Beranda > RENUNGAN > *-* Kepalsuan *-* Otokritik seorang Kristen

*-* Kepalsuan *-* Otokritik seorang Kristen


Saya menulis ini berdasarkan pengalaman saya di gereja dan setelah bertemu dengan banyak orang yang mengaku “kristen”. saya menulis hal ini dengan jujur tapi mungkin banyak orang yang membaca ini  akan tersinggung atau marah.

Dari beberapa tahun belakangan ini yang saya perhatikan banyak orang orang “kristen” tiba tiba menjadi rohani dan bijak jika mereka berada di dunia maya, tapi jikalau bertemu langsung dengan mereka saudara mungkin akan menemukan bahwa mereka ini orang orang yang sama sekali berbeda dengan apa yang mereka tulis, forward, RT (Twitter), nge-quote quotation hamba2 Tuhan, nge-quote ayat2 alkitab di jaringan sosial seperti Facebook, Twitter, Email dll.

Menurut saya sendiri tidaklah salah kita melakukan hal hal di atas jika hidup kita memang berusaha menghidupi apa yang kita tulis tersebut, tapi jika hidup kita tidak mencerminkan apa yang kita tulis tersebut bukankah itu munafik dan tidak heran kenapa banyak orang bilang orang gereja itu munafik karena hidup mereka tidak sama dengan apa yang mereka gembar-gemborkan.

Di internet banyak orang kristen suka berkata kata tentang Tuhan dan firman-Nya tapi berapa banyak dari mereka ini yang lebih tertarik baca alkitab, berdoa, mencari Tuhan  daripada nonton tv, jalan jalan, makan makan? hampir tidak ada !!

Mungkin hal ini juga terjadi saat kebaktian di gereja, banyak sekali orang kalau lagi nyanyi angkat angkat tangan dan teriak Halelu-YAH, tapi sungguhkah mereka benar mengasihi Tuhan ? ini bisa dilihat saat kebaktian berlalu, adakah mereka membicarakan tentang Tuhan ? adakah mereka tertarik berbicara tentang injil ? adakah mereka tertarik dengan kebenaran ? hampir sama sekali tidak.

Saya sendiri bingung kalau mereka tidak tertarik dengan Tuhan buat apa pula mereka ke gereja ? bukankah cuma buang buang waktu ? atau mungkin fungsi gereja yang sekarang yang jadi berbeda, karena gereja sekarang telah berubah fungsi untuk  menjadi tempat bersosialisasi, tempat berbisinis, tempat cari pacar, tempat bergaul.

Satu lagi yang saya renungkan belakangan ini adalah kata “pelayanan”, saya rasa kata pelayanan ini sudah begitu membutakan dan menyesatkan banyak orang yang menghadiri gereja, karena setiap orang yang dikatakan “melayani” di gereja dari main musik, ikutan paduan suara, jadi singers, jadi worship leaders, jadi guru sekolah minggu dll di katakan bahwa mereka ini adalah pelayan Tuhan, tidak peduli apakah mereka mengenal Tuhan atau tidak, apakah mereka tertarik dengan Tuhan atau tidak ? tidak peduli bagaimana kehidupan mereka sehari hari,  tidak peduli bagaimana dengan iman kekristenan mereka,  tidak peduli apakah mereka sudah bertobat atau tidak.

Menurut saya sih cukup tragis sekali, pelayan itu adalah hamba, seseorang yang melayani Tuan-nya. Dan bagaimana mungkin seseorang melayani Tuan-nya kalo dia tidak kenal Tuan yang di layani-nya ? kan aneh sekali..kalau kita tanya jujur pada diri kita masing masing sungguhkah kita mengenal Tuhan ? sungguhkah kah kita bukan tuan atas diri kita sendiri ? sungguhkah kita ini hidup untuk Tuhan ? kalau Tuhan bukan hidup kita bagaimana mungkin kita berani mengatakan bahwa kita ini adalah pelayan Tuhan ? tidak masuk akal sih menurut saya.

Dari hal di atas bisa ditarik kesimpulan kita masih hidup dalam kepalsuan, kita berpura pura. Inilah salah satu sebabnya kekristenan sekarang ini tidak ada power karena bagaimana mungkin Tuhan mau memberkati sesuatu yang palsu, orang yang palsu, gereja yang palsu ?  ada orang pernah bilang di maleakhi pasal 1 itu Tuhan benar benar marah kalau di zaman sekarang mungkin Dia ingin setiap gereja yang palsu lebih baik di tutup saja, karena cuma bikin malu.

Saya yakin ada saatnya Tuhan akan benar benar muak dengan kekristenan sekarang ini sama seperti Tuhan pernah benar benar marah dengan orang israel.  Banyak orang bilang kasusnya akan mirip seperti perikop orang orang yang berdailh di Lukas pasal 14, orang orang yang menghadiri gereja tiap minggu ini sudah diundang tapi mereka menolak dengan berbagai alasan mereka yang menurut mereka itu penting, akhirnya Tuhan marah dan Dia bilang tidak ada satupun orang yang diundang itu akan masuk menikmati perjamuan yang telah disediakan-Nya. Sebaliknya Tuhan bilang undanglah orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh, orang orang ini adalah orang yang tidak pandang berarti di dunia ini, mereka tidak mempunyai banyak alasan penting untuk menolak undangan seperti orang orang yang diundang Tuhan pertama kali.

Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam. (Maleakhi 1 : 11)

“Sebab, dari timur sampai ke barat Nama-Ku akan menjadi besar di antara bangsa-bangsa, dan di segala tempat akan dibawa dupa bagi Nama-Ku, dan persembahan sajian yang murni. Sebab, besarlah Nama-Ku di antara bangsa-bangsa,” YAHWEH Tsebaot berfirman.

Dari ayat di atas jelas Tuhan akan mempunyai umat yang hidupnya murni (tidak penuh kepalsuan) di seluruh dunia ini dan Tuhan Yesus tidak mungkin akan gagal, akan ada orang orang yang sungguh sungguh mengasihi Tuhan di seluruh dunia,  akan ada orang orang kristen yang sejati. Saudarakah salah satu orangnya ?

Nubuatan yang ini tidak mungkin akan gagal : “nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa”

Sumber: Kesaksian Otokritik WP via email.

  1. mey bunga
    25 Oktober 2011 pukul 12:39 AM

    tulisan ini benar…. kekristenan kini sangat memprihatinkan!

  2. papa&mama
    26 Desember 2011 pukul 8:12 AM

    wkwkkakakakakkakahahahahahahahakwkwkwkwkkwkwkkkk

  3. Badiaraja Leonardo Sitompul
    7 Januari 2012 pukul 12:39 AM

    terberkatilah orang yang setia bagi NamaNYA yang Kudus … YESUS KRISTUS …. terima kasih sudah mengingatkan saya kembali arti mengenal TUHAN yang benar …. baiklah tiap orang yang mengasihi TUHAN mau diingatkan, ditegur, dikuatkan dan di ubahkan melalui Firman TUHAN melalui rekan/teman/keluarga/orang lain disekitar kita. Tuhan memberkati kita semua orang yang sungguh-sungguh mengasihiNYA. AMIN

  4. EDYSUNARTO66@YAHOO.COM
    19 Juli 2013 pukul 6:23 PM

    MANUSIA MELIHAT KENYATAAN, FAKTA YG ADA, TUHAN MELIHAT HATI,…MARILAH KITA BELAJAR MELIHAT DENGAN HATI…PALSU ATAU MURNI….HATI KITA…MARI JANGAN JAUH DARI TUHAN…TUHAN DI HATI…..HATI HATI DENGAN HATI KITA…JANGAN TERKONTAMINASI DENGAN KEPALSUAN HATI KITA…..MURNIKAN DENGAN API PENYUCIAN TERUS TERBAKAR SAMPAI JADI HATI SEPERTI EMAS MURNI….DAN DIPAKAI SEBAGAI ALAT ALAT DALAM KERAJAAN SORGA…GBU

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: