Beranda > Alkitab > Kitab Suci Perjanjian Baru Hebraic Roots Version-HRV

Kitab Suci Perjanjian Baru Hebraic Roots Version-HRV


KS-HRV

Telah terbit Kitab Suci Perjanjian Baru “The Scripture Hebraic Roots Version=HRV” – dalam BAHASA INDONESIA. Kitab Suci Versi Akar Ibrani (KS-VAI) ini cenderung merupakan versi kitab yang berakar pada tradisi Ibrani.

Harganya masih sangat mahal. Diterbitkan dekat akhir tahun 2010.

Kitab Suci ini dikerjakan oleh Tim yang dipimpin Pdt. Yakub Sulistyo yang pernah menggugat LAI.

Harga Rp 200.000  + Ongkos kirim P. Jawa Rp 20.000,- dan luar P. Jawa Rp50.000,-Dibayar dimuka.

Kitab ini (Bahasa Inggris) menjadi BEST SELLER di Amerika.

Berminat? Silakan transfer ke BCA No.5000370594 a/n. Joenita Pratiknyo.

Konfirmasi ke Priskila di HP no. 081-6721-907

Iklan
  1. 25 Agustus 2012 pukul 9:53 AM

    GEREJA YANG MEMAKAI “NAMA ASLI” TUHAN: “YAHWE”

    Quote:
    Shalom,

    baru2 ini saya dan beberapa angota keluarga saya mendapat pemuridan dari seorang pendeta.
    mereka menamakan diri Jemaat Yerusalem baru Nasrani Sejati. nama grejanya tidak perlu saya sebutkan supaya tidak menjadi pertentangan yang besar.
    tapi setelah saya pelajari lagi,pengajarannya menurut saya menyimpang (sesat).saya sudah menjelaskan pada angota keluarga saya untuk berhati2,tapi sepertinya usaha saya selalu gagal.
    di bawah ini akan saya jelaskan pengajarannya, beserta ayat2 yg dia berikan sebagai pengajarannya.

    Quote:
    letak kejanggalan di aliran ini menurut saya:
    1. Menekankan selalu pada Nama (Yahweh/ Yeshua)
    2. mengambil ayat hanya sepotong2, tidak membaca secara keseluruhan maksud dan konteks dari ayat tersebut
    3. menganggap Tafsiran dia yang paling benar. jika ada pendeta yang menafsirkan berbeda dengan dia, di anggap salah
    4. mengajarkan/ mewajibkan untuk baptis ulang menggunakan nama Yahweh/ Yeshua
    5. mengganti semua Lagu2 yang sudah ada, dan juga menciptakan lagu sendiri

    Quote:
    awal mula : pendeta ini memberitahukan bahwa nama seseorang tidak bisa di terjemahkan,apalagi nama Tuhan kita. Contoh nama Eko menjadi One (inggris), siji (jawa), satu (indonesia).

    Penjelasan :

    Barangkali Pendeta itu disamping belajar theology, dia juga perlu punya pengetahuan yang cukup mengenai sejarah dan athropology budaya, dan janganlah akibat kekurang-pengetahuannya itu kemudian memaksa jemaatnya berpikiran sempin seperti dirinya:

    Mari memahami budaya dan sejarah masa itu. Pada saat dan setelah Alexander Agung menjadi penguasa Palestina dan sekitarnya, bahasa Koine Yunani menjadi bahasa yang lazim digunakan oleh para pedagang dan kaum cerdik pandai, dan hal ini berlanjut sampai zaman Perjanjian Baru (dalam Alkitab), Bahasa Yunani di kala itu mirip dengan bahasa Inggris masa sekarang yang menjadi bahasa Internasional yang menghubungkan budaya dan perdagangan antar-bangsa. Dan kemudian disana lazim pula orang-orang mempunyai nama Ibrani dan nama Yunani, ataupun nama Ibraninya di-Yunanikan, dan nama/ panggilan dari seseorang bisa lebih dari satu, misalnya :
    1. Matius (Yunani: ‘MATTHAIOS’; Ibrani: “MATITYAH” atau “MATITYAHU”) berarti “pemberian dari YAH/ YHVH/ TUHAN”.
    Pesyita Aramaik dan HaBrit HaKhadasya menulis kata itu dengan “MATHAY”. Kata itu dalam Perjanjian Lama terjemahan LAI tidak ditulis Matius melainkan Mataca. Matius (Nama Yunani) Penulis Injil itu juga bernama “LEWI” (nama Ibrani, Lukas 5:27).

    2. Petrus (Yunani: ‘PETROS’). Ia juga disebut dalam nama bahasa Aram “KEFAS,” dan ia juga memiliki nama Ibrani SIMEON yang juga disebut SIMON (Kisah 15:14; 2 Petrus 1:1, tetapi dalam terjemahan Bahasa Indonesia, semuanya menjadi Simon)
    Dan lain sebagainya.

    Demikian pula dengan nama “YESUS” (Yunani: IÊSOUS), nama tsb adalah nama yang sudah di-Yunanikan, berasal dari kata Ibrani יהושוע – YEHOSYUA’ atau YEHOSHUA, yõd – hê’ – vâv – syïn – vâv – ‘ayin, di era pembuangan ke Babel, karena pengaruh bahasa Aram, maka nama ini disingkat menjadi ישוע – YESYUA’ atau YESHUA. Hal ini ibarat nama Alexander menjadi Alex saja.

    Nama YESUS KRISTUS dalam berbagai bahasa:
    Ibrani:
    ישוע המשיח
    YESYUA HAMASYIAKH

    Yunani:
    Ο Ιησούς Χριστός
    Ho Iêsoús Khristós

    Arab:
    يسوع المسيح
    Yswʻ al-Msyḩ

    Jepang:
    イエスキリスト
    Iesukirisuto

    Korea:
    맙소사
    mabsosa

    Thailand:
    พระเยซูคริสต์
    Phra yesū khris̄t̒

    China (Simplified Version):
    耶稣基督
    Yēsū jīdū

    India (Hindi):
    यीशु मसीह
    Yīśu masīha

    Rusia:
    Иисус Христос
    Iisus Hristos

    Penyebutan nama-nama Yesus dalam berbagai bahasa ini tidak perlu dipersoalkan. Allah kita mengerti dan Dia bertindak ketika anak-anak-Nya memanggilnya dalam berbagai bahasa.

    Quote:
    nama yang benar haruslah menggunakan Yahwe, Yeshua Hamasiah. Nama Yesus tidak ada artinya.

    Jikalau pendeta itu benar2 mau kembali mengakar kepada hal2 yg bersifat ke-Ibrani-ibranian. Seharusnya dia tahu bahwa orang Israel tidak mengeja 4 huruf suci (YHVH) itu, mereka setiap ketemu huruf “YHVH” mereka menyebutnya dengan “Adonay” (Tuhan), atau “Ha-Syem” (Sang Nama). Ini juga merupakan bukti bahwa pendeta itu kurang pengetahuan dan tidak paham anthropology budaya. Belajar bahasa bukan cuma tahu arti harfiah setiap kata-kata, tetapi harus tahu juga TATA KRAMA dan KAIDAH yang berlaku. Orang Yahudi tentu menertawakan dan menganggap kalangan Kristen type ini sembarangan menggunakan/ mengucapkan 4 huruf suci itu sebagai “LASYON HARA”. Maunya kembali ke “akar Yahudi”, padahal justru banyak menabrak tata-krama dan kaidah yang berlaku.

    Itulah mengapa dalam setiap menyajikan terjemahan interlinear, saya selalu memberi keterangan pada setiap huruf YHVH itu tidak di-eja dengan YEHOVAH/ YAHWEH tetapi dibaca dengan ‘Adonay. Sebab itulah “tata-krama” nya, satu contoh:
    * Ulangan 6:4
    LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
    KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:
    Hebrew,
    שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃
    Translit interlinear, SYEMA’ {dengarlah} YISRA’EL {Israel} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonay, TUHAN} ‘ELOHEYNU {Allah kita} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonay, TUHAN} EKHAD {esa}

    Kalau pendeta itu mengatakan bahwa nama “YAHWE/ YAHWEH” adalah yang paling benar, hal itu masih “debatable”, sebab ada yang menganggap justru “YAHWE/ YAHWEH” itu bukan kata Ibrani/ tidak berasal dari pengucapan Ibrani.
    Pendapat itu dapat diterima juga sebagai suatu masukan bagi kita, apalagi dengan menimbang bahwa TIDAK ADA ORANG YAHUDI/ BERAGAMA YAHUDI YANG MENGUCAPKAN KATA “YAHWE/ YAHWEH”.

    Sekarang kita bahas mengenai nama Yesus Kristus, nama ini adalah “transliterasi” dari bahasa Yunani ιησους χριστος – IÊSOUS KHRISTOS
    * Ibrani 13:8
    LAI TB, Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
    KJV, Jesus Christ the same yesterday, and to day, and for ever.
    Naskah bahasa asli Yunani: Textus Receptus (TR), ιησους χριστος χθες και σημερον ο αυτος και εις τους αιωνας
    Translit, iêsous khristos khthes kai sêmeron ho autos kai eis tous aiônas

    Sudah dijelaskan di atas bahwa dalam budaya masa itu lazim bahwa orang Yahudi itu mempunyai nama lebih dari satu, nama Ibrani, nama Aram, dan nama goyim (Yunani). YESYUA HAMASIAKH nama Yunani nya adalah IÊSOUS KHRISTOS. Dan nama IÊSOUS KHRISTOS ini ditulis dalam naskah Alkitab Bahasa Asli Perjanjian Baru: bahasa Yunani.

    Jadi, apabila si pendeta itu menolak nama “Yesus Kristus/ Iêsous Khristos”, ia menolak autograph (tulisan asli) para rasul yang menulis Alkitab dalam Bahasa Yunani.

    Kembali kepada “Nama Yahweh”:

    Nama Sang Khalik dalam Perjanjian Lama adalah YHVH, yod-he-vav-he, bukan Yehovah dan bukan Yahwe/ Yahweh. Yehovah adalah penyisipan vokal ‘adonay dalam tetragrammaton YHVH sedangkan Yahweh adalah transliterasi YHVH dalam bahasa Yunani — bukan Ibrani. Dan nama “YAHWE/ YAHWEH” itu BUKAN nama Bapa di surga, selidiki asal-usul nama ini. Di bagian manakah Alkitab Perjanjian Baru yang menulis bahwa Yesus Kristus mengajar kita memanggil Bapa “Yahweh”?

    Dan coba uji kebenaran tulisan di bawah ini:
    Tulisan ini menyatakan bahwa tahun 1567 seseorang bernama Genebrardus menemukan bahwa nama Sang Khalik adalah IAHVE, JAHVE (Chronographia, Paris, 1567). Bagaimana kisahnya? Ternyata Genebrardus meminjam istilah Klemen dari Aleksandria dari kalangan Platois Gnostik, ejaan Yunani dari nama dewa Zeus yaitu IAOVE, yang juga dikenal sebagai JOVE, dewa Yupiter Romawi. Ejaan IAOVE ini diubah menjadi YAOVE kemudian menambah huruf H dan membuang huruf O sehingga menjadi YAHVE.
    Agar penemuannya ini ada dukungannya, ia mengutip pula Alkitab Samaria yaitu kata IABE. Diubahnya menjadi YABE, dan terakhir mengubah B menjadi V sehingga menjadi YAVE, tinggal disesuaikan dengan empat huruf sakral YHVH yakni menambah dua huruf H di tengah dan di akhir kata, jadilah YAHVEH.

    Ini menurut tulisan tadi, bukan pendapat saya.

    Jika seandainya tulisan di atas benar, berarti “Yahweh” adalah nama dewa Yunani Zeus atau nama dewa Romawi Yupiter…

    Quote:
    semua pengajaran yang dia berikan memang mengarah ke Ibrani,karna menurut dia, Ibrani adalah umat pilihan Tuhan, jadi akar keselamatan semua nya harus kembali ke Ibrani dan kitab suci abad 1. kita suci setelah lewat abad 1 di anggap sudah berkurang ke asli an nya.
    jadi dia menganggap semua greja yang masih menggunakan nama Yesus, Allah, Tuhan adalah salah, karena melanggar perintah Yahwe

    Kitab Suci Autograph, Perjanjian Baru, pada abad ke-1 Masehi ditulis dalam bahasa Yunani, bukan Ibrani.

    Mengenai nama “Yahwe/ Yahweh”, sudah dijelaskan di atas bahwa nama ini justru tidak berasal dari bahasa Ibrani.

    Kalau pendeta itu mengharuskan kembali ke akar Ibrani. Dia harus mengerti bahwa bahasa Ibrani “bukan bahasa Surga”. Terbukti atas kehendak Allah bahwa Ia mengizinkan bahasa asli Perjanjian Baru tidak lagi ditulis dengan bahasa Ibrani, melainkan menggunakan bahasa GOYIM, yaitu bahasa Yunani. Hal ini membuktikan bahwa Allah tidak hanya bicara dalam bahasa Ibrani, tetapi Ia juga berkenan berbicara dalam bahasa-bahasa goyim, non Yahudi. Hal ini juga merupakan pertanda bahwa keselamatan tidak terbatas kepada bangsa Yahudi tetapi kepada semua bangsa di dunia.

    Quote:
    berikut ayat2 yg mendukung perkataan tersebut

    1. Ulangan 12:5 Tetapi tempat yang akan dipilih Yahwe Elohim mu , dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi.

    Ayat ini mempunyai konteks:

    Silahkan pahami, kepada siapa ayat ini ditujukan? Kepada segenap Israel.
    Apakah si pendeta itu, Anda, dan saya adalah termasuk dalam suku-suku Israel?

    Pahami juga apa latar belakang ayat ini?
    Perikop ini (ayat 1-28) berbicara mengenai tempat Ibadah. Apakah kita, umat Kristen, harus beribadah pada tempat tertentu saja? Tidak!
    Tuhan Yesus Kristus sendiri mengajar bahwa “Kiblat” atau tempat ibadah tidak lagi berorientasi fisik.
    Mengenai “menegakkan Nama”, benarkah nama yang dimaksud adalah “Yahwe/ Yahweh”?
    Sudah dijelaskan bahwa nama “Yahwe/ Yahweh” justru tidak berasal dari bahasa Ibrani.

    Quote:
    * jadi kita harus ke greja dia, karna untuk saat ini hanya greja dia yg menggunakan nama Yahwe/Yeshua. greja lain menggunakan Yesus

    Hehe… rupanya itu cuma “strategi marketing” si pendeta itu saja supaya gerejanya penuh & banyak cabang

    Saya justru prihatin dengan maraknya “gereja-gereja baru”, “denom-denom baru”. Begitu ngasal nya orang membuat gereja. Asal berani ngomong (khotbah) dia jadi pendeta dan mendirikan jemaat.
    Gereja-gereja baru, didirikan dari gereja yang pecah, dan dari pecahan itu, pecah lagi, jadi gereja2 baru yang lain, dan muncul lagi, dengan macem2 pemimpin gereja yang pengajarannya yang belum tentu benar.
    Quote:
    2. kenapa dia mengatakan kalau kita harus menggunakan nama Yahwe/ Yeshua, tidak boleh Yesus?

    ini jawabannya
    Yehezkiel 36:21 Aku merasa sakit hati karena nama-Ku yang kudus yang dinajiskan oleh kaum Israel di tengah bangsa-bangsa, di mana mereka datang

    Nama yang dimaksud, bukan harfiah “nama” (YHVH, atau ‘ELOHIM, atau ‘ADONAY, dsb…), tetapi menyangkut Pribadi Allah secara keseluruhan.

    Nama dalam Alkitab sedikit berbeda dengan pemakaian nama sebagai rujukan seperti dalam bahasa Indonesia, atau bahasa Inggris. Dalam bahasa Ibrani, nama adalah pribadi itu sendiri, nama adalah pribadi yang diungkapkan dan nama itu adalah pribadi yang hadir secara aktif. Contoh:
    * Yesaya 30:27
    LAI TB, TUHAN datang menyatakan diri-Nya dari tempat-Nya yang jauh—murka-Nya menyala-nyala, Ia datang dalam awan gelap yang bergumpal-gumpal, bibir-Nya penuh dengan amarah, dan lidah-Nya seperti api yang memakan habis;
    KJV, Behold, the name of the LORD cometh from far, burning with his anger, and the burden thereof is heavy: his lips are full of indignation, and his tongue as a devouring fire:
    Hebrew,
    הִנֵּה שֵׁם־יְהוָה בָּא מִמֶּרְחָק בֹּעֵר אַפֹּו וְכֹבֶד מַשָּׂאָה שְׂפָתָיו מָלְאוּ זַעַם וּלְשֹׁונֹו כְּאֵשׁ אֹכָלֶת׃
    Translit, HINEH SYEM (nama) -YEHOVAH (YHVH, dibaca: ‘Adonay) BA’ MIMERKHAQ BO’ER ‘APO VEKHOVED MASA’AH SEFATAV MAL’Û ZA’AM ULESYONO KE’ESY ‘OKHALET

    Mengapa Yesaya berkata “SYEM-YHVH” (nama TUHAN) datang, dan tidak sederhana saja TUHAN datang? Baik YHVH, ‘EL, ‘ELOAH, dan ‘ELOHIM dalam bahasa Ibrani adalah SYEM alias nama. Nama itu adalah pribadi, hadir secara aktif dalam kepenuhan dan sifat yang diungkapkan.
    Quote:
    *Tuhan merasa sakit hati jika kita salah menyebut nama dengan memanggil Yesus

    3. Ulangan 12:6 Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu

    Ulangan 12:11 maka ke tempat yang dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah kamu bawa semuanya yang kuperintahkan kepadamu, yakni korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu dan segala korban nazarmu yang terpilih, yang kamu nazarkan kepada TUHAN

    Kalau ayat di atas dipakai sebagai dasar. Apakah orang Kristen masih dituntut membawa “korban sembelihan, korban bakaran” sebagaimana orang Israel?
    Bukankah Hukum Taurat itu tidak mengikat orang Kristen?
    Quote:
    * dengan kata lain kita harus Perpuluhan ke greja dia. karna greja lain bukanlah tempat yang di pilih Yahwe, karena tidak menegakkan nama Yahweh/Yeshua (masi menggunakan Yesus)

    Aha… rupanya ini strategi si pendeta untuk meraup uang untuk kantong nya saja. Ini namanya membodohi jemaat.

    Orang Kristen tidak dituntut mempersembahkan persepuluhan sebagai kewajiban atau sebagai pelaksanaan tuntutan hukum sebagaimana Hukum Taurat menuntut kaum Israel mempersembahan macam-macam persembahan: Korban bakaran, korban sembelihan dan persepuluhan.

    Orang Kristen boleh memberikan persembahan kepada gereja, tetapi karena sikap kasih, bukan karena memenuhi tuntutan hukum Taurat.
    Quote:
    * 4. ini hukuman buat para pendeta2 yang menolak ajaran ini

    Maleakhi
    2:1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
    2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.
    2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.

    Yang dimaksud “Menghormati nama-Ku” bukan berarti nama “YAHWE/ YAHWEH”, toh nama ini justru tidak berasal dari bahasa Ibrani. Tidak ada orang Yahudi asli yang mengucap kata “YAHWE/ YAHWEH” untuk menyebut nama Tuhan-nya. Mereka bahkan tidak mengeja “4 huruf suci”.
    Pendeta ini justru tidak paham bahasa Ibrani, sebab dalam kaidah bahasa Ibrani YHVH tidak diucapkan.

    Maksud dari “Menghormati nama-Ku” tidak hanya harfiah “nama” (YHVH, ‘ELOHIM, ‘ADONAY, dll) melainkan perhormatan kepada pribadi Allah secara keseluruhan. Sebagaimana diungkapkan dalam Yesaya 30:27 (di atas).
    Quote:
    Untuk poin2 di atas,sebenarnya saya udah menjelaskan penafsiran yang benenar menurut alkitab.sabda.org tapi semua nya di tolak

    Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri

    Yes.
    Pendeta itu sedang mengajarkan pengertiannya sendiri, dan dia sendiri pun masih kurang banyak belajar, malahan dia sedang menyebarkan hasil pemikirannya yang sempit itu.

    Maka sebagai jemaat, kita semua harus bersikap kritis. Jangan asal telan semua khotbah pendeta, terutama aliran2 baru yang mengklaim ajaranya yang paling benar, justru menjadi “alert” bagi kita mempertanyakan “kebenaran” yang di-klaim-nya.
    Kita, disamping mendengar khotbah, bersekutu di gereja dalam penggembalaan gereja tertentu, kita juga perlu belajar Alkitab sendiri dengan mohon penyertaan Roh Kudus, dan juga perlu belajar secara kolektif dengan sesama Kristiani lainnya untuk bertukar pikiran (besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya, Amsal 27:17).
    Kita semua perlu belajar Alkitab dan pengajarannya secara aktif untuk tidak mudah digiring oleh sikap fanatisme kepada ajaran pendeta tertetu yang mengklaim ajarannya yang paling benar.

    Blessings in Christ…

  2. 31 Mei 2013 pukul 10:41 AM

    Quote” Trimakasi untuk informasi seperti ini ,bagi saya “lebih baik hilang banyak uang dari pada tidak mengerti kehendak Tuhan .semoga pengetahuan ku bertambah -tambah di dalam kasih nya .

  3. Donnie
    11 Januari 2014 pukul 6:33 PM

    @ Franky Rutuwene

    Anda mengatakan di Perjanjian Baru tidak ada kata YAHWEH ??
    Ya jelas anda tidak akan menemukan kata YAHWEH di Alkitab LAI karena semua kata YAHWEH diganti menjadi ALLAH oleh LAI (Lembaga Alquran Indonesia)

    Alkitab LAI
    (Matius 4:4) :
    Tetapi Yesus menjawab : Ada tertulis : Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

    Bahasa aslinya dalam Kitab Haverit Hakadasha Ibrani
    (Mattai 4:4) :
    Wayyaan wayomar katuv ki lo al-hallekhem levaddo Haadam ki al-kal-motsa pi-YAHWEH

    Terjemahan yang benar melalui Kitab Suci ILT :
    (Matius 4:4) :
    Namun seraya menanggapi, Dia berkata, “Telah tertulis : Bukan oleh roti saja manusia akan hidup, melainkan oleh setiap firman yang keluar melalui mulut YAHWEH.

    Bagaimana mungkin kata YHWH diterjemahkan menjadi Allah oleh LAI ?? LOL
    LAI sama sekali tidak mengerti kriteria suatu terjemahan sampai seenaknya mengganti nama suci YAHWEH dengan sesembahannya umat Muslim.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: