Beranda > DEBAT TEOLOGI > Debat Teologi Ioanes Rakhmat VS Budi Asali (Part 1)

Debat Teologi Ioanes Rakhmat VS Budi Asali (Part 1)


Perdebatan via internet antara Dr. Ioanes Rakhmat, sang Teolog Liberal yang mengaku Kristen dengan Pdt. Budi Asali, M. Div dari GKRI Golgotha.

IOANES RAKHMAT : Anda menulis : Perintah Yesus untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus (Mat 28:19-20) menunjukkan bahwa: a) Yesus memang adalah satu-satunya jalan ke surga. Kalau memang Yesus bukan satu-satunya jalan keselamatan, untuk apa ada perintah untuk memberitakan Injil / membawa semua orang untuk datang kepada Yesus? b) Orang yang tidak pernah mendengar tentang Yesus juga akan binasa / masuk neraka! Kalau orang yang tidak pernah mendengar Injil bisa masuk surga, maka untuk apa kita diperintahkan untuk memberitakan Injil? Bahwa kita diperintahkan untuk memberitakan Injil dan menjadikan semua bangsa murid Yesus, jelas menunjukkan bahwa orang yang tidak pernah mendengar Injil juga pasti tidak bisa selamat. Pandangan ini didukung oleh beberapa bagian Kitab Suci yang lain seperti: Ro 2:12a – Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat. Dalam jaman Perjanjian Lama, orang di luar Israel / Yahudi yang tidak pernah mempunyai hukum Taurat, dikatakan binasa tanpa hukum Taurat. Analoginya, dalam jaman Perjanjian Baru, orang yang tidak pernah mendengar Injil, akan binasa tanpa Injil! Ro 10:13-14 – Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya?. Text ini membentuk suatu rantai. Orang yang berseru kepada nama Tuhan akan selamat, tetapi ia tidak akan bisa berseru kepada nama Tuhan kalau ia tidak percaya kepada Tuhan. Dan ia tidak akan bisa percaya kepada Tuhan kalau ia tidak perneh mendengar tentang Dia. Dan ia tidak akan bisa mendengar tentang Dia, kalau tidak ada yang memberitakan Injil kepadaNya. Jadi, kalau tidak ada orang yang memberitakan Injil kepadanya, ia tidak bisa mendengar tentang Dia, sehingga tidak percaya kepadaNya, sehingga tidak bisa berseru kepadaNya, sehingga tidak bisa diselamatkan. Dengan demikian jelaslah bahwa orang yang tidak diinjili / tidak pernah mendengar tentang Yesus, pasti tidak selamat. Fakta Kitab Suci inilah yang mendasari pengutusan misionaris ke tempat-tempat yang belum pernah dijangkau Injil. Yeh 3:18 – Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! – dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Sesuatu hal lain yang perlu diingat adalah bahwa dalam rasul-rasul melaksanakan perintah ini, mereka memberitakan Injil kepada orang-orang yang sudah beragama sekalipun (agama Yahudi). Dan bagaimanapun mereka diancam untuk tidak memberitakan Injil,

Tanggapan saya : Seberapa banyak pun teks Kitab Suci yang anda sudah baca dan hafalkan, tapi kalau belum anda tanyakan kenapa teks-teks itu ditulis demikian, dan faktor-faktor apa yang mendorong penulisannya, maka anda sama sekali belum memahami Alkitab. Anda tahu, “Amanat Agung” dalam Matius 28:18-20 itu bukan dari Yesus sendiri, tetapi buah tangan sang penulis Injil yang diberi nama Matius pada abad 2. Buktinya? Pertama, ada rumusan tritunggal dalam teks tersebut, yang pasti belum pernah dirumuskan ketika Yesus masih bernafas. Dengan kata lain, teks Matius 28 itu sisipan kemudian hari.

PDT.BUDI ASALI : 1) Saya tahu anda adalah orang liberal, dan sebagai orang Liberal, anda memang pasti mempunyai pandangan yang sangat rendah tentang Kitab Suci. Tetapi saya percaya Kitab Suci sebagai Firman Tuhan, dan karena itu saya tidak meragukan sama sekali bahwa Yesuslah yang mengucapkan kata-kata tersebut, karena dalam Mat 28:18-20 dinyatakan secara explicit bahwa Yesuslah yang mengucapkan Amanat Agung tersebut (ay 18).
Mat 28:18-20 – “(18) YESUS MENDEKATI MEREKA DAN BERKATA: ‘KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’”.

2) Mat 28:19nya hanya mengatakan ‘dalam nama dari Bapa, dan dari Anak, dan dari Roh Kudus’. Sekalipun ini memang dipakai sebagai salah satu dasar Kitab Suci dari doktrin Allah Tritunggal, tetapi ini belum bisa disebut sebagai rumusan / formula tentang Allah Tritunggal. Disamping itu, Yesus adalah Allah sendiri, lalu apanya yang aneh kalau Ia mengajarkan apa yang pada saat itu belum ada? Itu pasti sudah ada dalam pikiran Allah. Betul-betul lucu kalau ini dijadikan bukti bahwa ay 19 itu bukan kata-kata Yesus, tetapi penambahan oleh Matius.

3) Memang kadang-kadang kita perlu mengetahui apa alasannya sehingga suatu ayat ditulis dalam Kitab Suci. Misalnya mengapa Paulus mempunyai pandangan yang seakan-akan merendahkan pernikahan dalam 1Kor 7. Dan itu diberikan oleh Paulus dalam 1Kor 7:26 (‘mengingat waktu darurat sekarang’). Jadi, jelas bahwa ajarannya disana tidak berlaku umum. Tetapi ada ayat-ayat yang sama sekali tidak terpengaruh oleh latar belakangnya, seperti ayat-ayat tentang Yesus sebagai satu-satunya jalan. Kontext, dan juga ayat-ayat lain dalam Kitab Suci, dan juga theologia dari seluruh Kitab Suci, mendukung ajaran ini! Dalam tulisan saya, saya memberikan banyak argumentasi lain tentang ajaran bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga. Mengapa anda hanya membahas beberapa saja? Anda tak mampu memberikan bantahan untuk yang lain?

4) Ayat-ayat yang saya bahas seperti Ro 2:12 Ro 10:13-14 dan Yeh 3:18 di atas, mengapa sama sekali anda tidak gubris? Terlihat bahwa anda bahwa tidak bisa berargumentasi secara Alkitabiah!

IOANES RAKHMAT : Kedua, ada perintah Yesus yang asli di dalam Matius 10:5-6, untuk murid-murid pergi mendatangi HANYA suku-suku Israel dan tidak kepada bangsa-bangsa lain.

PDT.BUDI ASALI : 1) Memang, tetapi perintah dalam Mat 10:5-6 ini hanyalah perintah sementara, yang dibatalkan dengan adanya perintah dalam Mat 28:19-20 itu. Bahkan sebelum itu, yaitu dalam Luk 22, sudah kelihatan bahwa perintah dalam Mat 10:5-6 itu sudah dibatalkan.
Bdk. Luk 22:35-36 – “(35) Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?” (36) Jawab mereka: ‘Suatupun tidak.’ KataNya kepada mereka: ‘Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang”.

2) Mari kita perhatikan Mat 10:5-6 itu, bahkan sampai ay 15nya.
Mat 10:5-15 – “(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, (6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (7) Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (8) Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (9) Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. (10) Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. (11) Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. (12) Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. (13) Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (14) Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. (15) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.’”.
Apakah anda sendiri tetap berpegang pada perintah Yesus dalam Mat 10:5-6 ini, dan anda sekarang ‘memberitakan Injil’ hanya dalam kalangan orang-orang Israel? Kalau tidak, bukankah itu menyalahi perintah Yesus itu? Apakah anda menyembuhkan orang sakit, mentahirkan orang kusta, membangkitkan orang mati, mengusir setan-setan seperti yang Yesus perintahkan dalam Mat 10:8? Juga apakah anda menuruti perintah Yesus dalam Mat 10:9-dst, tentang larangan membawa bekal, dompet, uang dsb? apakah anda mengebaskan debu di kaki anda kalau ditolak dalam memberitakan ‘Injil’ anda?

3) Kalau Mat 10:5-6 itu berlaku terus, maka bagaimana dengan Paulus yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pelayan bagi orang-orang non Yahudi (Kis 9:15 Gal 1:16)? Ini juga disetujui oleh rasul-rasul lain (Gal 2:7-9). Jadi, berdasarkan argumentasi anda, Paulus, Yohanes, Yakobus dan Petrus, dan bahkan Tuhan sendiri, salah semua, bukankah demikian?

IOANES RAKHMAT : Ketiga, Matius 28 itu diucapkan oleh Yesus Kristus yang sudah dibangkitkan; dengan kata lain, teks Matius 28 itu adalah teks gereja Matius yang diyakini diinspirasikan oleh Roh Yesus Kristus, padahal semasa Yesus hidup beliau tidak pernah memerintahkan gerakan pekabaran Injil yang ekspansionistis dan proselitis.

PDT.BUDI ASALI : Argumentasi anda menggelikan. Kalau sebelum kematianNya Yesus tidak pernah memerintah seperti itu, apakah dasarnya sehingga tidak mungkin bahwa setelah kebangkitanNya Ia memerintahkan seperti itu? Dalam Yoh 16:12 Yesus mengatakan: “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya”. Jadi, apanya yang aneh kalau belakangan Ia mengajarkan apa yang belum pernah Ia ajarkan?
Juga bagaimana dengan kata-kata Yesus dalam Yoh 13:34-35 – “(34) Aku memberikan PERINTAH BARU kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (35) Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.’”.
Karena ini adalah perintah baru, pasti tidak mungkin Yesus memberikannya; begitukah?

IOANES RAKHMAT : Keempat, dari kajian sosiologis atas kehidupan komunitas (gereja) Matius, kita bisa mengetahui bahwa komunitas ini sedang dilanda krisis sosial dan ekonomi internal domestik. Untuk mengatasi krisis ini, anggota-anggota komunitas Matius dihimbau untuk pergi keluar, mencari lahan-lahan ekonomi yang baru di luar wilayah mereka. Maka, untuk memberhasilkan mobilitas ekonomi ini, penulis Injil ini menyertakan juga perintah agama untuk mereka melakukan siar agama di luar wilayah mereka semula (perintah dalam Matius 28). Gerakan ini paralel dengan masuknya VOC ke Indonesia, bersamaan dengan misi evangelisasi Belanda atas penduduk bumi putera. Mudah-mudahan anda bisa memahami penjelasan pendek di atas.

PDT.BUDI ASALI : Apa dasarnya untuk mempercayai kebenaran dari penjelasan anda itu? Betul-betul aneh, bahwa anda tidak bisa / tidak mau menerima kata-kata sederhana dari Kitab Suci, tetapi mau menerima omong kosong di atas yang sama sekali tidak ada buktinya, yang hanya merupakan isapan jempol dari orang tolol, yang memang tidak mau menerima otoritas Kitab Suci.
Luk 24:47 juga menunjukkan bahwa Yesus memerintahkan penginjilan seperti itu, juga Mark 16:15-16 (kalau anda mau menerima ini sebagai text asli Kitab Suci). Lalu apakah gereja Lukas dan Markus juga mengalami hal yang sama seperti gereja Matius?
Saya sarankan, tundukkan diri anda ke bawah Firman Tuhan, dan jangan jadi orang tegar tengkuk, yang lebih percaya pada logika dan penjelasan kafir, dari pada kepada Firman Tuhan.

……….BERLANJUT………..

Kategori:DEBAT TEOLOGI
  1. 11 Desember 2010 pukul 2:57 PM

    Dua ayat paling krusial dalam Iman kristen ternyata Palsu
    Dua ayat paling krusial dalam Iman kristen ternyata Palsu

    Mari kita selidiki tentang dua dasar keimanan kristen yakni masalah Trinitas dan masalah Yesus hanya untuk Israel saja dalam Alkitab.

    1. Masalah trinitas.
    Trinitas merupakan masalah yang paling pokok dalam iman Kristen. Tapi dalam injil tidak ditemukan ayat yang mendukung trinitas tersebut. Hal ini diakui oleh para Ahli Alkitab yang telah dengan sangat menguasai Alkitab tersebut. Sebagai contoh kita ambil pendapat dua orang Ahli Alkitab yang pemikirannya selalu diikuti oleh para penginjil didunia termasuk para penginjil di Indonesia sbb:

    DR G.C. VAN NIFTRIK DAN D.S.B.J BOLAND : Didalam Alkitab tidak diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata TRITUNGGAL ataupun ayat-ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut, mungkin dalam 1 Yahya 5 : 6-8. (Dogmatika masa kini, BPK Jakarta, 1967 hal 418).

    Beliau mengungkapkan bahwa mungkin ayat injil yang mendukung konsep trinitas itu adalah di

    1 Yahya 5:6-8:

    6.
    Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena roh adalah kebenaran.
    7.
    Sebab tiga yang memberi kesaksian (di dalam surga Bapa, Firman dan Roh kudus dan ketiganya adalah satu.
    8.
    Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi) Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

    Tapi setelah kedua pakar alkitab itu mengemukakan ayat ini kemudian keduanya berkomentar:

    “Tetapi sebagian besar dari ayat itu agaknya belum tertera dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak-tidaknya harus diberi kurung. (Dogmatika masa kini, BPK Jakarta, 1967 hal 418).

    Dengan kata lain, kedua pakar Alkitab ini berkomentar bahwa sebagian besar ayat diatas adalah palsu, karena tidak terdapat dalam naskah aslinya. Jadi menurut pakar alkitab tersebut tidak ada ayat yang mendukung konsep trinitas, mungkin di 1 yahya 5:6-8 dan itupun ayat palsu. Dalam injil yang berbahasa Inggris New International Version (NIV) berbunyi sbb:

    6.
    This is the one who come by water and blood- jesus christ. He did not come by water only, but by water and blood. And it is the spirit who tetifies, because the spirit is truth.
    7.
    for there are three that tetify
    8.
    the spirit, the water, and blood. And three are in agreements

    Jadi menurut NIV, yang notabene Alkitab paling dipergunakan dalam rujukan kristen ternyata tidak mendukung konsep trinitas tersebut. Lalu bagaimana hal itu sampai terjadi? Kenapa para penyalin Alkitab dulu berani menambah firman Tuhan? Hal ini diuraikan pakar Alkitab lainnya:

    Drs. M E Duyverman : Menurut salinan tertua jalannya kalimatnya adalah begini : KARENA TIGA MENJADI SAKSI, YAITU ROH AIR DAN DARAH… rupanya TAMBAHAN mulai terbubuh sebagai keterangan pinggir KALIMAT; PENYALIN KEMUDIAN MEMASUKAN KE DALAM BUNYI NAS karena berpikir ini adalah perbaikan penyalin lama. SAMPAI KINI HAL ITU MASIH TERJADI. (Pembimbing ke dalam perjanjian baru, BPK Jakarta 1966 hal 145).

    Jadi ayat yang menyatakan konsep trinitas dalam 1 yahya 5:6-8 diatas adalah palsu dan hanya tambahan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Tapi bagaimana pun ayat tersebut masih diakui sebagai firman Tuhan di sebagian besar umat kristen yang tidak tahu bahwa ayat tersebut adalah Palsu. Bahkan ada tokoh di Amerika yang begitu keras menentang pemalsuan ayat ini :

    Jerry Falwell. Tokoh kristen RADIKAL Amerika Serikat ini mengompetari pemalsuan ayat-ayat itu sebagai berikut : The rest of verse 7 and fist nine words of verse 8 are not original, and are not tobe considered as apart of the words of God. (Jerry Falwell, Liberty Bible Commentary, thomas Nelson Publisher, Nashville, Camden New York 1983 halaman 2638). Artinya sebagian kalimat pada ayat 7 dan sembilan kata pertama di ayat 8 adalah tidak asli dan tidak bisa dianggap sebagai firman Tuhan.

    Al kitab bilang Tuhan itu satu tiada yang lain. Tapi umat kristen bilang Tuhan itu tiga?

    Ulangan 4: 35

    “Maka kepadamu lah ia ditunjuk, supaya diketahui oleh-mu tuhan itulah Allah, tiada yang lain kecuali Dia”.

    Ulangan 4: 39

    “Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang ada di langit diatas dan di bumi dibawah, tidak ada yang lain”.

    Yohanes 17: 3

    “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mereka mengenal Engkau, satu-satu nya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”.

    Matius 4: 8 – 10

    “Maka berkatalah Yesus kepadanya (Iblis) : “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”

    Jadi menurut mereka Yesus adalah untuk segenap makluk. Tapi setelah diselidiki, ternyata ayat diatas adalah ayat Palsu.

    2. Yesus hanya untuk bani Israel.

    Injil dengan sangat tegas menyatakan bahwa Yesus disuruh Allah hanya untuk bangsa Israel saja.

    Matius 10: 5 – 6

    “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria. ” “Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hi-lang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi).”

    Matius 15: 24 – 26

    24.
    “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi). ”
    25.
    “Kemudian perempuan itu (perempuan Kanaan) men-dekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Tuhan, tolong-lah aku’.
    26.
    “Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.'(non Yahudi).”

    Tegas sekali! Yesus sendiri yang mengatakan bahwa dia diutus hanya untuk bangsa Israel. Lalu mengapa orang-orang diluar Israel mengikuti Yesus? Mereka mengemukakan alasan sebagai berikut:

    “Pergilah keseluruh dunia, beritakan injil kepada seluruh makluk” (Markus 16:15)

    Jadi menurut mereka Yesus adalah untuk segenap makluk. Tapi setelah diselidiki, ternyata ayat diatas adalah ayat Palsu. Markus 16 ternyata hanya sampai ayat 8, Markus 16: 9 – 20 adalah palsu. Alkitab kitab Markus pasal 16 yang diterbitkan Lembaga Biblika Indonesia yang dicetak oleh percetakan Arnoldus Ende 1986/1987, Pada catatan kakinya berbunnyi:

    “Dengan singkat. Bagian ayat ini hanya terdapat dalam beberapa naskah. Nampaknya baru dalam abad ke-2 Masehi ditambahkan dalam injil Markus. Bagian akhir injil Markus ayat 9 – 20 bercerita mengenai penampakan Yesus. Ini memang termasuk kitab suci, tetapi agaknya tidak termasuk injil Markus yang asli”.

    Pada The Christian Counselor’s New Testamen, markus 16 berakhir pada pasal 16 ayat 8. Kemana ayat 9 – 20? Pada akhir kalimat terdapat catatan kaki :

    “These verse are omitted by better MSS. An alternative shoter ending is found in same”.

    “Ayat-ayat ini dihapus oleh terjemahan MSS yang terbaik. Penutup lebih pendek seperti ini (Markus 16 berakhir pada ayat 8) bisa ditemukan pada beberapa versi lainnya.

    Pada The Holy Bible New International Version pada catatan kaki ayat 8 berbunyi :

    “The two most reliable early manuscripts do not have mark 16: 9 – 20”.

    “Dua manuskrip paling tua tidak memiliki Markus 16: 9 – 20”.

    “Serious doubts exists as to whether these verses belong to the Gospel of Mark. They are absent from important early manuscripts and display certain peculiarities of vocabulary, style and theological content that are unlike the rest of Mark. His Gospel probably ended at 16: 8, or its original ending has been lost. (From the NIV Bible Foot Notes, page 1528)”

    Jadi perintah Yesus untuk memberitakan injil kepada seluruh makluk adalah Ayat Bo’ongan alias ayat Palsu yang sengaja disisipkan oleh tangan-tangan jahil. Jadi dengan ini yang benar adalah Yesus hanya untuk bani Israel saja seperti yang Yesus katakan dengan tegas di Matius 10: 5 – 6 dan Matius 15: 24 – 26. Itulah ayat yang asli dan tidak palsu.

  2. Diva Ardie
    23 Juni 2011 pukul 4:53 AM

    Ioanes Rakhmat itu jelas org yang belum di bukakan pikirannya oleh Tuhan Yesus, sehingga ia begitu sulit tuk bisa menerimanya dgn iman. Agama manapun kalau hanya dgn akal/rasio saja tdk kan bisa di mengerti.Tentu dia lebih percaya kpd teori Dawin, jadi jelas bahwa Ioanes Rakhmat itu mengikuti aliran Darwin

  3. xucinxgaronx
    13 November 2011 pukul 12:58 PM

    12 murid murid Yesus tak ada satupun yang bersedia mengajar kepada bangsa bukan Israel …. merekA semua hanya mengajar kepada bangsa bersunat / Israel saja … Sikap mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mengenal ayat ayat amanat agung seperti yang tertulis di Mat 28; 19 – 20

    Gal 2:7 Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat
    Gal 2:8 — karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.

  4. Andri KRISdianto
    19 Februari 2012 pukul 3:44 AM

    Maha Besar Allah SWT :
    1. Aku bersyukur Al Quran dari pertama diturunkan sampai sekarang tidak ada perubahan meskipun banyak diterjemahan ke banyak bahasa.
    2. Untungnya Al Quran hanya berasal dari 1 Rasul sehingga tidak ada perbedaan.
    3. Untungnya TuhanQ tidak turun ke Bumi sehingga Dia masih bisa memelihara seluruh alam semesta.
    4. Untungnya TuhanQ Maha perkasa sehingga tidak perlu menebus dosa umatnya tetapi dengan kasihnya Dia mengampuni dosa manusia dengan ikhlas.

    Dalam Al Quran sebanyak ribuan kali, Allah menyebut dirinya Tuhan dan menyuruh seluruh makhluk menyembahNya. Sehingga umat muslim tidak ada keraguan sedikitpun.

    pendapat saya: Seharusnya jika asas TRITUNGGAL sebagai pokok kristen maka ayat pertama di Injil sudah menjelaskan itu. Dan harus ditemukan ribuan ayat yang sama sehingga umat kristiani tidak ada keraguan.

    Saat pertama turun ke Bumi, Yesus seharusnya menjelaskan bahwa dirinya Allah (Tuhan) sesering mungkin sehingga di Injil ditemukan ribuan ayat yang menyatakan dirinya Tuhan.

    Salam damai kawan-kawan…

  5. Jane
    8 September 2012 pukul 1:04 AM

    Tuhan memperkenalkan namaNya “YAHWEH” sebanyak lebih dari 5000 kali di Bible, kenapa Lembaga Alkitab Indonesia mengganti nama Tuhan menjadi “Allah” ???
    Allah itu Dewa Bulan yang disembah bangsa Quraish, mana mungkin status Dewa Berhala bisa disejajarkan dengan YAHWEH, Sang Maha Pencipta ???

  1. 6 September 2012 pukul 2:48 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: