Beranda > KESEHATAN > HINDARI MINUM JUS “TEBU SEGAR” YANG TAK HIGIENIS

HINDARI MINUM JUS “TEBU SEGAR” YANG TAK HIGIENIS


Mohon luangkan waktu 2 menit untuk membaca ini.. Email ini dikirim oleh seorang teman yang ayahnya bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup di Singapore.

Info kesehatan – Tentang jus tebu

Seorang teman yang ayahnya bekerja untuk melakukan pengawasan kesehatan pemerintah di Bagian informasi. Tugas mereka adalah untuk memeriksa semua pedagang asongan, makanan yang dimasak mereka, kebersihan toko mereka, dll. Mereka menemukan jus tebu memiliki kandungan bakteri tertinggi di antara semua makanan…. Bahkan, itu telah melampaui batas yang  ditentukan.

Oleh karena itu, orang-orang harus mencari tahu kenapa. Mereka berkeliling ke semua toko tebu dan melihat cara menangani pedagang asongan tebu mereka, mencuci gelas, seluruh prosedur. Tapi mereka tidak bisa menemukan masalahnya.

Suatu hari, mereka tinggal sampai toko tutup dan menemukan beberapa fakta mengejutkan!

Setiap kali, para pedagang menutup toko mereka, mereka akan mencuci lantai dengan deterjen ….. Seperti kita ketahui, sisa tebu akan ditempatkan di bagian belakang toko, vertikal berdiri dan kita tahu bahwa tebu sangat berpori, mereka cenderung untuk menyerap cairan apa pun di sekitarnya. Selain air sabun, kotoran di penjaja ‘sepatu bot, kucing’ air seni, dll, semua akan diserap.

Sekarang, setiap kali aku makan di pusat jajanan, aku akan memperingatkan semua teman-temanku tentang ini dan tentu saja saya berhenti minum jus tebu favoritku.

Seorang teman yang sangat suka jus tebu, sedang hamil. Dia selalu minum jus tebu.  Btw, suatu hari ia mengalami keguguran janin berusia kira-kira 6 atau 7 bulan. Ketika para dokter melakukan otopsi untuk mencari tahu mengapa tiba-tiba janin meninggal dalam dirinya. Mereka menemukan jejak dari beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam air seni kucing … Misteri kematian janin mulai terkuak.

Meskipun tidak akan bisa menyakiti orang dewasa, itu sangat beracun untuk bayi, apa lagi janin?

Jadi mereka mencoba untuk menentukan bagaimana urine kucing ini bisa berakhir di janin. Ini berarti bahwa itu harus dicerna oleh ibu, kan ? Dan satu-satunya kesimpulan logis mereka bisa muncul adalah karena warung sari tebu itu  hanya meninggalkan tebu-tebu tergeletak di atas lantai basah dan kotor, sehingga tidak akan mungkin untuk berpikir bahwa kucing liar bisa mengencingi tebu atau di dekat tebu. Jadi pikirkan kembali saat Anda akan memesan jus tebu favorit Anda!

Tolong sampaikan ini kepada setiap orang yang Anda kenal di Singapore & Malaysia & Indonesia. Mari kita mengambil tindakan untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik & lebih aman bagi kita semua dan generasi yang akan datang..! (fwd Naomi, email milis, kalimatnya sedikit diedit agar enak dibaca)

Kategori:KESEHATAN
  1. Nauli.Net
    17 Juni 2010 pukul 9:53 PM

    ah itu kan air tebu di singapore…

  2. 17 Juni 2010 pukul 10:01 PM

    Mampir plend. .Teori yg ada benarnya,tapi intinya adalah kehiegienisan ya? Mampir balik frend

  3. ayahkakang
    18 Juni 2010 pukul 12:19 AM

    info yg sgt penting, syukur sy baru pernh nyoba skali aja tuh….

  4. 18 Juni 2010 pukul 12:34 AM

    wah..bahaya jg ya ? untung sy gak doyan..tp suami sy doyan bgt..hrs segera diberitahu nih..thanks infonya ya..

  5. 18 Juni 2010 pukul 12:55 AM

    ndak semua orang jual tebu bersikap gegabah seperti yang anda ceritakan di atas.
    so, mungkin dengan judul di atas, Anda bisa menarik pengunjung.
    tapi ndak usah berlebihan lah.

    nice posting

  6. HarisAhmad
    18 Juni 2010 pukul 1:12 AM

    terima kasih informasinya 🙂

  7. 18 Juni 2010 pukul 1:24 AM

    Ini temuan di S’pore atau Indonesia? Kenapa sampaikan kepada setiap teman di S’pore?

    Saya sendiri enggak pernah, tapi emang sih penjual yang biasanya dipinggir jalan dengan grobak dan mesin itu terkesan tidak bersih. Entah itu tebunya sudah dibersihin apa belum atau mesin penggilingnya. (“Terkesan” menandakan saya tidak tahu pasti)

  8. reza
    18 Juni 2010 pukul 1:47 AM

    weleh mas….. saya warga di jambi yang sangat terkenal dg minuman jus tebu,sudah lebih 15 tahun saya minum jus tebu setidaknya 2 hari sekali, bahkan setiap hari bila musim panas dan bulan puasa, entah berapa ribu ibu2 disini yang hamil dan minum jus tebu, gak pernah ada kasus yang semacam itu. tidak semua jus tebu sejelek yang anda katakan, mgkn si penjual tebu yang (mungkin) satu2 nya yang anda survey memang jorok, so jgn memvonis jus tebu nya donk,

  9. 18 Juni 2010 pukul 3:17 AM

    mudah-mudahan bermanfaat

  10. watrayeni-azkazalilla
    18 Juni 2010 pukul 4:17 AM

    BERARTI YANG SALAH BUKAN JUSNYA, TAPI LEBIH PADA CARA KEBERSIHAN DISEKITAR TEMPAT MENGOLAH JUS TERSEBUT.SAYA RASA BERITA INI BISA MERUGIKAN PETANI TEBU

  11. 18 Juni 2010 pukul 5:05 AM

    @Ivani, doyan boleh kok, artikel email itu lebih pada KE-HIGIENIS-AN dari si Tukang Penjual Jus Tebu jalanan, yang seringkali “terkesan” jorok dan tidak memperhatikan aspek kesehatan. Nah, dalam artikel email itu, cukup menjelaskan. Memang sulit untuk mengetahui secara pasti, karena kita tidak tahu bagaimana penyimpanan tebu oleh Tukang Tebu apakah sama seperti cara di email. Semoga itu jadi bahan informasi, sekaligus meningkatkan kewaspadaan bagi si Tukang Tebu maupun konsumen untuk sama-sama memperhatikan aspek KE-HIGIENIS-AN Tebunya. Thanks Ivani.

  12. 18 Juni 2010 pukul 5:09 AM

    Yo i, bro. Anda benar! Thanks Mansuka!

  13. 18 Juni 2010 pukul 5:10 AM

    Coba iseng, nanyain si Tukang Tebu di Indonesia dan Malaysia, jangan-jangan ada kecenderungan yang sama dengan artikel email tersebut. Kita tidak tahu bagaimana cara mereka menyimpan Tebunya.

  14. 18 Juni 2010 pukul 5:48 AM

    untung saya belum pernah coba.. hehe
    tapi menurut saya tidak semua penjual jus tebu melakukan hal demikian, ada juga yang selalu menjaga kehigienisan dari tebu tersebut.. intinya sich pinter2 kita aja bwd milih tempat yang baik untuk meminumnya…

  15. BAHAGiA
    18 Juni 2010 pukul 6:32 AM

    satu gelas Rp 4rb bos…

  16. 18 Juni 2010 pukul 9:32 AM

    Apa ini bukan persaingan bisnis aja yg dibesar2kan ??

  17. Ivan Winata
    18 Juni 2010 pukul 9:50 AM

    Wah, bagus juga tuh infonya. Thanks!!

    Kalau sempat mampirlah http://ivanwinata.wordpress.com Blog newbie

  18. Aha Gambreng
    18 Juni 2010 pukul 10:30 AM

    Hem. Kayanya seh bener. Yang salah adalah perlakuan terhadap tebunya… http://ahnku.wordpress.com

  19. 18 Juni 2010 pukul 10:40 AM

    Nice article,
    brati “cara” nya saja yang kurang sip.
    bukan tebunya yang berbahaya.

  20. 18 Juni 2010 pukul 10:45 AM

    Hmm…thanks ya buat infonya. Salam kenal:)

  21. 18 Juni 2010 pukul 2:31 PM

    Waduh padahal jus tebu enak banget lho! Semoga penjual es tebu yang kubeli di alun-alun jaga kebersihan. Coba deh kalau beli lagi kuperhatikan dan kuwawancarai. Mungkin itu penjual yang di Singapur , tergantung penjualnya, semoga jadi perhatian pemerintah untuk membina semua penjual kaki lima mau pun warung-warung kecil agar lebih higinis. Thanks http://Jendelakatatiti.wordpress.com

  22. eva
    18 Juni 2010 pukul 2:53 PM

    Thnx, infonya. Cuma diedit dong hasil translatenya biar enak bacanya

  23. 18 Juni 2010 pukul 5:41 PM

    @Riffa, salam kenal juga Rif. Sama-sama. Di Blogku ini buanyak artikel dan fakta menarik, serba Top Ten, serta Artikel Rohani Kristiani. Semoga menjadi berkat bagimu dan para pembaca semua. Jika suka dengan isi blog ini, sebarkan ke teman2mu ya:). GBU

  24. 18 Juni 2010 pukul 5:42 PM

    @Andhy, yup, anda benar. Bayangkan kalo Jus-jus lainnya juga caranya kurang sip kayak Jus Tebu, bisa-bisa bukan tambah sehat, malah nambah penyakit. So Faktor Kebersihan dan Cara Penyimpanan bahan2 atau buah juga mesti diperhatikan rupanya.

  25. 18 Juni 2010 pukul 5:45 PM

    Nah gitu dunk, Titi, ya sekalian mengenal Tukang Tebu dan kesehariannya, juga kasih masukan dan saran ke beliau, agar memperhatikan faktor kebersihan dan cara penyimpanan aneka buah atau makanan. Siiiip dech kalo gitu! Satu kalimat buatmu, “Okelah kalo begitu!”

  26. 18 Juni 2010 pukul 5:50 PM

    @Eva, hehehe, tul juga katamu, ini lagi kuperbaiki, semoga lebih jelas dan lebih enak bacanya, dan tentunya pesannya bisa ditindaklanjuti. Thanks ya!

  27. 18 Juni 2010 pukul 5:51 PM

    Oke, Ivan, sama-sama, baca juga tuch bagian Serba Top Ten, dan Fakta Unik, pastinya ehmmm, bakalan bikin hidup makin hidup. Artikel Cinta dan Keluarga serta Humor juga sangat bagus. Apalagi artikel Rohani Kristiani, serba ketat dipilih masuk blogku!

  28. 18 Juni 2010 pukul 5:53 PM

    @Adit, tampaknya bukan soal persaingan bisnis, kalo di Indonesia mungkin iya, namun ini di negeri seperti Singapore. Mereka memang sangat memperhatikan faktor higienis dari makanan dan minuman. Thanks!

  29. 18 Juni 2010 pukul 6:00 PM

    @BAHAGIA, dimana tuch tempatnya? kalo dulu, mamaku tanam Tebu sendiri, jadi tinggal petik dan potong, serta gigit sendiri tuch tebu. Lucunya dan Menariknya adalah, Tanaman Tebu kami itu disiram dengan air seni/kencing manusia…. ehem…ehem… Hasilnya? Tebu itu ya MANIS juga lho:)hehehe, silahkan coba….. Resep ala Orang Tua zaman dulu….

  30. 18 Juni 2010 pukul 6:01 PM

    @Hamid, anda benar! Kiranya bahan makanan atau minuman serta buah apapun, perlu kita perhatikan juga higienitas dan kebersihan cara penyimpanannya.

  31. 18 Juni 2010 pukul 10:24 PM

    wah bro….bisnis om gw bsa bangkrut dunx……….:<

  32. 18 Juni 2010 pukul 10:41 PM

    masa’ sih? lha diriku sering makan tebu juga nggak apa-apa.
    kalo kita tiap mau makan, minum aja takut ada kumanlah, ada viruslah, ada ada ajalah lha terus gak jadi makan dunk? kan setiap makanan selalu ada bakteri/virusnya. mungkin kasus keguguran tsb hanya 1 banding 100000, cz pas emakku dulu hamil adikku enggak ada apa-apa, padahal melihara kucing, hayo…

  33. 18 Juni 2010 pukul 10:55 PM

    mending minum air putih saja yah..

  34. 19 Juni 2010 pukul 12:52 AM

    mampir brow …
    dari kecil aku suka tebu …
    tapi kalo banyak bakteri kayaknya mengada-ada deh …
    ada tebu ada gula … ada gula ada semut …
    mampir balik brow …

  35. asahisoft
    19 Juni 2010 pukul 1:40 AM

    Judul artikelnya saja yang perlu dirubah dikit. Biar tidak kontroversial dan tidak ada pihak yang dirugikan.

  36. 19 Juni 2010 pukul 5:42 AM

    @Eko, hehehe, sebenarnya saya juga suka Air Tebu n juga suka Kelapa Muda, syuurrrp! segar men! Bakteri, dll muncul dari Deterjen yang diserap pori2 Tebu atau juga Air Kencing Kucing yang diserap Tebu, dll dech….

  37. 19 Juni 2010 pukul 5:44 AM

    Bukan salah Jus Tebunya @phantomxy, namun cara penyimpanan Tebunya yang tidak memperhatikan sekitar ruangan apakah Bersih dan Higienis.

  38. 19 Juni 2010 pukul 5:46 AM

    @Ihsan, atau malah dengan berita ini, orang jadi penasaran sehingga banyak yang nanya Om mu, sehingga bisnis om mu malah meningkat! Berita negatif selalu pun selalu ada 2 dampak, bisa menguntungkan bisa merugikan. Hayoo….

  39. 19 Juni 2010 pukul 12:32 PM

    cara menyinpannya yg sembarangan ….
    http://djiesaka.wordpress.com/

  40. 19 Juni 2010 pukul 1:42 PM

    Info yang penting buat kesehatan kita…..

  41. 19 Juni 2010 pukul 2:29 PM

    @Yadi, thanks Yadi, atas kunjunganmu ke blogku. @All, kalo ada kesalahan pada gambar yang tidak muncul, dll britahu ya:). Thanks lho.

  42. 19 Juni 2010 pukul 11:48 PM

    Isinya terlalu menggeneralisasi semua penjual jus tebu. Mungkin baik untuk blog tapi tidak akademis dan tidak etis, merugikan penjual jus tebu yang lain.
    Mungkin kalimatnya harus ditekankkan kewaspadaan higienis bukan mengambil kesimpulan umum.

  43. 20 Juni 2010 pukul 6:33 AM

    Oke Adey, Saya ubah Judul Blog saja. GBU

  44. Internet Murah
    20 Juni 2010 pukul 4:38 PM

    berkunjung antar blog kawan

    thanks untuk sharing ilmunya sangat bermanfaat
    Cara Menghindari penipuan Di Internet
    Ready Stock

  45. orang susah
    21 Juni 2010 pukul 12:52 PM

    wah ini penghinaan besar untuk perusahaan kami, mungkin yang diminum bukan tebu lokal. Saya pernah melihat usaha tebu juga yang laim seperti tebu singapura. Ini namanya banyak orang yang sirik dengan usaha orang. Kalau bisa artikel ini dihapus, karena bila tdk petani tebu jambi bs ngamuk.

  46. 3 Maret 2011 pukul 3:31 AM

    ya jus apapun kalo ga higienis memang perlu dihindari

  47. huri
    24 Juli 2011 pukul 4:45 PM

    ah .. itu khan tukang jus tebu di singapura .. kalo di indonesia udah pada sadar kok ama kebersihan .. lagian yg di garis bawahi adalah masalah kebersihannya .. bukan tebunya.. hidup jus tebu indonesia .. hidup kebersihan makanan dan minuman

  48. 23 Agustus 2013 pukul 7:11 PM

    woi mas bro jgan gada2 omonganya tu bgus sikit sok tau lo nyarik masala,..q uda 6 thn minum jus tebu gk kenapa2 lau mati atau sakit tu urusan maha kuasa…air tebu tu alami tampa pemanis buatan dari pada minum man laen masik paleng teratas kualitas nya..tarek tu kata2 kotor mu..gerusak repotasi tukang penjual tebu..

  1. 19 Juni 2010 pukul 12:19 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: