Beranda > ISU POPULER, KELUARGA > -*- KEHILANGAN PEKERJAAN -*-

-*- KEHILANGAN PEKERJAAN -*-


Mazmur 37:25 Filipi 4:6,7 Filipi 4:13,19

Kita perlu peka akan trauma yang dihadapi seseorang yang kehilangan pekerjaannya, gagal mencari yang baru, bon-bon hutangnya yang menumpuk, dan surat-surat gadainya yang sudah lewat waktu. Orang sedemikian kehilangan harga diri, mengalami kecut hati, frustrasi dan depresi. Dari beberapa penyelidikan diketahui adanya kaitan erat antara masalah pengangguran dengan akibat-akibat negatif berikut: — bertambahnya jumlah orang yang harus dirawat di rumah sakit jiwa; — bertambahnya jumlah orang bunuh diri; — bertambahnya tindak kekejaman sampai pada pembunuhan; — bertambahnya kejahatan dan pemenjaraan; — bertambahnya jumlah kematian karena serangan jantung, sakit liver, dan penyakit-penyakit akibat stress lainnya; — bertambahnya kasus penyiksaan anak.

STRATEGI BIMBINGAN

1. Kuatkan hatinya dan katakan bahwa Anda senang dapat melayani dia, dan bahwa Anda memperhatikan dia.

2. Ingatkan bahwa dia tidak sendirian, tetapi banyak orang mengalami kesulitan yang sama. Kehilangan pekerjaan bukan hal luar biasa. Dengan mengerti ini, dia tidak perlu lagi merasa bahwa hanya dia seorang yang mengalami kemalangan itu.

3. Katakan padanya bahwa dia tidak perlu merasa hilang harga diri, tidak perlu merasa hilang hormat diri, dan merasa diri tidak berarti.

4. Nasihatkan dia untuk berkeyakinan dan tidak panik, sebab Allah tahu, mengasihi, dan memelihara. Dia harus belajar mempercayai Tuhan.

5. Anjurkan dia untuk berdoa meminta Allah menolong masalah keuangannya, mencukupi kebutuhan keluarganya, dan membuka kesempatan kerja baru.

6. Usulkan dia untuk menceritakan masalahnya kepada sahabat-sahabat Kristennya yang juga akan berdoa, dan kepada pendeta yang bersimpati yang mungkin bisa menawarkan bantuan mencarikan pekerjaan. (Gereja-gereja tertentu memiliki saluran khusus untuk membantu pencarian lowongan kerja anggotanya).

7. Nasihatkan dia untuk tidak melampiaskan frustrasinya pada istri/ suami dan anak-anaknya. Semua akan mendukungnya dalam situasi darurat itu. Semua ikut menanggung, dan krisis tadi sebenarnya dapat mempererat suasana kekeluargaan mereka. Mereka perlu merasakan manfaat berdoa bersama sebagai suatu keluarga.

8. Perkenalkan orang yang Anda layani kepada Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juruselamat, jika dalam percakapan nampak bahwa dia belum mengenal Dia. Jelaskan “Damai dengan Allah”, [“Damai dengan Allah” — Traktat untuk menolong/menuntun orang non- Kristen agar dapat menerima Kristus (dari LPMI/PPA); atau Buku Pegangan Pelayanan, halaman 5; Penulis : Billy Graham Penerbit : Persekutuan Pembaca Alkitab, 1993 Halaman : 100 – 101]

Kategori:ISU POPULER, KELUARGA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: