Beranda > Alkitab > Ironi Seminar Daniel Wallace dan Sola Scriptura

Ironi Seminar Daniel Wallace dan Sola Scriptura


GRAPHE MINISTRY by Dr. Steven E. Liauw–Pada tanggal 12 Maret 2011, Daniel Wallace akan mengunjungi Jakarta atas undangan SOLA SCRIPTURA untuk memberikan seminar yang bertema: “Why Trust The Bible?” (http://solascripturaonline.org/). Dalam promosi seminar tersebut, pertanyan berikut dilontarkan untuk memancing minat umum: “Seberapa dapat dipercayakah teks-teks yang mendasari Alkitab kita, terutama Perjanjian Baru?” Ironi dari semua ini adalah bahwa Wallace sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat untuk menjawab pertanyaan ini. Saya mengatakan ini bukan karena meragukan kemampuan Wallace, yang adalah seorang ahli bahasa Yunani, tetapi karena dia memiliki fondasi Bibliologi yang salah. Wallace adalah editor dari www.bible.org, dan posisi Bibliologinya sangat jelas dalam artikel-artikel di sana. Dalam hal teks Yunani Perjanjian Baru, dia memegang posisi Critical Text CT), dan menyerang posisi Textus Receptus (TR) maupun Majority Text (http://bible.org/article/majority-text-and-original-text-are-they-identical). Posisi Critical Text dikembangkan oleh Westcott dan Hort pada abad 19, dan adalah usaha Iblis untuk menggoyahkan Alkitab Perjanjian Baru yang sejak abad 16 (1516) sudah memakai Textus Receptus (Textus Receptus sudah dipakai sejak awal, tetapi tahun 1516 adalah pertama kali Perjanjian Baru dicetak secara lengkap). Textus Receptus didukung oleh mayoritas manuskrip, dan untuk menggoyahkan posisi ini, Westcott dan Hort membuat teori-teori mereka, yang menjunjung tinggi dua manuskrip saja (dengan kode B dan Aleph). Dua manuskrip ini sangat korup tetapi dianggap sebagai yang paling baik oleh Westcott dan Hort, dan juga Wallace rupanya.

Salah satu contoh (dari sekian banyak) kebobrokan posisi Critical Text adalah dalam Injil Markus, di mana Critical Text menghilangkan 12 ayat terakhir Markus. Jadi, dalam Critical Text, Injil Markus berakhir di 16:8, dan banyak Alkitab terjemahan modern juga menghilangkan atau mempertanyakan bagian ini. Sebagai contoh, NIV memberi catatan kaki untuk perikop Markus 16:9-20, yang berbunyi “The earliest manuscripts and some other ancient witnesses do not have verses 9–20.” (Manuskrip-manuskrip paling awal dan beberapa saksi kuno lain tidak memiliki ayat 9-20).

Sebenarnya, posisi CT adalah posisi yang sangat menggelikan. Bahkan para pendukung CT sendiri, misalnya Kurt dan Barbara Aland, mengakui bahwa Markus 16:9-20 terdapat dalam 99% manuskrip (The Text of the New Testament, hal 292). Dari ribuan manuskrip Yunani yang kita miliki saat ini hanya ada tiga yang berhenti di Markus 16:8, yaitu, B (Vaticanus), Aleph (Sinaiticus), dan minisculus 304. Tiga versus ribuan manuskrip yang mendukung Markus 16:9-20. Argumen mereka adalah bahwa walau hanya didukung oleh 3 manuskrip, tetapi B dan Aleph adalah yang terbaik dan tertua (Abad keempat Masehi). Kedua pernyataan itu sangat salah. B dan Aleph adalah 2 manuskrip yang sangat korup, yang sering menyerang keilahian Kristus. Mereka juga bukan yang paling tua, dan selain itu, tua atau muda bukanlah patokan manuskrip yang benar.

Markus 16:9-20, selain didukung oleh ribuan manuskrip Yunani, juga terdapat dalam banyak sekali manuskrip terjemahan yang sebagiannya jauh lebih tua daripada B dan Aleph, antara lain Old Latin, Syriac, Gothic, Vulgate, Armenian, dsb. Lebih jauh lagi, ayat-ayat dalam Markus 16:9-20 dikutip oleh banyak tokoh-tokoh awal kekristenan, seperti Papias, Justin Martyr, Tertullian, Irenaeus, Hippolytus, Eusebius, Marinus, Ambrose, Chrysostom dan Jerome. Banyak di antara mereka hidup di abad kedua Masehi.

Bagaimanakah Wallace yang mendukung CT dapat mempertahankan bahwa Alkitab dapat dipercaya, jika mereka bersikukuh bahwa Markus 16:9-20 adalah palsu? Wallace percaya bahwa Injil Markus berakhir dengan kata-kata berikut: “Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut” (Markus 16:8). BENARKAH INJIL MARKUS BERAKHIR DENGAN PARA MURID KETAKUTAN? Injil apa itu? Kabar baik apakah yang tidak menyertakan kebangkitan Yesus Kristus? Akal sehat tidak dapat menerima bahwa Markus menghentikan Injilnya dengan kata-kata bahwa para murid ketakutan, dan sama sekali tidak tidak menjelaskan kebangkitan Yesus. Hanya seorang yang tidak percaya dan sesat yang akan melakukan itu, dan saya percaya itulah yang terjadi, seorang penyesat mencoba menghilangkan Markus 16:9-20 dari manuskrip miliknya sendiri. Manuskrip ini lalu berlanjut ke B dan Aleph, tetapi mayoritas orang percaya abad-abad pertama tahu bahwa itu salah, dan mereka tetap memelihara Markus 16:9-20 yang tercermin dari ribuan manuskrip Yunani dan terjemahan yang mengandungnya.

Wallace dan para pendukung CT lainnya akan mengatakan bahwa tidak ada doktrin yang dipengaruhi dengan hilang atau adanya Markus 16:9-20. Tetapi itu adalah ketidakbenaran! Yang jelas doktrin Bibliologi sudah dipengaruhi, karena Tuhan berkata bahwa FirmanNya tidak akan hilang satu iota atau satu titikpun, jangankan satu perikop penuh (Mat. 5:18). Markus 16:9 memberitahu kita bahwa Maria Magdalena adalah saksi pertama kebangkitan Yesus (informasi ini tidak ada di tempat lain). Markus 16:15 memberi penekanan yang kuat pada universalitas Injil (penekanan ini paling kuat dalam ayat ini). Markus 16:16 mengajarkan bahwa baptisan mengikuti percaya (bukan baptis bayi, info ini dihilangkan CT, karena CT juga menghilangkan Kisah Para Rasul 8:37). Pengajaran dalam Markus 16:17-18 hanya terdapat dalam Injil ini, jadi mana mungkin tidak ada doktrin yang hilang? Markus 16:19 adalah satu-satunya perikop yang memberitahu bahwa Yesus terangkat ke sebelah kanan Allah. Ada perikop lain yang mengajarkan pengangkatan Yesus, tetapi perikop lain itu tidak memberitahu Yesus terangkat ke sebelah kanan Allah. Markus 16:20 sangat penting bagi orang Kristen untuk mengerti bahwa mujizat-mujizat yang dilakukan para Rasul di abad pertama adalah untuk meneguhkan Firman, yaitu mendukung proses kanonisasi! Siapa bilang tidak ada doktrin yang dipengaruhi oleh Markus 16:9-20?

Saya senang kalau Wallace masih mempercayai Alkitab, dan saya memang berharap demikian. Tetapi sebenarnya posisinya yang mendukung CT sangatlah tidak konsisten dengan iman yang teguh terhadap janji Tuhan akan pemeliharaan FirmanNya. Sayangnya, karena dia seorang ahli Yunani yang brilian, dia akan banyak mempengaruhi orang lain untuk memegang posisi CT. Banyak orang yang akan diperlemah imannya ketika mereka percaya CT. Betapa pintar pun seseorang, tanpa hikmat dari Tuhan, ia tidak dapat mengerti kebenaran. (Jika ada yang ingin memastikan bahwa posisi Wallace perihal Markus 16:9-20 sama seperti yang saya tulis di atas, http://bible.org/article/irony-end-textual-and-literary-analysis-mark-168 ditulis oleh Kelly Iverson, murid Wallace yang dia rekomendasikan).

Kategori:Alkitab
  1. 10 Juli 2011 pukul 2:03 AM

    Kalu fasal terakhir Injil tulisan Markus memang berhenti di 16:8, apakah Roh Kudus tidak bisa mengilhami orang lain untuk menulis ayat 9-20? Kita jangan membatasi perkerjaan Roh Kudus (mengutip kata dosen PB saya, Dr Daniel Gloor).

  2. 11 Juli 2011 pukul 9:34 AM

    Anda benar, Ada banyak dukungan mengenai kebenaran ayat-ayat itu:
    Ayat-ayat itu terkandung dalam versi Syriac atau Aramaik, Peshitto yang mungkin bertarikh seawal tahun 170 TM dan Syriac Curetonia abad ketiga. Ayat-ayat ini dirujukkan oleh banyak pihak berwibawa atau penulis-penulis purba. Menurut Apendiks Alkitab Companion:

    Papius (sekitar 100 AD/TM) merujuk kepada ayat 18 (menurut Eusebius, Hist. Exx. iii 39).
    Justin Martyr (AD 151) memetik ayat 20 (Apol. I. c. 45).
    Irenaeus (AD 180) memetik dan memberi pendapat tentang ayat 19 (Adv. Her. lib. iii. c.x.).
    Hippolytus (AD 190-227) memetik ayat-ayat 17-19 (edisi Lagarde 1858, halaman 74).
    Vincentius (AD 256) memetik dua ayat pada Sidang Carthage ketujuh yang diadakan di bawah Cyprian.
    ACTA PILATI (abad 2) memetik ayat-ayat 15, 16, 17, 18 (Tischendorf’s ed. 1853, halaman 243, 351). Apostolical Constitution (abad 3 atau 4) memetik ayat-ayat 16,17, 18.
    Eusebius (AD 325) membincangkan ayat-ayat ini, seperti yang dipetik oleh Marinus dari sebahagian Historynya yang telah hilang.
    Aphraartes (AD 337) seorang biskop Syria, memetik ayat-ayat 16-18 dalam Homilynya yang pertama (edisi Dr Wright, 1869, I., halaman 21).
    Ambrose (AD 374-97) Ketua Biskop Milan, dengan bebas memetik ayat-ayat 15 (empat kali), 16, 17, 18 (tiga kali) dan ayat 20 (sekali).
    Chrysostom (AD 400) merujuk kepada ayat 9; dan menyatakan bahawa ayat-ayat 19, 20 adalah “bahagian akhir Injil”. Jerome (lahir 331, meninggal 420) memasukkan dua belas ayat ini dalam terjemahan Latinnya, di samping memetik ayat-ayat 9 dan 14 dalam tulisannya yang lain.
    Augustine (fl. AD 395-430) lebih dari memetik ayat-ayat itu. Dia membincangkan ayat-ayat ini sebagai karya Penginjil MARKUS, dan mengatakan bahawa ayat-ayat itu dibaca secara umum dalam jemaat-jemaat.
    Nestorius (abad 5) memetik ayat 20; dan,
    Cyril dari Alexandria (AD 430) menerima petikan itu.
    Victor dari Antioch (Antiokhia) (AD 425) membantah pendapat Eusebius, dengan merujuk kepada banyak MSS yang telah dilihatnya, dan dengan itu telah memuaskan dirinya bahawa dua belas ayat terakhir itu memang dicatatkan dalam itu.

    Ada beberapa buku yang dibuat khusus judulnya tentang Prikop terakhir kitab Markus. misalnya karya Ivan Panin (The Last Twelve Verses of Mark…, The Association of the Covenant People). Ayat-ayat itu dikenakan analisis matematik oleh Panin, dan ini menentukan nilai angka ayat-ayat teks itu. Teks ini nampaknya berdasarkan angka tujuh dan terdapat analisis meluas oleh Panin yang bertujuan untuk menegaskan bahawa teks-teks ini diilhami ilahi disebabkan dasar keangkaan di sebaliknya ini. Nampaknya terdapat jaringan nilai-nilai di sebalik setengah teks Perjanjian Lama dari karya terbaru di Israel mengenai Pentateuch tetapi setakat ini belum ada lagi analisis meluas Perjanjian Baru. Tambahan lagi, teks dalam Markus sepatutnya menjadi bukti yang seragam. Oleh itu, jika dua belas ayat terakhir ini adalah sebahagian dari Injil asal maka mereka harus mampu mempamerkan struktur bukti yang sama seperti Injil dan yang sebaliknya juga adalah benar. Sudah ada usaha yang dilakukan, namun tidak meluas dan tidak menyakinkan. Usaha Panin coba menunjukkan bahwa seluruh teks itu telah diperiksa dan dibuktikan seragam. Karya Panin pasti menjadi lebih menyakinkan jika seluruh teks itu telah diperiksa.

  3. 5 April 2014 pukul 2:29 PM

    Markus 16:9-20 adalah ayat ayat palsu ….. tak ada satupun murid Yesus yang melaksanakan amanat agung yang tercantum padanya … artinya kedua belas murid Yesus mendengar perintah Yesus pada markus 16:9-20

    Kis 11:19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang YAHUDI SAJA.

    lagipula ayat ayat palsu di Perjanjian baru bukan hanya Markus 16:9-20 saja ….

    http://xucinxgaronx.wordpress.com/2013/12/12/bukti-ayat-ayat-palsu-alkitab-bagian-2/

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: