Beranda > BERITA, ISU POPULER > 6 Cagub-Cawagub Ramaikan PILKADA DKI Jakarta

6 Cagub-Cawagub Ramaikan PILKADA DKI Jakarta


Anda warga Jakarta, punya KTP Jakarta? Saatnya anda menentukan Pilihan untuk masa depan Kota Jakarta yang merupakan miniatur Indonesia.

Perhelatan Akbar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta kian seru. Dihari terakhir pendaftaran Cagub-cawagub Pilkada DKI, telah muncul 6 pasangan Calon. Inilah daftar nama Cagub-Cawagub DKI Jakarta 2012-2017:

1. Jokowi (Joko Widodo) – Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama (27 Partai Pendukung dengan pendukung utama PDIP dan GERINDRA)

2. Faisal Basri – Biem Benyamin (Calon Independen)

3. Hendardji Supandji – Ahmad Riza Patria (Calon Independen)

4. Alex Noordin – Nono Sampono (Diusung GOLKAR, PDS, PPP, dll)

5. Foke – Nachrowi Ramli (Diusung Partai DEMOKRAT, PDS, dll)

6. Hidayat Nur Wahid – Didik J. Rachbini (Diusung PKS, dll)

Yahoonews – Pengamat Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta 2012, merupakan ajang pemanasan mesin-mesin politik menjelang pemilihan umum 2014 nanti. Hal ini, menurut Yunarto, di Jakarta, Senin, terlihat dari nama-nama `besar` yang diajukan oleh partai-partai politik untuk bertarung dalam pilkada DKI. Gubernur Fauzi Bowo yang maju kembali diusung Partai Demokrat, akan berkompetisi dengan Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan yang dinilai kader terbaik Partai Golkar untuk posisi ini. Selain itu juga akan ditantang oleh Joko Widodo, Walikota Solo yang dinilai sukses dan telah menjadi tokoh nasional yang diusung oleh PDIP dan Gerindra.

“Partai-partai ingin mengukur bagaimana mesin politik mereka berjalan, itulah kemudian muncul nama-nama luar biasa itu,” katanya.

Ia menambahkan, pilkada DKI dinilai partai-partai menjadi ajang yang tepat mengukur mesin politiknya mengingat Jakarta merupakan ibu kota negara dan miniatur Indonesia.

“Oleh karena itu dalam pilkada Jakarta, partai-partai ingin memperkuat kepercayaan dirinya sebelum kemudian berlaga di pemilu 2014 nanti,” katanya.

Ia menambahkan, banyaknya pasangan calon gubernur dalam pilkada kali ini, membuat kemenangan satu putaran menjadi mustahil. Hal ini mengingat UU untuk pilkada di Jakarta mengharuskan pemenang meraih suara 50 persen plus satu.

Selain itu, para tokoh yang diajukan baik dari partai politik maupun independen juga memiliki nama yang cukup populer di kalangan masyarakat. Dua calon independen yang maju yaitu Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji-Ahmad Riza Patria, menurut dia, juga memiliki kans untuk memenangkan pilkada DKI mengingat kinerja partai politik yang mengecewakan masyarakat.

“Mereka bisa menjadi antitesa dari partai politik dimana ada kekecewaan yang besar terhadap partai-partai politik saat ini di kalangan masyarakat,” katanya. (ar)

Detiknews – Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menyambangi KPU DKI Jakarta. Prabowo mengantar pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk maju ke pilkada DKI.

“Bukan saya yang daftar, tapi di belakang,” kata Prabowo yang tampil dengan safari krem di kantor KPU DKI, Jl Budi Kemulyaan, Jakarta, Senin (19/3/2012).

5 Pria berpakaian yang sama dengan Prabowo mengawal mantan Danjen Kopassus itu. “Indonesia memerlukan pemimpin yang bersih dan tegas,” ujarnya sambil masuk ke kantor KPU DKI.

Pasangan Jokowi dan Ahok sedang dalam perjalanan menuju kantor KPU DKI. Mereka yang datang dengan diantar Kopaja saat ini terjebak macet. Kendaraan dari arah BI ke depan kantor KPU DKI macet parah.

Jokowi-Ahok diusung PDIP dan Gerindra. PDIP memiliki 11 kursi di DPRD, sedang Gerindra 6 kursi. Syarat untuk mengusung calon minimal memiliki 15 kursi di DPRD. Atau bila melalui jalur independen harus didukung 407.340 KTP. (vit/ndr)

Patut ditunggu ‘serunya’ pilkada DKI yang akan dihelat 11 Juli mendatang ini.

  1. Ruslan Abd. Gani, SH
    23 Maret 2012 pukul 1:08 PM

    Pemilukada sudah menjadi tradisi politik pertarungan para partai pendukung, sudah menang bukan urus rakyat tapi bagi-bagi kekuasaan dan ekonomi sebagai balas jasa politik. Sudah saatnya pemberdayaan politik masyarakat dari calon independen. Partai sudah saatnya tahu diri. . Stop partai hanya mesin-mesin opini saja.. Telah banyak mencederai kepercayaan rakyat. . !

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: