Beranda > BERITA, TOKOH > JOKOWI-BASUKI Menuju JAKARTA BARU 2012

JOKOWI-BASUKI Menuju JAKARTA BARU 2012


Program Jokowi-Basuki Menuju JAKARTA BARU

Mengatasi kemacetan

Meneruskan sistem Pola Transportasi Makro yang digagas pada masa Gubernur  Sutiyoso.

  • Menyelesaikan busway hingga 15 koridor. Namun, untuk busway, koridor yang padat akan diubah menggunakan railbus.
  • Meneruskan monorel dan MRT.
  • Merevitalisasi ngkutan umum dengan sistem hibah. Jadi, yang lama diganti yang baru. Dengan perbaikan angkutan umum ini, diharapkan masyarakat akan mau berpindah ke angkutan umum.

Mengatasi banjir

  • Akan melebarkan sungai dengan merelokasi penduduk yang tinggal di bantaran sungai. Relokasinya harus melalui pendekatan terhadap warga. Jangan sampai disusupi kepentingan politik lain.
  • Mewajibkan rumah-rumah di Jakarta dan gedung-gedung di Jakarta membuat sumur resapan. Selain itu, bekerjasama dengan daerah mitra untuk membuat tempat tampungan air.

Mengatasi masalah premanisme

Melakukan pendekatan sosial kepada pihak-pihak tersebut. Contoh yang pernah dilakukan Jokowi adalah datang langsung kepada mereka, sehingga mereka merasa dianggap. Kemudian berbicara apa saja yang dapat dilakukan bersama dalam sebuah kota.

Mengatasi masalah menjamurnya mal dan minimarket

Kalau malnya diperuntukkan untuk shelter para pedagang kaki lima, ya tidak apa-apa. Itu memang rencana Jokowi, yaitu merelokasi para PKL  agar mendapat tempat berdagang yang layak dan tanpa ada pungutan liar. Namun pembangunan mal ini juga harus melihat konsep tata ruang. Jika tidak sesuai dengan konsep tata ruang, ya tidak boleh dibangun di situ.

Mengatasi  trotoar dan pedestrian

Akan menatanya agar lebih baik dan akan melihat dulu kondisinya di lapangan.

Mengatasi ormas anarkis yang meresahkan warga DKI

Harus ada intervensi sosial dengan pendekatan kelompok.

Mengatasi masih banyaknya angka anak putus

Jokowi sudah menyiapkan kartu khusus untuk para siswa yang kurang mampu seperti yang sudah dilakukan di Solo. Jokowi juga akan mengajak sekolah-sekolah untuk mau bekerjasama. Nanti akan dilihat juga apakah siswa tersebut benar layak menerima kartu tersebut atau tidak. Di Solo, memang belum sepenuhnya selesai program ini. Namun dengan anggaran pendidikan di Jakarta yang cukup besar, ini diharapkan bisa terwujud di Jakarta.

Apa yang akan Anda lakukan dengan museum-museum di Jakarta yang belum mampu menyumbang sektor Pariwisata secara signifikan.

Tentunya harus ada renovasi dan restorasi. Jangan malah dihancurkan baik museum atau bangunan cagar budaya. Anggarannya ada untuk itu.

Wawancara dengan Jokowi

Sumber: KOMPAS.com

Profil Singkat Joko Widodo

Profil Singkat Ahok

VISI – MISI dan PROGRAM KERJA
JOKO WIDODO (Jokowi) – BASUKI TJAHAJA PURNAMA (Ahok) dalam PEMILUKADA PROVINSI DKI JAKARTA 2012

PENDAHULUAN
Persoalan di DKI Jakarta jelas tidak sederhana, tetapi sangat rumit dan kompleks. Jakarta adalah sebuah kota besar, masuk 10 teratas kota-kota besar di dunia. Luasnya 66.000 hektar, memiliki 9,6 juta penduduk di malam hari dan 12 juta di siang hari. Jika digabung dengan kota satelit di sekitarnya, Jakarta adalah sebuah megapolitan dengan lebih dari 20 juta penduduk.

Jakarta memiliki kepadatan rata-rata 15.000 jiwa per km2, namun di berbagai slum area kepadatan itu hampir mencapai 70 ribu jiwa per km2. Dengan tata ruang, pola pemukiman, dan infrastruktur transportasi yang ada saat ini, jelas mengurus Jakarta bukan perkara gampang.

Namun untuk menyelesaikannya, seorang pemimpin perlu menyederhanakan cara berpikir agar tidak terjebak dalam benang kusut persoalan. Bukan menyederhanakan dan menganggap remeh persoalan tetapi menyederhanakan pola pikir.

Harus dipahami bahwa Jakarta memiliki seluruh potensi dan sumberdaya untuk menjadi kota terbaik dan kebanggaan di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Di Jakarta terdapat banyak ahli dan pakar di bidang tata kota, ahli transportasi, pakar dalam hal pemukiman, drainase, lingkungan, dan lain-lain. Kita juga memiliki dana yang cukup. Selama 5 (lima) tahun, Gubernur DKI Jakarta di masa mendatang memiliki anggaran lebih dari 180 triliun rupiah. Namun semua potensi ini tidak akan bisa terealisasi jika Jakarta tidak memiliki manajer kota yang tepat, yang tidak berpikir rumit-rumit, yang mampu melihat persoalan ini secara sederhana.

Gubernur Jakarta itu bukan hanya sekadar pemimpin politik, melainkan seorang manager kota. Tugas utama seorang manajer kota itu cuma satu, yaitu to govern, memerintah. Kemudian baru kita urai maksud dari memerintah tersebut, yaitu ketika dia mampu mengeluarkan kebijakan publik (public policy). Nah apa ukurannya sebuah kebijakan Gubernur itu dianggap sebagai public policy? Yaitu ketika kebijakan itu dikeluarkan dalam rangka kebutuhan publik.

Jakarta hari ini bukannya tidak berkembang dan maju. Jakarta tetap tumbuh dan semakin berkembang. Namun sayang, arahnya bukan sebagai tempat hunian yang nyaman bagi warga. Jakarta hari ini tumbuh mirip seperti di zaman VOC tahun 1730 – awal 1800-an, yaitu sekadar memenuhi kebutuhan dan keserakahan kapital, bukan untuk menciptakan tempat tinggal yang layak, nyaman, dan manusiawi bagi warganya. Oleh sebab itu, tugas utama Gubernur ke depan adalah membalik orientasi pembangunan kota, dari sekadar memenuhi kepentingan kapital kepada pemenuhan kepentingan publik. Yang tidak disadari orang adalah, ketika kota ini menjadi lebih nyaman, bebas macet dan banjir, maka bisnis bisa tumbuh subur dan menguntungkan. Ketika Jakarta bebas macet, berarti ada 45 triliun kekayaan publik yang TIDAK hilang sia-sia di jalan raya, dan itu juga berarti peluang besar untuk tumbuhnya berbagai bisnis yang sehat di Jakarta.

Jadi macet, banjir, problem tata ruang, sampah, dan lain-lain itu sebenarnya hanya symptom, gejala-gejala yang tampak di permukaan, sementara penyebab utamanya tersembunyi jauh di dasar gunung es. Menurut kami, kegagalan berbagai daerah dalam memajukan dan sekaligus memakmurkan warganya itu adalah belenggu konflik kepentingan ekonomi politik Kepala Daerah. Dengan demikian, meskipun memiliki visi yang bagus, misi yang luar biasa, namun jika si Kepala Daerah terikat dengan belenggu ekonomi politik dengan pihak lain, dia tidak merdeka dalam menjalankan gagasannya. Seringkali, ini yang menyebabkan orientasi pembangunan itu terbalik, bukan melayani keperluan mayoritas warga, malah memenuhi kepentingan segelintir warga saja.

Dari mana memulai proses pembenahan Jakarta? Mulailah dengan memilih pemimpin yang punya visi tetapi juga sekaligus merdeka untuk menjalankan gagasan-gagasannya baiknya. Warga sebuah wilayah, tidak hanya Jakarta, harus menemukan pemimpin yang seperti ini.
Masalah-masalah di Jakarta ini banyak, tidak mungkin diselesaikan sekaligus secara keseluruhan. Kita harus mulai memilah-milah, bukan berarti mengabaikan, namun jika persoalan prioritas ini diselesaikan, maka lebih dari 50% persoalan Ibukota bisa diselesaikan.

Pertama adalah membenahi kultur pelayanan birokrasi. Harus profesional dan tidak boleh korup. PNS kita sangat paham masalah, namun kultur kerja mereka yang perlu dibenahi. Ini tidak mudah, tetapi harus bisa dilakukan.
Kedua, adalah membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat. Sebab banyak sekali program pembangunan di Jakarta terkait dengan pemerintah pusat. Ini bukan berarti, kalau gagal, kemudian kita bisa menyalahkan pemerintah pusat yang tidak memberi izin atau anggaran. Kesungguhan seorang manajer kota dalam memenuhi komitmennya terhadap warga juga terlihat dari kesungguhannya mengatasi tembok-tembok birokrasi dan peraturan yang menghambat pembangunan.

VISI: Jakarta Baru, kota modern yang tertata rapi dan manusiawi, dengan kepemimpinan dan pemerintah yang bersih dan melayani.
MISI:
Mewujudkan Jakarta sebagai kota modern yang tertata rapi serta konsisten dengan Rencana Tata Ruang Wilayah.
Menjadikan Jakarta sebagai kota yang bebas dari masalah-masalah menahun seperti macet, banjir, pemukiman kumuh, sampah dan lain-lain.
Menjamin ketersediaan hunian dan ruang publik yang layak serta terjangkau bagi warga kota dan ketersediaan pelayanan kesehatan yang gratis sampai rawat inap dan pendidikan yang berkualitas secara gratis selama 12 tahun untuk warga Jakarta.
Membangun budaya masyarakat perkotaan yang toleran, tetapi juga sekaligus memiliki kesadaran dalam memelihara kota.
Membangun pemerintahan yang bersih dan transparan serta berorientasi pada pelayanan publik.

PROGRAM KERJA UNGGULAN
BIDANG PENATAAN KOTA
Mengintegrasikan Penataan Ruang Kota dengan Penataan Transportasi
Memperlambat laju perubahan pemanfaatan lahan untuk pendirian bangunan dengan mendorong dan memaksa pertumbuhan bangunan hunian ke jenis hunian vertikal khususnya di jalur angkutan masal sehingga komponen biaya angkutan yang harus dibayar masyarakat menjadi lebih effisien.
Menambah ruang-ruang terbuka dengan program konsolidasi lahan dan mendorong warga pindah ke hunian vertikal.
Pembangunan super blok-blok one stop living yang terdiri dari hunian vertikal (rumah susun), ruang publik berupa taman, pasar, dan pusat layanan kesehatan untuk warga kelas menengah ke bawah.
Pembangunan apartemen sederhana di atas tanah-tanah negara dengan bekerja sama dengan Pemerintah pusat.
Membuat regulasi yang mengatur insentif dan disinsentif untuk mengefektifkan fungsi hunian atau fungsi tempat tinggal dari bangunan ruko (rumah toko).
Peremajaan RW kumuh dan mendorong serta memfasilitasi warga untuk membangun rumah hunian vertikal yang memberi keuntungan ekonomi bagi warga yang memiliki lahan di tempat tinggalnya.
Mengkaji pembentukan BUMD yang khusus berfungsi untuk menyediakan perumahan yang berkualitas dan terjangkau

MENGATASI BANJIR
Pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan di setiap kelurahan.
Membeli daerah tangkapan air seperti situ/waduk di hulu sungai agar debit air yang masuk ke Jakarta bisa dikendalikan.
Bekerja sama dengan pemerintahan di sekitar Jakarta untuk membuat sebuah otoritas yang mengatur dan mengelola sungai-sungai yang bermuara di Jakarta.
Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.
Memperbaiki drainase yang rusak dan mengganti drainase sesuai kapasitas tampung aliran air.
Mempercepat proyek normalisasi kondisi DAS/DAK di Wilayah Barat (Sungai Pesanggrahan dan Kali Angke)
Mempercepat revitalisasi situ-situ di wilayah Jakarta
Penerbitan regulasi yang mengatur tutup lahan jalan dan ruang terbuka yang mewajibkan penyediaan pori.
Menyelesaikan dan memelihara Cengkareng dan Cakung drain, serta Banjir Kanal Barat dan Timur untuk mengoptimalkan fungsinya.

BIDANG TRANSPORTASI
Meningkatkan kapasitas angkutan masal yang hemat ruang, ramah lingkungan serta nyaman agar pengguna kendaraan pribadi (mobil&motor) mempunyai pilihan untuk beralih ke moda yang effisien dan lebih menjamin keselamatan.
Mengganti moda angkutan yang tidak tepat untuk transportasi kota yakni angkutan kecil (angkot) secara bertahap dengan bus menangah dan bus besar.
Bekerja sama dengan pemerintah sekitar Jakarta untuk membuat otoritas pelayanan transportasi Jabodetabek agar persoalan mobilitas warga bisa ditangani oleh badan yang memiliki otoritas lintas daerah. Melakukan ‘jemput bola’ yaitu merintis jalur BRT (Bus Rapid Transit ) dari/ke kota² satelit di Jabodetabek ke Jakarta, dengan prinsip Win-Win solution, sehingga produktifitas para pekerja di Jakarta dapat lebih baik
Menambah armada busway dan menyempurnakan sistem pelayanan yang ada menjadi Bus Rapid Transit sistem serta mengganti jalur-jalur yang sudah padat menjadi berbasis REL yang kapasitasnya lebih besar. Mengutamakan people mobilization, bukan car mobilization.
Mengganti kendaraan umum seperti metromini, kopaja, dan bis dengan kendaraan yang jauh lebih layak agar warga merasa nyaman untuk menggunakan kendaraan umum. Meningkatkan keamanan pengguna kendaraan umum khususnya untuk wanita.
Melanjutkan proses perintisan pembangunan MRT/Subway sebagai angkutan masal warga kota.
Melengkapi penyediaan transportasi massal dengan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi melalui berbagai metode
Mengkaji penggabungan pengelolaan angkutan umum dengan pengelola perumahan dan jalan tol untuk mengoptimalkan fungsi koordinasi dan pendanaan.

BIDANG EKONOMI MASYARAKAT
Membangun mall khusus untuk pedagang kaki lima agar lebih tertib dan tidak memakan badan jalan.
Merevitalisasi pasar tradisional agar tetap bisa bersaing dengan pasar modern dan menggerakkan perenomian warga kota.

BIDANG KEBUDAYAAN
Membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas.
Menyediakan ruang-ruang publik sebagai fasilitas pergaulan warga dan sarana tempat mengekspresikan diri.
Mengembangkan pusat-pusat kebudayaan Jakarta di lima wilayah administratif.
Merevitalisasi melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia agar menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya di Jakarta.

Dibuat di Jakarta 1 April 2012

Calon Gubernur DKI Jakarta 2012-2017 Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012-2017

JOKO WIDODO BASUKI TJAHAJA PURNAMA

Iklan
  1. herman
    2 Mei 2012 pukul 3:55 AM

    Berbuatlah yang terbaik utk INDONESIA. Catatkan diri anda dlm sejarah INDONESIA yang selama ini dikaburkan oleh rejim terdahulu seolaah olah org tiong hoa cm berkiprah di perdagangan saja. Anda adalah martil kebenaran

  2. 2 Mei 2012 pukul 6:54 AM

    Pak Herman, ini update terbaru lebih jelas dan makin jelas Program Kerjanya. GBU

  3. san dilanang
    13 Agustus 2012 pukul 2:46 PM

    Bangsa Indonesia sudah lupa pada pepatah”Gajah meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang, dan manusia meninggalkan nama baik”, tapi sekarang dengan majunya JB mencalonkan diri dalam pemilukada DKI, seolah-olah seluruh bangsa ini dibangunkan dari tidur panjangnya…

  1. 10 September 2012 pukul 3:58 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: