Beranda > dede wijaya, PESONA ALKITAB, RENUNGAN > Tantangan Pluralisme di Tengah Kehidupan Orang Percaya

Tantangan Pluralisme di Tengah Kehidupan Orang Percaya


IMAN KEPERCAYAAN YOSUA (Yosua 24:14-18)

KabarIndonesia – “Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telahh beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN‑ Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!

Ketika mempelajari kehidupan Yosua dari Alkitab, kita mengetahui bahwa Yosua adalah pemimpin yang dipersiapkan Musa untuk melanjutkan estafet tongkat kepemimpinan memimpin Bangsa Israel. Memang Yosua tidak sekaliber dan sepopuler Musa. Lihat saja Firman Tuhan yang berkata kepada Yosua, “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. 

Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu
, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu

Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkauKuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. 

Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu
 dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi
.”

Dari perikop ini saja 3 kali TUHAN memerintahkan dan meneguhkan Yosua untuk menjadi Kuat dan Teguh Hati, bahkan di bagian akhir Firman Tuhan ini, TUHAN mengulang dengan tekanan lebih keras, Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi. Yosua memang bukan Musa, dan Musa bukanlah Yosua. Setiap pemimpin mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan setiap orang adalah unik di mata TUHAN. 

Yosua dibagian akhir kitab Yosua mengajak Bangsa Israel menentukan untuk taat dan menyembah TUHAN atau mengikuti ilah-ilah atau berhala bangsa-bangsa lain. Satu hal yang ditekankan Yosua yaitu bahwa dirinya dan seisi rumahnya, akan beribadah kepada TUHAN!
” Suatu pengakuan IMAN yang ekslusif dari Yosua di tengah-tengah pluralisme pada zaman itu. Nenek moyang bangsa Israel dulunya menyembah ilah-ilah di Mesopotamia dan Mesir. Yosua dengan tegas meminta Bangsa Israel yang dia pimpin untuk mengambil keputusan kepada siapa mereka mau menyembah. 

Pada Yosua 24:21-24 kita melihat bangsa Israel berjanji di hadapan Yosua dan TUHAN untuk mengabdi hanya kepada TUHAN. Yosua meminta mereka menyingkirkan semua ilah-ilah asing dari antara bangsa Israel. Saudara, Ajakan yang sama diberikan kepada kita untuk memberi keputusan kepada siapa kita MENYEMBAH dan MENGABDIKAN hidup kita? 

Di dunia ini begitu banyak agama dan kepercayaan yang beraneka ragam, Pluralisme tidak hanya ada di zaman Yosua namun juga di zaman ini yang memasuki abad postmodern yang memberikan begitu banyak pilihan bagi setiap orang dengan segala konsekuensinya. TUHAN ALLAH menciptakan keanekaragaman dalam alam semesta ini. Tampak jelas adanya PLURALITAS di mana-mana dalam ciptaan, suku bangsa, ras, alam semesta, bahkan agama dan kepercayaan. Kita semua menghormati dan menghargai adanya PLURALITAS atau kemajemukan ini. Ini fakta dan realita yang ada. Namun satu yang tidak mungkin kita bisa kompromi yaitu adalah masalah IMAN dan KEPERCAYAAN. Oleh karena itu kita menolak PLURALISME yang adalah agama baru atau iman gado-gado. Meminjam istilah Pdt. DR. Stevri Lumintang disebut Teologi Abu-abu. Bagaimana kita hidup di zaman ini? Apa kriteria IMAN dan KEPERCAYAAN yang tidak berkompromi dan campur baur? 

Bagi Iman Kristen setidaknya ada 4 hal yang sungguh-sungguh harus kita Imani yaitu:
  1.  Percaya satu-satunya ALLAH TRITUNGGAL
Dari zaman gereja awal telah muncul begitu banyak bidat/sekte sesat sampai pada hari ini bahkan penyesatan akan semakin banyak di akhir zaman ini. Sebut saja: Arianisme (tidak mengakui Keallahan Yesus), Sabelianisme (percaya 1 Allah dalam 3 Wujud yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus namun menolak 3 Pribadi Allah yang sehakikat, sama kekal yang ketiganya adalah SATU), Saksi Yehuwa, Mormonisme, Unitarianisme (Kristen Tauhid di Indonesia, menolak Allah Tritunggal/Trinitas, Yesus bukan ALLAH namun Malaikat Mikhael) dan masih banyak lagi. 

Alkitab memang tidak memuat kata TRINITAS/TRITUNGGAL, namun ajaran mengenai ALLAH TRINITAS/TRITUNGGAL meski tidak tersurat adalah sebuah KEBENARAN ALKITABIAH yang tampak mulai dari Kejadian-Wahyu yang bersifat wahyu Progresif (menjadi semakin jelas dari waktu ke waktu terutama di Perjanjian Baru). Mulai dari Kejadian 1: 1-2, 26, 3:22, Kej 19:24 TUHAN dibedakan dari TUHAN dari langit, Hosea 1:7, Zakharia 3:2, II Timotius 1:18, Yesaya 9:5, 48:16, 63:9-10, Mazmur 2:7, 45:7-8, Roma 1:4, Yohanes 3:16,18, Ibrani 1:6, Mikha 5:1b, Kej 6:3 bandingkan dengan Bilangan 27:18, Mzm 51:13, Yes 40:13, Hagai 2:4-5. Beberapa isyarat lain misal disebutnya kata ”kudus” sebanyak 3 kali dalam Yesaya 6:3 dapat dinggap sebagai isyarat mengenai TRITUNGGAL (bandingkan dengan Wahyu 4:8, juga Bilangan 6:24-26, kata TUHAN disebut 3 kali sebagaimana berkat lipat 3). 

Kata ”Malaikat TUHAN” di seluruh PL merupakan petunjuk khusus kepada pribadi kedua dalam ke-Allahan sebelum menjelma jadi manusia Yesus Kristus. Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah ini disamakan dengan Tuhan, namun berbeda dengan Tuhan. Ia menampakkan diri kepada Hagar (Kej 16:7-14), Abraham (Kej 22:11-18), Yakub (Kej 31:11-13), Musa (Kel 3:2-5), Israel (Kel 14:19), Bileam (Bil 22:22-35), Gideon (Hakim-hakim 6:11-23), Manoah (Hak 13:2-25), Elia (I Raj 19:5-7), Daud (I Taw 21:15-17), Malaikat TUHAN membunuh 185.000 orang Asyur (II Raj 19:35), Berdiri di antara pohon-pohon Murad dalam penglihatan Zakharia (Zakharia 3:1-2) dan merupakan satu dari 3 tamu Abraham (Kej 18). 

Berdasarkan ayat-ayat di atas tentang Trinitas/Tritunggal dalam Perjanjian Lama, Henry Clarence Thiessen menyimpulkan bersama Louis Berkhof, ”Perjanjian Lama dengan jelas mengantisipasi datangnya penyataan yang lebih lengkap tentang Trinitas dalam Perjanjian Baru.” Ajaran tentang Allah Tritunggal diuraikan dengan lebih jelas dalam Perjanjian Baru daripada Perjanjian Lama. Realita ini dapat dibuktikan dengan dua cara: melalui pernyataan-pernyataan dan kiasan-kiasan umum dan dengan menunjukkan bahwa ada tiga pribadi ke-Allahan yang diakui sebagai Allah

Pernyataan dan Kiasan Umum (tampak tiga pribadi Allah Tritunggal ditampilkan bersama pada saat Yesus dibaptis, Roh Kudus turun ke atas-Nya dan suara Allah Bapa terdengar dari sorga serta menyatakan Yesus sebagai Anak yang dikasihi-Nya, Matius 3:16-17), Yesus berdoa agar Bapa mengutus seorang Penolong yang lain (Yohanes 14:16, 17, 26 yaitu Roh Kudus). Ketiga pribadi dalam Tritunggal itu bergabung bersama-sama dalam melaksanakan pekerjaan Mereka (I Kor 12:4-6, Efesus 1:3-14, I Pet 1:2, 3:18 dan Wahyu 1:4-5). Lagipula, doa berkat rasuli mempersatukan ketiga oknum tritunggal itu (II Korintus 13:13). Bapa dikenal sebagai Allah (Yoh 6:27, Roma 1:7, Galatia 1:1).
 
Semua Bidat tidak meragukan hal ini, apalagi mereka yang berpegang hanya kepada PL. Anak dikenal sebagai Allah (Matius 16:15, 22:42, Yoh 1:15, 17:5,24, Kolose 1:15, Yohanes 1:1 bandingkan dengan I Yohanes 1:1), Mikha 5:1, Yesaya 9:5-6, Ibrani 1:11-12, 13:8, Yohanes 5:26, 1:4, 3:13, Matius 18:20,28:20, Efesus 1:23, Yohanes 16:30, 21:17, Kolose 2:3, Yohanes 2:24-25, Yohanes 4:29, Lukas 6:8, 11:17, Matius 16:21, Yohanes 12:33, 13:1, 6:70-71, Matius 24:25, 11:27 Yesus mengenal Bapa dengan sangat akrab dan tak seorang pun yang dapat mengenal Bapa seperti itu. 

Memang harus diakui bahwa ada pernyataan Yesus yang seakan-akan menujukkan bahwa Ia tidak mahatahu. Yesus tidak mengetahui saat ia akan datang untuk kedua kalinya (Markus 13:32); Ia merasa heran atas ketidakpercayaan orang Israel (Markus 6:6), dan tercata pula Ia mendekati sebatang pohon ara dengan harapan untuk mendapatkan buah ara pada pohon itu (Markus 11:13). Sekalipun demikian, haruslah diingat bahwa pada masa Yesus merendahkan diri-Nya, Yesus tidak memakai sifat-sifat ilahi-Nya sekehendak hati-Nya, Allah Bapa tidak mengizinkan-Nya memakai kemahatahuan-Nya dalam kasus-kasus tersebut. Pastilah, sekarang Yesus tahu saat kedatangan-Nya untuk kedua kalinya. Roh Kudus adalah Allah, Yohanes 14:26, 16:13-14 kata ganti DIA dalam bentuk maskulin untuk Roh Kudus, Yoh 14:16,26, 15:26, 16:17, Roh Kudus memiliki tiga unsur utama kepribadian: Akal (I Kor 2:11), Perasaan (Roma 8:27; 15:30) dan Kehendak (I Kor 12:11)
 
2.  Percaya satu-satunya JURUSELAMAT yaitu Yesus Kristus
Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat Dunia (Kisah Para Rasul 4:12).
 

Yesaya 43:11 Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.

Kisah Para Rasul 5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 13:23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Lukas 2:11, Yohanes 4:42 … bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.” Filipi 3:20 …Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

II Timotius 1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. 

Titus 1:3 dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita. 1:4 …dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. 2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 3:6 Yesus Kristus, Juruselamat kita,

II Petrus 1:1 Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

I Yohanes 4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

Yudas 1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin. 

3.  Menerima satu-satunya KESELAMATAN
Keselamatan hanya karena Anugerah Allah semata (Sola Gracia) yang kita terima melalui Yesus Kristus (Sola Christos) dan kita ketahui dari kitab Suci Alkitab (Sola Scriptura) dan kita terima dengan iman (Sola Fide).
 

4. Percaya satu-satunya KITAB SUCI yaitu ALKITABAlkitab yang terdiri dari 66 buku/kitab (39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru) adalah Firman Allah yang Tertulis yang ditulis oleh para penulis yang diilhami oleh Roh Kudus memanifestasikan Tujuh Keajaiban Firman Allah yaitu: 
– Keajaiban formasinya
Bagaimana Kitab Suci berkembang dari kelima kitab pertama yang ditulis oleh Musa sampai menjadi 39 kitab Perjanjian Lama (PL), dan kemudian bertambah dengan 27 kitab Perjanjian Baru (PB) pada abad pertama dari era kehidupan kita, merupakan salah satu misteri terbesar dari segala zaman.
  – Keajaiban kesatuannya Alkitab adalah suatu perpustakaan komplit yang terdiri dari 66 kitab dan ditulis oleh 44 penulis yang berbeda dalam jangka waktu 16 abad. Penulis-penulisnya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda-termasuk beberapa raja Israel, pejuang, gembala, penyair, tabib dan nelayan. Namun Alkitab adalah buku yang paling menyatu di dunia, berisi suatu pewahyuan yang secara progresif menyampaikan pesan-pesan dari Allah tanpa sedikit pun saling kontradiksi. 
– Keajaiban usianya
Alkitab dapat dipastikan merupakan kitab yang paling tua di dunia, diawali dengan ke-5 buku pertama yang ditulis oleh Musa 35 abad yang lalu. Tulisan purbakala lain apalagi yang dibaca setiap hari oleh ratusan juta manusia yang mendapatkan jawaban bagi berbagai urusan dan masalah yang sedang mereka hadapi? 
– Keajaiban penjualannya
Walaupun Alkitab adalah buku tertua dan terpopuler di dunia, kelarisannya dari tahun ke tahun merupakan suatu fakta yang paling mengherankan di bidang penerbitan buku. Para sarjana memperkirakan bahwa lebih dari 2 miliar Alkitab telah diterbitkan di seluruh dunia. Pada tahun 1976, the American Bible Society (ABS) telah mencetak Alkitab mereka yang ke-2 miliar, lalu menghadiahkannya kepada Presiden Ford. Walaupun jumlah Alkitab yang ada di seluruh dunia luar biasa banyaknya, Alkitab lebih laris dari buku apa pun juga. Beberapa ratus juta terjual stiap tahun di seluruh dunia.
  – Keajaiban popularitasnya Walaupun Alkitab ditulis lebih dari 2000 tahun lalu oleh penduduk purba Timur Tengah dalam suatu bentuk literatur yang bersifat ketimuran, Alkitab tetap merupakan buku yang paling menarik dan membangkitkan minat di dunia. Setiap tahun Alkitab dibaca oleh lebih dari 1 miliar orang dewasa dan anak-anak dari segala bangsa dan klasifikasi manusia di atas planet ini. 
– Keajaiban bahasanya Kitab Suci ditulis dalam 3 bahasa: Ibrani, Aram dan Yunani oleh 44 penulis. Kebanyakan dari penulis ini tidak pernah mengecap pendidikan tinggi secara formal. Mereka juga tidak saling mengenal. Namun orang-orang paling bijak dari segala zaman mengakui Alkitab sebagai hasil karya literatur yang terbesar di dunia. 
– Keajaiban pemeliharaannya 
Tidak ada buku lain dalam sejarah yang demikian ditentang, dibenci, dianiaya dan juga dibakar. Akan tetapi, walaupun telah ditentang selama ribuan tahun, Alkitab tidak hanya berhasil mempertahankan eksistensinya, Alkitab berkemenangan atas semua kaisar, raja dan diktator yang berusaha untuk membungkam berita keselamatan melalui darah Yesus Kristus. 

Sumber Pustaka:
 

Catatan Khotbah Penulis

Teologi Sistematika, Henry Clarence Thiessen, Malang: Gandum Mas

Teologi Dasar 1, Charles C Ryrie, Jogjakarta: PBMR ANDI. 

Pesona Alkitab, Dede Wijaya, PBMR ANDI, 2007.

  1. elisabeth
    9 Maret 2012 pukul 9:09 AM

    bagaimana harus bersikap

  2. 19 Maret 2012 pukul 7:49 PM

    Hai Elisabeth, Bersikaplah HATI-HATI dan TIDAK KOMPROMI, tidak ikut arus dengan isme atau paham PLURALISME…. namun jangan pernah anti yang namanya PLURALITAS (menghargai adanya KEMAJEMUKAN dalam dunia ini)

  3. anti pembual
    20 Maret 2012 pukul 3:38 PM

    Dede suruh jangan anti pruralitas tapi tdk boleh kompromi ???gimana maksud nya hahahaha, maksud anda bersikap seperti pagar makan tanaman ya? atau seperti manuasia lupa budi ?begitu? ambil baiknya sepah dibuang ya ? berpribadi ganda sebagai teman sekaligus musuh dalam selimut ya ? hahahahahahaha jahat amat pikiran anda ???

    kabur>>>>>>>

  4. 20 Maret 2012 pukul 4:54 PM

    Maksudku, kita mengakui bahwa ada kemajemukan dalam agama, suku, dll. Namun tidak memercayai AJARAN PLURALISME (ISME atau PAHAM) yg mengajarkan misal: SEMUA AGAMA SAMA MENUJU SURGA kok, dll. Ini yg saya tentang.

  5. Anonim
    21 Maret 2012 pukul 9:18 AM

    @dede : KETUHANAN YG MAHA BANYAK ATAU KETUHANAN YG MAHA ESA ? pilih salah satu ! ,jika tdk anda menentang dasar ideolgi Indonesia ,sila ke satu ,maka anda melawan dasar hukum Republik Indonesia dan mengancam keutuhan NKRI … !!!!!!!!!

  6. Anonim
    21 Maret 2012 pukul 3:35 PM

    dedewijaya :

    Maksudku, kita mengakui bahwa ada kemajemukan dalam agama, suku, dll. Namun tidak memercayai AJARAN PLURALISME (ISME atau PAHAM) yg mengajarkan misal: SEMUA AGAMA SAMA MENUJU SURGA kok, dll. Ini yg saya tentang.

    Jalan menuju sorga cuma 1 : jadi orang yg baik ,jujur & berbakti kepada orang tua ( Bukan percaya pada yg tertulis ………) kalau semua AGAMA mengajarkan KEBAIKAN ya sewajarnya semua bisa menuju SORGA (makin lama makin BODOH aja sdr DEDE ini )

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: