Beranda > BERITA > 70 Persen Sumur di Indonesia Tercemar Bakteri E-Coli

70 Persen Sumur di Indonesia Tercemar Bakteri E-Coli


MALANG–MICOM: Pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan sarana sanitasi secara layak dan sehat. Sebab 70% sumur dangkal yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih tercemar bakteri Escherichia coli (E-coli). Bahkan sebagian besar sungai-sungai di Indonesia juga tercemar bakteri penyebab penyakit diare itu.

“Sarana sanitasi (secara nasional) lebih buruk dari pemenuhan air bersih (layak),” tegas Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Nugroho Tri Utomo menjawab pertanyaan Media Indonesia seusai acara program hibah air minum di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (4/5).

Ia menjelaskan secara nasional baru 65 persen penduduk di perkotaan dan pedesaan memiliki jamban keluarga. Itu pun masih harus dicermati kelayakan sarana dan prasarananya apakah masih berdekatan dengan sumur atau tidak.

Sedangkan melalui program MDGS 2014 diharapkan terjadi peningkatan menjadi 78 persen penduduk memiliki jamban. Masih tingginya penduduk yang belum memiliki jamban secara layak dan sehat tersebut menjadi perhatian serius pemerintah.

Sehingga program ke depan adalah mencermati secara menyeluruh kualitas sarana dan prasarana terkait hal itu. Sebab, lanjut dia, buruknya sarana jamban keluarga berakibat pada kualitas air bersih di sumur dangkal atau sumur gali yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Data di Bappenas menyebutkan sekitar 60 persen-70 persen sumur milik warga tercemar e-coli. Bakteri tersebut berasal dari jamban yang berdekatan dengan sumur.

Tidak hanya itu, kata dia, sebagian besar sungai-sungai di Indonesia juga airnya sudah tercemar e-coli. “Sehingga air sungai di Indonesia tidak layak minum,” ujarnya. (Bagus Suryo, Rabu, 04 Mei 2011)

++++
Hanya 20 Persen Air Bersih Indonesia Layak Minum

[JAKARTA] Krisis air bersih di Indonesia diperkirakan akan semakin parah seiring masifnya ketidakseimbangan kebutuhan dengan ketersediaan air bersih. Bahkan saat ini hanya 20 persen air bersih yang layak minum dan baru 15 persen masyarakat yang mengakses air dari pengelolaan air. Sisanya memenuhi kebutuhan air sendiri.

Berkembangnya jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, intensifnya penggunaan air, pencemaran serta perubahan iklim global menyebabkan ketidakseimbangan ketersediaan dengan kebutuhan air tersebut.

Direktur Pemukiman dan Perumahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Nugroho Tri Utomo mengatakan pemerintah menargetkan 67 persen masyarakat Indonesia bisa mengakses air bersih di tahun 2014.

“Tantangan untuk memenuhi ketersediaan air bersih layak minum banyak sekali. Hampir 80 persen pencemaran sungai disebabkan limbah domestik. Oleh karena itu seiring untuk mencapai milenium development goals pemerintah menargetkan akses terhadap air bersih,” kata Nugroho dalam diskusi nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu, di Jakarta, Selasa (3/5).

Selain pencemaran, eksploitasi air tanah berlebihan menyebabkan penurunan muka tanah (subsiden) sehingga drainase perkotaan tidak berfungsi akibatnya banjir meluas dan kenaikan air laut (rob) meningkat.

Kepala Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Mineral Dodid Murdohardono mengungkapkan sejak tahun 1960 hingga saat ini Jakarta mengalami penurunan air tanah sebesar 40 meter dan Semarang 30 meter. [R-15]

Berita Terkait: Konsumsi Air Minum Kemasan Ancam Persediaan Air Bersih
Krisis Air Perkotaan Ancaman Serius

  1. daun surga
    13 November 2011 pukul 8:54 AM

    jika menggandeng dan membina arah kebersamaan pada pemain isi ulang dampak nya akan terasa nyata, karna pemain isi ulang rata2 pemodal menengah kebawah, bisa di contoh dki jaya sudah memberi fasilitas gratis melaboratorium kan hasil airnya juga sertyfikasi nya bebas Ecoli, kapan giliran daerah lain nya. mudah2 jadi awal pemerataan hak mendapatkan kesehatan melaului air minum.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: