Beranda > Alkitab, PESONA ALKITAB > KETEPATAN PENGGENAPAN NUBUAT ALKITAB SEBAGAI TANDA TANGAN ALLAH

KETEPATAN PENGGENAPAN NUBUAT ALKITAB SEBAGAI TANDA TANGAN ALLAH


Dari semua jajaran malaikat terdengar keluh kesah, ”Berapa lama, ya Tuhan, berapa lama lagi?”

Suara yang kecil dan tenang itu menjawab ’Tunggu dan lihatlah, O putra-putra kemuliaan, bagaimana akhirnya’

Thomas Macaulay—Pernikahan Tirza dan Ahira

Penelitian tentang penggenapan nubuat Alkitab memberikan bukti yang melimpah ruah bahwa Allah berkuasa atas sejarah manusia. Meskipun kejadian sehari-hari memperlihatkan adanya kekacauan, tangan Allah masih bekerja di belakang sejarah masa kini untuk menggenapkan kehendak ilahi dalam seluruh bagian Alkitab. Satu per satu dari ketiga masa pembuangan bangsa Israel telah dinubuatkan: pembuangan mereka yang pertama di Mesir, yang berlangsung selama 430 tahun, pembuangan selama 70 tahun di Babilonia, dan penyerakan orang-orang Yahudi ke seluruh dunia selama 2000 tahun terakhir ini. Setiap kali bangsa Israel berada di luar Tanah Perjanjian, berapa lama pembuangan itu akan berlangsung sudah diberitahukan terlebih dahulu oleh Allah. Secara luar biasa, kelahiran kembali negara Israel pada 15 Mei 1948, telah dinuatkan oleh Yehezkiel lebih dari 25 abad sebelum peristiwa ini terjadi. Siapa pun yang mau meneliti tanda ini dapat melihat dengan jelas bahwa sejarah berlangsung mengikuti suatu pola yang mengandung suatu tujuan, suatu rancangan yang telah diletakkan berabad-abad yang lalu dalam firman Allah. Pertanyaan yang harus kita ajukan adalah sebagai berikut, “Siapakah perancangnya?” Dan, “Apakah maksud atau tujuan-Nya dalam sejarah maupun kehidupan kita?”

Alkitab sendiri menyatakan bahwa tanda berupa penggenapan nubuat merupakan bukti yang sempurna bahwa Kitab Suci ditulis berdasarkan inspirasi Allah. Perkataan Nabi Yesaya menyatakan dengan jelas bahwa Allah sendiri telah mengemukakan bahwa fenomena dari kejadian-kejadian yang ternyata telah dinubuatkan secara benar dan tepat merupakan bukti absolut bahwa Allah telah mengilhami penulis-penulis Alkitab untuk menulis Kitab Suci. Nabi Yesaya mencatat pernyataan Allah: ”Nubuat-nubuat yang dahulu, sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu” (Yesaya 42:9).

Tidak seorang pun, kecuali Allah, dapat menubuatkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang secara rinci. Bahkan setan dan roh-roh jahatnya pun tidak bisa. 25 abad yang lalu Nabi Yesaya menuliskan kata-kata yang penuh kuasa ini langsung dari (mulut) Allah yang perkasa, ”Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan” (Yesaya 46:9, 10). Alkitab mengandung 1817 nubuat individual mengenai 737 subjek yang terpisah dalam 8352 ayat Alkitab. Nubuat-nubuat yang sedemikian banyak ini mencakup 27 % dari semua (31.124) ayat yang terdapat dalam seluruh Kitab Suci. Sejumlah besar sarjana teologia telah menyelidiki sebagian besar dari nubuat-nubuat ini maupun rincian penggenapannya sebagaimana telah dibuktikan oleh banyak tanda atau historis, selama 2 ribu tahun terakhir ini.

Hanya Allah Dapat Menubuatkan Masa Depan secara TEPAT

Meskipun dunia ini dipenuhi dengan teks-teks rohani yang ditulis oleh sejumlah besar penulis agama, suatu pemeriksaan yang saksama atas literatur ini memperlihatkan bahwa tidak satu pun dari teks-teks ini mengandung nubuat-nubuat terperinci yang telah digenapi. Alasannya cukup sederhana: karena tidak seorang pun kecuali Allah dapat mengetahui tentang masa depan secara akurat. Filsuf-filsuf agamawi yang menulis teks-teks lainnya telah bersikap cukup bijak untuk tidak mencoba menyampaikan nubuat-nubuat secara terperinci karena nubuat-nubuat semacam itu akan cepat membuktikan bahwa para penulisnya sesat. Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain daripada-Ku. Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!” (Yesaya 44:6,7). Literatur klasik dan agamawi buah pena orang-orang Yunani, Romawi, dan kebudayaan Timur Tengah lainnya tidak mengandung nubuat-nubuat terperinci tentang peristiwa-peristiwa, manusia-manusia, atau hal-hal yang cenderung terjadi di masa yang akan datang. Bahkan tidak ada nubuat yang memberitahukan tentang akan datangnya pemimpin-pemimpin agamawi dunia. Hanya nubuat-nubuat Perjanjian Lama memberikan sejumlah besar rincian yang tepat tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus dari Nazaret.

Meskipun sangat sulit dan bahkan sebenarnya tidak mungkin untuk menebak tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang, sejumlah besar nabi palsu telah berusaha untuk membuat ramalan-ramalan di masa lalu dan melanjutkan kegiatannya dalam generasi kita. Akan tetapi, ramalan-ramalan manusia ini hampir selalu salah, kecuali segelintir tebakan yang beruntung. Sebagaimana yang telah saya tuliskan dalam buku pertama saya, Armageddon-Apointment With Destiny (halamn 14,15), suatu penyelidikan yang menarik tentang pernyataan-pernyataan ramalan ahli-ahli kebatinan New Age (Zaman Baru) yang dikenal dengan sebutan The Shattered Crystal Ball (Bola Kristal yang Hancur) telah membuktikan bahwa ramalan-ramalan ahli-ahli kebatinan modern ini ternyata salah dan tidak bisa diandalkan. ”Penyelidikan ini menganalisis ketepatan dari sepuluh ahli kebatinan terkemuka yang ramalan-ramalannya diterbitkan selama periode tiga tahun, yakni pada tahun 1976 sampai dengan tahun 1979. penyelidikan ini membandingkan semua ramalan yang sudah diterbitkan dengan angka kesuksesan atau kegagalannya. Hasil-hasilnya sangat mengejutkan: 98 persen ramalan-ramalan mereka sama sekali tidak benar! Hanya 2 persen dari ramalan-ramalan mereka digenapi…enam dari kesepuluh ahli kebatinan tersebut selalu (100 persen) salah.

Beberapa penulis Zaman Baru telah mengemukakan bahwa beberapa peramal seperti Nostradamus (1555 Masehi) mampu memprediksi masa depan. Banyak penulis Zaman Baru modern telah mengatakan bahwa Nostradamus bahkan telah meramalkan bahwa Adolph Hitler akan menjadi pemimpin masa depan bangsa Jerman dalam ratusan ramalannya yang dinamainya ”Centuries” (”Abad-Abad”). Pernyataan ini sama sekali tidak benar! Malah sebenarnya Nostradamus tidak pernah menyebut nama Adolph Hitler dalam ramalan-ramalannya. Perkataannya yang paling dekat dengan ”Hitler” adalah ketika ia menyebutkan kata ”Ister” dalam beberapa ramalan yang menurut mayoritas penerjemahnya, berbicara tentang suatu sungai di Eropa, yakni Sungai Ister yang adalah anak Sungai Danube. Akan tetapi, beberapa pengarang yang menulis analisa mereka setelah Perang Dunia II telah membuat suatu pernyataan yang sesat bahwa Nostradamus benar-benar telah meramalkan sejarah Hitler, diktator Jerman tersebut. Anehnya, mereka mengemukakan bahwa nama ”Hitler” cukup mirip dengan kata ”Histler” yang tidak begitu berbeda dengan kata aktual ”Ister” yang terdapat dalam prediksi Notradamus! Penulis Zaman Baru, Erika Cheetham, yang menulis buku The Final Prophecies of Nostradamus pada 1989, mengakui dalam bukunya bahwa, ”Sampai 1936, boleh dikata, semua komentator yang mengupas Centuries berpendapat bahwa kata Ister berkaitan dengan Sungai Danube.” Bahkan pendukung utama Nostradamus, seperti Henry C. Roberts, editor buku The Complete Prophecies of Nostradamus, (Jericho, N.Y.:Nostradamus, Inc. 1976) mengakui dalam Kata Pendahuluannya bahwa tulisan-tulisan yang merupakan ramalan dari Nostradamus ini ”tidak dapat dipahami”. Ia menulis bahwa prediksi atau ramalan tentang masa depan tersebut ”tidak dapat dipahami, kacau balau, dan berbicara tentang hal-hal yang belum diketahui/dikenal dan diterima/diakui manusia. Bait-bait sanjak empat baris yang ditulisnya secara janggal, terpecah-pecah, dan kacau balau serta tidak karuan, baik dalam bahasa Prancis maupun Inggris, merupakan tanda atau ciri khas media ramalannya.”

Penulis-penulis Zaman Baru lainnya telah memuji-muji ketepatan ramalan-ramalan Edgar Cayce yang dijuluki sebagai ”nabi tidur”-nya Amerika pada awal abad ini. Saya telah mewawancarai, baik Hugh Lynn Cayce, anak laki-laki Edgar Cayce, maupun cucu laki-lakinya pada awal 1970-an di pusat riset mereka di Virginia Beach, Virginia. Dalam wawancara yang mengesankan itu, mereka menceritakan tentang riset yang telah mereka selesaikan atas suatu naskah yang memperlihatkan sejumlah besar ramalan salah yang telah dibuat oleh Edgar Cayce pada masa karirnya. Beberapa ramalan sesat yang dikemukakan oleh Cayce adalah tentang letak tambang-tambang minyak atau sumber-sumber mineral. Oleh sebab itu, saya tidak merasa heran ketika mereka mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud untuk menerbitkan naskah tersebut.

Tidak Seorang pun Mengetahui Masa Depan kecuali Allah

Kemampuan manusia untuk meramalkan dengan tepat kecenderungan-kecenderungan atau peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang sebenarnya sama sekali tidak ada selain dari tebakan-tebakan yang beruntung. Meskipun umat manusia mempunyai pengetahuan tinggi dan kemampuan berpoikir yang cemerlang, kita tidak dapat meramalkan kecenderungan-kecenderungan dan peristiwa-peristiwa masa depan.

(bersambung ke bagian 2).

Sumber: TANDA TANGAN ALLAH, Grant R. Jeffrey, Jakarta: YPI Imanuel

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: