Beranda > BERITA > Berita Mingguan GITS 12 Maret 2011

Berita Mingguan GITS 12 Maret 2011


Bunga Tercepat di Hutan
Berikut ini dari Creation Moments, 4 Februari 2011: “Suasana damai dan sepi di hutan-hutan cemara Amerika Utara hanya sesekali terusik oleh rusa-rusa yang lewat. Kira-kira seperti itulah pikiran kebanyakan orang. Sebenarnya, ada banyak hal yang terjadi di hutan-hutan itu yang dapat membuat kita tercengang. Bunga “bunchberry dogwood” hanyalah setinggi sepersepuluh inci (sekitar 2,5 milimeter). Para ilmuwan tahu bahwa bunga ini mekar dengan cara yang sangat “ekplosif.” Hal ini dilakukan oleh sang bunga untuk melontarkan serbuk-serbuk sarinya lebih jauh. Para ilmuwan memutuskan untuk mencari tahu seberapa cepat pastinya bunga ini mekar. Jadi mereka memutuskan untuk merekam proses mekarnya setangkai bunga kecil ini dengan kamera kecepatan tinggi yang dapat merekam 1.000 gambar dalam satu detik. Tetapi kamera itu ternyata terlalu pelan. Barulah setelah memakai kamera yang dapat mengambil 10.000 gambar per detik mereka dapat melihat apa yang terjadi dengan jelas. Mereka melihat kuncup bunga tersebut membuka, dan sambil itu terjadi, tangkai stamen (benang sari) dari bunga meluncur sedemikian cepat sehingga serbuk-serbuk sari yang ada di tangkai itu terlontar ke udara. Semua ini terjadi dalam waktu 0,4 dari seperseribu detik. Itu lebih dari 100 kali lebih cepat dari gerakan lidah bunglon ketika menangkap makan siangnya. Benang sari bunga itu meluncur sedemikian cepat mereka memberikan gaya lebih dari 2.400 kali gravitasi terhadap serbuk-serbuk sari. Tidak ada batas pada keajaiban-keajaiban yang Allah dapat lakukan dan ciptakan. Yang paling ajaib adalah belas kasihNya yang menghasilkan pengampunan dan keselamatan.”

Para Atheis Marah Terhadap Allah
Judul yang luar biasa dari sebuah laporan CNN baru-baru ini adalah “Amarah Terhadap Allah Banyak Terjadi, Bahkan Di antara Atheis” (1 Januari 2011). Serangkaian penelitian di Jurnal Personality and Social Psychology telah menemukan bahwa manusia sering sekali marah terhadap Allah dan “para atheis dan agnostik [Editor: Orang yang mengatakan bahwa mereka tidak tahu ada Allah atau tidak] melaporkan lebih banyak amarah terhadap Allah dalam hidup mereka daripada orang-orang yang percaya ada Allah.” Di sisi lain, “orang-orang yang religius lebih cenderung melihat maksud-maksud Allah sebagai sesuatu yang baik.” Yang tidak diteliti lebih lanjut adalah poin aneh bahwa mengapakah seorang atheis perlu marah terhadap suatu mitos [mereka percaya Allah adalah mitos]. Tebakan saya adalah bahwa karena “Allah” yang menjadi sasaran amarah para atheis dan agnostik adalah Allah yang terdapat dalam Alkitab, Allah Pencipta Mahakuasa, dan bukanlah Zeus atau Kali atau Gaia atau suatu kuasa New Age. Ini sekali lagi membuktikan kebenaran dan realita Alkitab, yang mengatakan bahwa orang beballah yang bersikukuh tidak ada Allah dan bahwa manusia sebenarnya memiliki pengetahuan tentang Allah dalam hati dan hati nurani mereka tetapi mereka telah memberontak terhadap Dia dan sedang bermusuhan terhadap dia (lihat Mazmur 14:1; Roma 3:18-21; 8:7). Kita mengucap syukur bahwa Kabar Baik adalah keselamatan tersedia melalui Yesus Kristus bagi orang berdosa yang mau bertobat, mengakui pemberontakannya dan berserah kepada otoritas Allah, dan menaruh iman mereka dalam karya Penebusan Kristus yang Dia bayar di kayu salib. “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya” (Roma 3:25).

Paus Mengatakan Bahwa Orang Yahudi Tidak Bersalah Atas Kematian Yesus
Dalam sebuah buku baru, Paus Benediktus membebaskan orang Yahudi dari kesalahan dan tanggung jawab atas kematian Yesus. Dalam volume kedua dari buku “Jesus of Nazareth,” sang paus mempersalahkan kematian Yesus pada “aristokrasi Bait Suci” dan bukan bangsa Yahudi secara keseluruhan. Pemimpin-pemimpin Yahudi telah meresponi hal ini dengan sangat antusias. Elan Steinberg dari organisasi American Gathering of Holocaust Survivor, mengatakan, “Ini adalah penolakan pribadi terhadap dasar theologi yang telah menghasilkan berabad-abad sikap anti-semit [anti-Yahudi]” (“Pope Book Says Jews Not Guilty,” Reuters, 2 Maret 2011). Anti-semitisme dan kebencian terhadap orang Yahudi yang dimiliki oleh Gereja Roma Katolik, dan Ortodoks Timur, dan Lutheran, dan banyak lagi yang lain, adalah dosa dan noda yang besar bagi pekerjaan Kristus. Para Katolik yang ikut dalam Perang Salib membantai Yahudi, dan hal-hal seperti ini telah merusak citra “kekristenan” dalam pikiran banyak orang. Yang tidak mereka ketahui, tentunya, adalah bahwa Perang Salib tidak dilakukan oleh orang-orang Kristen yang percaya Alkitab. Mereka adalah orang-orang gila yang terbakar oleh hasutan paus! Tanpa sikap anti-semit, Alkitab dengan jelas sebenarnya menyatakan bahwa bukan hanya para pemimpin Bait Suci yang menghukum Yesus; khalayak ramai Yahudi waktu itu setuju. Memang benar sekali bahwa “ imam-imam kepala menghasut orang banyak” (Markus 15:11), tetapi itu tidak membenarkan tindakan bangsa Yahudi menolak Mesias mereka sendiri ketika Ia sudah memenuhi semua tanda Mesias yang dinubuatkan dalam Kitab Suci. Ketika Pilatus mencoba untuk menenangkan gerombolan Yahudi dan melepaskan Yesus, “mereka makin keras berteriak: “Salibkanlah Dia!”” (Markus 15:14). Mereka bahkan bertindak lebih jauh lagi. Alkitab mengatakan, “Dan SELURUH RAKYAT ITU menjawab: “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!”” (Matius 27:25). Lebih lanjut lagi, orang-orang Yahudi terus menerus mengejar dan menganiaya pengikut-pengikut Kristus seperti Paulus di mana pun dan kapan pun ada kesempatan. Kita perlu melihat semua ini dari perspektif Allah, bukan melalui perspektif Yahudi atau Paus atau media massa. Yesus mengklaim diri sebagai Anak Allah, Mesias yang dinantikan. Ia dilahirkan di tempat yang benar, di waktu yang tepat, dengan cara yang benar. Ia mengucapkan kata-kata yang benar, melakukan mujizat-mujizat yang benar, menunjukkan semangat yang benar bagi hukum Allah dan belas kasihan yang benar bagi jiwa-jiwa manusia, mati dengan cara yang benar, dan bangkit lagi dengan cara yang benar. Ada lebih banyak bukti dan yang lebih baik bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati daripada kejadian apapun juga dalam sejarah dunia kuno, dan kebangkitanNya membuktikan tanpa keraguan bahwa Dia adalah sebagaimana yang Dia katakan, yaitu Anak Allah yang kekal, Pencipta, satu-satunya Tuhan dan Juruselamat. Orang-orang Yahudi jelas menyalibkan Kristus, tetapi bukan hanya orang Yahudi. Kerajaan Romawi menyalibkan Yesus melalui Pilatus dan prajurit-prajurit Roma, tetapi lebih lagi dari itu, seluruh dunia menyalibkan Kristus, karena adalah untuk dosa setiap manusia Dia mati. Ini adalah untuk menggenapi nubuat agung Yesaya 53. “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Kata “kita” dalam ayat ini menunjuk kepada baik orang Yahudi maupun orang berdosa seluruh dunia.

Sumber: www.wayoflife.org diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw

Kategori:BERITA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: