Beranda > MUSIK dan LAGU > Kisah dibalik Lagu Siapakah Diri Hamba

Kisah dibalik Lagu Siapakah Diri Hamba


Siapakah Diri HambaTuhan Yesus, kusadar kulemah,
Tuhan Yesus, kusadar ku amat hina,
Tuhan Yesus, siapakah diri hamba,
Hingga Kau rela mati bagiku.

Ref: O Tuhan, ampunilah dosaku,
Buanglah s’gala kesombonganku.
Ajarku mengenali kasihMu,
Bersujud di bawah salibMu.

Dari surga Kau turun ke dunia,
Kau ambil rupa seorang hamba,
Kau biarkan diriMu dicaci maki,
Kau rela disalibkan bagiku.

Ref: O Tuhan, tak mungkin kumengerti.
KasihMu ajaib tak terselami,
Jadilah kehendakMu bagiku,
Sucikanlah seluruh hidupku.

[Lagu oleh : Mangapul Sagala]

Lagu ini diciptakan tahun 1976, segera setelah saya selesai bersaat teduh dari Fil.2:1-11, yaitu tentang Yesus Kristus yang adalah Allah, namun rela merendahkan diriNya menjadi manusia, bahkan mengambil rupa seorang hamba (budak). Sementara membaca dan merenungkan ayat demi ayat, saya menyadari keajaiban kasih Allah di satu sisi, dan kesombongan diri saya di sisi yang lain. Ketika itu, sebagai mahasiswa UI, saya memang luar biasa bahagianya. Itulah sebabnya, ketika senior mewajibkan seluruh mahasiswa baru untuk menggunakan jacket kuning selama satu semester, saya menerima itu dengan sangat senang hati. Saya malah ingin memakai jacket itu lebih lama dari waktu tsb.
Dalam kebanggaan seperti itu, saya kadang-kadang memiliki perasaan superior terhadap mahasiswa-mahasiswa lainnya yang bukan berasal dari UI. Juga merasa diri cukup berarti dan semua yang saya raih adalah karena kemampuan diri sendiri. Saya mulai lupa bagaimana saya berdoa dengan sungguh-sungguh agar bisa diterima sebagai mahasiswa UI ketika itu. Saya bersyukur bahwa dalam kondisi seperti itu, Dia menyadarkan saya bahwa saya sebenarnya sangat lemah dan hina. Hanya karena kasih dan karuniaNya yang ajaib saya ada sebaimana ada saat itu. Saya sangat menikmati perenungan di pagi hari itu. Saya tidak ingin melupakan peristiwa di mana Tuhan menyadarkan diri saya tentang siapa diri saya sesungguhnya. Karena itu, saya mengabadikannya dalam sebuah lagu. Maka saya mulai menciptakan kata demi kata.
Indah sekali Tuhan memimpin; sementara saya dalam proses mencipta, penghayatan saya akan kasihNya semakin dalam, di mana ketika itu saya seolah-olah sedang menyaksikan sebuah peristiwa penyaliban Yesus sendiri, dan bagaimana Dia menderita demi saya, dan demi seluruh umat berdosa. Itulah sebabnya, ketika saya masuk kepada nada-nada refrain lagu tsb, saya tidak kuasa menahan air mata. Dengan air mata bercucuran, nada-demi nada keluar dari diri saya seiring dengan syair lagu yang sedang memenuhi pikiran. Saya mendengar kesaksian dari mahasiswa FTUKI, bahwa ketika pak Hamran Amri (alm),-yang sebelumnya pemimpin sebuah agama tertentu- mendengar lagu tersebut dinyanyikan di persekutuan FTUKI, beliau pun tidak kuasa menahan air mata. Ketika beliau dipersilakan untuk membawakan khotbah tentang KEPEMIMPINAN KRISTEN, akhirnya beliau memutuskan untuk membahas tema itu yang disoroti dari kepemimpinan Kristus yang rela merendahkan dan mengorbankan diri demi sesama.
Doa dan harapan saya, kiranya bukan hanya beliau yang mendapatkan berkat besar dari lagu ini, tetapi juga semua umat Allah yang pernah menyanyikan lagu ini. Bagi yang tidak mengetahui nada lagu ini, dapat dilihat dari BLP, Buku Lagu Perkantas yang diterbitkan oleh Perkantas Jakarta.- Mangapul Sagala.
Lagu-Lagu Ciptaan Mangapul Sagala

1. Sebagaimana Adaku (1976)
2. Hidup Baru (1977)
3. Doa: Setia Sampai Akhir (1977)
4. Siapakah Diri Hamba (1978)
5. Tuhan, Pegang Tanganku (1978)
6. Mulia, Mulialah NamaMu (1979)
7. Lihatlah Anak Domba Allah (1979)
8. Kami Ucapkan Selamat Datang (1979)
9. Terpujilah NamaMu (1980)
10. Tuhan, Gembalakanlah HambaMu (1980)
11. Lagu Tema Mars Oikumene Universitas Indonesia (1981)
12. Maz.51: Kasihanilah Aku, Ya Tuhan (1981)
13. Aku Ikut Yesus (1983)
14. Kuutus Kau (Lagu tema KKRJ I, Kinasih, 1984)
15. Satukan Lengkapi dan Pakailah Kami (Lagu teman Kamp Nas Mhs, Batu, 1986)
16. Bersatulah, Wahai Siswa se Jakarta (1986)
17. Utus Kami Bangun Bangsa Tercinta (Lagu tema Kamp Nas mhs, Kinasih, 2000)

  1. andreas
    4 Maret 2012 pukul 4:54 AM

    Wah, tulisan yang menarik

    memang bang mangapul bagi saya adalah Alumni yang memberikan teladan seorang Kristen Sejati ditambah karangan lagunya yang berjudul Siapakah diri hamba sangat aku nikmati.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: