Beranda > Alkitab, BERITA > Berita Mingguan 09 April 2011

Berita Mingguan 09 April 2011


USA TODAY MENGATAKAN BAHWA GEREJA KATOLIK MEMAINKAN PERAN PENTING DALAM KJV
Sebuah laporan dari USA Today dalam sebuah pertunjukan Alkitab keliling membuat klaim yang sangat luar biasa bahwa Gereja Roma Katolik memainkan peran yang penting dalam munculnya King James Bible. Pertunjukan itu, yang disebut Passages, akan diluncurkan di Vatican pada bulan Oktober. “Pengumuman tersebut dilakukan di Kedutaan Vatikan untuk menggarisbawahi kontribusi Katolik terhadap teks Inggris yang paling dicintai sepanjang masa, KJV 1611, yang mengambil 80% gaya bahasanya yang agung dari terjemahan yang terdahulu yang dibuat oleh seorang imam Katolik” (“New Museum to Use Science to Tell Bible’s History,” USA Today, 8 April 2011). Yang lupa disebut oleh wartawan tersebut adalah peran Roma yang paling signifikan dalam proyek tersebut, yaitu membakar hidup-hidup “imam Katolik” yang disebut itu dalam suatu pertunjukan umum di Vilvoorde, Belgium. “Imam” yang dimaksud adalah William Tyndale, yang mempublikasikan Alkitab Inggris pertama yang dicetak dan Alkitab Inggris pertama yang diterjemahkan langsung dari bahasa Yunani dan Ibrani. Walaupun dia adalah seorang imam Katolik yang ditahbiskan, dia telah menolak gereja Roma Katolik dan kesesatan-kesesatannya dan menyebut Paus sebagai Antikristus. Dalam tulisannya The Practice of Prelates, Tyndale menggambarkan sang paus sebagai suatu tanaman jalar beracun yang memanjati sebuah pohon dan lambat laun menyerap kekuatan inangnya dan membunuhnya, menekankan bahwa inilah yang dilakukan oleh sang paus terhadap Inggris dan setiap negara lain yang masuk dalam genggamannya. Tyndale menyebut Roma Katolik sebagai “sebuah sarang burung yang najis.” Tyndale juga dengan berani melanggar hukum Roma yang melarang penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa umat sehari-hari tanpa izin gereja. Ketika Perjanjian Baru Tyndale diselundupkan masuk ke Inggris (karena otoritas Roma Katolik di sana melarang distribusinya), sejumlah besar disita dan dibakar, mulai dari tahun 1526. Hingga tahun 1528, penjara penuh dengan orang-orang yang “kejahatannya” adalah membaca Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris, dan pada tahun 1529 Thomas Hitton menjadi yang pertama dari sederetan panjang orang percaya yang dibakar di tiang karena memiliki Alkitab Tyndale. (Orang-orang lain sudah banyak yang dibakar karena memiliki Alkitab Wycliffe). Pada Mei 1535, Tyndale ditangkap karena “kesesatan-kesesatan”nya dan karena keberaniannya melanggar hukum Paus. Setelah dipenjara hampir satu setengah tahun di penjara yang dingin dan gelap di kastil Vilvoorde, William Tyndale akhirnya dibawa keluar ke lapangan umum, dicekik, dan tubuhnya dibakar. Otoritas Roma Katolik juga membakar John Rogers, penerjemah dari Alkitab Matthew, satu lagi pendahulu King James 1611. Lebih lanjut lagi, Alkitab Geneva, yang adalah Alkitab Inggris paling populer sebelum KJV, diterbitkan di Geneva, Switzerland, bukan di Inggris karena alasan sederhana yaitu Ratu Inggris waktu itu Mary, seorang Katolik, melancarkan penganiayaan yang sedemikian kejam terhadap orang-orang yang percaya Alkitab sehingga banyak yang lari ke Geneva. Kembali ke masa sebelum Tyndale, yaitu Alkitab Inggris pertama, jangan lupa bahwa Gereja Roma Katolik mengutuk John Wycliffe karena “kesesatan” menerjemahkan Alkitab Inggris dan sedemikian membenci dia sehingga mereka menggali kembali tulang-tulangnya dan membakarnya 44 tahun setelah kematiannya. Ya, Gereja Roma Katolik memang memainkan peran yang sangat penting dalam Alkitab-Alkitab bahasa Inggris sebelum King James, dan jangan pernah kita lupakan!

PETA MENYERUKAN AGAR PENERJEMAH NIV MENGHORMATI BINATANG
PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) menyerukan kepada para penerjemah NIV yang baru untuk menghilangkan apa yang mereka sebut bahasa yang “speciesis” (condong terhadap spesies tertentu, seperti rasis adalah condong terhadap ras tertentu) dan agar mereka mengacu kepada binatang dengan menggunakan kata ganti “he” atau “she” dan bukan “it” (“PETA: Don’t Call Animals It,” CNN Belief Blog, 23 Maret 2011). Bruce Friedrich, wakil presiden PETA untuk urusan kebijaksanaan, mengatakan bahwa “menyebut binatang dengan kata ‘it’ menghilangkan sesuatu dari mereka; mereka dikasihi Allah.” Jadi sepertinya anjing dan babi juga perlu self-esteem (harga diri). Mungkin kita juga perlu mengharuskan para peternak untuk menyewa psikolog bagi binatang-binatang mereka. Jelas sekali bahwa orang ini tidak tahu Alkitab sama sekali. Alkitab mengatakan bahwa binatang diciptakan demi manusia. Hanya manusia yang diciptakan dengan rupa Allah (Kej. 1:25-27). Di seluruh Alkitab kita melihat contoh manusia mempergunakan binatang untuk pekerjaan, mengendarai mereka untuk transportasi dan perang (Neh. 2:12; Maz. 32:9; Ams. 21:31; Mat. 21:1-7), membajak dengan mereka (Ul. 25:4), dll. Tidak ada dalam Kitab Suci hal seperti ini dipersalahkan. Ini tidak berarti manusia boleh kejam terhadap binatang; ini berarti manusia punya hak dari Tuhan untuk berkuasa atas ciptaan dan untuk mempergunakannya bagi keperluan-keperluan manusia. Alkitab mengedepankan kebaikan bahkan terhadap binatang-binatang di dunia ini (Ams. 12:10). Mengenai vegetarianisme, sejak zaman Nuh hingga hari ini Allah telah menetapkan bahwa manusia boleh makan daging binatang (Kej. 9:3). Bangsa Israel makan daging. Tuhan Yesus Kristus makan daging. Santapan Paskah adalah seekor domba (Kel. 12:5-10), dan Kristus makan malam Paskah (Mat. 26:17-19). Dia juga makan ikan (Luk. 24:42, 43). Ada orang yang mau membuat kita percaya bahwa larangan untuk makan daging babi dan daging-daging lain adalah untuk alasan kesehatan, tetapi tidaklah demikian. Larangan makanan tertentu di Perjanjian Lama adalah untuk memisahkan Israel dari bangsa-bangsa lain dan untuk mengajar kepadanya perbedaan antara sesuatu yang kudus dan yang najis. Dalam gereja-gereja Perjanjian Baru, Allah telah menghilangkan larangan makanan tersebut. Bahkan, dalam 1 Timotius 4:1-5 kita membaca bahwa mereka yang “melarang orang makan makanan” sedang mengajarkan ajaran setan-setan. Tidaklah kejam ketika seseorang membunuh binatang dalam proses berburu atau memancing atau memakannya. Tidaklah kejam untuk membantai binatang untuk makanan. Itu salah satu alasan Allah menciptakan binatang. Orang Kristen bebas untuk makan daging dan bebas untuk tidak makan daging. Itulah pengajaran dalam Roma 14:2-3, 6. Petrus berbicara mengenai “hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan” (2 Pet. 2:12). Ini mengacu kepada binatang seperti babi dan ayam yang memang diciptakan untuk makanan manusia (setelah kejatuhan dalam dosa dan air bah).

MISIONARI PENERJEMAH ALKITAB TERBUNUH OLEH PENGEBOMAN DI ISRAEL
Seorang misionari dari Inggris terbunuh dalam pengeboman baru-baru ini di Yerusalem. Mary Jane Gardner, yang tergabung dalam Wycliffe Bible Translators, telah bekerja menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Perancis-Ife bagi suku Togo selama 20 tahun. Dia terbunuh pada tanggal 23 Maret ketika sebuah bom meledak dekat sebuah perhentian bis di Yerusalem. Lima orang Amerika juga terluka dalam serangan tersebut. Gardner berada di Israel untuk belajar Ibrani untuk tujuan penerjemahan Perjanjian Lama. Dilaporkan bahwa orang-orang Palestina saling mengirimi kue di jalan-jalan kota-kota mereka untuk merayakan pengeboman yang sukses tersebut (“Terror Attack’s Victim Was Bible Translator,” WorldNetDaily, 31 Maret 2011). William Murray, pemimpin dari Religious Freedom Coalition, mengatakan bahwa sudah biasa bagi media massa untuk tidak melaporkan ketika ada orang Kristen Amerika atau Eropa yang mati karena serangan teroris di Israel. “Sepertinya media ingin membuat gambaran bahwa orang-orang Palestina hanya membunuh orang Israel, dan kalau begitu maka tidak ada masalah,” demikian dia katakan.

ALARM KELELAWAR YANG TAK PERNAH GAGAL
Dari Creation Moments, 22 Maret 2011: “Kelelawar yang bergerak cepat membelah angkasa dalam kegelapan, senyap tak bersuara bagi makhluk yang tidak dapat mendengar radar ultrasonic mereka. Bagaimana mungkin jangkrik malam – kudapan bagi kelelawar – dapat mempertahankan diri? Coba kita menyelesaikan masalah ini dari sudut pandang Pencipta, yang ingin memberikan jangkrik malam kesempatan untuk melarikan diri dari kelelawar. Tentunya bisa saja kamu mendesain jangkrik tersebut agar tetap bersembunyi pada malam hari, namun kalau demikian bukan jangkrik malam lagi namanya. Kamu juga bisa saja memberikan si jangkrik kemampuan untuk mendengar radar kelelawar, tetapi itu saja tidak dapat menolong si jangkrik jika dia tidak dapat melarikan diri. Solusi yang diciptakan oleh sang Pencipta yang sejati untuk membantu si jangkrik malam mempertahankan hidupnya adalah suatu contoh lain desain yang luar biasa. Ia telah membuat dalam tubuh di jangkrik sebuah detektor kelelawar yang berukuran satu sel saja, terpatri ke dalam sistem saraf si jangkrik. Detektor ini akan terpicu oleh frekuensi suara yang dipakai oleh kelelawar untuk bernavigasi. Ketika terpicu, sel ini akan menembakkan hingga 500 impuls per detik. Impuls-impuls saraf ini secara otomatis akan membuat jangkrik menjauhi sumber suara ultrasonik tersebut. Fakta teknis yang paling menakjubkan tentang detektor kelelawar ini adalah ia hanya bekerja jika si jangkrik sedang terbang dan rawan diserang kelelawar. Ketika jangkrik aman dari kelelawar – misalnya sedang beristirahat, atau bersembunyi, makan, atau membersihkan diri – sel detektor kelelawar tidak akan menembakkan peringatan sama sekali! Keindahan yang sangat jitu yang didesain oleh sang Pencipta ke dalam si jangkrik demi perlindungannya adalah saksi akan hikmatNya dalam mengurus semua yang telah Ia ciptakan. Belajarlah lebih banyak lagi akan hikmat ini dalam Alkitab.”

Editor: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary (www.graphe-ministry.org), sumber: http://www.wayoflife.org
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer

Kategori:Alkitab, BERITA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: