Beranda > RENUNGAN, TOP TEN > 7 Strategi Toko yang Bikin Anda Kalap Belanja

7 Strategi Toko yang Bikin Anda Kalap Belanja


Shopaholic

Wolipop – Pernahkah Anda kehilangan kontrol diri saat berbelanja di mall dan berakhir dengan belanjaan yang terlalu banyak dan belum tentu Anda gunakan? Hal ini bukan tidak disengaja, karena ada strategi tersendiri yang digunakan para pengusaha retail untuk membuat Anda menghabiskan uang lebih banyak.

Paco Underhill, penulis buku “Why We Buy: The Science of Shopping” mengungkap rahasia dari para retail. Ia telah melakukan riset untuk sejumlah mall maupun brand agar produknya dapat terjual lebih banyak.

Ia meneliti ratusan dari ribuan pembeli tentang pola belanja mereka. “Tidak ada istilah untung-untungan dalam hal menata dan mendesain toko. Semua diperhitungkan dengan penuh kecermatan agar dapat menarik Anda bagaimanapun caranya,” ujarnya kepada bankrate.com.

Penulis buku laris, “The Total Money Makeover”, Dave Ramsey memberikan tips kepada para konsumen. “Toko punya strategi, Anda pun juga harus punya’,” ujarnya menambahkan.

1. Terpikat Display
Hal pertama yang bisa diambil dari bukunya adalah tentang sebuah display kaos dari sebuah retail. “Kami membeli kaos ini di Sri Lanka seharga $3 per potong, lalu kami bawa ke sini (Prancis) dan menambahkan tag instruksi mencucinya. Kami tidak menyebutnya dibuat di Prancis, tapi konsumen bisa bilang demikian. Lalu kami lipat dengan rapih dan menatanya dengan apik di atas meja pajang eksklusif. Kami pun menggantungkan foto model internasional berukuran raksasa dengan mengenakan kaos itu.”

Cara menahan godaan:
“Sisihkan budget belanja bulanan khusus ke mall dan simpan di amplop khusus. Bila amplop sudah kosong, stop berbelanja. Sebuah perencanaan budget tertulis akan membuat Anda berpikir dua kali ketika Anda hendak berbelanja impulsif lagi,” ujar Ramsey.

2. Beli banyak, Harga Istimewa
Beli satu, gratis satu, atau dapat dua dengan harga satu barang, dan promosi lainnya yang mengikat beberapa barang menjadi satu kali pembelian tentunya akan menaikkan penjualan dengan drastis. Jika dicermati, jika Anda tidak begitu tahu promosi produk yang ditawarkan dan harga normalnya, kemungkinan besar Anda merugi. “Anda tidak berhemat jika ternyata Anda menghabiskan lebih banyak dari yang direncanakan,” ujar Underhill.

Cara menahan godaan:
Kenali retail favorit Anda, brand, harga normal, promosi dan diskon – dan selalu periksa area barang penghabisan (clearance sale), untuk menghindari pembelian barang yang serupa dan malah menghabiskan lebih banyak uang,” ujar ahli keuangan Ellie Kay selaku penulis buku “The 60-Minute Money Workout”. “Tanyakan pada diri Anda, ‘Apakah aku benar-benar harus membeli dua sweater atau dua jins yang sama sekaligus?”

3. Psikologi Kanan
“Studi tentang belanja retail menunjukkan banyak orang cenderung menengok ke kanan saat memasuki toko. Hal ini dikarenakan mayoritas popoluasi manusia memiliki kebiasaan menulis dengan tangan kanan maupun orientasi ke arah kanan,” ujar Underhill. Dari hal ini, toko cenderung menampilkan produk atau tren terbarunya di sebelah kanan pintu masuk. Anda juga akan mendengar musik berbunyi lebih keras dan lampu lebih terang di sisi ini. Dan biasanya, produk-produk termahal diletakkan di sisi ini.

Cara menahan godaan:
“Belanja sambil tutup mata,” ujar Kay. Bagaimana caranya? “Pegang teguh daftar belanja yang dibuat sebelumnya. Hindari penggunaan kartu kredit sebisa mungkin dan langsung menuju ke bagian toko yang Anda butuhkan.”

4. Area Diskon
Area clearance sale atau barang diskon biasanya diletakkan di bagian paling belakang atau pojok toko. Hal ini dimaksudkan agar saat Anda menuju ke sana, produk terbaru yang lebih mahal juga dilihat oleh Anda dan menarik untuk dibeli. Pengusaha retail bertaruh kalau tangan Anda akan penuh dengan menenteng barang terbaru sebelum sampai ke rak diskon, ungkap Underhill.

Cara menahan godaan: “Pergi langsung ke area barang diskon untuk melihat penawaran terbaik. Dengan begini, Anda akan memiliki perbandingan sebelum membeli produk terbaru dengan benda serupa yang dipajang di area diskon.”

5. Kacaunya area barang diskon
Sesampainya di area clearance sale/barang diskon, Anda biasanya akan menemukan tumpukan barang yang berantakan dan kacau karena ramainya pengunjung. Hal ini memang didesain seperti itu agar Anda tidak betah berlama-lama di sana.

Pengusaha retail tahu benar konsumen ingin mudah mendapatkan model, ukuran dan harga yang sesuai keinginannya. Dengan menciptakan keadaan yang bikin frustasi seperti ini, diharapkan konsumen akan meninggalkan area tersebut dan beralih ke rak barang baru yang lebih rapih namun dengan harga normal tentunya.

Cara menahan godaan: “Jangan belanja saat Anda diburu waktu, karena hal ini akan membuat Anda membeli barang yang salah,” ujar Kay. Ia menyarankan untuk menyediakan waktu luang untuk melihat-lihat lebih lama dari barang diskonan yang dipajang. Cari apa yang benar-benar Anda inginkan dari area diskon tersebut.

6. Benda Impulsif
Perhiasan, kacamata gaya, wewangian dan majalah adalah barang impulsif yang yang biasa dibeli di luar perencanaan belanja utama. Mereka ditempatkan di area dekat kasir sehingga Anda bisa langsung mudah membelinya tanpa pikir panjang.

Cara menahan godaan: “Jangan pernah memasuki mall tanpa memegang daftar belanja spesifik. Tambahkan tiga persyaratan ini sebelum membeli barang yang tidak dibutuhkan. Bayar tunai (tidak kredit), diskon besar dan kebutuhan akan barang tersebut. Dengan mempertimbangkan ketiga hal ini, Anda akan memperlambat kebiasaan impulsif dan membatalkannya.”

7. Membawa Teman
Adanya teman memang membantu dalam memilih barang yang tepat, dan juga sebaliknya. Kehadiran orang ketiga sebagai pertimbangan untuk membeli sangat disadari oleh pengusaha retail dan mereka melancarkan promosi darinya.

Cara menahan godaan: Tiap orang memiliki karakter belanja yang berbeda. “Ada yang cepat frustasi, impulsif dan suka menunda. Jika hendak belanja, pilihlah teman yang memang tidak hobi belanja untuk mengimbangi Anda, dan sebaliknya,” ujar Kay. (fer/eny)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: