Beranda > KELUARGA, TOP TEN > 10 Cara Jauhi Anak dari Pelecehan Seksual

10 Cara Jauhi Anak dari Pelecehan Seksual


VIVAnews – Di dunia serba modern, banyak orangtua sibuk dengan pekerjaan dan urusan kantor. Sibuknya aktivitas di luar rumah, membuat para orangtua tidak bisa mengawasi dan melindungi anaknya selama 24 jam.

Salah satu kejahatan yang bisa dialami anak adalah pelecehan seksual. Entah itu, dari orang asing, maupun orang terdekat. Masalahnya, sebuat studi menyatakan, sebagian besar kasus pelecehan seksual pada anak dilakukan oleh orang dikenal anak, seperti dikutip dari laman modernmom.com.

Pelakunya bisa jadi adalah guru, tetangga, atau kerabat dekat. Orang-orang yang biasanya menunjukkan minat pada anak, terkadang justru bisa menjadi ‘predator’ anak alias pelaku pelecehan atau kekerasan seksual pada anak.

Untuk mengenali seorang ‘predator’ memang tidak mudah. Namun, sebagai orangtua, Anda perlu mengajarkan anak soal pelaku kejahatan ini. Caranya, layaknya Anda mengajarkan soal bahaya bermain di jalan raya, atau bermain di dekat kompor. Beri informasi pada anak, bahwa kejahatan ini bisa menimbulkan efek yang buruk.

“Komunikasi terbuka adalah cara yang tepat,” kata Jill Starishevsky, ibu dari dua anak dan berprofesi sebagai jaksa dalam kasus pelecehan anak dan kejahatan seks di New York City, AS. Jika pendidikan dan komunikasi terbuka dilakukan sejak dini, bisa menjadi ‘benteng’ pelindung untuk mereka. Apa saja tips untuk melindungi anak?

1. Tidak ada rahasia
Dorong anak untuk memberitahukan tentang hal-hal yang terjadi kepada mereka yang membuat mereka merasa takut, sedih atau tidak nyaman. Jika anak-anak memiliki garis komunikasi yang terbuka, mereka akan cenderung mengingatkan Anda untuk sesuatu yang mencurigakan sebelum menjadi masalah.

2. Jangan menempelkan papan nama di pakaian atau aksesori anak
Jangan pernah meberi isyarat tentang nama si kecil, karena bisa saja anak Anda tertipu dan menerima bujuk rayunya. Jika orang asing datang menghampiri anak Anda dan membujuknya sambil menyebut namanya. Misalnya, “Jenny, mama kamu mengatakan pada saya untuk mengantarkan kamu pulang.” Kalimat ini bisa saja dipercaya si kecil yang termakan ajakannya.

3. Ajarkan anak bagian tubuh mereka
Ini akan membuat mereka lebih nyaman jika harus bercerita tentang sentuhan yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Beritahu anak, ada beberapa bagian tubuh yang tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain. Selain itu, berikan juga aturan apa yang harus diperbuat jika ada seseorang yang menyentuh bagian tubuh tersebut. Misalkan, berteriak atau memberitahu Anda atau guru.

4. Praktekkan lewat skenario
Katakan pada si kecil, “Apa yang akan kamu lakukan jika seseorang menawarkan hadiah dan makanan?” Bantulah anak untuk meberikan jawaban yang tepat, dengan menjawab ‘Tidak’. Atau, bisa juga mendorong anak-anak untuk menjauh atau melarikan diri dari situasi ini.

5. Ajari anak mengenal nama, alamat dan nomor telepon pada usia dini
Ajarkan anak untuk menghapal nama, alamat dan nomor telepon. Beritahu juga pada si kecil, bila terpisah dari orangtua atau guru, ajarkan mereka memberitahu alamat dan nomor telepon Anda pada petugas keamanan.

6. Menyiapkan anak saat terpisah dengan orangtua
Ajarkan anak untuk menemukan petugas keamanan atau petugas toko saat mereka terpisah dari Anda. Hal ini sangat membantu mereka mendapatkan pertolongan. Ada baiknya Anda juga memberitahu anak tempat-tempat mencari pertolongan, misalnya pos keamanan atau pusat informasi.

7. Keamanan internet
Program software keamanan pada komputer sehingga Anda bisa memilih situs-situs yang tepat untuk si kecil. Selain itu, jika si kecil sudah hobi berselancar di situs jejaring, ajarkan mereka agar tidak memberikan data pribadi, misalnya alamat, dan nomor telepon, di akun mereka.

8. Biarkan anak-anak memutuskan sendiri cara mengungkapkan kasih sayang.
Anak-anak seharusnya tidak dipaksa untuk memeluk atau mencium jika mereka tidak nyaman. Meskipun hal ini mungkin mengecewakan Anda, dengan melakukan hal ini, Anda akan memberdayakan anak untuk bisa mengatakan ‘Tidak’ saat mereka merasa tidak nyaman.

9. Ajari si kecil bahwa orang dewasa tak perlu meminta bantuan anak-anak
Predator menggunakan trik untuk membujuk anak-anak, misalnya, meminta mereka untuk membantu menemukan hewan peliharaan yang hilang, memberikan arah, atau membantu membawa sesuatu. Ketika Anda duduk berbicara dengan anak Anda, gunakan contoh-contoh ini sebagai bagian dari skenario untuk memperkuat pelajaran tentang keselamatan.

10. Mengajar anak-anak tentang sistem pertemanan

Anak-anak harus belajar lebih aman bersama teman terpercaya daripada sendirian. Mendorong anak untuk mempercayai perasaan mereka, jika sesuatu tidak merasa benar, mereka harus bisa menjauh dan memberitahu Anda tentang hal itu segera. (By Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti – Selasa, 27 Juli)

Kategori:KELUARGA, TOP TEN
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: