Beranda > EKONOMI > Jumlah Orang Kaya RI Tumbuh 6 Persen

Jumlah Orang Kaya RI Tumbuh 6 Persen


Refleksi: Bila Anda memiliki simpanan paling kurang Rp Satu miliar, Anda termasuk dalam grup 200.000 orang kaya di NKRI. Bagi yang masih membanting tulang memeras keringat dingin harap sabar, sabar itu subur, insyaallah besok giliran Anda untuk masuk dalam grup kaum Rp. satu miliar ini.

Adalah hal menarik untuk diketahui berapa banyak dari 200.000 orang pemilik simpanan Rp 1,– miliar ini taat membayar zakat 10% dari kekayaan yang dimiliki.

Suara Pembaruan/Ruht Semiono
Chairman Certified Wealth Manager’s Associations (CWMA) yang juga Direktur BTN Irman A Zahiruddin CWM (kanan) berbincang dengan Founder CWMA Maikel Sajangbati CWM (kiri), Vice Hairman CWMA Darmadi Sutanto CWM (kedua dari kiri), Director and Head of Institutional and Business Development GFT Global Market Asia Singapore Klaus Buhl (ketiga dari kiri), CEO AL Wealth Patners Singapore Antonia Hui (ketiga dari kanan), dan Marcuss Leese dari OGIER Hong Kong (kedua dari kanan) seusai menggelar “The 3rd International Wealth Management Conference 2010” di Jakarta, Rabu (21/7).

[JAKARTA] Jumlah orang kaya di Indonesia dengan kepemilikan simpanan dana di perbankan minimal Rp 1 miliar kini mencapai 200.000 orang. Jumlah ini bakal terus bertambah dengan kenaikan yang melampaui pertumbuhan ekonomi.
Namun, pertumbuhan tersebut menjadi tantangan bagi industri wealth management (WM) di Indonesia. Para relationship manager (RM) atau tenaga profesional yang mengelola aset orang kaya harus mampu mengikuti tren perubahan di industri keuangan dan pasar modal. Selain itu, RM juga dituntut memiliki paradigma baru di industri WM.
Demikian terungkap dari pernyataan Founder Certified Wealth Managers’ Association (CWMA) Maikel Sajangbati, Chairman CWMA Irman A Zahiruddin, Chief Executive Officer (CEO) AL Wealth Partners Singapore Anthonia Hui, CEO Hubbis Hongkong Michael Stanhope, Managing Director and Head of Global Wealth Management Valens Goldberg London Sophie de Ferranti, Senior Economist Khalil Rowter, Assistant Director and Group Asset Management CIMB Islamic Bank Berhad Malaysia Winston Ng, Director and Head of Institutional and Business Development GFT Global Market Asia Singapore Klaus Buhl, dan Lawyer Partner OGIER Hongkong Marcus Leese.

Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan, saat ini terdapat sekitar 200.000 orang kaya yang memiliki simpanan di bank minimal Rp 1 miliar. “Mereka adalah nasabah prioritas yang dilayani RM di perbankan. Jumlah mereka terus bertumbuh, dengan potensi di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,8-6% tahun ini,” tutur Maikel pada konferensi pers The 3rd International Wealth Management Conference 2010 di Jakarta, Rabu (21/7).
Maikel mengatakan, secara rata-rata global (Asia Pasifik), pertumbuhan orang kaya mencapai 8,1%. Pertumbuhan paling tinggi dari High Net Worth Individual (HNWI) atau orang superkaya di dunia terbanyak terdapat di India, diiikuti oleh Tiongkok, Korea Selatan, dan Indonesia.

Menurut Maikel, jika dilihat dari data LPS, pemilik dana di bawah Rp 1 miliar (Rp 500 juta) lebih banyak lagi. Kemudian dana Rp 100 juta dimiliki oleh dua juta orang. Pemilik simpanan Rp 1 juta ke atas sebanyak 92 juta orang. Untuk dana di atas Rp 100 juta totalnya mencapai Rp 1.600 triliun dari total dana pihak ketiga (DPK) Rp 2.100 triliun saat ini.
“Itulah segmen pasar yang bisa dibidik oleh para RM. Orang kaya membutuhkan orang lain untuk mengelola kekayaan mereka. Namun, tantangan bagi RM harus berpegang pada tiga pilar, yaitu protection, growth, dan distribution,” jelas Maikel.

Irman Zahiruddin menjelaskan, pilar proteksi tidak hanya asuransi, namun juga memberikan edukasi bagi klien. Sedangkan pilar kedua adalah peningkatan kekayaan dan pilar ketiga distribusi, ya-itu menyerahkan kekayaan pada generasi selanjutnya.

Konferensi internasional yang bertajuk “New Paradigm of Wealth Management” tersebut dinilai Irman sangat bermanfaat bagi RM untuk menambah pengetahuan. Pasalnya, industri WM berkembang sangat cepat dan nasabah harus merasa bebas untuk memilih siapa pun yang ingin dijadikan pengelola kekayaannya.
Anthonia Hui juga sependapat dengan Irman. Menurut dia, ide utama dari industri WM adalah memberikan kebebasan kepada klien. Namun, RM tidak serta-merta menyingkirkan bank sebagai institusi, tapi justru mendekatkan nasabah dengan bank. Anthonia mengatakan, bisnis ini sebenarnya tidak sulit namun RM harus bisa mengedukasi nasabah bagaimana mengelola pengeluaran dengan bijak. Hal itu termasuk menentukan komitmen, rencana, dan tujuan nasabah secara jangka panjang, serta penentuan instrumen investasi yang paling cocok dengan imbal hasil yang dibutuhkan.
“Namun, investasi harus dinamis, karena ketika situasi keluarga berubah, begitu juga dengan perubahan karier serta perekonomian, bentuk investasi harus berubah,” jelas dia.

Sebab itu, kata Anthonia, RM harus menjaga kepercayaan dan membangun hubungan baik dengan nasabah. Hal itu juga berarti, RM tidak boleh menempatkan uang sebagai tujuan utama dalam hubungan dengan nasabah. Bahkan, jika tidak cocok, RM tidak harus memaksakan untuk melayani nasabah itu. Hal yang paling penting, RM perlu melakukan kajian rutin setiap nasabah dalam portofolionya. [ID/M-6]

Kategori:EKONOMI
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: