Beranda > DEBAT TEOLOGI > Debat Teologi Ioanes Rakhmat VS Budi Asali (Part 7)

Debat Teologi Ioanes Rakhmat VS Budi Asali (Part 7)


IOANES RAKHMAT : Anda menulis : Penderitaan yang Yesus alami untuk menebus dosa manusia merupakan penderitaan yang luar biasa hebatnya. Mengingat hebatnya penderitaan yang Yesus alami untuk menebus dosa kita, kalau Yesus bukan satu-satunya jalan keselamatan, maka:

1. Tindakan Bapa merelakan AnakNya untuk mati dengan cara yang begitu mengerikan hanya untuk memberikan satu tambahan jalan ke surga betul-betul merupakan tindakan yang sangat kejam.

Illustrasi: Pada waktu untuk pertama kalinya anak saya disuntik, anak itu menangis, saya merasa begitu kasihan kepadanya, sehingga saya memeluk dia untuk mendiamkannya. Padahal anak itu disuntik dengan suntikan mini yang jarumnya sangat kecil. Kalau saya bisa merasa kasihan pada waktu anak saya disakiti dengan jarum suntik itu, bayangkan bagaimana perasaan Bapa pada waktu AnakNya yang tunggal itu dicambuki sampai hancur punggungNya dan lalu dipakukan pada kayu salib. Kalau ada jalan lain untuk menyelamatkan manusia, saya yakin bahwa Bapa tidak akan membiarkan AnakNya mengalami penderitaan seperti itu. Tetapi karena memang tidak ada jalan lain, demi kasihNya kepada manusia berdosa, Ia rela membiarkan AnakNya mengalami penderitaan itu.

2. Tindakan Yesus untuk mati di salib untuk memberikan satu tambahan jalan ke surga adalah tindakan konyol, bodoh dan sia-sia. Ini sesuai dengan

Gal 2:21b berbunyi: … sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Illustrasi: Bayangkan bahwa saya dan anak saya ada di lantai ketiga di sebuah bangunan bertingkat tiga, dan bangunan itu lalu terbakar. Saya lalu menggendong anak saya dan melompat, dan sesaat sebelum menyentuh tanah, saya melemparkan anak saya ke atas, maka anak saya selamat dan saya mati. Kalau saat itu memang tidak ada jalan lain untuk selamat selain melompat dari lantai tiga itu, maka mungkin sekali orang akan menganggap saya sebagai pahlawan yang rela berkorban bagi anak saya. Tetapi kalau pada saat itu sebetulnya ada banyak jalan yang lain, dan saya tetap rela mengorbankan nyawa saya demi anak saya, maka saya yakin bahwa orang akan menganggap tindakan itu sebagai tindakan konyol dan bodoh. Demikian juga dengan apa yang Yesus lakukan bagi kita. Kalau memang ada jalan lain untuk selamat, dan Yesus tetap rela berkorban bagi kita, Ia betul-betul konyol dan bodoh. Tetapi karena memang tidak ada jalan lain, dan Yesus rela melakukan pengorbanan di atas kayu salib, maka tindakanNya betul-betul merupakan tindakan kasih yang luar biasa.

Tanggapan saya : Pangeran Siddhartha Gautama telah mengalami penderitaan berat jauh sebelum Yesus lahir. Penyangkalan diri Gautama jauh lebih berat dan lebih dalam jika dibandingkan dengan penyangkalan diri Yesus. Gautama pertama-tama sudah harus meninggalkan kemewahan kerajaan dan keluarganya sendiri. Lalu, sekian tahun harus dilewatinya dalam penderitaan dan kesendirian yang menakutkan ketika ia harus bersemedi untuk memperoleh penerangan budhi. Apakah dalam semua hal ini, Gautama tidak melebihi Yesus? Ini semua bukankah membuktikan — memakai logika anda — bahwa Gautama juga layak disebut sebagai Jalan keselamatan, bahkan bisa jadi satu-satunya? Bingungkan?

Salam, Ioanes.

PDT. BUDI ASALI : Ya, saya bingung melihat kebodohan anda, sehingga tidak bisa melihat kesalahan argumentasi anda sendiri. Siddharta Buddha Gautama tidak mengalami semua itu untuk memberikan jalan keselamatan. Ia menderita dalam bersemedi? Siapa menyuruh dia untuk melakukan itu? Ia sedang melakukan dosa! Ia menderita karena dosa! Juga kalau anda mengatakan bahwa penderitaan Siddharta Buddha Gautama lebih hebat dari penderitaan Yesus Kristus pada waktu memikul hukuman dosa manusia, terlihat betapa butanya anda tentang penderitaan Kristus dalam menebus dosa manusia, yang merupakan salah satu hal yang paling dasari dalam kekristenan! Saya kutipkan dari tulisan saya sendiri tentang Kristologi di bawah ini:

Penderitaan Kristus adalah unik.

1)   Karena kesucianNya, Kristus mengalami penderitaan akibat dosa di sekelilingNya dengan suatu perasaan yang tidak bisa dialami oleh orang lain.

2)   Allah menumpahkan kepada Kristus kejahatan kita sekalian (Yes.53:6,10). Ini tidak pernah dialami oleh siapapun juga.

Herman Hoeksema berkata: “No one, therefore, even in hell, can even suffer what Christ suffered during His entire life and especially on the cross. For, in the first place, no one can possibly taste the wrath of God as the Sinless One. And, in the second place, no one could possibly bear the complete burden of the wrath of God against the sin of the world. Even in hell everyone will suffer according to his personal sin and in his personal position in desolation. But Christ bore the sin of all His own as the Sinless One” [= Karena itu, tak seo­rangpun, bahkan dalam neraka, bisa menderita apa yang dide­rita oleh Kristus dalam sepanjang hidupNya dan terutama di kayu salib. Karena, yang pertama, tak seorangpun bisa mera­sakan murka Allah sebagai orang yang tak berdosa. Dan, yang kedua, tak seorangpun bisa memikul seluruh beban murka Allah terhadap dosa dunia. Bahkan dalam neraka setiap orang akan menderita sesuai dengan dosa pribadinya dan dalam posisi pribadinya dalam kesendirian. Tetapi Kristus memikul dosa dari semua milikNya sebagai Orang yang Tidak Berdosa] – ‘Reformed Dogmatics’, hal 401.

Jadi, mengatakan bahwa Siddharta Buddha Gautama lebih berat penderitaannya dari pada Yesus, menurut saya betul-betul lucu.

IOANES RAKHMAT : Penyaliban memang suatu hukuman Romawi (yang diambil a.l. dari Khartago) yang biadab; dan sangat efektif untuk menimbulkan rasa ngeri di dalam diri para pengikut kriminial yang disalibkan. Lagi pula, Roma tidak akan perlu bersusah payah menguburkan jenazah korban, sebab biasanya tubuh tanpa nyawa yang tersalib itu akan dalam waktu singkat habis dimakan binatang-binatang buas yang berkeliaran pada malam hari dan yang berterbangan di atas tubuh-tubuh yang tersalib di siang hari. Tentu, Yesus sangat menderita tersalib; tetapi ia menderita tidak terlalu lama — hanya dalam beberapa jam setelah disalibkan ia pun mati dengan mengenaskan.

PDT. BUDI ASALI :

1)    ‘Tidak terlalu lama’? Dia menderita sekitar 6 jam, itu singkat kalau digunakan untuk pacaran, tetapi mungkin terasa seperti 6 abad kalau sedang tergantung pada kayu salib. Kata-kata anda merendahkan sekali penderitaan Kristus. Tak heran, anda tak pernah merasa / mempercayai bahwa Ia mengalami semua itu untuk anda.

2)    Mati mengenaskan? Dia mati dengan wibawa! Kata-kata ‘sudah selesai’ menunjukkan suatu kemenangan, dan doa untuk orang-orang yang menyalibkanNya, betul-betul luar biasa agungnya. Dan anda menganggap mengenaskan?

IOANES RAKHMAT : Memang ada juga kriminal-kriminal yang cukup kuat bertahan tergantung di kayu salib, bisa sampai dua atau tiga hari. Kalau ini yang terjadi, penderitaan si tersalib tentu lebih berat lagi. Tetapi, derita Yesus di kayu salib sangat singkat.

Kalau anda memiliki kitab-kitab Makkabe (ada di dalam Deuterokanonika Gereja RK), anda akan menemukan bagian-bagian di dalamnya yang mengisahkan penganiayaan yang sangat, sangat biadab, atas orang-orang Yahudi yang melawan kemauan Antiokhus Epiphanes IV, Raja Syria, pengganti kesekian Alexander Agung. Imam Eliezer, misalnya, dan seorang ibu dengan tujuh anaknya, disiksa habis-habisan oleh Antiokhus IV ini: kesakitan dan penderitaan yang dialami mereka jauh melampaui penderitaan Yesus ketika ia disalibkan. Anggota-anggota tubuh mereka perlahan-lahan dan satu persatu dikutungi, lalu akhirnya mereka dimasukkan ke dalam wajan berisi minyak panas mendidih. Oleh orang-orang Yahudi, derita dan pengurbanan mereka dipandang mendatangkan pemurnian dan penyucian atas tanah dan bangsa Yahudi. Mereka adalah para martir Yahudi (abad 2 s.M.), yang karena Allah berkenan atas pengurbanan mereka, pengurbanan mereka dipandang membawa efek penyelamatan atas bangsa dan tanah Israel. Pandangan soteriologi Yahudi semacam ini melatarbelakangi pemahaman Perjanjian Baru tentang efek penderitaan Yesus. Bukan hanya Yesus yang kematiannya, oleh para murid Yahudinya, dipandang mendatangkan efek penyelamatan dan penebusan. Orang-orang Yahudi sebelum Yesus, yaitu para pejuang Makkabeus yang melawan program helenisasi Antiokhus Epiphanes IV itu, yang mati melalui derita sangat berat, sebelum masa Yesus, sudah dipandang sebagai para penyelamat Israel. Ide bahwa Yesus itu penyelamat melalui penderitaannya diambil dari akhir hidup para pejuang Makkabeus itu. Ide ini bukan sesuatu yang baru dan khas Kristen.

PDT. BUDI ASALI :

1)    Anda cuma menyoroti penderitaan fisik. Kalau secara fisik, saya percaya ada banyak orang bisa mengalami penderitaan lebih dari yang Yesus alami. Tetapi penderitaan rohani Yesus, anda tidak soroti sama sekali, dan mungkin memang sama sekali tidak pernah anda mengerti. Ia harus pisah dari Bapa (Mat 27:46). Makin 2 pribadi saling mencintai, makin sakit rasanya kalau terjadi perpisahan. Dan tak ada 2 pribadi manapun yang kedekatan dan kasih di antaranya, seperti Yesus dengan Bapa. Karena itu, sakit ini tak tertandingi!

2)    Yesus menderita secara batin juga luar biasa. Ia datang untuk menyelamatkan umatNya, tetapi Ia justru dimusuhi, dibenci, dan sebagainya. Murid-muridNyapun sering tak percaya kepadaNya, Petrus menyangkal Dia. Yudas Iskariot mengkhianati Dia (sama seperti Ioanes Rakhmat)!

3)    Tak ada orang selain Yesus bisa mengalami penderitaan bagi orang lain, karena semua orang berdosa. Jadi kalau mereka menderita, mereka hanya menderita untuk memikul hukuman dosa mereka sendiri, tidak bisa untuk dosa orang lain.

IOANES RAKHMAT : Sejak dilahirkan di Nazareth (bukan di Betlehem), Yesus sudah hidup miskin.

PDT. BUDI ASALI : Yesus dilahirkan di Nazaret, bukan di Betlehem? Anda memang bukan hanya sesat, tetapi juga gila atau buta huruf. Pernah membaca Luk 2:1-7?

IOANES RAKHMAT : Dan ia bersama keluarganya sudah biasa miskin; dan kemiskinan bukan sesuatu yang sangat menimbulkan derita batin buat mereka. Ketika ia ditangkap lalu disalibkan, penderitaan yang dialami Yesus tidak lama. Lain halnya dengan Sidhartha, yang harus meninggalkan kemegahan kerajaan, melupakan keluarganya, dan masuk ke dalam kehidupan derita tapa brata untuk menemukan jalan-jalan pelepasan dari dukkha. Ini lama berlangsungnya. Ini menurut legenda. Barangkali memang harus kita katakan, Sidhartha lebih menderita dari Yesus.

PDT. BUDI ASALI : Alangkah tololnya! Sidharta hanya meninggalkan istana, Yesus meninggalkan surga! Pasti anda menganggap istana Sidharta lebih indah dari surga, bukan?

IOANES RAKHMAT : Tetapi, sehubungan dengan Yesus, bagaimana kita harus bisa menerima suatu Allah yang menginginkan anak-Nya dibunuh agar murka-Nya terhadap dunia tertutupi?? Citra Allah yang tidak berperasaan-kah? Citra Allah sebagai Bapa yang sewenang-wenangkah terhadap anak-Nya sendiri? Child abuse-kah yang Allah telah kerjakan atas Yesus, anak-Nya? Di beberapa kalangan suku bangsa (Dhalit, misalnya), berita bahwa kematian Yesus yang kejam di kayu salib sebagai jalan pendamaian Allah sang Bapa dengan dunia, sangat menakutkan hati mereka, karena teologi/soteriologi semacam ini membawa mereka kembali ke dalam ingatan akan pengalaman-pengalaman riil jahatnya ayah-ayah mereka terhadap anak-anaknya. Makin banyak orang yang melihat teologi penebusan melalui salib sebagai teologi yang buruk!!

PDT. BUDI ASALI :

1) Saya tak heran dengan kata-kata anda. Paulus sudah mengatakan bahwa bagi orang-orang tertentu, yang akan binasa, Injil memang merupakan suatu kebodohan!

1Kor 1:18-25 – “(18) Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (19) Karena ada tertulis: ‘Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.’ (20) Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (21) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. (22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, (24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. (25) Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia”.

2) Karena Allah mengasihi manusia, maka Ia mau mengorbankan AnakNya. Bahwa anda sebagai manusia bisa justru mencela ini sebagai tindakan kejam, betul-betul menunjukkan kebutaan anda.

3) Allah Bapa dan Yesus bukan dua pribadi yang sama sekali terpisah. Memang mereka 2 pribadi, tetapi satu hakekat. Jadi, bisa dikatakan Allah mengorbankan diriNya sendiri, untuk menyelamatkan manusia. Jadi, dari pada mengunakan istilah ‘child abuse’, lebih tepat menggunakan istilah ‘self-sacrifice’. Kalau ini salah, anda memang sinting.

IOANES RAKHMAT : Malah, derita Sidhartha dalam mencari jalan-jalan pembebasan dari dukkha lebih bisa masuk ke dalam hati nurani banyak anak manusia. Tidak ada kekejaman “Allah” di dalam derita Gautama. Ini berbeda dari derita Yesus sebagai jalan Allah, Bapanya, untuk membuat-Nya surut dari murka. Teologi Kristen semacam ini penuh dengan pesan kekerasan dan abuse of power seorang Allah. Kita menyembah Allah yang demikian ini. Di manakah nurani kita? Saya yakin, Allah sang Bapa Yesus Kristus, tidak demikian adanya; hanya berita Kristen yang telah membuat-Nya jadi demikian.

PDT. BUDI ASALI :

1) Kalau tak ada penebusan dosa dan Allah tetap memasukkan manusia berdosa ke surga, Ia kehilangan keadilanNya, karena tak menghukum orang yang berbuat dosa. Juga Ia berdusta, karena Ia berkata dalam Kitab Suci bahwa a akan menghukum orang berdosa.

2) Anda mengatakan ‘berita Kristen’? Tetapi anda mencelanya. Jadi dalam pandangan anda, anda sendiri Kristen atau bukan?

3) Bukan berita Kristen, tetapi Kitab Suci (Allah sendiri) yang memberitakan seperti itu!

…BERSAMBUNG…

Kategori:DEBAT TEOLOGI
  1. Rio
    6 Juni 2011 pukul 9:46 AM

    setelah mengikuti diskusi kedua tokoh di atas (1-7), maka Pikiran2 Pak Pdt. Ioanes benar2 menggebrak doktrin Kristen yang selama ini diajarkan dibanyak Gereja. Pemikiran yang baru dan semakin menambah pengetahuan Alkitab saya. Pemikiran yang mencairkan kebekuan doktrin Kristen dari tafsir-tafsir sempit dan membosankan. Tks Pdt. Ioanes Rakhmat. Kami butuh orang-orang seperti anda.

  2. Christal
    27 Juni 2011 pukul 4:31 PM

    Mantapsss…..
    Boleh tahu, Bpk. Pdt. Ioanes itu melayani TUHAN di gereja apa? Alamatnya di mana? Sebab ajaran – ajaran gereja semacam ini jarang sekali terdengar. Kalau ada yang tahu alamat gerejanya, saya ingin dapat bergereja di sana. Saya ingin sekali belajar untuk dapat lebih mengasihi Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, serta semakin mengenal lebih dalam Alkitab yang adalah firman Tuhan, dengan pendekatan – pendekatan mutakhir yang ditawarkan oleh Bpk Ioanes. Adakah yang bisa membantu? Syalom!

  3. 28 Juni 2011 pukul 8:08 AM

    setahu saya beliau di sinode gereja GKI. Coba kontak stt jakarta. Mereka pasti tahu, karena beliau pernah mengajar di sana.

  4. 10 Juli 2011 pukul 1:07 AM

    Benar2 tolol ini orang (Pak Ioanes), kalu pengetahuan alkitab minim jangan berlagak pinter! I was shock, hal segampang dan dasariah aja dia pada tidak tau (tempat kelahiran Yesus!)…ckckck, melakukan.

    Indahnya Yesus.

    Anehnya Pak Ioanes.

  5. yakobus bin paulus
    15 Juli 2011 pukul 9:44 AM

    semua kebenaran yg sejati tidak akan pernah luntur oleh sebuah pendapat atau opini tertentu.kebenaran sejati tidak harus di batasi oleh sebuah doktrinal atau hasil dari sebuah pandangan theologis seseorang/kelompok tertentu…..

  6. LEmboto
    3 November 2011 pukul 4:14 PM

    Saya rasa pemikiran-pemikiran revolusioner Pak Ioanes Rakhmat tentang Yesus Kristus perlu dijadikan suatu acuan bagi kita untuk lebih memahami Yesus Kristus sebagai juru selamat kita. Sebab Yesus sendiri pun memperbaharui ayat-ayat yang terdapat di dalam Tenach yang secara kaku dan legalistik dipaksakan oleh Ahli taurat kepada orang-orang Yahudi pada saat itu….Btw buat pdt.budi asali M.Div (ini master divinity atau master divaksakan..hehehe) harus lebih rendah hati untuk menjadikan Alkitab bukan sebagai buku yang sakral yang tidak bisa didekati dengan akal dan pikiran manusia. Tetapi jadikanlah Alkitab sebagai buku yang bisa dipelajari untuk mematangkan iman kita di dalam memuji namaNya dengan segenap hati dan akal budi kita…..Bagi Pdt. Ioanes Rakhmat, pemikiran anda dapat dijadikan sebagai pemikiran alternatif teologis bagi gereja-gereja saat ini. Pemikiran-pemikiran anda ini dapat dijadikan studi banding bagi pelayan-pelayan Tuhan…bagi pdt budi asali saya salut kepada anda yang begitu ekspresifnya mempertahankan wibawa kitab suci (maksud saya wibawa bibliologi) anda..Tuhan memberkati anda berdua.

  7. 3 November 2011 pukul 6:28 PM

    LEmboto, Raja Salomo sang manusia paling bijaksana seantero jagat raya memberikan nasehat kepada kita semua dalam Kitabnya Amsal 23:23 Belilah kebenaran dan hendaklah engkau tidak menjual hikmat dan didikan dan pengertian.

  8. dituduh sesat
    4 November 2011 pukul 6:55 PM

    TUHAN YESUS pernah ngak mnyatakan dirinya di salib untuk menebus dosa manusia ?

    di ceritakan dahulu ada seorng buta membeli pakaian ke sebuah pasar, disana banyak sekali pedagang yg menawarkan dagangannya dengan segala kemampuan marketingnya, setiap pedagang mengatakan barang dagangannya lah yg terbaik ,namun tidak menjanjikan akan kekalan dan kebadian ,malah mengatakan dengan jujurnya bahwa pakaian yg dijualnya akan lapuk dan kusam suatu saat , namun disalah satu toko yg berdesak2xan sangat sarat pembeli sibuta terpikat dengan marketing nya yg mengatakan pakaian yg dia jual adalah yg terbaik karena sudah dijanjikan akan kekal dan abadi keindahan maupun corak warnanya,bahkan banyak lagi janji2x dan kesaksiaan para buta lainnya ,akhirnya sibuta menaruh pilihannya pada si pembuat janji dan membeli dengan harga yg mahal, kemudian toko disekitarnya mengatakan kepada sibuta anda tdk membeli pakaian dari kami,namun demikian ijinkan kami menawarkan pengobatan kepada anda untuk dpt melihat kembali,sibuta menyetujuinya dan membayar dengan harga yg mahal juga ,setelah mengikuti petunjuk2x yg diberikan dalam tempo yg cukup lama sibuta sembuh dari kebutaannya ,dan dilihatnya pakaian tsbt telah kusam dan luntur ,dan dia berkata dalam hatinya telah sekian lama saya dalam kebangaan dan percaya diri yg keliru atas pakaian ini, bergegaslah dia ketoko pakaian tsbt dan terkejut ternyata sipenjual pun buta ,dalam hatinya dia berkata saya dijanjikan oleh sibuta ,lalu dia mendekat dgn santun bertanya kepada si penjual ,mengapa anda menjanjikan bahwa pakaian ini kekal dan abadi, sipenjual mengatakan sudah tertulis di marking nya merk kekal abadi,lagi2x dalam hatinya berkata ternyata pakaian ini bermerk kekal abadi namun bukan kebenarannya ,setelah ia menyadarinya dia tersenyum dan berkata setidaknya sy tdk kepanasan ataupun kedinginan …… cerita diatas mengibaratkan kebutaan bagaikan ketidaktahuan (tdk mengalaminya sendiri atau melihatnya sendiri) pasar diibaratkan kehidupan, toko diibaratkan agama, pakaian ibarat doktrin dan kitab2x, harga dibratkan waktu,pengobatan ibarat filosofi dan ilmu pengetahuan, panas dan dingin ibarat komunitas dan status sosial… sebagian membeli pakaian dengan kesadaran akan ketidakkekalan sebagai apa adanya ,sebagian lagi mementingkan merk dari pada kebenaran tanpa pembuktian ,kedua jenis pembeli ini sama memiliki komunitasnya, sama bahagianya, sama kebangaannya …….. namun tdk keduanya bisa dihampiri penderitaan akan kekecewaan ……. semoga bermanfaat salam all

  9. dituduh sesat
    4 November 2011 pukul 6:58 PM

    dituduh sesat :

    TUHAN YESUS pernah ngak mnyatakan dirinya di salib untuk menebus dosa manusia ?
    di ceritakan dahulu ada seorng buta membeli pakaian ke sebuah pasar, disana banyak sekali pedagang yg menawarkan dagangannya dengan segala kemampuan marketingnya, setiap pedagang mengatakan barang dagangannya lah yg terbaik ,namun tidak menjanjikan akan kekalan dan kebadian ,malah mengatakan dengan jujurnya bahwa pakaian yg dijualnya akan lapuk dan kusam suatu saat , namun disalah satu toko yg berdesak2xan sangat sarat pembeli sibuta terpikat dengan marketing nya yg mengatakan pakaian yg dia jual adalah yg terbaik karena sudah dijanjikan akan kekal dan abadi keindahan maupun corak warnanya,bahkan banyak lagi janji2x dan kesaksiaan para buta lainnya ,akhirnya sibuta menaruh pilihannya pada si pembuat janji dan membeli dengan harga yg mahal, kemudian toko disekitarnya mengatakan kepada sibuta anda tdk membeli pakaian dari kami,namun demikian ijinkan kami menawarkan pengobatan kepada anda untuk dpt melihat kembali,sibuta menyetujuinya dan membayar dengan harga yg mahal juga ,setelah mengikuti petunjuk2x yg diberikan dalam tempo yg cukup lama sibuta sembuh dari kebutaannya ,dan dilihatnya pakaian tsbt telah kusam dan luntur ,dan dia berkata dalam hatinya telah sekian lama saya dalam kebangaan dan percaya diri yg keliru atas pakaian ini, bergegaslah dia ketoko pakaian tsbt dan terkejut ternyata sipenjual pun buta ,dalam hatinya dia berkata saya dijanjikan oleh sibuta ,lalu dia mendekat dgn santun bertanya kepada si penjual ,mengapa anda menjanjikan bahwa pakaian ini kekal dan abadi, sipenjual mengatakan sudah tertulis di marking nya merk kekal abadi,lagi2x dalam hatinya berkata ternyata pakaian ini bermerk kekal abadi namun bukan kebenarannya ,setelah ia menyadarinya dia tersenyum dan berkata setidaknya sy tdk kepanasan ataupun kedinginan …… cerita diatas mengibaratkan kebutaan bagaikan ketidaktahuan (tdk mengalaminya sendiri atau melihatnya sendiri) pasar diibaratkan kehidupan, toko diibaratkan agama, pakaian ibarat doktrin dan kitab2x, harga dibratkan waktu,pengobatan ibarat filosofi dan ilmu pengetahuan, panas dan dingin ibarat komunitas dan status sosial… sebagian membeli pakaian dengan kesadaran akan ketidakkekalan sebagai apa adanya ,sebagian lagi mementingkan merk dari pada kebenaran tanpa pembuktian ,kedua jenis pembeli ini sama memiliki komunitasnya, sama bahagianya, sama kebangaannya …….. namun tdk keduanya bisa dihampiri penderitaan akan kekecewaan ……. semoga bermanfaat salam all

  10. xucinxgaronx
    13 November 2011 pukul 12:20 PM

    Yesus secara medis tidak mati di tiang salib

    Yoh 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Seorang yang telah mati, tidak mungkin mengeluarkan darah apabila ditusuk tubuhnya ataupun disembelih di lehernya, sebab darahnya tidak akan mungkin bisa mengalir karena tidak ada aktifitas denyut jantung untuk memompa sirkulasi darah …… darah akan membeku ketika tidak ada aktifitas jantung dalam hitungan menit .

    Dari tinjauan sisi medis …. Yoh 19.34 mengindikasikan bahwa Yesus masih hidup pada waktu itu…..

    Yesus hanya berada di tiang salib kurang lebih selama 3 jam ….. dan waktu penyaliban sesingkat itu tidak akan mampu membuat mati siapapun juga ….

    Hukuman penyaliban Romawi didesain tidak untuk membunuh secara cepat, tetapi sebaliknya didesain untuk membunuh secara perlahan lahan dan setiap orang yang melihatnya dapat mencaci maki si terhukum sebelum kematian menjemputnya dalam hitungan hari …. bukannya hitungan jam

    itulah sebabnya maka Pilatus keheranan dan ragu ragu ketika mendengar laporan bahwa Yesus telah mati di tiang salib

    Mrk 15:44 Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.

    Indikasi masih hidupnya Yesus ditunjukkan dengan dikisahkannya 3 orang perempuan yang mempersiapkan rempah rempah sejak sebelum sabat dan membawanya ke kuburan Yesus pada pagi pagi sekali pada hari pertama sesudah Sabat …..

    Luk 23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

    Luk 24:1 tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

    Mrk 16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

    Tidak ada kebiasaan Yahudi meminyaki mayat , so ketiga perempuan tersebut pasti melihat bahwa Yesus masih hidup ketika diturunkan dari tiang salib dan mereka bermaksud mengobati luka lukanya ketika Yesus berada dalam kubur ….

    dari semua uraian di atas … hanya satu konklusi yang ada…. YESUS TIDAK MATI DISALIB

  11. 14 November 2011 pukul 4:30 PM

    Secara MEdis, YESUS MATI….. coba dengar khotbah2 ini, ada penjelasan soal kematian Yesus secara MEDIS, saya lupa khotbah yg judulnya apa, coba cek satu per satu dan dengar http://graphe-ministry.org/sermons.html dalam khotbah Steven atau Andrew soal Kematian Yesus ada dibahas.

  12. 13 Januari 2012 pukul 1:32 PM

    to Dedewijaya

    KOK tidak ada penjelasan medis apapun di link yang anda tunjukkan ….???

  13. 13 Januari 2012 pukul 6:58 PM

    Ada kok di khotbah2 itu, cuma saya lupa judul yg mana, cek dan dengar satu per satu. Jika masih bingung, ketik saja di Om Google KEMATIAN YESUS SECARA MEDIS

  14. papa&mama
    14 Januari 2012 pukul 7:49 AM

    ahlinya tdk bisa ingat atau lupa apalagi yg tdk ahli disuruh cari ? wkwkwkwkwkwkwk

  15. halilintar
    16 Januari 2012 pukul 12:30 PM

    Dasar Saksi Yehova…….! Mari Saudara-saudara tetap percaya Saja Tuhan Yesus Kristus!

  16. bram
    22 Februari 2012 pukul 6:37 AM

    Penganut ioanes rakhmat@:

    pemikiran yang logis dlm kacamata matematis dan ukuran matematis adalah tolok ukur manusia dlm menilai segala sesuatu, namun perlu diingat ada ukuran lain lain yang lebih penting dari indera matematis yaitu metafisik
    ukuran metafisik berbanding terbalik dg matematik yg fisik artinya jikalau anda atau bapak dan mbok anda sekalipun mempercayai adanya Tuhan, anda cs hrs memakai ukuran metafisik.
    Tolol sekali scr logika bila anda dan keluarga msh mempercayai Tuhan hny dg memakai ukuran logika matematik sedangkan Tuhan bersifat metafisik
    pertanyaannya ? kapan eksistensi Tuhan bisa dinyatakan scr matematik or fisik ????
    apapun agamamu kecuali engkau penyembah berhala yg kelihatan.
    jadi hanya ateis yg tdk mempercayai keterangan kitab suci

    memahami Yesus dlm dimensi fisik akan menjebak otakmu yg seupil itu terperosok dlm lingkup akal fisik yg terbatas. Alkitab dlm riwayatnya bersifat kronologis dan didlmnya memuat hal fisik dan non fisik. mempercayai kitab suci (alkitab) adalah dg memahami maksud dan tujuan Tuhan dlm perkerjaanNYA setelah dunia dijadikan dan ternyata manusia jatuh dlm dosa. artinya bgm memahami caraNYA Tuhan menyelesaikan ciptaanNYA ini spy dpt kembali kpdNYA sesuai kehendakNYA

    Tuhan terlalu mulia dan suci, siapapun harus suci utk masuk dimensiNYA tetapi dapatkah dan siapakah manusia yg suci ? (ini contoh pernyataan metafisik ,bagi siapapun bila pernyataan ini kalian amini tetapi dilain hal anda mengingkari kronologis kehendak Tuhan dlm riwayat kitab suci yg bersifat metafisik berarti pikiran dan hati anda tak seimbang, tidak bisa membedakan berfikir dg otak dan berfikir dg hati alias goblok ! ) kecuali anda ateis.
    Bila anda msh mempercayai adanya Tuhan anda hrs berfikir konsisten terhadap cara berfikir metafisik spt yg skrg anda lakukan dg doa, sholat berbuat baik utk pahala dsb sbb itu semua bagi ateis (cara berfikir hny dg akal fisik) adalah omorng kosong dan kebodohan.

    Penyangkalan ioanes Rahkmat adalah krn ioanes sdh terjebak dlm ukuran matematik yg sgt mutlak shg akalnya yg seupil tdk dpt menerima kemanusiaan dan keilahian Yesus. ioanes hny memfokuskan akalnya utk mengukur Yesus kemanusiaan dlm akal manusianya shg ketika ia tdk dpt membuat konklusi antara premis fisik dan metafisik otaknya heng bin kolaps maka ia lebih mudah berfikir dg otak kirinya saja.

    memang lebih mudah berfikir hal rohani dan agama dg otak saja walaupun konsekwensinya dpt mjd ateis minimal liberal dan mjd sulit dan kotradiksi bila tdk dpt menyeimbangkan dg iman hatinya.

    Penganut Kristen:

    Pemikiran spt ioanes Rakhmat adalah wajar dlm konteks kebebasan berpikir dg akal mutlak dan hal spt itu tdklah mengagetkan dan hal itu malah menunjukkan akalnya sehat meskipun bisa dikatakan rohaninya sakit. bagi ioanes hal iman rohani tdklah penting baginya.

    Kesimpulannya:
    Pemikiran Ioanes yg cerdas dlm satu bidang matematik
    Pemikiran Pdt. Budi asali yg lebih cerdas dlm dua bidang; matematik dan metafisik

  17. 6 Maret 2012 pukul 3:38 AM

    Ioanes Rahmat :
    – ber etika danb beradab dalam berdebat

    Pendeta Budi Asali :berdebat
    – TIDAK BERETIKA dan TIDAK BERADAB dalam berdebat

  18. 9 November 2012 pukul 7:49 AM

    saya sangat heran melihat anda, kebenaran anda salahkan kesalahan anda benarkan
    mata anda sudah dibutakan oleh ajaran yang salah, bukalah mata anda
    buat Pdt. Budi asali, sukses buat bpak, Tuhan memberkati Pelayanan bapak http://www.golgothaministry.org

  19. 7 Juli 2013 pukul 1:35 PM

    Saya hanya minta Pak Budi Asali tidak meladeni orang seperti Rahmat ini. Biarkan dia menjadi penyesatan, karena memang Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa penyesatan itu ada. Si Rahmat mau menghujat Tuhan Yesus, biarkan aja. Kita doakan supaya Tuhan menerangi jiwanya agar tahu kebenaran dan kebenaran itu memerdekakaannya.

  20. 1 Desember 2013 pukul 7:37 AM

    kebenaran …. secara medis Yesus terbukti tidak mati disalib

    Yesus secara medis tidak mati di tiang salib

    Yoh 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Seorang yang telah mati, tidak mungkin mengeluarkan darah apabila ditusuk tubuhnya ataupun disembelih di lehernya, sebab darahnya tidak akan mungkin bisa mengalir karena tidak ada aktifitas denyut jantung untuk memompa sirkulasi darah …… darah akan membeku ketika tidak ada aktifitas jantung dalam hitungan menit .

    Dari tinjauan sisi medis …. Yoh 19.34 mengindikasikan bahwa Yesus masih hidup pada waktu itu…..

    Yesus hanya berada di tiang salib kurang lebih selama 3 jam ….. dan waktu penyaliban sesingkat itu tidak akan mampu membuat mati siapapun juga ….

    Hukuman penyaliban Romawi didesain tidak untuk membunuh secara cepat, tetapi sebaliknya didesain untuk membunuh secara perlahan lahan dan setiap orang yang melihatnya dapat mencaci maki si terhukum sebelum kematian menjemputnya dalam hitungan hari …. bukannya hitungan jam

    itulah sebabnya maka Pilatus keheranan dan ragu ragu ketika mendengar laporan bahwa Yesus telah mati di tiang salib

    Mrk 15:44 Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.

    Indikasi masih hidupnya Yesus ditunjukkan dengan dikisahkannya 3 orang perempuan yang mempersiapkan rempah rempah sejak sebelum sabat dan membawanya ke kuburan Yesus pada pagi pagi sekali pada hari pertama sesudah Sabat …..

    Luk 23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

    Luk 24:1 tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

    Mrk 16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

    Tidak ada kebiasaan Yahudi meminyaki mayat , so ketiga perempuan tersebut pasti melihat bahwa Yesus masih hidup ketika diturunkan dari tiang salib dan mereka bermaksud mengobati luka lukanya ketika Yesus berada dalam kubur ….

    dari semua uraian di atas … hanya satu konklusi yang ada…. YESUS TIDAK MATI DISALIB

  21. 3 Desember 2013 pukul 3:40 PM

    Ketika xucinxgaronx baca alkitab, ketik saja kata SALIB, begitu banyak ayat menyatakan Yesus Mati di Kayu Salib. Sehingga para prajurit tdk mematahkan kakinya, karena mereka sudah tahu Yesus MATI di kayu Salib.

  22. Lucifer (Iblis dari dunia khayalan)
    10 Februari 2014 pukul 2:32 PM

    Si Budi Asali yg kaga ngerti apa2, cuma taunya menghina keyakinan orang laen dgn mengatakan “Siddharta Buddha Gautama tidak mengalami semua itu untuk memberikan jalan keselamatan. Ia menderita dalam bersemedi? Siapa menyuruh dia untuk melakukan itu? Ia sedang melakukan dosa! Ia menderita karena dosa!” (Quote ini diambil dari atas).
    Skrg Budi Asali rumah tangganya berantakan dan akhirnya cerai. Syukurin tuh. Kena hukum alam. Wkwkwk.

    Loe kalo mao percaya apa aj ya silahkan, itu hak elu.Tapi ga perlu sampe menghina kepercayaan orang laen krn elu jg ga bisa membuktikan bahwa kepercayaan elu lebih benar daripada kepercayaan orang laen.

  23. 12 Februari 2014 pukul 12:50 PM

    @
    Ketika xucinxgaronx baca alkitab, ketik saja kata SALIB, begitu banyak ayat menyatakan Yesus Mati di Kayu Salib

    >>>>>>>>>

    ketika saya mengetikkan kata “salib” seperti saran anda … saya justru menemukan kebohongan Petrus dengan ucapannya seperti di bawah ini

    Kis 10:39 Dan KAMI ADALAH SAKSI dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan MEREKA TELAH MEMBUNUH dan menggantung Dia pada kayu salib.

    Petrus dan semua murid Yesus telah kabur dan bersembunyi semenjak “tuhannya” ditangkap serdadu Romawi ….

    Mrk 14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

    kesimpulannya …. Petrus dan semua murid Yesus adalah SAKSI DUSTA

    ======
    @
    Sehingga para prajurit tdk mematahkan kakinya, karena mereka sudah tahu Yesus MATI di kayu Salib.

    >>>>>>>>
    Para prajurit hanya “melihat” Yesus …. mereka tak memeriksa dan memastikan kematiannya

    Yoh 19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan MELIHAT bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,

    dan ayat lanjutannya adalah ketika salah seorang prajurit itu kemudian menikam lambung Yesus … keluarlah darah dan air …..

    Yoh 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    darah yang keluar dari tubuh Yesus menandakan bahwa saat itu jantung Yesus masih bekerja memompa darah ke selujur tubuhnya …. so secara medis Yesus belumlah mati saat disalib ….

    =======

  24. 12 Februari 2014 pukul 1:01 PM

    to Lucifer

    bukan hanya Budi Asali saja yang rumah tangganya berantakan ….. Pendeta Yesaya Pariadji juga sama nasibnya ….. anak bungsu kesayangannya terlibat narkoba ….. dan jemaatnya banyak yang kabur ….

    http://www.suaranasraniindonesia.com/gereja/187-bapak-naik-turun-surga-anak-ke-penjara.html

  25. Noah Act
    15 Februari 2014 pukul 1:24 AM

    @xucinxgaronx

    Anda salah mengerti sewaktu membaca Kis 10:39, Petrus mengatakan KAMI ADALAH SAKSI ==> “dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah yudea maupun di Yerusalem.

    Sampai disini anda perhatikan perkataan Petrus, maksudnya Petrus mengatakan bahwa dia dan para Rasul yang lain ADALAH SAKSI “SEWAKTU” Yesus melakukan segala sesuatu di tanah yudea maupun di Yerusalem.

    Kemudian anda membaca selanjutnya “dan MEREKA TELAH MEMBUNUH DAN MENGGANTUNG DIA DIKAYU SALIB”…ini adalah suatu pemberitahuan bahwa Yesus telah dibunuh dan digantung bukan berarti melihat langsung karena tanpa melihat langsungpun Petrus dan beberapa Rasul sudah mendengar kabar bahwa Yesus telah dibunuh, mungkin mendapat kabar dari Yakobus (adik Yesus) atau mungkin dari Maria, Ibu Yesus.

  26. Gideon
    26 Februari 2014 pukul 10:21 AM

    @ Noah

    @xucinxgaronx…

    boleh ga/? ikutan?

    saranku …..begini>>>kalo Ucing dapat menjelaskan dan meyakinkan kita bahwa Allah swt adalah Tuhan ,,,,, ya kita sembah dia, dan keselamatan kita ,kita percayakan dalam tangannya .

    dan sebaliknya Noah bisa meyakinkan kita bawa Yesus Kristus adalah Tuhan>>> ya kita sembah Dia dan kita menaruh pengharapan akan keselamatan dedalam tanganNya.

    Buat apa kita nyembah satu oknom atau pribadi yang tidak dapat menyelamatkan kita

    Agama ,,,,pada prinsipnya mencari Tuhan,,,, dan mudah2 an bisa menemukan Dia.

    Bukan asllllll???? yang penting beragama.

    Mayoritas bangsa ini kan …BANGGA BERAGAMA>>>> PADA HAL SESUNGGUHNYA TIDAK KENAL SIAPA TUHAN,,,,,,YANG BERKUASA MENYELAMATKAN ATAU MENGHUKUM.

    salam.

  27. 19 Maret 2014 pukul 2:14 PM

    to Noah
    @
    Kemudian anda membaca selanjutnya “dan MEREKA TELAH MEMBUNUH DAN MENGGANTUNG DIA DIKAYU SALIB”…ini adalah suatu pemberitahuan bahwa Yesus telah dibunuh dan digantung bukan berarti melihat langsung karena tanpa melihat langsungpun Petrus dan beberapa Rasul sudah mendengar kabar bahwa Yesus telah dibunuh, mungkin mendapat kabar dari Yakobus (adik Yesus) atau mungkin dari Maria, Ibu Yesus.

    >>>>>> kalau Petrus jujur …. mestinya dia berkata :” kami mendengar kabar” MEREKA TELAH MEMBUNUH dan menggantung Dia pada kayu salib.

  28. gideon
    21 Maret 2014 pukul 2:14 PM

    TEMAN2 SEMUA DISINI >>> ALLOH SWT BUKAN TUHAN.

    DIA ADALAH >>>>>POKOKNYA BUKAN TUHAN

    KENAPA????? KALAU DIA TUHAN,,,,,, MESTINYA DIA KENAL,,,++ ROH KUDUS +++

    PALING KONYOL ALLOH SWT >>> KATANYA DI QS>>>> ROH KUDUS NAMANYA GABRIEL

    >>>>> GABRIEL KAN MALAIKAT. NGACO.

  29. 22 Maret 2014 pukul 3:34 AM

    dalam kitab sucimu saja sudah ada pernyataannya …..

    Matius 1:18 “Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari ROH KUDUS, sebelum mereka hidup sebagai suami istri”

    Lukas:
    1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh MALAIKAT GABRIEL pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
    1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
    1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

    Siapakah Orang ajaib yg diutus kepada Maria?? Pada kitab Matius dia adalah ROH KUDUS, dan kitab Lukas dia adalah GABRIEL.

    Karena kedua ayat diatas saling menafsirkan.

    ROH KUDUS = GABRIEL.

    Jika tidak demikian maka keduanya saling bertentangan……

  30. CalonAtheist
    27 Agustus 2014 pukul 3:15 PM

    penjelasan xucinxgaron lebih masuk akal dan hati,menjelaskan juga dengan dalil2 yg jelas.bukan menurut ini atau itu,jd kalo yg ceramah bohong pastilah sesat semua jemaatx.selama yg ceramah itu manusia pasti nggak luput dari salah dan dosa jd perkataanx tdk bisa dijadikan referensi yg sah

  1. 6 September 2012 pukul 2:48 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: