Beranda > DEBAT TEOLOGI > Tanggapan terhadap Artikel Budi Asali tentang Pembahasan Seminar Akhir Zaman Suhento Liauw

Tanggapan terhadap Artikel Budi Asali tentang Pembahasan Seminar Akhir Zaman Suhento Liauw


Bacalah terlebih dahulu artikel Pdt. Budi Asali, M.Div berikut PEMBAHASAN SEMINAR SUHENTO LIAUW TENTANG ESKATOLOGI

                         Jakarta, 12 Juni 2012

Tanggapan seorang murid dari Dr. Suhento Liauw yang bernama Dji ji liong (belum wisuda /Mahasiswa Theologia) untuk Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div atas catatan dan tanggapan tgl 7 Juni 2012 yang berjudul:

ANUGERAH ALLAH  mengenai:

“PEMBAHASAN SEMINAR SUHENTO LIAUW TENTANG ESKATOLOGI.”

Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Suhento Liauw yg memberikan kesempatan dan izin kepada saya untuk memberikan tanggapan kepada Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div.

Sebelum menanggapi catatan dan tanggapan Bapak Pdt. Budi Asali (tgl 7 Juni 2012), saya ingin pembaca memperhatikan beberapa ayat Firman terlebih dahulu:

Amsal 10:13 “Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.

Amsal 10:14 “Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam.”

Amsal 14:3 “Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya.”

Amsal 15:2 “Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.”

Amsal 15:14 “ Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan.”

Amsal 24:7 “Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.

Pkh. 10:12 “Perkataan mulut orang berhikmat menarik, tetapi bibir orang bodoh menelan orang itu sendiri.”

Keterangan: Point-point (dari no. 1 sampai no. 19) adalah catatan Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div atas pernyataan-pernyataan Dr. Suhento Liauw dalam acara seminar tgl: 1 Juni 2012 di Surabaya. Karena point-point yang telah ditulis oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini dikutip dari penjelasan seminar oleh Dr. Suhento Liauw maka tidak tertutup kemungkinan adanya salah kutip/salah paham oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri terhadap penjelasan dari Dr. Suhento Liauw (sesuai warna tulisan aslinya: diblok warna hitam).

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi www.graphe-ministry.org untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap).

Selamat menikmati dengan teliti tanggapan-tanggapan saya di bawah ini: ( ups…satu lagi: Pembaca bisa memperhatikan setiap “ gaya bahasa” tanggapan yg keluar dari hati Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div mengingat ada Firman Tuhan yg berkata: “Mat. 15:18 “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang”):

Pada tanggal 1 Juni 2012 yang lalu Pdt. Dr. Suhento Liauw mengadakan acara seminar “ESKATOLOGI” di Surabaya di mana seminar ini juga dihadiri oleh Pdt. Budi Asali, M. Div.

Berikut ini adalah catatan dan tanggapan Pdt. Budi Asali terhadap hal-hal yang dibicarakan Suhento Liauw dalam seminarnya :

Dalam seminar itu, Suhento Liauw mengajarkan hal-hal ini:

1)   Seminar berhubungan dengan pengetahuan / pikiran, kalau KKR hanya dengan perasaan. Karena itu dia buat seminar, bukan KKR.

Tanggapan Budi Asali:

Omong kosong, semua tergantung siapa yang berkhotbah dalam seminar atau KKR itu. Kalau yang berkhotbah memang adalah orang-orang yang senang mengobarkan emosi, baik KKR ataupun seminar akan berhubungan dengan perasaan saja. Sebaliknya kalau yang berkhotbah adalah orang-orang yang memang menekankan pendidikan dan pengajaran, maka baik KKR maupun seminar akan berhubungan dengan pikiran dan memberikan pengetahuan.

Tanggapan Dji:

Saya yakin semua orang setuju bahwa seminar tentu lebih MENEKANKAN PENGETAHUAN dari pada KKR. Karena dalam seminar yang diadakan oleh Dr. Suhento Liauw selalu ADA SESI TANYA JAWAB. Sedangkan dalam KKR tidak mungkin ada sesi tanya jawab. Fakta yang sulit dipungkiri bahwa hampir semua KKR mengedepankan emosi (perasaan). Seminar adalah pola belajar yang akademis, seminar berbeda dengan KKR. Seminar bersifat Pendalaman Alkitab (PA) sedangkan KKR bersifat Pendalaman Emosi (Perasaan). Seminar menyelidiki kitab suci (Alkitab) apakah benar demikian, persis seperti dalam Kis 17:11  Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

2)   Kalau ada free will – harus ada pilihan, berbuat dosa atau berbuat baik.

Tanggapan Budi Asali:

Jawaban tentang kebodohan ini tidak saya berikan di sini karena ini berhubungan dengan debat tanggal 24 Agustus 2012 antara Esra + saya vs Steven Liauw + partnernya. Saya tak mau tunjukkan ‘senjata’ saya sebelum debat tanggal 24 Agustus itu terlaksana.

Tanggapan Dji: Karena Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div merasa “belum saatnya” untuk memberikan tanggapan, maka tidak ada yang perlu ditanggapi selain saya hanya melihat Kebenaran dari pernyataan Dr. Suhento Liauw bahwa setiap manusia mempunyai free will (mempunyai kehendak bebas yaitu mempunyai pilihan untuk berbuat dosa atau berbuat baik).

3)   Ia percaya komandan setan namanya Lucifer.

Tanggapan Budi Asali:

Ini memang kesalahan yang umum, tetapi salah.

Kata / nama ‘Lucifer’ muncul dalam terjemahan KJV dalam Yes 14:12 (dalam Kitab Suci Indonesia diterjemahkan ‘Bintang Timur’), dan kalau saudara membaca kontextnya jelas bahwa istilah ini menunjuk kepada raja Babel, bukan kepada komandan setan.

Yes 14:4,12,22,23 – “(4) maka engkau akan memperdengarkan ejekan ini tentang raja Babel, dan berkata: ‘Wah, sudah berakhir si penindas sudah berakhir orang lalim! … (12) ‘Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! … (22) ‘Aku akan bangkit melawan mereka,’ demikianlah firman TUHAN semesta alam, ‘Aku akan melenyapkan nama Babel dan sisanya, anak cucu dan anak cicitnya,’ demikianlah firman TUHAN. (23) ‘Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan,’ demikianlah firman TUHAN semesta alam”.

Yes 14:12 (KJV): How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!’.

Calvin (tentang Yes 14:12)“The exposition of this passage, which some have given, as if it referred to Satan, has arisen from ignorance; for the context plainly shows that these statements must be understood in reference to the king of the Babylonians. But when passages of Scripture are taken at random, and no attention is paid to the context, we need not wonder that mistake of this kind frequently arise. Yet it was an instance of very gross ignorance, to imagine that Lucifer was the king of devils, and that the Prophet gave him this name. But as these inventions have no probability whatever, let us pass by them as useless fables” (= Exposisi yang diberikan oleh beberapa orang tentang text ini, seakan-akan text ini menunjuk kepada setan / berkenaan dengan setan, muncul / timbul dari ketidaktahuan; karena kontex secara jelas menunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan ini harus dimengerti dalam hubungannya dengan raja Babel. Tetapi pada waktu bagian-bagian Kitab Suci diambil secara sembarangan, dan kontex tidak diperhatikan, kita tidak perlu heran bahwa kesalahan seperti ini muncul / timbul. Tetapi itu merupakan contoh dari ketidaktahuan yang sangat hebat, untuk membayangkan bahwa Lucifer adalah raja dari setan-setan, dan bahwa sang nabi memberikan dia nama ini. Tetapi karena penemuan-penemuan ini tidak mempunyai kemungkinan apapun, marilah kita mengabaikan mereka sebagai dongeng / cerita bohong yang tidak ada gunanya) – hal 442.

Adam Clarke (tantang Yes 14:12)“And although the context speaks explicitly concerning Nebuchadnezzar, yet this has been, I know not why, applied to the chief of the fallen angels, who is most incongruously denominated Lucifer, (the bringer of light!) an epithet as common to him as those of Satan and Devil. That the Holy Spirit by his prophets should call this arch-enemy of God and man the light-bringer, would be strange indeed. But the truth is, the text speaks nothing at all concerning Satan nor his fall, nor the occasion of that fall, which many divines have with great confidence deduced from this text. O how necessary it is to understand the literal meaning of Scripture, that preposterous comments may be prevented!” [= Dan sekalipun kontexnya berbicara secara explicit tentang Nebukadnezar, tetapi entah mengapa kontex ini telah diterapkan kepada kepala dari malaikat-malaikat yang jatuh, yang secara sangat tidak pantas disebut / dinamakan Lucifer (pembawa terang!), suatu julukan yang sama umumnya bagi dia, seperti Iblis dan Setan. Bahwa Roh Kudus oleh nabiNya menyebut musuh utama dari Allah dan manusia sebagai pembawa terang, betul-betul merupakan hal yang sangat aneh. Tetapi kebenarannya adalah, text ini tidak berbicara sama sekali tentang Setan maupun kejatuhannya, ataupun saat / alasan kejatuhan itu, yang dengan keyakinan yang besar telah disimpulkan dari text ini oleh banyak ahli theologia. O alangkah pentingnya untuk mengerti arti hurufiah dari Kitab Suci, supaya komentar-komentar yang gila-gilaan / tidak masuk akal bisa dicegah!] – hal 82.

Tanggapan Dji:

Yesaya 14:1-16 konteksnya berbicara tentang Raja Babel, dan tentu di situ ada OKNUM DI BALIK Raja Babel yaitu Lucifer (Bintang Timur). Dalam Yesaya 14:12 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (konteksnya harus lanjut baca minimal hingga ayat 13-14) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, HENDAK MENYAMAI  Yang Mahatinggi!….”

Orang yang Sekolah Dasar (SD) saja sudah dapat mengerti dan memahami bahwa konteks di sini adalah menunjuk kepada komandan setan yaitu Lucifer. Tidak mungkin HANYA menunjuk kepada raja Babel dalam pandangan Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div. Jadi, konteksnya jelas menunjuk Lucifer yang ingin mengatasi bintang-bintang Allah, ingin duduk di bukit pertemuan, ingin mengatasi ketinggian awan-awan bahkan ingin  MENYAMAI Yang Mahatinggi (Tuhan).

Bagaimana mungkin orang sekaliber Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div hanya berkata “ini memang kesalahan yang umum, tetapi salah.”  Dan  juga TERLIHAT JELAS Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div lebih percaya kpd komentar Calvin dan Adam Clarke yang menyebut (Yes. 14:12) Lucifer ini sebagai “dongeng dan cerita bohong. Dan menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat aneh/gila/tidak masuk akal.” Justru menurut saya: Bpk. Pdt. Budi Asali beserta Calvin dan Adam Clarke yang aneh KARENA TIDAK MAU MEMPERCAYAI  kata-kata Alkitab itu sendiri.

4)   Waktu Nuh keluar dari bahtera, lalu beri persembahan kepada Allah, dan Allah mencium baunya dan lalu ‘menjadi bahagia’!

Tanggapan Budi Asali:

a)   Dari mana gerangan omong kosong itu? Dalam Kitab Suci saya tak ada!

Kej 8:20-22 – “(20) Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. (21) Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hatiNya: ‘Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. (22) Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.’”.

Tanggapan Dji:

Dalam Kejadian 8:21 SECARA JELAS DAN GAMPANG DIMENGERTI bahwa TUHAN mencium persembahan yang HARUM itu. HARUM dalam pengertian bahasa manusia bahwa Tuhan senang atau Tuhan bahagia. Oleh karena itu Tuhan berfirman dalam hatiNya: Aku takkan mengutuk bumi ini lagi……..

Saya yakin bahwa Bpk. Budi Asali, M. Div tentu tidak akan ketemu dalam Alkitabnya yg tertulis “lalu bahagia”. Karena “Tuhan mencium persembahan yang HARUM itu” adalah bahasa antromorfisme (bahasa yang Tuhan pakai supaya manusia tahu, bahwa Tuhan senang / bahagia atas persembahan Nuh itu.)

Bagaimana mungkin orang seperti Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div tidak bisa mengerti ini?…..hehehehe… sabar ya pak?….

b)   Kalau Allah ‘menjadi bahagia’, berarti tadinya tidak bahagia?

Tanggapan Dji:

Ini adalah asumsi Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri yang berlebihan dan membuat pertanyaan ukuran anak SD. Padahal tidak ada pernyataan Dr. Suhento Liauw yang mengatakan “tadinya Allah tidak bahagia”. Allah selalu bahagia sekalipun tidak ada manusia. jadi, jangan membuat asumsi-asumsi yang berlebihan dan konyol, Bapak Pendeta Budi Asali, M. Div!.

5)   Darah di ambang pintu (tulah ke 10) diberikan di atas, kiri dan kanan, membentuk salib! Juga ular tembaga ditaruh di atas tiang, supaya tidak melorot diberi kayu horizontal, dan lagi-lagi membentuk salib!

Tanggapan Budi Asali:

Tafsiran kampungan dan menambahi Alkitab (bertentangan dengan Sola Scriptura)!

Kel 12:7 – “Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.”.

Memang ada kata-kata ‘kedua tiang pintu’, berarti di kiri dan kanan, lalu ada ‘ambang atas’, berarti di atas, tetapi kalau tidak ada ‘di bawah’, bagaimana bisa membentuk salib???

Lalu tentang peristiwa ular tembaga, mari kita lihat ceritanya dalam Alkitab.

Bil 21:4-9 – “(4) Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. (5) Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: ‘Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.’ (6) Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. (7) Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: ‘Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkanNya ular-ular ini dari pada kami.’ Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. (8) Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: ‘Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.’ (9) Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Dimana gerangan ada kata-kata ‘supaya tidak melorot lalu diberi kayu horizontal’? Lagi mengigau, Pak Suhento?

Hal lain yang harus diketahui adalah: sebetulnya kita tidak tahu bagaimana bentuk salib Kristus. Kata ‘salib’ dalam bahasa Yunani adalah STAUROS, dan sebetulnya berarti ‘an upright pole’ (= tiang tegak). Dan salib yang paling awal memang hanya berbentuk satu tiang tegak. Karena itu tak perlu merasa heran kalau Saksi Yehuwa menggunakan tiang tegak sebagai salib Kristus. Tetapi memang belakangan muncul variasi-variasi bentuk salib, sehingga ada yang berbentuk X, Y, T, dan juga seperti salib yang kita kenal. Lalu yang mana yang merupakan salib yang digunakan untuk Yesus? Satu-satunya alasan untuk memilih salib yang paling umum adalah karena dikatakan bahwa di atas kepala Yesus dituliskan kata-kata ‘Yesus dari Nazaret, raja orang Yahudi’. Kalau salib berbentuk X, Y, atau T, dimana tulisan itu mau diletakkan? Jadi, dipilih salib yang kita kenal itu. Tetapi ini argumentasi yang sangat lemah, karena untuk salib yang manapun, bisa diberi tulisan, menggunakan papan yang diikat dengan tali. Apalagi salib yang berbentuk tiang tegak, tentu tak ada masalah dengan pemberian tulisan itu.

Kesimpulan: bahwa salib Yesus dikatakan berbentuk seperti yang sekarang kita kenal, merupakan sesuatu yang sangat tidak pasti!

Tanggapan Dji:

Dr. Suhento Liauw seorang Kristen Fundamental Alkitabiah mengajarkan Alkitab adalah satu-satunya Firman Tuhan (di luar Alkitab tidak ada Firman Tuhan), TIDAK MUNGKIN menambahi Firman Tuhan atau mengurangkan Firman Tuhan, karena itu bertentangan dengan pengajaran dan keyakinannya sendiri.

Darah di ambang pintu (Domba Paskah dalam tulah ke 10 ) jelas mengacu kepada Yesus Kristus yang disalibkan (Yoh. 1:29 “Pada keesokan harinya  Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”) Darah domba paskah yang dibubuhkan kedua tiang pintu dan ambang atas hanya mengingatkan kita bahwa Yesus Kristus disalibkan untuk semua manusia yang berdosa. Adalah sangat mengherankan saya jika Bapak Pendeta Budi Asali, M. Div ini meributkan/mempermasalahkan “bentuk salibnya”. Beliau mengkritik lambang yang dibubuhkan, bukannya melihat inti/hakekat dari perayaan domba paskah dan ular tembaga itu sendiri. Tentang ular tembaga yang dibuat oleh Musa ini Rasul Yohanes berkata: (Yoh. 3:14-15) “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

6)   Baptisan harus selam, kalau tidak seperti Kain yang beri persembahan hasil bumi dan bukan binatang. Kata Yunani BAPTIZO artinya dicelup / direndam. Jadi, orang yang dibaptis percik sama saja dengan belum dibaptis!

Tanggapan Budi Asali:

Dalam seminar itu mula-mula ia mengatakan baptisan itu bukan merupakan sesuatu yang hakiki untuk keselamatan, tetapi anehnya pada waktu menekankan keharusan baptisan selam, ia mengatakan bahwa orang yang menggunakan baptisan percik adalah seperti Kain, yang bukannya mempersembahkan binatang tetapi mempersembahkan tanaman. Bukankah ia menjadikannya sebagai sesuatu yang bersifat hakiki / mutlak untuk keselamatan? Ia secara bodoh mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan ajarannya di bagian depan.

Kata Yunani BAPTIZO memang bisa berarti ‘celup’ atau ‘rendam’, tetapi tidak harus berarti seperti itu! Akan saya buktikan dari penggunaan kata itu dalam Alkitab sendiri.

1.   Mark 7:4 – “dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci (BAPTISMOUS) cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga”.

KJV: ‘And when they come from the market, except they wash, they eat not. And many other things there be, which they have received to hold, as the washing of cups, and pots, brasen vessels, and of tables (= Dan pada waktu mereka pulang dari pasar, kecuali mereka mencuci, mereka tidak makan. Dan banyak hal-hal lain yang mereka terima untuk dipegang, seperti pencucian cawan, belanga / panci, bejana / tempat dari tembaga, dan meja-meja).

Kata-kata ‘and of tables’ (= dan meja-meja) tidak ada dalam terjemahan-terjemahan yang lain, tetapi footnote NIV memberikan keterangan bahwa ada beberapa manuscripts yang kuno yang memberikan kata-kata itu.

Kalau kata-kata itu memang orisinil, maka itu makin jelas membuktikan bahwa pembaptisan / pencucian dalam ayat ini tidak dilakukan dengan merendam, karena bagaimana mungkin orang merendam meja? Berapa besarnya bak cuci yang dibutuhkan? Jauh lebih masuk akal, bahwa pencucian dilakukan dengan mencurahkan air ke benda yang akan dicuci tersebut. Dan kalau kata-kata itu tidak orisinil, tetap aneh bahwa orang mencuci belanga, dsb dengan cara merendam. Biasanya orang mencuci barang-barang itu dengan mencurahkan air ke benda tersebut.

Tanggapan Dji:

Hampir semua mahasiswa theologi tahu apa arti literal / hurufiah kata “BAPTIZ = selam/celup,” sedangkan ”RANTIZ = percik”.

Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div SENDIRI DI ATAS MENGAKUI bahwa “Dr. Suhento Liauw mengajarkan baptisan itu bukan merupakan sesuatu yang hakiki untuk keselamatan.” Tetapi kemudian justru komentar Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri yang “menyerang balik” dengan berkata “Dr. Suhento menjadikannya (baptisan) sebagai sesuatu yang bersifat hakiki/mutlak untuk keselamatan?” ini adalah BUKTI  FITNAH  seorang Bapak yang bernama Pdt. Budi Asali, M. Div, yang bertentangan dengan ajaran guru kami Dr. Suhento Liauw.

Mengenai “Baptizo” dalam Markus 7:4 penggunaan Yunaninya  (TR) adalah BAPTISONTAI. Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri juga MENGAKUI bahwa arti Baptizo adalah “celup atau rendam”. Tetapi herannya ia tidak mau menaati perintah baptis itu sendiri, dengan mengatakan kata itu (baptizo) “tidak harus berarti seperti itu (maksudnya tidak harus celup/rendam).”

Kalau ada orang berkata “jalan” tetapi maksudnya “lari” atau ia berkata “duduk” tetapi maksudnya “berdiri”… yah…..akan repot kita memahami omongan orang demikian.

Kesimpulan saya: Kalau Alkitab bilangnya “Baptis” maka itu harusnya selam/rendam/celup ke dalam air, bukan percik seperti yang DI-INGIN-KAN oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini.

Seharusnya sebagai orang yang mengakui Alkitab satu-satunya firman Tuhan (Sola Scriptura) kita tidak perlu meragukan ada kebiasaan orang Yahudi yang merendam belanga atau meja sekalipun, dengan mencari alasan-alasan yg “aneh” untuk tidak mau menaati Firman Tuhan, dengan gampangnya Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div berkata “biasanya orang mencuci barang-barang itu dengan mencurahkan air ke benda tersebut.” Padahal ini hanya sebuah asumsi praduga beliau belaka. Dari mana Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div mengetahui bahwa “biasanya” orang mencuci barang-barang itu dengan mencurahkan air? Ini adalah praduga tanpa bukti.

Dalam imamat 14:5 “imam harus memerintahkan supaya burung yg seekor disembelih di atas belanga tanah berisi air mengalir (tentu pencucian belanga ini terjadi di dalam sungai), bukan dibasuh atau disiram. ini salah satu contoh ayat yg mendukung belanga di rendam/dicelup di dalam air.

2.   Luk 11:38 – “Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci(EBAPTISTHE) tanganNya sebelum makan”.

Orang mencuci tangan tidak harus merendam tangannya dalam air, tetapi bisa dengan mencurahkan air pada tangan. Jadi jelas bahwa ‘baptis’ di sini tidak harus berarti ‘celup / selam’.

Tanggapan Dji:

Lukas 11:38 “tidak mencuci” di sini berarti tidak mencuci dengan tidak mencelupkan/tidak merendamkan tangan-Nya ke dalam air. Justru tidak ada bukti kuat bahwa ayat ini bisa berarti mencurahkan air pada tangan. “Mencurahkan air pada tangan” adalah hasil penafsiran Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri untuk mendukung doktrinnya.

3.   1Kor 10:2 – dibaptis dalam awan dan dalam laut’.

Kata Yunaninya adalah EBAPTISANTO.

Dua hal yang harus diperhatikan:

a.   Orang Israel berjalan di tempat kering (Kel 14:22). Yang terendam air adalah orang Mesir!

b.   Awan tidak ada di atas mereka, tetapi di belakang mereka (Kel 14:19-20). Juga awan itu tujuannya untuk memimpin / melindungi Israel; itu bukan awan untuk memberi hujan. Kalau toh awan itu memberi hujan, itu lebih cocok dengan baptisan percik, bukan selam.

Jadi jelas bahwa orang Israel tidak direndam / diselam dalam awan dan dalam laut!

Barnes’ Notes“This passage is a very important one to prove that the word baptism does not necessarily mean entire immersion in water. It is perfectly clear that neither the cloud nor the waters touched them” (= Text ini adalah text yang sangat penting untuk membuktikan bahwa kata baptisan tidak harus berarti penyelaman seluruhnya di dalam air. Adalah sangat jelas bahwa baik awan maupun air tidak menyentuh mereka).

 

Tanggapan Dji:

I Kor. 10:2 “Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua (orang-orang Israel yg menyeberangi laut Merah) telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.” Paulus sendiri mencatatkan begitu adanya, dan memang begitu fakta sejarahnya. Theologi Rasul Paulus mengatakan “mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Ini bertentangan dengan theologi Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div yang mengatakan “mereka (orang Israel) tidak direndam/diselam dalam awan dan dalam laut!.” Ajaran Dr. Suhento Liauw adalah sama seperti yg diajarkan oleh Rasul Paulus, yaitu melihat orang-orang Israel telah dibaptis dalam awan dan laut, ini bertentangan dengan ajaran Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div yg mengatakan mereka tidak dibaptis dalam awan dan dalam laut.

Jelas orang Israel berjalan di tempat kering (Kel. 14:22 dan ayat 29) tetapi tempat kering di dalam laut (di tengah-tengah laut). “Sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” Bukankah ini sudah sangat jelas bahwa mereka semua telah masuk ke dalam laut Merah? Tidakkah ini membuat Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div mengerti Baptisan yg dimaksud oleh Rasul Paulus dalam I Kor. 10:2 ?……..  atau adakah bangsa Israel melewati laut Merah dengan dipercik/dicurahkan air laut?…atau diteteskan air seperti dugaan Bpk. Budi Asali, M. Div?……… (tidak ada yang salah dengan pernyataan Barnes di atas, karena orang Israel memang awan dan air tidak menyentuh mereka), tetapi ini juga bukan otomatis berarti mereka tidak dibaptis dalam awan dan air, karena Theologi Rasul Paulus meneguhkan bahwa bangsa Israel dibaptis dalam awan dan dalam laut. (1Kor. 10:2). Sekali lagi Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini bertentangan dengan theologi Paulus.

4.   Ibr 9:10 – “karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macampembasuhan (BAPTISMOIS), hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan”.

Catatan: ada edisi Kitab Suci Indonesia yang mengatakan ‘pelbagai macampersembahan. Ini salah cetak, dan dalam edisi yang baru sudah diperbaiki.

Terjemahan Lama: ‘berbagai-bagai basuhan’.

NASB: various washings (= bermacam-macam pembasuhan).

NIV: various ceremonial washings (= bermacam-macam pembasuhan yang bersifat upacara keagamaan).

RSV: various ablutions (= bermacam-macam pembersihan / pencucian).

KJV: divers washings (= bermacam-macam pembasuhan).

Kata Yunaninya adalah BAPTISMOIS. Jadi terjemahan hurufiahnya adalah ‘bermacam-macam baptisan’.

Kalau kita memperhatikan kontex dari Ibr 9 itu, maka pasti Ibr 9:10 ini menunjuk pada ‘pemercikan’ dalam Ibr 9:13,19,21. Karena itu jelas bahwa di sini kata ‘baptis’ tidak diartikan selam / celup, tetapi percik.

Tanggapan Dji:

Dalam Ibrani 9:10 memang bahasa Yunani yang digunakan di situ adalah BAPTISMOIS (LAI.2009 Terjemahkan: pelbagai macam pembasuhan). Ayat ini tidak otomatis mendukung pembasuhan dgn cara percik, karena kata yang dipakai adalah BAPTISMOIS. Jadi,  ayat ini justru mendukung pembasuhan dengan cara direndam/dicelup, karena arti Baptis adalah rendam/celup.

Sedangkan dalam Ibrani 9:13 kasusnya berbeda, (bukan menggunakan BAPTIMOIS) kata yg dipakai adalah RANTIZOUZA dari kata RANTIZ (yg memang harus diterjemahkan percik), Ibr. 9:19 kata yg dipakai adalah ERRANTISEN dari kata RANTIZ (yg memang harus diterjemahkan percik), Ibr. 9:21 kata yg dipakai adalah ERRANTISEN dari kata RANTIZ (yg memang harus diterjemahkan percik).

Jadi, dalam bahasa aslinya (Yunani) Ibr. 9:10 dari kata BAPTISMOIS (celup/rendam) sedangkan dalam Ibr. 9:13, 19, 21 dari kata RANTIZ (percik), bukan dari kata “baptis” seperti dugaan Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div di atas yg tidak teliti memperhatikan bahasa Yunani dalam Ibr. 9:13, 19, 21 dengan berkata “karena itu jelas bahwa  disini kata “baptis”tidak diartikan selam/celup, tetapi percik.” Padahal dalam bahasa aslinya untuk ke tiga ayat ini (ibr. 9:13,  19, 21) memang menggunakan kata “Rantiz” (bukan kata “Baptiz” yg diduga oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div). Jangan disama-ratakan dong Pak?….. kasihan orang yg tidak teliti nanti. Karena dalam ayat Ibrani 9:10 saja yg menggunakan kata Baptiz di situ, yg lainnya memang menggunakan kata Rantiz.

Sekali lagi ini membuktikan keinginan Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div yg ingin mencomot ayat-ayat tertentu (tanpa memperhatikan akar kata ibr. 9:13, 19, 21) untuk mendukung doktrin perciknya.

 

ini saya MASIH BELUM MENGUTIP BUKTI-BUKTI bahwa Alkitab mendukung Baptisan selam / rendam / celup ke dalam air.

Argumentasi-argumentasi lain bahwa bahwa baptisan tidak harus dilakukan dengan selam, tetapi boleh dengan percik, adalah:

a)   Ada banyak kasus dimana rasanya tidak mungkin dilakukan baptisan selam.

Dalam Kitab Suci ada banyak contoh dimana baptisan tidak dilakukan di sungai. Juga tidak diceritakan adanya kolam yang memungkinkan baptisan selam (Kis 2:41  Kis 9:18  Kis 10:47-48  Kis 16:33). Kis 16:33 adalah contoh yang paling kuat untuk menunjukkan bahwa baptisan tidak dilakukan dengan penyela­man karena hal itu terjadi di dalam penjara!

Charles Hodge, seorang ahli theologia Reformed dan pendukung baptisan percik, berkata:

“In Acts 2:41, three thousand persons are said to have been baptized at Jerusalem apparently in one day at the season of Pentecost in June; and in Acts 4:4, the same rite is necessarily implied in respect to five thousand more. … There is in summer no running stream in the vicinity of Jerusalem, except the mere rill of Siloam of a few rods in length; and the city is and was supplied with water from its cistern and public reservoirs. From neither of these sources could a supply have been well obtained for the immersion of eight thousand persons. The same scarcity of water forbade the use of private baths as a general custom” [= Dalam Kis 2:41, dikatakan bahwa 3000 orang dibaptiskan di Yerusalem, dan itu jelas terjadi dalam satu hari pada musim Pentakosta di bulan Juni; dan dalam Kis 4:4, secara tidak langsung bisa dipastikan bahwa upacara yang sama dilakukan terhadap 5000 orang lebih. …Pada musim panas, tidak ada sungai mengalir di Yerusalem dan sekitarnya, kecuali sungai kecil dari Siloam yang panjangnya beberapa rod (NB: 1 rod = 5 meter); dan kota itu, baik sekarang maupun dulu, disuplai dengan air dari bak / tangki air dan waduk / kolam air milik / untuk umum. Tidak ada dari sumber-sumber ini yang bisa menyuplai air untuk menyelam 8000 orang. Kelangkaan air yang sama melarang penggunaan bak mandi pribadi sebagai suatu kebiasaan umum] – ‘Systematic Theology’, vol III, hal 534.

Catatan: Kis 4:4 seharusnya ‘menjadi 5000 orang’, bukan ‘bertambah dengan 5000 orang’.

Charles Hodge lalu menambahkan sebagai berikut:

“The baptismal fonts still found among the ruins of the most ancient Greek churches in Palestine, as at Tekoa and Gophna, and going back apparently to very early times, are not large enough to admit of baptism of adult persons by immersion, and were obviously never intended for that use” (= Bak-bak untuk membaptis yang ditemukan di antara reruntuhan dari gereja-gereja Yunani kuno di Palestina, seperti di Tekoa dan Gophna, dan jelas berasal dari waktu yang sangat awal, tidak cukup besar untuk baptisan orang dewasa dengan cara penyelaman, dan jelas tidak pernah dimaksudkan untuk penggunaan seperti itu) – ‘Systematic Theology’, vol III, hal 534.

Tanggapan Dji:

Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini sangat mempercayai kata-kata dari Charles Hodge (dari pada  untuk percaya kpd kata-kata dari Alkitab), bahkan ia lupa untuk menganalisa Alkitab dan bahkan lupa untuk menganalisa tulisan Charles Hodge sendiri, sehingga ia berkata “rasanya tidak mungkin dilakukan baptisan selam”. Jangan pakai rasa-rasa, dong Pak ?……….(bagaimana mungkin Bapak membangun doktrin/pengajaran dengan perasaan?)

Mari kita lihat: (per ayat akan di kupas tuntas):

Kata Alkitab: Kis. 2:41 “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.” Ayat ini adalah lanjutan dari Kis. 2:1 “Ketika tiba hari Pentakosta, SEMUA ORANG PERCAYA berkumpul di satu tempat”. SEMUA ORANG PERCAYA berarti termasuk 12 Rasul dan 120 orang yg berkumpul juga (pada hari pemilihan Matias jadi Rasul menggantikan Yudas). jadi, ketika jumlah 3.000 orang dibaptis dalam satu hari, itu bukanlah suatu angka yg sulit untuk dibaptis selam, karena yg membaptis tentu bukanlah Rasul Petrus seorang diri. Yang membaptis mereka (3.000 orang) minimal ada 12 orang Rasul yg membaptis atau bisa jadi yg 120 orang itu juga ikut membaptis. Jika 3.000 orang dibagi 132 orang untuk dibaptis maka masing-masing orang hanya membaptis antara 22 atau 23 orang. Jadi, tidak sampai satu jam sudah selesai acara pembaptisan selam. Jadi, mengapa “rasanya tidak mungkin dilakukan baptisan selam” Bapak Budi Asali, M. Div ?…….. Kitab Suci juga TIDAK BERKATA “TIDAK ADA KOLAM DAN TIDAK ADA SUNGAI”. Kitab Suci berkata mereka semua (3.000 orang) dibaptis yang artinya diselam. (entah diselam di kolam atau di sungai, atau di bak mandi itu bukan esensinya, esensinya adalah mereka diselam/dibaptis).

Mari perhatikan dengan teliti: Systematic Theology Charles Hodge vol. III hal. 534 yg dikutip Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div tidak bisa dijadikan standar kebenaran (karena Charles Hodge berkata “Kis 2:41 terjadi di bulan Juni, di musim panas, tidak ada sungai yg mengalir di Yerusalem dan sekitarnya kecuali sungai kecil dari Siloam). Charles Hodge ingin menutup kemungkinan argument baptis selam, tetapi akhirnya ia sendiri menambahkanbak-bak untuk membaptis yg ditemukan di antara reruntuhan dari gereja-gereja Yunani kuno di Palestina, seperti di Tekoa dan Gophna dan jelas berasal dari waktu yg sangat awal…”.kemudian Charles Hodge kembali cepat-cepat menutup kemungkinan baptis selam dengan melanjutkan berkatatidak cukup besar untuk baptisan orang dewasa dengan cara penyelaman, dan jelas tidak pernah dimaksudkan untuk penggunaan seperti itu.” –‘Systematic Theology’-Vol. III hal. 534.

Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div terlalu cepat dan terlalu yakin kepada omongan Charles Hodge daripada untuk percaya kepada tulisan Alkitab sendiri. Saran saya untuk Charles Hodge dan Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div: BAK-BAK UNTUK MEMBAPTIS YG DITEMUKAN di antara reruntuhan dari gereja-gereja Yunani kuno di Palestina SUDAH JELAS FUNGSINYA YAITU UNTUK MEMBAPTIS SELAM, tidak mungkin BAK-BAK itu untuk dijadikan kolam renang anak sekolah minggu atau untuk pelihara bebek gereja!.

 

Kata Alkitab: Kis. 9:18 ini adalah pertobatan Rasul Paulus. Paulus melihat cahaya memancar dari langit ketika ia dalam perjalanan ke Damsyik, tetapi ketika Paulus bertobat ia sedang di rumah Yudas alamatnya: Jalan Lurus (Kis. 9:11). Jadi, posisi Paulus bukan sedang dalam perjalanan lagi, tetapi ia ada di rumah Yudas. Jadi, mengapa “rasanya tidak mungkin dilakukan baptisan selam, Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div? Bagaimana mungkin orang sekaliber Pdt. Budi Asali, M. Div bisa berkata “rasanya tidak mungkin dilakukan baptisan selam?” (Padahal dalam ayat ini juga tidak dibilang “tidak ada kolam dan tidak ada sungai di rumah Yudas alamat Jalan Lurus itu”). Dari mana Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div bisa tahu bahwa di rumah Yudas tidak ada kolam/sungai/bak? Sedangkan praduga Bapak tanpa dasar dan bukti.

Kata Alkitab: Kis. 10:47-48 Posisi Kornelius (seorang perwira pasukan Italia) sedang di rumahnya sendiri ketika mereka di baptis. Seorang perwira pasukan Italia lebih memungkinkan memiliki kolam pribadi di rumahnya atau minimal bak-bak mandi, atau rumahnya dekat sungai. Jadi, posisi Kornelius bukan sedang di jalanan. Jadi, bagaimana mungkin orang sekaliber Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div bisa berkata: “rasanya tidak mungkin dilakukan baptisan selam?” atas alasan apa Bapak berkata demikian? Bukankah ini adalah praduga belaka yg dibangun untuk mendukung doktrin percik?….

Kata Alkitab: Kis. 16:33 sekali lagi DENGAN SEMBARANGAN dan TIDAK TELITI Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div mengatakan “baptisan tidak dilakukan dengan penyelaman karena hal itu terjadi DI DALAM PENJARA!

Mari kita lihat dan teliti Firman Tuhan (jangan ikut sembarangan menuduh seperti Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini). Pertanyaan kunci: Di manakah POSISI Paulus, POSISI kepala penjara Filipi dan POSISI keluarganya ketika mereka memberi diri  dibaptis? Jawabannya: Kis. 16: 32 mereka ada DI RUMAH kepala penjara, BUKAN sedang di dalam PENJARA seperti yg dikatakan oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div di atas.

Konteks Kisah Rasul 16:28-31 posisi Paulus dan kepala penjara masih di penjara, ayat 32 secara jelas memberitahukan kita Posisi Paulus dan kepala penjara sudah di rumah kepala penjara itu, “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Ayat 33 mereka memberi diri dibaptis (tafsiran saya: dengan pergi ke sungai/kolam, pergi dari rumahnya utk baptisan selam), kemudian ayat 34 mereka kembali lagi ke rumah kepala penjara untuk menjamu makan kpd Paulus. “Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.”

Jadi, bagaimana mungkin orang sekaliber Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div bisa berkata: “rasanya tidak mungkin dilakukan baptisan selam?” atas alasan apa Bapak berkata demikian? Bukankah ini adalah praduga belaka yg tanpa dasar Alkitab sengaja dibangun untuk mendukung doktrin percik?….

Sekarang mari kita melihat baptisan sida-sida dalam Kis 8:26-40. Apakah ini adalah baptisan selam? Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dari bagian ini:

1.         Kis 8:36 – ‘ada air’.

Yunani: TI HUDOR [a certain water / some water (= air tertentu / sedikit air)]. Jadi ini menunjuk pada sedikit air, sehingga tidak memungkinkan baptisan selam.

Charles Hodge“He was travelling through a desert part of the country towards Gaza, when Philip joined him, ‘And as they went on their way they came unto a certain water (EPI TI HUDOR, to some water)’.There is no known stream in that region of sufficient depth to allow of the immersion of a man” [= Ia sedang bepergian melalui bagian padang pasir dari negara itu menuju Gaza, ketika Filipus bergabung dengannya, ‘Dan ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka mereka sampai pada air tertentu (EPI TI HUDOR, kepada sedikit air)’. Di daerah itu tidak diketahui adanya sungai dengan kedalaman yang cukup untuk memungkinkan penyelaman seorang manusia] ‘Systematic Theology’, vol III, hal 535.

2.         Kis 8:38-39 berkata ‘turun ke dalam air … keluar dari air’.

Apakah ini menunjuk pada baptisan selam? Seperti pada baptisan Yesus, istilah ini bisa diartikan 2 macam, yaitu:

a.   Sida-sida itu betul-betul terendam total, lalu keluar dari air.

b.   Sida-sida itu turun ke dalam air yang hanya sampai pada lutut atau mata kakinya, lalu keluar dari air.

Untuk mengetahui yang mana yang benar dari 2 kemungkinan ini, bacalah Kis 8:38-39 itu sekali lagi. Perhatikan bahwa di situ dikatakan: “dan keduanyaturun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, …”.

Kalau istilah ‘turun ke dalam air’ dan ‘keluar dari air’ diartikan sebagai baptisan selam, itu menunjukkan bahwa Filipus, sebagai orang yang membaptis, juga ikut diselam! Ini jelas tidak mungkin. Jadi dari 2 kemungkinan di atas, yang benar adalah kemungkinan kedua. Ini juga cocok dengan point pertama di atas yang menunjukkan bahwa air di situ cuma sedikit, sehingga tidak memungkinkan baptisan selam.

Tanggapan Dji:

Kis. 8:36 – “ada air”. Yunani: TI HUDOR [a certain water / some water (= air tertentu / sedikit air)]. “sedikit air” adalah relatif. “Sedikit” bagi orang tertentu bisa berarti “cukup banyak untuk membaptis selam”. Jika Alkitab mendukung baptis percik, maka sudah tentu Sida-sida itu mengeluarkan air minumnya yg dibawanya dalam keretanya atau yg dibawa oleh anak buahnya. (Tidak mungkin seorang sida-sida yg menempuh perjalanan jauh tidak membawa air minum) Mengapa mereka masih melanjutkan perjalanan (dan menunggu) sampai di “suatu tempat yang ada air”? ini sudah sangat jelas bahwa sida-sida itu dibaptis selam. “Mereka melanjutkan perjalanan mereka (menandakan sida-sida sudah percaya / diselamatkan), dan (sambil menanti dlm perjalanan) tiba di suatu tempat (sungai/kolam) yang ada airnya (tidak mungkin airnya hanya sampai pada lutut / hanya semata kaki, tetapi pasti airnya cukup untuk selam ). Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”. Seorang sida-sida tidak mungkin “kampungan” turun ke sungai / kolam yg dalam airnya hanya sampai selutut / hanya semata kaki, karena anak SD pun tahu bahwa itu bisa saja berlumpur / air yg kotor.

Jadi, Kis. 8:38-39 berkata “turun ke dalam air…..keluar dari air” adalah persis seperti baptisan Yesus / baptisan Yohanes di sungai Yordan. Sehingga sida-sida itu betul-betul terendam total, lalu keluar dari air. Orang yg membaptis yaitu Filipus sudah tentu ikut terendam (tetapi Filipus yg membaptiskan sida-sida itu). Adalah sangat bodoh jika berasumsi  atau beranggapan bahwa orang yang membaptis jika “ikut terendam” otomatis sama dengan membaptis ulang diri sendiri. Bukankah Yohanes Pembaptis sendiri juga “ikut terendam” di dalam air ketika ia membaptis Tuhan Yesus?. Orang yg membaptis orang lain tidak mungkin ikut diselamkan! (ini adalah bukti asumsi Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri).  Menurut saya: Filipus jelas TIDAK IKUT DISELAMKAN!, tetapi Filipus ikut terendam sampai pinggang/dada lalu membaptiskan (menyelamkan sida-sida itu).

Jadi, bagaimana mungkin orang sekaliber Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div bisa berkata: “rasanya tidak mungkin dilakukan baptisan selam?” atas alasan apa Bapak berkata demikian? Bukankah ini adalah praduga belaka yg tanpa dasar Alkitab sengaja dibangun untuk mendukung doktrin percik?….

b)   Hal-hal lain yang mendukung baptisan percik:

1.   Penekanan arti baptisan adalah sebagai simbol penyucian / purification. Padahal dalam Kitab Suci purification selalu disimbolkan dengan percikan:

a.   Kel 24:8 – Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, karena kata  ‘menyiramkannya’ seharusnya adalah ‘memercikkannya’. NIV:‘sprinkled’ (= memercikkan).

b.   Kel 29:16,21 – Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, karena kata ‘kausiramkan’ seharusnya adalah ‘percikkanlah’ [NIV: ‘sprinkle’ (= percikkanlah)].

c.   Im 7:14 – Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, karena kata ‘menyiramkan’ seharusnya adalah ‘memercikkan’ [NIV: ‘sprinkles’ (= memercikkan)].

d.   Im 14:7,51 – ‘memercik’.

e.   Im 16:14 – ‘memercikannya’.

f.    Bil 8:7 – ‘percikkanlah’.

g.   Bil 19:18 – ‘memercikkannya’.

h.   Yes 52:15 (NIV) – ‘He will sprinkle many nations’ (= Ia akan memerciki banyak bangsa).

i.    Ibr 9:13 – ‘percikan’.

j.    Ibr 9:19,21 – ‘memerciki’ dan ‘dipercikinya’.

k.   Ibr 10:22 – Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, karena kata ‘telah dibersihkan’ seharusnya adalah ‘telah diperciki’ [NIV: ‘sprinkled to cleanse’ (= diperciki untuk membersihkan)].

l.    Ibr 12:24 – ‘darah pemercikan’.

Tanggapan Dji:

Semua ayat yg dikutip oleh Bpk. Pdt. Budi Asali, M. Div di atas ini semuanya berbicara tentang ibadah simbolik di Perjanjian Lama [Ibrani (PB) yg dikutip juga konteksnya berbicara tentang ibadah simbolik]. Ibadah simbolik bukan ibadah hakekat. Percik dalam zaman PL JELAS BERBEDA dengan BAPTISAN orang percaya dalam  Perjanjian Baru (Ibadah hakekat). Ini dua hal yg berbeda, jangan disama ratakan untuk membangun/mendukung doktrin percik!.

2.   Luk 3:16 – ‘Aku membaptis kamu dengan air’ (I baptize you with water).

Kata with water’ / ‘dengan air’ (Yunani: HUDATI) ini tidak cocok diartikan sebagai selam, karena kita tidak berkata ‘aku menyelam kamu dengan air’ tetapi kita berkata ‘aku menyelam kamu di dalam air’. Tetapi kalau baptisan itu adalah percik / tuang, maka kata-kata ‘dengan air’ itu cocok.

Mat 3:11 memang menggunakan kata Yunani EN, tetapi kata EN bukan hanya bisa diartikan sebagai in (= di dalam), tetapi juga sebagai with (= dengan).

Kesimpulan: baptisan selam bukan satu-satunya baptisan yang sah. Karena itu kalau saudara sudah dibaptis dengan baptisan percik atau tuang, jangan percaya kepada orang-orang bodoh yang mengharuskan saudara dibaptis ulang dengan baptisan selam. Ingat bahwa pada waktu saudara dibaptis ulang, saudara menghina baptisan yang pertama!

Tanggapan Dji:

Luk. 3:16 dan Mat. 3:11 Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri mengakui bahwa EN bisa juga diartikan sebagai in (= di dalam). Saya kutipkan lagi pernyataan Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri di atas “tetapi kita berkata “aku menyelam kamu di dalam air.” (entah Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini sudah mengakui kebenaran ini atau “tidak sengaja” mengakuinya). Bagi orang Yahudi yg menggunakan bahasa Yunani waktu itu tidak sulit untuk memahami “aku menyelam kamu di dalam air.” Hanya praduga dan asumsi belaka yg dibangun oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini.

Kesimpulan Dji: Baptisan SELAM adalah satu-satunya baptisan yang sah. Karena itu, kalau saudara belum dibaptis (selam) maka saudara harus dibaptis ulang (karena saudara pada dasarnya memang belum dibaptis/belum di selamkan) tetapi baru di rantis=di percik. Namun demikian,  Baptisan bukan sesuatu yg hakiki dalam keselamatan. Baptisan adalah tanda pertobatan, tanda murid sejati Yesus, tanda orang menggabungkan diri ke dalam satu jemaat lokal yang independent. 

TIDAK ADA LARANGAN untuk “membaptis ulang” dalam Alkitab. Justru dalam Alkitab Rasul Paulus bahkan membaptis ulang mereka yg awalnya “sudah dibaptis” namun belum mengerti. Silahkan baca:  Kis. 19:3-5 “Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yg datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.” Ketika mereka mendengar hal itu, MEREKA MEMBERI DIRI MEREKA DIBAPTIS (ULANG) dalam nama Tuhan Yesus.”. Haleluya!

Silahkan pembaca menilai mana yg sesuai Alkitab dan mana yg ingin membangun doktrin tanpa dasar!  

I Tes. 5:21 “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”

7)   Nama / sebutan Perjamuan Kudus salah, seharusnya Perjamuan Tuhan. Istilah Perjamuan Kudus kita dapat dari Katolik. Perjamuan itu tidak bisa menguduskan, jadi nama itu salah.

Tanggapan Budi Asali:

Saya setuju saja kalau digunakan istilah ‘Perjamuan Tuhan’, karena istilah itu memang ada dalam Alkitab (1Kor 10:21  1Kor 11:20). Tetapi istilah ‘Perjamuan Kudus’ juga tak masalah, karena itu hanya soal istilah. Bahwa itu didapatkan dari Katolik merupakan omong kosong, yang tak akan bisa ia buktikan. Dan siapa gerangan orang bodoh yang mempercayai bahwa Perjamuan Kudus itu menguduskan? Itu merupakan fitnahan terhadap orang-orang yang menggunakan istilah ‘Perjamuan Kudus’.

Tanggapan Dji:

Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri setuju dan mengakui penggunaan yg benar adalah “Perjamuan Tuhan” bukan “Perjamuan Kudus”. tetapi entah alasan apa akhirnya ia bilang penggunaan istilah Perjamuan Kudus “juga tak masalah, karena itu hanya soal istilah.” Beda istilah sudah tentu beda maknanya. Apalagi orang awam yg tidak belajar theologi (atau orang agama lain) sudah pasti ikut terpengaruh oleh “istilah yg salah” itu. Sebagai orang Kristen yang cinta Kebenaran dan menjunjung tinggi Alkitab (Sola Scriptura) maka seharusnyalah orang Kristen yg Alkitabiah menggunakan istilah-istilah yg Alkitabiah pula. Bagaimana mungkin orang sekaliber Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div  bisa berkata “juga tak masalah, karena itu hanya soal istilah?” sangat mengherankan! Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sudah tahu istilah yg benar tetapi tidak mau menggunakannya. Ada apa ini pak?……….(atau ada udang di balik batu?)…….

8)   Ia tahu cara penggunaan Urim dan Tumim, dan menjelaskannya.

Tanggapan Budi Asali:

Tak ada penafsir yang tahu dengan pasti tentang hal itu. Jangankan cara menggunakannya, bahkan bagaimana bentuk dari Urim dan Tumimpun tidak ada yang tahu. Entah Suhento Liauw belajar dari mimpi atau bagaimana?

Kel 28:30 – “Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN”.

Adam Clarke (tentang Kel 28:30)Thou shalt put in the breastplate of judgment the Urim and the Thummim.’ What these were has, I believe, never yet been discovered. 1. They are nowhere described. 2. There is no direction given to Moses or any other how to make them. … 6. That God was often consulted by Urim and Thummim, is sufficiently evident from several Scriptures; but how or in what manner he was thus consulted appears in none.

Apa yang dikatakan oleh Bil 27:21 tidaklah menunjukkan cara penggunaan Urim dan Tumim.

Bil 27:21 – “Ia harus berdiri di depan imam Eleazar, supaya Eleazar menanyakan keputusan Urim bagi dia di hadapan TUHAN; atas titahnya mereka akan keluar dan atas titahnya mereka akan masuk, ia beserta semua orang Israel, segenap umat itu.’”.

Tanggapan Dji:

Di sini Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div “dengan rendah hati mengakui bahwa ia tidak tahu bentuk Urim-Tumim dan cara menggunakannya”. Makanya, lain kali undang Dr. Suhento Liauw ke gereja seminar lagi, supaya jemaat dan semua orang Kristen menjadi semakin tahu.

Urim – Tumim adalah dua alat yang dipakai Tuhan untuk menyatakan keputusan Tuhan. Urim – Tumim penggunaannya jelas dalam 1 Samuel 14:41 “Lalu berkatalah Saul: “Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim,” Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.(artinya Tuhan tunjukkan Urim).” Ini adalah salah satu contoh cara penggunaan Urim-Tumim dalam Alkitab.

9)   Ia percaya bahasa Roh, nubuat, mimpi dari Tuhan, malaikat datang beri petunjuk firman, karunia lakukan mujijat / kesembuhan; semua ini tak ada lagi. 1Kor 13:8 ditafsirkan menunjuk pada selesainya penulisan Kitab Suci. Ia membahas kata Yunani TON TELEION dalam ayat itu dan ia mengartikannya sebagai ‘the perfect thing’.

Tanggapan Budi Asali:

Sepanjang saya tahu, tak ada satupun Kitab Suci bahasa Inggris yang menterjemahkan ‘the perfect thing’.

KJV: ‘But when that which is perfect is come, then that which is in part shall be done away’.

RSV: ‘but when the perfect comes, the imperfect will pass away’.

NIV: ‘but when perfection comes, the imperfect disappears’.

NASB: ‘but when the perfect comes, the partial will be done away’.

ASV: ‘but when that which is perfect is come, that which is in part shall be done away’.

NKJV: ‘But when that which is perfect has come, then that which is in part will be done away’.

Dan sekalipun memang ada penafsir-penafsir yang menafsirkan bahwa ini menunjuk pada selesainya penulisan Alkitab, tetapi hanya sangat sedikit penafsir yang menafsir seperti itu. Pada umumnya para penafsir mengatakan bahwa ini menunjuk pada saat kita masuk surga / pada kedatangan Kristus yang keduakalinya.

1Kor 13:8-10 – “(8) Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. (9) Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. (10) Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Kalau kata-kata ‘jika yang sempurna tiba’ (ay 10) dianggap menunjuk pada saat Alkitab lengkap, bagaimana mungkin pada saat itu pengetahuan akan lenyap? Bukankah dengan lengkapnya Alkitab, pengetahuan bukan saja tidak lenyap, tetapi makin bertambah?

Tetapi kalau diartikan menunjuk pada kedatangan Kristus yang keduakalinya, maka itu memang memungkinkan, karena pengetahuan pada saat itu pastilah sangat berbeda dengan pengetahuan kita di dunia ini. Jadi pengetahuan yang sekarang ini, yang tidak lengkap / tidak sempurna, akan lenyap, digantikan oleh pengetahuan yang sempurna / lengkap, yang sama sekali baru.

Adam Clarke (tentang 1Kor 13:10)But when that which is perfect.’ The state of eternal blessedness; then that which is in part – that which is imperfect, shall be done away; the imperfect as well as the probationary state shall cease for ever.

Tanggapan Dji:

Kami percaya setiap kata bahkan setiap huruf yang diwahyukan (dinubuatkan) Tuhan dalam Alkitab mempunyai makna yang dalam. Tidak boleh diterjemahkan sembarangan.

Dalam seminar tersebut Dr. Suhento Liauw mengutip kata “TO TELEION” dari Alkitab interlinear Hendrickson, bukan “TON TELEION” seperti yg Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div kutip, ini memperlihatkan Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div telah salah kutip dengan menambah satu huruf “N” pada kata “TO”, sehingga menjadi TON TELEION.  Padahal yg dimaksud Dr. Suhento “TON TELEION” dalam seminar adalah justru jika mengacu kepada orang sempurna itu (dalam bentuk accusative), dan jika dalam bentuk Nominatif maka menjadi HO TELEIOS.

Tetapi dalam teks bahasa asli Yunani Textus Receptus (TR) menuliskan “TO TELEION” yang berarti ini mengacu kepada “barang” bukan “orang”.

Ini bukti bahan yg dipakai oleh Dr. Suhento Liauw waktu seminar di Surabaya dan di tempat-tempat lain:

TO     Teleion = Barang Sempurna itu

TON  Teleion = Orang Sempurna itu

Maksud Dr. Suhento Liauw jika yang dimaksud di sini adalah mengacu kepada Tuhan Yesus (dalam bentuk Accusative) maka seharusnya bunyinya menjadi TON TELEION = Orang Sempurna itu. Jika tidak percaya silahkan buktikan sendiri dengan membeli kaset VCD rekaman seminar ini tersedia di GBIA Graphe.

Dr. Suhento Liauw memang tidak mengutip kata “TO TELEION” yg diterjemahkan “the perfect thing” dari Kitab Suci bahasa Inggris manapun, karena beliau mengutipnya dari Alkitab Interlinear Hendrickson, silahkan Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div untuk mengeceknya kembali dalam Interlinear Hendrickson. Dalam interlinear Hendrickson menerjemahkan TO TELEION= “the perfect thing.”

Terjemahan NIV, KJV, RSV, ASV, NASB, NKJV semuanya ini memang tidak menambahkan kata “thing” di situ, sehingga tidak jelas “the perfect” di situ mengacu kepada orang atau barang! Jadi, harus kembali kepada bahasa asli Yunaninya. Silahkan cek Textus Receptus (TR) atau Interlinear Hendrickson.

Mari kita bedah kata “TO TELEION” menurut kamus The New Analytical Greek Lexicon oleh Wesley J. Perschbacher : TO TELEION = Adjective (kata sifat), Gender: Neutral, Singular (tunggal), Accusative (objek). Jadi, ini cocok diterjemahkan mengacu kepada Alkitab (objek yg sempurna/barang yg sempurna). Adalah suatu pelecehan dan penghinaan jika menafsir I Kor. 13:10 “To Teleion” yg Netral, Accusative (objek) dimaksudkan mengacu kepada “Tuhan Yesus”. Karena Tuhan Yesus bukan barang yang sempurna. Tuhan Yesus sudah sempurna sebelum dunia ada, dan tidak perlu menunggu kedatangan kedua kalinya untuk menyatakan IA sempurna.

Jika bahasa Yunaninya di sini (I Kor. 13:10) mengacu kepada Tuhan Yesus, maka seharusnya bunyinya: HO TELEIOS, bukan To Teleion. Tuhan Yesus adalah Subjek (Nominatif), Maskulin, tidak mungkin neutral dan Accusative. Jadi, Tuhan Yesus tidak mungkin NEUTRAL (gender: netral), kecuali ada yg menganggap-Nya “bencong/banci”. “banci/bencong” pun masih ada gendernya kalau bukan Feminim maka ia Maskulin.

Jadi, kali ini saya bisa buktikan bahwa apa yang dituliskan oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div di atas ini adalah karena beliau tidak teliti atau salahpaham sehingga salah kutip!.

10)      Mulai saat Yesus mati sampai Kitab Suci selesai ditulis rasul-rasul jadi Standard kebenaran.

Tanggapan Budi Asali:

Kok Petrus bisa salah, dalam Kis 10 dan Gal 2?

Kis 10:13-15,34-35 – “(13) Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: ‘Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!’ (14) Tetapi Petrus menjawab: ‘Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.’ (15) Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: ‘Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.’ … (34) Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: ‘Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. (35) Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya”.

Gal 2:11-14 – “(11) Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. (12) Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. (13) Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. (14) Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: ‘Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?’”.

Dan Yohanes bisa salah dengan menyembah malaikat?

Wah 19:10 – “Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: ‘Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.’”.

Wah 22:8-9 – “(8) Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. (9) Tetapi ia berkata kepadaku: ‘Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!’”.

Tanggapan Dji:

Rasul-rasul jelas menjadi standar Kebenaran ketika Alkitab belum selesai ditulis (setelah kematian Yesus). Petrus dan Yohanes bisa “SALAH”  membuktikan mereka memang tidak sempurna dalam menjadi standar kebenaran, makanya Tuhan janjikan akan mengirim yg sempurna ( I Kor. 13:10 To Teleion) mengacu kepada Alkitab yg sempurna (tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurang).

11)      Mat 11:13-14 – “(13) Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes (14) dan – jika kamu mau menerimanya – ialah Elia yang akan datang itu..

Ini ditafsirkan, jika kamu mau menerima, ia adalah Elia, jika tidak mau terima ia adalah Yohanes Pembaptis!

Tanggapan Budi Asali:

Ini ajaran sinting, dan merupakan penafsiran ‘liar’, yang tidak membutuhkan tanggapan.

 

Tanggapan Dji:

Mat. 11:13-14 adalah PERKATAAN LANGSUNG DARI TUHAN YESUS sendiri. Dr. Suhento Liauw hanya mengutipnya saja dari Alkitab. Silahkan para pembaca membuka Alkitab sendiri dan baca sendiri Matius 11: 2-14 (tidak perlu repot-repot menafsir). Bagaimana mungkin orang seperti Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div bisa berkata: “Ini ajaran sinting, dan merupakan penafsiran ‘liar’? Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div menghina perkataan Tuhan Yesus sendiri. Dr. Suhento Liauw tidak akan terganggu dengan penghinaan yg lucu ini, hehehehe…..

12)      Karena mau gerejanya steril, Suhento Liauw selalu khotbah sendiri.

Tanggapan Budi Asali:

Lucu sekali. Kalau dia yang khotbah pasti steril? Jadi ajarannya Suhento Liauw itu inerrant / infallible? Dan bagaimana kalau dia mati? Anaknya sendiri steril atau tidak? Apa mungkin dua orang punya theologia yang persis sama?

 

Tanggapan Dji:

Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus. Bagaimana mungkin menyuruh orang lain yg tidak mengerti Alkitab (Kebenaran) untuk berkhotbah di mimbar Tuhan? Cara satu-satunya menjaganya steril adalah menyuruh orang-orang yg sepaham (satu doktrin) untuk berkhotbah di mimbar Tuhan, atau memang harus khotbah sendiri. Tidak ada masalah dengan pernyataan Dr. Suhento Liauw.

13)      Kata ‘Katolik’ dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli (Indonesia diterjemahkan ‘AM’), disamakan dengan gereja Katolik!

Tanggapan Budi Asali:

Kata yang sama belum tentu artinya sama, dan kalau artinya sama belum tentu menunjuk pada hal yang sama.

Kata ‘Katolik’ memang artinya ‘am’ atau ‘universal’. Jadi kata-kata dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli versi bahasa Inggris, ‘the Holy Catholic Church’ (Gereja Katolik yang kudus / Gereja yang kudus dan am), tidak salah. Ini menunjuk pada Gereja yang tak kelihatan, atau gereja universal, yaitu semua orang percaya di seluruh dunia dan sepanjang jaman.

Encyclopedia Britannica 2010 dengan entry ‘Catholic’“(from Greek katholikos, ‘universal’), the characteristic that, according to ecclesiastical writers since the 2nd century, distinguished the Christian Church at large from local communities or from heretical and schismatic sects. A notable exposition of the term as it had developed during the first three centuries of Christianity was given by St. Cyril of Jerusalem in his Catecheses (348):the church is called catholic on the ground of its worldwide extension, its doctrinal completeness, its adaptation to the needs of men of every kind, and its moral and spiritual perfection. The theory that what has been universally taught or practiced is true was first fully developed by St.Augustine in his controversy with the Donatists (a North African heretical Christian sect) concerning the nature of the church and its ministry. It received classic expression in a paragraph by St. Vincent of Lérins in hisCommonitoria (434), from which is derived the formula: ‘What all men have at all times and everywhere believed must be regarded as true.’ St. Vincent maintained that the true faith was that which the church professed throughout the world in agreement with antiquity and the consensus of distinguished theological opinion in former generations. Thus, the term catholic tended to acquire the sense of orthodoxSome confusion in the use of the term has been inevitable, because various groups that have been condemned by the Roman Catholic Church as heretical or schismatic never retreated from their own claim to catholicityNot only the Roman Catholic Church but also the Eastern Orthodox Church, the Anglican Church, and a variety of national and other churches claim to be members of the holy catholic church, as do most of the major Protestant churches.

Tetapi istilah ‘Katolik’ juga digunakan oleh Gereja Roma Katolik, mungkin karena mereka menganggap mereka adalah satu-satunya gereja universal. Itu sebetulnya merupakan suatu penggunaan yang kontradiksi, karena ‘Roma’ merupakan sebutan yang bersifat lokal, sedangkan ‘Katolik’ sebutan yang bersifat universal.

Bahwa mereka menggunakan kata itu secara salah, itu urusan mereka. Tetapi kalau Suhento Liauw melarang / menyalahkan orang Kristen menggunakan kata itu, merupakan suatu kebodohan! Mengapa? Karena gereja-gereja yang dikecam oleh Gereja Roma Katolik sebagai gereja sesat, termasuk gereja Protestan, juga mengclaim istilah itu bagi gereja mereka, karena mereka menganggap gereja merekalah yang benar.

Tanggapan Dji:

Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri mengakui dan setuju atau menyatakan “tidak salah”. “Jadi kata-kata dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli versi bahasa Inggris, ‘the Holy Catholic Church’ (Gereja Katolik yang kudus / Gereja yang kudus dan am), tidak salah. Ini menunjuk pada Gereja yang tak kelihatan, atau gereja universal, yaitu semua orang percaya di seluruh dunia dan sepanjang jaman.” (padahal yg benar adalah yang kelihatan, jemaat = orang percaya Yesus JELAS KELIHATAN).

Kalau orang percaya itu adalah hantu maka ia tak kelihatan.

Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div di atas menggunakan kata “tetapi KALAU Suhento Liauw melarang.……” “Kalau ini, kalau itu dan kalau-kalau” nanti jadinya Pak! Janganlah membuat asumsi “Kalau ……..”

14) Serang predestinasi dan katakan neraka bukan dicipta untuk manusia tetapi untuk setan.

Mat 25:41 – Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya..

Tanggapan Budi Asali:

Jawaban tentang kebodohan ini tidak saya berikan di sini karena ini berhubungan dengan debat tanggal 24 Agustus 2012 antara Esra + saya vs Steven Liauw + partnernya. Saya tak mau tunjukkan ‘senjata’ saya sebelum debat tanggal 24 Agustus itu terlaksana.

Tanggapan Dji: ini juga tidak perlu saya tanggapi, kecuali saya hanya bisa katakan: lihat saja model bahasa ini (menunjukkan siapa jati diri Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sesungguhnya).

15)      Dalam kebaktian tak boleh ada pemberkatan pada akhir kebaktian. Pemberkatan ada pada jaman keimaman Harun, jaman sekarang semua orang Kristen adalah imam, jadi tak boleh ada satu memberkati yang lain. Pemberkatan nikah itu salah, seharusnya peneguhan nikah.

Tanggapan Budi Asali:

Ajaran ini betul-betul gila, dan tak sulit untuk membantahnya / menghancurkannya.

a)   Dalam jaman Perjanjian Lama, yang memberkati adalah imam besar, tetapi berkat itu sebetulnya jelas bukan datang dari imam besar itu sendiri, tetapi dari Tuhan. Jadi, imam besar itu hanyalah alat Tuhan.

Bil 6:22-27 – “(22) TUHAN berfirman kepada Musa: (23) ‘Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: (24) TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; (25) TUHAN menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia; (26) TUHAN menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (27) Demikianlah harus mereka meletakkan namaKu atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.’”.

Lalu mengapa dalam Perjanjian Baru, pendeta tak boleh jadi alat Tuhan untuk memberikan berkat dalam kebaktian?

Tanggapan Dji: Tidak ada orang (termasuk Dr. Suhento Liauw) yg mengatakan berkat itu dari manusia, jelas berkat itu dari Tuhan baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru.

Bedanya dalam zaman Perjanjian Lama memang semuanya masih bersifat simbol, sehingga ada acara memberkati anak, dll. Sedangkan dalam Perjanjian Baru semua orang percaya adalah sama di mata Tuhan, bahkan setiap orang adalah imam yg rajani. I Pet. 2:9 “Tetapi kamulah (setiap orang percaya) bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:” Jadi, setiap orang percaya sekarang sudah bisa berdoa langsung kepada Tuhan Yesus atau minta berkat sendiri dari Tuhan, tidak seperti dalam zaman Perjanjian Lama yg memerlukan seorang imam. Justru atas dasar apa seorang seperti Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div merasa layak minta berkat bagi orang lain?…… camkan ini Pak!…….

b)   Kalau karena dalam jaman Perjanjian Baru semua orang Kristen adalah imam, dan karena itu tak boleh orang Kristen yang satu memberkati orang Kristen yang lain, maka ingat bahwa dalam jaman Perjanjian Lama imam punya tugas mengajar Firman Tuhan.

Mal 2:1-7 – “(1) Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam! (2) Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati namaKu, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan. (3) Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu. (4) Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjianKu dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam. (5) PerjanjianKu dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya – pada pihak lain ketakutan – dan ia takut kepadaKu dan gentar terhadap namaKu. (6) Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan. (7) Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam”.

Kalau karena dalam jaman Perjanjian Baru semua orang Kristen adalah imam, dan karena itu tak boleh orang Kristen yang satu memberkati orang Kristen yang lain, maka konsekwensinya adalah: orang Kristen yang satu juga tak boleh mengajar Firman Tuhan kepada orang Kristen yang lain! Semua orang Kristen harus menjadi pengajar Firman Tuhan, dan lalu siapa pendengarnya?

Tanggapan Dji:

MEMBERKATI ORANG LAIN dan MENGAJAR FIRMAN TUHAN adalah dua pekerjaan yg berbeda. Jangan disamakan!. Dalam PL memang tugas imam untuk memberkati dan mengajar Firman Tuhan, tetapi dalam PB tidak boleh ada orang Kristen yg berhak memberkati orang lain, yang ada adalah mengajarkan Firman Tuhan, seperti yang kita lakukan saat ini [atau adanya jabatan yg alkitabiah dalam gereja yaitu: 1. Gembala/Penatua/Penilik jemaat, 2. Guru Injil (mengajar ke dalam), 3. Penginjil (mengajar/menginjil keluar, 4. Diaken (pembantu gembala)]

Konsekwensi yang Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div taruh di atas adalah suatu asumsi yg berlebihan dan “mengada-ngada”, apakah faktanya semua orang Kristen menjadi pengajar Firman hari ini? Atau apakah memang sudah tidak ada yg jadi pendengar Firman hari ini?. Bukankah ini adalah asumsi (konsekwensi) yang sangat berlebihan?…….Mari, lebih berhikmat lagi Pak!…..

c)   Bandingkan juga dengan ayat-ayat ini:

  • Ro 12:14 – Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!”.
  • 1Kor 4:12 – “kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki,kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;”.
  • Ibr 7:7 – “Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.

Tanggapan Dji: Ibrani 7:7 disimpan dulu, bahasnya di bawah nanti.

Kita lihat 2 ayat ini dulu:

Roma 12:14 – “Berkatila ….” (KJV = BLESS)

I Kor. 4:12 “…kami memberkati…..” (KJV =  we BLESS).

“BLESS” dalam kamus bahasa Inggris –Indonesia artinya: 1. Memberkahi, merestui. 2. Mendoakan. –blessed ks. 1. Menyenangkan.

Jadi, ayat-ayat ini jangan dijadikan alasan untuk berkat-memberkati, tetapi lebih cocok diartikan:

Roma 12:14 “Berdoalah(kpd) siapa yg menganiaya kamu, berdoalah dan jangan mengutuk!” ini cocok dengan perintah Tuhan Yesus: Mat. 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan BERDOALAH bagi mereka yang menganiaya kamu.” (saya akui bahwa saya mendoakan Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini supaya benar-benar dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil-Nya).

Kini kita lihat Ibrani 7:7 “Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.Coba pembaca sekarang juga, buka Alkitab masing-masing: konteks di ibrani 7:7 ini berbicara siapa yg lebih tinggi itu? siapa yg boleh memberkati itu? jawabannya: Dia adalah Melkisedek.

Siapakah Melkisedek itu?:

Kej.14:18 Melkisedek adalah Raja Salem

Ibrani 7:2 Melkisedek adalah Raja Salem, Raja Damai Sejahtera = Yesus Kristus adalah Raja Damai Sejahtera.

Ibrani 7: 3 “Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya”.

Ibrani 6:20 “Di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.” Siapakah Melkisedek sehingga Yesus Kristus menurut peraturan-Nya? Melkisedek adalah Yesus Kristus sebelum datang dalam bentuk daging dan darah (sebelum menjadi manusia Yesus) = yang disebut Theophany / Christophany.

Jadi, bagaimana mungkin seorang Kristen (seperti Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini) bisa menggunakan ayat Ibrani 7:7 ini sebagai ayat argumentasinya untuk memberkati orang lain?……

16) Nama Allah yang benar bukan YAHWEH tetapi YEHOVAH. Alasan: karena dalam manuscript tertua yang gunakan huruf hidup (MT) namanya disebutkan YEHOVAH.

Tanggapan Budi Asali:

Ini lucu karena MT bukan manuscript! Dalam manuscript tak ada huruf hidup!Memang YAHWEHpun belum tentu benar, tetapi YEHOVAH pasti salah, karena huruf hidupnya dipinjam dari ADONAY (dan mungkin juga dari ELOHIM).

Saya akan memberi kutipan dari buiku saya sendiri tentang Yahweh-isme, yang berbunyi sebagai berikut:

Bagaimana dengan pengucapan ‘Jehovah’ / ‘Yehovah’?

Di atas sudah saya jelaskan bahwa setiap kali bertemu dengan nama YHWH, mereka membacanya ADONAY (= Tuhan). Lalu pada suatu saat, ada orang-orang yang memasukkan bunyi huruf-huruf hidup dari kata ADONAY, yaitu A – O – A ke sela-sela dari YHWH itu, sehingga didapatkan YAHOWAH, dan seorang dosen saya mengatakan bahwa dalam aksen Jerman (entah dari mana kok tahu-tahu ada aksen Jerman), ini lalu berubah menjadi YEHOWAH atau YEHOVAH. Pulpit Commentary dalam tafsirannya tentang Im 24:11 mengatakan bahwa perubahan YAHOWAH menjadi YEHOWAH itu disebabkan karena: the laws of the Hebrew language required the first a to be changed into e, and hence the name Jehovah” (= hukum-hukum dari bahasa Ibrani mengharuskan huruf a yang pertama untuk diubah menjadi huruf e, dan karena itu menjadi Jehovah) – hal 383.

Catatan: perlu diketahui bahwa dalam bahasa Ibrani, huruf V dan W adalah sama.

The New Bible Dictionary (dengan topik ‘God, names of’)“YHWH was considered too sacred to pronounce; so ADONAY (my Lord) was substituted in reading, and the vowels of this word were combined with the consonants YHWH to give ‘Jehovah’, a form first attested at the beginning of the 12th century AD” [= YHWH dianggap terlalu keramat untuk diucapkan; maka ADONAY (Tuhanku) dijadikan pengganti dalam pembacaan, dan huruf-huruf hidup dari kata ini dikombinasikan dengan huruf-huruf mati YHWH untuk memberikan ‘Jehovah’, suatu bentuk yang pertama-tama ditegaskan pada permulaan abad ke 12 M.] – hal 478.

Nelson’s Bible Dictionary (dengan topik ‘God, Names of’)“The divine name Yahweh is usually translated Lord in English versions of the Bible, because it became a practice in late Old Testament Judaism not to pronounce the sacred name YHWH, but to say instead ‘my Lord’ (Adonai) – a practice still used today in the synagogue. When the vowels of Adonai were attached to the consonants YHWH in the medieval period, the word Jehovah resulted” [= Nama ilahi ‘Yahweh’ biasanya diterjemahkan ‘Lord’ (= Tuhan) dalam versi-versi Alkitab bahasa Inggris, karena menjadi suatu praktek dalam Yudaisme Perjanjian Lama belakangan, untuk tidak mengucapkan nama keramat / kudus YHWH, tetapi mengatakan ‘Tuhanku’ (ADONAY) sebagai gantinya – suatu praktek yang masih digunakan jaman ini dalam sinagog. Pada waktu huruf-huruf hidup dari ADONAY diberikan pada huruf-huruf mati YHWH pada jaman abad pertengahan, kata Yehovah dihasilkan].

  a D o N a Y

  ¯    ¯     ¯

Y   H   W   H ® YaHoWaH ® YeHoWaH / YeHoVaH

Encyclopedia Britannica memberikan penjelasan yang agak berbeda. Encyclopedia Britannica mengatakan bahwa bunyi huruf-huruf hidup yang dimasukkan di sela-sela YHWH itu diambil bukan hanya dari kata ADONAY (= Tuhan), tetapi juga dari kata ELOHIM (= Allah). Dari kata yang pertama didapatkan A – O – A dan dari kata yang kedua didapatkan E – O – I. Penggabungannya dimasukkan ke sela-sela YHWH. Untuk bunyi huruf hidup pertama, yang diambil adalah E, untuk yang kedua diambil O, dan untuk yang ketiga diambil A. Jadi, muncul YEHOWAH / YEHOVAH.

Encyclopedia Britannica 2007“The Masoretes, who from about the 6th to the 10th century worked to reproduce the original text of the Hebrew Bible, replaced the vowels of the name YHWH with the vowel signs of the Hebrew words Adonai or Elohim. Thus, the artificial name Jehovah (YeHoWaH) came into being” [= Para ahli Taurat Yahudi, yang dari kira-kira abad ke 6 sampai abad ke 10 bekerja untuk mereproduksi text orisinil dari Alkitab Ibrani, menggantikan huruf-huruf hidup dari nama YHWH dengan tanda-tanda huruf-huruf hidup dari kata-kata Ibrani Adonai atau Elohim. Maka, nama buatan YEHOVAH (YeHoWaH) tercipta].

  a D o N a Y

  ¯    ¯     ¯

Y   H   W   H ® YeHoWaH / YeHoVaH

  ­    ­    ­

  e L o H i M

Louis Berkhof rupanya juga sependapat, karena ia berkata: “And therefore in reading the Scriptures they substituted for it either ’Adonai or ’Elohim; and the Masoretes, while leaving the consonants intact, attached to them the vowels of one of these names, usually those of ’Adonai” [= Dan karena itu dalam membaca Kitab Suci mereka (orang-orang Yahudi) menggantikannya atau dengan ADONAY atau ELOHIM; dan ahli-ahli Taurat Yahudi, sementara mereka membiarkan huruf-huruf mati itu utuh, melekatkan kepada huruf-huruf mati itu huruf-huruf hidup dari salah satu dari nama-nama ini, biasanya huruf-huruf hidup dari ADONAY] – ‘Systematic Theology’, hal 49.

Dari penjelasan ini bisa dinyatakan bahwa penyebutan YEHOVAH (atau dalam bahasa Inggris ‘Jehovah’), sebenarnya pasti salah, karena bunyi huruf hidupnya diambil dari kata ADONAY, atau dari ADONAY dan ELOHIM.

Tanggapan Dji :

Saya tidak mau terlalu mengomentari ini, karena Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri menyatakan “belum tahu mana yg benar”, sambil menyatakan penyebutan YEHOVAH “pasti salah”. Padahal sudah dikasih tahu oleh Dr. Suhento Liauw tentang penyebutan yg benar.

Izinkan saya tambahkan sedikit penjelasan: Mat. 5:18 “Karena Aku (Tuhan Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Ini artinya Tuhan pasti sanggup memelihara NAMA-NYA yg KUDUS dan keramat itu. Mana mungkin NAMA TUHAN bisa hilang beberapa huruf hidup dan tidak diketahui oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div dan Louis Berkhof ?……

Saya lebih percaya kepada Alkitab (kata-kata Tuhan Yesus) dari pada percaya kepada Louis Berkhof atau yg lainnya.

17)      Ia percaya semua bayi yang mati masuk surga. Dasar Alkitab yang ia berikan adalah 1Raja 14:13 – Seluruh Israel akan meratapi dia dan menguburkan dia, sebab hanya dialah dari pada keluarga Yerobeam yang akan mendapat kubur, sebab di antara keluarga Yerobeam hanya padanyalah terdapat sesuatu yang baik di mata TUHAN, Allah Israel..

Ia berkata anak Yerobeam ini belum akil balik / dewasa dan karena itu Tuhan menemukan adanya sesuatu yang baik dalam dirinya (ia belum punya dosa dari dirinya sendiri).

Tanggapan Budi Asali:

Sangat lucu, jadi dosa asal tak membuat Allah murka kepada seseorang. Kalau begitu mengapa bayi bisa mati? Juga anak Yerobeam itu bukan bayi / anak kecil. Kata Ibrani yang digunakan adalah NAAR, yang bisa berarti ‘boy’ (= anak laki-laki) ataupun ‘youth’ (= pemuda). Karena itu anak itu sudah pasti punya dosa dari dirinya sendiri. Kalau dikatakan Allah mendapati sesuatu yang baik dalam dirinya maka itu pasti menunjukkan anak itu sudah beriman, karena tanpa iman tidak mungkin seseorang bisa memperkenan Tuhan.

Ibr 11:6a – “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.”.

Mungkin karena ia beriman maka ia tidak setuju dengan penyembahan berhala yang dilakukan oleh ayahnya (Yerobeam), dan itulah hal yang baik yang ada pada anak itu. Adanya hal yang baik ini pasti juga merupakan hasil pekerjaan Tuhan dan kasih karuniaNya dalam diri anak itu, sehingga sekalipun ia dilahirkan dalam keluarga yang brengsek, ia sendiri bisa beriman dan mempunyai kesalehan, sehingga bisa memperkenan Tuhan.

Tanggapan Dji:

Semua dosa manusia (dosa seisi dunia) telah ditanggung Tuhan Yesus ( I Yoh. 2:2 “Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia”), tentu termasuk dosa bayi Yerobeam.

Manusia yang sudah akil balik (telah dewasa) berdosa atas keputusannya sendiri (jadi harus bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus yang telah menanggung semua dosanya).

Jadi, saya melihat Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div hanya bisa berkata (tentang bayi Yerobeam masuk Sorga): “Mungkin…..karena ia beriman maka ia tidak setuju dengan penyembahan berhala yang dilakukan oleh ayahnya (Yerobeam)”. Sekali lagi Theologi Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div menggunakan asumsi dan asumsi Mungkin (May be…..May be…..) dan ini pun jika bayi di situ “dipaksa” diterjemahkan sudah dewasa (boy = anak laki-laki).

18)      Dalam pengajaran, Suhento Liauw ini sering memfitnah orang:

a)   Ia menunjukkan foto di koran, ada 4 orang, themanya kira-kira penyatuan / penyamaan Kristen dengan Katolik. Lalu berkata: yang ini James Ryadi (memang benar), yang ini Stephen Tong (ngawur, itu pasti bukan Stephen Tong). Lalu di koran itu ditulis nama Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili Indonesia.

Tanggapan Budi Asali:

Ini saya protes dalam acara tanya jawab dan saya jelaskan: yang satu memang James Riady, yang satu lagi Yakub Susabda, tetapi tak ada Stephen Tong, itu FITNAH! Dia agak malu, lalu bilang kalau fotonya kabur jadi mirip Stephen Tong. Padahal fotonya nggak mirip sama sekali dengan Stephen Tong! Dan kalau memang tidak tahu, lebih baik jangan omong tentang kejelekan orang lain, atau itu harus dianggap sebagai FITNAH!

Tanggapan Dji:

Saya sekali lagi MENYATAKAN RAGU dan INI TIDAK BISA DIPERCAYA atas koment Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini, karena lihat saja pernyataannya di atas: “Themanya kira-kira……..(maaf, saya ulangi: “Themanya kira-kira….” )

Mengenai foto di koran itu memang buram (tidak jelas siapa) dan itu memang koran tentang STT Reformed Injili Indonesia, dan kata Dr. Suhento Liauw (ketika saya konfirmasi langsung dengan beliau) beliau berkata: justru yang sebut “Stephen Tong” itu adalah audiens seminar, bukan Dr. Suhento Liauw yg menyebutnya.

Setahu saya: Dr. Suhento Liauw bukanlah tipe orang yg demikian (suka fitnah), apalagi seminar-seminar tersebut biasanya ada direkam, jauhlah kiranya beliau berbuat demikian.

(untuk Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ketahui, bahwa: Kami semua mengasihi Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div, Bapak James Ryadi, Bapak Stephen Tong yg luarbiasa tetap semangat, and we pray for them, we pray for all Indonesian people)

Silahkan pembaca yg menilai sendiri saja! Siapa yg suka fitnah dan tanpa dasar Alkitab! Dan siapa yg mengasihi sesuai perintah Tuhan!.

b)   Calvin / Calvinist ada jejak darah, dalam persoalan kematian Servetus. Lucu, yang menghukum mati Servetus bukan Calvin, tetapi pengadilan! Orang gila ini senang memfitnah!

Tanggapan Budi Asali:

Ini fitnahan yang lazim dalam kalangan Arminian! Entah mereka tidak tahu sejarahnya atau pura-pura tidak tahu, itu bukan urusan saya. Tetapi siapapun mau bicara tentang kejelakan orang, ia harus tahu bahwa apa yang ia bicarakan itu pasti benar. Kalau tidak, itu merupakan FITNAH!

Perlu diketahui beberapa hal dalam persoalan penghukuman mati terhadap Servetus dengan dibakar pada jaman Calvin:

1.   Servetus dihukum mati bukan karena dia anti Calvinisme, tetapi karena ia bukan saja tak percaya pada doktrin Allah Tritunggal, tetapi lebih dari itu, ia menghujatnya mati-matian dengan mengatakan hal itu sebagai ‘monster berkepala tiga’ dsb sehingga menimbulkan kemarahan dari semua orang Kristen dan bahkan Katolik di seluruh dunia.

2.   Calvin memang yang melaporkan dia kepada pemerintah / polisi pada waktu ia secara berani mati muncul di Geneva. Tetapi yang menangkap, mengadili, menjatuhkan hukuman mati dengan dibakar, dan melaksanakan hukuman mati itu adalah pemerintah / pengadilan.

3.   Calvin justru memintakan keringanan supaya hukuman itu diubah dari dibakar menjadi pemenggalan, tetapi permintaan Calvin ditolak oleh pengadilan.

Semua cerita ini ada dalam buku sejarah dari Philip Schaff (orang ini ahli sejarah, dan ia bukan Calvinist), dan itu bisa saya buktikan.

Philip Schaffif we consider Calvin’s course in the light of the sixteenth century, we must come to the conclusion that he acted his part from a strict sense of duty and in harmony with the public law and dominant sentiment of his age, which justified the death penalty for heresy and blasphemy, and abhorred toleration as involving indifference to truth Even Servetus admitted the principle under which he suffered; for he said, that incorrigible obstinacy and malice deserved death before God and men – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 690.

Philip SchaffCalvin never changed his views or regretted his conduct towards Servetus. Nine years after his execution he justified it in self-defence against the reproaches of Baudouin (1562), saying: ‘Servetus suffered the penalty due to his heresies, but was it by my will? Certainly his arrogance destroyed him not less than his impiety. And what crime was it of mine if our Council, at my exhortation, indeed, but in conformity with the opinion of several Churches, took vengeance on his execrable blasphemies? Let Baudouin abuse me as long as he will, provided that, by the judgment of Melanchthon, posterity owes me a debt of gratitude for having purged the Church of so pernicious a monster.’ – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 690-691.

Philip SchaffLet us remember also that it was not simply a case of fundamental heresy, but of horrid blasphemy, with which he had to deal. If he was mistaken, if he misunderstood the real opinions of Servetus, that was an error of judgment, and an error which all the Catholics and Protestants of that age shared – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 691.

Philip SchaffIt is not surprising that this book gave great offence to Catholics and Protestants alike, and appeared to them blasphemous. Servetus calls the Trinitarians tritheists and atheists. He frivolously asked such questions as whether God had a spiritual wife or was without sex. He calls the three gods of the Trinitarians a deception of the devil, yea (in his later writings), a three-headed monster – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 718-719.

Philip SchaffServetus charges the Reformed Christians of Geneva that they had a gospel without a God, without true faith, without good works; and that instead of the true God they worshipped a three-headed Cerberus – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 731.

Catatan: Cerberus = anjing berkepala tiga yang menjaga Hades dalam mitologi Romawi dan Yunani (Webster’s New World Dictionary, College Edition).

Philip SchaffHe calls all Trinitarians ‘tritheists’ and ‘atheists.’ They have not one absolute God, but a three-parted, collective, composite God – that is, an unthinkable, impossible God, which is no God at all. They worship three idols of the demons, – a three-headed monster, like the Cerberus of the Greek mythology. One of their gods is unbegotten, the second is begotten, the third proceeding. One died, the other two did not die. Why is not the Spirit begotten, and the Son proceeding? By distinguishing the Trinity in the abstract from the three persons separately considered, they have even four gods. The Talmud and the Koran, he thinks, are right in opposing such nonsense and blasphemy – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 741-742.

Philip SchaffShortly after the publication of the ‘Restitution,’ the fact was made known to the Roman Catholic authorities at Lyons through Guillaume Trie, a native of Lyons and a convert from Romanism, residing at that time in Geneva. He corresponded with a cousin at Lyons, by the name of Arneys, a zealous Romanist, who tried to reconvert him to his religion, and reproached the Church of Geneva with the want of discipline. On the 26th of February, 1553, he wrote to Arneys that in Geneva vice and blasphemy were punished, while in France a dangerous heretic was tolerated, who deserved to be burned by Roman Catholics as well as Protestants, who blasphemed the holy Trinity, called Jesus Christ an idol, and the baptism of infants a diabolic invention. He gave his name as Michael Servetus, who called himself at present Villeneuve, a practising physician at Vienne. In confirmation he sent the first leaf of the ‘Restitution,’ and named the printer Balthasar Arnoullet at Vienne. This letter, and two others of Trie which followed, look very much as if they had been dictated or inspired by Calvin. Servetus held him responsible. But Calvin denied the imputation as a calumny. At the same time he speaks rather lightly of it, and thinks that it would not have been dishonorable to denounce so dangerous a heretic to the proper authorities. He also frankly acknowledges that he caused his arrest at Geneva. He could see no material difference in principle between doing the same thing, indirectly, at Vienne and, directly, at Geneva. He simply denies that he was the originator of the papal trial and of the letter of Trie; but he does not deny that he furnished material for evidence, which was quite well known and publicly made use of in the trial where Servetus’s letters to Calvin are mentioned as pieces justificatives. There can be no doubt that Trie, who describes himself as a comparatively unlettered man, got his information about Servetus and his book from Calvin, or his colleagues, either directly from conversation, or from pulpit denunciations. We must acquit Calvin of direct agency, but we cannot free him of indirect agency in this denunciation. Calvin’s indirect agency, in the first, and his direct agency in the second arrest of Servetus admit of no proper justification, and are due to an excess of zeal for orthodoxy – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 757-759.

Philip SchaffThe final responsibility of the condemnation, therefore, rests with the Council of Geneva, which would probably have acted otherwise, if it had not been strongly influenced by the judgment of the Swiss Churches and the government of Bern. Calvin conducted the theological part of the examination of the trial, but had no direct influence upon the result. His theory was that the Church may convict and denounce the heretic theologically, but thathis condemnation and punishment is the exclusive function of the State, and that it is one of its most sacred duties to punish attacks made on the Divine majesty. ‘From the time Servetus was convicted of his heresy,’ says Calvin, ‘I have not uttered a word about his punishment, as all honest men will bear witness; and I challenge even the malignant to deny it if they can.’One thing only he did: he expressed the wish for a mitigation of his punishment. And this humane sentiment is almost the only good thing that can be recorded to his honor in this painful trial – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 767-768.

Philip Schaff“… the wish of Calvin to substitute the sword for the fire was overruled” (= … keinginan Calvin untuk menggantikan api dengan pedang ditolak) – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 781-782.

Philip SchaffThe severest charge against him is blasphemy. Bullinger remarked to a Pole that if Satan himself should come out of hell, he could use no more blasphemous language against the Trinity than this Spaniard; and Peter Martyr, who was present, assented and said that such a living son of the devil ought not to be tolerated anywhere. We cannot even now read some of his sentences against the doctrine of the Trinity without a shudder. Servetus lacked reverence and a decent regard for the most sacred feelings and convictions of those who differed from him – ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 781-788.

Tanggapan Dji:

Point b) di atas menurut saya itu sudah bercampur-aduk antara pernyataan Dr. Suhento Liauw dengan “kekesalan” Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri.

Hemat saya pernyataan Dr. Suhento Liauw harusnya begini: (silahkan Pembaca teliti dan cermat)

Dr. Suhento Liauw: b) Calvin / Calvinist ada jejak darah, dalam persoalan kematian servetus (titik).

Tetapi karena tidak sabar dan tidak teliti maka “bukti kekesalan” Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini menggabungkannya menjadi pernyataan Dr. Suhento Liauw juga. (Mohon kerelaan hatinya untuk koreksi dan mengakuinya saja Pak? Ini terlihat jelas kok?) (saya tidak mau “menuduh” Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div melakukan Fitnah kpd Dr. Suhento Liauw, sekalipun buktinya ini sudah kuat) saya menganggap Bapak ini khilaf saja. Bahkan karena terlalu tidak sabar dan tidak teliti (saya dapat memakluminya) Belum-belum sudah bilang “Lucu, yang menghukum mati Servetus bukan Calvin, tetapi pengadilan! orang gila ini senang memfitnah!” padahal bagian ini (“Lucu, yang menghukum mati Servetus …..dan seterusnya… !”) harusnya ini masuk ke dalam bagian Tanggapan Budi Asali. Begitu toh Pak?……. monggo ditanggapi….. tapi kalau tidak ditanggapi ya sudahlah…maklumkan sajalah…… (We love you brother…..)

Oke, kita kembali ke laptop….(versi Tukul “empat mata”)

Tanggapan untuk point:

  1. Servetus dihukum mati dalam zaman Calvin (tidak ada yg bisa membantahnya), Servetus memang pengajar bidat (sesat) yg tidak percaya kepada doktrin Allah Tri Tunggal. Tetapi seberapa sesat pun seorang Servetus maka ia tidak layak mendapatkan hukuman mati. Orang Kristen Alkitabiah memandang perbedaan penafsiran dan perbedaan kepercayaan / keyakinan agama sebagai sesuatu yang lazim dan umum. Orang Kristen Alkitabiah tidak boleh memberikan  “stempel” tanda setuju Servetus atau “servetus-servetus lain” untuk dihukum mati karena perbedaan doktrin/perbedaan keyakinan.
  2. Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri pun “mengakui” bahwa Calvin yg melaporkan Servetus kepada polisi di Genewa. Walaupun memang pengadilan yg jatuhkan hukuman mati, tetapi andil Calvin dalam melaporkan Servetus itu sudah menjadi bukti keterlibatan John Calvin dalam kematian Servetus. Mudah dimengerti toh!…. Apalagi waktu itu seorang John Calvin (tahun 1541-1564) sangat berpengaruh di Genewa.
  3. “John Calvin justru meminta keringanan untuk Servetus” (Faktanya: Permohonannya tidak dikabulkan dan Servetus mati dibakar). Ini kedengaran sangat memprihatinkan. Apakah John Calvin benar-benar  meminta keringanan untuk Servetus? (kini tinggal tanda tanya saja?)

19)      Kesan yang didapat adalah: ia anggap dan nyatakan gerejanya sebagai ‘the only true church’, dan anjurkan orang pindah ke gerejanya! Katolik, Kharismatik, Calvinist, tokoh-tokoh reformasi (Martin Luther, Calvin, dsb), semua digempur.

Tanggapan Budi Asali:

Saya menganggap semua orang yang menganggap gerejanya sebagai ‘the only true church’, sebagai orang-orang sesat. Saksi Yehuwa mempunyai pandangan seperti itu, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh juga mempunyai kepercayaan seperti itu, dan itu saya anggap sebagai salah satu bukti kesesatan mereka.

Saya sering mengecam banyak pendeta dan gereja sebagai sesat, tetapi saya tidak pernah punya anggapan / pemikiran / kepercayaan bahwa gereja saya adalah ‘the only true church’!

Tanggapan Dji:

Point 19) Sekali lagi ini terlihat lebih jelas “siapa yang ngawur”? Kesan mestinya ditaruh pada bagian Tanggapan Budi Asali. Tapi yah kita maklumkanlah……….

Adalah hal yg baik dan sah-sah saja jika ada orang menganggap gerejanya yg paling benar daripada gereja orang lain. Justru adalah aneh jika ada gembala atau “pendeta” yg tidak yakin bahwa gerejanya paling benar! Perbedaan keyakinan agama saja merupakan sesuatu yg lazim dan umum dalam dunia keKristenan, apalagi perbedaan “keyakinan gerejanya paling benar!” ini mah hal yg biasa…..

 

Demikianlah tanggapan dari saya. Terima kasih.

Salam damai sejahtera buat kita semua dalam Tuhan Yesus Kristus. Segala kemuliaan dan hormat hanya bagi Tuhan kita Yesus Kristus. Amin!

MARANATHA!  MARANATHA!  MARANATHA!      More info: www.graphe-ministry.org

Dari: (Dji ji liong, S.E / Mahasiswa Graphe International Theological Seminary)

Baca juga:

Menjawab Sanggahan Budi Asali Terhadap Seminar Graphe oleh Dr. Steven E. Liauw, Th.D

  1. tony
    14 Juni 2012 pukul 3:35 AM

    masalah baptisan selam menurut saya terlalu dipaksakan karena di Alkitab tidak ada tertulis baptis harus selam, semua hanya asumsi saja. Masuk kedalam air, keluar dari air belum tentu basah kuyup diselam karena di Alkitab tidak tertulis demikian. Mohon tidak membakukan baptis harus selam karena sekali lagi di Alkitab tidak ada keharusan baptis harus selam, hanya asumsi saja. yang penting esensi dan makna baptisan, jadi ga usah diperdebatkan mana yang benar mana yang salah, percik atau selam, dua2nya baik adanya

  2. 14 Juni 2012 pukul 4:19 PM

    Tony, Mengenai cara Baptisan mana yg sesuai Alkitab, mohon baca dan pertimbangkan tulisan saya ini di http://dedewijaya.blogspot.com/2008/12/cara-baptis-percik-atau-selam.html

  3. fanni
    15 Juni 2012 pukul 1:49 AM

    KITA HARUS SADAR DAN MENGERTI BAHWA DALAM PENAFSIRAN ALKITAB KITA HARIS MENGACU PADA (YANG MENGKANONKAN ALKITAB ITU SENDIRI) KITA HARUS BERTANYA KEPADA GEREJA YANG MENGKANONKAN ALKITAB, KARENA GEREJA TERSEBUTLAH YANG MEMILAH MILAH MANA INJIL YANG LAYAK DI JADIKAN PERJANJIAN BARU…. DARI BERBAGAI TULISAN IJIL ,DI PILIHLAH 4 PENULIS INJIL.. DENGAN BERBAGAI PERTIMBANGAN YANG MATANG…DAN DI BUKUKAN SEBAGAI PERJANJIAN BARU… SEHINGGA SAYA BERKESIMPULAN.. SAYA TIDAK AKAN PERCAYA PENAFSIRAN INJIL.. KECUALI PENAFSIRAN ITU MENGACU KEPADA OTORITAS GEREJA YANG MEMBUKUKAN INJIL.

  4. pengamat
    23 Juni 2012 pukul 4:03 AM

    Tulisan ini sudah ditaggapi oleh Bpk. Budi Asali dan yang lainnya..
    http://golgothaministrysby.blogspot.com/2012/06/tanggapan-pdt-budi-asali-terhadap.html
    Terlihat jelas bahwa Sdr, Dji Ji Liong masih kalah jauh dalam hal debat dan argumentasi, serta pemahaman tentang kitab suci.

  5. Dji ji liong
    26 Juni 2012 pukul 2:11 PM

    kepada “Pengamat” Tergantung siapa yg menilai, saya tidak merasa perlu lagi untuk menanggapi Bapak Budi Asali, karena sudah terlihat jelas mana yg sesuai Alkitab.

  6. Dji ji liong
    26 Juni 2012 pukul 2:27 PM

    Dji ji liong :
    kepada “Pengamat” Tergantung siapa yg menilai, saya tidak merasa perlu lagi untuk menanggapi Bapak Budi Asali, karena sudah terlihat jelas mana yg sesuai Alkitab. Orang yg cinta kebenaran pasti bilang tanggapan saya yg benar dan sesuai Alkitab

    Dji ji liong :
    kepada “Pengamat” Tergantung siapa yg menilai, saya tidak merasa perlu lagi untuk menanggapi Bapak Budi Asali, karena sudah terlihat jelas mana yg sesuai Alkitab. Orang yg cinta kebenaran pasti bilang tanggapan saya yg benar dan sesuai Alkitab

    Dji ji liong :
    kepada “Pengamat” Tergantung siapa yg menilai, saya tidak merasa perlu lagi untuk menanggapi Bapak Budi Asali, karena sudah terlihat jelas mana yg sesuai Alkitab. Orang yg cinta kebenaran pasti bilang tanggapan saya yg benar dan sesuai Alkitab

  7. 14 Juli 2012 pukul 3:34 PM

    Dji ji liong : kepada “Pengamat” Tergantung siapa yg menilai, saya tidak merasa perlu lagi untuk menanggapi Bapak Budi Asali,

    Esra : tidak menanggapi tidak selamanya karena merasa tidak perlu tetapi bisa juga karena memang tidak bias lagi menjawab. Argumentasi anda terlalu dangkal Dji. Sebaiknya anda belajar lebih banyak lagi.

    Dji ji liong : karena sudah terlihat jelas mana yg sesuai Alkitab. Orang yg cinta kebenaran pasti bilang tanggapan saya yg benar dan sesuai Alkitab

    Esra : Hehe… mungkin mereka katarak.

  8. 14 Juli 2012 pukul 3:35 PM

    Silahkan baca tanggapan Pdt. Budi Asali untuk Steven Liauw di sini : http://www.pelangikasihministry2.blogspot.com/2012/07/tanggapan-balik-pdt-budi-asali-terhadap.html

  9. Buddha Josaphat
    10 Agustus 2012 pukul 1:51 PM

    Perdebatan ini tak akan menghasilkan apa2 kecuali ego berdosa masing2 pihak yg bertambah dihadapan Allah. Kelihatan masing2 pihak ingin menunjukan siapa yg hebat disini? Mendingan waktu dan tenaga yg ada dipakai untuk mendidik dan mengajar jemaat lebih baik.Kalo memang masing2 pihak memiliki kasih Allah dan menaati kehendak Yesus Kristus dalam doaNya didalam Yohanes 17 maka berdiskusilah didalam terang firman Tuhan seperti yg Akwila dan Priskila lakukan terhadap Apolos ( Kisah Para Rasul 18:25-28) yg menghasilkan buah pengertian dan penginjilan yg baik bagi Apolos.

    Perbedaan pendekatkan teologi Calvinisme vs Armenianisme telah berlangsung 300 tahun lebih dan belum menemukan titik temu yg memadai dan menyeluruh dari masing2 pihak. Dan selama ini telah ada perubahan dan saling menerima dan mengoreksi dari masing2 pihak akan pendapat dan pandangan teologianya. Namun masing2 pihak masih bergumul terhadap pandangan teologia sendiri yg belum mampu menjawab beberapa misteri dalam alkitab yg belum terpecahkan sampai hari ini. Calvinisme telah berubah menjadi Reformed Theology dan begitu pula Arminianisme telah berubah menjadi Wesleyan Theology. Jadi apa yg diperdebatkan pada tgl 24 Agustus 2012 kelihatannya mengulangi perdebatan abad 19?

    Saya bingung sendiri apa maksud debat Calvinisme vs Fundamental??? Calvinisme dan Armenianisme termasuk didalam aliran Fundamentalisme.

  10. sandi putra
    13 Agustus 2012 pukul 6:45 PM

    Saya salut dengan pendapat Bp. B Yosaphat; dan sudah seharusnya kita lebih mengedepankan kesaksian hidup yang mencerminkan iman yang dewasa dari pada perdebatan seperti ini.. Saya ingat firman yang berbunyi” Hukum yang tertulis mematikan tetapi Roh menghidupkan” (2 Kor.3:6) Jadi bila kita hidup dalam roh kita akan lebih menurut pada Roh Allah dari pada menuruti keinginan daging. Dan dari perdebatan di atas saya melihat orang-orang yang lebih menuruti daging dari pada menuruti Roh (Gal.5:16-26), walaupun yang berdebat adalah orang-orang yang mengaku ‘hamba Tuhan’ dan berpendidikan tinggi. Ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan otak atau kecerdasan seseorang tidak seiring dengan pertumbuhan imannya. Karena menurut saya pertumbuhan iman hanya dapat terjadi bila mempraktekan firman Tuhan atau bila orang mau menjadi pelaku firman. Tuhan memberkati kita sekalian.

  11. 23 Agustus 2012 pukul 2:54 AM

    Orang yang lahir baru sajalah mencintai KEBENARAN bukan Pembenaran ! Dan hanya orang bodoh dan bebal yang tidak mau menerima kebenaran tetapi menentangnya.

  12. back to chatolic
    3 September 2012 pukul 7:45 AM

    Sejak Kapan Gereja disebut Gereja Katolik?

    Istilah ‘katolik‘ merupakan istilah yang sudah ada sejak abad awal, yaitu sejak zaman Santo Polycarpus (murid Rasul Yohanes) untuk menggambarkan iman Kristiani,[1] bahkan pada jaman para rasul, sebagaimana dicatat dalam Kitab Suci. Kis 9:31 menuliskan asal mula kata Gereja Katolik (katholikos) yang berasal dari kata “Ekklesia Katha Holos“. Ayatnya berbunyi, “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” (Kis 9:31). Di sini kata “Katha holos atau katholikos; dalam bahasa Indonesia adalah jemaat/ umat Seluruh/ Universal atau Gereja Katolik, sehingga kalau ingin diterjemahkan secara konsisten, maka Kis 9:31, bunyinya adalah, “Selama beberapa waktu Gereja Katolik di Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Gereja itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”

    Namun nama ‘Gereja Katolik’ baru resmi digunakan pada awal abad ke-2 (tahun 107), ketika Santo Ignatius dari Antiokhia menjelaskan dalam suratnya kepada jemaat di Smyrna 8, untuk menyatakan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja satu-satunya yang didirikan Yesus Kristus, untuk membedakannya dari para heretik pada saat itu -yang juga mengaku sebagai jemaat Kristen- yang menolak bahwa Yesus adalah Allah yang sungguh-sungguh menjelma menjadi manusia. Ajaran sesat itu adalah heresi/ bidaah Docetisme dan Gnosticisme. Dengan surat tersebut, St. Ignatius mengajarkan tentang hirarki Gereja, imam, dan Ekaristi yang bertujuan untuk menunjukkan kesatuan Gereja dan kesetiaan Gereja kepada ajaran yang diajarkan oleh Kristus. Demikian penggalan kalimatnya, “…Di mana uskup berada, maka di sana pula umat berada, sama seperti di mana ada Yesus Kristus, maka di sana juga ada Gereja Katolik….”[2]. Sejak saat itu Gereja Katolik memiliki arti yang kurang lebih sama dengan yang kita ketahui sekarang, bahwa Gereja Katolik adalah Gereja universal di bawah pimpinan para uskup yang mengajarkan doktrin yang lengkap, sesuai dengan yang diajarkan Kristus.

    Kata ‘Katolik’ sendiri berasal dari bahasa Yunani, katholikos, yang artinya “keseluruhan/ universal“; atau “lengkap“. Jadi dalam hal ini kata katolik mempunyai dua arti, yaitu bahwa: 1) Gereja yang didirikan Yesus ini bukan hanya milik suku tertentu atau kelompok eksklusif yang terbatas; melainkan mencakup ‘keseluruhan‘ keluarga Tuhan yang ada di ‘seluruh dunia’, yang merangkul semua, dari setiap suku, bangsa, kaum dan bahasa (Why 7:9). 2) Kata ‘katolik’ juga berarti bahwa Gereja tidak dapat memilih-milih doktrin yang tertentu asal cocok sesuai dengan selera/ pendapat pribadi, tetapi harus doktrin yang setia kepada ‘seluruh‘ kebenaran. Rasul Paulus mengatakan bahwa hakekatnya seorang rasul adalah untuk menjadi pengajar yang ‘katolik’ artinya yang “meneruskan firman-Nya (Allah) dengan sepenuhnya…. tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.” (Kol 1:25, 28)

    Maka, Gereja Kristus disebut sebagai katolik (= universal) sebab ia dikurniakan kepada segala bangsa, oleh karena Allah Bapa adalah Pencipta segala bangsa. Sebelum naik ke surga, Yesus memberikan amanat agung agar para rasulNya pergi ke seluruh dunia untuk menjadikan semua bangsa murid-muridNya (Mat 28: 19-20). Sepanjang sejarah Gereja Katolik menjalankan misi tersebut, yaitu menyebarkan Kabar Gembira pada semua bangsa, sebab Kristus menginginkan semua orang menjadi anggota keluarga-Nya yang universal (Gal 3:28). Kini Gereja Katolik ditemukan di semua negara di dunia dan masih terus mengirimkan para missionaris untuk mengabarkan Injil. Gereja Katolik yang beranggotakan bermacam bangsa dari berbagai budaya menggambarkan keluarga Kerajaan Allah yang tidak terbatas hanya pada negara atau suku bangsa yang tertentu.

    Namun demikian, nama “Gereja Katolik” tidak untuk dipertentangkan dengan istilah “Kristen” yang juga sudah dikenal sejak zaman para rasul (lih. Kis 11:26). Sebab ‘Kristen’ artinya adalah pengikut/murid Kristus, maka istilah ‘Kristen’ mau menunjukkan bahwa umat yang menamakan diri Kristen menjadi murid Tuhan bukan karena sebab manusiawi belaka, tetapi karena mengikuti Kristus yang adalah Sang Mesias, Putera Allah yang hidup. Umat Katolik juga adalah umat Kristen, yang justru menghidupi makna ‘Kristen’ itu dengan sepenuhnya, sebab Gereja Katolik menerima dan meneruskan seluruh ajaran Kristus, sebagaimana yang diajarkan oleh Kristus dan para rasul, yang dilestarikan oleh para penerus mereka.

  13. Lewi
    5 September 2012 pukul 6:38 AM

    Tentang Lucifer, komandan setan:
    Pada Kitab Yesaya 14:12 yang disebutkan sebagai Lucifer (yang oleh Dji disebut sebagai komandan setan), digunakan oleh St. Jerome di abad ke-4 dalam menerjemahkan Vulgata (Alkitab Latin). Kata Lucifer muncul dalam Alkitab-alkitab Terjemahan antara lain di King James Version, yang kemungkinan diserap dari Alkitab Latin (Vulgata) tersebut. Tidak ada kata “Lucifer” dalam Perjanjian Baru Yunani maupun Alkitab Ibrani. Kata “Lucifer” bukan kata dalam bahasa asli Alkitab. Bandingkan dengan terjemahan lain yaitu dari sumber-sumber Yahudi HNV, Hebrew Names Version of the World English Bible.

    Kalau membaca konteks dari Yesaya 14:1-23, konteks “lucifer” berbicara tentang raja babel dan bila ini dihubungkan dengan lucifer, komandan setan, ini adalah penafsiran.

    Hal ini dinyatakan sendiri oleh Dji:
    “Yesaya 14:1-16 konteksnya berbicara tentang Raja Babel, dan tentu di situ ada OKNUM DI BALIK Raja Babel yaitu Lucifer (Bintang Timur).”

    Mengapa Dji suka sekali memenggal ayat Firman Tuhan? Konteks tentang raja babel tidak berhenti di Yesaya 14:1-16, tetapi sampai ayat 23! Di ayat 16 masih belum berakhir, masih koma. Inikah kebiasaan lazim di dalam Kristen Fundamentalis kalian yang suka memenggal ayat Firman Tuhan? Apakah memenggal ayat kebiasaan kalian yang alkitabiah? Saya lanjutkan. Alkitab berkata bahwa konteks di sini adalah raja babel, tetapi Dji memutar balikkan firman Tuhan, dengan memaksakan pendapat manusia di dalam membaca teks. Di sini argumentasi yang diberikan Pdt Budi yang kemudian mengutip pendapat Calvin dan Adam Clarke lebih setia di dalam membaca Alkitab, di mana mereka berpendapat bahwa ayat-ayat tersebut menunjuk kepada raja babel, tetapi sebaliknya Dji yang dari Kristen Fundamentalis yang katanya setia terhadap Alkitab alias alkitabiah malah mengajarkan ajaran yang tidak diajarkan Alkitab, dengan mengatakan lucifer adalah komandan setan. Di mana ayat di Yesaya tersebut yang menyatakan lucifer komandan setan? Ini adalah tafsiran sesat! Celakanya kesesatan ini kemudian diajarkan oleh Dji dan kelompok Kristen Fundamentalis ala Suhento Liauw cs.

  14. AAA
    15 September 2012 pukul 9:45 AM

    Lewi. Komentar anda kalau lucifer bukan kepala setan, kalau begitu menurut anda kepala setan itu siapa dan namanya siapa ?
    Coba anda harus baca kontek keseluruhannya, termasuk ayat 13-14, jadi rasa rasa Sdr.Dji Ie tafisran lebih dekat bahkan paling dekat pada konteknya dari pada anda sama sekali tidak tahu ?

    Yes 14:12 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (konteksnya harus lanjut baca minimal hingga

    ( engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi …. siapa ini, mohon dijawab ! )

    ayat 13-14) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, HENDAK MENYAMAI Yang Mahatinggi!….”

    Pertanyaan : Siapa yang ingin menyamai Yang Mahatinggi ?

    Kalau gal bisa tafir lebih dakat dari tafsiran Dji, lebih baik anda sumentara trima saja dan bawalah dalam pergumulan Tuhan, kita percayakanlah pada penterjemah-2 Kim James yang mana mereka setidak-2nya ahli sekali menterjemahkan dan penfsiran-2.

    Oh ya perdebatan-2 enai Severtus dihukum dibakar, apa beda hukum dibakar atau dipengggal ! kan sama-2 sadis ! tujuan hati nurani Calvinis adalah ingingkan Severtus di-hukum mati ya kan !

    Pertanyaan :

    1. Allah Roh Kudus tidak mengingatkan bahkan lupa ingatan untuk mengingatkan J. Calvinis bahkan menyetujui pengganti istilah ” Penggal aja Severtus itu ”

    2. Dalam sejarahnya pernakah J.Calvinis pernah menyesalii anjuran untuk hukum mati penggal ?

    lalu anda Sdr Lewi juga ikut-2an menyetuui perbuatan J.Calvins ? Mohon anda jujur jawab jangan mengelak !

    Lalu apa kerjanya Tuhan Yesus dalam kotbahnya Kasihilah musuh-mu ? mhn dijawab ! jangan mengelak !

    Mengenai doktrin Calvinis tentang keselamatan,

    Mohon pemirsa seluruhnya, terutama anda-anda ber-calvinis silahkan segera membuka Veb Site kami :

    Di – Yahoo.com – Google.com & Bing.com

    ketik : doktrin ke.selama.tan kristen,com

    maaf, kalau kami langsung ketik keselamatan, langsung dilayar anda berubah keamanan, jadi ada kesalahan pencari mesin ini.

    Semoga anda-anda ber-Calvinis bisa segera sadar dan bersatu dengan umat kristen sejati / Kristen Fundamental dan pengikut Tuhan Yesus lainnya yang tidak memilah milah ayat Firman Tuhan melainkan segera digabung satu sama lain !

    atau anda rasa keberatan maka anda boleh memberi saran ter – baik dan jalan keluar ter-baik, boleh kritik / sindir, tapi kritik/sindir anda beranikah anda menggabungkan seluruh ayat-2 Firman Tuhan termasuk seluruh ayat-2 Firman Tuhan didalam Veb Site kami dan Veb Site Dji ini ? Ok God Bless You ber-Calvinis !

    Disamping isi Veb Site kami,
    Pemirsa seluruh umat Kristen seluruh dunia, kalian dijamin pasti dikejutkan oleh dan dari Tuhan Yesus Sang Pencipta sendiri untuk mendorong anda – anda terutama yang tidak mempunyai talenta ber-kottbah sebagai salah satu sarana-NYA paling ampuh untuk meng-Injili manusia-manusia yang belum kenal akan Dia ! Karena jelas Allah menghendaki semua manusia berbalik dan bertobat tanpa kecuali !

    Penasaran ! Silahkan segera buka sekarang ! Tuhan pasti berkati Anda !

    Ketik : doktrin ke.selama.tan kristen,com
    Cari : KEAJAIBAN DUNIA hal ” KESELAMATAN ‘

    Tuhan berkati Orang-2 Kristen Calvinis & Non Calvinis yakni Umat Kristen Sejati / Kristen Fundamental GBU !

  15. Lewi
    17 September 2012 pukul 9:17 AM

    @AAA:

    Lewi. Komentar anda kalau lucifer bukan kepala setan, kalau begitu menurut anda kepala setan itu siapa dan namanya siapa ?
    ===> Anda sudah membangun pola pemikir Anda bahwa nama Lucifer= kepala / komandan setan, sebagaimana istilah ini digunakan oleh St. Jerome di abad keempat ketika menerjemahkan pasal tersebut ke dalam kitab Vulgata (Alkitab Latin). Padahal kata lucifer sendiri tidak ada dalam ungkapan Ibrani yang tertulis HEYLEL BEN-SYAKHAR”; di mana HEYLEL adalah kata Ibrani untuk “bintang Timur”, sedangkan BEN-SYAKHAR” harfiah “anak (putra) Fajar”. Kata Lucifer muncul dalam Alkitab Terjemahan seperti King James Version/ Douay Rheims/ Darby , mungkin diserap dari Alkitab Latin (Vulgata). Tidak ada kata “Lucifer” dalam Perjanjian Baru Yunani maupun Alkitab Ibrani. Kata “Lucifer” adalah kata terjemahan, bukan kata dalam bahasa asli Alkitab. Perhatikan Yesaya 14:12 dalam bahasa ASLI tidak ada kata LUCIFER, dan Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia LAI juga tidak ada kata LUCIFER. Sehingga bila dikatakan Lucifer = komandan Setan/Iblis, ini adalah penafsiran dan tidak ada dukungan dalam text. Secara konteks, juga tidak mendukung tafsiran bahwa Lucifer=Penghulu Setan/Iblis, sebab konteks di yesaya 14:1-23 adalah berbicara tentang raja babel. Semua pertanyaan Anda tentang SIAPA di yesaya 14:1-23 tersebut, mengacu kepada raja Babel! Saya sudah jawab pertanyaan Anda sesuai Alkitab katakan, tetapi saya yakin Anda tidak akan menerima penjelasan panjang lebar di atas, sebab di dalam otak Anda sudah terpola bahwa Yesaya 14:1-23 itu berbicara tentang Lucifer yang adalah komandan setan. Anda sudah tidak setia kepada Alkitab dan menjadikan tafsiran tersebut sederajat dengan Alkitab. Anda , Dji dan Kristen Fundamentalis ala Suhento Liauw yang katanya setia terhadap Alkitab alias alkitabiah malah mengajarkan ajaran yang tidak diajarkan Alkitab, dengan mengatakan lucifer adalah komandan setan.

    ====================================
    Kalau gal bisa tafir lebih dakat dari tafsiran Dji, lebih baik anda sumentara trima saja dan bawalah dalam pergumulan Tuhan, kita percayakanlah pada penterjemah-2 Kim James yang mana mereka setidak-2nya ahli sekali menterjemahkan dan penfsiran-2.

    ===> “kita percayakanlah pada penterjemah-2 Kim James yang mana mereka setidak-2nya ahli sekali menterjemahkan dan penfsiran-2.“ Anda sesat! Anda anggap para penterjemah King James (bukan Kim James sebagaimana Anda tulis. Kalau Kim James ini siapa lagi.. apa orang korea? Anda pandai mengganti-ganti nama) “ahli sekali” menterjemahkan dan menafsirkan, berarti para penterjemah misalnya NIV dan LAI adalah orang-orang bloon menurut Anda, sebab di contoh kedua Alkitab terjemahan tersebut tidak mencantumkan kata Lucifer. Silakan Anda bergumul sendiri, bahwa secara teks dan konteks tidak ada dukungan bahwa Lucifer = Komandan setan. Ini penafsiran dan bukan dari ajaran Alkitab. Baca ayat 13-14: “Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! “

    Coba baca ayat 13a: “Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu”, ayat ini sudah jelas-jelas dan gamblang berkata bahwa semua perkataan yang menyatakan bahwa:
    Aku hendak naik ke langit,
    aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan
    aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
    Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan,
    hendak menyamai Yang Mahatinggi!
    perkataan itu semua diucapkan DIKATAKAN DALAM HATI! Ayat 13a tidak berkata atau menerangkan bahwa “Engkau yang tadinya ADALAH……” atau tidak juga “Engkau yang tadinya BERUPA……”. Tidak! Ayat 13a menerangkan bahwa ucapan-ucapan raja Babel itu diucapkan dalam hatinya. Semua keinginan-keinginan hati “Aku hendak” yang hendak menyamai Yang Mahatinggi adalah sifat manusia berdosa yang ingin menyamai Allah, sebagaimana ular telah menipu Hawa. Manusia berdosa memiliki hasrat untuk menyamai Allah Yang Mahatinggi. Ayat ini sama sekali tidak berbicara tentang lucifer=komandan setan. Lucifer=komandan setan adalah tafsiran Anda, Dji, dan Kristen Fundamentalis ala Suhento Liauw, tanpa dukungan di dalam pasal tersebut, bahkan mengajarkan ajaran yang tidak diajarkan Alkitab.

    ======================
    lalu anda Sdr Lewi juga ikut-2an menyetuui perbuatan J.Calvins ? Mohon anda jujur jawab jangan mengelak ! Lalu apa kerjanya Tuhan Yesus dalam kotbahnya Kasihilah musuh-mu ? mhn dijawab ! jangan mengelak !

    ===> Di atas saya hanya berkomentar tentang Lucifer=komandan setan, tetapi Anda melibatkan saya dengan topik yang berbeda, di luar topik yang saya komentari dan kemudian anda menyuruh saya menjawab dengan jujur apakah saya juga ikut-2an menyetujui perbuatan J.Calvins dan malah saya tidak boleh mengelak? Goblok sekali anda ini. Tapi tidak mengapa, akan saya jawab! Sebagaimana Anda, Dji, dan Kristen Fundamentalis ala Suhento Liauw sangat senang dan seolah-olah telah menemukan senjata pamungkas untuk bisa menyerang dan menyalahkan Calvin dalam peseteruan dengan Servetus. Tindakan Calvin dianggap adalah suatu kekejian terhadap Servetus. Anda, Dji, dan Kristen Fundamentalis ala Suhento Liauw telah menjatuhkan vonis bersalah kepada Calvin, tetapi hal ini adalah sikap yang begitu totol. Servetus yang bukan saja tak percaya pada doktrin Allah Tritunggal, tetapi lebih dari itu, ia menghujatnya mati-matian dengan mengatakan hal itu sebagai ‘monster berkepala tiga’ dsb sehingga menimbulkan kemarahan dari semua orang Kristen dan bahkan Katolik di seluruh dunia, tidak anda salahkan kesesatannya. Servetus yang sesat tidak anda kecam dengan sangat keras karena kesesatannya tersebut, malah anda mengecam tindakan Calvin dalam menegakkan kebenaran dan kemurnian ajaran sesuai ajaran firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. Servetus yang sesat dan Calvin yang menegakkan kebenaran, kemudian Calvin dikecam abis-abisan karena tindakannya kepada Servetus, sedangkan Servetus yang sesat tidak anda salahkan. Kalau anda adalah Anak Tuhan, dalam melihat Calvin yang menegakkan kebenaran Firman Tuhan dan servetus yang sesat, dengan hati yang dipenuhi Roh Kudus pasti tidak tahan melihat kesesatan Servetus, tetapi anda tidak menyalahkan kesesatan Servetus. Apakah dengan membela Servetus yang sesat dengan cara mempersalahkan Calvin yang menegakkan kemurnian ajaran, sikap anda ini lebih suci daripada Calvin? Sikap anda sungguh bejat, sebab tidak menyalahkan Servetus dan menjadikan Calvin sebagai orang yang bersalah. Lain halnya kalau anda adalah anak Setan. Anak setan tidak senang bila yang sesat dihukum, tetapi anak setan sangat senang menganiaya dengan memfitnah orang yang berusaha menegakkan kemurnian firman Tuhan.

  16. Lewi
    17 September 2012 pukul 9:47 AM

    Pemirsa, kami AAA sangat sangat amati tingkah laku SANG RATU KRITIK yakni Pdt Bapak Budi Asali, beliau selalu mengecam siapa saja yang berani kritik doktrin Calvanis, orang lain memberi tanggapan-2 melalui Firman Tuhan, beliau selalu menghindar, dan beri penjelasan-2 yang gak masuk akal selanjutnya menghindar ! Silahkan pemirsa amati-nya !

    ======>  Sejak kapan jabatan Ratu disandang oleh gender pria? Anda ini datang dari planet mana kok sampai menyebut Ratu untuk gender pria? Kalimat anda ini jauh lebih konyol dari lawakan opera van java. Atau anda sudah kehilangan kesadaran karena “kebakaran jenggot” sampai mencak-mencak karena agama Kristen Fundementalis anda telah diserang balik? Kalau anda mengatakan “Orang-2 berCalvinis adalah orang kristen bodoh didunia, karena orang Calvinis selama 400 tahun sejak dilahirkan doktrin Calvinis mereka tidak pernah sama sekali berrdoa;……………………….”, maka anda adalah TOLOL di dunia ini, dengan menyebut jabatan Ratu yang disandang gender pria.

  17. AAA
    17 September 2012 pukul 3:02 PM

    Halo Lewi-lewi, Syukurlah ada juga gak tahu nama kepala setan siapa ! Justru kami tanyakan anda siapa nama kepala setan ? kok Lewi kebakaran jenggot, Lewi gak perlu emosi ! rasanya anda ngindap tekanan darah tinggi ! pergilah dulu ke dokter untuk berobat !

    Nah jika anda tahu nama kepala setan dengan benar dan otentik ! maka Veb Site kami kepala setan lucifer akan kami ganti ! kan beres ! malahan kami akan berterimakasih atas koreksi anda !

    Soal tulisan Kim James, anda mengkoreksi KingJames, kami sangat terima kasih koreksi anda ! karena kami salah ketik, itu kan beres !

    Tentang istilah Sang Ratu Kritik, ANDA juga jangan kebakaran jenggot ! Saya hanya serahkan pemirsa, mana lebih baik si Lewiman itu dijuluki Sang Ratu Kritik atau si Lewiman itu Sang Raja Kritik ! Mana lebih cocok ?

    Kenaapa kami condongkan DR Pdt Bapak Budi Asali sebagai Sang Ratu Kritik, karena yang biasanya tukang kritik melulu adalah melukiskan wanita senang / tukang gosip dan kritik ! oh nanti lewi bakar jenggot lagi ! moga-2an Lewi jangan lekat predikat Sang Ratu Kritik ya ! artikiasan itu jawaban saya Lewi ! Sang Ratu Kritik = Tukang kritik melulu, tapi dirinya tidak pernah menerima kritikan, itulah Lewi mungkin Lewi adalah DR Pdt Bapak Budi Asali sendiri ? kalau bukan ya kami AAA minta ber-ribu ribu maaf !

    Ya memang anda dan koleha koleha anda tidak mau sedikitpun dikritik, anda boleh menjubit orang, tapi anda sama sekali gak mau dijubit !

    Ingat, nanti dalam pengadilan, kita orang-2 Kristen akan diadili dulu, baru orang orang yang gak percaya diadili !

    Demikian juga dalam tulisan Veb Site kami kami tidak membela Severtus sama sekali ! sayang pristiwa stefanus tidak diingat dan tidak ditiru oleh Lewi, Justru kebalikan Lewi belajar seperti Saulus yang sebelum jadi Paulus yakni menyetujui cara kekerasan Calvinis demi kebenaran ?

    Firman Tuhan :
    Biarlah padi dan lalang sama sama bertumbuh, entar waktu tiba panen barulah padi dan lalang dipisahkan baru waktunyalah Sang Empunya segera membakar lalangnya ! Ini Firman Tuhan yang harus Lewi belajar ya !

    Rupanya / rasanya anda ikut se-ide J. Calvinis mendahului Sang Empunya untuk menyetujui sang lalang itu untuk duluan dibakar / penggal = hukuman mati !

    Lewi bertobatlah dan ikuti Firman Tuhan dengan sesempurna mungkin walau kita sulit sesempurna itu !

    Kini biarlah J. Calvinis kelakuan sangat keras sudah berlalu ! yang penting Lewi dan koleha koleha jangan menirunya ! tentunya termasuk kami !

    Marilah kita belajar bisa menuntun orang yang suka melawan !
    Sangat susah ya lakuinnya ! GBU !

  18. AAA
    17 September 2012 pukul 3:30 PM

    Pemirsa, sebenarnya inti tujuan kami bukanlah berdebat enai Sang Ratu Kritik atau salah tulis KIM James yg seharusnya King James biarlah dua-2nya berlalu, yang penting kini adalah berdebataan antar Calvinis dan Kristen Sejati termasuk Kristen Fundamental, tapi perdebatan ini bukan mencari musuh, melainkan mencari titik temu antar Teolog Calvinis dengan Teolog Injili ( yakni : berdasarkan Firman Tuhan keseluruhannya tanpa dipilah pilah )

    Kini kami berpendidikan SO (nol), tapi diktat / Veb Site kami pernah dibaca oleh seorang DOCTOR Pdt Bapak Willliam Hoo, Dan beliau bicara pada istri saya yang inti mengatakan : Memang diktat saya tidak salah,

    ” TAPI ” lanjutnya lagi ;

    Persoalan ” Pilihan ” pro dan kontra hal keselamatan Dipilih atau kebebasan memilih tsudah berjalan 200 tahun yang lalu, sampai hari ini belum ada penyelesaian, berdebat terus menerus !

    Selain yang telah membaca diktat kami antar lain Ketua Sinode GKY sekarang Bpt Pdt Freedy lay, dan Gembala Sidang GKY Mangga Besar Pdt Bpk Reggi, serta beberapa hamba-hamba Tuhan lainnya baik mereka beraliran Calvinist maupun bukan. Tapi sayang mereka selain Pdt Wllliam Hoo beri komentar, sisanya tidak ada satupun yang beri komentar ! entah kenaapa ?

    OK, kami bermodalkan titel SO (nol) akan menantang ahli-2 Teolog yang berTITELkan S3 ( Doctoral Teolog ) untuk bergabung silahkan mengkoreksi VEB SITE KAMI di :

    Yahoo.com – Google.com – Bing.com
    ketik doktrin ke-selama.tan.com
    Cari tema kami : Apakah Reformed Injili benar-2 Reformed ?

    Ingat semua tuliasan ayat-2 Firman Tuhan dalam Veb Site kami, Anda Anda Doctoral teolog berCalvinist jangan sekali sekali membuang / menghapus dan tidak menggubris ayat-ayat Firman Tuhan yang tertera di Veb Site kami walaupun satu ayat-pun ! Terima kasih atas pengertian anda !

    Cara jalan keluar ” TER – BAIK ” / Pasti ter-baik sudah tiada cara lain ter-baik sebagai berikut :

    Anda persiapkan ayat-2 Firman Tuhan seluruhnya ( Jangan sampai ketinggalan ya ! ) yang bersumber Calvinis atau anda yang senangi !

    Sudah SIAP Ok ?

    Langka Pertama :

    1. Anda segera terlebih dahulu menyalin halaman per-halaman Veb Site kami :

    Setelah anda salin halaman pertama,

    Maka Anda berhak 100 % menyisipkan ayat-2 anda dibawahnya sesuai tema / setelah tulisan ayat kami !

    Dan seterusnya ayat demi ayat ! sampai selesai halaman pertama.

    Ok terimakasih, GBU, karena anda sudah cantumkan juga Firman Tuhan, maka kami berani ucapkan God Bless You !

    Selanjutnya anda salin halaman ke dua :
    Maka selanjutnya sama cara seperti cara pertama sampai selesai ! GBU !

    Sampai halaman terachir, rangkumlah seluruh ayat-2 Firman Tuhan yang kami sukai dan yang Anda sukai ! Haleluya !

    Maka kami berani JAMIN 100 % akan terjadi :

    1. Ayat-2 senada Anda dan kami,
    maka kita akan bersama-sama mengucapkan bersyukur / Haleluya, karena kita sudah ketemu titik temu yakni bisa bersatu dalam ayat Firman Tuhan tersebut ! Haleluya !

    2. Jika terjadi ayat-2 bertentangan, maka yang merasa terjadi kejanggalan ayat ayat anda atau kami, tentunya diantara kami dan anda akan membuat suatu bergumulan !
    Jika ya, maka segera bawalah dalam bergumulan doa pada Tuhan ! Kiranya Roh Kudus bisa menerangi hati kami dan Anda masing-2.

    3. Yang merasa menang diantara kita, jangan menyombongkan diri, melainkan terus doa bagi kita bersama sama, supaya kita boleh dipersatukan oleh Tuhan ! Amin !

    Ok, setuju ?

    Atau Anda ada cara lebih baik yang ter-baik dari kami untuk penyelesaikan tikaian yang memakan waktu 200 – 300 tahun perdebatan belum kunjung selesai ?
    Silahkan ! berarti cara anda adalah super ter-baik dari kami yang ter-baik ! GBU luar biasa !

    Jangan lupa segera buka Veb Site kami di :

    Google.com – Yahoo.com – Bing.com Ketik doktrin kese.lama.tan kristen.com

    GOOD BLESS YOU & US ! Jakarta, 17 September 2012 Jam 17.oo wib tertanda AAA Rindu cari Kebenaran !

  19. Lewi
    18 September 2012 pukul 8:29 AM

    @AAA
    Halo Lewi-lewi, Syukurlah ada juga gak tahu nama kepala setan siapa ! Justru kami tanyakan anda siapa nama kepala setan ? kok Lewi kebakaran jenggot, Lewi gak perlu emosi ! rasanya anda ngindap tekanan darah tinggi ! pergilah dulu ke dokter untuk berobat ! Nah jika anda tahu nama kepala setan dengan benar dan otentik ! maka Veb Site kami kepala setan lucifer akan kami ganti ! kan beres ! malahan kami akan berterimakasih atas koreksi anda !

    ====> Saya tidak tahu nama setan, sebab Alkitab tidak mengatakannya! Bahwa Lucifer = komandan setan, itu adalah penafsiran yang lemah secara text dan kontext di dalam Yesaya 14:1-23 sebagaimana sudah saya paparkan tanggapan di atas. Dalam Yesaya 14:1-23 tidak dikatakan bahwa nama setan adalah lucifer yang menjadi komandan setan. Kalau anda tetap kukuh bahwa Lucifer=komandan setan dari kitab Yesaya tersebut, itu adalah tafsiran tolol anda yang mengaku alkitabiah tapi tidak alkitabiah. Tafsiran anda lucifer=komandan setan dianggap sebagai kebenaran mutlak, ini nampak sekali anda bebal dan sudah mengubah isi Alkitab.

    Tentang tulisan anda: “rasanya anda ngindap tekanan darah tinggi !” , ayo silakan dibaca kalimat-kalimat tulisan anda sendiri di atas, semua kalimat yang anda tulis selalu diakhiri dengan tanda seru(!). Tidak ada kalimat yang tidak diakhiri tanda seru (!). Rupanya anda sedang sangat marah yang berarti anda sedang mengidap tekanan darah tinggi. Istilah “Web Site” saja sampai anda keliru menulis dengan “Veb Site”. Anda menuduh saya mengidap tekanan darah tinggi, padahal anda sendiri yang sedang darah tinggi menanggapi tulisan saya dengan obral tanda seru (!) di semua akhir kalimat. Hati-hati, darah tinggi bisa menyebabkan jantung koroner, menyebabkan kebutaan dan memecahkan pembuluh darah kecil di retina mata, dapat merusak ginjal, stroke, kelumpuhan sampai mati mendadak. Ayo, bergegaslah sekarang juga pergi ke dokter, agar anda terhindar mati mendadak akibat tekanan darah tinggi yang sedang anda derita. Kalau anda mati mendadak, kelompok kristen fundamentalis ala Suhento Liauw akan kehilangan seorang begundal yaitu anda.

    =============
    Soal tulisan Kim James, anda mengkoreksi KingJames, kami sangat terima kasih koreksi anda ! karena kami salah ketik, itu kan beres !

    ====> Anda salah ketik, karena anda sedang kebakaran jenggot dan mengidap tekanan darah tinggi (sekali lagi semua kalimat yang anda tulis di atas lagi – lagi diakhiri dengan tanda seru), karena guru anda Suhento Liauw dengan ajaran [sok] alkitabiahnya dihajar habis-habisan.

    ==============
    Tentang istilah Sang Ratu Kritik, ANDA juga jangan kebakaran jenggot ! Saya hanya serahkan pemirsa, mana lebih baik si Lewiman itu dijuluki Sang Ratu Kritik atau si Lewiman itu Sang Raja Kritik ! Mana lebih cocok ? Kenaapa kami condongkan DR Pdt Bapak Budi Asali sebagai Sang Ratu Kritik, karena yang biasanya tukang kritik melulu adalah melukiskan wanita senang / tukang gosip dan kritik ! oh nanti lewi bakar jenggot lagi ! moga-2an Lewi jangan lekat predikat Sang Ratu Kritik ya ! artikiasan itu jawaban saya Lewi ! Sang Ratu Kritik = Tukang kritik melulu, tapi dirinya tidak pernah menerima kritikan, itulah Lewi mungkin Lewi adalah DR Pdt Bapak Budi Asali sendiri ? kalau bukan ya kami AAA minta ber-ribu ribu maaf !

    ===> AAA oh AAA….anda orang idiot yang tidak bisa mengerti kalimat sederhana saya, anda menjuluki Ratu untuk gender pria. Apakah kalimat sederhana dari saya itu terlalu sulit anda terimakah? Semakin anda berkomentar semakin menunjukkan anda seorang idiot yang tidak paham kalimat yang begitu sederhana. Saya semakin yakin, contoh dari diri anda saja sudah menunjukkan fundamentalis ala Suhento Liauw hanya berisi orang-orang [sok] alkitabiah, tanpa mau dikritik sebagaimana ciri ajaran sesat juga tidak mau dikritik.

    ===============

    Ya memang anda dan koleha koleha anda tidak mau sedikitpun dikritik, anda boleh menjubit orang, tapi anda sama sekali gak mau dijubit !

    ===> Bahasa Indonesia anda kacau sekali, AAA yang tolol… di kamus Bahasa Indonesia saya tidak menemukan kata ‘koleha ‘, ‘menjubit” dan “dijubit”. Koleha itu nama orang, nama jajan pasar, nama jalan atau nama binatang apa. ‘menjubit” dan “dijubit” itu apa pula? Ini apakah otak anda yang memang superior alias genius sehingga saya sulit mengerti atau anda ini orang tolol. Karena anda ini tolol maka ketololan anda ini jadi lucu. Lalu apa bedanya dengan anda yang menganggap diri [sok] alkitabiah dan menganggap aliran lain sesat, sama juga…. maling teriak maling. Memang agama kalian benar-benar mau dikritik? Dasar tolol, bebal pula.

    =============

    Firman Tuhan :
    Biarlah padi dan lalang sama sama bertumbuh, entar waktu tiba panen barulah padi dan lalang dipisahkan baru waktunyalah Sang Empunya segera membakar lalangnya ! Ini Firman Tuhan yang harus Lewi belajar ya !
    ===> Semoga anda bukan termasuk lalang itu, sebab anda senang mengubah isi Alkitab, menganggap diri paling benar, yang akhirnya lalang itu dikumpulkan lalu diikat berberkas-berkas untuk dibakar.

    ====================
    Kini biarlah J. Calvinis kelakuan sangat keras sudah berlalu ! yang penting Lewi dan koleha koleha jangan menirunya ! tentunya termasuk kami !

    Marilah kita belajar bisa menuntun orang yang suka melawan !

    ===> Maksudnya kita belajar bisa menuntun orang yang suka melawan kristen fundamentalis alkitabiah ala Suhento Liauw? Dasar bebal. Apakah malaikat-malaikat bersuka-cita melihat usaha kalian yang membuang-buang waktu untuk menuntun orang agar belajar pandangan kalian yang [sok] alkitabiah itu? Apakah tidak ada pekerjaan lebih penting dari itu? Di sini memang sudah menjadi salah satu ciri dari pengikut agama kristen fundamentalis ala Suhento Liauw, membuang usaha penginjilan yang terpusat pada karya keselamatan Yesus Kristus yang menjadi tugas utama orang Kristen, diganti dengan bagaimana menuntun orang yang suka melawan ajaran kristen fundamentalis ala Suhento Liauw. Silakan teruskan usaha-usaha yang menuntun orang yang suka melawan ajaran kalian, kerjakanlah usaha itu dengan giat bekerja untuk mengkristenkan orang yang sudah kristen dan teruslah giat siang malam bekerja untuk itu tanpa patah semangat dan lelah, ingatlah bahwa keselamatan kalian suatu saat bisa hilang karena ketololan diri sendiri.

    ================

    OK, kami bermodalkan titel SO (nol) akan menantang ahli-2 Teolog yang berTITELkan S3 ( Doctoral Teolog ) untuk bergabung silahkan mengkoreksi VEB SITE KAMI di :

    ===> Orang idiot berlagak [sok] pintar seperti anda saja tidak bisa membedakan gelar ratu untuk gender pria lalu mau melawan ahli-ahli teolog bertitle S3? Sungguh saya kasihan terhadap anda, anda patut dikasihani, masalahnya anda tidak sadar kalau anda idiot dan semakin anda berkoar-koar semakin kelihatan kalau anda idiot. Walaupun anda mengatakan silakan koreksi, pada dasarnya orang tolol tidak mau dikoreksi, kecuali hati yang sudah diubahkan oleh Tuhan.

  20. AAA
    19 September 2012 pukul 11:10 AM

    Doa Ter – baik seorang Calvinis Sejati hal keselamatan sesuai Firman Tuhan 100 % versi doktrin calvinis !
    Ya Bapa,
    Sebelumnya kami minta ampun karena mungkin sekian ratus tahun belum ada satupun orang orang Calvinis berdoa sebagai berikut :

    Ya Bapa menurut keyakinan kami Calvinist 100 %, bahwa Engkau kan benar-2 telah memilih manusia – manusia yang dipilih untuk diselamatkan sebelum dunia dijadikan ya Bapa !
    Oleh itu, maka kami mulai hari ini kami harus benar-2 belajar hikmat yang mana Engkau adalah SUMBER HIKMAT terutama dalam hal mencari jiwa dengan pimpinan punuh Roh Kudus sebagai berikut :

    1. Supaya kami jangan buang buang duit yang terlalu besar untuk misi pengInjilan, karena pemborosan uang begitu besar itu tidak dikenan oleh diKau Tuhan.

    2. Dan kami kan sudah yakin 100 % di KAU kan sudah mensetting tiap hari jumlah berapa orang yang Kau selamatkan ya kan Bapa ! maka kami sangat sangat percaya hanya kalau bukan Bapa yang menarik, tiada seorangpun bisa datang ke Tuhan Yesus sebagai juruselamat tanpa alasan apapun

    3. Tapi saat ini kami sangat bergumul yakni FirmanMu tertulias :
    Jika / Asal mereka menang / berpegang teguh sampai achir maka mereka akan diselamatkan ! Ya Bapa perkataan mohon Bapak ralat karena orang orang Kristen Fundamental sering menyerang kami, kasihani kami Bapa akibat banyak ayat ayat Firman-mu di pakai oleh mereka menyerang kami ya Bapa !
    4. Jadi Engkau Tuhan Yesus Berkali kali merindukan manusia seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya kebawah sayapnya mungkin itu kalimat yang salah besar atau fatal ya Tuhan !

    Seharusnya nas Alkitab ini lebih baik diralat Yakni :

    ” AKU memang tidak merindukan semua manusia diselamatan, oleh karena Bapa-KU telah memutuskan manusia manusia mana sudah pasti 100 % ditentukan keselamatan oleh BapaKU lewat pilihan sebelum dunia dijadikan ya Bapa ! maka AKU pun tidak merindukan untuk mengumpulkan anak-2nya, karena Induknya sudah tahu mana anaknya harus dibinasakan dengan mencocokan mulut moncongku untuk binasakan anaknya
    dan Aku harus mejaga anak anak KU yang sudah dipilih oleh BapaKU untuk diselamatkan sampai masuk kesurga ! Inilah tugasKu oleh Bapa yang mengutus Aku !
    Ini baru betul betul dari FirmanMu ya Bapa ! rupanya rasul-mu salah tulis ya Bapa !

    4. Barang siapa yang percaya mendapatkan keselamatan itupun kemungkinan kalau gak salah termasuk kalimat sangat salah juga ya Bapa !

    … Apalagi Barang siapa yang tidak percaya tidak mendapatkan keselamatan itu tidak perlu diungkapkan Bapa, karena perkataan itu akan membuat kritikan oleh Kristen Fundamental yakni : bahwa Engkau tidak adil, tidak memberi kesempatan bertobat untuk bagi yang tidak dipilih ya Bapa !

    Yang dikuartirkan mereka akan menulis kalimat sebagai berikut :

    Barang siapa ( Orang pilihan )yang tidak percaya tidak mendapatkan keselamatan ! wah gawat nanti Teoloh J.Calvinis Bapak leluhur kami !

    5. Ya Bapa, mohon Engkau Tegas bahwa manusia diselamatan hanya berdasarkan otoritas diKAU, supaya kami membelamu mati matian hadapi golongan Kristen Sejati / Kristen Fundamental itu tidak sia sia. Amin, Amin, Amin.

    Hallo umat Kristen sedunia, kami adakan polling !
    apakah manusia diselamatakan sudah dipilih / ditentukan sebelum dunia dijadikan ?
    atau
    Barang siapa yang percaya akan diselamatan ?

    Hai penganut penganut Calvinis, jika anda menanyakan mana ayat-2nya yang kami sebutkan diatas, maka anda dimohon dengan rendah hati untuk membuka Veb Site kami di :
    Yahoo.com – Google.com – Bing.com ketik Doktrin keselamatan kristen.com

    Cari Apakah Reformed Injili benar Reformed ?

    Kami sampai hari bertanya pada diri kami, kenaapa ya orang orang Calvinis setelah membaca diktat / Veb Site kami tidak memberikan komentar satupun ?

    Mohon beri komentar satu halaman demi satu halaman untuk dicantumkan / disisipan ayat-2 dari Calvinist ke tulisan kami ya supaya clear persoalan keselamatan sejati ! GBU !

  21. AAA
    19 September 2012 pukul 11:15 AM

    Enai kami, kami benar benar jujur kami adalah berijazahkan SO ( Sarjana nol ! ).

    kami gak pernah ikut sekolah Teologia, dan juga GAK PERNAH ikut sekolah Alkitab malam, kalau gak percaya silahkan tanya ke DR Pdt William Hoo di Gereja GKY Mangga Besar yang anda pasti kenal !

    DR Pdt Stephen Tong, beliau juga cukup kenal pada saya, dan beliau juga pernah memberikan komentar diktat saya Islamologi dengan singkat : Ya diktat kamu sangat baik dan bagus, tapi ……………… singkat dan padat dan banyak berfaedah bagi saya !

    Demikian juga Pdt DR Peter Wongso pernah komentari dengan sangat baik ! bahkan beliau sempat berdiskusi tentang baru saja beliau memberi diskusi pada mahasiswanya waktu itu , maka kami juga terjadi diskusi yang cukup mengesankan dan bahkan sangat berarti bagi kami berdua !

    Tidak nyangka beliau begitu rendah hati begitu kami memberi tegoran pada beliau ternyata beliau bisa menerima !
    Bahkan sempat juga beliau berkata : Saya juga merindukan Mahasiswa disini bisa pratek seperti anda ! dan itu yang saya pergumulkan !

    Ya kami mendengar beliau, kami sangat gentar oleh ucapan beliau ! Dan lebih berat pada kami, beliau memberi beban cukup berat sampai hari ini berupa PR, kami belum menyelesaikan PR pesanannya pada kami ! cukup berat dan cukup berat bagi kami ! entah siapa yang bisa membantu kami ?

    Lebih bersyuur diktat saya Islamologi juga dikomentari oleh Armahum : DR Wagiono di Mess I.3 di Batu Malang, bahkan kami sempat diskusi diktat kami. dengan seru ! dan beliau mengakui kelemahan dalam mengajar tentang Islamologi !

    Dalam hal ini terus terang aja dan jujur dihadapan Tuhan, saya juga tidak berijazahkan apapun, walaupun hanya sempat ikut kursus 6 bulan tapi madol 3 bulan !

    Semuanya itu adalah anugrah Tuhan pada kami walaupun kami ini dianggap to*** ” TOLOL ” oleh mungkin ahli Teolog dalam diskusi pertebatan doktrin keselamatan di Veb Site Forumkristen.com dan Web Site Dede Wijaya! gak papalah, karena saya terbeban ucapan DR Pdt Bapak Willian Hoo yang berpendapat : Doktrin Keselamatan sudah 200 tahun berdebatan tidak menghasilkan apa apapun yakni debat terus berdebat sampai hari ini !

    Doakan kami, supaya cara kami bisa menyelesaikan persoalan-2 dan setidak tidaknya bisa memperkecil persoalan perdebatan sebagai pergumulan masing masing kubu ! GBU !

  22. AAA
    22 September 2012 pukul 12:46 PM

    Cara Ter – baik Saat baca Firman Tuhan sebelum Ktotbah hal keselamatan dengan bertemakan “ TULIP “ dan langsung mengerti isi kotbah “ TULIP “ nya !

    Saudara/I kasihi dalam Tuhan Yesus :

    Sebelumnya membaca Alkitab, kami akan ajak jemaat-jemaat nanti jauh lebih mengerti arti “TULIP“ dari pada nanti kami jelaskan panjang lebar kotbahnya nanti berakibatkan saudara/I negantuk dibangku anda anda sekalian !

    Maka kami ajak Jemaat untuk sama-sama membaca ayat-ayat Firman Tuhan dengan mirip ucapan saya !

    1. 2 Petrus 3:9b
    Karena ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya “ Orang yang dipilih itu sebelum dunia dijadikan “ berbalik dan bertobat.
    Nah saudara/I yang terkasih dalam Tuhan, Nah kalian kan enak bacanya dan sekali gus sudah mulai mengrti arti “ TULIP “ selangka pertama. Kalau gak, anda akan dipusingkan oleh kami kotbahnya nanti !

    2. Yoh 3:16b :
    … Supaya setiap ” ORANG PILIHAN ” yang percaya kepada-Nya, tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.
    Nah kalian sudah melangkah ke 2 lebih jelas, kalian kan gak ngantuk kan !

    3. Mat 23:37B dan Luk 13:34b,
    kalian jangan baca seenaknya, ikutilah kami petunjuk cara baca yang benar yang sesuai tema kotbah “ TULIP “ nanti !

    Bagi yang gak mau ikuti perintah kami, silahkan keluar dari ruangan kebaktian Gereja ini, kembalilah ke ASAL GEREJA ANDA ! karena anda buat kacau doktrin Calvinis kami !

    Ayo sama-sama baca senada ucapan kami :

    BERKALI KALI ” AKU TIDAK merindukan anak-anakmu “ sama seperti Bapa “ TIDAK MEMILIH orang YANG TIDAK DIPILIH sebelum dunia dijadikan “ !

    Nah kan enak dibaca dan anda kini sudah jauh lebih jelas arti “ TULIP “ kan ! untung anda patuh membacanya maka kami tidak mengusir kalian !

    4. SELANJUTNYA :
    Yoh 3:18a :
    ‘ ORANG PILIHAN ‘ percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum,
    ( ayat ini kami jelaskan betul 100 % sesuai tema “ T U L I P “ ! )

    Ayo baca Yoh 3:18b

    ” ORANG PILIHAN TIDAK PERCAYA ” ia telah berada dibawah hukuman,
    sebab ” ORANG PILIHAN tidak percaya ” dalam nama Anak Tunggal Allah !

    Maaf Jemaat, nanti saya cek dirumah ya, nanti saya kasih tahu !

    5. YOH 3:36
    ” ORANG PILIHAN ‘ percaya kepada Anak, maka ORANG PILHAN beroleh hidup yang kekal
    Tetapi
    ” ORANG PILIHAN TIDAK TAAT kepada ANAK
    ( maka ) ” ORANG PILIHAN ( yang tidak taat itu ) ” tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah ada diatasnya !

    Wah wah kami salah kutip ayat ke 4 dan ke 5, ini gara gara kami kemarin membaca Veb Site milik AAA Rindu kebenaran di :

    Yahoo.com – Google.com – Bing.com ketik doktrin keselamatan.com
    Cari ; “ Apakah Reformed Injili benar-benar Refomed ? ”

    Kami lihat disana terlalu banyak juga ya ayat-ayat Firman Tuhan yang dikeluarkan oleh AAA / Rindu kebenaran BISA menyerang Doktrin ” Calvinis “ TULIP “ nya kita ! Bagaimana ya ?
    Saya disuruh gabung semua ayat-2 Firman Tuhan, kami keberatan, kalau tidak digabung kami mengurangi Firman Tuhan ! masa bodoh ? atau kami terima digabung ?

    Jika anda Calvinis anggap Tulip benar, berarti terjemahaan LAI sangat – sangat rawan untuk ditafsir oleh Calvinist dan Kristen Sejati / Kristen Fundamental !

    Mohon dalam hal ini, pihak LAI belajar menterjemahkan dengan baik dong, jangan sampai ditasir yang gak gak oleh ke 2 kubu ini !

    Keselamatan tidak bisa dan tidak boleh ditafsir oleh siapa pun !

  23. AAA
    26 September 2012 pukul 9:45 AM

    Di web site ini dalam makalah Debat Calvinis Vs Kristen Fundamental.
    ditulis oleh sdr Anto,
    Komentar kami :
    Entah tilisan anda ditujukan siapa ? baiklah kami AAA menjelaskan anda supaya anda lebih jelas dan tidak membingunkan kalau memang anda tidak mengerti ! atau anda mau memberi umpan / mengetes ? Tuhanlah yang tahu hati anda ! semoga anda tidak demikian !

    Memang benar Kitab suci Kristen ada tertulis dengan tegas pada akhir zaman banyak nabi-nabi yang palsu !
    tapi
    Pengertian nabi palsu anda harus benar mengerti dan tidak menyimpang dari kebenaran :

    1. Tidak percaya Allah Tritunggal yang Allah adalah Allah Esa !

    2. Kurang percaya Yesus sebagai Tuhan dan satu-2nya Juru Selamat manusia yakni percaya 2 tuan !
    ( Dalam hal percaya, tentu ada proses, yakni bertobat, ngaku orang berdosa dll…..)

    3. Orang yang berani menambah dan mengurangi Firman Tuhan !

    Tapi ingat, Memang Ayat-ayat Alkitab ada yang sulit dimengerti, maka sering terjadi beda penafsiran antara ahli ahli Teologia ! itu wajar karena keterbatasan manusia sendiri,

    Contohnya paling gampang yakni sudah 200 tahun lamanya ahli ahli Teologia belum sepakat tentang keselamatan yakni :

    Calvinist : Manusia di Pilih selamat sejak dunia belum dijadikan
    dengan
    Kristen Fundamental : Manusia diberi hak kehendak sendiri untuk menerima atau menolak anugra-Nya,

    Ya kan !

    Gapapa ! itu wajar,

    Jangankan ahli Teologia, suami istri aja dalam seatap dan seranjang pun sering terjadi perbedaaan2 pendapat ! ayo jujur aja semuanya, jangan bohong !

    Tapi kita ingat, selama kita pegang tegah 3 hal diatas, maka orang tersebut terhindar menjadi nabi palsu atau anggota nabi palsu !

    Yang percaya hal 3 diatas, hanya kita saatnya nanti akan mendapat upahnya setelah kita yang percaya pada Yesus akan diadili dulu apa yang kita ” kerjakan ” dan ” omongkan ” !

    Justru kami AAA Rindu kebenaran yang bertitel S0Th ( Sarjana nol Teologia ) dan tidak pernah mengikuti sekolah Alkitab malam,

    kami AAA Rindu kebenaran setelah mendapat tanggapan oleh DOCTOR Pdt Bapak William Hoo yang mana beliau adalah Kepala Sinode Gereja Kristus Yesus ( sampai Oktber atau november nanti jabatan resmi achir beliau ) yang telah memberi komentar enai diktat kami ” Doktrin keselamatan Kristen hal manusia mana diselamatakan ? ”
    tapi
    Sayang beliau hanya komentar via istri kami ketika istri saya menanyakan baru dijawab sebagai berikut :

    ” Memang diktat AAA tidak salah juga, tapi tentang siapa diselamatan, sudah 200 tahun lamanya ahli ahli Teologia berdebat dan berdepat sampai hari ini tidak terselesaikan ”

    Bener juga ya pandangan DR Wiliiam Hoo !

    Buktinya 2 kubu yang baru terjadi 24 Agustus 2012 perdebatan antar Calvinist diwakili DR Budi Asali dan DR Stevene ternyata ke 2 kubu tidak ada titik temu !

    Maka kami bergumul dan bergumul ! maka kami berani beragrumentasi baik di Veb Site Pak Dede ini kode kami AAA dan Veb Site di – Forumkristen.com kode kami Rindu kebenaran !

    Ya apaboleh buat,
    kami AAA Rindu kebenaran bukannya mendapat dari mereka mau beragrumentasi dengan serius, melainkan cerca Totol oleh yang ngaku Tono di Web Site ini ( padahal dia mungkin Doctor, karena nada caci makinya mirip mirip, moga2 bukan dia ! )
    di – Veb Site ini !

    Dan dapat penghinaan kami dari Sdri Rita Ratina merasa tidak etis melihat Veb Site kami ……. dan kami dijuluki sebagai orang Gooblok oleh Purba di :

    di – Web Site Forumkristen.com. di makalah Predistination – Predistination 1 – Tulip

    Ya mereka itu memang mempunyai watak dan tabiat yang sama sama / beramai ramai mengepung orang yang berseberangan doktrin mereka …………..
    Itulah mereka sebagai hamba Tuhan yang baik ?

    Ya mungkin juga semasa kuliahnya mata kuliahnya phiskologi, rasanya mereka rata rata dapat angka nilai excellent kali ! kami angkat jempooool mereka !

    Yakni : Bagaimana cara meng downkan mental lawannya duluan ! Kan hebat ?
    coba para pembaca telusuri dan amati cara mereka !

    Pemirsa menilainyalah ! GBU !

  24. Lewi
    27 September 2012 pukul 7:38 AM

    @AAA
    Bantu sundul gan, semoga dagangan Kristen Fundamentalis [sok] alkitabiah agan laris manis. Ane kasih cendol buat agan. Teruslah sesat–sesatkan reform salah satu musuh mu karena sungguh upahmu besar di surga. Teguhkanlah hati AAA dalam menghadapi orang-orang yang beramai ramai mengepung orang yang berseberangan doktrin mereka. Kerjakanlah keselamatanmu ini dengan tak putus-putusnya, sebab keselamatan yang kamu dapat dapatkan suatu saat akan hilang. Jayalah Kristen Fundamentalis [sok] alkitabiah, tinggilah menjulang setinggi-tingginya sampai ke langit mengatasi musuh-musuh dengan title S0mu. Walaupun S0, tidak pernah sekolah alkitab malam tapi telah membuat decak kagum dari doctor-doctor S3. Luar biasa, AAA sungguh amat sangat genius sekali. Lagi pula memang untuk apa susah payah meraih S3, kalau dengan S0 pun alkitabiah. Buat apa pula ikut sekolah alkitab malam, bukannya malam hari adalah waktunya tidur pulas. Kelak AAA di surga akan mendapatkan karangan bunga besar-besaran sebagai ucapan terima kasih sebesar-besarnya dari Allah Tritunggal dan malaikat-malaikat di surga pun bersuka-ria, oleh karena kehendak bebasmu sendiri telah menerima karya keselamatan itu. Allah sungguh sangat menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya atas hasil usahamu dalam berkehendak bebas. Tuhan membutuhkan laskar-laskar jihad [sok] alkitabiah seperti AAA, guna membela kebenaran-Nya terhadap penyesatan calvinis. Percayalah, doa-doa kristen fundamentalis seperti dirimu telah sampai surga, Tuhan telah mendengar doa-doamu, sebab hanya dirimu dan kelompok fundamentalis kristen yang telah berdoa, sedangkan calvinis tidak pernah berdoa sebagaimana ucapanmu bahwa Orang-2 berCalvinis adalah orang kristen bodoh didunia, karena orang Calvinis selama 400 ( 400 th ini kami tambahkan sekarang ) tahun sejak dilahirkan doktrin Calvinis mereka tidak pernah sama sekali berdoa. Terpujilah AAA, terpujilah Kristen Fundamentalis ala Suhento Liauw, terpujilah [sok] alkitabiah, terpujilah VEB Site fundamentalis kristen yang kalau mau masuk ke veb site harus ke Yahoo.com – Google.com – Bing.com. Luar biasa, veb site AAA bisa dicari dari ketiga search engine terbesar di jagat dunia dunia maya.

  25. AAA
    30 September 2012 pukul 8:02 AM

    Refomanda ber Reaksi lagi :
    Sodara berdiskusi sudah terlalu banyak mulut tapi tidak ada isinya sama sekali.
    Silahkan kritik apa yang salah dengan ajaran TULIP sesuai topik dan jangan OOT dan sanggah semua argumentasi saya.
    Kalau tidak mampu maka saya tidak akan melanjutkan diskusi yang sia sia ini,karena saya kira sodara ada isinya menantang ajaran reformed tetapi ternyata kosong melompong.
    Kami AAA/Rindu kebanaran menjawab :
    Anda masih gak sadar, justru anda katakan kami sesat duluan tahu !
    Kalau mau diskusi lebih lanjut, tolong beritahu kami tulisan kami mana yang sesat ?
    Kalau anda gak bisa jawab, berarti anda tukang nuduh, demikaian watak anda ? baru kita lanjutkan agrumentasi ! Jawab dulu dimana kami Sesat ? Kami tunggu !
    Sekali lagi jangan menghindar ! masak sebagai hamba Tuhan demikian ?
    Hei, anda punya sifat kelakian atau anda sifat kebancian ! wanita masih mendingan ! itu wanita Sdri Rita Ratina, kami anggap dia Gentle Girl, bukan seperti anda Gentle Banci ! berani ngetain orang sesat tapi berkali kali ditanyain dimana sesat gak mau tunjukan ! dasar anda sungguh bukan Gentleman melainkan Gentle Banci ! kami tunggu !
    Gentleman berani berbuat / nuduh berani tanggung jawab !
    Anda sudah buktikan kami sesat ! nah kami akan ladeni anda beragrumen ! anda yang terlalu menghindar !
    Sudah kasih tau bahan diktat Veb Site kami di doktrin keselamatan Kristen.com berkali kali,
    anda pura pura gak tahu ? anda tuli atau buta pikiran ! Pintarnya nuduh kami sesat ! Bantah itu tulisan Veb Site kami ! Gak berani toh ? banyak luar bisa kesalahaan doktrin Calvinis anda ya kan !
    Memang Bapak doktrin J. Calvinis leluhur anda itu kejam menyetujui hukuman mati ! emangnya Allah ROH KUDUS menyetujui cara J. Calvinis hukum mati M.Severtus walau Severtus sesat ?
    GBU !

  26. AAA
    30 September 2012 pukul 9:11 AM

    Jawaba Reformanda :

    Pertanyaanmu kan sudah saya jawab tuntas tetapi omonganmu tidak fokus alias ngelantur kesana kemari.
    Jawab pertanyaan saya sbb :
    Apa yang salah dengan TULIP ???
    Salam

    Jawaban AAA/Rindu kebenaran sbb :
    Apanya Tuntas, sudah ngatain kami sesat, tapi anda justru gak bisa dan gak pernah tunjukan mana kami sesat !
    anggap saya pikun, kini tolong sadarkan saya mana yang sesat ! Ok ditunggu, jangan komentar yang licik untuk menghindar ! GBU !
    Ehm….., Mengenai Peritiwa J.Calvin aja yg kami utarakan baru lalu, kamu gak berani jawab atau membela J.Calvin !
    itu J.Calvin sudah mulai berbuat kesesatan pertama ! Jawaban dong ! GBU !

  27. I am I
    30 September 2012 pukul 4:00 PM

    apa saya harus bilang wawww dalam perdebatan ini..
    Alkitab adalah buku Iman bukan untuk di pertentangkan… kalau anda mempertentangkan Alkitab,ujungnya tidak akan ketemu… anjuran saya,ketika anda meninggal nanti ,tanyakan sama Yesus(kalau ketemu) mana yang benar sih…
    saya yakin Yesus juga melihat kita berdebat dan kalimatNya persis seperti kalimat pertama saya…

  28. AAA
    1 Oktober 2012 pukul 9:26 AM

    Kami usul pada Moderator untuk menjadikan Perdebatan ini Ramah, bersahabat tanpa caci maki sama sekali !
    Yakni :
    Cara Dialaog ter baik yang dilaksanakan oleh ke 2 belah pihak !
    (RFA) = Roformanda warna merah mewakili Calvinis.
    (RBA) = Rindu Kebenaran AAA mewakilan Non Calvinis.

    Syarat yang harus ditaati oleh ke 2 pihak :

    A. Berhubung ke 2 pihak memiliki Iman Yesus Kristus dapat keselamatan maka ke 2 belah pihak adalah sama sama mengeluarkan ayat ayat Firman Tuhan yang tidak boleh dipisahkan antar satu sama lain, maka diusulkan jalan keluar / cara terbaik, yakni Reformanda dengan kode 3 anda (RFA) dan Rindu Kebenaran AAA (RKA), Ok ?

    B. Sebelum menulis ayat ayat Firman Tuhan, ke 2 pihak boleh memberi komentar yang singkat dengan dibatasi 2 baris saja sesuai masing masing pola pemikiran, tidak boleh caci maki, saling menghina. Jika ada maka mohon Moderator langsung menghapus nada nada caci maki tersebut !

    C. Masing masing pihak hanya dibatasi hanya mengeluarkan 2 ayat saja dengan komentar 2X pula demi mengfokuskan permasalannya dengan jelas dan tidak ribet !

    D. Masing masing mempunyai hak untuk menjiplak penuh jika salah satu pihak memaksa pengertian sesuai kehendaknya.

    E. Dalam Diskusi ini, supaya ayat ayat Firman Tuhan mengena sasaran dengan singkat, praktis dan paling penting dimengerti sampai orang Kristen awam jauh lebih baik pengertiannya !

    Maka Agrumentasi keselamatan dibagi 2 bagian :

    1. Keselamatan berupa di Pilih atau diberi hak menerima atau menolak !
    2. Mungkinkah Orang Yang Percaya bisa murtad atau tidak !

    Kami hanya beri contoh dan selanjutnya setelah kami selesai beri ayat ayat Firman Tuhan, maka anda segera copy dan anda isi ayat Firman Tuhan dibawahnya. Jadi Firman Tuhan anda dan kami digabung dan bergabung, niscaya achirnya entah kapan pasti ketemu titik temunya, setidak2nya memperkecil jurang perbedaan.

    Bagaimana Moderator ? Ok ?
    akan membuat suasana enak, tidak tegang, jika ada pergumullan di antara 2 pihak maupun pemirsa bisa saling merenungkan dan dibawa dalam doa.

    Contoh atau kalau OK boleh dimulai beragrumen !

    A. Keselamatan berupa di Pilih atau diberi hak menerima atau menolak !

    (RBA) Ya Tuhan memberi kebebasan keselamatan menerima dan menolak untuk diberikan semua manusia tanpa dipilih !
    1. 2Pet 3:9 ….. Karena Ia menghendaki supaya jangan ada binasa, melainkan supaya semua orang ( Tanpa dipilih )berbalik dan bertobat.

    (RBA) kami bisa membuktikan :
    2. Yoh 3:16 ………….. Supaya setiap orang yang percaya (Tanpa dipilih) tidak binasa, melainkan memperolrh hidup yang kekal.

    (RFA) Salah yang dimaksud 2Pet3:9 semua orang adalah “Orang Pilihan”
    3. 2Pet 3:9 …….. Karena Ia menghendaki supaya jangan ada binasa, melainkan supaya ORANG PILIHAN berbalik dan bertobat.

    (RFA) Kami punya bukti bahwa semua orang adalah Orang Pilhan !
    4. Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

    Kalau Ok ke 2 belah pihak ( RFA ) dan ( RKA ) Agrument bisa dilanjutkan. Terima kasih. GBU. Tuhan Berkati setiap orang yang telah mendengar Firman Tuhan untuk mau menjalankanNya !

    « Last Edit: Today at 04:23:18 PM by Rindu kebenaran »

  29. Lewi
    2 Oktober 2012 pukul 8:50 AM

    @AAA
    Aku tahu bahwa kamu memang amat sangat genius sekali walau dengan S0Th, jadi tidak usah diulang-ulang terus kalau kamu diakui oleh DR Pdt, ini malah kelihatan kalau kamu ini idiot. Aku tahu kalau kamu memang amat sangat genius sekali , misalnya WEB Site kamu sebut Veb Site dan mencubit kamu sebut menjubit. Pengetahuan bahasamu sungguh melampaui kecerdasan orang biasa. Bukankah kamu LEBIH amat sangat genius sekali dibanding calvinis yang katamu Orang-2 berCalvinis adalah orang kristen bodoh didunia. Kamu terus menerus mengatakan bawah kamu mendapat pengakuan dari DR Pdt, padahal doctor-doctor itu adalah calvinis yang bodoh di dunia, malah kamu sangat idiot kalau terus berkata mendapat pengakuan dari orang bodoh tersebut. Ciri orang idiot berikutnya adalah gampang tersinggung dan marah-marah, lihat saja tulisanmu yang semuanya diakhiri tanda “pentung” . Suhento Liauw dan para begundalnya sangat bangga terhadap kamu, yang berani melawan pandanganmu langsung sikat… pentung…, benar-benar kamu laskar jihad sejati. Kamu seperti anjing. Anjing sangat patuh pada tuannya, begitu lewat orang tak dikenal langsung menggonggong bahkan ingin menggigit. Aku tahu kamu bakal tidak suka disebut anjing, tapi makin tidak suka, makin benci makin kelihatan kamu ini idiot yang [sok] alkitabiah. AAA oh AAA, bukankah pernah diadakan debat antara calvinis dan gereja [sok] alkitabiah, kamu kenapa tidak ikut saat debat sebagai pembicara dari pihak [sok] alkitabiah. Kamu bisa keluarkan semua ke-genius-anmu di sana. Sekarang kamu menantang debat dengan point-point yang kamu buat sendiri, Tuhan Yesus begitu sabar dalam penderitaan di kayu salib, tetapi AAA lebih genius dari Yesus dengan mengumbar pentung-pentung dan menantang kepada siapa saja yang menentang pikiran geniusnya yang [sok] alkitabiah. Kenapa kamu benci sekali sama calvinis, apa mungkin cintamu pernah ditolak gadis calvinis? Dasar idiot yang [sok] alkitabiah. Ciri orang idiot berikutnya adalah, tulisan-tulisan penentang pikiran si genius AAA dari situs lain ditayangkan di situs ini, padahal sangat mungkin orang – orang itu tidak membaca tulisan si genius AAA di situs ini. Teruskan perjuanganmu, kobarkan semangat jihad untuk memurtadkan banyak calvinis yang bodoh di dunia ini dengan ajaran [sok] alkitabiahmu, demi kemuliaan gereja alkitabiah. Beritakan injil suka cita kepada semua orang khususnya pengikut calvinis yang bodoh di dunia ini, jadikan semua bangsa murid gereja [sok] alkitabiah, murtadkan sebanyak mungkin pengikut calvinis, setia dan relalah berkurban dalam penderitaan dalam menghadapi orang-orang calvinis yang menentang engkau, sebab upahmu …. salah, bukan upahmu tapi idiotmu besar sekali.

    NB:
    Seperti yang sebelum-sebelumnya, AAA akan promosi lagi veb sitenya setelah posting ini dalam usaha membela iman [sok] alkitabiahnya dan upayanya memurtadkan banyak pengikut calvinis melalui promosi veb sitenya yang bisa diakses Yahoo.com – Google.com – Bing.com.

  30. AAA
    3 Oktober 2012 pukul 3:08 PM

    Ya Lewi jangan terlalu emosi,nanti tekanan darah terlalu tinggi, repot juga ! entar jemaat menengok anda !

    kami gakpapa anda katakan saya anjing, walaupun kami anjing toh memakan / memungut dari sisa sisa makanan dari Lewi buang berupa ayat ayat pahit dan getir itu dari Firman Tuhan yang anda buang itu kami anjing anjing langsung makan dengan lalap juga ! sehingga kami juga ikut kenyang akan Firman Tuhan keseluruhaannya, ya kan Lewi !

    Anda amat baik ! Puji Tuhan ! Terima kasih Lewi ! GBU !

  31. I am I
    4 Oktober 2012 pukul 4:55 PM

    waduh…..ckckckck… ramalan simeon benar adanya…. dan salah satu anak Abraham pun bersorak…

  32. Lewi
    5 Oktober 2012 pukul 6:38 AM

    @AAA
    AAA oh AAA…. sabar… sabar…tenang..tenang… tarik nafas dalam-dalam….kamu lagi-lagi memberi pentung kepadaku di tiap akhir kalimat. Hati-hati dengan penyakit tekanan darah tinggi yang kamu derita, karena bisa menyebabkan jantung koroner, menyebabkan kebutaan dan memecahkan pembuluh darah kecil di retina mata, dapat merusak ginjal, stroke, kelumpuhan sampai mati mendadak. Ayo, bergegaslah sekarang juga pergi ke dokter dan psikiater, agar kamu tidak mati mendadak akibat tekanan darah tinggi. Kalau kamu mati mendadak, dunia kristen fundamentalis ala Suhento Liauw akan kehilangan seorang front pembela fundamentalis. Apa memang cara jihad kamu memang seperti itu, di tangan kanan membawa alkitab tetapi di tangan kirimu membawa pentung yang akan siap mentung siapa saja yang tidak sejalan dengan agama fundamentalis? Kamu ini tidak cermat membaca tulisanku, karena hatimu penuh gejolak kebencian, aku tidak mengatakan seperti kamu tuduhkan, aku tidak menyebut kamu anjing, itu kata-katamu sendiri. Aku mengatakan ” Kamu seperti anjing. Anjing sangat patuh pada tuannya, begitu lewat orang tak dikenal langsung menggonggong bahkan ingin menggigit.” Seorang S0Th yang tulisan-tulisannya dikagumi banyak DR Pdt dari calvinis yang bodoh di dunia mengapa mementung siapa saja yang tidak sejalan dengan akidah fundamentalis. Salam pentung yang alkitabiah.

  33. AAA
    8 Oktober 2012 pukul 4:03 PM

    @Lewi
    Memang kamu sangat pandai bersilat lidah berkata : aku (Lewi) tidak mengatakan seperti kamu tuduhkan, aku tidak menyebut kamu anjing, itu kata-katamu sendiri. Aku mengatakan ” Kamu seperti anjing.

    Tapi kalimat selanjutnya kau (Lewi) berkata : Aku tahu kamu bakal tidak suka disebut anjing,………..

    Gakpapa, semuanya itu kami sudah dalam doa untuk mengampuni anda ! Doa itu adalah ajaran Kristus pada saya, OK, sudah beres dan lega kan ! GBU !

  34. AAA
    10 Oktober 2012 pukul 8:22 AM

    Kepada Pemirsa yang dikasihi oleh Tuhan Yesus kristus :
    Silahkan ikutin terus agrumentasi kami AAA / Rindu kebenaran dengan orang orang Calvinis di :
    http://forumkristen.com/index.php?board=48.0

    Di : Ajaran Kristen
    lalu cari File : TULIP – Predistination 1 dan Predistination

    Doakan yang terlibat dalam berdebatan ini, supaya kita semuanya belajar akan Firman Tuhan keseluruhannya. Amin. Terima kasih
    GBU !

  35. Lewi
    10 Oktober 2012 pukul 9:40 AM

    @AAA
    Oh jadi begitu fundamentalis [sok] alkitabiah ala Suhento Liauw kalau berdoa, kalau berdoa juga pakai pentung. Cara berdoa demikian di mana sisi alkitabiahnya, AAA [sok] alkitabiah? Sekali lagi kamu menanggapi aku dengan pentungan, padahal sudah dijelaskan sebelum-sebelumnya kenapa kamu ini senang pakai pentungan, masih juga tidak mengerti-ngerti, AAA memang idiot. Tetapi keherananku tidak perlu terjadi, karena AAA memang laskar jihad front pembela akidah fundamentalis [sok] alkitabiah ala Suhento Liauw, tangan kanan pegang alkitab dan tangan kiri pegang pentung, yang akan mementung siapa saja yang tidak sepaham dengan [sok] alkitabiahnya. “kita semuanya belajar akan Firman Tuhan keseluruhannya”, adalah belajar Firman Tuhan menurut pandangan fundamentalis ala Suhento Liauw, dan para begundalnya berjihad untuk mengadapi orang-orang yang tidak sepaham dengan ajaran fundamentalis [sok] alkitabiah.

  36. AAA
    10 Oktober 2012 pukul 2:31 PM

    @ Lewi
    Ya, maaf Lewi jauh lebih idiot, anda harus tanya pada AAA, kenaapa perkataan kamu itu selalu membawa tanda seru ! bukan anda katain kami bawa pentung ! hehehe ……. seenak kamu !
    Kami bawa tanda seru, yakni memperingatkan anda Lewi sok pakai nama samaran dari nama di kitab suci, tapi dalam hati anda selalu benci, marah, bukannya kami seperti anjing yang anda katakan, selanjutnya siapa yang seperti anjing yang tukang gongong terus menerus hingga lupa apa diperdebatkan / digumuulin ?
    Udahkan, kami sudah malas tanggapin anda lagi Lewi !
    GBU ! ( Lalu anda katakan lagi saya lagi lagi bawa pentungnya Tuhan untuk memberkati anda ?, ya semoga begitu Lewi ! )

  37. Lewi
    11 Oktober 2012 pukul 2:38 AM

    @AAA
    Maling teriak maling, kamu sendiri kenapa pakai nama samaran AAA / Rindu Kebenaran. Dibilang idiot tidak mau, tapi kamu memang idiot. Apa AAA / Rindu Kebenaran adalah memang nama aslimu? Apakah nama benar-benar AAA yang adalah kependekan dari Amanat Akulah Alkitabiah, Adi Amin Amulidin, Asal Aku Alkitabiah, Adi Asmara Alkitabiah atau apa. Mana yang lebih hancur, kamu mengaku alkitabiah, rindu kebenaran tetapi hatimu penuh kebencian dan fitnah terhadap calvinis, apakah memang kitab suci mengajarkan kebencian dan fitnah sebagaimana kamu bilang ” Orang-2 berCalvinis adalah orang kristen bodoh didunia, karena orang Calvinis selama ( 400 ( 400 th ini kami tambahkan sekarang ) tahun sejak dilahirkan doktrin Calvinis mereka tidak pernah sama sekali berdoa;”. Inikah buah dari hati orang yang rindu kebenaran, orang yang mengaku alkitabiah? Kamu membaca kitab suci, tetapi kitab suci yang kamu baca adalah tafsiran ala fundamentalismu yang berjihad kepada siapa saja yang menentang agamamu. Teruslah kamu bergumul dengan masalahmu sendiri untuk memurtadkan banyak orang calvinis maupun aliran-aliran lain menurut akidah fundamental [sok] alkitabiahmu, baik melalui Veb site, atau forum-forum kristen lainnya. Orang yang rindu kebenaran sejati salah satu cirinya adalah mau dikritik, tetapi di atas kamu malah usul diadakan perdebatan di mana perdebatan bertujuan bukan mencari titik temu, tetapi mempertahankan kebenarannya sendiri melawan pandangan -pandangan yang tidak seakidah dengan agama fundamentalismu. Salam pentung alkitabiah.

  38. AAA
    11 Oktober 2012 pukul 10:43 AM

    @Lewi yang baik hati,

    Kalau anda mau mengutip perkataan kami jangan dipotong potong, entar Pemirsa membaca
    bisa bingun dan akan bertanya apa yang terjadi antar Lewi dengan AAA ? kasihanlah mereka ya Lewi !

    Lewi berkomentar :

    Calvinis mereka tidak pernah sama sekali berdoa. (titik)

    Apa Isi doanya ?
    Nah jika anda menulis isi doa yang lengkap, baru anda beri komentar, apakah isi doanya benar sesuai dengan doktrin Calvinis atau tidak ?

    Disitulah anda mempunyai hak protes jika isi dalam doa itu tidak sesuai dengan doktrin Calvinis anda.

    Maka Lewi tolong sekali lengkapi kalimat doa itu ya, supaya jelas pleh pemirsa. Terima kasih.

    Lalu, apa yang kita berdebat dalam forum ini ?

    Beragrumenlah tentang tema keselamatan berdasarkan manusia dipilih sebelum dunia dijadikan atau manusia diberi kebebasan menerima dan menolak anugrahNya ?
    Dan
    Apakah orang kristen bisa murtad ?

    kan beres. adem adem ajalah, kini kami juga belajar adem. OK.

    Kalau Lewi siap, kami sambut dengan baik.

    Kalau tidak siap ya kami goodbay dengan Anda !

    Semoga moderatotor Veb Site ini bisa mengawasi berdebatan ini jika ke 2 belah pihak menjetujui bersama.. Terima kasih.

    GBU !

  39. Lewi
    16 Oktober 2012 pukul 9:57 AM

    @AAA
    AAA menulis:
    ================
    Kalau anda mau mengutip perkataan kami jangan dipotong potong, entar Pemirsa membaca
    bisa bingun dan akan bertanya apa yang terjadi antar Lewi dengan AAA ? kasihanlah mereka ya Lewi !

    Lewi berkomentar :
    Calvinis mereka tidak pernah sama sekali berdoa. (titik)

    Lewi menulis:
    ============
    Memfitnah dan memutarbalikkan fakta adalah sebagian dari ciri dari AAA/Rindu Kebenaran [sok] alkitabiah. Aku kutip langsung [copy & paste] dari tulisanmu sendiri, di 15 September 2012 pada 10:15 AM | #15 di atas: ” Orang-2 berCalvinis adalah orang kristen bodoh didunia, karena orang Calvinis selama ( 400 ( 400 th ini kami tambahkan sekarang ) tahun sejak dilahirkan doktrin Calvinis mereka tidak pernah sama sekali berdoa;……………………….”. Siapa yang memotong, kamu sendiri yang menulis demikian. Lalu kamu bilang aku memotong kutipan, tapi kamu sendirilah yang memotong kalimatku:

    Lewi berkomentar :
    Calvinis mereka tidak pernah sama sekali berdoa. (titik)

    Komentarmu 11 Oktober 2012 pada 10:43 AM | #50 itu menanggapi tulisanku 11 Oktober 2012 pada 2:38 AM | #49. Siapa yang menulis titik, aku tidak pernah menulis titik. Di akhir kalimat aku tetap mengutip seperti tulisanmu sendiri di note #15 tgl 15 September 2012 di atas, di mana aku akhiri pakai titik koma (;) sama dengan tulisanmu. Baca yang teliti, AAA yang idiot. AAA kamu memang punya tata bahasa sendiri. Tata Bahasa Indonesiamu kacau sekali, ‘koleha ‘, ‘menjubit” dan “dijubit”, WEB Site kamu tulis Veb Site, komentar-komentarmu terhadap tulisanku diakhiri dengan tanda-tanda pentung dan kamu tidak bisa membedakan arti penggunaan tanda pentung tersebut dan saat kapan digunakan tanda pentung, lalu kamu tidak bisa membedakan tanda titik koma dan titik.

    Kemudian kamu melakukan tantangan yang sangat lucu, bagiku itu lebih lucu dari lawakan opera van java. Kamu ini tahu apa tidak bahwa kolom ini, adalah kolom untuk memberikan komentar terhadap judul artikel di atas, yaitu: “Tanggapan terhadap Artikel Budi Asali tentang Pembahasan Seminar Akhir Zaman Suhento Liauw”. Lalu kamu tantang aku berdebat tentang topik yang “Out Of Topic” di kolom ini. Lucu sekali kamu ini AAA yang idiot. Kamu memang pejuang sejati, teruskan perjuanganmu untuk memurtadkan semua orang calvin, kobarkan semangat Injil…. bukan , semangat memurtadkan calvinis dan gereja-gereja aliran lain ke dalam gereja [sok] alkitabiah, demi kemuliaan fundamentalis [sok] alkitabiah, agar malaikat-malaikat akan bersuka-cita bila satu per satu orang calvinis bertobat masuk agama fundamentalis [sok] alkitabiah ala Suhento Liauw.

  40. AAA
    16 Oktober 2012 pukul 5:35 PM

    @Lewi

    Ini kutipan seluruh isi pada :15 September 2012 pada 10:15 AM | #15 Kutipan sebagai berikut :

    Pemirsa, kami AAA sangat sangat amati tingkah laku SANG RATU KRITIK yakni Pdt Bapak Budi Asali, beliau selalu mengecam siapa saja yang berani kritik doktrin Calvanis, orang lain memberi tanggapan-2 melalui Firman Tuhan, beliau selalu menghindar, dan beri penjelasan-2 yang gak masuk akal selanjutnya menghindar ! Silahkan pemirsa amati-nya !
    Memang kami juga memberi kritik-2 yang juga cukup pedas dan tajam sekali, yakni kami menulis :
    ” Orang-2 berCalvinis adalah orang kristen bodoh didunia, karena orang Calvinis selama ( 400 ( 400 th ini kami tambahkan sekarang ) tahun sejak dilahirkan doktrin Calvinis mereka tidak pernah sama sekali berdoa;……………………….”
    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    kan benar anda Lewi mengutip tidak lengkap..

    Kalimat selanjutnya adalah sebagai berikut :,
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    tapi kami selalu memberi jalan keluar ter-baik dan ter-indah bagi kristen berCalvinis !
    Apa doanya ? silahkan baca Veb Site kami dengan sangat teliti dulu ya :
    ( Terima kasih anda yang mau teliti ! GBU )

    Di – Yahoo.com – Google.com & Bing.com
    ketik : doktrin ke.selama.tan kristen,com

    Sekali lagi Tuhan berkati Orang-2 Kristen Calvinis & Non Calvinis yakni Umat Kristen Sejati / Kristen Fundamental GBU !
    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    Nah ini yang saya maksudkan, jelaskan ? Jika anda Lewi mengutip dengan lengkap tentunya pemirsa bisa segera membukannya Veb Site kami dan akan menilai apakah benar atau salah yang diutarakan oleh kami.

    OK, sekian penjelasan kami untuk Lwei yang dikasihi oleh Tuhan. GBU !

    ===========================================================

    Pemirsa, kini kami AAA / Rindu kebenaran lagi sibuk melayani agrumentasi hal keselamatan di :

    http://forumkristen.com/index.php?board=48.0

    di file : ” TULIP ” – ” PREDESTINASI-1 ” dan ” ” Predistination ”

    Adapun Veb Site kami di : http://doktrinkeselamatankristen.com/:

    Sampai jumpa. GBU !

  41. AAA
    16 Oktober 2012 pukul 5:41 PM

    Kami koreksi atas kesalahan tulisan kata : Lwei, seharusnya Lewi. Maaf kesalahan kami. Terima kasih. GBU !

  42. Lewi
    19 Oktober 2012 pukul 8:49 AM

    @AAA
    AAA makin lama kamu makin [ngelantur], kutipan itu adalah dari tulisanmu sendiri, tidak ada kalimat yang aku penggal, termasuk tanda titik koma yang karena AAA yang idiot tidak bisa membedakan antara titik koma dan titik. Kamu mempermasalahkan kutipanku tersebut, padahal kutipan itu kamu sendiri yang menulis dan untuk apa aku harus kutip keseluruhan tulisanmu termasuk promosi Veb Site propaganda agama fundamentalismu? Kata-katamu dalam tanda petik itu yang aku kutip dan itu yang kamu jadikan masalah. Teruskan semangat penginjilanmu untuk mempertobatkan sebanyak mungkin orang-orang berCalvinis menjadi percaya kepada Yesus Kristus, bukan…, untuk masuk menjadi agama fundamentalis. Suhento Liauw memberkati. Amin.

  43. AAA
    30 Oktober 2012 pukul 11:56 AM

    Tanpa doktrin Teolog J.Calvinis, umat Kristen gak bakalan terjadi penyimpangan / sesat !

    Bahkan

    Ada yang jauh lebih baik dari Teolog J.Calvin, mereka percaya setiap perkataan Firman Tuhan, bahkan ada yang berani gabung dan bergabung Firman Tuhan keseluruhaannya tanpa memilah milah ayat Firman Tuhan, jika terjadi ayat yang pahit / getir mereka berlutut berdoa mohon bimbingan Tuhan.

    Buktinya J.Calvin dalam penjelasan di kitab Ibrani 6:4-6 sudah gak berani komentar dengan tegas bahkan terkesan menghindar !
    dan
    Terbukti kami juga beri komentar di Replay #509, orang orang Calvinist belum ada yang memberi komentar dimana salahnya kami @Rindu kebenaran. menafsirnya !

    Jika berkenan @Buddha Josaphat membuka Replay #509 dan segera beri komentar dengan akal budi anda. terima kasih.

    atau silahkan buka di Veb Site kami di :

    http://www.doktrinkeselamatankristen.com/

    Beri komentar jika kami menyimpang dari Firman Tuhan. Terima kasih.

    Catatan :

    Perlu diketahui oleh @Buddha Josaphat dan Pemirsa, kami di Replay #509 kutip ayat Firman Tuhan yang kami beri tafsiran dengan kalimat kalimat warna biru itu kami maksudkan adalah penjelasan kami sesuai doktrin Calvin ” TULIP” yakni manusia diselamatkan sudah ditentukan oleh Allah sejak dunia belum dijadikan.

    Jika pada penjelasan tulisan warna biru terjadi penafsiran keliru dari sudut pandang Calvinist oleh kami, mohon siapapun jangan segan segan segera tegor kami untuk kami segera pula revisi sesuai doktrin Calvinist TULIP mereka !

    Terima kasih

    GBU !

  44. AAA
    5 November 2012 pukul 8:22 AM

    @Bejobejo dan @Jannet, @Buddha Josaphat bagaimana anda pendapat ;

    @Rita sangat berani mengatakan dia bukan Calvinist, tapi anehnya di Gereja GRII Pusat ada tercantum si jago pembunuh besar besaran dizamannya, tapi oleh orang orang Reformed Injili di GRII Pusat di beri ruangan ” J.CALVIN Room ! ”

    Saya jadi Reformed Injili asli,
    maka saya akan nama ” J.Calvin room yang jago pembunuh ” akan ganti menjadi :

    1. Ruangan ” DAUD ROOM ”
    2. Ruangan ” PAULUS ROOM ” yang bertobat !

    Ok ? http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg784064#msg784064

    GBU !

  45. AAA
    5 November 2012 pukul 8:34 AM

    Quote from: Rindu kebenaran on November 02, 2012, 01:07:27 AM

    @Buddha Jasaphat, Betul J.Calvin dan saya pun bisa dibisikin oleh setan, tapi kita harus waspada jangan sampai sengaja berbuat dosa dong, kan di-Alkitab mengatakan :

    1. Kita gak boleh sengaja berbuat dosa !
    2.Kita gak boleh sok teguh berdiri, hati hatilah supaya kita jangan jatuh.

    Tapi anehnya J.Calvin yang katanya ahli Teologia berkaliber dunia, setelah terjadi vonis pembakaran Servertus ;

    ( Walaupun J.Calvin gagal meminta exkusi bakar diganti ” PENGGAL ” = indentik sama menyetujui hukuman mati = identik melawan hukum kasih yakni pengampunan )

    Tapi J.Calvin masih gak puas hawa birahi nafsunya, seterusnya bukannya J.Calvin bertobat seperti Daud, malahan ikuti seperti saul yang belum bertobat, yakni J.Calvin tiada henti hentinya mencari lawan lawanya untuk diajukan ke pengadilan supaya mereka mereka 50 orang lagi dikenakan hukuman mati,dipenjara dan diusir ! Inikah yang katanya : Allah memilih dia kedalam kekudusanNya berkehendak dan kedaulatan Allah menyuruh J.Calvin berbuat demikian ?

    Mohon penjelasan dan termasuk mohon Calvinist beri penjelasan ! Terima kasih.

    GBU !

    nb. Enai anda mau menyurati enai patung bugil, kami setuju sekali, semoga beliau bisa tergerak jangan sampai menjadi batu sandungan bagi gereja GRII.

    Siapa yang mau membela J.Calvin ? silahkan komentar ! Terima kasih.
    Patutkah J.calvin dibela ? Melanggar beratkah J.Calvin dengan Firman Tuhan ?

    Aneh luar bisa, Daud berbuat keji, Allah lansung menegornya dan diberi sanksi berat !

    tapi J.Calvin melanggar keji, tapi dibela oleh orang orang Calvinist dan Reformed bahkan memberi penghargaan ? dimana kesalahannya ?

    Tapi aneh di GRII Pusat ada ruangan besar dengan nama ” J.Calvin Room “. mungkin bisa diteladani oleh umat Reformed Injili kali ?

    Pertanyaan : Bisakah seorang dijadikan teladan jika penaldan seorang pembunuh lalu sengaja membunuh orang lagi tanpa bertobat sama sekali bahkan membela diri sendiri dengan memberi komentar selayaknyalah bagi penentangnya dihukum mati, dipenjara dan diusir dari tanah airnya ? enak juga ada Allah yang mau membela J.Calvin !

    Apakah Gereja gereja Kristen mau menerima J.Calvin sebagai ahli Teologia kalian ?
    GBU !

    http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg783195#msg783195

  46. AAA
    5 November 2012 pukul 9:03 AM

    http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg776931#msg776931

    Ini Pernyataan keras Alkitab pada J.Calvin dan @Petra9 & semua aliran ” TULIP “,
    Yakni :
    Jika kalian tidak mengakui Lukas6:27 &35, Kis6:60. Mat 13:24

    Maaf menurut Alkitab anda semuanya adalah menuju ajaran “SESAT” karena anda anda aliran TULIP berani mengurangi dan terlalu melawan Firman Tuhan yang tercantum di Wahyu 22:18-19.

    Silakan siapa aja tegoran keras bila komentar kami dibawah ini melawan Firman Tuhan sbb :
    Quote from: Rindu kebenaran on October 19, 2012, 11:46:42 PM
    Lukas 6:27 & 35, Kis 6:60, Mart 13:24
    1. J.Calvin harus mengasihi musuh Severtus
    2. J.Calvin harus berbuatah baik pada Severtus yang membenci J.Calvin pula ?
    3. J.Calvin harus berdoa : Minta Tuhan supaya bisa memberi berkat Severtus yang mengutuk J.Calvin ?
    4. J.Calvin harus baik terhadap Severtus yang tidak tahu berterima kasih pada J.Calvin meskipun Severtus tukang jahat !
    5. J.Calvin harus segera mendoakan Severtus yang tukang caci maki dia ?
    6. Tuhan perintakan J.Calvin harus membiarkan Severtus hidup dan tidak boleh dihukum penggal di Matius 13:24 !

    Komentar kami diatas dirubah oleh @Petra9 menjadi ( Biadab ) berikut :

    @ RinduK akan melakukan ( Sangat fatal komentarnya ! ):

    1. Menghujat dia John calvin sebisa anda
    2. Membeberkan tentang semua “penyesatannya” menurut versi anda
    3. Ingin membalas kematian Servetus pada J. calvin
    4. Ingin menuntut J.Calvin dihukuman mati
    5. Meminta pengadilan untuk membakar buku Institutio karangan John calvin dan memerintahkan semua Gereja Reformed menarik buku-buku berdasarkan ajaran TULIP
    6. Meminta fatwa PGI dan Pemerintah bahwa ajaran Johan calvin teristimewa pengemabngannya yaitu TULIP agar dinyatakan sebagai ajaran terlarang
    7. Meminta agar kaum Reformed tidak dianggap sebagai Kristen tetapi digolongkan satu kamar dengan SSY sebagai bidat sehingga hilang dari daftar agama-agama yang diakui negara RI.

    Kali ini anda HARUS tanggapi ! Dasar apa kami akan melakukan setelah ada pernyataan kami diatas ? bukankah anda yang sengaja mempelintir komentar kami ?

    Ingat
    @Ptera9 terlalu sering dan sangat sengaja tidak mau tanggapi yang kami tanya, itu namanya @Petra9 Sangat LICIK !

    Mohon baca di :
    http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg776931#msg776931

  47. AAA
    6 November 2012 pukul 12:20 PM

    Quote from: SHIPIROZ PURBA on Today at 05:02:51 PM
    BROO@RINDU KEB…

    Kok ..menjadi lucu dan ironis nian..bahwa di reply #1124 ini ..kesannya anda masih penasaran pisan dan penuh dendam kesumat pisan ..kepada J.CALVINT…dalam hal penghukuman mati dibakar pada serfetus yang di vonis bidat sama pengadilan saat zaman itu..ya..??

    Jika penghukuman serfetus di bandingkan dng hukuman yang di derita oleh Tuhan YESUS, maka Mungkin tidak sesadis dan sekejam yang diterima dan di derita oleh Tuhan Yesus bukan…??..Tapi mata hati anda menjadi buta dan
    tunmpul..tidak dapat memetik suatu pembelajaran sama sekali dari dua sejarah yang berbeda zaman..itu, .tapi mempunyai persamaan poin- poin disitu..!!
    Walaupun syarat dng perbedaan prinsip..Disamping dilandasi oleh masing-masing alasan demi alasan-alasan pembenaran diri..sampai pada kesimpulan kenapa hal itu wajib dilaksanakan./ harus terjadi…( konteks membunuh manusia yng hidup ).

    Jika broo@rindu keb ..mau berpikir jernih…maka pasti akan berpikir bahwa suatu peristiwa harus dinilai oleh stadart zamannya sendiri, bukan dinilai dng standart zaman kita sekarang ini. Artinya disini bahwa tragedi serfetus tsb disetujui oleh orng orang hebat dan terkemuka pada zaman / abad itu ( abad 16 / 17 ). Tapi hal itu malah dikecam oleh orang-orang seperti anda ( @ rindu keb..dll ) pada abad sekarang ini bukan.??

    Apakah broo@rindu keb…paham dan mengerti apa yang saya maksud dng stsndart zaman itu..??

    Salam GBU

    =======================================================================
    @ Purba

    1. anda katakan saya mata hati buta ? atau anda sendiri buta pikiran kan boleh !

    2. Standart zamannya sendiri ? rupaya anda jauh lebih buta hati dan pikiran anda deh !
    Alkitab tidak mengenal standart zaman, Friman Tuhan dari sejak awal sampai kiamat, perkataan Firman Tuhan tidak akan lenyap !

    Ok, secara manusia anda boleh katakan, tapi kami tegaskan pada anda sbb :

    a. Standart moral J.Calvini harus lebih maju moralnya dari zamannnya Tuhan Yesus !
    b. Sebaliknya standart moral zamannnya Tuhan Yesus harus lebih bermoral dari zamannya Raja Daud !

    Pertanyaan standart mana lebih modern dan maju ? J.Calvin ? Tuhan Yesus ? atau Daud ?

    Aneh dan super aneh, standart moral yang 1/2 primitif atas perbuatan Daud yang menghamili istri Uria lalu membunuh Uria lagi yang zamannya lebih primitif dari J.Calvin itu, Ternyata Tuhan tidak segan segan menegor dan tidak memberi toleransi sedikitpun kepada Daud bahkan memberi hukuman kepada Daud yakni Daud harus bertobat ! Aneh kan ?

    Maka gak salah kami beri julukan : J.Calvin yang ahli teologia berkaliber dunia yang sangat sangat hafal luar kepala ayat ayat Firman Tuhan termasuk kasihilah musuh-mu itu sudah pikun atau sengaja tidak menghiraukan peringataan Firman Tuhan tentang kasihilah musuh-mu (Mat5:44) ( Luk6:27,35 ) membawa orang sesat (Yak5:19-20) dan merampas Severtus dari api ( Yud234)

    Salam GBU !

    http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg785607#msg785607

  48. AAA
    6 November 2012 pukul 12:27 PM

    Quote from: Rindu kebenaran on Today at 04:40:37 PM
    Rom 11:22-23 ( Pernyataan Petra di Replay #338 di : http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg771780#msg771780 ] sangat menyimpang dari Firman Tuhan ! )

    Petra9 berani komentar keluar dari jalur rel Firman Tuhan sebagai berikut :
    Jadi pesan Paulus : AKUILAH KEDAULATAN ALLAH bahwa :
    ALLAH sanggup untuk MEMOTONG RANTING ZAITUN DAN MEMBUANGNYA dan sanggup MENCANGKOK RANTING ZAITU LIAR dicangkok ke POHON ZAITU ASLI.
    Emangnya bunyi ayat Room 11:22-23 ?

    Pinter dan sangat hebat juga @Petra9 menyunat / memotong Firman Tuhan !

    Pemirsa mohon ikut teliti dengan serius Firman Tuhan di Rom 11:22-23 ! jangan mau seperti @Petra9 tukang mempelintir Firman Tuhan hanya sepotong potong. Terima kasih.

    Ini Pernyataan Firman Tuhan yang benar, jangan dialihkan keluar jalur ! ( Awasi komentar orang orang TULIP ! ) sebagai berikut :

    Room 11:22-23
    1. ” Allah ” BUKAN HANYA SANGGUP MEMBUANG ” bangsa Israel, ” TAPI JUGA SANGGUP MENCANGKOK KEMBALI bangsa Israel ” !
    Dan !
    2. ” Allah juga ” SANGGUP MEMBUANG Ranting zaitum liar, TAPI JUGA SANGGUP MENCANGKOK KEMBALI ranting zaitum liar !

    Ini untuk Bangsa Israel dipatahkan dan tidak dipatahkan oleh Allah !
    3. Mereka (Israel ) dipatahkan karena ketidak percayaan mereka ayat 20a
    Dan sebaliknya juga !
    4. Merekapun (Bangsa Israel) akan dicangkokan kembali, JIKA mereka (Israel) ” TIDAK TETAP dalam ” KETIDAKPERCAYAAN ” ayat 23a

    Demikian juga orang diluar bangsa Israel dipatahkan dan tidak dipatahkan oleh Allah !
    5. Tetapi atas kamu ( diluar Israel ) tegak tercacak karena , Janganlah kamu ( diluar Israel) sombong, tetapi takutlah ! ayat 20b
    ** Tetapi atas kamu ( diluar Israel ) kemurahaanNya ;
    Dan
    6. ” JIKA TIDAK ‘ , kamupun ( diluar Israel ) akan dipotong juga !

    Mohon @Petra9 menanggapi dan jangan keluar dari jalur dari item 1 s/d item 6 dengan serius terutama yang kami garisin berwarna warni ! Terima kasih.

    GBU !

    Sekali lagi @Petra9 mau tanggapi item 1 s/d 6 ? dan sekali lagi jangan keluar dari jalurnya lagi !

    Jangan remehkan Rom 11:22-23 dan Ibr6:4-6 itu adalah kesimpulan final dari Paulus tentang Predistinasi sesungguhnya !

    http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg785531#msg785531

  49. AAA
    6 November 2012 pukul 12:36 PM

    Quote from: Buddha Josaphat on Today at 04:05:46 PM
    @ bro petra9 :

    LIMA FAKTA YANG TAK TERBANTAHKAN

    1. Alkitab mengajarkan bahwa tidak semua manusia akan diselamatkan:

    Matius 7: 13-14; 25: 41, 46; 2 Tes. 1: 8-9; Wahyu 20: 11-15; 21: 11, 15; dll.

    2. Alkitab mengajarkan bahwa Allah menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan untuk datang mengetahui kebenaran penuh :

    1 Timotius 2: 4 (rujuk Matius 18: 14; 2 Petrus 3: 9; Yehezkiel 18: 23, 32; 33:11)

    3. Injil akan diberitakan kepada segala makhluk dan semua orang di mana-mana diperintahkan untuk bertobat:

    Lukas 24: 47; Kisah 2: 38 “setiap orang dari kita”; Kisah 13: 38; 17: 30; 20: 21; 26: 17-20; Roma 16: 26; 1 Kor. 1: 23.

    4. Keselamatan ditawarkan kepada semua orang dan “siapa” saja boleh mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.

    Matius 11: 28-30; Yohanes 1: 12; 3: 15-17; 4: 13-14; 6: 35-37,47,51,54,58; 7: 37-38; 10: 9; 11: 25-26; 20: 31; Kisah 2: 38; 3: 19; 10: 43; 13: 38-39; Roma 1: 16; 6: 23; 10: 11-13; Wahyu 3: 20; 22: 17.

    5. Ini adalah tanggung jawab semua orang untuk mentaati Injil dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

    Yohanes 3: 18; 3: 36; Kisah 16: 30-31; 17: 30; 2 Tes. 1: 8; 1 Petrus 4: 17.

    Salam

    Ditambah :
    6. Yang percaya dan asal menang tidak dihapus dari kitab kehidupan
    1. Why3:5
    2. Ibr3:14
    3. 1Kor15:2

    Lengkaplah Perdistinasi sesungguhnya menurut Firman Tuhan keseluruhannya yakni digabung dan bergabung !

    Yakni di : Kitab Wahyu 22:18-19 Jangan dikurangi / dihilangkan dan ditambah ! Sangat Bahaya untuk siapapun !

    GBU all !

    http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg785450#msg785450

  50. AAA
    10 November 2012 pukul 10:15 AM

    @Petra9, @Rita @Purba,
    Kenaapa kalian tidak pernah dan tidak mau mengkomentari tulisan kami di :

    http://doktrinkeselamatankristen.com/

    Pertanyaan ?
    Apakah tulisan kami yang memuat banyak sekali ayat ayat itu berasal dari ayat setan atau ayat Firman Tuhan ?
    Kalau memang itu ayat ayat setan, maka saya akan buang dan bakar atas nama perintah kalian !

    @Budda Josaphat, @Bejobejo atau pemirsa lainnya,

    Silahkan baca tulisan kami lalu beri komentar, apakah tulisan kami itu berdasarkan ayat ayat setan atau ayat ayat Firman Tuhan ?

    Silahkan komentar, jangan diam diri atau tutup mulut ! karena kami kuatir dikatakan oleh Tuhan bahwa kami Murtad dan sesat !

    Jikalau tulisan kami salah mohon segera dikoreksi yang benar sesuai 100 % ( Seratus persen ) Firman Tuhan yakni satu sama lain tidak boleh dipisahkan sama sekali harus digabung dan bergabung

    emangnya salah kalau digabung ? OK ?

    Terimakasih atas keberanian komentar anda anda dari pihak manapun !
    GBU !

    http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg788953#msg788953

  51. AAA
    15 November 2012 pukul 1:17 PM

    15 November 2012 pada 1:16 PM | #36 Kutipan
    Quote from: Rindu kebenaran on November 13, 2012, 09:11:18 PM
    Ya batas waktunya ke 3X sudah habis untuk @Arumpist, tapi Abraham juga masih menawar ke 4X lagi, maka kami juga tawar lagi, yakni kasihkan beliau lagi waktu sampai 2X24jam deh yakni sampai tgl 16 November 2012 jam 11:10:25PM.
    n.b Dugaan kami kalau gak salah, beliau @Arompist adalah salah satu pelopor berCalvinist di Indonesia.
    Quote from: Rindu kebenaran on November 08, 2012, 10:31:01 PM
    Hai @Arompist,
    Mohon penjelasan : definisi apa yang disebut dilahirkan kembali ? dimana ayatnya yang jelas. Terima kasih.
    GBU !
    Quote from: Rindu kebenaran on November 11, 2012, 04:16:14 PM
    Hai@Arompist, supaya anda cukup menangkis keras / menegor keras habis habisan dalam forum ini kepada kami, maka kami persilahkan anda membaca / meresapi / merenungkan dalam hati nurani-anda akan Firman Tuhan didalam diktat kami di :
    http://doktrinkeselamatankristen.com/
    GBU !
    @Bejobejo dan @Budda Jasaphat, tolong hubungi @Arompist supaya beliau bisa memberi komentar kami. Terima kasih.
    Kami sangat sangat heran, orang orang Reformed ber Calvinist ( bukan Reformed Injili yang asli / murni lho ! ) sangat sangat hebat luar biasa mengkritik habis habisan untuk mengkritiksi buku buku dari kalangan ahli ahli teologia yang berseberangan dengan mereka !
    Tapi sangat sangat aneh, mereka sangat alergi dengan diktat kami di :
    http://doktrinkeselamatankristen.com/ Kenaapa ya ?
    Bukti kuat mereka adalah Reformed ber Calvinist, terbukti :
    1. di GRII Pusat ada ruangan yang besar ” J.Calvin Room ! ” dimana J.Calvin yang hoby membunuh dan mengejar orang orang sesat dan berseberangan dengan filsawa doktrinnya !semoga mereka bisa sadar.
    2. Kalau tidak ada titel University teolog J.Calvin, maka ia gak bakal bisa menjadi dosen baik di STT Reformed atau STT SAAT Malang.
    GBU !

  52. AAA
    28 November 2012 pukul 7:37 AM

    Lewi :
    @AAA
    AAA makin lama kamu makin [ngelantur], kutipan itu adalah dari tulisanmu sendiri, tidak ada kalimat yang aku penggal, termasuk tanda titik koma yang karena AAA yang idiot tidak bisa membedakan antara titik koma dan titik. Kamu mempermasalahkan kutipanku tersebut, padahal kutipan itu kamu sendiri yang menulis dan untuk apa aku harus kutip keseluruhan tulisanmu termasuk promosi Veb Site propaganda agama fundamentalismu? Kata-katamu dalam tanda petik itu yang aku kutip dan itu yang kamu jadikan masalah. Teruskan semangat penginjilanmu untuk mempertobatkan sebanyak mungkin orang-orang berCalvinis menjadi percaya kepada Yesus Kristus, bukan…, untuk masuk menjadi agama fundamentalis. Suhento Liauw memberkati. Amin.

    Hai @Lewi, wah anda jangan diatas pohon melulu, nanti jatuh dari pohon, kepala anda benjol, kasihan anda. Turunlah dari atas pohon, yuk kita berdiskusi tentang keselamatan yang lagi hangat hangatnya ( Mungkin anda sudah nongol pakai nama samaran lain ) di :

    http://forumkristen.com/index.php?topic=6250.msg799986#msg799986

    Disana anda bisa debat habis habisan untuk kami yakni Rindu Kebenaran,tapi jangan bikin benjol kepala kami ya.

    Tolong ya segera nongol jatidiri anda. Terimakasih.

    GBU @Lewi !

  53. dimast
    21 Desember 2012 pukul 7:02 PM

    hahahahahahah…..weleh…weleh…..

  54. 23 Desember 2012 pukul 5:05 PM

    sesama umat Tuhan kita harus saling menguatkan,bukan berperang dan saling menghancurkan.Hari kedatangan Tuhan semakin singkat,kita harus menjadi pelaku firman bukan pelaku kejahatan .maaf jika kata2 sy mengganggu,tp kristus diatas sana sedih jika kita hanya memikirkan perkara2 seperti ini.Bersatulah dalam kristus.

  55. yowsh
    3 Juni 2014 pukul 12:21 AM

    Semua pendapat tidak ada yang salah semua benar tapi ingat, yang perna nontong tetang akhir zaman ini siapa yang pasti tidak, lebih baik kita ikuti apa yang ada di Alkitab trimakasih!

  1. 10 Agustus 2012 pukul 3:05 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: