha Esa adalah pencipta dan pemelihara seluruh alam semesta beserta isinya. saya rasa baik dari umat Islam maupun Kristen tidak akan ada yang menyanggah pernyataan tersebut.
    Lalu, sebagaimana diimani oleh kalian, bahwa Tuhan telah menjelma dalam diri Yesus, seorang manusia 100%, dimana ia adalah manusia dengan segala kelemahan dan ketidakmampuannya. maka berpikirlah! alam semesta,manusia,dan segala organisme dari yang kasat mata sampai tidak kasat mata adalah ciptaan Allah dan semuanya hidup dengan sebuah hukum yang telah ditetapkan dan dipelihara oleh Allah.

    Bumi berputar pada porosnya terus menerus, universe tunduk pada hukum yang sudah berketetapan, sehingga mereka tidak saling mendekati terlampau dekat dan bertabrakan satu sama lain, kelahiran manusia setiap saat adalah kuasa Allah, begitu juga dengan hewan, tumbuhan dan berbagai mikroorganisme beserta segala proses yang mendukung kelangsungan hidupnya(sistem pernapasan,sistem pencernaan,dll) adalah kuasa Allah. Kita semua tentu sepakat bahwa semuanya tidak terjadi dengan sendirinya tanpa ada aturan dan yang mengatur melainkan bahwa semuanya ada dalam kekuasaan dan pemeliharaan Allah. Nah, sekarang bagaimana dengan pernyataan bahwa

    “Tuhan menjelma kedalam diri Yesus yang adalah 100% manusia dengan segala sifat manusiawinya”?Umat Kristen tentu setuju bahwa Yesus dalam ujud manusianya 100% tidak dapat mengelak dari kodrati manusiawinya, dimana segala perilaku dan kelemahannya adalah sebagai akibat kemanusiawiannya itu!-yg dimana “Tuhan” dalam wujudnya sebagai Yesus tidak membawa serta kekuasaan keIlahiannya, terbukti dari ketidak tahuan Yesus mengenai kapan hari kiamat tiba,digodanya Yesus oleh iblis,lapar,haus,dan takutnya Yesus,ketidak tahuannya akan musim,dll dll….pendek kata Yesus sebagai manusa dalam masa hidupnya yang pendek,33 tahun saja, adalah 100% manusia dan tidak berkuasa melakukan apapun yang bersifat keilahian termasuk mencipta dan memelihara alam semesta beserta isinya.

    Jadi yesus sebagai manusia TIDAK BISA dalam waktu bersamaan merangkap sekaligus sebagai Tuhan yang mempunyai kekuasaan menciptakan dan memelihara segala isi alam semesta! kini fikirkanlah! bagaimana mungkin Yesus sebagai 100% manusia yang sudah jelas tidak memiliki kuasa untuk menciptakan dan memelihara alam semesta beserta isinya sehubungan dengan kemanusiawian nya sebagai manusia Yesus, dilain pihak diyakini juga sebagai 100% Tuhan????

    Verifikasi hal2 berikut ini!!!!
    1. Dalam 33 tahun masa hidup Yesus, apakah kelahiran manusia menjadi terhenti???Apakah tidak ada hewan yang dilahirkan baik melalui proses reproduksi maupun pembelahan diri???Apakah tanaman berhenti tumbuh dan layu???
    Karena Yesus sebagai manusia yang memiliki berbagai kelemahan manusiawi, tidak mungkin bisa menciptakan manusia dan juga mematikan manusia-yang merupakan kuasa Allah. Bagaimana mau menciptakan manusia,hewan, dan tumbuhan serta mematikannya, bukankah Yesus membedakan musim saja tidak bisa? bukankah Yesus bisa lapar dan haus?tentu saja penciptaan manusia dan segala prosesnya merupakan tugas yang terlalu amat berat dan TIDAK MUNGKIN dapat dkerjakan Yesus!tapi sekali lagi:

    Apakah dalam 33 tahun masa hidup Yesus, bayi-bayi berhenti lahir dan orang-orang tidak bisa mati?TENTU TIDAK! bayi-bayi tetap dilahirkan kedunia,hewan2 lahir dan mati, tanaman tumbuh dan layu, manusia-manusia tetap mati. semua proses itu sama sekali tidak berhenti selama masa hidup Yesus yang 33 tahun itu.
    Lalu siapa yang melakukan dan memelihara proses itu semua?tentu tidak terjadi begitu saja tanpa ada yang mengatur bukan?dan karena Yesus dengan segala kelemahan manusiawinya tidak mungkin melakukan itu semua, lalu SIAPA? tentu saja Allah SWT yang tetap berkuasa dan memelihara setiap proses tersebut.
    Bukan Yesus! karena itu Yesus Bukan Tuhan. Yesus memang adalah 100% manusia tapi tidak bisa diyakini sebagai juga 100% Tuhan! kenapa? karena ia tidak bisa menciptakan dan mematikan makhluk hidup serta memelihara segala prosesnya, yang melakukan itu semua hanyalah Allah SWT. perhatikanlah Kitab Suci Al-Qur’an
    Firman Allah: “Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)?Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.” (QS.AN-Nahl,16:17)
    Perhatikanlah! sungguh sesat mereka yang mengatakan bahwa Yesus 100% manusia namun juga 100% Allah.
    Premis Minor : Yesus tidak menciptakan maupun memelihara makhluk, alam semesta beserta segala isinya
    Premis Mayor : Allah Maha Pencipta dan Maha Pemelihara makhluk, alam semesta beserta segala isinya.
    Konklusi/Kesimpulan : Maka Yesus tidak sama dengan Tuhan dan bukan Tuhan, karena itu Yesus yang 100% manusia itu, tidak bisa disebut juga dengan 100% Tuhan, karena memang bukan Tuhan.

    Firman Allah: “Katakanlah: “Siapakah yang ditanganNya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu? (QS.Al-Mu’minuun 89-90) kemudian….

    2. Dalam masa 33 tahun hidup Yesus didunia, apakah bumi berhenti berputar?apakah langit runtuh?apakah Matahari padam?apakah orbit setiap planet menjadi kacau sehingga satu sama lain saling bertubrukan?apakah Bumi terus diliputi siang tanpa malam dan juga sebaliknya?…..
    TIDAK! bumi tetap berputar pada porosnya,langit tetap teguh,Matahari tetap memancarkan sinarnya yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan, planet-planet beserta satelitnya tetap dalam orbitnya yang terjaga, siang tetap berganti malam,dan seterusnya….
    #Apakah Yesus yang 100%manusia yang dapat melakukan dan memelihara itu semua?apakah Yesus yang lapar,haus,ketakutan,tak tahu musim, dan dicobai setan yang dapat melakukan itu semua?SEKALI-KALI TIDAK!lalu siapa yang tetap memelihara semuanya dalam 33 tahun hidup Yesus kalau memang bukan Yesus?(pertanyaan ini untuk yang berasumsi dan menyatakan bahwa Yesus yang hidup selama 33 tahun adalah 100% manusia dan 100% Tuhan)
    #Apakah semuanya terjadi begitu saja dengan sendirinya?tentu tidak!Allah lah yang selalu menguasai dan memelihara semuanya itu. bukan Yesus! kalau Yesus yang manusia 100% harus menanggung semuanya,tentu sesaat setelah manusia Yesus lahir,segalanya akan kacau balau!karena Yesus yang 100% manusia dengan segala kelemahan manusiawinya tidak akan mungkin mampu menjalankan semua keseimbangan proses tersebut sekaligus bersamaan dengan kodrat pribadinya sebagai manusia.

    Perhatikanlah:
    Firman Allah: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Karena itu lihatlah berulang-ulang adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk:3)

    Firman Allah: “Dan Dia telah menundukkan pula bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan telah menundukkan bagimu malam dan siang” (QS.Ibrahim:33)

    Subhanallah, Maha Suci Allah,maha benar Allah dengan segala FirmanNya. Allah lah yang menjaga keseimbangan alam semesta,menundukkan matahari dan bulan yang terus menerus beredar dalam orbitnya. Allah lah yang menguasai dan memelihara segala proses tersebut.dan BUKAN YESUS!karena itu Yesus yang 100% manusia tidak bisa disebut juga sebagai Tuhan 100%,

    Premis Mayor : Allah menguasai dan memelihara segala proses yang terjadi dalam alam semesta.
    Premis Minor : Yesus yang 100% manusia,TIDAK menguasai dan TIDAK memelihara segala proses yang terjadi dalam alam semesta.
    Konklusi/Kesimpulan : Yesus tidak sama dengan Tuhan,karena Tuhan berkuasa dan memelihara sedangkan Yesus tidak.

    Yesusbukanlah Tuhan karena hanya Tuhan yang berkuasa dan memelihara alam semesta, sedangkan Yesus idak.karena itu Yesus yang 100% manusia tidak bisa disebut sebagai juga
    100% Tuhan.

    Sementara umat Kristen meyakini lain, saya kutipkan lagi penyangkalan org Kristen..
    *(Kristen):Tiga penyebutan yang berbeda itu hanya menunjukkan fungsionil Allah yang berbeda Allah itu disebut Bapa, dalam Kuasa fungsionilnya mencipta. Allah itu juga disebut Anak, dalam Kuasa fungsionil- nya berfirman. Allah itu juga, bukan Allah yang lain lagi, disebut Rohulkudus, adalah Kuasa fungsionilnya memberi Taufik dan Hidayat, serta pertolongan yang dalam bahasa Ibrani disebut Parakletos.

    Pemisahan atau divisi fungsionil sebagaimana yang diyakini mereka sungguh merupakan suatu penafsiran yang mengada-ngada dan menyesatkan,sekali lagi,Yesus-sebagaimana diyakini mereka- yang hanya memiliki kuasa fungsionil berfirman tentu tak mungkin dan tak akan mampu pada saat bersamaan juga memiliki kuasa fungsionil mencipta,lalu pada saat Yesus hidup?Siapa yang tetap konsisten menjalankan kuasa fungsionil mencipta-sesuai istilah mereka-tersebut? apakah ada yang lain lagi? kalau begitu, maka apa artinya satu dalam tiga , tiga dalam satu-nya Tritunggal? bukankah sudah jelas bahwa Yesus tidak berkuasa seperti Tuhan?berarti jelas….Tuhan adalah satu hal dan Yesus adalah hal lain lagi, oleh karena itu,Yesus yang 100%manusia tidak bisa diaggap sebagai 100%Tuhan juga, maka pecahlah penyatuan Bapa dan Putera sebagai bagian dari tiga oknum tersebut!

    Kemudian, mengenai salah satu oknum tritunggal lainnya,yakni roh kudus,sesuai kepercayaan Kristen adalah oknum tak terpisahkan dari Tuhan bapa dan Tuhan putera,sehingga sekali lagi bapa,putera dan roh kudus itu selalu bersama dan tak terpisahkan, namun benarkah demikian? apakah Yesus kurang terselubungi roh kudus sehingga masih harus dibaptis lagi oleh Yohannes sang pembaptis?lalu dengan apa Yohannes membaptis orang banyak sebelum Yesus lahir?bukankah dengan Roh Kudus???maka berarti roh kudus tersebut telah ada sebelum Yesus lahir!bagaimana dengan tritunggal?mengapa roh kudus sudah hadir sebelum Yesus?kalau kita memakai kerangka berpikir umat Kristen mereka akan menjawab,bahwa Yesus sebagai Tuhan itu sendiri telah ada sebelum Yesus dilahirkan dalam wujud manusia,tapi bila kita terapkan logika ini,dengan apa Yesus dibaptis?bukankah roh kudus sebagai salah satu oknum tritunggal juga melekat dengan pribadi Yesus-yang menurut versi Kristen adalah 100% manusia juga 100% Tuhan.(namun argumen tersebut telah kita patahkan sebelumnya!)

    Lihatlah Perjanjian Baru Yohanes 16:7 “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika aku Pergi. sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu.”

    Bila ditanyakan pada umat Kristen,”SIAPAKAH SANG PENGHIBUR ITU?”dengan serentak mereka akan menjawab “ROH KUDUS!” bukankah roh kudus sebagai salah satu oknum tritunggal melekat juga pada diri Yesus?tapi bila kita menganggap sang penghibur adalah “roh kudus”dimana ia baru akan datang bila Yesus pergi,…berarti pada saat Yesus sedang mengatakan itu,sang penghibur(roh kudus menurut Kristen)sedang tidak ada!karena ia belum datang!karena sang penghibur(”roh kudus”)itu baru akan datang jika Yesus pergi!ini berarti:Yesus adalah satu hal, dan sang penghibur(Roh Kudus )adalah hal yang lain lagi! karena itu tidak bisa dikatakan bahwa roh kudus melekat pada diri Yesus yang menurut versi Kristen adalah 100%manusia dan 100% Tuhan

    Premis Mayor : sesuatu yang baru akan datang bila sesuatu lainnya telah pergi, tidaklah sama dan tidak melekat satu sama lain.
    Premis Minor : Roh Kudus baru akan datang bila Yesus telah Pergi
    Konklusi/Kesimpulan : Roh Kudus tidaklah sama dan tidak melekat dengan diri Yesus.

    Dengan demikian pecahlah sudah keseluruhan doktrin tritunggal:tiga dalam satu dan satu dalam tiga, karena terbukti bahwa tidak ada keterkaitan yang bisa dibuktikan dalam ketiga oknum yang diyakini umat Kristen sebagai tritunggal tersebut, selain hanya persangkaan belaka!

  2. admire
    27 Oktober 2008 pukul 3:26 AM

    Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”

    Umat Kristiani umumnya berani memastikan sesuatu y•ang belum tentu atau belum pasti terjadi. Mereka berang­gapan asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, di jamin “pasti masuk surga”. Padahal memastikan sese­orang masuk surga, itu bukan hak atau wewenang kita manusia, itu hanyalah hak Allah Swt. saja. Jika ada umat Islam menga­takan kepada mereka kata “Insya Allah”, sering diprotes, katanya “jangan insya Allah-insya Allah dong, yang pasti aja dong!!” Mereka tidak memahami bahwa mengu­capkan Insya Allah adalah sesuatu yang dianjurkan dalam kitab suci Al Qur’an dan juga Alkitab. Tetapi sebagian besar umat Kristiani tidak paham bahwa didalam Alkitab sebenarnya dianjurkan mengucapkan Insya Allah bila mengatakan sesuatu yang belum tentu terjadi. Bahkan dikatakan, bila tidak mengucapkan Insya Allah sesuatu yang belum pasti terjadi, dia tergolong sombong, dan bahkan berdosa.

    Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:

    “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan beruat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu meme­gahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yak 4:13-17)

    “Ia minta diri dan berkata: “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Lalu bertolaklah ia dari Efesus.” (Kis 18:21)

    “Tetapi aku akan segera datang kepada­mu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.(1 Kor 4:19).

    Kata-kata dalam semua ayat ayat tersbut yaitu “Jika Tuhan menghendakinya” dan “Jika Allah menghendakinya” serta “Kalau Tuhan menghendakinya”, semua itu makna­nya sama yang dalam Al Qur’an disebut “insya Allah”.

    Didalam Alkitab cetakan lama, kata­kata “Jika Tuhan Menghendakinya” semuanya tertulis jelas dengan kata “insya Allah”

    Perhatikan Alkitab lama cetakan tahun 1960 sebagai berikut:

    “Hai kamu jang berkata: “Bahwa hari ini atau besoknja biarlah kita pergi kenegeri anu serta menahun disitu, dan berniaga dan mentjari laba”; pada halnja kamu tiada mengetahui apa jang akan djadi besoknja. Bahaimanakah hidupmu itu? Karena kamu hanja suatu uap, jang kelihatan seketika sahadja lamanja, lalu lenjap. Melainkan patutlah kamu berkata: “Insya Allah, kita akan hidup membuat ini atau itu”. Tetapi dengan hal jang demikian kamu memegahkan dirimu dengan djemawanmu itu; maka semua kemegahan jang demikian itu djahat. Sebab itu, djikalau orang jang tahu berbuat baik, pada halnja tiada diperbuatnja, maka mendjadi dosalah baginja.

    “Melainkan sambil meminta diri ia berkata: “insya Allah, aku akan kembali kepadamu.” (Kis 18:21)

    “Tetapi insya Allah aku akan datang kepadamu dengan segeranja, dan aku akan mengetahui bukan perkataan mereka itu jang……dst. (1 Kor4:19).

    Dalam Al Qur`an, mengucapkan kata insya Allah merupakan suatu kewajiban bila kita tidak mengetahui sesuatu yang bakal terjadi. Perhatikan ayat-ayat Al Qur`an sebagai berikut:

    Fa lammaa dakhaluu ‘alaa vuusufa aawaa ilaihi abawaihi wa qaalad khuluu mishra insyaa-allaahu aaminiin

    “Maka tatkala mereka masuk menemui Yusuf, Yusuf membawa ibu bapaknya ke tempatnya dan berkata, “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman. ” (Qs 12 Yusuf 99)

    Qaala satajidunii in syaa-allaahu shaabiraw wa laa a`shii laka amraa.

    “Musa berkata, “Insya Allah engkau akan mendapati aku orang yang sabar dan aku tiada mengingkari perintahmu. ” (Qs 18 Al Kahfi 69)

    Fa lammaa balagha ma`ahus sa`ya qaala yaa bunayya innii araa fil manaami annii adzbahuka fanzhur maadzaa taraa qaala yaa abatif`al maa tu`maru sa tajidunii insvaa-allaahu minas shaabiriin.

    “Maka tatkala anak mencapai umur dapat bekerja bersamanya, Ibrahim berkata, “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku akan menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?” Dia berkata, “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada engkau; insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.” (Qs 37Ash Shaaffaat 102)

    Ternyata dari keterangan Alkitab tidak boleh m.engatakan “PASTI” untuk sesuatu yang belum tentu terjadi. Memastikan dijamin “Pasti masuk surga” bila percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru­selamat, adalah perbuatan sombong dan dosa. Jika hanya asal percaya kepada Yesus, semua ummat Islam percaya kepada Yasus yang disebut Nabi Isa as. Tidak sempurna iman seorang muslim jika tidak mengimani semua nabi, termasuk Nabi Isa. Bahkan percaya kepada semua nabi termasuk Nabi Isa as (Yesus), merupakan salah satu Rukun Iman yang harus di imani oleh setiap muslim dimanapun mereka berada. Hanya saja umat Islam mengimani beliau hanya sebagai Nabi atau Rasul, bukan Tuhan!!

    Menurut pandangan ummat Kristiani, asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka dijamin pasti masuk surga. Tetapi menurut pandangan Islam, hal itu bertolak belakang 180 derajat, justru kalau percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, maka disitulah tidak mungkin diselamatkan, karena telah menjadikan tuhan-tuhan lain selain Allah. Dan itu disebut dosa syirik, yaitu salah satu dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

    Dalam kitab Injil, Yesus berfirman bahwa keselamatan itu tergantung bagaimana kita mengamalkan perintah Allah. Perhatikan ucapan Yesus sebagai berikut:

    “Bukan setiap orang yang berseru kepada­ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melaku­kan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. ” (Mat 7:21)

    Berdasarkan ucapan Yesus tersebut, dapat kita simpulkan bahwa bukan setiap orang yang berseru Yesus, Yesus yang akan masuk kedalam surga, tetapi kata Yesus yaitu mereka yang melakukan sesuai dengan perintah Allah. Tentu menjadi pertanyaan, apakah ummat Kristiani sudah melakukan sesuai perintah Yesus dan perintah Allah?? Marilah kita lihat beberapa contoh sebagai bukti:

    1. Allah Mengharamkan Babi

    “Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku beiah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. (Imamat 11:7-8)

    Allah telah mengharamkan babi. Kenyataannya mereka tidak haramkan babi, malah babi jadi makanan kesukaan mereka. iustru yang haramkan babi umat Islam bukan?

    2.Yesus sunat

    “Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, la diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Luk 2:21 )

    Yesus sunat, tetapi para pendeta tidak wajibkan sunat. Justru yang bersunat yaitu ummat Islam. Nah apakah mereka ikuti perintah Allah? Justru umat Islamlah yang ikut perintah bersunat!!

    3. Yesus mati dikafani tidak pakai peti

    “Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam buki t batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.” (Mar 15:46)

    Yesus mati dikafani, tidak pakai peti. Apakah umat Kristiani yang mengaku pengikut Yesus bila mereka mati dikafani dengan kain putih dan dikubur tidak pakai peti?? Ternyata mereka bila mati, pakai jas, sepatu, dasi. pakaian yang paling bagus, didandani seperti penganten, lalu dimasukkan kedalam peti, padahal Yesus mati hanya dikafani dengan kain putih dan tidak pakai peti. Ini berarti mereka tidak mengikuti contoh bagaimana matinya Yesus. Justru yang mengikuti matinya Yesus, adalah umat Islam. Bahkan dalam Islam, kuburan tidak perlu dibeton seperti bangunan rumah, cukup menaruh batu diatas kubur sebagai tanda. Diatas kuburan Yesus juga ditaruh sebuah batu, sebagai tanda, dan dalam Islam disunahkan menaruh batu diatas kuburan.

    Sebenarnya masih ada begitu banyak bukti-bukti bahwa ummat Kristini tidak mengikuti perintah Yesus dan Allah. Dari beberapa ayat yang kami paparkan sebagai contoh itu, cukup memberikan bukti bahwa jaminan keselamatan itu bukan hanya asal percaya kepada Yesus dijamin pasti masuk surga, tetapi bagaimana mengamalkan seluruh ajaran Yesus dan Tuhannya Yesus yaitu Allah Swt.

    Setelah dicek diseluruh isi Alkitab, ternyata tidak ada satu ayatpun yang menjamin asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat “dijamin pasti masuk surga.” Oleh sebab itu jika ada umat Kristiani yang bisa menunjukkan ayatnya yang mengatakan bahwa asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat “dijamin pasti masuk surga”, kami sediakan hadiah uang tunai sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) untuk satu pertanyaan ini saja.

    Allah menjamin masuk surga bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan bertaqwa kepada-Nya yaitu mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Tilka huduudullahi wa may yuthi`illaaha wa rasuulahuu yudkhilhu jannaatin tajrii min tahtihal anhaaru khaalidiina fiihaa wa dzaalikal fauzul ‘azhiim.

    “Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai­ sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan itulah kejayaan yang besar.” (Qs 4 An Nisaa ` 13)

    Ayat tersebut menjelaskan bahwa yang di jamin masuk surga oleh Allah, yaitu mereka yang taat kepada Allah dan Rasul­nya. Bagaimana bisa dijamin masuk surga, jika hanya asal percaya, tetapi tidak mengamalkan serta tidak taat perintah Allah dan Rasul-Nya?? Buktinya betapa banyak ayat-ayat dalam Alkitab, dimana tidak diamalkan dan tidak ditaati oleh umat Kristiani. Oleh sebab itu keselamatan itu yaitu bagaimana kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan yang diperintakan-Nya.

    Bagaimana yang tidak taat kepada Allah dan rasul-Nya serta melanggar hukum dan ketentuan-Nya, apakah mereka dijamin pasti masuk surga??. Perhatikan ayat selanjutnya :

    Wa may ya’shillaaha wa rasuulahuu wa yata`adda huduudahuu yudkhilhu naaran khaalidan fiihaa wa lahuu `adzaabum muhiin.

    “Dan barang siapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batasnya (hukum) Allah, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka, kekal di dalamnya dan baginya azab yang menghinakan. ” (Qs 4 An Nisaa` 14)

  3. admire
    27 Oktober 2008 pukul 6:36 AM

    [-O- :bz (*) %%- :-bd

  4. gendruwo
    7 November 2008 pukul 6:47 AM

    Tak ada ayat yang menunjukkan yesus mengatakan “Sembahlah aku sebagai Tuhanmu” atau yang serupa dengan itu. Hanya ada kewajiban mengikuti jalannya saja. So?????

  5. 7 Mei 2010 pukul 11:10 AM

    @Admire bertanya, Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”
    Kisah Para Rasul 16:31 Dan mereka berkata, “Percayalah kepada Tuhan YESUS Kristus, dan engkau akan diselamatkan, engkau dan seisi rumahmu.”
    Kisah Para Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (TUHAN YESUS KRISTUS), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

    Kisah Para Rasul 2:38 Dan Petrus menjawab kepada mereka, “Bertobatlah, dan biarlah masing-masing kamu dibaptiskan atas Nama YESUS Kristus untuk penghapusan dosa-dosa, dan kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

    Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
    Roma 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
    Roma 10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

  6. 7 Mei 2010 pukul 11:14 AM

    Yesus dan Roh Kudus melekat menjadi satu, sama seperti Firman/Yesus dan Allah dalam Yohanes 1:1-2

    Yoh 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia (Yesus) mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.”

    Roh Kudus pada masa Yesus hidup belum dikaruniakan kepada semua orang percaya, sampai pada masa Hari Pentakosta dalam Kisah Para Rasul 2

  7. 4 Juni 2010 pukul 12:00 PM

    Hemat saya, bagaimana mungkin Tuhan bisa digambarkan atau dilukiskan oleh makhluknya (kita manusia). Tuhan itu Maha Esa dia tidak beranak maupun diperanakan. Mohon penjelasannya.

  8. 4 Juni 2010 pukul 12:53 PM

    Apa yang anda tanyakan, bisa dibaca penjelasannya di SINI Semoga membuat anda mengerti dan paham.

  9. Nauli.Net
    17 Juni 2010 pukul 10:11 PM

    dedewijaya :

    @Admire bertanya, Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”
    Kisah Para Rasul 16:31 Dan mereka berkata, “Percayalah kepada Tuhan YESUS Kristus, dan engkau akan diselamatkan, engkau dan seisi rumahmu.”
    Kisah Para Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (TUHAN YESUS KRISTUS), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
    Kisah Para Rasul 2:38 Dan Petrus menjawab kepada mereka, “Bertobatlah, dan biarlah masing-masing kamu dibaptiskan atas Nama YESUS Kristus untuk penghapusan dosa-dosa, dan kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
    Roma 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
    Roma 10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

    pertanyaannya lain… jawabannya pun lain…

    ditanya jaminan masuk surga.. datang jawaban “diselamatkan….”
    mirip.. tapi ya jelas beda.., kembar tapi ya jelas lain, identik tetap saja bukan satu…

  10. 18 Juni 2010 pukul 5:09 AM

    Jaminan Masuk Surga dalam Alkitab sangat Jelas: Percaya dan Beriman kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Penebus DOsa Umat Manusia. Inilah jaminan Pasti Masuk Surga yang tidak tergantung pada seberapa besar amal baik dan jahat manusia. Ketika kita beriman dan Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juruselamat, Dosa-dosa kita sudah ditanggung dan ditebus melalui Pengorbanan Yesus Kristus.

    Selanjutnya Perbuatan Baik kita menentukan apa pangkat dan jabatan kita nanti di Surga.

  11. muslihar
    18 September 2010 pukul 10:19 AM

    sebenernya anda muslim/nasrani?di blog anda ni isinya di campur adukan antara muslim dan nasrani?????

  12. muslihar
    26 September 2010 pukul 1:15 AM

    harus nulis dari mana dulu ya yar yang punya BLOG ni tau!!!!!!
    pak dede…..ga usah berbicara panjang lebar dulu,,coba perhatikan nama A,Skitab suci anda (AL-KITAB/INJIL),anda sadar ga sih itu bahasa apa?itu bahasa arab pak,AL-KITAB Artinya buku itu,sedangkan INJIL artinya turunkanlah,memang benar kitab INJIL itu pernah ada pada masanya NABI ISA A,S.
    Sedangkan nabi ia itu adalah manusia biasa seperti kita-kita ini,,dia di berikan kelebihan oleh ALLAH SWT berupa mukjizat bisa menghidupkan orang yang sudah mati/menyambuhkan berbagai penyakit,nabi ISA-pun menyEmbahnya kepada ALLAH SWT,Nah yang anda anggap YESUS-YESUS sekarang ini bukannya nabi ISA A,S Melainkan yahusa(sahabat nabi ISA A,S yang wajahnya diserupakan oleh ALLAH SWT karena dia(yahusa)mangkhianati nabi ISA A,S ketika itu,sampai pada akhirnya si yahusa-pun di salib bersama 3 temannya yang sma-sama mengkhianati nabi ISA A,S,Lalu masyarakat setempat(warga jerussalem)menganggap mereka ber-3 seperti ap yang bapak bilang yaitu:SANG JURU SELAMAT.
    NABI ISA-pun hingga saat ini dia belum meninggal,melainkan dia di angkat oleh ALLAH SWT ke langit hingga nanti dia di turunkan kembali untuk melawan DAJJAL di akhir zaman,terus kenapa yang ada di INJIL anda dan AL-QUR’AN banyak kesamaan????????????????memang duluu INJIL Pernah di turunkan oleh ALLAH SWT Untuk kitabnya nabi ISA A,S sebagai pedoman diri dan umatnya pada masa itu,sekarang coba anda berfikir,jika benar INJIL Anda yang sekarang adalah kitab yang abadi,kenapa ko ada revisi perjanjian lama dan perjanjian baru?????????????????????????????kenapa ada cetakan lama dan cetakan baru???????????????????????????????????????
    dalam INJIL ANDA ada kata-kata firman’kan,ayat surat bahkan bagi kaum nasrani di sebut jema’at,sekarang gini aja pak” kata-kata tersebut konteks bahasanya menggunakan bahasa apa pak?ARAB atau ISRAEL?
    ga usah jauh-jauh dah pak,tangan anda yang kanan dan kiri berbentuk lafadz/ukiran apa???????????????????????????????apa ukiran tanda salib/huruf “Y”?YANG PASTI itu ukiran nama yang menciptakan kita manusia semua pak yaitu: ALLAH SWT
    Garis tangannya-pun tertulis bilangan bahasa arab,bukan tulisan ISRAEL/yang laennya’kan?????????coba anda pelajari ISLAM sedalam-dalamnya saya yakin pak” 100% anda bakal percaya+yakin siapa ALLAH SWT itu.
    sekali lagi pak” INJIL yang anda yakini sekarang adalah tipuan orang-orang israel,anda’kan orang intelektual silahkan lakukan observasi ISLAM-KRISTEN tapi dengan 1 catatan”JANGAN MENCAMPUR ADUKAN ANTARA KEDUANYA,HARUS TEGAS,ISLAM YA ISLAM,KRISTEN YA KRISTEN”Sebelum dan sesudahnya terimakasih pak anda sudah mau membaca kommen saya..

  13. AL-FAKIR
    27 September 2010 pukul 12:35 PM

    DEDEEEE, DEDE, JAWABAN KAMU JELAS BUKAN JAWABAN DARI PERTANYAAN DI ATAS, SEMUA HANYA PEMAPARAN KAMU YG SANGAT DIPAKSAKAN AGAR MENYENTUH DARI APA YG DI BICARAKAN. CARI JAWABAN YG LEBIH MASUK AKAL LAGIYA DE, OK.

  14. lanni
    30 September 2010 pukul 4:24 PM

    Saya bisa percaya dan menerima yesus sbg Tuhan saya bukan krn saya berpikir secara logika,klau berpikir dgn logika sayapun pasti tdk akn percaya kpd Yesus,tapi krn iman yg walaupun tdk bisa melihat yesus secara nyata,tapi saya bisa merasakan yesus itu ada dan yesus itu hidup.buat tmn2 yg blm percaya kpd Yesus sbg Tuhan,itu adl hak kalian klau mau tau yg benar yesus itu Tuhan atau manusia knp tdk bertanya saja kpd yg bersangkutan/yesus langsung,saya yakin yesus pasti akn jwb krn yesus itu ada dan hidup.krn byk jg org yg dulunya nggak percaya setelah mencari secara pribadi akhirnya mereka dpt jawabannya termasuk saya.daripada diperdebatkan lebih baik dibuktikan.GBU

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: