Beranda > ISLAMOLOGI > PERTANYAAN BERHADIAH BMW TERJAWAB SUDAH !! (Bag 4-Ending)

PERTANYAAN BERHADIAH BMW TERJAWAB SUDAH !! (Bag 4-Ending)


Kalau ada orang yang tetap mau menyamakan cara orang Yahudi menggunakan istilah dengan kita, itu karepe dewe (semaunya sendiri). Dan akan terjadi kekacauan dalam banyak bagian Alkitab.

Dalam kalangan orang-orang Yahudi ada banyak penggunaan istilah / ungkapan yang mempunyai arti yang khas bagi mereka.

Misalnya:

a. Istilah ‘Anak Allah’ harus diartikan ‘Allah sendiri’ atau ‘setara dengan Allah’.

Yoh 5:18 – “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuhNya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan diriNya dengan Allah”.

Mat 14:33 – “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah.’”.

b. Istilah ‘engkau telah mengatakannya’ harus diartikan ‘ya’.

Mat 26:63-66 – “(63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepadaNya: ‘Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.’ (64) Jawab Yesus: ‘Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.’ (65) Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: ‘Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujatNya. (66) Bagaimana pendapat kamu?’ Mereka menjawab dan berkata: ‘Ia harus dihukum mati!’”.

Kalau diartikan ‘bukan aku, tetapi engkau yang mengatakannya’ maka akan terjadi kekacauan, karena kalau memang artinya seperti itu, lalu mengapa Yesus dijatuhi hukuman mati?

c. Yos 7:19 – “(19) Berkatalah Yosua kepada Akhan: ‘Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapanNya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku.’”.

KJV: And Joshua said unto Achan, My son, give, I pray thee, glory to the LORD God of Israel, and make confession unto him; and tell me now what thou hast done; hide it not from me.

RSV: Then Joshua said to Achan, ‘My son, give glory to the LORD God of Israel, and render praise to him; and tell me now what you have done; do not hide it from me.’

NIV: Then Joshua said to Achan, ‘My son, give glory to the LORD, the God of Israel, and give him the praise. Tell me what you have done; do not hide it from me.’

NASB: Then Joshua said to Achan, ‘My son, I implore you, give glory to the LORD, the God of Israel, and give praise to Him; and tell me now what you have done. Do not hide it from me.’

Kata-kata ini juga tak bisa diartikan secara hurufiah. Artinya adalah suatu desakan untuk bersumpah.

d. Kata ‘anak’ bisa diartikan ‘anak menantu’, ‘cucu’ / ‘keturunan’, ‘ciptaan’, dan kata ‘memperanakkan’ bisa diartikan ‘menurunkan’. Sebaliknya, kata ‘bapa’ bisa diartikan ‘pencipta’.

Menafsirkan kata ‘anak’ sebagai ‘menantu’ bukanlah merupakan sesuatu yang aneh, karena dalam Rut 1:11-13, Naomi juga menyebut kedua menantunya dengan sebutan ‘anak-anakku’ (NIV: ‘my daughters’).

Menafsirkan kata ‘anak’ sebagai ‘cucu’ juga bukan merupakan hal yang aneh, karena dalam Kitab Suci, istilah ‘anak’ sering menunjuk kepada ‘keturunan’, dan istilah ‘bapa / ibu’ sering menunjuk kepada ‘nenek moyang’. Bahwa hal seperti ini sering terjadi terlihat dari:

1. Kej 46:16-18 dimana ada 3 generasi yang dalam Kitab Suci Indonesia disebut sebagai ‘keturunan Zilpa’. Tetapi terjemahan yang hurufiahnya seharusnya adalah ‘sons of Zilpa’ (= anak-anak Zilpa).

2. 2Taw 28:1 dimana Daud disebut sebagai ‘bapa leluhur’ Ahas.

NIV/Lit: ‘David, his father’ (= Daud, bapanya).

Kata ‘bapa’ bisa diartikan ‘pencipta’ seperti dalam kasus:
a. Adam / malaikat disebut anak Allah. Luk 3:38 – “anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah”.
b. Allah disebut bapa segala roh. Ibr 12:9 – “Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?”.
c. Yesus disebut ‘Bapa yang kekal’, atau lebih tepat ‘Bapa dari kekekalan’. Yes 9:5 – “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”.

e. Kata ‘benci’ bisa diartikan ‘kurang mengasihi’.

Luk 14:26 – “‘Jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu”.

Mat 10:37 – “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu”.

Kej 29:31 – “Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibukaNyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul”.

KJV: ‘Leah was hated’ (= Lea dibenci).

Ul 21:15 – “‘Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai”.

KJV: ‘If a man have two wives, one beloved, and another hated, and they have born him children, both the beloved and the hated; and if the firstborn son be hers that was hated’.

Dalam bahasa apapun selalu ada ungkapan / tradisi yang menggunakan kata-kata yang bagi orang luar rasanya aneh, tetapi orang luar TIDAK BERHAK menyalahkan!

Misalnya:

1. Dalam bahasa Inggris.

a. Kata-kata ‘let us hit the road’ (= mari kita berangkat) atau ‘let us hit the shower’ (= mari kita mandi). Kalau diartikan secara hurufiah artinya adalah ‘mari kita memukuli jalanan / pancuran air’.
b. She is a ‘knock out’ (= ia sangat cantik). Apa hubungan ‘cantik’ dengan ‘KO’??
c. What the hell are you talking about? (= Apa gerangan yang engkau bicarakan?). Apa urusannya dengan ‘hell’ / ‘neraka’?
d. Why on earth is she doing that? (= Mengapa gerangan ia melakukan itu?). Apa urusannya dengan ‘earth’ / ‘bumi’?
e. Hell-driver (= pengemudi yang gila-gilaan). Apa urusannya dengan ‘hell’ / ‘neraka’?

2. Dalam bahasa Indonesia.
a. Menggunakan kata ‘kami’ pada waktu bicara di depan umum, padahal yang dimaksudkan adalah ‘saya’. Ini dilakukan baik oleh Bp Mashud maupun Bp Mokoginta dalam buku mereka.
b. Menggunakan kata ‘gombal’.
c. Orang kuat disebut ‘ndak punya udel’.
d. Orang yang suka membaca / belajar disebut ‘kutu buku’.
e. Istilah ‘bajing loncat’.
f. Orang bodoh dikatakan ‘otaknya ditaruh di dengkul’.
g. Saya mengatakan ‘membangun rumah’, padahal yang membangun adalah tukang.
h. Orang pandai disebut ‘otaknya encer’.
i. Rumah tangga ‘seperti neraka’.
j. Lihat uang ‘matanya hijau’.
k. Menyebut seadanya keluarga sebagai ‘saudara’.
l. Mengatakan ‘kurang tahu’ padahal yang dimaksudkan adalah ‘tidak tahu’.

Dari contoh-contoh di atas terlihat dengan jelas bahwa suatu kata tidak bisa diartikan ‘seenak perutnya sendiri’, tetapi harus diartikan sebagaimana suatu bahasa / kebudayaan / tradisi mengartikannya. Dan ini jelas berlaku untuk istilah ‘2 hari 3 malam’!!

Dalam acara debat tanggal 12 September 2009 yang lalu itu saya menanyakan kepada yang hadir, yang kebanyakan adalah orang Islam, apakah saudara puasa? Mereka jawab: ‘ya’. Saya tanya lagi: ‘Sebulan penuh?’. Mereka jawab: ‘Ya’. Saya tanya lagi: ‘Tadi makan tidak?’. Mereka jawab: ‘Ya!’. Lalu saya tanya lagi: ‘Katanya puasa sebulan penuh, tapi tadi kok makan?’. Saya lalu menambahkan: ‘Saya tidak menyalahkan kata-kata saudara, sekalipun saudara mengatakan puasa sebulan penuh, tetapi dalam kenyataannya saudara tidak puasa sebulan penuh’, karena itu memang cara saudara menggambarkan hal itu. Sama dengan itu, jangan menyalahkan Alkitab pada waktu mengatakan Yesus ada dalam kubur 3 hari 3 malam sedangkan dalam faktanya Ia tidak berada dalam kubur selama 3 hari penuh (72 jam)!!!

Satu hal yang harus diperhatikan adalah: orang-orang Yahudi tidak menganggap bahwa kata-kata Yesus dalam ay 40 ini tidak cocok dengan fakta bahwa Yesus mati / ada dalam kubur hanya sekitar 38 jam. Kalau mereka menganggap tidak cocok, pasti mereka akan menuduh Yesus sebagai pendusta / nabi palsu karena nubuat / kata-kataNya salah.

Sebagai kata-kata terakhir dari tulisan / jawaban saya tentang pertanyaan Bp Mokoginta ini, saya menambahkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Dalam debat tentang pertanyaan ini, sangat saya sayangkan adanya hal-hal yang memalukan, yaitu:

a. Waktu yang sengaja dipres, sehingga kami tak punya waktu banyak untuk menjelaskan, dan banyak dari tulisan saya di atas yang tidak sempat disampaikan. Mereka berjanji mulai pk 19.00, tetapi ternyata mereka datang pada pk 20.00, tanpa memberitahu kami. Itupun tidak langsung mulai, karena penonton terlalu banyak, ruangan tidak cukup, sehingga harus pindah ke masjid, dan acara baru mulai mendekati pk 21.00.

Setelah mulai, Bp Mokoginta lalu membahas 10 pertanyaan pertama dari bukunya, yang masing-masing berhadiah Rp 10 juta, dan sesudah itu pertanyaan ke 11 yang berhadiah mobil BMW. Padahal jelas bahwa perdebatan ini bukan berkenaan dengan 10 pertanyaan pertama, tetapi HANYA dengan pertanyaan ke 11nya. Kelihatannya mereka memang mau menghabiskan waktu yang memang hanya sedikit itu. Di tengah-tengah perdebatan, moderator bertanya kepada saya: ‘Acara ini mau sampai pk berapa?’. Saya jawab: ‘Terserah. Sampai pagi juga boleh’. Tetapi ternyata Bp Mashud memutuskan untuk menghentikan acara debat pada pk 22.30.

b. Adanya kecurangan dari pihak panitia, yang membesarkan volume loud speaker pada waktu Bp Mashud dan Bp Mokoginta berbicara, tetapi sebaliknya, mengecilkan volume suara pada saat pihak Kristen (saya atau Esra) berbicara. Saya punya beberapa orang sebagai saksi tentang hal ini.
c. Adanya kecurangan dari moderator, yang jelas sudah diatur oleh pihak Bp Mashud dan Bp Mokoginta, yang selalu memberikan jauh lebih banyak kesempatan berbicara kepada pihak Islam, dan sangat kurang kesempatan bagi pihak Kristen untuk menanggapi.

Tindakan-tindakan pengecut yang memalukan ini menunjukkan bahwa pihak Bp Mashud dan Bp Mokoginta takut suara kami didengar oleh penonton, karena akan membuktikan kesalahan kata-kata mereka. Jadi, mereka ‘terpaksa’ membuat acara ini tidak fair. Dalam faktanya, bagi saya, ini adalah debat dengan Islam yang paling tidak fair dari 6 x perdebatan yang pernah saya lakukan. Saya maklum, karena bagi Bp Mokoginta, ‘fair’ / ‘adil’ dalam acara ini identik dengan ‘kehilangan mobil BMW’!!!

d. Dalam sepanjang debat, bahkan sejak awal, Bp Mashud dan Bp Mokoginta berulang-ulang terlihat secara sengaja tak menjawab argumentasi / serangan kami, tetapi menyimpangkan pembicaraan pada hal yang lain. Sampai kami berulang-ulang menegur mereka tentang arah pembicaraan yang menyimpang itu, tetapi tetap tidak dihiraukan. Ini semua makin membuang waktu yang memang sudah sangat sedikit itu!
e. Dalam debat itu Bp Mashud, mungkin karena jengkelnya dalam menghadapi kekalahan debat itu, tidak bisa menjawab secara rasionil lagi, sehingga lalu:
1. Mengatakan bahwa Budi Asali ‘tidak ada apa-apanya’. Saya tak tersinggung oleh kata-kata itu, karena saya tahu siapa saya. Tetapi saya heran bagaimana seorang ustad bisa melakukan penghinaan seperti itu di depan umum. Apa nggak malu dengan jemaatnya sendiri? Atau sudah tak punya malu lagi? Disamping, kalau saya dalam 2 x perdebatan bisa menghancur-leburkan Bp Mashud dan Bp Mokoginta itu ternyata tidak ada apa-apanya, lalu apa kira-kira sebutan yang cocok untuk diri mereka sendiri?
2. Mengeluarkan kata-kata bahwa Alkitab itu ‘sampah’. Bagaimana dosen / ustad bisa begitu tidak beradab dan tidak etis seperti itu, betul-betul tidak bisa saya mengerti, dan merupakan sesuatu yang seharusnya sangat memalukan dunia Islam sendiri. Saya sebetulnya bisa saja menjawab kata-kata biadab ini dengan kebiadaban yang sama, tetapi saya sebagai orang Kristen diajar untuk tidak meniru dunia (Ro 12:1-2), dan karena itu saya tidak meniru kebiadaban ini dan tetap berbicara secara beradab.

2. Saya menantang Bp Mashud dan Bp Mokoginta, atau siapapun juga, untuk membuktikan kesalahan jawaban saya ini. Boleh secara tertulis atau debat terbuka, asal secara fair!!!

-o0o-

Apendix

Dalam Alkitab, kata ‘saudara-saudaramu’ tak pernah menunjuk kepada orang-orang Ismael / Arab! Pada umumnya istilah itu menunjuk kepada ‘orang Israel’, dan kadang-kadang menunjuk kepada ‘orang Edom’ (keturunan Esau), tetapi tidak pernah menunjuk kepada orang Ismael / Arab!

1. Ayat-ayat dimana kata-kata ‘saudara-saudaramu’ / ‘saudaramu’ menunjuk kepada orang Israel.

Im 10:6 – Kemudian berkatalah Musa kepada Harun dan kepada Eleazar dan Itamar, anak-anak Harun: “Janganlah kamu berkabung dan janganlah kamu berdukacita, supaya jangan kamu mati dan jangan TUHAN memurkai segenap umat ini, tetapi saudara-saudaramu, yaitu seluruh bangsa Israel, merekalah yang harus menangis karena api yang dinyalakan TUHAN itu.

Im 25:25 – Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya, maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang dan menebus yang telah dijual saudaranya itu.

Im 25:35 – “Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu.

Im 25:36 – Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.

Im 25:39 – Apabila saudaramu jatuh miskin di antaramu, sehingga menyerahkan dirinya kepadamu, maka janganlah memperbudak dia.

Im 25:46 – Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian, supaya diwarisi sebagai milik; kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya, tetapi atas saudara-saudaramu orang-orang Israel, janganlah memerintah dengan kejam yang satu sama yang lain.

Im 25:47 – Apabila seorang asing atau seorang pendatang di antaramu telah menjadi mampu, sedangkan saudaramu yang tinggal padanya jatuh miskin, sehingga menyerahkan dirinya kepada orang asing atau pendatang yang di antaramu itu atau kepada seorang yang berasal dari kaum orang asing,

Bil 16:10 – dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?

Bil 18:2 – Suruhlah juga saudara-saudaramu, suku Lewi, suku bapa leluhurmu, mendekat bersama-sama dengan engkau, supaya mereka menggabungkan diri kepadamu dan melayani engkau, apabila engkau ini beserta anak-anakmu ada di depan kemah hukum.

Bil 18:6 – Sesungguhnya Aku ini telah mengambil saudara-saudaramu, orang Lewi, dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepadamu, sebagai orang-orang yang diserahkan kepada TUHAN, untuk melakukan pekerjaan pada Kemah Pertemuan;

Bil 32:6 – Jawab Musa kepada bani Gad dan bani Ruben itu: “Masakan saudara-saudaramu pergi berperang dan kamu tinggal di sini?

Ul 1:16 – Dan pada waktu itu aku memerintahkan kepada para hakimmu, demikian: Berilah perhatian kepada perkara-perkara di antara saudara-saudaramu dan berilah keputusan yang adil di dalam perkara-perkara antara seseorang dengan saudaranya atau dengan orang asing yang ada padanya.

Ul 17:15 – maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu.

Ul 23:19 – “Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan.

Ul 23:20 – Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga–supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya.”

2. Ayat-ayat dimana kata-kata ‘saudara-saudaramu’ / ‘saudaramu’ menunjuk kepada orang Edom.

Bil 20:14 – Kemudian Musa mengirim utusan dari Kadesh kepada raja Edom dengan pesan: “Beginilah perkataan saudaramu Israel: Engkau tahu segala kesusahan yang telah menimpa kami,

Ul 2:4 – Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali;

Ul 23:7 – Janganlah engkau menganggap keji orang Edom, sebab dia saudaramu. Janganlah engkau menganggap keji orang Mesir, sebab engkaupun dahulu adalah orang asing di negerinya.

3. Kata ‘saudaramu’ tak pernah digunakan untuk orang Ismael.

Ini semua ayat dalam Alkitab yang menggunakan kata ‘Ismael’.

Kej 16:11 – Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.

Kej 16:15 – Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.

Kej 16:16 – Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Kej 17:18 – Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”

Kej 17:20 – Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Kej 17:23 – Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya.

Kej 17:25 – Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya.

Kej 17:26 Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.

Kej 25:9 – Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,

Kej 25:12 – Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu.

Kej 25:13 – Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam,

Kej 25:16 – Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya.

Kej 25:17 – Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

Kej 28:9 – Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot.

Kej 36:3 – dan Basmat, anak Ismael, adik Nebayot.

Kej 37:25 – Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.

Kej 37:27 – Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.

Kej 37:28 – Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

Kej 39:1 – Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.

Hak 8:24 – Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: “Satu hal saja yang kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan anting-anting dari jarahannya.” –Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.

2Sam 17:25 – Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.

2Raja 25:23 – Ketika semua panglima tentara dengan orang-orangnya mendengar bahwa raja Babel telah mengangkat Gedalya, maka pergilah mereka kepada Gedalya, ke Mizpa, yaitu Ismael bin Netanya, Yohanan bin Kareah, Seraya bin Tanhumet, orang Netofa itu, dan Yaazanya, anak seorang Maakha, bersama dengan anak buahnya.

2Raja 25:25 – Tetapi dalam bulan yang ketujuh datanglah Ismael bin Netanya bin Elisama, seorang yang asalnya dari keturunan raja, dan sepuluh orang bersama-sama dengan dia; mereka membunuh Gedalya dan orang-orang Yehuda dan orang-orang Kasdim yang ada bersama-sama dengan dia di Mizpa.

1Taw 1:28 – Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael.

1Taw 1:29 – Inilah keturunan mereka: anak sulung Ismael ialah Nebayot, lalu Kedar, Adbeel, Mibsam,

1Taw 1:31 – Yetur, Nafish dan Kedma; mereka itulah anak-anak Ismael.

1Taw 2:17 – Abigail melahirkan Amasa dan ayah Amasa ialah Yeter, orang Ismael itu.

1Taw 8:38 – Azel mempunyai enam orang anak, dan inilah nama-nama mereka: Azrikam, Bokhru, Ismael, Searya, Obaja dan Hanan. Itulah sekaliannya anak-anak Azel.

1Taw 9:44 – Azel mempunyai enam orang anak dan inilah nama-nama mereka: Azrikam, Bokhru, Ismael, Searya, Obaja dan Hanan. Itulah anak-anak Azel.

1Taw 27:30 – Yang mengawasi unta-unta ialah Obil, orang Ismael; yang mengawasi keledai-keledai betina ialah Yehdeya, orang Meronot.

2Taw 19:11 – Dengan ini imam kepala Amarya diangkat sebagai ketuamu dalam segala perkara ketuhanan dan Zebaja bin Ismael, pemuka kaum Yehuda, dalam segala perkara kerajaan, sedang orang Lewi akan melayani kamu sebagai pengatur. Bertindaklah dengan tegas! Kiranya TUHAN menyertai orang yang tulus ikhlas.”

2Taw 23:1 – Tetapi dalam tahun ketujuh Yoyada memberanikan diri dan ia mengadakan persepakatan dengan para kepala pasukan seratus, yakni: Azarya bin Yeroham, Ismael bin Yohanan, Azarya bin Obed. Maaseya bin Adaya, dan Elisafat bin Zikhri.

Ezr 10:22 – dan dari bani Pasyhur: Elyoenai, Maaseya, Ismael, Netaneel, Yozabad dan Elasa.

Maz 83:6 – (83-7) Penghuni kemah-kemah Edom dan orang Ismael, Moab dan orang Hagar,

Yer 40:8 – maka pergilah mereka kepada Gedalya di Mizpa; mereka ialah Ismael bin Netanya, Yohanan bin Kareah, Seraya bin Tanhumet, anak-anak Efai orang Netofa itu, dan Yezanya, anak seorang Maakha, bersama dengan anak buahnya.

Yer 40:14 – dan mereka berkata kepadanya: “Tahukah engkau bahwa Baalis, raja bani Amon, telah menyuruh Ismael bin Netanya membunuh engkau?” Tetapi Gedalya bin Ahikam tidak percaya kepada mereka.

Yer 40:15 – Kemudian Yohanan bin Kareah berkata dengan diam-diam kepada Gedalya di Mizpa: “Baiklah aku pergi membunuh Ismael bin Netanya itu dengan tidak diketahui siapapun juga. Mengapa engkau harus dibunuhnya, sehingga semua orang Yehuda yang telah berkumpul di sekelilingmu berserak-serak lagi dan sisa Yehuda itu binasa?”

Yer 40:16 – Tetapi Gedalya bin Ahikam menjawab Yohanan bin Kareah: “Janganlah lakukan itu! Sebab yang kaukatakan tentang Ismael itu adalah bohong.”

Yer 41:1 – Dalam bulan yang ketujuh datanglah Ismael bin Netanya bin Elisama–ia keturunan raja dan perwira tinggi raja–beserta sepuluh orang kepada Gedalya bin Ahikam di Mizpa. Sementara mereka makan roti bersama-sama di Mizpa,

Yer 41:2 – maka bangkitlah Ismael bin Netanya dengan kesepuluh orang yang ada bersama-sama dia, lalu mereka memukul mati Gedalya bin Ahikam bin Safan dengan pedang; demikianlah Ismael membunuh dia yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu.

Yer 41:3 – Juga semua orang Yehuda yang ada bersama-sama dengan Gedalya di Mizpa dan orang-orang Kasdim, yakni prajurit, yang terdapat di sana dipukul mati oleh Ismael.

Yer 41:6 – Lalu keluarlah Ismael bin Netanya dari Mizpa untuk mendapatkan mereka sambil menangis. Ketika ia bertemu dengan mereka, berkatalah ia kepada mereka: “Pergilah kepada Gedalya bin Ahikam!”

Yer 41:7 – Tetapi ketika mereka sampai ke tengah-tengah kota itu, maka mereka disembelih oleh Ismael bin Netanya dengan dibantu oleh orang-orang yang bersama-sama dengan dia; mayat-mayat mereka dicampakkan ke dalam perigi.

Yer 41:8 – Tetapi di antara mereka terdapat sepuluh orang yang berkata kepada Ismael: “Janganlah bunuh kami, sebab kami masih mempunyai perbekalan tersembunyi di luar kota, yakni gandum, jelai, minyak dan madu!” Maka iapun membiarkan mereka, tidak membunuhnya bersama-sama dengan rekan-rekan mereka.

Yer 41:9 – Adapun perigi, ke mana Ismael melemparkan segala mayat orang-orang yang dipukulnya mati itu adalah perigi besar yang telah dibuat oleh raja Asa untuk menghadapi Baesa, raja Israel; itulah yang diisi Ismael bin Netanya dengan mayat orang-orang yang mati terbunuh itu.

Yer 41:10 – Lalu Ismael mengangkut sebagai tawanan seluruh sisa-sisa rakyat yang ada di Mizpa itu, puteri-puteri raja dan semua orang yang masih tinggal di Mizpa yang telah ditempatkan di bawah Gedalya bin Ahikam oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. Ismael bin Netanya mengangkut mereka sebagai tawanan, lalu ia berangkat untuk menyeberang ke daerah bani Amon.

Yer 41:11 – Tetapi ketika Yohanan bin Kareah serta semua perwira tentara, yang bersama-sama dengan dia, mendengar tentang segala kejahatan yang telah dilakukan Ismael bin Netanya,

Yer 41:12 – maka merekapun mengumpulkan semua anak buah mereka, lalu mereka berangkat memerangi Ismael bin Netanya. Mereka bertemu dengan dia di telaga yang di Gibeon.

Yer 41:13 – Ketika seluruh rakyat yang bersama-sama dengan Ismael melihat Yohanan bin Kareah serta semua perwira tentara yang bersama-sama dengan dia, maka bersukacitalah mereka.

Yer 41:14 – Semua orang yang diangkut sebagai tawanan oleh Ismael dari Mizpa itu berbalik dan pergi mengikuti Yohanan bin Kareah.

Yer 41:15 – Tetapi Ismael bin Netanya beserta delapan orang terluput dari tangan Yohanan dan pergi ke daerah bani Amon.

Yer 41:16 – Lalu Yohanan bin Kareah serta semua perwira tentara yang bersama-sama dengan dia mengumpulkan seluruh sisa-sisa rakyat yang diangkut sebagai tawanan oleh Ismael bin Netanya dari Mizpa, setelah ia memukul mati Gedalya bin Ahikam: yaitu laki-laki, prajurit-prajurit, perempuan, anak-anak dan pegawai-pegawai istana yang dibawa kembali dari Gibeon,

Yer 41:18 – untuk mengelakkan orang-orang Kasdim, yang ditakuti mereka, oleh karena Ismael bin Netanya telah memukul mati Gedalya bin Ahikam yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu.

Jelas bahwa tak satupun dari ayat-ayat ini menunjukkan bahwa orang Ismael / Arab disebut dengan istilah ‘saudara’ dari bangsa Israel.

  1. 6 Oktober 2010 pukul 1:37 PM

    Saya simak: Mat 14:33 – “Dan orang-orang yang ada di perahu MENYEMBAH Dia, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah.’”.

    Ini adalah terjemahan revisi bahasa Indonesia, silakan anda baca Bible King james version… Kata “menyembah” tidak ada sama sekali… Benar sekali firman Allah yg isinya bahwa para ahli kitab telah merubah isi alkitab dan dikatakan “ini dari Allah”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: