Beranda > Alkitab, IPTEK > USIA BUMI

USIA BUMI


Salah satu topik yang menjadi perdebatan besar antara orang percaya dengan kaum evolusionis adalah perihal usia Bumi. Dalam konsep evolusi, Bumi sudah sangat tua, hipotesis terakhir memperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun. Tentunya hipotesis ini dipresentasikan sebagai kebenaran absolut kepada seluruh dunia, sehingga anak-anak dibesarkan di sekolah dengan asumsi bahwa ini adalah suatu fakta yang tak terbantahkan. Banyak orang Kristen yang menyerah kepada pemikiran seperti ini dan menerima bahwa usia Bumi sangat tua, dan mereka mencari jutaan/milyaran tahun itu dalam Alkitab dan memunculkan berbagai kompromi, sebagaimana telah dibahas di artikel sebelumnya. Sebaliknya, orang-orang lahir baru yang berpegang kepada Alkitab sebagai kebenaran, dan yakin bahwa Allah Pencipta langit dan bumi jauh lebih tahu usia Bumi daripada orang-orang US yang bahkan tidak mau mengakui eksistensiNya, melihat bahwa pembacaan Alkitab yang tidak bias akan menuntun kepada kesimpulan Bumi yang muda – bukan jutaan atau bahkan milyaran tahun, melainkan ribuan tahun.

Sebagai ilustrasi tentang perbedaan pandangan ini, bisa diambil contoh dinosaurus. Orang-orang yang percaya penciptaan Alkitabiah (dan bahwa Bumi ini muda) percaya bahwa manusia dan dinosaurus pernah hidup bersama. Orang-orang yang percaya evolusi, atau bahkan orang-orang yang percaya penciptaan tetapi berkompromi (dan percaya bumi ini tua) akan syok mendengar pandangan seperti itu. Tetapi permasalahannya sederhana. Siapakah yang paling tahu? Tuhan tentunya! Dan, Tuhan telah memberi tahu manusia, bahwa Dia menciptakan semua binatang darat padahari keenam. Dinosaurus termasuk binatang darat, jadi dinosaurus diciptakan pada hari keenam. Adam dan Hawa, manusia pertama, juga diciptakan pada hari keenam. Jadi, manusia bukan hanya pernah hidup bersama dengan dinosaurus, kedua makhluk ini bahkan diciptakan pada hari yang sama! Kitab Ayub bahkan menggambarkan beberapa dinosaurus, yang salah diterjemahkan oleh LAI menjadi “kuda nil” dan “buaya” (seharusnya tetap memakai bahasa asli behemoth dan lewiathan).

Jadi, apa alasan utama seseorang percaya bumi ini hanya ribuan tahun? Alasan utama adalah karena Allah, pencipta Bumi, memberitahu bahwa bumi berusia ribuan tahun. Ini bukan berarti tidak ada bukti-bukti ilmiah mengenai usia bumi yang masih muda. Dari tahun ke tahun, bukti-bukti bahwa bumi tidak berusia milyaran tahun terus bermunculan, walaupun tidak pernah diekspos oleh media massa yang pro-evolusi. Namun demikian, argumen-argumen ilmiah tidak lebih penting daripada argumen Alkitab. Ilmu pengetahuan terus berubah dan pengetahuan manusia terus bertambah. Argumen yang valid hari ini, belum tentu valid besok. Argumen ilmiah bukanlah dasar dari iman orang percaya, tetapi dapat dipakai untuk mendukung iman tersebut. Berikut ini adalah beberapa argumen ilmiah, bahwa Bumi tidak mungkin berusia milyaran tahun.

A. Karbon-14 dalam intan
Banyak orang berpikir bahwa pengukuran radiokarbon adalah salah satu bukti evolusi. Tetapi tidaklah demikian. Carbon-14 adalah suatu atom yang tidak stabil, dan akan meluruh dengan half-life yang relatif cepat (ribuan tahun). Oleh karena itu, Carbon-14 tidak bisa tetap ada dalam benda-benda yang berusia jutaan tahun, karena ia pasti sudah meluruh habis. Sejumlah ilmuwan membentuk proyek RATE (Radioisotopes and the Age of the Earth) dan meneliti intan-intan yang dianggap oleh para evolusionis berusia 1-2 milyar tahun (terbentuk di awal-awal “kehidupan Bumi). Intan yang berumur sedemikian tua tidak mungkin masih memiliki Carbon-14 dalam tingkat yang dapat dideteksi. Dan intan adalah benda yang sangat keras, sehingga sangat resisten terhadap kontaminasi Carbon-14 dari luar. Artinya, Carbon-14 di dalam intan berasa dari awal terbentuknya intan.

Nah, ternyata, setelah diselidiki, intan-intan ini masih memiliki radiokarbon yang relatif banyak. Dari angka yang diperoleh intan tersebut, menurut mereka, maksima berusia 55.000 tahun, jauh sekali dari 1-2 milyar yang dikatakan oleh para evolusionis (Untuk info, lihat http://www.icr.org/rate/).

B. Bulan yang melarikan diri
Tarikan gravitasi bulan menimbulkan suatu “tidal bulge” pada bumi (yang menyebabkan adanya pasang surut), yang lalu membuat bulan makin lama makin menjauh dari bumi. Karena efek ini, bulan sebenarnya semakin menjauh dari Bumi. Tetapi tenang saja, bulan tidak akan tiba-tiba hilang karena ia menjauh dengan kecepatan sekitar 4 cm per tahun. Angka ini sangat kecil sehingga tidak akan menimbulkan masalah sedikitpun bagi pemahaman bumi yang muda. Tetapi, bagi mereka yang berpendapat bahwa bumi (dan bulan) berusia 4,5 milyar tahun, ini sangat bermasalah, terutama karena semakin dekat bulan ke bumi, maka semakin kuat gaya pasang-surut yang terjadi, dan semakin cepat pula bulan akan menjauh. Artinya, di masa lampau, bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Saat ini bulan berjarak sekitar 350.000-400.000 km dari Bumi. Berdasarkan perhitungan matematis, ditemukan bahwa jika fenomena bulan yang menjauh dari bumi diekstrapolasikan ke masa lampau, didapati bahwa sekitar 1,5 milyar tahun yang lalu, bulan menyentuh permukaan Bumi, sesuatu yang mustahil.

Bahkan usia bulan harus jauh lebih muda dari itu, karena ada yang para ilmuwan sebut Batas Roche, yaitu batas suatu badan dapat mendekat ke orbit badan lain, tanpa hancur. Dan untuk kasus bulan dan bumi, batas Roche adalah sekitar 18.000 km. Jadi, bulan tidak boleh lebih dekat dari 18.000 km dari Bumi. Bahkan, kehidupan darat seperti yang kita lihat hari ini tidak bisa ada jika bulan terlalu dekat, karena akan terjadi pasang-surut yang sangat hebat.

C. Ditemukannya jaringan lunak pada fosil dinosaurus
Dalam beberapa tahun belakangan ini, telah ada banyak penemuan materi biologis yang “terpelihara secara luar biasa” di lapisan-lapisan batu yang semestinya sangat tua. Ada satu penemuan tulang paha Tyrannosaurus rex yang membuat para evolusionis kebingungan, karena ternyata di tulang tersebut masih ditemukan jaringan ikat lunak, pembuluh darah, dan bahkan sel-sel yang utuh!

Menurut evolusionis, jaringan-jaringan lunak dinosaurus ini lebih dari 65 juta tahun umurnya, tetapi penelitian laboratorium telah memperlihatkan, bahwa tidak mungkin – manusia tidak tahu mekanisme yang memungkinkan – materi biologi dapat bertahan lebih dari ribuan tahun.

Masih banyak lagi hal-hal lain yang memberikan petunjuk bahwa Bumi tidak berumur milyaran tahun. Karena terbatasnya ruang, tidak mungkin semuanya dibahas. Pembaca sekalian bisa mendapatkan lebih banyak lagi informasi mengenai topik Penciptaan vs Evolusi ini di berbagai website yang bagus, antara lain: www.icr.org, www.answersingenesis.org, www.creationmoments.com. Mungkin ada yang bertanya, apakah perdebatan mengenai usia Bumi sedemikian penting bagi orang Kristen? Bukankah yang penting adalah Injil Yesus Kristus? Bukankah kita diselamatkan melalui Injil Kristus, bukan melalui mengetahui apakah Bumi ini tua atau muda? Benar, Injil Kristus-lah yang menyelamatkan manusia. Tetapi, intinya adalah: jika saya tidak dapat mempercayai apa yang Alkitab katakan mengenai Penciptaan, bagaimanakah saya dapat mempercayai apa yang Alkitab katakan tentang Yesus Kristus? Puji syukur, kita dapat mempercayai semua yang Alkitab ajarkan!***

Baca juga artikel yang berhubungan:

MEMBANTAH KOMPROMI

PENCIPTAAN VS EVOLUSI

oleh Dr. dr. Steven E. Liauw, D.R.E., Th.D dalam Jurnal Theologi GITS Edisi 70 Januari-Februari-Maret 2012

  1. ibulkuin
    18 Mei 2012 pukul 5:19 AM

    kalau kita tidak mengkaji sesuatu secara ilmiah, buat apa tuhan ciptakan akal, jadi tolong pelajari betul apa yang sudah kita terima dan kita yakini benar, dikaji dong, secara ilmiah agar tuhan tidak sia-sia menciptakan akal, apakah betul yang kita yakinan beradsal dari tuhan atau kerena ikut=ikutan dari datu, nenek, orang tua, lalu sesuatu yang tidak ilmiah kita anggap kebenaran. kamu mau datu, nenek, orang tua, masuk neraka kamu ikut juga, kasian nanti dong masuk neraka selamanya, jadi biarkan akal kita bepungsi, cukup nenek orang tua kita yang masuk neraka, kita jangan.

  2. Unknown
    8 Juni 2012 pukul 3:46 AM

    Dengan pengetahuan science anda yang sangat rendah ini, tolong jangan mengaitkan science dengan alkitab. bicara saja dengan bahasa pendeta yang suci, tentang berkat, anugrah, karunia, damai sejahtera, dsb. level anda bukan level science. pahami dulu mengenai carbon accounting baru bicara, ok ? nggak mengerti apa2, tolong jangan sok ngerti. It’s pathetic.

  3. 10 Juni 2012 pukul 1:53 PM

    Unknown, baca 2 artikel dibagian akhir di atas, dari penulis yang sama.

  4. unknown
    11 Juni 2012 pukul 4:51 AM

    dedewijaya :Unknown, baca 2 artikel dibagian akhir di atas, dari penulis yang sama.

    Loh, poin saya adalah si penulis mencoba membuktikan bahwa usia bumi kurang dari miliaran tahun dengan teori yang salah dan tanpa perhitungan sama sekali. Tidak ada persamaan matematika sama sekali dan ini kategori sampah. Alkitab bahkan membuktikan kalau umur semesta ini lebih dari 14 miliar tahun dan usia bumi tentulah paling tidak lebih dari ratusan juta tahun. kalau tidak mengerti rahasia alkitab dan tidak bisa melihat alkitab, tolong jangan sok ngerti dan sok mengerti science. Alkitab menggunakan bahasa science dari awal sampai akhir, gunakan teori science yang tepat dan perhitungan matematika yang tepat didalam alkitab dengan bahasa yang asli (ibrani dan yunani), lihat angka yang menakjubkan yang dihasilkan dan lihat hasil perhitungan scientist yang TIDAK PERCAYA alkitab. Jadi, jangan mencoba-coba menjadi Newton dan Einstein yang bahkan mengaku tidak bisa memecahkan rahasia alkitab dan tidak bisa memecahkan rumus matematika yang Tuhan pakai seluruhnya. Menyebarkan pembuktian yang bodoh, palsu, dipaksakan dan salah mencoreng nama baik Tuhan sebagai scientist yang jenius. Anda menggunakan ketidaktahuan orang-orang yang membaca artikel ini dengan keterbatasan anda yang sangat minim di bidang science untuk menunjukkan bahwa anda adalah orang pintar dan menarik orang-orang untuk percaya pada gereja anda yang munafik. Saya rasa anda telah mencoreng nama baik Tuhan sehingga Tuhan membuat saya membaca artikel yang memalukan ini.
    By the way, saya tidak setuju dengan teori evolusi. kalau menggunakan bahasa gereja yang diciptakan oleh katolik yang anda pakai sehari-hari, saya tidak setuju dengan teori evolusi karena spirit tidak bisa berevolusi. binatang mungkin bisa berevolusi tapi evolusi tidak akan pernah terjadi pada manusia. Jadi,saya tidak akan membuang-buang waktu saya untuk membaca 2 sampah lainnya yang mengandung teori science tanpa perhitungan matematis yang disalah tempatkan
    Anda dan gereja anda adalah korban dari katolik, dan itulah sebabnya hati Tuhan tidak akan pernah ada di dalam organisasi gereja anda.
    Tolong jangan membodohi publik dengan maksud anda yang busuk dan membatasi gerak Tuhan menjelang kedatanganNya. Science adalah ciptaan Tuhan, manusia diberi anugrah untuk mengerti sedikit dari science dan menggunakan science. Kalau anda mau berargumentasi dengan teori science, maka gunakanlah juga teori science dan perhitungan matematis yang tepat sebagai refutation anda. saya lebih menghargai gereja pentakosta dan karismatik yang anda cela itu, mereka tidak mengerti science dan mereka DIAM, tidak seperti anda dan gereja anda yang tidak mengerti science dan sok ngerti. ini perbuatan yang sangat tercela.
    At least, anda kan gereja ALKITABIAH, gunakanlah science didalam alkitab untuk berargumen dengan science yang dibuktikan para ilmuan yang atheis, baru bicara! MENEMUKAN SCIENCE DI DALAM ALKITAB SAJA NGGAK BISA MAU MENCOBA-COBA MENYENTUH SCIENCE. tolong jangan mencoreng dan menginjak-injak science yang Tuhan ciptakan lebih dari ini.

  5. Tony Kumis
    15 Juni 2012 pukul 9:01 AM

    Apakah alat test karbon itu valid dan akurat, dan dapat dipercaya? apakah itu membuktikan umur bumi yg sesungguhnya?

  6. dave
    21 Juni 2012 pukul 9:53 AM

    intinya, pak dede dan pak steven ini percaya umur bumi itu berapa..?? >> jika anda mencoba mengaitkan usia bumi sejak penciptaan sampai sekarang… ngga usah pake dalil orang lain.. kan anda bisa berhitung toh..?? setiap ilmuwan punya dasar perhitungan secara ilmiah… nah.., jika anda mencoba mengaitkan antara sains dan alkitab, buktikan kebenaran anda dan hasilnya (usia bumi)

  7. 22 Juni 2012 pukul 1:34 PM

    Peradaban Manusia baru sekitar 7000an tahun. btw apakah Tuhan menjadikan Bumi dengan usia yg lansung matang, bagai Adam dibuat langsung usia dewasa? Jika Bumi dicipta dalam kondisi benar-benar seperti bayi, maka usia Bumi kurang dari 10.000 tahun.

  8. 28 Juli 2014 pukul 7:27 PM

    perdebatan tentang usia bumi ini tak akan ada habisnya, kalau di bahas. science dan alkitab adalah 2hal yg berbeda. proses penciptaan bumi adalah 6 hari, 1hari di surga adalah 1000 tahun dibumi. sesama umat kristen lebih baik kita damai saja tak usah ribut hanya karena masalah yg tidak akan kita ketahui kejelasannya, biarlah hanya tuhan yg tahu. karena dialah yg maha tahu dan maha hikmat. setidaknya kita ambil bijaksananya saja.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: