Beranda > BUKU > Dari BUDHA Hingga YESUS

Dari BUDHA Hingga YESUS


Bejubel.com – Buku ini merupakan salah satu buku “Best Seller” didunia, kini sudah hadir di Indonesia, dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Cocok untuk semua kalangan dalam mencari pengetahuan yang tidak anda peroleh sebelumnya. Temukan ajaran Budha seperti saat dia hidup, bukan seperti yang dinyatakan melalui buku pelajaran atau Hollywood! Anda akan merasa ditantang dan diperlengkapi dengan lebih baik dengan informasi yang benar melalui buku ini!

Judul asli : From Buddha to Jesus
By : Steve Cioccolanti
Tebal : 301 halaman

http://buddhabook.org/bookblog/

From Buddha to Jesus (Indonesian): Dari Budha Hingga Yesus

Sebuah Buku Yang Harus Dibaca Oleh Umat Kristen dan Umat Budha

Download Gratis Respon Biku Barat terhadap buku ini

Temukan ajaran Budha seperti saat dia hidup, bukan seperti yang dinyatakan melalui buku pelajaran atau Hollywood!

“Setelah membaca buku ‘Dari Budha Hingga Yesus’ kami merasa ditantang dan diperlengkapi dengan lebih baik dengan informasi yang benar.”

Tony & Patsy Cameneti Direktur RHEMA Australia


“Steve Cioccolanti telah melakukan bagi kita sebuah pelayanan yang membuat inti agama Budha menjadi terbuka bagi kita semua.”

Allan Meyer Hamba Tuhan senior dari Careforce Church, Mt. Evelyn

“Melalui bukunya ‘Dari Budha Hingga Yesus’ yang sarat penelitian dan telah ditulis dengan sangat baik, Steve telah memberikan alat kesaksian ke tangan gereja lokal.”

Col Stringer Pengarang & Presiden ICFM Australia

“Buku ini adalah alat yang berguna untuk menjangkau bukan hanya orang Budha dengan kebeneran-kebenaran, tetapi juga orang-orang yang dibingungkan oleh kemajemukan agama.”

Tom Inglis Pendiri Psalmody

“Buku ini memiliki banyak pengertian yang mendalam… Saya akan menggunakannya untuk mahasiswa sekolah Alkitab.”

Dr. Wayne Cordeiro Presiden Pacific Rim Bible College, Hawaii

Dan masih banyak testimonial lagi……. Bisa di check di : http://www.buddhabook.org/commendations.html

Untuk pembelian dan cara pembayaran, atau silahkan hubungi :
Linny : 08159776633
email : surlinny@yahoo.com

(BARANG TERBATAS!!!)  AYO BURUAN^^

Buku DARI BUDHA HINGGA YESUS:

Sebuah Pandangan Orang Dalam Tentang Ajaran Budha dan Kekristenan

oleh: Rev. Steve Cioccolanti, B.A., M.Ed.

Prakata: Dr. Wayne Cordeiro

Penerbit: Shofar Media Ministry, Jakarta, 2011

Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio: Budha adalah salah satu agama besar yang banyak mempengaruhi orang-orang Barat hari-hari ini. Mengapa demikian? Apa daya tariknya? Benarkah agama Budha yang dipahami orang-orang Barat sama seperti Budha yang asli? Apa saja yang Budha ajarkan? Apa kitab suci dan tradisinya? Dengan bahasa yang sederhana, ringkas, namun jelas, Rev. Steve Cioccolanti, M.Ed. sebagai seorang mantan penganut Budha di Thailand dalam bukunya Dari Budha Hingga Yesus menjelaskan dengan cukup detail namun sederhana dan ringkas seluk-beluk mengenai agama Budha, yaitu: bentuk patung Budha, siapa Budha, pengajaran Budha, lima perintah Budha, denominasi-denominasi Budha (Theravada/Hinayana, Mahayana, Vajrayana, Dalai Lama, Zen Budhisme), dll. Buku yang ditulisnya bukan hanya sebagai studi perbandingan agama, tetapi sebagai media orang Kristen memberitakan Injil kepada orang Budha dengan jalan dialog tanpa kompromi yaitu memahami seluk-beluk Budhisme dan membawa mereka kepada Injil Kristus sebagai satu-satunya solusi atas penderitaan yang tidak ditemukan dalam Budhisme. Meskipun dalam beberapa konsepnya di dalam Kekristenan kurang tepat, namun saya mengapresiasi buku yang beliau tulis begitu mendetail, namun dengan bahasa sederhana dan enak dibaca.

Rev. Steve Cioccolanti, B.A., M.Ed. adalah pendeta di Discover Church, Australia. Beliau dilahirkan di Thailand dari keluarga Katolik, Budha, Methodist, dan Islam. Hal inilah yang membuat Steve memiliki perspektif yang unik tentang penginjilan, misi, dan agama-agama dunia. Beliau adalah lulusan The Haggai Institute di Maui, Hawaii, menyelesaikan Leadership Practicum dengan Pastor Wayne Cordeiro di New Hope Oahu, Hawaii, lulusan RHEMA Bible Training Center di Tulsa, Oklahoma, dan menyelesaikan studi Master of Education (M.Ed.) di Monash University, Melbourne, Australia. Beliau dan istrinya, Fe tinggal di Melbourne, Australia.

“Tuhan sering kali menggunakan dosa-dosa orang lain untuk menyingkapkan kelemahan kita sendiri.”
(Rev. Bob Kauflin, Worship Matters, hlm. 382)
Daftar Isi buku:

FOREWORDS

PREFACE ABOUT LANGUAGE

INTRODUCTION

UNDERSTANDING BUDDHISM

1 A STORY FROM BEHIND THE BAMBOO CURTAIN

2 THE STORY OF THE EEL

3 EAST MEETS WEST

4 THE THIN BUDDHA, FAT BUDDHA & LAUGHING BUDDHA

5 WHO WAS BUDDHA?

6 THE LOTUS PARABLE

7 THE TEACHINGS OF BUDDHA

8 THE FOUR NOBLE TRUTHS

9 THE POLIO VICTIM

10 HOW JESUS USED THE LAW LAWFULLY

11 THE FIVE COMMANDMENTS OF BUDDHA

12 WHAT WOULD JESUS SAY TO BUDDHISTS?

13 THE KOREAN BUDDHIST

14 THE TEN KARMAS

15 IS THERE A HELL?

16 REINCARNATION

17 WOMEN IN BUDDHISM

18 KING ASOKA & THE PYTHON

19 JESUS ON REINCARNATION

20 THE KING & THE UNGRATEFUL DEBTOR

21 THE BLIND TURTLE

22 THE LAST WORDS OF BUDDHA

23 WHICH DENOMINATION?

24 THE THREE BASKETS (TRIPITAKA)

25 THE SIX BUDDHIST COUNCILS

26 KING NARESUAN

27 SUMMARY

28 END TIME PREDICTIONS OF BUDDHA & JESUS CHRISTIAN QUESTIONS

29 THE AUTHORITY OF THE BIBLE

30 THE VALIDITY OF BUDDHIST STORIES

31 THE RISK OF SYNCRETISM

32 IS BUDDHA IN HEAVEN?

33 THE LAST WORDS OF JESUS

34 WHAT WOULD BUDDHA SAY?

APPENDIX

Iklan
  1. lth
    11 Juni 2011 pukul 2:06 AM

    untung lah yang ditulis budha, bukan buddha . . .

    dari judulnya sudah meleset dan melenceng jauh, bgmn dg isi-nya yah ???

  2. 11 Juni 2011 pukul 8:50 AM

    Dont judge the book by its cover:), yang penting emang isinya:). so beli dech…..

  3. orang sesat
    11 Juni 2011 pukul 2:49 PM

    memang isinya apa? mengajak umat buddha berbondong bondong kembali ke kristen? yang bikin saya heran kok sempet2 nya ngurusin soal umat lain, coba pikirkan kekurangan pada umat kristiani… semua orang berlomba2 mencari pengikut, tapi tidak berpikir mencari kebaikan untuk sesama.. aneh… memang manusia aneh. sejak kapan ada 5 perintah buddha? yang ada 10 perintah allah. sejak kapan dalam buddhis ada aliran dalai lama? lihat itunya aja sudah banyak yang salah… coba belajar dulu yang banyak

  4. orang sesat
    11 Juni 2011 pukul 2:51 PM

    1 lagi , saya dulu orang kristen, kenapa saya tertarik ke buddha, pada ajaran buddha mengajarkan kebaikan yang benar2 tulus kepada semua mahluk. jika anda kurang percaya pengakuan saya sebagai orang kristen saya bisa tunjukan buktinya.

  5. lth
  6. ron
    11 Juni 2011 pukul 4:07 PM

    Ckckck… Nulis Buddha aja salah, sudah pasti isinya melenceng semua …

  7. orang sesat
    11 Juni 2011 pukul 4:10 PM

    hahahaha, udah dipatahin di bagian yang sepele, budha atau buddha?
    yang ke dua, aliran dalam buddhis bisa ente sebutin.. ?
    sejak kapan di kristen mengenal dan memperkenalkan reinkarnasi… kwkwkwkw’

    lanjutin bro lth , nice post

  8. sasa
    11 Juni 2011 pukul 11:16 PM

    dangkal… merepresentasikan asumsi penulis.. bukan fakta…

  9. Ezekiel
    12 Juni 2011 pukul 3:50 AM

    From Amazon.com Customer Reviews By James S. Taylor

    This book may be of use if you want tips on communicating with people who are folk-Buddhists, particularly from a Thai background, with very little to no understanding, but it has next to nothing to do with real Buddhism. Like many books on Buddhism published by conservative Christian presses (with some exceptions), it is so riddled with errors of fact and interpretation that it cannot be recommended to anyone who does not already have an understanding of Buddhism adequate enough to see when the author is going off the rails……….

    …………….., I have been an evangelical Christian for over 30 years, but I have also studied Buddhism for almost as long, part of which involved work at the Nalanda College of Buddhist Studies in Toronto, the Buddhist equivalent of a Christian seminary. Christians have a moral obligation to both tell the truth and not misrepresent others, which is why I am defending Buddhism against this author, though he is a fellow Christian. In the face of an equally wrong-headed book published by a Buddhist about Christianity, Christians would not remain silent, so fair is fair.

    So if you want to learn Buddhism , don’t waste your money to buy this book

  10. Dato' Tono
    12 Juni 2011 pukul 4:00 AM

    Ini lah, ga ngerti ajaran agama lain, tp berani menyatakan dan membuat propaganda, kocak sih namun penuh banyolan dalam buku tersebut. tp sy berharap semoga ada orang kristen yg mau mengkristenkan sy dan berdialog tanpa kompromi sperti yg disebutkan… sy tunggu saat yg berbahagia tersebut…

  11. dery
    12 Juni 2011 pukul 8:47 AM

    aaahhh dede masih bayi, sana pergi ngedot dulu

  12. JN
    12 Juni 2011 pukul 10:09 AM

    Ini bahas Hindu apa Buddhisme ya? kok ada reincarnation segala? Five commandments of Buddha? apalagi tuh?

  13. 13 Juni 2011 pukul 8:11 AM

    Dari JUDUL aja udah salah, yang bener BUDDHA bukan BUDHA. Apa penulisnya kurang meneliti sehingga sampai2 kata budha saja bisa salah? 🙂

  14. 13 Juni 2011 pukul 8:26 AM

    Editornya ‘kebobolan’

  15. N.S.
    14 Juni 2011 pukul 6:36 AM
  16. 14 Juni 2011 pukul 7:15 AM

    Orang sesat, keterbalikan dengan anda, saya dulu pemeluk konghucu dari lahir ikut mama, papa budha. Namun saya bersyukur karena kasih karunia Tuhan saya diselamatkan dan menjadi seorang Kristen, pengikut Yesus Kristus. Saya yakin orang2 Kristen pasti akan menuju Nirwana sekiranya Tuhan, Surga dan Neraka tak pernah ada, Karena banyak berbuat baik/dharma. Bukan begitu??? Namun keselamatan ternyata bukan karena AMAL/DHARMA atau perbuatan baik seseorang, tapi melalui iman dan percaya kepada Jalan Keselamatan yang disediakan Tuhan melalui ANAK DOMBA YAHWEH yang dikorbankan untuk Penebusan Dosa umat manusia. Semua manusia TELAH berbuat Dosa dan telah kehilangan KEMULIAAN Tuhan. Untuk itulah saya merasa sangat beruntung ketika menjadi Kristen dan diselamatkan.

  17. 14 Juni 2011 pukul 7:18 AM

    Anda benar, seharusnya diterjemahkan persis seperti judul bahasa Inggrisnya BUDDHA, bukan BUDHA. Penerjemah salah menerjemahkan, mungkin terpengaruh tulisan2 buku teks pendidikan zaman dulu yang menulis BUDHA bukan BUDDHA.

  18. 14 Juni 2011 pukul 7:19 AM

    Penasaran kan???! Beli bukunya, lalu anda baca tuntas, dan silahkan buat resensi atau tanggapan anda. Gitu saja kok repot:)

  19. 14 Juni 2011 pukul 7:23 AM

    Seharusnya BUDDHA seperti judul buku INGGRISNYA menulis From BUDDHA to JESUS. Setahu saya ya, ada Mahayana, Hinayana, Maitreya, Praba, Theravada, Zen Buddhism, dll. Cukup banyak pastinya aliran-aliran dalam Agama Buddha. Beberapa teman dekatku ada yang beragama Buddha. Dalam Alkitab, tidak mengenal konsep/ajaran/doktrin tentang REINKARNASI, yang ada INKARNASI Sang Firman YAHWEH yaitu Tuhan YESUS menjadi seorang ANAK MANUSIA.

  20. 14 Juni 2011 pukul 7:25 AM

    Tentunya BUDDHA, penasaran, meluncur dan beli bukunya. Oce JN?

  21. 14 Juni 2011 pukul 7:26 AM

    Dhanuttono, mari email2an dengan saya di dedewijaya@gmail.com.

  22. 14 Juni 2011 pukul 7:31 AM

    Bang Toyib, mungkin penulisnya mengacu pada buku-buku teks dahulu yang memakai kata BUDHA, namun Buku Bahasa Inggrisnya memakai kata From BUDDHA to JESUS. Kesalahan pada si penerjemah.

  23. 14 Juni 2011 pukul 7:32 AM

    Saya punya pdf buku itu. Teman saya yang Budha dulu pernah memberitahu saya. Thanks. Jawaban2 atas pertanyaan2 dalam buku itu sudah terjawab.

  24. Dato' Tono
    14 Juni 2011 pukul 9:50 AM

    anda mau membahas buddha dan kristen ? monggo… sy tunggu saat berbahagia tersebut… email sy, dhanuttono@yahoo.com

  25. Rudy T
    15 Juni 2011 pukul 10:33 AM

    @dedewijaya : sepertinya anda sangat mengerti dengan agama yang anda dalami sekarang ini, saya mengajukan beberapa pertanyaan yang paling sederhana saja :

    1. Siapakah dan Seperti apakah bentuk TUHAN ?
    2. Ada jaminannya yah kalo masuk Kristen bisa terselamatkan ? dalam bentuk apa ? Sertifikat ?
    3. Tuhan membentuk Bumi, Langit, Daratan, Matahari, Bulan, Manusia dan Binatang dalam 7 Hari…Tahun brapa? Dinosaurus itu datang darimana…yang hidup di BUMI ini berjuta-juta tahun sebelum adanya Manusia.

    Coba anda renungkan sendiri dengan kata AMAL dan DHARMA dlm agama Buddha dengan IMAN dan PERCAYA dalam agama Kristen…^^

    Sepertinya anda hanya membaca isi dari Alkitab dan tidak mendalami apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.

    Salam
    Rudy T

  26. lth
    15 Juni 2011 pukul 10:55 PM

    saya tertarik pdf-nya kalau Anda mau berbaik hati mohon kirimkan ke email saya: the.lth@gmail.com

    Thx’s sebelumnya

  27. orang sesat
    16 Juni 2011 pukul 1:23 AM

    dedewijaya :

    Orang sesat, keterbalikan dengan anda, saya dulu pemeluk konghucu dari lahir ikut mama, papa budha. Namun saya bersyukur karena kasih karunia Tuhan saya diselamatkan dan menjadi seorang Kristen, pengikut Yesus Kristus. Saya yakin orang2 Kristen pasti akan menuju Nirwana sekiranya Tuhan, Surga dan Neraka tak pernah ada, Karena banyak berbuat baik/dharma. Bukan begitu??? Namun keselamatan ternyata bukan karena AMAL/DHARMA atau perbuatan baik seseorang, tapi melalui iman dan percaya kepada Jalan Keselamatan yang disediakan Tuhan melalui ANAK DOMBA YAHWEH yang dikorbankan untuk Penebusan Dosa umat manusia. Semua manusia TELAH berbuat Dosa dan telah kehilangan KEMULIAAN Tuhan. Untuk itulah saya merasa sangat beruntung ketika menjadi Kristen dan diselamatkan.

    anda di selamat kan dari apa, apakah anda “domba”yang tersesat? ini bisa jadi fenomena yang sangat fenomenal, domba bisa bikin blog, domba bisa mikir, domba bisa menganalisa hal2 yang tidak dimengerti binatang ..hahahah….

    kalo cuma percaya , beriman bisa masuk surga itu cuma bullshiiiiiiiiit, kalo gitu gw saranin aja tuh semua perampok , pembunuh, teroris, yang penting ente pada percaya sama om jesus, pasti masuk surga kaga ada neraka dah… ebaaaaaaaaaadddd…

    sekalian kristenkan gw yang sesat cuy… wokei…

    buddha mana penasaran beli buku.. dudud lu… ente konghucu? coba apa yang ente pelajarin dari khonghucu, trus kata sapa tuh konghucu agama buddha juga … apa gak salah ente

  28. N.S.
    16 Juni 2011 pukul 2:52 AM

    dedewijaya :

    … Namun keselamatan ternyata bukan karena AMAL/DHARMA atau perbuatan baik seseorang, tapi melalui iman dan percaya kepada Jalan Keselamatan yang disediakan Tuhan melalui ANAK DOMBA YAHWEH yang dikorbankan untuk Penebusan Dosa umat manusia. Semua manusia TELAH berbuat Dosa dan telah kehilangan KEMULIAAN Tuhan. Untuk itulah saya merasa sangat beruntung ketika menjadi Kristen dan diselamatkan.

    tuhan ga adil banget yah.. ada nyiptain orang yg lahir di negara/wilayah yg seumur2 ga pernah denger jalan keselamatan.. jadinya tuh orang diciptain ama tuhan yg ga adil itu cuma buat nyemplung ke neraka abis dia mati… bener2 tuhan yg “mulia” …

  29. orang sesat
    16 Juni 2011 pukul 3:34 AM

    jika ente bener kristen , kenapa kisah filipus, yudas iskariot, maria magdalena (kekasih / istri yesus) thomas, kenapa banyak yg di sunting? di edit sana sini, kalo penjelas isi asli kisah mereka di kaburkan …. hehehehe… btw, yg di salib tuh tuhan yesus apa yudas iskariot yah.. terus anak yesus cowo apa cewe? terus…. kok isi dari kisah percintaan yesus ditutupin… jelasin dong, terbuka… bilang tu ama para pendeta yang suka cari domba.. banyak kaleee di pasar … soriiiiii ane bukan kambing ato domba… ane manusia,… kalao mau cari tu kambing di pasar

  30. 16 Juni 2011 pukul 8:00 AM

    Diselamatkan dari DOSA, dari Penghakiman Tuhan, dari PENGHUKUMAN karena telah berbuat DOSA. Tentu saja sebelumnya saya orang BERDOSA atau SESAT dimata Tuhan, namun telah DISELAMATKAN oleh Anugerah cuma2 melalui ANAK DOMBA yang DIKORBANKAN untuk Penebusan Dosa yaitu ANAK DOMBA YAHWEH yaitu Tuhan YESUS Kristus.

    Semua manusia telah berbuat DOSA, bahkan bayi dalam kandungan pun, karena dia dilahirkan serupa dan segambar dengan ADAM dan HAWA yg telah jatuh dalam DOSA, tidak ada MAAF, DOSA harus DIHUKUM, nah karena semua manusia sejak awal sampai kiamat sudah berbuat DOSA, maka Tuhan Turun Tangan, lalu datang ke dalam dunia lahir lewat Perawan Maria tanpa hubungan suami istri (alias secara supranatural), ini diyakini Yahudi, Kristen, dan Islam yang sama2 agama SAMAWI artinya percaya ada Tuhan.

    Tuhan Yesus Kristus menjamin PENJAHAT KAKAP di sebelah salibnya, bahwa penjahat itu akan bersama Yesus di Taman Firdaus (Surga) hari ini juga, yaitu pada saat matinya. dan Alkitab sudah sangat jelas, semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan.

    Titus 3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
    Tit 3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
    Tit 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
    Tit 3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,
    Tit 3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
    Tit 3:8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

    Jadi perbuatan baik/dharma, bukan syarat untuk masuk Surga/Nirwana, namun Bukti bahwa dia sudah diselamatkan. juga perbuatan baik berhubungan dengan tingkat upah yang akan diterima ketika suah masuk Surga, apakah jadi Mentri, Pembantu RT, Pejabat Surga, atau jabatan rendah dan tinggi dalam Surga (bayangkan sebuah pemerintahan Kerajaan Surga).

    Kong Hu Cu mengajarkan untuk berbuat baik kepada pemerintah (negara/atasan), berbuat baik kepada orang tua dan sesama, menghargai yg lebih muda, menghormati yang lebih tua. Namun mengenai LANGIT atau TUHAN, dia jujur berkata I DONT KNOW (aku TIDAK TAHU).

    Buddha mengajarkan Bagaimana Manusia Agar BEBAS Dari PENDERITAAN harus menghampakan diri dengan membuang segala NAFSU dan KEINGINAN alias kosongkan otakmu/dirimu. Baik Sidharta Gautama dan Kong Fu Tze mengajarkan hukum negatif, JANGAN PERBUAT APA YANG KAMU TIDAK MAU ORANG LAIN LAKUKAN KEPADAMU. Sedang Tuhan Yesus Kristus ketika lahir sebagai seorang Anak Manusia mengajarkan, PERBUATLAH APA YANG KAMU MAU ORANG LAIN PERBUAT KEPADAMU.

    Sekilas tampak sama, namun hasil dan akibatnya akan beda. Kong Fu Tze dan Sidhartta serta berbagai Pengajar AGama lainnya, mengajarkan manusia untuk PASIF (DEFENSIF), namun Tuhan Yesus mengajarkan manusia untuk AKTIF (OFENSIF) bertindak. Kalo saya masih kurang ngerti tentang Buddha, toch saya bisa tanya teman2 akrab saya yang Buddha atau kakak saya yang menulis buku KITAB-KITAB SUCI Agama-Agama di Dunia, serta buku Agama-Agama di Dunia.

    Yang pasti soal berbuat baik, saya menghormati baik Sidharta dan Kong Fu Tze, namun tidak dalam hal KEKEKALAN atau KEABADIAN, kehidupan setelah mati.

  31. 16 Juni 2011 pukul 8:23 AM

    Yesus menurut sejarawan Yahudi bernama Josephus memang DISALIBKAN, dan catatan2 sejarah lainnya yang ditulis orang2 Kafir alias bukan Kristen itu, menyatakan bahwa para pengikut Yesus menyembah Yesus Kristus pada masa itu. Yang anda sebutkan “Injil Maria Magdalena, Injil Thomas, Injil Yudas, dll” itu bukanlah ditulis oleh mereka, namun ditulis Bidat/Sekte Kristen bernama Gnostik, yang mengajarkan bahwa TUBUH FISIK ini NAJIS/FANA/HINA, maka ROH harus dibebaskan secepat mungkin dari TUBUH, dengan penyiksaan diri, kematian, dll. Cerita bahwa Yudas menggantikan Yesus di Salib, itu hanya desas-desus yang berkembang. Muhammad dalam Quran pun mengadopsi cerita ISU ini.

    Yesus punya anak? Ah anda terlalu percaya pada “INJIL2 PALSU itu” atau habis menonton THE DAVINCI CODE ya, yang bilang Yesus disalib namun tidak mati, lalu mengembara ke India atau Tibet, dan punya istri punya anak, dst sampai beliau wafat. ini mah cerita lama alias cerita bohong. di India pun sudah mengakui, bahwa cerita itu mereka Rekayasa, bahwa Yesus pernah ke India (Injil Thomas), namun ada pengakuan bahwa kisah itu dibuat2, agar mengundang para turis datang kunjungi tempat itu.

  32. 16 Juni 2011 pukul 8:35 AM

    Terimakasih Rudi, atas pertanyaan2mu. Langsung saja:
    1. Alkitab berkata TUHAN itu ROH (Yoh 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”). Manusia pada zaman Yesus hidup telah melihat Tuhan Yesus, makanya Rasul Yohanes menulis: Yoh 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah (yaitu Tuhan YESUS Kristus), yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
    2. Jaminannya perkataan Yesus sendiri dalam Yoh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
    dan perkataan Rasul Paulus kepada Titus dalam
    Tit 3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
    Tit 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
    Tit 3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,
    Tit 3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
    Masih banyak ayat yang menjamin HAL ITU.
    Jaminannya METERAI yaitu ROH KUDUS alias Roh Tuhan yang Diam dalam diri orang2 percaya.

    3. Tuhan menciptakan Alam semesta beserta isinya dalam 6 Hari LITERAL. Dinosaurus datang dari makhluk2 yang diciptakan Tuhan. Yang pasti kita tidak tahu berapa lama Alam semesta telah ada sejak Hari Penciptaan sampai pada saat Manusia jatuh ke dalam dosa, itu masanya berapa lama, tidak ada yang tahu. Satu lagi, Teori Menentukan Umur Fosil masih debatable. Baca http://dedewijaya.blogspot.com/2010/06/menyingkap-kebohongan-teori-umur-bumi.html

    Alkitab mengajarkan IMAN TANPA PERBUATAN adalah MATI, alias IMAN sudah selayaknya tampak dalam PERBUATAN BAIK.
    2Ti 3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
    2Ti 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
    2Ti 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
    2Ti 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

    Efe 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
    Efe 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
    Efe 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

  33. Rudy T
    18 Juni 2011 pukul 5:45 AM

    @dede : Seperti yang saya duga, apa yang akan anda katakan adalah apa yang akan anda catut dari Alkitab…^^

    1. TUHAN adalah ROH, memang betul sekali…kalo seandainya TUHAN adalah Roh dari Seluruh Alam Semesta yang tanpa bentuk dan fisik, apakah anda percaya ?

    2. Seperti yang saya katakan sebelumnya, anda hanya bisa membaca Alkitab tapi tidak mendalami apa makna dari Alkitab tersebut…contoh nyontek Alkitab ada pada perkataan-perkataan anda tersebut diatas :

    – BANTAHAN anda :
    ” Namun keselamatan ternyata bukan karena AMAL/DHARMA atau perbuatan baik seseorang, tapi melalui iman dan percaya kepada Jalan Keselamatan yang disediakan Tuhan melalui ANAK DOMBA YAHWEH yang dikorbankan untuk Penebusan Dosa umat manusia. ”

    – KEYAKINAN anda :
    ” Tit 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. ”

    3. Saya sudah membaca apa yg anda tuliskan disini :
    http://dedewijaya.blogspot.com/2010/06/menyingkap-kebohongan-teori-umur-bumi.html

    Anda mengatakan bahwa ( lagi2 mencatut dari Alkitab )
    “Orang Kristen mula-mula teguh pada kepercayaan bahwa manusia ada di bumi sejak 5,000 – 6,000 tahun SM, menurut Alkitab Perjanjian Lama. Akan tetapi di bawah konsep evolusi, pemahaman umur bumi mulai berubah.”

    Seandainya meyakini bahwa manusia ada dibumi sejak 5,000-6,000 tahun SM, dan menyangkal konsep evolusi….pertanyaannya adalah Kenapa di Alkitab Perjanjian Lama tidak disebutkan adanya kehidupan ttg binatang berbadan gede tersebut ?

    Tentu saja Tuhan hanya menciptakan Adam dan Hawa, seandainya pada dalam 6 hari tersebut Tuhan juga menciptakan Dinosaurus, tentunya sampai sekarang ini jejak manusia tidak akan ada karena pada saat itu Adam dan Hawa sudah ditelan oleh Dinosaurus.

    AMAL adalah PERBUATAN BAIK
    DHARMA adalah Hukum/Aturan atau Jalan Kebenaran Agama Buddha dimana para umat Meyakini/Menjalankan Dhamma, tentu saja bisa dikatakan sama dengan IMAN.

    DHAMMA harus dilandasi oleh PERBUATAN BAIK dan sebaliknya, tanpa keseimbangan tersebut maka DHAMMA dan PERBUATAN BAIK yang sia2.

    Seperti juga dengan yang anda tulis ( dari ALKITAB )
    “Alkitab mengajarkan IMAN TANPA PERBUATAN adalah MATI, alias IMAN sudah selayaknya tampak dalam PERBUATAN BAIK.”

    Tetapi apa yang anda katakan semua diatas adalah hanya meyakini IMAN dalam Ajaran YESUS KRISTUS dan menyangkal DHAMMA ( IMAN ) Agama Buddha….padahal adalah sama saja ^^

    Apakah ada yang perlu dikatakan lagi, mencemooh agama lain sedangkan INTI ajaran-Nya adalah SAMA ?

    Sungguh disayangkan bahwa semua perkataan anda hanya bisa mencontek Alkitab, bukan dari HATI ( IMAN ) anda sendiri.

    Terima Kasih
    Sadhu3x

  34. N.S.
    18 Juni 2011 pukul 4:37 PM

    Dede ga baca pertanyaan ogut kah?

    1. Jika untuk selamat dan masuk kerajaan surga hanya lewat percaya ama Tuhan ente, yg sekaligus katanya maha pencipta + maha tahu, maka sangat kasihan mereka yang Tuhan ciptain di wilayah yang tidak mengenal “kabar kerajaan Tuhan”.. (suku2 terasing misalnya). Jadi Tuhan “maha adil” ini ciptain mereka sekaligus juga bikin kondisi mereka ga kenal “kabar gembira kerajaan Tuhan” seumur2. Kan Tuhan “maha pencipta, so pasti yg bikin kondisi gini Tuhan juga dong? Masa Setan? Masa Tuhan KALAH ama Setan?

    Tambahan:
    2. Tuhan kan katanya “maha adil”, “maha tahu”, maha pencipta”. Trus knapa Dia ciptain Hitler? Ga tahu kalo tuh ciptaan dia bakal ngebunuh banyak orang? (Ga maha tahu dong?) Atau tahu tapi ga bisa mencegah? (ga “maha kuasa” dan ga “maha penyayang” dong, masa ga bisa ngetur ciptaan sendiri n ga sayang ama korban2nya Hitler?)

    3. Crita dongeng adam dan hawa tuh jelas ga masuk akal… Anaknya cowok dua orang kan (Kain n Habel)? koq bisa ada anak lagi? married ama sapa tuh mreka? Ama nyokap sendiri?

  35. brewok
    20 Juni 2011 pukul 12:48 PM

    artinya yg merasa keturunan adam dan hawa itu anak haram. penikahan sedarah itu akan merusak GEN, akibatnya adalah cacat permanen, makanya gak heran yg merasa keturunannya pada cacat mental, gak bisa berpikir dengan logis, mau2nya terima dongeng yg banyak cacatnya sebagai kebenaran…. kasih yg kasihan

  36. orang sinting
    20 Juni 2011 pukul 12:52 PM

    gw sedang membayangkan, adam dan hawa itu org negro, lalu keturunannya itu negro, chinese, india, melayu…. kok kyak orang selingkuhan sana sini yaaa,,, bisa menghasilkan berbagai ras, kebanyang juga nnt klo istri dede melahirkan anak negro amerika…. curiga gak ya dede sama istrinya wkkkkk

  37. 21 Juni 2011 pukul 8:17 AM

    hahaha, OS pastinya keturunan Planet Ape (Planete wong apes) alias Generasi ke sekian dari Monyet ala Teori Evolusi.

  38. N.S.
    21 Juni 2011 pukul 9:24 AM

    dedewijaya :

    hahaha, OS pastinya keturunan Planet Ape (Planete wong apes) alias Generasi ke sekian dari Monyet ala Teori Evolusi.

    (-_-“) sejak kapan sih teori evolusi itu manusia berasal dari monyet?
    tamat SMP ga seh?

    http://www.pbs.org/wgbh/evolution/library/faq/cat02.html
    http://www.abovetopsecret.com/forum/thread592107/pg1

    kalo denger statement sesuatu yg berhubungan dengan ilmiah, pls cross check dengan literature yg ada. pantesan aja masih percaya dongeng2 ga jelas macam adam hawa itu… belajar berpikir logis dong…

    btw, koq 3 pertanyaan ogut ga dijawab?

  39. orang sinting
    21 Juni 2011 pukul 12:45 PM

    dede, kena gak berani munculin comment saya tetang tuhan elu yang bikin jebakan. payahhhh GEN rusak gak bisa berpikir dgn logis, main telan mentah2

  40. orang sinting
    21 Juni 2011 pukul 12:50 PM

    N.S… jgn kecewa, seperti kebanyakan blog umat K, klo tidak bisa jawab ujung2nya posting bro bakalan dihapus… he he heeee

  41. N.S.
    21 Juni 2011 pukul 2:14 PM

    orang sinting :

    N.S… jgn kecewa, seperti kebanyakan blog umat K, klo tidak bisa jawab ujung2nya posting bro bakalan dihapus… he he heeee

    iya nih.. kecewa… cemen banget si dede..
    gimanalah mau mewartakan atau mengajak orang ke “jalan benar” kalo ditanya dikit aja ga jawab2…
    *masibanyaknehcadanganpertanyaanogut

  42. Rudy T
    22 Juni 2011 pukul 6:46 AM

    dedewijaya :

    Orang sesat, keterbalikan dengan anda, saya dulu pemeluk konghucu dari lahir ikut mama, papa budha. Namun saya bersyukur karena kasih karunia Tuhan saya diselamatkan dan menjadi seorang Kristen, pengikut Yesus Kristus. Saya yakin orang2 Kristen pasti akan menuju Nirwana sekiranya Tuhan, Surga dan Neraka tak pernah ada, Karena banyak berbuat baik/dharma. Bukan begitu??? Namun keselamatan ternyata bukan karena AMAL/DHARMA atau perbuatan baik seseorang, tapi melalui iman dan percaya kepada Jalan Keselamatan yang disediakan Tuhan melalui ANAK DOMBA YAHWEH yang dikorbankan untuk Penebusan Dosa umat manusia. Semua manusia TELAH berbuat Dosa dan telah kehilangan KEMULIAAN Tuhan. Untuk itulah saya merasa sangat beruntung ketika menjadi Kristen dan diselamatkan.

    Kong Hu Chu adalah kepercayaan nenek moyang suku chinese, yg notabene hanya memohon dan memasang dupa, tidak ada pembimbing dan tidak ada Ajaran Kebenaran serta Larangan.

    TUHAN = Apakah itu TUHAN ? Karena Pak Dede hanya menjawab setengah2, mari saya bantuk Pak Dede menjawabnya. ( Padahal yang menanyakannya adalah SAYA…hahahah…kasihan, kasihan, kasihan…)

    1. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal.

    2. 1 Korintus 3:16 = Setiap tubuh orang Kristen adalah Bait Suci tempat tinggal Roh.

    Persamaan :
    Agama Buddha : “Buddha adalah Aku, Aku adalah Buddha”
    disini dijelaskan bahwa Setiap manusia mempunyai sifat Buddha dan bisa menjadi seorang Buddha hanya dengan pembinaan diri yang sempurna dan hidup di Surga Nirvana tanpa harus terlahirkan kembali di alam yg penuh penderitaan.. Tanpa pembinaan diri dgn Ajaran Buddha maka manusia akan selalu menjalankan tumimbal lahir di alam penderitaan.

    Agama Kristen : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:1-6)

    Menurut saya yang dimaksud “AKU” adalah “Ajaran-Nya”, bukan sosok “Yesus Kristus”

    Persamaan lainnya dalam kedua agama ini :
    Agama Buddha : KARMA/SEBAB-AKIBAT ” Sesuai dengan benih yang ditanam, itulah buah yang akan Anda peroleh. Pelaku kebaikan akan mengumpulkan kebaikan. Pelaku keburukan, memperoleh keburukan. Jika Anda menanamkan benih yang baik, maka Anda menikmati buah yang baik.” (Samyutta Nikaya I, 227).

    Agama Kristen : Hukum Tabur-Tuai.

    diatas hanya contoh sederhana dari persamaan kedua Ajaran, masi banyak persamaan lainnya…mungkin menjadi PR bagi Pak Dede utk menemukan persamaan-persamaan lainnya, dimana Pak Dede bisa menilai Agama Buddha yang menjelaskan lebih mendalam dan lebih tua masanya daripada Agama Kristen.

    3. Karya Roh di dalam kehidupan seseorang dipercayai akan memberikan hasil-hasil yang positif, yang dikenal sebagai Buah Roh. ( dalam arti seperti PERBUATAN BAIK dan PERBUATAN POSITIF lainnya )

    4. Galatia 5:22-23 = Rasul Paulus mengajarkan bahwa seorang pengikut Kristus haruslah dapat dikenali melalui buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri ( Semua yang dimaksud adalah PERBUATAN BAIK ).

    Sungguh ironis, Alkitab dibuat bersusah payah tetapi umatnya hanya bisa membacanya saja.

    Sadhu3x

  43. lth
    25 Juni 2011 pukul 2:10 AM

    dedewijaya :

    Orang sesat, keterbalikan dengan anda, saya dulu pemeluk konghucu dari lahir ikut mama, papa budha. Namun saya bersyukur karena kasih karunia Tuhan saya diselamatkan dan menjadi seorang Kristen, pengikut Yesus Kristus. Saya yakin orang2 Kristen pasti akan menuju Nirwana sekiranya Tuhan, Surga dan Neraka tak pernah ada, Karena banyak berbuat baik/dharma. Bukan begitu??? Namun keselamatan ternyata bukan karena AMAL/DHARMA atau perbuatan baik seseorang, tapi melalui iman dan percaya kepada Jalan Keselamatan yang disediakan Tuhan melalui ANAK DOMBA YAHWEH yang dikorbankan untuk Penebusan Dosa umat manusia. Semua manusia TELAH berbuat Dosa dan telah kehilangan KEMULIAAN Tuhan. Untuk itulah saya merasa sangat beruntung ketika menjadi Kristen dan diselamatkan.

    1. Knape nggak elo aja yang “dikorbankan” untuk penebusan dosa2 sehingga Anda akan merasa paling beruntung karena berkorban untuk orang banyak?

    2. Emang klo sudah berkorban itu manfaatnya apa’an ?

    3. Anda telah merasa beruntung dan di-selamat-kan, Emang kalo sdh begitu Anda tidak pernah menderita untuk umur tua, sakit, mati ?
    Apakah Anda pernah sakit? Apakah sakit itu menderita? Tidak mengeluh dan berucap haleluyah Tuhan memberi sakit ini kepadaku?

    Apakah Anda akan mengalami pernah umur tua? Apakah umur tua itu menderita? Tidak mengeluh dan berucap haleluyah Tuhan memberi umur tua ini kepadaku?

    Apakah Anda akan mengalami mati? Apakah mati itu menderita? Tidak mengeluh dan berucap haleluyah Tuhan memberi mati ini kepadaku?

  44. N.S.
    25 Juni 2011 pukul 4:00 PM

    yang punya blog kabur neh… besok minggu blajar dulu di morning school, tanyakan tuh isi kitab suci sebelum kita yang nanyain..

    clue: nonton Religulous dulu biar bisa ketawa2 sebentar sebelum jawab pertanyaan disini
    http://en.wikipedia.org/wiki/Religulous

  45. 25 Juni 2011 pukul 6:13 PM

    sy kira dgn memberi tahu info buku from buddha to yesus ,ia telah mengerti ttg agama buddha yg sesungguhnya ,perlu sy luruskan konsep buddha tetap konsep buddha ,konsep kristen tetap kristen jd jgn di campur adukan ,jgn menjelaskan agama buddha dgn memakai istilah / bahasa dlm ajaran kristen ,krn ini akan mengkabur arti yg sebenarnya dan yg ada hanya jadi salah persepsi .contoh jika ingin memberi pemahaman ttg agama buddha jgn mengunakan istilah iman ,dosa dll ,krn dlm agama buddha istilah iman tidak digunakan ,dan istilah dosa dlm agama buddha dan agama kristen sangat berbeda ,agama kristen memahami kata dosa sbg perbuatan tidak baik ,/ hal tidak baik yg dilakuan masa lalu ,sedangkan agama buddha memahami dosa dgn kebencian.

    catatan ,dgn hanya anda belajar agama buddha dr teman anda bukan berarti anda benar benar mengerti agama buddha tersebut ,apalagi blm tentu tmn anda adalah pakar dr agama buddha ,untuk mengerti suatu agama hal yg pertama yg harus dilalui adalah dgn membaca kitab sucinya yaitu tipitaka ,ada banyak kok di toko buku yg menjual bagian dr tipitaka yaitu sutta / kotbah dr sang buddha semasa hidupnya ,atau anda bisa membacanya di perpustakaan vihara atau meminjam dgn teman anda yg benar benar mendalami agama buddha

  46. 25 Juni 2011 pukul 6:32 PM

    menurut agama buddha ,siapapun yg percaya / tidak dgn agama buddha jika ia selalu berbuat baik tentu ia pasti masuk surga / alam dewa .tapi sebaliknya siapapun bagi yg percaya / tidak percaya jika ia berbuat tidak baik maka salah satu dari alam penderitaan yaitu neraka akan terbuka lebar .menurut agama buddha kebenaran tetap kebenaran ,ya memang begitulah adanya ,ia tak peduli anda percaya / tidak ,amatlah tidak adil dan tidak masuk akal jika bagi yg percaya itulah sebuah kebenaran dan bagi yg tidak percaya itu bukan kebenaran .
    jadi jika ia suka membunuh ,mencuri dst walaupun ia tidak percaya maka ia akan tetap masuk pada salah satu alam penderitaan yaitu neraka . apalagi ia percaya .hal ini jg berlaku meskipun ia percaya / tidak percaya kepada sang buddha .

    satu lagi surga dgn nirwana / nibbana jelas sekali beda ,tak cukup seorang yg baik akan merealisasikan nibbana ,butuh pencapaian tingkat kesucian baru itu akan terwujud

  47. 26 Juni 2011 pukul 11:27 AM

    dedewijaya :

    Seharusnya BUDDHA seperti judul buku INGGRISNYA menulis From BUDDHA to JESUS. Setahu saya ya, ada Mahayana, Hinayana, Maitreya, Praba, Theravada, Zen Buddhism, dll. Cukup banyak pastinya aliran-aliran dalam Agama Buddha. Beberapa teman dekatku ada yang beragama Buddha. Dalam Alkitab, tidak mengenal konsep/ajaran/doktrin tentang REINKARNASI, yang ada INKARNASI Sang Firman YAHWEH yaitu Tuhan YESUS menjadi seorang ANAK MANUSIA.

  48. orang sinting
    26 Juni 2011 pukul 11:42 AM

    dedewijaya :

    Seharusnya BUDDHA seperti judul buku INGGRISNYA menulis From BUDDHA to JESUS. Setahu saya ya, ada Mahayana, Hinayana, Maitreya, Praba, Theravada, Zen Buddhism, dll. Cukup banyak pastinya aliran-aliran dalam Agama Buddha. Beberapa teman dekatku ada yang beragama Buddha. Dalam Alkitab, tidak mengenal konsep/ajaran/doktrin tentang REINKARNASI, yang ada INKARNASI Sang Firman YAHWEH yaitu Tuhan YESUS menjadi seorang ANAK MANUSIA.

    itu setau ente yg dna yg rusak tp ngaku2 lahir dari keluarga buddhis n konghucu
    setau ane yg yg DNA nya normal tidak ada yg namanya aliran Hinayana, Maitreya, Praba. Hanya ada tiga aliran (cari saja sendiri ), Zen itu bagian dari salah satu dari 3 aliran itu (cari sendiri )
    klo gak tau mending tutup mulut aja drpada ketahuan otaknya gimana

  49. john lennon
    27 Juni 2011 pukul 1:01 PM

    Selama dalam konteks “untuk kalangan sendiri” menurutku tidak masalah, kalian mau bilang budha itu iblis, bajingan, masuk neraka tingkat akhir abadi, dll & Yesus itu juruselamat, tritunggal, paling agung, mulia, bla.. bla.. bla..

    Tapi kalau sudah kebablasan buku2 propaganda semacam ini & parahnya saya pernah melihat beberapa buku semacam ini beredar luas n bebas di toko buku besar seperti Gramedia, dsb. Hal tersebut sepertinya si penerbit dapat diajukan tuntutan hukum mengenai penistaan agama (KUHP pasal 156 (a) penistaan dan penodaan agama).

    Satu hal lagi teori buku2 propaganda maupun kesaksian yang sudah pernah saya baca sangat dangkal, penuh dusta & mengada-ada. Bila mencari umat baru, tidak beranikah kalian para missionaris atau semacamnya datang langsung ke vihara2, forum, organisasi buddhist berdebat terbuka dengan mereka, dan Kristenisasikan saja terang-terangan, kami yang sesat ini membuka pintu lebar2 bagi kalian. Daripada dibelakang menjadi pecundang membuat teori2 propaganda versi kalian sendiri.

    Semoga Semua Mahluk Berbahagia

  50. Buddha's disciple
    29 Juni 2011 pukul 3:48 AM

    Sang Buddha dalam Udumbara Sutta yang mengatakan :
    “Aku tidak mengajar untuk menjadikanmu sebagai murid-ku, Aku tidak tertarik untuk membuatmu menjadi murid-ku, Aku tidak tertarik memutuskan hubunganmu dengan gurumu yang lama, Aku bahkan tidak tertarik untuk mengubah tujuanmu , karena setiap orang ingin lepas dari penderitaan . Cobalah apa yang telah kutemukan ini , dan nilailah oleh dirimu sendiri, Jika itu baik bagimu , terimalah. Jika tidak , janganlah engkau terima”.

  51. Buddha's disciple
    29 Juni 2011 pukul 8:09 AM

    Pandangan Sang Buddha mengenai ada tidaknya pencipta alam semesta :

    Apabila, O para bhikkhu, para makhluk mengalami penderitaan dan kebahagiaan sebagai hasil atau sebab dari ciptaan Tuhan (Issara-nimmanahetu), maka para Nigantha (petapa telanjang) ini tentu juga diciptakan oleh satu Tuhan yang jahat/nakal (Papakena Issara), karena mereka kini mengalami penderitaan yang sangat mengerikan.”
    (Devadaha Sutta, Majjhima Nikaya 101, Tipitaka Pali).

    Dengan mata, seseorang dapat melihat pandangan memilukan; Mengapa Brahma itu tidak menciptakan secara baik? Bila kekuatannya demikian tak terbatas, mengapa tangannya begitu jarang memberkati? Mengapa dia tidak memberi kebahagiaan semata? Mengapa kejahatan, kebohongan dan ketidak-tahuan merajalela? Mengapa memenangkan kepalsuan, sedangkan kebenaran dan keadilan gagal? Saya menganggap Brahma adalah ketidakadilan. Yang membuat dunia yang diatur keliru.” [Bhuridatta Jataka, Jataka 543]

  52. 30 Juni 2011 pukul 11:01 AM

    N.S, bukan Morning School, namun Sunday School (Sekolah Minggu) hehehe… tidak kabur kok, lagi mengamati diskusi kalian:)

  53. 30 Juni 2011 pukul 11:12 AM

    @Lth, mari kita renungkan jawaban ini:
    1. Saya tidak BISA dikorbankan, karena saya SUDAH BERDOSA, harus Orang yang TIDAK PERNAH berbuat DOSA lah yang bisa diKORBANKAN menjadi Pengganti/Penebus, tentu karena semua MANUSIA sudah BERDOSA dihadapan Tuhan YAHWEH karena Adam dan Hawa nenek moyang kita yang ada dalam cerita-cerita berbagai suku-suku bangsa di dunia termasuk suku-suku di Papua, SUDAH BERBUAT DOSA, sehingga seluruh umat Manusia dihadapan Tuhan Semesta Alam dalam posisi ORANG BERDOSA. Hanya Firman Tuhan yang menjelma atau INKARNASI menjadi seorang bayi manusia itu lah yang LAYAK menjadi PENEBUS DOSA alias JURUSELAMAT DUNIA.

    2. Pengorbanan yang dilakukan SANG JURUSELAMAT yaitu Tuhan Yesus Kristus alias Anak Domba YAHWEH, membuat Hubungan Manusia dengan PENCIPTA menjadi TERSAMBUNG alias Terjalin kembali, sehingga MANUSIA TIDAK BINASA alias MATI KEKAL di Neraka namun bersama-sama dengan Pencipta di SURGA yang MULIA bagi siapa yang mau Percaya dan Menerima SANG PENEBUS yaitu Juruselamat Dunia itu.

    3. Semua manusia yang telah jatuh ke dalam DOSA, cepat atau lambat akan mengalami kematian Fisik, Sakit, dll karena BUMI/TANAH sudah DIKUTUK. Alkitab berkata Tuhan dapat menggunakan berbagai cara untuk MENGHAJAR anak-anak-Nya termasuk lewat sakit-penyakit, kematian, penderitaan, dll. Kita tahu sekarang bahwa Tuhan turut bekerja dalam SEGALA SESUATU untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi mereka yang MENGASIHI DIA.

    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

    Jadi dalam SUKA dan DUKA, Alkitab mengajarkan MENGUCAP SYUKURLAH dalam SEGALA HAL, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Ada AMIN sdr. lth?

    Amitabha! Shallom Aleikheim!

  54. 30 Juni 2011 pukul 11:31 AM

    Beberapa hal yang anda sebutkan tentang Hukum Tabur Tuai saya AMINKAN! namun masih banyak Hukum-Hukum yang lain yang tentunya akan sangat berbeda dengan pengajaran Sidharta Gautama. Mahatma Gandhi hampir saja menjadi seorang Kristen, karena beliau begitu mengagumi Pengajaran Yesus tentang KHOTBAH DI BUKIT yang bisa anda baca di Matius pasal 5, sayang dia didiskriminasi penjajah Inggris sehingga warga India itu tidak boleh masuk ke dalam Gereja.

    Kekristenan sesungguhnya juga menekankan AMAL BAIK atau PERBUATAN BAIK atau apa pun sebutannya, seperti yang Rasul Paulus sampaikan kepada Anak Rohaninya, Timotius, dalam 2 Timotius 3:14-17
    2Ti 3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
    2Ti 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
    2Ti 3:16 Semua kitab diilhami Tuhan dan bermanfaat untuk pengajaran/doktrin, untuk teguran, untuk perbaikan, untuk pendidikan dalam kebenaran,
    2Ti 3:17 sehingga manusia ilahi dapat menjadi cocok untuk setiap pekerjaan/perbuatan yang baik, karena telah disempurnakan.

    oh ya Rudy, anda berusaha memahami ketika Yesus berkata AKULAH JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP, sebagai AJARANNYA, saya pikir anda keliru, mari lihat dan baca ALKITAB, dalam Injil Yohanes ada setidaknya 7 kali Yesus menggunakan kata: AKULAH….. Yoh 8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.”

    AKULAH TERANG DUNIA,
    Yoh 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
    Yoh 9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”

    AKULAH PINTU,
    Yoh 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
    Yoh 10:7 Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.

    AKULAH KEBANGKITAN dan HIDUP,
    Yoh 11:25 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

    AKULAH GEMBALA YANG BAIK,
    Yoh 10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; Yoh 10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

    AKULAH ROTI HIDUP,
    Yoh 6:35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Yoh 6:48 Akulah roti hidup.
    Yoh 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

    AKULAH POKOK ANGGUR yang BENAR,
    Yoh 15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

    AKULAH JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP, Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
    Yesus bukan hanya PENUNJUK JALAN seperti Sidharta Gautama, Muhammad, dll, Lebih dari itu YESUS itulah JALAN, dan bahkan SATU-SATUnya JALAN menuju Tuhan YAHWEH.

    AKULAH GURU dan TUHAN, Yoh 13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

    Undangan Tuhan Yesus Kristus bagi saya, Rudy dan para pembaca: Marilah datang kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan MEMBERI KELEGAAN bagimu. (Matius 14:28)

    Mat 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
    Mat 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    Mat 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

    Mat 11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

  55. 30 Juni 2011 pukul 11:33 AM

    @OS dan NS, komentar yang saya hapus adalah yang berisi “Kata-kata Mutiara yang Tidak Pantas yang tanpa Argumen”. Saya yakin anda pun tidak mau membaca itu untuk diri anda:) hehehe

  56. 30 Juni 2011 pukul 11:34 AM

    @OS, komentar yang saya hapus adalah yang berisi “Kata-kata Mutiara yang Tidak Pantas yang tanpa Argumen”. Saya yakin anda pun tidak mau membaca itu untuk diri anda:) hehehe

  57. 30 Juni 2011 pukul 11:44 AM

    @NS, bertemu lagi kita, Salam… Mari kita renungkan jawabannya
    1. Baca jawaban pertanyaanmu ke artikel saya yang ini
    2. Tuhan menciptakan Manusia pada mulanya SUNGGUH AMAT BAIK, namun MANUSIA dan MALAIKAT yang Tuhan ciptakan diberi KEHENDAK BEBAS (FREE WILL) atau kemampuan untuk TAAT atau TIDAK TAAT, alias bukan ROBOT yang HARUS MANUT apa kata PROGRAMMER ROBOT. Jadi kita tahu bahwa manusia ternyata BERDOSA, DOSA masuk ke dalam DUnia melalui Adam dan Hawa, maka keturunannya ada yang seperti Hitler, seperti Gandhi, seperti Anda, dan seperti Saya. Tuhan Maha Kuasa, Dia juga MAHA ADIL maka ada PENGHAKIMAN, ada SURGA dan NERAKA, Dia juga MAHA TAHU, terkesan Tuhan membiarkan ya:) tidak semua hal harus kita MENGERTI mengenai TINDAKAN PEMBIARAN TUHAN, namun ingat, kalo TUHAN masih memberi WAKTU BERTOBAT dalam MASA KESABARAN Tuhan, maka Bersyukurlah, jika tidak, siap-siap saja AIR BAH, SODOM dan GOMORA diHANCURKAN, Api NERAKA dan PENGHAKIMAN menunggu, SAkit-penyakit dan Kemalangan bisa datang sebagai hukumannya. Kita Tahu Hitler akhirnya BUNUH DIRI dan KALAH.

    3. Alkitab TIDAK PERNAH MENGATAKAN bahwa ADAM dan HAWA HANYA punya 2 ANAK, anda baca Alkitab yang mana?
    Coba baca yang berikut:
    Kej 5:1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
    Kej 5:2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
    Kej 5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
    Kej 5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
    Kej 5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.

    Jika anda mau, silahkan beli dan baca buku saya, saya ada membahas beberapa pertanyaanmu. Salam Narendra Saputra.

  58. 30 Juni 2011 pukul 11:53 AM

    @lth, pdf yang mana, kalo yang beyond belief anda bisa download di internet, coba search om google.

  59. darma
    1 Juli 2011 pukul 6:10 AM

    saya tdk mengerti sama sekali tentang buddha karena saya bukan dari latar belakang budda namun melihat debat yg begitu seru saya memberikan /www.bibleprobe.com/buddhatoldofjesus2.htm utk dibaca, mengenai percakapan antara seorang rahib Hindu dan sang Buddha.

  60. lth
    2 Juli 2011 pukul 2:56 AM

    dedewijaya :

    @Lth, mari kita renungkan jawaban ini:
    1. Saya tidak BISA dikorbankan, karena saya SUDAH BERDOSA, harus Orang yang TIDAK PERNAH berbuat DOSA lah yang bisa diKORBANKAN menjadi Pengganti/Penebus, tentu karena semua MANUSIA sudah BERDOSA dihadapan Tuhan YAHWEH karena Adam dan Hawa nenek moyang kita yang ada dalam cerita-cerita berbagai suku-suku bangsa di dunia termasuk suku-suku di Papua, SUDAH BERBUAT DOSA, sehingga seluruh umat Manusia dihadapan Tuhan Semesta Alam dalam posisi ORANG BERDOSA. Hanya Firman Tuhan yang menjelma atau INKARNASI menjadi seorang bayi manusia itu lah yang LAYAK menjadi PENEBUS DOSA alias JURUSELAMAT DUNIA.
    Amitabha! Shallom Aleikheim!

    menurut yang Anda tuliskan adalah: Anda telah berdosa sehingga Anda tidak layak dikorbankan?

    kalau boleh tau dosa apa sehingga Anda tidak layak dikorbankan?
    kalau Anda masi bayi blm mengerti apa2, apakah itu jauh lebih baik karena Anda belum melakukan DOSA?

    Atau Anda sejak bayi merah sudah berdosa?

    Yang kami mengerti tentang DOSA adalah perbuatan buruk / salah yg ditidak direstui olehNya, apakah benar begitu ?

  61. 2 Juli 2011 pukul 4:22 AM

    @ Dear All my Buddhis fellows : Apa yang dapat ditawarkan oleh ajaran Buddha dalam hidup manusia? Perbuatan baik?Semua agama memilikinya!!! Yang menjadi pertanyaan adalah “apakah perbuatan baik cukup untuk ” dapat mengatasi problem penderitaan manusia? Apakah tujuan dan arti hidup manusia dibumi ini? Apakah manusia hanya terdiri dari 5 skandha saja, setelah mati dia tidak memiliki jati dirinya lagi(anatta) ibarat lilin yang habis terbakar? Apakah manusia selama hidupnya tidak pernah berbuat salah? Apakah setelah menjadi seorang pengikut Buddha apakah hidupnya terbebas dari perbuatan yang dapat menimbulkan kamma(karma) buruk lagi? Aliran Buddha Theravada mengajarkan bahwa setiap orang bertanggungjawab atas diri sendiri, apa yang dia tabur itu yang dituainya(hukum sebab musabab kamma/ karma). Setiap orang harus berusaha sendiri untuk mencapai kebuddhaan. Sanggupkah manusia melakukan itu? Untuk mencapai kebuddhaan menurut ajaran Buddha, dia perlu dilahirkan terus-menerus. Jika ditumpukan tulang-belulang yang dihasilkan oleh lahir-mati calon buddha itu bisa setinggi gunung himalaya dan kebajikannya melebihi jumlah tetesan air samudera. Karena kemustahilan hal-hal tersebut dilakukan maka aliran Buddha Mahayana mengajarkan perlunya “Sang Juru Selamat” agar setelah manusia meninggal bisa melakukan meditasi(siu hen) pada suatu tempat yang disebut ‘sorga barat=Shi Tien, sorga tusitta) itulah yang diajarkan oleh pengikut Buddha Amitabha. Selain perlunya pertolongan dari para bodhisattva( contohnya Dewi Kwan Im atau Avalokitesvara, Maitreya, Kwang Kong= Dewa Perang dll), para pengikut aliran Mahayana juga dianjurkan untuk banyak membaca paritta-parrita( doa-doa mantera) dan memperdengarkan nama-nama Buddha. Dari aliran Buddha Mahayana inilah lahir berbagai aliran yang memakai simbol-simbol Buddha dan istilah-istilah Buddha, namun isi ajarannya sangat jauh berbeda dari ajaran Buddha Gautama. Ada aliran Buddha Maitreya( Lau Bu Nio) walaupun Bodhisatva Maitreya belum lahir jadi Buddha, namun pengikut-pengikut telah mengangkatnya menjadi Buddha, ada aliran Zen Buddha di China, Nichiren Soshu dari Jepang, Buddhisme Tibet atau Trantrayana/ Vajrayana dll. Jika kita lihat maka pemahaman ajaran Buddha terbagi menjadi dua ; 1) Tidak perlu juruselamat dan 2) perlu seorang juru selamat, mana yang mau diikuti? Terserah para pengikutnya yang menentukannya.
    Namun bagi saya yang dulunya pengikut Buddha, saya harus memilih jalan yang lain.
    Dibawah ini ada artikel yang pernah saya tulis, mengapa saya perlu juru selamat yang lain, yang ajarannya konsisten dan dapat dipercaya……..Judul karangan saya, “Just be Good, Everyone can go to Heaven……”

    Banyak sahabat, teman bisnis yang berasal dari kalangan Buddhis yang pernah mengatakan kepada saya, “Dalam hidup ini kita cuma perlu berbuat sebanyak mungkin kebaikan, maka semua kehidupan kita akan menjadi baik dan lancar – jika kita mati, maka sorga menjadi tempat hunian kita.”
    Ada yang mengatakan, ” Jika Anda pernah melakukan sesuatu yang salah, maka berbuatlah sebanyak mungkin kebajikan, ibarat satu sendok garam kejahatan TIDAK ada rasa asinnya( tidak ada artinya, no impact) didalam sebuah sungai kebajikan yang telah Anda lakukan”. Ada yang mengatakan, ” Just be good, setiap orang bisa ke sorga, Just be good, setiap orang bisa menjadi Buddha!”. ” Ooooh gitu ya, siapakah yang mengatakannya seperti itu padamu?” tanya saya. Maka sahabat baik saya itu akan menjawab dengan polos, guru spritualnya. Apakah manusia cukup baik untuk bisa ke sorga dengan segala kemampuannya dengan berbuat baik?

    Saya teringat dalam kisah Ambapali seorang wanita pelacur yang tercatat dalam Therigatha sutta (sutta ini hanya terdapat dalam Tipitaka Therevada, tidak ada dalam sutta/ sutra aliran Mahayana), dimana Sang Buddha Siddharta Gotama menjelaskan kepada muridnya bahwa penyebab Ambapali terlahir sebagai pelacur karena pada zaman Buddha Sikhi, Ambapali pernah menjadi seorang bikkhuni yang telah mencapai kesucian Arahanta/ Arahat, pernah sekali waktu, karena dia terburu-buru datang ke wihara(cetya) untuk mendengarkan wejangan Sang Buddha Sikhi, saat dia sampai pada pintu gerbang Wihara, dia melihat ada yang meludahi didekat pintu masuk wihara, karena kesal dia bercelutuk, ” Siapakah pelacur yang telah meludahi tempat ini?” Akibat perkataan tersebut, dia dihukum dineraka dan setelah itu dia harus bertumimbal lahir/ berinkarnasi sebanyak 10.000 ( sepuluh ribu) kali kehidupan sebagai seorang wanita pelacur!!!! Dan terakhir kalinya dia terlahir sebagai pelacur pada zaman Buddha Gotama. Jika kita lihat hukum kamma/ karma yang terjadi pada Ambapali yang karena tidak menjaga mulut dan kesucian hatinya, dia yang hanya mengoceh, belum dalam bentuk tindakan nyata, dia harus mengalami penderitaan demikian hebat!!!! Bagaimana dengan orang-orang yang melakukan berbagai kejahatan, membunuh, melakukan penipuan, berkata tidak jujur, melakukan pencurian, memaki orang, mengejek, menghina dan memandang rendah sesamanya, cakap kotor, berapa kalikah penderitaan yang harus dia pikul dalam lautan samsara(penderitaan) pada setiap kehidupannya seandainya reinkarnasi itu nyata? Orang yang mengatakan, ” Jika Anda pernah melakukan sesuatu yang salah, maka berbuatlah sebanyak mungkin kebajikan, ibarat satu sendok garam kejahatan TIDAK ada rasa asinnya( tidak ada artinya, no impact) didalam sebuah sungai kebajikan yang telah Anda lakukan”. Ada yang mengatakan, ” Just be good, setiap orang bisa ke sorga, Just be good, setiap orang bisa menjadi Buddha!”. Perkataan tersebut kelihatannya menenangkan dan menyemangati hati bagi para pendengarnya. Orang yang mengatakan demikian dan mengajarkan hal tersebut sebenarnya tidak mengerti akan ajaran Buddha tentang hukum Kamma/ Karma dan tidak sesuai dengan pemaparan yang telah diajarkan oleh Buddha Gotama sendiri. Hukum Kamma/ Karma tidak mengenal siapapun Anda, apakah Anda baik, seorang bangsawan, raja/ presiden sekalipun dan banyak berbuat kebaikan, sekali Anda berbuat yang tidak baik, maka Anda akan menerima hukumannya. Hukum Kamma/ Karma adalah hukum alamiah, hukum sebab- akibat. Apa yang Anda tanam itu yang Anda tuai! Menurut saya, manusia tidak selamanya terus bisa berbuat baik, ada kalanya dia bisa kilaf/ salah. Sebaik apapun Anda melakukan ajaran Dhamma/ Dharma, Anda tidak terlepas/ terbebas dari kelemahan manusia. Meditasi memang salah satu jalan agar manusia bisa terhindar dari perbuatan yang tidak baik, namun kita tidak selamanya dapat dan tanpa hentinya bermeditasi terus. Dulu saya telah melakukan semua ajaran Buddha tanpa henti-hentinya dengan harapan saya bisa terbebas dari penderitaan hidup, terlepas dari mata rantai samsara, namun hati nurani saya mengatakan itu tidak mungkin bisa Anda lakukan! Kalo gitu siapakah yang bisa menolong saya yang celaka ini? Buddha Gotama bilang, yang bisa menolong saya adalah saya sendiri! Buddha hanya memberi petunjuk, sayalah yang menjalankannya. Haaa???? Saya???!!! Siapakah saya???? Manusia celaka yang pernah berbuat salah ini??? Akhirnya logikaku yang harus berpikir siapakah yang dapat menolong saya??? Buddha tidak, Brahma tidak, Konfusius juga bukan. Bagaimana dengan Lao Tze?. Ternyata Lao Tze memberikan secercah cahaya pengharapan. Lao tze menulis didalam kitab Tao Te Ching yang berisi 5000 huruf kanji dalam bentuk puisi, beliau mengatakan bahwa ada satu pribadi yang menciptakan alam semesta ini termasuk manusia, namun aku (Lao Tze) hanya bisa melihatnya secara samar-samar. Saya tidak tahu siapakah Dia, karena itu saya menyebut-Nya Yang Maha Kuasa. Karena saya tidak tahu nama-Nya, maka dengan terpaksa saya menyebut-Nya “TAO”(道) atau Dào. “Tao ini kelak akan datang mengunjungi manusia, dan Dia mampu mengampuni kesalahan manusia”, tulis Lao Tze(Tao Te Ching Bab 21, Bab 25, Bab 62). Setelah saya banyak membaca kitab suci dari berbagai agama, akhirnya saya menemukan didalam kitab suci orang Kristen dalam bahasa Mandarin, siapa itu TAO. Dalam Yohanes 1 : 1-3; 14 dikatakan : 太 初 有 道,道 与 神 同 在,道 就 是 神。(Taì chū yǒu dào , dào yǔ shén tóng zaì , dào jiù shì shén). Artinya : Pada mulanya adalah Tao (Firman); Tao (Firman) itu bersama-sama dengan Allah dan Tao ( Firman) itu adalah Allah. 这 道 太 初 与 神 同 在。( Zhè dào taì chū yǔ shén tóng zaì). Artinya : Ia (Tao) pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 万 物 是 借 着 他 造 的。凡 被 造 的,没 有 一 样 不 是 借 着 他 造 的。(Wàn wù shì jiè zhe tā zào de . fán beì zào de , méi yǒu yí yàng bú shì jiè zhe tā zào de). Artinya : Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 道 成 了 肉 身 住 在 我 们 中 间, 充 充 满 满 的 有 恩 典 有 真 理 。 我 们 也 见 过 他 的 荣 光, 正 是 父 独 生 子 的 荣 光。( Dào chéng le ròu shēn zhù zaì wǒ men zhōng jiān , chōng chōng mǎn mǎn de yǒu ēn diǎn yǒu zhēn lǐ . wǒ men yĕ jiàn guo tā de róng guāng , zhèng shì fù dú shēng zǐ de róng guāng). Artinya : Tao (Firman) itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa( Allah), penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Setelah saya membaca semua kitab suci didalam Injil Yohanes, maka saya mengerti bahwa Yesus yang merupakan TAO itu sendiri yang juga dibicarakan oleh Lao Tze mampu membayar segala kesalahan manusia termasuk mengampuni segala kesalahan yang pernah saya perbuat. Yesus menyebut diri-Nya sebagai TAO LU 道路 (Jalan Kebenaran), 真理 zhēnlǐ( Kebenaran itu sendiri) dan 生命 shēngmìng ( Sumber hidup) di Yohanes 14 : 6 yang bisa membebaskan manusia dari mata rantai samsara dalam kehidupan saat ini dan di masa yang akan datang. Yesuslah yang akan membimbing manusia untuk bisa sampai ke nirvana/ nibbana( sorga yang terbebas dari belenggu samsara dimana tidak ada lagi penderitaan, isak tangis karena kematian, tidak ada lagi sakit penyakit, tidak perlu lagi manusia kawin dan mengawini, tidak ada lagi haus dan kelaparan, itulah NIRVANA( Nibbana) yang mulia dan sesungguhnya!!!!!!! Anyone can go to heaven by itself? No. But with and through Jesus we can go to heaven by accepted HIM as a Lord and Savior with faith!!

    Semoga semua manusia mengerti kebenaran sesungguh dan terlepas dari belenggu dukkha……

  62. N.S.
    2 Juli 2011 pukul 11:32 AM

    1. Baca jawaban pertanyaanmu ke artikel saya yang ini

    (-_-“) tetep aja tuhan ga tanggung jawab.. masa ditulisan itu tercantum:
    “Sebagaimana ketentuan undang-undang yang telah diumumkan Allah bahwa orang berdosa hukumannya adalah hukuman mati dan akan terpisah dari Allah yang mahasuci, maka tidak ada pilihan lagi bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil selain secepat mungkin memberitakan Injil kepada mereka. Mereka sangat membutuhkan Injil agar secepat mungkin menyelamatkan mereka dari kebinasaan kekal.”

    trus ditutup dengan:

    “Orang yang tidak mendengar Injil tidak bisa dimaafkan, mereka akan masuk neraka, dan kalau anda seorang Kristen lahir baru, engkau turut bertanggungjawab atas tiap-tiap jiwa yang masuk ke Neraka.”

    tuhan bener2 mahluk ga bertanggung jawab, nyiptain orang jauh dari injil, tapi malah nyuruh ciptaan dia yg laen untuk “turut bertanggung jawab”… katanya maha pengasih.. koq ga ada kesian2nya ama tuh suku terpencil? malah nyuruh orang laen buat kesana..

    dedewijaya :

    2. Tuhan menciptakan Manusia pada mulanya SUNGGUH AMAT BAIK, namun MANUSIA dan MALAIKAT yang Tuhan ciptakan diberi KEHENDAK BEBAS (FREE WILL) atau kemampuan untuk TAAT atau TIDAK TAAT, alias bukan ROBOT yang HARUS MANUT apa kata PROGRAMMER ROBOT. Jadi kita tahu bahwa manusia ternyata BERDOSA, DOSA masuk ke dalam DUnia melalui Adam dan Hawa, maka keturunannya ada yang seperti Hitler, seperti Gandhi, seperti Anda, dan seperti Saya. Tuhan Maha Kuasa, Dia juga MAHA ADIL maka ada PENGHAKIMAN, ada SURGA dan NERAKA, Dia juga MAHA TAHU, terkesan Tuhan membiarkan ya:) tidak semua hal harus kita MENGERTI mengenai TINDAKAN PEMBIARAN TUHAN, namun ingat, kalo TUHAN masih memberi WAKTU BERTOBAT dalam MASA KESABARAN Tuhan, maka Bersyukurlah, jika tidak, siap-siap saja AIR BAH, SODOM dan GOMORA diHANCURKAN, Api NERAKA dan PENGHAKIMAN menunggu, SAkit-penyakit dan Kemalangan bisa datang sebagai hukumannya. Kita Tahu Hitler akhirnya BUNUH DIRI dan KALAH.

    “….namun ingat, kalo TUHAN masih memberi WAKTU BERTOBAT dalam MASA KESABARAN Tuhan….”
    gileee tuhan sabar banget yah, selama masa kesabarannya itu, dia biarin orang2 kayak hitler2, dan gembong2 teroris lainnya bunuh2 ciptaan dia yg laen…
    mana tuh maha pengasih dan penyayangnya?

    ” tidak semua hal harus kita MENGERTI mengenai TINDAKAN PEMBIARAN TUHAN ”
    kayak rezim komunis neh.. tindakan partai adalah hal yang rahasia dan tidak perlu diketahui semua orang…

    kesimpulan gw stelah baca jawaban u : tuhan itu kejam, ga bertanggung jawab, membiarkan ciptaannya saling bunuh, sok misterius… ga beda jauh ama diktator…

    next question:
    4. knapa tuhan biarin adam dan hawa makan buah terlarang? koq tuhan (lagi2) membiarkan setan menggoda manusia? atau tuhan ga tahu kalo setan bakal menggoda manusia?

    5. setan kan katanya “malaikat” yang ga mau menghormati tuhan… koq tuhan ga bisa nundukin ciptaanya sendiri? atau tuhan lagi2 secara misterius dan ga bertanggung jawab membiarkan setan menggoda manusia?

    6. pertanyaan klise seh: bisa ga tuhan nyiptain batu yang gede banget sampe2 dia sendiri ga bisa angkat? hahahahaha

  63. Rudy T
    3 Juli 2011 pukul 12:57 PM

    dedewijaya :

    Beberapa hal yang anda sebutkan tentang Hukum Tabur Tuai saya AMINKAN! namun masih banyak Hukum-Hukum yang lain yang tentunya akan sangat berbeda dengan pengajaran Sidharta Gautama. Mahatma Gandhi hampir saja menjadi seorang Kristen, karena beliau begitu mengagumi Pengajaran Yesus tentang KHOTBAH DI BUKIT yang bisa anda baca di Matius pasal 5, sayang dia didiskriminasi penjajah Inggris sehingga warga India itu tidak boleh masuk ke dalam Gereja.
    Kekristenan sesungguhnya juga menekankan AMAL BAIK atau PERBUATAN BAIK atau apa pun sebutannya, seperti yang Rasul Paulus sampaikan kepada Anak Rohaninya, Timotius, dalam 2 Timotius 3:14-17
    2Ti 3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
    2Ti 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
    2Ti 3:16 Semua kitab diilhami Tuhan dan bermanfaat untuk pengajaran/doktrin, untuk teguran, untuk perbaikan, untuk pendidikan dalam kebenaran,
    2Ti 3:17 sehingga manusia ilahi dapat menjadi cocok untuk setiap pekerjaan/perbuatan yang baik, karena telah disempurnakan.

    @Dede,

    Tadinya anda menyangkal, sekarang anda mengakui’nya…^^

    dedewijaya :

    oh ya Rudy, anda berusaha memahami ketika Yesus berkata AKULAH JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP, sebagai AJARANNYA, saya pikir anda keliru, mari lihat dan baca ALKITAB, dalam Injil Yohanes ada setidaknya 7 kali Yesus menggunakan kata: AKULAH….. Yoh 8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.”

    AJARAN-Ku ( dalam ALKITAB ) yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa yang mengutus AKu, bersaksi tentang Aku”

    dedewijaya :

    AKULAH TERANG DUNIA,
    Yoh 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
    Yoh 9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”

    AJARAN-Ku lah terang dunia, barang siapa mengikuti Ajaran-Ku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan ( tersesat ), melainkan ia akan mempunyai terang hidup ( Ajaran Yesus Kristus )

    Emangnya dunia terang karena YESUS ?

    dedewijaya :

    AKULAH PINTU,
    Yoh 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
    Yoh 10:7 Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.

    AJARAN-Ku lah pintu ( menuju surga ), barang siapa masuk melalui AJARAN-Ku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput ( Surga )”

    “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Ajaran-Ku lah pintu ke domba-domba itu ( umat )”

    Emangnya YESUS Pintu ?

    dedewijaya :

    AKULAH KEBANGKITAN dan HIDUP,
    Yoh 11:25 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

    AJARAN-Ku lah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada AJARAN-Ku, ia akan hidup ( ke surga ) walaupun ia sudah mati.”

    btw, emangnya YESUS bangkit dan hidup sampai sekarang ?

    dedewijaya :

    AKULAH ROTI HIDUP,
    Yoh 6:35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Yoh 6:48 Akulah roti hidup.
    Yoh 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

    AJARAN-Ku lah pedoman hidup, barang siapa datang kepada AJARAN-Ku, ia tidak akan tersesat lagi dan barang siapa yang percaya kepada AJARAN-Ku, ia tidak akan tersesat lagi.”

    AJARAN-Ku lah pedoman hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seseorang mendapatkan pedoman dari ajaran ini, ia akan hidup di sorga dan pedoman yang Kuberikan itu adalah sungguh dari dalam diri-Ku ( berasal dari YESUS ), yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

    Emangnya ROTI bisa hidup ?

    dedewijaya :

    AKULAH JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP, Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

    AJARAN-Ku lah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang akan ke Sorga, kalau tidak melalui AJARAN-Ku”

    @dede,

    Anda selalu copy paste ayat-ayat Alkitab, anda sungguh mempercayai apa isi ALKITAB…sesungguhnya sangat sia2 apabila tidak di cerna dengan baik.

    Seandainya saya mencetak Alkitab dan mengubah sebagian isi-nya…dan ANDA tidak mengetahui bahwa ALKITAB itu telah mengalami perubahan…Apakah anda percaya dengan isi Alkitab tersebut ???

    SEMOGA dijawab sesuai dengan hati nurani anda sendiri…^^

  64. Rudy T
    3 Juli 2011 pukul 1:07 PM

    darma :

    saya tdk mengerti sama sekali tentang buddha karena saya bukan dari latar belakang budda namun melihat debat yg begitu seru saya memberikan /www.bibleprobe.com/buddhatoldofjesus2.htm utk dibaca, mengenai percakapan antara seorang rahib Hindu dan sang Buddha.

    @darma

    Nice artikel, like it ^^

    tapi menurut saya, Pak Dede tidak akan mempercayai hal tersebut karena menurutnya ajaran YESUS adalah yang paling benar dan Ajaran lainnya yang BENAR akan di anggap omong-kosong belaka.

  65. 4 Juli 2011 pukul 10:25 AM

    hehehe, jangan memaksa Memahami Alkitab menurut apa maumu Rudy. Memahami Alkitab kan perlu belajar Hermeneutika (Ilmu Menafsir Kitab Suci). kata “AKULAH (EGO EIMI)” yang Yesus ucapkan setara dengan kata AKU YANG AKU ADA (EHYEH ASYER EHYEH) alias Yesus menyetarakan dirinya dengan YAHWEH, Tuhan yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub. Yesus juga berkata sebelum Abraham jadi/diciptakan/lahir, AKU SUDAH ADA (EGO EIMI). Maka orang-orang Yahudi mau merajam Yesus dengan batu, karena mereka tahu Yesus menganggap diriNya adalah TUHAN.

    Yoh 8:42 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
    Yoh 8:43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
    Yoh 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
    Yoh 8:45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.
    Yoh 8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?
    Yoh 8:47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.”
    Yoh 8:48 Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: “Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?”
    Yoh 8:49 Jawab Yesus: “Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.
    Yoh 8:50 Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi.
    Yoh 8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
    Yoh 8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
    Yoh 8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”
    Yoh 8:54 Jawab Yesus: “Jikalau Aku (BUKAN AJARANKU lho Rud:) hehehe) memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
    Yoh 8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
    Yoh 8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
    Yoh 8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”
    Yoh 8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
    Yoh 8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

    Kalo sekarang anda memalsukan Alkitab, kan saya bisa lihat Alkitab KJV, KS-ILT Edisi 2, Alkitab Masoretic Text dan Textus Receptus, zaman IT begini, tidak sulit bagi saya untuk membandingkan bagian mana yang sudah anda palsukan. Naskah salinan Alkitab ada ribuan, para ahli Teolog sudah melakukan penelitian itu sebelum anda mau memalsukannya. Salam.

  66. 4 Juli 2011 pukul 10:26 AM

    terimakasih atas respon dan tanggapannya teman.

  67. Rudy T
    4 Juli 2011 pukul 12:07 PM

    @dede

    hahaha…dari awal anda juga ngawur koq BOS, anda juga gak menjawab apa yg saya tanyakan dan pertanyaan sodara-sodara lainnya, hanya bisa bolak balik copy paste alkitab dan mengelak doank…^^

    Saya menanyakan sekali lagi :

    Seandainya saya mencetak Alkitab dan mengubah sebagian isi-nya…dan ANDA tidak mengetahui bahwa ALKITAB itu telah mengalami perubahan…Apakah anda percaya dengan isi Alkitab tersebut ???

    Saya tegaskan disini bahwa “ANDA tidak mengetahui bahwa Alkitab tersebut telah mengalami perubahan”

    Jawaban anda :
    Kalo sekarang anda memalsukan Alkitab, kan saya bisa lihat Alkitab KJV, KS-ILT Edisi 2, Alkitab Masoretic Text dan Textus Receptus, zaman IT begini, tidak sulit bagi saya untuk membandingkan bagian mana yang sudah anda palsukan. Naskah salinan Alkitab ada ribuan, para ahli Teolog sudah melakukan penelitian itu sebelum anda mau memalsukannya. Salam.

    Kesimpulannya : Anda mengelak krn tertulis disana anda telah mengetahuinya.

    Nah, anda PERCAYA atau TIDAK ?

    Salam

  68. lth
    8 Juli 2011 pukul 3:19 PM

    Berandai andai,

    Jaman dinosaurus itu, Tuhan sebagai pencipta ga yah? Ato Dinosaurus yg nyiptain Tuhan?
    Di Alkitab ga pernah ditulis ttg si Mahluk purba padahal itu bukti bahwa si Dino ada didunia tanpa ditulis di Alkitab.
    Apakah pengarang alkitab lupa dalam penulisannya ?

    Kisah penciptaan selama 6 hari tidak menyebutkan satupun artefak purba (si mahluk Dino), bagaimana penjelasan Anda ?

    Ciptaan siapakah si mahluk Dino ?

    Satu lagi, kira2 umur bumi ini lebih tua mana dengan alkitab?
    saya permudah saja:
    – umur alkitab berapa tahun?
    – umur bumi berapa tahun?
    – umur dinosaurus berapa tahun?

  69. lth
    8 Juli 2011 pukul 3:49 PM

    jurus pelintiran terhebat, yang pernah saya baca.

    menurut acuan yang kami yakini dan kami telah baca adalah ambapali pada saat jaman Buddha Sikhi, Ambapali hanyalah seorang bhikkhuni BIASA yang belum mencapai kesucian sama sekali. Jadi tulisan Anda TIDAK TEPAT.

    ini kutipannya:
    Pada masa Buddha Sikhi, dia adalah seorang bhikkhuni muda.Suatu malam dia mengikuti bhikkhuni lainnya ke pagoda dan mereka berjalan mengelilingi pagoda tersebut. Dia menginjak ludah berdahak.Seketika dia berkata: “Pelacur manakah yang meludah ini?”

    Tidak seorangpun yang memperhatikan ucapannya.Jadi seolah-olah dia tidak menyakiti siapapun.Tapi adalah seorang Arahat tua yang meludah dengan dahak tersebut.Karena sang Arahat sudah tua, dia tidak sadar telah mengeluarkan dahak ketika bersin.

    Jadi Ambapali telah melakukan pelanggaran serius terhadap seorang Arahat dengan mengatainya pelacur.Karena karma buruk yang keji ini, ketika meninggal dunia dia terlahir kembali di neraka, meskipun banyak karma baik yang telah dilakukannya di kehidupannya pada masa itu. Setelah disiksa di neraka selama beribu-ribu tahun, dia menjadi pelacur selama sepuluh ribu kehidupan.

    sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=208348419202378

    menurut pandangan kami secara pribadi, pantaslah Anda memalingkan diri karena yang Anda baca sudah salah dan tidak tepat.
    Bagaimana Anda mengerti secara benar jika yang Anda baca sudah salah.

    buddhajosaphat :

    Saya teringat dalam kisah Ambapali seorang wanita pelacur yang tercatat dalam Therigatha sutta (sutta ini hanya terdapat dalam Tipitaka Therevada, tidak ada dalam sutta/ sutra aliran Mahayana), dimana Sang Buddha Siddharta Gotama menjelaskan kepada muridnya bahwa penyebab Ambapali terlahir sebagai pelacur karena pada zaman Buddha Sikhi, Ambapali pernah menjadi seorang bikkhuni yang telah mencapai kesucian Arahanta/ Arahat ?!?!?!?!?!, pernah sekali waktu, karena dia terburu-buru datang ke wihara(cetya) untuk mendengarkan wejangan Sang Buddha Sikhi, saat dia sampai pada pintu gerbang Wihara, dia melihat ada yang meludahi didekat pintu masuk wihara, karena kesal dia bercelutuk, ” Siapakah pelacur yang telah meludahi tempat ini?” Akibat perkataan tersebut, dia dihukum dineraka dan setelah itu dia harus bertumimbal lahir/ berinkarnasi sebanyak 10.000 ( sepuluh ribu) kali kehidupan sebagai seorang wanita pelacur!!!! Dan terakhir kalinya dia terlahir sebagai pelacur pada zaman Buddha Gotama. Jika kita lihat hukum kamma/ karma yang terjadi pada Ambapali yang karena tidak menjaga mulut dan kesucian hatinya?!?!?!?!?!, dia yang hanya mengoceh, belum dalam bentuk tindakan nyata, dia harus mengalami penderitaan demikian hebat!!!!

  70. lth
    9 Juli 2011 pukul 10:34 AM

    Sekiranya disini ada yang memiliki pengetahuan tentang TAO, boleh lah kiranya di cross check dengan pernyataan Anda tsb bukan hanya dengan pendapat pribadi Anda yang di-“Othak – Athik Gathuk”.

    buddhajosaphat :

    @ Dear All my Buddhis fellows….
    Setelah saya membaca semua kitab suci didalam Injil Yohanes, maka saya mengerti bahwa Yesus yang merupakan TAO itu sendiri yang juga dibicarakan oleh Lao Tze mampu membayar segala kesalahan manusia termasuk mengampuni segala kesalahan yang pernah saya perbuat. Yesus menyebut diri-Nya sebagai TAO LU 道路 (Jalan Kebenaran), 真理 zhēnlǐ( Kebenaran itu sendiri) dan 生命 shēngmìng ( Sumber hidup) di Yohanes 14 : 6 yang bisa membebaskan manusia dari mata rantai samsara dalam kehidupan saat ini dan di masa yang akan datang. Yesuslah yang akan membimbing manusia untuk bisa sampai ke nirvana/ nibbana( sorga yang terbebas dari belenggu samsara dimana tidak ada lagi penderitaan, isak tangis karena kematian, tidak ada lagi sakit penyakit, tidak perlu lagi manusia kawin dan mengawini, tidak ada lagi haus dan kelaparan, itulah NIRVANA( Nibbana) yang mulia dan sesungguhnya!!!!!!! Anyone can go to heaven by itself? No. But with and through Jesus we can go to heaven by accepted HIM as a Lord and Savior with faith!!
    Semoga semua manusia mengerti kebenaran sesungguh dan terlepas dari belenggu dukkha……

  71. 10 Juli 2011 pukul 1:31 AM

    @ Rudy,

    Dulunya saya Hindu-Buddha, kemudian berjinak2 dengan Islam tetapi akhir menemukan sang Kristus, Juru Selamatku…

    Apa salah kalu saya mengakui Yesus adalah kebenaranku? Mengapa anda taboo/alergi sekali dengan opsi/pilihan orang?

    Salam.

  72. Rudy T
    11 Juli 2011 pukul 8:20 AM

    @Cosmisboy

    Sorry, gak ada urusan dengan ente bro…Salam

  73. orang sinting
    1 Agustus 2011 pukul 2:08 AM

    @CosmicBoy
    siapa juga yg ngurusin agama pilihan lu.. kacian dee luuu

    baca dulu apa yg menjadi masalahnya. tidak ada asap kalau tidak ada api

  74. 2 Agustus 2011 pukul 5:16 AM

    @ lth : Terimakasih atas koreksi dan komentar Anda. Benar, Ambapali merupakan bhikkhuni ( biasa atau luar biasa statusnya tak ada yg tau). Ambapali baru menjadi arahanta dizaman Buddha Gautama. Walapun demikian, kisah Ambapali tidak mengurangi pesan saya dalam tulisan tersebut bahwa semua manusia memiliki kelemahan, bisa khilaf, salah jalan, berbuat kesalahan seperti kisah Ambapali. Tidak masalah Anda itu seorang penganut Buddha yang baru(umat perumah tangga) atau seorang bhikkhu atau bhikkhuni yang mengaku telah mencapai tingkat kesucian tertentu, apakah mereka kebal terhadap perbuatan/ tindakan/ pikiran yang salah? Dengan ketidaksengajaan Ambapali terkena hukuman yang begitu berat hanya berucap sesuatu yang tidak senonoh terhadap seorang arahanta( bukan Arahat/ bhikkhu red.) senior. Anda bisa memberi penilaian sendiri : Mengapa yang memiliki tingkat kesucian yang begitu tinggi, setingkat kesucian Bodhisattva dalam aliran Mahayana tidak memiliki etika/ sopan santun dengan cara meludahi jalan?. Saya pikir Arahanta senior itu juga turut bersalah dimana menyebabkan orang lain berbuat salah yaitu Ambapali!!! Saya setuju jika Ambapali menjadi marah, walaupun saya tidak setuju isi kata2nya yg kurang sopan itu).

    Pertanyaan saya, bagaimana jika seorang penganut Buddha yang biasa melakukan sesuatu yang tidak sopan/ salah terhadap orang lain yang tingkat kesuciannya juga biasa2 saja?( Dalam paham ajaran Buddha ada diskrimanasi tertentu dimana hukuman karma didapati berbeda bagi seorang biasa dengan seorang bhikkhu jika melakukan tindakan perbuatan yang sama. Jika seseorang menganiayai seorang biasa dengan seorang bhikkhu, maka hukuman karmanya lebih berat atas penganiayaan terhadap seorang bhikkhu). Bagaimana jika ada yang melakukan penipuan, berbohong, mencuri, membunuh, selingkuh/ berzinah dll, berapa kalikah Dia harus bereinkarnasi/ bertummibal lahir untuk menanggung kesalahannya???? ( Saya tidak menemukan komentar para umat Buddha tentang “berselingkuh atau melacurkan diri itu suatu tindakan salah/ amoral dalam ajaran Buddha atau boleh dikatakan “melacurkan diri” itu suatu tindakan TIDAK BERSALAH ” karena karmanya atau dalam bahasa lain bisa disebut TAKDIR, Dia harus melacurkan diri???? Atau semua itu hanya ILUSI sesuai konsep ajaran tentang Anatta???)

    Aliran Buddha Therevada meyakini bahwa manusia dengan diri sendiri bisa melepaskan diri dari samsara, walaupun Therigatta sutta tentang Ambapali telah memberikan contoh bahwa itu tidak memungkinkan. Saya sangat setuju dengan ide-ide ajaran Buddha Mahayana yang mengaku dan jujur terhadap diri sendiri bahwa manusia tidak sanggup melakukan sesuatu yang baik sepanjang hidupnya, manusia PERLU seorang juruselamat, maka lahirlah konsep tentang Buddha Amitabha, Buddha Maiterya( walaupun statusnya masih Bodhisattva) dll. Disamping itu untuk menghapuskan karma-karma yang tidak baik, selain dengan pertolongan para Bodhisattva, bisa dilakukan dengan membaca mantra-mantra mistik( Vajrayana/ aliaran Tibet) atau membaca & mendengarkan paritta-paritta kitab suci dan kata-kata magis seperti “AMITOFHO/ Amitabha” / OM PADME- OM atau menjadi seorang vegetarian( tidak makan daging asli, daging palsu terbuat dari tepung dan bumbu-bumbu dengan citarasa daging dibolehkan)… Sangat disayangkan ajaran Buddha aliran Mahayana banyak dituliskan pada abad 5-7 masehi dalam bahasa Mandarin( bukan dalam bahasa Pali atau Sanserkerta) sehingga keotentikannya diragukan.

    Saya dengan kesadaran penuh dan bukan karena semua salah baca( walaupun saya hanya manusia biasa, kadang-kadang bisa salah baca dan salah tulis, itu hal yang biasa yang dapat menimpah siapa saja, benarkan?) saya akhirnya meninggalkan kepercayaan ajaran Buddha. Saya bukan seperti kebanyakan umat Buddha yang hanya percaya saja apa yang dikatakan dan diajarkan oleh para sang guru agung, namun saya lebih suka mempelajari langsung kita suci Tipitaka baik itu aliran Therevada maupun aliran Mahayana…..Saya menemukan banyak hal yang tidak sesuai kebenaran dan logika berpikir, walaupun saya tahu dan hargai akan Siddharta Gautama yang disebut Buddha itu yang haus untuk mencari kebenaran tentang arti hidup dengan rela meninggalkan segalanya, anaknya, istrinya, orang tuanya, kerajaannya dan statusnya……..Namun beliau hanya menemukan sebagian kebenaran saja……bukan kebenaran absolut..

    Jika Anda ingin tahu tentang TAO, Anda bisa beli buku berjudul Dao De Jing, penerbit GRAMEDIA karangan Andri Wang( seorang penganut Taoisme). Jadi Anda bisa baca dari sumber yang bukan karangan orang Buddha atau Kristen. Dan huruf Tao yang sama Anda bisa baca di Alkitab bahasa Mandarin, atau bisa buka disitus : http://www.word project.org Dan cari Alkitab bahasa Mandarinnya.

    Salam Sejahtera

    BJ

  75. 2 Agustus 2011 pukul 5:39 AM

    @ lth & Rudy : Emangnya kitab suci lain juga ada cerita tentang dinosaurus? Apakah dinosaurus itu tidak pernah hidup sezaman dengan manusia?
    Untuk mendapatkan inspirasi Anda boleh kunjungi situs : http://www.genesispark.org/genpark/ancient/ancient.htm

    Alkitab lebih banyak bercerita tentang manusia, walaupun ada tercatat beberapa nama hewan, namun kita tidak bisa memaksa sesuatu yang Alkitab tidak tulis dan berasumsi Alkitab itu salah! Contoh Alkitab tak pernah tulis tentang Panda, Kaola dll, apakah kita harus berkata bahwa Alkitab itu tidak benar? Emangnya Alkitab itu kitab ilmu hewan???

    Ajaran Kristen sangat jelas menuliskan bahwa setiap orang pernah berbuat salah dan harus dihukum atau menerima hukuman. Itulah yang disebut KEADILAN. Pernyataan ini diakui oleh semua agama. Nah yang membedakannya adalah Anda menerima dan membayar sendiri segala kesalahanmu atau Anda mau menerima pertolongan dari orang lain untuk membayar segala kesalahanmu atau tidak??? Jika Anda mau sok menjadi pahlawan, tahan dibakar, disiksa trus Anda mungkin memilih tidak perlu juruselamat.
    Dan ingat, bahwa orang yang menawarkan kebaikan itu tidak gratis, ia akan menebus semuanya dengan penuh kesusahan, inilah yang ditawarkan Kekristenan, karena Allah mengasihi manusia, Dia tak ingin seorangpun binasa masuk neraka maka diutus-Nya Yesus Kristus untuk mati menebus akan dosa-dosa manusia, bagi yang mau menerima-Nya, akan terhindar dari hukuman, Dan bagi yg tidak mau, ya nanggung sendiri dosa-dosamu!!! Jadi bukan karena Anda tidak mau terima anugerah Allah atau tidak percaya kepada-Nya Anda dihukum Allah, tidak !! Anda dihukum karena Anda memiliki kesalahan dan Anda harus menanggungnya sendiri( sama khan dengan ajaran Buddha, karma itu Anda yang harus menanggungnya). Orang bersalah/ berdosa diibaratkan berada didalam lubang kumbangan dosa yang cukup dalam, tanpa pertolongan ia akan tetap disana selamanya..

    Bagaimana dengan orang yang tidak pernah mendengarkan tentang Allah??? Semua manusia akan diadili menurut hati nuraninya jika ia tidak memiliki Kitab suci, orang Yahudi dihukum sesuai Kitab hukum Taurat, orang Kristen diadili sesuai dengan Alkitab yang ia percayai, umat Buddha dengan Tipitaka yang ia percayai, dan seterusnya…….Allah itu Adilkan???

    Hitler membunuh berjuta-juta manusia apakah Allah yang harus bertanggungjawab, siapakah Anda yang telah berbuat dosa sendiri dengan penuh kesadaran mau menyalakan Allah yang telah memberi perintah-Nya : “JANGAN MEMBUNUH!!!” itu??? Anda tidak bisa membedakannya antara Kemahakuasaan Allah, Keadilan Allah, KeMahatahuan Allah dan Kasih Allah, bagaimana Anda berani memperbincangkan-Nya??? Bagaimana ajaran agamamu bisa menjawab tentang masalah Hitler? Apakah karena dulu dikehidupan lain ada 6 juta lebih manusia yang telah berbuat sesuatu yang salah kepada Hitler, sehingga pantas Hitler membunuh mereka dikehidupan sekarang????? Jika ya, berarti tidak ada sesuatupun yang salah dengan yang Hitler lakukan, bukan????

    Adakah hal-hal yang kurang dipahami??? Saya bersedia menjelaskannya dengan senang hati……..

    Salam Sejahtera, semoga semua makhluk terlepas dari dukkha dan avidya/ avijja melalui pertolongan Yesus Kristus dan pernyataan orang-orang percaya…….(Surat Roma 8 : 18-24)

    Buddha Josaphat( Josaphat hidup di India dan mengakui dirinya telah mendapat pencerahan dari Sumber Terang yang bernama Yesus Kristus Sang firman(Tao) sehingga ia menyebut dirinya ” Buddha Josaphat” yaitu Josaphat yang memiliki kesadaran akan jati dirinya, terbangunkan oleh hidup yang sejati dan terlepas dari roda samsara oleh Kristus Yesus…….

  76. 2 Agustus 2011 pukul 6:22 AM

    Dear Buddhist fellows : Beberapa catatan pertanyaan yang perlu dijawab oleh para penganut ajaran Buddha agar dapat memenuhi keinginan tahu dari orang yang percaya adanya Tuhan :

    1) Apakah alam semesta ini memiliki awal dan akhir dari sudut pandang Buddha?
    2) Dari mana asal usul kemelekatan( tanha), avijja/avidya(kebodohan, ketidaktahuan, terpeleset dari jalan benar) dan dukkha(penderitaan, harapan tidak sesuai dengan kenyataan, tidak terpenuhinya keinginan, stress, hilang sukacita dll) ???
    3) Alam semesta ini termasuk manusia ada karena apa? Dan apa/ siapa yang memulainya? Apakah Sumber hidup yang menciptakan alam semesta ini bersifat personal atau impersonal?
    4) Apakah alam semesta yang material ini bersifat ilusi atau nyata dari segi pandang ajaran Buddha? Apakah aku yang sedang nulis itu juga ilusi atau seperti film Matrix, semuanya ILUSI?

    Saya pikir cukup dulu, ini pertanyaan yang gampang dan mudah bukan????

    Salam sejahtera……

  77. Mei
    3 Agustus 2011 pukul 6:15 AM

    Aduh mas………. Leluhur, Nenek, Kakek, Ortu, saya tuh semua KONG HU CU …….. dan saya memilih agama yang berbeda dengan leluhur, Kakek, Nenek dan ortu saya……. mau tahu agama yang saya pilih ……….. BUDDHIST ………. Jadi mungkin mata anda harus sedikit terbuka untuk mengetahui kalau KONG HU CU BUKAN BUDDHIST ^_^ Makasih ^_^

    dedewijaya :

    Orang sesat, keterbalikan dengan anda, saya dulu pemeluk konghucu dari lahir ikut mama, papa budha. Namun saya bersyukur karena kasih karunia Tuhan saya diselamatkan dan menjadi seorang Kristen, pengikut Yesus Kristus. Saya yakin orang2 Kristen pasti akan menuju Nirwana sekiranya Tuhan, Surga dan Neraka tak pernah ada, Karena banyak berbuat baik/dharma. Bukan begitu??? Namun keselamatan ternyata bukan karena AMAL/DHARMA atau perbuatan baik seseorang, tapi melalui iman dan percaya kepada Jalan Keselamatan yang disediakan Tuhan melalui ANAK DOMBA YAHWEH yang dikorbankan untuk Penebusan Dosa umat manusia. Semua manusia TELAH berbuat Dosa dan telah kehilangan KEMULIAAN Tuhan. Untuk itulah saya merasa sangat beruntung ketika menjadi Kristen dan diselamatkan.

  78. Mei
    3 Agustus 2011 pukul 6:25 AM

    Terima lah salam Buddhist saya ……………… Namo Buddhaya ……… _/|\_ ……….

    Begini loh, kita jadi orang hanya karna sedikit tahu tentang sesuatu maka mengaaggap diri bisa seenaknya menghakimi or menilai or menjugde seseorang ……. Karna tidak ada manusia yang sempurna loh ………

    Nah kasus yang disini malah lebih parah lagi, dari pengetahuan yang sama sekali 0 tentang agama Buddha, lantas seenaknya membuat buku seperti ini, apakah benar semua berdasarkan FAKTA yang ada ???? Kalau memang si penulis berdasarkan FAKTA yang ada, DIA SUDAH BERADA DI NEGARA YANG SALAH………. karna sejarah Buddha dimulai di Nepal dan India…… BUKAN DI THAILAND ………. Jadi mungkin Keakuratan buku ini eprlu kita eprtanyakan yah ^_^ ………..

    Oh iya, Sang Buddha pernah berkata ” Dengan menghina agama lain, berarti anda juga telah menghina agama anda sendiri ”

    Jadi kalau dalama Buddhist, kami diajari untuk tidak menghina ajaran lain yang tidak sejalan / berbeda dengan kami ^_^

    Memilih agama itu kembali keorang nya masing masing… juga adalah kecocokan seseorang terhadap agama yang dipilihnya ^_^

    Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta ………..
    Semoga semua mahluk hidup berbahagia ………….

  79. ling
    3 Agustus 2011 pukul 10:37 AM

    buddhajosaphat :

    @ Dear All my Buddhis fellows : Apa yang dapat ditawarkan oleh ajaran Buddha dalam hidup manusia? Perbuatan baik?Semua agama memilikinya!!! Yang menjadi pertanyaan adalah “apakah perbuatan baik cukup untuk ” dapat mengatasi problem penderitaan manusia? Apakah tujuan dan arti hidup manusia dibumi ini? Apakah manusia hanya terdiri dari 5 skandha saja, setelah mati dia tidak memiliki jati dirinya lagi(anatta) ibarat lilin yang habis terbakar? Apakah manusia selama hidupnya tidak pernah berbuat salah? Apakah setelah menjadi seorang pengikut Buddha apakah hidupnya terbebas dari perbuatan yang dapat menimbulkan kamma(karma) buruk lagi? Aliran Buddha Theravada mengajarkan bahwa setiap orang bertanggungjawab atas diri sendiri, apa yang dia tabur itu yang dituainya(hukum sebab musabab kamma/ karma). Setiap orang harus berusaha sendiri untuk mencapai kebuddhaan. Sanggupkah manusia melakukan itu? Untuk mencapai kebuddhaan menurut ajaran Buddha, dia perlu dilahirkan terus-menerus. Jika ditumpukan tulang-belulang yang dihasilkan oleh lahir-mati calon buddha itu bisa setinggi gunung himalaya dan kebajikannya melebihi jumlah tetesan air samudera. Karena kemustahilan hal-hal tersebut dilakukan maka aliran Buddha Mahayana mengajarkan perlunya “Sang Juru Selamat” agar setelah manusia meninggal bisa melakukan meditasi(siu hen) pada suatu tempat yang disebut ‘sorga barat=Shi Tien, sorga tusitta) itulah yang diajarkan oleh pengikut Buddha Amitabha. Selain perlunya pertolongan dari para bodhisattva( contohnya Dewi Kwan Im atau Avalokitesvara, Maitreya, Kwang Kong= Dewa Perang dll), para pengikut aliran Mahayana juga dianjurkan untuk banyak membaca paritta-parrita( doa-doa mantera) dan memperdengarkan nama-nama Buddha. Dari aliran Buddha Mahayana inilah lahir berbagai aliran yang memakai simbol-simbol Buddha dan istilah-istilah Buddha, namun isi ajarannya sangat jauh berbeda dari ajaran Buddha Gautama. Ada aliran Buddha Maitreya( Lau Bu Nio) walaupun Bodhisatva Maitreya belum lahir jadi Buddha, namun pengikut-pengikut telah mengangkatnya menjadi Buddha, ada aliran Zen Buddha di China, Nichiren Soshu dari Jepang, Buddhisme Tibet atau Trantrayana/ Vajrayana dll. Jika kita lihat maka pemahaman ajaran Buddha terbagi menjadi dua ; 1) Tidak perlu juruselamat dan 2) perlu seorang juru selamat, mana yang mau diikuti? Terserah para pengikutnya yang menentukannya.
    Namun bagi saya yang dulunya pengikut Buddha, saya harus memilih jalan yang lain.
    Dibawah ini ada artikel yang pernah saya tulis, mengapa saya perlu juru selamat yang lain, yang ajarannya konsisten dan dapat dipercaya……..Judul karangan saya, “Just be Good, Everyone can go to Heaven……”
    Banyak sahabat, teman bisnis yang berasal dari kalangan Buddhis yang pernah mengatakan kepada saya, “Dalam hidup ini kita cuma perlu berbuat sebanyak mungkin kebaikan, maka semua kehidupan kita akan menjadi baik dan lancar – jika kita mati, maka sorga menjadi tempat hunian kita.”
    Ada yang mengatakan, ” Jika Anda pernah melakukan sesuatu yang salah, maka berbuatlah sebanyak mungkin kebajikan, ibarat satu sendok garam kejahatan TIDAK ada rasa asinnya( tidak ada artinya, no impact) didalam sebuah sungai kebajikan yang telah Anda lakukan”. Ada yang mengatakan, ” Just be good, setiap orang bisa ke sorga, Just be good, setiap orang bisa menjadi Buddha!”. ” Ooooh gitu ya, siapakah yang mengatakannya seperti itu padamu?” tanya saya. Maka sahabat baik saya itu akan menjawab dengan polos, guru spritualnya. Apakah manusia cukup baik untuk bisa ke sorga dengan segala kemampuannya dengan berbuat baik?
    Saya teringat dalam kisah Ambapali seorang wanita pelacur yang tercatat dalam Therigatha sutta (sutta ini hanya terdapat dalam Tipitaka Therevada, tidak ada dalam sutta/ sutra aliran Mahayana), dimana Sang Buddha Siddharta Gotama menjelaskan kepada muridnya bahwa penyebab Ambapali terlahir sebagai pelacur karena pada zaman Buddha Sikhi, Ambapali pernah menjadi seorang bikkhuni yang telah mencapai kesucian Arahanta/ Arahat, pernah sekali waktu, karena dia terburu-buru datang ke wihara(cetya) untuk mendengarkan wejangan Sang Buddha Sikhi, saat dia sampai pada pintu gerbang Wihara, dia melihat ada yang meludahi didekat pintu masuk wihara, karena kesal dia bercelutuk, ” Siapakah pelacur yang telah meludahi tempat ini?” Akibat perkataan tersebut, dia dihukum dineraka dan setelah itu dia harus bertumimbal lahir/ berinkarnasi sebanyak 10.000 ( sepuluh ribu) kali kehidupan sebagai seorang wanita pelacur!!!! Dan terakhir kalinya dia terlahir sebagai pelacur pada zaman Buddha Gotama. Jika kita lihat hukum kamma/ karma yang terjadi pada Ambapali yang karena tidak menjaga mulut dan kesucian hatinya, dia yang hanya mengoceh, belum dalam bentuk tindakan nyata, dia harus mengalami penderitaan demikian hebat!!!! Bagaimana dengan orang-orang yang melakukan berbagai kejahatan, membunuh, melakukan penipuan, berkata tidak jujur, melakukan pencurian, memaki orang, mengejek, menghina dan memandang rendah sesamanya, cakap kotor, berapa kalikah penderitaan yang harus dia pikul dalam lautan samsara(penderitaan) pada setiap kehidupannya seandainya reinkarnasi itu nyata? Orang yang mengatakan, ” Jika Anda pernah melakukan sesuatu yang salah, maka berbuatlah sebanyak mungkin kebajikan, ibarat satu sendok garam kejahatan TIDAK ada rasa asinnya( tidak ada artinya, no impact) didalam sebuah sungai kebajikan yang telah Anda lakukan”. Ada yang mengatakan, ” Just be good, setiap orang bisa ke sorga, Just be good, setiap orang bisa menjadi Buddha!”. Perkataan tersebut kelihatannya menenangkan dan menyemangati hati bagi para pendengarnya. Orang yang mengatakan demikian dan mengajarkan hal tersebut sebenarnya tidak mengerti akan ajaran Buddha tentang hukum Kamma/ Karma dan tidak sesuai dengan pemaparan yang telah diajarkan oleh Buddha Gotama sendiri. Hukum Kamma/ Karma tidak mengenal siapapun Anda, apakah Anda baik, seorang bangsawan, raja/ presiden sekalipun dan banyak berbuat kebaikan, sekali Anda berbuat yang tidak baik, maka Anda akan menerima hukumannya. Hukum Kamma/ Karma adalah hukum alamiah, hukum sebab- akibat. Apa yang Anda tanam itu yang Anda tuai! Menurut saya, manusia tidak selamanya terus bisa berbuat baik, ada kalanya dia bisa kilaf/ salah. Sebaik apapun Anda melakukan ajaran Dhamma/ Dharma, Anda tidak terlepas/ terbebas dari kelemahan manusia. Meditasi memang salah satu jalan agar manusia bisa terhindar dari perbuatan yang tidak baik, namun kita tidak selamanya dapat dan tanpa hentinya bermeditasi terus. Dulu saya telah melakukan semua ajaran Buddha tanpa henti-hentinya dengan harapan saya bisa terbebas dari penderitaan hidup, terlepas dari mata rantai samsara, namun hati nurani saya mengatakan itu tidak mungkin bisa Anda lakukan! Kalo gitu siapakah yang bisa menolong saya yang celaka ini? Buddha Gotama bilang, yang bisa menolong saya adalah saya sendiri! Buddha hanya memberi petunjuk, sayalah yang menjalankannya. Haaa???? Saya???!!! Siapakah saya???? Manusia celaka yang pernah berbuat salah ini??? Akhirnya logikaku yang harus berpikir siapakah yang dapat menolong saya??? Buddha tidak, Brahma tidak, Konfusius juga bukan.
    Semoga semua manusia mengerti kebenaran sesungguh dan terlepas dari belenggu dukkha……

    tawaran ??? Sang Buddha mengajarkan jalan agar kita terbebas dari penderitaan . ” perbuatan baik” yg anda blng ditawarkan oleh agama Buddha adalah hal yg keliru krn itu bkn yg “tawarkan” tp slh satu jalan agar kita tidak menderita..

    ” Apakah setelah menjadi seorang pengikut Buddha apakah hidupnya terbebas dari perbuatan yang dapat menimbulkan kamma(karma) buruk lagi? ”
    => TIDAK . walaupun bkn beragama Buddha tp selalu melakukan kebaikan dan tidak melakukan kejahatan seseorang ttp akan menghasilkan karma baik. hidupnya tidak akan menderita. bkn berarti menjadi umat Buddha lngsng anda bs terbebas dr kamma buruk kalo tidak diiringi dgn perbuatan baik..

    ” Setiap orang harus berusaha sendiri untuk mencapai kebuddhaan. Sanggupkah manusia melakukan itu?”
    mengapa tidak ??? jalan sudah ada… formula sudah ada … kita cm perlu tekat..

    “Dulu saya telah melakukan semua ajaran Buddha tanpa henti-hentinya dengan harapan saya bisa terbebas dari penderitaan hidup, terlepas dari mata rantai samsara, namun hati nurani saya mengatakan itu tidak mungkin bisa Anda lakukan! Kalo gitu siapakah yang bisa menolong saya yang celaka ini? Buddha Gotama bilang, yang bisa menolong saya adalah saya sendiri! Buddha hanya memberi petunjuk, sayalah yang menjalankannya. Haaa???? Saya???!!! Siapakah saya???? Manusia celaka yang pernah berbuat salah ini??? Akhirnya logikaku yang harus berpikir siapakah yang dapat menolong saya??? Buddha tidak, Brahma tidak, Konfusius juga bukan.”

    inilah alasan yg sering membuat umat buddhist berpindah keyakinan.. mrk lelah dan berharap ada yg bs menyelamatkan mrk. mrk lelah bergantung pd diri sendri . seperti yg ada didlm agama lain .mengapa mesti harus diselamatkan kalo kt telah menemukan jln agar kt bs bebas ??? mengapa harus diselamatkan kalo kt yakin kt tlh melakukan kebaikan dan tdk melakukan kejahatan??? bkn berarti kt suci tp ketakutan itu muncul jika ada perasaan bersalah , bkn kah demikian??? anda berharap karma baik anda berbuah krn anda perkr kalo anda telah berbuat kebaikan. lalu bagaimana dgn perbuatan buruk anda??? bkn cm perbuatan buruk melalui tindakan tp juga pikiran dan mulut. dan bagaimana dgn perbuatan buruk anda di masa lalu??? krn yg kita terima skrng adalah akibat dari perbuatan kt di masa lalu.

  80. Mei
    4 Agustus 2011 pukul 1:15 AM

    Salam Buddhist Namo Buddhaya ^_^

    Aliran dalam Buddhist itu cuma 3 kok mas ……

    1. Theravada
    2. Mahayana
    3. Tantrayana

    Mas, Buddhist dan Kong Hu Cu itu beda loh ^_^ Mas masih hidup di zaman dahuloe, orang primitif yang mengira Kong Hu Cu dan Buddhist itu sama ^_^ Padahal beda jauuuuuuuuuuuh banget ^^

    But karna pikiran dangkal dan juga tentunya pengetahuan dangkal anda, and merasa sudah tahu tentang Buddhist, anda merasa adalah umat Buddhist sebelumnya, padahal pengetahuan anda 0 besar tentang Buddha Dhamma ….. but anda seenaknya menjugde Buddhist itu ini dan itu ^_^

    Reinkarnasi adalah kelahiran kembali dalam bentuk apapun ^_^

    Nah katanya Yesus nya Inkarnasi menjadi seorang anak manusia …. apakah itu bukan Reinkarnasi ???????????? apa bedanya mas ??????

    dedewijaya :

    Seharusnya BUDDHA seperti judul buku INGGRISNYA menulis From BUDDHA to JESUS. Setahu saya ya, ada Mahayana, Hinayana, Maitreya, Praba, Theravada, Zen Buddhism, dll. Cukup banyak pastinya aliran-aliran dalam Agama Buddha. Beberapa teman dekatku ada yang beragama Buddha. Dalam Alkitab, tidak mengenal konsep/ajaran/doktrin tentang REINKARNASI, yang ada INKARNASI Sang Firman YAHWEH yaitu Tuhan YESUS menjadi seorang ANAK MANUSIA.

  81. 4 Agustus 2011 pukul 6:43 AM

    Re-Inkarnasi berarti Inkarnasi Ulang, Inkarnasi Lagi, atau Inkarnasi Kembali…. dalam Alkitab tidak ada Konsep atau Ajaran REINKARNASI…. Manusia Hidup sekali, lalu akan DIHAKIMI apakah masuk Surga atau Neraka, dan diberikan Upah/Pahala baik yang di Surga atau Tingkat Hukuman yang berbeda di Neraka. Surga dan Neraka tempat yang NYATA alias riil, bukan suatu Kondisi Rasa Batin, dll. Makanya ada buku Surga itu NYATA, demikian juga dengan NERAKA.

    Baca dan komentari buku From Buddha to JESUS…. oke, thanks komentar dan responmu Mei, saya hargai. Dalam Keluarga saya, Mama Kong Hu cu, Papa ku Buddhist. Kami anak2nya berdelapan Kristen… terbeban banget memberitakan Injil Keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus yang adalah Sang Firman YAHWEH yang menjadi Juruselamat Umat Manusia yang Berdosa…. Bacalah isi blog2 saya, semoga jadi berkat tersendiri untuk Mei dan rekan-rekan Buddhist lainnya. Syalllom Damai.

  82. ling
    4 Agustus 2011 pukul 10:49 AM

    jujur deh .. setelah membaca semua comment dari saudara2 kita yg beragama kristen … saya mkn sadar kalo sangat mudah menjadi seorang umat kristiani .. cm butuh modal YAKIN DAN PERCAYA … just that simple ^^
    dgn modal itu kt bakal terhidup kekal di alam surga ^^

    beda ama kita yg umat Buddhist … walo udah YAKIN DAN PERCAYA tp kalo g menjalankan Dhamma jg g berguna … krn umat Buddhist yg penting PRAKTEK ^^

    tapi makin dipikir rasanya kok g masuk akal …ato mungkin saya orangnya rasional jd g bs menerima sesuatu HANYA krn ada yg blng ini bagus lgnsng diikuti tanpa ada pembuktian .. beda ma agama Buddha .. agama yg menurut saya rasional .. dan plng penting bisa DIBUKTIKAN

    but again semua back ke diri masing2 krn memilih agama kan semua berdasarkan kecocokkan.. ^^

  83. Mei
    5 Agustus 2011 pukul 12:53 AM

    Salam Buddhist Namo Buddhaya

    Papa Buddhist apakah Buddhist KTP or Buddhist yang sebenarnya ^^

    Jika Buddhist KTP mah gak beda mas ^_^

    Jika mas merekomendasikan saya buku ini, saya juga tentunya perlu merekomendasikan sebuah buku lama dengan judul BEYOND BELIEVE ^_^

    Coba baca bukunya or mungkin mas udah baca kah bukunya …

    loh mas tapi mas yang bilang klw Yesus Inkarnasi menjadi anak manusia kan ? so sekarang anda bilang tidak ada kelahiran kembali dalam ajran anda ? yang benar yang mana ? kenapa sepertinya diputar-putar terus ……

    Satu kutipan :

    “Inkarnasi adalah perubahan dari firman menjadi manusia dan contohnya adalah di dalam Yesus (Isa Almasih). Yesus yang mati lalu bangkit dan naik kesurga adalah manusia/tubuh yang menjadi manusia-roh ini dikenal dengan INKARNASI. Inkarnasi bukan sebuah teori lagi di dalam Yesus, tetapi sebuah kepastian. Roh yang menjadi manusia”

    Nah lalu sebenarnya apa bedanya dengan REINKARNASI (*selain penambahan RE didepannya ) ??????????

  84. Mei
    5 Agustus 2011 pukul 12:55 AM

    Yah saya copy sebuah artikel buat anda ^_^ Mari sama2 belajar ^^

    REINKARNASI ATAU REBIRTH (KELAHIRAN KEMBALI)?

    Banyak umat Buddha Awam dan umat agama lain yang telah keliru menganggap reinkarnasi adalah sebuah istilah agama Buddha. Padahal, ajaran Buddha justru ingin mendefinisikan kembali (mengoreksi) istilah ‘reinkarnasi’ yang dikenal kaum Hindu dan menggantinya dengan punarbhava, atau rebirth dalam bahasa Inggris, karena istilah ini lebih tepat!

    Reinkarnasi berarti inkarnasi (penjelmaan) kembali suatu makhluk yang telah mati ke tubuh yang baru. Dalam agama Buddha, tidak ada istilah penjelmaan kembali bagi suatu makhluk yang telah mati dan memasuki tubuhnya yang baru. Agama Buddha hanya mengenal kelahiran kembali (rebirth). Dalam pengertian reinkarnasi, roh (jiwa) seseorang yang telah mati berpindah ke tubuh yang baru. Di sini, roh dianggap suatu substansi yang kekal yang berpindah dari satu tubuh ke tubuh yang lainnya.

    Dalam konsep Buddhis, tidak dikenal istilah ‘roh (jiwa) yang kekal’ karena agama Buddha menganut konsep anatta (tanpa roh). Tidak ada suatu diri yang kekal yang berpindah setelah kita mati. Yang ada hanyalah suatu energi (berbentuk kesadaran penyambung) yang meneruskan kehidupan berikutnya. Ibarat Api lilin yang diteruskan dari satu lilin ke lilin yang lain, Api lilin itu sendiri tidak berpindah, karena lilin-lilin sebelumnya tetap menyala, melainkan karena adanya kondisi (sumbu lilin) yang memungkinkan lilin-lilin berikutnya menyala. Demikian pula kita terlahir kembali karena masih adanya sumbu kehidupan (kemelekatan).

    Ingatlah hukum fisika yang menyatakan: energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Hukum karma dalam agama Buddha dapat dibandingkan dengan hukum energi dalam fisika. Hukum karma menyatakan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan manusia akan berakibat (akibatnya tidak akan hilang). Tetapi akibatnya bisa dalam berbagai kondisi (bentuk) sesuai dengan kadar perbuatannya. Akibat dari suatu karma buruk yang tidak terlalu besar dapat diminimalkan dengan suatu karma baik yang besar. Akibat itu sendiri tidaklah hilang, tetapi seolah-olah telah hilang karena kekuatan karma baik yang besar. Ini dapat diibaratkan garam yang berkurang rasa asinnya apabila dilarutkan dengan air yang banyak.

  85. Mei
    5 Agustus 2011 pukul 12:56 AM

    KASUS GNANATILLAKA

    Gnanatillaka adalah namanya, Ia (wanita) dilahirkan pada 14 Februari 1956 di Kotamale, Sri Lanka (Ceylon). Kasus ini berawal di tahun 1960, Ketika ia berumur 4,5 tahun. Waktu itu ia berkata kepada orang tuanya :?Saya ingin bertemu dengan ayah dan ibu saya.? ?Kami adalah orang tuamu,?jawab ibunya. ?Tidak,?Gnanatillaka bersikeras,?saya ingin bertemu dengan ibu dan ayah saya yang sesungguhnya. Saya akan memberitahukan kamu dimana mereka tinggal. Tolong antar saya ke sana.?

    Gnanatillaka menjelaskan kepada orang tuanya bagaimana menuju rumah dimana orang tuanya yang sesungguhnya tinggal. Rumah itu terletak dekat penampungan teh di Talawakele, sekitar 30 mil dari tempat tinggalnya sekarang.

    Kedua orang tua itu mengabaikan cerita gadis kecilnya yang aneh. Setelah berhari-hari berlalu, Gnanatillaka tetap meminta untuk diantar menemui ibu-ayahnya yang sesungguhnya.

    Segera berita itu mulai tersebar. Beberapa professor dari Universitas Ceylon dan Bhikkhu Piyadassi Maha Thera juga mengetahui cerita itu. Mereka memutuskan untuk menelitinya. Mereka mendengarkan Gnanatillaka bercerita ketika ia menjadi seorang bocah laki-laki bernama Tilakaratna. Mereka (para peneliti itu) mencatat semua keterangan. Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Gnanatillaka, mereka bersama-sama dengan Gnanatillaka pergi menuju kerumah yang dijelaskan oleh Gnanatillaka.

    Gnanatillaka belum pernah mengunjungi rumah itu di kehidupan yang sekarang, dia juga belum pernah mengunjungi daerah lokasi rumah itu. Juga kedua keluarga itu tidak saling kenal satu sama lain dan tidak saling mengetahui kehidupan masing-masing.

    Ketika Gnanatillaka dan para peneliti itu memasuki rumah itu, Ganantillaka memperkenalkan para professor kepada kedua orang tua dirumah itu. ?ini adalah ayah dan ibu saya yang sebenarnya.?Lalu ia juga mengenalkan adik laki-lakinya dan kakak-kakak perempuannya. Gnanatillaka menyebut nama-nama kecil saudara-saudarinya dengan tepat.

    Lalu kedua orang tua Gnanatillaka di kehidupan sebelumnya itu diwawancarai. Mereka menjelaskan sifat dan kebiasaan anak laki-laki mereka yang telah meninggal pada 9 November 1954. Ketika Gnanatillaka melihat bekas adik laki-lakinya dalam kehidupan lampau, ia menolak bertemu atau berbicara dengannya. Kemudian orang tua Gnanatillaka di kehidupan lampau menjelaskan bahwa kedua bersaudara itu selalu berkelahi dan bertengkar. Mungkin Gnanatillaka masih menyimpan dendam dari kehidupannya yang lampau ketika dia menjadi seorang anak laki-laki.

    Ketika kepala sekolah setempat mendengar cerita tersebut, ia sendiri datang berkunjung. Ketika kepala sekolah memasuki rumah, Gnanatillaka memperkenalkannya sebagai gurunya.

    Gnanatillaka juga dapat mengingat pelajaran-pelajaran dan pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya ketika ia menjadi anak laki-laki dikehidupan sebelumnya.

    Gnanatillaka juga dapat menunjukkan tempat pemakaman dimana ia dimakamkan di kehidupannya yang terdahulu sebagai seorang anak laki-laki.

    Dengan cepat cerita Gnanatillaka tersebar luas. Seorang peneliti spesialis kasus kelahiran kembali, Dr.Ian Stevenson dari Universitas Virginia, terbang dari Amerika ke Ceylon untuk menyelidiki kasus itu. Setelah penyelidikannya, Dr.Ian mengatakan bahwa kasus Gnanatillaka adalah salah satu peristiwa kelahiran kembali yang terbaik, baik segi bukti maupun dari Aspek psikologis.

    Sebuah buku menarik tentang kasus Gnanatillaka diterbitkan dalam bahasa Sinhala di Ceylon. Buku ini menyajikan foto-foto berserta bukti-bukti dokumentasi yang berhasil dikumpulkan.

  86. N.S.
    5 Agustus 2011 pukul 3:15 AM

    Buddha Josaphat :

    Disamping itu untuk menghapuskan karma-karma yang tidak baik, selain dengan pertolongan para Bodhisattva, bisa dilakukan dengan membaca mantra-mantra mistik( Vajrayana/ aliaran Tibet) atau membaca & mendengarkan paritta-paritta kitab suci dan kata-kata magis seperti “AMITOFHO/ Amitabha” / OM PADME- OM atau menjadi seorang vegetarian( tidak makan daging asli, daging palsu terbuat dari tepung dan bumbu-bumbu dengan citarasa daging dibolehkan)… Sangat disayangkan ajaran Buddha aliran Mahayana banyak dituliskan pada abad 5-7 masehi dalam bahasa Mandarin( bukan dalam bahasa Pali atau Sanserkerta) sehingga keotentikannya diragukan.
    Salam Sejahtera
    BJ

    (-_-“) sayang skali tidak ada mantram “om padme om” .. sumber dari mana neh?
    Mahayana bukan dalam pali dan sanskrit? hanya pake mandarin? sumber darimana pula?
    pernah denger lamrim? tau bahwa kitab mahayana mandarin itu justru diterjemahkan dari kitab sanskrit?

    Buddha Josaphat :
    Hitler membunuh berjuta-juta manusia apakah Allah yang harus bertanggungjawab, siapakah Anda yang telah berbuat dosa sendiri dengan penuh kesadaran mau menyalakan Allah yang telah memberi perintah-Nya : “JANGAN MEMBUNUH!!!” itu??? Anda tidak bisa membedakannya antara Kemahakuasaan Allah, Keadilan Allah, KeMahatahuan Allah dan Kasih Allah, bagaimana Anda berani memperbincangkan-Nya???

    yah singkat kata, allahnya ga ngeh dong kalo pas nyiptain hitler bahwa ciptaanya ini bakal bunuh ciptaan dia yg laen? (ga mahatahu neh)…
    masa cuma kasi larangan “jangan bunuh” tapi ga ngapa2in? cuma ngeliatin doang sekian juta orang dibunuh?

    Buddha Josaphat :
    Bagaimana ajaran agamamu bisa menjawab tentang masalah Hitler? Apakah karena dulu dikehidupan lain ada 6 juta lebih manusia yang telah berbuat sesuatu yang salah kepada Hitler, sehingga pantas Hitler membunuh mereka dikehidupan sekarang????? Jika ya, berarti tidak ada sesuatupun yang salah dengan yang Hitler lakukan, bukan????

    mnurut agama gw ga gitu tuh… yg sekian juta itu ga ada utang salah apapun ama hitler…

    Buddha Josaphat :
    Alkitab lebih banyak bercerita tentang manusia, walaupun ada tercatat beberapa nama hewan, namun kita tidak bisa memaksa sesuatu yang Alkitab tidak tulis dan berasumsi Alkitab itu salah! Contoh Alkitab tak pernah tulis tentang Panda, Kaola dll, apakah kita harus berkata bahwa Alkitab itu tidak benar? Emangnya Alkitab itu kitab ilmu hewan???

    pas banget neh… ttg panda dan koala, jadi inget kisah nuh (yg pastinya dongeng).. gmn tuh critanya bisa nyelamatin sepasang spesies di bumi dan balikin lagi ke tempat asal? atau emang banjirnya local daerah timur tengah sono ajah? kalo beneran banjirnya sebumi kan brarti bolak balik tuh buat ambil panda, komodo, beruang kutub dan hewan2 endemik laennya?

  87. 8 Agustus 2011 pukul 6:46 AM

    . “#comment-2713”>ling :

    tawaran ??? Sang Buddha mengajarkan jalan agar kita terbebas dari penderitaan . ” perbuatan baik” yg anda blng ditawarkan oleh agama Buddha adalah hal yg keliru krn itu bkn yg “tawarkan” tp slh satu jalan agar kita tidak menderita..

    ” Apakah setelah menjadi seorang pengikut Buddha apakah hidupnya terbebas dari perbuatan yang dapat menimbulkan kamma(karma) buruk lagi? ”
    => TIDAK . walaupun bkn beragama Buddha tp selalu melakukan kebaikan dan tidak melakukan kejahatan seseorang ttp akan menghasilkan karma baik. hidupnya tidak akan menderita. bkn berarti menjadi umat Buddha lngsng anda bs terbebas dr kamma buruk kalo tidak diiringi dgn perbuatan baik..
    ” Setiap orang harus berusaha sendiri untuk mencapai kebuddhaan. Sanggupkah manusia melakukan itu?”
    mengapa tidak ??? jalan sudah ada… formula sudah ada … kita cm perlu tekat..
    “Dulu saya telah melakukan semua ajaran Buddha tanpa henti-hentinya dengan harapan saya bisa terbebas dari penderitaan hidup, terlepas dari mata rantai samsara, namun hati nurani saya mengatakan itu tidak mungkin bisa Anda lakukan! Kalo gitu siapakah yang bisa menolong saya yang celaka ini? Buddha Gotama bilang, yang bisa menolong saya adalah saya sendiri! Buddha hanya memberi petunjuk, sayalah yang menjalankannya. Haaa???? Saya???!!! Siapakah saya???? Manusia celaka yang pernah berbuat salah ini??? Akhirnya logikaku yang harus berpikir siapakah yang dapat menolong saya??? Buddha tidak, Brahma tidak, Konfusius juga bukan.”
    inilah alasan yg sering membuat umat buddhist berpindah keyakinan.. mrk lelah dan berharap ada yg bs menyelamatkan mrk. mrk lelah bergantung pd diri sendri . seperti yg ada didlm agama lain .mengapa mesti harus diselamatkan kalo kt telah menemukan jln agar kt bs bebas ??? mengapa harus diselamatkan kalo kt yakin kt tlh melakukan kebaikan dan tdk melakukan kejahatan??? bkn berarti kt suci tp ketakutan itu muncul jika ada perasaan bersalah , bkn kah demikian??? anda berharap karma baik anda berbuah krn anda perkr kalo anda telah berbuat kebaikan. lalu bagaimana dgn perbuatan buruk anda??? bkn cm perbuatan buruk melalui tindakan tp juga pikiran dan mulut. dan bagaimana dgn perbuatan buruk anda di masa lalu??? krn yg kita terima skrng adalah akibat dari perbuatan kt di masa lalu.

    @ Dear ling :

    1) Kata “ditawarkan” bukan dalam arti seperti bisnis, Anda jual-saya beli. Bukan itu maksud saya, maksudku adalah apa yang ajaran Buddha dapat lakukan didalam hal menjawab dan mengatasi masalah-masalah penderitaan manusia.

    2) Anda tidak mengerti ajaran Buddha. Apakah setelah menjadi Bikkhu dan mempraktekan ajaran Buddha TIDAK BISA BERBUAT SALAH lagi dan tidak memiliki kamma/karma buruk lagi?? Anda tahu mengenai kisah murid Buddha yang berniat membunuh Buddha yang bernama Devadatta???? Jika pernah, apa tanggapan Anda, Devadatta tidak memiliki kamma/karma buruk????

    3) Saya senang membaca jawaban Anda bahwa semua orang dapat melakukan ajaran Buddha dan mencapai kebuddhaan, karena “udah ada jalan, ada formula…..CUMA PERLU TEKAD…..” Saya mau bertanya, apakah Anda sudah melakukannya “Delapan Jalan kEMULIAAN/ KEBENARAN dan memperaktekan semuannya? Dan Anda perlu masuk Sangha dengan menjalani 227 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 311 peraturan/ vinaya buat bikkhuni jika Anda suka ajaran Buddha Therevada, kalo Anda berasal dari aliran Buddha Mahayana maka Anda perlu menjalankan 250 peraturan/ vinaya buat bikkhu atau 348 peraturan/ vinaya buat bikkhuni atau Anda berniat masuk ke aliran Buddha Tantrayana, anda perlu mempraktekan 253 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 364 peraturan/ vinaya buat bikkhuni.

    Anda pernah baca buku Riwayat Agung Buddha jilid 1? bahwa seorang Buddha jarang muncul dan ada? Syarat seseorang memenuhi calon Buddha dan tergantung jenis Buddhanya memerlukan paling dikit empat Asankheyya dan seratus ribu kappa, atau yg sedang delapan asaïkhyeyya dan seratus ribu kappa, dan yang paling berat enam belas asaïkhyeyya dan seratus ribu kappa. Tidak ada yang tahu satu Asankheyya itu berapa lama(artinya tak bisa dihitung angkanya) dan 100.000 kappa juga susah dihitung berapa lamanya( 1 = kappa = satu puturan bumi, dulu orang berjalan kaki, jadi kalau berkeliling dunia dengan jalan kaki berapa lama ya?)….jadi artinya mau jadi seorang Buddha maka dia perlu berulang-ulang lahir ke dunia dan terus-menerus berbuat kebajikan…Jika ditumpuk tulang belulang calon Buddha yang mati-lahir kembali maka tulungnya sebanyak dan setinggi gunung Himalaya dan kebaikannya seperti air samudera luasnya………Begitulah kata ajaran Buddha, siapa bisa dan berminat menjadi Buddha????

    4) Bukan masalah lelah atau tidak ada tekad, masalahnya adalah TIDAK MASUK AKAL ajaran Buddha tersebut jika manusia bisa melakukannya dengan sempurna semua peraturan-peraturan yang ada dan bervariasi serta diskriminasi antara pria dan wanita!!!! Buddha Gautama yang katanya sempurna dan penuh hikmat tidak bisa memutuskan jika seorang wanita mau masuk Sangha, perlu muridnya meyakinkannya beberapa kali dan memberi peraturan yang lebih berat!!!!! Pernah mendengar kalimat demikian, “Peraturan dibuat untuk dilanggar????”” Anda tahu bahwa orang Yahudi memiliki 613 peraturan untuk memenuhi hukum Taurat agar bisa berkenan pada Tuhan???? Dan apa yang terjadi, justru adanya peraturan itulah manusia diperhamba/ diikat dan mengenal akan kesalahannya!!!!! Anda perlu dengan sungguh2 mencerna perkataanku, agar bisa mendapat pointnya…..”Justru peraturan dibuat, manusia akhirnya mengenal apa itu dosa, apa itu karma…..agar setiap manusia tidak bisa mengelak dari hukuman oleh Sang Hakim yang Agung dan Adil( Tuhan semesta alam)!!!!!walaupun Anda tidak mau percaya adanya Tuhan yang Maha Kuasa, itu terserah Anda…….(bagiku saya percaya adanya Tuhan, namun bukan Tuhan/ Dewa yang pernah dibicarakan oleh Buddha Gautama itu)

    Jika Anda mau bahas tentang apakah Tuhan itu ada atau tidak????, saya sangat welcome….

    @ all Buddhist fellow : Saya menuliskan di blog Dede BUKAN bertujuan untuk menghina atau memandang rendah penganut agama lain, walaupun saya kadang-kadang melihat blog/ situs website dari kalangan Buddhist sendiri banyak menuliskan hinaan-hinaan atau hal-hal yang bersifat merendahkan dengan menerapkan double standard dalam pembahasannya. Bagi saya, keyakinan merupakan hak semua manusia, ada yang mengungkapkan karena cocok, logis/ rasional/ agama leluhur dsbnya. Namun, bagi saya keyakinan itu bukanlah masalah cocok, rasional ataupun karena tradisi melainkan
    karena adanya dimensi lainnya yaitu suatu panggilan dan pengalaman pribadi atas panggilan tsb. Dimensi itu hanya ada didalam Kekristenan yaitu Bukan manusia yang mencari Allah namun Allahlah yang pertama berinisiatif memanggil/ mencari manusia dan memiliki hubungan yang khusus didalam berjalan, hidup dan bersekutu dengan Allah Sang Pencipta itu sendiri. Jadi orang yang mengaku Kristen memiliki pengalaman tersebut dan dia dengan senang hati berbagi cerita pengalamannya bersama Tuhan dengan Anda. Orang Kristen berbuat kebajikan BUKAN karena buat membayar karma buruknya, atau mendapat keselamatan. Tidak, orang Kristen berbuat kebajikan karena melihat teladan Allah yang lebih duluan berbuat kebajikan bagi umat manusia dengan mengutus nabi2, rasul2 dan teladan Yesus Kristus. Itulah arti kebajikan sejati bagi orang Kristen, kasihnya tanpa syarat, tanpa pamrih dsbnya.

    Sejarah peradaban manusia dibangun karena kasih orang Kristen tanpa memandang suku bangsa, kasta, agama dll. Kebajikan bukan dalam bentuk teori, namun dalam bentuk praktek, tindakan nyata. Sejarah pengorbanan manusia dihapuskan spt praktek suti di India, perbudakan dihapuskan, sekolah2 bermutu didirikan, rumah sakit didirikan, palang merah dibentuk, demokrasi, dll semuanya karena dedikasi orang2 Kristen yang
    terinsipirasi oleh teladan Yesus Kristus.

    Jadi, jika umat Buddha bangga dengan hal-hal kebajikan, itu sangat baik. Namun jangan menyombongkan diri seakan2-akan itulah keunikan ajaran Buddha. Kita tidak banyak menemukan hal-hal( berbuat kebajikan bagi masyarakat ) demikian sebelum masuk ditahun 1970, dimana aliran Buddha Tzu Chi baru mulai melakukan hal-hal itu yang juga belajar dari pastor2 Khatolik. Dulu para bikkhu untuk menghilangkan/ mematahkan rantai samsara/ penderitaan, maka manusia harus melepaskan diri dari kemelekatan
    duniawi dan mengasingkan diri kedalam hutan2, gua2 atau wihara2 yang jauh dari kehidupan hingar bingar kegiatan manusia duniawi dengan melakukan instropeksi diri dalam bentuk meditasi untuk mencapai tingkat kesucian tertentu. Dengan kata lain, untuk menghindari penderitaan maka para bikkhu itu melarikan diri ke dalam dunia keegoisan sendiri dengan cara berdiam diri dan menciptakan diri tentang ILUSI diri( anatta). Berbeda dengan orang Kristen, penderitaan dilihat orang Kristen sebagai media pembelajaran diri tentang ketekunan, kesabaran, kedewasaan, dan mencari cara untuk mengatasi penderitaan. Penderitaan bukanlah ilusi, namun fakta yang harus dihadapi walaupun kadang2 harus dengan pengorbanan jiwa. Kesucian hidup bagi orang Kristen bukanlah didapat dengan cara berdiam diri dengan MEDITASI tetapi dengan DEDIKASI dengan cara menolong orang lain yang sedang menderita. Saya tidak pernah percaya bahwa kesucian hidup seseorang diperoleh dengan cara berdiam diri, mengajarkan tentang
    sesuatu namun dia sendiri tak memberikan contoh teladan tentang apa yang dia ajarkan!!!! Dan orang Kristen berbuat kebajikan TIDAK PERLU orang lain tahu lewat media surat kabar/ TV dll, cukup Allah yang tahu….Bagi orang Kristen berbuat kebajikan bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan, disombongkan seolah2 dia hebat, Tidak!!! Namun itu karena welas asih/ belas kasihan yang timbul karena dorongan ROH ALLAH yang berbelas kasihan bagi orang itu melalui orang2 Kristen untuk membantunya……Oleh sebab itu Kebajikan orang Buddhis SANGAT BERBEDA dengan pengertian Kebajikan orang Kristen……..!!!!! Ada yang tahu PERBEDAANNYA????

    @ Mei : Ehipassiko” berasal dari kata bahasa Pali yang berarti “datang dan lihatlah” Saya setuju dengan pendapat tersebut jika setiap orang perlu pembuktian.. Orang Kristen bukanlah orang yang percaya dengan keyakinan yang buta. Bukan dengan HANYA percaya tanpa logika. Justru Yesus menantang setiap orang membuktikan bahwa Dia salah. Dan mujizat-mujizat yang Dia lakukan bahwa yang Yesus katakan adalah benar. Dan keselamatan yang didapat bukanlah dengan gratis, namun penuh dengan pengorbanan oleh Yesus Kristus. Seperti seorang pekerja tambang yang bertanya kepada seorang pendeta, bahwa hanya dengan percaya dan beriman udah cukup? Maka
    pendeta itu bertanya, bagaimana Anda dapat dengan mudah bisa naik turun kedalam dasar tambang? “Ohhh, iya perusahaan membuat sebuah lift agar kami hanya dengan menekan tombol bisa turun dan naik dengan mudah,” kata penambang tersebut.” Demikian juga dengan Allah, melalui Yesus Kristus memudahkan Anda selamat dengan hanya percaya”, kata pendeta tsb. Allah menyediakan jalan keselamatan yang mudah bagi setiap orang melalui Yesus Kristus. Jalan yang disediakan bukanlah dengan mudah dilakukan, namun setelah semuanya selesai oleh karya Yesus, maka semuanya menjadi lebih mudah…tanpa perlu ritual agama dan peraturan-peraturan agama, pengorbanan atau harus berbuat kebajikan dahulu baru diberi pahala atau diselamatkan.

    @ Dear N. S :
    1) Allah bukanlah sumber pencipta kejahatan. Allah memberi hukum-Nya dan manusia memiliki Kehendak, apakah mau taat atau tidak itu kebebasan manusia. Jika manusia mau taat, maka ada pahala baginya, jika tidak mau taat maka dia pasti dihukum oleh Allah. Allah tidak menciptakan manusia seperti robot. Bagaimana Anda tahu Allah tidak
    menghukum Hitler, akhirnya khan dia mati bunuh diri? Kalau Allah mencegah pembunuhan tersebut, maka Perintah Allah ttg ” Jangan Membunuh ” hanyalah karya isapan jempol saja alias hanya pajangan tak berarti dan bagaimana Hitler bisa dihukum tanpa melanggar Titah Tuhan itu?

    2) Kitab Suci Tipitaka dalam aliran Buddha Mahayana ” hanya sebagian kecil” ditulis dan masih ditemukan dalam bentuk asli bahasa Sansekerta pada abad pertama dan kedua masehi, sedangkan sebagian ” besar” ditemukan dalam bahasa Mandarin pada abad 5-7 masehi. Contoh Kitab Sad Dharma Pundarika( Kitab Rahasia Bunga Teratai) itu dalam bahasa Mandarin. Dan baru sekarang ini diterjemahkan kembali dari bhs Chinese
    ke Sansekerta.

    Lamrim merupakan sutra yang ditulis oleh Bikkhu Atisa dari India ke Tibet pada abad 11 Masehi, so what????? Mau mengatakan bahwa sutra itu yang paling asli???? Pengajaran Buddha ada di abad 5 Sebelum Masehi, sedangkan kitab Tipitaka tertua ada di Srilangka dan tercatat di abad 1 Sebelum Masehi dan sebagian lagi ada di abad 1-4 Masehi. Ada selisih 400 tahun jauhnya sebuah narasumber tangan pertama dengan tulisan kitab tersebut, dan tidak ada satu orang murid Buddha pun yang bisa memverifikasikan mana ajaran Buddha yang asli dan yang bukan……

    3) Mantera Om Padme Om saya salah tulis, seharusnya “Om Mani Padme
    hum”( ओं मणिपद्मे हूं) yaitu mantra yang ditujukan kepada Avalokiteshvara (Tibet =Chenrezig, Chinese = Guanyin). Terimakasih atas koreksinya.

    4) Alkitab tidak pernah menceritakan bahwa Nuh yang pergi mencari dan membawa pulang hewan2 tersebut. Hewan2 itu datang secara berpasangan ke bahtera Nuh. Bagi kami itu adalah pekerjaan Tuhan. Dan Nuh bekerja buat bahtera itu selama 130 tahun, jadi hewan2 tersebut memiliki waktu yg cukup untuk datang. Kejadian air bah banyak bangsa-bangsa lain memiliki cerita tersebut. Jadi Anda tidak berhak untuk menghakimi cerita tersebut sebagai dogeng walapun Anda tidak mau percaya, sama seperti
    saya tidak berhak menghakimi cerita2 Buddha didalam Jataka atau Tipitaka seperti Buddha yang bisa memegang matahari dan bulan sebagai bentuk dongeng bukan??!!!

    @Mei : reinkarnasi= re(berulang2), inkarnasi = lahir , lahir berulang kali. Reinkarnasi / tummibal lahir/ rebirth dalam ajaran Hindu, orang yang mati jiwa/ roh nya berpindah, sedangkan dalam ajaran Buddha tidak mengakui tentang jiwa/ roh/anatta/anatman yang kekal, jadi manusia mati semuanya ikut mati, kecuali kesadaran yang berpindah.
    Mengenai bukti adanya kelahiran kembali yg dilakukan oleh Dr. Ian Steveson dkk merupakan paranormal yg tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan sekarang tidak ada lagi penelitian ilmiah lanjutan seperti itu. Jika seseorang bisa mengetahui masa lalunya, seharusnya Siddharta Gautama udah lebih tahu dan tak perlu melakukan uji coba terus minerus selama 6 tahun untuk cari tahu, toh beliau khan merupakan bodhisattva yg telah lahir jutaan kali???

    Dalam tradisi Tibet/ Tantrayana( merupakan bagian dari aliran Mahayana) yang banyak cerita tersebut, jika Anda baca diinternet, ada 2 orang Karmapa yang masing2 diakui oleh beberapa Rinpoche merupakan bagian dari seorang Karmapa terdahulu yg telah mati dan lahir kembali melalui mereka. Bagaimana seorang bisa menitis ke dua orang, pasti ada satu yg palsukan, atau dua2nya yang palsu? http://www.rinpoche.com/controversy.htm

    Pertanyaan buat Mei : apakah bentuk karma itu adil, seseorang yang berbuat salah, dan setelah dia mati, kesadarannya berpindah ketubuh orang lain dan menjalani karmanya???? Dimana letak keadilannya, jika konsep pemahaman spt itu, banyak orang yang mau berbuat karma buruk dong, toh tubuh lain yang menanggungnya????

    Contoh mengenai konsep anatta dengan lilin yang menyala dan menyalakan lilin-lilin lainnya juga tidak benar, sebab lilin pertama harus habis dulu baru ada nyala lilin selanjutnya. Kalau lilin pertama udah padam, bagaimana bisa menghidupkan lilin selanjutnya, itu logikanya……..Jadi tolong beri contoh yang lebih masuk akal ya……..

    Alkitab hanya mengajarkan bahwa manusia hanya hidup sekali saja, setelah itu mati dan menghadapi penghakiman.

    Roh yang Anda maksud itu merupakan Roh Allah yang berkarya didalam kelahiran Yesus tanpa melalui persetubuhan seperti manusia layaknya. Itu sesuai nubuatan Kitab Yesaya yg telah menuliskan 600 tahun sebelum masehi bahwa akan lahir seorang Juruselamat manusia yang dikandung anak dara. Inkarnasi arti lahir sebagai manusia hanya sekali saja, jd tidak berulang2 itu bedanya.

  88. 8 Agustus 2011 pukul 1:56 PM

    N.S. :

    jangan lupa baca juga :
    http://www.buddhanet.net/pdf_file/beyond-belief02.pdf

    @ N.S. : Beyond Belief sudah saya baca, karangan A. L. De Silva. Dan tidak ada sesuatu pun yang baru tentang tulisannya seperti Apakah Tuhan itu ada? Mengapa Tuhan itu tidak ada? Tuhan atau Buddha, Fakta dan Fiksi tentang kehidupan Yesus, Kritikan terhadap Alkitab dll….semuanya merupakan kopian dari berbagai sumber yang tidak setuju dengan keyakinan orang Kristen dan orang Kristen mampu menjawab semuanya.

    De Silva menulis semua itu dengan pikiran di Barat, dia tidak tahu bahwa di Timur banyak orang yang percaya akan kekristenan dan memiliki sudut pandang yg berbeda termasuk saya. Buku yang ditulis oleh Steve Cioccolanti : “From Buddha to Jesus” merupakan refleksi dari kehidupan umat Buddha di Thailand dan itulah faktanya. Walaupun ajaran Buddha berasal dari daerah Nepal modren, namun bukan berarti yang dipahami oleh umat Buddha di Thailand berbeda jauh seperti yang di Myammar, Laos atau Sri Langka yang berasal dari satu aliran Therevada..

    Secara singkat saya ingin katakan tentang beberapa hal tentang tulisan de Silva yang berasal dari latar belakang ateis dan menjadi bikkhu:

    1) Apakah Tuhan itu ada atau tidak? Data yang A.L. De Silva tuliskan lebih banyak bersumber dari para ateis, dan sekarang orang Kristen tidak banyak mengalami kesulitan untuk menjawab kritikan tersebut. Dan dalam berbagai debat antara orang Kristen dengan ateis, orang Kristen dapat memberikan banyak argumentasi dan pertanyaan2 yang tidak bisa dijawab oleh orang ateis yang katanya pintar. Jika ingin tau banyak tentang jawab-2an oleh orang Kristen yang seperti de Silva tuliskan, Anda boleh beli buku berjudul : “Who made God?” yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia terbitan Pioner Jaya.
    Terus terang saja, argumentasi2 yang de Silva kemukakan tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan itu tak ada dengan hanya memberi argumentasi2 yang dangkal dan kelihatan logis dari sudut pandang paham Therevada, bagaimana dengan sudut pandang ajaran Buddha Mahayana tentang adanya keTuhanan dalam pengertian impersonal? Bagaimana de Silva menjawabnya? Dan argumentasi de Silva juga tidak mampu membuktikan bahwa Allah itu tidak ada.

    2) Sampai sekarang tidak ada seorang pun yang bisa membuktikan bahwa Yesus sejarah itu tak pernah ada maupun tentang beberapa pengajaran, kematian dan kebangkitan-Nya itu tidak nyata dalam sejarah. Selain sumber Injil menyatakan tentang keberadaan-Nya dan pengajaran-Nya, maka diluar sumber yang bukan berasal dari orang Kristen banyak mencatat tentang Yesus.

    De Silva berargumentasi bahwa banyak kata-kata Yesus tidak asli dan kopian dari orang lain dan menyatakan seolah-olah komentar Yesus berasal dari Buddha. Inilah yang menjadi kelemahan dari argumentasinya dengan hanya melihat dari sudut pandang kitab Perjanjian Baru dan tidak melihat juga Kitab Perjanjian Lama yang sebagian besar telah ada sebelum Buddha itu lahir.

    3) Jika standar kritikan yang sama diperlakukan terhadap ajaran Buddha, maka kalangan Buddhis juga kelabakan dan susah membuktikan kebenaran ajaran Buddha. Contoh : tentang keaslian Tipitaka dengan standar kritikan yang sama seperti hal yang dilakukan terhadap Alkitab, Contoh bagaimana ahli kitab suci dari kalangan Buddhis bisa membuktikan tentang keaslian pengajaran Buddha yang ada di Tipitaka tertuanya yang baru dituliskan setelah 400 tahun sesudah Buddha meninggal??? Siapa yang bisa memverifikasikan ajaran Buddha itu benar-benar bersumber dari pengajaran Buddha yang asli? Bagaimana dengan hal-hal supranatural yang Buddha lakukan, apakah itu juga asli? Misalnya Buddha bisa terbang ke langit, bisa menciptakan api dan air pada saat yang bersamaan dari tubuhnya, bisa berjalan diatas air dsb???

    Beda dengan Injil yang masa penulisannya bisa diverifikasikan oleh murid-murid Yesus yang masih hidup saat itu….

    Sekian dulu dech, bagi yang belum mengerti dan mau bertanya dipersilakan……

  89. N.S.
    8 Agustus 2011 pukul 1:56 PM

    buddha josaphat :

    @ Dear N. S :
    1) Allah bukanlah sumber pencipta kejahatan. Allah memberi hukum-Nya dan manusia memiliki Kehendak, apakah mau taat atau tidak itu kebebasan manusia. Jika manusia mau taat, maka ada pahala baginya, jika tidak mau taat maka dia pasti dihukum oleh Allah. Allah tidak menciptakan manusia seperti robot. Bagaimana Anda tahu Allah tidak
    menghukum Hitler, akhirnya khan dia mati bunuh diri? Kalau Allah mencegah pembunuhan tersebut, maka Perintah Allah ttg ” Jangan Membunuh ” hanyalah karya isapan jempol saja alias hanya pajangan tak berarti dan bagaimana Hitler bisa dihukum tanpa melanggar Titah Tuhan itu?

    jadi untuk nunjukin perintah “jangan membunuh” itu allah membiarkan sekian juta orang mati???? wew… bener2 maha pengasih yah… wkwkwkwk… masa cuma untuk nunjukin satu hal kecil ke hitler sampe harus nunggu dia bunuh segitu banyak orang? dimana letak kebijaksanaan allah ini seh?

    2) Kitab Suci Tipitaka dalam aliran Buddha Mahayana ” hanya sebagian kecil” ditulis dan masih ditemukan dalam bentuk asli bahasa Sansekerta pada abad pertama dan kedua masehi, sedangkan sebagian ” besar” ditemukan dalam bahasa Mandarin pada abad 5-7 masehi. Contoh Kitab Sad Dharma Pundarika( Kitab Rahasia Bunga Teratai) itu dalam bahasa Mandarin. Dan baru sekarang ini diterjemahkan kembali dari bhs Chinese
    ke Sansekerta.
    Lamrim merupakan sutra yang ditulis oleh Bikkhu Atisa dari India ke Tibet pada abad 11 Masehi, so what????? Mau mengatakan bahwa sutra itu yang paling asli???? Pengajaran Buddha ada di abad 5 Sebelum Masehi, sedangkan kitab Tipitaka tertua ada di Srilangka dan tercatat di abad 1 Sebelum Masehi dan sebagian lagi ada di abad 1-4 Masehi. Ada selisih 400 tahun jauhnya sebuah narasumber tangan pertama dengan tulisan kitab tersebut, dan tidak ada satu orang murid Buddha pun yang bisa memverifikasikan mana ajaran Buddha yang asli dan yang bukan……

    emang ada kalimat gw yg bilang kalo lamrim itu yg asli? pernah baca lamrim? emang itu sutra? (-_-“) lagian di buddhist itu ga wajib percaya isi tripitaka/tipitaka koq…

    nah bagaimana dengan alkitab? yakin isinya 100% asli dari tuhan? persis demikian juga dengan alkitab, tidak pernah ada satu orangpun murid jesus yang bisa memverifikasi mana isi alkitab yang paling benar. pernah bedain isi alkitab katolik dan protestan? mana alkitab yang benar mana yang salah? kisah hidup jesus juga ada di al-quran, menurut anda, catatan mana yang benar? yang di alkitab atau yang di al-quran? mana catatan yang benar dan mana yang salah?

    pasti juga tahu kan bahwa doa bapa kami pernah direvisi? jadi manusia perlu merevisi kitab suci yang katanya sabda tuhan? bagaimana dengan sejarah bagaimana isi alkitab bertentangan dengan sains (bumi datar, dll), apa itu berarti tuhan ga ngerti ilmu bumi?

    4) Alkitab tidak pernah menceritakan bahwa Nuh yang pergi mencari dan membawa pulang hewan2 tersebut. Hewan2 itu datang secara berpasangan ke bahtera Nuh. Bagi kami itu adalah pekerjaan Tuhan. Dan Nuh bekerja buat bahtera itu selama 130 tahun, jadi hewan2 tersebut memiliki waktu yg cukup untuk datang. Kejadian air bah banyak bangsa-bangsa lain memiliki cerita tersebut. Jadi Anda tidak berhak untuk menghakimi cerita tersebut sebagai dogeng walapun Anda tidak mau percaya, sama seperti
    saya tidak berhak menghakimi cerita2 Buddha didalam Jataka atau Tipitaka seperti Buddha yang bisa memegang matahari dan bulan sebagai bentuk dongeng bukan??!!!

    hehehehe.. anda berhak koq untuk menghakimi cerita apapun di tipitaka, toh kalaupun itu cuma catatan sisipan dan terbukti tidak benar-benar terjadi juga ga knapa2, kan tidak ada kewajiban untuk percaya 100% isi kitab..
    beda dengan anda kan? alkitab adalah doktrin yang harus diyakini sebagai kata-kata kebenaran, atau menurut anda alkitab bisa salah?
    yup, 130 tahun waktu yang panjang, hewan-hewan yang satu pulau/benua dengan nuh bisa aja sampai, gimana dengan yang di beda benua dan endemik di lokasi tersebut? apa menurut anda komodo akan berenang nyebrang laut untuk ke tempatnya nuh?
    jika tuhan sedemikian kuasanya untuk hewan, saat ini sebenarnya dia bisa koq mau nunjukkin kuasanya untuk nolong korban kelaparan di somalia, sayang sepertinya tuhan lagi sibuk ga tau ngapain…

    btw, pernah denger cerita horus di mitologi mesir? mirip banget loh ama crita jesus…

  90. N.S.
    8 Agustus 2011 pukul 2:06 PM

    buddha josaphat :
    1) Apakah Tuhan itu ada atau tidak? Data yang A.L. De Silva tuliskan lebih banyak bersumber dari para ateis, dan sekarang orang Kristen tidak banyak mengalami kesulitan untuk menjawab kritikan tersebut. Dan dalam berbagai debat antara orang Kristen dengan ateis, orang Kristen dapat memberikan banyak argumentasi dan pertanyaan2 yang tidak bisa dijawab oleh orang ateis yang katanya pintar. Jika ingin tau banyak tentang jawab-2an oleh orang Kristen yang seperti de Silva tuliskan, Anda boleh beli buku berjudul : “Who made God?” yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia terbitan Pioner Jaya.
    Terus terang saja, argumentasi2 yang de Silva kemukakan tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan itu tak ada dengan hanya memberi argumentasi2 yang dangkal dan kelihatan logis dari sudut pandang paham Therevada, bagaimana dengan sudut pandang ajaran Buddha Mahayana tentang adanya keTuhanan dalam pengertian impersonal? Bagaimana de Silva menjawabnya? Dan argumentasi de Silva juga tidak mampu membuktikan bahwa Allah itu tidak ada.

    ada neh contoh nyata bagaimana atheis mampu membuktikan iman pada tuhan itu sekedar omong doang: http://www.facebook.com/home.php?sk=group_196797927019736&id=214487561917439&notif_t=group_activity

    2) Sampai sekarang tidak ada seorang pun yang bisa membuktikan bahwa Yesus sejarah itu tak pernah ada maupun tentang beberapa pengajaran, kematian dan kebangkitan-Nya itu tidak nyata dalam sejarah. Selain sumber Injil menyatakan tentang keberadaan-Nya dan pengajaran-Nya, maka diluar sumber yang bukan berasal dari orang Kristen banyak mencatat tentang Yesus.
    De Silva berargumentasi bahwa banyak kata-kata Yesus tidak asli dan kopian dari orang lain dan menyatakan seolah-olah komentar Yesus berasal dari Buddha. Inilah yang menjadi kelemahan dari argumentasinya dengan hanya melihat dari sudut pandang kitab Perjanjian Baru dan tidak melihat juga Kitab Perjanjian Lama yang sebagian besar telah ada sebelum Buddha itu lahir.

    betul, ada catatn di luar sumber alkitab, yaitu al-quran, tetapi isinya sebagian berbeda. menurut anda kitab mana yang benar?

    perjanjian lama? maksudnya kisah2 yang anda yakini sebagai kebenaran tuhan walau isinya aneh (contoh gampang ya kisah nuh)

    3) Jika standar kritikan yang sama diperlakukan terhadap ajaran Buddha, maka kalangan Buddhis juga kelabakan dan susah membuktikan kebenaran ajaran Buddha. Contoh : tentang keaslian Tipitaka dengan standar kritikan yang sama seperti hal yang dilakukan terhadap Alkitab, Contoh bagaimana ahli kitab suci dari kalangan Buddhis bisa membuktikan tentang keaslian pengajaran Buddha yang ada di Tipitaka tertuanya yang baru dituliskan setelah 400 tahun sesudah Buddha meninggal??? Siapa yang bisa memverifikasikan ajaran Buddha itu benar-benar bersumber dari pengajaran Buddha yang asli? Bagaimana dengan hal-hal supranatural yang Buddha lakukan, apakah itu juga asli? Misalnya Buddha bisa terbang ke langit, bisa menciptakan api dan air pada saat yang bersamaan dari tubuhnya, bisa berjalan diatas air dsb???
    Beda dengan Injil yang masa penulisannya bisa diverifikasikan oleh murid-murid Yesus yang masih hidup saat itu….
    Sekian dulu dech, bagi yang belum mengerti dan mau bertanya dipersilakan……

    🙂 sayang sekali kita tidak diwajibkan untuk percaya isi kitab. jika ternyata terbukti tipitaka adalah karangan dan bukan asli, toh itu tidak melanggar apapun, karena keaslian kitab bukanlah hal yang penting dalam buddhisme. begitu juga dengan hal-hal supranatural, itu juga ga penting koq.

    beda dengan anda kan? berani bilang isi alkitab ga 100% asli? isi alkitab bisa salah (bumi datar) sehingga sampai ada perlu direvisi (revisi doa bapa kami)?

  91. N.S.
    8 Agustus 2011 pukul 2:14 PM

    buddha josaphat :
    Sekian dulu dech, bagi yang belum mengerti dan mau bertanya dipersilakan……

    apakah alkitab bisa salah? apakah alkitab adalah 100% firman tuhan?

    http://www.answering-christianity.com/earth_flat.htm
    tolong jelasin deh, gimana neh sabda tuhan bisa ga sesuai kenyataan…

    http://www.answering-christianity.com/101_bible_contradictions.htm
    firman tuhan maha sempurna dan maha ini itu koq banyak isinya yang kontradiksi?

  92. lth
    9 Agustus 2011 pukul 10:57 AM
  93. lth
    9 Agustus 2011 pukul 11:02 AM

    Maaf, mohon maaf judul bukunya: “Dari BUDHA Hingga YESUS”

    perbedaan-nya:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Budha
    http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha

    dedewijaya :

    Baca dan komentari buku From Buddha to JESUS…. oke, thanks komentar dan responmu Mei, saya hargai. Dalam Keluarga saya, Mama Kong Hu cu, Papa ku Buddhist. Kami anak2nya berdelapan Kristen… terbeban banget memberitakan Injil Keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus yang adalah Sang Firman YAHWEH yang menjadi Juruselamat Umat Manusia yang Berdosa…. Bacalah isi blog2 saya, semoga jadi berkat tersendiri untuk Mei dan rekan-rekan Buddhist lainnya. Syalllom Damai.

  94. 9 Agustus 2011 pukul 11:14 AM

    N.S. :

    buddha josaphat :
    Sekian dulu dech, bagi yang belum mengerti dan mau bertanya dipersilakan……

    apakah alkitab bisa salah? apakah alkitab adalah 100% firman tuhan?
    http://www.answering-christianity.com/earth_flat.htm
    tolong jelasin deh, gimana neh sabda tuhan bisa ga sesuai kenyataan…

    @ N.S. Alkitab tak bisa salah, yang bisa salah manusia yang menafsirkannya. Coba tunjukkan ayat Alkitab mana yang menyatakan bumi itu datar?? Kalo di kitab suci lain memang ada seperti itu, coba buka di : http://www.answering-islam.org/Shamoun/whale_nun.htm

    http://www.answering-christianity.com/101_bible_contradictions.htm
    firman tuhan maha sempurna dan maha ini itu koq banyak isinya yang kontradiksi?

    @ N.S. : itu udah terjawab di : http://buktidansaksi.com/resources?c=books_free_download

  95. lth
    9 Agustus 2011 pukul 11:23 AM

    Tuhan, Bagaimana ini ?


    Cerita ini kisah nyata. Beberapa tahun yang lalu, pada suatu malam selesai dari kebaktian di tempat ibadahnya, seorang pengabar agama yang taat di agama tetangga pulang ke rumahnya di daerah Surabaya Barat dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah perjalanan dia dihadang perampok yang hendak merampas sepeda motornya. Karena mungkin sedikit melawan akhirnya selain sepeda motornya dirampas, ia juga dianiaya dan ditinggal sendirian di jalan sepi tersebut dengan kondisi terluka parah. Dengan sisa tenaga yang ada ia berusaha untuk meminta bantuan dari kendaraan yang lewat namun tidak ada satupun yang berani berhenti untuk menolong karena takut dengan penampilannya yang luka parah. Akhirnya ia terus berjalan dan merangkak sampai ke lokasi perumahannya lalu ditolong satpam perumahan yang mengenalinya.

    Dari cerita di atas orang tidak akan berhenti berpikir kenapa ia mengalami
    kejadian yang mengerikan tersebut. Apa penyebabnya. Bagaimana orang yang sudah begitu taat sembahyang dan baru saja keluar dari pelayanan di tempat ibadahnya bisa menerima musibah seperti itu. Orang akhirnya muncul dengan berbagai jawaban yang selalu dikaitkan dengan keberadaan sosok maha dewa pengatur kehidupan. Di mana jawaban tersebut sering menggambarkan keterlibatan langsung maha dewa atas nasib manusia. Penjelasan- penjelasan itu pada awalnya memang bisa menghibur, memberikan ketabahan dan harapan bagi manusia untuk menghadapi kenyataan-kenyataan dalam hidupnya.

    Jawaban yang paling sering dipakai orang adalah bahwa hal itu merupakan
    COBAAN dari Tuhan untuk melihat apakah pengikutnya itu benar-benar setia padanya. Apabila kita menggambarkan ada sosok Tuhan dalam bentuk maha dewa sedang mencoba manusia yang sudah begitu taat kepadanya dengan cara seperti itu, kita tentunya boleh merasa ngeri dengan sosok Tuhan seperti itu. Dan tentunya sosok tersebut tidak bisa disebut bersifat maha pengasih dan penyayang.

    Apabila seorang ibu mencoba membuat roti kukus yang enak, maka disitu ada resiko roti kukus itu tidak “mengem- bang” atau sering dikatakan orang rotinya “bantat”. Ibu itu tidak tahu hasil akhirnya karena itu ia harus mencoba. Konsep cobaan sebagai jawaban atas kejadian di atas sulit diterima kecuali Tuhan maha dewa memang sedang coba-coba dan tidak tahu bagaimana hasil percobaannya itu. Berarti maha dewa tersebut tidak maha tahu. Tetapi kalau betul- betul maha tahu, tentunya maha dewa itu sudah tahu bagaimana hasilnya, lalu apa fungsinya mencoba. Apabila sudah tahu hasilnya tetapi tetap diberi cobaan yang mengerikan, hal ini tentunya mirip dengan sifat manusia yang iseng dan kejam (baca tsunami).Yang menjadi pertanyaan apakah Tuhan bisa digambarkan seperti itu? Menurut saya hal ini karena manusia sendiri yang menggambarkan Tuhan sebagai sosok makhluk maha dewa sehingga menimbulkan banyak kerancuan dan bukan gambaran Tuhan yang sesungguhnya.

    Jawaban lain yang sering dipakai adalah bahwa kejadian yang terjadi sudah merupakan RENCANA Tuhan. Apabila kita telaah penjelasan ini tentunya timbul suatu pengertian bahwa kejadian yang terjadi pada teman kita tersebut sudah direncanakan sebelumnya bahkan mungkin pada saat ia belum lahir di mana perampok tersebut juga merupakan bagian dari rencana tersebut. Misalkan ada suatu pentas sandiwara di mana ada seorang yang baik hati dirampok oleh perampok, maka aktor perampok harus betul-betul menjalankan perannya dengan baik agar sandiwara itu bagus jadinya. Apabila dalam skenarionya (rencana) dia harus merampok lalu dia malah menolong orang tentunya hal itu akan menyebabkan sutradara marah. Dia sudah merusak jalan cerita dan melawan perintah. Tetapi bila dia betul-betul berperan sebagai perampok yang bengis maka seharusnya akan mendapatkan pujian dari sang sutradara, harusnya dia dapat piala Oscar.

    Bila kita kembali pada cerita di atas maka seharusnya perampok sepeda motor tadi masuk surga karena sudah menjalankan perintah sesuai rencana-“Nya”. Tetapi yang terjadi biasanya perampok itu dikatakan akan masuk neraka karena kejahatannya.
    Konsep bahwa semua kejadian sudah direncanakan Tuhan sulit bisa
    diterima. Apabila semua sudah direncanakan berarti sejak awal diciptakan manusia sudah ditentukan mana yang akan masuk neraka dan mana yang akan masuk surga.

    Lalu dimana letak keadilannya dan lagi pula apa fungsinya menciptakan manusia dengan rencana seperti itu. Atau konsep ini murni bikinan manusia sehingga akhirnya menyebabkan gambaran Tuhan jadi seperti itu.

    Sering kali ada orang yang menjelaskan bahwa kejadian itu untuk mengingatkan manusia bahwa Tuhan maha dewa memiliki kekuasaan penuh atas nasib manusia. Apabila hal itu yang terjadi maka berarti maha dewa tersebut bukan maha pencipta karena sudah menciptakan manusia yang tidak sempurna sehingga perlu terus- terusan diingatkan. Apalagi teman kita itu tadi kerjaannya tiap saat melayani Tuhan kenapa ia yang harus diingatkan dan bukannya yang lain.

    Terkadang orang menyalahkan iblis yang diceritakan merupakan ciptaan Tuhan maha dewa sebagai biang keladi atas segala penderitaan dan musibah yang terjadi. Jika Tuhan maha dewa merupakan makhluk yang maha tahu, maha kuasa dan maha pengasih tentunya tidak perlu menciptakan iblis dan kalau toh sudah terlanjur diciptakan harusnya dikendalikan supaya tidak menciptakan penderitaan.

    Kecuali memang iblis sengaja diciptakan dan dibiarkan supaya menggoda manusia, sehingga manusia yang punya pilihan bebas bisa punya alternatif pilihan mau masuk surga atau neraka. Bila memiliki sifat maha tahu tentunya sudah bisa diketahui manusia mana yang bakal tahan godaan lalu masuk surga dan mana yang tidak tahan lalu masuk neraka.

    Tetapi bila Tuhan maha dewa tidak tahu mana yang akan dipilih manusia, maka sebagai perwujudan rasa cinta kasih, seharusnya tidak menciptakan iblis penggoda karena besar kemungkinan manusia akan tergoda lalu masuk neraka.

    Saat kita mengingat kejadian tsunami yang menghancurkan jutaan hidup manusia dengan cara yang sangat mengerikan, belum lagi penderitaan dan trauma berkepanjangan bagi yang masih hidup, tentunya kita juga boleh bertanya- tanya mengapa hal tersebut terjadi. Pada waktu itu tidak ada satu tokoh agamapun bisa membahas mengapa hal itu terjadi. Apakah ada Tuhan maha dewa yang sedang murka pada jutaan orang-orang tidak berdosa itu? Sebesar apa kesalahan mereka sehingga patut menerima hukuman seperti itu. Saat itu para tokoh agama hanya menjelaskan betapa kecil kita dibanding kekuasaan Tuhan sehingga kita tidak seharusnya menjadi sombong dan belajar rendah hati, serta mengembangkan kepedulian kita pada korban bencana tersebut.

    Penjelasan tokoh agama itu memang benar dan sudah seharusnya kita berpikir seperti itu tetapi dibalik penjelasan itu akan tetap tersimpan tanda tanya besar kenapa Tuhan maha dewa tega melakukan hal tersebut. Apabila manusia dilarang untuk mempertanyakan segala rencana Tuhan maha dewa, maka manusia seharusnya tidak diciptakan dengan akal budi yang sedemikian rupa sehingga mampu berpikir logis dan mempertanyakan ‘policy’ Tuhan maha dewa.


    Dahulu kala orang mengira hujan dan petir adalah kerjaan para dewa-dewi yang ada di atas kahyangan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka diketahui bagaimana terjadinya hujan dan siklusnya. Ilmu pengetahuan mulai menguak tabir kegelapan dan mulai menjelaskan bagaimana alam bekerja dengan hukum- hukumnya. Newton, Einstein dan masih banyak ilmuwan lainnya mulai mempelajari sebagian dari hukum-hukum yang bekerja di alam semesta ini. Listrik bisa menyalakan lampu dan peralatan lainnya adalah salah satu temuan penting hukum alam di abad modern ini.

    ….

    dikutip dari: http://dhammacitta.org/pustaka/ebook/dawai/dawai-46.pdf (hal 20 – 34)

  96. 9 Agustus 2011 pukul 11:37 AM

    N.S. :

    buddha josaphat :
    1) Apakah Tuhan itu ada atau tidak? Data yang A.L. De Silva tuliskan lebih banyak bersumber dari para ateis, dan sekarang orang Kristen tidak banyak mengalami kesulitan untuk menjawab kritikan tersebut. Dan dalam berbagai debat antara orang Kristen dengan ateis, orang Kristen dapat memberikan banyak argumentasi dan pertanyaan2 yang tidak bisa dijawab oleh orang ateis yang katanya pintar. Jika ingin tau banyak tentang jawab-2an oleh orang Kristen yang seperti de Silva tuliskan, Anda boleh beli buku berjudul : “Who made God?” yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia terbitan Pioner Jaya.
    Terus terang saja, argumentasi2 yang de Silva kemukakan tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan itu tak ada dengan hanya memberi argumentasi2 yang dangkal dan kelihatan logis dari sudut pandang paham Therevada, bagaimana dengan sudut pandang ajaran Buddha Mahayana tentang adanya keTuhanan dalam pengertian impersonal? Bagaimana de Silva menjawabnya? Dan argumentasi de Silva juga tidak mampu membuktikan bahwa Allah itu tidak ada.

    ada neh contoh nyata bagaimana atheis mampu membuktikan iman pada tuhan itu sekedar omong doang: http://www.facebook.com/home.php?sk=group_196797927019736&id=214487561917439&notif_t=group_activity

    2) Sampai sekarang tidak ada seorang pun yang bisa membuktikan bahwa Yesus sejarah itu tak pernah ada maupun tentang beberapa pengajaran, kematian dan kebangkitan-Nya itu tidak nyata dalam sejarah. Selain sumber Injil menyatakan tentang keberadaan-Nya dan pengajaran-Nya, maka diluar sumber yang bukan berasal dari orang Kristen banyak mencatat tentang Yesus.
    De Silva berargumentasi bahwa banyak kata-kata Yesus tidak asli dan kopian dari orang lain dan menyatakan seolah-olah komentar Yesus berasal dari Buddha. Inilah yang menjadi kelemahan dari argumentasinya dengan hanya melihat dari sudut pandang kitab Perjanjian Baru dan tidak melihat juga Kitab Perjanjian Lama yang sebagian besar telah ada sebelum Buddha itu lahir.

    betul, ada catatn di luar sumber alkitab, yaitu al-quran, tetapi isinya sebagian berbeda. menurut anda kitab mana yang benar?
    perjanjian lama? maksudnya kisah2 yang anda yakini sebagai kebenaran tuhan walau isinya aneh (contoh gampang ya kisah nuh)

    3) Jika standar kritikan yang sama diperlakukan terhadap ajaran Buddha, maka kalangan Buddhis juga kelabakan dan susah membuktikan kebenaran ajaran Buddha. Contoh : tentang keaslian Tipitaka dengan standar kritikan yang sama seperti hal yang dilakukan terhadap Alkitab, Contoh bagaimana ahli kitab suci dari kalangan Buddhis bisa membuktikan tentang keaslian pengajaran Buddha yang ada di Tipitaka tertuanya yang baru dituliskan setelah 400 tahun sesudah Buddha meninggal??? Siapa yang bisa memverifikasikan ajaran Buddha itu benar-benar bersumber dari pengajaran Buddha yang asli? Bagaimana dengan hal-hal supranatural yang Buddha lakukan, apakah itu juga asli? Misalnya Buddha bisa terbang ke langit, bisa menciptakan api dan air pada saat yang bersamaan dari tubuhnya, bisa berjalan diatas air dsb???
    Beda dengan Injil yang masa penulisannya bisa diverifikasikan oleh murid-murid Yesus yang masih hidup saat itu….
    Sekian dulu dech, bagi yang belum mengerti dan mau bertanya dipersilakan……

    sayang sekali kita tidak diwajibkan untuk percaya isi kitab. jika ternyata terbukti tipitaka adalah karangan dan bukan asli, toh itu tidak melanggar apapun, karena keaslian kitab bukanlah hal yang penting dalam buddhisme. begitu juga dengan hal-hal supranatural, itu juga ga penting koq.
    beda dengan anda kan? berani bilang isi alkitab ga 100% asli? isi alkitab bisa salah (bumi datar) sehingga sampai ada perlu direvisi (revisi doa bapa kami)?

    @ N.S : Pernyataan Anda, ” Umat Buddha tidak diharuskan mempercayai Tipitaka? “Saya merasakan suatu pemikiran yang aneh dari Anda, jangan-jangan Anda itu ngakunya percaya ajaran Buddha ternyata bukan…..???? Atau Anda itu berasal dari umat lain( Muslim) ????

    Jika Anda mengaku benar bahwa Anda adalah penganut buddhis, maka Anda harus dulu menjawab semua tulisan dan pertanyaan saya yang diatas dengan argumentasi yang baik. Saya belum melihat 4 pertanyaan saya yg diatas dan dijawab. Untuk itu saya juga tidak merasa perlu menjawab pertanyaan2 anda yang lebih lanjut dengan alasan saya :

    1) Percuma, Anda menanyakan soal Nuh, apakah Bumi itu datar, cakrawala itu melingkar, masalah cerita Horus, kenapa isi Alkitab Khatolik beda dengan Protestan, dll toh itu semua tak ada manfaatnya bagimu karena Anda telah bertetapan hati bahwa tulisan Alkitab tak bisa dipercayai, so what, wasting my time buat jelasin!!!

    Doa Bapa Kami direvisi ? Maksudmu kutipan yang dalam kurungan : ” Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan…………..dst di Matius 6 : 9-13? itu orang Kristen udah tahu alasannya dan ada penjelasannya……so no problem for us..

    2) Jika Anda orang Buddhis dan tidak harus dan perlu mempercayai Tipitaka, jadi percuma dong berbicara dengan orang yang ngakunya Buddhis, tapi tak mempercayai isi tulisan kitabnya. Ide pendapat Anda tsb, saya yakin bukan bersumber dari Anda, namun bersumber dari orang-orang bule ateis yang lebih nyaman jadi pengikut Buddha, soalnya Buddha kata orang bule itu tidak juga percaya adanya Tuhan, klop deh gayung bersambut kata pepatah Melayu, “setali berdua”………Soalnya, ide-ide ateis itu mulai berguguran. Salah satu dedengkot ateis bernama Anthony Flew sekarang percaya adanya Tuhan http://www.simpletoremember.com/articles/a/atheist-believes-in-god/
    Jadi tak heran, ada orang ateis merasa nyaman bersembunyi dibelakang ajaran Buddha dan menularkan virus-virus ateisme didalam pikiran orang-orang Buddhis yang merasa bangga ada bikkhu2 Bule lho tapi meminta orang Buddhis berpikir semuanya harus rasional………..Agama tidak bakalan bisa dimengerti hanya dengan cara rasional semata atau iman thok aja………..

    Dan mana cerita yang benar Alkitab atau Al’ Quran? Alkitab penuh kontradiksi dan bla-bla……….Anda bisa masuk ke website : http://www.answering-islam.org atau Anda bisa search : http://www.buktidansaksi.com

    Disana Anda bisa cari apa yang maunya Anda tanyakan……………

  97. 9 Agustus 2011 pukul 12:19 PM

    lth :

    GOD heals aputees:

    @ ltl : kenapa ya, kebaikan2 yang Allah lakukan pada manusia seperti memberi hujan, cahaya matahari, angin dll, tidak pernah dipuji dan disyukuri, ada bencana, kematian, dibunuh, dirampok Allah yang disalahkan!!! Emangnya Allah itu Jin nya manusia, seperti cerita Aladin?

    http://www.gotquestions.org/Indonesia/Allah-bencana-alam.html

    Banyak orang yang ditimpah kemalangan dan cacat hidupnya tetap percaya kepada Allah, mengapa? Contoh :

    1) Fanny Crosby : Sejak balita kehilangan penglihatan alias buta karena salah pengobatan, namun dia tetap percaya pada Tuhan dan dari tangannya tercipta lagu sekitar 8000 lagu, siapa orang normal yang bisa menulis lagu sebanyak itu? http://en.wikipedia.org/wiki/Fanny_Crosby

    2) Joni Tada Eareckson : mengalami kelumpuhan badan, namun dia tetap percaya Yesus dan menjadi berkat bagi jutaan orang yang menderita.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Joni_Eareckson_Tada

    Pertanyaan saya : mengapa ada juga orang yang mengalami penderitaan tetap percaya adanya Tuhan?

  98. 9 Agustus 2011 pukul 12:55 PM

    lth :

    Tuhan, Bagaimana ini ?

    Cerita ini kisah nyata. Beberapa tahun yang lalu, pada suatu malam selesai dari kebaktian di tempat ibadahnya, seorang pengabar agama yang taat di agama tetangga pulang ke rumahnya di daerah Surabaya Barat dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah perjalanan dia dihadang perampok yang hendak merampas sepeda motornya. Karena mungkin sedikit melawan akhirnya selain sepeda motornya dirampas, ia juga dianiaya dan ditinggal sendirian di jalan sepi tersebut dengan kondisi terluka parah. Dengan sisa tenaga yang ada ia berusaha untuk meminta bantuan dari kendaraan yang lewat namun tidak ada satupun yang berani berhenti untuk menolong karena takut dengan penampilannya yang luka parah. Akhirnya ia terus berjalan dan merangkak sampai ke lokasi perumahannya lalu ditolong satpam perumahan yang mengenalinya.
    Dari cerita di atas orang tidak akan berhenti berpikir kenapa ia mengalami
    kejadian yang mengerikan tersebut. Apa penyebabnya. Bagaimana orang yang sudah begitu taat sembahyang dan baru saja keluar dari pelayanan di tempat ibadahnya bisa menerima musibah seperti itu. Orang akhirnya muncul dengan berbagai jawaban yang selalu dikaitkan dengan keberadaan sosok maha dewa pengatur kehidupan. Di mana jawaban tersebut sering menggambarkan keterlibatan langsung maha dewa atas nasib manusia. Penjelasan- penjelasan itu pada awalnya memang bisa menghibur, memberikan ketabahan dan harapan bagi manusia untuk menghadapi kenyataan-kenyataan dalam hidupnya.
    Jawaban yang paling sering dipakai orang adalah bahwa hal itu merupakan
    COBAAN dari Tuhan untuk melihat apakah pengikutnya itu benar-benar setia padanya. Apabila kita menggambarkan ada sosok Tuhan dalam bentuk maha dewa sedang mencoba manusia yang sudah begitu taat kepadanya dengan cara seperti itu, kita tentunya boleh merasa ngeri dengan sosok Tuhan seperti itu. Dan tentunya sosok tersebut tidak bisa disebut bersifat maha pengasih dan penyayang.
    Apabila seorang ibu mencoba membuat roti kukus yang enak, maka disitu ada resiko roti kukus itu tidak “mengem- bang” atau sering dikatakan orang rotinya “bantat”. Ibu itu tidak tahu hasil akhirnya karena itu ia harus mencoba. Konsep cobaan sebagai jawaban atas kejadian di atas sulit diterima kecuali Tuhan maha dewa memang sedang coba-coba dan tidak tahu bagaimana hasil percobaannya itu. Berarti maha dewa tersebut tidak maha tahu. Tetapi kalau betul- betul maha tahu, tentunya maha dewa itu sudah tahu bagaimana hasilnya, lalu apa fungsinya mencoba. Apabila sudah tahu hasilnya tetapi tetap diberi cobaan yang mengerikan, hal ini tentunya mirip dengan sifat manusia yang iseng dan kejam (baca tsunami).Yang menjadi pertanyaan apakah Tuhan bisa digambarkan seperti itu? Menurut saya hal ini karena manusia sendiri yang menggambarkan Tuhan sebagai sosok makhluk maha dewa sehingga menimbulkan banyak kerancuan dan bukan gambaran Tuhan yang sesungguhnya.
    Jawaban lain yang sering dipakai adalah bahwa kejadian yang terjadi sudah merupakan RENCANA Tuhan. Apabila kita telaah penjelasan ini tentunya timbul suatu pengertian bahwa kejadian yang terjadi pada teman kita tersebut sudah direncanakan sebelumnya bahkan mungkin pada saat ia belum lahir di mana perampok tersebut juga merupakan bagian dari rencana tersebut. Misalkan ada suatu pentas sandiwara di mana ada seorang yang baik hati dirampok oleh perampok, maka aktor perampok harus betul-betul menjalankan perannya dengan baik agar sandiwara itu bagus jadinya. Apabila dalam skenarionya (rencana) dia harus merampok lalu dia malah menolong orang tentunya hal itu akan menyebabkan sutradara marah. Dia sudah merusak jalan cerita dan melawan perintah. Tetapi bila dia betul-betul berperan sebagai perampok yang bengis maka seharusnya akan mendapatkan pujian dari sang sutradara, harusnya dia dapat piala Oscar.
    Bila kita kembali pada cerita di atas maka seharusnya perampok sepeda motor tadi masuk surga karena sudah menjalankan perintah sesuai rencana-“Nya”. Tetapi yang terjadi biasanya perampok itu dikatakan akan masuk neraka karena kejahatannya.
    Konsep bahwa semua kejadian sudah direncanakan Tuhan sulit bisa
    diterima. Apabila semua sudah direncanakan berarti sejak awal diciptakan manusia sudah ditentukan mana yang akan masuk neraka dan mana yang akan masuk surga.
    Lalu dimana letak keadilannya dan lagi pula apa fungsinya menciptakan manusia dengan rencana seperti itu. Atau konsep ini murni bikinan manusia sehingga akhirnya menyebabkan gambaran Tuhan jadi seperti itu.
    Sering kali ada orang yang menjelaskan bahwa kejadian itu untuk mengingatkan manusia bahwa Tuhan maha dewa memiliki kekuasaan penuh atas nasib manusia. Apabila hal itu yang terjadi maka berarti maha dewa tersebut bukan maha pencipta karena sudah menciptakan manusia yang tidak sempurna sehingga perlu terus- terusan diingatkan. Apalagi teman kita itu tadi kerjaannya tiap saat melayani Tuhan kenapa ia yang harus diingatkan dan bukannya yang lain.
    Terkadang orang menyalahkan iblis yang diceritakan merupakan ciptaan Tuhan maha dewa sebagai biang keladi atas segala penderitaan dan musibah yang terjadi. Jika Tuhan maha dewa merupakan makhluk yang maha tahu, maha kuasa dan maha pengasih tentunya tidak perlu menciptakan iblis dan kalau toh sudah terlanjur diciptakan harusnya dikendalikan supaya tidak menciptakan penderitaan.
    Kecuali memang iblis sengaja diciptakan dan dibiarkan supaya menggoda manusia, sehingga manusia yang punya pilihan bebas bisa punya alternatif pilihan mau masuk surga atau neraka. Bila memiliki sifat maha tahu tentunya sudah bisa diketahui manusia mana yang bakal tahan godaan lalu masuk surga dan mana yang tidak tahan lalu masuk neraka.
    Tetapi bila Tuhan maha dewa tidak tahu mana yang akan dipilih manusia, maka sebagai perwujudan rasa cinta kasih, seharusnya tidak menciptakan iblis penggoda karena besar kemungkinan manusia akan tergoda lalu masuk neraka.
    Saat kita mengingat kejadian tsunami yang menghancurkan jutaan hidup manusia dengan cara yang sangat mengerikan, belum lagi penderitaan dan trauma berkepanjangan bagi yang masih hidup, tentunya kita juga boleh bertanya- tanya mengapa hal tersebut terjadi. Pada waktu itu tidak ada satu tokoh agamapun bisa membahas mengapa hal itu terjadi. Apakah ada Tuhan maha dewa yang sedang murka pada jutaan orang-orang tidak berdosa itu? Sebesar apa kesalahan mereka sehingga patut menerima hukuman seperti itu. Saat itu para tokoh agama hanya menjelaskan betapa kecil kita dibanding kekuasaan Tuhan sehingga kita tidak seharusnya menjadi sombong dan belajar rendah hati, serta mengembangkan kepedulian kita pada korban bencana tersebut.
    Penjelasan tokoh agama itu memang benar dan sudah seharusnya kita berpikir seperti itu tetapi dibalik penjelasan itu akan tetap tersimpan tanda tanya besar kenapa Tuhan maha dewa tega melakukan hal tersebut. Apabila manusia dilarang untuk mempertanyakan segala rencana Tuhan maha dewa, maka manusia seharusnya tidak diciptakan dengan akal budi yang sedemikian rupa sehingga mampu berpikir logis dan mempertanyakan ‘policy’ Tuhan maha dewa.

    Dahulu kala orang mengira hujan dan petir adalah kerjaan para dewa-dewi yang ada di atas kahyangan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka diketahui bagaimana terjadinya hujan dan siklusnya. Ilmu pengetahuan mulai menguak tabir kegelapan dan mulai menjelaskan bagaimana alam bekerja dengan hukum- hukumnya. Newton, Einstein dan masih banyak ilmuwan lainnya mulai mempelajari sebagian dari hukum-hukum yang bekerja di alam semesta ini. Listrik bisa menyalakan lampu dan peralatan lainnya adalah salah satu temuan penting hukum alam di abad modern ini.
    ….
    dikutip dari: http://dhammacitta.org/pustaka/ebook/dawai/dawai-46.pdf (hal 20 – 34)

    @ lth : jadi menurut kamu apa, karena karma orang tersebut telah matang, sehingga dia dirampok?? Apakah otak manusia memiliki keterbatasan atau tidak?? Mengenai asal-usul manusia saja, Buddha tak sanggup menjelaskan sehingga harus menceritakan tentang kisah orang yang kena panah itu. Ya, saya setuju kalo orang yang sakit harus cepat2 ditolong dulu sebelum mati dan tak perlu diberi penjelasan, bagaimana kalo orang yang sehat dan waras mempertanyakan itu????

    Orang Kristen percaya Allah itu berdaulat, maha tahu dan maha kuasa, dan peristiwa2 yang dialami orang2 Kristen memang penuh misteri, contoh Rasul Petrus ditangkap dan masuk penjara, tengah malam dilepaskan oleh malaikat Tuhan dari penjara, Yohanes Pembaptis ditangkap dan masuk penjara dan tidak pernah dilepaskan oleh Tuhan dari penjara dan mati kepalanya dipenggal, rasul Petrus berkotbah 3000 orang bertobat, Stefanus berkotbah ribuan batu menyambutnya, akhirnya dia mati dirajam…..Kenapa seperti itu, apakah Allah Kristen tak berdaya dan tak sanggup melepaskan mereka??
    Orang Kristen tidak pernah merasakan seperti itu, mereka tetap beriman dan tahu, apa yang dilakukan Allah adalah yang terbaik baik hidup mereka.
    Adakah agama lain yang memiliki orang-orang baiknya mati demi keyakinannya? Jika ada, maka tidak akan sebanyak kematian orang-orang Kristen yg mati syahid!!1! Surat ibrani pasal 11 bercerita penuh tentang orang-orang Kristen yang mati namun tetap beriman dan orang-orang Kristen memiliki buku tentang orang2 Kristen yang mati karena iman, mati karena membela kebenaran, mati karena ingin memberi kehidupan yang baik bagi orang lain, mati demi membantu menyembuhkan orang yg sakit Aids, kusta, tbc dll……

  99. ling
    10 Agustus 2011 pukul 5:53 AM

    buddha josaphat :

    . “#comment-2713″>ling :

    1) Kata “ditawarkan” bukan dalam arti seperti bisnis, Anda jual-saya beli. Bukan itu maksud saya, maksudku adalah apa yang ajaran Buddha dapat lakukan didalam hal menjawab dan mengatasi masalah-masalah penderitaan manusia.

    jikakita mempraktekkan Dhamma ajran Sang Buddha maka kita akan terbebas dari penderitaan. bukannkah itu tujuan utama Sang Buddha ?? agar semua mahluk *bkn cm manusia* bisa terbebasn dari penderitaan.

    Anda tidak mengerti ajaran Buddha. Apakah setelah menjadi Bikkhu dan mempraktekan ajaran Buddha TIDAK BISA BERBUAT SALAH lagi dan tidak memiliki kamma/karma buruk lagi?? Anda tahu mengenai kisah murid Buddha yang berniat membunuh Buddha yang bernama Devadatta???? Jika pernah, apa tanggapan Anda, Devadatta tidak memiliki kamma/karma buruk????

    eh tau yah saya blm bgt ngerti ajaran Sang Buddha??? krn emang saya blm setahun menjd seorang umat Buddha .. msh dlm tahap belajar ^^

    setelah mrk menjadi seorang Bhikkhu mrk ttp manusia biasa.. tentu saya msh bs melakukan kesalahan. tp setidaknya mereka belajar unutk melatih diri dgn menjalankan vinaya.

    Saya senang membaca jawaban Anda bahwa semua orang dapat melakukan ajaran Buddha dan mencapai kebuddhaan, karena “udah ada jalan, ada formula…..CUMA PERLU TEKAD…..” Saya mau bertanya, apakah Anda sudah melakukannya “Delapan Jalan kEMULIAAN/ KEBENARAN dan memperaktekan semuannya? Dan Anda perlu masuk Sangha dengan menjalani 227 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 311 peraturan/ vinaya buat bikkhuni jika Anda suka ajaran Buddha Therevada, kalo Anda berasal dari aliran Buddha Mahayana maka Anda perlu menjalankan 250 peraturan/ vinaya buat bikkhu atau 348 peraturan/ vinaya buat bikkhuni atau Anda berniat masuk ke aliran Buddha Tantrayana, anda perlu mempraktekan 253 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 364 peraturan/ vinaya buat bikkhuni.

    wah bgs anda suka jawaban saya krn emang begitulah adanya.
    ehmm menjalankan 8 jalan utama… krn saya msh baru bljr dan sedang melatih diri saya berusaha menjalankan nya. pikiran benar, ucapan benar,pengertian benar, perbuatan benar, usaha benar dan juga konsentrasi benar .. sedangkan penghidupan benar sampai skrng syukur2 saya hidup dgn matapencaharian yang benar ^^ dan saya merasa bahagia ketika berhasil menjalankannya ^^

    kalo menjadi anggota Sangha mudah tentunya sekarang bnyak yg sudah berjubah. tp krn peraturan sangha yg begitu ketat sehingga seorang yg benar2 memiliki tekat lah yg bs menjalankannya. itu sebabnya anggota sangha adalah orang2 yg kita hormati. mrk telah melepas kehidupan duniawi mrk untuk mencapai kebahagianan tertinggi.

    Pernah mendengar kalimat demikian, “Peraturan dibuat untuk dilanggar????”” Anda tahu bahwa orang Yahudi memiliki 613 peraturan untuk memenuhi hukum Taurat agar bisa berkenan pada Tuhan???? Dan apa yang terjadi, justru adanya peraturan itulah manusia diperhamba/ diikat dan mengenal akan kesalahannya!!!!! Anda perlu dengan sungguh2 mencerna perkataanku, agar bisa mendapat pointnya…..”Justru peraturan dibuat, manusia akhirnya mengenal apa itu dosa, apa itu karma…..agar setiap manusia tidak bisa mengelak dari hukuman oleh Sang Hakim yang Agung dan Adil( Tuhan semesta alam)!!!!!

    istilah “peraturan dibuat untuk dilanggar” adalah istilah bagi mrk yg ingin membenarkan tindakan mrk yg melanggar peraturan. apakah anda setuju dgn istilah itu?? kalo tanpa ada aturan… bagaimana kita bs tau mana yg baik mana yg benar??? bagaimana kita bs tau apa yg pantas dan yg tidak pantas dilakukan??? ketika kt menyadari semuanya kita akan menaati peraturan itu

    ketika kita hidup secara benar, hindari kejahatan, tingkatkan kebajikan , melatih diri agar terbebas dari hawa nafsu saat itu kita tidak perlu takut dan susah2 untuk mencari sesuatu objek yg diluar untuk menyelamatkan kita. kita sendiri sudah bs melindungi diri kita sendiri. kita terlindung oleh karma baik kita.

  100. 10 Agustus 2011 pukul 4:07 PM

    ling :

    buddha josaphat :

    . “#comment-2713″>ling :

    1) Kata “ditawarkan” bukan dalam arti seperti bisnis, Anda jual-saya beli. Bukan itu maksud saya, maksudku adalah apa yang ajaran Buddha dapat lakukan didalam hal menjawab dan mengatasi masalah-masalah penderitaan manusia.

    jikakita mempraktekkan Dhamma ajran Sang Buddha maka kita akan terbebas dari penderitaan. bukannkah itu tujuan utama Sang Buddha ?? agar semua mahluk *bkn cm manusia* bisa terbebasn dari penderitaan.

    @ ling : lagi2 Anda salah, menurut ajaran Buddha yang memiliki kesempatan untuk terbebas dari penderitaan karma adalah manusia yang hidup di bumi ini, makhluk apa yang memiliki kesempatan itu?

    Anda tidak mengerti ajaran Buddha. Apakah setelah menjadi Bikkhu dan mempraktekan ajaran Buddha TIDAK BISA BERBUAT SALAH lagi dan tidak memiliki kamma/karma buruk lagi?? Anda tahu mengenai kisah murid Buddha yang berniat membunuh Buddha yang bernama Devadatta???? Jika pernah, apa tanggapan Anda, Devadatta tidak memiliki kamma/karma buruk????

    eh tau yah saya blm bgt ngerti ajaran Sang Buddha??? krn emang saya blm setahun menjd seorang umat Buddha .. msh dlm tahap belajar ^^

    @ Ohhhh, maklumlah Anda baru belajar……..

    setelah mrk menjadi seorang Bhikkhu mrk ttp manusia biasa.. tentu saya msh bs melakukan kesalahan. tp setidaknya mereka belajar unutk melatih diri dgn menjalankan vinaya.
    Saya senang membaca jawaban Anda bahwa semua orang dapat melakukan ajaran Buddha dan mencapai kebuddhaan, karena “udah ada jalan, ada formula…..CUMA PERLU TEKAD…..” Saya mau bertanya, apakah Anda sudah melakukannya “Delapan Jalan kEMULIAAN/ KEBENARAN dan memperaktekan semuannya? Dan Anda perlu masuk Sangha dengan menjalani 227 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 311 peraturan/ vinaya buat bikkhuni jika Anda suka ajaran Buddha Therevada, kalo Anda berasal dari aliran Buddha Mahayana maka Anda perlu menjalankan 250 peraturan/ vinaya buat bikkhu atau 348 peraturan/ vinaya buat bikkhuni atau Anda berniat masuk ke aliran Buddha Tantrayana, anda perlu mempraktekan 253 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 364 peraturan/ vinaya buat bikkhuni.

    wah bgs anda suka jawaban saya krn emang begitulah adanya.
    ehmm menjalankan 8 jalan utama… krn saya msh baru bljr dan sedang melatih diri saya berusaha menjalankan nya. pikiran benar, ucapan benar,pengertian benar, perbuatan benar, usaha benar dan juga konsentrasi benar .. sedangkan penghidupan benar sampai skrng syukur2 saya hidup dgn matapencaharian yang benar ^^ dan saya merasa bahagia ketika berhasil menjalankannya ^^

    @ ling : baguslah Anda mau berusaha dan berusaha trus…….Dalam melaksanakan Anda perlu catat dibuku harian jika perlu, berapa banyak perbuatan baik dan yang tidak baik Anda lakukan setiap hari sehingga Anda tau apa maksud saya, Dalam ajaran Buddha yang asli, “tiada seorang pun yang bisa membantu Anda ketika Anda berbuat sesuatu yang menimbulkan karma buruk Anda, ketika Anda marah, stress, mungkin membicarakan sesuatu yang tidak baik dan seterusnya…………Andalah yang akan menanggungnya sendiri, jangan harap lantunan paritta dan mantra2 bisa menghilangkan karma buruk yang telah Anda lakukan atau pun perbuatan baik yang begitu banyak yang Anda lakukan bisa menghilangkan atau meringankan itu, ingat kisah Ambapali………..

    kalo menjadi anggota Sangha mudah tentunya sekarang bnyak yg sudah berjubah. tp krn peraturan sangha yg begitu ketat sehingga seorang yg benar2 memiliki tekat lah yg bs menjalankannya. itu sebabnya anggota sangha adalah orang2 yg kita hormati. mrk telah melepas kehidupan duniawi mrk untuk mencapai kebahagianan tertinggi.

    @ ling : memang ada anggota Sangha yang memiliki hati yang tulus dan motivasi yang baik, Kita perlu menghormati pribadi2 yang demikian termasuk saya. Namun mereka juga manusia biasa yang tidak luput dari perbuatan yang bisa salah. Saya telah banyak berdiskusi dan berbicara dengan pribadi-pribadi yang saya kenal baik dan yang jujur…..

    Pernah mendengar kalimat demikian, “Peraturan dibuat untuk dilanggar????”” Anda tahu bahwa orang Yahudi memiliki 613 peraturan untuk memenuhi hukum Taurat agar bisa berkenan pada Tuhan???? Dan apa yang terjadi, justru adanya peraturan itulah manusia diperhamba/ diikat dan mengenal akan kesalahannya!!!!! Anda perlu dengan sungguh2 mencerna perkataanku, agar bisa mendapat pointnya…..”Justru peraturan dibuat, manusia akhirnya mengenal apa itu dosa, apa itu karma…..agar setiap manusia tidak bisa mengelak dari hukuman oleh Sang Hakim yang Agung dan Adil( Tuhan semesta alam)!!!!!
    istilah “peraturan dibuat untuk dilanggar” adalah istilah bagi mrk yg ingin membenarkan tindakan mrk yg melanggar peraturan. apakah anda setuju dgn istilah itu?? kalo tanpa ada aturan… bagaimana kita bs tau mana yg baik mana yg benar??? bagaimana kita bs tau apa yg pantas dan yg tidak pantas dilakukan??? ketika kt menyadari semuanya kita akan menaati peraturan itu

    @ itulah yang saya maksudkan, ada peraturan baru bisa tau pelanggarannya. That is my point, contoh : ada peraturan larangan makan daging( buat aliran Therevada nggak ada masalah makan daging, aliran Mahayana itu problem) misalnya, maka saat kita makan daging maka ada konsekuensnya pelanggaran bukan? Contoh Sangha, lewat jam enam/ matahari sudah terbenam tidak dibenarkan untuk makan lagi, tidak boleh nyanyi dan dengar lagu dst……….Itulah adanya peraturan untuk mengikat/ memperbudak manusia…..

    ketika kita hidup secara benar, hindari kejahatan, tingkatkan kebajikan , melatih diri agar terbebas dari hawa nafsu saat itu kita tidak perlu takut dan susah2 untuk mencari sesuatu objek yg diluar untuk menyelamatkan kita. kita sendiri sudah bs melindungi diri kita sendiri. kita terlindung oleh karma baik kita.

    @ ling : bisa melindungi diri sendiri, kalo gitu buat apa Anda sembahyang dan baca paritta ke wihara minta perlindungan TriRatna( Buddha, Sangha dan Dharma)? Lebih bagus jadi seorang ateis dong!!!!!! Jawaban Anda dan banyak teman-teman Buddhis lainnya kebanyakan klise ketika tak dapat memberi penjelasan yang logis……Ehipassiko……buktikan dong!!!!!

  101. ling
    11 Agustus 2011 pukul 4:03 AM

    buddha josaphat :

    ling :

    buddha josaphat :

    . “#comment-2713″>ling :

    1) Kata “ditawarkan” bukan dalam arti seperti bisnis, Anda jual-saya beli. Bukan itu maksud saya, maksudku adalah apa yang ajaran Buddha dapat lakukan didalam hal menjawab dan mengatasi masalah-masalah penderitaan manusia.

    jikakita mempraktekkan Dhamma ajran Sang Buddha maka kita akan terbebas dari penderitaan. bukannkah itu tujuan utama Sang Buddha ?? agar semua mahluk *bkn cm manusia* bisa terbebasn dari penderitaan.
    @ ling : lagi2 Anda salah, menurut ajaran Buddha yang memiliki kesempatan untuk terbebas dari penderitaan karma adalah manusia yang hidup di bumi ini, makhluk apa yang memiliki kesempatan itu?
    Anda tidak mengerti ajaran Buddha. Apakah setelah menjadi Bikkhu dan mempraktekan ajaran Buddha TIDAK BISA BERBUAT SALAH lagi dan tidak memiliki kamma/karma buruk lagi?? Anda tahu mengenai kisah murid Buddha yang berniat membunuh Buddha yang bernama Devadatta???? Jika pernah, apa tanggapan Anda, Devadatta tidak memiliki kamma/karma buruk????
    eh tau yah saya blm bgt ngerti ajaran Sang Buddha??? krn emang saya blm setahun menjd seorang umat Buddha .. msh dlm tahap belajar ^^
    @ Ohhhh, maklumlah Anda baru belajar……..
    setelah mrk menjadi seorang Bhikkhu mrk ttp manusia biasa.. tentu saya msh bs melakukan kesalahan. tp setidaknya mereka belajar unutk melatih diri dgn menjalankan vinaya.
    Saya senang membaca jawaban Anda bahwa semua orang dapat melakukan ajaran Buddha dan mencapai kebuddhaan, karena “udah ada jalan, ada formula…..CUMA PERLU TEKAD…..” Saya mau bertanya, apakah Anda sudah melakukannya “Delapan Jalan kEMULIAAN/ KEBENARAN dan memperaktekan semuannya? Dan Anda perlu masuk Sangha dengan menjalani 227 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 311 peraturan/ vinaya buat bikkhuni jika Anda suka ajaran Buddha Therevada, kalo Anda berasal dari aliran Buddha Mahayana maka Anda perlu menjalankan 250 peraturan/ vinaya buat bikkhu atau 348 peraturan/ vinaya buat bikkhuni atau Anda berniat masuk ke aliran Buddha Tantrayana, anda perlu mempraktekan 253 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 364 peraturan/ vinaya buat bikkhuni.
    wah bgs anda suka jawaban saya krn emang begitulah adanya.
    ehmm menjalankan 8 jalan utama… krn saya msh baru bljr dan sedang melatih diri saya berusaha menjalankan nya. pikiran benar, ucapan benar,pengertian benar, perbuatan benar, usaha benar dan juga konsentrasi benar .. sedangkan penghidupan benar sampai skrng syukur2 saya hidup dgn matapencaharian yang benar ^^ dan saya merasa bahagia ketika berhasil menjalankannya ^^
    @ ling : baguslah Anda mau berusaha dan berusaha trus…….Dalam melaksanakan Anda perlu catat dibuku harian jika perlu, berapa banyak perbuatan baik dan yang tidak baik Anda lakukan setiap hari sehingga Anda tau apa maksud saya, Dalam ajaran Buddha yang asli, “tiada seorang pun yang bisa membantu Anda ketika Anda berbuat sesuatu yang menimbulkan karma buruk Anda, ketika Anda marah, stress, mungkin membicarakan sesuatu yang tidak baik dan seterusnya…………Andalah yang akan menanggungnya sendiri, jangan harap lantunan paritta dan mantra2 bisa menghilangkan karma buruk yang telah Anda lakukan atau pun perbuatan baik yang begitu banyak yang Anda lakukan bisa menghilangkan atau meringankan itu, ingat kisah Ambapali………..
    kalo menjadi anggota Sangha mudah tentunya sekarang bnyak yg sudah berjubah. tp krn peraturan sangha yg begitu ketat sehingga seorang yg benar2 memiliki tekat lah yg bs menjalankannya. itu sebabnya anggota sangha adalah orang2 yg kita hormati. mrk telah melepas kehidupan duniawi mrk untuk mencapai kebahagianan tertinggi.
    @ ling : memang ada anggota Sangha yang memiliki hati yang tulus dan motivasi yang baik, Kita perlu menghormati pribadi2 yang demikian termasuk saya. Namun mereka juga manusia biasa yang tidak luput dari perbuatan yang bisa salah. Saya telah banyak berdiskusi dan berbicara dengan pribadi-pribadi yang saya kenal baik dan yang jujur…..
    Pernah mendengar kalimat demikian, “Peraturan dibuat untuk dilanggar????”” Anda tahu bahwa orang Yahudi memiliki 613 peraturan untuk memenuhi hukum Taurat agar bisa berkenan pada Tuhan???? Dan apa yang terjadi, justru adanya peraturan itulah manusia diperhamba/ diikat dan mengenal akan kesalahannya!!!!! Anda perlu dengan sungguh2 mencerna perkataanku, agar bisa mendapat pointnya…..”Justru peraturan dibuat, manusia akhirnya mengenal apa itu dosa, apa itu karma…..agar setiap manusia tidak bisa mengelak dari hukuman oleh Sang Hakim yang Agung dan Adil( Tuhan semesta alam)!!!!!
    istilah “peraturan dibuat untuk dilanggar” adalah istilah bagi mrk yg ingin membenarkan tindakan mrk yg melanggar peraturan. apakah anda setuju dgn istilah itu?? kalo tanpa ada aturan… bagaimana kita bs tau mana yg baik mana yg benar??? bagaimana kita bs tau apa yg pantas dan yg tidak pantas dilakukan??? ketika kt menyadari semuanya kita akan menaati peraturan itu
    @ itulah yang saya maksudkan, ada peraturan baru bisa tau pelanggarannya. That is my point, contoh : ada peraturan larangan makan daging( buat aliran Therevada nggak ada masalah makan daging, aliran Mahayana itu problem) misalnya, maka saat kita makan daging maka ada konsekuensnya pelanggaran bukan? Contoh Sangha, lewat jam enam/ matahari sudah terbenam tidak dibenarkan untuk makan lagi, tidak boleh nyanyi dan dengar lagu dst……….Itulah adanya peraturan untuk mengikat/ memperbudak manusia…..
    ketika kita hidup secara benar, hindari kejahatan, tingkatkan kebajikan , melatih diri agar terbebas dari hawa nafsu saat itu kita tidak perlu takut dan susah2 untuk mencari sesuatu objek yg diluar untuk menyelamatkan kita. kita sendiri sudah bs melindungi diri kita sendiri. kita terlindung oleh karma baik kita.

    @ ling : bisa melindungi diri sendiri, kalo gitu buat apa Anda sembahyang dan baca paritta ke wihara minta perlindungan TriRatna( Buddha, Sangha dan Dharma)? Lebih bagus jadi seorang ateis dong!!!!!! Jawaban Anda dan banyak teman-teman Buddhis lainnya kebanyakan klise ketika tak dapat memberi penjelasan yang logis……Ehipassiko……buktikan dong!!!!!

    umat Buddha membaca Parrita krn ketika kita membaca paritta otomatis pd saat yg sama kita mengucapkan sesuatu yg baik sehingga menghasilkan kamma yang baik. selain itu kita jg berusaha memahami ajaran Sang Buddha, memahami apa yg sebelumnya kurang kita pahami yaitu dgn cara mengerti arti dari Paritta tersebut.

    “sembahyang” disini maksud anda yg bagaimana????

    meminta perlindungan Sang Tri-ratna bukan dalam arti seperti yg ada di dlm ajaran lain , kami menyatakan berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangha bukan berarti meminta Buddha untuk meyelamatkan kami dari semua kamma buruk kami. berlindung disini berarti umat Buddha menjadikan Sang Buddha sebagai Guru yg menunjukkan jalan menuju ke kebebasan sejati. Menjadikan Dhamma sebagai jalan yg akan membawa kami ke pembebasan sejati sedangkan Sangha adalah Pembimbing kami agar kamu selalu di Jalan Dhamma.

    Ehipassiko … berarti DATANG DAN LIHATLAH. saya sendiri sudah menjalankan Ehipassiko. saya sendiri sudah merasakan ajaran Sang Buddha. sudah mendapatkan buktinya. jika anda ingin bukti… DATANG DAN LIHATLAH … setelah itu baru anda bisa MEMBUKTIKAN nya .. jika sesuai jalankan jika tidak tinggalkan .. Sang Buddha tidak pernah memaksa seseorang harus ikut dgn ajaranNya.

  102. 11 Agustus 2011 pukul 10:37 AM

    ling :

    buddha josaphat :

    ling :

    buddha josaphat :

    . “#comment-2713″>ling :

    1) Kata “ditawarkan” bukan dalam arti seperti bisnis, Anda jual-saya beli. Bukan itu maksud saya, maksudku adalah apa yang ajaran Buddha dapat lakukan didalam hal menjawab dan mengatasi masalah-masalah penderitaan manusia.

    jikakita mempraktekkan Dhamma ajran Sang Buddha maka kita akan terbebas dari penderitaan. bukannkah itu tujuan utama Sang Buddha ?? agar semua mahluk *bkn cm manusia* bisa terbebasn dari penderitaan.
    @ ling : lagi2 Anda salah, menurut ajaran Buddha yang memiliki kesempatan untuk terbebas dari penderitaan karma adalah manusia yang hidup di bumi ini, makhluk apa yang memiliki kesempatan itu?
    Anda tidak mengerti ajaran Buddha. Apakah setelah menjadi Bikkhu dan mempraktekan ajaran Buddha TIDAK BISA BERBUAT SALAH lagi dan tidak memiliki kamma/karma buruk lagi?? Anda tahu mengenai kisah murid Buddha yang berniat membunuh Buddha yang bernama Devadatta???? Jika pernah, apa tanggapan Anda, Devadatta tidak memiliki kamma/karma buruk????
    eh tau yah saya blm bgt ngerti ajaran Sang Buddha??? krn emang saya blm setahun menjd seorang umat Buddha .. msh dlm tahap belajar ^^
    @ Ohhhh, maklumlah Anda baru belajar……..
    setelah mrk menjadi seorang Bhikkhu mrk ttp manusia biasa.. tentu saya msh bs melakukan kesalahan. tp setidaknya mereka belajar unutk melatih diri dgn menjalankan vinaya.
    Saya senang membaca jawaban Anda bahwa semua orang dapat melakukan ajaran Buddha dan mencapai kebuddhaan, karena “udah ada jalan, ada formula…..CUMA PERLU TEKAD…..” Saya mau bertanya, apakah Anda sudah melakukannya “Delapan Jalan kEMULIAAN/ KEBENARAN dan memperaktekan semuannya? Dan Anda perlu masuk Sangha dengan menjalani 227 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 311 peraturan/ vinaya buat bikkhuni jika Anda suka ajaran Buddha Therevada, kalo Anda berasal dari aliran Buddha Mahayana maka Anda perlu menjalankan 250 peraturan/ vinaya buat bikkhu atau 348 peraturan/ vinaya buat bikkhuni atau Anda berniat masuk ke aliran Buddha Tantrayana, anda perlu mempraktekan 253 peraturan/ vinaya buat bikkhu dan 364 peraturan/ vinaya buat bikkhuni.
    wah bgs anda suka jawaban saya krn emang begitulah adanya.
    ehmm menjalankan 8 jalan utama… krn saya msh baru bljr dan sedang melatih diri saya berusaha menjalankan nya. pikiran benar, ucapan benar,pengertian benar, perbuatan benar, usaha benar dan juga konsentrasi benar .. sedangkan penghidupan benar sampai skrng syukur2 saya hidup dgn matapencaharian yang benar ^^ dan saya merasa bahagia ketika berhasil menjalankannya ^^
    @ ling : baguslah Anda mau berusaha dan berusaha trus…….Dalam melaksanakan Anda perlu catat dibuku harian jika perlu, berapa banyak perbuatan baik dan yang tidak baik Anda lakukan setiap hari sehingga Anda tau apa maksud saya, Dalam ajaran Buddha yang asli, “tiada seorang pun yang bisa membantu Anda ketika Anda berbuat sesuatu yang menimbulkan karma buruk Anda, ketika Anda marah, stress, mungkin membicarakan sesuatu yang tidak baik dan seterusnya…………Andalah yang akan menanggungnya sendiri, jangan harap lantunan paritta dan mantra2 bisa menghilangkan karma buruk yang telah Anda lakukan atau pun perbuatan baik yang begitu banyak yang Anda lakukan bisa menghilangkan atau meringankan itu, ingat kisah Ambapali………..
    kalo menjadi anggota Sangha mudah tentunya sekarang bnyak yg sudah berjubah. tp krn peraturan sangha yg begitu ketat sehingga seorang yg benar2 memiliki tekat lah yg bs menjalankannya. itu sebabnya anggota sangha adalah orang2 yg kita hormati. mrk telah melepas kehidupan duniawi mrk untuk mencapai kebahagianan tertinggi.
    @ ling : memang ada anggota Sangha yang memiliki hati yang tulus dan motivasi yang baik, Kita perlu menghormati pribadi2 yang demikian termasuk saya. Namun mereka juga manusia biasa yang tidak luput dari perbuatan yang bisa salah. Saya telah banyak berdiskusi dan berbicara dengan pribadi-pribadi yang saya kenal baik dan yang jujur…..
    Pernah mendengar kalimat demikian, “Peraturan dibuat untuk dilanggar????”” Anda tahu bahwa orang Yahudi memiliki 613 peraturan untuk memenuhi hukum Taurat agar bisa berkenan pada Tuhan???? Dan apa yang terjadi, justru adanya peraturan itulah manusia diperhamba/ diikat dan mengenal akan kesalahannya!!!!! Anda perlu dengan sungguh2 mencerna perkataanku, agar bisa mendapat pointnya…..”Justru peraturan dibuat, manusia akhirnya mengenal apa itu dosa, apa itu karma…..agar setiap manusia tidak bisa mengelak dari hukuman oleh Sang Hakim yang Agung dan Adil( Tuhan semesta alam)!!!!!
    istilah “peraturan dibuat untuk dilanggar” adalah istilah bagi mrk yg ingin membenarkan tindakan mrk yg melanggar peraturan. apakah anda setuju dgn istilah itu?? kalo tanpa ada aturan… bagaimana kita bs tau mana yg baik mana yg benar??? bagaimana kita bs tau apa yg pantas dan yg tidak pantas dilakukan??? ketika kt menyadari semuanya kita akan menaati peraturan itu
    @ itulah yang saya maksudkan, ada peraturan baru bisa tau pelanggarannya. That is my point, contoh : ada peraturan larangan makan daging( buat aliran Therevada nggak ada masalah makan daging, aliran Mahayana itu problem) misalnya, maka saat kita makan daging maka ada konsekuensnya pelanggaran bukan? Contoh Sangha, lewat jam enam/ matahari sudah terbenam tidak dibenarkan untuk makan lagi, tidak boleh nyanyi dan dengar lagu dst……….Itulah adanya peraturan untuk mengikat/ memperbudak manusia…..
    ketika kita hidup secara benar, hindari kejahatan, tingkatkan kebajikan , melatih diri agar terbebas dari hawa nafsu saat itu kita tidak perlu takut dan susah2 untuk mencari sesuatu objek yg diluar untuk menyelamatkan kita. kita sendiri sudah bs melindungi diri kita sendiri. kita terlindung oleh karma baik kita.

    @ ling : bisa melindungi diri sendiri, kalo gitu buat apa Anda sembahyang dan baca paritta ke wihara minta perlindungan TriRatna( Buddha, Sangha dan Dharma)? Lebih bagus jadi seorang ateis dong!!!!!! Jawaban Anda dan banyak teman-teman Buddhis lainnya kebanyakan klise ketika tak dapat memberi penjelasan yang logis……Ehipassiko……buktikan dong!!!!!

    umat Buddha membaca Parrita krn ketika kita membaca paritta otomatis pd saat yg sama kita mengucapkan sesuatu yg baik sehingga menghasilkan kamma yang baik. selain itu kita jg berusaha memahami ajaran Sang Buddha, memahami apa yg sebelumnya kurang kita pahami yaitu dgn cara mengerti arti dari Paritta tersebut.

    @ ling : coba Anda sebutkan paritta mana yang Anda maksudkan dan berikan artinya, setahu saya isi paritta cuma 2 : berisi pujian dan hormat pada junjungan Buddha dan harapan semoga semua makhluk terbebas dari samsara, that is all, atau ada versi baru???? Maklum, saya udah lama tak pernah mengunjungi wihara lagi……..

    Membaca paritta dapat menimbulkan kamma baik, karena memiliki kehendak yang baik???? Bagi saya kamma yang baik adalah dalam bentuk perbuatan yang nyata dan baik didalam kehendak yang benar………itulah kamma baik. Membaca paritta dapat menimbulkan kamma baik, apakah itu ajaran Buddha???? Coba pelajari baik-baik dulu, jangan dikibuli oleh guru-guru yang kelihatan hebat namun menyesatkan…………

    “sembahyang” disini maksud anda yg bagaimana????

    @ ling : sembahyang = ritual agama, tergantung aliran mana yang kamu ikuti……….

    meminta perlindungan Sang Tri-ratna bukan dalam arti seperti yg ada di dlm ajaran lain , kami menyatakan berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangha bukan berarti meminta Buddha untuk meyelamatkan kami dari semua kamma buruk kami. berlindung disini berarti umat Buddha menjadikan Sang Buddha sebagai Guru yg menunjukkan jalan menuju ke kebebasan sejati. Menjadikan Dhamma sebagai jalan yg akan membawa kami ke pembebasan sejati sedangkan Sangha adalah Pembimbing kami agar kamu selalu di Jalan Dhamma.

    @ ling : artinya sama dong dengan pengertian “berlindung”, saya merasakan ada kekikukan umat Buddha dalam hal ini menyatakan keyakinannya, minta Sang Buddha menunjukan jalan, artinya Anda masih percaya Sang Buddha itu masih ada, walaupun beliau udah parinibbana/ purnabhava atau udah wafat????? Jika ya, bagaimana konsistensi pengajaran Buddha tentang anatta, dimana kesadaran yang masih tinggal dan bukan pribadi/ jiwa???? Apa bedanya dengan keyakinanan Kristen tentang berlindung, yaitu mempercayai adanya Pribadi yang melindungi dan menuntun hidup orang Kristen?? Disini ada 2 keyakinan tentang “Buddha ada dan Buddha tidak ada lagi” mana yang benar???

    Ehipassiko … berarti DATANG DAN LIHATLAH. saya sendiri sudah menjalankan Ehipassiko. saya sendiri sudah merasakan ajaran Sang Buddha. sudah mendapatkan buktinya. jika anda ingin bukti… DATANG DAN LIHATLAH … setelah itu baru anda bisa MEMBUKTIKAN nya .. jika sesuai jalankan jika tidak tinggalkan .. Sang Buddha tidak pernah memaksa seseorang harus ikut dgn ajaranNya.

    @ ling : bukti apa yang Anda dapatkan, boleh disharingkan????? Saya telah datang dan membuktikannya(ehipassiko) selama puluhan tahun yang lalu, bukan karena tidak sesuai, namun karena pengajarannya tidak konsisten dan sulit diterima akal rasio serta tak ada pengharapan dimasa depan!!! Saya tidak pernah merasakan sekalipun……Walaupun saya tahu bahwa orang buddhis menyakini dan mengklaim semua ajaran Buddha itu rasional, ya itu bukan harus dalam bentuk klaim semata, namun perlu pembuktian dengan mempelajari kitab sucinya dan mempelajari komentar2 para Sangha juga agar kita bisa dapat kesimpulan yang baik dan tepat……..
    Berhubung Anda masih baru dan dengan semangat mempelajari kitab suci Buddha, itu adalah hal yang baik dan pelajarilah terus, agar Anda bisa mengerti maksud saya dikemudian hari. Tidak ada sesuatu pun yang rugi dalam mempelajari kitab suci agama orang lain sebagai pembanding, agar apa yang kamu tahu akan menambah wawasan pemikiran Anda dan melihat mana kebenaran yang bisa menuntun Anda kepada kebahagiaan hidup sekarang dan masa yang akan datang…..

  103. N.S.
    11 Agustus 2011 pukul 3:04 PM

    buddha josaphat :
    @ N.S : Pernyataan Anda, ” Umat Buddha tidak diharuskan mempercayai Tipitaka? “Saya merasakan suatu pemikiran yang aneh dari Anda, jangan-jangan Anda itu ngakunya percaya ajaran Buddha ternyata bukan…..???? Atau Anda itu berasal dari umat lain( Muslim) ????
    Jika Anda mengaku benar bahwa Anda adalah penganut buddhis, maka Anda harus dulu menjawab semua tulisan dan pertanyaan saya yang diatas dengan argumentasi yang baik. Saya belum melihat 4 pertanyaan saya yg diatas dan dijawab. Untuk itu saya juga tidak merasa perlu menjawab pertanyaan2 anda yang lebih lanjut dengan alasan saya :

    gw buddhist koq, bahkan pernah ikut menjadi anggota salah satu majelis di indonesia…
    dalam buddhisme dikenal kalama sutta, cari tahu deh tentang itu, bahwa dalam buddhisme tidak diwajibkan percaya sesuatu bahkan jika itu ditulis di kitab suci ataupun dikatakan oleh guru..

    1) Percuma, Anda menanyakan soal Nuh, apakah Bumi itu datar, cakrawala itu melingkar, masalah cerita Horus, kenapa isi Alkitab Khatolik beda dengan Protestan, dll toh itu semua tak ada manfaatnya bagimu karena Anda telah bertetapan hati bahwa tulisan Alkitab tak bisa dipercayai, so what, wasting my time buat jelasin!!!

    udah hebat bener yah, bisa nebak bahwa gw berketetapan hati begini dan begitu… bisa baca pikiran yah? kan u sendiri yang menawarkan kalau ada yang ditanyakan , pas ditanya koq ga jawab? ini loh gw quote kalimat u :

    Sekian dulu dech, bagi yang belum mengerti dan mau bertanya dipersilakan……

    mau menjilat ludah sendiri? udah mempersilakan orang nanya malah ga mau jawab.. ga gentle ah udah nawarin trus malah ga mau tahu…

    jadi sesuai tawaran u itu, gw nanya neh:
    1. tolong jelasin dong tentang kisah nuh itu, apakah bener bahwa beruang kutub berenang ke timur tengah buat ktemu ama nuh trus balik lagi stelah banjirnya selesai?

    2. kisah hidup jesus dan horus yang mirip, itu siapa nyontek siapa?

    Doa Bapa Kami direvisi ? Maksudmu kutipan yang dalam kurungan : ” Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan…………..dst di Matius 6 : 9-13? itu orang Kristen udah tahu alasannya dan ada penjelasannya……so no problem for us..

    apa alasannya? dan kenapa perlu direvisi? kenapa versi doa bapa kami katolik dan kristen beda? mana doa yang benar?

    *tolong dijawab sesuai tawaran di atas, kecuali emang model tanya jawabnya hanya memberi tawaran basa-basi doang…

    2) Jika Anda orang Buddhis dan tidak harus dan perlu mempercayai Tipitaka, jadi percuma dong berbicara dengan orang yang ngakunya Buddhis, tapi tak mempercayai isi tulisan kitabnya. Ide pendapat Anda tsb, saya yakin bukan bersumber dari Anda, namun bersumber dari orang-orang bule ateis yang lebih nyaman jadi pengikut Buddha, soalnya Buddha kata orang bule itu tidak juga percaya adanya Tuhan, klop deh gayung bersambut kata pepatah Melayu, “setali berdua”………

    sepertinya yang benar adala “setali tiga uang” 🙂
    cari tahu tentang kalama sutta makanya , jadi tahu kenapa kita boleh ragu sama isi kitab suci.. adn lagi2 anda segitu hebatnya dengan menebak dengan yakin bahwa pendapat itu bukan ide saya… ckckckck… udah bisa baca pikiran? asli 100% ide gw koq…

    Dan mana cerita yang benar Alkitab atau Al’ Quran? Alkitab penuh kontradiksi dan bla-bla……….Anda bisa masuk ke website : http://www.answering-islam.org atau Anda bisa search : http://www.buktidansaksi.com
    Disana Anda bisa cari apa yang maunya Anda tanyakan……………

    baca baik2 pertanyaan gw, “betul, ada catatan di luar sumber alkitab, yaitu al-quran, tetapi isinya sebagian berbeda. menurut anda kitab mana yang benar?”

    disana ada frasa “MENURUT ANDA”, bukan menurut website A atau B.. jadi cukup jawab pertanyaan itu dengan ide menurut anda. kitab mana yang benar dan kitab mana yang salah?

    kecuali jika pertanyaan gw adalah “tolong carikan referensi mengenai bla bla bla” boleh deh u refer gw ke website laen..

  104. 12 Agustus 2011 pukul 2:17 PM

    N.S. :

    buddha josaphat :
    @ N.S : Pernyataan Anda, ” Umat Buddha tidak diharuskan mempercayai Tipitaka? “Saya merasakan suatu pemikiran yang aneh dari Anda, jangan-jangan Anda itu ngakunya percaya ajaran Buddha ternyata bukan…..???? Atau Anda itu berasal dari umat lain( Muslim) ????
    Jika Anda mengaku benar bahwa Anda adalah penganut buddhis, maka Anda harus dulu menjawab semua tulisan dan pertanyaan saya yang diatas dengan argumentasi yang baik. Saya belum melihat 4 pertanyaan saya yg diatas dan dijawab. Untuk itu saya juga tidak merasa perlu menjawab pertanyaan2 anda yang lebih lanjut dengan alasan saya :

    gw buddhist koq, bahkan pernah ikut menjadi anggota salah satu majelis di indonesia…
    dalam buddhisme dikenal kalama sutta, cari tahu deh tentang itu, bahwa dalam buddhisme tidak diwajibkan percaya sesuatu bahkan jika itu ditulis di kitab suci ataupun dikatakan oleh guru..

    @ N.S. : karena Anda mengakui buddhis, saya percaya deh…..

    Hahahahaha, saya menduga, Anda ini tak bisa menjawab pertanyaan saya, maka Anda menghindari bahwa tidak menjadi keharusan untuk mempercayai sekali pun itu kitab suci Tipitaka, karena banyak hal yang tak masuk diakal atau banyak mengandung mitos, makanya Anda tidak perlu mempercayainya bukan?? Jadi apa standing point(dasar/ fondasi) didalam keyakinan Anda?? Bagaimana Anda bisa memverifikasi suatu ajaran yang tidak benar khususnya didalam berbagai aliran Buddha yang sebagian saling berseberangan?itu??

    Saya tak berminat dengan jabatan Anda dimasa lalu, bagi saya yang terpenting, orang tersebut mampu mengerti, memahami dan menjalankan apa yang ia yakini.

    Dan Anda mengutip kisah didalam Kalama Sutta( Anguttara Nikaya,3.65) untuk mendukung apa yang Anda tuliskan, Dan justru itu semakin membuka kedok Anda, bahwa Anda tak mengerti apa yang Buddha ajarkan didalam Kalama Sutta!!!

    Ini saya kasih buktinya, bahwa Anda tak memahami secara detail dan dalam kurung adalah pendapat saya ( Kalama sutta ini saya ambil dalam Tipitaka Pali) :

    Ini jawaban Buddha kepada kaum Kalama yang meminta nasihat tentang bagaimana membedakan suatu ajaran yang baik, sesuai kebenaran :

    “Sangat tepat wahai kaum Kalama : “Keraguan, kebingungan; ketidak-pastian yang telah timbul di dalam diri kalian. O, kaum Kalama. Janganlah Anda menerima karena:

    – apa yang dikatakan oleh orang( perlu adanya verifikasi/ pembuktian oleh sesuatu yg berotoritas);
    – tradisi ( cross chek);
    – kabar angin/ desas-desus/rumor (cross check kebenarannya);
    – apa yang dikatakan oleh kitab suci( perlu dicounter dan verifikasi dengan ajaran yg otoritas);
    – hanya dugaan( perlu verifikasi dengan sumber kebenaran);
    – pembuktian diri Anda sendiri yang kelihatan benar/axiom/ self-evident of knowledge(perlu pembuktian dengan apa yang dikatakan oleh sumber kebenaran yang berotoritas) ;
    – suatu penalaran yang baik/ logis ( perlu cross check dengan kebenaran)
    – karena telah melewati pembuktian terhadap sebuah gagasan/ ide yang telah ada( perlu diuji ulang dengan kebenaran sumber otoritas);
    – kepintaran seseorang( perlu cross check dengan ajaran yg berhikmat);
    – suatu pertimbangan bahwa ia adalah bikkhu/ guru kami ( perlu dicross check dengan kelakuan, suri tauladan dari sang guru);

    “O, kaum Kalama! Jika engkau mengetahui sendiri hal-hal ini tidak bermoral; hal-hal ini tidak pantas; hal-hal ini dicela oleh orang bijaksana; hal-hal ini jika dijalankan dan dilakukan, membawa kehancuran dan kesedihan, maka seharusnya kalian menolaknya.
    “O, kaum Kalama! Jika engkau mengetahui sendiri hal-hal ini bermoral; hal-hal ini tidak tercela; hal-hal ini dipuji oleh para bijaksana; hal-hal ini jika dijalankan dan dilakukan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan, maka hiduplah sesuai dengannya.”

    Kesimpulan : Buddha ingin mengatakan, bahwa apa yang diajarkannya( Dharmma) telah melewati ujian-ujian diatas. Jadi standing pointnya adalah ajaran oleh Buddha pada masa itu yang merupakan standing point bagi kaum Kalama….

    Jadi jika Anda tidak mau menerima sumber otoritas dari ajaran Dhamma, bagaimana tiap kali Anda berparitta bisa mengucapkan tentang Tri-Ratna?????? Bukankah itu menipu diri sendiri????

    Bagi kami orang Kristen, kami telah melakukan hal-hal demikian dengan standing point pada kebenaran ajaran Allah yang ada didalam Alkitab.

    1) Percuma, Anda menanyakan soal Nuh, apakah Bumi itu datar, cakrawala itu melingkar, masalah cerita Horus, kenapa isi Alkitab Khatolik beda dengan Protestan, dll toh itu semua tak ada manfaatnya bagimu karena Anda telah bertetapan hati bahwa tulisan Alkitab tak bisa dipercayai, so what, wasting my time buat jelasin!!!

    udah hebat bener yah, bisa nebak bahwa gw berketetapan hati begini dan begitu… bisa baca pikiran yah? kan u sendiri yang menawarkan kalau ada yang ditanyakan , pas ditanya koq ga jawab? ini loh gw quote kalimat u :

    Sekian dulu dech, bagi yang belum mengerti dan mau bertanya dipersilakan……

    @ N.S. Benar, saya menulis seperti itu, dan itu ditujukan bagi yang terbuka mau belajar, tidak buat yang bertetap hati seperti Anda, buktinya saya menjawab yang lainnya.
    mau menjilat ludah sendiri? udah mempersilakan orang nanya malah ga mau jawab.. ga gentle ah udah nawarin trus malah ga mau tahu…
    jadi sesuai tawaran u itu, gw nanya neh:
    1. tolong jelasin dong tentang kisah nuh itu, apakah bener bahwa beruang kutub berenang ke timur tengah buat ktemu ama nuh trus balik lagi stelah banjirnya selesai?

    @ N.S. : Hahahaha, Alkitab tidak pernah menulis bahwa Nuh pergi cari beruang kutub atau beruang berenang ke TimTeng??? Jadi tidak ada sesuatu yg aneh dalam cerita tsb dan kita tidak tahu kondisi geografi saat itu, jangan Anda bayangkan seperti saat ini dan berspekulasi seperti itu, Anda tak akan mendapat jawabannya, itu hanya Tuhan yang tahu. Dan banyak cerita Alkitab dan detail ceritanya menjadi sumber inspirasi dan pedoman dalam bidang arkeologi dan ribuan bukti telah ditemukan dan membuktikan bahwa Alkitab itu benar. Apakah Tipitaka bisa membuktikan seperti Alkitab????

    2. kisah hidup jesus dan horus yang mirip, itu siapa nyontek siapa?

    @ Hahahahaha, Ok lah kalau kamu mau tahu, namun kamu perlu kasih tau dulu bagian mana yang sama???? Yesus yang saya percaya itu memang luar biasa, banyak orang yang mengklaim bahwa cerita dan hidup Yesus merupakan kopian dari cerita dari mitos2 Yunani, Mesir, Persia dan hidup Buddha. Namun ketika diverifikasikan semuanya gugur teorinya. Ada bikkhu Sri Langka yang mengatakan bahwa cerita kelahiran Yesus oleh perawan Maria kopian dari cerita Ratu Maya yang perawan saat mengandung Siddharta. Dan saya pernah jumpa seorang sarjana Buddha dan menanyakan hal itu, dia terkejut sekali dan berkata, “Darimana cerita itu, Ratu Maya tak pernah dipercayai masih perawan!!!! Jadi apa katamu????
    Untuk Horus, anda bisa lihat di http://hnn.us/articles/6641.html

    Doa Bapa Kami direvisi ? Maksudmu kutipan yang dalam kurungan : ” Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan…………..dst di Matius 6 : 9-13? itu orang Kristen udah tahu alasannya dan ada penjelasannya……so no problem for us..

    apa alasannya? dan kenapa perlu direvisi? kenapa versi doa bapa kami katolik dan kristen beda? mana doa yang benar?
    *tolong dijawab sesuai tawaran di atas, kecuali emang model tanya jawabnya hanya memberi tawaran basa-basi doang…

    @ Tidak ada revisi tentang “Doa Bapa Kami”, sarjana2 Kristen merupakan orang-orang credible dalam hal ini. Jika dalam Alkitab bahasa Indonesia ada “tanda kurung” itu menandakan bahwa ada sebagian manuscript(tulisan kitab suci kuno) tidak memiliki kata2 itu, namun ada sebagian manuscript memiliki tulisan kata2 tsb. Sehingga agar doa Bapa kami tidak terputus diakhir, maka kalimat “(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin) tetap dituliskan. Dan ada terjemahan Alkitab bahasa Inggris tidak menuliskan kalimat dalam tanda kurung itu ( kosong ) namun memberi catatan kaki dibawahnya. Dan doa Bapa Kami merupakan bentuk doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus dan bukan berbentuk mantra…….

    2) Jika Anda orang Buddhis dan tidak harus dan perlu mempercayai Tipitaka, jadi percuma dong berbicara dengan orang yang ngakunya Buddhis, tapi tak mempercayai isi tulisan kitabnya. Ide pendapat Anda tsb, saya yakin bukan bersumber dari Anda, namun bersumber dari orang-orang bule ateis yang lebih nyaman jadi pengikut Buddha, soalnya Buddha kata orang bule itu tidak juga percaya adanya Tuhan, klop deh gayung bersambut kata pepatah Melayu, “setali berdua”………

    sepertinya yang benar adala “setali tiga uang”
    cari tahu tentang kalama sutta makanya , jadi tahu kenapa kita boleh ragu sama isi kitab suci.. adn lagi2 anda segitu hebatnya dengan menebak dengan yakin bahwa pendapat itu bukan ide saya… ckckckck… udah bisa baca pikiran? asli 100% ide gw koq…

    Dan mana cerita yang benar Alkitab atau Al’ Quran? Alkitab penuh kontradiksi dan bla-bla……….Anda bisa masuk ke website : http://www.answering-islam.org atau Anda bisa search : http://www.buktidansaksi.com
    Disana Anda bisa cari apa yang maunya Anda tanyakan……………

    baca baik2 pertanyaan gw, “betul, ada catatan di luar sumber alkitab, yaitu al-quran, tetapi isinya sebagian berbeda. menurut anda kitab mana yang benar?”
    disana ada frasa “MENURUT ANDA”, bukan menurut website A atau B.. jadi cukup jawab pertanyaan itu dengan ide menurut anda. kitab mana yang benar dan kitab mana yang salah?

    @ N.S : Gampang untuk dianalisa dengan pertanyaan kembali, “Kitab mana yang duluan ditulis dan apakah ada bukti tertua dari keberadaan kitab itu? Metode yang standard dan bisa di aplikasikan kesemua tulisan kitab…….Jelas????

    kecuali jika pertanyaan gw adalah “tolong carikan referensi mengenai bla bla bla” boleh deh u refer gw ke website laen..

  105. lth
    13 Agustus 2011 pukul 7:20 AM

    Memberi Tsunami 26 Dec 2006 ?
    Memberi Gempa Haiti ?
    Memberi Gempa & Tsunami Jepang ?

    Apakah 3 diatas adalah kerjaan Tuhan?

    Kalau si oknum Tuhan, maha penyayang maka kasih sayang-nya tidak akan melukai dalam pekerjaaNya.
    Kalau si oknum Tuhan, maha tahu maka maha pengetahuannya akan memberi tahu mahluk ciptaanya untuk terhindar dari penderitaan.
    Kalau si oknum Tuhan, maha pemberi kenapa pemberiaannya memberikan penderitaan mahluk ciptaannya.

    Coba sekarang Anda punya keluarga, katakanlah Anda kepala keluarga, Anda mau mencobai keluarga Anda (anak & istri) ?
    Contoh yang paling mudah, potonglah tangan mereka, kemudian katakanlah kepada mereka bahwa Anda utusan Tuhan Allah yang mencobai mereka, bagaimana ?

    Coba dipraktekkan terlebih dahulu, kemudian Anda reply komentar saya ini.

    Fanny Crosby : Sejak balita kehilangan penglihatan alias buta karena salah pengobatan, namun dia tetap percaya pada Tuhan dan dari tangannya tercipta lagu sekitar 8000 lagu, siapa orang normal yang bisa menulis lagu sebanyak itu?
    ==>> Apakah dia juga sadar salah pengobatan juga cobaan dari Tuhan?
    ==>> kalau dia tidak buta, dia akan lebih menciptakan 8000 lagu
    ==>> kalau Anda bertanya, “siapa orang normal yang bisa menulis lagu sebanyak itu?”
    jawaban saya, saya belum tau. Makanya dia tidak normal, kalau dia normal dia akan menciptakan lebih banyak lagu dari pada sekedar 8000 lagu

    2) Joni Tada Eareckson : mengalami kelumpuhan badan, namun dia tetap percaya Yesus dan menjadi berkat bagi jutaan orang yang menderita.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Joni_Eareckson_Tada
    ==>> pernahkah Anda bertanya kepada dia, “Eh kamu tuh lumpuh karena dicobai Tuhan”. Pernah Anda lakukan?
    ==>> Percayakah Anda kalau Joni_Eareckson_Tada tidak dicobai Tuhan maka, akan ada Milyardan orang terinspirasi oleh dia?

    Pertanyaan saya : mengapa ada juga orang yang mengalami penderitaan tetap percaya adanya Tuhan?
    Emang Tuhan ada??? Kasi tunjuk kalau tuhan ada, ayo silakan…

    Kalau Anda pernah sekolah dan masuk kelas biologi, pada suatu waktu Anda akan melakukan praktikum, membelah katak/kadal untuk dilihat organ tubuhnya.
    Si Kadal/katak yg jd bahan percobaan akan menderita :
    – awalnya dia akan ditangkap dan dimasukkan ke dalam kurungan
    – dibawa keruang lab diberi bius
    – setelah dibius selang beberapa lama maka akan dibelah perutnya
    – murid2 akan menggambar isi perut dan organ2 lainnya
    – setelah itu si kadal/katak, akan diapakan? disembuhakan? dibiarkan hidup dialam bebas?
    biasanya akan berakhir dengan kematian si katak/kadal, apakah ini kematian ini juga cobaan Tuhan?
    Pernah mendengar jeritan kesakitan dan penderitaan si katak/kadal? kemudian Anda berkata kepada diri Anda sendiri dan teman2 disekitar Anda, bahwa si katak/kadal tsb, menderita dan kemudian mati karena cobaan Tuhan.

    contoh lain, Ambilah pisau kemudian torehlah pisau dilengan Anda dan katakan bahwa ini cobaan Tuhan. Rencana Tuhan.

    Posting yg saya lakukan, tidak sedikitpun menyalahkan Tuhan tapi mengajak Anda untuk melihat, merasakna dan mengetahui lebih dari sekedar boneka Tuhan.

    buddha josaphat :

    lth :
    GOD heals aputees:

    @ ltl : kenapa ya, kebaikan2 yang Allah lakukan pada manusia seperti memberi hujan, cahaya matahari, angin dll, tidak pernah dipuji dan disyukuri, ada bencana, kematian, dibunuh, dirampok Allah yang disalahkan!!! Emangnya Allah itu Jin nya manusia, seperti cerita Aladin?
    http://www.gotquestions.org/Indonesia/Allah-bencana-alam.html
    Banyak orang yang ditimpah kemalangan dan cacat hidupnya tetap percaya kepada Allah, mengapa? Contoh :
    1) Fanny Crosby : Sejak balita kehilangan penglihatan alias buta karena salah pengobatan, namun dia tetap percaya pada Tuhan dan dari tangannya tercipta lagu sekitar 8000 lagu, siapa orang normal yang bisa menulis lagu sebanyak itu? http://en.wikipedia.org/wiki/Fanny_Crosby
    2) Joni Tada Eareckson : mengalami kelumpuhan badan, namun dia tetap percaya Yesus dan menjadi berkat bagi jutaan orang yang menderita.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Joni_Eareckson_Tada
    Pertanyaan saya : mengapa ada juga orang yang mengalami penderitaan tetap percaya adanya Tuhan?

  106. zen is zero
    13 Agustus 2011 pukul 7:37 AM

    buddha josaphat :
    @ ling : bukti apa yang Anda dapatkan, boleh disharingkan????? Saya telah datang dan membuktikannya(ehipassiko) selama puluhan tahun yang lalu, bukan karena tidak sesuai, namun karena pengajarannya tidak konsisten dan sulit diterima akal rasio serta tak ada pengharapan dimasa depan!!! Saya tidak pernah merasakan sekalipun……Walaupun saya tahu bahwa orang buddhis menyakini dan mengklaim semua ajaran Buddha itu rasional, ya itu bukan harus dalam bentuk klaim semata, namun perlu pembuktian dengan mempelajari kitab sucinya dan mempelajari komentar2 para Sangha juga agar kita bisa dapat kesimpulan yang baik dan tepat……..

    Berhubung Anda masih baru dan dengan semangat mempelajari kitab suci Buddha, itu adalah hal yang baik dan pelajarilah terus, agar Anda bisa mengerti maksud saya dikemudian hari. Tidak ada sesuatu pun yang rugi dalam mempelajari kitab suci agama orang lain sebagai pembanding, agar apa yang kamu tahu akan menambah wawasan pemikiran Anda dan melihat mana kebenaran yang bisa menuntun Anda kepada kebahagiaan hidup sekarang dan masa yang akan datang…..

    buddha josaphat :
    @ ling : coba Anda sebutkan paritta mana yang Anda maksudkan dan berikan artinya, setahu saya isi paritta cuma 2 : berisi pujian dan hormat pada junjungan Buddha dan harapan semoga semua makhluk terbebas dari samsara, that is all, atau ada versi baru???? Maklum, saya udah lama tak pernah mengunjungi wihara lagi……..

    kalau tidak pernah merasakan sekalipun manfaatnya, ngapain nunggu sampai puluhan tahun? apa gak stress lu pelajari tripitaka sebanyak itu/denger ceramah2 di vihara yang gak bermanfaat, miris.. pasti menderita banget ya

    kalau gue jadi lu mending sewaktu muda baca novel macam harry potter & cari aktivitas muda-mudi modern spt ke mall, karaokean, dll sama teman2, pasti lebih bermanfaat.

    buddha josaphat :

    @ ling : bisa melindungi diri sendiri, kalo gitu buat apa Anda sembahyang dan baca paritta ke wihara minta perlindungan TriRatna( Buddha, Sangha dan Dharma)? Lebih bagus jadi seorang ateis dong!!!!!! Jawaban Anda dan banyak teman-teman Buddhis lainnya kebanyakan klise ketika tak dapat memberi penjelasan yang logis……Ehipassiko……buktikan dong!!!!!

    buddha josaphat :
    @ N.S : Pernyataan Anda, ” Umat Buddha tidak diharuskan mempercayai Tipitaka? “Saya merasakan suatu pemikiran yang aneh dari Anda, jangan-jangan Anda itu ngakunya percaya ajaran Buddha ternyata bukan…..???? Atau Anda itu berasal dari umat lain( Muslim) ????

    buddha josaphat :
    @ ling : coba Anda sebutkan paritta mana yang Anda maksudkan dan berikan artinya, setahu saya isi paritta cuma 2 : berisi pujian dan hormat pada junjungan Buddha dan harapan semoga semua makhluk terbebas dari samsara, that is all, atau ada versi baru???? Maklum, saya udah lama tak pernah mengunjungi wihara lagi……..

    tuh kan sia2 u mempelajari teori buddhist puluhan tahun, toh ujung2nya nol /gak ngerti n masih nanya sama orang yang belum setahun belajar buddhist.

    akhir kata anda membuang puluhan waktu untuk hal-hal yang ‘tak berguna’
    belajar agama mah gampang tinggal search wiki / google, ngapain cape2 belajar berpuluh-puluh tahun, mending cari aktifitas yang berguna

  107. lth
    13 Agustus 2011 pukul 7:48 AM

    buddha josaphat :

    lth :
    Tuhan, Bagaimana ini ?

    Cerita ini kisah nyata. Beberapa tahun yang lalu, pada suatu malam selesai dari kebaktian di tempat ibadahnya, seorang pengabar agama yang taat di agama tetangga pulang ke rumahnya di daerah Surabaya Barat dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah perjalanan dia dihadang perampok yang hendak merampas sepeda motornya. Karena mungkin sedikit melawan akhirnya selain sepeda motornya dirampas, ia juga dianiaya dan ditinggal sendirian di jalan sepi tersebut dengan kondisi terluka parah. Dengan sisa tenaga yang ada ia berusaha untuk meminta bantuan dari kendaraan yang lewat namun tidak ada satupun yang berani berhenti untuk menolong karena takut dengan penampilannya yang luka parah. Akhirnya ia terus berjalan dan merangkak sampai ke lokasi perumahannya lalu ditolong satpam perumahan yang mengenalinya.
    Dari cerita di atas orang tidak akan berhenti berpikir kenapa ia mengalami
    kejadian yang mengerikan tersebut. Apa penyebabnya. Bagaimana orang yang sudah begitu taat sembahyang dan baru saja keluar dari pelayanan di tempat ibadahnya bisa menerima musibah seperti itu. Orang akhirnya muncul dengan berbagai jawaban yang selalu dikaitkan dengan keberadaan sosok maha dewa pengatur kehidupan. Di mana jawaban tersebut sering menggambarkan keterlibatan langsung maha dewa atas nasib manusia. Penjelasan- penjelasan itu pada awalnya memang bisa menghibur, memberikan ketabahan dan harapan bagi manusia untuk menghadapi kenyataan-kenyataan dalam hidupnya.
    Jawaban yang paling sering dipakai orang adalah bahwa hal itu merupakan
    COBAAN dari Tuhan untuk melihat apakah pengikutnya itu benar-benar setia padanya. Apabila kita menggambarkan ada sosok Tuhan dalam bentuk maha dewa sedang mencoba manusia yang sudah begitu taat kepadanya dengan cara seperti itu, kita tentunya boleh merasa ngeri dengan sosok Tuhan seperti itu. Dan tentunya sosok tersebut tidak bisa disebut bersifat maha pengasih dan penyayang.
    Apabila seorang ibu mencoba membuat roti kukus yang enak, maka disitu ada resiko roti kukus itu tidak “mengem- bang” atau sering dikatakan orang rotinya “bantat”. Ibu itu tidak tahu hasil akhirnya karena itu ia harus mencoba. Konsep cobaan sebagai jawaban atas kejadian di atas sulit diterima kecuali Tuhan maha dewa memang sedang coba-coba dan tidak tahu bagaimana hasil percobaannya itu. Berarti maha dewa tersebut tidak maha tahu. Tetapi kalau betul- betul maha tahu, tentunya maha dewa itu sudah tahu bagaimana hasilnya, lalu apa fungsinya mencoba. Apabila sudah tahu hasilnya tetapi tetap diberi cobaan yang mengerikan, hal ini tentunya mirip dengan sifat manusia yang iseng dan kejam (baca tsunami).Yang menjadi pertanyaan apakah Tuhan bisa digambarkan seperti itu? Menurut saya hal ini karena manusia sendiri yang menggambarkan Tuhan sebagai sosok makhluk maha dewa sehingga menimbulkan banyak kerancuan dan bukan gambaran Tuhan yang sesungguhnya.
    Jawaban lain yang sering dipakai adalah bahwa kejadian yang terjadi sudah merupakan RENCANA Tuhan. Apabila kita telaah penjelasan ini tentunya timbul suatu pengertian bahwa kejadian yang terjadi pada teman kita tersebut sudah direncanakan sebelumnya bahkan mungkin pada saat ia belum lahir di mana perampok tersebut juga merupakan bagian dari rencana tersebut. Misalkan ada suatu pentas sandiwara di mana ada seorang yang baik hati dirampok oleh perampok, maka aktor perampok harus betul-betul menjalankan perannya dengan baik agar sandiwara itu bagus jadinya. Apabila dalam skenarionya (rencana) dia harus merampok lalu dia malah menolong orang tentunya hal itu akan menyebabkan sutradara marah. Dia sudah merusak jalan cerita dan melawan perintah. Tetapi bila dia betul-betul berperan sebagai perampok yang bengis maka seharusnya akan mendapatkan pujian dari sang sutradara, harusnya dia dapat piala Oscar.
    Bila kita kembali pada cerita di atas maka seharusnya perampok sepeda motor tadi masuk surga karena sudah menjalankan perintah sesuai rencana-“Nya”. Tetapi yang terjadi biasanya perampok itu dikatakan akan masuk neraka karena kejahatannya.
    Konsep bahwa semua kejadian sudah direncanakan Tuhan sulit bisa
    diterima. Apabila semua sudah direncanakan berarti sejak awal diciptakan manusia sudah ditentukan mana yang akan masuk neraka dan mana yang akan masuk surga.
    Lalu dimana letak keadilannya dan lagi pula apa fungsinya menciptakan manusia dengan rencana seperti itu. Atau konsep ini murni bikinan manusia sehingga akhirnya menyebabkan gambaran Tuhan jadi seperti itu.
    Sering kali ada orang yang menjelaskan bahwa kejadian itu untuk mengingatkan manusia bahwa Tuhan maha dewa memiliki kekuasaan penuh atas nasib manusia. Apabila hal itu yang terjadi maka berarti maha dewa tersebut bukan maha pencipta karena sudah menciptakan manusia yang tidak sempurna sehingga perlu terus- terusan diingatkan. Apalagi teman kita itu tadi kerjaannya tiap saat melayani Tuhan kenapa ia yang harus diingatkan dan bukannya yang lain.
    Terkadang orang menyalahkan iblis yang diceritakan merupakan ciptaan Tuhan maha dewa sebagai biang keladi atas segala penderitaan dan musibah yang terjadi. Jika Tuhan maha dewa merupakan makhluk yang maha tahu, maha kuasa dan maha pengasih tentunya tidak perlu menciptakan iblis dan kalau toh sudah terlanjur diciptakan harusnya dikendalikan supaya tidak menciptakan penderitaan.
    Kecuali memang iblis sengaja diciptakan dan dibiarkan supaya menggoda manusia, sehingga manusia yang punya pilihan bebas bisa punya alternatif pilihan mau masuk surga atau neraka. Bila memiliki sifat maha tahu tentunya sudah bisa diketahui manusia mana yang bakal tahan godaan lalu masuk surga dan mana yang tidak tahan lalu masuk neraka.
    Tetapi bila Tuhan maha dewa tidak tahu mana yang akan dipilih manusia, maka sebagai perwujudan rasa cinta kasih, seharusnya tidak menciptakan iblis penggoda karena besar kemungkinan manusia akan tergoda lalu masuk neraka.
    Saat kita mengingat kejadian tsunami yang menghancurkan jutaan hidup manusia dengan cara yang sangat mengerikan, belum lagi penderitaan dan trauma berkepanjangan bagi yang masih hidup, tentunya kita juga boleh bertanya- tanya mengapa hal tersebut terjadi. Pada waktu itu tidak ada satu tokoh agamapun bisa membahas mengapa hal itu terjadi. Apakah ada Tuhan maha dewa yang sedang murka pada jutaan orang-orang tidak berdosa itu? Sebesar apa kesalahan mereka sehingga patut menerima hukuman seperti itu. Saat itu para tokoh agama hanya menjelaskan betapa kecil kita dibanding kekuasaan Tuhan sehingga kita tidak seharusnya menjadi sombong dan belajar rendah hati, serta mengembangkan kepedulian kita pada korban bencana tersebut.
    Penjelasan tokoh agama itu memang benar dan sudah seharusnya kita berpikir seperti itu tetapi dibalik penjelasan itu akan tetap tersimpan tanda tanya besar kenapa Tuhan maha dewa tega melakukan hal tersebut. Apabila manusia dilarang untuk mempertanyakan segala rencana Tuhan maha dewa, maka manusia seharusnya tidak diciptakan dengan akal budi yang sedemikian rupa sehingga mampu berpikir logis dan mempertanyakan ‘policy’ Tuhan maha dewa.

    Dahulu kala orang mengira hujan dan petir adalah kerjaan para dewa-dewi yang ada di atas kahyangan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka diketahui bagaimana terjadinya hujan dan siklusnya. Ilmu pengetahuan mulai menguak tabir kegelapan dan mulai menjelaskan bagaimana alam bekerja dengan hukum- hukumnya. Newton, Einstein dan masih banyak ilmuwan lainnya mulai mempelajari sebagian dari hukum-hukum yang bekerja di alam semesta ini. Listrik bisa menyalakan lampu dan peralatan lainnya adalah salah satu temuan penting hukum alam di abad modern ini.
    ….
    dikutip dari: http://dhammacitta.org/pustaka/ebook/dawai/dawai-46.pdf (hal 20 – 34)

    @ lth : jadi menurut kamu apa, karena karma orang tersebut telah matang, sehingga dia dirampok?? Apakah otak manusia memiliki keterbatasan atau tidak?? Mengenai asal-usul manusia saja, Buddha tak sanggup menjelaskan sehingga harus menceritakan tentang kisah orang yang kena panah itu. Ya, saya setuju kalo orang yang sakit harus cepat2 ditolong dulu sebelum mati dan tak perlu diberi penjelasan, bagaimana kalo orang yang sehat dan waras mempertanyakan itu????
    Orang Kristen percaya Allah itu berdaulat, maha tahu dan maha kuasa, dan peristiwa2 yang dialami orang2 Kristen memang penuh misteri, contoh Rasul Petrus ditangkap dan masuk penjara, tengah malam dilepaskan oleh malaikat Tuhan dari penjara, Yohanes Pembaptis ditangkap dan masuk penjara dan tidak pernah dilepaskan oleh Tuhan dari penjara dan mati kepalanya dipenggal, rasul Petrus berkotbah 3000 orang bertobat, Stefanus berkotbah ribuan batu menyambutnya, akhirnya dia mati dirajam…..Kenapa seperti itu, apakah Allah Kristen tak berdaya dan tak sanggup melepaskan mereka??
    Orang Kristen tidak pernah merasakan seperti itu, mereka tetap beriman dan tahu, apa yang dilakukan Allah adalah yang terbaik baik hidup mereka.
    Adakah agama lain yang memiliki orang-orang baiknya mati demi keyakinannya? Jika ada, maka tidak akan sebanyak kematian orang-orang Kristen yg mati syahid!!1! Surat ibrani pasal 11 bercerita penuh tentang orang-orang Kristen yang mati namun tetap beriman dan orang-orang Kristen memiliki buku tentang orang2 Kristen yang mati karena iman, mati karena membela kebenaran, mati karena ingin memberi kehidupan yang baik bagi orang lain, mati demi membantu menyembuhkan orang yg sakit Aids, kusta, tbc dll……

    Anda pernah makan buah mentah ?
    Enak kan mana dengan buah yang sudah matang ?

    Bukannya buddha tak sanggup menjelaskannya tp jawabannya juga sulit dimengeri kalau kita sndiri tidak mengalaminya.

    Contoh:
    – Anak kelas 3 SD akan diberi pertanyaan soal SMA Fisika moderen. apakah si bocah bisa menjawab? Tentu saja bisa dunk kalau dia sudah waktunya untuk naik kelas dan lulus sampai SMA kemudian mempelajari soal Fisika Modern.
    – Dahulu kala orang mengira hujan dan petir adalah kerjaan para dewa-dewi yang ada di atas kahyangan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka diketahui bagaimana terjadinya hujan dan siklusnya. Ilmu pengetahuan mulai menguak tabir kegelapan dan mulai menjelaskan bagaimana alam bekerja dengan hukum- hukumnya. Newton, Einstein dan masih banyak ilmuwan lainnya mulai mempelajari sebagian dari hukum-hukum yang bekerja di alam semesta ini. Listrik bisa menyalakan lampu dan peralatan lainnya adalah salah satu temuan penting hukum alam di abad modern ini. (Ini juga butuh waktu untuk memahaminya walaupun perlu ratusan tahun)
    – Sampai saat ini saya belum pernah menemukan ujung dan pangkal dari sebuah lingkaran, Apakah Anda sudah pernah menemukkannya ?

    Orang2 beriman sejenis Anda itu paling mudah untuk mengatakan rencana & cobaan Tuhan,
    contoh kasus paling mudah sekitar lingkungan saya.
    Pada saat Gn Merapi meletus menerbangkan debu dan pasir berminggu2 dan menyengsarakan banyak orang dari yang kehilangan rumah, ternak, sanak keluarga dan mata pencarian.
    Kemudian, si-A, seseorang berjenis iman seperti Anda mengatakan:
    “Berkahnya tuhan itu adil, dibagi2 dan seimbang”

    Saya hanya berpikir, coba aja kalau ngomong didepannya yang jadi korban, paling paling pulang tinggal nama saja.

    Dalam kasus ini, si-A tidak mendapatkan cobaan dari Tuhan, bisa saja dia ngomong seenaknya sperti itu.
    Kalau si-A yang jadi korban letusan Gn Merapi, apakah dia bisa mengatakan: “Yah ini emang cobaan dari Tuhan, Tuhan pasti bergembira atas penderitaan saya ini dan saya juga harus bergembira ria dan tidak boleh mengatakan saya menderita dan sedih. Ini berkah dari Tuhan yang menyayangi saya.” <<== kalau Anda bisa mengatakan seperti ini Anda selayaknya pergi ke psikiater dan minta surat inap ke RSJ.

    eh ngomong2, mau nggak kaki Anda saya amputasi karena saya utusan Tuhan untuk mencobai Anda?

  108. ling
    13 Agustus 2011 pukul 11:19 AM

    buddha josaphat :

    <blockquote @ ling : coba Anda sebutkan paritta mana yang Anda maksudkan dan berikan artinya, setahu saya isi paritta cuma 2 : berisi pujian dan hormat pada junjungan Buddha dan harapan semoga semua makhluk terbebas dari samsara, that is all, atau ada versi baru???? Maklum, saya udah lama tak pernah mengunjungi wihara lagi……

    oh … contoh yg palng dasar aja deh.. paritta yg selalu dibaca setiap ada kebaktian … Pancasila Buddhist. ehmm… kyknya nich paritta bkn paritta versi baru deh.. dari dulu jaman saya msh sekolah nich paritta udah di baca setiap akan memulai pelajaran Agama Buddha.
    ehm.. kalo anda memang dulunya seorang Buddhist anda pasti tau paritta ini.

    msh ada paritta lain seperti manggala sutta, ratana sutta, karaniyametta sutta. paritta ini yg jg sering dibaca pas ada kebaktian minggu blm lg bbrp parrita yg di baca saat event2 tertentu seperti hari uposadha, hari asadha, waisak dll …

    ” @ ling : artinya sama dong dengan pengertian “berlindung”, saya merasakan ada kekikukan umat Buddha dalam hal ini menyatakan keyakinannya, minta Sang Buddha menunjukan jalan, artinya Anda masih percaya Sang Buddha itu masih ada, walaupun beliau udah parinibbana/ purnabhava atau udah wafat????? Jika ya, bagaimana konsistensi pengajaran Buddha tentang anatta, dimana kesadaran yang masih tinggal dan bukan pribadi/ jiwa???? Apa bedanya dengan keyakinanan Kristen tentang berlindung, yaitu mempercayai adanya Pribadi yang melindungi dan menuntun hidup orang Kristen?? Disini ada 2 keyakinan tentang “Buddha ada dan Buddha tidak ada lagi” mana yang benar??? ”

    walaupun Sang Buddha telah parinibbana tetapi ajarannya toh msh ada. muridnya jd msh ada. nah ajaran Beliau yg kami gunakan …ajaran beliau yg kami praktekkan sehingga kami bs terbebas dr yg namanya penderitaan. itu yg dimaksud dgn berlindung .

    ” @ ling : bukti apa yang Anda dapatkan, boleh disharingkan????? Saya telah datang dan membuktikannya(ehipassiko) selama puluhan tahun yang lalu, bukan karena tidak sesuai, namun karena pengajarannya tidak konsisten dan sulit diterima akal rasio serta tak ada pengharapan dimasa depan!!! Saya tidak pernah merasakan sekalipun……Walaupun saya tahu bahwa orang buddhis menyakini dan mengklaim semua ajaran Buddha itu rasional, ya itu bukan harus dalam bentuk klaim semata, namun perlu pembuktian dengan mempelajari kitab sucinya dan mempelajari komentar2 para Sangha juga agar kita bisa dapat kesimpulan yang baik dan tepat……..

    bukti … salah satunya meditasi . saya baru bljr meditasi kurang dr 6 bln tp terdpt perbedaan yg saya rasakan. ketika kita belajar melepas semua kita akan mendptkan ketenangan. ketika bljr melihat segalanya akibat karma kita sendiri semua terasa ringan … tidak ada lagi pertanyaan dlm hari “mengapa” tetapi yg ada cm ‘memang ”

    tidak konsisten??? dibagian mana yg tidak konsisten???

    tidak msk akal??? justru agama Buddha lah agama yg plng rasional . bahkan seorang ilmuwan besar seperti Albert einsten pernah mengatakan “Agama yang bisa menjawab tantangan ilmu pengetahuan adalah agama Buddha” .

    ” Berhubung Anda masih baru dan dengan semangat mempelajari kitab suci Buddha, itu adalah hal yang baik dan pelajarilah terus, agar Anda bisa mengerti maksud saya dikemudian hari. Tidak ada sesuatu pun yang rugi dalam mempelajari kitab suci agama orang lain sebagai pembanding, agar apa yang kamu tahu akan menambah wawasan pemikiran Anda dan melihat mana kebenaran yang bisa menuntun Anda kepada kebahagiaan hidup sekarang dan masa yang akan datang….. ”

    wah … mungkin akan saya pkrkan lg saran anda ^^ berhubung slh seorang Bhante jg pernah menganjurkan kpd saya agar jg mempelajari kitab2 suci agama lain untuk menambah pengetahuan kita ^^

  109. N.S.
    14 Agustus 2011 pukul 4:26 PM

    buddha josaphat :
    Kesimpulan : Buddha ingin mengatakan, bahwa apa yang diajarkannya( Dharmma) telah melewati ujian-ujian diatas. Jadi standing pointnya adalah ajaran oleh Buddha pada masa itu yang merupakan standing point bagi kaum Kalama….
    Jadi jika Anda tidak mau menerima sumber otoritas dari ajaran Dhamma, bagaimana tiap kali Anda berparitta bisa mengucapkan tentang Tri-Ratna?????? Bukankah itu menipu diri sendiri????

    darimana kesimpulan itu berasal? anda menyimpulkan sendiri? di masing2 baris kalama sutta anda menambahkan keterangan dalam kurung yang tidak ada di suttanya, darimana kesimpulan tambahan itu berasal?

    jika anda bermain/mampir ke forum-forum diskusi buddhist, rata2 semua berpikiran sama seperti saya, yaitu tidak 100% menerima mentah-mentah isi kitab suci, dan sama sekali tidak terganggu tentang asli-tidaknya suatu kitab. dan ini merupakan hal wajar di kalangan buddhisme non-tradisi.

    Bagi kami orang Kristen, kami telah melakukan hal-hal demikian dengan standing point pada kebenaran ajaran Allah yang ada didalam Alkitab.

    sudah menguji, mengcounter dan meverifikasi isi alkitab dengan otoritas ajaran? bisa ceritakan proses yang anda pribadi lakukan untuk memverifikasi alkitab? apa yang anda jadikan bahan untuk mengcounter isi alkitab?

    @ N.S. Benar, saya menulis seperti itu, dan itu ditujukan bagi yang terbuka mau belajar, tidak buat yang bertetap hati seperti Anda, buktinya saya menjawab yang lainnya.

    bagaimana bisa menyimpulkan saya berketetapan hati begini dan begitu? sudah sakti bisa baca pikiran orang lain? sok tahu neh…

    1. tolong jelasin dong tentang kisah nuh itu, apakah bener bahwa beruang kutub berenang ke timur tengah buat ktemu ama nuh trus balik lagi stelah banjirnya selesai?
    @ N.S. : Hahahaha, Alkitab tidak pernah menulis bahwa Nuh pergi cari beruang kutub atau beruang berenang ke TimTeng??? Jadi tidak ada sesuatu yg aneh dalam cerita tsb dan kita tidak tahu kondisi geografi saat itu, jangan Anda bayangkan seperti saat ini dan berspekulasi seperti itu, Anda tak akan mendapat jawabannya, itu hanya Tuhan yang tahu.

    jadi menurut anda kisah nuh itu 100% non-fiksi?
    kisah seseorang membangun kapal untuk menampung seluruh spesies yang ada di dunia masing-masing sepasang, berikut persediaan makanan dan air bersih sekaligus mengolah limbah organik seluruh hewan itu selama terapung2 itu dan sekaligus juga mengumpulkan/mengembalikan hewan2 itu?
    makin saya ingin tahu bagaimana cara anda memverifikasi kisah seperti ini…
    menurut anda, banjir nuh itu global seluruh dunia atau wilayah tertentu saja?

    Dan banyak cerita Alkitab dan detail ceritanya menjadi sumber inspirasi dan pedoman dalam bidang arkeologi dan ribuan bukti telah ditemukan dan membuktikan bahwa Alkitab itu benar. Apakah Tipitaka bisa membuktikan seperti Alkitab????

    bisa berikan contohnya? dan kalau bisa (dan kalau memang ada), tolong berikan data yang berasal dari artikel ilmiah + sumber inspirasi alkitabnya…

    2. kisah hidup jesus dan horus yang mirip, itu siapa nyontek siapa?
    @ Hahahahaha, Ok lah kalau kamu mau tahu, namun kamu perlu kasih tau dulu bagian mana yang sama????

    ini sourcenya :http://www.religioustolerance.org/chr_jcpa5b.htm

    @ Tidak ada revisi tentang “Doa Bapa Kami”, sarjana2 Kristen merupakan orang-orang credible dalam hal ini. Jika dalam Alkitab bahasa Indonesia ada “tanda kurung” itu menandakan bahwa ada sebagian manuscript(tulisan kitab suci kuno) tidak memiliki kata2 itu, namun ada sebagian manuscript memiliki tulisan kata2 tsb. Sehingga agar doa Bapa kami tidak terputus diakhir, maka kalimat “(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin) tetap dituliskan. Dan ada terjemahan Alkitab bahasa Inggris tidak menuliskan kalimat dalam tanda kurung itu ( kosong ) namun memberi catatan kaki dibawahnya. Dan doa Bapa Kami merupakan bentuk doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus dan bukan berbentuk mantra…….

    untuk catatan kenapa gw bisa nanya ttg revisi alkitab bisa dibaca sedikit disini: http://watch.pair.com/revision.html

    doa bapa kami versi katolik dan kristen berbeda, koq bisa? mana terjemahan yang benar?

    2) Jika Anda orang Buddhis dan tidak harus dan perlu mempercayai Tipitaka, jadi percuma dong berbicara dengan orang yang ngakunya Buddhis, tapi tak mempercayai isi tulisan kitabnya.

    btw, kalimat anda di atas ini salah loh…
    frasa “tidak harus dan perlu mempercayai” itu berbeda artinya dengan “tak mempercayai”..

    @ N.S : Gampang untuk dianalisa dengan pertanyaan kembali, “Kitab mana yang duluan ditulis dan apakah ada bukti tertua dari keberadaan kitab itu? Metode yang standard dan bisa di aplikasikan kesemua tulisan kitab…….Jelas????

    mana yang ditulis duluan ga bisa jadi patokan benar dan salah…
    teori geosentris ditulis duluan dari teori heliosentris, dan terbukti yang ditulis belakangan yang benar..
    dan jawaban ini bukan yang diinginkan, tolng cermati pertanyaannya baik2…
    gw ga nanya metodenya, gw nanya “menurut anda”, jadi cukup jawab saja, kitab mana yang benar dan kitab mana yang salah menurut anda? simple kan?

  110. 15 Agustus 2011 pukul 5:22 PM

    lth :

    buddha josaphat :

    lth :
    Tuhan, Bagaimana ini ?

    Cerita ini kisah nyata. Beberapa tahun yang lalu, pada suatu malam selesai dari kebaktian di tempat ibadahnya, seorang pengabar agama yang taat di agama tetangga pulang ke rumahnya di daerah Surabaya Barat dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah perjalanan dia dihadang perampok yang hendak merampas sepeda motornya. Karena mungkin sedikit melawan akhirnya selain sepeda motornya dirampas, ia juga dianiaya dan ditinggal sendirian di jalan sepi tersebut dengan kondisi terluka parah. Dengan sisa tenaga yang ada ia berusaha untuk meminta bantuan dari kendaraan yang lewat namun tidak ada satupun yang berani berhenti untuk menolong karena takut dengan penampilannya yang luka parah. Akhirnya ia terus berjalan dan merangkak sampai ke lokasi perumahannya lalu ditolong satpam perumahan yang mengenalinya.
    Dari cerita di atas orang tidak akan berhenti berpikir kenapa ia mengalami
    kejadian yang mengerikan tersebut. Apa penyebabnya. Bagaimana orang yang sudah begitu taat sembahyang dan baru saja keluar dari pelayanan di tempat ibadahnya bisa menerima musibah seperti itu. Orang akhirnya muncul dengan berbagai jawaban yang selalu dikaitkan dengan keberadaan sosok maha dewa pengatur kehidupan. Di mana jawaban tersebut sering menggambarkan keterlibatan langsung maha dewa atas nasib manusia. Penjelasan- penjelasan itu pada awalnya memang bisa menghibur, memberikan ketabahan dan harapan bagi manusia untuk menghadapi kenyataan-kenyataan dalam hidupnya.
    Jawaban yang paling sering dipakai orang adalah bahwa hal itu merupakan
    COBAAN dari Tuhan untuk melihat apakah pengikutnya itu benar-benar setia padanya. Apabila kita menggambarkan ada sosok Tuhan dalam bentuk maha dewa sedang mencoba manusia yang sudah begitu taat kepadanya dengan cara seperti itu, kita tentunya boleh merasa ngeri dengan sosok Tuhan seperti itu. Dan tentunya sosok tersebut tidak bisa disebut bersifat maha pengasih dan penyayang.
    Apabila seorang ibu mencoba membuat roti kukus yang enak, maka disitu ada resiko roti kukus itu tidak “mengem- bang” atau sering dikatakan orang rotinya “bantat”. Ibu itu tidak tahu hasil akhirnya karena itu ia harus mencoba. Konsep cobaan sebagai jawaban atas kejadian di atas sulit diterima kecuali Tuhan maha dewa memang sedang coba-coba dan tidak tahu bagaimana hasil percobaannya itu. Berarti maha dewa tersebut tidak maha tahu. Tetapi kalau betul- betul maha tahu, tentunya maha dewa itu sudah tahu bagaimana hasilnya, lalu apa fungsinya mencoba. Apabila sudah tahu hasilnya tetapi tetap diberi cobaan yang mengerikan, hal ini tentunya mirip dengan sifat manusia yang iseng dan kejam (baca tsunami).Yang menjadi pertanyaan apakah Tuhan bisa digambarkan seperti itu? Menurut saya hal ini karena manusia sendiri yang menggambarkan Tuhan sebagai sosok makhluk maha dewa sehingga menimbulkan banyak kerancuan dan bukan gambaran Tuhan yang sesungguhnya.
    Jawaban lain yang sering dipakai adalah bahwa kejadian yang terjadi sudah merupakan RENCANA Tuhan. Apabila kita telaah penjelasan ini tentunya timbul suatu pengertian bahwa kejadian yang terjadi pada teman kita tersebut sudah direncanakan sebelumnya bahkan mungkin pada saat ia belum lahir di mana perampok tersebut juga merupakan bagian dari rencana tersebut. Misalkan ada suatu pentas sandiwara di mana ada seorang yang baik hati dirampok oleh perampok, maka aktor perampok harus betul-betul menjalankan perannya dengan baik agar sandiwara itu bagus jadinya. Apabila dalam skenarionya (rencana) dia harus merampok lalu dia malah menolong orang tentunya hal itu akan menyebabkan sutradara marah. Dia sudah merusak jalan cerita dan melawan perintah. Tetapi bila dia betul-betul berperan sebagai perampok yang bengis maka seharusnya akan mendapatkan pujian dari sang sutradara, harusnya dia dapat piala Oscar.
    Bila kita kembali pada cerita di atas maka seharusnya perampok sepeda motor tadi masuk surga karena sudah menjalankan perintah sesuai rencana-“Nya”. Tetapi yang terjadi biasanya perampok itu dikatakan akan masuk neraka karena kejahatannya.
    Konsep bahwa semua kejadian sudah direncanakan Tuhan sulit bisa
    diterima. Apabila semua sudah direncanakan berarti sejak awal diciptakan manusia sudah ditentukan mana yang akan masuk neraka dan mana yang akan masuk surga.
    Lalu dimana letak keadilannya dan lagi pula apa fungsinya menciptakan manusia dengan rencana seperti itu. Atau konsep ini murni bikinan manusia sehingga akhirnya menyebabkan gambaran Tuhan jadi seperti itu.
    Sering kali ada orang yang menjelaskan bahwa kejadian itu untuk mengingatkan manusia bahwa Tuhan maha dewa memiliki kekuasaan penuh atas nasib manusia. Apabila hal itu yang terjadi maka berarti maha dewa tersebut bukan maha pencipta karena sudah menciptakan manusia yang tidak sempurna sehingga perlu terus- terusan diingatkan. Apalagi teman kita itu tadi kerjaannya tiap saat melayani Tuhan kenapa ia yang harus diingatkan dan bukannya yang lain.
    Terkadang orang menyalahkan iblis yang diceritakan merupakan ciptaan Tuhan maha dewa sebagai biang keladi atas segala penderitaan dan musibah yang terjadi. Jika Tuhan maha dewa merupakan makhluk yang maha tahu, maha kuasa dan maha pengasih tentunya tidak perlu menciptakan iblis dan kalau toh sudah terlanjur diciptakan harusnya dikendalikan supaya tidak menciptakan penderitaan.
    Kecuali memang iblis sengaja diciptakan dan dibiarkan supaya menggoda manusia, sehingga manusia yang punya pilihan bebas bisa punya alternatif pilihan mau masuk surga atau neraka. Bila memiliki sifat maha tahu tentunya sudah bisa diketahui manusia mana yang bakal tahan godaan lalu masuk surga dan mana yang tidak tahan lalu masuk neraka.
    Tetapi bila Tuhan maha dewa tidak tahu mana yang akan dipilih manusia, maka sebagai perwujudan rasa cinta kasih, seharusnya tidak menciptakan iblis penggoda karena besar kemungkinan manusia akan tergoda lalu masuk neraka.
    Saat kita mengingat kejadian tsunami yang menghancurkan jutaan hidup manusia dengan cara yang sangat mengerikan, belum lagi penderitaan dan trauma berkepanjangan bagi yang masih hidup, tentunya kita juga boleh bertanya- tanya mengapa hal tersebut terjadi. Pada waktu itu tidak ada satu tokoh agamapun bisa membahas mengapa hal itu terjadi. Apakah ada Tuhan maha dewa yang sedang murka pada jutaan orang-orang tidak berdosa itu? Sebesar apa kesalahan mereka sehingga patut menerima hukuman seperti itu. Saat itu para tokoh agama hanya menjelaskan betapa kecil kita dibanding kekuasaan Tuhan sehingga kita tidak seharusnya menjadi sombong dan belajar rendah hati, serta mengembangkan kepedulian kita pada korban bencana tersebut.
    Penjelasan tokoh agama itu memang benar dan sudah seharusnya kita berpikir seperti itu tetapi dibalik penjelasan itu akan tetap tersimpan tanda tanya besar kenapa Tuhan maha dewa tega melakukan hal tersebut. Apabila manusia dilarang untuk mempertanyakan segala rencana Tuhan maha dewa, maka manusia seharusnya tidak diciptakan dengan akal budi yang sedemikian rupa sehingga mampu berpikir logis dan mempertanyakan ‘policy’ Tuhan maha dewa.

    Dahulu kala orang mengira hujan dan petir adalah kerjaan para dewa-dewi yang ada di atas kahyangan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka diketahui bagaimana terjadinya hujan dan siklusnya. Ilmu pengetahuan mulai menguak tabir kegelapan dan mulai menjelaskan bagaimana alam bekerja dengan hukum- hukumnya. Newton, Einstein dan masih banyak ilmuwan lainnya mulai mempelajari sebagian dari hukum-hukum yang bekerja di alam semesta ini. Listrik bisa menyalakan lampu dan peralatan lainnya adalah salah satu temuan penting hukum alam di abad modern ini.
    ….
    dikutip dari: http://dhammacitta.org/pustaka/ebook/dawai/dawai-46.pdf (hal 20 – 34)

    @ lth : jadi menurut kamu apa, karena karma orang tersebut telah matang, sehingga dia dirampok?? Apakah otak manusia memiliki keterbatasan atau tidak?? Mengenai asal-usul manusia saja, Buddha tak sanggup menjelaskan sehingga harus menceritakan tentang kisah orang yang kena panah itu. Ya, saya setuju kalo orang yang sakit harus cepat2 ditolong dulu sebelum mati dan tak perlu diberi penjelasan, bagaimana kalo orang yang sehat dan waras mempertanyakan itu????
    Orang Kristen percaya Allah itu berdaulat, maha tahu dan maha kuasa, dan peristiwa2 yang dialami orang2 Kristen memang penuh misteri, contoh Rasul Petrus ditangkap dan masuk penjara, tengah malam dilepaskan oleh malaikat Tuhan dari penjara, Yohanes Pembaptis ditangkap dan masuk penjara dan tidak pernah dilepaskan oleh Tuhan dari penjara dan mati kepalanya dipenggal, rasul Petrus berkotbah 3000 orang bertobat, Stefanus berkotbah ribuan batu menyambutnya, akhirnya dia mati dirajam…..Kenapa seperti itu, apakah Allah Kristen tak berdaya dan tak sanggup melepaskan mereka??
    Orang Kristen tidak pernah merasakan seperti itu, mereka tetap beriman dan tahu, apa yang dilakukan Allah adalah yang terbaik baik hidup mereka.
    Adakah agama lain yang memiliki orang-orang baiknya mati demi keyakinannya? Jika ada, maka tidak akan sebanyak kematian orang-orang Kristen yg mati syahid!!1! Surat ibrani pasal 11 bercerita penuh tentang orang-orang Kristen yang mati namun tetap beriman dan orang-orang Kristen memiliki buku tentang orang2 Kristen yang mati karena iman, mati karena membela kebenaran, mati karena ingin memberi kehidupan yang baik bagi orang lain, mati demi membantu menyembuhkan orang yg sakit Aids, kusta, tbc dll……

    Anda pernah makan buah mentah ?
    Enak kan mana dengan buah yang sudah matang ?

    @lth : Apa maksud Anda dengan makan buah mentah dan matang? Apakah Anda ingin mengatakan bahwa aku nggak ngerti tentang masalah penderitaan dan hanya Buddha yang tahu? Apakah Anda ingin juga menyampaikan bahwa Allah itu tak pernah ada dengan argumentasi adanya penderitaan? Allah itu tidak maha kuasa, tidak maha tahu dan kejam dengan menciptakan penderitaan dan Allah juga yang menciptakan Iblis untuk membuat manusia menderita?
    Saya ingin katakan bahwa Allah tidak pernah mencobai manusia yang walaupun tidak mau mengakui keberadaan-Nya. Manusia sendirilah yang menjadi penyebab dari penderitaannya sendiri karena tidak mau mendengarkan pengajaran dari Allah. Oleh sebab itu Allah membiarkan manusia menempuh jalan hidupnya yang terpisah dari Sumber Hidup itu sendiri(Allah). Kitab suci mengatakan :
    “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
    Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
    Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
    Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
    Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
    penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.” (Roma 1:18-32)
    Dan Kitab Suci juga menuliskan tentang pencobaan dan pemberian yang baik dari Allah bagi manusia:
    “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut(kematian). Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa(Allah) segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”17 ( Surat Yakobus 1 : 13-17)
    Jadi, jika manusia yang tidak mau mengakui-Nya menderita, apakah ia pantas menyalahkan Allah? Apakah manusia menganggap sepi akan kasih dan kesabaran Allah dengan terus menyalahkan Dia dan tidak mau bertobat dan berseru kepada-Nya memohon pertolongan ketika menghadapi cobaan?
    Tuhan hanya mencobai dan menguji orang-orang yang percaya kepada-Nya dengan maksud untuk mendidiknya jika ia bersalah, meluruskan maksud dan tujuan orang yang tidak benar, membentuknya menjadi anak-anak Tuhan yang berkarakter seperti Tuhan, memurnikan dia dari segala tantangan kehidupan dll. Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa anak-anak-Nya diberi kemudahan dan lari dari segala tantangan dan cobaan, namun Tuhan menjanjikan bahwa Dia selalu menyertai dan memberikan kekuatan kepada anak-anak-Nya disaat menghadapi segala cobaan. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.( 1Korintus 10:13) dan jika Allah menghajar anak-anak-Nya yang nakal itu adalah demi kebaikannya, “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
    Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
    Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. ( Ibrani 12:5-14).
    Dan banyak lagi ayat-ayat Kitab Suci yang memberi pengertian tentang masalah penderitaan, ketidakadilan dll. Alkitab banyak memberikan referensi tentang bagaimana orang Kristen harus bersikap didalam menghadapi berbagai cobaan dan penderitaan. Dan orang Kristen yang sungguh-sungguh mempelajari Alkitab akan mengerti bahwa Allah itu Maha Tahu dan Maha kuasa serta merupakan Sumber Penghiburan bagi orang-orang yang menderita, dan orang Kristen tidak pernah menyalahkan Tuhannya, sebab mereka tahu bahwa Allah itu baik adanya, tindakan-Nya adil dan penuh belas kasihan. Memang, penderitaan merupakan misteri bagi manusia, dan Tuhan tentu memiliki tujuan didalam segala hal disaat orang Kristen menghadapi pencobaan dan penderitaan. Hanya Tuhan yang tahu apa yang terjadi dan mengapa itu terjadi.
    Mengenai cerita perampokan, saya teringat kisah Pendeta John Wesley, Bapak pendiri gereja Methodist yang hidup diabad 18 di Inggris. Suatu malam gelap dan sepi, John Wesley berjalan kaki pulang sehabis berkotbah dicegat oleh perampok dengan pisau terhunus dan meminta uang. Pdt. John Wesley dengan tenang memberikan semua uangnya. Setelah dapat perampok tersebut pergi dengan tergesa-gesa. Disaat pergi, Jhon Wesley dengan tulus hati berseru kepadanya, “Semoga Tuhan memberkatimu”. Dalam hati, Jhon Wesley berdoa agar Tuhan memberkati perampok tersebut yang mungkin sangat membutuhkan uang. Tiga bulan berlalu setelah peristiwa tersebut, dalam akhir sebuah kebaktian digereja, seperti biasanya para jemaat menyalami para pendeta John Wesley sebelum pulang. Disaat itu ada seorang yang datang menyalami Pdt. John Wesley dan memperkenalkan dirinya dan menceritakan bahwa ia pernah merampok John Wesley, ia mengaku bersalah, meminta maaf dan menyesali atas tindakannya serta mengembalikan uang John Wesley. Dia mengaku sekarang sudah bertobat karena mendengarkan apa yang diucapkan oleh John Wesley saat malam itu. Puji Tuhan, apa yang tidak dimengerti oleh John Wesley, mengapa ia yang begitu setia melayani Tuhan dan mengasihi Tuhan bisa mendapatkan musibah tsb, sekarang ia mengerti bahwa Tuhan memakai ia untuk menjangkau perampok agar bisa mengenal Tuhan.

    @ lth : Pertanyaan buat Anda :

    1) Apakah penderitaan itu bermanfaat bagi manusia?
    2) Apakah ketidakadilan dan penderitaan manusia menunjukkan bahwa Allah itu tidak pernah ada?

    Bukannya buddha tak sanggup menjelaskannya tp jawabannya juga sulit dimengeri kalau kita sndiri tidak mengalaminya.

    Jawaban yang sangat klise lagi, jujur aja bilang Buddha tak mengajarkan tentang hal itu, jadi Anda tak tahu!!!!!
    Contoh:
    – Anak kelas 3 SD akan diberi pertanyaan soal SMA Fisika moderen. apakah si bocah bisa menjawab? Tentu saja bisa dunk kalau dia sudah waktunya untuk naik kelas dan lulus sampai SMA kemudian mempelajari soal Fisika Modern.

    Maksudmu murid-murid Buddha masih anak kelas 3 SD kepandaiannya, sehingga susah diajari, gitu?

    – Dahulu kala orang mengira hujan dan petir adalah kerjaan para dewa-dewi yang ada di atas kahyangan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka diketahui bagaimana terjadinya hujan dan siklusnya. Ilmu pengetahuan mulai menguak tabir kegelapan dan mulai menjelaskan bagaimana alam bekerja dengan hukum- hukumnya. Newton, Einstein dan masih banyak ilmuwan lainnya mulai mempelajari sebagian dari hukum-hukum yang bekerja di alam semesta ini. Listrik bisa menyalakan lampu dan peralatan lainnya adalah salah satu temuan penting hukum alam di abad modern ini. (Ini juga butuh waktu untuk memahaminya walaupun perlu ratusan tahun)

    Dulu ada yang percaya ada dewi bulan, dewa matahari, dewa petir, dewi hujan, dewa tanah dll termasuk orang yang ngaku dia buddhis lho???. Tapi sayangnya orang Yahudi dan Kristen tidak percaya hal-hal seperti itu.Tahukah Anda, bahwa John Newton dan Albert Einstein itu orang yang percaya adanya Tuhan? Dan banyak orang-orang pintar itu orang yang percaya adanya Tuhan.??? Jadi point kamu apa????

    – Sampai saat ini saya belum pernah menemukan ujung dan pangkal dari sebuah lingkaran, Apakah Anda sudah pernah menemukkannya ?

    Anda ini lucu banget, maksudmu apa? Kalo aku melihat sebuah lingkaran memang saya tak tahu mana pangkal dan ujungnya. Tapi kalo saya yang buat(tulis/ gambar) maka saya tahu dong mana pangkal(yaitu saat saya mulai nulis) dan ujungnya. Demikian juga dengan Tuhan, Dia tahu darimana asal segala ciptaan dan kemana semua itu akan berakhir, sebab Dia yang menciptakan-Nya. Dia itu Alfa(awal) dan Omega(akhir)…….

    Orang2 beriman sejenis Anda itu paling mudah untuk mengatakan rencana & cobaan Tuhan,

    Kapan saya mengatakan itu????? Ckckckck…….Jangan berasumsi sendiri, yang ngomong seharusnya Anda dong!!!!!

    contoh kasus paling mudah sekitar lingkungan saya.
    Pada saat Gn Merapi meletus menerbangkan debu dan pasir berminggu2 dan menyengsarakan banyak orang dari yang kehilangan rumah, ternak, sanak keluarga dan mata pencarian.
    Kemudian, si-A, seseorang berjenis iman seperti Anda mengatakan:
    “Berkahnya tuhan itu adil, dibagi2 dan seimbang”
    Saya hanya berpikir, coba aja kalau ngomong didepannya yang jadi korban, paling paling pulang tinggal nama saja.
    Dalam kasus ini, si-A tidak mendapatkan cobaan dari Tuhan, bisa saja dia ngomong seenaknya sperti itu.
    Kalau si-A yang jadi korban letusan Gn Merapi, apakah dia bisa mengatakan: “Yah ini emang cobaan dari Tuhan, Tuhan pasti bergembira atas penderitaan saya ini dan saya juga harus bergembira ria dan tidak boleh mengatakan saya menderita dan sedih. Ini berkah dari Tuhan yang menyayangi saya.” <<== kalau Anda bisa mengatakan seperti ini Anda selayaknya pergi ke psikiater dan minta surat inap ke RSJ.

    Saya belum pernah jumpa orang-orang Kristen seperti itu, kami selalu diajarkan berempati kepada orang-orang yang mendapatkan kemalangan dan berusaha memberikan pertolongan kepada yang membutuhkannya. Kami tidak pernah diajarkan untuk menghakimi orang-orang yang mendapatkan musibah apalagi menertawakannya. Sorry ya, itu bukan tipe orang Kristen deh…….
    eh ngomong2, mau nggak kaki Anda saya amputasi karena saya utusan Tuhan untuk mencobai Anda?

    Sebelum Anda ingin mengamputasi kaki saya, bisakah Anda ceritakan tujuan Anda yang menganggap diri Anda utusan Tuhan, sedangkan Anda tidak mengakui adanya Tuhan, jangan-jangan Anda ini utusan Iblis yang menyamar????? Kalau Iblis memang bertujuan seperti itu. Yesus berkata bahwa Iblis itu seperti Pencuri(Iblis) yang datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku( Yesus) datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.(Yohanes 10:10)
    Jadi kalau Anda bisa menjelaskannya dan memberikan jaminan seumur hidup bahwa Anda akan memelihara hidupku, mungkin akan saya pertimbangkan jika Anda adalah utusan Allah.

  111. 15 Agustus 2011 pukul 6:15 PM

    ling :

    buddha josaphat :
    <blockquote @ ling : coba Anda sebutkan paritta mana yang Anda maksudkan dan berikan artinya, setahu saya isi paritta cuma 2 : berisi pujian dan hormat pada junjungan Buddha dan harapan semoga semua makhluk terbebas dari samsara, that is all, atau ada versi baru???? Maklum, saya udah lama tak pernah mengunjungi wihara lagi……

    oh … contoh yg palng dasar aja deh.. paritta yg selalu dibaca setiap ada kebaktian … Pancasila Buddhist. ehmm… kyknya nich paritta bkn paritta versi baru deh.. dari dulu jaman saya msh sekolah nich paritta udah di baca setiap akan memulai pelajaran Agama Buddha.
    ehm.. kalo anda memang dulunya seorang Buddhist anda pasti tau paritta ini.
    msh ada paritta lain seperti manggala sutta, ratana sutta, karaniyametta sutta. paritta ini yg jg sering dibaca pas ada kebaktian minggu blm lg bbrp parrita yg di baca saat event2 tertentu seperti hari uposadha, hari asadha, waisak dll …

    @ ling : Ok, contoh Pancasila Buddhist, “Aku bertekad…………, Aku bertekad,…….dsb. Apakah hanya bertekad itu dapat menimbulkan Karma baik?????

    ” @ ling : artinya sama dong dengan pengertian “berlindung”, saya merasakan ada kekikukan umat Buddha dalam hal ini menyatakan keyakinannya, minta Sang Buddha menunjukan jalan, artinya Anda masih percaya Sang Buddha itu masih ada, walaupun beliau udah parinibbana/ purnabhava atau udah wafat????? Jika ya, bagaimana konsistensi pengajaran Buddha tentang anatta, dimana kesadaran yang masih tinggal dan bukan pribadi/ jiwa???? Apa bedanya dengan keyakinanan Kristen tentang berlindung, yaitu mempercayai adanya Pribadi yang melindungi dan menuntun hidup orang Kristen?? Disini ada 2 keyakinan tentang “Buddha ada dan Buddha tidak ada lagi” mana yang benar??? ”

    walaupun Sang Buddha telah parinibbana tetapi ajarannya toh msh ada. muridnya jd msh ada. nah ajaran Beliau yg kami gunakan …ajaran beliau yg kami praktekkan sehingga kami bs terbebas dr yg namanya penderitaan. itu yg dimaksud dgn berlindung .
    @ ling : Apakah benar seperti itu? Aliran Manayana tidak ngajar seperti itu, mana yang benar ya? Setelah Buddha parinibbana, apakah beliau tetap ada atau tidak ada?

    ” @ ling : bukti apa yang Anda dapatkan, boleh disharingkan????? Saya telah datang dan membuktikannya(ehipassiko) selama puluhan tahun yang lalu, bukan karena tidak sesuai, namun karena pengajarannya tidak konsisten dan sulit diterima akal rasio serta tak ada pengharapan dimasa depan!!! Saya tidak pernah merasakan sekalipun……Walaupun saya tahu bahwa orang buddhis menyakini dan mengklaim semua ajaran Buddha itu rasional, ya itu bukan harus dalam bentuk klaim semata, namun perlu pembuktian dengan mempelajari kitab sucinya dan mempelajari komentar2 para Sangha juga agar kita bisa dapat kesimpulan yang baik dan tepat……..

    bukti … salah satunya meditasi . saya baru bljr meditasi kurang dr 6 bln tp terdpt perbedaan yg saya rasakan. ketika kita belajar melepas semua kita akan mendptkan ketenangan. ketika bljr melihat segalanya akibat karma kita sendiri semua terasa ringan … tidak ada lagi pertanyaan dlm hari “mengapa” tetapi yg ada cm ‘memang ”

    @ling : Meditasi memang bisa membuat Anda rileks ya seperti tidur siang juga bisa membuat kita segar kembali. Saya dulu setiap malam melakukan meditasi selama 5 tahun….ya seperti masuk alam lain, penuh fantasi dan ilusi…….. “Memang benar kalo aku harus mendapat perlakuan demikian, karna karmaku masa lalu.” Terima saja dan jalani saja….Kalimat demikian sering saya jumpai dengan umat Buddhis. Ya kalo saya bilang itu sejenis TAKDIR. Apa sih yang dapat kita pelajari dari Karma tsb, selain menerima dan melakoninya dengan terpaksa dan tak ada sukacitanya???? Bagi saya, karma itu bersifat desktuktif dalam pikiran manusia. Tak ada sesuatupun yang bisa kita pelajari dalam kasus spt itu. Saya berbicara sangat banyak kepada orang-orang buddhis, bahwa tidak ada karma masa lalu yang mengikat hidup manusia, jika manusia diperlakukan kurang baik, bukan karena karma buruknya, namun ada sesuatu yang mungkin salah didalam dirinya( sikapnya, kata-katanya dll) atau mungkin orang itu yang salah. Jika kita tahu semua penyebab demikian, maka kita bisa memperbaikinya dan ada pelajaran berharga didalamnya.

    tidak konsisten??? dibagian mana yg tidak konsisten???
    Contoh kecil Therevada : tida perlu juruselamat, Mahayana : perlu juruselamat;

    tidak msk akal??? justru agama Buddha lah agama yg plng rasional . bahkan seorang ilmuwan besar seperti Albert einsten pernah mengatakan “Agama yang bisa menjawab tantangan ilmu pengetahuan adalah agama Buddha” .

    Tidak masuk akal : contoh 1) Soal karma, tujuan karma adalah agar manusia semakin lama semakin baik melalui berbagai kelahiran(tummibal lahir) akhirnya terbebas dari samsara. Nyatanya, manusia semakin hari semakin jahat, binatang semakin hari semakin banyak. 2) Anda berbicara tentang keadilan Tuhan, bagaimana ajaran Buddha menjelaskan tentang keadilan moralitas : saya yang berbuat karma buruk, orang lain yang menjalaninya????
    3) Wanita dipandang lebih rendah daripada pria dalam Sangha. Tolong berikan referensi atas pernyatan Albert Einstein dimana ia membicarakan tentang Buddha???( jangan berasal dari website buddhist ya)

    ” Berhubung Anda masih baru dan dengan semangat mempelajari kitab Buddha, itu adalah hal yang baik dan pelajarilah terus, agar Anda bisa mengerti maksud saya dikemudian hari. Tidak ada sesuatu pun yang rugi dalam mempelajari kitab suci agama orang lain sebagai pembanding, agar apa yang kamu tahu akan menambah wawasan pemikiran Anda dan melihat mana kebenaran yang bisa menuntun Anda kepada kebahagiaan hidup sekarang dan masa yang akan datang….. ”
    wah … mungkin akan saya pkrkan lg saran anda ^^ berhubung slh seorang Bhante jg pernah menganjurkan kpd saya agar jg mempelajari kitab2 suci agama lain untuk menambah pengetahuan kita

    Bagus dech bisa pelajari kitab suci orang lain. Yang penting jangan kayak kawan buddhis N.S. yang cuma pinternya cari sumber kontra aja, tidak pelajari langsung dari kitab suci Alkitab dan apa yang diajarkan oleh kitab suci tersebut. Sampai sekarang saya juga mempelajari kitab Tipitaka dari berbagai aliran langsung dari kita suci tanpa mempelajari komentar-komentar orang lain, agar kita dapat pemahaman yg objektif dan terhindar dari gosip semata.

  112. 16 Agustus 2011 pukul 11:01 AM

    N.S. :

    buddha josaphat :
    Kesimpulan : Buddha ingin mengatakan, bahwa apa yang diajarkannya( Dharmma) telah melewati ujian-ujian diatas. Jadi standing pointnya adalah ajaran oleh Buddha pada masa itu yang merupakan standing point bagi kaum Kalama….
    Jadi jika Anda tidak mau menerima sumber otoritas dari ajaran Dhamma, bagaimana tiap kali Anda berparitta bisa mengucapkan tentang Tri-Ratna?????? Bukankah itu menipu diri sendiri????

    darimana kesimpulan itu berasal? anda menyimpulkan sendiri? di masing2 baris kalama sutta anda menambahkan keterangan dalam kurung yang tidak ada di suttanya, darimana kesimpulan tambahan itu berasal?
    jika anda bermain/mampir ke forum-forum diskusi buddhist, rata2 semua berpikiran sama seperti saya, yaitu tidak 100% menerima mentah-mentah isi kitab suci, dan sama sekali tidak terganggu tentang asli-tidaknya suatu kitab. dan ini merupakan hal wajar di kalangan buddhisme non-tradisi.m

    @ N.S. : Saya memberi keterangan dalam tanda kurung didalam Kalama sutra agar Anda mendapat point meaning saya. Dan itu merupakan renungan dan kesimpulan saya. Saya tidak peduli Anda mau cari dukungan dari kalangan buddhis Anda itu hak Anda dengan perspektif yang lain. Namun hal yang terpenting, apakah pengertian saya salah atau tidak, jika salah Anda harus bisa membuktikan bahwa saya salah dengan memberikan rujukan kitab suci mana yang menyatakan bahwa pendapat saya itu salah!!! Saya tidak suka dengan orang-orang yang pinternya bersilat lidah seperti yang dilakukan banyak bikkhu saat memberikan ceramah, namun ketika ditanya bagian mana dari kitab suci yang mensupport pendapatnya, dia kelabakan……..Saya harap Anda tidak demikian, Anda sendiri harus bisa mempelajari dengan benar apa yang dikatakan kitab suci Anda….jangan membeo saja………

    Bagi kami orang Kristen, kami telah melakukan hal-hal demikian dengan standing point pada kebenaran ajaran Allah yang ada didalam Alkitab.

    sudah menguji, mengcounter dan meverifikasi isi alkitab dengan otoritas ajaran? bisa ceritakan proses yang anda pribadi lakukan untuk memverifikasi alkitab? apa yang anda jadikan bahan untuk mengcounter isi alkitab?

    @ N.S. : Apa yang menjadi bahan verifikasi saya dalam mempelajari Alkitab : 1) Alkitab itu sendiri 2) Sejarah yang berkaitan dengan waktu peristiwa tsb 3) tradisi gereja 4) komentar-komentar Bapak-bapak gereja.

    @ N.S. Benar, saya menulis seperti itu, dan itu ditujukan bagi yang terbuka mau belajar, tidak buat yang bertetap hati seperti Anda, buktinya saya menjawab yang lainnya.

    bagaimana bisa menyimpulkan saya berketetapan hati begini dan begitu? sudah sakti bisa baca pikiran orang lain? sok tahu neh…

    @ N.S. : Saya bukan sok tahu, tapi praduga dan Anda tidak perlu menghakimi saya “sok tahu”. Saya tidak kenal Anda, saya hanya bisa menduga Anda itu seperti apa berdasarkan tulisan Anda. Jadi apa yang Anda tulis itu memberi saya asumsi…..makanya saya berkomentar spt itu…

    1. tolong jelasin dong tentang kisah nuh itu, apakah bener bahwa beruang kutub berenang ke timur tengah buat ktemu ama nuh trus balik lagi stelah banjirnya selesai?
    @ N.S. : Hahahaha, Alkitab tidak pernah menulis bahwa Nuh pergi cari beruang kutub atau beruang berenang ke TimTeng??? Jadi tidak ada sesuatu yg aneh dalam cerita tsb dan kita tidak tahu kondisi geografi saat itu, jangan Anda bayangkan seperti saat ini dan berspekulasi seperti itu, Anda tak akan mendapat jawabannya, itu hanya Tuhan yang tahu.

    jadi menurut anda kisah nuh itu 100% non-fiksi?
    kisah seseorang membangun kapal untuk menampung seluruh spesies yang ada di dunia masing-masing sepasang, berikut persediaan makanan dan air bersih sekaligus mengolah limbah organik seluruh hewan itu selama terapung2 itu dan sekaligus juga mengumpulkan/mengembalikan hewan2 itu?
    makin saya ingin tahu bagaimana cara anda memverifikasi kisah seperti ini…
    menurut anda, banjir nuh itu global seluruh dunia atau wilayah tertentu saja?

    @ N.S. : saya yakin cerita Nuh itu nyata, bukan fiksi……Dan Tuhan Yesus juga memberikan verifikasi terhadap cerita tsb( Matius 24 : 37-38; Ibrani 11:7; 1 Petrus 3 : 20). Yang Anda tanyakan bagaimana dengan makanan, minuman dll, tentu Tuhan turut campur dalam peristiwa penyelamatan itu. Walaupun Alkitab Kejadian 6-9 tidak memberikan penjelasan itu bagaimana, namun dalam kitab lain kita bisa membaca bahwa Tuhan memelihara hidup dan kebutuhan hidup bangsa Israel yg keluar dari perbudakan di Mesir selama 40 tahun dalam gurun pasir dengan menyediakan manna yang berasal dari Tuhan ( Keluaran 16); Janda yang serba kekurangan, namun makanannya tidak pernah habis dimakan oleh keluarganya( 1 Raja 17:1-24); Yesus melipatgandakan makanan dengan 2 ekor ikan dan 5 roti bagi lebih dari 5000 orang (Yohanes 6 : 1-15). jadi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan yang orang beriman kepada-Nya. Jika Anda bertanya, apakah banjir dijaman Nuh itu bersifat global atau lokal? Saya tidak mengetahui persisnya seperti apa, namun ada ayat yang menyatakan bahwa Allah akan menghapuskan segala manusia dan binatang dipermukaan bumi, kecuali yang ada didalam bahtera, jadi air bah itu bersifat global dimana manusia itu berada

    Dan banyak cerita Alkitab dan detail ceritanya menjadi sumber inspirasi dan pedoman dalam bidang arkeologi dan ribuan bukti telah ditemukan dan membuktikan bahwa Alkitab itu benar. Apakah Tipitaka bisa membuktikan seperti Alkitab????

    bisa berikan contohnya? dan kalau bisa (dan kalau memang ada), tolong berikan data yang berasal dari artikel ilmiah + sumber inspirasi alkitabnya…

    @ N.S. : Anda bisa lihat di http://www.answersingenesis.org/articles/nab/does-archaeology-support-the-bible; http://www.christiananswers.net/q-aig/aig-c010.html

    2. kisah hidup jesus dan horus yang mirip, itu siapa nyontek siapa?
    @ Hahahahaha, Ok lah kalau kamu mau tahu, namun kamu perlu kasih tau dulu bagian mana yang sama????

    @ N.S. : Anda udah baca source yang kemarin saya kasih tentang Horus? Nggak usah jauh-jauh lah, ada persamaan antara cerita antara Yesus dan Buddha, mana yang benar???

    ini sourcenya :http://www.religioustolerance.org/chr_jcpa5b.htm

    @ Tidak ada revisi tentang “Doa Bapa Kami”, sarjana2 Kristen merupakan orang-orang credible dalam hal ini. Jika dalam Alkitab bahasa Indonesia ada “tanda kurung” itu menandakan bahwa ada sebagian manuscript(tulisan kitab suci kuno) tidak memiliki kata2 itu, namun ada sebagian manuscript memiliki tulisan kata2 tsb. Sehingga agar doa Bapa kami tidak terputus diakhir, maka kalimat “(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin) tetap dituliskan. Dan ada terjemahan Alkitab bahasa Inggris tidak menuliskan kalimat dalam tanda kurung itu ( kosong ) namun memberi catatan kaki dibawahnya. Dan doa Bapa Kami merupakan bentuk doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus dan bukan berbentuk mantra…….

    untuk catatan kenapa gw bisa nanya ttg revisi alkitab bisa dibaca sedikit disini: http://watch.pair.com/revision.html
    doa bapa kami versi katolik dan kristen berbeda, koq bisa? mana terjemaharian yang benar?

    @ N.S. : Website yang Anda berikan itu yang berasal dari kalangan Muslim itu tak mengherankan, sebab banyak hal yang ditulis di dalam Al’quran berbeda jauh dari Alkitab, untuk membenarkan tulisan Al’quran maka mereka menyatakan Alkitab sudah dipalsukan, untuk itu mereka mencari pembenaran melalui Alkitab. Nyatanya, Alkitab tetap bertahan dan benar adanya. Alkitab ditulis dalam bahasa Aram, Yahudi dan Yunani. Sedangkan Alkitab berbahasa lain merupakan terjemahan, contohnya bahasa Inggris. Alkitab terjemahan memang sering direvisi mengikuti perkembangan bahasa yang sesuai jamannya agar orang gampang mengerti namun makna tulisannya tidak berubah. Contoh Alkitab dalam bahasa Indonesia saja telah mengalami 4 kali revisi, tujuannya adalah agar para pembaca mengerti bahasa saat ini. Contoh: Alkitab pertama dalam bahasa Melayu, kata “budak” artinya “anak”. jadi dulu ditulis budak Allah artinya adalah anak Allah untuk bahasa Indonesia sekarang. Jadi kalau kita tetap mempertahankan bahasa Melayu lama, maka kedengarannya janggal dimata pembaca sekarang ini, jadi itu perlu direvisi.
    Doa Bapa kami tak ada perbedaan antara Khatolik dan Protestan…..

    2) Jika Anda orang Buddhis dan tidak harus dan perlu mempercayai Tipitaka, jadi percuma dong berbicara dengan orang yang ngakunya Buddhis, tapi tak mempercayai isi tulisan kitabnya.

    btw, kalimat anda di atas ini salah loh…
    frasa “tidak harus dan perlu mempercayai” itu berbeda artinya dengan “tak mempercayai”..

    @ N.S : Bisa Anda buktikan bagian mana dari Tipitaka yang “tidak harus dan perlu dipercayainya”???? Jangan memakai standar ganda didalam mengkritisi kitab suci orang lain, kitab suci sendiri juga perlu dikritisi dengan metode yang Anda pakai!!! Atau Anda ini termasuk jenis manusia copycat( copy paste) tanpa belajar lebih dalam dari sumber yang layak dipercayai????? Kalo metode kritisi Alkitab dipakai untuk mengkritisi Tipitaka, maka jauh lebih banyak hal yang tidak masuk diakal!!!!! Contoh : Apakah Anda percaya bahwa tubuh Buddha Dipankara tingginya 80 kubik( 1 kubik = 1 meter) artinya tinggi Buddha Dipankara 80 meter!!!! dan Buddha Dipankara mencapai hidup 100.000 tahun usianya.?????

    @ N.S : Gampang untuk dianalisa dengan pertanyaan kembali, “Kitab mana yang duluan ditulis dan apakah ada bukti tertua dari keberadaan kitab itu? Metode yang standard dan bisa di aplikasikan kesemua tulisan kitab…….Jelas????

    mana yang ditulis duluan ga bisa jadi patokan benar dan salah…
    teori geosentris ditulis duluan dari teori heliosentris, dan terbukti yang ditulis belakangan yang benar..

    @ N.S. : Benar, kalo itu ilmu pengetahuan, namun kitab suci bukan ilmu pengetahuan. Kitab suci merupakan kitab religi dan ada catatan sejarahnya. Jadi catatan sejarah pertama yang lebih kuat kebenaran informasinya dibandingkan setelah yang beberapa abad kemudian baru dituliskan. Makanya jangan banyak bermeditasi mengosongkan pikiran, pakailah pikiranmu untuk mempelajari kitab sucimu dengan sebaik mungkin, itulah gunanya otak diciptakan!!!!

    Anda belum menjawab pertanyaan saya kemarin, dimanakah didalam Alkitab dituliskan “bumi itu datar????” Atau bumi itu pusat tatasurya bukan matahari??? Saya yakin Anda tak bisa menemukan!!!!

    dan jawaban ini bukan yang diinginkan, tolng cermati pertanyaannya baik2…
    gw ga nanya metodenya, gw nanya “menurut anda”, jadi cukup jawab saja, kitab mana yang benar dan kitab mana yang salah menurut anda? simple kan?

    @ N.S. : Jawaban saya sudah jelas kalo Anda bisa mencermatinya, kecuali Anda sudah tak bisa berpikir jernih dan sedang berilusi dalam meditasi.

  113. 16 Agustus 2011 pukul 4:16 PM

    lth :

    Memberi Tsunami 26 Dec 2006 ?
    Memberi Gempa Haiti ?
    Memberi Gempa & Tsunami Jepang ?
    Apakah 3 diatas adalah kerjaan Tuhan?

    @ lth : Itu perlu Anda tanyakan pada Tuhan nanti, namun demikian Tuhan mengetahui dan mengijinkan 3 peristiwa tsb . Kejadian tsb pasti ada tujuannya, cuma Anda dan saya belum mengetahuinya. Dulu Tuhan pernah bercerita, karena kejahatan manusia begitu besar, maka Allah perlu mendatangkan air bah, begitu juga Tuhan menghukum daerah Sodom dan Gomorah dengan api dan belerang
    .
    Kalau si oknum Tuhan, maha penyayang maka kasih sayang-nya tidak akan melukai dalam pekerjaaNya.

    @lth : Jangan lupa juga, selain Allah maha kasih, Dia juga maha kudus/suci, maha adil dsb….jangan hanya lihat satu sisi saja. Ingat Tuhan tidak suka dengan perbuatan manusia yang penuh dengan dosa….

    Kalau si oknum Tuhan, maha tahu maka maha pengetahuannya akan memberi tahu mahluk ciptaanya untuk terhindar dari penderitaan.

    @ lth : Tuhan khan udah kasih tahu dari purba kala melalui nabi-nabi-Nya, kitab suci dll, cuma manusia aja yang bandel, tak mau percaya seperti Anda…..dan hati-hati lho dengan segala umpatan Anda, si Mara/ iblis sedang ketawa dan merancangkan sesuatu bagi Anda jika Tuhan ijinkan……….

    Kalau si oknum Tuhan, maha pemberi kenapa pemberiaannya memberikan penderitaan mahluk ciptaannya.

    @ lth : Siapa bilang seperti itu???, Anda diberi nafas kehidupan yang bersumber dari-Nya, sinar matahari yang mengairahkan dan menghangatkan tubuh, tumbuh2an bergoyang menyambut sinar mentari, burung-burung berkicau menyanyikan lagu pujian bagi Pencipta-Nya. Hanya manusia yang tidak bersyukur atas pemberian Tuhan, Anda juga termasuk????
    Coba sekarang Anda punya keluarga, katakanlah Anda kepala keluarga, Anda mau mencobai keluarga Anda (anak & istri) ?

    @ lth : Saya memang kepala keluarga, saya selalu mengajarkan kepada anak saya untuk mengasihi Tuhan senantiasa. Jika anak saya nakal, maka saya akan memperingatinya, jika tidak mau dengar tentu saya akan menghajarnya. Ingat, disaat Tuhan menghajar anak-anak-Nya, Dia tidak pernah bersukacita, banyak ayat Alkitab menceritakan bahwa Tuhan selalu sedih/ menyesal layaknya seperti perasaan manusia disaat Dia harus menghajar anak-anakNya. Jadi Anda jangan berpikir bahwa Tuhan itu senang, bersukacita dikala Dia harus menegakkan keadilan dengan menghukum manusia yang berdosa.

    Contoh yang paling mudah, potonglah tangan mereka, kemudian katakanlah kepada mereka bahwa Anda utusan Tuhan Allah yang mencobai mereka, bagaimana ?
    Coba dipraktekkan terlebih dahulu, kemudian Anda reply komentar saya ini.

    @ lth : Anda ini kelihatan seperti orang yang ngawur, dengan berasumsi saya tidak sedih jika ada musibah yang terjadi pada setiap orang, jangan Anda berpikir saya ini manusia yang bebas dari penderitaan, tidak, saya termasuk orang yg menderita, namun saya tidak menyalahkan Tuhan, dan saya anggap sebagai pembelajaran dalam hidup saya. Alkitab banyak memberi dorongan ketika kita menghadapi musibah dengan tetap tegar, beriman, dan bersukacita dalam segala kondisi.

    Fanny Crosby : Sejak balita kehilangan penglihatan alias buta karena salah pengobatan, namun dia tetap percaya pada Tuhan dan dari tangannya tercipta lagu sekitar 8000 lagu, siapa orang normal yang bisa menulis lagu sebanyak itu?
    ==>> Apakah dia juga sadar salah pengobatan juga cobaan dari Tuhan?
    ==>> kalau dia tidak buta, dia akan lebih menciptakan 8000 lagu
    ==>> kalau Anda bertanya, “siapa orang normal yang bisa menulis lagu sebanyak itu?”
    jawaban saya, saya belum tau. Makanya dia tidak normal, kalau dia normal dia akan menciptakan lebih banyak lagu dari pada sekedar 8000 lagu
    2) Joni Tada Eareckson : mengalami kelumpuhan badan, namun dia tetap percaya Yesus dan menjadi berkat bagi jutaan orang yang menderita.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Joni_Eareckson_Tada
    ==>> pernahkah Anda bertanya kepada dia, “Eh kamu tuh lumpuh karena dicobai Tuhan”. Pernah Anda lakukan?
    ==>> Percayakah Anda kalau Joni_Eareckson_Tada tidak dicobai Tuhan maka, akan ada Milyardan orang terinspirasi oleh dia?

    @ lth : Saya tidak tahu, apakah Tuhan sedang mencobai dia atau tidak, yang saya tahu dalam otobiografinya, dia pernah ditanyai oleh seorang pria, “Jika Anda diberi kesempatan kedua kalinya, hidup seperti apakah yang Anda inginkan?” Jawab Fanny kepada pria tsb, ” Saya ingin dilahir dalam keadaan buta lagi, sebab dengan kekurangan tsb saya bisa merasakan hadirat Tuhan dan tangan Tuhan yang menuntun aku untuk menulis lagu pujian bagi Dia”.

    Jawaban dia, menurut Anda dia tidak normal bukan dan Anda yang “terlalu” normal untuk memberi komentar bukan????

    Pertanyaan saya : mengapa ada juga orang yang mengalami penderitaan tetap percaya adanya Tuhan?

    Emang Tuhan ada??? Kasi tunjuk kalau tuhan ada, ayo silakan…

    @lth : emangnya Anda ada “pikiran”? Jika ada coba tunjukan, maka saya akan tunjukan dimana Tuhan itu berada. Ayo, dimana “pikiranmu”….?????

    Kalau Anda pernah sekolah dan masuk kelas biologi, pada suatu waktu Anda akan melakukan praktikum, membelah katak/kadal untuk dilihat organ tubuhnya.
    Si Kadal/katak yg jd bahan percobaan akan menderita :
    – awalnya dia akan ditangkap dan dimasukkan ke dalam kurungan
    – dibawa keruang lab diberi bius
    – setelah dibius selang beberapa lama maka akan dibelah perutnya
    – murid2 akan menggambar isi perut dan organ2 lainnya
    – setelah itu si kadal/katak, akan diapakan? disembuhakan? dibiarkan hidup dialam bebas?
    biasanya akan berakhir dengan kematian si katak/kadal, apakah ini kematian ini juga cobaan Tuhan?
    Pernah mendengar jeritan kesakitan dan penderitaan si katak/kadal? kemudian Anda berkata kepada diri Anda sendiri dan teman2 disekitar Anda, bahwa si katak/kadal tsb, menderita dan kemudian mati karena cobaan Tuhan.
    contoh lain, Ambilah pisau kemudian torehlah pisau dilengan Anda dan katakan bahwa ini cobaan Tuhan. Rencana Tuhan.

    @ lth : Menurut Anda, apakah ada manfaat dari “rasa sakit”….?

    Posting yg saya lakukan, tidak sedikitpun menyalahkan Tuhan tapi mengajak Anda untuk melihat, merasakna dan mengetahui lebih dari sekedar boneka Tuhan.

    @ lth : jangan terlalu emosi, cermatilah semua jawaban dan pertanyaanku, saya sedang menunggu untuk mendengarkan dari Anda apa yang dapat ditawarkan oleh ajaran Buddha atas masalah penderitaan manusia, saya tunggu lho………

    buddha josaphat :

    lth :
    GOD heals aputees:

    @ ltl : kenapa ya, kebaikan2 yang Allah lakukan pada manusia seperti memberi hujan, cahaya matahari, angin dll, tidak pernah dipuji dan disyukuri, ada bencana, kematian, dibunuh, dirampok Allah yang disalahkan!!! Emangnya Allah itu Jin nya manusia, seperti cerita Aladin?
    http://www.gotquestions.org/Indonesia/Allah-bencana-alam.html
    Banyak orang yang ditimpah kemalangan dan cacat hidupnya tetap percaya kepada Allah, mengapa? Contoh :
    1) Fanny Crosby : Sejak balita kehilangan penglihatan alias buta karena salah pengobatan, namun dia tetap percaya pada Tuhan dan dari tangannya tercipta lagu sekitar 8000 lagu, siapa orang normal yang bisa menulis lagu sebanyak itu? http://en.wikipedia.org/wiki/Fanny_Crosby
    2) Joni Tada Eareckson : mengalami kelumpuhan badan, namun dia tetap percaya Yesus dan menjadi berkat bagi jutaan orang yang menderita.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Joni_Eareckson_Tada
    Pertanyaan saya : mengapa ada juga orang yang mengalami penderitaan tetap percaya adanya Tuhan?

  114. 16 Agustus 2011 pukul 4:31 PM

    zen is zero :

    buddha josaphat :
    @ ling : bukti apa yang Anda dapatkan, boleh disharingkan????? Saya telah datang dan membuktikannya(ehipassiko) selama puluhan tahun yang lalu, bukan karena tidak sesuai, namun karena pengajarannya tidak konsisten dan sulit diterima akal rasio serta tak ada pengharapan dimasa depan!!! Saya tidak pernah merasakan sekalipun……Walaupun saya tahu bahwa orang buddhis menyakini dan mengklaim semua ajaran Buddha itu rasional, ya itu bukan harus dalam bentuk klaim semata, namun perlu pembuktian dengan mempelajari kitab sucinya dan mempelajari komentar2 para Sangha juga agar kita bisa dapat kesimpulan yang baik dan tepat……..
    Berhubung Anda masih baru dan dengan semangat mempelajari kitab suci Buddha, itu adalah hal yang baik dan pelajarilah terus, agar Anda bisa mengerti maksud saya dikemudian hari. Tidak ada sesuatu pun yang rugi dalam mempelajari kitab suci agama orang lain sebagai pembanding, agar apa yang kamu tahu akan menambah wawasan pemikiran Anda dan melihat mana kebenaran yang bisa menuntun Anda kepada kebahagiaan hidup sekarang dan masa yang akan datang…..

    buddha josaphat :
    @ ling : coba Anda sebutkan paritta mana yang Anda maksudkan dan berikan artinya, setahu saya isi paritta cuma 2 : berisi pujian dan hormat pada junjungan Buddha dan harapan semoga semua makhluk terbebas dari samsara, that is all, atau ada versi baru???? Maklum, saya udah lama tak pernah mengunjungi wihara lagi……..

    kalau tidak pernah merasakan sekalipun manfaatnya, ngapain nunggu sampai puluhan tahun? apa gak stress lu pelajari tripitaka sebanyak itu/denger ceramah2 di vihara yang gak bermanfaat, miris.. pasti menderita banget ya

    @ Zen is 0 : siapa bilang tidak bermanfaat, justru banyak belajar saya bisa berbagi cerita dengan umat buddhis lainnya, sehingga mereka mengerti dan mau belajar kepada saya. Dan semua jawaban dari milis ini berasal dari pembelajaran lho. Anda juga bisa lakukan, jangan hanya bermeditasi mengosongkan pikiran Anda, pakai itu otak utk berpikir dan menjawab pertanyaan saya, kalo tak mampu lebih baik anda nggak ikut berkomentar deh….

    kalau gue jadi lu mending sewaktu muda baca novel macam harry potter & cari aktivitas muda-mudi modern spt ke mall, karaokean, dll sama teman2, pasti lebih bermanfaat.

    buddha josaphat :
    @ ling : bisa melindungi diri sendiri, kalo gitu buat apa Anda sembahyang dan baca paritta ke wihara minta perlindungan TriRatna( Buddha, Sangha dan Dharma)? Lebih bagus jadi seorang ateis dong!!!!!! Jawaban Anda dan banyak teman-teman Buddhis lainnya kebanyakan klise ketika tak dapat memberi penjelasan yang logis……Ehipassiko……buktikan dong!!!!!

    buddha josaphat :
    @ N.S : Pernyataan Anda, ” Umat Buddha tidak diharuskan mempercayai Tipitaka? “Saya merasakan suatu pemikiran yang aneh dari Anda, jangan-jangan Anda itu ngakunya percaya ajaran Buddha ternyata bukan…..???? Atau Anda itu berasal dari umat lain( Muslim) ????

    buddha josaphat :
    @ ling : coba Anda sebutkan paritta mana yang Anda maksudkan dan berikan artinya, setahu saya isi paritta cuma 2 : berisi pujian dan hormat pada junjungan Buddha dan harapan semoga semua makhluk terbebas dari samsara, that is all, atau ada versi baru???? Maklum, saya udah lama tak pernah mengunjungi wihara lagi……..

    tuh kan sia2 u mempelajari teori buddhist puluhan tahun, toh ujung2nya nol /gak ngerti n masih nanya sama orang yang belum setahun belajar buddhist.

    @ Zen is 0 : saya pengalamannya, ada yg salah?????

    akhir kata anda membuang puluhan waktu untuk hal-hal yang ‘tak berguna’
    belajar agama mah gampang tinggal search wiki / google, ngapain cape2 belajar berpuluh-puluh tahun, mending cari aktifitas yang berguna

    @ Zen is 0 : thanks n noted, saran Anda saya terima….siiip dech…..lebih baik cari aktifitas lain dengan berbagi pengalaman dengan orang lain…..

  115. N.S.
    18 Agustus 2011 pukul 2:06 AM

    tanya jawabanya udah mulai ad hominem neh..

    buddha josaphat :
    @ N.S. : Saya memberi keterangan dalam tanda kurung didalam Kalama sutra agar Anda mendapat point meaning saya. Dan itu merupakan renungan dan kesimpulan saya. Saya tidak peduli Anda mau cari dukungan dari kalangan buddhis Anda itu hak Anda dengan perspektif yang lain. Namun hal yang terpenting, apakah pengertian saya salah atau tidak, jika salah Anda harus bisa membuktikan bahwa saya salah dengan memberikan rujukan kitab suci mana yang menyatakan bahwa pendapat saya itu salah!!! Saya tidak suka dengan orang-orang yang pinternya bersilat lidah seperti yang dilakukan banyak bikkhu saat memberikan ceramah, namun ketika ditanya bagian mana dari kitab suci yang mensupport pendapatnya, dia kelabakan……..Saya harap Anda tidak demikian, Anda sendiri harus bisa mempelajari dengan benar apa yang dikatakan kitab suci Anda….jangan membeo saja………

    baca kitab2 komentar, kalama sutta berlaku untuk semua ajaran, termasuk tipitaka itu sendiri di masa saat ini..
    jadi makna dari kalama sutta adalah semua ajaran yang kita trima hendaknya dikritisi lebih dahulu, apapun itu sumbernya, termasuk dari tipitaka itu sendiri..

    @ N.S. : Apa yang menjadi bahan verifikasi saya dalam mempelajari Alkitab : 1) Alkitab itu sendiri 2) Sejarah yang berkaitan dengan waktu peristiwa tsb 3) tradisi gereja 4) komentar-komentar Bapak-bapak gereja.

    menguji sesuatu dengan sesuatu itu sendiri?
    analoginya:
    buku A bilang bakso pak budi paling enak, ketika ditanya kenapa bakso pak budi paling enak, jawabnya adalah karena menurut buku A. (-_-“)
    khusus untuk kisah nabi nuh, apa ada catatan sejarah yang menduku banjir besar dan kapal besar untuk semua species itu?
    tradisi gereja? tradisi yang mana? yang dulu menghukum ilmuwan karena menentang paham geosentris?
    komentar bapak gereja? tahu darimana dan yakinkah bahwa mereka kompeten?

    @ N.S. : Saya bukan sok tahu, tapi praduga dan Anda tidak perlu menghakimi saya “sok tahu”. Saya tidak kenal Anda, saya hanya bisa menduga Anda itu seperti apa berdasarkan tulisan Anda. Jadi apa yang Anda tulis itu memberi saya asumsi…..makanya saya berkomentar spt itu…

    dan anda juga tidak perlu menghakimi saya “sudah berketetapan hati begini dan begitu”..
    bukannya ente duluan yang mulai menghakimi orang dengan prejudice demikian?

    @ N.S. : saya yakin cerita Nuh itu nyata, bukan fiksi……Dan Tuhan Yesus juga memberikan verifikasi terhadap cerita tsb( Matius 24 : 37-38; Ibrani 11:7; 1 Petrus 3 : 20). Yang Anda tanyakan bagaimana dengan makanan, minuman dll, tentu Tuhan turut campur dalam peristiwa penyelamatan itu. Walaupun Alkitab Kejadian 6-9 tidak memberikan penjelasan itu bagaimana, namun dalam kitab lain kita bisa membaca bahwa Tuhan memelihara hidup dan kebutuhan hidup bangsa Israel yg keluar dari perbudakan di Mesir selama 40 tahun dalam gurun pasir dengan menyediakan manna yang berasal dari Tuhan ( Keluaran 16); Janda yang serba kekurangan, namun makanannya tidak pernah habis dimakan oleh keluarganya( 1 Raja 17:1-24); Yesus melipatgandakan makanan dengan 2 ekor ikan dan 5 roti bagi lebih dari 5000 orang (Yohanes 6 : 1-15). jadi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan yang orang beriman kepada-Nya. Jika Anda bertanya, apakah banjir dijaman Nuh itu bersifat global atau lokal? Saya tidak mengetahui persisnya seperti apa, namun ada ayat yang menyatakan bahwa Allah akan menghapuskan segala manusia dan binatang dipermukaan bumi, kecuali yang ada didalam bahtera, jadi air bah itu bersifat global dimana manusia itu berada

    jika demikian saktinya sanggup memberi makanan segitu banyak, kenapa jaman sekarang di saat somalia kelaparan tidak sedikit pun turun keajaiban makanan?

    ok, good point, “air bah itu bersifat global dimana manusia itu berada” , jadi menurut anda kanguru, yg berada di autralia dan tentunya sudah ada manusia aborigin disana, akan berenang ke tempat nabi nuh, masuk ke kapal lalu setelah banjir surut akan kembali lagi ke australia? demikian juga dengan panda china, anoa sulawesi, orang utan kalimantan, gajah sumatera, dll?

    ada sumber verifikasi lain selain alkitab itu sendiri? ada catatan sejarah? tradisi gereja / komentar bapak gereja yang kompeten untuk memverifikasi kisah ini?

    @ N.S. : Anda udah baca source yang kemarin saya kasih tentang Horus? Nggak usah jauh-jauh lah, ada persamaan antara cerita antara Yesus dan Buddha, mana yang benar???

    meneketehe, dua2nya sudah lewat di masa lampau, dan tidak ada satupun saksi mata, ataupun catatan historis yang benar2 ditulis disaat bersamaan dengan kisah hidup kedua tokoh tersebut..

    Doa Bapa kami tak ada perbedaan antara Khatolik dan Protestan…..

    jika demikian, bisa ajukan revisi laman wikipedia ini:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Doa_Bapa_Kami

    @ N.S : Bisa Anda buktikan bagian mana dari Tipitaka yang “tidak harus dan perlu dipercayainya”???? Jangan memakai standar ganda didalam mengkritisi kitab suci orang lain, kitab suci sendiri juga perlu dikritisi dengan metode yang Anda pakai!!! Atau Anda ini termasuk jenis manusia copycat( copy paste) tanpa belajar lebih dalam dari sumber yang layak dipercayai????? Kalo metode kritisi Alkitab dipakai untuk mengkritisi Tipitaka, maka jauh lebih banyak hal yang tidak masuk diakal!!!!! Contoh : Apakah Anda percaya bahwa tubuh Buddha Dipankara tingginya 80 kubik( 1 kubik = 1 meter) artinya tinggi Buddha Dipankara 80 meter!!!! dan Buddha Dipankara mencapai hidup 100.000 tahun usianya.?????

    hehehehehe…. soooo? banyak kisah2 ajaib dalam tipitaka yang memang saya pribadi tidak begitu percaya… sesuai dengan kalama sutta bukan, bahkan tipitaka sendiri perlu diverifikasi dan tidak diterima mentah2 sebagai 100% non-fiksi..

    main ke forum2 buddhist, di sana banyak “bedah sutta” yang terkadang sulit diterima oleh buddhist pada umumnya… (ini bukan cari dukungan loh, cuma pengen anda ngintip2 dikit ajah ke forum2 buddhist besar)

    btq, mulai main ad hominem neh, dan mulai menghakimi orang bergini begitu (standard gandalah….)

    @ N.S. : Benar, kalo itu ilmu pengetahuan, namun kitab suci bukan ilmu pengetahuan. Kitab suci merupakan kitab religi dan ada catatan sejarahnya. Jadi catatan sejarah pertama yang lebih kuat kebenaran informasinya dibandingkan setelah yang beberapa abad kemudian baru dituliskan. Makanya jangan banyak bermeditasi mengosongkan pikiran, pakailah pikiranmu untuk mempelajari kitab sucimu dengan sebaik mungkin, itulah gunanya otak diciptakan!!!!

    Anda belum menjawab pertanyaan saya kemarin, dimanakah didalam Alkitab dituliskan “bumi itu datar????” Atau bumi itu pusat tatasurya bukan matahari??? Saya yakin Anda tak bisa menemukan!!!!

    sesuai dengan perkataan anda di atas, bahwa tradisi gereja bisa digunakan untuk memverifikasi alkitab, tentu itu berarti tradisi gereja juga layak jadi acuan dalam menilai isi alkitab kecuali jika tradisi gereja memang tidak diambil dari alkitab (yang artinya tradisi gereja tidak bisa dipakai untuk memverifikasi alkitab), yaitu kesimpulan alkitab berpendapat bahwa “bumi datar” dan “pusat tata surya bukan matahari” itu berdasarkan tradisi gereja yang menghukum ilmuwan yang menyebut bumi bulan dan mengajarkan paham heliosentris.

    apa menurut anda tradisi gereja ini salah? jika salah apakah masih layak dipakai untuk memverifikasi alkitab?

    @ N.S. : Jawaban saya sudah jelas kalo Anda bisa mencermatinya, kecuali Anda sudah tak bisa berpikir jernih dan sedang berilusi dalam meditasi.

    nope, yang saya inginkan adalah jawaban tegas, “menurut anda kitab mana yang salah dan kitab mana yang benar.” Atau anda sendiri tidak yakin mana yang benar dan mana yang salah?

    btw, nick anda “buddha joshapat”, apakah anda beriman pada buddha juga? atau 50-50 antara buddha dan jesus , atau 100% jesus? 😛

  116. 18 Agustus 2011 pukul 6:47 AM

    N.S. :

    tanya jawabanya udah mulai ad hominem neh..

    buddha josaphat :
    @ N.S. : Saya memberi keterangan dalam tanda kurung didalam Kalama sutra agar Anda mendapat point meaning saya. Dan itu merupakan renungan dan kesimpulan saya. Saya tidak peduli Anda mau cari dukungan dari kalangan buddhis Anda itu hak Anda dengan perspektif yang lain. Namun hal yang terpenting, apakah pengertian saya salah atau tidak, jika salah Anda harus bisa membuktikan bahwa saya salah dengan memberikan rujukan kitab suci mana yang menyatakan bahwa pendapat saya itu salah!!! Saya tidak suka dengan orang-orang yang pinternya bersilat lidah seperti yang dilakukan banyak bikkhu saat memberikan ceramah, namun ketika ditanya bagian mana dari kitab suci yang mensupport pendapatnya, dia kelabakan……..Saya harap Anda tidak demikian, Anda sendiri harus bisa mempelajari dengan benar apa yang dikatakan kitab suci Anda….jangan membeo saja………

    baca kitab2 komentar, kalama sutta berlaku untuk semua ajaran, termasuk tipitaka itu sendiri di masa saat ini..
    jadi makna dari kalama sutta adalah semua ajaran yang kita trima hendaknya dikritisi lebih dahulu, apapun itu sumbernya, termasuk dari tipitaka itu sendiri..

    @ N.S. : Percuma baca kitab2 para komentator, hasilnya sama, soalnya standing point mereka mengatakan “ada sesuatu yang salah dalam Tipitaka, jadi perlu diverifikasikan mana yg asli atau palsu!!!! Hasilnya ada sutta yang, “tidak perlu dipercayai” dengan menunjukan referensi dari kisah Buddha didalam Kalama Sutra. Jika begitu, jangan2 Kalama Sutra juga bukan bersumber dari perkataan Buddha sendiri????? Siapa yang bisa memverifikasikan bahwa itu berasal dari ajaran Buddha????

    jika Anda mau bilang saya yang salah tafsir, tolong berikan komentar Anda dimana kesalahannya. Anda memang tak mengerti soal metode verifikasi kitab suci. Setiap pendapat seseorang pasti ada “standing point atau basic knowledge” yang dimilikinya yang tentu akan diverifikasi oleh pendengarnya selama dia mengajar, dalam hal ini Buddha telah melakukannya. Oleh sebab itulah beliau berbicara pada kaum Kalama apa yang beliau tahu. Saya berbicara dalam hal ini dengan justifikasi yang benar, walaupun saya tidak percaya semua ajaran Buddha, namun jika ada hal yang benar ya kita harus mengatakan sebenarnya. Tidak perlu pasang standard ganda…….”Sebab saya percaya semua kebenaran bersumber dari kebenaran Allah”

    @ N.S. : Apa yang menjadi bahan verifikasi saya dalam mempelajari Alkitab : 1) Alkitab itu sendiri 2) Sejarah yang berkaitan dengan waktu peristiwa tsb 3) tradisi gereja 4) komentar-komentar Bapak-bapak gereja.

    menguji sesuatu dengan sesuatu itu sendiri?
    analoginya:
    buku A bilang bakso pak budi paling enak, ketika ditanya kenapa bakso pak budi paling enak, jawabnya adalah karena menurut buku A. (-_-”)
    khusus untuk kisah nabi nuh, apa ada catatan sejarah yang menduku banjir besar dan kapal besar untuk semua species itu?

    @ N. S. : Anda tidak mengertikan metode verifikasi dalam Alkitab bukan??? Ya seharusnya saya tidak perlu tuliskan buat Anda. Jadi rumit, karena Anda tak memiliki dasarnya, sudah tak tahu beri komentar yang ngawur. Yang dimaksud disini adalah, jika ada sesuatu yang tidak kita mengerti dalam suatu ayat bacaan, maka kita perlu lihat diayat lain dalam kitab/ surat lain, apakah ada “tema” yang kita tak ngerti terdapat disitu??? Jika tak ada, apakah terdapat dalam tradisi gereja yang membicarakan itu? Bagaimana dengan Bapak2 gereja yang menjadi murid para rasul ada membicarakkan hal tersebut???? Jika tak ada, adakah para komentator ahli sejarah yang bisa memberikan info tsb??? Jika tak ada, maka kita harus tidak memberikan komentar2 yang kita sendiri tidak bisa memverifikasikannya atau hanya asumsi kita. That’s all…..

    Apakah kisah Nuh ada didalam sejarah??? Kisah Nuh “belum” ditemukan dalam sejarah, walaupun begitu ada ditemukan prasasti yang menceritakan kisah air bah, walaupun tidak sama persis seperti alkitab katakan. Saya bukan ahli dalam hal ilmu pengetahuan, namun anda boleh kunjungi website yang anda tanyakan : http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/thinking-outside-the-box

    dan tentang berapa besar kapal tersebut, apakah muat semua binatang dan bagaimana dengan makanan dan kotorannya : http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/caring-for-the-animals

    Bagi saya yang terpenting adalah apa yang musa katakan dan para rasul katakan tentang Alkitab :
    Nabi Musa memberikan penjelasan, apa yang Allah singkapkan itu merupakan bagian buat manusia, yang tidak disingkapkan oleh Allah itu menjadi haknya Allah. Jadi kita tidak perlu cari tahu untuk membuktikan sesuatu itu diluar alkitab katakan. Dan alkitab bukanlah kitab ilmu pengetahuan yang harus dimengerti hanya oleh rasio semata, namun juga oleh iman. Rasul Petrus menyatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah”. (2 Petrus 1:20-21). Dan tujuan penulisan dari Alkitab adalah seperti rasul Paulus katakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”(2 Timotius 3:16)

    tradisi gereja? tradisi yang mana? yang dulu menghukum ilmuwan karena menentang paham geosentris?

    @ N.S. : Alkitab “tidak pernah” mengatakan bahwa matahari mengeliling bumi, itu adalah tafsiran gereja Roma Khatolik pada zaman Galileo bahwa matahari mengeliling bumi.
    Diawal saya udah mengatakan, alkitab tidak salah, yang salah itu adalah orang yang menafsirkan. Dan gereja Roma mengakui kesalahannya dan meminta maaf terhadap Galileo.
    Mana, ayat alkitab yang menyatakan ‘bumi itu datar’??????

    komentar bapak gereja? tahu darimana dan yakinkah bahwa mereka kompeten?

    @ N.S. : Kalo Bapak gereja yang dibawah bimbingan para rasul pasti berkompeten dong….

    @ N.S. : Saya bukan sok tahu, tapi praduga dan Anda tidak perlu menghakimi saya “sok tahu”. Saya tidak kenal Anda, saya hanya bisa menduga Anda itu seperti apa berdasarkan tulisan Anda. Jadi apa yang Anda tulis itu memberi saya asumsi…..makanya saya berkomentar spt itu…

    dan anda juga tidak perlu menghakimi saya “sudah berketetapan hati begini dan begitu”..
    bukannya ente duluan yang mulai menghakimi orang dengan prejudice demikian?

    @ N.S. : saya yakin cerita Nuh itu nyata, bukan fiksi……Dan Tuhan Yesus juga memberikan verifikasi terhadap cerita tsb( Matius 24 : 37-38; Ibrani 11:7; 1 Petrus 3 : 20). Yang Anda tanyakan bagaimana dengan makanan, minuman dll, tentu Tuhan turut campur dalam peristiwa penyelamatan itu. Walaupun Alkitab Kejadian 6-9 tidak memberikan penjelasan itu bagaimana, namun dalam kitab lain kita bisa membaca bahwa Tuhan memelihara hidup dan kebutuhan hidup bangsa Israel yg keluar dari perbudakan di Mesir selama 40 tahun dalam gurun pasir dengan menyediakan manna yang berasal dari Tuhan ( Keluaran 16); Janda yang serba kekurangan, namun makanannya tidak pernah habis dimakan oleh keluarganya( 1 Raja 17:1-24); Yesus melipatgandakan makanan dengan 2 ekor ikan dan 5 roti bagi lebih dari 5000 orang (Yohanes 6 : 1-15). jadi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan yang orang beriman kepada-Nya. Jika Anda bertanya, apakah banjir dijaman Nuh itu bersifat global atau lokal? Saya tidak mengetahui persisnya seperti apa, namun ada ayat yang menyatakan bahwa Allah akan menghapuskan segala manusia dan binatang dipermukaan bumi, kecuali yang ada didalam bahtera, jadi air bah itu bersifat global dimana manusia itu berada

    jika demikian saktinya sanggup memberi makanan segitu banyak, kenapa jaman sekarang di saat somalia kelaparan tidak sedikit pun turun keajaiban makanan?

    Jangan kuatirkan Somalia, Tuhan akan gerakan orang-orang pergi membantunya, iman Kristen tidak seperti Anda inginkan, harus menunjukan diri melulu, apakah Buddha juga menunjukan dirinya?????

    ok, good point, “air bah itu bersifat global dimana manusia itu berada” , jadi menurut anda kanguru, yg berada di autralia dan tentunya sudah ada manusia aborigin disana, akan berenang ke tempat nabi nuh, masuk ke kapal lalu setelah banjir surut akan kembali lagi ke australia? demikian juga dengan panda china, anoa sulawesi, orang utan kalimantan, gajah sumatera, dll?

    @N.S : Anda bisa lihat website : http://www.trueorigin.org/arkdefen.asp
    http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/caring-for-the-animals
    http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/thinking-outside-the-box
    ada sumber verifikasi lain selain alkitab itu sendiri? ada catatan sejarah? tradisi gereja / komentar bapak gereja yang kompeten untuk memverifikasi kisah ini?

    @ N.S. : Anda udah baca source yang kemarin saya kasih tentang Horus? Nggak usah jauh-jauh lah, ada persamaan antara cerita antara Yesus dan Buddha, mana yang benar???

    meneketehe, dua2nya sudah lewat di masa lampau, dan tidak ada satupun saksi mata, ataupun catatan historis yang benar2 ditulis disaat bersamaan dengan kisah hidup kedua tokoh tersebut..

    @ N. S. : Jangan menghindar dech, jawaban klise “masa lampau” ?????jadi, tak bisa diverifikasikan, kalo alkitab masih banyak bukti manuskrip lho…….
    Doa Bapa kami tak ada perbedaan antara Khatolik dan Protestan…..

    jika demikian, bisa ajukan revisi laman wikipedia ini:

    @N.S. : Tidak ada yang perlu direvisi…….perhatikan seperti apa yang komentar saya kemarin…….tidak ada yang perlu direvisi…..

    http://id.wikipedia.org/wiki/Doa_Bapa_Kami

    @ N.S : Bisa Anda buktikan bagian mana dari Tipitaka yang “tidak harus dan perlu dipercayainya”???? Jangan memakai standar ganda didalam mengkritisi kitab suci orang lain, kitab suci sendiri juga perlu dikritisi dengan metode yang Anda pakai!!! Atau Anda ini termasuk jenis manusia copycat( copy paste) tanpa belajar lebih dalam dari sumber yang layak dipercayai????? Kalo metode kritisi Alkitab dipakai untuk mengkritisi Tipitaka, maka jauh lebih banyak hal yang tidak masuk diakal!!!!! Contoh : Apakah Anda percaya bahwa tubuh Buddha Dipankara tingginya 80 kubik( 1 kubik = 1 meter) artinya tinggi Buddha Dipankara 80 meter!!!! dan Buddha Dipankara mencapai hidup 100.000 tahun usianya.?????

    hehehehehe…. soooo? banyak kisah2 ajaib dalam tipitaka yang memang saya pribadi tidak begitu percaya… sesuai dengan kalama sutta bukan, bahkan tipitaka sendiri perlu diverifikasi dan tidak diterima mentah2 sebagai 100% non-fiksi..
    main ke forum2 buddhist, di sana banyak “bedah sutta” yang terkadang sulit diterima oleh buddhist pada umumnya… (ini bukan cari dukungan loh, cuma pengen anda ngintip2 dikit ajah ke forum2 buddhist besar)
    btq, mulai main ad hominem neh, dan mulai menghakimi orang bergini begitu (standard gandalah….)

    @N.S. : Akhirnya terbuktikan………selanjutkan pertanyaan saya : kalo gitu mana kitab suci yang bisa menjadi standing point?????? Hati-hati loh, cara menghilangkan kitab suci itu tindakan tak terpuji, jadi percuma hidup seperti arahat, namun menipu umatnya sendiri dengan cara menghilangkan beberapa ayat-ayat suci…….
    Saya sering kunjungi website buddhis dan mengikuti trus…..don’t worry be happy…..
    @ N.S. : Benar, kalo itu ilmu pengetahuan, namun kitab suci bukan ilmu pengetahuan. Kitab suci merupakan kitab religi dan ada catatan sejarahnya. Jadi catatan sejarah pertama yang lebih kuat kebenaran informasinya dibandingkan setelah yang beberapa abad kemudian baru dituliskan. Makanya jangan banyak bermeditasi mengosongkan pikiran, pakailah pikiranmu untuk mempelajari kitab sucimu dengan sebaik mungkin, itulah gunanya otak diciptakan!!!!

    Anda belum menjawab pertanyaan saya kemarin, dimanakah didalam Alkitab dituliskan “bumi itu datar????” Atau bumi itu pusat tatasurya bukan matahari??? Saya yakin Anda tak bisa menemukan!!!!

    sesuai dengan perkataan anda di atas, bahwa tradisi gereja bisa digunakan untuk memverifikasi alkitab, tentu itu berarti tradisi gereja juga layak jadi acuan dalam menilai isi alkitab kecuali jika tradisi gereja memang tidak diambil dari alkitab (yang artinya tradisi gereja tidak bisa dipakai untuk memverifikasi alkitab), yaitu kesimpulan alkitab berpendapat bahwa “bumi datar” dan “pusat tata surya bukan matahari” itu berdasarkan tradisi gereja yang menghukum ilmuwan yang menyebut bumi bulan dan mengajarkan paham heliosentris.
    apa menurut anda tradisi gereja ini salah? jika salah apakah masih layak dipakai untuk memverifikasi alkitab?

    @ N.S. : Jawaban saya sudah jelas kalo Anda bisa mencermatinya, kecuali Anda sudah tak bisa berpikir jernih dan sedang berilusi dalam meditasi.

    nope, yang saya inginkan adalah jawaban tegas, “menurut anda kitab mana yang salah dan kitab mana yang benar.” Atau anda sendiri tidak yakin mana yang benar dan mana yang salah?

    @N.S : tentu yang kuyakini itu yang benar dong, kalo tidak aku udah pindah dong…..Kalo anda mau tahu lebih banyak ya buka dong website yg saya berikan kemarin….

    btw, nick anda “buddha joshapat”, apakah anda beriman pada buddha juga? atau 50-50 antara buddha dan jesus , atau 100% jesus?

    @ N.S. : 1000% pada Yesus, walaupun ada yang banyak hal yg kutak ngerti semuanya……bukan karena saya banyak tahu tentang kitab suci, tapi saya dipanggil saat meditasiku yang terdalam………..dan mendapat pencerahan/ pikiranku tersingkap(terbuka) dari tanha dan avijja selama ini………….

  117. N.S.
    19 Agustus 2011 pukul 4:49 AM

    buddha josaphat :
    @ N.S. : Percuma baca kitab2 para komentator, hasilnya sama, soalnya standing point mereka mengatakan “ada sesuatu yang salah dalam Tipitaka, jadi perlu diverifikasikan mana yg asli atau palsu!!!! Hasilnya ada sutta yang, “tidak perlu dipercayai” dengan menunjukan referensi dari kisah Buddha didalam Kalama Sutra. Jika begitu, jangan2 Kalama Sutra juga bukan bersumber dari perkataan Buddha sendiri????? Siapa yang bisa memverifikasikan bahwa itu berasal dari ajaran Buddha????

    bisa tunjukkan contoh kitab komentar yang menggunakan standing point seperti itu?

    jika Anda mau bilang saya yang salah tafsir, tolong berikan komentar Anda dimana kesalahannya. Anda memang tak mengerti soal metode verifikasi kitab suci. Setiap pendapat seseorang pasti ada “standing point atau basic knowledge” yang dimilikinya yang tentu akan diverifikasi oleh pendengarnya selama dia mengajar, dalam hal ini Buddha telah melakukannya. Oleh sebab itulah beliau berbicara pada kaum Kalama apa yang beliau tahu. Saya berbicara dalam hal ini dengan justifikasi yang benar, walaupun saya tidak percaya semua ajaran Buddha, namun jika ada hal yang benar ya kita harus mengatakan sebenarnya. Tidak perlu pasang standard ganda…….”Sebab saya percaya semua kebenaran bersumber dari kebenaran Allah”

    tolong tunjukkan dimana saya pasang standard ganda.. 🙂
    salah tafsir anda adalah pada kesimpulan anda:

    Kesimpulan : Buddha ingin mengatakan, bahwa apa yang diajarkannya( Dharmma) telah melewati ujian-ujian diatas. Jadi standing pointnya adalah ajaran oleh Buddha pada masa itu yang merupakan standing point bagi kaum Kalama…

    karena kalama sutta tidak hanya berlaku untuk kaum kalama pada saat itu, tapi untuk semua orang yang mendengar suatu ajaran apapun di masa-masa yang akan datang. darimana pendapat ini berasal, silahkan baca kitab komentar. (katanya kan anda sudah tahunan belajar buddhism, tentu tahu dong kitab komentar)

    @ N.S. : Apa yang menjadi bahan verifikasi saya dalam mempelajari Alkitab : 1) Alkitab itu sendiri 2) Sejarah yang berkaitan dengan waktu peristiwa tsb 3) tradisi gereja 4) komentar-komentar Bapak-bapak gereja.
    menguji sesuatu dengan sesuatu itu sendiri?
    analoginya:
    buku A bilang bakso pak budi paling enak, ketika ditanya kenapa bakso pak budi paling enak, jawabnya adalah karena menurut buku A. (-_-”)
    khusus untuk kisah nabi nuh, apa ada catatan sejarah yang menduku banjir besar dan kapal besar untuk semua species itu?
    @ N. S. : Anda tidak mengertikan metode verifikasi dalam Alkitab bukan??? Ya seharusnya saya tidak perlu tuliskan buat Anda. Jadi rumit, karena Anda tak memiliki dasarnya, sudah tak tahu beri komentar yang ngawur. Yang dimaksud disini adalah, jika ada sesuatu yang tidak kita mengerti dalam suatu ayat bacaan, maka kita perlu lihat diayat lain dalam kitab/ surat lain, apakah ada “tema” yang kita tak ngerti terdapat disitu??? Jika tak ada, apakah terdapat dalam tradisi gereja yang membicarakan itu? Bagaimana dengan Bapak2 gereja yang menjadi murid para rasul ada membicarakkan hal tersebut???? Jika tak ada, adakah para komentator ahli sejarah yang bisa memberikan info tsb??? Jika tak ada, maka kita harus tidak memberikan komentar2 yang kita sendiri tidak bisa memverifikasikannya atau hanya asumsi kita. That’s all…..

    buku A bilang babi bisa terbang, kita tidak mengerti kenapa itu (bahkan aneh jika dirasa dengan logika), lalu kita lihat di bab lain ada menyebutkan babi bisa terbang karena punya sayap. lalu ada tradisi untuk berdoa pada patung babi bersayap. lalu ada para tetua2 suku babi terbang ini yang sering membicarakan babi bersayap. lalu muncullah komentar2 para tokoh tentang babi bersayap. akhirnya jadilah kepercayaan babi bersayap.

    jika verifikasi dilakukan hanya dari sumber2 internal, maka kitab apapun berisi apapun besar kemungkinan menjadi kitab terpercaya.
    selayaknya juga dilakukan verifikasi ke sumber external dan tentu dengan logika/hasil pengamatan pribadi.

    Apakah kisah Nuh ada didalam sejarah??? Kisah Nuh “belum” ditemukan dalam sejarah, walaupun begitu ada ditemukan prasasti yang menceritakan kisah air bah, walaupun tidak sama persis seperti alkitab katakan. Saya bukan ahli dalam hal ilmu pengetahuan, namun anda boleh kunjungi website yang anda tanyakan : http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/thinking-outside-the-box
    dan tentang berapa besar kapal tersebut, apakah muat semua binatang dan bagaimana dengan makanan dan kotorannya : http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/caring-for-the-animals

    sayang sekali tidak menjawab pertanyaan tentang kanguru autralia, panda china dan anoa sulawesi… yakin dan percaya bahwa hewan2 ini berenang ke tempat nuh?
    jika menurut anda banjir ini global, tentu spesiesnya lebih dari 16000 (tus website nyebut 16000 doang).. silahkan cari jumlah pasti spesies yang ada di bumi. jaaauuhhh di atas 16000..

    Bagi saya yang terpenting adalah apa yang musa katakan dan para rasul katakan tentang Alkitab :
    Nabi Musa memberikan penjelasan, apa yang Allah singkapkan itu merupakan bagian buat manusia, yang tidak disingkapkan oleh Allah itu menjadi haknya Allah. Jadi kita tidak perlu cari tahu untuk membuktikan sesuatu itu diluar alkitab katakan. Dan alkitab bukanlah kitab ilmu pengetahuan yang harus dimengerti hanya oleh rasio semata, namun juga oleh iman. Rasul Petrus menyatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah”. (2 Petrus 1:20-21). Dan tujuan penulisan dari Alkitab adalah seperti rasul Paulus katakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”(2 Timotius 3:16)

    ya susah dong kalo gitu.. kalo mentok ke iman, bahkan agama2 baru kayak mormon dan scientology juga bisa “benar” bagi mereka yang beriman…

    tradisi gereja? tradisi yang mana? yang dulu menghukum ilmuwan karena menentang paham geosentris?
    @ N.S. : Alkitab “tidak pernah” mengatakan bahwa matahari mengeliling bumi, itu adalah tafsiran gereja Roma Khatolik pada zaman Galileo bahwa matahari mengeliling bumi.
    Diawal saya udah mengatakan, alkitab tidak salah, yang salah itu adalah orang yang menafsirkan. Dan gereja Roma mengakui kesalahannya dan meminta maaf terhadap Galileo.
    Mana, ayat alkitab yang menyatakan ‘bumi itu datar’??????

    berarti tradisi gereja bisa salah?
    berarti mereka yang dinilai kompeten pun bisa salah?
    masih bisakah digunakan untuk memverifikasi?

    sumber pertanyaan bumi datar sudah diberikan (link website sebelumnya). silahkan baca di website itu.

    komentar bapak gereja? tahu darimana dan yakinkah bahwa mereka kompeten?
    @ N.S. : Kalo Bapak gereja yang dibawah bimbingan para rasul pasti berkompeten dong….

    apa dasarnya “Bapak gereja yang dibawah bimbingan para rasul pasti berkompeten” , apakah sudah dicheck perkataan/ajaran mereka dengan pandangan dan pengalaman pribadi disertai sumber2 external yang ada?

    @ N.S. : saya yakin cerita Nuh itu nyata, bukan fiksi……Dan Tuhan Yesus juga memberikan verifikasi terhadap cerita tsb( Matius 24 : 37-38; Ibrani 11:7; 1 Petrus 3 : 20). Yang Anda tanyakan bagaimana dengan makanan, minuman dll, tentu Tuhan turut campur dalam peristiwa penyelamatan itu. Walaupun Alkitab Kejadian 6-9 tidak memberikan penjelasan itu bagaimana, namun dalam kitab lain kita bisa membaca bahwa Tuhan memelihara hidup dan kebutuhan hidup bangsa Israel yg keluar dari perbudakan di Mesir selama 40 tahun dalam gurun pasir dengan menyediakan manna yang berasal dari Tuhan ( Keluaran 16); Janda yang serba kekurangan, namun makanannya tidak pernah habis dimakan oleh keluarganya( 1 Raja 17:1-24); Yesus melipatgandakan makanan dengan 2 ekor ikan dan 5 roti bagi lebih dari 5000 orang (Yohanes 6 : 1-15). jadi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan yang orang beriman kepada-Nya. Jika Anda bertanya, apakah banjir dijaman Nuh itu bersifat global atau lokal? Saya tidak mengetahui persisnya seperti apa, namun ada ayat yang menyatakan bahwa Allah akan menghapuskan segala manusia dan binatang dipermukaan bumi, kecuali yang ada didalam bahtera, jadi air bah itu bersifat global dimana manusia itu berada

    jika demikian saktinya sanggup memberi makanan segitu banyak, kenapa jaman sekarang di saat somalia kelaparan tidak sedikit pun turun keajaiban makanan?

    Jangan kuatirkan Somalia, Tuhan akan gerakan orang-orang pergi membantunya, iman Kristen tidak seperti Anda inginkan, harus menunjukan diri melulu, apakah Buddha juga menunjukan dirinya?????

    kenapa harus gerakan orang jika dulu mampu kerjakan sendiri?
    dulu juga untuk menunjukkan “hukuman” untuk perintah “jangan membunuh” pada hitler aja harus nunggu sampe hitler bunuh sekian banyak orang baru “dihukum”… apa memang cara kerja mahluk adi kuasa itu memang demikian? menurut anda bukankah lebih baik jika tuhan langsung turun tangan sendiri?

    pertanyaan anda tidak relevan, apakah saya ada bilang kalau sang buddha menunjukkan diri melulu? bisa diquote kalimat saya yang demikian?

    ok, good point, “air bah itu bersifat global dimana manusia itu berada” , jadi menurut anda kanguru, yg berada di autralia dan tentunya sudah ada manusia aborigin disana, akan berenang ke tempat nabi nuh, masuk ke kapal lalu setelah banjir surut akan kembali lagi ke australia? demikian juga dengan panda china, anoa sulawesi, orang utan kalimantan, gajah sumatera, dll?
    @N.S : Anda bisa lihat website : http://www.trueorigin.org/arkdefen.asp
    http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/caring-for-the-animals
    http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/thinking-outside-the-box
    ada sumber verifikasi lain selain alkitab itu sendiri? ada catatan sejarah? tradisi gereja / komentar bapak gereja yang kompeten untuk memverifikasi kisah ini?

    ada yang salah dalam timeline kisah nuh tersebut, jika saat itu bumi masih merupakan satu dataran besar, sejarah mencatatnya sebagai pangaea, 250 juta tahun lalu. saat itu belum ada genus “Homo”. Genus “Homo” pertama adalah homo habilis yang muncul pada masa pleistosen, 2.3 juta tahun lalu dan saat itu bumi sudah terdiri dari banyak benua.

    jika hewan itu berjalan kaki ke tempat nuh, tentu itu terjadi di masa paleosoik atau mesosoik (masa benua pangaea), manusia purbakah yang membuat kapal sebesar itu? sedangkan situs yang satunya menyebut dimensi kapal bahkan mengimajinasikan bentuk kapal yang mirip bangsa yunani. dua situs itu justru bertentangan.

    ok lah, jika homo habilis sanggup membuat kapal besar seperti itu, tentu yg dimuat adalah dinosaurus, dan tentu ada dinosaurus yg endemik di benua lain harus berenang ke tempat nuh.

    @ N. S. : Jangan menghindar dech, jawaban klise “masa lampau” ?????jadi, tak bisa diverifikasikan, kalo alkitab masih banyak bukti manuskrip lho…….

    tipitaka juga banyak kitab komentar. masing2 punya sumber “verifikasi” internal, yang bisa kita gunakan selain itu hanyalah nalar dan kebijaksanaan kita.
    apakah memasukkan ratusan ribu / jutaan spesies ke satu kapal adalah masuk akal?
    apakah membiarkan hitler membunuh sekian juta orang dan membiarkan sekian juta orang lain kelaparan di somalia adalah tindakan bijak?

    @N.S. : Tidak ada yang perlu direvisi…….perhatikan seperti apa yang komentar saya kemarin…….tidak ada yang perlu direvisi…..
    http://id.wikipedia.org/wiki/Doa_Bapa_Kami

    jelas-jelas di laman itu dua versi berbeda kata-katanya…

    @N.S. : Akhirnya terbuktikan………selanjutkan pertanyaan saya : kalo gitu mana kitab suci yang bisa menjadi standing point?????? Hati-hati loh, cara menghilangkan kitab suci itu tindakan tak terpuji, jadi percuma hidup seperti arahat, namun menipu umatnya sendiri dengan cara menghilangkan beberapa ayat-ayat suci…….

    sapa yah yang menghilangkan kitab suci dan beberapa ayat? bisa diceritakan disini?
    sapa yah yang hidup seperti arahat? apa itu “hidup seperti arahat” ?

    suatu ajaran bisa menjadi pedoman jika kita sudah membuktikannya dengan pengalaman sendiri, dan diuji baik dengan logika maupun perasaan yang disertai kebijaksanaan. jika suatu ajaran baik tetapi dibumbui cerita2 fiksi, cukup bilang “moral ceritanya baik, tapi kisahnya boongan, cuma bumbu belaka” tidak perlu percaya 100% mentah2 bahwa semua kisah pasti 100% non-fiksi.

    @N.S : tentu yang kuyakini itu yang benar dong, kalo tidak aku udah pindah dong…..Kalo anda mau tahu lebih banyak ya buka dong website yg saya berikan kemarin….

    @ N.S. : 1000% pada Yesus, walaupun ada yang banyak hal yg kutak ngerti semuanya……bukan karena saya banyak tahu tentang kitab suci, tapi saya dipanggil saat meditasiku yang terdalam………..dan mendapat pencerahan/ pikiranku tersingkap(terbuka) dari tanha dan avijja selama ini………….

    anda yakin alkitab benar dan juga 1000% beriman pada yesus, harusnya kalau minum baygon 500 ml ga mati dong?

  118. lth
    19 Agustus 2011 pukul 10:10 AM

    GOD heals aputees?

  119. 20 Agustus 2011 pukul 3:14 AM

    N.S. :

    buddha josaphat :
    @ N.S. : Percuma baca kitab2 para komentator, hasilnya sama, soalnya standing point mereka mengatakan “ada sesuatu yang salah dalam Tipitaka, jadi perlu diverifikasikan mana yg asli atau palsu!!!! Hasilnya ada sutta yang, “tidak perlu dipercayai” dengan menunjukan referensi dari kisah Buddha didalam Kalama Sutra. Jika begitu, jangan2 Kalama Sutra juga bukan bersumber dari perkataan Buddha sendiri????? Siapa yang bisa memverifikasikan bahwa itu berasal dari ajaran Buddha????

    bisa tunjukkan contoh kitab komentar yang menggunakan standing point seperti itu?

    saya tentang Kalama Sutta yang kemungkinan bukan kitab asli : “Kitab ini dimulai dengan perkataan : ” Demikianlah yang saya dengar”. Pada suatu ketika Yang Terberkahi_……..” Kitab Kalama tidak jelas siapa yang nulis, apakah murid Buddha, juru tulis Buddha atau siapa yang berhak menuliskan kisah tersebut. Orang yang menuliskan kisah tsb, hanyalah “mendengarkan” kisah tersebut dan “menuliskan”. Orang yang mendengarkan itu hidup pada jaman kapan? Apakah saat Buddha hidup, atau 300 tahun kemudian, tidak diketahui. Jika demikian, bisa disimpulkan kisah tersebut “tidak pernah ada dan bukan berasal dari perkataan Buddha atau berasal dari penganut Janisme????

    jika Anda mau bilang saya yang salah tafsir, tolong berikan komentar Anda dimana kesalahannya. Anda memang tak mengerti soal metode verifikasi kitab suci. Setiap pendapat seseorang pasti ada “standing point atau basic knowledge” yang dimilikinya yang tentu akan diverifikasi oleh pendengarnya selama dia mengajar, dalam hal ini Buddha telah melakukannya. Oleh sebab itulah beliau berbicara pada kaum Kalama apa yang beliau tahu. Saya berbicara dalam hal ini dengan justifikasi yang benar, walaupun saya tidak percaya semua ajaran Buddha, namun jika ada hal yang benar ya kita harus mengatakan sebenarnya. Tidak perlu pasang standard ganda…….”Sebab saya percaya semua kebenaran bersumber dari kebenaran Allah”

    tolong tunjukkan dimana saya pasang standard ganda..

    @N.S : Aneh juga Anda bisa bertanya seperti itu, seakan-akan Anda tidak lakukan? Dari awal kita diskusi, kamu menyangsikan tentang kevalidan isi cerita kitab suci Kristen, misalnya ttg kisah Nuh dan saya membalas bertanya tentang kisah Buddha yang berumur 100.000 tahun dan tingginya 80 meter dan lain-lain. Anda meminta komentar saya dan saya jawab, saya menanyakan Anda, anda cuma bisa “sooooo” dan Anda bilang umat Buddhis tidak diharuskan percaya dan menerima semua kisah dan cerita yang tertulis didalam Tipitaka!!! Jadi kita diskusikan tentang “apel” dan anda ingin berbicara tentang “apel plus semangka”. Kita bicarakan tentang perbandingan kitab suci masing-masing keyakinan dan apa yang bisa ditawarkan oleh masing-masing keyakinan, namun Anda menyodorkan kepada saya tentang ilmu pengetahuan dan rasionalitas diluar keyakinan yang supranatural dan supra-rasional dan, terakhir Anda menulis “jawaban udah ad hominem”…….Bukankah itu standard ganda????? Mengertikah Anda apa yang sedang kita diskusikan??? Saya ingin katakan dan ulangi lagi, semua agama mengandung “keyakinan/ iman” terhadap kitab sucinya, tak terkecuali ajaran Buddha. Jika kisah kitab suci mengandung hal-hal yang supranatural atau supra-rasional, maka kita harus menghormati cerita tsb, bukan memperlakukan kitab itu seakan-akan Anda ini paling hebat dan orang rasional!!!!

    Orang Buddhis ingin menunjukan bahwa Tuhan itu tidak ada. Jika itu yang mau kita bicarakan, saya bersedia melayani Anda untuk berdiskusi secara “rasionalitas maupun ilmu pengetahuan” diluar kedua kitab suci agama kita masing2. Anda boleh membuktikan diri akan rasionalitas, kebijaksanan Anda untuk membuktikan bahwa “Tuhan itu tak ada”.

    Jika Anda setuju, maka kita buat topik diskusinya tentang ” Alam semesta ini apakah ada yang menciptakannya atau tidak???

    salah tafsir anda adalah pada kesimpulan anda:
    Kesimpulan : Buddha ingin mengatakan, bahwa apa yang diajarkannya( Dharmma) telah melewati ujian-ujian diatas. Jadi standing pointnya adalah ajaran oleh Buddha pada masa itu yang merupakan standing point bagi kaum Kalama…

    Karena kalama sutta tidak hanya berlaku untuk kaum kalama pada saat itu, tapi untuk semua orang yang mendengar suatu ajaran apapun di masa-masa yang akan datang. darimana pendapat ini berasal, silahkan baca kitab komentar. (katanya kan anda sudah tahunan belajar buddhism, tentu tahu dong kitab komentar)

    @N.S : Kalama Sutta berbicara tentang “Tumimbal lahir dan buah karma” yang menurut kaum kalama sangat membingungkan, karena ada beberapa pengajaran yang berbeda tentang topik tsb. Buddha memberitahukan kita dalam Kalama Sutta bahwa ada 3 hal yang harus dipenuhi apakah sesuatu ajaran bisa diterima atau tidak jika ajaran itu tidak mengandung : 1) Keserakahan, 2) Kebencian dan 3) Kebodohan Batin. Dan jika hal-hal ini tidak menimbulkan keburukan, imoralitas, dan kerugian maka ajaran itu perlu diterima.

    Pertanyaan saya : “Apakah ada ajaran Tummibal lahir dan Karma(standing point) yang diajarkan oleh Buddha memenuhi syarat-syarat tersebut atau tidak?????

    Mana tulisan kitab Tipitaka yang tidak memenuhi syarat-syarat tsb????? Anda belum menjawabnya……

    Anda tahu komentator pikiran orang Yahudi yg bernama “Larry Rosenberg” dalam tulisannya “Hak untuk Bertanya” yang mengutip kisah Kalama sutta yg menyatakan bahwa kita harus “bebas berpikir” dan banyak orang Buddhis berpikir ide yang “cemerlang”??? Dia mengatakan bahwa ayahnya mendorong ia harus “kritis” dan mendorong menanyakan kepada rabbinya( guru orang Yahudi dipanggil rabbi…red) “bagaimana Musa membelah laut”……setelah menjadi orang Buddhis mengapa hal yang sama tidak ditanyakan, “Mengapa tubuh Buddha Dipankara bisa setinggi 80 meter??? Adakah fosil manusia yang begitu besar, setinggi Twin Petronas Tower di Kuala Lumpur itu???? Mengapa Buddha marah sama muridnya yang menunjukkan “mujizatnya” dengan Buddha menunjukkan mujizatnya dengan terbang dan tubuhnya menghasilkan api dan air kepada keluarganya???? Mengapa seperti itu, karena adanya “standard Ganda”….

    @ N.S. : Apa yang menjadi bahan verifikasi saya dalam mempelajari Alkitab : 1) Alkitab itu sendiri 2) Sejarah yang berkaitan dengan waktu peristiwa tsb 3) tradisi gereja 4) komentar-komentar Bapak-bapak gereja.
    menguji sesuatu dengan sesuatu itu sendiri?
    analoginya:
    buku A bilang bakso pak budi paling enak, ketika ditanya kenapa bakso pak budi paling enak, jawabnya adalah karena menurut buku A. (-_-”)
    khusus untuk kisah nabi nuh, apa ada catatan sejarah yang menduku banjir besar dan kapal besar untuk semua species itu?
    @ N. S. : Anda tidak mengertikan metode verifikasi dalam Alkitab bukan??? Ya seharusnya saya tidak perlu tuliskan buat Anda. Jadi rumit, karena Anda tak memiliki dasarnya, sudah tak tahu beri komentar yang ngawur. Yang dimaksud disini adalah, jika ada sesuatu yang tidak kita mengerti dalam suatu ayat bacaan, maka kita perlu lihat diayat lain dalam kitab/ surat lain, apakah ada “tema” yang kita tak ngerti terdapat disitu??? Jika tak ada, apakah terdapat dalam tradisi gereja yang membicarakan itu? Bagaimana dengan Bapak2 gereja yang menjadi murid para rasul ada membicarakkan hal tersebut???? Jika tak ada, adakah para komentator ahli sejarah yang bisa memberikan info tsb??? Jika tak ada, maka kita harus tidak memberikan komentar2 yang kita sendiri tidak bisa memverifikasikannya atau hanya asumsi kita. That’s all…..

    buku A bilang babi bisa terbang, kita tidak mengerti kenapa itu (bahkan aneh jika dirasa dengan logika), lalu kita lihat di bab lain ada menyebutkan babi bisa terbang karena punya sayap. lalu ada tradisi untuk berdoa pada patung babi bersayap. lalu ada para tetua2 suku babi terbang ini yang sering membicarakan babi bersayap. lalu muncullah komentar2 para tokoh tentang babi bersayap. akhirnya jadilah kepercayaan babi bersayap

    @N.S : Bukankah itu standar ganda Anda??? Menyatakan kitab suci orang lain seperti dongeng, dan mengatakan kitab suci Buddha tidak ada kata-kata dongeng karena sangat rasional????? ckckckckckck…….

    jika verifikasi dilakukan hanya dari sumber2 internal, maka kitab apapun berisi apapun besar kemungkinan menjadi kitab terpercaya.
    selayaknya juga dilakukan verifikasi ke sumber external dan tentu dengan logika/hasil pengamatan pribadi.

    Apakah kisah Nuh ada didalam sejarah??? Kisah Nuh “belum” ditemukan dalam sejarah, walaupun begitu ada ditemukan prasasti yang menceritakan kisah air bah, walaupun tidak sama persis seperti alkitab katakan. Saya bukan ahli dalam hal ilmu pengetahuan, namun anda boleh kunjungi website yang anda tanyakan : http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/thinking-outside-the-box
    dan tentang berapa besar kapal tersebut, apakah muat semua binatang dan bagaimana dengan makanan dan kotorannya : http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/caring-for-the-animals

    sayang sekali tidak menjawab pertanyaan tentang kanguru autralia, panda china dan anoa sulawesi… yakin dan percaya bahwa hewan2 ini berenang ke tempat nuh?
    jika menurut anda banjir ini global, tentu spesiesnya lebih dari 16000 (tus website nyebut 16000 doang).. silahkan cari jumlah pasti spesies yang ada di bumi. jaaauuhhh di atas 16000..

    @ N.S : kanguru, panda, anoa masuk spesies mana ya??????//

    Bagi saya yang terpenting adalah apa yang musa katakan dan para rasul katakan tentang Alkitab :
    Nabi Musa memberikan penjelasan, apa yang Allah singkapkan itu merupakan bagian buat manusia, yang tidak disingkapkan oleh Allah itu menjadi haknya Allah. Jadi kita tidak perlu cari tahu untuk membuktikan sesuatu itu diluar alkitab katakan. Dan alkitab bukanlah kitab ilmu pengetahuan yang harus dimengerti hanya oleh rasio semata, namun juga oleh iman. Rasul Petrus menyatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah”. (2 Petrus 1:20-21). Dan tujuan penulisan dari Alkitab adalah seperti rasul Paulus katakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”(2 Timotius 3:16)

    ya susah dong kalo gitu.. kalo mentok ke iman, bahkan agama2 baru kayak mormon dan scientology juga bisa “benar” bagi mereka yang beriman…

    @N.S : benar mereka memiliki “iman”, tapi “iman” Kristen dapat memverifikasi ajaran tersebut tidak sesuai ajaran Kristen. Bagaimana ajaran Buddha dapat memverifikasikan ajaran “Buddha Maitreya, Nicheren Soshu, Zen dll”???? Ajaran Nichiren Soshu percaya manusia bisa mencapai kebuddhaan dalam “satu kali kehidupan” dengan membaca mantera “Nam Myo Ho Renge Kyo” setiap hari 2 kali……Apakah ajaran ini sesuai Kalama Sutta????/
    tradisi gereja? tradisi yang mana? yang dulu menghukum ilmuwan karena menentang paham geosentris?
    @ N.S. : Alkitab “tidak pernah” mengatakan bahwa matahari mengeliling bumi, itu adalah tafsiran gereja Roma Khatolik pada zaman Galileo bahwa matahari mengeliling bumi.
    Diawal saya udah mengatakan, alkitab tidak salah, yang salah itu adalah orang yang menafsirkan. Dan gereja Roma mengakui kesalahannya dan meminta maaf terhadap Galileo.
    Mana, ayat alkitab yang menyatakan ‘bumi itu datar’??????
    berarti tradisi gereja bisa salah?
    berarti mereka yang dinilai kompeten pun bisa salah?
    masih bisakah digunakan untuk memverifikasi?
    sumber pertanyaan bumi datar sudah diberikan (link website sebelumnya). silahkan baca di website itu.

    @ N.S : Saya sudah baca, dan jika Anda juga udah baca, saya ingin Anda nunjukan dimana ayat2 yg membicarakan itu!!!!! Kalau saya bisa tunjukan bahwa Alkitab bilang bumi itu bulat di Yesaya 40 : 22 : “Dia yang bertahta diatas “bulatan bumi”…..

    Tradisi gereja atau bapak2 gereja berasal dari abad 1 s/d 2 masehi, jadi tidak semua tradisi atau semua Bapak gereja. Bapak2 gereja yang masih berhubungan dengan para rasul itu yg menjadi tolak ukurnya.

    komentar bapak gereja? tahu darimana dan yakinkah bahwa mereka kompeten?
    @ N.S. : Kalo Bapak gereja yang dibawah bimbingan para rasul pasti berkompeten dong….

    apa dasarnya “Bapak gereja yang dibawah bimbingan para rasul pasti berkompeten” , apakah sudah dicheck perkataan/ajaran mereka dengan pandangan dan pengalaman pribadi disertai sumber2 external yang ada?

    @ N.S. : sumber eternal seperti apa dan rasionalitas seperti apa????? Apakah itu juga diterapkan dalam kitab Tipitaka????? Apakah seperti ajaran Jain????

    @ N.S. : saya yakin cerita Nuh itu nyata, bukan fiksi……Dan Tuhan Yesus juga memberikan verifikasi terhadap cerita tsb( Matius 24 : 37-38; Ibrani 11:7; 1 Petrus 3 : 20). Yang Anda tanyakan bagaimana dengan makanan, minuman dll, tentu Tuhan turut campur dalam peristiwa penyelamatan itu. Walaupun Alkitab Kejadian 6-9 tidak memberikan penjelasan itu bagaimana, namun dalam kitab lain kita bisa membaca bahwa Tuhan memelihara hidup dan kebutuhan hidup bangsa Israel yg keluar dari perbudakan di Mesir selama 40 tahun dalam gurun pasir dengan menyediakan manna yang berasal dari Tuhan ( Keluaran 16); Janda yang serba kekurangan, namun makanannya tidak pernah habis dimakan oleh keluarganya( 1 Raja 17:1-24); Yesus melipatgandakan makanan dengan 2 ekor ikan dan 5 roti bagi lebih dari 5000 orang (Yohanes 6 : 1-15). jadi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan yang orang beriman kepada-Nya. Jika Anda bertanya, apakah banjir dijaman Nuh itu bersifat global atau lokal? Saya tidak mengetahui persisnya seperti apa, namun ada ayat yang menyatakan bahwa Allah akan menghapuskan segala manusia dan binatang dipermukaan bumi, kecuali yang ada didalam bahtera, jadi air bah itu bersifat global dimana manusia itu berada

    jika demikian saktinya sanggup memberi makanan segitu banyak, kenapa jaman sekarang di saat somalia kelaparan tidak sedikit pun turun keajaiban makanan?

    Jangan kuatirkan Somalia, Tuhan akan gerakan orang-orang pergi membantunya, iman Kristen tidak seperti Anda inginkan, harus menunjukan diri melulu, apakah Buddha juga menunjukan dirinya?????

    kenapa harus gerakan orang jika dulu mampu kerjakan sendiri?
    dulu juga untuk menunjukkan “hukuman” untuk perintah “jangan membunuh” pada hitler aja harus nunggu sampe hitler bunuh sekian banyak orang baru “dihukum”… apa memang cara kerja mahluk adi kuasa itu memang demikian? menurut anda bukankah lebih baik jika tuhan langsung turun tangan sendiri?
    pertanyaan anda tidak relevan, apakah saya ada bilang kalau sang buddha menunjukkan diri melulu? bisa diquote kalimat saya yang demikian?

    @N.S : Apakah Anda ini Tuhan, sehingga Anda layak memberikan pertimbangan/ nasihat kepada Tuhan harus begini dan begitu, seharusnya begini bukan begitu???? Pernah dengar Alkitab mengatakan : “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.(Yesaya 55 : 8-9)???

    ok, good point, “air bah itu global dimana manusia itu berada” , jadi menurut anda kanguru, yg berada di autralia dan tentunya sudah ada manusia aborigin disana, akan berenang ke tempat nabi nuh, masuk ke kapal lalu setelah banjir surut akan kembali lagi ke australia? demikian juga dengan panda china, anoa sulawesi, orang utan kalimantan, gajah sumatera, dll?
    @N.S : Anda bisa lihat website : http://www.trueorigin.org/arkdefen.asp
    http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/caring-for-the-animals
    http://www.answersingenesis.org/articles/am/v2/n2/thinking-outside-the-box
    ada sumber verifikasi lain selain alkitab itu sendiri? ada catatan sejarah? tradisi gereja / komentar bapak gereja yang kompeten untuk memverifikasi kisah ini?

    ada yang salah dalam timeline kisah nuh tersebut, jika saat itu bumi masih merupakan satu dataran besar, sejarah mencatatnya sebagai pangaea, 250 juta tahun lalu. saat itu belum ada genus “Homo”. Genus “Homo” pertama adalah homo habilis yang muncul pada masa pleistosen, 2.3 juta tahun lalu dan saat itu bumi sudah terdiri dari banyak benua.
    jika hewan itu berjalan kaki ke tempat nuh, tentu itu terjadi di masa paleosoik atau mesosoik (masa benua pangaea), manusia purbakah yang membuat kapal sebesar itu? sedangkan situs yang satunya menyebut dimensi kapal bahkan mengimajinasikan bentuk kapal yang mirip bangsa yunani. dua situs itu justru bertentangan.
    ok lah, jika homo habilis sanggup membuat kapal besar seperti itu, tentu yg dimuat adalah dinosaurus, dan tentu ada dinosaurus yg endemik di benua lain harus berenang ke tempat nuh.

    @N.S : Timeline yang kamu kutip itu berdasarkan presuposisi apa? Berdasarkan teori evolusi???? Banyak hal yang masih spekulasi, sesuai kata Anda “ilmu terdahulu bisa salah dengan ilmu terkemudian” bukan??
    Kapal Nuh hanya ilustrasi gambar, bukan fakta, tak ada yang tahu bentuk kapalnya sperti apa…..
    @ N. S. : Jangan menghindar dech, jawaban klise “masa lampau” ?????jadi, tak bisa diverifikasikan, kalo alkitab masih banyak bukti manuskrip lho…….

    tipitaka juga banyak kitab komentar. masing2 punya sumber “verifikasi” internal, yang bisa kita gunakan selain itu hanyalah nalar dan kebijaksanaan kita.

    bisa buktikan sumber “internal”nya, kenapa tidak pakai sumber “eksternal” seperti Anda sarankan pada saya??//

    apakah memasukkan ratusan ribu / jutaan spesies ke satu kapal adalah masuk akal?
    apakah membiarkan hitler membunuh sekian juta orang dan membiarkan sekian juta orang lain kelaparan di somalia adalah tindakan bijak?

    @N.S. : Tidak ada yang perlu direvisi…….perhatikan seperti apa yang komentar saya kemarin…….tidak ada yang perlu direvisi…..
    http://id.wikipedia.org/wiki/Doa_Bapa_Kami

    jelas-jelas di laman itu dua versi berbeda kata-katanya…

    r
    @ N.S : baca dan carikan keterangan saya ttg doa bapa yang ada “tanda kurung” yg sebelumnya…..

    @N.S. : Akhirnya terbuktikan………selanjutkan pertanyaan saya : kalo gitu mana kitab suci yang bisa menjadi standing point?????? Hati-hati loh, cara menghilangkan kitab suci itu tindakan tak terpuji, jadi percuma hidup seperti arahat, namun menipu umatnya sendiri dengan cara menghilangkan beberapa ayat-ayat suci…….

    sapa yah yang menghilangkan kitab suci dan beberapa ayat? bisa diceritakan disini?
    sapa yah yang hidup seperti arahat? apa itu “hidup seperti arahat” ?

    @ N.S : Cari tau sendiri dech, kamu khan orang Buddhis apalagi pernah masuk organisasi, adakah para bikkhu yang mengakui dirinya sudah capai arahat semasa hidupnya……..Saya cuma bilang, jangan2 karena pemikiran org buddhis seperti Anda, berusaha menghilangkan ayat-ayat suci dalam Tipitaka, karena kisahnya kedengaran tidak logis, gitu lho……..Saya mau tanya Anda nich, “Apakah kisah Buddha yang makan dan minum kotoran hewan karena takut membunuh makhluk hidup sebelum mencapai kebuddhaan masih ada, jangan2 sudah dihilangkan???????/

    suatu ajaran bisa menjadi pedoman jika kita sudah membuktikannya dengan pengalaman sendiri, dan diuji baik dengan logika maupun perasaan yang disertai kebijaksanaan. jika suatu ajaran baik tetapi dibumbui cerita2 fiksi, cukup bilang “moral ceritanya baik, tapi kisahnya boongan, cuma bumbu belaka” tidak perlu percaya 100% mentah2 bahwa semua kisah pasti 100% non-fiksi.

    @ N.S. : Justru saya sudah membuktikan dengan pengalaman sendiri, logika dan kebijaksaan yang Anda sebutkan, maka saya menjadi pengikut Yesus……..Dan saya tidak mau menerapkan standard ganda pada keyakinan Anda…..Anda boleh tidak percaya, itu urasan Anda…….bagi saya “tiada mustahil” jika Tuhanku ada dan telah membuktikan begitu banyak kepada orang-orang yang percaya padanya sepanjang jaman, walaupun harus menderita, dikucilkan, diejek, dicaki maki, diusir dari keluarganya, dihukum, dibunuh, dicederai dll tanpa membalas orang yg memperlakukannya tidak adil……..mereka tetap teguh berdiri dan “mengapa”?????? Adakah agama yang seperti itu????
    @N.S : tentu yang kuyakini itu yang benar dong, kalo tidak aku udah pindah dong…..Kalo anda mau tahu lebih banyak ya buka dong website yg saya berikan kemarin….

    @ N.S. : 1000% pada Yesus, walaupun ada yang banyak hal yg kutak ngerti semuanya……bukan karena saya banyak tahu tentang kitab suci, tapi saya dipanggil saat meditasiku yang terdalam………..dan mendapat pencerahan/ pikiranku tersingkap(terbuka) dari tanha dan avijja selama ini………….

    anda yakin alkitab benar dan juga 1000% beriman pada yesus, harusnya kalau minum baygon 500 ml ga mati dong?

    N.S : Beriman bukan berarti harus mencobai Tuhan dengan minum racun baygon lho, itu namanya beriman buta…..saya pikir Anda juga tidak bukan???
    @ N.S : Sama, orang Kristen juga memiliki “pengalaman pribadi” bersama Tuhan,

  120. 20 Agustus 2011 pukul 7:14 AM

    lth :

    GOD heals aputees?

    : Udah ketemu dimana “pikiran” Anda??????

    Ini ada testimoni yang berasal dari Chao Chen Lin dan isterinya bernama Ya Wen Hsiao. Suaminya tampan dan isterinya cantik, mereka sarjana musik yang memiliki masa depan yang cerah dan masih muda. Mereka tamatan dari National Taiwan Normal University. Mereka berencana utk melanjutkan studi master ke Canada. Namun sebelum berangkat ke Canada, isterinya hamil duluan, sehingga mereka menunda studynya tsb. Setelah lewat 9 bulan, isterinya melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik, mereka sangat gembira dan bersukacita. Bayi yang mereka lahirkan kelihatan normal dan sehat. Setelah bayi perempuan itu berusia 1 tahun, ada hal yang aneh, bayinya belum bisa berbalik badan. Dan mereka sepakat membawa ke dokter utk dicheck apakah ada masalah atau tidak. Hasil analisa darah dan fisiotherapy thd bayi tsb dokternya mengatakan bahwa bayi tersebut mengalami keterlambatan mental yang kompleks dimana tulangnya seperti layu, tidak bisa bicara dan otaknya tidak dapat berpikir. Penyakit sangat langkah kata dokter tersebut. Pasangan suami istri itu shock berat dan mengalami depressi mengetahui bayi seperti itu dan tidak mengetahui apa penyebabnya. Untuk memastikan, apakah mereka memiliki kelainan darah, mereka juga memeriksakan diri. Hasilnya mereka tidak ada kelainan dan sehat-sehat saja. Dan dokternya menyarankan agar mereka memiliki anak lagi. Dokternya menjamin anak yang kedua pasti ok punya. Akhirnya mereka menuruti saran dokter dan hamil lagi. Dan lahirlah anak kedua juga perempuan. Dan anak kedua juga mengalami hal yang sama seperti anak perempuan pertama, walaupun tidak separah anak pertama. Pasangan muda itu begitu depressi dan marah pada dokternya yang memberi garansi itu. Singkat cerita, pasangan muda itu mencari segala usaha untuk menyembuhkan penyakit anak2nya, cari dokter tak bisa, cari orang pintar yang bisa mengubah garis nasib mereka juga sama nasibnya, cari pengobatan alternatif dsb. Mereka menghabiskan semua hartanya utk mencari jalan untuk menyembuhkan penyakit anak2nya. Mereka sudah berutang kesana-kesini untuk mengobati anaknya. Hidup mereka yang semula bahagia, kaya, terhormat sekarang berubah menjadi tak karuan, masa depan yang suram, depressi berat dan hubungan suami isteri menjadi kurang harmonis. Pernah sekali, seorang pintar memberitahukan kepada mereka mengapa mereka mendapatkan kesialan spt itu, krn dimasa lalunya(kehidupan yg lain) suaminya terkenal tampan namun playboy. Suaminya pernah menjalin cinta dengan 2 wanita dan pernah tidur bersama. Namun akhirnya pria tsb(suaminya) meninggalkan 2 wanita tersebut dan lari dari tanggungjawabnya. Dikehidupan sekarang ini, ke 2 wanita itu terlahir kembali dan menitis didalam 2 anak perempuan yang cacat tsb. Setelah pulang, isterinya marah besar sama suaminya, “Gara2 kamu yang hidung belang, lihat kita memiliki ke 2 anak perempuan yang cacat, itu semua karena kamu!!!!! Suaminya menjadi bingung, terdiam dan merasakan depressi yang cukup dalam. Dan akhirnya mereka merencanakan kematian sekeluarga dengan cara bunuh diri. Sebelum mereka bunuh diri, suaminya teringat dengan orang tuanya. Suaminya berpikir, sebelum dia mati, setidaknya dia harus memberi sedikit uang buat ortunya, agar mereka memiliki uang utk menyambung hidup. Tapi mereka tdk ada uang lagi, udah bangkrut. Dan satu-satunya jalan, dia harus pinjam uang lagi. Dia lihat buku tel kawan-kawannya, siapa kira2 yang bisa meminjamkan uang padanya. Ternyata semua kawan telah meminjamkan uang padanya, kecuali satu yaitu mantan dosen musiknya yang merupakan orang kristen dan terkenal pelit. Dan dia tidak suka dengan orang Kristen dan gereja. Namun dengan berat hati, dia akhirnya menelpon dosennya dan mengemukakan keinginannya utk pinjam uang. Singkat cerita, dosennya tahu keadaan mantan muridnya itu dan juga tahu bahwa dia telah berutang kesana-kemari dan belum membayarnya. Akhirnya dosen itu menyetujui utk meminjamkan uang itu dengan satu syarat, dia harus datang ke gereja pada hari minggu yg telah disepakati. Dia bilang ok, dia akan tunggu diluar gereja, namun dosennya bilang ke dia bahwa dia harus duduk bersama didalam gereja sampai kebaktian gereja selesai baru diberikan uangnya. Akhirnya dengan terpaksa, dia nurut. Selama didalam gereja, dia mendengar musik dan lagu2 pujian kepada Tuhan….Dia merasakan tak betah, terutama saat mendengarkan musik lagu2 pujian. Dia mendengar musiknya begitu tidak enak, intonasinya banyak yg lari…..karena dia seorang ahli musik, tentu dia tahu kalo musik yg dimainkan itu tidak benar……..namun ketika dia dengar sair-sair lagunya….dia merasakan ada ketenangan yang selama ini dia belum dapatkan, dan arti dari lagu2 itu memberikan penghiburan, penguatan bagi dia. Tanpa disadarinya airmata mengalir dari matanya dan kotbah yang dia dengar membuat dia nangis begitu kuat sampai mantan dosennya bingung kenapa dia nangis begitu kuat????

    Akhir cerita, dia dan isterinya akhirnya menjadi org Kristen, dalam kesaksiannya dia berkata bahwa dia begitu terlambat mengenal Yesus. Jika 7 tahun yang lalu dia udah mengenal Yesus, tentu sikapnya akan lain terhadap anaknya yg cacat itu. Karena selama 7 tahun yg lalu, setiap dia pulang kerumah, dia selalu memarahi anak2nya dan kadang2 memukul mereka karena dia begtu kesal dan depressi. Anak2nya hanya bisa memandang dia saat dicaki maki dan dipukuli oleh bapaknya tanpa bergeming dan tidak tahu kenapa mereka dimarahi dan dipukuli??????

    Ketika mereka mengenal Yesus dan menerima-Nya, hati mereka mulai berubah, semula berniat mau bunuh diri sekarang mereka bisa melihat bahwa hidup itu ada artinya dan memiliki tujuannya serta penderitaan yang mereka hadapi ada maksud dan tujuannya oleh Tuhan agar mereka boleh mengenal Allah yang Sejati. Anak2 mereka yang cacat itu merupakan anak2 yang berharga dan layak dicintai karena mereka merupakan titipan Allah bagi mereka………Akhirnya pada tahun 2002 mereka mendirikan yayasan bagi anak-anak cacat yang bernama : ““Angel Heart Social Welfare Foundation” di Taiwan dan berkembang dibeberapa negara lainnya. Yayasan mereka bertujuan untuk mengajak para ortu agar lebih memperhatikan anak-anak mereka yang cacat dan mendorong para ortu agar tidak malu jika memiliki anak2 demikian. Melalui anak perempuannya yang cacat fisik, tidak bisa bicara, tidak bisa berpikir namun mereka menjadi berkat bagi begitu banyak anak2 cacat di Taiwan, ada 11.000(sebelas ribu) anak2 cacat dan para orang tuanya yang menajdi bagian dari organisasi tersebut…., melalui organisasi tersebut banyak orang menjadi percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat “Manusia memiliki rencana, namun Tuhanlah yang menentukan langkahnya, itulah kata kitab suci…..

    Pada usia 14 tahun, anak pertama dari pasangan Chao Chen Lin dan isterinya bernama Ya Wen Hsiao meninggal dunia dengan damai. Mereka menangis dan merasakan perpisahan yang begitu berat. Dulu sebelum mengenal Yesus, mereka tidak menginginkan anaknya, setelah mengenal Tuhan mereka merasakan begitu dengan anaknya………itulah misteri hidup manusia……..hanya kasih Allah yang bisa memberi makna bagi kehidupan manusia….

    Sumber : dari kesaksian Chao Chen Lin dan isterinya bernama Ya Wen Hsiao.

    Inilah website mereka : http://www.ah-h.org/1-1E-about.asp

  121. orang sesat
    20 Agustus 2011 pukul 9:24 AM

    tipitaka memang bukan kitab asli , bukan buddha yg tulis , tapi murid2 lebih baik mengakui , daripada mengaku kitab tuhan tapi hasil cetakan dan comot sana sini , sayang perpustakaan di roma yg benar2 memuat kisah asli jesus di bakar, takut boroknya ketahuan ..hehehehe

  122. lth
    20 Agustus 2011 pukul 4:09 PM

    MOS: karena iming2 & tekanan mental pindah haluan dan tetap aja menderita.

    Kenapa YM kuasa (katanya) berdiam diri dan memberi cobaan mahluk ciptaannya?
    Bagaimana kalau mahluk ciptaannya memberi cobaan kpd Sang Pencipta? (2 Anak tsb tumbuh normal dan luar rencananya, alangkah indahnya cerita itu)

    Sutradara-Nya, kaga kreatip bikin cerita, sperti cerita sinetron ajah yah…

  123. 21 Agustus 2011 pukul 12:45 AM

    MOS: karena iming2 & tekanan mental pindah haluan dan tetap aja menderita.

    untung pindah, kalo tidak sesuai karmanya “bunuh diri” semuanya…..Sekarangkan mereka udah sehat dan tidak stress lagi, udah mampu bangkit………..kenapa tak mau pindah kembali kepercayaan lamanyanya ya, malahan bawa orang2 lain untuk percaya dan yang juga ikutan mau, apa yg aneh ya, Tuhan tak pernah mereka lihat, namun mau percaya, aneh khan, apa itu bukan blind faith namanya???, Anda bisa tulis e-mail ke mereka, nasihati mereka, bilang tak ada itu Tuhan, kamu udah dibohongi dab blaaa…….blaaaa……..blaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….

    Kenapa YM kuasa (katanya) berdiam diri dan memberi cobaan mahluk ciptaannya?

    ya, kandang2 makhluknya lebih suka terima takdir karma buruknya dan tak mau ditolong sich…………makhluknya mau bikin jalan sendiri dan lebih percaya pada bualan makhluk yang katanya udah “mendapatkan pencerahan” itu. Ngomong2 kalo dapat pencerahan, siapa sich “sumber pencerahnya”???? Khan kalo ada yang “diterangi” pasti ada “sumber terangnya” yang menerangi buhan??????

    Bagaimana kalau mahluk ciptaannya memberi cobaan kpd Sang Pencipta? (2 Anak tsb tumbuh normal dan luar rencananya, alangkah indahnya cerita itu)
    oh bisa ya, berarti anda dong Tuhannya Yang Maha itu ya???? Udah ketemu dong dengan “pikiran” anda????? Pertanyaan sederhana kenapa tak bisa dijawab ya????? Katanya penuh dengan rasional dan kebijaksanaan………..

    Sutradara-Nya, kaga kreatip bikin cerita, sperti cerita sinetron ajah yah…
    HAHAHAHAHAHAHA, Ckckckckckckckckckck………..no comment dech, soalnya tak semua pertanyaan yg ditanyakan harus dijawab…………haiya……sanca……….sanca………..sanca…………zzzzzzzzzz

  124. lth
    21 Agustus 2011 pukul 3:33 PM

    Bunuh diri, yah itu tanggung jawab sndiri dong, masa orang lain yang disuruh tanggung jawab atau menanggung akhibatnya.

    Saya yang makan, bukan Buddha josaphat yang kenyang.

    mahluk yang terima takdir dan selalu berserah diri itukan namanya blind faith, Anda jawab sndiri lho… dari tulisan Anda sndiri.

    sumber pencerahan, lampu atau senter kali.

    Pikiran, apa pikiran itu? Tanya sama saya atau tanya sama pikiran ?

    kenapa semua pertanyaan yang ditanyakan tidak harus dijawab?

    God heals aputees?

  125. lth
    21 Agustus 2011 pukul 3:34 PM

    Bunuh diri, yah itu tanggung jawab sndiri dong, masa orang lain yang disuruh tanggung jawab atau menanggung akhibatnya.

    Saya yang makan, saya yang kenyang bukan Buddha josaphat yang kenyang.

    mahluk yang terima takdir dan selalu berserah diri itukan namanya blind faith, Anda jawab sndiri lho… dari tulisan Anda sndiri.

    sumber pencerahan, lampu atau senter kali.

    Pikiran, apa pikiran itu? Tanya sama saya atau tanya sama pikiran ?

    kenapa semua pertanyaan yang ditanyakan tidak harus dijawab?

    God heals aputees?

  126. 22 Agustus 2011 pukul 2:37 AM

    Bunuh diri, yah itu tanggung jawab sndiri dong, masa orang lain yang disuruh tanggung jawab atau menanggung akhibatnya.
    @lth : saya khan nggak ngomong orang lain yg harus bertanggungjawab. tentu dia yg harus bertanggungjawab.

    Saya yang makan, saya yang kenyang bukan Buddha josaphat yang kenyang.
    @lth : kecuali Anda bagikan kepada saya makananmu, maka saya kenyang dong……hehehehehehe

    mahluk yang terima takdir dan selalu berserah diri itukan namanya blind faith, Anda jawab sndiri lho… dari tulisan Anda sndiri.
    @lth : baca baik2 dong kalimat saya, justru saya bilang karma itu = TAKDIR. Mereka bukan blind faith but faith beyond beliefs……..nggak percaya, anda bisa email mereka dan tanyakan……apa benar kata saya?????

    sumber pencerahan, lampu atau senter kali.
    @lth : gila ya, koq bisa ya Buddha itu mendapat pencerahan dengan lampu atau senter, emangnya pada masa itu udah senter………ckckckckckckckck…..anda perlu tulis di wikipedia, gugat Thomas Alfa Edison, bilang penemuan senter/ lampu bukan anda!!!!!!!! hehehehehehe
    Pikiran, apa pikiran itu? Tanya sama saya atau tanya sama pikiran ?
    @lth : “pikiran” aja anda tak tahu, bagaimana anda bisa mempertanyakan Tuhan????ckckckckckckckck………sancai………sancai………sancai………..

    kenapa semua pertanyaan yang ditanyakan tidak harus dijawab?
    tidak semua yang “WHY” itu perlu dijawab, artinya orang yg ditanya punya hak tak perlu menjawab, begitu juga dengan Tuhan yang Anda sangkal itu!!!!!!……

    God heals aputees?
    rasul Paulus pernah meminta kepada Tuhan, agar Tuhan mau menyembuhkan penyakitnya, Tuhan menjawab, tidak……cukuplah kasih karunia-Ku, justru didalam kelemahanmu, Tuhan dipermuliakan melaluimu, kata Tuhan…..Dan rasul Paulus akhirnya mengerti, melalui kelemahannya dia mampu belajar bersabar dan merendahkan hatinya…dan rasul tercatat sebagai rasul yang terkemuka dari semua rasul lainnya…..

  127. lth
    22 Agustus 2011 pukul 2:36 PM

    lha iya lah, makanya saya bilang, kalau bunuh diri pasti tanggung jawab dia sendiri tapi kan Anda yang mengaluarkan pernyataan: “untung pindah, kalo tidak sesuai karmanya “bunuh diri”
    Emang gw pikirin, dia yg bunuh diri, knapa pulak saya yg disuruh tanggung jawab.

    Mana mau saya bagi-kan makanan saya kepada Anda, saya juga perlu makan.
    Anda bisa berdoa ama Tuhan dan minta untuk dikirim’in dari langit. Kan ada kata2: mintalah maka akan diberi. Tetapi tidak pernah ditulis mintalah untuk berbagi, maka akan dibagi-kan.
    Jadi saya kagak mau bagi2 makanan ama Anda.

    Karma TAKdir (Karma != Takdir).
    Takdir hasil dari usaha Tuhan yang katanya maha kuasa (membunuh, memberi cobaan, mala petaka, memberi kebahagiaan, kenikmatan duniawi dll) dan yang menerima hanya bisa menerima tanpa bisa mengutak atik lagi. Pasrah menerima. Dikasi susah, bersyukur susah. Dikasi malapetaka, bersyukur masi hidup, dikasi kebahagiaan bersyukur dan bahagia.

    Karma hasil dari perbuatan diri sendiri bukan dari hasil pemberian “Yang Maha” dan bisa diubah (menjadi baik ataupun buruk) jika mempunyai niat. Ibarat batang besi kalau mempunyai niat, bisa dijadikan jarum, paku, pedang, hammer etc.

    kalau saya tau tentang pikiran, saya tidak akan bertanya kepada Anda, Anda malah bertanya kepada saya, itu berarti Anda sendiri tidak tau “Apa pikiran itu?”

  128. 23 Agustus 2011 pukul 2:08 AM

    Emang gw pikirin, dia yg bunuh diri, knapa pulak saya yg disuruh tanggung jawab.
    Mana mau saya bagi-kan makanan saya kepada Anda, saya juga perlu makan.
    Anda bisa berdoa ama Tuhan dan minta untuk dikirim’in dari langit. Kan ada kata2: mintalah maka akan diberi. Tetapi tidak pernah ditulis mintalah untuk berbagi, maka akan dibagi-kan.
    Jadi saya kagak mau bagi2 makanan ama Anda.

    @lth : katanya orang buddhis diajarkan penuh kebaikan, koq hanya berbagi aja udah nolak, bagaimana bisa nimbulkan karma baik? Trus dalam berdiskusi aja, udah mau potong kaki orang, ada yg sarankan minum baygon lha, ya bisa kelihatan karakternya tidak beda dengan Stalin, Hitler, Mao Ze Tung dll yang memang tak percaya andanya Tuhan itu……..
    Jangan merasakan senang dengan trus mengirimkan video “God heals aputees” didalam juga memberikan penghinaan buat agama Buddha(Itu ada simbol)juga, yang tak dapat memberikan jawaban tentang masalah penderitaan manusia spt yg saya tanyakan kemarin, apakah Buddha bisa menjawabnya?????. Artinya semua agama itu jangan dipercayai, hanya logika berpikir aja………..setujukah anda dengan pendapat discover religion itu????

    Takdir hasil dari usaha Tuhan yang katanya maha kuasa (membunuh, memberi cobaan, mala petaka, memberi kebahagiaan, kenikmatan duniawi dll) dan yang menerima hanya bisa menerima tanpa bisa mengutak atik lagi. Pasrah menerima. Dikasi susah, bersyukur susah. Dikasi malapetaka, bersyukur masi hidup, dikasi kebahagiaan bersyukur dan bahagia.

    @ lth : Takdir = ketentuan yang tak dapat diubah. Apa yg kamu lakukan itu yang kamu dapatkan hasilnya, itu sesuai term karma. Jangan harap kamu berbuat banyak kebaikan bisa mengubah apa yang dulu kamu lakukan, misalnya membunuh. Walaupun saya tak percaya dengan sistem karma dalam bentuk tummibal lahir. Tuhan tak pernah memberikan takdir buruk bagi ciptaan-Nya, kecuali manusia itu yg melakukannya dan berbuat sesuatu yg tidak baik.

    Karma hasil dari perbuatan diri sendiri bukan dari hasil pemberian “Yang Maha” dan bisa diubah (menjadi baik ataupun buruk) jika mempunyai niat. Ibarat batang besi kalau mempunyai niat, bisa dijadikan jarum, paku, pedang, hammer etc.

    @ lth : itu ajaran kamu, bukan Buddha. Apa yg kamu perbuat itu yang kamu terima. Pernah dengar cerita bikkhu yg lahir buta, karena pada masa lalu dia pernah membutakan seorang wanita yg berobat padanya????
    Cuma saya tak percaya tentang ” sistem karma” itu. Tidak masuk diakal dan itu seperti “lingkaran setan”( tapi benar juga, si setan itu khan mara yg digambarkan oleh orang buddhis memegang cakra tummibal lahir……hehehehehe) . Contohnya : Ada seorang pria bernama si B pada masa lalu memperkosa seorang wanita. Maka sesuai hukum karma maka dikelahiran berikutnya, si B terlahir menjadi wanita. Karena dia dikelahiran dulu pernah memperkosa seorang wanita, maka dikelahiran ini dia – karma buruknya telah matang. Suatu hari dia diperkosa si L. Dia mengalami stress berat, bikkhuninya menghibur dia, “Bersabarlah, terimalah itu dengan hati terbuka, karma ini telah matang dan itu terjadi yg padamu”. Karena si L telah memperkosa si B(dalam hal ini karma si B udah impas, itu asumsi saya lho, kalo lihat kisah Ambapali yg hanya ngomong pelacur aja kena karmanya menjadi pelacur 10.000 kali kelahiran lho bagaimana kalo menjadi si pemerkosa.., dan statistik mengatakan sekarang ini aja tingkat pemerkosaan di Indonesia semakin hari semakin meningkat lho……..ckckckckckckck), maka pada kelahiran yg akan datang, maka si L menjadi wanita juga, dia harus bersiap2 diperkosa oleh seseorang, nah “siapakah” pria yang misterius itu “harus” melakoni peran si “bad guy” ini agar karma buruk si L boleh terbayarkan???? Anda mau berperan sebagai “bad guy” Lth?????. jadi kapan ya semua ini bisa tuntas, terlepas dari lingkaran samsara??? Kelihatannya “mustahil” kecuali kehidupan manusia hanyalah “ILUSI” seperti film Matrix yang banyak dikagumi oleh umat Buddhis, karena mengandung falsafah/ ide buddhisme, kata mereka, bukan kata saya lho………saya cuma kutip dari website kalangan buddhis………ckckckckckck, kasihan dech……..sancai….sancai……sancai………”semuanya sia-sia, penderitaan dan kebahagiaan, sedih dan tertawa, dicintai dan dibenci, hidup dan mati semuanya menjadi sia-sia, kata pengkotbah…….jika manusia tidak memiliki Tuhan dalam hidupnya……….( Kitab Pengkotbah)

    kalau saya tau tentang pikiran, saya tidak akan bertanya kepada Anda, Anda malah bertanya kepada saya, itu berarti Anda sendiri tidak tau “Apa pikiran itu?”

    @ Lth : Anda berkata, “mana” Tuhan itu dan tunjukan kalo Dia ada, bukan???? Saya jawab “Dimana” pikiranmu dan tunjukanlah pada saya maka saya akan memberitahukan kamu dimanakah “TUHAN” itu, bukan? Nah, sekarang anda sudah kasih tahu dimana “pikiranmu” itu yang kamu pakai buat berbicara, berlari, menulis diblog ini, dan bisa berkomunikasi dengan saya walaupun kita belum bertemu lho??? bisa kamu tunjukan dimanakah dia??????? Apakah ‘pikiran’ itu ada????? Jika ada dimanakah dia, bisa anda tunjukan?????? Jika tidak ada, bukankah anda ini ….”…………….”.., bukan?????apa ya bahasa yg tepat buat itu??????

  129. 23 Agustus 2011 pukul 3:01 AM

    @ Lth : studi kasus lain, Si A memperkosa si B, dikehidupan selanjutnya si B memperkosa si A. Dan terjadi 500 kali kehidupan antara A dan B. Pada suatu kali kehidupan, giliran si A yang harus memperkosa si B, tapi karena si A mengalami pencerahan dan tidak mau berbuat yg jahat pada si B. Jadi bagaimana si B harus membayar karma buruknya???? Siapakah yang harus memperkosanya agar karma si B dapat dibayar???? Anda bersedia melakoni si pemerkosa agar si B bisa lepas dari lingkaran samsara ini????? Kalo dipikir trus, aku jadi teringat gambar si Mara yang memegang cakra tummibal lahir…………grrrrrrrrr……..grrrrrrr……..

  130. 23 Agustus 2011 pukul 4:54 AM

    Ini ada yang ngaku Buddha Hidup, Buddha yang tersenyum yaitu Sheng Yen Lu menulis : Buddha Sakyamuni tidak terlahir lewat jalur normal, melainkan lahir dari bawah ketiak Putri Mahamaya.

    Apa itu di bawah ketiak?

    Lahir ketiak yaitu di sambungan antara lengan dan badan. Jadi, Putri Mahamaya memegang ranting pohon, Sang Buddha lahir dari “ketiak”.

    Wah!

    Sungguh sangat menakjubkan!

    Jadi, Buddha Sakyamuni ditakdirkan “memberontak dan meninggalkan posisi raja”, “mencampakkan istri dan anak”, menjadi bhiksu, melatih diri, dan mencapai tingkat pencapaian.

    Menjadi pemimpin Agama Buddha.

    *

    Laozi China, tinggal di rahim ibunya selama 90 tahun, lalu lahir ke dunia di bawah pohon plum, sehingga bermarga Li. Begitu lahir, seluruh kepala beruban, janggutnya juga putih, begitu lahir sudah berumur 90 tahun. Sehingga disebut. Laozi.

    Laozi adalah orang suci China, nenek moyang pertama Taoisme, menulis Tao Te Ching, dijuluki sebagai “Taishang Laojun”. Begitu Laozi terlahirkan sudah tua. Benar-benar “pemberontak”. Orang lain dikandung dalam rahim 10 bulan, Laozi justru dikandung dalam rahim 90 tahun, benar-benar Laozi senang!

    Apakah ada kisah seperti itu???? Saya tak pernah den gar sich…..Ini website Sheng Yen Lu yang banyak tulis buku legenda : shengyenlu.blogspot.com……kenapa ya yang katanya banyak otak2 brilliant mau ngikut juga bikkhu gadungan seperti ini…….ckckckckckck

  131. lth
    23 Agustus 2011 pukul 10:02 AM

    iya buddhis emang penuh kasih sayang
    Tapi Tuhan maha penyayang, mintalah ama Tuhan, jangan minta saya.

    mohon dicek lagi:
    ==>> Pernah dengar cerita bikkhu yg lahir buta, karena pada masa lalu dia pernah membutakan seorang wanita yg berobat padanya????

    seorang umat awam tidak akan diterima menjadi bhikkhu kalau dia mempunyai cacat (tubuh & mental).
    ini kisah lengkap-nya, silakan dibaca:

    Suatu hari, Cakkhupala Thera berkunjung ke Vihara Jetavana untuk melakukan penghormatan kepada Sang Buddha. Malamnya, saat melakukan meditasi jalan kaki, sang thera tanpa sengaja menginjak banyak serangga sehingga mati. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali serombongan bhikkhu yang mendengar kedatangan sang thera bermaksud mengunjunginya. Di tengah jalan, di dekat tempat sang thera menginap mereka melihat banyak serangga yang mati.

    “Iiih, mengapa banyak serangga yang mati di sini?” seru seorang bhikkhu.

    “Ah, jangan-jangan…”, celetuk yang lain.

    “Jangan-jangan apa?” sergah beberapa bhikkhu.

    “Jangan-jangan ini perbuatan sang thera!” jawabnya.

    “Kok bisa begitu?” tanya yang lain lagi.

    “Begini, sebelum sang thera berdiam di sini, tak ada kejadian seperti ini. Mungkin sang thera terganggu oleh serangga-serangga itu. Karena jengkelnya ia membunuhinya”.

    “Itu berarti ia melanggar vinaya, maka perlu kita laporkan kepada Sang Buddha!” seru beberapa bhikkhu.

    “Benar, mari kita laporkan kepada Sang Buddha, bahwa Cakkhupala Thera telah melanggar vinaya”, timpal sebagian besar dari bhikkhu tersebut.

    Alih-alih dari mengunjungi sang thera, para bhikkhu itu berubah haluan, berbondong-bondong menghadap Sang Buddha untuk melaporkan temuan mereka, bahwa “Cakkhupala Thera telah melanggar vinaya!”

    Mendengar laporan para bhikkhu, Sang Buddha bertanya, “Para bhante, apakah kalian telah melihat sendiri pembunuhan itu?”

    “Tidak bhante”, jawab mereka serempak.

    Sang Buddha kemudian menjawab, “Kalian tidak melihatnya, demikian pula Cakkhupala Thera juga tidak melihat serangga-serangga itu, karena matanya buta. Selain itu Cakkhupala Thera telah mencapai kesucian arahat. Ia telah tidak mempunyai kehendak untuk membunuh”.

    “Bagaimana seorang yang telah mencapai arahat tetapi matanya buta?” tanya beberapa bhikkhu.

    Maka Sang Buddha menceritakan kisah di bawah:

    Pada kehidupan lampau, Cakkhupala pernah terlahir sebagai seorang tabib yang handal. Suatu ketika datang seorang wanita miskin.

    “Tuan, tolong sembuhkanlah penyakit mata saya ini. Karena miskin, saya tak bisa membayar pertolongan tuan dengan uang. Tetapi, apabila sembuh, saya berjanji dengan anak-anak saya akan menjadi pembantu tuan”, pinta wanita itu.

    Permintaan itu disanggupi oleh sang tabib.

    Perlahan-lahan penyakit mata yang parah itu mulai sembuh. Sebaliknya, wanita itu menjadi ketakutan, apabila penyakit matanya sembuh, ia dan anak-anaknya akan terikat menjadi pembantu tabib itu. Dengan marah-marah ia berbohong kepada sang tabib, bahwa sakit matanya bukannya sembuh, malahan bertambah parah.

    Setelah diperiksa dengan cermat, sang tabib tahu bahwa wanita miskin itu telah berbohong kepadanya. Tabib itu menjadi tersinggung dan marah, tetapi tidak diperlihatkan kepada wanita itu.

    “Oh, kalau begitu akan kuganti obatmu”, demikian jawabnya. “Nantikan pembalasanku!” serunya dalam hati.

    Benar, akhirnya wanita itu menjadi buta total karena pembalasan sang tabib.

    Sebagai akibat dari perbuatan jahatnya, tabib itu telah kehilangan penglihatannya pada banyak kehidupan selanjutnya.

    Mengakhiri ceriteranya, Sang Buddha kemudian membabarkan syair di bawah ini:

    Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.

    Pada saat khotbah Dhamma itu berakhir, di antara para bhikkhu yang hadir ada yang terbuka mata batinnya dan mencapai tingkat kesucian arahat dengan mempunyai kemampuan batin analitis “Pandangan Terang”

    kondisi yang benar adalah si bhikkhu menjadi buta setelah sekian lama anggota bhikkhu.
    jadi kasus-nya sperti Bhikkhuni Ambapali dan sekarang Bhikkhu Cakkhupala jadi tampaklah terlihat bahwa yang Anda ketahui hanya kisah sepotong potong dan digunakan untuk menyerang membabi buta.

    Sekali lagi tidak ada “bikkhu yg lahir buta”, apakah benar jika ada seorang manusia lahir dari seorang wanita langsung menjadi bhikkhu ? Dalam kitab Tipitaka, ini tidak ada sama sekali.

    semua bhikkhu asalnya dari umat awam, baru kemudian dilacak dan diuji latar belakangnya sebelum dia disetujui untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu.

    jadi tulisan Anda yang mengatakan “bikkhu yg lahir buta” bisa dicek kebenarannya.

  132. 23 Agustus 2011 pukul 12:53 PM

    Lth : “iya buddhis emang penuh kasih sayang
    Tapi Tuhan maha penyayang, mintalah ama Tuhan, jangan minta saya”.

    @ Lth : ckckckckck, ternyata pandangan anda begitu sempit ya, karena saya pemuja Tuhan anda tak sudi berbagi kasih ya??
    .
    Lth : “mohon dicek lagi:
    ==>> Pernah dengar cerita bikkhu yg lahir buta, karena pada masa lalu dia pernah membutakan seorang wanita yg berobat padanya????”

    @ Lth : Benar, thanks buat koreksinya, bikkhu Cakkhupala tidak lahir buta, namun setelah tua dia menjadi buta, karna karma buruknya udah matang. Salut, anda begitu teliti kata demi kata, tapi yang lain kog nggak dijawab ya, apa sesungguhnya pendapat saya benar, kalo salah Anda boleh membantahnya dong ????? Dan kasus bikkhu Cakkhupala, saya bicarakan tentang karmanya, apa benar seperti itu???

    Lth : ” seorang umat awam tidak akan diterima menjadi bhikkhu kalau dia mempunyai cacat (tubuh & mental).”

    @ Lth : sangat menarik ya, di sutta mana ya dituliskan bahwa seseorang yg cacat tidak diijinkan menjadi bikkhu???? Biar saya bisa mengoleksikannya dalam perpustakaan saya ttg adanya diskriminasi tsb…. Coba buka website http://www.bicycle-adventures.com/one-arm-one-leg.html
    . Seorang awam yg kehilangan sebelah tangan dan kaki, namun dia diterima jadi bikkhu.

    Lth : “Pada saat khotbah Dhamma itu berakhir, di antara para bhikkhu yang hadir ada yang terbuka mata batinnya dan mencapai tingkat kesucian arahat dengan mempunyai kemampuan batin analitis “Pandangan Terang”

    @Lth : Saya pernah bahas sebelumnya, kesucian hidup seseorang mestinya dibuktikan dedikasinya bagi masyarakat bukan karena hanya mendengar wejangan saja bisa suci……ckckckckckck……..

    Lth : “kondisi yang benar adalah si bhikkhu menjadi buta setelah sekian lama anggota bhikkhu.
    jadi kasus-nya sperti Bhikkhuni Ambapali dan sekarang Bhikkhu Cakkhupala jadi tampaklah terlihat bahwa yang Anda ketahui hanya kisah sepotong potong dan digunakan untuk menyerang membabi buta.
    Sekali lagi tidak ada “bikkhu yg lahir buta”, apakah benar jika ada seorang manusia lahir dari seorang wanita langsung menjadi bhikkhu ? Dalam kitab Tipitaka, ini tidak ada sama sekali.

    @Lth : Saya kasih contoh kan nggak perlu lengkap semua, apalagi anda dan kawan2 buddhis lainnya khan udah ngerti ceritanya. Kalo salah tulis, ya siapa saja bisa koreksi dan saya orangnya fair dalam hal ini, kalo salah saya akui salah koq. Dan jika anda merasakan saya menulis secara membabi buta, yg mananya dan anda memiliki hak untuk mengklarafikasikannya dengan menunjukkan dimana kesalahan saya………Tapi jika anda dkk buddhis lainnya tidak bisa memberi jawaban, maka pembaca blog ini menganggap bahwa yg saya katakan itu benar adanya, bahwa saya ini “insider of buddhism” lho.

    Jika anda ingin mengetahui bahwa saya ini mendalami ttg buddhisme atau tidak, maka anda perlu menjawab dulu semua pertanyaan2 saya yg udah banyak itu, itu baru yg mudah-mudah lho, belum yang lebih berat2 lagi misalnya tentang kebenaran pertama ” adanya dukkha”, apakah dukkha itu?, apakah hidup ini hanya dipenuh dukkha saja? dll

  133. lth
    23 Agustus 2011 pukul 2:23 PM

    yah yang Anda tulis itu benar, benar benar itu menurut Anda.
    Sperti hal-nya Anda mengungkapkan “Bhikkhuni Arahat Ambapali yang mengumpat setelah menginjak dahak / ludah seorang bhikkhu arahat” dan yang terakhir “Bhikkhu Cakkhupala buta sejak lahir” yang penting tulis dulu dan hantam dulu aja…

    Benar atau salah itu urusan belakangan.
    kalau Benar, yah pastilah bangga krn ada yang kalah
    kalau Salah, sah sah saja untuk mengkoreksi kesalahan, fair & gentle kan.

    Di sutta memang tidak akan pernah ada dan jika Anda ingin mencarinya sendiri diseluruh nikaya sutta tidak akan pernah diketemukan aturan2 tersebut.
    Saya bantu Anda mencari aturan2 tersebut, Anda akan ketemukan di Vinaya (kode etik ke-bhikkhuan), silakan cari sendiri detailnya dimana.

    seperti yang sudah saya tuli dikalimat balasan ini:
    Tulisan Anda memang benar, benar benar itu menurut Anda.

  134. Narendra Saputra
    23 Agustus 2011 pukul 3:38 PM

    buddha josaphat :
    saya tentang Kalama Sutta yang kemungkinan bukan kitab asli : “Kitab ini dimulai dengan perkataan : ” Demikianlah yang saya dengar”. Pada suatu ketika Yang Terberkahi_……..” Kitab Kalama tidak jelas siapa yang nulis, apakah murid Buddha, juru tulis Buddha atau siapa yang berhak menuliskan kisah tersebut. Orang yang menuliskan kisah tsb, hanyalah “mendengarkan” kisah tersebut dan “menuliskan”. Orang yang mendengarkan itu hidup pada jaman kapan? Apakah saat Buddha hidup, atau 300 tahun kemudian, tidak diketahui. Jika demikian, bisa disimpulkan kisah tersebut “tidak pernah ada dan bukan berasal dari perkataan Buddha atau berasal dari penganut Janisme????

    rata2 sutta buddhist diawali dengan “evam me suttam” (demikianlah yang kudengar), yang sudah puluhan tahun belajar buddhism tentu tahu alasan di belakang kalimat itu bukan?

    buddhism pada akhirnya adalah melepaskan kemelekatan, termasuk pada kitab suci, jadi seperti yang sudah sering saya bilang, siapa yang menulis dan kapan itu ditulis adalah tidak relevan, yang penting jika itu bermanfaat untuk kemajuan batin, maka ambilah manfaatnya. jangan menelan mentah2 100% ceritanya.

    @N.S : Aneh juga Anda bisa bertanya seperti itu, seakan-akan Anda tidak lakukan? Dari awal kita diskusi, kamu menyangsikan tentang kevalidan isi cerita kitab suci Kristen, misalnya ttg kisah Nuh dan saya membalas bertanya tentang kisah Buddha yang berumur 100.000 tahun dan tingginya 80 meter dan lain-lain. Anda meminta komentar saya dan saya jawab, saya menanyakan Anda, anda cuma bisa “sooooo” dan Anda bilang umat Buddhis tidak diharuskan percaya dan menerima semua kisah dan cerita yang tertulis didalam Tipitaka!!! Jadi kita diskusikan tentang “apel” dan anda ingin berbicara tentang “apel plus semangka”. Kita bicarakan tentang perbandingan kitab suci masing-masing keyakinan dan apa yang bisa ditawarkan oleh masing-masing keyakinan, namun Anda menyodorkan kepada saya tentang ilmu pengetahuan dan rasionalitas diluar keyakinan yang supranatural dan supra-rasional dan, terakhir Anda menulis “jawaban udah ad hominem”…….Bukankah itu standard ganda?????

    standard ganda itu, jika saya mengkritisi kitab anda lalu ngotot bahwa kitab saya paling benar tanpa melihat bahwa ada hal2 aneh yang tidak masuk akal di kitab saya tapi saya terima mentah2, itu namanya standard ganda. Mau mengkritisi tapi ga mau dikritisi..
    coba kutip kalimat saya yang menyebutkan bahwa tipitaka itu 100% non-fiksi yang saya trima seluruhnya mentah2..
    di tipitaka banyak kisah2 ajaib yang tidaklah relevan, bisa dianggap itu hanyalah kisah2 penambah semangat yang bisa jadi adalah fiksi, dan yang terpenting adalah manfaat yang bisa diambil dari cerita itu, lupakan bagian fiksinya, ambil manfaatnya, tidak perlu ngotot bahwa kisahnya 100% non-fiksi.

    Mengertikah Anda apa yang sedang kita diskusikan??? Saya ingin katakan dan ulangi lagi, semua agama mengandung “keyakinan/ iman” terhadap kitab sucinya, tak terkecuali ajaran Buddha. Jika kisah kitab suci mengandung hal-hal yang supranatural atau supra-rasional, maka kita harus menghormati cerita tsb, bukan memperlakukan kitab itu seakan-akan Anda ini paling hebat dan orang rasional!!!!

    siapa yah yg disini menyatakan diri sebagai “paling hebat dan orang rasional!” ? ada kalimat gw yang menyatakan demikian? bisa dikutipkan?
    setiap agama mungkin harus beriman pada kitab suci, tapi di buddhism, pada akhirnya bahkan kitab sucipun harus “dilepas”.

    Orang Buddhis ingin menunjukan bahwa Tuhan itu tidak ada. Jika itu yang mau kita bicarakan, saya bersedia melayani Anda untuk berdiskusi secara “rasionalitas maupun ilmu pengetahuan” diluar kedua kitab suci agama kita masing2. Anda boleh membuktikan diri akan rasionalitas, kebijaksanan Anda untuk membuktikan bahwa “Tuhan itu tak ada”.
    Jika Anda setuju, maka kita buat topik diskusinya tentang ” Alam semesta ini apakah ada yang menciptakannya atau tidak???

    🙂 ga minat tuh.. ngereply topik ini aja kadang sesempatnya ajah..
    saya cuma mau bilang, kalo kitab suci itu ga bisa diterima 100% mentah2 dan diyakini 100% semuanya non-fiksi..
    soal tuhan, yah at least dalam kasus hitler aja sudah cukup meragukan bukan ke maha bijaksanaan dan ke maha kasih sayangnya tuhan itu.. terlepas ada atau nggaknya tuhan.. menurut gw seh ga ada, cuma next time deh bahasnya.. mari bahas tentang nuh aja dulu..

    salah tafsir anda adalah pada kesimpulan anda:
    Kesimpulan : Buddha ingin mengatakan, bahwa apa yang diajarkannya( Dharmma) telah melewati ujian-ujian diatas. Jadi standing pointnya adalah ajaran oleh Buddha pada masa itu yang merupakan standing point bagi kaum Kalama…
    Karena kalama sutta tidak hanya berlaku untuk kaum kalama pada saat itu, tapi untuk semua orang yang mendengar suatu ajaran apapun di masa-masa yang akan datang. darimana pendapat ini berasal, silahkan baca kitab komentar. (katanya kan anda sudah tahunan belajar buddhism, tentu tahu dong kitab komentar)
    @N.S : Kalama Sutta berbicara tentang “Tumimbal lahir dan buah karma” yang menurut kaum kalama sangat membingungkan, karena ada beberapa pengajaran yang berbeda tentang topik tsb. Buddha memberitahukan kita dalam Kalama Sutta bahwa ada 3 hal yang harus dipenuhi apakah sesuatu ajaran bisa diterima atau tidak jika ajaran itu tidak mengandung : 1) Keserakahan, 2) Kebencian dan 3) Kebodohan Batin. Dan jika hal-hal ini tidak menimbulkan keburukan, imoralitas, dan kerugian maka ajaran itu perlu diterima.
    Pertanyaan saya : “Apakah ada ajaran Tummibal lahir dan Karma(standing point) yang diajarkan oleh Buddha memenuhi syarat-syarat tersebut atau tidak?????

    katanya udah puluhan tahun belajar (dan ber-ehipasiko) tentang buddhism, tahu kan karma itu apa dan bagaimana penjelasannya? dan apa hubungannya dengan tumimbal lahir?
    dari penjelasan karma ajah udah bisa dilihat apa hubungannya dengan 3 hal itu.
    masa gw yang baru belajar buddhism ga sampe 10 tahun ngejelasin ke yang puluhan tahun (sebelumnya gw 12 tahun, SD sampai SMU di sekolah katolik).

    Mana tulisan kitab Tipitaka yang tidak memenuhi syarat-syarat tsb????? Anda belum menjawabnya……

    sorry, gw miss part ini.. bisa diulang ini pertanyaanya berhubungan dengan apa?

    Anda tahu komentator pikiran orang Yahudi yg bernama “Larry Rosenberg” dalam tulisannya “Hak untuk Bertanya” yang mengutip kisah Kalama sutta yg menyatakan bahwa kita harus “bebas berpikir” dan banyak orang Buddhis berpikir ide yang “cemerlang”??? Dia mengatakan bahwa ayahnya mendorong ia harus “kritis” dan mendorong menanyakan kepada rabbinya( guru orang Yahudi dipanggil rabbi…red) “bagaimana Musa membelah laut”……setelah menjadi orang Buddhis mengapa hal yang sama tidak ditanyakan, “Mengapa tubuh Buddha Dipankara bisa setinggi 80 meter??? Adakah fosil manusia yang begitu besar, setinggi Twin Petronas Tower di Kuala Lumpur itu???? Mengapa Buddha marah sama muridnya yang menunjukkan “mujizatnya” dengan Buddha menunjukkan mujizatnya dengan terbang dan tubuhnya menghasilkan api dan air kepada keluarganya???? Mengapa seperti itu, karena adanya “standard Ganda”….

    ya salah dia (si larry itu) sendiri knapa ga nanyain itu, gw seh ada nanya ke guru agama buddha gw, dan dijawab dengan gampang “beberapa kisah itu hanya parabel, perumpamaan. bisa jadi itu gaya bahasa sastra jaman dahulu” dan jika anda yang sudah puluhan tahun belajar buddhism (emang udah umur brapa sh?) pernah baca RAPB (buku riwayat agung para buddha), tentu tahu alasan buddha menegur muridnya itu.

    inti dari buddhism bukanlah kitab suci, tapi perkembangan batin, (bebas dari dosa, lobha, moha). jadi jika melihat suatu ajaran, dan mendapat manfaat dati ajaran itu yg menuju ke arah batin yg lebih baik, fokuslah ke part moralnya itu, ga perlu trima mentah2 100% ceritanya adalah non-fiksi..

    tentang buddha dipankara, katanya sh itu terjadi di kalpa lalu, dan tiap pergantian kalpa bumi ini kayak di-“big bang” ulang… and kisah ini jug bukan jadi bagian inti dari kitab suci yang wajib dipercaya 100% sebagai kisah non-fiksi loh di buddhism..

    @N.S : Bukankah itu standar ganda Anda??? Menyatakan kitab suci orang lain seperti dongeng, dan mengatakan kitab suci Buddha tidak ada kata-kata dongeng karena sangat rasional????? ckckckckckck…….

    mana kalimat gw yg bilang “kitab suci Buddha tidak ada kata-kata dongeng karena sangat rasional” ? sini kutipkan !!!
    jangan sembarangan nuduh…

    @ N.S : kanguru, panda, anoa masuk spesies mana ya??????//

    pertanyaan yang tidak relevan, jadi menurut anda anoa berenang dari sulawesi ke tempat nuh?

    ya susah dong kalo gitu.. kalo mentok ke iman, bahkan agama2 baru kayak mormon dan scientology juga bisa “benar” bagi mereka yang beriman…
    @N.S : benar mereka memiliki “iman”, tapi “iman” Kristen dapat memverifikasi ajaran tersebut tidak sesuai ajaran Kristen. Bagaimana ajaran Buddha dapat memverifikasikan ajaran “Buddha Maitreya, Nicheren Soshu, Zen dll”???? Ajaran Nichiren Soshu percaya manusia bisa mencapai kebuddhaan dalam “satu kali kehidupan” dengan membaca mantera “Nam Myo Ho Renge Kyo” setiap hari 2 kali……Apakah ajaran ini sesuai Kalama Sutta????/

    katanya sudah puluhan tahun belajar dan sering melihat2 forum buddhism, harusnya tahu dong bagaimana pandangan umat buddhism ke ajaran2 yang anda sebut itu.. 🙂 masa masih nanya…
    gw pribadi jelas beranggapan ajaran i kuan tao (yg di indo disebut maitreya) itu ngaco 100%

    tradisi gereja? tradisi yang mana? yang dulu menghukum ilmuwan karena menentang paham geosentris?
    @ N.S. : Alkitab “tidak pernah” mengatakan bahwa matahari mengeliling bumi, itu adalah tafsiran gereja Roma Khatolik pada zaman Galileo bahwa matahari mengeliling bumi.
    Diawal saya udah mengatakan, alkitab tidak salah, yang salah itu adalah orang yang menafsirkan. Dan gereja Roma mengakui kesalahannya dan meminta maaf terhadap Galileo.
    Mana, ayat alkitab yang menyatakan ‘bumi itu datar’??????
    berarti tradisi gereja bisa salah?
    berarti mereka yang dinilai kompeten pun bisa salah?
    masih bisakah digunakan untuk memverifikasi?
    sumber pertanyaan bumi datar sudah diberikan (link website sebelumnya). silahkan baca di website itu.

    @ N.S : Saya sudah baca, dan jika Anda juga udah baca, saya ingin Anda nunjukan dimana ayat2 yg membicarakan itu!!!!! Kalau saya bisa tunjukan bahwa Alkitab bilang bumi itu bulat di Yesaya 40 : 22 : “Dia yang bertahta diatas “bulatan bumi”…..

    di situsnya ada kan ayat2 yg dijadikan tafsir demikian..
    ya itu sumbernya.. kalau menurut anda ayat yg dikutip di alkitab dan dimuat di situs itu salah ya monggo protes ke yg punya situs itu..

    Tradisi gereja atau bapak2 gereja berasal dari abad 1 s/d 2 masehi, jadi tidak semua tradisi atau semua Bapak gereja. Bapak2 gereja yang masih berhubungan dengan para rasul itu yg menjadi tolak ukurnya.

    bagaimana anda yakin bahwa informasi yang mereka terima tidak terdistorsi?

    komentar bapak gereja? tahu darimana dan yakinkah bahwa mereka kompeten?
    @ N.S. : Kalo Bapak gereja yang dibawah bimbingan para rasul pasti berkompeten dong….
    apa dasarnya “Bapak gereja yang dibawah bimbingan para rasul pasti berkompeten” , apakah sudah dicheck perkataan/ajaran mereka dengan pandangan dan pengalaman pribadi disertai sumber2 external yang ada?
    @ N.S. : sumber eternal seperti apa dan rasionalitas seperti apa????? Apakah itu juga diterapkan dalam kitab Tipitaka????? Apakah seperti ajaran Jain????

    jika bapak gereja bilang kisah nuh itu 100% non-fiksi, apa ga direcheck dulu dengan keadaan geografis bumi, jumlah spesies dan sumber2 imliah lainnya?

    ya tentu, bahkan saat sebelum kita belajar tipitaka dari seorang guru, kita wajib menguji guru ybs, dan menguji ajaran ybs, bisa dengan sumber external seperti catatan sejarah, catatan ilmiah atau paling gampang ya pake nalar ajah…
    contoh gampang ya hitler : bijaksana ga sh kalau sosok maha kuasa membiarkan ciptaan yg satu bunuh2 ciptaan yang lain?

    @N.S : Apakah Anda ini Tuhan, sehingga Anda layak memberikan pertimbangan/ nasihat kepada Tuhan harus begini dan begitu, seharusnya begini bukan begitu???? Pernah dengar Alkitab mengatakan : “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.(Yesaya 55 : 8-9)???

    buset.. jadi tuhan ga boleh ditanya2?
    ga beda ama diktator loh, kebijakannya ga boleh dikritisi, ga ada ruang untuk “oposisi”..

    menurut anda sendiri deh, bijaksana ga yang kasus hitler itu? MENURUT ANDA loh..
    susah neh kalau konsep tuhannya ga boleh dipertanyakan “rancangan”nya.. jadi apapun kehendak tuhan harus diterima?

    @N.S : Timeline yang kamu kutip itu berdasarkan presuposisi apa? Berdasarkan teori evolusi???? Banyak hal yang masih spekulasi, sesuai kata Anda “ilmu terdahulu bisa salah dengan ilmu terkemudian” bukan??
    Kapal Nuh hanya ilustrasi gambar, bukan fakta, tak ada yang tahu bentuk kapalnya sperti apa…..

    at least teori perkembangan geografi bumi itu terukur dari gerak lempeng bumi yang terjadi saat ini, bukan berdasarkan “kisah non-fiksi” yang ga klop sama kondisi biologis bumi…
    jadi menurut anda nuh itu gmn? katanya ada prasasti yg mencatat banjir besar, bisa kasih linknya? dan perkiraan tahun/masa prasasti itu? apakah saat itu anoa, panda, dan kanguru belum ada?
    menurut anda lagi, bajir itu terjadi global di mana manusia berada, perlu diingat manusia itu tersebar mulai dari pinggir pantai, sampai ke pegunungan himalaya, jadi jika banjirnya global dimana manusia berada, tentu itu berarti tinggi banjirnya mencapai pegunungan himalaya..
    ekosistem akan hancur lebur dengan banjir sebesar itu, bagaimana sisa yg selamat di dalam bahtera itu bisa bertahan hidup di ekosistem hancur lebur gitu dan meneruskan hidup samapi jadi populasi kayak sekarang?
    udah ketemu jumlah spesies mahluk hidup di bumi? yakin segitu banyak muat di satu kapal?

    @ N. S. : Jangan menghindar dech, jawaban klise “masa lampau” ?????jadi, tak bisa diverifikasikan, kalo alkitab masih banyak bukti manuskrip lho…….
    tipitaka juga banyak kitab komentar. masing2 punya sumber “verifikasi” internal, yang bisa kita gunakan selain itu hanyalah nalar dan kebijaksanaan kita.
    bisa buktikan sumber “internal”nya, kenapa tidak pakai sumber “eksternal” seperti Anda sarankan pada saya??//

    ok, kalau ini gw akuin salah ketik, itu maunya ngetik eksternal..
    banyak kitab2 komentar yang ditulis setelah melihat bahwa ajaran yg dikomentari perlu diberi penjelasan sehubungan dengan kisah sejarah yang terjadi.. atau setelah dipraktekkan dan diberi penjelasan tentang bukti prakteknya itu..
    sebagai yang sudah puluhan tahun belajar dan ber-ehipasiko pastinya tahu bahwa kitab2 komentar rata2 ditulis oleh praktisi langsung..

    jadi seperti di pertanyaan awal:
    apakah memasukkan ratusan ribu / jutaan spesies ke satu kapal adalah masuk akal?
    apakah membiarkan hitler membunuh sekian juta orang dan membiarkan sekian juta orang lain kelaparan di somalia adalah tindakan bijak?

    @N.S. : Tidak ada yang perlu direvisi…….perhatikan seperti apa yang komentar saya kemarin…….tidak ada yang perlu direvisi…..
    http://id.wikipedia.org/wiki/Doa_Bapa_Kami

    jelas-jelas di laman itu dua versi berbeda kata-katanya…

    r
    @ N.S : baca dan carikan keterangan saya ttg doa bapa yang ada “tanda kurung” yg sebelumnya…..

    kayaknya ga nyambung deh 🙂 yg gw bilang revisi itu, adalah penulisan doa bapa kami dlam dua versi yg ada di laman wikipedia itu, lamannya yg perlu direvisi, bukan doanya hahahaha…

    @ N.S : Cari tau sendiri dech, kamu khan orang Buddhis apalagi pernah masuk organisasi, adakah para bikkhu yang mengakui dirinya sudah capai arahat semasa hidupnya……..Saya cuma bilang, jangan2 karena pemikiran org buddhis seperti Anda, berusaha menghilangkan ayat-ayat suci dalam Tipitaka, karena kisahnya kedengaran tidak logis, gitu lho……..Saya mau tanya Anda nich, “Apakah kisah Buddha yang makan dan minum kotoran hewan karena takut membunuh makhluk hidup sebelum mencapai kebuddhaan masih ada, jangan2 sudah dihilangkan???????/

    di bagian mana kisah itu ada? ayo dong kasih linknya 🙂
    saya sedikit heran dengan apa yang anda pelajari “puluhan tahun” itu, tentu tahu istilah “melepas rakit” harusnya..

    @ N.S. : Justru saya sudah membuktikan dengan pengalaman sendiri, logika dan kebijaksaan yang Anda sebutkan, maka saya menjadi pengikut Yesus……..Dan saya tidak mau menerapkan standard ganda pada keyakinan Anda…..Anda boleh tidak percaya, itu urasan Anda…….bagi saya “tiada mustahil” jika Tuhanku ada dan telah membuktikan begitu banyak kepada orang-orang yang percaya padanya sepanjang jaman, walaupun harus menderita, dikucilkan, diejek, dicaki maki, diusir dari keluarganya, dihukum, dibunuh, dicederai dll tanpa membalas orang yg memperlakukannya tidak adil……..mereka tetap teguh berdiri dan “mengapa”?????? Adakah agama yang seperti itu????

    yayaya.. tentu dengan logika anda itu, kisah nuh itu 100% non-fiksi yah?
    rata2 semua agama pernah mengalami hal demikian, dan tidak aneh, apalagi jika jadi minoritas…

    N.S : Beriman bukan berarti harus mencobai Tuhan dengan minum racun baygon lho, itu namanya beriman buta…..saya pikir Anda juga tidak bukan???

    gw ga nyuruh mencobai loh, gw cuma nanya (perhatikan bahwa kalimat gw pake tanda tanya, bukan tanda seru 🙂 itu beda kalimat tanya dan kalimat perintah). apakah menurut anda jika anda minum baygom 500 ml sambil beriman sama yesus maka anda tidak akan mati? ga nyuruh nyoba loh, cuma nanya doang…

    sebelum anda tanya di buddhism ada juga hal2 ginian, langsung aja gw jawab “gw ga percaya.. 🙂 ” ga mungkin baca doa/mantra trus ga mati kalo minum baygon 500 ml.. hal2 macam itu hanya majas hiperbola doang.. ga tahu seh kalo anda..

    jelas gw kagak beriman buta.. kalo nggak tentu gw udah jadi katolik taat setelah belasan tahun sekolah, hidup dan tinggal di lingkungan katolik.. bahkan keluarga ada yang katolik…

    @ N.S : Sama, orang Kristen juga memiliki “pengalaman pribadi” bersama Tuhan,

    good point, itu dia yang perlu anda dan penulis buku itu camkan.. agama itu sifatnya pribadi, ga perlu berusaha “memberitakan Injil kepada orang Budha dengan jalan dialog tanpa kompromi” seperti yang ditujukan oleh buku yang diiklankan di tempat kita ngobrol ini.. urus saja urusan pribadi masing2, agama itu pilihan individu. masing2 agama jika “dihajar” pasti ada celah di sana sini , terutama jika dihajar dengan sains. jika anda beriman pada agama anda, ga perlu berusaha agar orang lain ikut beriman. itulah sumber debat, konflik dan pertentangan antar agama selama ini.. urus urusan masing2, jalanin ajaran masing2, dan abis mati ntar ya trima hasil dari pilihan masing2… kalo itu yg dijalanin, ga perlu ada diskusi panjang gini…

    FYI, buku beyond belief itu juga ditentang oleh sebagian orang di internal buddhism koq 🙂

    btw, masih mau lanjut ga neh? and next time kalo kutip jawaban orang, tolong yang rapi.. susah bacanya…

  135. N.S.
    23 Agustus 2011 pukul 3:53 PM

    Untuk dede,
    comment sebelumnya yg isinya persis tapi terposting dengan account wordpress alumni, tolong dihapus. Ini post pribadi, tidak ada hubungan dengan almamater gw.

    saya tentang Kalama Sutta yang kemungkinan bukan kitab asli : “Kitab ini dimulai dengan perkataan : ” Demikianlah yang saya dengar”. Pada suatu ketika Yang Terberkahi_……..” Kitab Kalama tidak jelas siapa yang nulis, apakah murid Buddha, juru tulis Buddha atau siapa yang berhak menuliskan kisah tersebut. Orang yang menuliskan kisah tsb, hanyalah “mendengarkan” kisah tersebut dan “menuliskan”. Orang yang mendengarkan itu hidup pada jaman kapan? Apakah saat Buddha hidup, atau 300 tahun kemudian, tidak diketahui. Jika demikian, bisa disimpulkan kisah tersebut “tidak pernah ada dan bukan berasal dari perkataan Buddha atau berasal dari penganut Janisme????

    rata2 sutta buddhist diawali dengan “evam me suttam” (demikianlah yang kudengar), yang sudah puluhan tahun belajar buddhism tentu tahu alasan di belakang kalimat itu bukan?

    buddhism pada akhirnya adalah melepaskan kemelekatan, termasuk pada kitab suci, jadi seperti yang sudah sering saya bilang, siapa yang menulis dan kapan itu ditulis adalah tidak relevan, yang penting jika itu bermanfaat untuk kemajuan batin, maka ambilah manfaatnya. jangan menelan mentah2 100% ceritanya.

    @N.S : Aneh juga Anda bisa bertanya seperti itu, seakan-akan Anda tidak lakukan? Dari awal kita diskusi, kamu menyangsikan tentang kevalidan isi cerita kitab suci Kristen, misalnya ttg kisah Nuh dan saya membalas bertanya tentang kisah Buddha yang berumur 100.000 tahun dan tingginya 80 meter dan lain-lain. Anda meminta komentar saya dan saya jawab, saya menanyakan Anda, anda cuma bisa “sooooo” dan Anda bilang umat Buddhis tidak diharuskan percaya dan menerima semua kisah dan cerita yang tertulis didalam Tipitaka!!! Jadi kita diskusikan tentang “apel” dan anda ingin berbicara tentang “apel plus semangka”. Kita bicarakan tentang perbandingan kitab suci masing-masing keyakinan dan apa yang bisa ditawarkan oleh masing-masing keyakinan, namun Anda menyodorkan kepada saya tentang ilmu pengetahuan dan rasionalitas diluar keyakinan yang supranatural dan supra-rasional dan, terakhir Anda menulis “jawaban udah ad hominem”…….Bukankah itu standard ganda?????

    standard ganda itu, jika saya mengkritisi kitab anda lalu ngotot bahwa kitab saya paling benar tanpa melihat bahwa ada hal2 aneh yang tidak masuk akal di kitab saya tapi saya terima mentah2, itu namanya standard ganda. Mau mengkritisi tapi ga mau dikritisi..
    coba kutip kalimat saya yang menyebutkan bahwa tipitaka itu 100% non-fiksi yang saya trima seluruhnya mentah2..
    di tipitaka banyak kisah2 ajaib yang tidaklah relevan, bisa dianggap itu hanyalah kisah2 penambah semangat yang bisa jadi adalah fiksi, dan yang terpenting adalah manfaat yang bisa diambil dari cerita itu, lupakan bagian fiksinya, ambil manfaatnya, tidak perlu ngotot bahwa kisahnya 100% non-fiksi.

    Mengertikah Anda apa yang sedang kita diskusikan??? Saya ingin katakan dan ulangi lagi, semua agama mengandung “keyakinan/ iman” terhadap kitab sucinya, tak terkecuali ajaran Buddha. Jika kisah kitab suci mengandung hal-hal yang supranatural atau supra-rasional, maka kita harus menghormati cerita tsb, bukan memperlakukan kitab itu seakan-akan Anda ini paling hebat dan orang rasional!!!!

    siapa yah yg disini menyatakan diri sebagai “paling hebat dan orang rasional!” ? ada kalimat gw yang menyatakan demikian? bisa dikutipkan?
    setiap agama mungkin harus beriman pada kitab suci, tapi di buddhism, pada akhirnya bahkan kitab sucipun harus “dilepas”.

    Orang Buddhis ingin menunjukan bahwa Tuhan itu tidak ada. Jika itu yang mau kita bicarakan, saya bersedia melayani Anda untuk berdiskusi secara “rasionalitas maupun ilmu pengetahuan” diluar kedua kitab suci agama kita masing2. Anda boleh membuktikan diri akan rasionalitas, kebijaksanan Anda untuk membuktikan bahwa “Tuhan itu tak ada”.
    Jika Anda setuju, maka kita buat topik diskusinya tentang ” Alam semesta ini apakah ada yang menciptakannya atau tidak???

    🙂 ga minat tuh.. ngereply topik ini aja kadang sesempatnya ajah..
    saya cuma mau bilang, kalo kitab suci itu ga bisa diterima 100% mentah2 dan diyakini 100% semuanya non-fiksi..
    soal tuhan, yah at least dalam kasus hitler aja sudah cukup meragukan bukan ke maha bijaksanaan dan ke maha kasih sayangnya tuhan itu.. terlepas ada atau nggaknya tuhan.. menurut gw seh ga ada, cuma next time deh bahasnya.. mari bahas tentang nuh aja dulu..

    @N.S : Kalama Sutta berbicara tentang “Tumimbal lahir dan buah karma” yang menurut kaum kalama sangat membingungkan, karena ada beberapa pengajaran yang berbeda tentang topik tsb. Buddha memberitahukan kita dalam Kalama Sutta bahwa ada 3 hal yang harus dipenuhi apakah sesuatu ajaran bisa diterima atau tidak jika ajaran itu tidak mengandung : 1) Keserakahan, 2) Kebencian dan 3) Kebodohan Batin. Dan jika hal-hal ini tidak menimbulkan keburukan, imoralitas, dan kerugian maka ajaran itu perlu diterima.
    Pertanyaan saya : “Apakah ada ajaran Tummibal lahir dan Karma(standing point) yang diajarkan oleh Buddha memenuhi syarat-syarat tersebut atau tidak?????

    katanya udah puluhan tahun belajar (dan ber-ehipasiko) tentang buddhism, tahu kan karma itu apa dan bagaimana penjelasannya? dan apa hubungannya dengan tumimbal lahir?
    dari penjelasan karma ajah udah bisa dilihat apa hubungannya dengan 3 hal itu.
    masa gw yang baru belajar buddhism ga sampe 10 tahun ngejelasin ke yang puluhan tahun (sebelumnya gw 12 tahun, SD sampai SMU di sekolah katolik).

    Mana tulisan kitab Tipitaka yang tidak memenuhi syarat-syarat tsb????? Anda belum menjawabnya……

    sorry, gw miss part ini.. bisa diulang ini pertanyaanya berhubungan dengan apa?

    Anda tahu komentator pikiran orang Yahudi yg bernama “Larry Rosenberg” dalam tulisannya “Hak untuk Bertanya” yang mengutip kisah Kalama sutta yg menyatakan bahwa kita harus “bebas berpikir” dan banyak orang Buddhis berpikir ide yang “cemerlang”??? Dia mengatakan bahwa ayahnya mendorong ia harus “kritis” dan mendorong menanyakan kepada rabbinya( guru orang Yahudi dipanggil rabbi…red) “bagaimana Musa membelah laut”……setelah menjadi orang Buddhis mengapa hal yang sama tidak ditanyakan, “Mengapa tubuh Buddha Dipankara bisa setinggi 80 meter??? Adakah fosil manusia yang begitu besar, setinggi Twin Petronas Tower di Kuala Lumpur itu???? Mengapa Buddha marah sama muridnya yang menunjukkan “mujizatnya” dengan Buddha menunjukkan mujizatnya dengan terbang dan tubuhnya menghasilkan api dan air kepada keluarganya???? Mengapa seperti itu, karena adanya “standard Ganda”….

    ya salah dia (si larry itu) sendiri knapa ga nanyain itu, gw seh ada nanya ke guru agama buddha gw, dan dijawab dengan gampang “beberapa kisah itu hanya parabel, perumpamaan. bisa jadi itu gaya bahasa sastra jaman dahulu” dan jika anda yang sudah puluhan tahun belajar buddhism (emang udah umur brapa sh?) pernah baca RAPB (buku riwayat agung para buddha), tentu tahu alasan buddha menegur muridnya itu.

    inti dari buddhism bukanlah kitab suci, tapi perkembangan batin, (bebas dari dosa, lobha, moha). jadi jika melihat suatu ajaran, dan mendapat manfaat dati ajaran itu yg menuju ke arah batin yg lebih baik, fokuslah ke part moralnya itu, ga perlu trima mentah2 100% ceritanya adalah non-fiksi..

    tentang buddha dipankara, katanya sh itu terjadi di kalpa lalu, dan tiap pergantian kalpa bumi ini kayak di-”big bang” ulang… and kisah ini jug bukan jadi bagian inti dari kitab suci yang wajib dipercaya 100% sebagai kisah non-fiksi loh di buddhism..

    @N.S : Bukankah itu standar ganda Anda??? Menyatakan kitab suci orang lain seperti dongeng, dan mengatakan kitab suci Buddha tidak ada kata-kata dongeng karena sangat rasional????? ckckckckckck…….

    mana kalimat gw yg bilang “kitab suci Buddha tidak ada kata-kata dongeng karena sangat rasional” ? sini kutipkan !!!
    jangan sembarangan nuduh…

    @ N.S : kanguru, panda, anoa masuk spesies mana ya??????//

    pertanyaan yang tidak relevan, jadi menurut anda anoa berenang dari sulawesi ke tempat nuh?

    ya susah dong kalo gitu.. kalo mentok ke iman, bahkan agama2 baru kayak mormon dan scientology juga bisa “benar” bagi mereka yang beriman…
    @N.S : benar mereka memiliki “iman”, tapi “iman” Kristen dapat memverifikasi ajaran tersebut tidak sesuai ajaran Kristen. Bagaimana ajaran Buddha dapat memverifikasikan ajaran “Buddha Maitreya, Nicheren Soshu, Zen dll”???? Ajaran Nichiren Soshu percaya manusia bisa mencapai kebuddhaan dalam “satu kali kehidupan” dengan membaca mantera “Nam Myo Ho Renge Kyo” setiap hari 2 kali……Apakah ajaran ini sesuai Kalama Sutta????/

    katanya sudah puluhan tahun belajar dan sering melihat2 forum buddhism, harusnya tahu dong bagaimana pandangan umat buddhism ke ajaran2 yang anda sebut itu.. 🙂 masa masih nanya…
    gw pribadi jelas beranggapan ajaran i kuan tao (yg di indo disebut maitreya) itu ngaco 100%

    tradisi gereja? tradisi yang mana? yang dulu menghukum ilmuwan karena menentang paham geosentris?
    @ N.S. : Alkitab “tidak pernah” mengatakan bahwa matahari mengeliling bumi, itu adalah tafsiran gereja Roma Khatolik pada zaman Galileo bahwa matahari mengeliling bumi.
    Diawal saya udah mengatakan, alkitab tidak salah, yang salah itu adalah orang yang menafsirkan. Dan gereja Roma mengakui kesalahannya dan meminta maaf terhadap Galileo.
    Mana, ayat alkitab yang menyatakan ‘bumi itu datar’??????
    berarti tradisi gereja bisa salah?
    berarti mereka yang dinilai kompeten pun bisa salah?
    masih bisakah digunakan untuk memverifikasi?
    sumber pertanyaan bumi datar sudah diberikan (link website sebelumnya). silahkan baca di website itu.

    @ N.S : Saya sudah baca, dan jika Anda juga udah baca, saya ingin Anda nunjukan dimana ayat2 yg membicarakan itu!!!!! Kalau saya bisa tunjukan bahwa Alkitab bilang bumi itu bulat di Yesaya 40 : 22 : “Dia yang bertahta diatas “bulatan bumi”…..

    di situsnya ada kan ayat2 yg dijadikan tafsir demikian..
    ya itu sumbernya.. kalau menurut anda ayat yg dikutip di alkitab dan dimuat di situs itu salah ya monggo protes ke yg punya situs itu..

    Tradisi gereja atau bapak2 gereja berasal dari abad 1 s/d 2 masehi, jadi tidak semua tradisi atau semua Bapak gereja. Bapak2 gereja yang masih berhubungan dengan para rasul itu yg menjadi tolak ukurnya.

    bagaimana anda yakin bahwa informasi yang mereka terima tidak terdistorsi?

    komentar bapak gereja? tahu darimana dan yakinkah bahwa mereka kompeten?
    @ N.S. : Kalo Bapak gereja yang dibawah bimbingan para rasul pasti berkompeten dong….
    apa dasarnya “Bapak gereja yang dibawah bimbingan para rasul pasti berkompeten” , apakah sudah dicheck perkataan/ajaran mereka dengan pandangan dan pengalaman pribadi disertai sumber2 external yang ada?
    @ N.S. : sumber eternal seperti apa dan rasionalitas seperti apa????? Apakah itu juga diterapkan dalam kitab Tipitaka????? Apakah seperti ajaran Jain????

    jika bapak gereja bilang kisah nuh itu 100% non-fiksi, apa ga direcheck dulu dengan keadaan geografis bumi, jumlah spesies dan sumber2 imliah lainnya?

    ya tentu, bahkan saat sebelum kita belajar tipitaka dari seorang guru, kita wajib menguji guru ybs, dan menguji ajaran ybs, bisa dengan sumber external seperti catatan sejarah, catatan ilmiah atau paling gampang ya pake nalar ajah…
    contoh gampang ya hitler : bijaksana ga sh kalau sosok maha kuasa membiarkan ciptaan yg satu bunuh2 ciptaan yang lain?

    @N.S : Apakah Anda ini Tuhan, sehingga Anda layak memberikan pertimbangan/ nasihat kepada Tuhan harus begini dan begitu, seharusnya begini bukan begitu???? Pernah dengar Alkitab mengatakan : “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.(Yesaya 55 : 8-9)???

    buset.. jadi tuhan ga boleh ditanya2?
    ga beda ama diktator loh, kebijakannya ga boleh dikritisi, ga ada ruang untuk “oposisi”..

    menurut anda sendiri deh, bijaksana ga yang kasus hitler itu? MENURUT ANDA loh..
    susah neh kalau konsep tuhannya ga boleh dipertanyakan “rancangan”nya.. jadi apapun kehendak tuhan harus diterima?

    @N.S : Timeline yang kamu kutip itu berdasarkan presuposisi apa? Berdasarkan teori evolusi???? Banyak hal yang masih spekulasi, sesuai kata Anda “ilmu terdahulu bisa salah dengan ilmu terkemudian” bukan??
    Kapal Nuh hanya ilustrasi gambar, bukan fakta, tak ada yang tahu bentuk kapalnya sperti apa…..

    at least teori perkembangan geografi bumi itu terukur dari gerak lempeng bumi yang terjadi saat ini, bukan berdasarkan “kisah non-fiksi” yang ga klop sama kondisi biologis bumi…
    jadi menurut anda nuh itu gmn? katanya ada prasasti yg mencatat banjir besar, bisa kasih linknya? dan perkiraan tahun/masa prasasti itu? apakah saat itu anoa, panda, dan kanguru belum ada?
    menurut anda lagi, bajir itu terjadi global di mana manusia berada, perlu diingat manusia itu tersebar mulai dari pinggir pantai, sampai ke pegunungan himalaya, jadi jika banjirnya global dimana manusia berada, tentu itu berarti tinggi banjirnya mencapai pegunungan himalaya..
    ekosistem akan hancur lebur dengan banjir sebesar itu, bagaimana sisa yg selamat di dalam bahtera itu bisa bertahan hidup di ekosistem hancur lebur gitu dan meneruskan hidup samapi jadi populasi kayak sekarang?
    udah ketemu jumlah spesies mahluk hidup di bumi? yakin segitu banyak muat di satu kapal?

    @ N. S. : Jangan menghindar dech, jawaban klise “masa lampau” ?????jadi, tak bisa diverifikasikan, kalo alkitab masih banyak bukti manuskrip lho…….
    tipitaka juga banyak kitab komentar. masing2 punya sumber “verifikasi” internal, yang bisa kita gunakan selain itu hanyalah nalar dan kebijaksanaan kita.
    bisa buktikan sumber “internal”nya, kenapa tidak pakai sumber “eksternal” seperti Anda sarankan pada saya??//

    ok, kalau ini gw akuin salah ketik, itu maunya ngetik eksternal..
    banyak kitab2 komentar yang ditulis setelah melihat bahwa ajaran yg dikomentari perlu diberi penjelasan sehubungan dengan kisah sejarah yang terjadi.. atau setelah dipraktekkan dan diberi penjelasan tentang bukti prakteknya itu..
    sebagai yang sudah puluhan tahun belajar dan ber-ehipasiko pastinya tahu bahwa kitab2 komentar rata2 ditulis oleh praktisi langsung..

    jadi seperti di pertanyaan awal:
    apakah memasukkan ratusan ribu / jutaan spesies ke satu kapal adalah masuk akal?
    apakah membiarkan hitler membunuh sekian juta orang dan membiarkan sekian juta orang lain kelaparan di somalia adalah tindakan bijak?

    @N.S. : Tidak ada yang perlu direvisi…….perhatikan seperti apa yang komentar saya kemarin…….tidak ada yang perlu direvisi…..
    http://id.wikipedia.org/wiki/Doa_Bapa_Kami

    jelas-jelas di laman itu dua versi berbeda kata-katanya…

    r
    @ N.S : baca dan carikan keterangan saya ttg doa bapa yang ada “tanda kurung” yg sebelumnya…..

    kayaknya ga nyambung deh 🙂 yg gw bilang revisi itu, adalah penulisan doa bapa kami dlam dua versi yg ada di laman wikipedia itu, lamannya yg perlu direvisi, bukan doanya hahahaha…

    @ N.S : Cari tau sendiri dech, kamu khan orang Buddhis apalagi pernah masuk organisasi, adakah para bikkhu yang mengakui dirinya sudah capai arahat semasa hidupnya……..Saya cuma bilang, jangan2 karena pemikiran org buddhis seperti Anda, berusaha menghilangkan ayat-ayat suci dalam Tipitaka, karena kisahnya kedengaran tidak logis, gitu lho……..Saya mau tanya Anda nich, “Apakah kisah Buddha yang makan dan minum kotoran hewan karena takut membunuh makhluk hidup sebelum mencapai kebuddhaan masih ada, jangan2 sudah dihilangkan???????/

    di bagian mana kisah itu ada? ayo dong kasih linknya 🙂
    saya sedikit heran dengan apa yang anda pelajari “puluhan tahun” itu, tentu tahu istilah “melepas rakit” harusnya..

    @ N.S. : Justru saya sudah membuktikan dengan pengalaman sendiri, logika dan kebijaksaan yang Anda sebutkan, maka saya menjadi pengikut Yesus……..Dan saya tidak mau menerapkan standard ganda pada keyakinan Anda…..Anda boleh tidak percaya, itu urasan Anda…….bagi saya “tiada mustahil” jika Tuhanku ada dan telah membuktikan begitu banyak kepada orang-orang yang percaya padanya sepanjang jaman, walaupun harus menderita, dikucilkan, diejek, dicaki maki, diusir dari keluarganya, dihukum, dibunuh, dicederai dll tanpa membalas orang yg memperlakukannya tidak adil……..mereka tetap teguh berdiri dan “mengapa”?????? Adakah agama yang seperti itu????

    yayaya.. tentu dengan logika anda itu, kisah nuh itu 100% non-fiksi yah?
    rata2 semua agama pernah mengalami hal demikian, dan tidak aneh, apalagi jika jadi minoritas…

    N.S : Beriman bukan berarti harus mencobai Tuhan dengan minum racun baygon lho, itu namanya beriman buta…..saya pikir Anda juga tidak bukan???

    gw ga nyuruh mencobai loh, gw cuma nanya (perhatikan bahwa kalimat gw pake tanda tanya, bukan tanda seru 🙂 itu beda kalimat tanya dan kalimat perintah). apakah menurut anda jika anda minum baygom 500 ml sambil beriman sama yesus maka anda tidak akan mati? ga nyuruh nyoba loh, cuma nanya doang…

    sebelum anda tanya di buddhism ada juga hal2 ginian, langsung aja gw jawab “gw ga percaya.. 🙂 ” ga mungkin baca doa/mantra trus ga mati kalo minum baygon 500 ml.. hal2 macam itu hanya majas hiperbola doang.. ga tahu seh kalo anda..

    jelas gw kagak beriman buta.. kalo nggak tentu gw udah jadi katolik taat setelah belasan tahun sekolah, hidup dan tinggal di lingkungan katolik.. bahkan keluarga ada yang katolik…

    @ N.S : Sama, orang Kristen juga memiliki “pengalaman pribadi” bersama Tuhan,

    good point, itu dia yang perlu anda dan penulis buku itu camkan.. agama itu sifatnya pribadi, ga perlu berusaha “memberitakan Injil kepada orang Budha dengan jalan dialog tanpa kompromi” seperti yang ditujukan oleh buku yang diiklankan di tempat kita ngobrol ini.. urus saja urusan pribadi masing2, agama itu pilihan individu. masing2 agama jika “dihajar” pasti ada celah di sana sini , terutama jika dihajar dengan sains. jika anda beriman pada agama anda, ga perlu berusaha agar orang lain ikut beriman. itulah sumber debat, konflik dan pertentangan antar agama selama ini.. urus urusan masing2, jalanin ajaran masing2, dan abis mati ntar ya trima hasil dari pilihan masing2… kalo itu yg dijalanin, ga perlu ada diskusi panjang gini…

    FYI, buku beyond belief itu juga ditentang oleh sebagian orang di internal buddhism koq 🙂

    btw, masih mau lanjut ga neh? and next time kalo kutip jawaban orang, tolong yang rapi.. susah bacanya…

  136. lth
    24 Agustus 2011 pukul 1:16 AM

    Karma bukanlah tindakan balas dendam.
    Kalau mau memutus lingkaran sperti itu, Anda harus merenungkan bagaimana cara makan yang paling mudah dipahami.

    ketika Anda lapar, Anda sendirilah yang harus mencari makan dimulai dari
    -mencari uang,
    -bekerja,
    -menghasilkan uang,
    -mencari tempat makan yang cocok untuk Anda,
    -mencari menu makanan yang cocok,
    -memesan/memasak sendiri
    -kemudian Anda makan makanan yang ada hasil akhir dari itu adalah Anda merasa puas dan kenyang

    Demikian pula dalam kasus pemerkosaan, si A yang memperkosa si B, dia juga yang mempunyai tanggung jawab moral dan etika terhadap apa yang telah dilakukannya.
    Tidak ada kata2 “menggantikan posisi”. Anda yang melakukannya Anda yang bertanggung jawab.
    Anda yang makan, Anda yang kenyang, bukan saya yang kenyang.
    Belum pernah ada cerita dalam sejarah kemanusiaan bahwa, jika seseorang yang sedang makan maka Anda / saya yang akan merasa kenyang.

    Seperti halnya sebuah bola yang berada di permukaan air ketika diberi tekanan bola memberi tekanan balik kepada untuk tetap berada dipermukaan air.
    jika tekanan itu dilepas maka bola itu akan kebali keposisi semula.
    Demikian juga jika Anda tidak memiliki kehendak untuk memberi tindakan untuk menekan bola tsb unt ditekan kedalam air maka bola itu tetap ada dipermukaan air.

    Demikian pula dalam kasus pemerkosaan si A thdp si B, jika tidak memiliki kehendak untuk memperkosa maka tindakan pemerkosaan tidak akan terjadi diantara ke-2-nya secara berulang ulang.

    Tidak ada isitlah menggantikan “posisi” dan “balas dendam”, semua itu dikarenakan oleh ke-ingin-an dalam diri Anda sendiri.
    Tulisan Anda tentang bayar membayar karma bukanlan ungkapan yang tepat.
    Saya sudah memberikan dua anlogi diatas.

    buddha josaphat :

    @ Lth : studi kasus lain, Si A memperkosa si B, dikehidupan selanjutnya si B memperkosa si A. Dan terjadi 500 kali kehidupan antara A dan B. Pada suatu kali kehidupan, giliran si A yang harus memperkosa si B, tapi karena si A mengalami pencerahan dan tidak mau berbuat yg jahat pada si B. Jadi bagaimana si B harus membayar karma buruknya???? Siapakah yang harus memperkosanya agar karma si B dapat dibayar???? Anda bersedia melakoni si pemerkosa agar si B bisa lepas dari lingkaran samsara ini????? Kalo dipikir trus, aku jadi teringat gambar si Mara yang memegang cakra tummibal lahir…………grrrrrrrrr……..grrrrrrr……..

  137. 24 Agustus 2011 pukul 2:41 AM

    Lth : “seperti yang sudah saya tuli dikalimat balasan ini:
    Tulisan Anda memang benar, benar benar itu menurut Anda.”

    @Lth : Kalo benar-benar untuk Anda apa????? Udah dech sudahi aja diskusi kita……karena apa yg saya tanyakan Anda juga tidak mau katakan……ya udah, sudahi aja…….

  138. lth
    24 Agustus 2011 pukul 5:16 AM

    yang benar benar adalah hukum alam
    – Anda makan, Anda kenyang bukan orang lain yang kenyang
    – Anda menekan bola dipermukaan air, pasti ada gaya tolak dari bola tsb untuk tetap diatas
    – hutan ditebang-i, hasilnya kekeringan tanah longsor, banjir dll

    yang menang dan benar hukum alam, bukan Anda atau saya.
    ini contoh Sang Buddha memberikan contoh tentang hukum alam:

    Ada sutta lainnnya yang juga penting (S.N. 42.6) dimana kepala dari suatu desa datang untuk berbicara pada Sang Buddha. Kepala desa tersebut berkata pada Sang Buddha bahwa di sana di sebelah barat terdapat kumpulan Brahmana yang memiliki tradisi yang aneh. Disamping tradisi memikul air, mandi di air untuk memurnikan diri mereka dan memuja api, ketika sanak keluarga mereka meninggal dunia, mereka segera membawa jasad tubuh keluar dari rumah, dan merentangkan jasad tersebut tinggi – tinggi di udara. Jasad tersebut dihadapkan ke langit dan mereka meneriaki nama dari orang yang meninggal tersebut dan menunjukkan dia jalan ke surga.

    Mereka percaya karena jasad tersebut menghadap ke langit, yang meninggal dapat melihat langit dan ketika mereka meneriaki rohnya, secara otomatis, rohnya akan naik ke surga.
    Lalu kepala desa berkata: “Mungkinkah Sang Buddha (yang memiliki kekuatan supranormal) dapat membawa setiap orang yang telah meninggal dunia untuk terlahir di alam surga?”
    Ini adalah pertanyaan menarik karena bahkan sampai pada era yang modern ini, orang – orang tertentu masih mempercayai Sang Buddha dapat membantu kita untuk terlahir kembali dialam surga.

    Jadi Sang Buddha membalas dengan memberikan satu pertanyaan terlebih dahulu pada kepala desa tersebut. Beliau berkata: “Andaikata seorang pria datang menuju ke tepi danau yang sangat dalam dan memegang sebuah batu besar yang berat di kedua tangannya, dan kemudian melemparkanyya ke tengah danau. Sekarang, dikarenakan batunya mulai tenggelam ke dalam air, semua orang ramai berdatangan dan berteriak pada batu tersebut, dan memuji batu itu, dan meminta batu tersebut untuk mengapung di permukaan dan mengapung menuju tepian.”

    Selanjutnya Sang Buddha bertanya pada kepala desa tersebut: “Apakah batunya dapat mengapung?”
    Kepala desa tersebut menjawab bahwa: “Itu tidak mungkin karena batunya berat, secara alamiah akan tenggelam ke dalam air.”
    Jadi Sang Buddha berkata: “Dengan cara yang sama, Andaikan seorang telah melakukan banyak kejahatan, dia telah membunuh, mencuri, berasusila, berbohong dan sebagainya. Ketika dia meninggal dunia (dan Kamma buruknya menariknya ke bawah), orang ramai berdatangan dan meneriaki dia untuk pergi ke surga; mungkinkah ia dapat pergi ke sana (surga)?”
    Kepala desa tersebut menjawab: “Itu tidak mungkin karena ia telah banyak melakukan kejahatan; sama kasusnya dengan batu tersebut, dia akan tenggelam menuju kelahiran kembali yang buruk.”

    Kemudian Sang Buddha berkata: “Andaikan seseorang lainnya datang ke tepian danau yang dalam. Dia mengambil secangkir minyak dan melemparkan secangkir minyak itu ke tengah danau. Cangkirnya akan tenggelam tetapi minyaknya, karena ringan, akan mengapung di permukaan. Dikarenakan minyaknya mengapung di permukaan, orang berdatangaan dan meneriaki minyaknya untuk tenggelam ke dalam air. Mungkinkah minyak tersebut dapat tenggelam?”
    Kepala desa menjawab: “Itu tidak mungkin karena minyaknya ringan dan secara alami akan mengapung.”

    Sang Buddha kemudian berkata: “Denagan cara yang sama, andaikan seseorang telah melakukan banyak kebajikan, tidak pernah melukai makhluk hidup dan ketika saatnya tiba dia meninggal dunia. Jika banyak orang berdatangan dan berteriak, dan mengutuknya pergi ke neraka, mungkinkah ia dapat pergi ke neraka?”
    Kepala desa menjawab: “Itu tidak mungkin karena dia adalah orang yang baik. Secara alamiah dia akan pergi ke surga, diangkat oleh kamma baiknya sendiri.”

    Dengan menjawab pertanyaan ini, kepala desa memahami apa yang dimaksud kan Sang Buddha, yakni, Sang Buddha tak dapat menolong kita. Apakah kita mengapung atau tenggelam, adalah tergantung pada kamma kita. Itulah sebabnya mengapa ajaran Buddhis berbeda dengan ajaran lainnya, dengan kata lain Sang Buddha tidak berkata dengan menjadi sorang Buddhis, Anda dijamin suatu tempat di surga. Tidak ada pilih kasih. Apakah Anda pergi ke surga atau tempat manapun, tergantung pada kamma Anda sendiri. Kita tidak dapat menyuap surga untuk membukakan pintu bagi kita – ini adil.

    Di Sutra Mahayana Patriarch ke Enam, seseorang bertanya pada seniornya, “Apakah benar ketika orang – orang melafalkan nama Buddha Amitabha, mereka dapat terlahir kembali ditanah suci Barat. Senior tersebut membalas bahwa Tanah Suci sanagat dengat dengan mereka yang teramat bijaksana tetapi sangat jauh dengan mereka yang dungu. Dia menambahkan, “Orang dungu melafalkan nama Buddha untuk terlahir disana, sementara yang bijaksana mensucikan batinnya sendiri.” Dari sini jelaslah bahwa batin kita (atau hati) sangat penting.

    Dalam ajaran Buddha, dunia adalah ciptaan kesadaran atau pikiran kita. Pikiran yang murni menciptakan dunia yang bahagia, pikiran yang jahat menciptakan dunia yang menyedihkan. Jadi mensucikan pikiran adalah yang paling penting untuk kelahiran kembali di alam yang bahagia, bukan membaca paritta atau berdoa atau bersumpah.

    Ini adalah prinsip dasar lainnya yang penting dari kamma yang harus kita ingat. Tidak ada seorang pun yang dapat merubah cara kerja hukum kesunyataan dari kamma. Semua mahluk berhubungan dengan hukum kamma-vipaka. Sang Buddha menjelaskan kebenaran dari keberadaan hukum kesunyataan kepada kita, tetapi hukum itu berlaku sepanjang masa, terlepas dari apakah kita memahami hukum itu atau tidak.

    dikutip dari: Only We Can Help Ourselves, hal.25 – 28
    Author: Bhikkhu Dhmmavudhho Mahathera
    Di Publikasikan oleh: Dewan Pengurus Daerah PATRIA Sumatera Utara.
    web: http://dhammacitta.org/perpustakaan/hanya-kitalah-yang-dapat-menolong-diri-kita-sendiri/

    kalau jawaban yang saya berikan belum memuaskan Anda, Anda bisa tanya kepada rumput yang bergoyang ke kanan dan ke kiri, mengikuti arah angin bergerak

    CU

  139. lth
    25 Agustus 2011 pukul 2:08 AM

    buddha josaphat :

    @Lth : Saya kasih contoh kan nggak perlu lengkap semua, apalagi anda dan kawan2 buddhis lainnya khan udah ngerti ceritanya. Kalo salah tulis, ya siapa saja bisa koreksi dan saya orangnya fair dalam hal ini, kalo salah saya akui salah koq. Dan jika anda merasakan saya menulis secara membabi buta, yg mananya dan anda memiliki hak untuk mengklarafikasikannya dengan menunjukkan dimana kesalahan saya………Tapi jika anda dkk buddhis lainnya tidak bisa memberi jawaban, maka pembaca blog ini menganggap bahwa yg saya katakan itu benar adanya, bahwa saya ini “insider of buddhism” lho.
    Jika anda ingin mengetahui bahwa saya ini mendalami ttg buddhisme atau tidak, maka anda perlu menjawab dulu semua pertanyaan2 saya yg udah banyak itu, itu baru yg mudah-mudah lho, belum yang lebih berat2 lagi misalnya tentang kebenaran pertama ” adanya dukkha”, apakah dukkha itu?, apakah hidup ini hanya dipenuh dukkha saja? dll

    saya tidak perlu menjawab dan menjelaskan secara panjang lebar, disini sudah ada yang meberikan penjelasannya. Sipengarang bukanlan umat awam biasa jadi bisa dijadikan acuan yang tepat. Silaken dibaca dan disimak baik2:

    Hidup Bukan Hanya Penderitaan:
    http://dhammacitta.org/perpustakaan/hidup-bukan-hanya-penderitaan/

    mohon maaph, kalau saya tidak bisa menjawab semu pertanyaan yang Anda ajukan, saya masi belajar buddhism tapi saya yakin perlahan (bukan sekonyong konyong, mendadak, sak dek sak nyet, instant/instance) tapi pasti pengetahuan dan praktek saya akan berkembang menuju kearah yang lebih baik.

  140. 25 Agustus 2011 pukul 5:17 PM

    N.S menuliskan : “buddhism pada akhirnya adalah melepaskan kemelekatan, termasuk pada kitab suci, jadi seperti yang sudah sering saya bilang, siapa yang menulis dan kapan itu ditulis adalah tidak relevan, yang penting jika itu bermanfaat untuk kemajuan batin, maka ambilah manfaatnya. jangan menelan mentah2 100% ceritanya.” “siapa yah yg disini menyatakan diri sebagai “paling hebat dan orang rasional!” ? ada kalimat gw yang menyatakan demikian? bisa dikutipkan? setiap agama mungkin harus beriman pada kitab suci, tapi di buddhism, pada akhirnya bahkan kitab sucipun harus “dilepas”.
    @ Buddha Josaphat menjawab : semua agama juga seperti itu, kalo udah nyampe disorga/ nirvana khan nggak perlu kitab suci lagi. Bagi Kristen kalo udah ketemu dengan Sang Firman hidup, buat apalagi kitab suci?. Kitab suci kita butuhkan saat di Bumi sebagai penuntun/ pedoman bagi hidup kita kecuali anda memiliki pandangan yg lain, saya tidak tahu. Jadi yang kita bicarakan adalah kitab suci di Bumi bukan di Nirvana nantinya. Saya tahu koq perumpamaan “perahu/ rakit” itu, kalo perahunya udah sampai diseberang pantai, maka perahunya tidak diperlukan lagi bukan?? Tapi itu tidak ada relevansinya dengan yang anda bicarakan bahwa cerita supranatural yang ada di Tipitaka itu tak perlu 100% dipercayai, itu ngomongan anda lho, apakah itu valid dan mewakili sangha????. Terus terang aja, saya tidak abis pikir dengan “standing point” anda, apakah kalo masuk diakal dan baik itu diterima, kalo tidak sesuai dengan diakal dan kurang berkenan dihati, jangan diterima, begitu ya???? Kalo benar seperti itu, saya menjadi sadar “inilah yg dikatakan oleh kitab suci saya” bahwa akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.(2 Tim 4:3) namun membawa kesesatan bagi mereka………!!!!! Perkumpulan New Age Movement suka dengan ide2 perkataan anda, mereka senang mengambil hal2 yang baik dari segala pengajaran manusia dan agama serta menerapkannya dalam hidup mereka buat pengembangan batin mereka dengan meditasi dan moralitas prilaku. Salah satunya yg terkenal adalah : International Society of Krishna Consciousness……Mungkin anda berminat join didalamnya….. Andakan mengatakan dibeberapa diskusi kita bahwa orang Buddhis menekankan pada rasio/ logika dan tidak percaya hal2 yang supranatural dalam kitab suci dan salah satunya adalah Anda bukan??? Artinya anda ingin mengatakan orang yang percaya adanya Tuhan lebih inferior dari orang Buddhis dalam hal rasional bukan???? Tapi realitanya berbicara lain, bahwa belum banyak ditemukan orang-orang pintar yg brilliant diantara orang buddhis, kalo dibandingkan orang2 jenius dalam hal ilmu pengetahuan yang mengakui adanya Tuhan!!!!! Diwebsite buddhis sering ditonjolkan perkataan Albert Einstein mengenai ajaran Buddha, tolong buktikan dibuku otobiogaraphy atau majalah diluar website buddhis yang menyatakan ini : If there is any religion that would cope with modern scientific needs it would be Buddhism. -Albert Einstein?????????

    N.S. menuliskan : “rata2 sutta buddhist diawali dengan “evam me suttam” (demikianlah yang kudengar), yang sudah puluhan tahun belajar buddhism tentu tahu alasan di belakang kalimat itu bukan?
    @ Buddha Josaphat menjawab : Komentar kamu apa????? Angaplah saya tak tahu apa2, menurut anda bagaimana penjelasannya???? Kalo suatu saat ditemukan sebuah kitab suci yang mengatakan ” Demikianlah yang kudengar, “Buddha Siddharta lahir dengan keajaiban yang belum pernah terjadi, Beliau yang diberkahi lahir dari ketiak Ratu Maya di Taman Lumbini…………dan blaaa…….blaaa……Apakah cerita itu bisa dipercaya dan jika tidak berdasarkan apa kita tidak percaya?????( Sumber saya kutip dari perkataan Buddha Tersenyum, Seng Yen Lu)
    N.S. menuliskan : “buddhism pada akhirnya adalah melepaskan kemelekatan, termasuk pada kitab suci, jadi seperti yang sudah sering saya bilang, siapa yang menulis dan kapan itu ditulis adalah tidak relevan, yang penting jika itu bermanfaat untuk kemajuan batin, maka ambilah manfaatnya. jangan menelan mentah2 100% ceritanya.”
    @ Buddha Josaphat menjawab : Tidak relevan dengan apa, kitab suci Tipitaka???? Kemajuan batin itu bagus, dan saya harapkan anda bisa melaksanakannya bukan sekedar retorika dech……. Orang Kristen menerima mengajaran kitab suci adalah : “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”( 2 Timotius 3 :16-17). Dan Alkitab bukanlah kitab segala sesuatu atau isi segala informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Alkitab merupakan manuskrip zaman kuno dengan bahasa pada zaman itu bercerita tentang Tuhan dan Manusia.
    Masalah kita dalam berdiskusi adalah standing point(presupposisi) yang berbeda, Anda berasumsi bahwa tidak adanya Tuhan karena adanya penderitaan dan kejahatan, oleh sebab itu segala cerita mujizat, supranatural dan suprarasional didalam kitab suci boleh tidak diterima karena Allah itu tak ada dan tak pernah ada. Dan saya berasumsi sebaliknya, bahwa Tuhan itu ada, jika Dia ada maka segala mujizat, supranatural dan suprarasional tidak menjadi masalah. Cerita Nuh jadi tidak masalah, masalah Holocaust menjadi lebih jelas. Karena itu saya mengajak Anda berdiskusi tentang hal tersebut, agar semuanya menjadi jelas dan cepat tuntas diskusi kita. Saya memaklumi jika Anda menolak, mungkin Anda sibuk, demikian juga saya, apalagi udah mendekati liburan panjang ini, banyak yg pergi liburan.
    N.S. menuliskan : “good point, itu dia yang perlu anda dan penulis buku itu camkan.. agama itu sifatnya pribadi, ga perlu berusaha “memberitakan Injil kepada orang Budha dengan jalan dialog tanpa kompromi” seperti yang ditujukan oleh buku yang diiklankan di tempat kita ngobrol ini.. urus saja urusan pribadi masing2, agama itu pilihan individu. masing2 agama jika “dihajar” pasti ada celah di sana sini , terutama jika dihajar dengan sains. jika anda beriman pada agama anda, ga perlu berusaha agar orang lain ikut beriman. itulah sumber debat, konflik dan pertentangan antar agama selama ini.. urus urusan masing2, jalanin ajaran masing2, dan abis mati ntar ya trima hasil dari pilihan masing2… kalo itu yg dijalanin, ga perlu ada diskusi panjang gini…
    @ Buddha Josaphat menjawab : Pemberitaan Injil merupakan kewajiban bagi setiap orang Kristen kepada semua orang akan Kabar Sukacita. Justru menjadi aneh suatu umat yg percaya ajarannya bermanfaat namun menyimpan ajaran itu dari orang lain. Jangan munafik lah, apakah orang Buddhis tidak melakukannya???? Saya kalo ada kesempatan akan bercerita tentang Injil, tidak masalah kalo ada yg tidak mau terima. Sejauh ini saya tidak mengalami banyak kesulitan, karena saya menyampaikannya dengan penuh kasih dan hikmat yg berasal dari Tuhan. Sains bukan segalanya, bukan Tuhan, bukan malaikat atau Buddha. Sain memang bermanfaat tapi bukan segalanya dan ajaran Buddha bukanlah sains. Sains belum bisa menjawab segala sesuatu. Masing2 ilmu memiliki proporsinya misalnya filsafat kepada sains juga.
    N.S menuliskan : btw, masih mau lanjut ga neh? and next time kalo kutip jawaban orang, tolong yang rapi.. susah bacanya…
    @ Buddha Josaphat menjawab : Terserah Anda, jika tidak mau lanjutkan saya hargai. Dan terimakasih buat waktu Anda dan kritikan Anda( malu : susah baca, maklum saya gaptek….hehehehe). Jika ada kata-kata yg tidak berkenan dihati mohon dimaafkan…
    Masalah kejahatan dan penderitaan merupakan isu universal. Artinya itu bukan hanya masalah orang Kristen, tetapi juga buat orang Buddhis. Dalam hal ini Anda ikut didalamnya, jika Anda mengkritisi misteri ini, Anda juga bertanggungjawab untuk memberikan solusi berdasarkan ajaran Buddha yang Anda yakini. Jika tidak keberatan, Anda boleh membagikan ilmumu agar saya bisa mengerti??. Saya berusia 46 tahun, tinggal di Medan, 20 tahun yg lalu saya belajar Buddhisme di vihara Borobudur dan terakhir divihara Gunung Timur Medan. Saya suka di vihara Gunung Timur karena suasananya lebih nyaman dan perpustakaan lebih lengkap waktu itu.
    Saya lampirkan tulisan Ravi Zacharias tentang Kejahatan dan Penderitaan untuk memberikan gambaran apa yg dipergumulkan oleh orang Kristen berkaitan dengan isu ini. Masalah Kejahatan dan penderitaan merupakan masalah yang sangat panjang dan alkitab memberikan info tentang masalah ini, kitab Mazmur, Pengkotbah, kitab Ayub dan Yohanes pasal 9. Tidak semua penderitaan manusia disebabkan karena dosa atau karma orang yg bersangkutan atau karena orang tuanya. Hal ini keluar dari mulut Yesus sendiri. Ada factor lain sebagai pemicu timbulnya kejahatan dan penderitaan. Dan polanya bisa beragam dan kadang-kadang sangat kompleks, oleh sebab itu orang Kristen kategorikan dalam sebuah “misteri”.
    Ini sebagian tulisan Ravi :
    Allahkah Sumber Dari Penderitaanku?
    World view Kristen mengungkapkan bahwa kejahatan(penderitaan) lebih baik diposisikan sebagai suatu misteri daripada sebagai suatu masalah. Menyebutnya sebagai suatu misteri tidak sama dengan menghindari kepentingan untuk memberikan suatu solusi. Masalah-masalah membutuhkan jawaban-jawaban, tetapi misteri-misteri menuntut lebih dari itu – misteri patut mendapatkan penjelasan. Ini berarti bahwa akan diperlukan sekumpulan argumentasi, bukan sekedar jawaban sederhana yang diberi tanda QED( Quod Erat Demonstradum, istilah Latin yg artinya suatu fakta, peristiwa dsb, membuktikan bahwa apa yang Anda katakan itu benar).
    Kejahatan( penderitaan) dipertanyakan setidaknya dari tiga sisi : masalah metafisika( Apa sumbernya?), masala Fisika(Bagimana bencana2 alam ini terjadi?), dan masalah Moral(Bagaimana hal ini dapat dibenarkan?). Sisi yg ketiga menjadi jantung permasalahannya : Bagaimana Allah yang baik dapat mengijinkan terjadinya begitu banyaknya penderitaan? Mereka yang paling merasakan kepedihan dari pertanyaan itu, seringkali merinding mendengar-kan betapa teoritisnya jawaban-jawaban filsafat. Jika seseorang baru saja menguburkan seorang anaknya, atau telah menyaksikan kebrutalan secara langsung, bagian argumen ini bisa menghasilkan lebih banyak kemarahan daripada penghiburan. Siapa yang menginginkan penjelasan logis di kala hati sedang hancur?
    Ada 2 pintu, yang melaluinya orang yang telah memunculkan pertanyaan tentang eksistensi Allah, berusaha melarikan diri dari jerat2 ketidak-percayaan dengan tampilan rasio. Namun demikian, saya kuatir bahwa pintu2 itu bertuliskan “Tidak Ada Jalan Keluar”
    Pintu pertama pelarian dalam masalah kejahatan(penderitaan) diajukan oleh mereka yg memprotes bahwa Allah tidak mungkin ada karena ada terlalu banyak kejahatan(penderitaan) yang nyata dalam kehidupan. Mereka tidak melihat adanya kontradiksi logika dalam system mereka karena mereka tidak perlu membuktikan bahwa kejahatan ada berdampingan dengan Pencipta yag baik. Kejahatan(penderitaan) ada; karena itu, Pencipta tidak ada. Itu dinyatakan secara mutlak.
    Tetapi disini, Kekristenan menyediakan sebuah sanggahan untuk mengingat-kan bahwa mereka belum keluar dari masalah kontradiksi.
    Jika kejahatan(penderitaan) ada, maka seseorang harus berasumsi bahwa ada kebaikan sehingga perbedaannya dapat dikenali. Jika kebaikan ada, seseorang harus berasumsi bahwa ada suatu hukum moral yang berfungsi menilai kebaikan dan kejahatan(penderitaan). Tetapi jika ada suatu hukum moral, bukankah seseorang harus mengajukan hipotesa tentang keberadaan suatu sumber hukum moral yang tertinggi, atau setidaknya suatu dasar objektif yaitu sesuatu yang memiliki kebenaran yang tidak terbatas dan kekal, tanpa mempedulikan apakah saya mempercayai atau tidak.
    Argumentasi ini bersifat sangat mendesak dan harus sungguh-sungguh dipertimbangkan oleh siapa saja yang menyangkal eksistensi Allah tetapi menerima keberadaan dari kejahatan(penderitaan). Bertentangan dengan keyakinan Kristen bahwa Allah harus ada untuk mengajukan hipotesa tentang pengertian2 dari baik dan jahat, orang skeptic menjawab dengan, “Mengapa evolusi tidak bisa menjelaskan kesadaran moral kita? Mengapa kita membutuhkan Allah?”
    Ini adalah pendekatan terbaru dari para pemikir antitesitik yang berusaha menjelaskan tentang baik dan jahat diluar Allah. Selama bertahun2, kaum naturalis pertama-tama menolak kausalitas(sebab-akibat) sebagai argumen untuk membuktikan keberadaan Allah : “Mengapa kita perlu memiliki penyebab? Mengapa alam semesta tidak bisa ada begitu saja? Kemudian mereka menyangkali rancangan sebagai argumen untuk eksistensi Allah : “Mengapa kita membutuhkan seorang perancang? Mengapa semuanya itu tidak bisa begitu saja bersamaan dengan munculnya hasil rancangan? Kemudian mereka menyangkali moralitas sebagai argumen untuk eksistensi Allah : “Mengapa kita perlu mengajukan hipotesa tentang hukum moral atau sumber hukum moral? Mengapa hal itu tidak bisa hanya menjadi suatu realitas pragmatis? Bagi saya hal ini sungguh mengagumkan! Mereka mencari “penyebab” dari penderitaan atau “rancangan” untuk penderitaan, tetapi mereka telah menyangkali bahwa keduanya sangat diperlukan untuk menilai setiap akibat.
    Usaha untuk menyangkali keberadaan Allah ini karena hadirnya kejahatan(penderitaan) begitu dipenuhi dengan penjelasan2 yang tidak logis sehingga sungguh mengherankan bila semuanya itu bisa diterima.
    Tak satupun pendukung etika2 evolusi yang telah menjelaskan bagaimana penyebab pertama yg impersonal dan amoral melalui proses non moral telah menghasilkan dasar moral kehidupan, sementara pada saat yang sama menyangkali dasar moral objektif apapun untuk kebaikan dan kejahatan.
    Tidakkah janggal bahwa dari semua permutasi dan kombinasi yg mungkin dihasilkan oleh alam semesta yang tidak teratur, bisa dihasilkan pengertian2 dalam diri kita tentang apa yang benar, yang baik dan yang indah? Sebenarnya, untuk apa menyebut sesuatu itu baik dan jahat? Mengapa tidak menyebutnya jingga atau ungu?
    Kebenarannya adalah kita tidak dapat melepaskan diri dari pukulan eksistensi(keberadaan) dengan melarikan diri dari hukum moral. Nilai-nilai moral objektif hanya ada jika ada Allah. Apakah boleh, misalnya memutilasi bayi-bayi sebagai hiburan? Setiap orang yang waras akan menjawab tidak. Kita tahu bahwa nilai-nilai moral objektif itu memang ada. Karena itu Allah harus ada. Menelaah premis-premis tersebut dan validitasnya memberikan suatu argumen yang sangat kuat. Bahkan J.L. Mackie, salah satu tokoh ateis yg paling vokal yg mempertanyakan eksistensi Allah berdasarkan realita kejahatan, setidaknya mengakui hubungan logis ini ketika ia berkata : “Kita sangat mungkin berargumentasi…..bahwa karakteristik2 objektif yang preskriptif(bersifat memberi petunjuk/ tata cara) secara intrinsic(sifat yg terkandung didalamnya) yang muncul tanpa diharapkan pada hal-hal natural, menyusun sekelompok kualitas dan relasi yang begitu ganjil sehingga semuanya itu hampir tidak mungkin telah muncul dalam rangkaian peristiwa2 umum, tanpa diciptakan oleh Allah yang maha kuasa..
    Karena itu, harus disepakati kesimpulannya bahwa tidak ada sesuatupun yang baik secara intrinsic dan preskriptif kecuali adanya Allah yang telah membentuk alam semesta seperti itu. Tetapi justru Pribadi itulah yang ingin ditolak oleh si skeptis karena eksistensi kejahatan(penderitaan).
    Pintu keluar pertama untuk lari dari Allah sudah terbuka, dan pemandangannya sungguh menakutkan. Hanya tersisa satu pilihan, yaitu berusaha mengubah bentuk pintunya. Setelah menyadari bahwa jika kejahatan(penderitaan) diakui maka suatu hukum moral yang objektif mungkin perlu dihadirkan, si skeptis mencoba cara bertindak yang baru. Dengarkan penjelasan yang luar biasa dari dari salah satu pembela ateisme, Richard Dawkins dari Oxford : “Dalam alam semesta dengan kekuatan2 fisik dan replikasi genetik yang buta, sebagian orang akan terluka, yang lainnya akan beruntung, dan Anda tidak akan menemukan penjelasan atau alasan didalamnya, atau keadilan apapun. Alam semesta yang kita amati memiliki kualitas2 natural yg sangat tepat yg bisa kita harapkan jika pada dasarnya tidak ada rancangan, tidak ada tujuan, tidak adanya kejahatan dan tidak ada kebaikan lainnya. Tidak ada apapun selain ketidakpedulian yang buta dan tanpa belas kasihan. DNA tidak memiliki pengetahuan atau kepedulian. DNA semata-mata ada. Dan kita berdansa mengikuti iramanya”
    Apakah Anda melihat apa yang telah terjadi? Kaum skeptis mulai dengan memaparkan daftar panjang dari hal2 yg mengerikan, dengan mengatakan, “Semuanya ini amoral, karena itu tidak ada Allah”. Tetapi memunculkan isu2 ini sebagai isu moral berarti mengasumsikan situasi2 yg tidak mungkin dihasilkan oleh evolusi. Tidak akan ada jalan untuk tiba pada kewajiban yg mendesak secara moral, berdasarkan asumsi2 naturalisme. Lalu, apa yg dilakukan oleh si skeptis? Ia menyangkali nilai-nilai moral yg objektif karena menerima realitas semacam ini berarti membuka kemungkinan untuk keberadaan Allah. Maka, ia menyimpulkan bahwa sebenarnya tidak ada yang disebut dengan kejahatan.
    Inilah yang ingin dijadikan sebagai jawaban? Jika DNA tidak memiliki pengetahuan atau kepedulian, lalu dari mana asalnya pengetahuan dan kepedulian kita? Apakah kita hanyalah komputer2 hidup, yg menilai pikiran kita secara berlebihan? Jika perasaan2 kita sama sekali tidak berpengaruh pada realitas dari pertanyaan ini, maka mungkin kecerdasan kitalah yg bersifat artificial(palsu) dan kecerdasan komputerlah yg asli, karena komputer tidak memiliki perasaan; komputer hanya memiliki informasi. Komputer tidak “peduli” dan tidak “berdukacita karena kejahatan” dan karenanya lebih mendekati realita.
    Inikah yang telah kita capai? Kita harus waspada karena tidak ada yang dapat menghentikan kita sekali kita menapak di jalanan licin yang menurun ini. Penyangkalan akan suatu hukum moral yang objektif, berdasarkan desakan untuk menyangkal eksistensi Allah, pada akhirnya menghasilkan penyangkalan akan kejahatan itu sendiri. Dapatkah Anda membayangkan diri Anda berkata kepada seorang wanita yg diperkosa bahwa pemerkosanya hanya sedang berdansa dengan DNA-nya? Katakanlah pada para korban Holocaust bahwa orang2 yang menyiksa mereka hanya sedang berdansa mengikuti DNA mereka…??? Hal ini sangat menjijikan! Ini bukan sebuah dansa! Ini adalah pencekikan terhadap batang leher logika yang dilakukan oleh orang yang hendak melarikan diri, yang dengan bersusah payah ingin menghirup rasionalitas sambil menyangkal keberadaan dasar2 pijakan logika. Akibatnya, dalam mencari jawaban untuk pertanyaan tentang kejahatan(penderitaan), ia pada akhirnya justru menyangkal pertanyaan ini. Bahkan saya menguji teori ini pada beberapa mahasiswa di Oxford University. Saya bertanya pada sekelompok mahasiswa yg skeptis, jika saya mengambil seorang bayi dan memotong-motong tubuhnya dhadapan mereka, apakah itu berarti bahwa saya sudah melakukan hal yang salah? Mereka baru saja menyangkali eksistensi nilai2 moral yg objektif. Mendengar pertanyaan saya, semuanya terdiam, dan kemudian pimpinan kelompok itu berkata, “Saya tidak akan menyukainya, tetapi tidak, saya tidak bisa berkata bahwa Anda telah melakukan sesuatu yg salah”. Astaga! Dasar penipu. Ia tidak akan menyukainya. Astaga! Sungguh irasional – ia tidak bisa menyebut hal itu salah. Saya hanya perlu bertanya kepadanya, kalau begitu apa yg tersisa dari pertanyaan yg sesungguhnya, jika kejahatan tidak diakui???
    Pintu kedua mulanya tampak seperti jalan keluar yg pasti. Si skeptis bertanya mengapa Allah tidak bisa membuat kita selalu memilih hal yg baik. Para filsuf terkenal telah memunculkan hal ini sebagai senjata pamungkas mereka untuk menantang Kekristenan. Tetapi disini pun tantangan mereka bertentangan dengan rasio.
    Alvin Plantinga dari University of Notre Dame, yg oleh banyak orang dipandang sebagai filsuf Protestan yg paling dihormati pada zaman ini, telah mengajukan argumen yg kuat dan tidak dapat dibantah untuk menghadapi tantangan si Skeptis ini. Ia berargumen bahwa pilihan ini mencerminkan pandangan yg keliru tentang makna dari kemahakuasaan Allah. Kita harus sadar bahwa Allah tidak dapat melakukan hal-hal yang saling terpisah(mutually exclusive = dua hal yg tidak dapat dilakukan atau dimiliki secara bersamaan) dan mustahil secara logis(logically imposible). Allah tidak bisa membuat square circles( lingkaran-lingkaran bujursangkar). Kedua istilah ini(square circles) bersifat terpisah satu dengan yang lain.
    Plantinga benar. Saya bisa menambahkan bahwa jika Allah memang bisa melakukan sesuatu, termasuk hal-hal yg saling terpisah, maka Ia juga bisa berkontradiksi dengan karakter-Nya, yg implikasinya adalah masalah kejahatan tidak mungkin diselesaikan, sehingga tidak membutuhkan pembelaan. Satu-satunya alasan mengapa kita memunculkan pertanyaan ini adalah karena kita mencari koherensi. Dalam dunia dimana kasih menjadi etika tertinggi, kebebasan harus tercakup didalamnya. Kasih yg diprogram atau dipaksakan bukanlah kasih; itu hanyalah suatu respon yg terkondisi atau sikap melayani diri.
    Sekali lagi, bahkan para pemikir yg memusuhi Kekristenan tanpa sadar meneguhkan kebenaran2 yg sesuai dengan pemikiran Kristen. Sebagai contoh, Jean Paul Sartre, dalam Being and Nothingness, berkata, “Orang yang ingin dikasihi tidak ingin diperbudak oleh orang yg dikasihinya. Ia sama sekali tidak bertekad untuk dijadikan sebagai objek dari nafsu yg mengalir secara mekanis. Ia tidak ingin memiliki sebuah robot, dan jika kita ingin merendahkan martabatnya, kita hanya perlu berusaha meyakinkan dirinya bahwa hasrat dari orang yg dikasihnya adalah hasil dari suatu determinisme psikologis. Maka sang kekasih akan merasa bahwa baik cintanya maupun keberadaannya diinjak-injak…….Jika orang yg dikasihinya diubah menjadi robot, orang itu mendapati bahwa ia sendirian.
    Sungguh bijaksana! Cinta yg dipaksakan menjadi pertanda kesendirian. Memiliki kebebasan untuk mencintai ketika Anda boleh memilih untuk tidak mencintai, itulah makna cinta yg sesungguhnya. Bukankah tujuan tertinggi dari kasih menjadi satu-satunya cara untuk meluruskan masalah penderitaan? Meminta agar kita tidak diberi kebebasan dan hanya memilih kebaikan tidak sama dengan meminta kasih, melainkan sama dengan meminta paksaan dan sesuatu yg berada diluar kemanusiaan.
    Kedua pintu keluar untuk si skeptis tertutup rapat. Anda tidak dapat menampilkan hipotesa tentang kejahatan tanpa suatu hukum moral yg tidak terbatas, yg tidak dapat ditopang oleh makro-evolusi. Dan Anda tidak dapat memperoleh etika tertinggi tanpa kemungkinan bagi kebebasan. Yang pertama membuat kita menjalani kehidupan yg berkontradiksi. Yang kedua menuntut kontradiksi dari Allah.

    Diambil dari buku “Jesus Among Other Gods” karangan Ravi Zacharias kelahiran India, seorang apologist Kristen yg telah memberi ceramah di lebih 50 negara dan diuniversitas-universitas terkemuka di dunia.

  141. 25 Agustus 2011 pukul 5:50 PM

    @ Lth menuliskan : dikutip dari: Only We Can Help Ourselves, hal.25 – 28
    Author: Bhikkhu Dhmmavudhho Mahathera
    Di Publikasikan oleh: Dewan Pengurus Daerah PATRIA Sumatera Utara.
    web: http://dhammacitta.org/perpustakaan/hanya-kitalah-yang-dapat-menolong-diri-kita-sendiri/

    @ Buddha Josaphat menjawab : Terimakasih atas kiriman Anda. Lth, saya setuju dengan cerita perumpamaan Buddha tentang batu dan minyak. Jika Anda baca tulisan saya “Anybody can go to Heaven, just be good” Anda akan mengerti hal tersebut. Jika anda berbuat karma buruk, ibarat batu itu, tidak ada yg dapat menolong Anda… Jika Anda berbuat karma baik, maka Anda seperti minyak dalam perumpamaan itu. Masalahnya adalah : “Apakah Anda tidak pernah berbuat sesuatu yg salah dan menimbulkan karma buruk melalui pikiran, ucapan dan tindakan dalam hidup Anda selama ini?????

    Dan perumpamaan Karma yg diilustrasikan oleh N.S. dan Anda tentang bola diatas permukaan air telah saya dengar dan baca 20 tahun yg lalu…..coba Anda kaji dan pikirkan lebih dalam, adakah celah jawaban yg bisa menimbulkan kontradiksi dalam perumpamaan tsb?

    @Lth : Hidup Bukan Hanya Penderitaan:
    http://dhammacitta.org/perpustakaan/hidup-bukan-hanya-penderitaan/

    @ Buddha Josaphat menjawab : Terimakasih Lth atas kirimannya, saya telah miliki sebelumnya karangan ini yg ditulis oleh Bhikkhu Thanissaro. Jawaban Bhikkhu Thanissaro tidak releven dengan pertanyaan “Hidup adalah penderitaan” yg dipertanyakan oleh filsuf Barat. Empat Kebenaran Utama merupakan 4 premis yang saling berkaitan. Jika satu premis gagal menyatakan kebenarannya dan tidak bisa bertahan dari sanggahan, maka premis yg lainnya akan runtuh dengan sendirinya. Dalam hal ini paparan bhikkhu Thanissaro tidak mengenai inti dari pertanyaan tersebut……sehingga jawaban yg diberikan jadi ngaco dan tidak relevan……..Jika ada waktu dan kesempatan yg lain kita akan berbincang lagi…..Selamat berlibur………..

  142. N.S.
    26 Agustus 2011 pukul 7:14 PM

    🙂
    sayang pertanyaan yg lain tidak dijawab, terutama detail tentang nuh dan pendapat anda tentang beriman sambil minum baygon 500 ml..

    fyi, melepas kitab suci dalam buddhism, tidak dilakukan hanya pada saat telah “mencapai” nirwana, bahkan saat berlatih meditasi, seluruh konsep kitab suci harus di lepas. (walau belum mencapai nirwana). pernah ikut retreat vipasanna?

    saya menerima sesuatu jika itu bermanfaat untuk kemajuan batin, masuk di akal sehat dan jika bisa dipraktekkan terlebih dahulu, maka bisa terlihat hasilnya.. (tentu jika dengan akal sehat udah ketahuan ga perlu dipraktekan ya besar kemungkinan saya tolak)

    buddhism mungkin juga memiliki sisi misionari, tapi tidak dilakukan dengan “menyerang” kepercayaan lain secara halus, pernahkah anda mendengar issue “buddhanisasi” ? nyaris tidak pernah kan? paling tidak demikianlah yang terjadi di indonesia, entah kalau di negara2 lain…

    sayang sekali kita tidak bisa bertemu langsung, saya di jakarta. tapi kadang ke medan koq 🙂

    “Tidak semua penderitaan manusia disebabkan karena dosa atau karma orang yg bersangkutan atau karena orang tuanya. ”

    setuju untuk point ini, tentu pernah mendengar tentang panca niyama kan? karma hanya salah satu di antaranya..

    anyway, sepertinya diskusinya susah dilanjutkan, udah mau liburan dan dalam banyak hal kita berbeda sudut pandang.. ga cuma tentang keberadaan tuhan sepertinya…

    maaf juga kalo ada kata2 yang kurang berkenan… thks atas diskusinya yah… udah lama ga bahas ginian sejak FC kaskus ga ada lagi..

    and kalo bisa, jangan baca buku2 buddhism dari “buddha hidup” seng yen itu… itu bukan buddhism.

  143. 27 Agustus 2011 pukul 3:47 AM

    N.S menulis : sayang pertanyaan yg lain tidak dijawab, terutama detail tentang nuh dan pendapat anda tentang beriman sambil minum baygon 500 ml..

    @Buddha Josaphat mengatakan : Alkitab bukan pelajaran sains, masalah Anda adalah Anda tidak mempercayai adanya ALLAH. Jika Allah ada, maka segala pemeliharaan Allah bagi orang beriman, mujizat, hal-hal supranatural dan suprarational tidak menjadi masalah. Jika logika Anda mengatakan Allah itu tidak ada, Anda harus bisa memberi argumen-argumen yg menyanggah bahwa Allah itu ada. Saya tunggu untuk itu, jangan mengelak dech…..

    Kedua, orang Buddhis jangan hanya bisa sebagai penonton dalam pergaulan universal, karena isu kejahatan dan penderitaan manusia bukan hanya isu buat orang Kristen(dalam hal ini org Kristen telah memberikan jawabannya) tapi isu buat kaum buddhis bagaimana menjawab dan memberikan solusinya. Saya tunggu lho……….jangan pura2 bego dech……..

    Orang Kristen yg waras, diberi Tuhan logika tentu tidak mencobai Tuhannya dengan cara minum racun untuk membuktikan dia beriman.Apa tujuan saya minum baygon, sedangkan Tuhanku tidak memerintahkan spt itu? Kisah Paulus yg digigit ular beracun namun tidak mati, Ludwig Ingwer Nommensen merupakan misionari untuk suku Batak, pernah diberi minum racun oleh seorang dukun suku Batak, namun tidak mati dan akhirnya bertobat. Teman saya yg berasal dari Jawa Tengah yg melayani suku Anak Dalam pernah juga mengalaminya, namun tidak mati keracunan. Bukankah ini membuktikan mereka orang2 beriman??? So what?

    N.S.menuliskan : bahkan saat berlatih meditasi, seluruh konsep kitab suci harus di lepas. (walau belum mencapai nirwana). pernah ikut retreat vipasanna?

    @Buddha Josaphat menjawab : HAHAHAHAHAHA, Anda ini benar2 lucu dan aneh……sepertinya Anda kena cuci otak dech tak bisa membedakan saat meditasi diretreat dan saat hidup didunia nyata…….Trus abis meditasi ngapain???? Nggak perlu lagi baca kitab suci abis retreat????? Anda terasa hidup di nirvana ya, semuanya jadi ilusi…..impermanen…….immaterial…….ehmmmm…….Saya dulu nggak usah ikut retreat vipasanna, karena setiap malam mulai jam 7-10 malam saya melakukan meditasi dalam posisi lotus……..justru dalam keheningan saya bertemu Yesus…….saya bukan hasil penginjilan orang Kristen lho…….dan dulu saya sering berdebat dengan teman2 Kristen dan hasilnya seri………So what?

    N.S. menuliskan : “saya menerima sesuatu jika itu bermanfaat untuk kemajuan batin, masuk di akal sehat dan jika bisa dipraktekkan terlebih dahulu, maka bisa terlihat hasilnya.. (tentu jika dengan akal sehat udah ketahuan ga perlu dipraktekan ya besar kemungkinan saya tolak) ”

    @Buddha Josaphat menjawab : no comment dech, cuma saran saya hati-hati dech dalam bermeditasi mengosongkan diri, pasukan Mara paling suka itu……..jangan2 Anda nanti mengaku jelmaan Buddha hidup lho, seperti Seng Yen Lu……

    N.S. menuliskan : “buddhism mungkin juga memiliki sisi misionari, tapi tidak dilakukan dengan “menyerang” kepercayaan lain secara halus, pernahkah anda mendengar issue “buddhanisasi” ?

    @Buddha Josaphat menjawab : “mungkin”??? Pasti dech jgn malu2…………Anda khan sering main diwebsite Buddhis dan banyak baca buku karangan Bhikkhu Sri Langka dan Barat apakah tidak ada “penyerangan”????. Buddhanisasi memang tidak ada di Indonesia???? Belum diberi stigma sih……Anda tahu apa yg terjadi di Sri langka? Banyak sekolah2 Kristen diambil alih??? Anda tahu apa yg terjadi dengan suku minoritas Karen di Myammar yg dianiaya dan dipaksa untuk menyembah patung Buddha?? Apakah tidak ada upaya Buddhanisasi?????? Apakah umat Buddhis tidak pernah melakukan kekerasan terhadap umat kepercayaan lain yg selalu diklaim oleh umat Buddhis???? Anda bisa cari diinternet apakah umat Buddha bersama bhikkhunya melakukan kekerasan dan pembakaran gereja!!!!!!

    N.S. menuliskan : “sayang sekali kita tidak bisa bertemu langsung, saya di jakarta. tapi kadang ke medan koq”

    @Buddha Josaphat menjawab : Saya kadang2 ke Jakarta untuk urusan bisnis, jika Anda datang ke Medan dan ada waktu, bisa menghubungi saya lewat e-mail : buddhajosaphat@yahoo.com, saya bersedia memberikan waktuku buat Anda sebagai permulaan persahabatan yg tulus…..:) p .

    N.S menuliskan : Buddha Josaphat menulis : “Tidak semua penderitaan manusia disebabkan karena dosa atau karma orang yg bersangkutan atau karena orang tuanya. ”

    N.S. menulis : “setuju untuk point ini, tentu pernah mendengar tentang panca niyama kan? karma hanya salah satu di antaranya..

    @Buddha Josaphat memberikan komentar : Sorry, saya tidak setuju point Anda dan saya udah tahu tentang pengertian karma dan panca niyama. Ini kutipan saya tentang salah satu isu karma : Kamma orang tua diwarisi oleh anaknya.

    Pandangan ini beranggapan bahwa orang tua yang melakukan kamma buruk maka hasilnya (vipaka) akan di terima oleh anaknya atau keluarga lainnya. Pandangan ini keliru karena prinsip kerja kamma adalah siapa yang melakukan perbuatan maka ia akan yang menerima hasilnya. Dalam Cullakammavibhanga Sutta; Majjhima Nikaya 135 Guru Buddha bersabda : “Semua mahluk hidup mempunyai kamma sebagai milik mereka, mewarisi kammanya sendiri, lahir dari kammanya sendiri, berhubungan dengan kammanya sendiri, dilindungi oleh kammanya sendiri. Kamma itulah yang membedakan makhluk hidup dalam keadaan rendah atau tinggi.”

    Dalam kasus tertentu terlihat sepertinya orang tua yang melakukan kamma buruk dan anaknya yang mengalami penderitaan. Hal ini bukan berarti kamma buruk orang tua diwarisi oleh anaknya, tetapi ini lebih berarti bahwa kamma buruk orang tua tersebut memicu kamma buruk si anak untuk berbuah. Dengan kata lain seseorang akan menerima akibat dari kammanya sendiri, tetapi kammanya dapat mempengaruhi atau mengkondisikan kamma orang lain untuk berbuah.

    Kedua, dalam panca niyama, sepertinya ada hal yg kebetulan dengan kondisi logis, dalam kekristenan tidak dikenal hal yg “kebetulan”….semua kejadian Tuhan tahu dan ada maksud yg terkandung didalamnya..

    N.S. menuliskan : maaf juga kalo ada kata2 yang kurang berkenan… thks atas diskusinya yah… udah lama ga bahas ginian sejak FC kaskus ga ada lagi..
    and kalo bisa, jangan baca buku2 buddhism dari “buddha hidup” seng yen itu… itu bukan buddhism.

    @Buddha Josaphat menjawab : Your are welcome…….terus terang saya belum pernah berdiskusi di internet lho, baru pertama kali nich dan gaptek lagi……maklum generasi tua………..hahahahaha.
    Sebenarnya baru pertama kali saya baca buku Seng Yen lu yg diberikan secara cuma2 saat ada kenalan saya buat acara di tiara hotel Medan, jadi ada bhikkhu2 yg membagikannya secara gratis…..utk menghormati mereka saya menerima bbrp buku dari mereka. Isinya sungguh diluar ajaran Buddha yg sebenarnya……..logiskan saya walaupun orang Kristen lho……..hahahahaha

    Selamat berliburan ya, semoga Sang Pemilik Alam semesta ini memberikan pencerahan bagi Anda dengan kerendahan hati ingin mencari kebenaran……Amin!!!

    Note : Kemarin Anda menuliskan ini dan lupa saya membalasnya :
    N.S. menuliskan :urus urusan masing2, jalanin ajaran masing2, dan abis mati ntar ya trima hasil dari pilihan masing2…

    @Buddha Josaphat menuliskan : Pernah dengan Pascal’s wager? : “Saat kita mati, ternyata Tuhan tidak ada maka tidak ada yg rugi, namun jika ternyata adaTuhan, maka orang skeptis akan mengalami kerugian terbesar…….

  144. achong
    28 Agustus 2011 pukul 1:58 AM

    tanya Buddha :
    1. Siapa yang menentukan kita masuk ke nirwana, reinkarnasi, atau neraka?
    2. Kalau memang dengan berbuat baik, anda bisa terlepas dari penderitaan, kenapa anda tidak tinggal di gua atau hutan seorang diri saja?? tidak akan ada yang mengusik anda atau menggoda anda utk berbuat dosa..
    3. Siapa yang memberikan kepada Sidharta Gautama title Buddha?? Apakah dia dengan beraninya memberikan claim sndiri kepada dirinya dengan sebutan tersebut?
    4. Apakah konsep reinkarnasi anda? Jikalau reinkarnasi ada, beruntung orang yang lahir di zaman-zaman akhir mendekati kiamat.. karena tidak akan ada lagi kehidupan di bumi..Dia tidak perlu menjalani lagi hukumannya di bumi, yah kecuali di konsep Buddha manusia bisa bereinkarnasi menjadi alien..

  145. N.S.
    28 Agustus 2011 pukul 7:49 AM

    jawaban singkat sebelum berangkat..
    dan sepertinya gw udah males mau lanjutin… susah cari nyambungnya… abis ini gw ga ikutan lagi…

    N.S menulis : sayang pertanyaan yg lain tidak dijawab, terutama detail tentang nuh dan pendapat anda tentang beriman sambil minum baygon 500 ml..
    @Buddha Josaphat mengatakan : Alkitab bukan pelajaran sains, masalah Anda adalah Anda tidak mempercayai adanya ALLAH. Jika Allah ada, maka segala pemeliharaan Allah bagi orang beriman, mujizat, hal-hal supranatural dan suprarational tidak menjadi masalah. Jika logika Anda mengatakan Allah itu tidak ada, Anda harus bisa memberi argumen-argumen yg menyanggah bahwa Allah itu ada. Saya tunggu untuk itu, jangan mengelak dech…..

    kasus hitler ga cukup untuk buktiin sifat maha kuasa, maha pencipta, maha bijaksana , maha kasih dll itu ga mungkin ada di satu mahluk?

    jadi anda yakin kanguru australia berenang ke tempat nuh? 🙂

    Kedua, orang Buddhis jangan hanya bisa sebagai penonton dalam pergaulan universal, karena isu kejahatan dan penderitaan manusia bukan hanya isu buat orang Kristen(dalam hal ini org Kristen telah memberikan jawabannya) tapi isu buat kaum buddhis bagaimana menjawab dan memberikan solusinya. Saya tunggu lho……….jangan pura2 bego dech……..

    🙂 jgn pura2 bego juga, kalo udah belajar puluhan tahun buddhism, pasti tahu banyak praktisi2 yang memberi solusi, satu contoh simple = engaged buddhism.

    Orang Kristen yg waras, diberi Tuhan logika tentu tidak mencobai Tuhannya dengan cara minum racun untuk membuktikan dia beriman.Apa tujuan saya minum baygon, sedangkan Tuhanku tidak memerintahkan spt itu? Kisah Paulus yg digigit ular beracun namun tidak mati, Ludwig Ingwer Nommensen merupakan misionari untuk suku Batak, pernah diberi minum racun oleh seorang dukun suku Batak, namun tidak mati dan akhirnya bertobat. Teman saya yg berasal dari Jawa Tengah yg melayani suku Anak Dalam pernah juga mengalaminya, namun tidak mati keracunan. Bukankah ini membuktikan mereka orang2 beriman??? So what?

    saya ga menguji tuhan anda, saya menguji iman anda..
    bahkan dari awal saya ga nyuruh anda minum (inget pelajaran bahasa tentang beda tanda tanya dan tanda seru?), saya tanya apakah mungkin menurut anda beriman + minum baygon 500 ml = ga mati?

    N.S.menuliskan : bahkan saat berlatih meditasi, seluruh konsep kitab suci harus di lepas. (walau belum mencapai nirwana). pernah ikut retreat vipasanna?
    @Buddha Josaphat menjawab : HAHAHAHAHAHA, Anda ini benar2 lucu dan aneh……sepertinya Anda kena cuci otak dech tak bisa membedakan saat meditasi diretreat dan saat hidup didunia nyata…….Trus abis meditasi ngapain???? Nggak perlu lagi baca kitab suci abis retreat????? Anda terasa hidup di nirvana ya, semuanya jadi ilusi…..impermanen…….immaterial…….ehmmmm…….Saya dulu nggak usah ikut retreat vipasanna, karena setiap malam mulai jam 7-10 malam saya melakukan meditasi dalam posisi lotus……..justru dalam keheningan saya bertemu Yesus…….saya bukan hasil penginjilan orang Kristen lho…….dan dulu saya sering berdebat dengan teman2 Kristen dan hasilnya seri………So what?

    makanya ikut retreat, jgn belajar sendiri yg ga jelas…
    vipasana tidak hanya dilakukan saat duduk meditasi, tetapi dalam kehidupan sehari2.. belajar lagi deh…

    N.S. menuliskan : “saya menerima sesuatu jika itu bermanfaat untuk kemajuan batin, masuk di akal sehat dan jika bisa dipraktekkan terlebih dahulu, maka bisa terlihat hasilnya.. (tentu jika dengan akal sehat udah ketahuan ga perlu dipraktekan ya besar kemungkinan saya tolak) ”
    @Buddha Josaphat menjawab : no comment dech, cuma saran saya hati-hati dech dalam bermeditasi mengosongkan diri, pasukan Mara paling suka itu……..jangan2 Anda nanti mengaku jelmaan Buddha hidup lho, seperti Seng Yen Lu……

    meditasi bukan mengosongkan pikiran, bukan mengosongkan diri…
    apa sh yang anda pelajari puluhan tahun di buddhism?

    N.S. menuliskan : “buddhism mungkin juga memiliki sisi misionari, tapi tidak dilakukan dengan “menyerang” kepercayaan lain secara halus, pernahkah anda mendengar issue “buddhanisasi” ?
    @Buddha Josaphat menjawab : “mungkin”??? Pasti dech jgn malu2…………Anda khan sering main diwebsite Buddhis dan banyak baca buku karangan Bhikkhu Sri Langka dan Barat apakah tidak ada “penyerangan”????. Buddhanisasi memang tidak ada di Indonesia???? Belum diberi stigma sih……Anda tahu apa yg terjadi di Sri langka? Banyak sekolah2 Kristen diambil alih??? Anda tahu apa yg terjadi dengan suku minoritas Karen di Myammar yg dianiaya dan dipaksa untuk menyembah patung Buddha?? Apakah tidak ada upaya Buddhanisasi?????? Apakah umat Buddhis tidak pernah melakukan kekerasan terhadap umat kepercayaan lain yg selalu diklaim oleh umat Buddhis???? Anda bisa cari diinternet apakah umat Buddha bersama bhikkhunya melakukan kekerasan dan pembakaran gereja!!!!!!

    dan menurut anda apakah itu didukung atau dikecam di internal buddhism? beda loh dgn dukungan terang2an untuk kritenisasi yg dilakukan oleh teman2 anda…

    N.S. menuliskan : “sayang sekali kita tidak bisa bertemu langsung, saya di jakarta. tapi kadang ke medan koq”
    @Buddha Josaphat menjawab : Saya kadang2 ke Jakarta untuk urusan bisnis, jika Anda datang ke Medan dan ada waktu, bisa menghubungi saya lewat e-mail : buddhajosaphat@yahoo.com, saya bersedia memberikan waktuku buat Anda sebagai permulaan persahabatan yg tulus…..:) p .

    🙂

    N.S menuliskan : Buddha Josaphat menulis : “Tidak semua penderitaan manusia disebabkan karena dosa atau karma orang yg bersangkutan atau karena orang tuanya. ”
    N.S. menulis : “setuju untuk point ini, tentu pernah mendengar tentang panca niyama kan? karma hanya salah satu di antaranya..
    @Buddha Josaphat memberikan komentar : Sorry, saya tidak setuju point Anda dan saya udah tahu tentang pengertian karma dan panca niyama. Ini kutipan saya tentang salah satu isu karma : Kamma orang tua diwarisi oleh anaknya.
    Pandangan ini beranggapan bahwa orang tua yang melakukan kamma buruk maka hasilnya (vipaka) akan di terima oleh anaknya atau keluarga lainnya. Pandangan ini keliru karena prinsip kerja kamma adalah siapa yang melakukan perbuatan maka ia akan yang menerima hasilnya. Dalam Cullakammavibhanga Sutta; Majjhima Nikaya 135 Guru Buddha bersabda : “Semua mahluk hidup mempunyai kamma sebagai milik mereka, mewarisi kammanya sendiri, lahir dari kammanya sendiri, berhubungan dengan kammanya sendiri, dilindungi oleh kammanya sendiri. Kamma itulah yang membedakan makhluk hidup dalam keadaan rendah atau tinggi.”
    Dalam kasus tertentu terlihat sepertinya orang tua yang melakukan kamma buruk dan anaknya yang mengalami penderitaan. Hal ini bukan berarti kamma buruk orang tua diwarisi oleh anaknya, tetapi ini lebih berarti bahwa kamma buruk orang tua tersebut memicu kamma buruk si anak untuk berbuah. Dengan kata lain seseorang akan menerima akibat dari kammanya sendiri, tetapi kammanya dapat mempengaruhi atau mengkondisikan kamma orang lain untuk berbuah.

    belajar lagi deh tentang karma…

    Kedua, dalam panca niyama, sepertinya ada hal yg kebetulan dengan kondisi logis, dalam kekristenan tidak dikenal hal yg “kebetulan”….semua kejadian Tuhan tahu dan ada maksud yg terkandung didalamnya..

    entah apa maksud tuhan membiarkan hitler bantai2 orang, kerusuhan mei 98, kelaparan dimana2, perang dimana2, dll..

    N.S. menuliskan : maaf juga kalo ada kata2 yang kurang berkenan… thks atas diskusinya yah… udah lama ga bahas ginian sejak FC kaskus ga ada lagi..
    and kalo bisa, jangan baca buku2 buddhism dari “buddha hidup” seng yen itu… itu bukan buddhism.
    @Buddha Josaphat menjawab : Your are welcome…….terus terang saya belum pernah berdiskusi di internet lho, baru pertama kali nich dan gaptek lagi……maklum generasi tua………..hahahahaha.
    Sebenarnya baru pertama kali saya baca buku Seng Yen lu yg diberikan secara cuma2 saat ada kenalan saya buat acara di tiara hotel Medan, jadi ada bhikkhu2 yg membagikannya secara gratis…..utk menghormati mereka saya menerima bbrp buku dari mereka. Isinya sungguh diluar ajaran Buddha yg sebenarnya……..logiskan saya walaupun orang Kristen lho……..hahahahaha

    🙂

    Selamat berliburan ya, semoga Sang Pemilik Alam semesta ini memberikan pencerahan bagi Anda dengan kerendahan hati ingin mencari kebenaran……Amin!!!

    ya kalo beneran ada, bantu dulu deh yg lagi butuhin dia di medan perang dan wilayah bencana…

    Note : Kemarin Anda menuliskan ini dan lupa saya membalasnya :
    N.S. menuliskan :urus urusan masing2, jalanin ajaran masing2, dan abis mati ntar ya trima hasil dari pilihan masing2…
    @Buddha Josaphat menuliskan : Pernah dengan Pascal’s wager? : “Saat kita mati, ternyata Tuhan tidak ada maka tidak ada yg rugi, namun jika ternyata adaTuhan, maka orang skeptis akan mengalami kerugian terbesar…….

    sip… good luck with you choice…
    thx yah…

  146. lth
    29 Agustus 2011 pukul 1:39 AM

    Si A terlihat sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk memancing dan si B mengetahui rencana si A untuk memancing. Lama kelamaan si B tertarik untuk mengikuti kegiatan si A.
    Sedangkan si C sedang mengamati dan mendengarkan percakapan keduanya.

    Si A: hmm, semua perlengkapan dan persiapanku hampir selesai semua nih…
    Si B: wah bagus, apa lagi yang masih kau butuhkan ?
    Si A: sebentar, aku ingat ingat dulu yah …..
    Si B: ok, gpp. Aku juga mau ikut mancing jadi aku juga bisa bantu kekuranganmu 😀
    Si A: oh iya aku ingat sekarang, aku masi butuh alat pancing dan senar-nya
    Si B: lha, masi belum punya alat pancing dan senar-nya tho ?!?!?!? sini aku bawa’in minyak goreng dan kayu bakar.

    Si C hanya mendengar percakapan tsb dan menyimpulkan, 2 orang ini mempunyai tujuan yang sama, yi: memancing tapi
    – Si A secara daya ingat masih memerlukan alat pancing-nya.
    – Si B secara keinginan ingin cepat masak & makan hasil pancingannya.

    MOS: tanya kepada rumput yang bergoryang kemana arah angin bergerak.

  147. 4 September 2011 pukul 7:17 PM

    Panjangggggggg banget…. Sip deh! Selamat berdebat 🙂
    numpang lewat aja, karena saya ngga percaya agama apapun jadi saya ngga punya alasan menghakimi dan mencaci-maki . Peace and thx

  148. j wong
    5 September 2011 pukul 4:23 AM

    saya orang bodoh yg lagi belajar mengamati semua ajaran agama yg ada..point penting adalah semua ajarannya BAIK..kebetulan saya orang bodoh yg berpikiran LOGIS..jadi saya memilih BUDDHA sebagai sandaran saya..kenapa BUDDHA tdk bicara tentang TUHAN?karna sama dgn kita bicara tentang PESAWAT ULANG ALIK(kebetulan wujudnya ada)..seharusnya tdk perlu kita bicarakan sesuatu yg kita tau ada tapi kita tdk tau fungsi/kegunaan/dll sbgnya..simpelkan???agama BUDDHA tdk pernah mengunci pikiran kita harus percaya trhdp ajarannya..sehingga kita bisa leluasa menganalisa yg baik kita serap dan yg tdk kita pinggirkan..dan kenapa ada anak2 yg lahir cacat???karna ini adalah SEBAB AKIBAT…dan dosa tdk ada kata pengampunan…tdk ada mujizat dlm hidup ini…jgn lah membunuh sekalipun itu binatang karna mereka akan merasa tersakiti…jgnlah sesama kita saling menghujat karna akan menambah beban dalam hidup ini…

  149. 5 September 2011 pukul 5:09 AM

    Kong Fu Tze lebih jujur dan apa adanya…. “Tentang LANGIT / TI EN, aku TIDAK TAHU.”

  150. wira wilahuky
    6 September 2011 pukul 3:32 AM

    dedewijaya bicara santun tapi yang lain kok kasar ya, kayaknya pepatah buah bisa dilihat dari pohonya itu benar ya, tolong berdebat dengan kepala dingin jangan ada caci maki.

  151. j wong
    8 September 2011 pukul 6:30 AM

    achong :

    tanya Buddha :
    1. Siapa yang menentukan kita masuk ke nirwana, reinkarnasi, atau neraka?
    2. Kalau memang dengan berbuat baik, anda bisa terlepas dari penderitaan, kenapa anda tidak tinggal di gua atau hutan seorang diri saja?? tidak akan ada yang mengusik anda atau menggoda anda utk berbuat dosa..<br
    3. Siapa yang memberikan kepada Sidharta Gautama title Buddha?? Apakah dia dengan beraninya memberikan claim sndiri kepada dirinya dengan sebutan tersebut?
    4. Apakah konsep reinkarnasi anda? Jikalau reinkarnasi ada, beruntung orang yang lahir di zaman-zaman akhir mendekati kiamat.. karena tidak akan ada lagi kehidupan di bumi..Dia tidak perlu menjalani lagi hukumannya di bumi, yah kecuali di konsep Buddha manusia bisa bereinkarnasi menjadi alien..

    1.KITA yg menentukan sendiri mau masuk kemana tentunya.
    2.berbuat baik itu tdk harus di GOA,dimanapun kita bisa berbuat BAIK.
    3.sama aja dgn seseorang bisa menjadi PRESIDEN siapa yg memberikan???
    4.diBUDDHA kapan disampaikan ada KIAMAT???
    bicara KIAMAT dlm ajaran lain selalu mengatakan SUATU SAAT ada KIAMAT…he he he..suatu saat itu hanya omongan yg seolah2 ada…aneh…

  152. liong
    9 September 2011 pukul 6:54 AM

    Saya mau memberikan pendapat mengapa saya tidak mau memilih agama Kristen :
    1. Kalau suatu kitab berisi sebagian salah sebagian benar, maka apa yang diramalkan oleh kitab itu pasti mungkin juga salah mungkin benar.
    Dalam kitab dituliskan tentang penciptaan bumi yg 6 hari saja, usia bumi ini ditaksir hanya 5000-6000 tahun (menurut bukti & peninggalan yg ada bumi sdh berumur milyardan tahun), kisah dongeng tentang air bah yg tdk masuk akal (bagaimana sebuah kapal yg bagaimanapun besarnya bisa menampung seluruh makhluk hidup) dan cerita-2 lain yg seperti kisah 1001 malam. Kesimpulannya kalau yg dapat dibuktikan saja terbukti salah, bagaimana dengan yg tidak dapat dibuktikan misalnya tentang ramalan akhir zaman, surga yg hanya dapat dimasuki orang kristen, orang non kristen pasti masuk neraka. Pasti hal ini juga bisa salah.

    2. Tuhan adalah egois jika hanya yg menyembahnya saja bisa masuk surga, saya tidak rela jika nenek moyang kita yg pasti non kristen masuk neraka semua.

    3. Dalam penyebarannya agama kristen menggunakan teknik intimidasi & pembodohan terhadap umat beragama lain.

    Demikian dari saya

  153. j wong
    9 September 2011 pukul 8:42 AM

    liong :

    Saya mau memberikan pendapat mengapa saya tidak mau memilih agama Kristen :
    1. Kalau suatu kitab berisi sebagian salah sebagian benar, maka apa yang diramalkan oleh kitab itu pasti mungkin juga salah mungkin benar.
    Dalam kitab dituliskan tentang penciptaan bumi yg 6 hari saja, usia bumi ini ditaksir hanya 5000-6000 tahun (menurut bukti & peninggalan yg ada bumi sdh berumur milyardan tahun), kisah dongeng tentang air bah yg tdk masuk akal (bagaimana sebuah kapal yg bagaimanapun besarnya bisa menampung seluruh makhluk hidup) dan cerita-2 lain yg seperti kisah 1001 malam. Kesimpulannya kalau yg dapat dibuktikan saja terbukti salah, bagaimana dengan yg tidak dapat dibuktikan misalnya tentang ramalan akhir zaman, surga yg hanya dapat dimasuki orang kristen, orang non kristen pasti masuk neraka. Pasti hal ini juga bisa salah.
    2. Tuhan adalah egois jika hanya yg menyembahnya saja bisa masuk surga, saya tidak rela jika nenek moyang kita yg pasti non kristen masuk neraka semua.
    3. Dalam penyebarannya agama kristen menggunakan teknik intimidasi & pembodohan terhadap umat beragama lain.
    Demikian dari saya

    Sdr Liong,Agama saya(BUDDHA) tdk pernah mengajarkan kita utk menjelek2an agama lain..kita hanya perlu berbuat kebaikan,jangan membunuh,selalu penuh dgn perdamaian,jagalah bumi ini dr kehancuran dll sbgnya..itu juga sudah sangat membantu DENGAN atau TANPA kita percaya dgn AGAMA sekalipun

  154. 10 September 2011 pukul 7:54 AM

    @ N.S. : Saya baru pulang dari long holiday…..capek benar ini……Benar, paradigma kita berbeda…..saya mempercayai Alkitab sebagai ultimat kebenaran tertinggi sedangkan Anda tidak perlu mempercayai Tipitaka sebagai ultimat kebenaran tertinggi….jadi susah nyambung…….Artinya kita tidak mendarat atau tidak berpijak pada apa dasar diskusi yang sama. So…….bubar dech………..:)
    Kasus Hitler yang membantai orang-orang Yahudi tidak bisa dijadikan bukti bahwa Allah itu tidak ada. Dengan asumsi jika Allah tidak ada, tidak akan meghilangkan fakta adanya bencana dan penderitaan manusia. Jika Allah tidak ada, maka lebih baik hidup bersenang2 dech, nggak perlu agama, hidup seperti orang ateis, mati ya udah abis…….enakan gitu???? Saya yakin Anda tak akan setuju dengan ide saya bukan???? Karena hidup ada tujuannya, maka mengapa kita perlu tetap hidup walaupun adanya penderitaan. Karena itulah saya meminta Anda dari kemarin untuk memberikan pembabaran dari ajaran Buddha terhadap isu tersebut. Tapi Anda memberikan saya bukti Engaded Buddhism( Organisasi Buddhis tentang Sosial Kemanusiaan) iya jadi nggak nyambung. Saya minta ajaran bukan bakti social mengenai penderitaan manusia. Beberapa waktu yg lalu saya menanyakan apakah kasus Hitler itu membunuh lebih dari 6 juta orang-orang Yahudi karna karma buruk yang telah matang dari orang-orang Yahudi yang dalam kehidupan masa lalunya telah mencelakai Hitler???? Pertanyaan lain saya kemarin : “Apakah Hitler bersalah membunuh lebih 6 juta orang-orang Yahudi dalam pandangan ajaran Buddha???? Logika saya mengatakan Hitler “TIDAK PERNAH BERSALAH” dalam pandangan ajaran Buddha bukan????, karna dia cuma menjalankan hukum Karma!!!! ( sekedar info : bendera Jerman dimasa Hitler berkuasa berlambangkan “SWASTIKA” lho??????….) Tetapi ajaran Kristen “JELAS” bahwa Hitler bersalah dan patut dihukum karena telah membunuh!!!! Anda tidak menjawabnya atau mengelak untuk menjawabnya????? Apa saya perlu bantu Anda dengan membuka Kisah Vidudabha – didalam Dhammapada Atthakatha Bab IV : 47 yaitu syair yg diucapkan oleh Buddha Siddharta tentang nasib suku Sakya??

    Orang Kristen sangat memahami dan mengerti mengapa dunia terdapat banyak sekali bencana, sakit penyakit, kematian, dan penderitaan lainnya. Kitab Kejadian telah memaparkan dengan jelas bahwa alam semesta termasuk manusia, hewan dll diciptakan oleh Allah dengan baik adanya, walaupun bukan yang terbaik dari kondisi yang ada, namun manusia tidak mau mendengarkan peringatan dari Sang Penciptanya, dan sampai hari ini banyak manusia yang berperilaku hal yg sama, meremehkan Sang Penciptanya, oleh sebab itu Tuhan membiarkan mereka mencari, hidup dan berkarya diluar Sang Pencipta yang merupakan sumber hidup itu sendiri…… Umat Kristen percaya ada suatu masa yang akan datang bahwa manusia dan hewan akan menempati suatu tempat yang terbaik dimana kesusahan, sakit penyakit, air mata, kejahatan, kematian dan segala penderitaan fisik dan mental tidak ada lagi dan itu diceritakan dalam Kitab Wahyu. Mengapa saya percaya kepada Tuhan yang diceritakan dalam Alkitab adalah bahwa Allah memberikan pengharapan dan pertolongan bagi setiap orang yang mau percaya kepada-Nya dan merendahkan diri untuk menerima pertolongan dari-Nya. Dalam hal inilah orang Kristen memiliki pengharapan yang begitu besar dan antusias yang tinggi untuk memberitakan Kabar Sukacita(Injil) tersebut kepada semua orang. Jadi pemberitaan Injil bukan didasarkan oleh institusi, tetapi merupakan inisiatif dari pribadi setiap orang yang telah mendapatkan pencerahan, memiliki pengalaman pribadi dalam hidup dan berjalan bersama dengan Tuhan. Orang yang belum mau percaya, tidak akan pernah mendapatkan mengalaman eksklusif tersebut walaupun Anda pernah hidup didalam lingkungan gereja, baca Alkitab, datang kebaktian minggu dll berpuluh-puluh tahun tidak menjamin Anda memiliki pengalaman hidup bersekutu dengan Tuhan.
    Anda bertanya, “apakah kangguru berenang ke tempat Nuh???” Itu saya tidak tahu, yang saya tahu kangguru juga ada di pulau Irian(Nugini), caranya bagaimana? Saya tidak tahu…..Kuda ada di Australia, harimau ada di pulau Sumatera, namun juga ada di India, koq bisa??? Saya tidak tahu…….Yang saya tahu adalah Tuhan memanggil datang hewan-hewan untuk berkenalan dengan Adam dan Adam memberikan nama hewan-hewan tersebut( Kejadian 2 : 19-20), jadi dimasa purbakala hewan masih berkumpul disuatu tempat dekat Adam, dan air bah dizaman Nuh terjadi sebelum manusia diserakan keseluruh dunia oleh Tuhan di menara Babel( Kejadian 11). Jadi air bah bersifat global dalam pengertian ruang lingkup manusia itu hidup disaat itu. Diluar itu saya tak tahu…………
    Mengenai hal baygon, ada kejadian orang yg tidak memiliki iman/ pengharapanpun minum baygon juga tidak mati jika belum saatnya dipanggil pulang oleh Tuhan, jadi kalo orang Kristen beriman tentu dia tidak akan mau minum baygon….kecuali logikanya yg nggak jalan…
    Anda mengganggap saya kurang memiliki pengetahuan saya tentang meditasi vipasanna dan ajaran Karma itu terserah Anda menilainya. Jika ada yg tidak benar menurutmu, Anda boleh membantahnya dengan memberikan argumentasi Anda… Anda pernah baca buku “A Buddhist Way of Mental Training” ? Karangan Ven. Phra Dhammavisuddhikavi. Buku itu yang saya tahu saja………..Disana diajarkan posisi meditasi vipasanna dalam posisi duduk, berdiri, berjalan dan tidur(merebahkan diri)…….Sudah pernah coba semuanya, mana posisi yg paling nyaman buat Anda???? Meditasi yg tertinggi yg umat Buddhis ingin capai itu apa……..???? Pembebasan diri????? Dari apa????? ……………akhirnya……….ilusi…….,immpermanen……….., anatta( non self)…………….
    Anda bertanya, apakah penganiayaan umat Kristen di Myanmar dan Sri Langka itu didukung atau dikecam di internal institusi Sangha?? Saya tidak tahu, lebih baik Anda tanyakan kalo ada datang bikkhu2 dari negara2 tersebut….yang pasti dibulan Agustus 2011 masih terjadi penganiayaan dan pembakaran rumah tempat tinggal orang Kristen yang minoritas diSri Langka…….Penganiayaan itu berlangsung dari tahun 2005 s/d sekarang. Kalo kasus pengambilan sekolah2 Kristen di Sri Langka kelihatannya disetujui oleh pimpinan Sangha disana………..Seharusnya ini tidak terjadi jika umat Buddhist yakin bahwa ajaran Buddha is the best among others religion….mengapa kuatir…….?????? Bagi orang Kristen nggak ada yg dikuatirkan, jika ada yang mau pindah agama, monggo….silakan……..Dipastikan tidak ada akan mengitimidasikannya……..apalagi kehilangan nyawan………..

    Salam;

    BJ

  155. 10 September 2011 pukul 8:18 AM

    @Liong : Anda perlu baca keseluruhan diskusi kita agar dapat pointnya……..jangan double standard dalam memberi penilaian terhadap kitab suci 2 agama tsb……….

    Jangan Anda kuatir tentang nenak moyang Anda……..Tuhan itu maha tahu, penuh kasih dan adil………Banyak cerita Alkitab orang yang tidak mengenal dan bukan bangsa Israel juga memiliki hidup disorga, buktinya Ruth dari bangsa Moab, Rahab perempuan Kanaan juga selamat, dll. * Matius 8:11 Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga”, Yang perlu dikuatirkan justru Anda, yang udah tahu, namun menolak kebenaran Tuhan………..

    Anda menuliskan : “Dalam penyebarannya agama kristen menggunakan teknik intimidasi & pembodohan terhadap umat beragama lain.” Bisa berikan bukti teknik intimidasinya, saya baru tahu dari Anda….. Anda boleh bertanya, apakah orang yang sudah menjadi Kristen itu karena dibodohi atau malahan dicerahkan pikirannya???? Tanya ama Dede aja ya………

  156. 10 September 2011 pukul 10:19 AM

    @ J. Wong : Anda menuliskan : “kebetulan saya orang bodoh yg berpikiran LOGIS..” Salut dech “kerendahan hati” Anda…..dan baru pertama kali saya mendengarkan lelucon ini “orang bodoh bisa berpikiran logis????”………..Saya tidak yakin Anda bodoh, tapi pura2 bodoh mungkin ya………….Saya tidak tahu Anda ikuti ajaran dari aliran Buddha yang mana Mahayana atau Therevada?????………Memang benar Buddha tidak banyak (bukan berarti tidak pernah bukan????) membicarakan “Makhluk Hebat” yg kita namai Tuhan itu atau ADI Buddha, namun tidak berarti semua aliran umat Buddhis mempercayai tidak adanya Makhluk itu khan????

    Namun beda dengan kekristenan, Alkitab memberitahukan dan mengajarkan dari awal sampai akhir kitab adanya “Makhluk Hebat” yg disebut Tuhan itu yang biasa dipanggil YAHWE atau Adonai itu……Jadi Alkitab sudah membicarakan adanya Sosok Pribadi Yang Maha itu jauh sebelum Buddha Sidharta itu lahir………..Jadi pesawat ulang aliknya(memimjam istilah Anda :)) udah dibicarakan oleh umat Kristen jauh sebelumnya……

    Tuhan itu bukan alat/ barang yg dipergunakan karena fungsi/ kegunaannya. Dia bukan Jin dalam cerita lampu Aladin………..jangan meremehkan sesuatu yang tidak Anda pahami…………..bahaya, nanti menambah beban dalam hidup(lagi, meminjam istilah Anda….red) Anda….

    Ajaran agama yg mengunci pikiran kita pada intinya bukan agama yg baik, biasanya merupakan ajaran agama yg menyesatkan dan merugikan pengikutnya…..dalam hal ini ajaran Kristen tidak demikian……buktinya banyak orang Kristen yg pintar-pintar…..satu contoh : penemu Magnetic Resonance Imaging (MRI) buat scan tubuh manusia dipakai disemua rumah sakit ternama, pertama kali ditemukan oleh Raymond Damadian( orangnya masih hidup, rendah hati dan sangat beriman dan banyak menolong orang2 yg kesusahan, setia mengikuti Yesus……..)

    Anda menuliskan “dosa tdk ada kata pengampunan……” Benar didalam semua paham keagamaan termasuk ajaran Buddha. Namun didalam kekristenan dikenal “dosa” dapat diampuni dengan cara menebus dosa Anda melalui Yesus. Anda bersedia?????

    Anda bilang : “tdk ada mujizat dlm hidup ini…” Saya tidak sependapat, bahkan para ahli ilmu pengetahuan percaya “hidup ini” merupakan semua mujizat yang susah dijelaskan…….Contoh dalam tatasurya kita : Matahari, Bulan, Planet dalam alam semesta ini merupakan contoh sebuah mujizat….Bagaimana semuanya bisa berada pada posisinya dengan pas( jika posisi matahari bergeser hanya seper trillion milimeter saja, bumi menjadi sunyi senyap karena abis terbakar oleh panas matahari). Dalam istilah ilmiah disebut “Fine Tune Cosmological” Jika Anda berminat tentang Science bisa lihat di : http://www.godandscience.org/apologetics/cosmoconstant.html

    Kami orang Kristen percaya, karena Allah yang mengatur dengan sempurna, sehingga bumi memiliki kehidupan seperti sekarang ini………… Teori Evolusi mengenai asal usul kehidupan( teori primordial soup/ abiogenesis spontaneous yang dulu dipercayai dan diajarkan mulai SMP dulu sudah ditinggalkan para ilmuwan, karena tidak bisa menjelaskan banyak hal………Manusia bisa menciptakan protein(asam amino), namun tidak memiliki kehidupan didalamnya, kecuali Allah memberikan napas kehidupan……..

    Salam BJ

  157. j wong
    10 September 2011 pukul 11:03 AM

    ha ha ha….seluruh tulisan anda cukup BAGUS,hanya syg saya adalah org bodoh yg sulit utk dibodoh2in…kebenaran atopun ketdk benaran selalu terjadi diliat dr sudut pandang yg berbeda2…terima kasih atas penjelasannya…saya pribadi sangat menghargai tulisan anda,tdk ada sedikitpun rasa negatif terhadap ini semua…mungkin sedikit pengetahuan yg saya dptkan dan ingin saya tulis juga disini:
    1.Meditasi utk melepas kemelakatan didiri kita,jadi bukan ilusi,tentang TUHAN itu baru namanya ilusi (maaf).
    2.Hidup adalah penderitaan,itu sangat jelas…oleh karena itu semua makhluk hidup dibumi ini selalu berusaha utk hidup bahagia,tapi mereka salah artikan dgn kata2 bahagia,mencari uang yg banyak agar bahagia,bisa membeli rumah mewah agar bahagia,demikian juga dgn mobil mahal…padahal yg kita butuhkan adalah HATI dan PIKIRAN yg BAHAGIA…
    3.tentang KARMA,mungkin anda perlu belajar lbh mendalam tentang HUKUM KARMA…karna yg anda ceritakan tentang HITLER vs org2 YAHUDI itu SALAH.
    4.mengenai BENCANA di muka BUMI ini bukan karena kehendak yg diATAS,tapi ini semua adalah ULAH MANUSIA itu sendiri…coba direnungkan…
    5.TUHAN hny memberi pertolongan kepada setiap orang yg percaya kepadaNYA,kalo sebagai TUHAN YG MAHA TAU DAN ADIL,tdk seperti itu kelakuannya,lihat saja IBu Theresia atopun Master Cheng Yen (yg nota bene hanya sosok manusia biasa aja)mau menolong siapapun dr latar belakang dan agama yg berbeda sekalipun…
    6.KANGGURU dll yg anda katakan tdk tau,sama aja dgn tentang TUHAN anda yg sebenarnya anda juga tdk tau keberadaannya…
    7.umat kristen percaya “ada suatu masa yg akan datang”..bukankah ini juga hanya impian org2 yg frustasi?
    8.org2 yg beragama Kristen yg percaya kepadaNYa,maka akan masuk ke SURGA..tapi koq anehnya pada takut mati ya?
    ya ini hanya sedikit pemikiran org awam seperti saya ini…mohon bimbingan dan pencerahannya..maaf kalo ada kata2 yg salah dr saya

  158. liong
    12 September 2011 pukul 2:06 AM

    buddha josaphat :

    Anda menuliskan : “Dalam penyebarannya agama kristen menggunakan teknik intimidasi & pembodohan terhadap umat beragama lain.” Bisa berikan bukti teknik intimidasinya, saya baru tahu dari Anda….. Anda boleh bertanya, apakah orang yang sudah menjadi Kristen itu karena dibodohi atau malahan dicerahkan pikirannya???? Tanya ama Dede aja ya………

    intimidasi contohnya adalah dengan mengancam tentang neraka yg tidak masuk akal mengklaim bahwa surga adalah miliknya & neraka adalah bagian dari orang non kisten.

    Pembodohan dengan cara memanfaatkan kekurangan agama lain, misalnya:
    1. Terhadap orang miskin yg diberi iming-2 sembako.
    2. Penyembuhan massal yang ternyata kalau diperhatikan yg sembuh hanya 1 banding 1.000, itupun banyak cerita-2 yg dilebih-2kan, kalau saya bandingkan hampir sama dengan kisah dukun cilik Ponari.
    3. Orang yg sakit parah & sekarat adalah sasaran yg empuk thdp teknik ini, bukannya mereka dikuatkan supaya lebih teguh thd agama mereka. mereka malah dibelokkan imannya

  159. 12 September 2011 pukul 4:59 PM

    @ j.wong : Anda harus saya juluki apa ya? “bobopin = bodoh-bodoh pintar” atau “pinpinbo=pintar-pintar bodoh”??? hehehehe, hanya bercanda aja ya jangan ambil dihati…….Ya, saya juga termasuk orang yang bodoh, jadi kita ini sama-sama orang bodoh…..Saya bodoh karena tidak semua hal saya tahu termasuk memahami Tuhan dengan sempurna, jika bisa berarti saya yang tuhannya…) namun bukan berarti orang bodoh tidak bisa mengenal Tuhan……Yesus mengatakan, Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu(Lukas 11:9). Orang bodoh bisa mengenal Tuhan loh, pernah coba?, Jika belum pernah, Anda bisa minta Tuhan mempertunjukan diri-Nya padamu dalam doa……… Saya mencoba menjawab pertanyaan Anda sejauh yang saya tahu ya…….
    1) Meditasi melepaskan kemelekatan diri, lepas dari anicca, dukkha dan anatta…..dan akhirnya semua itu tidak real/nyata > ilusi(menurut ajaran Buddha Theravada), Tuhan bukan ilusi namun INFINITE(tak terbatas)….tak dibatasi oleh ruang dan waktu, namun manusia dibatasi oleh ruang dan waktu…..oleh sebab itu manusia tidak bisa melihat Tuhan, jika bukan Tuhan yang menampakan diri-Nya.
    2) Saya setuju dengan Anda bahwa kebahagiaan bukan berarti banyak uang, rumah mewah, mobil mewah, isteri cantik, anak pintar dll. Kebahagian berkaitan dengan “HATI”…..Sikap hatilah yang menentukan “KEBAHAGIAAN” seseorang. Penderitaan, kesusahan, usia tua, sakit penyakit dan kematian “TIDAK DAPAT MENGHILANGKAN KEBAHAGIAAN SESEORANG” karena dia memiliki “SIKAP HATI YANG BENAR”…..Itulah sikap dan panggilan hidup orang Kristen yang sejati ( Alkitab penuh berisi kata-kata “Bersukacitalah senantiasa” didalam menghadapi segala problem kehidupan Contoh Surat Filipi). Sikap hati yang penuh sukacita sejati itu(bukan pura2 bahagia) hanya dapat diisi oleh KUASA(Roh) TUHAN yang diam didalam diri manusia yang memiliki persekutuan dengan Tuhan. Yesus berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”( Yohanes 10:10b). Manusia bisa mengisi hatinya dengan kebahagian dengan melakuan berbagai aktivitas, berorganisasi sosial, bermeditasi, pergi jalan-jalan, karaoke, hang out dll, namun semuaya itu kebahagiaan yang semu.
    3) Mengenai hukum karma dengan contoh Hitler membunuh lebih 6 juta orang Yahudi(contoh Hitler ini bukan dari saya…) dan saya memberikan cerita di Dhammapada Bab 4 syair 47 menurut Anda tidak benar, mohon diberikan petunjuknya dimana letak kesalahannya………
    4) Benar, bencana alam terjadi melalui peristiwa alamiah(hukum sebab akibat) karena factor manusia, namun demikian Tuhan mengetahuinya dan telah memberikan hukum tersebut dengan memerintahkan agar manusia menjaga dan memelihara alam yang Tuhan percayakan kepada manusia, jika manusia menyalah gunakan, maka manusia akan menanggung akibatnya seperti gunduli pohon dipegunungan dapat mendatangkan air bandang dikala hujan, dsbnya….
    5) Anda menuliskan : Tuhan “hanya” memberikan pertolongan kepada orang yg percaya kepada-Nya. Saya tidak nulis kata “hanya”…….Tambahan kata “hanya’ berarti Tuhan pilih kasih. TIDAK, Tuhan tidak pernah pilih kasih sekalipun orang tidak mau percaya kepada-Nya. Tuhan menerbitkan matahari dan menurunkan hujan baik bagi orang jahat maupun orang yang baik(Matius 5:45). Dan Tuhan Yesus berkata, bahwa setiap orang yang datang kepada-Nya, tidak akan ditolak-Nya(Yohanes 6:37). Masalah ada orang yang tidak mau datang pada-Nya. Dan Bunda Theresa mengikuti teladan Tuhan akan hal demikian dengan mengasihi sesama manusia, sekalipun itu musuh!!!(Matius 5:43-44) begitu juga Master Chen Yen yang banyak belajar tentang berbagi kasih kepada sesamanya manusia dari pastor Khatolik…..Didalam Buddhisme “TIDAK” dikenal istilah “KASIH”…..Ajaran Kristen didasarkan “KASIH” sebab “ALLAH ADALAH KASIH” (1 Yohanes 4:8) : “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
    6) Tidak semua hal saya tahu, apa yang tidak disingkapkan oleh Tuhan dalam Alkitab itu menjadi bagian dari Tuhan, apa yang dinyatakan oleh Tuhan bagi manusia itu menjadi bagiannya manusia. Tuhan ada dimana-mana, namun demikian setiap orang Kristen yang telah dilahirkan dari atas(bukan tumimbal lahir) oleh kuasa Roh Allah akan tahu bahwa ia merupakan anak(diadopsi) Allah dimana Roh Allah bersama-sama dengan rohnya menyaksikannya(Roma 8:16). Dan 1 Korintus 3 : 16 mengatakan, “ Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Artinya Roh Allah berdiam didalam tubuhku sebagai bait Allah…Dan untuk menunjukannya dimana Allah itu, ibarat angin yang bisa kita rasakan namun kita tidak tahu dimana ia akan bergerak pergi…..Jika Anda mau tahu, maka mintalah pada Tuhan agar Dia menunjukkannya padamu, bersediakan Anda mencobanya??? )
    7) Orang Kristen tidak pernah frustasi akan pengharapan dimasa yg akan datang. Kitab Wahyu bukan hanya sebuah cerita, namun didalamnya ada nubuatan yang telah digenapi sebagian, jadi mengapa kami harus frustasi atau ragu???? )
    8) Orang Kristen sejati “TIDAK” kenal takut mati, sekalipun dibawah ancaman kematian… Pernah dengar ayat ini yang ditulis oleh Rasul Paulus, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”?( Filipi 1:21-23). Bagi orang Kristen, kematian bukanlah akhir dari segalanya, namun merupakan awal kehidupan yang sejati. Disaat roh orang beriman bertemu dengan Sang Pencipta di sorga……pribadi orang tersebut tetap exist(tidak lenyap jati dirinya)…..Jadi disaat maut menjemput, takkan menggentar hati orang beriman…

    Sekarang giliran saya yang bodoh ini minta pencerahan juga boleh ya??
    1) Menurut Anda, tanha(keinginan, hasrat, kehendak) itu jahat/ negatif atau tidak? Tolong berikan pembabaran jika ada disertai contohnya.
    2) Keinginan/ hasrat/ kehendak untuk melenyapkan tanha itu apakah bukan tanha itu sendiri? Bagaimana Anda bisa memberikan suatu pencerahan yang kelihatan logis???
    3) Kehidupan merupakan sebuah lingkaran tumimbal lahir yang tidak memiliki awal, bagaimana bisa memiliki akhir dengan terlepas dari samsara, ibarat sebuah lubang gelap yang tidak memiliki dasarnya, bagaimana kita bisa lompat keluar???
    4) Apakah kehidupan itu identik dengan penderitaan(dukkha), bagaimana kita bisa tahu adanya penderitaan tanpa mengetahui adanya kebaikan?? Darimana datangnya kebaikan itu?

    Sekian dulu, jika ada yang kurang kupahami, bolehkah kubertanya lagi??

    Salam
    BJ

  160. 12 September 2011 pukul 5:50 PM

    @liong : Aliong……….., menerangkan tentang neraka bukan artinya intimidasi. Semua ajaran agama mengajarkan juga tentang adanya “neraka”. Dalam Buddhisme ada disebutkan tentang alam neraka (Niraya), alam Binatang (Tiraccchana), alam setan (Peta), alam Iblis(Asurakaya). Dalam tradisi Buddhisme Mahayana khususnya orang Tionghua dikenal Cap Pek Tei Gek(delapan belas tingkat kondisi penghukuman dineraka yang sangat mengerikan itu, dimana makhluk-makhluk neraka yg berwajah mengerikan melaksanakan penghukuman terhadap manusia berdosa.(Dalam hal ini ajaran Buddha dipengaruhi oleh ajaran Samanisme)…Neraka ada dan diciptakan oleh Tuhan itu KHUSUS buat setan/ iblis awalnya bukan dibuat khusus utk manusia didalam paham Kristen. jadi setan/ iblis bukan pelaksana hukuman dineraka, namun merupakan sosok yang terhukum/dihukum dineraka. Tapi manusia sendiri ingin ikut serta si setan/iblis ke neraka, Tuhan bilang mari ikuti Aku, namun ada manusia lebih sudi ikuti setan, mungkin setan pernah buat promosi bahwa neraka itu tempat yang enak, indah, banyak tempat hang out seperti sorga…..:))

    Aliong menuliskan :
    1. Terhadap orang miskin yg diberi iming-2 sembako. (Liong, tolong tanya master Chen Yen dech……beliau lebih ahlinya :))

    2. Penyembuhan massal yang ternyata kalau diperhatikan yg sembuh hanya 1 banding 1.000, itupun banyak cerita-2 yg dilebih-2kan, kalau saya bandingkan hampir sama dengan kisah dukun cilik Ponari. ( Liong, jika Anda tak percaya jangan ikutan pergi ya,….:)) namun saya percaya adanya mujizat kesembuhan pada situasi tertentu, Anda boleh tanya setiap orang Kristen yang Anda jumpai, apakah dia pernah mengalami mujizat kesembuhan???? Baru nanti Anda ambil kesimpulan sendiri, gitu kok susah…….:))

    3. Orang yg sakit parah & sekarat adalah sasaran yg empuk thdp teknik ini, bukannya mereka dikuatkan supaya lebih teguh thd agama mereka. mereka malah dibelokkan imannya ( Orang yang sakit dan keluarganya kan bisa menolak kalo dia merasa tak terima, bukan karena sasaran empuk, tapi karena belas kasihan orang Kristen terhadap yang sakit apalagi yang sekarat. Ajaran Buddhis kan mengajarkan apa yang harus dilakukan menjelang saat kematian( Udah baca bukunya??) terhadap orang tsb, bahwa dia harus dikuatkan hatinya, beri dia ketenangan dan blaa-blaaa, agar orang tersebut bisa lahir dikehidupan yang lebih baik bukan???? Jadi Anda nggak perlu kuatir kalo dia berubah keyakinan, khan nggak ada pengaruhnya dalam paham Buddhisme bukan? Saya juga melayani orang-orang sakit, selain yg sehat. Ada juga yang menolak saat kita minta mau didoakan, tapi lebih banyak yang mau terima saat diceritain tentang isi Alkitab dan doa, akhirnya bertobat dan menjadi Kristen, malahan keluarga yang sakit berterimakasih atas perhatian kami, jadi bagaimana ini??? Jika Anda tahu seperti itu, makanya ajaklah teman-teman Anda untuk beri waktu kunjungi orang-orang yang sakit, hidup kesepian, stress dan depresi, kerasukan setan, orang pecandu narkoba, orang-orang kriminal, orang-orang miskin dll. jangan dibiarkan, jangan dibiarkan mereka itu menanggung segala karmanya yang buruk itu tanpa memberi mereka jalan keluar ……..:)) Bagaimana setuju????? :))

    Salam

    BJ

  161. liong
    13 September 2011 pukul 2:09 AM

    @buddha josaphat: memang antara kita ada perbedaan yg sangat signifikan, & gak pernah bisa ada titik temu. Apa yg saya bilang intimidasi & pembodohan di mata Anda dianggap sah saja & Anda bela.
    Memang pada dasarnya Anda dkk paling suka mengkonversi agama orang lain dengan segala cara. Ini tentu akan menimbulkan konsekwensi,siapa yg bertanggung jawab kalau nanti ada kekerasan yg mengatas namakan agama, kalau di Indonesia ini orang spt Anda sih tdk akan terkena akibatnya, yg kena adalah umat tingkat akar rumput & orang-2 yg sebetulnya tdk tahu menahu masalah ini.

  162. liong
    13 September 2011 pukul 2:11 AM

    @ j wong: Terima kasih tanggapannya

  163. j wong
    13 September 2011 pukul 2:25 AM

    ha ha ha…terserah anda julukin saya apa aja(dr tulisan anda saja sudah terbaca bahwa anda terlihat gusar dan tdk bahagia…maaf kalo seorang bodoh saja bisa membuat anda begitu gusar…santai man…he he he…
    saya dulu sekolah di methodist,suatu saat ada seseorang yg sakit dikunjungi oleh umat kristen beserta pak pendeta..mereka mengatakan agar segera masuk kristen biar bisa di doakan..itulah yg membuat saya mundur dr semuanya…
    semua agama mengajarkan yg BAIK,dan saya berani mengatakan”tdk semua ajaran agama BUDDHA itu benar adanya”..tdk seperti anda yg 100% mengaku semua ayat2 alkitab itu benar..karna pikiran dan logika anda sudah dikunci oleh itu semua,kita harus punya prinsip dan pikiran yg logis walopun kita ini sangat BODOH,contohnya anda mengatakan TUHAN itu tak terbatas..bisa juga TUHAN itu sebenarnya TIDAK ADA,TUHAN MENERBITKAN MATAHARI dan MENURUNKAN HUJAN (MATIUS 5:45) dan anda pikir sendiri aja apa masih relevan?,alkitab ada sebelum zaman batu..jadi koq uda bisa nulis setebal itu ya?dan saya juga tdk begitu percaya adanya SURGA dan NERAKA,mungkin anda uda pernah berkunjung kesana?mungkin bodohnya saya memang bodoh beneran tdk seperti anda yg mengaku bodoh karna selalu mengcopy ayat2 yg ada di alkitab…yg lainnya tdk perlu saya jelaskan lagi karna memang kita tdk sepaham…maka akan percuma menghabiskan waktu saya utk membahas dgn anda…sekali lagi mohon maaf kalo tulisan saya tdk berkenan..jangan ambil dihati..karna akan membuat anda tdk bahagia,anggap saja saya ini hanya orang yg tdk berguna dan merusak suasana hati anda…dgn ulasan anda diatas kalo anda merasa anda yg benar ya silahkan saja..saya juga akan mendoakan agar anda selalu sukses dan hidup bahagia selalu beserta keluarga….

  164. 13 September 2011 pukul 4:55 AM

    @ liong : Aliong, nggak usah munafik dech, semua agama bersifat misi termasuk agama Buddha. Kalo ada kekerasan/ kerusuhan karena agama, itu menunjukan ketidakdewasaan didalam beragama……..Terus terang saja, saya bukan tipe orang yg suka berdebat, karena berdebat tak menghasilkan apa-apa selain permusuhan. Saya lebih suka berdiskusi santai dan sharing bersama……tidak semua hal harus sepaham, kita boleh sepaham didalam perbedaan dengan belajar dan mendengarkan orang-orang yg berdiskusikan dengan kita…..Setiap malam minggu jam 7, kami ada kelompok diskusi mengenai berbagai isu yang menjadi kebutuhan masing-masing orang…..Kita sangat enjoy disitu…..

    @j.wong ; saya tidak pernah gusar terhadap semua bahasan kita disini, mungkin bahasa Indonesia saya kurang bagus, maklum orang Medan, agak totok…….Saya enjoy aja, walaupun saya sangat sibuk………..Mengenai pengalaman buruk Anda, saya tidak ada disitu dan mengikuti apa yg Anda alami, maka saya tak bisa mengomentarinya…..maafkan saya…..

    Mengenai semua ajaran yang baik, Anda bisa lihat komentar diskusi saya dari awal hingga akhir, agar Anda dapat info yg lebih baik…….Jika Anda tak mau percaya apa yg ditulis oleh Tipitaka, itu bukan masalah saya, namun itu masalah Anda dengan segala keyakinan Anda berkaitan dengan kitab suci Tipitaka itu……..

    Mengenai Tuhan ada atau tidak ada, Anda bisa lihat diskusi diatas. 🙂
    Tuhan tak ada, artinya setan tak ada, dewa-dewi juga tak ada, para bodhisatva juga tak ada……akhirnya semuanya tak ada, hanya ilusi bukan????? Kalo Tuhan tak ada, darimana datangnya kehidupan??? :))

    Anda tidak mau percaya adanya sorga dan neraka, itu masalah Anda, bukan masalah saya, walau pun semua agama percaya akan hal itu, termasuk ajaran Buddha :))

    Alkitab bukan ditulis dizaman batu, namun mulai ditulis dizaman Musa, dan Alkitab merupakan kumpulan kitab yang ditulis oleh 40 orang dari berbagai suku bangsa dan lokasi yang berbeda dalam rentang waktu 1600 tahun, namun fokus temanya berkaitan dengan Tuhan, Penciptaan, sejarah manusia, Penghakiman, dosa, dan sang Juruselamat dll……Jadi temanya bisa sama, dari tulisan orang yg latar belakangnya berbeda, bahasa berbeda……..ajaib bukan???. Dan tulisan kuno itu(manuskrip) masih ada sebanyak 5000 manuskrips dan 40.000 tulisan Alkitab dengan berbagai bahasa……..Tak ada tulisan kuno yang bisa menandingi apa yg terdapat dalam Alkitab…..!!!!!!

    Sekali lagi, saya tak pernah gusar apalagi unhappy,………saya selalu menatap hidup ini penuh makna setelah mengenal Allah didalam Yesus Kristus…..Sebelumnya memang hidup saya kurang happy, tak tahu tujuan hidup, perasaan saya hidup ini penuh kekosongan dan penderitaan…….dan hidup penuh ketidakmenentuan…….karena saya orang yg bodoh seperti Anda namun berpikiran logis…….

    Anda tidak mau memberikan pencerahan terhadap 4 pertanyaan saya, saya anggap Anda tidak nyaman berdiskusi dengan saya orang yg bodoh ini. That’s Ok, never mind…..I ‘m appreciated it…….Thanks

    Terimakasih untuk waktu dan kesempatan yang Anda berikan, semoga Anda menemukan kebahagiaan sejati yang bukan berasal dari dunia, namun berasal dari sumber bahagia itu sendiri…….. :))

    Shalom aleichem…(peace upon you)

    BJ

  165. liong
    14 September 2011 pukul 2:04 AM

    Ini ada SK Menteri Agama, tapi anehnya SK ini sering dilanggar tetapi tdk pernah ada berita yg kena sanksi.

    Berdasarkan SK Menteri Agama No. 70 tahun 1978, yang mengatur tentang Pedoman Penyiaran Agama, menetapkan bahwa penyiaran agama tidak dibenarkan untuk:

    (1) ditujukan terhadap orang-orang yang telah memeluk agama lain,
    (2) dilakukan dengan menggunakan bujukan/pemberian materiil, uang, pakaian, makanan/minuman, obat-obatan dan lain-lain agar supaya orang tertarik memeluk sesuatu agama,
    (3) dilakukan dengan cara-cara penyebaran panflet, buletin, majalah, buku-buku dan sebagainya di daerah-daerah/ di rumah-rumah kediaman umat/orang yang beragama lain,
    (4) dilakukan dengan cara-cara masuk keluar dari rumah ke rumah orang yang telah memeluk agama lain dengan dalih apa pun.

  166. 14 September 2011 pukul 11:22 AM

    @liong : cara berpikir Anda menunjukkan kekurangan dewasa dalam cara berpikir, cara mencari solusi dan menyikapi hal-hal yang terjadi didalam kehidupan, khususnya dalam hal orang-orang yang ngakunya buddhis dan pindah kepercayaan lain. Sikap Anda bersifat reaktif terhadap suatu masalah, jika Anda mendalami ajaran Buddha dengan benar, saya pikir sikap Anda tidak seperti begini. Maaf, jika saya memakai kata2 yg kurang berkenan dihatimu…..namun ini faktanya……SK 2 Menteri bukanlah solusi yang baik, namun merupakan produk yg dipaksakan oleh kelompok mayoritas terhadap kelompok pengikut agama-agama minoritas termasuk juga agama Buddha. SK 2 menteri ini merupakan bentuk pengekangan terhadap eksperesi umat beragama dalam mentaati ajaran agamanya. Jadi Anda memakai SK 2 Menteri untuk berbicara dalam forum ini yg menunjukkan kebodohan Anda sendiri!!!. 😥
    Dalam masyarakat yang maju dan dewasa pemikirannya, tidak akan ditemukan produk2 seperti SK 2 menteri ini yg diskriminatif!!!!

    Saya lihat, pengaruh ajaran ateis didukung sains yg salah merasuki ajaran dari aliran Buddhisme Therevada di Sri Langka dan Myanmar(kecuali di Thailand) yang dibawakan oleh para ateis2 Barat yg menganut buddhisme, dan paham ini juga berkembang didalam diri pemuda-pemudi buddhis di Indonesia khususnya, dimana mereka boleh tidak percaya sebagian tulisan/ kisah dalam Tipitakanya. Mereka lebih bersandar pada penalaran logis dalam alam modernisasi saat ini dan kemajuan sains. Sains seperti sejenis buddha lainnya dalam pemikiran mereka. Sains seperti ilmu baru dalam pencerahan bagi mereka. Terbukti saat saya tanya, apakah Anda percaya Buddha Dipankara bertubuh raksasa dengan tinggi 80 hasta dan berumur sangat panjang 100.000 tahun???? Jawaban adalah tidak percaya!!! Alasannya, itu tidak logis, tak ada manusia raksasa setinggi dan berumur panjang seperti itu, paling tinggi 2,5 meter dan usia paling tua 140 tahun…. Di Alkitab, kitab kejadian juga disebutkan adanya manusia-manusia raksana dizaman purbakala itu(walaupun tak disebutkan berapa tingginya dan usia manusia bisa mencapai umur sampai 1000 tahun pada masa itu. Dalam ajaran Hindu juga dikenal manusia pertama yang disebut Manu dan isterinya memiliki tubuh raksasa. Itu menunjukkan bahwa hal demikian perlu digali oleh ilmuwan Buddhis didalam menafsirkan tulisan Tipitakanya, bukan dianggap tidak logis, lalu dibuang, karena kurang mendapat info saja…. 😀

    Mengenai Tuhan juga, alirang Therevada yg berasal dari Sri Langka yg telah dipengaruhi ateisme juga menafsirkan ajaran Buddha dengan berkata Buddha tidak mengakui adanya Tuhan……Saya lebih menyukai pemahaman aliran Mahayana yang mengakui dan menyadari adanya sosok Tuhan yang disebut Adi Buddha atau Thatagata Buddha, karena ada banyak problema yg harus dijawab oleh orang Buddhis jika tidak mengakui adanya Tuhan….. #:-s

  167. liong
    15 September 2011 pukul 2:26 AM

    @buddha yosaphat: Tampaknya Anda senang menjuluki orang lain yg tdk sependapat dengan Anda sebagai bodoh :).
    Jadi disimpulkan bahwa Anda menentang SK Menteri Agama No. 70 tahun 1978 tsb. Menurut Anda peraturan yg tdk sesuai dengan kehendak Anda wajib dilanggar. Saya tdk tahu apakah sikap ini hanya dari oknum atau sikap resmi organisasi Anda.

    Saya memang bodoh dan karenanya saya hanya tahu sedikit tentang ajaran Buddha, lebih baik tahu sedikit dan berusaha menjalankannya daripada berpengetahuan luas tetapi menggunakannya untuk menghancurkan

  168. 15 September 2011 pukul 2:52 AM

    @liong : udah dech, malas saya berbicara dengan Anda yang tidak mengerti……buat capek aja…… 🙂

    Ajaran Buddha mulai hancur, karena ulah sekelompok orang yang ngaku mewarisi ajaran Buddha yang valid seperti bikkhu2 Sinhale itu yang menafsirkan ajaran Buddha dalam kacamata ateisme itu. Para bikkhu dan pengikutnya banyak melakukan teror terhadap kepercayaan agama minoritas di Sri Lanka terutama Hindu dan Kristen dengan cara yang tidak manusiawi, mengitimidasi, melukai, membunuh orang2 yg tak sepaham dengan kepercayaan mereka dan dengan semangat vandalisme yang ingin menghancurkan kehidupan manusia. Mungkin mereka mewarisi tabiat Raja Asoka yang sangat mereka kagumi itu yang telah membunuh semua bikkhu2 yg tidak sepaham dengan aliran Therevada seperti ajaran paham Therevada di Sri Lanka itu….. Kedua, ajaran Buddha dilemahkan oleh aliran Tantrayana Tibet yang banyak percaya takhayul dan upacara ibadah banyak dipengaruhi oleh ajaran Samanisme yang begitu kuat bercokol dalam kehidupan masyarakat Tibet. Jadi tidak heran terjadi sinkritisme antara ajaran Buddha dengan kepercayaan Samanisme……

    Udah dech, malas saya banyak tuliskan, tokh Anda juga kurang mengerti…… 🙂

  169. j wong
    15 September 2011 pukul 3:21 AM

    Liong dan BJ…lupakanlah segala sesuatu yg akan membuat kita berduka,bangunlah segala sesuatu yg bisa membuat kita berbahagia selalu,toch dari semua ini tdk ada yg mendapat keuntungan apa2…kita saling instropeksi diri dan apabila kita masih ingat kata2 MAAF…lakukanlah didalam hati kita apabila kita merasa gengsi untuk menyampaikan langsung ke yg bersangkutan…bersyukurlah kita masih diberi kehidupan yg layak dan janganlah bersikap sombong walopun kita merasa yg paling benar…karna apa yg saya dapatkan dr BUDDHA adalah KEBAIKAN,KELEMBUTAN dan PERDAMAIAN utk seluruh umat di bumi ini tanpa melihat latar belakang agamanya….(KEBAIKAN,KELEMBUTAN dan PERDAMAIAN sy dptkan dan sy rasakan pada saat saya memandang BUDDHA GAUTAMA,bukan dr omongan umat Buddhis)…mohon maaf kalo ada kata2 saya yg telah menyinggung perasaan siapapun…

  170. 15 September 2011 pukul 4:46 AM

    @ j. wong : Duka merupakan refleksi dari suka manusia…..manusia tahu adanya sukacita karena adanya dukacita…….Dua sisi ini menyatu didalam diri manusia……Jika kita menolak dukacita maka kita juga menjauhkan sukacita………..Tidak adanya dukacita, membuat kita tidak bisa mensyukuri apa itu sukacita…………..

    Marah bukanlah kata yang tabu, apalagi dianggap tidak suci…..Kata “marah” bersifat netral, tidak menghasilkan karma buruk. Marah yang suci menuntun setiap insan untuk menginstropeksi diri dan akhirnya menyadarkan( Budh ) diri orang tersebut dari ketidaktahuan(avijja/avidya)….Dalam hal ini, orang yang marah menghasilkan karma baik.. Jadi, jangan menyimpulkan kalo orang marah pasti orang ini tak beradab/ kurang suci hidupnya. Namun, marah juga bisa mendatangkan karma buruk/ dosa, yaitu marah yang tidak ada tujuannya dan bersifat desktruktif bagi orang tersebut dan orang lain…contoh marah yg ditimbulkan oleh Ambapali…

    Tanha juga merupakan kata yang “netral”…..Tanha ada didalam diri setiap orang…..Tanha yang dijauhkan atau mau dihilangkan merupakan tanha yg destruktif, misalnya keinginan mengambil hak orang lain alias mencuri….. Namun tanha yang konstruktif yang biasa disebut Kusala Cetana perlu kita kembangkan, misalnya ingin membahagiakan orang tua, hendak menolong orang yang susah dll. …..

    Begitu juga dengan penderitaan, tidak semua kehidupan penuh dengan penderitaan. Dan penderitaan juga bisa mengajari orang akan kebaikan. Contoh penderitaan : sakit gigi, dari satu sisi sakit gigi mendatangkan penderitaan( adanya sakit), namun sakit itu mempunyai tujuan baiknya yaitu memberitahukan orang itu bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan giginya dan harus cepat diperiksa ke dokter gigi agar sakit giginya tidak menyebabkan penyakit lainnya….. Pernah dengar kisah anak India yang tidak memiliki syarat perasa(kisah nyata)? Saat dia meletakan tangannya ke api, dia tak merasakan apa2, untung ibunya tahu, jadi anak itu harus kerumah sakit, karena tangannya gosong……akhir cerita anak ini melompat dari tempat yg tinggi dirumahnya dan ditemukan tewas dengan wajah tersenyum karena tak ada sakitnya……….

    Aku selalu memandang hidupku dengan sangat bahagia, memiliki isteri yg cantik dan cerdas, sepasang anak, keuangan yang cukup buat keluargaku dan memiliki kesempatan untuk berbuat kebajikan, membangun sekolah yang murah namun berkualitas nasional plus buat anak2 yang keluarganya kurang mampu, menanamkan etika/ moral Kristiani buat anak2 agar kelak bisa menghadapi dunia nyata dengan penuh antusias dan penuh sukacita…..Tujuannya agar mereka memiliki integritas yg baik dan mampu bekerja dan memiliki sikap menghormati & menyayangi orang tuanya dengan sepenuh hati, membantu masyarakat yg kekurangan dan mencintai Tuhannya sebagai Bapak sorgawi seperti menyayangi orang tua dunianya………. Bukankah itu arti hidup yang penuh sukacita???

    J. Wong, maksudmu, saat Anda melihat rupang Buddha Gautama memberimu rasa Kebaikan, Kelembutan dan Kedamaian…..atau Anda telah melihat Buddha Gautama itu sendiri???? 🙂

    Salam

    BJ

  171. j wong
    15 September 2011 pukul 9:31 AM

    BJ:yg saya rasakan (seperti apa yg anda rasakan terhadap Tuhan anda)wkwkwkwk….

  172. 15 September 2011 pukul 10:26 AM

    @ j. wong : wkwkwkwkwkwkwk………………………..Anda bisa merasakan Buddha seperti aku dengan Tuhanku…..sesuatu pengalaman yang baru dan baru pertama kali saya dengar……….. 🙂 Well done!!!!!!! Ini belum pernah ada dalam ajaran lama. Berarti Anda telah mencapai kesunyataan mulia yang tertinggi dalam ajaran baru………Hanya segelintir orang bisa seperti itu, salah satunya Sheng Yen Lu yang bisa berbicara dengan Buddha Gautama dan Bodhisatva Kwan Im…… 🙂

  173. lth
    17 September 2011 pukul 7:39 AM

    dedewijaya :

    Kong Fu Tze lebih jujur dan apa adanya…. “Tentang LANGIT / TI EN, aku TIDAK TAHU.”

    Anda tidak konsisten, ketika Anda tidak tau Anda bersandar pada Kong Fu Tze
    Kalau Anda tetap bersandar pada kalimat2 ttg langit didalam Alkitab itu lebih menujukkan kalau Anda itu tetap konsisten pada “pandangan” Anda.

    Sampai sejuah ini, menunjukan bahwa Anda hanya ikut2an ajah…

  174. liong
    26 September 2011 pukul 3:09 AM

    liong :

    @buddha josaphat: memang antara kita ada perbedaan yg sangat signifikan, & gak pernah bisa ada titik temu. Apa yg saya bilang intimidasi & pembodohan di mata Anda dianggap sah saja & Anda bela.
    Memang pada dasarnya Anda dkk paling suka mengkonversi agama orang lain dengan segala cara. Ini tentu akan menimbulkan konsekwensi,siapa yg bertanggung jawab kalau nanti ada kekerasan yg mengatas namakan agama, kalau di Indonesia ini orang spt Anda sih tdk akan terkena akibatnya, yg kena adalah umat tingkat akar rumput & orang-2 yg sebetulnya tdk tahu menahu masalah ini.

    @BJ: sebetulnya malas juga aku mengomentari Anda, tapi mendengar berita bom gereja Solo hari Minggu kemarin saya jadi teringat tulisan ini. Saya jadi sedih mendengarnya, Semoga para korban mendapatkan kekuatan menghadapi musibah ini.

  175. j wong
    26 September 2011 pukul 6:00 AM

    ha ha ha…itu adalah SEBAB AKIBAT…..

  176. 26 September 2011 pukul 9:13 AM

    Liong to BJ: sebetulnya malas juga aku mengomentari Anda, tapi mendengar berita bom gereja Solo hari Minggu kemarin saya jadi teringat tulisan ini. Saya jadi sedih mendengarnya, Semoga para korban mendapatkan kekuatan menghadapi musibah ini.

    j wong : ha ha ha…itu adalah SEBAB AKIBAT…..

    @liong & j wong : Liong, terimakasih atas rasa simpati Anda, j wong : maksudmu apa ya?

    Masalah ini merupakan masalah politik, nggak bisa mengalahkan Amerika dkk, jadi pelampiasannya ke umat Kristen yang selalu dikaitkan dengan dunia Barat yang notabene Kristen(walau pun tidak 100% benar)… Walaupun hari ini orang Kristen tidak melakukan penginjilan, tokh nasibnya juga sama, dibantai juga……..hal ini telah diramalkan oleh Yesus 2000 tahun yang lalu. Orang yang cinta Yesus dan kebenaran-Nya akan menjadi musuh dunia. Namun demikian, Yesus mengingatkan dan mengajarkan, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi belajarlah untuk mencintai sekalipun itu musuhmu…..sebab mereka tidak tahu(avijja/ avidya) apa yang diperbuatnya…….Sebab musuh Kristen bukanlah manusia, namun Iblis yang merupakan Bapak segala kejahatan( bukan melulu sebab akibat) dan mempengaruhi orang-orang untuk melakukan kejahatan, oleh sebab itu mereka yang melakukan kejahatan disebut sebagai pengikut-pengikut Iblis tanpa memandang agamanya apa……

    j wong dan liong, saya malas berkomentar, sebab kelihatan Anda berdua termasuk dengan yang lainnya enggan untuk berdiskusi tentang ajaran Buddha dan Kristen……dengan berdalih bahwa saya tidak mengerti dsb……Hal-hal yang saya tanyakan tidak Anda jawab, artinya Anda tahu bahwa Anda tidak menguasai ajaran Buddha……dan menyodorkan hal-hal lain yg tak ada hubungannya dengan diskusi kita, misalnya kristenisasi dll………

    Jawablah pertanyaan saya, maka saya akan berterimakasih kepada Anda berdua termasuk umat buddhis lainnya yang ingin membantu memberikan pencerahan, saya tentu sangat senang…..ajaklah teman-teman dari forum Buddhis untuk berdiskusi dan memaparkan ajaran Buddha yang mengklaim dirinya merupakan ajaran yang logis dan penuh kebenaran…….saya ingin belajar dan merasakan apa yang dimaksud oleh umat Buddhis tentang logika dan kebenaran itu sendiri………. 🙂

    Ada pertanyaan saya lainnya yang berkaitan dengan realita Surga dan neraka dan seorang umat Buddhis menjawab spt ini :

    “Dalam Buddhist Simple aja Mas untuk merasakan Surga dan Neraka ……….. ^_^
    Ketika anda merasakan penderitaan itu lah neraka kita
    Ketika anda merasakan Senang itu lah Surga kita
    Simple kan ^^

    Ini jawaban benar2 simple!!!! Inilah salah satu contoh ajaran Buddha aliran Therevada Sinhale yang tidak mempercayai adanya Tuhan. Sehingga memberi contoh realita sorga dan neraka ada di bumi ini……..Bumilah tempat penghukuman bagi manusia….Apakah realitanya seperti itu, apakah bisa diterima sebagai logika bahwa bumi sebagai tempat penghukuman itu dan memenuhi konsep tentang keadilan???

    Apabila benar, maka saya perlu bertanya dengan memberi contoh cerita :

    1) ada seorang pemuda pergi mencari pelacur…apakah itu bisa disebut “SORGA” karena pria itu sangat senang dan menikmati??

    2) ada seorang bikkhu pergi ke Afrika melayani masyarakat disana dan hidup penuh penderitaan, apakah itu bisa disebut “NERAKA” bagi bikkhu itu?

    Kalo Anda mau bantu menjawab, tentu saya sangat senang dan bergairah untuk berdiskusi dengan Anda berdua dkk lainya…..

    Salam

    BJ

  177. Fitri_87
    26 September 2011 pukul 10:00 AM

    Dilihat dari websitenya http://www.buddhabook.org/ udah niat banget mengkonversi dengan cara2 propaganda, Lama-kelamaan pake website katolikbook, islambook, hindubook, dll atau malah lama2 serang aliran dalam gereja sendiri karena tidak sesuai dengan pandangannya.

    Kalau begini terus anti-christ benar2 akan muncul bukan karena campur tangan iblis, namun karena akibat tindakan kalian sendiri, membuat kebencian salah satunya berupa buku2 propaganda semacam ini.

    Percuma debat kusir ga akan selesai2 yang ada bukan kebenaran namun kepuasan ego masing2 & yang pasti menaikkan rating pemilik blog ini.

    Bergaulah tanpa ada pengkotak-kotakan, jangan fanatik sempit menempatkan ego merasa kepercayaanya paling benar lalu semena2, mau sampai kapan konfilk agama terjadi.

    Keyakinan itu adalah sebuah pilihan. Damai itu indah PEACE

  178. j wong
    26 September 2011 pukul 10:39 AM

    ha ha ha…persepsi setiap org berbeda2…oleh karena itu jauhilah sesuatu yg bisa membuat setiap org merasa paling benar…karena benar belum tentu baik dan juga sebaliknya baik itu belum tentu benar…sama seperti apa yg ditanyakan oleh sdr BJ,senang pd saat mencari pelacur dan Bikkhu yg menolong org yg penuh penderitaan…mungkin sdr BJ bisa mengartikan kata2 saya diatas…karna dr awal saya sudah katakan bahwa saya ini org bodoh yg tdk tau apa2…tapi masih saja saya disuruh jwb ini itu…inilah manusia yg egois…jgnlah selalu menyalahkan org lain atopun benda lain apabila ada masalah yg menimpa kita(mis:Bom solo yg disalahkan pihak Amerika???)tentunya TUHAN anda akan merasa kecewa dgn sikap anda ini dan anda sendiri yg akan merusak pandangan org lain terhadap agama anda…dan satu lagi ternyata anda masih percaya dgn RAMALAN ya???ramalan YESUS 2000 tahun yg lalu…bla bla bla…..yg diajarkan oleh agama saya adalah mencintailah DUNIA ini agar bisa terselamatkan dari bencana (bukan Cinta Tuhan maka menjadi Musuh Dunia???)…di agama saya Iblis pun harus kita doa kan..karna semua yg ada ini adalah interaksi antar sesama termasuk tumbuh2an…saya juga heran koq setiap manusia yg lahir ada yg cacat dll sbgnya?pdhl kata anda tuhan itu maha adil dan maha tau?nanti ujung2nya karna tdk bisa menemukan jwbnnya pasti bilangnya:TUHAN Punya Rencana”wkwkwkwkwk….. ini namanya org pintar yg dibodoh2in….he he he…maaf ya saya hanya menuangkan apa yg ada dipikiran saya aja….

  179. 26 September 2011 pukul 3:24 PM

    @ j wong : Saya tidak mengklaim diri saya benar, saya hanya mengikuti dan menyatakan kebenaran saja. Anda mengatakan baik itu belum tentu benar dan benar itu belum tentu baik, coba Anda renungkan lagi pernyataan Anda tersebut apakah benar??????……Pernah dengar apa itu relativism truth dan absolute truth?? Contohnya : Prostitusi bagi pandangan Buddhisme tidak bersifat amoral, namun bagi pandangan Kristen itu amoral. Tindakan homoseksual juga bagi pandangan Buddhisme tidak ada masalah, tetapi bagi Kekristenan itu amoral.

    Buddha juga membuat ramalan, apakah Anda juga tidak percaya?

    Manusia memiliki utopia, bahwa ada suatu masa dan tempat dimana manusia hidup damai dengan segala yg hidup…….Itu idealnya, caranya???? Dan realitanya, manusia lebih mencintai diri sendiri daripada sesamanya, apalagi berbicara tentang hewan dan tumbuh2an……????? Negara2 yg mayoritas penganut Buddhisme aja masih terlalu banyak manusia yang hidup menderita dan perlu dikasihani…….mana ada waktu buat mengasihani hewan apalagi tumbuhan, itulah saya sebut UTOPIA……..APALAGI anda berbicara tentang iblis/ setan, apakah Anda percaya itu ada sehingga Anda juga mau mengasihinya??? Jika benar setan itu ada, mengapa tidak mungkin adanya Tuhan?????

    Salam

    BJ

  180. 29 September 2011 pukul 2:06 AM

    @ Fitri_87 : Jika Anda sering search di web kalangan Buddhis, disanakan banyak sekali propaganda dan menjelekan ajaran Kristen, contoh web : dhammacitta.org/forum/index.php?topic=84.0.

    Anda bisa lihat komentar2 umat Buddhis yang sifatnya melecehkan keyakinan umat Kristen. Mengatakan orang Kristen itu tolol, bodoh karena mengimani sosok Tuhan…

    Saya heran komentar para umat Buddhis yg bersifat reaksi dan negative thinking, belum beli dan baca bukunya udah pada ketakutan………..Contohlah teladanku, saya tidak pernah takut baca buku2 kalangan Buddhis……… 🙂

    Apakah salah, kalau orang Kristen memberitahukan, bukan seperti itu yang kami percayai kepada umat lain, khususnya kalangan umat Buddhis.???…….jika umat Buddhis mau percaya kepada ajaran Kristen apakah itu salah? Sebaliknya, jika ada orang Kristen yang mau percaya Buddha, apakah kita harus menyalakan umat Buddhis???? Saya pikir umat Kristen tidak akan berkomentar seperti itu dan reakti jika ada orang Kristen berpindah agama lain….

    Saya tidak sependapat dengan Anda tentang percaya kepada suatu agama karena kecocokan………Cocok karena apa? Perasaan kita, logika kita ataui apa???? Agama bukanlah object bagi logika atau perasaan manusia….

    Salam

    BJ

  181. Melia Yansil
    30 September 2011 pukul 5:05 AM

    Saya ingin menanggapi pernyataan ini:

    [Jadi, jika umat Buddha bangga dengan hal-hal kebajikan, itu sangat baik. Namun jangan menyombongkan diri seakan2-akan itulah keunikan ajaran Buddha. Kita tidak banyak menemukan hal-hal( berbuat kebajikan bagi masyarakat ) demikian sebelum masuk ditahun 1970, dimana aliran Buddha Tzu Chi baru mulai melakukan hal-hal itu yang juga belajar dari pastor2 Khatolik.]

    Kebajikan bisa dilakukan oleh siapapun, tidak tergantung oleh agamanya. Orang atheis pun bisa.

    Ya, memang benar bahwa salah satu hal yang mendorong berdirinya Tzu Chi adalah saat Master Cheng Yen berbincang dengan tiga orang pastor suster katolik. Salah satu inspirasinya memang dari sana.

    Terlepas dari agama, semua orang yang baik akan meniru perilaku yang dirasanya baik. Atheis-yang-baik pun akan melakukannya.

    Jangan sedikit-sedikit mengkotak-kotakkan berdasarkan agama, bro. Kebaikan itu universal. Kalau fakta ini masih tetap ingin anda lihat dari sisi agama, silakan. Dan seandainya anda ingin berbangga karena suster-katolik lah yang memberi inspirasi, ya wajar, silahkan.
    ______________________

    Semoga anda pun demikian, melihat sisi yang baik di sekeliling anda, dari orang atheis, dari buddhis, dari muslim. Terinspirasilah, tirulah. Bukankah itu lebih baik daripada mencari-cari apa yang menurut anda salah?

    Sekarang coba dengan jujur mengakui “kacamata” anda. IMHO, anda menggunakan “kacamata” yang dirancang khusus untuk mencari kesalahan agama lain (mungkin khususnya buddhism?). Maka kemanapun anda melihat, mencari, dan berpikir, anda selalu menjurus ke kesalahan demi kesalahan.

    Sekarang coba longgarkan sedikit cengkeraman anda tentang agama. Kalau anda merasa ada sesuatu yang “aneh” dalam ajaran Buddhism, bertanyalah dengan pikiran terbuka. Dan yang terpenting, jawaban yang anda terima belum tentu benar. Dan jika anda tetap menggunakan “kacamata” yang sama, anda akan membenarkan apa yang salah tersebut. Karena anda memang ingin seperti itu, dan anda hanya mempercayai apa yang sebelumnya telah anda percayai.

    Selain itu, dengan “kacamata” yang sama, jika anda menemukan umat buddhis yang berperilaku dan berucap kasar, maka anda akan menjadikannya sebagai Potret Umat Buddha. Ya, karena anda memang hanya meyakini apa yang ingin anda yakini.

  182. 1 Oktober 2011 pukul 1:12 AM

    @Melia Yansil : Saya sangat setuju pernyataan Anda : “Sekarang coba dengan jujur mengakui “kacamata” anda. IMHO, anda menggunakan “kacamata” yang dirancang khusus untuk mencari kesalahan agama lain (mungkin khususnya buddhism?). Maka kemanapun anda melihat, mencari, dan berpikir, anda selalu menjurus ke kesalahan demi kesalahan.
    Sekarang coba longgarkan sedikit cengkeraman anda tentang agama. Kalau anda merasa ada sesuatu yang “aneh” dalam ajaran Buddhism, bertanyalah dengan pikiran terbuka. Dan yang terpenting, jawaban yang anda terima belum tentu benar. Dan jika anda tetap menggunakan “kacamata” yang sama, anda akan membenarkan apa yang salah tersebut. Karena anda memang ingin seperti itu, dan anda hanya mempercayai apa yang sebelumnya telah anda percayai.
    Selain itu, dengan “kacamata” yang sama, jika anda menemukan umat buddhis yang berperilaku dan berucap kasar, maka anda akan menjadikannya sebagai Potret Umat Buddha. Ya, karena anda memang hanya meyakini apa yang ingin anda yakini.”

    Bagaimana jika hal ini juga diterapkan kepada umat lain juga, misalnya umat Buddha didalam memandang ajaran agama lain????. Dalam hal ini saya telah melewati proses yg seperti Anda katakan, sebab saya dulu pernah pakai kacamata Buddhisme, sekaramg saya pakai kacamata Kekristenan untuk melihat realita dan fakta, ternyata kacamata Kristen lebih jernih, lebih besar pandangannya dan lebih terarah dan sistematika didalam menjawab tentang realita yang ada. Apakah saya salah didalam proses ini??

    Salam

    BJ

  183. j wong
    1 Oktober 2011 pukul 2:21 AM

    BJ,dr seluruh pernyataan anda,sudah bisa dilihat bahwa anda ini berdiri dimana,karakter,sifat dan seluruhnya ada dibelahan mana…seseorang akan ketahuan jati dirinya dari ucapan dan tulisan2nya…dr ucapan atopun tulisan anda maka akan kelihatan anda terhadap agama anda dan juga agama anda terhadap diri anda sendiri…oleh karena itu “HATI dan PIKIRAN” dari kita adalah SURGA atopun NERAKA tergantung kita yg membawanya…bukan siapa2 dan juga bukan TUHAN yg tentuin

  184. AminSyarifudin
    1 Oktober 2011 pukul 6:35 AM

    Wahai Umat Nasrani…Janganlah engkau meng”kristenisasi” umat lain….sadarlah engkau Azab yang akan diberikan kepada dirimu.

    “Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Daud dan Isa ibnu Maryam. Hal itu krn mereka durhaka lagi melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah dari kemungkaran yg mereka lakukan. Amatlah buruk apa yg mereka perbuat.”

    Apalagi Allah telah memperingatkan kita akan bahaya membiarkan kemungkaran dalam firmat-Nya “Dan takutlah kalian akan fitnah yg tidak hanya menimpa orang-orang yg zalim di antara kalian saja. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Pedih azab-Nya.”

  185. 2 Oktober 2011 pukul 1:25 AM

    @j wong : Coba jelaskan dimana saya posisi agama saya dan agama saya terhadap saya?? 🙂

    Ada 2 jenis manusia yang bisa merasakan sorga dan neraka di hati dan pikiran mereka, yg pertama orang yg makan ekstasi dan yg kedua yang melakukan meditasi TM 🙂

    Salam

    BJ

  186. Melia Yansil
    3 Oktober 2011 pukul 12:39 AM

    Saya ingin menanggapi komentar BJ:

    <>
    ___________________________________

    Istilah “kacamata” di sini, bukanlah “kacamata Agama” bro. Tapi mengenai bagaimana kita memandang sesuatu dalam gambaran yang lebih besar dan Objektif. Saya sama sekali tidak mengaitkan unsur agama di sini, tapi Objektvitas.

    Dan ya, saya setuju bahwa semua orang perlu menggunakan kacamata ini, entah dia Buddhis maupun Nasrani. Dan tulisan saya ini bukan untuk BJ saja tapi semua orang yang membaca tulisan ini, agama apa pun dia.

    Saya pribadi tidak setuju dengan Buddhis yang menjelek-jelekkan agama lain. Amat Sangat tidak setuju. Tapi dengan kacamata yang sama, saya pun tidak setuju jika umat lain memiliki pandangan yang salah tentang Agama Buddha, apalagi menjelek-jelekkan Buddhism dengan bekal pengetahuan mereka yang seadanya.

    Kita semua, entah agamanya apa, saling menyakiti satu sama lain. Tidak ada yang lebih benar antara “siapa yang menusuk duluan” atau “siapa yang menusuk balik”. Intinya kita sama-sama melukai karena kacamata yang kita gunakan adalah salah (kacamata yang membuat kita berpikir sempit).

    Saya sebagai Buddhis, sering menemukan umat agama lain yang berpandangan salah tentang Buddhism. Saya biasanya hanya diam atau mengatakan bahwa mereka tidak benar. Yang saya sayangkan, mereka tidak menanyakan apa yang benar. Bahkan ketika saya berbicara, mereka tidak mendengarkan. Lalu di kesempatan lain, saat teman Buddhis saya yang lain mengutarakan sesuatu yang salah (bernada kasar pula), justru kata-kata itulah yang didengarnya. Kata-kata salah itulah yang diresapinya sebagai Buddhism dan baginya, teman saya itulah potret umat Buddhis yang sesungguhnya (yaitu berpikir negatif dan kasar).

    Saya harap anda tidak seperti itu. Saya harap kita semua, agama apa pun kita (termasuk Buddhis), tidak seperti itu.

    Khusus untuk BJ, jika memang anda tidak demikian, semoga anda bisa menemukan umat Buddha yang bisa menjelaskan Ajaran Buddha yang sebenarnya 🙂

  187. hitoshi xaverius
    4 Oktober 2011 pukul 4:06 AM

    To Melia Yansil:
    Sedikit koreksi, pernyataan Anda “salah satu hal yang mendorong berdirinya Tzu Chi adalah saat Master Cheng Yen berbincang dengan tiga orang pastor suster katolik. Salah satu inspirasinya memang dari sana”

    Anda membawa pernyataan “tiga orang pastor”, kemudian “salah satu inspirasinya memang dari sana”

    Dari pernyataan Anda ini, saya melihat kecenderungan Anda untuk memberikan penekanan bahwa “Buddha Tzu Chi” itu berdiri karena hasil berbincang dengan “tiga pastor”, dengan kalimat bayang-bayang “salah satu”.

    Hal ini akan membuat kecenderungan pembaca merasa bahwa “Katholik-lah yang berperan besar dalam berdirinya Buddha Tzu Chi”. —> SALAH!!!

    Ini pernyataan saya:
    Bukan peran KATHOLIK yang membuat kecenderungan Buddha Tzu Chi berdiri, melainkan Buddha Tzu Chi, berdiri karena rasa WELAS ASIH yang berasal dari kesadaran Master Cheng Yen (Baca: Bodhicitta).
    Beliau, menyadari WELAS ASIH mempunyai nilai yang sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk. Dan ini lebih dimengerti ketika Master Cheng Yen, mempelajari, memperdalam (Mempraktikan) dari Ajaran Buddha, melalui Guru nya, seorang bhkisu yang bijaksana.

    Jadi, Menurut hemat saya, janganlah Anda mengambil sebuah Nilai keuntungan dari seseorang, demi tujuan demi kepentingan Anda.

    Bila ada yang masih ingin didiskusikan
    silahkan kirim email ke saya:

    hitoshihirayama@yahoo.com
    salam kenal
    hitoshi

  188. hitoshi xaverius
    4 Oktober 2011 pukul 6:53 AM

    segala sesuatu adalah fenomena
    dan fenomena itu dianggap besar atau kecil, tergantung dari siapa yang menilai nya.

    Respon FROM BUDDHA TO JESUS.
    oleh: Hitoshi Xaverius

    Buku ini merupakan suatu fenomena yang menarik bagi seorang nasrani
    dan suatu fenomena yang tidak menarik bagi seorang buddhist.

    Bagi seorang nasrani, kiranya buku ini menarik karena bertujuan memberikan informasi mengenai nilai lebih Jesus dibandingkan dengan Buddha. Betapa beruntungnya orang-orang nasrani melihat bahwa apa yang dianut orang Buddha merupakan hal yang keliru, yang perlu diselamatkan.
    Lain halnya seorang buddhist, beranggapan bahwa buku ini tidak menarik, sebab isinya meluruskan Ajaran Buddha -sehingga dianggap benar oleh orang nasrani- melalui sudut pandang penulis yang seorang nasrani. dengan kata lain, Ajaran Buddha kok, seakan-akan salah dan harus diluruskan oleh orang selain buddhist (nasrani dalam hal ini). Dan mengapa harus ke Buddha, bila sudah ada ajaran yang benar, yakni Jesus.

    Sekarang saya balik, jika ada seorang buddhist menulis buku yang isinya seorang buddhist yang meluruskan Jesus, dengan Judul “Dari Jesus Menuju Buddha”.
    Maka tentunya fenomena ini menjadi lebih menarik buat orang buddhist dan menjadi fenomena yang tidak menarik bagi orang nasrani.

    Jadi, menurut saya tiap penulisan pasti ada motivasi dan tujuan yang mendasarinya mengapa suatu buku ditulis, kalau tidak percaya silahkan perhatikan isi dari kata pengantar atau pembukaan tiap-tiap buku. pasti Anda akan menemukan maksud saya.

    Demikian pula dengan buku “FROM BUDDHA TO JESUS”, buku ini memang ditunjukan untuk orang nasrani dan demi kepentingan orang nasrani. Jadi jelas isinya sangat SUBYEKTIF. walaupun (katanya) dulu ia beragama Buddha, lantas beralih keyakinan mejadi pengikut Jesus, hal ini dikarenakan proses kecocokan. Tapi ingat, tidak semua sama seperti STEVE. karena, ada juga orang yang dulunya pengikut Jesus, kini beralih menjadi siswa Buddha.

    Mengapa hal demikian bisa terjadi?
    Apa karena kurang yakin terhadap Jesus maka beralih ke Buddha
    atau karena kurang yakin terhadap Buddha maka beralih ke Jesus
    dan bumbu-bumbu ini akan lebih terasa asin dan pedas, walaupun jarang manis bila komentar tersebut dilakukan oleh orang yang mempunyai sifat egois.
    Menurut saya, keyakinan itu masalah kecocokan dan tidak bisa dipaksakan.
    kesaksian adalah pengalaman individu yang tidak bisa dijadikan sebagai kebenaran umum, karena kebenaran itu harus dialami oleh setiap individu, bukan satu orang untuk semua.

    Jesus mengajak pengikutNya untuk mengikutiNya dan dijanjikan surga bagi pengikutnya, dengan cara meng-ImaniNya.
    Buddha mengajak semua manusia untuk merealisasikan apa yang telah direalisasikan oleh Buddha (nirvana-bukan surga), dengan cara terus berlatih menyempurnakan kedermawanan, moralitas, dan pengembangan bathin, hingga merealisasikan Nirvana.

    Pertanyaan saya bagi pembaca sekalian:
    Bagi saudara nasrani ku:
    – Apakah Anda sudah mengikuti Jesus dengan cara meng-imaniNya?
    – Apakah Anda mendapatkan surga seperti yang dijanjikan oleh Jesus?

    ini bukan pertanyaan aneh, melainkan kalau memang belum membuktikan, jangan terlalu banyak bicara.
    Melainkan buktikan dulu, capailah apa yang harus dicapai terlebih dahulu, bila memang dijanjikan surga, maka capailah dulu surga baru nanti Anda memberi kabar kepada yang belum mencapai surga.
    Selama ini, yang baru memberi kabar ke Anda kan baru Jesus saja.
    Jadi sekarang tugas Anda untuk memberi kabar tentang surga, tapi dengan syarat Anda harus mencapai surga terlebih dahulu. Seperti yang dilakukan Jesus, yang diyakini telah mencapai surga kemudian turun ke dunia manusia untuk memberikan kabar.

    Bagi saudara buddhist ku:
    – Apakah Anda sudah menyempurnakan kedermawanan, moralitas, dan pengembangan bathin?
    – Apakah Anda sudah merealisasikan apa yang telah direalisasikan oleh Buddha?

    ini juga bukan merupakan pertanyaan yang aneh, karena Buddha sendiri mengajak Anda untuk membuktikan hasil yang telah direalisasikanNYa. Jadi kalau Anda sendiri belum merealisasikan apa yang Buddha realisasikan maka hendaknya Anda harus lebih giat menyempurnakan 3 pilar utama, yakni moralitas, kedermawanan, dan pengembangan bathin (Dana, Sila, dan Bhavana)
    ini merupakan bagian dari praktik “datang, lihat, dan buktikan”

    Walaupun hal ini telah direalisasikan, telah dibuktikan, telah diselami oleh para siswa-siswa Buddha (ariya sangha pada umumnya) di masa lampau, tetapi di masa sekarang ini Anda tetap harus menjadi bagian dalam merealisasikan hal tersebut.
    Karena pada intinya, kebenaran itu harus dialami oleh setiap individu, bukan cuma satu orang saja.

    Jadi baik Anda pengikut Jesus, maupun sebagai siswa Buddha bila belum merealisasikan Apa yang harus direalisasikan, maka hendaknya realisasikan terlebih dahulu, baru kemudian memberikan kabar kepada yang belum berhasil merealisasikan.
    Jadi, pertanyaan saya kepada saudaraku Steve, apakah Anda sudah merealisasikan apa yang telah Buddha beserta para siswa AgungNYa (ariya sangha) telah realisasikan?

    Kalau Steve dan Anda sendiri sudah merealisasikan apa yang telah Buddha realisasikan, maka saya ucapkan selamat, karena Anda tidak akan mungkin dilahirkan kembali di Alam manusia, neraka, bahkan surga.
    Tapi kalau belum, saya juga ucapkan selamat setidaknya kemungkinan SURGA menanti Anda untuk sementara waktu, hingga proses samsara berakhir disaat Anda telah merealisasikan tingkat kesucian Arahatta Magga dan Phala.

    Fenomena berkembangnya buddhisme di Eropa dan Amerika, jangan lah menjadi kekhawatiran bagi yang non-buddhis. biarlah mereka yang hollywood dan bukan hollywood menerima Ajaran Buddha bila Ajaran Buddha itu cocok baginya dan jangan dipaksakan kalau orang Eropa dan Amerika tidak cocok untuk memeluk Ajaran Buddha, lantas mencoba meluruskan pandangan pembenaran dari satu sisi.

    sebagai perenungan, di Indonesia banyak yang orang tua nya beragama Buddha, tetapi anaknya beragama non-buddha.
    Apakah orang tua nya dianggap bijak karena telah memberikan kebebasan kepada anaknya untuk memilih agama yang cocok bagi dirinya?
    Atau apakah orang tua nya telah keliru karena membiarkan anaknya tidak memiliki keyakinan yang sama dengannya?
    atau juga apakah anaknya yang tidak tahu diri, tidak menjaga keyakinan keluarga?

    semua jawaban, kembali kepada Anda.
    Apakah ada paksaan dalam Anda melaksanakan suatu keyakinan?
    atau cuma sekedar ikut-ikutan saja.

    Selamat menikmati tulisan ini
    Bila ada yang ingin disampaikan, silahkan kirim email Anda ke saya:

    hitoshihirayama@yahoo.com
    salam kenal,

    hitoshi

  189. Adrianto
    7 Oktober 2011 pukul 5:18 PM

    just comment … (karena tidak tertarik , coba saya tebak (hanya mungkin ^^) : isinya pasti hanya khayalan dan mungkin terkaan tanpa sumber2 yang jelas dari pemuka agama yang bersangkutan. Kira2 penulisnya berani gak yah kalo diadakan seminar tentang pengulasan buku ini? hahahaha…

  190. Dhamma
    9 Oktober 2011 pukul 9:58 AM

    Buku tersebut sudah lama pernah dibahas & dipatahkan olah bhante asal Australia, S. Dhammika

    http://www.buddhistchannel.tv/index.php?id=10,7797,0,0,1,0

    juga sudah di bahas oleh bhante Aggacitto dari Thailand

    http://dhammaprotector.blogspot.com/2009/09/from-buddha-to-jesus-review-by-bhikkhu.html

    ——————————-
    artikel lainnya:

    A Buddhist Insight: View of Steve Cioccolanti

    http://dhammaprotector.blogspot.com/2009/03/buddhist-insight-view-of-steve.html

    http://dhammaprotector.blogspot.com/2010/05/why-steve-cioccolanti-and-rony-tan-tell.html

    semoga ini menjadi pembanding, biar tidak berat sebelah 🙂

  191. 9 Oktober 2011 pukul 4:49 PM

    Melia Yansil :

    Saya ingin menanggapi komentar BJ:
    <>
    ___________________________________
    Saya pribadi tidak setuju dengan Buddhis yang menjelek-jelekkan agama lain. Amat Sangat tidak setuju. Tapi dengan kacamata yang sama, saya pun tidak setuju jika umat lain memiliki pandangan yang salah tentang Agama Buddha, apalagi menjelek-jelekkan Buddhism dengan bekal pengetahuan mereka yang seadanya.
    Saya sebagai Buddhis, sering menemukan umat agama lain yang berpandangan salah tentang Buddhism. Saya biasanya hanya diam atau mengatakan bahwa mereka tidak benar. Yang saya sayangkan, mereka tidak menanyakan apa yang benar. Bahkan ketika saya berbicara, mereka tidak mendengarkan. Lalu di kesempatan lain, saat teman Buddhis saya yang lain mengutarakan sesuatu yang salah (bernada kasar pula), justru kata-kata itulah yang didengarnya. Kata-kata salah itulah yang diresapinya sebagai Buddhism dan baginya, teman saya itulah potret umat Buddhis yang sesungguhnya (yaitu berpikir negatif dan kasar).

    @Melia Tansil : Saya setuju jika antar umat tidak saling menjelekkan…Untuk tidak menjelekkan sesuatu agama, maka orang ybs harus belajar dengan objektif didalam mempelajari agama umat lain. Dalam hal ini saya melakukan objektifitas didalam memaparkan apa yg diajarkan oleh Buddha, jika Anda merasakan pengetahuan terlalu dangkal, maka Anda bisa memberikan sanggahan atau penjelasan agar umat Kristen bisa mengerti dan tidak salah salah menafsirkan. Dalam hal ini Anda tidak boleh bersikap diam 🙂

    Salam;

    BJ

  192. chandra_zhong
    10 Oktober 2011 pukul 6:14 AM

    Terjemahan dr slh 1 alkitab yg paturt kita jdikan insipirasi hidup :

    Yang berwujud tidak berbeda dengan kekosongan. Kekosongan tidak berbeda dengan yang berwujud.Yang berwujud adalah kekosongan. Kekosongan adalah yang berwujud. Perasaan, pikiran, kehendak, kesadaran. Juga demikian.Semua Dharma adalah berwujud kekosongan. Tidak lahir tidak musnah. Tidak kotor tidak bersih.Tidak bertambah tidak berkurang. Oleh karena itu didalam kekosongan tidak ada wujud. Tidak ada Perasaan, Pikiran, Kehendak dan Kesadaran.Tidak ada mata, telinga, hidung, lidah, jasmani, keinginan. Tidak ada warna, suara, bau, rasa, sentuh, pikiran. Tidak ada alam penglihatan.Bahkan tidak ada alam kesadaran pikiran. Tidak ada kebodohan. Juga tidak ada lenyapnya kebodohan. Bahkan tidak ada ketuaan dan mati.Juga tidak ada lenyapnya ketuaan dan mati. Tidak ada sengsara, menghimpun, musnah dan pencapaian. Tidak ada kecerdasan juga tidak ada yang didapat. Oleh karena tidak ada yang didapatkannya.

    Hidup,Tua,Sakit,Dan Mati adlh Proses dr ketidak kekalan kehidupan ini,Agama adlh sebuah proses dan Contoh Pelajaran yg patut di teladani,Baik Buruk sebuah Agama Tergantung kesadaran itu masing2.

    Surga bukanlah tempat tuk segala2nya yg di janjikan Tuhan,Tetapi Adlh sebuah kesempurnaan dari setiap Umat tuk Mau belajar menjadi Lebih sadar akan ketidak kekalan kehidupan ini,Seperti salah satu inti kutipan alkitab yg ku copas di ats.

    Btw,ane Mau bilang jgn smpe ini forum bikin perang dunia ke 3 yah… ^^ Cm masalah perdebatan antar agama ujung2ny jd ada perang dunia ke 3.Krena manusia kan didasari oleh,keserahan,keegoisan dan kebodohan… ^^

    Salam bahagia buat semua makhluk hidup… ^^

  193. chandra_zhong
    10 Oktober 2011 pukul 7:34 AM

    Cuma mau bilang,Manusia tidak bisa lepas dari tingginy rasa egoisme,bisa terbukti dr perdebatan diats. ^^ Pazti para Budha dan Tuhan Yesus kalau baca perdebatan ini bakal tertawa dan bilang : ” Wah wah emang yah sesuatu banget deh,kalau manusia itu gk kan pernah lepas dr yg nmny egoisme ” Mau banyakny alkitab or pelajaran keagaamaan yg di ikutiny,ttp ajah egoismeny tinggi.” Hahahaaha….Haleluyah… Gate-gate paragate parasamgate namobudhi svha 🙂

  194. 10 Oktober 2011 pukul 9:35 AM

    Itu ayatnya kagak ada di Alkitab, anda mengutip dari mana ya? 🙂

  195. Red
    11 Oktober 2011 pukul 4:38 AM

    saya sarankan kepada yang berdebat (dede dan kakak2nya ^^) janganlah membela siapa yang kita yakini sebagai Tuhan, karena Tuhan tidak perlu pembelaan kita. yang dia perlukan ialah rasa syukur kita kepadanya…
    marilah sama2 belajar memberi kebaikan/KASIH

    GBU
    jika boleh saya ingin dikirimkan file pdf-nya.thx

  196. 11 Oktober 2011 pukul 10:44 AM

    chandra_zhong :

    Terjemahan dr slh 1 alkitab yg paturt kita jdikan insipirasi hidup :
    Yang berwujud tidak berbeda dengan kekosongan. Kekosongan tidak berbeda dengan yang berwujud.Yang berwujud adalah kekosongan. Kekosongan adalah yang berwujud. Perasaan, pikiran, kehendak, kesadaran. Juga demikian.Semua Dharma adalah berwujud kekosongan. Tidak lahir tidak musnah. Tidak kotor tidak bersih.Tidak bertambah tidak berkurang. Oleh karena itu didalam kekosongan tidak ada wujud. Tidak ada Perasaan, Pikiran, Kehendak dan Kesadaran.Tidak ada mata, telinga, hidung, lidah, jasmani, keinginan. Tidak ada warna, suara, bau, rasa, sentuh, pikiran. Tidak ada alam penglihatan.Bahkan tidak ada alam kesadaran pikiran. Tidak ada kebodohan. Juga tidak ada lenyapnya kebodohan. Bahkan tidak ada ketuaan dan mati.Juga tidak ada lenyapnya ketuaan dan mati. Tidak ada sengsara, menghimpun, musnah dan pencapaian. Tidak ada kecerdasan juga tidak ada yang didapat. Oleh karena tidak ada yang didapatkannya.

    Wuaaah, ayat alkitab mana itu???? Coba saya buat stimulasi dulu ya : berwujud(bermateri)=kosong, kosong=berwujud(bermateri), akhirnya kosong=materi. Itu bisa dibilang anda dan saya berdiri disatu titik dikaki sebuah gunung(materi), saya melihat gunung(materi) = anda tidak melihat adanya gunung(kosong) itu, Saya bilang itu ada gunung(bermateri) = anda bilang tak ada gunung(kosong) itu………Coba anda tanyakan kesetiap orang diforum ini, apakah ada namanya gunung(materi) diguna itu???? Jika tak ada gunung itu, cuma adaa 2 kemungkinan : 1) Anda buta 2) anda berhalusinasi. Makanya jangan banyak berilusilah 🙂

    Hidup,Tua,Sakit,Dan Mati adlh Proses dr ketidak kekalan kehidupan ini,Agama adlh sebuah proses dan Contoh Pelajaran yg patut di teladani,Baik Buruk sebuah Agama Tergantung kesadaran itu masing2.

    Itulah yang dicari Buddha Gautama, akhirnya tak ketemu juga, beliau hidup tua, sakit dan mati….dan pengikutnya berilusi bilang, Buddha tidak mati, cuma beliau berkeinginan untuk mati saja….. 🙂

    Surga bukanlah tempat tuk segala2nya yg di janjikan Tuhan,Tetapi Adlh sebuah kesempurnaan dari setiap Umat tuk Mau belajar menjadi Lebih sadar akan ketidak kekalan kehidupan ini,Seperti salah satu inti kutipan alkitab yg ku copas di ats.

    Mengatasi hidup aja susah, apalagi bicara sorga yg tak dimengerti………..berhalusinasi lagi……..

  197. 11 Oktober 2011 pukul 1:49 PM

    hitoshi xaverius :
    Jesus mengajak pengikutNya untuk mengikutiNya dan dijanjikan surga bagi pengikutnya, dengan cara meng-ImaniNya.
    Buddha mengajak semua manusia untuk merealisasikan apa yang telah direalisasikan oleh Bua ddha (nirvana-bukan surga), dengan cara terus berlatih menyempurnakan kedermawanan, moralitas, dan pengembangan bathin, hingga merealisasikan Nirvana.
    Pertanyaan saya bagi pembaca sekalian:
    Bagi saudara nasrani ku:
    – Apakah Anda sudah mengikuti Jesus dengan cara meng-imaniNya?
    – Apakah Anda mendapatkan surga seperti yang dijanjikan oleh Jesus?
    ini bukan pertanyaan aneh, melainkan kalau memang belum membuktikan, jangan terlalu banyak bicara.
    Melainkan buktikan dulu, capailah apa yang harus dicapai terlebih dahulu, bila memang dijanjikan surga, maka capailah dulu surga baru nanti Anda memberi kabar kepada yang belum mencapai surga.
    Selama ini, yang baru memberi kabar ke Anda kan baru Jesus saja.
    Jadi sekarang tugas Anda untuk memberi kabar tentang surga, tapi dengan syarat Anda harus mencapai surga terlebih dahulu. Seperti yang dilakukan Jesus, yang diyakini telah mencapai surga kemudian turun ke dunia manusia untuk memberikan kabar.

    hitoshi

    @ Hitoshi : Orang Kristen TIDAK pernah atau sedang mencari sorga. Orang yang belum Kristen lah yang perlu sorga. Anda tidak mengerti iman Kristen, seakan2 sorga itu perlu dicari dan jauh dan orang Kristen belum mendaptkan sorga atau nanti jika udah mati baru ketemu di sorga. Sebelum mati pun orang Kristen itu telah mengalami seperti apa itu sorga dibumi ini yang tidak kelihatan oleh mata, tapi yang dapat dirasakan secara rohani dan nalar oleh umat Kristen. Jadi sorga itu telah ada dan akan ada dimasa yg akan datang. Orang yang beriman kepada Tuhan Yesus telah berada dan hidup didalam Kerajaan sorga. Orang Kristen yang percaya kepada Allah akan mengalami apa itu sorga, sebab dimana Allah berada disitulah sorga orang Kristen…..Dimana orang Kristen bersekutu dan Allah hadir ditengah2 orang Kristen maka sorga itu juga hadir…..dimana orang2 Kristen hidup dan menaati hukum2 Tuhan, disitulah sorga………..sebab Allah berkuasa atas hidup orang2 Kristen dan Allah bertahta didalam sorga dan Roh Allah hidup didalam hati umat yg beriman kepada-Nya.

    jadi aneh jika hal ini ditanyakan kepada orang Kristen tentang sorg…. 🙂

    Saya ingin mengutip ayat alkitab yg menggambarkan keadaan sorga dan neraka yg terpisah dan tak terseberangi dan apa yang dikatakan alkitab tentang kebenaran sorga itu didalam Lukas 16 : 19-31 :

    19 “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
    20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
    21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
    22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
    23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
    24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
    25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
    26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
    27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
    28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
    29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
    30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
    31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

  198. HC
    11 Oktober 2011 pukul 1:50 PM

    seharian ini saya baca dari atas sampai bawah.
    diskusi ini tidak akan pernah selesai karena memang tidak ada dasar yang sama.
    teman2 Buddhist, tidak perlu dilanjutkan lg.
    Saya rasa puluhan thn saudara BJ mengeksplorasi Buddhism dgn penalaran sndr tanpa memastikan kebenarannya.
    terlihat dari bnyk sekali penafsiran2 BJ ttg karma, tumimbal lahir, dll yang kurang tepat mnrt saya (saudara BJ tidak perlu meminta saya menjelaskan bagian mana yang krg tepat krn akan menjadi perdebatan nantinya, dan saya rasa teman2 Buddhist jg tahu bagian krg tepat tsb).
    Saya hanya mohon saudara Dede, BJ dan teman2 Kristiani lainnya utk menghargai agama lain. tidak perlu memperkenalkan agama kalian secara berlebihan kpd non-Kristen.
    Semua agama baik. hanya kadang umatnya yang tidak baik.
    jadi tidak perlu memperkenalkan bahkan mengajak umat lain dengan tujuan menyelamatkan seolah-olah agama kalian yang terbaik.
    terima kasih dan maaf klo dirasa menyinggung.(tidak ada maksud sama sekali ^^)

  199. J Wong
    11 Oktober 2011 pukul 5:28 PM

    BJ:dongeng2 koq dipercaya?yg realitas dong MAN…wkwkwkwk

  200. 11 Oktober 2011 pukul 5:53 PM

    HC :

    seharian ini saya baca dari atas sampai bawah.
    diskusi ini tidak akan pernah selesai karena memang tidak ada dasar yang sama.
    teman2 Buddhist, tidak perlu dilanjutkan lg.
    Saya rasa puluhan thn saudara BJ mengeksplorasi Buddhism dgn penalaran sndr tanpa memastikan kebenarannya.
    terlihat dari bnyk sekali penafsiran2 BJ ttg karma, tumimbal lahir, dll yang kurang tepat mnrt saya (saudara BJ tidak perlu meminta saya menjelaskan bagian mana yang krg tepat krn akan menjadi perdebatan nantinya, dan saya rasa teman2 Buddhist jg tahu bagian krg tepat tsb).
    Saya hanya mohon saudara Dede, BJ dan teman2 Kristiani lainnya utk menghargai agama lain. tidak perlu memperkenalkan agama kalian secara berlebihan kpd non-Kristen.
    Semua agama baik. hanya kadang umatnya yang tidak baik.
    jadi tidak perlu memperkenalkan bahkan mengajak umat lain dengan tujuan menyelamatkan seolah-olah agama kalian yang terbaik.
    terima kasih dan maaf klo dirasa menyinggung.(tidak ada maksud sama sekali ^^)

    @ H.C : Saya hargai pendapat Anda, jika kurang tepat penalaran saya, seharusnya Anda yg tahu dan mendalami buddhisme boleh memberikan komentar, agar orang Kristen tahu dimana letak ketidakbenarannya dari sudut pandang buddhisme sejati disertai sutra2 pendukungnya yg bisa membantah pendapat saya. Jika salah maka saya akan akui itu. Sehingga tidak terjadi tuduhan atau fitnahan bahwa BJ atau umat Kristen itu berbohong atau melakukan fitnahan terhadap keyakinan umat Buddhis….atau melakukan plintiran dsb……

    Hal yg sama, saya lakukan jika umat lain, misalnya umat Buddhis melakukan tafsiran yang tidak sesuai dengan ajaran Kristen, ya kita wajib memberitahukan dimana ketidaksesuaian…..agar orang tidak salah menafsirkannya……

    Saya dengan hati yg terdalam menghargai terhadap keyakinan umat Buddha,,,.dan selama puluhan tahun saya tidak pernah melakukan sesuatu yg tidak menyenangkan umat Buddhis baik tulisan, perkataan dsb…. Walaupun saya udah keluar dari keyakinan Buddhisme cukup lama. Dan selama ini saya tidak pernah berdiskusi/ berdebat dengan umat Buddhis lainnya. Dan saya pernah menuliskan diatas, dalam hal ini saya “terpaksa” melakukan pembelaan(apologetika) iman Kristen dari segala ejekan dan tertawaan umat Buddhis yang tidak menghargai keyakinan umat Kristen sendiri yg memberikan “standar ganda” didalam mempertanyanya iman Kristen!!!!

    Salam sejahtera

    BJ

  201. chandra_zhong
    12 Oktober 2011 pukul 3:09 AM

    Egoisme tinggi….. !!!!!!

  202. 12 Oktober 2011 pukul 3:11 AM

    J Wong :

    BJ:dongeng2 koq dipercaya?yg realitas dong MAN…wkwkwkwk

    @ J wong : Saya bisa memahami logika anda berpikir, sebab yang realita saja tidak nyata, hanya ilusi semata……(namun umat buddhis minta kita mempercayai itu). Gunung ada, dibilang tak ada, hanya ilusi, semua yang dapat kita lihat, rasakan, penuh nikmat, bisa diraba, dibaui didunia ini, semuanya tidak nyata, hanya maya, ilusi semata dan hanya angan2 dipikiran saja………atau karena berhalusinasi di dalam meditasi??????…….wkwkwkwkwkwk……Kalo mau meditasi bolehlah, cuma jangan ditahan2 pengaturan nafasnya atau dikecilin pengaturan respirasinya, nanti otak kekurangan oksigen, kalo otak kekurangan oksigen bisa timbul halusinasi akhirnya berilusi, ini saran dokter lho, bukan saya……..wkwkwkwkwkwk…….Yang NYATA aja berusaha tidak dipercayai apalagi Anda mau percaya akan sorga dan neraka YANG TIDAK KASAK MATA ITU, mana mungkin?????????!!!!!!!!……itulah logika berpikir umat Buddhis………. rasional = irrasional, irrasional = rasional……rasional=irrasional=O…….sebab semuanya impermanen, kosong dan tidak nyata………..

  203. 12 Oktober 2011 pukul 3:21 AM

    chandra_zhong :

    Egoisme tinggi….. !!!!!!

    @Chandra Zhong : itu juga ilusi, jangan ditanggapilah, tak nyata itu tulisan saya……..nanti Anda mengalami dukkha dan tak dapat keluar dari samsara……….. 🙂

  204. Red Star
    12 Oktober 2011 pukul 3:26 AM

    boleh saya berbicara?

  205. j wong
    12 Oktober 2011 pukul 3:55 AM

    BJ:wkwkwkwk….ternyata anda adalah katak dalam tempurung (maap MAN),,meditasi bukan mengosongkan pikiran,tapi berpikir apa saja yg telah kita perbuat selama ini dan bla bla bla..(karna kalo saya ceritakan lbh detail nanti anda ng ngerti…jadi percuma)…ZIKIR,YOGA dll sbgnya sangat bagus buat kesehatan kita dan sebenarnya tdk jauh beda dgn MEDITASI,mengenai RASIONAL=IRASIONAL/HAMPA/KOSONG itu secara makro saya sampaikan bahwa kita hidup didunia ini hanya sesaat,tidak ada yg kita bawa pada saat kematian tiba,jadi mungkin kalo otaknya encer bisa jabarkan sendiri ya..he he he (maap jangan jadi katak dong?)

  206. 12 Oktober 2011 pukul 4:34 AM

    j wong :

    BJ:wkwkwkwk….ternyata anda adalah katak dalam tempurung (maap MAN),,meditasi bukan mengosongkan pikiran,tapi berpikir apa saja yg telah kita perbuat selama ini dan bla bla bla..(karna kalo saya ceritakan lbh detail nanti anda ng ngerti…jadi percuma)…ZIKIR,YOGA dll sbgnya sangat bagus buat kesehatan kita dan sebenarnya tdk jauh beda dgn MEDITASI,mengenai RASIONAL=IRASIONAL/HAMPA/KOSONG itu secara makro saya sampaikan bahwa kita hidup didunia ini hanya sesaat,tidak ada yg kita bawa pada saat kematian tiba,jadi mungkin kalo otaknya encer bisa jabarkan sendiri ya..he he he (maap jangan jadi katak dong?)

    @ j Wong : Ternyata Anda ini rasional juga ya……..: ) , semua orang tahu bahwa hidup didunia ini hanya sesaat, tidak ada yg kita bawa pada saat kematian. Anak saya yang umur 6 tahun juga udah pada tau dan memberitahukan ke saya saat dia baca Alkitab yang kamu anggap dongeng itu…….Tapi apakah itu hanya gambaran ilusi atau nyata(real) akan kematian itu????? Dan setelah kematian masih ada kehidupan lainnya?? Dalam hal ini kita akan menjawabnya secara berbeda……….

    Anda tidak memahami jalannya pikiran saya, karena anda bukan katak, jadi tak mengerti bahasa katak dan tidak hidup dialam katak (tempurung)…….wkwkwkwk….. Meditasi mengosongkan pikiran itu istilah lama saya bahwa semua realita itu kosong, pikiranlah yang mewujudkan realita itu…….dan untuk mengatakan realita itu hanya ilusi/ maya, maka kita “memaksakan” atau “menyangkali” (istilah saya) pikiran itu dengan menrefleksikan bahwa semua REALITA itu hanyalah impermanen, maya/ ilusi semata dan kosong……. 🙂 Dapat pointnya????? Dan fokus meditasi yang sederhana yaitu merasakan nafas kita naik turun(keluar masuk) sampai suara nafas yang terhalussss sekali………..Kalo mau hebat lagi, fokusnya dengar detak irama jantung Anda………dari suara detak tertinggi sampai yang terendah, dan yg kencang sampai yg pelan sekali, jika Anda sampai pada titik tak terdengarkan lagi………maka saya pastikan Anda sudah terlepas dari belenggu samsara dan Anda akan merealisasilaan NIRVANA 🙂 wkwkwkwkwkwk……

  207. HC
    12 Oktober 2011 pukul 4:50 AM

    Saudara BJ,
    Seperti yang saya bilang, saya tidak ingin berdebat karena dasar kita berbeda.
    Saya tidak ingin menunjukkan anda salah dan saya (dan saya rasa teman2 Buddhist yang lain) tidak ingin mem-Buddhist-kan anda atau memaksa anda untuk percaya.
    Anda selalu meminta kami menunjukkan Sutta yang menjadi dasar semua argumen yang ditulis teman2 Buddhist diatas. Padahal kami tidak menjadikan Sutta atau Kitab apapun sebagai dasar pegangan utama yang menjadi tuntunan dan panutan mutlak. Dan saya rasa hal ini berbeda di agama Kristen. Karena itu saya bilang dasar kita berbeda.
    Mungkin anda akan bilang standing point kami apa, lalu setelah saya jawab anda akan punya pertanyaan yang akan kembali lagi pada pertanyaan Sutta mana yang menunjukkan hal itu dan akhirnya kita akan berputar2 lagi.

    Saudara BJ,
    Saya mengerti anda hanya meluruskan dan membela keyakinan anda dari cemoohan dan fitnahan orang lain.
    Tapi anda harus mengerti tidak semua respon negatif itu berasal dari umat Buddhis, dan tidak semua umat Buddhis mempunyai respon negatif terhadap agama Kristen.
    Seperti saya bilang semua agama baik, hanya terkadang umatnya yang tidak baik. Ini terdapat dikepercayaan saya dan kepercayaan anda.
    Awalnya kita hanya tidak setuju dengan isi buku ini, bukan ingin menjelek2kan agama lain.
    Mungkin rekan2 saya diatas agak terbawa suasana sehingga diskusi nya jadi agak keras (saya rasa mereka tidak bermaksud untuk itu).
    Saya belum membacanya tapi dari resume diatas dan komentar2 rekan2 yg lain, saya rasa memang isi buku tersebut tidak benar.
    kalau ada yang punya PDF nya dan tidak keberatan bisa tolong dikirimkan ke email hermanto_cahyadi@yahoo.com
    Saya rasa itu saja saudara BJ.
    Semoga kerukunan umat beragama bisa terjalin dengan lebih baik lagi di Indonesia dan di dunia.

  208. 12 Oktober 2011 pukul 7:57 AM

    @ HC : Terimakasih atas komentar Anda dan saya hargai apa yang Anda kemukakan walaupun tidak semuanya saya setujui, namun untuk mengakhiri semuanya ini saya lebih baik tidak mengomentari lg.

    Memang, awalnya ada sebagian kawan Buddhis yg mengomentari buku ini, walau pun belum baca buku ini, namun sudah memberikan komentar2 yang tidak pada tempatnya dan membias kepada iman Kristen. Dalam blog ini Sdr Dede memperkenalkan buku ini, dan blog ini bukan blog umat Buddhis. Jadi sah-sah saja kalo itu dilakukan agar umat Kristen mengerti akan nilai ajaran dan budaya masyarakat di Thailand. Jadi itu tidak bisa dijadikan patokan bahwa apa yg dipercayai di Thailand merupakan ajaran Buddha yg universal. Dalam hal ini Steve memaparkan apa yg dipercayai oleh masyarakat di Thailand secara umum….Dan karena saya udah baca bukunya, saya melihat tidak ada sesuatu pun yang dilakukan oleh Steve yg bisa dikategorikan oleh beberapa bikkhu sebagai “Pembohongan” yang notabene orang Thailand sendiri….Dan jika ada seorang Bikkhu Australia yang hidupnya sangat jauh dari Thailand, dan tidak mengenal masyarakatnya lebih dalam dan dengan sikap bermusuhan mengatakan Steve itu melakukan pembohongan??? Logikanya dimana???? Ditambah lagi Bikkhu Thailand yang membantah tulisan Steve dengan memberikan berbagai argumentasi2 teologis dan menyebut Steve pembohong dan melakukan manipulasi fakta, khan jadi susah bukan.??? Ibarat umat Buddhis Indonesia yang masih mempercayai tradisi, dan ada orang yg menuliskan keadaan masyarakat Indonesia yg Buddhis dan ada Bikkhu yg membantahnya dengan memberikan argumentasi teologisnya, khan udah nggak kena, apalagi sempat bilang orang yang mengemukakan itu sebagai pembohong…..realitanya umat Buddhis masih percaya tradisi leluhurnya khan? Kenapa para Bikkhu itu udah tau itu tak benar dan tak sesuai ajaran Sang Buddha mengapa melakukan pembiaran dan tidak berusaha meluruskannya? Takut umatnya lari, takut umatnya jadi benci sama Bikkhunya???? Dalam ajaran Kristen, seseorang yg telah mengetahui ketidakbenaran dan tidak berusaha meluruskan, maka orang tersebut bisa dikategorikan sebagai orang yg bersalah dan Tuhan akan meminta pertanggungjawabannya………Jika Anda pernah melihat film2 Thailand, anda akan mengerti itulah realita hidup orang Thailand yg mayoritas Buddhis itu yang masih mempercayai banyak takhayul dan mitos. Apa yg dipaparkan oleh Steve sebagiaan sama dengan kondisi umat Buddhis di Indonesia…….sebab budayanya tidak jauh berbeda….

    Karena saya tidak memiliki file pdf-nya, maka saya tak bisa membantu…..Dan jika berminat, Anda bisa beli bukunya dalam format bahasa Inggris. Terjemahan bahasa Indonesia juga ada namun kurang enak dibaca, karena ada beberapa foot notenya tidak disertakan……..

  209. 12 Oktober 2011 pukul 9:18 AM

    Red :

    saya sarankan kepada yang berdebat (dede dan kakak2nya ^^) janganlah membela siapa yang kita yakini sebagai Tuhan, karena Tuhan tidak perlu pembelaan kita. yang dia perlukan ialah rasa syukur kita kepadanya…
    marilah sama2 belajar memberi kebaikan/KASIH
    GBU
    jika boleh saya ingin dikirimkan file pdf-nya.thx

    @ Red : kelihatan Anda ini insider of Buddhism……..dan tertarik amat sama bukunya Steve, belajar beli lah 🙂 ……

  210. j wong
    13 Oktober 2011 pukul 2:15 AM

    BJ:wkwkwk….HEBAT anaknya yg umur 6 tahun sudah ngerti alkitab!!!anak ajaib!!!jangan2 dialam yg sekarang ini masih ada hal2 yg selama ini belum pernah saya ketemukan hal2 yg ajaib terjadi pada anak BJ???wkwkwk….kali aja utusan TUHAN???wkwkwkwk…selamat ya Om BJ…anda sangat sempurna!!!

  211. 13 Oktober 2011 pukul 6:11 AM

    @ j wong : ada banyak hal2 aneh/ ajaib/ mujizat yg ada disekitar kita, cuma Anda kurang memperhatikannya…..buat anda semuanya seperti normal2 saja…….atau buat Anda semuanya tidak begitu penting karena semuanya hanya ILUSI????? Jangan meremehkan anak2, banyak hal yang kita bisa belajar dari anak2, kepolosannya, pikirannya yang dapat mengungkapkan hal-hal yg bagi orang dewasa itu sepele dan tak terpikirkan tapi memiliki hikmat yg melebihi orang dewasa. Makanya Yesus suka pada anak2, dan sikap hati seperti anak2 lah yang akan menghuni kerajaan Sorga…..kata Yesus…

    Saya tidak sempurna, yang sempurna itu milik yang Anda tak ingin percayai. Dia yang berada diluar lingkaran samsara, sebab Dia kekal, tidak berubah dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, Personal sehingga Dia bisa memiliki hubungan dengan ciptaan yang personal juga….Karena saya tidak sempurna, maka saya butuh yang SEMPURNA itu….

    Umat Buddhis memiliki Saddha/ Sradda atau bisa disebut sebagai iman(walaupun artinya kurang tepat) bahwa dari dalam (inner) diri/ hati manusia bisa menyempurnakan dirinya…..Justru sebaliknya kata Yesus dari dalam diri manusia keluar segala yang mendukkha dirinya, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (Markus 7:21-23). Jika sebuah tong penuh air kotor bagaimana airnya bisa bersih dengan sendirinya, jika tidak ada sesuatu yang berasal dari luar(eksternal) yang mampu membersihkan airnya????

    Walaupun Tuhan ingin memiliki hubungan dengan Anda dan ingin menyucikan hatimu dan ingin memberi Anda “pencerahan” namun Anda tak mau karena Dia tak kasat mata………….. Ketidakinginan Anda itulah yang disebut sebagai Avijja/ Avidya dalam bahasa Buddhisme dan dalam bahasa Yunani Alkitab Perjanjian Baru disebut “Hamartia”……….. Mengapa manusia tidak mampu mengerti hal2 rohani demikian, sekalipun oleh orang Yahudi yg memiliki kitab Taurat, namun mereka tetap tidak mengerti??? Sebab “pikiran” manusia “terselubungi” oleh hamartia atau avidya itu sendiri. Saat mereka membaca kitab sucinya, mereka tetap tak mengerti. Rasul Paulus mengatakan, “Tetapi pikiran mereka telah tumpul, sebab sampai pada hari ini “selubung” itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa “disingkapkan”, karena hanya Kristus saja yg dapat menyingkapkannya. Bahkan sampai hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yg menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan……..(2 Korintus 3: 14-17)

  212. j wong
    13 Oktober 2011 pukul 7:11 AM

    BJ:hal2 aneh/ajaib/mujizat…tlg anda berikan 1 aja contoh tsb…dalam dongeng hanya Tuhan yg bisa berikan sepotong Roti kepada ribuan umat manusia,saya tdk pernah menganggap semua yg ada ini Ilusi?lho dr awal anda yg sebutkan dan anda yg jawab juga?dan soal anak2 memang penuh kepolosan dll..justru waktulah yg menentukan isi otak mereka itu Baik ato tidak..jadi bukan Tuhan aja yg lbh suka dgn anak2…karna anak2 yg belum berpengalaman lbh gampang dibohongi…itu fakta…Kita ini akan menjadi Baik atopun Buruk,itu semua ada di diri kita,Pikiran adalah segala2nya…”PIKIRAN MENDAHULUI SEMUA KONDISI BATIN,PIKIRAN ADALAH PELOPOR SEGALA SESUATU,PIKIRAN ADALAH PEMIMPIN,PIKIRAN ADALAH PEMBENTUK,PIKIRAN ADALAH SEGALANYA DALAM DAMMAPADA I,1″…apa yg kita pikirkan dan perbuat,responnya akan kembali ke diri kita sendiri,simple MAN….

  213. 13 Oktober 2011 pukul 2:54 PM

    j wong :

    BJ:hal2 aneh/ajaib/mujizat…tlg anda berikan 1 aja contoh tsb…dalam dongeng hanya Tuhan yg bisa berikan sepotong Roti kepada ribuan umat manusia,saya tdk pernah menganggap semua yg ada ini Ilusi?lho dr awal anda yg sebutkan dan anda yg jawab juga?dan soal anak2 memang penuh kepolosan dll..justru waktulah yg menentukan isi otak mereka itu Baik ato tidak..jadi bukan Tuhan aja yg lbh suka dgn anak2…karna anak2 yg belum berpengalaman lbh gampang dibohongi…itu fakta…Kita ini akan menjadi Baik atopun Buruk,itu semua ada di diri kita,Pikiran adalah segala2nya…”PIKIRAN MENDAHULUI SEMUA KONDISI BATIN,PIKIRAN ADALAH PELOPOR SEGALA SESUATU,PIKIRAN ADALAH PEMIMPIN,PIKIRAN ADALAH PEMBENTUK,PIKIRAN ADALAH SEGALANYA DALAM DAMMAPADA I,1″…apa yg kita pikirkan dan perbuat,responnya akan kembali ke diri kita sendiri,simple MAN….

    @j wong : saya kasih Anda 2 contoh : Dapatkah seseorang yang hidup baik sekarang ini maupun pada masa yang lalu—dapatkah seseorang menjelaskan tentang gravitasi? Apakah gravitasi itu? Sekalipun anda tinggal di dalamnya, anda tidak dapat menjelaskan tentangnya. Jika saya melepaskan buku ini maka ia akan jatuh. apa yang membuatnya jatuh? Apa yang tetap membuat planet-planet ini berada di dalam orbitnya? Apakah gravitasi itu? Tidak seorang pun yang tahu. Tidak seorang pun yang tahu. Itu adalah sebuah keajaiban. Dan kita hidup di dalamnya setiap hari.
    Benih yang berkecambah. Pikirkan tentang benih yang kecil itu yang terlihat seperti sebuah batu yang mati. Tetapi tanamlah, dan taruhlah di bawah sinar matahari yang hangat, dan siram sedikit air ke atasnya, maka ia akan bertumbuh. Pikirkanlah tentang hal itu.
    Diri Anda, bukankah sebuah keajaiban dan mujizat yang hidup? Walaupun Anda menganggap diri Anda sebagai 5 khanda yg hidup(kecuali Anda anggap ilusi) bukankah sebuah keajaiban??

    Mengenai mujizat Yesus memberikan 5 potong(bukan sepotong) roti dan menggandakannya menjadi makanan buat makan lebih dari 5000 orang apakah sebuah dongeng seperti yg Anda katakan?? Apakah arti kata “dongeng”? Dongeng = 1) cerita yg tidak benar-benar terjadi 2) mengatakan yg tidak benar alias bohong. Dalam hal ini Anda ingin mengatakan bahwa apa yang dilaporkan didalam Injil Matius 14:15-21, Injil Markus 6:35-44, Injil Lukas 9:12-17 dan Injil Yohanes 6:4-13 adalah laporan kejadian yang tidak benar alias bohong belaka bukan?. Untuk itu saya ingin jekaskan : 1) bahwa keempat injil ini ditulis antara 37-80 masehi. Dan Yesus naik kesorga sekitar tahun 29 masehi, artinya masa penulisan keempat injil tsb masih memiliki banyak saksi hidup pada masa itu yg dapat melakukan klarifikasi jika peristiwa2 yg tercatat didalam injil tsb adalah tidak benar terjadi termasuk tentang kebangkitan Yesus dari kematian. 1 Korintus 15:1-10 dan Rasul Yohanes juga memberikan kesaksian disuratnya 1 Yohanes 1- 4 tentang apa yang dilakukan oleh Yesus yg juga disebut sebagai Firman hidup itulah yg diberitakan dan dicatat: ” Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
    Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.
    Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
    Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna”

    2) Adakah orang yang rela mati buat sebuah cerita bohong alias dongeng itu? 11 rasul murid Yesus mati secara tak wajar alias dibunuh, dan hanya satu org yaitu Yohanes yang mati karena usia tua. Dan ribuan orang Kristen pada masa itu mati, cacat, mengalami penganiayaan hanya karena tidak mau menyangkali imannya pada Yesus dan mau mempercayai sebuah dongeng yg tanpa bukti?

    Anak2 bisa kita bohongi, namun tidak terus menerus, mereka bisa tahu…….dalam rumah dan sekolah kita tetap budayakan tidak boleh berbohong…………..

    Jika boleh saya bertanya darimana datangnya pikiran tentang hal yg baik dan jahat itu? Apakah pikiran kita yg terbatas oleh ruang dan waktu itu mengetahui segalanya, menciptakan segalanya, menentukan segalanya? jika ya berarti Pikiran itulah Tuhan atas hidup kita dan penguasa atas alam sejagat ini……Dan pikiran yg membentuk hidup kita dan tubuh kita?? 🙂 Bukankah itu kelihatan lebih merupakan sebuah dongeng????

    Coba Anda renungkan sendiri…….jangan kena bohong, sebab Anda udah dewasa………..

  214. j wong
    13 Oktober 2011 pukul 3:58 PM

    hah????? gravitasi anda sebut adalah keajaiban?ha ha ha….ternyata ilmu alam anda msh dibawah standard ya…(maaf),coba anda baca ulasan2 awal dr saya,kita percaya ada Tuhan di agama Buddha..tapi dlm kehidupan sehari2,Tuhan tdk pernah kita jadikan alasan apabila segala sesuatu terjadi(yg anda katakan selalu:atas Kehendaknya,atas cobaannya,atas rencananya)itu 100% anda hanya pasrah dgn keadaan anda,sehingga mencari kambing hitam agar segala sesuatu beres permasalahannya…dr awal saya sampaikan Tuhan itu tdk perlu kita bicarakan,sama dgn kita bicara pesawat ulang alik (yg notabene ada wujudnya)..ini nyata tapi tdk perlu kita bicarakan karna bukan level kita utk itu…jadi jgnlah selalu mengklaim bhw apabila kita percaya Tuhan Yesus maka pintu surga akan terbuka lebar…padahal tdk seorangpun yg pernah sampaikan bahwa mereka mati masuk surga atopun neraka…ini semua belum tentu ada juga…karna ini semua hanya kita dengar dr alkitab dllsbgnya…hidup yg utama adalah berbuat baik selalu terhadap sesama dan tdk perlu minta imbalan apapun….

  215. 13 Oktober 2011 pukul 6:53 PM

    @ j wong : Anda boleh bicara apa saja, anggaplah ilmu saya dibawah Anda…….. 🙂

    Apa yang ajaran Buddha aliran Mahayana katakan tentang Thathagatha(Tuhan) bukanlah personal. Lain dengan apa yg orang Kristen percaya bahwa Thathagatha(Tuhan) itu personal. Tuhan yang personal mampu berhubungan dan berkomunikasi dengan manusia yang percaya kepada-Nya. Dia peduli dengan kehidupan umat-Nya dan selama bersama dengan umat-Nya. Maka Dia disebut “IMMANUEL” artinya Tuhan beserta kita…..Hal ini tentu tak mungkin Anda pahami…….

    Dalam hal ini, Anda jangan berharap bahwa Buddha yg dianggap sebagai Bapak didalam kitab Saddharma Pundarika itu sama seperti yg diyakini oleh umat Kristen tentang Tuhan sebagai Bapaknya. Sebab itu akan bertentangan dengan doktrin Anatta.atau Kesunyataan…….Saya pikir Anda lebih hebat untuk mengerti dalam hal ini 🙂

    MEMANG manusia bukan levelnya untuk berbicara tentang Tuhan, mampu mengenal Dia, mampu mengerti Dia, termasuk Anda dan sekalian para Buddha……..Dia bukan seperti Iswara, bukan Brahma, bukan Arjuna dalam kepercayaan Hindu seperti yang dibicarakan oleh Buddha Gautama…….Dia diluar pemikiran dari segala makhluk yg diciptakan-Nya, Dia tak berawal dan tak berakhir….Dia disebut Alpha dan Omega……. Jadi yg Anda bicarakan dengan analogi pesawat Ulang Alik itu BENAR 100%, tak ada yg salah…!!!

    NAMUN, yang Tak Berawal dan Tak Memiliki Akhir itu yang DATANG SENDIRI memperkenalkan Diri-Nya kepada manusia2 sepanjang sejarah yg tercatat di Alkitab itu, yg Anda sebut sebagai kitab dongeng. TUHAN itulah yg BERKEHENDAK menyatakan diri-Nya kepada manusia2 yg memiliki KERENDAHAN HATI dan mau menerima pernyataan-Nya.!!! DIA lah yang mengajari manusia bagaimana harus hidup……dan DIA lah yg memberitahukan manusia bagaimana membicarakan Dia…….

    Umat Kristen TIDAK pernah mencari kambing hitam dalam menyikapi segala peristiwa dan gejala2 di dunia ini. Justru orang2 yg benci adanya Tuhan yg menyatakan itu. Sebab Alkitab banyak memberikan contoh bagaimana manusia yg beriman itu harus bersikap didalam kehidupan dan bagaimana menjalani kehidupan ini…….
    “PASRAH” bukan berarti PASIF, anda salah mengerti. Orang Kristen memiliki falsafah kehidupan : “We do the Best, GOD take a rest” atau bahasa Latin ; “Ora et Labora” Berdoa sambil bekerja. INILAH sikap hidup orang Kristen yang berlawanan dengan pasifisme lainnya.

    Anda mengatakan : “hidup yg utama adalah berbuat baik selalu terhadap sesama dan tdk perlu minta imbalan apapun….” Saya setuju sebagian dari pernyataan Anda…. Anda mungkin akan terkejut jika saya berkata bahwa didalam ajaran Buddha : berbuat baik saja tak cukup untuk mengantarkan Anda ke Nirvana, percayakah Anda?? Dan kedua berbuat kebaikan tanpa pamrih tidak dikenal di dalam Buddhisme, benarkah???? Perkataan ini hanya ada didalam kepercayaan Kristen. Umat Buddhis berbuat baik memiliki “MOTIF” yaitu mengharapkan “karma buruknya” berkurang dan mengharapkan bisa terlahir dikehidupan yg lebih baik…… “MOTIF” ini bisa dikategorikan sebagai pamrih, “saya berbuat ini “karena”……..dsb…..dst…nya…. Beda dengan perbuatan baik ala Kristen, orang Kristen berbuat baik karena mencontoh teladan Yesus yg telah berbuat baik bagi umatnya………

    Hanya ada 2 hal yang Tuhan inginkan dari manusia yaitu “perbaikan hubungan” yg telah rusak selama ini. Inilah yg saya sebut sebagai HAMARTIA” artinya tidak tepat sasaran(menyimpang) dari kehendak Tuhan yaitu “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

  216. j wong
    14 Oktober 2011 pukul 2:42 AM

    BJ:perlu anda ketahui ajaran Buddha tdk 100%saya telan bulat2,tdk seperti anda yg mungkin otaknya sudah dikunci sehingga apapun yg disajikan ditelan bulat2…ditpt saya diajarkan utk DATANG dan DENGARKAN walaupun anda itu bukan Buddhis,dan terimalah apabila ajaran tsb sesuai dgn hati dan pikiran anda…begitupun sebaliknya…
    Tuhan yg anda katakan personal,bagi saya itu tdk penting..karena itu bukan levelnya saya..dan Tuhan anda termasuk EGOIS juga ya…masak org2 yg hanya tdk percaya kepadanya tdk akan masuk surga???jadi bagaimana dong dgn org2 yg beragama Buddha,Islam dll sbgnya?dan mungkin juga Surga itu hanya punyanya Tuhan anda ya? atau Surga itu ada beberapa tempat?wkwkwkwkwkwk….tolong dech jgn pake kacamata kuda agar pikiran anda lebih terbuka dan dgn tulisan2 anda malah Agama anda yg terluka?
    berbuat baik terhadap siapapun kita tdk minta imbalan apapun termasuk ucapan terima kasih…”RESPON YG BAIK AKAN KEMBALI KE DIRI KITA SENDIRI”,sama dgn menanam jagung ya keluarnya jagung…jadi bukan motif ya BANG!!! he he he…
    urusan reinkarnasi sama dgn : ayam dan telur…duluan yg mana?

  217. 14 Oktober 2011 pukul 3:29 AM

    @ j wong : Kalo Anda tak mau percaya ajaran Buddha yg tertulis di tipitaka itu urusan Anda, bukan urusan saya. Jika ingin jujur, maka harus disangsikan kebenaran tulisannya, soalnya semua tulisan Tipitaka bersumberkan pada second sources, bukan saksi utama…..Selisih tulisannya sampai 400 tahun lamanya setelah Buddha parinibbana…. 🙂

    Saya tidak pernah bilang semua ajaran moral dalam Buddhisme saya tolak, ada banyak hal yg sama didalam ajaran Kristen…….Jika saya menerima semua kebenaran ajaran Alkitab bukan berarti otak saya terkunci seperti maunya Anda…..justru banyak hal yg sama dapatkan didalam Alkitab yg membuat wawasan saya terbuka….

    Ajakan Anda didalam pluralisme agama mungkin kedengaran logis…..namun apa manfaatnya selain membuat sikap kita yg munafik??? Munafik terhdp agama sendiri dan munafik terhadap orang lain???? Ajaran Kristen tidak sama dengan buddhisme dgn adanya seribu jalan menuju sorga? Kalo sorga cuma satu jalan bagaimana? kalo pintu sorga cuma satu harus apa?? Jalan berspekulasilah………..

    Tuhan saya egois itu definisi Anda, Alkitab jelas mengatakan bahwa Tuhan ingin semua orang datang kepada-Nya dan jika semua orang tak mau datang apakah Tuhan yg disalahkan????

    Tidak semua respon yg baik akan kembali kepada Anda dengan baik saat Anda berbuat kebajikan, kecuali Anda memang belum benar2 berbuat kebajikan…….Tidak semua orang yg berbuat baik akan menerima hal yg positif atau baik……

    Reinkarnasi

  218. j wong
    14 Oktober 2011 pukul 3:58 AM

    ha ha ha…anda termasuk org yg tdk bisa baca dgn baik,saya tdk blg bhw semua ajaran Buddha itu tdk benar..tapi anda sudah menghukum dgn ucapan anda yg kacau balau..sama dgn anda sangsi dgn tulisan TIPITAKA..itu urusan anda,bukan urusan saya..he he he…
    maunya saya?saya tdk pernah bilang bhw maunya saya seperti apa yg anda sebutkan,pikiran anda terbuka setelah mendalamin isi Alkitab..terbuka itu bermacam2 BUNG,terbuka yg positif ato yg negatif?kan anda yg bilang terbuka..tapi org lain yg menilai terbuka yg positif ato negatif lho…he he he…
    soal Surga aja anda malah beri pertanyaan yg macam2…disuruh jwb malah balik bertanya..memang dunia ini penuh dgn org2 yg munafik ya?wkwkkwkwkwk…
    logikanya Tuhan anda itu MAHA segala2nya..tapi koq urusan suruh percaya kepadanya aja tdk bisa???ha ha ha…
    kata anda:tdk semua respon yg baik diterima dgn baik..jadi masalahnya apa dong??? so what gitoh lho???

  219. 14 Oktober 2011 pukul 4:11 AM

    @ j wong : jika Anda tak setuju pendapat saya mestinya Anda menjawabnya dulu…..jangan diskusinya membias sampai kemana2….Lebih elegan jika bahasnya satu2…..jangan sembarang tembak, abis nanti pelurunya…. 🙂 dan diskusi spt ini tak akan mencerahkan kita berdua………bisa saling bunuh karakter nantinya……dukkha aja yg timbul seperti kata Anda 🙂

    Mengenai reinkarnasi : telur atau ayam, mestinya itu ditanyakan pada Anda dong 🙂

    Mengenai “motif” kebajikan, mungkin Anda perlu survey dulu dikalangan umat Buddhis, apakah benar seperti yg saya katakan atau bukan??? Jangan buru2 kamu ambil kesimpulan….

  220. j wong
    14 Oktober 2011 pukul 4:30 AM

    BJ:dr awal memang saya tdk setuju dgn semua pendapat anda…dan byk yg tdk perlu saya jwb,karna tdk akan ada titik temunya..kalo anda memang merasa terbias diskusi ini ya mungkin ini yg anda rasakan seperti anda rasakan menjadi org yg berimam…he he he…itu kan juga bukan ururan saya ya?he he he…
    justru kita percaya adanya reinkarnasi,makanya anda bertanya ke saya tentang reinkarnasi…jadi saya umpamakan ayam dan telur…
    mengenai “Motif”kebajikan…tdk semua umat mengerti tentang hal itu..sama aja dgn org2 yg ngaku agama Kristen..tapi Kristen KTP…dan setiap manusia tdk ada yg pemahamannya bisa sama100%..jadi tdk perlu saya survey kan???..he he he…

  221. 14 Oktober 2011 pukul 5:12 AM

    @ j wong : coba Anda terjemahkan sendiri tulisan Anda : “perlu anda ketahui ajaran Buddha tdk 100%saya telan bulat2” . Jika tidak 100%, artinya ada yg Anda buangkan??? Kalo boleh tahu bagian mana yg Anda tidak telan itu, seperti apakah itu?????

    Orang yg menilai itu positif atau negatif apakah dia udah ngerti dengan standar yg dia gunakan? Atau standar orang lain yg dia pakai buat ngukur???? 🙂

    Tuhan walaupun “Maha” bukan berarti Dia harus maksain segala sesuatu, tidak seperti tuhannya di India pada masa Buddha….. Tuhan itu kasih dan Dia mau manusia juga mengasihi-Nya dengan segala kebebasan manusia. Itulah artinya kasih…..Kalo dengan cara paksa artinya bukan kasih…..Dalam hal kasih inilah Buddha belum tercerahkan dan baru abad ke 1-7 masehi aliran Mahayana menyadari ini :). Sekarang udah kelihatan hasilnya dalam ajaran Tzu Chi yg disebut Daai( Ta Ai = kasih yg terbesar) 🙂

    Mengenai hukuman neraka, sudah dibahas dibagian atas sebelumnya……jadi tak perlu dibahas lagi…… Intinya Tuhan tidak menghukum org yg tak mau percaya kepada-Nya. tapi manusia sendiri yg memilih neraka yg jadi tempat huniannya…..Walaupun Allah paksa manusia spt itu utk tinggal di sorga pun akan percuma, dia lebih enak tinggal diluar sorga dan memilih neraka ………….Inilah perkataan C.W. Lewis yg mantan ateis yg bertobat dan memilih mencintai Tuhan…..Dia pengarang buku trilogi “Narnia”

  222. 14 Oktober 2011 pukul 5:29 AM

    @j wong : jika Anda tidak mau menjawab apa yg Anda tidak setujui, maka saya berasumsi tidak ada yg perlu kita diskusikan lagi. Saya melihat sepertinya “semua sama” jawabannya orang buddhis: yaitu “memilih diam”, saat dikonfrontir keyakinannya. Diam bisa diartikan banyak hal : diam karena tak tahu, diam karena tak memahami, dia karena takut salah, diam karena bingung, atau diam karena………..(anda yg jawab sendiri)???? 🙂

    Awal diskusi semuanya seperti “hebat” mengadili “iman Kristen” dengan sikap merendahkan dan mengejek namun saat dikonfrontir terus menerus, akhirnya menjadi “diam” dan berlaku seolah-olah pahlawan kebaikan, minta umat Kristen jangan menghina ajaran org lain dan jangan menginjili dengan label “semua agama itu baik” adanya……..dsb……

    Selanjutnya Anda yg menilai sendiri apa yang mesti saya beri label terhadap orang2 yg seperti Anda……. 🙂

  223. HC
    14 Oktober 2011 pukul 7:39 AM

    Saudara BJ,

    Saya seorang Buddhist. Jadi apakah saya termasuk “orang Buddhis” yang anda sebut diatas?
    Jika ya, alasan saya tidak mau berdebat sudah saya kemukakan sebelumnya.
    Tolong jangan memakai sebutan yang terlalu general seperti itu, karena sudah saya sampaikan beberapa kali bahwa tidak semua itu tergantung pribadi masing-masing.
    Saya tidak marah atau tersinggung, hanya kecewa dengan perkataan anda diatas.
    Coba anda baca lagi komentar anda diatas dan posisikan diri anda pada posisi saya atau minimal dari pihak netral. Dan coba anda nilai.
    Mungkin anda merasa bangga karena merasa telah menang dalam perdebatan atau diskusi diatas dengan rekan-rekan yang lain.
    Apakah anda mendapat kepuasan dalam hal ini?
    Saya yakin rekan-rekan Buddhist memilih diam bukan karena alasan negatif yang anda sebutkan diatas, tapi mungkin karena alasan yang kurang lebih mirip dengan alasan saya.

    Mohon maaf sudara BJ tidak ada yang perlu menilai label apa yang mesti anda beri terhadap orang-orang seperti kami.
    Itu hak anda sendiri mau memberi label seperti apa.
    Dari cara menulis anda saya yakin anda orang terpelajar. Dan saya yakin anda pasti mengerti maksud saya.

    Terima kasih

  224. j wong
    14 Oktober 2011 pukul 9:37 AM

    BJ:ha ha ha…begitulah anda2 ini yg sangat gampang menghukum org lain dgn mengatakan langsung DIAM??? sori aja ya Bung…anda ini siapa dan saya akan takut dgn anda???ha ha ha…tdk ada rasa secuil apapun saya bisa takut terhadap anda dan juga dgn tulisan anda..jangankan anda,sejuta anda juga saya hadapi koq…he he he…makanya jgn seperti katak dalam tempurung…BLOG anda saya kunjungi pada saat saya sangat santai,karna ada yg jauhhhhhh lebih penting dr tulisan anda,dgn kata lain ini hanya SELINGAN…wkwkwkwk..utk olah raga OTAK aja….dr awal juga saya dan temen2 tdk merasa HEBAT seperti apa yg anda rasakan???mungkin anda merasa terpojok saja sehingga bisa merasakan kita2 ini merasa HEBAT???asumsi anda tentang DIAM kita2 ini sama dgn ASUMSI anda dgn yg namanya TUHAN anda…
    Tuhan anda MAHA,lho saya tdk pernah bilang bahwa Tuhan anda “MEMAKSA” kehendaknya koq???ada sendiri yg meng-ada2???dan anda terlalu meninggikan TUHAN(ANGAN2)anda,sehingga apapun yg saya katakan anda bela mati2an Tuhan(Angan2) anda…padahal angan2/hayalan adalah tetap angan2/hayalan belaka..
    dan C.W.Lewis juga manusia,tdk pernah saya dengarkan…masih banyak C.W.Lewis yg lain yg akhirnya ke kristen atopun ke agama lain…jadi tdk perlu dibanggakan MAN….
    “perlu anda ketahui ajaran Buddha “TDK 100%”saya telan bulat2…karna apapun selalu saya cerna dgn akal sehat dan logika…he he he ..masak semua urusan pribadi saya juga mesti saya sampaikan di blog ini???apa gunanya ya???he he he…

  225. 14 Oktober 2011 pukul 11:33 AM

    @ H.S : sejauh yg saya diskusikan dgn teman2 Buddhis lainnya dan alasan yg mereka berikan adalah sama spt jawaban J wong…… Anda tidak ikut berdiskusi apapun dengan saya……..jadi Anda dibebaskan dari penilaian saya…… 🙂

    Saya tidak merasakan menang atau kalah, kecuali Anda yg memberi penilaian spt itu. 🙂

    Salam juga;

    BJ

  226. 14 Oktober 2011 pukul 11:47 AM

    “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”

    “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.”

    “Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia.
    Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak.”

    (Kitab Amsal)

  227. Verr
    14 Oktober 2011 pukul 3:50 PM

    males baca komen2 diatas udah panjang, cuma mo komen langsung aja.
    TIDAK ANEH…….
    Memang klo yang namanya “PENDETA KRISTEN” doyannya menghina-hina agama lain, demikian juga kebanyakan umat2nya!!!
    makanya banyak menimbulkan kericuhan2, silahkan googling klo ngga percaya

    jangan menghina klo ngga mau dihina
    jangan membenci klo ngga mau dibenci
    jangan bikin onar klo ngga mau ribut

  228. j wong
    15 Oktober 2011 pukul 5:05 AM

    ha ha ha….Verr,mereka2 itu orang2 yg suka dgn hayalan tingkat tinggi…sehingga pada melambung kemana2…kasian juga dgn perilaku seperti itu…hidup dgn berusaha bersukacita tanpa mengetahui asalnya..yg lbh gawat lagi mereka2 itu kalo lg MAKE LOVE(maaf utk 17 tahun keatas/dan tdk berusaha berkata jorok ya) pada saat orgasme masih sebut”OH MY GOD”…wkwkwkwk…kelewatan tuch?????

  229. Verr
    15 Oktober 2011 pukul 6:13 AM

    DAN SATU LAGI………..
    Orang2 yang seperti ini yang harus “DIWASPADAI”,
    Mereka adalah orang2 yang akan menimbulkan “KEKACAUAN” didunia, orang2 yang akan “MENGANCAM’ perdamaian, orang2 yang akan “MEMECAH BELAH” bangsa, orang2 yang akan menimbulkan peperangan……………. HATI-HATI

  230. 16 Oktober 2011 pukul 3:54 PM

    Woooooooiiiiii……..ternyata bentuk aslinya mulai kelihatan neh! Ikuti teladan gurunya…….dikehidupan sebelumnya gurunya pernah hidup selibat tapi akhirnya ngeseks dengan cewek yg pernah mencintainya diceritakan dalam upaya kausalya versi Tibet, maka banyak bikkhu Tibet suka yg kayak gitu dan ada buku pedoman segala di Tantra ala Kamasutra versi India….ckckckckckck…….makanya ada Buddha Bar tempat kayak gitu……….wkwkwkwkwkwk….

  231. 16 Oktober 2011 pukul 4:22 PM

    Numpang lewat;

    Diharapkan buat saudara2 yang tak ngerti jawaban diskusinya lebih baik belajar lagi dech daripada membicarakan hal2 yg tak bermanfaat……..aku jadi malu mbacanya……..Make Love dengan suara oh my…….. segala…….Kata2 demikian tidak pantas diucapkan dan dituliskan oleh umat Buddhis…..apalagi kalo ngakunya Buddhis…….jangan2 bukan Buddhis atau hanya KTP saja, sungguh memalukan!!!!!!!

    Dan saya juga mengharapkan sodara2 Kristen agar tidak mengeluarkan kata2 hinaan juga agar diskusi menjadi tambah panas saja……….

    Anggaplah forum diskusi ini tidak dilanjutkan lagi..!!!!!

  232. Verr
    17 Oktober 2011 pukul 6:14 AM

    HI, DEDE WIJAYA !!!!

    LIHATLAH KERIBUTAN2 YANG TERJADI KARENA ULAH KAMU !!!!
    INI YANG KAMU INGINKAN !!!!
    COBA PIKIRKAN & ANALISA TENTANG DIRI KAMU !!!!
    YAKIN 100% SAKIT JIWA KAMU !!!!

  233. 17 Oktober 2011 pukul 6:26 AM

    Lho, koq Dede yg disalahin???? Bukannya karena komentar2 kawan2 Buddhis yg membuat suasana seperti itu????? wkwkwkwkwkwk……..
    Untuk melihat bukti adanya ala kamasutra itu bisa dilhat di relif2/ gambar2 candi Borobudur yg mewakili paham ajaran Buddhisme di Indonesia…… 🙂

    Makanya J Wong terkesan dan berhalusinasi ” Oooh my ………..” wkwkwkwkwk………..

    Tak salah kalo orang Perancis suka hal2 demikian, makanya adanya Buddha Bar……tempat eksotisme ala Buddhisme……….dan telah dibuka di Jkt……..

  234. Verr
    17 Oktober 2011 pukul 7:44 AM

    ROTIBOY!!! TERNYATA KAMU SAMA TOLOLNYA JUGA……..
    APA NGGA LIHAT PERTAMA KALI TIMBUL KARENA APA???
    LIHAT PALING ATAS, KLO TIDAK ADA BUKU MAKA AKAN ADA KONFLIK INI???

    PERCUMA BERDEBAT SAMA ORANG2 TOLOL & SAKIT JIWA..!!!!

  235. j wong
    17 Oktober 2011 pukul 8:41 AM

    Verr,biarkan anjing mengonggong sambil berlalu aja…..

  236. 17 Oktober 2011 pukul 10:07 AM

    Wkwkwkwkkwk……..numpang tanya Verr yoh, ini forum Buddhis atau Kristen??? Trus yang komentar pertama dengan nada hinaan siapa ya??? Yang hina Dede takut itu siapa ya??? Koq sekarang bilang Dede yg salah siapa ya?????

    Biasalah, yg suka teriak dan ngomong TOLOL & SAKIT JIWA itu refleksi dari pribadi yg seperti ya??? wkwkwkwkwkwk

    Benar nggak ngomongan saya tentang Buddha pada masa lalu yg ngesek, biar cewek yg udah mau mati itu bisa langsung ke Nirvana??? 🙂

    Ternyata OM Ooooooh My……….keluar suara juga…….gimana OM, udah pernah ke Buddha Bar hang out???? Itu banyak bidadari yg bisa buat suara Ooooooh My Buddha lho….wkwkwkwkwkwkwkwk 🙂

  237. j wong
    17 Oktober 2011 pukul 10:16 AM

    wkwkwkwk………….KABUR ah…. ada yg SAKIT JIWA & TOLOLLLLLLL….wkwkwwkkwkwk…

  238. Verr
    17 Oktober 2011 pukul 12:16 PM

    ROTIBOY EMANG BENER2 TOLOL, PERCUMA NGEJELASIN APA JUGA
    OTAKNYA UDAH DANGKAL, BENER2 ORANG SAKIT JIWA & TOLOL

    BENER..J WONG…BIARLAH ANJING-ANJING ITU MENGGONGGONG!!!

    LIHAT SUATU SAAT BAKALAN KENA BATUNYA, KITA TINGGAL MENONTON.
    _____________________________________________________________
    C L O S E

  239. 17 Oktober 2011 pukul 12:22 PM

    Wkwkwkwkwkwk………………Mau kabur ke Buddha Bar ya ….buat cobain suara Ooooooh My Buddhaaaaaaaaa…………..????? 🙂 hahahahahaha

  240. tommy
    17 Oktober 2011 pukul 4:26 PM

    orang yang tidak mengerti akan mencari-cari masalah dengan seenaknya. saya dari SD sampe kuliah belajar agama Kristen. dan samapi sekaragn saya beragama buddha. anda yang suka menghina agama lain berarti anda juga tidak mengerti akan ajaran Tuhan Yesus, karena Dya juga mengajarkan cinta kasih. bukan dengan perbuatan menghina. anda2 berarti tidak memahami ajaran agama Buddha karena seenaknya ngomong berdasrkan statement yang ada dan tidak menelaah jaran Tuhan Yesus juga. kasihan, semoga perbuatan yang anda lakukan akan menerima baik itu buruk atau baikny. terimakasih

  241. 18 Oktober 2011 pukul 12:04 PM

    Sdra Tommy, jika Anda mengerti tentang Buddhisme boleh disharingkan, agar kawan2 Kristen mendapat pemahaman yg jelas, agar tidak terkesan kita juga melakukan penghinaan2 yg sama dan hanya berkomentar yg tak ada gunanya…………………

    Terus terang aja, saya kurang memahami Buddhisme dalam hal ini, saya hanya ikut tradisi saja 🙂 .Untuk itu saya ingin belajar dari Anda…..

  242. Hendro
    19 Oktober 2011 pukul 4:24 PM

    Buddha adalah ajaran… Buuuagus banget ajarannya… TOP BANGET..

    Kekristenan adalah Supranatural Experience tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata. Masuklah dan rasakan sendiri. Saya telah mengalaminya secara pribadi.

    Saya adalah seorang Kristen yang juga pengagum ajaran Buddha….

    Saya merasa mungkin saat ini Sang Buddha dan Tuhan Yesus menangis melihat seluruh umat didunia lagi mempermasalahkan mengikut siapa dari Mereka….

    Saya memutuskan mengikuti seluruh ajaran Yesus dan Sang Buddha…
    Saya telah Lahir baru dan saya tetap mencintai ajaran2 Buddha.

    Apakah seluruh Umat Kristen masuk Surga? NO!
    “Yudas Iskariot salah satu murid Tuhan Yesus juga tidak masuk surga karena Jahat”
    HAI Umat Kristen…. jadilah umat kristen yang setia dan sejati……..!!
    Kalian telah dibaptis dan lahir baru, bersyukurlah memiliki Tuhan yang begitu baik. Senantiasa memberikan pengampunan terhadap dosa-dosa kalian….. Kalian telah terpilih menjadi penghuni Surga…..

    Apakah Sang Buddha saat ini berada di Surga? Jawabannya YES!!
    Wahai Umat Buddha capailah kesempurnaan sperti Sang Maha Guru….
    Tetaplah berusaha. Jangan putus asa… Anda juga bisa mencapai Surga bila bisa mencapai kesempurnaan..

    Tuhan Yesus mencintai Kalian semua…. apapun agama kalian..

  243. 21 Oktober 2011 pukul 4:47 AM

    @ Hendro : Kelihatan, Anda ini insider of Buddhism 🙂 kelihatan dari tulisan Anda……

    Satu hal yg ingin saya yakinkan bahwa Anda ini “BELUM” lahir baru……..Pengetahuan Anda akan ajaran Kristen tidak menjamin Anda telah lahir baru dan masuk sorga!!!! Apalagi Anda tidak mengetahui pengajaran Kristen yg sesungguhnya…….Anda bisa baca di Matius 7:21-24
    Orang yang telah lahir baru ditandai dengan adanya hubungan yg benar dengan Yesus Kristus dan mengetahui jalan keselamatan, kebenaran dan arti hidup……Dan Roh Kudus( Roh Allah) akan memberikan konfirmasi bersama2 dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-Nya dan Allah adalah Bapak kita….(Yohanes 1:12, Roma 8:15 dan Galatia 4:6)

    Anda ingin mengikuti ke 2 jalan ajaran Kristen dan Buddha bersamaan, padahal kedua ajarannya SANGAT berbeda. Memang ada hal yg sama yaitu ajaran tentang kebajikan antar relasi manusia. Yg berbeda adalah tentang relasi manusia dengan Tuhannya….dan itu tidak ada dalam ajaran Buddha yg orisinil. Dalam ajaran Kristen dikenal 2 hukum yang sempurna yaitu “Kasihilah Allahmu dan Kasihilah sesamamu” Yang hukum pertama harus didahulukan dan hukum kedua akan menyusul sendirinya” itulah ajaran Kasih.

    Dalam ajaran Kristen, hanya dikenal “SATU” jalan ke sorga yaitu melalui Yesus, tidak ada seribu jalan ke sorga…….. Dalam Yohanes 14 : 6 Yesus sendiri menyatakan Dia satu2nya jalan kesorga dan dalam Kisah Para Rasul 1:12 dikatakan bahwa Yesuslah satu2nya nama yang diberikan Allah agar manusia bisa diselamatkan dan masuk sorga.

    Memang Allah senantiasa memberikan pengampunan bagi orang yg sadar dan mau bertobat. tapi jangan berpikiran bahwa manusia bisa mempermainkan Tuhan yg telah menyediakan anugerah yg penuh murah hati itu, dengan dalil tokh Allah akan mengampuni, atau sekarang saya berbuat jahat dulu, nanti tua baru bertobat….. Sikap demikian tidak bisa disebut sebagai pertobatan. Jauhkanlah pikiran2 seperti itu sebab Allah menyelidiki hati setiap orang dan Dia tahu akan semuanya itu…Orang2 yg berpikiran ingin mempermainkan Allah bisa disebut sebagai orang yg sangat jahat, bebal dan bodoh yg tidak mengerti akan kasih karunia Allah itu atau sudah tau tapi tidak bersyukur dan ingin menyalah gunakan kebaikan Allah tsb……dan tentang orang2 tersebut hukuman Allah telah menanti mereka jika mereka tidak mau bertobat sungguh2!!!

  244. Hendro
    21 Oktober 2011 pukul 6:27 AM

    @buddhajosaphat: Terima kasih sekali atas masukannya…. saya sangat senang sekali mendapatkan masukan dari anda…

    Soal saya sudah lahir baru atau belom, biarlah Allah Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus saja yang mengetahuinya….

    Saya memang seorang yang bodoh dan tidak mengerti seluruh isi Alkitab. Tapi satu hal yang pasti saya tahu adalah Setiap Hari Roh Kudus selalu menuntun setiap langkah saya.

    Janganlah menghakimi sesamamu manusia, karena penghakiman hanyalah milik Tuhan.

    saya ingin berbagi sebuah cerita kecil…..

    ” ada seorang Atlet Renang yang begitu jago… selalu juara Olimpiade….. suatu saat di Sungai yang kotor ada seorang anak yang jatuh dan akan tenggelam….., akhirnya karena selalu terbiasa berenang di kolam renang maka ragu2lah atlet tersebut untuk melompat menolong anak tersebut…. sedangkan didekat sana ada seorang tukang becak yang hanya bisa berenang seadanya langsung lompat dan menolong anak tersebut”

    Tidaklah penting saya jago berenang atau tidak, tapi saya mau melompat ke sungai untuk menolong anak tersebut….

    Tentunya saya harus belajar berenang sebelom melompat ke sungai……
    dengan pernyataan saya ini tentulah anda mengerti maksud saya….
    Itu kenapa saya berkali-kali mengatakan saya seorang Kristen.

    Saya sering kali melihat Umat KRISTEN yang SOMBONG dan JIJIK jika melihat Umat yang beragama lain…… SOMBONG karena memiliki TUHAN YESUS yang Luar Biasa, dan JIJIK karena merasa umat yang lain itu Jelek dan Kotor.

    Tuhan Yesus Mencintai setiap makhluk yang ada di Dunia ini…. Penyertaannya tidak akan ditinggalkan bagi semua orang umumnya, Khususnya untuk orang-orang yang Percaya dan bersedia mati Untuk-Nya.

    sebuah lilin tidak ada artinya jika di tempat yang terang….. tapi sangat berarti di tempat yang gelap.

    Kalau Tuhan sendiri mau Turun ke Dunia bagi kita…., mau turun lagi ke alam maut demi kita….. kenapa kita tidak mau kembali lagi bersama mereka yang tersesat untuk menunjukkan jalan pulang ke Surga…….

    Setiap orang memiliki “TAKARANNYA” masing-masing….
    Tuhan mempersiapkan umatnya untuk tujuannya masing-masing….
    Jadi PERCAYALAH kalau seluruh umat ciptaannya telah diperlengkapi sesuai dengan misinya masing-masing……

    Barang siapa mencari kebenaran….. PASTI mereka akan menemukannya….
    dan kebenaran itu adalah Yesus itu sendiri…..

    Percayalah Tuhan Yesus tidak memerlukan pembelaan kita, karena DIA bisa membela dirinya sendiri…. Ikutilah kehendaknya dan pahami isi hatinya… Maka Damai Sejahtera akan selalu besertamu.

    God Bless You….

  245. j wong
    21 Oktober 2011 pukul 9:56 AM

    @Hendro…smash yg bagus buat yg merasa dirinya paling benar..tapi walaupun segunung yg disampaikan oleh semua rekan2…saya tetap punya pilihan sendiri yg menurut saya adalah tuntunan hidup saya…he he he

  246. 21 Oktober 2011 pukul 10:02 AM

    @ Hendro : tulisan kedua ini semakin meyakinkan saya bahwa Anda benar2 “BELUM LAHIR BARU”…. Sebelum saya menuliskan tentang pengakuan Anda ttg lahir baru, saya telah terlebih dahulu meminta penilaian dari teman2 yg telah membaca tulisan Anda yg pertama kali. Semuanya setuju, bahwa Anda belum lahir baru…..Orang yg lahir baru memiliki ciri2nya dan orang yg telah lahir baru tidak gampang dikelabui mengenai hal ini sebab mereka mendapat pembelajaran ttg kebenaran. Saya bukan bermaksud menghakimi Anda,tidak layak, saya hanya memberitahukan Anda bahwa Anda belum lahir baru.

    Alkitab mengajarkan kita bahwa kita harus waspada didalam menjalani kehidupan termasuk segala pengajaran yg bukan berasal dari Roh Kudus. 2Kor 13:5 mengatakan : “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.” Ef 5:10 mengatakan : “dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan”.
    1Tes 5:21 menuliskan : “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” dan di
    1Yoh 4:1 rasul Yohanes menuliskan : “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”

    Jika Anda mengatakan bahwa Anda setiap hari berjalan dengan Roh Kudus, seharusnya Anda tidak akan menuliskanya tulisan pertama dan kedua. Mengapa? Sebab Roh Kudus akan memberitahu Anda “Siapakah itu Yesus dan apa yang Yesus kehendaki dari Anda” Yesus berkata : “Jikalau Penghibur(Roh Kudus) yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” (Yohanes 15:26). “Aku(Yesus) akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong(Roh Kudus) yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.(Yohanes 14:16-17). Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.(Yohanes 14:26).

    Anda menuliskan :

    Saya sering kali melihat Umat KRISTEN yang SOMBONG dan JIJIK jika melihat Umat yang beragama lain…… SOMBONG karena memiliki TUHAN YESUS yang Luar Biasa, dan JIJIK karena merasa umat yang lain itu Jelek dan Kotor.

    Kelihatan Anda bukanlah orang yg lahir baru itu……Lebih tepat Anda itu insider of Buddhism. Sangat disayangkan Anda melakukan fitnahan, Anda mengambarkan umat Kristen itu umat yg rasialis dan merasakan jijik terhadap umat lain???? Org Kristen tidak memiliki kriteria yg seperti Anda tulisan itu….Umat Kristen itu toleran dan cinta damai serta tak pernah memandang orang yg tidak seiman dengannya berbeda……

  247. 21 Oktober 2011 pukul 1:09 PM

    Hi Anto, saya senang sekali akhirnya Anda menemukan kebenaran sendiri, dan itu pekerjaan Roh Kudus bukan pekerjaan manusia…….saya ada kirim message lewat PE, nanti Anda bisa baca. Saya kagek ternyata Anda mampu tahu sendiri apa arti itu lahir baru dan Anda bisa membedakannya dan Anda tuangkan dalam bentuk tulisan Anda, dan saya merasakan terwakili dan setuju dengan pendapat Anda. Anda begitu cepat belajar tentang kekristenan dan tahu apa itu kebenaran…..

    Itulah bedanya manusia yang dipimpin oleh Roh Kudus dengan pimpinan roh bulus, dari buahnya akan kelihatan. 🙂

    Teruslah belajar, agar Anda semakin tercerahkan dan bisa mencerahkan yg lainnya…

    Saya senang, melalui blog ini saya dapat banyak teman yg haus mencari kebenaran akan ajaran Kristen……

    Salam Sejahtera;

    BJ

  248. Hendro
    21 Oktober 2011 pukul 5:24 PM

    @ All: Tuhan Yesus Mencintai kalian semua….

    @JWong: saya ga bermaksud SMASH siapapun…. tetaplah cari kebenaran, maka kamu akan menemukannya, salam sejahtera.

    @ Anto: mohon maaf jika kata2 saya menyinggung anda…. saya akan ralat…

    “Saya pernah menjadi sebagai Umat KRISTEN yang SOMBONG dan JIJIK jika melihat Umat yang beragama lain…… SOMBONG karena memiliki TUHAN YESUS yang Luar Biasa, dan JIJIK karena merasa umat yang lain itu Jelek dan Kotor.”

    Soal lahir baru komment saya sama dengan sebelomnya. Itu hubungan pribadi saya dengan Allah Bapa,Tuhan Yesus,dan Roh Kudus. Terima kasih atas pendapatnya.

    @ BJ: mohon maaf saya tidak bermaksud SMASH atau apapun terhadap anda. Salam sejahtera……… GOD BLESS YOU.

    @ All KRISTEN : bacalah buku From Buddha To Jesus…. Anda akan mendapatkan pengalaman baru tentang penginjilan, jangan berdebat Kusir di sini….. GOD BLESS YOU.

    @ All Non KRISTEN: Mohon maaf jika ada hal2 yang membuat anda semua tidak nyaman…… Damai Sejahtera Menyertai Kalian Semua…. Terus Carilah Kebenaran… maka Anda pasti akan menemukannya… GOD BLESS YOU.

  249. 24 Oktober 2011 pukul 1:07 PM

    @ Hendro : take easy, never mind 🙂 . Saya tau yg bilang itu bukan kamu…dan saya tak ambil dihati, buat saya itu ilusi saja 🙂

    Jika ada waktu Anda boleh baca Injil Yohanes…..dikitab itu Yohanes murid Yesus memberitahukan siapakah Yesus, sebab Yohanes dkk telah melihat segala sesuatu tentang siapakah Yesus itu dan kenapa tidak ada jalan lain selain Yesus?

    Salam Sejahtera;

    BJ

  250. Christ
    26 Oktober 2011 pukul 4:50 AM

    Buku yang sangat aneh bagi penganut Buddhisme.
    Umumnya umat nasrani hanya berani menindas umat beragama lain yang jumlahnya lebih kecil.

    Telah kita ketahui bersama, Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di seluruh dunia.
    Tetapi umat Muslim di Indonesia dapat bertoleransi dan melindungi umat beragama lain yang bukan mayoritas.
    Tetapi hal ini tidak terjadi dengan umat nasrani yang sering mengganggu umat lain yang bukan mayoritas, khususnya umat Buddhist.

    Pertanyaan:
    1. Di manakah yesus / nabi isa berada sejak umur 12 tahun s/d 30 tahun?
    2. Mengapa yesus menjadi sakti setelah menghilang?
    3. Apakah Maria Magdalena itu istri yesus?
    4. Bagaimana yesus dapat menyelamatkan kita sedangkan dia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri?

  251. 27 Oktober 2011 pukul 1:34 AM

    Hi BJ, thanks atas komentar Anda, saya udah terima e-mail Anda. Thanks again. Sekarang saya merasakan perbedaan setelah terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Saya bisa melihat perbedaan antara ajaran Buddha dan Kristen. Selama ini saya hanya mendengar sisi negatif tentang ajaran Kristen dari kawan2 Buddhis, ternyata semuanya hoax dan berita bohong, seakan2 orang Kristen itu jahat, pembohong, penganiaya umat lain, ya contoh komentar Christ diatas dan pertanyaan2 yg sudah basi itu….Dalam beberapa minggu ini saya ke gereja dan banyak mendapatkan kawan2 yg baik dan penuh kehangatan menyambut saya dan berbicara kepada saya. Saya merasakan seperti berada dirumah sendiri. 🙂

    Menjawab keinginantahuan Christ dan sesuai yg ia mau tahu seperti versi hoax ( atau udah tahu ? 🙂 ) :

    1) Umur 12-30 tahun Yesus pergi ke Srinagar(Kashmir), India, belajar ajaran Buddhisme. Injil tak mencatat hal ini. Menurut tradisi org Yahudi, seseorang boleh mulai mengajarkan pada usia 30 tahun.

    2)Darimana kekuatan mujizat Yesus? Berasal dari meditasi kata org yg suka hoax itu. Bahkan kekuatan Yesus melebihi Buddha. Buddha tak bisa menghidupkan org mati, Yesus bisa. Buddha tak bisa menyembuhkan org sakit krn terikat hukum karma, Yesus bisa karena Dia mampu menebus karma org lain, Buddha mati dan tetap mati, Yesus mati dan hidup kembali.

    3) Yesus kawin dengan Maria Magdalena? Ya, sesuai berita hoax dan bahkan punya keturunan di Perancis spt cerita buku fiksi Dan Brown 🙂 atau ikuti ajaran Buddha pada Upaya Kausalya versi tibet? Siapa tau? 🙂

    4) Kenapa Yesus tak menolong diri-Nya sendiri saat disalibkan? Memang Yesus sengaja agar Dia bisa mati dan menjadi korban tebusan bagi manusia yg berdosa. Itu telah Ia katakan pada murid2Nya sebelum Dia mati..dan cerita Injil mengatakan, bahwa Dia bangkit pada hari ke 3 dan Dia telah menaklukan maut yaitu kematian. Apakah Buddha dan tokoh agama lainnya bisa?

  252. j wong
    27 Oktober 2011 pukul 2:25 AM

    @Anto
    1.Yesus belajar ajaran Buddhisme…(OK banget)
    2.kekuatan Yesus melebihi Buddha..(ini jelas bertentangan dgn ajaran Buddha..anda dan temen2 Nasrani coba terjemahin sendiri dr kata2 tsb..)
    Yesus bisa hidupkan org mati..(contoh dong???)
    Yesus bisa menyembuhkan org sakit..(ha ha ha..setau saya Dokter ya..)
    Yesus mati dan hidup kembali…(ha ha ha… no comment lah…mungkin org yg punya pikiran realistis yg tau…)
    3.Yesus kawin dgn Maria M…( ha ha ha…)
    4.Yesus sengaja agar dia bisa mati dan menjadi korban tebusan bagi manusia dan dia bangkit pada hari ke 3…(ha ha ha…jgnlah menghayal selalu dgn cerita2 yg melambung tinggi..mending kalo saya enakan baca donald bebek…lucu dan menghibur)

  253. 27 Oktober 2011 pukul 3:20 AM

    @ j wong : Hahahaha, Anda tak percaya itu hak Anda. Buat saya, saya percaya, makanya saya bertetapan hati menjadi Kristen. 🙂
    1) Dalam cerita hoax ttg Yesus banyak versinya, versi Hindu belajar agama Hindu, versi Islam belajar Islam, versi Buddha belajar agama Buddha. Ternyata Yesus itu spt selebritis ya … 🙂

    2)Bertentangan dengan ajaran Buddha? Emangnya ada sutra yg mengisahkan Buddha menghidupkan org mati, menyembuhkan yg sakit? Contoh Yesus menghidupkan org mati ya Lazarus(Yohanes 11:10-57)

    3)Tentang kesembuhan, jika dokter tak bisa sembuhkan, apakah tidak ada harapan bagi yg sakit? Banyak kesaksian org2 yg sakit yg tak dapat disembuhkan dokter akhirnya disembuhkan oleh Yesus saat berdoa mohon kepada Yesus dan akhirnya menjadi Kristen.

    4) Sekarang saya lebih suka baca Alkitab daripada baca Donald Bebek atau maajalah fiksi lainnya ….lebih bermanfaat dan membuat saya hidup bergairah….aku menemukan “mutiara” hdup dalam Alkitab 🙂

  254. j wong
    27 Oktober 2011 pukul 4:08 AM

    @Anto:keliatan anda jadi gusar…pdhl saya tdk blg percaya ato tdk…santai aja MAN…ini ruang diskusi,jd tdk perlu anda katakan anda bertetapan hati menjadi kristen?toh tdk ada yg tanya???
    ha ha ha.. ternyata Yesus itu “selebritis” ya?ntar yg lain pd komplain lho…ntar Yesus itu menjadi ini..ntar Yesus ini menjadi itu…mana sich yg benar?? wkwkwk…
    baca dong kalimat anda yg mengatakan “Yesus melebihi Buddha”…ini yg bertentangan dgn ajaran Buddha..semakin byk komentar anda akan semakin keliatan bgmn ajaran agama anda…kalimat yg begitu SOMBONG…ha ha ha…kita2 sich enjoy aja…Buddha mau dikatakan serendah apapun its OK…so what gitoh lho??? he he he…
    yg sakit dan sembuh tanpa dokter bukan hanya ada di Yesus aja Bung…makanya wawasannya lebih luas lagi,biar matanya bisa melihat yg lain…
    mutiara nich yeeeee…mantap,jadilah manusia yg berguna ya??? he he he

  255. 27 Oktober 2011 pukul 6:34 AM

    @ j wong : hahahaha….gua enjoy aja, kenapa harus gusar? Dalam tulisanmu selalu spt itu ya menilai org sdg “marah” “kesal” dll……take easy man!

    Dalam forum diskusi ini, bolehkah org mengungkapkan apa yg dia rasakan dan dia percayai tanpa org lain harus bertanya terlebih dahulu? Bolehkan? Hahahaha 🙂 take easy man.

    Bilang aja “tak percaya” gitu loh koq susah, apa memang Anda percaya tulisan diAlkitab? Hahahaha 🙂 Jangan malu2 kalo mengungkapkan segala sesuatu. Kalo tidak percaya, ya kita harus terus terang bilang tak percaya. Jadi org ngampang mengerti…..jgn tulisannya digantung sehingga maknanya jadi bisa disalah pahami org.

    Kalo saya percaya sesuatu pasti itu yg terbaik. Nggak mungkin org percaya sesuatu dan meragukan akan sesuatu terhadap yg dipercayainya. Memang kedengarannya “sombong”, tapi itulah faktanya. Hal itu sama dgn sikap Anda bukan?

    Selebritis dalam hal ini, ketokohan Yesus sgt terkenal dan diperbincangkan org sepanjang zaman, baik yg pro maupun yg kontra. Mengapa bisa seperti itu? Pasti ada sesuatu yg unik bukan? 🙂

    Saya tdk bilang “hanya” Yesus yg bisa menyembuhkan dan yg lain tidak lho, jgn gusar ya 🙂 Alkitab juga mencatat ada org bisa melakukan mujizat termasuk mujizat kesembuhan, cuma mujizatnya terbatas saja.. 😉

  256. 27 Oktober 2011 pukul 6:45 AM

    @ j wong : hahahaha….gua enjoy aja, kenapa harus gusar? Dalam tulisanmu selalu spt itu ya menilai org sdg “marah” “kesal” dll……take easy man!

    Dalam forum diskusi ini, bolehkah org mengungkapkan apa yg dia rasakan dan dia percayai tanpa org lain harus bertanya terlebih dahulu? Bolehkan? Hahahaha 🙂 take easy man.

    Bilang aja “tak percaya” gitu loh koq susah, apa memang Anda percaya tulisan diAlkitab? Hahahaha 🙂 Jangan malu2 kalo mengungkapkan segala sesuatu. Kalo tidak percaya, ya kita harus terus terang bilang tak percaya. Jadi org ngampang mengerti…..jgn tulisannya digantung sehingga maknanya jadi bisa disalah pahami org.

    Kalo saya percaya sesuatu pasti itu yg terbaik. Nggak mungkin org percaya sesuatu dan meragukan akan sesuatu terhadap yg dipercayainya. Memang kedengarannya “sombong”, tapi itulah faktanya. Hal itu sama dgn sikap Anda bukan?

    Selebritis dalam hal ini, ketokohan Yesus sgt terkenal dan diperbincangkan org sepanjang zaman, baik yg pro maupun yg kontra. Mengapa bisa seperti itu? Pasti ada sesuatu yg unik bukan? 🙂

    Saya tdk bilang “hanya” Yesus yg bisa menyembuhkan dan yg lain tidak lho. 🙂 Alkitab juga mencatat ada org bisa melakukan mujizat termasuk mujizat kesembuhan, cuma mujizatnya terbatas saja.. 😉

  257. j wong
    27 Oktober 2011 pukul 7:15 AM

    ha ha ha…sampe di reply 2 x….saya TIDAK PERCAYA..emangnya kenapa??? wkwkwkk…YESUS kamu emang unik…. badut juga unik dan lucu..wkwkwkwk…btw mujizat yg lain terbatas itukan kata anda???ha ha ha…..

  258. 27 Oktober 2011 pukul 7:32 AM

    @j wong : hahahahah, signal kurang bagus di Mall, makanya send jadi 2x….:)

    Anda termasuk jg org unik dan lucu ya…. 🙂
    Ya, contohnya Buddha bisa buat air bercampur api, bisa terbang kayak superman, bisa berjalan diatas air, namun tak bisa menyembuhkan yg sakit/ sekarat dan tidak bisa menghidupkan yg mati, bukankah terbatas?

  259. j wong
    27 Oktober 2011 pukul 8:53 AM

    mungkin and lbh unik,lucu dan menggemaskan…wkwkwkwk…
    tlg d dibaca apa yg tlh saya tulis sebelumnya agar anda ngerti dgn pikiran saya,tdk semua tulisan di agama saya,saya telan bulat2..karna ajaran saya mengatakan:datanglah dan dengarkan apa yg menurut anda benar adanya,bole anda serappp…tapi kalo agama lain punya doktrin dan otaknya uda dikunci pake GEMBOK yg GUEDE biar tdk bisa dibuka utk berpikir yg lebih logis…kira2 begitoh loh Om ANTO…he he he

  260. 27 Oktober 2011 pukul 9:51 AM

    @ j wong : hahahaha, benarkan Anda ini unik? Panggil aku OM Anto, emangnya kamu tau umur saya? Apakah aku udah diatas umur 30 an? Hahahahaha :). Saya udah baca dan BJ minta Anda untuk kemukakan mana ajaran Buddha yg menurut Anda itu logis dan yg tidak? Biar, kita pelajari bersama, mau? Lucunya Anda tak mau menjawab pertanyaan BJ.

    Alkitab itu handbook buat org Kristen dan merupakan kitab yg menuntun kehidupan org Kristen. Dan didalamnya tidak diperintahkan org untuk tak berpikir atau terima begitu saja tanpa alasan dan logika yg jelas….

    Saya tak tahu, kalo Tipitaka itu bukan handbook buat org Buddhis….Jika kita boleh sesukanya utk boleh percaya yg itu dan tak perlu percaya yg ini, dasarnya apa? Logika kita? Dasar logika kita apa? Pengalaman? Pengalaman kita berdasarkan apa? Kembali lg, dasarnya apa? 🙂 wkwkwkwkwk

    Kalo ada yg boleh dipercayai dan ada yg tidak, kenapa saya harus percaya ajaran Buddha yg spt Anda katanya berguna itu? Bukankah lebih baik saya percaya ajaran agama lain yg telh dicampur sedemikian rupa dan lebih modern? Bukankah ajaran lain juga memiliki kebenaran yg juga berguna? Bolehkah kita ambil semua ajaran agama dan falsafah hidup yg baik menurut logika kita yg kita anggap terbaik, dan kita campur semuanya membentuk ajaran agama yg unik dan penuh logika dan kita berikan label “Ajaran Buddha Josaphat” misalnya? Sorry BJ, pinjam nama buat ilustrasi 🙂

    Saya tak heran, jika didunia ini timbul banyak ajaran baru dengan label lama, contohnya dalam aliran Buddha, asalkan tidak merugikan org lain dan pake label Buddha….bolehlah ajarannya berbeda, asal tidak merugikan org lain, benar tak benar yg penting ada kata Buddha, reinkarnasi, hukum karma dan TERPENTING tak ada yg rugi, tak masalah, gitukah? 🙂 Siapa yg bisa beri jaminan kalo itu tidak merugikan? Ini masalah serius yg berkaitan dgn keadaan kita, apakah kita mau terima hal demikian seperti main judi? Kalo saya tak berani lah, logikaku bilang jangan ambil resiko kepada ajaran yg tak jelas asal-usulnya!!! Hahahah 🙂
    Itukah yg menurut Anda ajaran yg logika, ada KUNCI namun tanpa GEMBOOOK atau ada GEMBOK tanpa Kunci…..itu? Hahahaha 🙂

    Ehipassiko itu hanya slogan saja Bung, secara logika belum tentu teruji… 🙂

    Itulah keunikan Anda, menawarin sesuatu yg Anda sendiri sanksi thd kebenaran ajarannya…..saya anggap tawaran Anda itu LUCU dan sekedar main2 saja….take easy J Wong 🙂

  261. j wong
    27 Oktober 2011 pukul 10:19 AM

    ha ha ha…Om Anto Om Anto(jadi tertawa lucu)..ada yg salah dan unik kalo saya panggil anda Om?kalo unik mslny saya panggil anda dgn Bu Anto..wkwkwk…soal Bj bukanny saya tdk mau menjawab pertanyaan dia?lho soal logis ato tdk itu semua tdk sama dilihat dr sudut pandang masing2…(jadi GEMES)wkwkwk….jd ada yg perlu saya tanggapi dan ada yg tdk perlu saya hiraukan…he he he…
    handbook?anda ini ngerti nga sich bhs english?jwb sendiri aja ya Om Anto…soal dasar percaya ato tdk itupun adalah hak masing2…dan tdk perlu saya urai satu persatu..karna hanya menghabiskan energi saya yg tdk berguna ini…he he he urusan anda mau campur agama itupun adalah hak anda…jadi anda yg atur sendiri aja…karna pada dasarnya semua ajaran agama itu baik..hanya saya tdk begitu gampang percaya dgn dongeng2…he he he.Ehipassiko anda anggap slogan ya nga apa2…emangnya ada yg dirugikan?wkwkwk..dan saya DR SEJAK LAHIR TDK PERNAH MENAWARKAN apa2 terhadap Anda dan kepada orang lain???? ha ha ha… anda kayaknya nga begitu ngerti bahasa indonesia yg baik ya? maaf mata pelajaran bhs Indonesia anda nilai berapa ya??? hayooo belajar lagi yg rajin biar tdk dikatakan sok tau lho…he he he….

  262. 27 Oktober 2011 pukul 10:44 AM

    @ j wong : menurut kamu apa itu “handbook”? Anda bilang buang2 waktu kalo menjawab pertanyaan BJ, tapi bisa komentari blog ini? Yang benar aja dech? Hahahahaha

    Perspektif berpikir(logika) bisa berbeda tapi “Kebenaran” apa juga berbeda? Apakah ada 2 kebenaran dalam sebuah realita?

    Bahasa Indonesia saya jelek ya? Hahahahaha
    Atau anda cuma mau basa basi saja dalam diskusi? 🙂

    Bagi yg tak mau pakai nalarnya, semua realita bisa seperti dongeng lho, kehidupqn Anda juga bisa saya katakan “dongeng” juga, percaya nggak? Hahahahaha

    Saya pikir BJ tak mau lanjutkan pembicaraan dgn Anda karena Anda terlalu unik dan sulit dipahami ya, mungkin bahasa Indonesia Anda terlalu tinggi sampai org yg tinggal diIndonesia tak mengerti.. 🙂 wkwkwkwkkwkwkwk

  263. j wong
    27 Oktober 2011 pukul 10:58 AM

    ha ha ha… buang2 wkt kalo menurut saya tdk perlu saya komentari..ini kan bener ya? he he he…kebenaran dr sudut pandang yg berbeda selalu ada…jd anda yg terjemahin aja ya…dan realita adalah realita..dongeng juga adalah dongeng…so anda juga yg terjemahkan sendiri ya…karna apa yg anda katakan menurut anda benar dan apa yg saya katakan menurut saya benar juga…jadi kalo saya sampaikan bahwa anda benar…terus jangan anda anggap saya ini kalah lho???wkwkwk…saya hanya mengalah utk sebuah kemenangan….he he he….maap kyknya saya salah masuk kamar….wkwkwkwk

  264. 27 Oktober 2011 pukul 11:13 AM

    @ j wong : hello, apa itu “handbook”, katanya saya tak ngerti English? Saya tak perlu terjemahkan apa itu “kebenaran”, “realita”, “dongeng” anggaplah kamu udah ngerti dan saya udah ngerti ya….hahahahaha

    Soalnya semuanya udah dibahas oleh BJ…..relativism truth and absolute truth… 🙂

  265. Christ
    28 Oktober 2011 pukul 9:00 AM

    @ J Wong; Thanks for your comments

    @ Anto
    1. Jadi anda menerima “sang juru selamat” yang TIDAK JELAS rimbanya selama 18 tahun? Dalam dunia nyata, kita harus tahu bobot, bibit, bebet. Apakah “handbook” ini tetap menjadi pegangan anda (yang isinya GELAP selama 18 tahun)?
    Apakah kehilangan data selama 18 tahun itu dianggap Kebenaran?

    2. Kalau yesus sakti, mengapa tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri?
    Dalam Buddhisme, untuk tingkat Dewa sudah tidak mengalami siksaan tubuh, tidak perlu kita bahas tingkat yang lebih tinggi lagi.

    3. Pada jaman tersebut, jika bukan “muhrimnya” atau pasangan resmi, seorang wanita (Maria Magdalena) tidak akan berani untuk membasuh muka dan mencuci kaki pria lain.
    Sang pria juga dalam kondisi memanggul kayu salib dan disiksa, maka karena kebaikan hati prajurit romawi, sang istri diberikan ijin untuk meringankan penderitaan suaminya.

    4. Yesus disalib menaklukkan kematian? hahahahaha..
    Pada malam sebelum disalib, yesus berdoa karena KETAKUTAN, dan hal ini juga ditunjukkan pada saat dia di kayu salib.
    Dia berteriak ke arah langit: “Bapa, mengapa engkau meninggalkanku…”
    Teriakan putus asa seseorang yang menderita, mengapa dibuat menjadi menebus dosa?

  266. 28 Oktober 2011 pukul 4:13 PM

    hmm,,

    penjual buah itu tidak hanya ada satu, masing2 penjual buah memiliki teknik dan cara yang berbeda agar buah mereka dapat terjual, namun tujuan mereka sama yaitu agar buah mereka bisa terjual (hanya perumpamaan)

    tidak peduli apakah kita muslim, kristen, katolik, buddhis, hindu,, setiap ajaran memiliki teknik dan caranya masing2, namun tujuannya sama yaitu kebahagiaan

  267. 28 Oktober 2011 pukul 4:22 PM

    menurut saya, Tidak perlu banyak berdebat,, karena semakin banyak berdebat membuat kita semakin jauh dari tujuan dari setiap ajaran kita masing2

    bagi teman2 nasrani, saya meminta maaf sebesar-besarnya apabila teman2 buddhis telah membuat anda jengkel atau emosi

    bagi teman2 buddhis,,
    Y.M Ajahn Brahm pernah mengatakan “Dibandingkan Berpikir, diam dan berada didalam keheningan itu lebih produktif untuk mengembangkan kejernihan dan kebijaksanaan”

  268. 29 Oktober 2011 pukul 4:36 AM

    @Christ : Saya ingin bertanya kepada Anda beberapa hal :

    1) Apa itu “KEBENARAN” menurut Anda??

    2) Apakah sebuah kitab tidak menuliskan seluruh perjalanan hidup seorang tokoh agama, apakah kitabnya tidak bisa dipercayai? Apakah kisah hidup Buddha yg berumur 80 tahun itu lengkap ceritanya( setahu saya sumber penulisan Tipitaka itu BUKAN berasal dari sumber utama/ pertama, makanya banyak umat Buddhis tak 100% percaya cerita tulisannya, contoh j wong? Apakah kisah nabi Muhammad yg berumur 60 tahun tercatat lengkap?

    3) Bisa tunjukan ayat Alkitab mana yg menceritakan Yesus pernah kawin? Dan ayat mana yg menyebutkan perempuan yg memegang kaki dan menyeka wajah Yesus itu adalah Maria Magdalena???? 🙂 Saya ingin Anda tunjukan ayat Alkitabnya, jangan copy paste ya 🙂

    4) Bolehkah kita menilai sebuah kitab suci agama lain dengan perspektif kitab suci yg kita anut?

    Mengenai wanita yang menyeka kaki Yesus dengan airmata dan rambutnya dalam kisah Lukas 7 : 36-50 tidaklah bisa disebut melanggar kesusilaan karena itu kejadian berada ditempat ramai pada sebuah rumah seorang Yahudi. Wanita itu datang dengan menangis dan menyesali perbuatan jahatnya dengan cara meminyaki dengan parfum yg mahal, airmata yg jatuh dan menyeka pake rambutnya. Apakah Yesus harus menolak perempuan seperti??? Apakah kita harus menolak orang yg datang kepada kita yg perlu belas kasihan kita??? Pikiran jangan kotor lah, nggak ada cerita nafsu dikisah itu. hahahahaha 🙂 Jangan memakai perspektif budaya Arab abad ke 7 utk menilai kebudayaan Yahudi abad pertama. hehehehehe

    Mengapa Yesus tidak dapat menyelamatkan diri-Nya dari musuh2 Nya dan mati disalibkan?
    Kalo mau Yesus mampu melakukannya, Dia tinggal minta Allah Bapa mengirimkan lebih dari 12 pasukan malaikat sorga untuk datang membela-Nya( baca Matius 26:51-56), namun Yesus tidak mau melakukannya, sebab jika Dia lakukan maka nubuatan oleh para nabi(lihat Yesaya 53:4-12 bandingkan dengan Lukas 22:37 ) tak akan tergenapi. Sebab salah satu tujuan Yesus terlahir sebagai manusia harus mati disalibkan agar bisa memenuhi keadilan dan kasih Allah Bapa dengan cara menebus manusia dari penghukuman Allah. Yesus menggantikan manusia atas hukuman Allah ( baca Matius 20:28; Markus 9:12; 9:31; 10:33-34)

    Kalo dewa mana bisa terluka, kecuali dewa menjadi manusia baru bisa terluka dan mati….Buddha aja bisa terluka kakinya, bukankah Buddha itu Bodhisatva yg lebih tinggi tingkat kesaktiannya? heheheheh :). Itulah beda manusia dengan dewa…..

    Mengenai bibit, bebet dan bobot. Ya, Yesus bukan apa2nya dibandingkan Buddha. Sebab Yesus sebagai pemilik alam semesta ini telah mengosongkan diri-Nya saat lahir sebagai manusia bahkan sebagai hamba ( baca Filipi 2 : 5-11). Buddha lahir diistana, Yesus lahir dikandang hewan, Buddha pangeran, Yesus tukang kayu, Buddha terpelajar di istana, Yesus belajar dirumah sederhana. Buat orang dunia, pasti pilih Buddha karena bibit, bebet dan bobotnya lebih berat…. Namun bagi orang yg berhikmat bukan itu yg mau dilhat dan dicari, tapi “kontribusi” atau “sumbangsih” apa bagi kemanusiaan…. Yesus perlu 3 tahun saja untuk menyebarkan paham-Nya, Buddha perlu 45 tahun…..Yesus hanya berpuasa 40 hari untuk menyatakan diri-Nya sebagai mesias, Buddha perlu 6 tahun utk menyatakan dirinya Buddha pembabar damma. Dan Anda bisa menambahkan sendiri apa yg telah dilaukan para pengikut Yesus dan Buddha lakukan bagi kemanusiaan…. 🙂

    Benar Yesus sebelum malam ditangkap, Dia sangat gentar dan takut, mengapa Dia gentar dan takut??? sebab Dia TAHU siksaan yg bakal Dia hadapi itu “SANGAT MENYAKITKAN DAN SANGAT MEMALUKAN” . ITULAH yang menunjukkan sisi kemanusiaan Yesus, Dia benar2 manusia adanya, disamping Dia memiliki keilahian-Nya. Manusia mana yg tak takut mati apalagi disiksa dengan pelan2 sampai mati????? Buddha aja takut mati, takut tua dan takut kena penyakit, makanya beliau pergi mencari “obat” untuk mengatasi ketakutan manusia tsb, apakah Buddha berhasil? TIDAK, beliau tetap tua, kena penyakit disentri( makan daging babi yg telah busuk) dan akhirnya mati dan tak pernah hidup lagi…
    Beda dengan Yesus, udah mati hidup kembali pada hari ke 3……Artinya Yesus memiliki kemampuan “Hidup” dan Dia mengakui diri-Nya adalah “Sumber Hidup”. Didalam Yoh 10 :17-18 Yesus berkata, “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

    Siapakah Yesus yg memiliki otoritas memberikan nyawa-Nya dan mengambil kembali nyawa-Nya????? Manusia bisa, Buddha mampu??? 🙂

    Dia berteriak kepada Allah Bapa ketika dosa2 manusia ditimpahkan kepada-Nya. Allah itu kudus, maka dosa tak bisa bersatu dengan yg suci. Maka baru kali pertama Yesus merasakan terpisahan-Nya dengan Allah Bapa didalam kekekalan saat Dia menebus dosa manusia. ( lihat Yoh 1-18, khususnya ayat 18)… maka Dia berteriak Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?. Jadi Dia berteriak bukan karena putus asa seakan2 Allah tak mau menolong diri-Nya, bukan seperti itu.. 🙂 Itu menunjukan betapa “ngerinya” dosa itu……sampai Allah Bapa harus menjauhi-Nya sesaat…

  269. 29 Oktober 2011 pukul 4:49 AM

    @jannessantoso : saya santai aja, saya tak akan gusar dan marah koq……. 🙂

    Nggak masalah semua orang mau jual buah2an, yg menilaikan pembelinya…. Cuma buah apa yg dijualkan pasti berbeda2, ada yg buah yg sama tapi mutu buahnya berbeda, ada yg jual buah2an murah dan ada yg mahal…. 🙂 Ada yg manis, asam, sepet ……heheheh

  270. j wong
    29 Oktober 2011 pukul 5:17 AM

    ha ha ha…dongeng lagi dongeng lagi…..ngantuk ahhhh……bobo dulu ya om anto,thx atas cerita pengantar tidurnya…..hoammmmmm

  271. 29 Oktober 2011 pukul 5:25 AM

    @ j wong : udah kamu baca definisi “dongeng” yg saya tuliskan diatas? Kasih dong argumentasi yg logis, kalo hanya sekedar bisa gitu kamu benar2 buang waktu saja…. 🙂

  272. j wong
    29 Oktober 2011 pukul 7:24 AM

    ha ha ha…dongeng atopun Mimpi yg beda2 tipis lah…sekarang ini byk sekali org2 yg frustasi dgn diri sendiri dan melampiaskan semuanya kepada khayalan dgn bermimpi2 yg indah2 dan cerita dongeng yg bisa membuat tidur kita menjadi nyenyak…padahal kenyataan hidup ada didepan mata…he he he…hayooo bangun bung!!!
    bung,minta dong dongeng yg katanya satu roti bisa dibagi ke beribu manusia utk tunjukan kepada saya..cukup satu aja koq…saya nga perlu ditunjukin yg banyak2..tapi bukan dgn kata2…(beri dong bukti,jgn janji2 melulu)wkwkwkwk

  273. 29 Oktober 2011 pukul 8:57 AM

    @ j wong : ternyata begitu saja argumentasi Anda, payah ya? Hahahahaha. Banyak org yg sesumbar seperti Anda ya, yg lebih konkrit dong argumentasi logis, lihat dong pengajaran-Nya. Bandingkan dong Alkitab dengan Tipitaka, mana yg bisa disebut mitos atau dongeng dalam kaca mata arkeologi dan dimata sejarahwan. Yg bisa buat mujizat roti itu Yesus, bukan umatnya. Dan umat-Nya tidak pernah klaim bisa seperti Yesus.

    Coba saya tanya kepada Anda, apakah dalam banyak cerita Tipitaka bisa dibuktikan? Reinkarnasi bisa dibuktikan walaupun ada yg klaim bisa, saya ingin coba, bikkhu mana yg bisa seperti itu? Kita nggak usah ngomong yg bisa terbang. Buktikan tummibal lahir aja….

    Kalo mau diskusi yg logis, bolehlah saya layani, tapi kalo Anda hanya bisa seperti itu, buang2 waktu saya aja….Buktikan bahwa Anda itu logis, kritis tapi jgn campur aduk dgn skeptis, itu tak akan membantu kerohanian Anda… :). Take easy ya bro 🙂

  274. j wong
    29 Oktober 2011 pukul 9:53 AM

    ha ha ha…hidup ini hrs dinikmati..jgn anda persulit deng???
    anda sangat hebat mau bandingkan alkitab dgn Tipitaka…dan anda begitu hebat bisa mengetahui mana yg dongeng dan mana yg mitos…
    anda katakan yg bisa membuat mujizat roti itu adalah yesus???so yesus itu apa sich?yang nyata bro…
    anda TOLONG dech baca dr awal tulisan saya dan kalo anda tanya saya dgn “Reinkarnasi” bisa dibuktikan?sama dgn anda ingin saya bertanya ke anda apa ada yg pernah ke “surga”???
    ha ha ha…anda ini terlalu menghayal jauh kemana2…padahal yg didekat anda perlu perhatian anda…. jadi mulailah berpikir yg mampu kita pikir bro….he he he…

  275. 29 Oktober 2011 pukul 12:10 PM

    @ J wong : Kalimat Anda ” so Yesus itu apa sih?” tak cocok kalimatnya. Kata “apa” itu cocok utk benda atau binatang. Dalam hal ini saya tak ingin berbalik menghina Anda. Mungkin ajaran Buddha tak membedakan antara manusia dgn hewan atau benda. Semuanya sama saja ya? Makanya Anda pake kata “apa ” bukan “siapa”. Sebab lain mungkin Buddha pernah terlahir jadi binatang dalam cerita Jataja. Dan Anda juga mungkin sama pernah terlahir sebagai penyu atau pohon jambu? Hahahaha

    Tapi Yesus tak pernah mengklaim diri-Nya terlahir sebagai binatang atau benda lainnya. Jika Anda memakai kata “apa” artinya Anda(sadar tak sadar) ingin menghina Dia yg tak kamu kemal itu, resikonya tanggung sendiri ya bro….

  276. j wong
    30 Oktober 2011 pukul 3:52 PM

    ha ha ha..anda kan tdk tau reankarnasi,jd percuma kalo perpanjang tentang apa itu yesus anda…he he he…Buddha pernah lahir jadi apapun apa hubungannya dgn anda?urus aja yesus anda..kalopun saya pernah lahir sebagai penyu/jambu pun apa hubungannya dgn anda?he he he…so what gitoh lho???
    ha ha ha..tentang resiko tanggung sendiri…buktikan dong resikonya?wkwkwk…BERI BUKTI BUKAN HANYA BICARA SANA SINI BRO….

  277. 30 Oktober 2011 pukul 5:34 PM

    @ j wong : apa tulisan semua diatas tak cukup memberi Anda bukti? Anda tulis nama “yesus” huruf kecil, tapi nama “Buddha” huruf besar. Ternyata Anda itu terlalu “kerdil” ya kepribadian Anda? Coba lihat tulisan kawan2 Kristen apakah sama? Apa itu tak cukup memberi “bukti” bahwa hasil latihan spiritual Anda yg Anda agung khan itu gagal??, Anda terlalu yakin thd rasionalitas Anda yg irrasional. Anda percaya adanya reinkarnasi? Banyak org percaya reinkarnasi/ tummibal lahir mampu melahirkan manusia yg semakin baik dan hidup suci. Realitanya : “manusia makin lama makin jahat bukan semakin baik”, hewan makin bertambah banyak dan perkembangannya jauh melampaui manusia, bagaimana dgn tumbuhan apakah berkurang? Hahahaha. Bukankah itu cukup “bukti” dan tidak sekedar omongan basa-basi? Apa guna aku harus memberi Anda bukti yg tak kelihatan itu, yg kelihatan saja Anda bakalan tak mau percaya? Benar atau betul? Wkwkwkwkwkwk. Jangan takkaburlah…….nanti nyesal udah terlambat lho

  278. ATY
    31 Oktober 2011 pukul 2:12 AM

    lama tak mengunjungi blog ini, tambah rame ajah….
    congrats buat dede tambah terkenal juga

    masi ada kontra di pihak lain, yang memberikan pendapat yang berbeda di: http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=20541.0 (sebagai penyeimbang)

    jadi pihak kristen disini bisa bersorak sorai, terutama buddha josaphat yang selalu mementahkan pandanga buddhism karena buddha josaphat telah berpengalaman berpuluh2 tahun mempelajari buddhism tapi dicerahkan oleh Jesus Kristus.

  279. Christ
    31 Oktober 2011 pukul 4:17 AM

    @ Anto:
    anda yang terlalu kerdil, umat kristen yang selalu membandingkan dengan umat beragama lain.
    Ingat!!! Negara kita berdasarkan Pancasila, anda harus menghargai agamai lain.
    inilah alasan mengapa kami, sebagai penganut Buddhisme harus membela diri dengan memberikan penjelasan.
    Hal ini pula dikarenakan dengan terbitnya buku ini.

    Sama halnya seperti yang anda katakan:
    “manusia makin lama makin jahat”
    Jadi apa gunanya penebusan dosa???

    Jika anda tidak mau disakiti, jangan menyakiti pihak lain.

    Tulisan anda di atas: “Kalo mau Yesus mampu melakukannya, Dia tinggal minta Allah Bapa mengirimkan lebih dari 12 pasukan malaikat sorga untuk datang membela-Nya( baca Matius 26:51-56)”
    Jika mampu, JUST PROVE IT….

    Keadaan realistisnya, semua murid yesus bubar lari ketakutan setelah yesus mau disalibkan, bahkan dikhianati oleh salah satu muridnya.
    Tragis karmanya.

    Tolong jangan mengganggu kami atau menjelekkan agama lain.
    Anda hanya dapat mengganggu kaum minoritas.

  280. devilwalker
    31 Oktober 2011 pukul 9:22 AM

    Anto :

    Anda percaya adanya reinkarnasi? Banyak org percaya reinkarnasi/ tummibal lahir mampu melahirkan manusia yg semakin baik dan hidup suci. Realitanya : “manusia makin lama makin jahat bukan semakin baik”, hewan makin bertambah banyak dan perkembangannya jauh melampaui manusia, bagaimana dgn tumbuhan apakah berkurang? Hahahaha. Bukankah itu cukup “bukti” dan tidak sekedar omongan basa-basi? Apa guna aku harus memberi Anda bukti yg tak kelihatan itu, yg kelihatan saja Anda bakalan tak mau percaya? Benar atau betul? Wkwkwkwkwkwk. Jangan takkaburlah…….nanti nyesal udah terlambat lho

    sejak kapan ada sejarahnya, tumimbal lahir dapat menyucikan diri seseorang??
    kalau memang begitu, berarti orang2 zaman dulu itu bejat semua dong??
    yesus juga bejat lah??
    kalau memang semakin lama ,makin baik, kenapa sampe sekarang masih aeda aja pemerkosa, pembunuh , dan pencuri???
    makanya, mikir dulu sebelum bicara, jangan bicara sebelum mikir

  281. j wong
    31 Oktober 2011 pukul 11:13 AM

    @Om Christ…anggap aja anjing mengonggong kafila berlalu…hoammmm ngantuk…

  282. 31 Oktober 2011 pukul 12:16 PM

    Ternyata Sun Go Kong telah mengeluarkan bulu2 nya wkwkwkwkwk

    @ Christ : Umat Buddha BELUM memberikan penjelasan apa2 koq tentang pertanyaan2 yg telah diajukan…hahahahaha
    Cuma bisanya menggongong aja kyk j wong 🙂

    Pertanyaan saya kemarin belum Anda jawab, tolong dijawab dong, jgn kayak J wong yg cuma bisa menggogong aja tanpa bisa menggigit…. Karena Anda belum menjawab, jadi saya tunda dulu menjawab pertanyaan Anda selanjutnya. Kalo Anda mau tahu baca aja Kisah Para Rasul disana udah terjawab apa yg Anda ingin tanyakan….

    Nggak usahlah bawa2 falsafah negara, diskusi yg cuma gampang aja harus bawa falsafah negara segala. Bukankah umat Buddhis juga melakukan spt itu, ingin kelihatan benar ajarannya harus membandingkan ajaran Kristen dan menjelek2annya? Lihatlah itu website Dhammacitta, misalnya.

    Inikan blog nya org Kristen, yg gangggu itu siapa? Jika Anda kurang berkenan khan Anda bisa tulis bantahannya di blog Buddhis, kenapa harus disini? Kalo kita bantah di blog Buddhis, boro2 diusir keluar lho…..kerdil ya berkawannya? Kalo di Tibet atau Sri Langka org seperti saya bakalan dibunuh lho…..Udah murtad mempertanyakan lagi….Hahahahahaha

    Jangan hanya bisa berkicau dan menggongong aja, buktikan nalarnya dan jawablah pertanyaan2 yg telah diajukan, Anda tanya saya jawab, saya tanya Anda jawab dong. Buatlah diskusi yg fair dong….. Jangan kayak J wong, main tembak lari aja, kayak anak kecil yg kerdil 🙂 hahahahaha

  283. devilwalker
    31 Oktober 2011 pukul 1:37 PM

    pertanyaan yang mana??

  284. 31 Oktober 2011 pukul 3:47 PM

    Benarkan, Sun Go Kong telah mencabuk bulu2nya….wkwkwkwkwkwk, ternyata gampang ditebak 🙂

  285. j wong
    31 Oktober 2011 pukul 4:20 PM

    ha ha ha….keliatan belangnya…ternyata musang berbulu bandot…wkwkwk…woiiii anda bukan levelnya saya…sorry MAN…

  286. devilwalker
    31 Oktober 2011 pukul 5:05 PM

    nih, kasi contoh ayat dalam alkitab..
    Efesus 2:8
    “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,”

    iman itu bukan hasil usaha kita, tapi yang di Atas…
    jadi maaf saja kalau saya tidak terpengaruh omongan anda…
    jangan salahkan saya, tapi salahkan Dia karena engga mau naro imannya ke saya…
    dan emang menyedihkan sekali orang yang tidak dikasi Dia iman…
    begitu dilahirkan sudah ditakdirkan masuk neraka, seperti kita2 ini yang buddhism..
    ckckck…

  287. j wong
    1 November 2011 pukul 4:22 AM

    THX Devil……………memang mereka2 itu pikirannya uda jungkir balik…ada aja alasannya utk membela yg mereka sendiri tdk permah tau keberadaannya dan hanya hayalan jauh je awan2 sono…

  288. devilwalker
    1 November 2011 pukul 7:37 AM

    sama-sama bro…
    btw neh orangnya kemana yak??
    kok kaga nongol2??

  289. 1 November 2011 pukul 11:25 AM

    Ternyata payah juga pengertian Anda 🙂

    Ini saya kasih yg lebih lengkap ya dan pengertian yg benar( dalam tanda luring): Efesus 2:8-9 : “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh(melalui) iman; itu (keselamatan) bukan hasil usahamu, tetapi pemberian( keselamatan itu) Allah, itu(keselamatan) bukan hasil hasil pekerjaanmu: jangan Ada orang yang memecahkan diri”

    Dalam terjemahan Inggris : Ephesians 2:8-9 : “For by grace you have saved through faith. And this is not your own doing, it is the gift of God, not result of works, so that no one way boast.”

    Jadi yg dibicarakan dalam hal ini adalah tentang keselamatan yg merupakan anugerah Tuhan, bukan karena kita telah melakukan sesuatu yang benar( Titus 3:5), bukan karena perbuatan baik kita ( Efesus 2:9), keselamatan itu merupakan anugerah(hadiah cuma2 alias gratis) melalui iman/ percaya kepada Yesus Kristus(Yohanes 6:28-29). Jadi kalo Anda tak mau percaya/ beriman kepada Yesus, ya Anda jangan salahkan Allah, sebab Dia tellah memberikan anugerah-Nya dan anugerah itu HANYA ada didalam Yesus(Kisah Para Rasul 4:12), Dan Anda memilih tidak mau menerimanya. Anda memilih logika Anda bahwa dengan cara Anda sendiri Anda mampu, ya Tuhan mempersilahkan Anda memilih jalan sendiri. Allah bilang didunia cuma ada 2 jalan, jalan ke sorga dan jalan ke neraka. Tuhan meminta Anda pilih jalan sorga agar Anda hidup, tapi jika Anda ingin bebas memilih jalan ke neraka, ya jangan salahkan Tuhan, Tuhan tak menakdirkan Anda ke neraka, Anda sendiri yg mau pilih kesana, ya Tuhan bilang sesuai “TAKDIR” mu-lah 🙂

  290. devilwalker
    1 November 2011 pukul 2:05 PM

    kalau yang ini??

    Galatia 2:16
    “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.”

    ini artinya cuma dengan modal iman aja uda bisa masuk surga kan??
    berarti pembunuh cuma modal iman aja udah cukup, mau membunuh sebanyak apapun, yang penting iman??
    wow, enak akh ajaran beginian…
    tinggal jadi umatnya aja uda cukup…
    mau mencuri, membunuh, memperkosa, boleh dilakuan sebebasnya….
    jangan pake jurus pamungkas ya (“itu pembunuh imannya iman palsu”)

  291. 1 November 2011 pukul 3:53 PM

    Anda ini mau bertanya atau menghakimi dengan membuat kesimpulan yg tidak Anda mengerti tentang “iman”?? 🙂

    Apa arti itu beriman atau percaya kepada Yesus Kritus?
    1) Percaya artinya menerima semua Pengajaran Yesus dan perintah-Nya.
    Misalnya : Yesus mengajarkan agar setiap orang bertobat dari segala dosa2nya(Matius 4:17). Yesus juga mengajarkan dan meminta pengikut-Nya untuk ” Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu serta kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” ( Matius 22:37-39)

    2) Percaya artinya berdiri teguh untuk menaati segala perintah Yesus sebagai Sang Firman. Jika ada orang yg percaya kepada Yesus namun tidak mau mendengarkan dan mengikuti Pengajaran-Nya, maka keimanannya terhadap Yesus disangsikan( Markus 7:1-23)

  292. devilwalker
    1 November 2011 pukul 4:33 PM

    lalu apa maksudnya TIDAK SEORANGPUN DIBENARKAN KARENA MELAKUKAN HUKUM TAURAT??

  293. j wong
    1 November 2011 pukul 5:28 PM

    mereka2 hanya berusaha menyenangkan diri sehingga bisa mengatakan BERTOBATlah sehingga anda bisa bla bla bla…..enak benar ya kalo uda berbuat salah tinggal BERTOBAT aja!!! beres dech…makanya mereka2 itu karna cukup berbicara maka urusan beres semuanya…karna ini tidak nyata!!! coba sekarang tdk usah jauh2 dech…anda berbuat salah aja dan ditangkap pihak penegak hukum..emangnya tinggal ngomong mau bertobat urusan beres??? anda harus menjalankan HUKUMAN,tidak ada pilihan…oleh karena itu ajaran BUDDHA mengatakan dgn sangat jelas bahwa apa yg anda lakukan maka akibatnya anda harus menanggungnya…ini sangat realistis!!!ajaran BUDHHA tdk banyak omong kosong dan tdk perlu menyenangkan setiap umatnya…btw thx utk Bro Devil atas partisipasinya…

  294. devilwalker
    2 November 2011 pukul 1:45 PM

    sama-sama

  295. devilwalker
    2 November 2011 pukul 3:48 PM

    MENOLAK EKSISTENSI TUHAN

    Pertama kita akan berangkat dari asumsi kaum theist tradisional bahwa tuhan adalah pencipta berpribadi dan berkehendak. Tuhan yang dalam eksistensinya adalah berinisiatif dan aktif dalam relasi dengan manusia dan semesta alam. Yang akan kita bedah dengan pisau logika menuju major argument pertama.

    MAJOR ARGUMENT #1 TO KILL THE PERSONAL GOD
    TUHAN, JIKA DIA MEMANG ADA, ADALAH TUHAN YANG PASIF DAN INAKTIF.
    Argumen ini bertujuan untuk menolak konsep Personal God. Tuhan yang melibatkan diri secara terus menerus dalam kehidupan manusia. Berinisiatif, berpikir dan berkendak. Berfirman dan bermukjizat. Tuhan para kreasionis yang aktif menciptakan, mengadakan, menjaga, dan memelihara alam sekehendaknya. Tuhan agama-agama Semitik, Dewa-Dewi Hindu, Romawi, dan Yunani. Ada dua minor arguments yang disusun untuk mendukung major argument ini.

    PROBLEMATIKA A
    TUHAN PRIMA CAUSA
    Konsep pertama yang saya sorot adalah konsep Prima Causa. Kenapa? Karena konsep inilah yang seringkali menjadi argument yang menjelaskan keberadaan tuhan. Tidak, bukan berarti Prima Causa tidak dapat digunakan membuktikan keberadaan tuhan. Namun Prima Causa memiliki kelemahan yang dapat kita sorot. Pertanyaan utamanya, tuhan mana dulu yang ingin dibuktikan oleh argument Prima Causa?

    Sebelumnya, mari kita pahami apa itu argument Prima Causa. Mengutip seorang teman:
    —————————–
    “Aristoteles mencoba membuktikan keberadaan Tuhan(yakni sekedar membuktikan bahwa Tuhan itu ada, bukan bermaksud mendefinisikan Tuhan itu apa, Dzat-Nya terbuat dari apa dsb…) dengan argumen sebagai berikut…
    Menurut Aristoteles, dengan asas berpikir prinsip “kausalitas”, yakni bahwa setiap akibat pasti memerlukan sebab, maka dapat kita lihat bahwa setiap sesuatu yang kita ketahui itu memerlukan sesuatu yang lain supaya dirinya bisa terwujud. Dari sini kita peroleh 2 hal;
    1. Realitas yang bergantung pada sesuatu yang lain (disebut akibat),
    2. Realitas yang digantungi oleh sesuatu yang lain (disebut sebab).
    Bila ternyata realitas sebab itu memerlukan sesuatu yang lain juga, maka dapat dikatakan dia juga sebagai akibat bagi sesuatu yang digantungi itu…. dst.
    Maka, kausalitas atau sebab-akibat ini pun membentuk suatu rantai sebab-akibat.
    Nah, rantai sebab-akibat ini memiliki beberapa kemungkinan sbb:
    1. Tidak berujung ( A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan D, D disebabkan E, dst.— tak berujung)
    2. Berujung pada sebab yang tidak lagi disebabkan (A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan D, D disebabkan X, X tidak lagi disebabkan oleh apapun — berujung pada X sebagai sebab awal)
    3. Berputar atau daur.(A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan A.)

    Nah, kemungkinan ke-3 adalah mustahil. Mengapa? Karena berdasarkan kaidah “Setiap Sebab tentu lebih sempurna daripada akibatnya”, maka kemungkinan ketiga adalah mustahil adanya. Yakni mustahil C disebabkan oleh A, padahal A tidak lebih sempurna daripada C, sehingga tidaklah mungkin mengakibatkan C.

    Beralih kepada kemungkinan ke-1, itupun mustahil. Mengapa? karena bila rantai sebab-akibat ini tidak berujung, artinya semua yang ada ialah akibat. Bila semuanya adalah akibat, bagaimana mungkin ia bisa terwujud..??
    (Ibaratnya katakanlah ada 15 orang pelari yang tidak akan mulai berlari sebelum salah satu di antara mereka ada yang berlari terlebih dahulu. Maka, agar mereka sungguh-sungguh mulai berlari, harus ada setidaknya salah satu diantara mereka yang mau berlari tanpa syarat.)
    Nah, bila kenyataannya kini akibat itu memang ada (dalam analogi tadi 15 orang pelari itu memang berlari) itu berarti memang ada Sebab awal yang tidak memerlukan sebab lain bagi keberadaannya (Alias Sebab Primer/ prima causa, dalam analogi tadi adalah pelari yang berlari tanpa syarat).
    Maka, kemungkinan ke-2 lah yang benar.
    Nah dengan demikian, keberadaan Sebab awal yang tidak lagi disebabkan itu terbukti kebenarannya.
    Dan, dengan kaidah, setiap sebab pasti lebih sempurna daripada akibatnya, maka sebab awal ini pastilah yang paling sempurna dari segala yang ada, yang karenanya, dikatakanlah bahwa itulah yang disebut dengan “Tuhan”.
    Demikian argumen Aristoteles…”
    —————————-

    Pada dasarnya argumen ini berangkat dari pemahaman bahwa:
    1. Segala sesuatu yang terjadi disebabkan oleh sesuatu yang lain… selayaknya B menyebabkan C dan B disebabkan oleh A.
    2. Mereka bergerak dalam rangkaian sebab akibat dalam artian bahwa tanpa B tidak akan ada C dan tanpa A tidak akan ada B
    3. Rangkaian sebab akibat itu bukanlah tanpa titik, sebaliknya, rantai itu memiliki titik awal dimana segalanya diawali, titik penyebab itulah yang kita sebut Prima Causa (T), The First Mover.

    Kalo pingin digambar, kira-kira kayak gini:

    (T)==>A==>B==>C==>Dst…
    Atau ilustrasi sederhananya:
    Saya mengambil batu>saya melempar batu ke kaca>kaca pecah

    Argumen inilah yang menjadi religious stance kebanyakan Theist…

    Tapi PROBLEMNYA, argument ini TIDAK MEMBERI RUANG BAGI TUHAN YANG BERPRIBADI, BERINISIATIF DAN BERKEHENDAK. Tuhan hanya akan jadi The FIRST MOVER, detonator, pemicu pertama….TUHAN YANG INAKTIF DAN PASIF.

    Logikanya, dia hanya berkuasa atas SEBAB PERTAMA, tapi dia tidak berkuasa atas SEBAB KEDUA dan SETERUSNYA.

    Pertanyaan saya:
    Apakah Tuhan bisa mengubah B menjadi Y secara langsung? Jika saya melempar batu kearah kaca, dapatkah lemparan itu menyebabkan pintu di sebelah ruang terbuka? TIDAK BISA! Inilah konsekuensi dunia dalam kausalitas, dimana sebab akibat bekerja. Tidak ada ruang buat Tuhan yang Berpribadi dan Berinisiatif. Mau-tidak mau Tuhan harus mengubah A untuk mengubah B. Hingga satu-satunya cara yang mungkin adalah menjadi seperti ini:

    (T)==>(A=)X==>Y==>Z

    Coba lihat, disini berlaku hukum bahwa A menghasilkan B dan B sebagai turunan dari A menghasilkan C.

  296. devilwalker
    2 November 2011 pukul 3:50 PM

    Apakah Tuhan mampu memanipulasi ini?
    Tidak bisa! Jawabnya, untuk mengubah B jadi Y kita tidak bisa main sulap dalam jagad kausalitas. Sebab dengan sendirinya keteraturan akan runtuh. Jika mendadak setelah A muncul Ymaka otomatis C tidak dapat muncul. Dan A sendiri kehilangan keterlanjutannya. Satu-satunya konsekuensi logis adalah untuk mengubah B jadi Y, kita harus mengubah A terlebih dahulu. Untuk membuka pintu, saya tidak perlu melempar batu tapi saya harus berjalan kearah pintu dan membukanya.

    LIHAT DILEMANYA?
    SEKARANG, KALO KITA DEFINISIKAN MAHA KUASA SEBAGAI PLAYING ABOVE THE RULES, BUKAN PLAYING BY THE RULES. ADAKAH TUHAN YANG MAHA KUASA KETIKA KEKUASAAN TUHAN DIBATASI OLEH HUKUM CIPTAANNYA SENDIRI?

    Oke, sedikit tambahan untuk lebih jelas. Saya ambil satu contoh. Mukjizat!
    Mukjizat adalah salah satu ciri khas dalam kisah keagamaan. Mukjizat adalah tema sentral yang menunjukkan Tuhan yang aktif. Turut ambil bagian dan berperan serta dalam pergulatan hidup hambanya. Tapi Argumen Prima Causa tidak memberi ruang bagi Tuhan yang bermukjizat. Kenapa?

    Urutan logikanya seperti ini:
    1. bahwa tuhan maha berkehendak
    2. bahwa tuhan mahakuasa
    3. maka tuhan bermukjizat
    4. bahwa semesta adalah ada
    5. terdapat pola dimana semesta bekerja secara teratur dalam suatu kausalitas
    6. maka semesta didasarkan pada hukum dan keteraturan alam

    Anggaplah kalau kita berandai-andai bahwa tuhan membuat salah satu rasulnya terbang seperti superman wussss….

    Maka kita akan masuk kedalam alur logika kenapa mukjizat itu adalah tidak logis, karena:
    1. TUHAN, kalau memang ada, tidak hanya menciptakan eksistensi ALAM SEMESTA, tapi juga MEKANISME yang menjalankannya

    2. Mekanisme itu terdiri atas hukum alam (misal: gravitasi, orbit planet, manusia bernafas dengan oksigen, dll.)

    3. Mekanisme itu membentuk satu rangkaian dari hukum-hukum alam yang saling bergantung dengan teratur satu sama lain dengan keseimbangan yang sempurna.

    4. Mukjizat dapat kita maknai sebagai pelanggaran terhadap mekanisme. (mukjizat terbang berarti melanggar hukum gravitasi)

    5. Pelanggaran terhadap hukum alam ini, sekecil apapun, dapat merusak keseluruhan mekanisme alam yang telah seimbang dan dapat menimbulkan efek tak terbayangkan (gaya gravitasi berpengaruh kuat terhadap peredaran orbit planet, jika gaya gravitasi diutak atik seenaknya hanya agar ada MUKJIZAT biar MANUSIA percaya, maka akan menimbulkan masalah besar)

    6. Therefore, dari sudut logika, mukjizat itu TIDAK ADA

    7. Kalau kita masih pingin berandai-andai untuk melakukan itu, maka tuhan harus memberi manusia sayap atau mengubah hokum alam itu sendiri, misalkan mengubah gravitasi jadi 0. ingat. Untuk mengubah B jadi Y, maka kita harus mengubah A terlebih dahulu.

    Sekarang alur logika ini akan membawa kita ke misteri-misteri yang membingungkan:
    DARI SUDUT MOTIF DAN TUJUAN, APA YANG INGIN TUHAN BUKTIKAN LEWAT MUKJIZAT DAN INTERVENSI ILAHINYA? AGAR MANUSIA PERCAYA?
    SUNGGUH BODOHKAH TUHAN MELANGGAR MEKANISMENYA SENDIRI DAN MEMBAHAYAKAN KESELURUHAN KESEIMBANGAN SEMESTA HANYA AGAR MANUSIA PERCAYA?
    Jadi akhirnya, kira-kira bandingkan saja seperti ini, TUHAN yang berusaha membuktikan dirinya TUHAN kepada manusia sama bodohnya dengan gw yang berusaha membuktikan kalo gw MANUSIA kepada ANJING gw sendiri.

    INTI DARI SELURUH PROBLEMATIKA INI SEDERHANA:
    TUHAN PRIMA CAUSA DALAM JAGAT KAUSALITAS ADALAH TUHAN YANG PASIF DAN INAKTIF, BUKAN TUHAN YANG PERSONAL, BERPRIBADI, BERINISIATIF DAN BERKEHENDAK.

    PROBLEMATIKA B
    ANTARA BAIK DAN JAHAT

    Urutan logikanya seperti ini:
    1. Bahwa tuhan adalah mahabaik
    2. Bahwa tuhan adalah mahakuasa
    3. Bahwa dunia terdapat derita dan sengsara

    Bahwa tuhan mahabaik dan mahakuasa tidak perlu saya jelaskan. Sebab kalau tidak mahabaik dan mahakuasa tentu bukan tuhan. Sama seperti yang tidak berpikir dan bernafas tentu bukan manusia.

    Tapi pertanyaannya, apa itu sengsara dan derita?
    Pertama saya tidak memaknai sengsara dan derita sebagai ketiadaan dari bahagia dan sejahtera. Mungkin ada yang akan berkata: “Bung, darimana anda tahu anda bahagia kalau anda tak pernah menderita, darimana anda tahu anda susah kalau anda tak pernah senang.” Kita tidak perlu menjebak diri dalam dualitas itu.

    Pertama, tentu ketika kita ngomong soal definisi kebahagiaan sebagai rush of emotions, kita bakal terjebak dalam konsep “kebahagiaan” dan “penderitaan” sebagai KONSEP YANG ABSTRAK. Kenapa? Karena pada hakikatnya manusia adalah mahluk berhasrat. dari titik ini kita dapat maknai bahwa kebahagiaan adalah ketika hasrat manusia terpenuhi dan penderitaan adalah ketika hasrat manusia tidak terpenuhi.

    HASILNYA TENTULAH SUBYEKTIF SEKALI! Karena pada dasarnya hasrat semua orang berbeda. hasilnya apa yang kita maknai “kebahagiaan” dan “penderitaan” bakal menjadi sesuatu yang semu dan sangat personal. Kalo sudah begini bagaimana kita bisa membawa diskusi kita?

    Dalam pemahaman saya (dan dalam argumen saya), “penderitaan” dan “kebahagiaan” adalah sesuatu yang obyektif. Bagaimana bisa? karena saya TIDAK MENGANGGAP “kebahagiaan” dan “penderitaan” HANYA SEKEDAR rush of emotions. saya melihat “kebahagiaan” dan “penderitaan” sebagai “WELLNESS OF BEING”. dalam artian “kebahagiaan” ada ketika terpenuhinya hakikat seseorang sebagai manusia,

  297. devilwalker
    2 November 2011 pukul 4:12 PM

    hakikat kemanusiaannya, secara obyektif, baik dalam artian fisik maupun mental, dan ketidak bahagiaan adalah ketika WELLNESS OF BEING itu tak terpenuhi.

    Saya persingkat dengan analogi seperti ini: buat saya “Hidup susah dan tidak makan kenyang berhari-hari.” itu BUKAN PENDERITAAN!

    PENDERITAAN ADALAH ketika seorang janin di aborsi sebelum dia sempat lahir. Hingga dia tidak pernah menjadi manusia. Bukan karena dia tidak punya kesempatan, tapi karena tidak diberi kesempatan. Sama seperti balita kecil di Darfur yang mengais-ngais bak sampah dan berebut makanan dengan segerombolan anjing hanya untuk hidup. Itulah PENDERITAAN. PENDERITAAN terjadi ketika seorang terjebak dalam keadaan dimana seluruh eksistensinya sebagai manusia turun hingga dia gagal menjadi manusia yang utuh. Keadaan yang tidak manusiawi dan mengingkari hakikatnya sebagai manusia.

    Dititik ini kita akan masuk dalam dua kontradiksi:
    Kontradiksi #1 tuhan adalah mahakuasa tapi dia tidak mahabaik, sebab dia tahu bahwa ada sengsara dan derita namun dia tak melakukan apapun untuk meniadakannya. Hingga derita dan sengsara tetap ada di dunia.
    Kontradiksi #2 tuhan adalah mahabaik tapi dia tidak mahakuasa, sebab dia tahu bahwa ada derita dan sengsara dan berkehendak menghentikannya sebab dia mahabaik, namun dia tak mampu melakukan apa-apa sebab dia tidak mahakuasa. Hingga derita dan sengsara tetap ada di dunia.
    Dua paradoks ini akan membawa kita pada satu paradoks puncak:

    BAGAIMANA MUNGKIN TUHAN YANG MAHA SEMPURNA MENGADAKAN DUNIA YANG TAK SEMPURNA? BAGAIMANA MUNGKIN SESUATU YANG SEMPURNA MENGADAKAN SESUATU YANG CELA? BUKANKAH MENGADAKAN SESUATU YANG CELA ITU MELANGGAR HAKIKAT KESEMPURNAANNYA SENDIRI DAN MEMPERLIHATKAN BAHWA WALAU DENGAN ATRIBUT KEMAHA-SEMPURNAANNYA SEBENARNYA DIA TAK SEMPURNA??

    Selamat, sampai dititik ini kita baru saja membunuh tuhan yang berpribadi dan berkehendak. Sebab hakikat tuhan berpribadi dan berkehendak gagal dipertanggung jawabkan di depan logika dan akal sehat. Sekarang kita akan masuk ke kemungkinan kedua yang tidak dapat kita tiadakan, yaitu tuhan kaum pantheist. Tuhan yang hidup dalam watchmaker theory, tuhan intelligence design. Tuhan yang hanya merancang dan mendesain. Tapi tidak bertindak dan berinisiatif dan bergulat dengan rancangannya. Sama seperti pembuat jam yang hanya membuat jam dan lalu membiarkan jam itu berjalan sendiri lepas dari campur tangannya. Bukan tuhan yang aktif dan berinisiatif, sebab dia sudah kita bunuh. Tapi tuhan yang pasif dan inaktif.
    MAJOR ARGUMENT #2 TO KILL THE IMPERSONAL GOD
    APA BEDANYA TUHAN YANG PASIF DAN INAKTIF DENGAN TIADA TUHAN?
    Argumen ini bertujuan untuk menolak konsep impersonal god. Tuhan yang menjauh dari eksistensi ciptaannya, serta hanya melihat saja dari jauh sana. Konsep tuhan sebagai si pembuat jam (the watchmaker theory). Tuhan yang mendesain dan menciptakan jam, lalu membiarkan jam bekerja dengan sendirinya tanpa campur tangan dia. Tuhan yang tidak menampakkan eksistensinya secara ajaib lewat wahyu, mukjizat dan intervensi ilahi. Tuhan dibalik intelligence design. Tuhan yang bersembunyi dibalik evolusi dan kerja fenomena alam. Tuhan kaum pantheist.

    Saya akan memulai argumen ini dengan ilustrasi kecil:
    Dua orang penjelajah bernama A dan B menelusuri rimba belantara Afrika menemukan taman yang indah ditengah belantara. Namun mereka tidak menemukan siapa pun disitu. Otomotis keduanya bertanya-tanya, lalu siapa yang membuat dan merawat taman ini? A mengeluarkan teori: “oh, pastilah ada seorang tukang kebun yang bekerja di taman ini!” B menyangkal dan berdebat bahwa hal itu tidak mungkin, sebab bila memang ada, maka siapa dan untuk apa membuat taman di tengah rimba belantara.

    Maka keduanya memutuskan berkemah untuk memuaskan rasa penasaran. Sepanjang malam mereka berjaga dan mengamat-amati untuk menemukan si tukang kebun. Berhari-hari lamanya dan sang tukang kebun tak muncul-muncul-muncul juga. Akhirnya A berkata: “oh pastilah si tukang kebun datang dan bekerja dengan bersembunyi-sembunyi!” maka keduanya memutuskan memasang pagar berduri mengelilingi taman itu. Hingga tidak ada satupun orang yang bisa masuk tanpa merusaknya. Kembali mereka menunggu, berjaga dan mengamat-amati berhari-hari lamanya. Namun tak ada satupun orang muncul dan tak ada pula tanda pagar dirusak.

    A pun bingung. Lalu dia menyimpulkan: “tidaklah mungkin bahwasanya taman seindah ini ada tanpa ada yang merawatnya, pastilah ada tukang kebun! walau tak-terlihat, tak-terasa, tak-terdengar, tak-teraba, dan tak-terasa oleh panca indra kita!” B yang lebih bingung lalu bertanya: “kalau begitu apakah bedanya tukang kebun yang tak-terlihat, tak-terasa, tak-terdengar, tak-teraba dengan tukang kebun yang tak ada?”

    Sekarang kita akan membawa pertanyaan ini kedalam ranah teologis.
    1. JIKA TUHAN TAK BERPRIBADI DAN BERKEHENDAK LALU BAGAIMANA CARANYA DIA MENGADAKAN SEMESTA ALAM? SEBAB BUKANKAH SEBELUM MENCIPTA TUHAN HARUS BERENCANA, DAN SEBELUM BERENCANA TUHAN HARUS BERKEHENDAK, SERTA UNTUK BERKEHENDAK TUHAN HARUS BERPRIBADI? MOHON PENCERAHANNYA!
    2. APA BEDANYA TUHAN TAK BERPRIBADI DAN BERKEHENDAK DENGAN BATU? BUKANKAH BATU JUGA TAK BERKEHENDAK DAN BERPRIBADI?
    3. JIKA TUHAN TAK BERPRIBADI LALU BAGAIMANA KITA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PILIHAN PRIBADI KITA? ADAKAH DOSA DAN PAHALA? ADAKAH SURGA DAN NERAKA? ADAKAH KEPUTUSAN ILAHI YANG MAHAADIL DAN MAHA BENAR? UNTUK APA KITA BERTANGGUNG JAWAB PADA SESUATU YANG TIDAK ADA SANGKUT PAUT DENGAN KITA?
    4. MAKA APA BEDANYA TUHAN YANG PASIF DAN INAKTIF DENGAN TIADA TUHAN? APA BEDANYA TUHAN YANG HANYA MELIHAT SAJA TANPA ADA CAMPUR TANGAN DALAM RELASI DENGAN SEGALA EKSISTENSI CIPTAANNYA DENGAN TUHAN YANG TAK ADA?

    Saya akan membiarkan pertanyaan itu tak terjawab sebagai bentuk tantangan. Dititik ini kita telah membunuh tuhan yang impersonal dan personal. Kita telah membunuh tuhan, apapun jenis dan bentuknya. Kita telah menunjukkan bahwa tuhan tidak mungkin ada.

    Sampai dititik ini anda bukan lagi seorang theist atau pantheist, tapi seorang agnostik.

    Namun serta merta mengatakan tuhan tidak ada tidak memecahkan masalah. Sebab jika kita berusaha objektif dan mempertanggungjawabkan akal sehat kita maka kita harus mampu menunjukkan bahwa tuhan harus benar-benar tidak ada. Bukan sekedar menunjukkan bahwa tuhan tidak mungkin ada. Tapi bagaimana caranya kita dapat membuktikan sesuatu yang tidak dapat kita buktikan keberadaannya adalah tidak ada?

  298. devilwalker
    2 November 2011 pukul 4:16 PM

    Sekarang mari kita meloncat ke argumen ketiga, argumen penutup.
    MAJOR ARGUMENT #3 PRESUMPTION OF ATHEISM
    Ada orang yang pernah ditanya kenapa dia percaya pada sesuatu yang tidak dapat dibuktikan? Kenapa dia percaya pada tuhan? Jawabnya sederhana, apa ruginya. Kalau dia beragama dan tuhan memang ada maka dia punya kesempatan masuk surga. Kalau dia beragama dan tuhan tak ada maka anggap saja dia sudah beramal demi sesama walau akhirnya binasa juga. Mentalitas ini berprinsip kalau tidak percaya tuhan dan ternyata tuhan ada, maka binasa dan jika tak percaya tuhan dan ternyata tuhan tak ada maka juga binasa. Jadi kenapa tidak percaya tuhan kalo percaya tuhan ternyata lebih berguna?

    Ini mentalitas konyol, mentalitas “Kalo benar ya syukur”. Ini bukan mentalitas yang masuk akal dan logis. Sebab logika dan akal sehat selalu menuntut skeptisme dan meragukan. Bukan mentalitas untung-untungan macam ini.

    Jadi skeptisme macam apa yang dapat kita rengkuh untuk menalar tuhan? Inilah inti dari major argument ketiga kita. Apa yang dapat kita adopsi dari asas dalam ilmu hukum. Praduga tak bersalah atau presumption of innocence. Asas ini menyatakan bahwa ketika belum dapat dibuktikan bahwa seseorang bersalah atau tidak bersalah maka satu-satunya posisi yang boleh kita ambil adalah bahwa si orang adalah tidak bersalah, hingga dia tidak boleh dihukum dan ditindak seakan dia bersalah.

    Demikian pula dalam menalar tuhan:
    SELAMA KEBERADAAN TUHAN TAK DAPAT DIBUKTIKAN BAHWA ADA ATAU TIDAK ADA MAKA SATU-SATUNYA POSISI YANG DAPAT KITA AMBIL ADALAH PRADUGA TIADA (PRESUMPTION OF ATHEISM) yaitu,
    JADI, SELAMA TIDAK ADA SATUPUN YANG DAPAT MEMBUKTIKAN BAHWA TUHAN TIDAK ADA DAN TIDAK PULA ADA SATUPUN YANG DAPAT MEMBUKTIKAN BAHWA TUHAN ADA, MAKA SATU-SATUNYA POSISI YANG DAPAT KITA AMBIL DAN MASUK AKAL ADALAH POSISI BAHWA TUHAN TIDAK ADA. HINGGA DIBUKTIKAN SEBALIKNYA.

    Mengenai pembuktian keberadaan tuhan, kita akan bebankan sesuai asas hukum perdata yang dapat kita adopsi sekali lagi disini, yang berbunyi DIA YANG MENDALILKAN DIA YANG MEMBUKTIKAN yaitu BAHWA DIA YANG MENDALILKAN BAHWA TUHAN ADA MAKA DIALAH YANG MEMBUKTIKAN TUHAN ADA. Sama seperti jaksa yang membuktikan bahwa tersangka BERSALAH dan PRADUGA TAK BERSALAH yang diatributkan pada tersangka adalah KELIRU.

    ================KESIMPULAN AKHIR===========
    jadi menilik dari alur argumen diatas, yaitu bahwa:
    (i) tuhan yang berpribadi tidak mungkin ada
    (ii) tuhan yang tak berpribadi tidak dapat dapat dibedakan dengan tidak ada tuhan
    kesimpulan dari 2 argumen pertama (i)+(ii) adalah kesimpulan minor yaitu TUHAN ADALAH TIDAK MUNGKIN ADA
    berangkat dari kesimpulan minor tersebut maka kita meletakkan argumen (iii) yaitu:
    (iii) ketika tuhan tidak mungkin ada (kesimpulan minor) maka satu-satunya asumsi paling logis dan masuk akal yang bisa kita tarik adalah tuhan tidak ada.

    Hingga kita sampai pada KESIMPULAN PENUTUP yaitu:
    BAHWASANYA MENURUT LOGIKA DAN AKAL SEHAT TUHAN TIDAK MUNGKIN ADA DAN JELAS TIDAK ADA.

  299. j wong
    3 November 2011 pukul 2:23 AM

    Thx Om atas infonya yg sgt berguna ini,minta no yg bisa di hub???

  300. devilwalker
    3 November 2011 pukul 7:44 AM

    sama-sama…
    ini tulisan bukan asli tulisan saya sebenarnya…
    kalau soal minta nomor, saya rasa tidak etis kalo ditulis disini…
    yang ada nantinya saya diteror sama orang2 nasrani yang membaca tulisan saya…

  301. devilwalker
    3 November 2011 pukul 8:14 AM

    apakah bro j wong jadi member juga di DC(dhammacitta)??
    kalau ya, biar saya kasih nomor saya saja lewat PM di DC…

  302. j wong
    3 November 2011 pukul 10:03 AM

    @Devil,saya ini msh pemula..ikut kebaktian di Vihara Dharma Sukha pluit…thx (jw99yung@cbn.net.id)

  303. devilwalker
    3 November 2011 pukul 2:08 PM

    sudah dikirim…
    🙂

  304. 3 November 2011 pukul 4:32 PM

    @ DW : Anda bertanya : “apa maksudnya TIDAK SEORANGPUN DIBENARKAN KARENA MELAKUKAN HUKUM TAURAT??”
    Artinya orang Yahudi tak mampu menjalankan hukum taurat mereka dengan sempurna. Justru karena hukum Tauratlah mereka mengenal apa itu dosa (Roma 3:20). Misalnya hukum taurat mengatakan jangan berbohong, dan Anda berbohong, berarti Anda berdosa. Sebelum adanya hukum taurat itu Anda tak tahu bahwa berbohong itu dosa. Setelah hukum taurat ada Anda menjadi tahu dan Anda berusaha menaati hukum taurat untuk tidak berbohong, apakah Anda mampu seumur tak pernah berbohong? Dan orang Yahudi tahu mereka tak mampu melakukannya. Ajaran agama lainnya juga memiliki hal yg sama contoh vinaya dalam ajaran Buddha.

    Mengenai tulisan filsafat yang Anda berikan disini tentang “Menolak eksistensi Allah” dengan pemikiran Aristotleles tentang Prime Mover. Sekedar info aja bahwa ada banyak persamaan dan sedikit perbedaan dengan Konsep Allah Judeo Kristen. Agar diskusi kita tak bertele2, berilah kesempatan pada saya utk bertanya kepada Anda, bolehkan???

    Pertama, saya ingin mengajukan 3 pertanyaan kepada Anda untuk menjawab tulisan Anda nantinya:

    1) Apakah alam semesta itu diciptakan atau tidak diciptakan dengan kata lain alam semesta telah ada “disana” selamanya?
    2) Apakah alam semesta memiliki awal atau permulaan?
    3) Apakah Allah yang Anda sebutkan pasif dan inatif itu memiliki permulaan?

    Kedua, mengenai mujizat, apakah jika mujizat itu terjadi akan berlawanan dengan hukum alami( natural law)? Pernyataan Anda bahwa “TIDAK ADA MUJIZAT ” karena melawan hukum alam merupakan pernyataan yg salah dan sepihak serta tidak logis, seharusnya Anda berkata, “Sejauh yang kutahu bahwa mujizat itu tidak ada” maka saya akan setuju dengan Anda, mengapa? Mungkin Anda bisa jawab sendiri? Saya kasih contoh “gravitasi” bumi yg Anda tuliskan. Dulu orang percaya bahwa tidak ada orang yg bisa terbang seperti burung. Sekarang ada pesawat yg bisa terbang dan jika Anda pernah “terbang” dengan pesawat terbang maka Anda telah mengalami terbang melawan gravitasi bumi, mengapa Anda tidak mengatakan itu suatu kejadian yg penuh mujizat? Apakah karena Anda telah mengalaminya dan dianggap hal yg biasa?????!!!! Bukankah bisa terbang itu melawan hukum gravitasi???? Apakah Mujizat bisa diartikan sesuatu yang belum kita pahami sekarang, jadi bukan berarti melawan hukum alam, tetapi mujizat itu mungkin bekerja “melampaui” atau bisa juga “selaras” dengan hukum alam…..???

    Ketiga, Anda menuliskan premis2 bahwa Allah itu tidak ada dan harus tidak ada dengan satu set premis teodise :

    1) Allah Mahakuasa
    2) Allah itu Baik
    3) Adanya kejahatan/ penderitaan

    Bagaimana jika saya memberikan satu set premis lainnya seperti ini, apa pendapat Anda?

    1) Allah itu tidak Mahakuasa
    2) Allah itu tidak Baik
    3) Tidak ada kejahatan/ penderitaan

    Bagaimana ke 2 set proposisi yang kelihatan kontradiksi ini bisa diterima secara logika?

    @ j wong : Anda baca sendiri ya Roma 6 :1-23; Roma 5:1-21; Galatia 3:12; 2 Kor 5:15 dan 1 Petrus 3:18…. 🙂 Jika kurang mengerti terhadap pernyataan Anda, boleh nanti saya coba bantu jawab ya….. 🙂

  305. devilwalker
    4 November 2011 pukul 6:05 AM

    oke, silahkan bertanya sepuasnya…
    saya akan menjawab pertanyaan anda yang berikut:
    1) Apakah alam semesta itu diciptakan atau tidak diciptakan dengan kata lain alam semesta telah ada “disana” selamanya?
    2) Apakah alam semesta memiliki awal atau permulaan?
    3) Apakah Allah yang Anda sebutkan pasif dan inatif itu memiliki permulaan?
    jawaban:
    1) alam semesta tidak diciptakan, dan tidak memiliki asal mulanya…
    tetapi, alam semesta bukan telah ada disana selamanya…
    alam semesta itu bersifat statis…
    waktu itu hanya ada dalam pemikiran manusia, dan pada kenyataannya, tidak ada waktu dalam alam semesta…
    ia hanya berdiam pada saat ini, dan pada titik ini, tidak ada yang berubah…
    jadi, penggunaan kata selamanya tidak tepat disini, karena tidak ada masa lalu, dan masa depan, yang ada hanya masa kini..
    ngerti kan?? atau perlu saya jelaskan secara lebih sederhana lagi??

    2) ” tidak ada alasan bagi segala sesuatu untuk memiliki awal. pikiran untuk menemukan awal dari segala sesuatu adalah karena betapa miskinnya pikiran mereka”

    3) anda belum membaca dengan jelas?? argumen bahwa tuhan yang inaktif dan pasif itu pun telah dibunuh di penjelasan selanjutnya, dengan kata lain tidak ada tuhan yang inaktif dan pasif…

    Selanjutnya untuk menjawab pertanyaan mengenai mukjizat

    ok, saya salah…
    saya perbaiki pernyataannya menjadi: sejauh yang saya tahu, mukjizat itu tidak ada..

    anda belum memahami ya, defenisi mukjizat itu apa??
    biar saya jelaskan, mukjizat adalah peristiwa/kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan penalaran manusia…
    nah, soal burung terbang dan pesawat terbang, apakah tidak bisa dijelaskan secara nalar?? tidak pernahkah anda belajar fisika, kenapa pesawat bisa terbang?? lagipula, pesawat terbang itu sama sekali tidak melanggar hukum alam…
    hukum alam bukan hanya gravitasi kan?? ada hukum lain yang membuat pesawat tersebut bisa terbang di udara.. lalu., apa yang menjadikannya sebagai mukjizat?

    mengenai permis saya dan premis anda..

    Anda menuliskan premis2 bahwa Allah itu tidak ada dan harus tidak ada dengan satu set premis teodise :

    1) Allah Mahakuasa
    2) Allah itu Baik
    3) Adanya kejahatan/ penderitaan

    Bagaimana jika saya memberikan satu set premis lainnya seperti ini, apa pendapat Anda?

    1) Allah itu tidak Mahakuasa
    2) Allah itu tidak Baik
    3) Tidak ada kejahatan/ penderitaan

    Bagaimana ke 2 set proposisi yang kelihatan kontradiksi ini bisa diterima secara logika?

    tentu saja kedua premis ini berbeda jauh….
    dalam premis pertama, Allah bertindak sebagai makhluk yang maha kuasa dan maha baik, tapi mengapa masih tetap ada kejahatan??? bukankah ia memiliki kuasa untuk memusnahkan kejahatan di muka bumi ini?? mengapa ia tidak melakukannya??

    dalam premis kedua, si Allah tidak memiliki kekuasaan, tapi kenapa tidak ada kejahatan???
    tidak pernahkah anda terpikir kalau seandainya yang menciptakan kejahatan dan kebaikan itu adalah Allah??
    nah, walaupun Allah menghendaki adanya kejahatan di bumi ini, Ia tidak bisa apa2 toh?? wong tidak ada kekuasaannya??

    jadi, siapa yang menciptakan kejahatan itu??
    bukankah Allah yang menciptakan segala sesuatunya, termasuk ular??
    Allahnya kok edan, udah tau sifat si ular gimana tetap diciptakan??
    pernyataan ini dapat diumpamakan seperti orang tua yang menjaga anak gadisnya baik2…
    apakah mungkin si orang tua mengirimkan si anak ke dalam lingkungan yang penuh dengan preman, hanya untuk menguji apakah si anak akan ikut menjadi jahat atau tidak?? TOLOL TIDAK??
    padahal sudah jelas2 Allah maha mengetahui, dan ia juga mengetahui kalau ia memberi cobaan kepada adam dan hawa, maka mereka tidak akan tahan, tapi kok tetap dikasih cobaan aja??
    bukankah Allah maha mengetahui??
    bagaimana ini??
    berarti tuhan sengaja menciptakan dosa bagi adam dan hawa ya??
    LOH, KOK ADA TUHAN YANG EDAN KAYAK GINI??

  306. Adot Hariman Setiadi
    4 November 2011 pukul 8:22 AM

    Dosa itu ada karena ada kehendak bebas.

    Kehendak bebas itu ada karena Allah itu sempurna.

    Karena Allah sempurna, maka segala tindakannya sempurna.

    Sempurna adalah lengkap atau utuh secara kodrati (whole in its own nature).

    Mahluk yang berkehendak bebas lebih utuh dibandingkan mahluk yang tidak berkehendak bebas.

    Maka Allah yang sempurna tidak bisa tidak menciptakan mahluk yang berkehendak bebas.

  307. DITUDUH SESAT
    4 November 2011 pukul 1:52 PM

    sy orng awam , liat perdebatan diatas ,terasa lebih bisa ditrima oleh sy pemikiran BUDHA dari pada injil .
    disini saya hanya menilai tidak menuduh lho …
    sy dulu khong hu cu warisan ortu, remaja jd kristen karena hati terasa damai tidak tuduh sesat ama teman skul, stelah dewasa sy terasa seperti orng buta yg menunjuk jalan kepada orang yg memegang pelita dan malu sendiri , semenjak itu sy ngak mau lg jd kristen deh, tapi tetap beriman pada yesus ,karena yesus lebih suci dan mencerahkan dari pada murid-muridnya dan pendeta yang pada khayal dan suka nuduh orng sesat ,diskriminasi, mewariskan permusuhan krena menekankan pada perbedaan trussss dan lagi kalau dipikir dan ditelusuri latar belakang murid -murid yesus smua dari kalangan yg kurang intelektualnya ,so isi yg diceritakan atau kesaksian dalam injil jd dongeng ketimbang ajaran yg mencerahkan… sorry ya dunia udah moderennn nehhh , teknologi udh cangih smua bisa dijelaskan mengapa dan kenapa ama ilmuan , caba tanya ama pendeta ego n PD berlebihan pasti iptek dituduh sesat hahaha, sebenarnya kata sesat ,haram,kafir setan,iblis ini asal mulanya dari mana seh? sy rasa mungkin dari politikus berkedok agama tujuannya untuk menteror status sosial orng minoritas, keep your mind open yehhh, kasian Tuhan yesus ajaran sucinya dipelintir ama pendeta berjas dan berdasi ,tuhan yesus sederhana dan penuh pengorbanan ,pendetanya berjas n berdasi jual nama tuhan yesus,enaknya mau ,ngak enaknya dari tuhan yesus di bilang penebusan dosa ,so mereka tdk harus berkorban hahaha, bekelit trus oportunis,materialistis,I am no 1 dan dangkal spritual…..

  308. dituduh sesat
    5 November 2011 pukul 7:39 AM

    TUHAN YESUS pernah ngak mnyatakan dirinya di salib untuk menebus dosa manusia ?

    di ceritakan dahulu ada seorng buta membeli pakaian ke sebuah pasar, disana banyak sekali pedagang yg menawarkan dagangannya dengan segala kemampuan marketingnya, setiap pedagang mengatakan barang dagangannya lah yg terbaik ,namun tidak menjanjikan akan kekalan dan kebadian ,malah mengatakan dengan jujurnya bahwa pakaian yg dijualnya akan lapuk dan kusam suatu saat , namun disalah satu toko yg berdesak2xan sangat sarat pembeli sibuta terpikat dengan marketing nya yg mengatakan pakaian yg dia jual adalah yg terbaik karena sudah dijanjikan akan kekal dan abadi keindahan maupun corak warnanya,bahkan banyak lagi janji2x dan kesaksiaan para buta lainnya ,akhirnya sibuta menaruh pilihannya pada si pembuat janji dan membeli dengan harga yg mahal, kemudian toko disekitarnya mengatakan kepada sibuta anda tdk membeli pakaian dari kami,namun demikian ijinkan kami menawarkan pengobatan kepada anda untuk dpt melihat kembali,sibuta menyetujuinya dan membayar dengan harga yg mahal juga ,setelah mengikuti petunjuk2x yg diberikan dalam tempo yg cukup lama sibuta sembuh dari kebutaannya ,dan dilihatnya pakaian tsbt telah kusam dan luntur ,dan dia berkata dalam hatinya telah sekian lama saya dalam kebangaan dan percaya diri yg keliru atas pakaian ini, bergegaslah dia ketoko pakaian tsbt dan terkejut ternyata sipenjual pun buta ,dalam hatinya dia berkata saya dijanjikan oleh sibuta ,lalu dia mendekat dgn santun bertanya kepada si penjual ,mengapa anda menjanjikan bahwa pakaian ini kekal dan abadi, sipenjual mengatakan sudah tertulis di marking nya merk kekal abadi,lagi2x dalam hatinya berkata ternyata pakaian ini bermerk kekal abadi namun bukan kebenarannya ,setelah ia menyadarinya dia tersenyum dan berkata setidaknya sy tdk kepanasan ataupun kedinginan …… cerita diatas mengibaratkan kebutaan bagaikan ketidaktahuan (tdk mengalaminya sendiri atau melihatnya sendiri) pasar diibaratkan kehidupan, toko diibaratkan agama, pakaian ibarat doktrin dan kitab2x, harga dibratkan waktu,pengobatan ibarat filosofi dan ilmu pengetahuan, panas dan dingin ibarat komunitas dan status sosial… sebagian membeli pakaian dengan kesadaran akan ketidakkekalan sebagai apa adanya ,sebagian lagi mementingkan merk dari pada kebenaran tanpa pembuktian ,kedua jenis pembeli ini sama memiliki komunitasnya, sama bahagianya, sama kebangaannya …….. namun tdk keduanya bisa dihampiri penderitaan akan kekecewaan ……. semoga bermanfaat salam all

  309. 5 November 2011 pukul 11:39 AM

    lucu

  310. mama
    6 November 2011 pukul 1:29 PM

    hanya satu alasan saya mencoba menulis di blog ini…
    agama kristen di indonesia adalah agama yang paling mengerikan karena menganut sistem penyembahan iblis bukan yesus kristus..

    saya adalah korban dari agama kristen di indonesia….

    yang diajarkan mereka adalah PENGHASUTAN TERHADAP AGAMA2 LAIN DI INDONESIA…

    SAYA BERANI BERKATA DAN MENANGGUNG RIBUAN DOSA BAHWA AGAMA KRISTEN DI INDONESIA ADALAH AGAMA YG MENYIMPANG DARI PANCACILA JG MANUSIA..