Beranda > Doktrin, ISU POPULER > APA YANG ALKITAB KATAKAN tentang SABAT?

APA YANG ALKITAB KATAKAN tentang SABAT?


APA YANG ALKITAB KATAKAN tentang SABAT, mari perhatikan fakta-fakta berikut ini:
1. Aturan Hari Sabat, meskipun disebutkan dalam Kejadian 2:2-3, tidak disampaikan kepada manusia (Adam dan Hawa) sampai itu diberikan kepada Israel di padang gurun (Nehemia 9:13-14). Ellen White menambahkan ke Alkitab ketika dia mengajarkan bahwa Adam dan para leluhur memelihara Sabat.

2. Sabat tidak diberikan kepada umat manusia pada umumnya, tetapi HANYA kepada BANGSA Israel saja sebagai Tanda Khusus antara mereka dan Allah (Kel. 31:13, 17). Jika Sabat telah dipraktekkan oleh umat manusia dari sejak penciptaan, itu tidak mungkin diberikan sebagai Tanda Khusus untuk Israel.

3. Perjanjian Baru mengajarkan bahwa orang percaya tidak terikat oleh hukum Sabat. Lihat Kolose 2:16-17.

4. Sabat adalah tipologi atau simbolik akan hari keselamatan. “Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya” (Ibr. 4:9-10). Dalam Ibrani 4 ini, Sabat dipresentasikan sebagai simbolik hari keselamatan. Sebagaimana Allah beristirahat pada hari ketujuh dari pekerjaan PenciptaanNya, orang percaya hari ini akan beristirahat dalam pekerjaaan Keselamatan Yesus Kristus yang sempurna. Agar masuk ke peristirahatan Allah, seseorang harus dengan tenang menerima pekerjaan Allah dan berhenti dari usahanya sendiri. (Yohanes 6:28-29). Keselamatan harus diterima sebagai anugerah Allah.

5. Yesus memelihara Sabat karena Dia lahir di bawah Hukum untuk memenuhi tuntutan Hukum. “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan hari takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak” (Gal. 4:4-5). Tuhan Yesus dengan rela menjadikan diriNya sendiri hamba, lahir di bawah Hukum Musa, agar Ia dapat menyelamatkan orang berdosa dari kutuk dan belenggu Hukum Taurat menuju kebebasan kekal seorang anak. Yesus hidup di bawah Hukum Taurat agar orang percaya tidak perlu hidup di bawah Hukum Taurat. Hukum Taurat berhenti sampai saat Yohanes tampil (Mat.11:13).

6. Tidak dapat dibuktikan bahwa Rasul Paulus dan gereja-gereja awal menjalankan Sabat. Memang benar bahwa Paulus bertemu di rumah-rumah ibadat / SINAGOGA pada hari Sabat untuk BERKHOTBAH kepada orang Yahudi yang berkumpul di sana, tapi ini tidak berarti bahwa ia MEMELIHARA hari Sabat. Menurut Alkitab, alasan Paulus mengunjungi rumah ibadat SINAGOGA pada hari Sabat adalah untuk Memberitakan INJIL. Keinginan Paulus adalah untuk memberitakan Kristus. Dia dibebani untuk orang-orang dari bangsanya sendiri, orang Yahudi. Jadi dia pergi di mana orang-orang Yahudi ada, untuk memberitakan Kristus kepada mereka. Paulus mengunjungi sinagog pada hari Sabat karena dia ingin menginjili orang Yahudi yang berkumpul di sana. Sama seperti jika ada seorang yang masuk ke Mesjid hari Jumat untuk menginjil, tidak berarti dia menguduskan hari Jumat. Pertimbangkan Kis 13:14-44; 16:13-14; 17:2-4; 18:4.

7. Ada banyak bukti dalam Alkitab dan di tempat lain bahwa umat Kristen mula-mula, bertemu dan menyembah pada hari pertama/minggu, bukan pada hari Sabat.

Pada hari pertama Yesus bangkit dari kematian (Mrk. 16:9).

Pada hari pertama Yesus pertama kali muncul kepada murid-murid-Nya (Mrk. 16:9).

Pada hari pertama Yesus bertemu dengan murid-murid di tempat yang berbeda (Mrk. 16:9-11;. Mat 28:8-10;. Luk 24:34; Mrk 16:12-13;. Yoh 20:19-23. ).

Pada hari pertama Yesus memberkati para murid (Yoh. 20:19).

Pada hari pertama disampaikan Yesus kepada murid-murid karunia Roh Kudus (Yoh. 20:22).

Pada hari pertama Yesus mengutus para murid untuk memberitakan Injil (Yohanes 20:21; dengan Mk 16:9-15.).

Pada hari pertama Yesus naik ke surga, duduk di sebelah kanan Bapa, dan dibuat Kepala semua (Yoh. 20:17;. Ef 1:20).

Pada hari pertama Injil Kristus yang bangkit pertama kali diberitakan (Luk. 24:34).

Pada hari pertama Yesus menjelaskan Kitab Suci kepada murid-murid (Luk. 24:27, 45).

Pada hari pertama Roh Kudus turun (Kisah 2:1). Pentakosta terjadi pada hari ke-50 sesudah sabat mengikuti persembahan unjukan (Le. 23:15-16). Dengan demikian, Pentakosta selalu pada hari Minggu.

Orang-orang Kristen bertemu untuk beribadah pada hari pertama (Kis 20:6-7;. 1 Kor 16:2). Hari Minggu disebut oleh orang Kristen sebagai “hari Tuhan” (Wah. 1:10).

Sejak hari-hari itu, sebagian besar orang Kristen telah bertemu untuk menyembah pada hari pertama minggu itu. Mereka melakukan ini untuk menghormati Kebangkitan Juruselamat mereka. Kristus ada di dalam kubur pada hari Sabat dan bangkit sebagai yang sulung dari antara orang mati pada hari pertama. Sabat berarti hari terakhir dari ciptaan yang Lama (Kej 2:2). Minggu adalah hari pertama dari Ciptaan Baru.

Bukti Sejarah bahwa Orang Kristen Mula-Mula Berbakti Pada Hari Minggu:
Epistle of Barnabas (sekitar 100 AD): “Jadi kita juga memelihara hari kedelapan dengan sukacita, hari yang sama dengan kebangkitan Yesus dari orang mati.
Epistle of Ignatius (sekitar 107 AD): “Jangan tertipu dengan doktrin-doktrin aneh, ataupun dengan dongeng tua, yang tidak bermanfaat. Sebab jika kita masih hidup menurut hukum Yahudi, kita mengakui bahwa kita belum menerima kasih karunia…. Oleh karena itu, jika mereka yang dibesarkan di bawah peraturan lama itu, lalu mendapatkan pengharapan baru, tidak lagi memelihara Sabat, tetapi memelihara hari Tuhan, pada hari mana kehidupan kita bangkit oleh Dia dan kematianNya.”
Justin Martyr (sekitar 140 AD): “Dan pada hari yang disebut Minggu, semua yang tinggal di kota-kota atau di pedesaan berkumpul pada satu tempat, dan tulisan-tulisan para Rasul atau para Nabi dibacakan terlebih dahulu…Tetapi hari Minggu adalah hari di mana kita mengadakan pertemuan umum, karena itu adalah hari pertama Allah….menjadikan dunia; dan Yesus Kristus Juruselamat kita bangkit dari kematian pada hari yang sama.”
Berdesanes, Edessa (180 AD): “Pada satu hari, yang pertama dari satu minggu, kami berkumpul bersama.”
Tertullian (200 AD): “ Kami mengkhusyukkan hari setelah Sabtu, berlawanan dengan mereka semua yang menyebut hari ini sebagai Sabat mereka.” Irenaeus (155-202 AD): “Misteri kebangkitan Tuhan tidak boleh dirayakan pada hari lain selain Hari Tuhan, dan hal ini saja sudah mengharuskan kita merayakan Paskah pada hari itu.” Jelas sekali bahwa orang-orang Kristen telah berbakti pada hari Minggu jauh sebelum Konstantin atau abad keempat.

8. Hari Minggu bukanlah Sabat. Orang Kristen yang ALKITABIAH tidak menjalankan Sabat dengan menggantinya jadi hari Minggu. Orang percaya Perjanjian Baru ditebus dari kewajiban Hukum Musa. Roma 14:1-13 dan Kolose 2:16 dengan JELAS menyatakan bahwa orang percaya tidak harus dinilai/dihakimi sehubungan dengan hari-hari raya/suci. Roma 14:1-13 dan Kolose 2:16 menyatakan bahwa tidak ada hari tertentu yang harus dianggap suci atau kudus oleh orang Kristen. Bahkan Rasul Paulus sempat mengkhawatirkan keselamatan orang-orang Galatia, karena mereka masih memelihara hari-hari “kudus” tertentu! “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia” (Gal. 4:10-11). “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat” (Kol. 2:16).

9. Gagasan bahwa ketaatan Minggu akan menjadi Tanda Binatang itu tidak ditemukan dalam Alkitab. Ide ini datang dari Ellen White. Memang benar bahwa Antikristus akan “berpikir untuk mengubah waktu dan hukum” (Daniel 7:25), namun tidak ada tempat di Alkitab yang mengatakan bahwa ini akan melibatkan Sabat atau Minggu. Alkitab tidak mengungkapkan tepatnya hukum apa yang Antikristus akan ubah.

10. Hukum Sabat sangatlah ketat dan keras. (1) Tidak boleh ada pekerjaan, Kel. 20:10, 31:14-15; (2) tidak boleh mengangkut barang, Yer. 17:21; (3) tidak boleh menyalakan api, Kel. 35:3. Peraturan ini hanya dapat diikuti di daerah yang beriklim lumayan hangat. Hukum tentang Sabat sedemikian kerasnya sehingga Allah memerintahkan agar seseorang yang mengumpulkan kayu untuk api dilontari batu karena ia melanggar hukum Sabat (Bil. 15:32-36). Yakobus 2:10 memberitahu kita bahwa Hukum tidak bisa dipisahpisahkan. Jika orang Advent hendak memelihara Sabatnya Hukum Musa, maka mereka harus memeliharanya persis seperti yang Allah perintahkan dalam Hukum Taurat. Pada kenyataannya, Gereja Advent tidak memelihara Sabat seperti yang tertera di Perjanjian Lama. Advent kehilangan suatu kebenaran rohani, di mana perintah-perintah yang berat dalam PL justru seharusnya membuat kita sadar akan kelemahan kita, dan memacu kita kepada seorang Juruselamat, Yesus Kristus. Sama sekali tidak ada otoritas Alkitab bagi Advent untuk mengubah peraturan Sabat. Tuhan Yesus tidak mengubah Hukum. Ia mencerca berbagai tradisi Farisi yang telah ditambahkan kepada Hukum Taurat. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Mat. 5:17-18).

Batu ujian dari pandangan orang Advent pada taurat ialah doktrin tentang Sabat. Sejak penciptaan sampai akhir zaman perintah keempat dipegang menjadi bagian dari hukum moral Tuhan yang tidak berubah. Orang Advent mengajar bahwa otoritas kepausan Roma Katolik mengganti hari penyembahan dari hari Sabtu ke hari Minggu. Dan Protestantisme belum lengkap mereformasi dengan melanjutkan penyembahan pada hari ketujuh. Pada akhirnya sekarang pada kita, kebenaran sedang dikembalikan lagi. Mereka yang menerima terang ini dan yakin, bertanggung-jawab untuk taat kepada perintah ini. Saat krisis besar akhir masalah agama pecah pada umat manusia, kuasa kepausan akan memimpin pasukan dalam melawan Elohim, mengharuskan penyembahan hari pada pertama (Dan. 7:25; Why. 13;16, 17) sebagai tanda binatang itu. Di waktu akan datang ini hari penyembahan akan menjadi sebuah ujian loyalitas bagi Kristus atau antikristus. [Question on Doctrine, pp.149-185]

Mereka yang bukan, sekarang melihat keharusan dari perintah keempat tidak akan dihukum, tetapi nanti pada waktu krisis penyembahan pada hari Minggu akan menjadi alasan yang cukup untuk penghukuman. Kemudian semua yang melakukan perintah-perintah Elohim (Why. 12:17) akan mengikut gereja sisa dalam penyembahan di hari Sabtu… Tidak dapat disangsikan lagi keselamatan di masa yang akan datang adalah oleh iman dan penyembahan di hari Sabtu, oleh anugerah dan memelihara taurat. Sementara saat ini Elohim mengabaikan ketidaktahuan para penyembah hari Minggu, dan tidak melakukan hukuman yang pantas untuk pelanggaran perintah-Nya, para penyembah hari Minggu nyatanya telah berbuat dosa besar. Semua orang Injili masih anak-perempuan Babylon; mereka menerima tanda binatang itu. Ini diramal oleh Herbert S. Bird, “tidak akan diserukan kepada banyak orang untuk menjadi dasar yang kokoh bagi persekutuan Kristen. [Herbert S. Bird,Theology of Seventh-day Adventism, p. 17]

Dan hal itu tidak lebih kokoh untuk menyatakan tanpa kualifikasi bahwa keselamatan adalah oleh anugerah melalui iman. Kasus orang Advent untuk penyembahan hari ketujuh tidak dihalangi. Jika perintah keempat adalah prinsip moral, itu boleh dilakukan dengan menyembah pada satu dari dari tujuh hari, Minggu. Tidak dimanapun juga dalam Perjanjian Baru [PB] menguatkan lagi perintah keempat, meskipun PB mengulangi sembilan perintah yang lain. Sesungguhnya siapapun membuat hari sabat ujian dari persekutuan melanggar PB. Dan dalam konteks Alkitab sabat mingguan tidak dilarang (Kol. 2:13-17; Gal. 4:9-11; Roma 13:8-10; 14:4-6, 10, 12, 13).

Mengingat tradisi berabad-abad dalam mana orang Yahudi para penulis PB sudah jenuh, adalah mengherankan bahwa mereka begitu memberi tekanan pada hari pertama dari minggu itu. Pada hari pertama Yesus bangkit dari kematian (Yoh. 20:1). Ia menampakkan dirinya kepada sepuluh murid pada hari yang sama (Yoh. 20:19). Satu minggu kemudian, Dia menampakkan diri-Nya kepada sebelas murid (Yoh. 20:26). Janji Pantekosta datangnya Roh Kudus terjadi pada hari Minggu (Imamat 23:16). Hari Minggu yang penting itu setelah khotbah pertama memproklamasi kematian dan kebangkitan Kristus, 3000 orang yang menerima Firman, dibaptis dan ditambahkan ke dalam gereja (Kis. 2). Di Troas orang Kristen berkumpul untuk menyembah pada hari pertama dari minggu itu (Kis. 20:6-7). Dan pada hari pertama dari minggu itu orang Korintus membuat kontribusi mereka. Saat hari Sabat diingat bukan saja penciptaan tetapi juga kelepasan ilahi dari Mesir (Ulangan 5:15) adalah tepat bahwa hari pertama memperingati tentang kelepasan yang hebat dari sang Pencipta tentang Kristus yang bangkit dari kubur.

Pergantian dalam hari penyembahan bukan dibuat oleh Paus sebagaimana diklaim oleh orang Advent, berabad-abad setelah masa PB. Itu sudah ada dalam Perjanjian Baru dan hal itu diakui oleh para penulisnya segera setelah itu. Referensi bagi penyembahan hari pertama dapat ditemukan pada tulisan-tulisan Ignatius, Penilik Jemaat Antiokhia 110 M; Justin Martyr, 100-165 M; Barnabas, 120-150 M; Irenaeus, I78 M; Bardaisan, 154 M; Tertullian, 200 M; Origen, 225 M; Cyprian, 200-258 M; Peter dari Alexandria, 300 M; dan Eusebius, 315 M (Masehi). [Walter R. Martin, The Truth About Seventh-day Adventism, pp. 153-153]

Fakta-fakta sejarah ini melemahkan seluruh interpretasi orang Advent tentang penyembahan hari pertama sebagai tanda dari Binatang itu. Jika Paus Roma adalah Binatang, tidak ada arti khusus yang dapat dihubungkan pada yang dikatakan orang perubahan hari Penyembahan. Dan penyembahan hari-pertama tidak dapat menjadi suatu “tanda” khusus dari sang Binatang. Hal itu menyusul bahwa tak ada tempat spesial yang dapat diberikan kepada yang memelihara perintah keempat dalam menafsirkannya bagi mereka yang memelihara perintah-perintah Elohim (Why. 14:12). Juga tidak perlu menghubungkan kuasa yang disebut dalam Daniel 7:25 bagi Roma.

Ujian berat dari kesetiaan kepada Tuhan diproklamasikan tersendiri oleh orang Advent bukanlah suatu ujian yang unik, jelas Alkitabiah. Itu adalah sebuah teori yang bermaksud baik, namun membuat laki-laki dan wanita menjadi salah. Tidak ada perbuatan manusia seperti itu yang harus dibuat sebagai dasar iman, mengoyak-ngoyakkan tubuh Kristus. Dan pasti tidak boleh ada teori seperti itu yang harus ditambahkan pada undangan injil yang sederhana. Keselamatan tidak pernah atau tidak akan dikondisikan atas penyembahan hari ketujuh. Dimanapun kita tidak membaca, “Percayalah pada Tuhan Yesus Kristus dan peliharalah hari ketujuh dan kamu tidak akan datang pada penghukuman. ” Tetapi berulang kali kita membaca, “Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya” (Gal. 3:21-22). Biarpun suatu hukum mungkin patut dihargai, ditambahkan pada iman, itu merusak cara keselamatan dari Tuhan. Alkitab mengajar, “Tetapi jika hal itu terjadi karena anugerah, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka anugerah itu bukan lagi anugerah. Tetapi jika itu karena perbuatan, maka hal itu bukan lagi anugerah: sebab jika tidak maka perbuatan itu bukan lagi perbuatan” (Roma 11:6). Banyak seperti yang kita ingin katakan, orang Advent mendasarkan harapan mereka pada anugerah saja, beberapa dari posisi persyaratan diet Perjanjian Lama mereka dan penyembahan hari-ketujuh kelihatannya berlawanan dengannya. Elohim mau bahwa tiap orang Advent memberi kesaksian tentang Pdt. Don Phil, yang menjadi sadar akan arti sepenuhnya dari anugerah. Dalam satu cerita Power dari perubahan imannya dari Advent-Jemaat Hari Ketujuh ia bersaksi, “Adalah menakjubkan menjadi bebas dari legalisme, dan mengetahui bahwa saya dapat melayani dan memuliakan Dia (Tuhan). [Don Phillips, “Taboo: I was a Seventh-day Adventist”, Power, Vol. 22, No. 3 (August 16, 1964), p. 6]

Artikel di atas adalah ringkasan dari beberapa artikel dibawah ini.

Jadi, kesimpulan: Poin nomor 52. Percaya bahwa Hukum Taurat sudah diGENAPkan bukan dibatalkan dan seluruh paket Ibadah Simbolik yang terkandung dalam hukum Taurat sudah selesai tugasnya. Percaya bahwa Paket Ibadah Simbolik/Jasmaniah/Rituil (seperti nama Jehovah, aturan hari Sabat/Sabtu,makanan yang diHARAMkan, Penyakit Kusta yang menyimbolkan Kutukan, Ritual Ibadah di Bait Suci) semuanya telah selesai tugasnya, karena yang DISIMBOLKAN telah TIBA (Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristus). Klik bagian yg di beri link pada nomor 52 di : https://dedewijaya.wordpress.com/iman/

Baca juga:

Gereja Advent dan Sabat

A WARNING ABOUT SEVENTH-DAY ADVENTISM  < —

Apakah Advent-Jemaat Hari Ketujuh itu Injili?

  1. yosua
    7 Mei 2012 pukul 8:02 AM

    Luar biasa keterengan yg bapak sampaikan itu, untuk meyakinkan saya kembali tolong bantu saya atas pertayaan berikut :

    1. Pernah saya baca di Alkitab Hukum itukan Tangan ALLAH sendiri yang menuliskannya, lalu kalau Hukum itu hanya berlaku untuk israel saja berarti Tuhan itu tidak adil kenapa hukum itu hanya berlaku untuk bangsa israel saja.??…nah bagaimana dengan kehidupan kita sekarang ini apa tidak berlaku lagi hukum itu ???

    2. Alkitab adalah yang kita percayai mulai dari Kejadian hingga Wahyu, dan dalam buku tersebut tertulis Firman Tuhan, lalu bagaimana mungkin Tuhan kita tidak Konsisten,, dimana menurut keterangan bapak kalau perjanjian lama (hukum sabat) sudah digenapi sehingga diperjanjian baru tidak perlu lagi memelihara hari Sabat (Sabtu).. apakah bapak setuju kalau Tuhan itu tidak konsisten ??? Masakan Tuhan yang menuliskan Hukum itu lalu Tuhan itu juga yang menggenapinya atau meniadakannya ??? kan jadi bigung ???

    Saran saya kita jangan terlalu menggunakan Logika, tetapi yang penting adalah Penurutan
    Lihat contoh Kain dan Habel, Yunus dan cerita alkitab yang lain…

    Tuhan memberkati,

  2. benjamin
    17 Mei 2012 pukul 1:37 PM

    Kutipan ARTICLE DEDE WIJAYA

    APA YANG ALKITAB KATAKAN tentang SABAT, mari perhatikan fakta-fakta berikut ini:

    1. Aturan Hari Sabat, meskipun disebutkan dalam Kejadian 2:2-3, tidak disampaikan kepada manusia (Adam dan Hawa) sampai itu diberikan kepada Israel di padang gurun (Nehemia 9:13-14). Ellen White menambahkan ke Alkitab ketika dia mengajarkan bahwa Adam dan para leluhur memelihara Sabat.

    2. Sabat tidak diberikan kepada umat manusia pada umumnya, tetapi HANYA kepada BANGSA Israel saja sebagai Tanda Khusus antara mereka dan Allah (Kel. 31:13, 17). Jika Sabat telah dipraktekkan oleh umat manusia dari sejak penciptaan, itu tidak mungkin diberikan sebagai Tanda Khusus untuk Israel.

    3. Perjanjian Baru mengajarkan bahwa orang percaya tidak terikat oleh hukum Sabat. Lihat Kolose 2:16-17.

    TANGGAPAN / KOMENTAR AWAM SEHUBUNGAN KUTIPAN ARTICLE DEDEWIJAYA DIATAS:

    Sebelum awam, memberikan tanggapan atas uraian article “APA YANG ALKITAB KATAKAN tentang SABAT” sejenak mari kita lihat kembali apa yang tercatat dalam alkitab ketika manusia jatuh dalam dosa !

    Mari perhatikan fakta – fakta berikut ini :

    Jawaban Hawa ketika di cobai Ular (Kej 3 : 3)

    Kej 3:3 (Versi Lembaga Alkitab Indonesia )
    tetapi tentang buah pohon yang ada ditengah-tengah taman, Allah berfirman : Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati”

    Kejadian 3:3 mencatat bahwa Hawa TIDAK TAKUT AKAN TUHAN dan berani merobah, menambahi firman Allah dari yang sebenarnya tertulis dalam Kej 2 : 17

    Firman Tuhan dalam Kej 2 : 17
    tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, JANGANLAH KAU MAKAN BUAHNYA, SEBAB PADA HARI ENGKAU MEMAKANNYA PASTILAH ENGKAU MATI”

    Berdasarkan Kej 2 : 17
    1. Tidak ada perintah / larangan / kata – kata ” ataupun raba buah itu”
    Hawa yang menambahi / merubah perintah Tuhan dari “JANGANLAH KAU MAKAN BUAHNYA” ditambahi menjadi Jangan kamu makan “ataupun raba” (Baca Kej 3 : 3)

    2. Tidak ada perintah / larangan / kata – kata “nanti kamu mati”
    Hawa yang menambahi / merubah perintah Tuhan dari “PASTILAH ENGKAU MATI” ” menjadi nanti kamu mati ! (Baca Kej 3 : 3)

    Apa Jawaban Adam ketika ditanya tentang perbuatannya ?
    Adam tidak mengakui kesalahannya, Adam bersilat lidah dan menyalahkan Tuhan karena menempatkan perempuan itu disisinya.

    Kej 3 : 12
    Manusia itu mejawab ; Perempuan yang Kautempatkan disisku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan”

    Apa Jawaban Hawa Ketika ditanya tentang perbuatannya itu ?
    Kej 3 : 13
    “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan !”

    ORANG PERCAYA (ORANG KRISTEN) YANG TIDAK MENGUDUSKAN HARI SABAT memiliki kemiripan dengan Hawa dalam Kejadian 3 : 3 dan Kej 3 : 13.

    Contohnya Article ini yang tidak memiliki sedikitpun rasa Takut Akan Tuhan, mencari pembenaran diri sendiri dan melanggar perintah Kel 20 : 8 !

    Musa sendiri telah bersaksi Sepuluh Perintah yang tertulis dalam kedua Log Batu ditulis oleh Jari YHWH sendiri.

    Orang Percaya (Orang Kristen) yang “Tidak Takut Akan Tuhan” yang Tidak Menguduskan Hari Sabat, bersilat lidah mencari pembenaran untuk Tidak menguduskan Hari Sabat ! Sama seperti Hawa yang menambahi / merubah Perintah Tuhan,…demikianlah mereka !

    ORANG PERCAYA (ORANG KRISTEN) YANG TIDAK MENGUDUSKAN NAMA TUHAN memiliki kemiripan dengan Hawa dalam Kejadian 3 : 3 dan Kej 3 : 13

    Orang Percaya (Orang Kristen) yang “Tidak Takut Akan Tuhan” yang Tidak Menguduskan Nama Tuhan, bersilat lidah mencari pembenaran untuk Tidak menguduskan Nama Tuhan ! Sama seperti Hawa yang menambahi / merubah Perintah Tuhan,…demikianlah mereka !

    Catatan Awam :

    2. Sepuluh Perintah Allah tidak diberikan kepada umat manusia pada umumnya (Orang Percaya), tetapi HANYA KEPADA BANGSA ISRAEL,…. Benarkah demikian ???????

    Dengan kata lain apakah disimpulkan sebagai berikut :

    Sepuluh Perintah Allah, meskipun disebutkan dalam Keluaran 20 : 3 -17,

    HANYA SEMBILAN PERINTAH YANG DISAMPAIKAN KEPADA UMAT MANUSIA (ORANG PERCAYA/ORANG KRISTEN)

    ADAPUN SALAH SATU PERINTAH MENGENAI KEKUDUSAN HARI SABAT DALAM SEPULUH PERINTAH tersebut hanya kepada BANGSA ISRAEL SAJA SEBAGAI TANDA KHUSUS ANTARA BANGSA ISRAEL DENGAN Allah ….. Benarkah demikian ?

    3. Setiap orang percaya tidak terikat oleh Hukum Sabat,…! Setuju Banget.

    Awam pernah membaca Hukum Sabat Israel ada Puluhan Pasal terkait :

    1. Pada Hari Sabat, Tidak Boleh ……
    2. Pada Hari Sabat, Tidak Boleh,…….
    3. Pada Hari Sabat, Tidak Boleh………
    4. dst…….

    Hukum Sabat yang awam baca meliputi larangan kegiatan (aktivitas) sehari hari yang tidak boleh dilakukan bangsa Israel pada hari Sabat.

    Itulah yang awam pahami tentang Hukum Sabat.

    Oleh karena itu juga “awam” sependapat bahwa Hukum Sabat berlaku hanya bagi bangsa Israel.

    Awam meyakini setiap Orang Percaya (Orang Kristen) terikat pada Sepuluh Perintah Tuhan yang diterima Musa sebagai satu kesatuan yang utuh sebagaimana tercatat dalam Keluaran 20.

    Perjanjian Baru mengajarkan Keselamatan itu Mula-Mula disiapkan Hanya Bagi Orang Israel,…kemudian Perjanjian Baru (Rasul Paulus) juga mengajarkan keselamatan juga tersedia bagi seluruh bangsa. Keselamatan itu bukan hanya untuk Israel (Golongan Yahudi / Golongan Orang Bersunat) ,…. walaupun memang Benar Kesalamatan Seluruh Umat Manusia itu bermula dari Bangsa Isarel sebagaimana di ajarkan oleh Perjanjian Baru

    Catatan Orang Awam (Pemikiran Sesat Orang Awam) :

    Seluruh Umat Manusia sekarang ini (Orang Percaya maupun bukan Orang Percaya) sepakat dengan penamaan Nama Tempat bahwa :

    Matahari terbit di sebelah Timur dan Matahari terbenam di sebelah Barat !

    SEANDAINYA ,……..SEJAK DAHULU KALA

    seluruh umat manusia (Orang Percaya maupun bukan Orang Percaya) menyepakati atau apapun namanya bahwa :

    Tempat Matahari Terbit disebut Utara dan

    Tempat Matahari Terbenam disebut Selatan

    maka, jika ada orang yang mengatakan bahwa Matahari Terbit disebelah Timur dan Matahari Terbenam di sebelah Barat maka seluruh umat manusia akan mengutuki orang tersebut adalah ORANG SESAT,……?

    FAKTANYA :

    Matahari tidak pernah terbit dan Matahari tidak pernah terbenam.

    Matahari selalu setia memancarkan sinarnya menerangi alam semesta tanpa pernah istirahat sejak diciptakan.

    Matahari juga tidak pernah berpindah tempat.

    Matahari kekal berada di tempatnya sejak penciptaan hingga akhir zaman.

    KEBENARAN yang telah diterima seluruh umat manusia turun temurun hingga akhir zaman adalah bahwa :

    Matahari Terbit di sebelah Timur, dan

    Matahari Terbenam di sebelah Barat !

    FAKTANYA : …..???????????

    MATAHARI TETAP BERADA DI TEMPATNYA SEJAK DICIPTAKAN HINGGA AKHIR ZAMAN

    MATAHARI TIDAK PERNAH BERPINDAH TEMPAT DARI TIMUR KE BARAT

    MATAHARI TETAP SETIA MEMANCARKAN SINARNYA HUNGGA AKHIR ZAMAN

    KESIMPULAN :

    Manusia lah yang menetapkan aturan / memberikan istilah / meciptakan teori / Dalil / atau apapun namanya bahwa :

    Matahari Terbit di sebelah Timur, dan

    Matahari Terbenam di sebelah Barat.

    Seandainya sejak dahulu kala manusia sepakat menetapkan :

    Tempat Matahari Terbit di sebut Utara, dan

    Tempat Matahari Terbenam di sebut Selatan

    Maka kebenaran ini (Bahwa penamaan Tempat Matahari Terbit disebelah Utara dan penamaan tempat Matahari Terbenam disebelah Selatan) juga akan diamini DITERIMA SEBAGAI KEBENARAN HAKIKI oleh SELURUH UMAT MANUSIA TURUN TEMURUN HINGGA AKHIR ZAMAN !!!!!!

    REALITANYA (YANG BERLAKU SEKARANG INI) PENAMAAN TEMPAT MATAHARI TERBIT ADALAH SEBELAH TIMUR dan PENAMAAN TEMPAT MATAHARI TERBENAM ADALAH SEBELAH BARAT

    HAL INI TELAH RIBUAN TAHUN DITETAPKAN DAN DISEPAKATI OLEH SELURUH UMAT MANUSIA TURUN TEMURUN,

    HANYA UNDANG – UNDANG / HUKUM YANG SANGAT LUAR BIASANYALAH SERTA PENGENAAN SANKSI YANG SANGAT BERAT DAPAT MERUBAH PENAMAAN TEMPAT MATAHARI TERBIT DAN MERUBAH PENAMAAN TEMPAT MATAHARI TERBENAM.

    DAN LAGI PULA UNTUK APALAH REPOT – REPOT MERUBAH NAMA TEMPAT MATAHARI TERBIT DAN NAMA MATAHARI TERBENAM. ITUKAN HANYA NAMA TEMPAT

    KURANG KERJAAN KALI YA (EKSTRIMNYA SUDAH SESAT KALI YA)

    BUKANKAH TIDAK ADA MASALAH DENGAN PENAMAAN TEMPAT MATAHARI TERBIT / PENAMAAN NAMA TEMPAT MATAHARI TERBENAM ????

    DENGAN PENAMAAN NAMA ARAH MATA ANGIN YANG BAKU SEKARANG INI MANUSIA SUDAH BISA MEMETAKAN LETAK GEOGRAFIS DENGAN TEPAT SEHINGGA TIDAK TERSESAT ?

    BENAR,…AWAM JUGA SETUJU !
    PEMBAKUAN PENAMAAN NAMA TEMPAT / ARAH MATA ANGIN TERSERAH SAJA.
    YANG SEKARANG MAU DIRUBAH, OKE ! TIDAK DIRUBAH JUGA OKE !

    RENUNGAN :

    BAGAIMANA DENGAN KEKUDUSAN HARI SABAT BAGI ORANG PERCAYA ,……?

    APA KATA KITAB HUKUM CANON (……) ??????

    BAGAIMANA DENGAN PENGGUNAAN NAMA TUHAN BAGI ORANG PERCAYA,….?

    NAMA APA YANG HARUS DIGUNAKAN UNTUK MEMBEDAKAN PENYEBUTAN NAMA TUHAN ORANG PERCAYA YANG MENERIMA YESUS KRISTUS SEBAGAI JURUSLAMATNYA DENGAN ORANG YAHUDI (ORANG LAINNYA) YANG MENOLAK YESUS KRISTUS DAN MENYALIBKAN YESUS KRISTUS …..????????

    BENARKAN SEPULUH PERINTAH YANG DITERIMA MUSA SEBAGAIMANA TERCATAT DALAM KELUARAN 20 : 3 -17 HANYA BERLAKU UNTUK BANGSA ISRAEL ????

    APAKAH SEPULUH PERINTAH YANG DITERIMA MUSA SEBAGAIMANA TERCATAT DALAM KELUARAN 20 : 3 – 17, BERLAKU JUGA UNTUK ORANG PERCAYA (ORANG KRISTEN) KECUALI PERINTAH TENTAG KEKUDUSAN HARI SABAT DAN PERINTAH TENTANG NAMA TUHAN ?????

    PERINTAH 1 (Kel 20 : 3 )

    Versi Terjemahan Yayasan Lentera Bangsa (KS-ILT)
    Jangan ada padamu ilah – ilah lain dihadapanku !

    Versi Terjemahan Lembaga Alkita Indonesia (Alkitab LAI)
    Jangan ada padamu allah lain dihadapanku !

    Apakah Perintah ini berlaku bagi bangsa Israel…???????.

    Apakah Perintah ini juga berlaku bagi Orang Percaya…….?????

    Iya, Perintah ini berlaku bagi Orang Percaya (Orang Kristen), oleh karena itu Orang Percaya (Orang Kristen) tidak boleh ke dukun, memegang zimat dan lain sejenisnya.
    Seluruh Pendeta / Theolog sepakat dan mengaminkan perintah ini.

    PERINTAH 2 (Kel 20 : 7)

    Versi Terjemahan Yayasan Lentera Bangsa (KS-ILT)
    Jangan menyebut Nama YAHWEH, Elohimmu, untuk kesia-siaan,…..

    Versi Lembaga Alkitab Indonesia menterjemahkan (Alkitab LAI)
    Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan,……

    Apakah Perintah ini berlaku bagi bangsa Israel….??????

    Apakah Perintah ini juga berlaku bagi Orang Percaya,……????.

    Catatan :

    Ternyata penggunaan Nama Sembahan / Nama Tuhan,… di kalangan Orang Percaya (Orang Kristen) di Indonesia terjadi perdebatan – perbedaan. Masing – masing pihak mempunyai kebenarannya sendiri.

    Pemikiran awam ,… perdebatan Penggunaan Nama Sembahan / Nama Tuhan dikalangan Orang Percaya (Orang Kristen) sama halnya dengan pemikiran awam tentang penamaan Nama Tempat Matahari Terbit dan Nama Tempat Matahari Terbenam.

    Kalau Sejak Dahulu Kala Tempat Matahari Terbit disepakati Oleh Seluruh Umat Manusia Turun Temurun disebut Utara. Maka Sampai Akhir Zaman pun,…Nama Tempat Matahari Terbit akan di sebut Utara.

    Tetapi,.. Karena Sejak Dahulu Kala Tempat Matahari Terbit telah disepakati oleh seluruh umat manusia turun temurun adalah Timur, maka sampai akhir zaman pun,…nama tempat Matahari Terbit akan di sebut Timur.

    Demikian juga penamaan Nama Sembahan-NYA Orang Percaya (Orang Kristen).

    Lembaga Alkitab Indonesia berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu

    telah menterjemahkan Nama Sembahan-Nya Abraham, Ishak dan Yakub, Nama Sembahan-Nya Bangsa Yahudi (Bangsa yang menyalibkan Yesus Kristus) serta Nama Sembahan-Nya Orang Percaya di dalam Yesus Kristus Nama-Nya adalah “TUHAN”.

    Sebagian besar Orang Percaya (Orang Kristen) di Indonesia bila ditanya nama Sembahan-Nya Orang Percaya (Orang Kristen), mereka akan menjawab namanya adalah Tuhan Allah atau Allah.

    Ironis memang,….Hal ini telah diterima sebagai Kebenaran yang Hakiki, turun temurun hingga akhir zaman.

    Apalah arti “Nama” kata sebagian Orang Percaya (Orang Kristen) ???

    Sementara Alkitab (Perjanjian Lama) ada mencatat bahwa

    “Nama Sembahan Lain (Selain Nama Sembahan Bangsa Yahudi), jangan sekalipun terdengar keluar dari bibirmu”

    Ironisnya,….. Orang Percaya selalu berkelit “Tanpa Takut akan TUHAN”,…tentang PERJANJIAN BARU dan tentang BANGSA YAHUDI / BANGSA ISRAEL YANG MENOLAK YESUS KRISTUS DAN BANGSA YAHUDI / BANGSA ISRAEL YANG MENYALIBKAN YESUS KRISTUS./ SAKSI YEHOVA

    Perjanjian Baru (Yesus) Mengajarkan Doa :

    “Bapa kami yang di sorga di kuduskanlah Nama-Mu”

    Setiap Orang Percaya Tahu dan Hapal akan Doa yang diajarkan Yesus ini ,… dan bila ditanya siapa Namanya ? Segera Orang Percaya di Indonesia akan menyebut nama Tuhan Allah ?

    Ironis memang Sebagian Besar Orang Percaya (Sebagian Besar Orang Kristen) di Indonesia !

    PERINTAH 4 (Kel 20 : 8 )

    Versi Terjemahan Yayasan Lentera Bangsa (KS-ILT)
    Ingatlah akan hari Sabat untuk menguduskannya.

    Versi Lembaga Alkitab Indonesia menterjemahkan (Alkitab LAI)
    Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat

    Apakah Perintah ini berlaku bagi bangsa Israel….??????

    Apakah Perintah ini juga berlaku bagi Orang Percaya,……????.
    Perintah ini TIDAK BERLAKU BAGI ORANG PERCAYA (disimpulkan dari Article)

    2. Sabat tidak diberikan kepada umat manusia pada umumnya, tetapi HANYA kepada BANGSA Israel saja sebagai Tanda Khusus antara mereka dan Allah (Kel. 31:13, 17). Jika Sabat telah dipraktekkan oleh umat manusia dari sejak penciptaan, itu tidak mungkin diberikan sebagai Tanda Khusus untuk Israel.

    SEANDAINYA SEJARAH GEREJA TIDAK PERNAH MENGELUARKAN HUKUM CANON.KE – …. , DAN TIDAK ADA UNDANG – UNDANG HARI MINGGU DAN SELURUH ORANG PERCAYA (SELURUH ORANG KRISTEN) MENGUDUSKAN HARI SABAT,….

    MAKA ………

    ARTICLE DENGAN JUDUL “APA YANG ALKITAB KATAKAN tentang SABAT?”

    TIDAK AKAN PERNAH MUNCUL DI BLOG INI DAN TIDAK AKAN PERNAH DITULISKAN OLEH PENULISNYA !

    AKAN TETAPI ,……

    KARENA SUDAH RIBUAN TAHUN

    SEBAGIAN BESAR ORANG PERCAYA (ORANG KRISTEN) MENGUDUSKAN HARI MINGGU,…

    MAKA URAIAN ARTICLE DENGAN JUDUL :

    “APA YANG ALKITAB KATAKAN tentang SABAT?”

    DAPAT DITERIMA OLEH SEBAGIAN BESAR ORANG PERCAYA (SEBAGIAN BESAR ORANG KRISTEN) YANG MENGUDUSKAN HARI MINGGU !

    APA YANG DIKATAKAN

    “TAKUT AKAN TUHAN ADALAH PERMULAAN HIKMAT” TENTANG HARI SABAT ?”

    Orang Percaya (Orang Kristen) yang menguduskan Hari Minggu adalah Orang Percaya (Orang Kristen) yag menuruti Hukum Canon Ke- …….. / menuruti Tradisi Gereja Turun Temurun / Menuruti Undang – Undang Hari Minggu !

    Orang Percaya (Orang Kristen) yang menguduskan Hari Sabat adalah Orang Percaya (Orang Kristen) Yang Takut akan YHWH yang menuruti Perintah YHWH dalam Kel 20 : 8

  3. Matta
    2 Juni 2012 pukul 7:38 AM

    Bagaimana dengan ini mas Dede?

    Keluaran 20:8-11.

    20:8 – Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

    20:9 – enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

    20:10 – tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

    20:11 – Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

    Lukas

    4:16 – Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

    4:31 – Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.

    6:6 – Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

    13:10 – Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

    Markus

    1:21 – Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

    6:2 – Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?

    Manut saja terhadap pendeta-pendeta,Sesuai seperti kata alkitab

    Yehezkiel 22: 26.

    22:26 – Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka.

    jaminan Allah bagi mereka yang memelihara hukum Sabat Tuhan.

    Yesaya

    58:13 – Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,

    58:14 – maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

    Ingat!!! Tuhan tidak mungkin ingkar janji, apa yang keluar dari mulut Nya, pasti akan terjadi.

    Yakobus

    2:10 – Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

    2:14 – Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

    2:17 – Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

  4. fanni
    5 Juni 2012 pukul 4:42 PM

    hati hati ajaran pak steven sesat. setan bisa menyamar sebagai malaikat terang

  5. Unknown
    8 Juni 2012 pukul 4:25 AM

    hahaha… sesat …. yang dimaksud dengan sesat itu apa ? dia percaya Yesus itu bukan sesat namanya. cuma pengajarannya saja sedikit sok tahu, apalagi mencoba-coba pakai science segala di beberapa pengajarannya. mau berdebat sepanjang masa tentang sabat dsb nggak masalah… mau mencoba-coba membahas alkitab memakai bahasa gereja nggak masalah… alkitab menggunakan bahasa science dari awal kitab sampai kitab akhir plus kitab-kitab lain yang disensor oleh gereja. pemahaman alkitabnya saja belum bagus, mau coba-coba memasukkan science… wow…. jangan menyentuh science dulu ya pak dan juga tolong jangan men-judge gereja aliran yang lain dulu seperti karismatik dan pentakosta karena gereja dan pemahaman anda sebetulnya sama persis dengan mereka, satu level dengan mereka, dengan kata lain anda sama seperti mereka nggak ada bedanya sama sekali. dengan bahasa matematika, cuma beda desimalnya saya. jadi sekali lagi tolong jangan menyentuh science dan mengkritik gereja aliran lain dulu dengan pemahaman selevel ini… Tuhannya geleng-geleng kepala…

  6. Wakakaka
    9 Juni 2012 pukul 4:49 PM

    Setuju ama komentar unknown di atas.🙂

  7. unknown
    11 Juni 2012 pukul 2:41 AM

    Wakakaka :Setuju ama komentar unknown di atas.

    wakaka bisa buka artikelnya di blog ini tentang USIA BUMI dan silahkan dibaca. sciencenya ngawur dan sumber yang dipakai adalah sumber yang salah dan patut ditertawakan. Science is the art of God, saya tidak suka art Tuhan dipermalukan.

  8. dave
    21 Juni 2012 pukul 9:32 AM

    dasar si penulis…, bisanya hit and run… pengecut… ngaku pakar teologi, padahal dia sendiri masih ngga ngerti Alkitab. mencoba mencari pembenaran protestan tapi mengutip literatur dari katolik… malu dong pak… mendingan anda baca dulu sejarah dunia kekristenan, dengan judul “KEMENANGAN AKHIR”. buku ini sangat komplit dengan sumber-sumber pustaka yang sangat terpercaya (saya sudah membuktikan dengan googling versi bahasa inggris)…. belajar lagi pak… malu sama jemaat yang ngga kuliah teologi

  9. Agustinus
    11 Juli 2012 pukul 12:33 PM

    shalom.. .komentar point ke-5..
    mas Dede beropini bahwa “hukum Musa”((yang sebenarnya bukan hukumMusa, tp hukum Tuhan, karena Tuhan sendiri yang buat)) adalah suatu beban bagi Yesus…padahal semua penurutan yang Yesus telah perbuat thp hukum Tuhan adalah suatu KETELADANAN bagi orang yg mengaku Kristen..yg harus di ikuti… .bukannya suatu beban yg hanya di tanggung Yesus seorang, lalu pengikutnya suka suka sendiri.. .

  10. uli
    11 Juli 2012 pukul 2:08 PM
    PENDAHULUAN Ketika Tuhan Yesus masih ada di bumi, Ia sudah memberikan amaran bahwa menjelang akhir zaman akan bangkit nabi – nabi palsu yang datang memakai nama-Nya, mereka diumpamakan sebagai serigala yang datang menyamar sebagai domba, datang ingin menyesatkan umat Allah, bahkan sekiranya meyesatkan orang pilihan juga. Nubuat ini tergenapi dengan munculnya Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh atau yang biasa disebut Gereja Advent. Gereja Advent ini telah banyak menghakimi gereja yang berbakti pada hari Minggu sebagai gereja murtad/kafir atau gereja setan. Dan sekarang banyak orang sudah terbuai dengan KKR-nya yang spektakuler dan menganggap bahwa gereja Advent adalah gereja yang benar padahal semuanya itu hanyalah topeng untuk menutupi segala kebobrokannya. Gereja ini mempunyai beberapa ajaran yang sama dengan Ajaran Saksi Jehova. Oleh karena itu Yesus memberikan amaran kepada kita supaya hati – hati terhadap serigala berbulu domba yang pergi menyesatkan umat Allah Matius 7:15 TB “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Markus 13:22 TB Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan. Lebih jauh Yesus mengungkapkan betapa hebatnya penyesatan itu. Para penyesat datang membawa mujizat dan bernubuat memakai nama Yesus, namun pada akhirnya Yesus menolak dan tidak mengenal mereka bahkan orang – orang yang bernubuat palsu dengan memakai nama Yesus dicap sebagai pembuat kejahatan. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:22 ITB) Salah satu contohnya ialah nubuat – nubuat palsu produk Advent yang telah menyesatkan banyak orang. Mereka mengklaim bahwa merekalah Umat yang sisa, satu – satunya gereja yang benar pada akhir zaman, dan lebih buruknya lagi mereka menghakimi dan mencap gereja lain yang tidak beribadah pada hari Sabat sebagai GEREJA ANTIKRIS. Rasul Paulus juga menyebutkannya sebagai rasul – rasul palsu, pekerja – pekerja curang dan Iblis datang menyamar sebagai malaikat terang. 2 Korintus 11:13-14 TB (13) Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. (14) Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Namun kembali kita bertanya, bagaimanakah kita mengenali Nabi palsu dan ajaran sesat itu ? Tulisan yang sederhana ini membuka sedikit fakta dan bukti kepalsuan nubuatan Advent berdasakan Alkitab, dan referensi kajian utama buku ini adalah dari buku – buku produk dari Advent sendiri. Jadi buku ini bukan mengajak untuk menghakimi mereka tetapi buku yang memandu kita untuk wasapada dan mengenali serta mempertahankan diri dari penyesatan yang dilakukan oleh nabi – nabi palsu tersebut, karena Yesus sudah memberi jaminan kepada umatnya bahwa “ Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”(Mat 24:13). Waspadalah senatiasa ! Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati BAGIAN PERTAMA Tanda pengenal Nabi palsu dan ajarannya (Ulangan 18:20-22) Dasar yang paling kredibel untuk mengenal nabi palsu dan ajaran sesatnya adalah Alkitab (sola scriptura), Karena dalam Alkitab sudah memberikan petunjuk untuk mengenali nabi palsu serta ajarannya yang sesat. Ayat Alkitab untuk mengenali ajaran sesat dari Nabi Palsu adalah Kitab Ulangan 18:20 – 22. (20) Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. (21) Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? (22) apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” Menurut ayat dari kitab Ulangan 18:20-22 ialah ; • Pada ayat 20 menyatakan bahwa: seorang nabi yang mengucapkan perkataan yang yang tidak difirmankan Tuhan, nabi palsu itu harus mati. Jadi jelas tidak ada jaminan keselamatan dalam mengikuti ajaran nabi palsu. • Pada ayat 21 memberikan pertanyaan tentang bagaimana cara mengenal atau mengidentifikasi ajaran nabi palsu tersebut ! • Pada ayat 22 memberikan keterangan yang amat jelas bahwa ciri – ciri ajaran Nabi palsu ialah nubuatannya tidak terjadi dan tidak sampai (tidak tergenapi). Ayat ini juga memerintahkan bahwa kita tidak perlu takut pada nabi palsu itu. Jadi nabi palsu dikenali dari ajarannya yang tidak terjadi dan tidak tergenapi karena mereka tidak diutus oleh Tuhan, seperti yang dikatakan Yesus bahwa nabi palsu dikenali dari buahnya (Matius 7:16 – 23). Matius 7:16-23 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (17) Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. (18) Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. (19) Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (20) Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Menurut ayat dari kitab Yehezkiel 13:6 bahwa penglihatan dan tenungan nabi palsu itu bohong dan menipu dan mereka mengaku bahwa ajarannya berasal dari Tuhan, padahal Tuhan tidak pernah mengutus mereka. Artinya nabi palsu menyamar seperti domba padahal mereka adalah serigala yang buas. Yehezkiel 13:6 Penglihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong; mereka berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal TUHAN tidak mengutus mereka, dan mereka menanti firman itu digenapi-Nya. Matius 7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Selanjutnya Wahyu 19:20 menyatakan keadaan naas dari nabi palsu bersama dengan pengikutnya, mereka akan dibakar hidup – hidup dalam api Neraka. Wahyu 19:20 Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. Sekarang kita bertanya siapa sajakah nabi palsu itu ? Adakah nabi palsu itu telah berkeliaran di sekeliling kita ? Jangan sampai secara tidak sadar kita telah menjadi penggemar dan pengikut ajaran nabi palsu itu. Salah satu Gereja Nabi palsu yang sedang aktif beraktifitas menyesatkan orang saat ini ialah GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH atau yang biasa disebut dengan GEREJA ADVENT (Gereja Millerisme). Dari ajarannyalah (buah) kita mendapat bukti bahwa mereka adalah gereja nabi palsu. Yang mana sajakah nubuatan dan ajaran gereja Advent yang tidak terjadi dan tidak tergenapi itu ? Mari kita uraikan satu persatu. BAGIAN KEDUA Sejarah singkat Gereja Advent Untuk memudahkan pengkajian kita terhadap doktrin palsu Advent mari kita baca sejarah munculnya Gereja Advent yang mana sejarah tersebut memuat ajaran khas Gereja Advent yan diambil dari buku – buku yang diterbitkan oleh penerbit Advent sendiri. Mari kita baca dengan seksama dan perhatikan kalimat yang dibold dan digaris bawahi. Sejarah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Antara tahun 1831 dan 1844, William Miller – seorang pengkhotbah awam dari Gereja Baptis dan mantan kapten angkatan laut dalam Perang tahun 1812 – melontarkan “kebangunan kedatangan kedua kali yang besar” (kedatangan Yesus kedua kali) yang akhirnya tersebar ke hampir seluruh dunia Kristen. Berdasar pada penyelidikannya tentang nubuat dalam Daniel 8:14, Miller memperhitungkan bahwa Yesus akan datang kembali ke dunia ini pada tanggal 22 Oktober 1844. Ketika Yesus tidak tampak di awan-awan pada tanggal tersebut, para pengikut Miller mengalami apa yang disebut dengan “Kekecewaan Besar.” Kebanyakan dari orang yang telah bergabung dengan pergerakan ini meninggalkanya dengan kekecewaan yang dalam. Namun, sedikit dari antaranya kembali ke Alkitab mereka untuk mencari tahu mengapa mereka harus mengalami kekecewaan. Segera mereka menyadari bahwa tanggal 22 Oktober 1844 sebenarnya adalah tanggal tepat, tetapi ternyata Miller telah meramalkan peristiwa yang salah untuk tanggal itu. Mereka yakin bahwa nubuatan Alkitab tidak meramalkan bahwa Yesus akan datang kembali ke dunia pada tahun 1844, tetapi bahwa pada saat itu, Yesus akan memulai satu pelayanan khusus di surga bagi umat manusia. Kelompok kecil “orang-orang yang menunggu kedatangan Yesus” ini mulai bertumbuh terutama di negara bagian New England, Amerika Serikat, dimana pergerakan Miller telah dimulai. Dari kelompok kecil ini, yang menolak untuk menyerah sesudah “Kekecewaan Besar” muncul beberapa pemimpin yang mendirikan dasar dari apa yang kemudian dikenal dengan GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH. Ellen G. White, seorang yang masih sangat muda pada waktu terjadinya “Kekecewaan Besar,” bertumbuh menjadi seorang penulis, pembicara dan administrator yang berbakat, yang menjadi seorang penasihat rohani bagi Gereja Advent selama tujuh puluh tahun sampai kematiannya pada tahun 1915. Orang Advent yang mula-mula percaya seperti yang dimiliki orang Advent sekarang ini bahwa Ellen G. White menerima tuntunan khusus Tuhan sementara dia menulis nasihat-nasihatnya untuk perkumpulan orang percaya yang sedang bertumbuh itu. Pada tahun 1860, di Battle Creek, Michigan, perkumpulan yang tidak terikat dari orang-orang yang menunggu kedatangan Yesus ini memilih nama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan pada tanggal 21 Mei 1863 secara resmi mengorganisasikan perkumpulan mereka menjadi sebuah organisasi Gereja dengan 3.500 anggota. Pada mulanya, pekerjaan ini sebagian besar terbatas hanya untuk wilayah Amerika Utara sampai tahun 1874 hingga misionari Gereja Advent yang pertama, J.N. Andrews, diutus ke Swiss. Kemudian Afrika dengan segera dimasuki pada tahun 1879 ketika Dr. H.P. Ribton, yang baru saja bertobat di Italia, berpindah ke Mesir dan membuka sekolah, tetapi proyek itu berakhir ketika kerusuhan terjadi di sekitar mereka. Pencetakan dan penyebaran buku-buku adalah faktor utama dalam pertumbuhan pergerakan Advent. Majalah The Advent Review and Sabbath Herald (sekarang The Adventist Review), surat kabar gereja secara umum, diluncurkan di Paris, Maine, pada tahun 1850; majalah Youth’s Instructor di Rochester, New York, pada tahun 1852; dan majalah Sign of the Times, di Oakland, California, pada tahun 1874. Percetakan pertama milik organisasi di Battle Creek, Michigan]], mulai beroperasi pada tahun 1855 dan telah menjadi Yayasan berbadan hukum sebagaimana mestinya pada tahun 1861 di bawah nama Asosiasi Percetakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (Seventh-day Adventist Publishing Association). Indonesia Publising House yang terletak di Jln Raya Cimindi 72 Bandung adalah Percetakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia Sumber – Sumber • Seventh-day Adventists: the Heritage Continues • Adventist Archives Kumpulan Dokumen Sejarah • What is Adventist in Adventism? karangan George R. Knight. • Prophetic Basis of Adventism karangan Hans K. La Rondelle. • Uncovering the Origins of the Statement of Twenty-seven Fundamental Beliefs karangan Fritz Guy. • Pathways of the Pioneers pada situs Ellen G. White Estate BAGIAN KETIGA Bukti Kegagalan Nubuatan William Miller Berdasakan fakta sejarah dari Gereja Advent bahwa asal – usul Gereja Advent ialah berasal dari Gerakan yang dipelopori oleh WILLIAM MILLER yang menentukan kedatangan Yesus kembali ke dunia yakni pada tanggal 22 Oktober 1844. Menurut William Miller bahwa nubuatan dalam Daniel 8 : 14 yakni masalah 2300 petang dan pagi sama dengan 2300 tahun dan berakhir pada tanggal 22 Oktober 1844, ia menafsirkan bahwa, tanggal itu juga bertepatan dengan Hari Raya Grafirat dan saat itu ialah tanggal kedatangan Yesus yang kedua kali ke dunia ini, tetapi bukti yang tidak terbantahkan YESUS TIDAK DATANG PADA TANGGAL ITU. Ramalan ini merupakan penentangan William Miller bersama pengikutnya (Seperti Nabi Advent yang bernama Ny. Ellen G. White) terhadap pernyataan Yesus dalam Alkitab bahwa soal waktu kedatangan-Nya tidak seorangpun tahu Yesus sendiripun tidak tahu malaikat – malaikatpun tidak tahu hanya Bapa sendiri yang tahu. Matius 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” Terbukti Nabi Palsu Karena ramalan William Miller tentang kedatangan Yesus pada tanggal 22 Oktober 1844 terbukti tidak terjadi dan tidak sampai inilah yang menjadi satu fakta yang tidak terbantahkan bahwa William Miller adalah Nabi Palsu dan nubuat yang dikemukakannya bukan berasal dari TUHAN. Hal ini sesuai dengan petunjuk yang terdapat dalam Kitab Ulangan 18: 20 – 22. (20)Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. (21) Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? 22) apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” Mengikuti Jejak Sang Guru. Ketika ramalan William Miller gagal total, ada beberapa orang murid William Miller yang tidak menyerah, mereka terus bernubuat palsu. Salah satu di antaranya ialah Ellen G. White, dialah PENDIRI dan NABI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH. Ia berdelik dan bernubuat palsu untuk menutupi kegagalan nubuat William Miller. Apa sajakah nubuat nabiah Advent Ellen G White yang gagal ? Referensi : Ellen G. White, Alfa dan Omega Jilid 8, Kemenangan Akhir Hal 368,385,428. Indonesia Publishing House, ISBN979-504-124-X BAGIAN KEEMPAT Kegagalan Nubuatan Ellen G. White Tidak heran apabila nabi palsu juga bernubuat dengan memakai Alkitab dan memakai nama Yesus karena Yesus sudah memperingatkan kita bahwa pada hari terakhir akan muncul nabi palsu yang bernubuat mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat dengan memakai nama Tuhan. Tetapi Yesus menolak mereka dan dicap sebagai pembuat kejahatan. Mengapa nubuat palsunya hanya digunakan untuk menyombongkan diri dan menjelekkan orang lain. Matius 7:22-23 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Demikianlah nabi Ellen G.White meneruskan karier William Miller bernubuat palsu memakai Alkitab dan nama Yesus, namun nubuat Ellen G. White hanya digunakan untuk membesar – besarkan Gereja Advent sebagai satu – satunya gereja umat sisa yang benar dan mencap gereja lain sebagai gereja penyembah dewa matahari karena beribadah pada hari Minggu. Inilah nubuat yang menaburkan benih – benih permusuhan dan fanatisme. Sehinnga anggota Advent begitu fanatik dan merendahkan Gereja Kristen lain. Tetapi nubuat nabiah Gereja Advent itu hanyalah khayalan kosong yang telah menipu jutaan manusia. Mari kita uraikan dengan bukti – bukti kepalsuan nubuat ini. NUBUAT PERTAMA Penghakiman baru dimulai pada Tahun 1844. Dasar-Dasar Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh no 24 Bukti yang kita saksikan sekarang bahwa Yesus tidak datang kembali ke dunia ini pada tanggal 22 Oktober 1844. Para pengikut William Miller menyebut bukti kegagalan ini dengan nama ” Kekecewaan Besar”. Pengikut William Miller menolak untuk menyerah dan terus bernubuat Ellen G. White sang Nabiah dan Pendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang meneruskan karir William Miller sehingga Gereja yang dibentuknya merupakan penerus Milleris. Penerus Milleris tersebut segera berdelik dan mengganti nubuat William Miller yang sudah gagal dengan nubuat baru yang menyatakan bahwa tanggal 22 Oktober 1844 sebenarnya adalah tanggal tepat, tetapi ternyata Miller telah meramalkan peristiwa yang salah untuk tanggal itu. Tanggal itu adalah tanggal dimana Yesus berpindah dari Bilik Suci ke Bilik Maha Suci di Sorga untuk memulai pekerjaan penghakiman. Maksudnya, ketika Yesus naik ke sorga, Ia masuk ke dalam bilik suci, nanti pada tanggal 22 Oktober 1844 Yesus baru berpindah dari bilik suci ke dalam bilik Maha Suci untuk memulai pekerjaan Penghakiman dan penyelidikan. Jadi Ellen G. White hanya mengganti peristiwanya tetapi tanggal dan tahunnya tetap sama. Inilah salah satu doktrin khas dan sangat istimewa dari gereja Advent sampai saat ini. Doktrin ini juga terbukti tidak benar dan telah mengelabui banyak orang. Itulah sebabnya kebohongan ini harus dibuka untuk menyelamatkan orang – orang yang telah tertipu dengan nubuat palsu ini. Benarkah Yesus baru berpindah dari bilik suci ke maha suci untuk memulai penghakiman pada tanggal 22 Oktober 1844 ? Mari kita uraikan satu persatu ! Pertanyaan kajian Sebelum masuk ke dalam kajian tentang bait suci dan penghakiman terlebih dahulu kita merenungkan pertanyaan di bawah ini bahwa : Apakah arti bait sorgawi itu. Apakah bentuk bait suci duniawi sama dengan bentuk bait suci sorgawi ? Benarkah ada Bilik Suci dan Maha Suci di Sorga ? Benarkah Yesus berpindah dari Bilik Suci Ke Maha Suci pada tanggal 22 Oktober 1844 ? Benarkah Yesus baru memulai pekerjaan penghakiman penyelidikan di Sorga pada Tanggal 22 Oktober 1844 ? Apakah Bait Suci Surgawi Itu ? Yohanes sang penulis Kitab Wahyu adalah murid Yesus yang mendapat penglihatan di pulau Patmos tetang peristiwa yang akan terjadi, dan dalam penglihatannya ia tidak melihat bait suci di sorga lagi seperti yang ada di bumi. • Wahyu 21:22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. (Terjemahan Baru LAI) • Wahyu 21:22 Saya tidak melihat Rumah Allah di dalam kota itu, sebab Rumah Allahnya ialah Tuhan sendiri, Allah Yang Mahakuasa, dan Anak Domba itu. (LAI Bahasa Iindonesia Sehari – Hari) Apakah arti bait suci itu sebenarnya ? dan mengapa tidak ada lagi bait suci fisik di sorga seperti yang yang pernah dibuat oleh Musa ? Bait suci yang menurut Alkitab mempuyai arti yakni : Bait Suci Sorgawi adalah Tubuh Yesus sendiri Yohaes 2:19-21 Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” (20) Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” (21) Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Bait Suci sorgawi adalah orang percaya (warga kerajaan Allah/ Filipi 3:20 ) Yohanes 15:5 menyatakan bahwa Yesus adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah rantingnya, hal ini memiliki maksud yang sama bahwa Yesus adalah bait Allah itu dan orang percaya adalah bagian dari bait Allah itu. Itulah sebabnya bait Allah juga melambangkan orang percaya, yakni calon penghuni sorga • 1 Kor 3:16-17 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. • 1 Kor 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait, Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Bait Suci Sorgawi adalah keberadaan Bapa dan Anak Domba (Yesus) Wahyu 21:22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Berdasarkan ayat Alkitab di atas maka bilik suci melambangkan Yesus sang Anak Allah (Anak Domba) dan Bilik Maha suci melambangkan Allah Bapa Yang Maha Kuasa. Karena antara Bilik Suci dan Maha Suci hanya merupakan satu bangunan yang ruangannya hanya dipisahkan oleh sebuah tirai, maka perlambangan ini klop dengan pernyataan dalam Yohanes 10 : 30 “Aku dan Bapa adalah satu.” Juga klop dengan ayat dalam Yohanes 17 : 21-23 bahwa orang percaya menjadi satu, sama seperti Yesus dan Bapa adalah satu (Bapa di dalam Yesus, Yesus di dalam Bapa, orang percaya ada di dalam Bapa dan Yesus. Yohanes 17:21-23 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (22) Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: (23) Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Oleh karena Kota Yerusalem Sorgawi adalah kediaman Bapa Sorgawi dengan Anak Domba (Yesus Kristus) bersama dengan pengikutnya (Wahyu 21:3) itulah sebabnya Yohanes tidak melihat lagi bait suci fisik seperti yang ada di Yerusalem duniawi. Tetapi yang terlihat oleh Yohanes dalam penglihatan itu ialah BAPA-YESUS-PENGIKUTNYA (Bait Suci yang Sejati) • … Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu (Wahyu 21:22 TB LAI) • … for the Lord God Almighty and the Lamb are the temple of it (Rev 21:22 KJV) • Wahyu 21:22 BIS … sebab Rumah Allahnya ialah Tuhan sendiri, Allah Yang Mahakuasa, dan Anak Domba itu. Arti dari Imam Besar Masuk Ke dalam Bilik Maha Kudus. Alkitab juga mengatakan bahwa hanya Imam Besar saja yang boleh masuk ke dalam Bilik Yang Maha Kudus setiap tahun untuk melakukan pendamaian (grafirat). Pelayanan ini melambangkan pelayanan Yesus Kristus di sorga. Hal ini dipertegas dalam kitab Ibrani ; • Ibrani 8:5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: “Ingatlah,” demikian firman-Nya, “bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.” • Ibrani 9:7 tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar. Imam Besar yang sejati ialah Yesus Kristus. Imam Besar yang masuk ke dalam bilik Yang Maha Kudus mempersembahkan darah domba jantan, hal ini melambangkan Kenaikan Yesus Kristus ke sorga menghadap ke hadirat ALLAH BAPA YANG MAHA KUASA, untuk mempersembahkan darah-Nya yang tidak bercacat cela. Dan Yesus Kristus duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa. • Markus 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. • Kisah Para Rasul 7:55-56 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. (56) Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” • Ibrani 8:1 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, • Ibrani 9:11-12 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — (12) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. • Ibrani 9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. Yesus satu – satunya jalan kepada BAPA. Mengapa hanya Imam Besar saja yang boleh masuk ke dalam bilik yang Maha Kudus ?. Hal ini melambangkan bahwa hanya Yesus sajalah satu – satunya jalan, kebenaran, hidup dan pengantara kepada kepada BAPA SORGAWI, tidak seorangpun yang sampai kepada BAPA, kalau tidak melalui Yesus Kristus. Tahun Berapakah Yesus disalib, bangkit dan naik ke Sorga ? Untuk mengetahui tahun penyaliban Yesus kita harus melihat beberapa laporan sejarah di bawah ini : • Kamus Alkitab LAI 2002 hal 325, menyatakan bahwa Pontius Pilatus memangku jabatan gubernur Romawi atas Yudea, Samaria dan Idumea , tahun 26-36 Ses. Mas. Ia memegang peranan pokok dalam pengadilan Yesus (Mrk- 15:1-15). Jadi kenaikan Yesus Kristus ke sorga sekitar tahun 26 – 36 Masehi. • Buku Sejarah Dunia Kuno hingga Jatuhnya Roma halaman 816, yang ditulis oleh Susan Wise Bauer seorang pengajar di College of Wiiliam and Maty di Virginia U.S.A. Dalam buku tersebut menerangkan tentang laporan Tacitus kepada Kaisar Tiberius (14 M – 37) setelah peristiwa eksekusi Yesus dari Galilea dengan penyaliban sesuai standar hukum Romawi, pada tahun 31 M, Kaisar Tiberius menghadapi rencana kudeta yang didalangi oleh Lucius Aelius Sejanus pimpinan pengawal Pretoria, setelah Tiberius Meninggal. Berarti Penyaiban Yesus terjadi sebelum kudeta Sejanus yakni sekitar tahun 30 – 31 Masehi. (Hal ini mendukung Lukas 3:1) • Sarapan Pagi Biblika Selasa tanggal 20 Juni 2006 (“http://www.sarapanpagi.org/kapan-yesus-kristus-disalib-vt306.html”) adalah sebuah kajian sejarah masalah penyaliban Yesus: Kajian yang sangat mendalam ini menyatakan bahwa sesuai dengan kalender Yahudi penyaliban Yesus jatuh pada hari Erev Pesakh atau hari persiapan Paskah (Yohanes 19:14) yang mana jatuh pada tanggal 14 bulan Nisan tahun 3790 (kalender Yahudi) atau tanggal 4 April tahun 30 Masehi. Oleh karena Yesus masih ada di bumi sekitar empat puluh hari sesudah Ia bangkit dari kematian, berarti Yesus naik ke Surga sekitar bulan Mei tahun 30 Masehi, Jadi Yesus memasuki Bilik Maha Kudus yang artinya Yesus naik ke Sorga menghadap Bapa sorgawi dan duduk di sebelah kanan Allah sekitar bulan Mei tahun 30 Masehi. Penghakiman Tidak Pernah Dimulai Tahun 1844. Inilah beberapa kesaksian otentik dari Alkitab yang membantah nubuat nabiah Ellen G.White yakni nubuat yang menyatakan bahwa penghakiman dimulai tahun 1844. 1. Kesaksian Rasul Petrus (± 64 Masehi) Sejarahwan Alkitab memberikan penanggalan bahwa surat Petrus ditulis sekitar tahun 64 Masehi. Dengan kata lain Surat Petrus sudah ada jauh sebelum Ellen G.White lahir. Menurut kesaksian Petrus sekitar tahun 64 Masehi bahwa penghakiman telah dan sementara berlangsung. Dan bukan baru dimulai tahun 1844 seperti yang dinubuatkan nabiah Ellen G.White. 1 Petrus 4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Catatan : kata “ telah” yang digaris bawahi dalam ayat di atas mendakan waktu yang sudah berlalu pada saat itu (tahun 64 Masehi). 2. Kesaksian Tuhan Yesus (± tahun 30 Mesehi) Sejarahwan Alkiab memberikan penanggalan bahwa kitab Injil Yohanes ditulis sekitar tahun 50 Masehi. Demikian juga sejarah kehidupan Yesus, para pakar Alkitab memberikan penggalan sejarah pelayanan Yesus di bumi sekitar tahun 27 hingga 30 Masehi. Dan kehidupan Yesus di bumi tidaklah sejaman nabi palsu Ellen G. White dan itu sangat pasti dan tidak bisa dibantah. Jadi Yesus memberikan kesaksian tentang penghakiman antara tahun 27 hingga 30 Masehi bahwa pengahakiman sementara berlangsung atas dunia ini. Yohanes 12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; 3. Manusia pertama dibuktikan berdosa . Semua orang Kristen tahu dan setuju bahwa Adam adalah manusia pertama yang pertama kali dinyatakan berdosa. Yang mana tercatat dalam Kitab Kejadian pasal 3 bahwa Adam dinyatakan telah berdosa karena makan buah pohon yang dilarang oleh Allah. Adam dinyatakan berdosa melalui penghakiman yang dilakukan oleh Allah sendiri. Seandainya tidak ada penghakiman waktu itu Adam tidak pernah dinyatakan berdosa, oleh karena dosa dimulai oleh Adam, inilah yang membuktikan bahwa penghakiman terhadap manusia itu dimulai sejak Adam. Hanya saja pelaksanaan eksekusi bagi yang divonis hukuman mati (neraka) belum dilaksanakan, nanti pada hari kiamat baru eksekusi itu dilaksanakan. Dari kajian yang mendalam di atas kita dapat membuktikan bahwa : • Nubuatan Ellen G.White yang menyatakan bahwa Yesus baru memulai penghakiman pada tanggal 22 Oktober 1844 adalah tidak benar dan cuma rekayasa atau khayalan kosong. Karena pada zaman Yesus saja penghakiman sudah sementara berlangsung ( Yoh 12:31) • Ellen G White adalah orang yang tidak paham dan tidak mengerti arti bait suci sorgawi, sehingga menyamakannya dengan Bait Suci di Yerusalem duniawi yang sudah dirobohkan oleh Jenderal Titus dari Romawi pada tahun 70 Masehi. • Maka nubuatan yang berkaitan dengan tahun 1844 sudah pasti tidak benar • Karena terbukti nubuatannya tidak benar maka tidak salah bila nubuatan tersebut dicap sebagai nubuatan palsu, karena sudah pasti nubuat palsu adalah pekerjaan nabi palsu, maka Ellen G. White adalah nabi palsu. • Gereja yang didirikan oleh Nabi Palsu Ellen G. White adalah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh maka Gereja tersebut adalah gereja nabi palsu. Dan orang yang masuk gereja tersebut adalah pengikut nabi palsu. • Menurut Alkitab, Nabi palsu dengan pengikutnya akan di binasakan dalam lautan Api alias neraka, maka orang yang secara sadar menyokong dan mengikuti Ajaran/doktrin gereja palsu (gereja Advent) akan dibinasakan dalam api neraka (Wahyu 14: 19; 19:20; 20:10) Tulisan Ny. Ellen G White lebih dari Pekerjaan Nabi (Alkitab) Orang orang Advent sangat percaya bahwa tulisan – tulisan Nabi Palsu Ellen G. White memiliki otoritas Ilahi yang melebihi pekerjaan nabi. Pernyataan ini diputuskan pada Konferensi Umum Se-dunia. Pada dokumen A Statement of Confidence in the Spirit of Prophecy tanggal 30 Juni 1995 menyatakan bahwa Ellen White “melakukan pekerjaan nabi, dan bahkan lebih”, dan tulisannya “membawa otoritas ilahi, baik untuk hidup saleh dan untuk ajaran gereja”, dan menganjurkan, “sebagai gereja kita mencari kuasa Roh Kudus untuk menerapkan nasihat yang diilhami yang terkandung dalam tulisan-tulisan Ellen G White pada kehidupan kita.” Sesuai dokumen A Statement of Confidence in the Spirit of Prophecy tanggal 30 Juni 1995 berarti Ellen White melebihi pekerjaan nabi. Jadi Ellen G. White melebihi pekerjaan nabi Musa, Yosua, Daud, Yehezkiel, Yesaya, Daniel dll. Yesus juga dipanggil nabi ketika ia menjelma menjadi manusia, maka tulisan Ellen G. White melebihi Alkitab bahkan melebihi pekerjaan Yesus. Secara tidak langsung Gereja Advent telah menobatkan nabi palsunya manjadi setara bahkan melebihi Allah. Sehingga dapat dikatakan bahwa Allah gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sebenarnya adalah Ellen G White. Dalam dokumen Resolution on the Spirit of Prophecy tanggal 3 Juli 2005 tertulis, “kami menegaskan peran penting tulisan-tulisan Ellen G. White masih berperan dalam menuntun gerakan Adventist dan dalam mempertahankan persatuan Gereja dunia. Akibatnya, kami menyerukan kepada angota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di seluruh dunia dengan doa mempelajari tulisan-tulisannya, dalam rangka memahami lebih penuh tujuan Allah bagi umat-umat-Nya.” Buku – buku tersebut telah disebar luaskan oleh kaki tangan nabi palsu yang mengaku Penginjil Literatur, mereka dari rumah ke rumah menjual buku – buku yang meyesatkan orang percaya dengan harga berlangit – langit untuk membiayai aktifitas peyesatan mereka. Korban penyesatan mereka sudah banyak. Banyak nabi palsu telah muncul dan pergi ke seluruh dunia untuk menyesatkan manusia. Tetapi, Iblis, Nabi Palsu dan pengikutnya akan disiksa siang dan malam sampai selama – lamanya. Salah satu gereja nabi palsu ialah Gereja Advent. Maka orang yang dengan sadar mengkuti ajaran gereja nabi palsu akan disiksa dalam api neraka siang dan malam sampai selama – lamanya. Camkalah !!! jangan sampai anda terjebak oleh ajaran gereja Advent ini. Referensi : • Book Selected Messages Volume I hal 125, • Ellen G. White, MARANATHA, Tuhan Datang hal 93, Indonesia Publishing House, ISBN 979-504-048-0 • Buku Seminar Wahyu Halaman 125, 260. • E. G. W., Alfa dan Omega Jilid 8 Kemenangan Akhir hal. 508 Indonesia Publishing House, ISBN979-504-124-X • E.G.W, The Great Controversi pg 422, 424, 436 • Harold E. Metcalf, Suplemen Alkitab, Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab hal 66. LAI 2002. • SDA, 28 Uraian Doktrin Dasar Alkitabiah, IPH hal 353-367, ISBN: 979-504-171-1 • Alkitab LAI 2002 • Kamus Alkitab LAI 2002 hal 325 • Bauer, Susan Wise, Sejarah Dunia Kuno, PT Gramedia 2007, p.816, ISBN 978-979-27-9034-6 • “http://www.sarapanpagi.org/kapan-yesus-kristus-disalib-vt306.html” • Archer, Gleason, L., Encyclopedia of Bible Difficulties, 1994 Revised Edition, 1982, Zondervan Publishing House, p. 363-364 • Jay Smith, Alex Chowdhry, Toby Jepson, James Schaeffer, 101 Contradictions in the Bible Cleared Up • Dasar-Dasar Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh no 18 • http://www.adventist.org/beliefs/statements/main-stat24.html • A Statement of Confidence in the Spirit of Prophecy; Pernyataan ini diputuskan pada the 56th General Conference Session di Utrecht, the Netherlands, tanggal 30 Juni 1995. • Resolution on the Spirit of Prophecy; Pernyataan ini diputuskan pada the 58th General Conference Session di St. Louis, Missouri, USA, tanggal 3 Juli 2005. NUBUAT YANG KEDUA Satu – Satunya Gereja Umat Sisa yang benar dan yang dinubuatkan Peraturan Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Revisi 2005, Edisi ke-17, Percetakan Advent Bandung, 2006, Halaman 34 Mata Rantai Nubuat Palsu. Mata rantai nubuat palsu Ellen G. White ialah nubuat yang menyatakan bahwa : • Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah satu – satunya gereja Allah yang benar, yang muncul sesuai dengan akhir nubuatan tahun 1844. • Umat Sisa * yang benar juga mucul pada tahun 1844. *Pengikut William Miller yang tidak menyerah seperti Ellen Gould White, Hiram Edson, James White mengklaim diri sebagai Sisa dari Umat Allah yang benar, ( jadi anggota gereja lain bukan umat Allah) Penetapan tanggal dan tahun nubuat Ellen G. White didasarkan pada kesalahan William Miller dalam menafsirkan ayat Alkitab yaitu penglihatan Nabi Daniel (Daniel 8:14) yang berbunyi demikian : • Daniel 8:14 TB LAI Maka ia menjawab: “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.” • Daniel 8:14 (Bahasa Indonesia Sehari – hari) LAI Kudengar malaikat yang satu lagi menjawab, “Sampai 1.150 hari lagi. Selama itu kurban petang dan kurban pagi tidak dipersembahkan. Setelah itu barulah rumah ibadat akan dipulihkan.” • Daniel 8:14 (Jerusalem Publication Society Bible) And he said unto me: ‘Unto two thousand and three hundred evenings and mornings; then shall the sanctuary be victorious.’ Kesalahan I Letak kesalahan William Miller ialah kesalahan tafsiran peristiwa dua ribu tiga ratus petang dan pagi (2300 petang dan pagi) dalam Daniel 8:14. Miller menafsirkan bahwa peristiwa ini dimulai dari tahun 457 SM hingga 1844 M. Mengapa sampai Miller menafsirkan demikian ? Karena Miller menganggap bahwa 2300 petang-pagi sama dengan 2300 tahun dengan dalil Yehezkiel 4:6 yang sangat tidak relevan dengan Daniel 8:14. Kenyataan ini membuktikan bahwa Miller dan muridnya Ellen G. White benar – benar tidak memahami konteks ayat tersebut baik dari segi bahasa aslinya maupun dari segi historisnya. Pada hal peristiwa selama 2300 petang dan pagi dalam Daniel 8:14 merujuk pada persembahan korban harian yang terjadi sebanyak dua kali yaitu : PETANG dan PAGI seperti yang tercatat dalam Keluaran 29:38-39, 1Tawarik 16:4, Daniel 8:13) • Keluaran 29:38-39 “Inilah yang harus kauolah di atas mezbah itu: dua anak domba berumur setahun, tetap tiap-tiap hari. (39) Domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi dan domba yang lain kauolah pada waktu senja. • 1 Tawarikh 16:40 Setiap pagi dan petang mereka harus mempersembahkan kurban bakaran di atas mezbah sesuai dengan hukum-hukum yang diberikan TUHAN kepada orang Israel. • Daniel 8:11-13 Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya. (12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apapun yang dibuatnya, semuanya berhasil. (13) Kemudian kudengar seorang kudus berbicara, dan seorang kudus lain berkata kepada yang berbicara itu: “Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?” Maka Daniel 8:14 menunjuk pada korban persembahan sehari –hari yang tidak dipersembahkan selama 2300 petang dan pagi karena Antiochus IV Epipanes, Raja Seleucid merebut kota Yerusalem dan menajiskan Bait Suci dengan melakukan ritual pemujaan atau kebaktian kepada Zeus, dewa sesembahan orang Yunani. Ritual inilah yang dimaksud “ kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari ” Kesalah II Kesalahan William Miller yang kedua ialah menganggap 2300 petang dan pagi sama dengan 2300 hari, dan 2300 hari sama dengan 2300 tahun. Miller menghitung 1 (satu) petang dan pagi sama dengan 1 hari, dengan menggunakan dalil satu hari = satu tahun dalam Yehezkiel 4:6 sehingga 2300 hari menjadi 2300 tahun. Namun sayang sekali 2300 petang dan pagi dalam Daniel 8:14 tidaklah sama dengan 2300 hari yang disamakan dengan 2300 tahun. Tetapi itu adalah waktu yang hanya berjumlah 1.150 hari atau hanya ± 3 tahun lebih. Mari kita buktikan dengan Alkitab bahwa Satu hari dihitung dari petang hingga petang. Perhitungan Hari dalam Alkitab Berdasarkan perhitungan waktu dalam Alkitab seperti yang tertulis dalam Kitab Imamat 23 : 32 memberi keterangan waktu perayaan hari Sabat yang dimulai dari Petang (jumat) hingga Petang (Sabtu) atau satu hari penuh (24 Jam). Jadi perhitungan hari dalam Alkitab dimulai dari petang hingga petang. cara perhitungan inilah yang dipakai oleh orang Israel, yang juga diikuti oleh Gereja Advent sendiri, dalam menghitung waktu perayaan hari sabat yakni dari petang hingga petang. • Versi Terjemahan Baru LAI 1974 Imamat 23:32 Itu harus menjadi suatu sabat, hari perhentian penuh bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Mulai pada malam tanggal sembilan bulan itu, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, kamu harus merayakan sabatmu.” • Versi Bahasa Indonesia Sehari – Hari LAI 1994 Imamat 23:32 Mulai dari saat matahari terbenam pada tanggal sembilan bulan itu sampai saat matahari terbenam pada tanggal sepuluh, harus kamu rayakan seperti hari Sabat, hari yang khusus untuk istirahat. Sepanjang hari itu kamu harus berpuasa. Catatan : Matahari terbenam = Petang atau Senja, maka dari matahari terbenam sampai matahari terbenam artinya dari petang sampai petang Perhatikan juga ayat berikut yang menyatakan siang terdiri dari 12 jam (demikian juga malam terdiri dari 12 jam) • (Yohanes 11:9 KJV) Jesus answered, are there not twelve hours in the day ? If any man walk in the day, he stumbleth not, because he seeth the light of this world. • (Yohanes 11:9 Textus Receptus) απεκριθη ο ιησους ουχι δωδεκα εισιν ωραι της ημερας εαν τις περιπατη εν τη ημερα ου προσκοπτει οτι το φως του κοσμου τουτου βλεπει • (Yohanes 11:9 BIS) “Bukankah siang hari lamanya dua belas jam?” kata Yesus. “Orang yang berjalan di waktu siang, tidak tersandung sebab ia melihat terang dunia ini. • (Yohanes 11:9 TB) Jawab Yesus: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Gambar perhitungan Hari dalam Alkitab. Berdasarkan gambar perhitungan hari di atas kita mendapatkan bahwa : Satu hari terdiri dari Malam (12 Jam) dan Siang (12 Jam). Dimana MALAM dimulai dari Petang hingga Pagi, dan SIANG dimulai dari Pagi hingga Petang. Sehingga 2300 Petang dan Pagi sama dengan 2300 Malam, dan 2300 Malam sama dengan 1.150 hari. Hasil perhitungan ini sama dengan perhitungan dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari – Hari yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 1994. Daniel 8:14 Kudengar malaikat yang satu lagi menjawab, “Sampai 1.150 hari lagi. Selama itu kurban petang dan kurban pagi tidak dipersembahkan. Setelah itu barulah rumah ibadat akan dipulihkan.” Sejarah Penajisan Bait Suci Oleh Antiochus Epipanes. Seperti yang telah disinggung bahwa Antiochus IV Epipanes adalah penyebab utama sehingga persembahan korban sehari –hari tidak dapat dipersembahkan selama 2300 petang dan pagi atau 1.150 hari. Dan inilah bukti – bukti sejarah tentang Antiochus Epipanes yang menajiskan bait Suci itu. 1. Buku Sejarah Dunia Kuno yang ditulis oleh Susan Wise Bauer dimana kutipan buku tersebut diambil dari buku War Of the Jews 1:1:1-2 karya seorang sejarahwan Yahudi terkenal yang bernama Josephus, dan Buku Whole Josephus halaman 546. Dalam buku Sejarah Dunia Kuno halaman 732 tertulis : “ Pada saat yang bersamaan Anthiochus yang disebut Epiphanes itu bertengkar dengan Ptolemeus tentang haknya atas seluruh Suriah, …. Lalu ia (Epiphanes) mendatangi kaum Yahudi dengan membawa banyak pasukan, merebut kotanya dengan kekerasan, dan memukul lebih banyak lagi pihak – pihak yang lebih suka pada Ptolemeus, dan …merampas kuil…..perampasan kuil ini murni tindakan oportunitis Antiochus sudah bangkrut dan memerlukan harta karun suci itu. …dan menyembelih warga negara Yerusalem. Serta menempatkan Garnisium untuk menjaga kaum Yahudi tetap setia. Garnisium merupakan prosedur standar bagi seorang penakluk. … 2. Dari Wikipedia tentang Antiochus IV Epiphanes berbunyi While Antiochus was busy in Egypt, a rumor spread that he had been killed. The deposed High Priest Jason gathered a force of 1,000 soldiers and made a surprise attack on the city of Jerusalem. The High Priest appointed by Antiochus, Menelaus, was forced to flee Jerusalem during a riot. On the King’s return from Egypt in 167 BC enraged by his defeat, he attacked Jerusalem and restored Menelaus, then executed many Jews.[6]“ 3. Jewish Virtual Library- Hannukah – Chanukah. More than a century later, a successor of Alexander, Antiochus IV was in control of the region. He began to oppress the Jews severely, placing a Hellenistic priest in the Temple, massacring Jews, prohibiting the practice of the Jewish religion, and desecrating the Temple by requiring the sacrifice of pigs (a non-kosher animal) on the altar. Two groups opposed Antiochus: a basically nationalistic group led by Mattathias the Hasmonean and his son Judah Maccabee, and a religious traditionalist group known as the Chasidim, the forerunners of the Pharisees (no direct connection to the modern movement known as Chasidism). They joined forces in a revolt against both the assimilation of the Hellenistic Jews and oppression by the Selucid Greek government. The revolution succeeded and the Temple was rededicated. According to tradition as recorded in the Talmud, at the time of the rededication, there was very little oil left that had not been defiled by the Greeks. Oil was needed for the menorah (candelabrum) in the Temple, which was supposed to burn throughout the night every night. There was only enough oil to burn for one day, yet miraculously, it burned for eight days. An eight day festival was declared to commemorate this miracle. 4. Ensiklopedi Indonesia, Edisi Kusus, diterbitkan oleh PT Ichtiar Baru –Van Hoeve bekerja sama dengan Elsevier Publishing Projects. Buku esiklopedi ini telah disahkan penggunaannya dengan keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan no 028/c/Kep/R/1991, tanggal 2 Februari 1991. Pada hal 2072 tertulis : • Hari Raya Yahudi; hari raya kaum Maccabe yang disebut Hanukkah atau Khanukah yaitu hari raya lampu untuk merayakan diserahkannya kembali kuil Yerusalem ( tahun 165 SM). Biasanya jatuh dalam bulan Desember dan dirayakan selama 8 hari. • Kaum Maccabe juga disebut kaum Hasmonea atau Asmonea. Keluarga Yahudi dari abad ke 2 dan ke 1 sebelum Masehi yang memimpin kehidupan politik dan keagamaan Yahudi. Pendeta Mattathias dari keluarga ini menentang peyunanian atas Yahudi oleh raja Suriah, oleh Antiochus (175-164 SM). Mattathias gugur dalam perlawanan itu (166 SM) dan digantikan oleh anaknya Yudas Maccabeus yang terbunuh pula (161 SM)… Itulah beberapa fakta sejarah yang mengungkapkan tentang kehidupan seorang Raja Seleucid yang bernama Antiochus IV Epiphanes yang ada di balik Daniel 8:14 Rentetan Peristiwa Penting Raja Antiochus IV Epiphanes • Antiochus IV Epiphanes adalah putera dari Raja Antiochus III the Great • Antiochus IV Epiphanes lahir pada tahun 215 seb. Masehi • Masa Pemerintahan Antiochus IV Epiphanes tahun 175 s.M sampai 164 s.M • Peristiwa penting Sekitar tahun 168 s.M, titik awal penguasaan Yerusalem dan Bait Suci. • Pertengahan tahun 168 Raja Mesir yang muda Ptolemeus III, menutut kekaisaran Seleucid agar mengembalikan tanah – tanah semit Barat (Kerajaan Israel tua, Yehuda, Suriah) yang telah diambil oleh Raja Antiokhus III • Menjelang akhir tahun 168 Antiochus IV Epiphanes menyerang Alexandria, sementara itu Senat Romawi mendatangi Antiochus IV Epiphanes dan memberikan tuntutan agar Atiochus mundur dan membiarkan Mesir diurus oleh Ptolemeus. • Pada Tahun 167 s.M. terdengar berita bahwa Antiochus IV Epiphanes meninggal, akhirnya sebagian kaum Yahudi dibawah pimpinan Imam Besar Yason dengan pasukan kurang lebih 1000 orang melancarkan pemberontakan menyerang Yerusalem. Setelah berita huru hara ini diketahui oleh Antiochus IV Epiphanes, dengan penuh kemarahan segera meninggalkan Mesir dan memasuki Yerusalem, merebut bait suci dan melakukan pembantaian dan kekejaman terhadap penduduk Yerusalem yang tidak mau tunduk kepadanya. Tidakan ini mendapat perlawanan dari kaum Yahudi dibawah pimpinan Imam besar Mattatias. • Pada tahun 166 s.M Mattatias gugur dalam pertempuran, kepemimpinannya dilanjutkan oleh anaknya Yudas Makabeus. • Tahun 165s.M. kaum Yahudi dibawah pimpinan Yudas Makabeus merebut Kota Yerusalem dan Bait Suci serta memperoleh kemerdekaan, Antiokhus Epiphanes meninggal. • Desember tahun 164 s.M Bait suci didedikasikan/ditahbiskan kembali Kekejaman, dan Penajisan Bait Suci. Menurut Sejarahwan Josepus dalam bukunya War Of the Jews 1:1:1–2 tindakan Antiochus IV Epiphanes untuk menaklukkan warga Yahudi sangat biadab dimulai pada tahun 167 SM tindakan biadab yang dilakukan Antiochus adalah seperti berikut : • Mengubah cara pemujaan di kuil (bait Allah) sehinggaYahweh, Allah orang Yahudi disamakan dengan dewa Zeus. Kepala dewa Zeus kemudian dipuja sebagai manifestasi pribadi Antiochus Epiphanes.”epifani/titisan/perwujudan” atau wahyu dari Yahweh –Zeus di dunia.(Ibid. hal 424) • Antiochus menginginkan agar orang Yahudi menyajikan kurban untuk Zeus yakni daging babi (daging yang haram bagi orang Yahudi spt dlm Imamat 11 :7) dan merayakan ulang tahunnya sendiri sebagai perayaan reigius. • Melarang orang Yahudi memiliki dan membaca salinan kitab Taurat. Siapa yang kedapatan memiliki kitab suci itu dihukum mati. • Melarang orang Yahudi melakukan penyunatan. • Bait Suci dibaktikan kepada dewa Zeus. • Orang Yahudi dilarang merayakan hari Sabatnya. • Orang Yahudi dipaksa makan daging babi, daging yang diharamkan dalam Kitab Kemajuan kejahatan itu sangat berat rasanya dan sulit bagi orang Yahudi. Bait Suci dipenuhi oleh orang-orang asing dengan kemesuman dan foya-foya. Mereka melepaskan nafsunya dengan pelacur-pelacur suci dan bercampur dengan perempuan di pelataran suci dan mereka membawa masuk macam-macam barang yang tak pantas. Mezbah ditimbuni dengan barang-barang haram yang terlarang oleh hukum Taurat. Orang tidak boleh lagi merayakan hari Sabat dan hari-hari raya nenek moyang, bahkan orang tidak boleh mengaku dirinya Yahudi. Tiap-tiap bulan pada hari kelahiran raja orang dibawa dengan paksaan kepada perjamuan korban dan pada pesta dewa Dionisius orang dipaksa ikut serta dalam perarakan sambil mengenakan karangan-karangan daun pasang-pasang untuk menghormati dewa Dionisius. Atas anjuran orang-orang Ptolemais maka dikeluarkanlah suatu penetapan untuk semua kota Yunani di sekitarnya, supaya tindakan-tindakan yang sama diambil terhadap orang-orang Yahudi yang ada di situ juga, sehingga merekapun ikut serta dalam perjamuan korban itu. Orang yang tidak mau beralih kepada tata cara Yunani harus digorok semua. Dengan demikian orang sudah dapat memfirasatkan kesusahan yang mendekat. Misalnya: Dua perempuan yang telah menyunatkan anaknya dihadapkan ke pengadilan. Kanak-kanak itu digantungkan pada buah dada mereka, lalu mereka dibawa berkeliling di kota di depan umum, sebelum dicampakkan dari atas tembok kota. Terjadi pula bagi tujuh orang bersaudara serta ibu mereka ditangkap. Lalu dengan siksaan cambuk dan rotan mau dipaksa oleh sang raja untuk makan daging babi yang haram. Maka seorang dari antara mereka, yakni yang menjadi juru bicara, berkata begini: “Apakah yang hendak baginda tanyakan kepada kami dan apakah yang hendak baginda ketahui? Kami lebih bersedia mati dari pada melanggar hukum nenek moyang.” Maka geramlah sang raja, lalu diperintahkannya untuk memanaskan kuali dan kancah. Segera setelah semuanya menjadi panas diperintahkanlah oleh sang raja, agar lidah juru bicara itu dipotong, kepalanya dikuliti dan tangan serta kakinya dikerat dengan disaksikan oleh saudara-saudara lain itu serta ibu mereka. Setelah orang itu dipuntungkan seluruhnya, maka sang raja menyuruh untuk membawa orang yang masih bernafas itu ke api dan menggorengnya di dalam kuali. Sementara uap dari kuali itu merata luas, maka saudara-saudara lain serta ibu mereka saling mengajak untuk mati secara perwira. Kemerdekaan Yahudi –Yudas Makabeus- Hanukkah Tindakan Raja Antiochus IV Epiphanes itu merupakan penghujatan yang sangat mengerikan. Sehingga tindakan ini menimbulkan pemberontakan Yahudi dibawah pimpinan Yudas Makabeus. Orang Yahudi di bawah pimpinan Yudas bertempur dengan pasukan Antiochus selama kurang lebih tiga tahun. Pada tahun 165 S.M. Yudas Makabeus berhasil merebut Yerusalem dan kuil/bait Allah dari Antiokhus. Baru pada bulan Desember 164 Bait suci baru ditahbiskan kembali. Hari Raya Penahbisan Bait Suci ini dalam bahasa Ibrani disebut חנכּה (chănukkâ), Hanukkah biasa juga disebut hari raya lampu yang biasa diperingati orang Yahudi setiap bulan Desember. Injil Yohanes juga mencatat perayaan Hanukkah atau Penahbisan Bait suci pada jaman Yesus tercatat dalam Yohanes 10: 22. Hal ini didukung oleh beberapa komentator Alkitab seperti A.T. Robertson, Adam Clarke, Albert Barnes sera kamus Bahasa Ibrani – Yunani, Semuanya memberi komentar yang sama bahwa ayat tersebut menunjuk pada peringatan hari penahbisan bait suci (Hanukkah) dimana peringatan ini bertalian dengan kekejaman Antiochus Epipanes. Ketepatan Waktu. Sudah diuraikan di atas bahwa 2300 petang dan pagi sama dengan 1.150 hari atau 3 tahun lebih, yang mana hal tersebut menunjuk pada sejarah kekejaman dan penghujatan Antiochus IV Epipanes selama tiga tahun lebih yang dimulai dari akhir tahun 168 S.M. ketika Senat Romawi mendatangi Antiochus IV Epiphanes dan memberikan tuntutan agar Antiochus mundur dan membiarkan Mesir diurus oleh Ptolemeus hingga tahun 164 S.M yakni ketika bait suci didedikasikan kembali. Perhatikan garis waktu di bawah ini. Garis Waktu 2300 Petang dan Pagi Kesalahan William Miller. Dari uraian di atas kita sudah mengetahui faktor kesalahan William Miller yaitu masalah penetapan 2300 petang dan pagi menjadi 2300 tahun. Yang seharusnya menurut Alkitab 2300 petang dan pagi hanya 3 ½ tahun penaggalan Yahudi. Kesalahan William Miller berlanjut dengan menetapkan akhir 2300 tahun pada tanggal 22 Oktober 1844 sebagai tanggal kedatangan Yesus yang kedua kali ke dunia ini. Tetapi buktinya Yesus Kristus tidak datang pada tanggal 22 Oktober 1844. Hal ini menjadi penentangan terhadap pernyataan Yesus bahwa soal kedatangan-Nya tidak seorang pun yang tahu,bahkan Yesus sendiri tidak tahu. Kesalahan tafsir William Miller mengenai Daniel 8:14, tetap diteruskan sampai saat ini oleh murid – muridnya yang tidak jera dan tidak bertobat dari kesalahan gurunya (Misalanya Ellen G white, Nabiah Advent). Murid William Miller inilah yang kemudian hari mendirikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Sehingga bisa dikatakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berdiri di atas kesalahan William Miller. Ibarat rumah yang didirikan di atas pasir. Kesalahan tersebut menjadi bukti kepalsuan seluruh nubuatan Ellen G. White. Sehingga nubuatan Ellen G. White yang mengatakan bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah satu satunya Gereja yang benar, Umat Gereja Advent adalah Umat Sisa yang paling benar, Ellen G White adalah seorang yang diberi karunia bernubuat, dan nubuat lain yang dicetuskan oleh Ellen G White SEMUANYA PALSU, dan Gereja Advent buatan Ellen G. White adalah Gereja Nabi Palsu sekalipun mengaku – ngakau percaya kepada Yesus. bukankah gereja palsu juga berseru Tuhan – Tuhan, bernubuat, membuat mujizat, mengusir setan memakai nama Yesus ? Yesus mengatakan bahwa mereka dalah pembuat kejahatan. Matius 7:22-23 TB Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Referensi • 28 Uraian Doktrin Dasar Alkitabiah, IPH, hal 193, kol 2, paragraph 2 • Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab, oleh Harold E. Metcalf, hal 64 – 66 BAGIAN KELIMA Tidak Menghargai Pengorbanan Yesus Hukuman yang paling berat ialah orang yang merendahkan pengorbanan Yesus, (Ibr 10 :29) dan akibat dari nubuat palsu Ellen G.White ialah merendahkan pengorbanan Yesus. Mengapa demikian ? Seandainya nubuat Ellen G. White ini benar maka Adam dan orang yang hidup sebelum tahun 1844 tidak berdosa karena belum ada penghakiman pada waktu itu. Sehingga nubuat ini membuat pekerjaan Allah, dari Adam hingga tahun 1844 hanya sia – sia belaka, kematian Yesus pada tahun 30 Masehi tidak ada artinya atau sia – sia saja. Maka penyesatan nabi Ellen G. White ini betul – betul mengerikan. Tirai Bait Suci Sudah Terbelah Dua Apabila kita analisa lebih lanjut soal nubuat Advent ini yang menyatakan bahwa bait suci di sorga sama seperti bait suci di bumi, yang terdiri dari bilik suci dan bilik yang maha suci. Dan antara bilik suci dan maha suci dipisankan dengan sebuah tirai. Yang mana merupakan, gambaran, lambang atau bayangan (Kol 2:17, Ibrani 8:5, Ibrani 10:1). Ketika Yesus mepersembahkan korban yang sempurna di kayu salib yaitu tubuh-Nya (bait-Nya) sendiri, tirai bait suci sudah terbelah dua artinya Yesus telah membuka jalan keselamatan umat manusia kepada Bapa di Sorga. Dan setelah ia mempersembahkan diri-Nya di kayu salib, Yesus masuk ke bilik Yang Maha Kudus – artinya Yesus menghadap hadirat Bapa Di sorga dan duduk disebelah kanan Bapa Sorgawi. (Ibrani 10:12). Melalui kematian dan darah Yesuslah (Sekitar tahun 30 Masehi) yang membuka tirai/pintu sorgawi. Tirai itu sudah tidak ada – pintu sorga telah dibuka oleh Yesus. Maka barang siapa yang mengatakan dan mengajarkan bahwa tirai bait suci itu masih ada berarti mereka tidak menghargai dan menyangkali pengorbanan Yesus yang telah membuka tirai itu. Tetapi bagi ajaran Ellen G. White Jalan keselamatan yang telah dibuka oleh Yesus masih tertutup bagi mereka. karena nabi Advent mengajarkan bahwa di surga masih ada tirai yang memisahkan bilik suci dan bilik mahasuci yang dilalui Yesus pada 22 Oktober 1844. Ini berarti pegorbanan Yesus yang membuka tirai itu sama sekali tidak berguna, Dan darah Yesus itu tidak ada artinya bila dikaitkan dengan nubuatan Ellen G. White. Sungguh mengerikan. Dari bukti kepalsuan nubuatan khayalan Nabiah Advent, Ellen G White memberikan bukti bahwa sekalipun Ellen G. White mengaku percaya Yesus tetapi yang sebenarnya dia menghina darah dan kematian Yesus yang membuka pintu/tirai Sorga tahun 30 Masehi. Menurut hati nurani pembaca yang budiman adakah keselamatan bagi orang yang menghina dan menyangkali pengorbanan Yesus ? Ibrani 10:29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? BAGIAN KEENAM Fitnah Terhadap Gereja Non Advent (Antikristus Versi Gereja Adventis) Undang – Undang Hari Minggu dan Cap Setan 666 Selain merendahkan pengorbanan Yesus, Nabi Advent bernubuat bahwa gereja yang beribadah pada hari Minggu yang dipimpin oleh gereja Katolik akan berdiri menetang hukum Allah (hukum Hari Sabat) dan memberlakukan undang – undang hari Minggu. Sehingga Gereja Advent mengajarkan retorika kosong ini bahwa gereja yang beribadah pada hari Minggu yang berkoalisi dengan Amerika Serikat akan muncul memaksakan undang – undang hari Minggu dan menganiaya orang – orang yang tidak mematuhi undang – undang tersebut. Sehingga Gereja yang beribadah hari Minggu dicap sebagai gereja Antikristus. Hal ini dibuktikan dengan sebuah situs Advent yang diberi nama “ AKHIRZAMAN.ORG – Persiapan untuk sebuah kesempatan terakhir” yang berisi kutipan kutipan mengenai hari Minggu yang didasarkan pada tulisan roh nubuat karya nabiah Ellen G White’ (seperti buku Testimonies) inilah sebagian kutipan yang diposting pada hari Rabu, 25 Januari 2012 postingan ini berjudul Penghakiman bagi Orang yang hidup, pada sub judul Perintah Hukum Hari Minggu Membawa Pengadilan Bagi Orang Yang Hidup, menyatakan : 1. Pengadilan berlaku bagi orang yang hidup pada masa ketika tanda dan meterai diberikan.—“Waktu yang digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang cenderung tidak membaurkan jiwa dengan keserupaan Kristus adalah waktu yang sama yang telah hilang bagi kekekalan. Ini tidak boleh terjadi, karena setiap saat yang memuat kepentingan-kepentingan kekal. Sekarang, ketika pekerjaan besar pengadilan bagi orang yang hidup akan dimulai, akankah kita mengizinkan ambisi yang tidak kudus untuk menguasai hati dan menyebabkan kita mengabaikan pendidikan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di hari-hari yang penuh bahaya? “Dalam setiap kasus keputusan besar harus dibuat apakah kita akan menerima tanda binatang atau patungnya, atau meterai Tuhan yang hidup. Dan sekarang, ketika kita berada di perbatasan dunia kekal, apakah yang sangat berharga bagi kita selain ditemukan setia dan benar di hadapan Tuhan surgawi?” -6 Testimonies, 130:1-2 (5 Testimonies, 526:1 hampir sama). “Prinsip-prinsip yang perlu ditumbuhkan oleh orang-orang mu-da kita harus dipelihara di hadapan mereka dalam pendidikan sehari-hari, sehingga ketika undang-undang itu dikeluarkan yang menuntut semua orang untuk menyembah binatang dan patungnya, mereka dapat membuat keputusan-keputusan yang tepat, dan memiliki kekuatan untuk mengumumkan, tanpa goyah, tentang ke-percayaan mereka kepada hukum-hukum Tuhan dan iman kepada Yesus, bahkan pada saat ketika hukum Tuhan ditiadakan oleh dunia keagamaan. “Ini bukanlah saat untuk merasa malu atas iman kita. Kita adalah tontonan bagi dunia, bagi malaikat dan bagi manusia. Seluruh alam semesta memandang dengan minat yang tak dapat diungkapkan untuk melihat pekerjaan penutup dari pertentangan besar antara Kristus dan Setan. Pada masa seperti ini, ketika pekerjaan besar pengadilan bagi orang yang hidup hendak dimulai, akankah kita mengizinkan ambisi yang tidak kudus untuk menguasai hati kita? Apakah yang berharga bagi kita sekarang ini kecuali ditemukan setia dan benar di hadapan Tuhan surgawi? Apakah yang benar-benar berharga di dunia ini ketika kita berada di perbatasan dunia kekal? Pendidikan apakah yang dapat kita berikan kepada para murid di sekolah-sekolah yang begitu diperlukan sebagaimana pengetahuan tentang “Apakah kata Alkitab”?” -5 Testimonies, 525:2, 526:1. 2. Dalam pengadilan itu, ada seorang yang dicatat di dalam buku kehidupan, sementara yang lain menerima tanda pemisahan.—“Saat penghakiman adalah suatu periode yang paling khidmat, ketika Tuhan mengumpulkan umatNya dari antara lalang. Orang-orang yang telah menjadi anggota dari keluarga yang sama akan terpisah. Suatu tanda akan diberikan kepada orang-orang yang benar. “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.” Orang-orang yang telah setia kepada hukum-hukum Tuhan akan bersatu dengan persekutuan orang-orang kudus dalam terang; mereka akan memasuki pintu gerbang kota itu, dan berhak atas pohon kehidupan. Orang ini akan diambil. Namanya akan berada di dalam buku kehidupan, sementara orang-orang yang berhubungan dengan dia akan memiliki tanda pemisahan kekal dari Tuhan.” -Testimonies to Ministers, 234:2-235:0. 3. Kapankah pengadilan pemeriksaan terjadi sehubungan dengan pemeteraian? Ada hubungan yang berurutan antara pengadilan, Hukum Hari Minggu, dan pemeteraian, sebagaimana dinyatakan dalam 5 Testimonies 472-475. Kita akan membahas perkara ini dalam bagian selanjutnya dalam seri ini “Penghapusan Dosa”). Hubungan lain adalah antara pengadilan dan penampian, yang secara jelas dinyatakan dalam 5 Testimonies, 81-82. Kita telah membahas perkara ini sebelumnya dalam pelajaran tentang “Penampian.”Masa pencobaan seseorang harus berakhir sebelum pengadilan dapat berlaku atas namanya. Ini adalah dapat diduga, jikalau tidak, maka keputusan dalam kasusnya akan menjadi tidak adil, atau harus terus menerus ditinjau ulang dan diputuskan ulang. Maka pengadilan dapat berlaku bagi kasus perorangan hanya setelah masa pencobaannya secara pribadi telah berakhir. Dalam tahun 1844, pengadilan hanya dapat dimulai dengan kasus-kasus orang yang telah mati karena masa pencobaan bagi mereka telah berakhir. Ketika ketiga faktor penentu kemudian terjadi kemudian (Hukum Hari Minggu diberlakukan, manusia mengetahui permasalahannya, dan mereka membuat pilihan antara pemeliharaan hari Minggu dan kekudusan Sabat), kemudian pengadilan dan penandaan/pemeteraian dapat berlaku bagi mereka secara pribadi-pribadi. Maka secara ringkas inilah urutannya: (1) Melalui keputusan-keputusannya yang terus berlangsung, apakah ia akan menerima Kristus atau tidak, dan di dalam kekuatan-Nya, menuruti Firman-Nya, setiap jiwa sekarang sedang memutuskan tabiatnya dan nasib akhirnya. (2) Hukum hari Minggu diberlakukan. (3) Orang-orang mengetahui dan memahami permasalahan pokoknya—atau telah mengetahuinya. (4) Ia membuat keputusan apakah akan memuliaka
  11. 21 Desember 2012 pukul 12:43 PM

    HATI – HATI DALAM MEMBAHAS FIRMAN TUHAN…..INGAT YHWH SEDANG MEMPERHATIKAN SETIAP PEMBAHASAN YANG HANYA MENGANDALKAN SUBER – SUMBER YANG DI BUAT OLEH MANUSIA DARI ZAMAN KE ZAMAN…KARENA ITU AKAN MENYESATKAN…..JANGAN MENAFSIRKAN FIRMAN TUHAN HANYA SEPOTONG – SEPOTONG SAJA…..KARENA SETIAP PERBUATAN MANUSIA AKAN DIHADAPKAN KE TAKHTA PENGADILAN ALLAH……AMIN….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: