Beranda > BERITA, INDONESIA > SEPULUH Alasan Menolak Jokowi Menjadi DKI 1

SEPULUH Alasan Menolak Jokowi Menjadi DKI 1


Hiruk Pikuk Pilkada DKI Tahun 2012, menjadi magnet tersendiri bagi sebagian masyarakat Indonesia. Terlepas siapa yang terbaik dan akan muncul sebagai pemenang, hal itu urusan kemudian. Kita tahu ada 6 daftar nama Cagub-Cawagub DKI Jakarta 2012-2017:

1. Jokowi (Joko Widodo) – Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama (27 Partai Pendukung dengan pendukung utama PDIP dan GERINDRA)
2. Faisal Basri – Biem Benyamin (Calon Independen)
3. Hendardji Supandji – Ahmad Riza Patria (Calon Independen)
4. Alex Noordin – Nono Sampono (Diusung GOLKAR, PDS, PPP, dll)
5. Foke – Nachrowi Ramli (Diusung Partai DEMOKRAT, PDS, dll)
6. Hidayat Nur Wahid – Didik J. Rachbini (Diusung PKS, dll).

Pada kesempatan ini, terdapat sedikit hal yang tebersit dalam benak saya. MENGAPA SAYA HARUS MENOLAK JOKOWI MENJADI DKI – 1 ? Berikut SEPULUH Alasan Mengapa Menolak Jokowi Menjadi Gubernur DKI?

1. Gaji selama 2 periode tidak pernah diambil.
Cari sensasi mungkin. Tetapi dalam benak saya, mampukah manusia di dunia ini membuat sensasi selama itu (2 kali periode walikota). Tidak usah jauh-jauh, jika kita seperti beliau, mampukah kita berbuat seperti itu ………… ? Walikota Solo Joko Widodo, misalnya. Ketika ditanya kenapa tidak mengambil gajinya, dengan rendah hati ia tidak mau menjawabnya. “Nggak, nggak, saya tidak mau menjawabnya karena terlalu riskan. Yang penting saya tidak pernah ambil gaji. Kalau tidak percaya, tanya saja kepada sekretaris atau ajudan saya,” tegas dia.

“Berapa jumlah gaji, saya tidak tahu. Saya tidak pernah ambil amplop gaji, cuma tanda tangan saja.” Begitu kalimat yang terucap dari Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), saat ditanya nominal gaji seorang walikota. Jokowi, mengatakan, menjadi Walikota Solo, tidak lebih dari sebuah pengabdian. “Saya tidak birahi gaji. Kalau bertanya soal kenaikan gaji pejabat, dikaitkan dengan saya, saya tidak tahu, karena memang tidak pernah ambil gaji,” katanya lagi, Jumat (28/1) kepada wartawan.

2. Diberi fasilitas bagus menolak (Pilih mobil warisan walikota 2 periode yang lalu).
Ah ……….. mungkin kemana-mana pakai mobilnya sendiri yang lebih bagus mungkin ….. ? Sulit kita membayangkan, semua fasilitas tinggal ambil, tetapi kita menolak untuk itu, mampukah kita seperti itu ? “Mobil asal bisa dinaikin, tidak perlu mobil baru,” ujar Jokowi. Selain itu, dia mengaku memang tidak suka gonta-ganti mobil. Seperti halnya mobil pribadinya yang sudah 14 tahun tidak diganti. Walikota yang tengah menjalani masa jabatan dua periode ini ternyata belum pernah sekali pun mengambil gajinya. Bahkan, mobil dinas walikota yang saat ini dipakainya juga merupakan ‘warisan’ pejabat walikota sebelumnya, Slamet Suryanto. Soal mobil dinas, dia juga enggan menggantinya dengan yang baru. Mobil dinas Toyota Camry keluaran tahun 2002 ini merupakan peninggalan mobil dinas walikota Solo sebelumnya, Slamet Suryanto. “Saya bukan sok, tapi saya memang orang nggak punyai birahi terhadap mobil baru. Jenis mobil dinasnya keluaran tahun berapa, saya juga tidak tahu. Silakan tanya Pak Suli saja (sopir walikota). Pokoknya saya naik dan selamat saja,” tutur dia.

3. Berkeliling daerah dengan sepeda ONTHEL.
Wah malu”in dong, masa pejabat naiknya cuman sepeda ONTHEL..?? Gengsi dong sama warga, enakan pakai mobil mewah biar bisa pamer.

4. Tidak mau menggunakan pengawalan yang protokoler
contohnya pada saat nonton OVJ di Solo, “Ndlosor” sama rakyat kecil..? Enakan duduk di tempat VIP bareng sama pejabat dan orang kaya, lebih berkelas gituuw…

5. Memindahkan PKL di solo kok malah tumpengan
Gimana sih pak walikota ini, mestinya pakai satpol PP bawa penthungan + Dalmas kayak di daerah lain, nanti rakyat malah ngelunjak lho pak..

6. Grafik kepemimpinannya di periode ke-2 kok semakin naik
Ini ndak masuk akal, mestinya semakin turun seperti yang lain. Mana ada incumbent meraih suara di atas 91%, ini pertama di Indonesia…!!!!

7. Menolak pendirian pasar modern milik propinsi dan menentang Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo
Gimana sih walikota ini, kok malah menentang gubernur?? Harusnya kan patuh sama atasan terus bangun mall biar pasar tradisionalnya banyak yang mati.. Lagian ngapain patuh sama rakyat, apa untungnya…????

8. Kepemimpinan Anti Korupsi dan Pemerintahan Transparan
Sudah ga ambil gaji, sekarang malah ga mau korupsi.. Mau makan apa nanti anak istrimu pak?? Harusnya kalo ada kesempatan langsung sikat saja uang rakyat!!! Buat apa pemerintahan yang transparan?? Nanti malah dipantau sama rakyat terus & ga bisa korupsi lho!!

9. Membangun pasar tradisional jadi seperti mall dan diberikan GRATIS ke pedagang
Buat apa?? Buang” uang, mending bangun mall aja yang banyak.. Lagipula ngapain sih ngasih kios GRATIS ke rakyat?? Mereka harus bayar dong, enak aja.. Walikota Solo gimana sih??

10. Mindahin 989 PKL Banjarsari pakai makan-makan sebanyak 54 kali
Ini gak masuk akal, pertama di dunia ini.. Lagipula ini membuang-buang waktu dan uang negara, mending langsung sikat aja pak pakai Satpol PP, gebukin aja biar kapok.. Lagian enak sekali ya PKL diberi makan gratis sampai 54 kali, lama-lama bisa ngelunjak tuh..

Dari berbagai pertimbangan tersebut, saya jelas menolak mentah-mentah Jokowi menjadi DKI 1, karena harapan saya Jokowi menjadi RI 1 atau 2, Bagaimana menurut saudara ……………. ?

Semangat Pagi semuanya …………….
— o O o —

Salam Jakarta Baru

Sumber : http://kompasiana.com/post/politik/2012/03/25/7-alasan-menolak-jokowi-menjadi-dki-1/ dan Notes FB

Baca juga:

6 Cagub-Cawagub Ramaikan PILKADA DKI Jakarta

JOKOWI-BASUKI Menuju JAKARTA BARU 2012

Jokowi-Ahok Menuju DKI Jakarta yang Bersih Transparan dan Profesional 2012-2017

Ahok Pantang Mundur Maju Pilkada Jakarta

Basuki Tjahaja Purnama Menuju Gubernur DKI: Sosok Idealis yang Patut Diperjuangkan

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM Menuju Gubernur 2012 dan Presiden RI 2019

PDF Buku “Merubah Indonesia”

  1. rantau
    27 Juni 2012 pukul 7:24 AM

    sabarr…..bro……

  2. 29 Juni 2012 pukul 6:17 AM

    ok dech…mantap…RI satu aja….

  3. 29 Juni 2012 pukul 6:18 AM

    ok dech..pak Jokowi…stelah gubernur DKI….jadi RI 1

  4. 29 Juni 2012 pukul 6:01 PM

    Stefanus, Semoga Jokowi-Ahok semakin banyak yang memilih di hari H nanti….. dan siapa tahu Jokowi bisa jadi Kandidat Presiden seperti harapan sebagian pendukungnya.

  5. erick iswandi
    30 Juni 2012 pukul 1:54 AM

    sekarang benahi jakarta dr berkumis ( berantakan kumuh miskin )…. kalau hasilnya bagus baru jadi RI 1….. bravo jokowi

  6. 10 Juli 2012 pukul 9:37 AM

    Mudah2an banyak pejabat yang lain meniru kepemimpinan JOKOWI…
    Memang pemimpin harus begitu..dekat dengan rakyat.. dekat sedekat2nya…

    http://www.kaoskaos.com/

  7. 11 Juli 2012 pukul 9:28 PM

    jadi gubernur dulu setelah hasilnya bagus baru jadi RI 1 semoga putarn kedua pak jokowi-ahok terpilih dan jadi gubernur……
    http://www.wedanguwuh.web.id

  8. 12 Juli 2012 pukul 3:11 AM

    Jakarta Maju..Bravo Jokowi !!!!!

  9. Benu Oscar
    12 Juli 2012 pukul 8:19 PM

    hehe, bagus juga la dijadiin gubernur dulu.. kita lihat bagaimana kinerja Bang Jokowi..jika terbukti jakarta ada perubahan yg lebih baik, saya nyataken : siap coblos Jokowi go to R1..😀

  10. Otak Nangka
  11. Otak Nangka
    14 Juli 2012 pukul 6:44 PM

    Jangan terlalu banyak berharap..

  12. Otak Nangka
    14 Juli 2012 pukul 6:48 PM

    erick iswandi :
    sekarang benahi jakarta dr berkumis ( berantakan kumuh miskin )…. kalau hasilnya bagus baru jadi RI 1….. bravo jokowi

    Dibenahi jadi tambah miskin seperti di Solo maksudmu?

  13. Otak Nangka
    14 Juli 2012 pukul 6:51 PM

    Benu Oscar :
    hehe, bagus juga la dijadiin gubernur dulu.. kita lihat bagaimana kinerja Bang Jokowi..jika terbukti jakarta ada perubahan yg lebih baik, saya nyataken : siap coblos Jokowi go to R1..

    Lihat saja kinerjanya di Solo.. Jangan mimpi…

  14. 15 Juli 2012 pukul 6:23 PM

    Otak Nangka, mari kita sukseskan Pilgub tahap ke-2….. Siapapun yang menang, berharap jakarta akan menjadi lebih baik dari sekarang.

  15. lucy
    19 Juli 2012 pukul 8:52 AM

    Indonesia butuh pejabat spt Jokowi, Basuki dan Dahlan Iskan

  16. san dilanang
    13 Agustus 2012 pukul 3:36 PM

    saya terharu membaca tulisan di atas, …akhirnya ada juga pemimpin di negara tercinta ini yang mau membela rakyat kecil…

  17. 21 September 2012 pukul 11:26 PM

    buat otak nangka…
    ada dua alasan yang tidak dapat kamu sangkal:
    1. Pilgub DKI putaran II akhirnya dimenangkan Jokowi-Ahok (sekalipun didoakan oleh MUI)
    2. Rakyat Solo 91% tanpa dibayar mengakui Jokowi berhasil dan mendudukkannya kembali jadi Solo 1.(yang 9% lagi tidak milih jokowi gampang aja alasannya, karna dibayar sama pihak lawan, namanya juga kompetisi)
    Jadi otak nangka harus seperti nangka, buruk rupanya tapi hati nuraninya bersih. semoga… amin.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: