Beranda > ISU POPULER, RENUNGAN > Umat Kristen dan Politik

Umat Kristen dan Politik


“Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang (Matius 26:52).”

Bila dalam skala nasional manusia Indonesia ramai membicarakan Pilpres 2014, di DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta masa kini orang ramai berbincang soal Pemilukada DKI 2012 yang akan digelar tiga hari lagi. Bagaimana sikap umat kristen ditengah gejolak politik pemilihan kepala daerah/negara itu, pasif, ikut aktif, atau berkelompok mengambil langkah prakmatis berpihak kepada salah satu pasangan calon pilpres/pilkada?

Pemilukada DKI 2012

Menarik mengamati Pemilukada DKI 2012 yang sedang digelar hari-hari ini. PDS (Partai Damai Sejahtera) menyatakan diri berpihak kepada pasangan inkumben nomor 1 sebagai konsekwensi keberpihakannya kepada partai penguasa, namun partai yang mengklaim diri sebagai mewakili umat kristen itu mengalami ketidak damaian ditubuhnya sendiri karena ada sempalan yang lebih condong menolak Foke demi keberpihakkan kepada calon lainnya.

GBI yang merupakan sinoda gereja dengan jemaat terbesar di Indonesia (entah jemaat baru atau jemaat dari sinode lain), ketua sinodanya secara terang-terangan menyatakan diri berada dibelakang calon nomor 1 karena dianggap melindungi eksistensi umat kristen di Jakarta, sebaliknya banyak kalangan kristen yang berpihak pada calon nomor 3 yang mantan walikota Solo. Tidak tanggung-tanggung, tabloid kristen Reformata dalam edisinya yang terbaru memuat setengah halaman iklan pasangan cagub/cawagub Joko dan Ahok. Alasan yang mendukung cagub & cawagub ini adalah a.l. karena Ahok adalah seorang kristen.

Yah, demikianlah gambaran umat kristen di Indonesia mau berpolitik praktis tetapi tidak sehati, dan masing-masing pihak ingin membela jagoannya yang menurut mereka paling menguntungkan golongan mereka.

Keterlibatan umat kristen dalam politik terjadi karena beberapa penyebab, a.l. pertama terdesak oleh kebutuhan untuk bersatu karena merasa terpinggirkan. Mereka beranggapan bahwa dengan bersatu mereka bisa ikut mencapai tujuan religius mereka sekaligus tujuan duniawi. Kedua karena memiliki tujuan agar bisa ikut berkuasa, namun sejarah perpolitikan di Indonesia yang melibatkan partai-partai agama pada umumnya dan partai PDS khususnya menunjukkan bahwa jerat-jerat kekuasaan dan uang bisa meruntuhkan iman kristiani dan kesatuan umat. Ingat saja PDS yang mengaku mewakili umat kristen itu selama hidupnya selalu dirundung ketidak damaian dan ketidak sejahteraan, demikian juga GBI sekalipun ketua sinodanya memaksakan diri untuk mendukung salah satu calon ternyata ditolak oleh sebagian umat dikalangan sinoda GBI sendiri.

Sikap Ambigu Umat Kristen

Di Amerika sekarang juga lagi ramainya kampanye pemilihan presiden. Di kalangan partai republik, dua calonnya yang top, yaitu Santorini dianggap mewakili kristen dan Mitt Romney dianggap mewakili faham Mormon yang dianutnya. Kelompok-kelompok Injili & Kharismatik di Amerika Serikat cenderung mengelu-elukan Santorini, tapi apa daya, pemilu internal partai memenangkan Mitt Romney yang Mormon itu. Kalangan Injili & Kharismatik yang berpihak jadinya serba salah, lalu sekarang mau memilih yang mana?

Ketika sekarang parta Republik harus berhadapan dengan partai Demokrat, maka timbul masalah baru karena Obama beragama kristen! Apakah karena kekristenannya umat kristen harus memilihnya dan menolak Mitt Romney yang dianggap menganut ajaranan sesat Mormon? Mati langkah kembali dihadapai umat kristen, soalnya baru-baru ini Obama menyatakan dukungannya pada pernikahan sesama jenis, sesuatu yang dianggap haram oleh kebanyakan kalangan Injili dan Kharismatik. Lalu kalau begitu memilih yang mana? Masalah ini menjadikan umat kristen menjadi ambigu bila harus berpolitik praktis sehingga suaranya akan selalu terbelah.

Memang umat kristen menghadapi dilema, bila tidak berkelompok secara politik mereka bisa dijadikan bulan-bulanan oleh pihak lain, namun berpihak secara kelompok adalah riskan bagi umat kristen karena resikonya harus dibayar mahal. Di beberapa negara Afrika, suku-suku kristen yang bersatu menghadapi suku-suku Islam dibantai dan diusir ke mancanegara, soalnya umat kristen tidak terbiasa bermain pedang dan hanya memegang alkitab, sedangkan pihak lain biasa memegang kitab suci ditangan kiri dan pedang ditangan kanan. Umat kristen di Suria juga menghadapi resiko yang sama, dalam konflik pemerintah presiden Assad dan para revolusioner, umat kristen karena alasan pragmatis memihak presiden Assad karena merasa dibawah pemerintahannya mereka merasa dilindungi eksistensinya. Hasilnya sudah bisa diperkirakan bila kaum revolusioner menang, apa yang akan terjadi dengan mereka? Ibarat pelanduk mereka akan mati terinjak-injak ditengah dua gajah yang berkelahi, demikian juga nasib umat kristen akan terjepit dan bila mereka berpihak kepada salah satu pihak mereka akan menerima pembalasan dari pihak lainnya.

Lalu Bagaimana ?

Memang posisi umat kristen dalam berpolitik serba salah, ikut kena tidak ikut kena, namun Alkitab memberi kita beberapa petunjuk pada umat pilihan Tuhan.

Pertama, dalam suratnya kepada kitab Roma, rasul Paulus memberikan petunjuk agar kita menghormati pemerintah diatas kita. Rasul Paulus mengingatkan bahwa pemerintah adalah wakil Allah dibumi (13:1), dan tugas pemerintah adalah berfungsi sebagai hamba Allah untuk kebaikan bersama dan menjadi alat Allah untuk melawan kejahatan (13:4). Bahkan, nabi Yeremia menulis agar sekalipun kita berada dibawah pemerintah penjajah sekalipun, kita tetap harus mendoakan untuk kota karena kesejahteraannya adalah kesejahteraan kita juga (29:7). Jadi dengan kata lain keikut sertaan kita dalam pemilukada dan pemilu harus ditujukan untuk memilih pemerintahan yang paling memenuhi kriteria diatas.

Kedua, lalu cagub atau capres mana sebaiknya kita pilih? Janganlah kita hanya memilih karena agama atau partai seseorang karena sudah terbukti bahwa banyak pejabat kristen juga melakukan hal yang sama dengan pejabat non kristen setelah mereka berkuasa! Tuhan berfirman kepada Musa melalui mertuanya Yitro (Keluaran 18:13-27), agar kita memilih pemimpin yang cakap, takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, yang benci kepada suap, dan mereka yang bisa mendelegasikan wewenangnya kepada mereka di bawahnya yang memenuhi kriteria yang sama.

Berdasarkan kedua kriteria tentang pemerintahan dan calon-calon pemimpin diatas, marilah kita menjadi wargakota dan warganegara yang baik, memilih pemimpin-pemimpin kita dengan bertanggung jawab dan mendoakan mereka, dan agar pemimpin yang memenuhi kedua kriteria diataslah yang terpilih menjadi pemimpin kita !

A m i n !

Salam kasih dari YABINA ministry (www.yabina.org), Ir. Herlianto, M.Th

Baca juga artikel terkait:

JOKOWI-BASUKI Menuju JAKARTA BARU 2012

Iklan
  1. 9 Juli 2012 pukul 2:17 PM

    Ini ada Twit orang yang cukup menarik untuk dipertimbangkan dalam memilih Kepala Daerah DKI Jakarta 2012.

    Dari KULTWIT @triomacan2000 TENTANG PARA CALON DKI-1

    1. Eeng ing eeng… Saya akan kultwitkan sekilas tentang profil-profil cagub DKI yang akan dipilih warga Jakarta pada pilgub tgl 11 Juli 2012 yah

    FAUZI BOWO

    2. Kita mulai dari Fauzi “Foke” Bowo yang berduet dengan Nachrowi Ramli. Menilai sosok Foke sangat mudah. Kita sudah saksikan kiprahnya 5 tahun terakhir ini

    3. Selama memimpin Jakarta 5 tahun, Foke TIDAK menunjukkan kinerja yang mengesankan. APBD DKI yang 30-40 triliun per tahun “terbuang percuma”

    4. Dengan APBD DKI total lebih 160 triliun, warga DKI tidak mendapatkan manfaat apapun selama dipimpin Foke. DKI seolah-olah tak punya gubernur

    5. Tahun 2007 Foke umbar banyak janji pada warga DKI. Foke klaim dirinya sebagai Sang Ahli. “Serahkan Jakarta Pada Ahlinya”, itu slogan kampanye Foke

    6. Setelah terpilih jadi Gubernur DKI, Foke lupa diri, tak pernah urus kepentingan warga DKI. Foke baru “mulai kerja” 1 tahun terakhir ini saja

    7. Selama 4 tahun berkuasa, Foke sibuk perkaya diri, buat kerajaan & pesta pora uang rakyat di pemprov DKI. Kegagalan Foke sudah jadi rahasia umum

    8. Sekitar 8 bulan yang lalu hampir semua tokoh termasuk SBY menilai Foke sebagai Gubernur GAGAL. “Foke itu gubernur pepesan kosong” kata SBY

    9. Namun, tiba-tiba semua berubah. Banyak tokoh yang semula antifoke berbalik “mendukung” Foke yang sudah dinilai gagal itu. Apa penyebabnya ? SUAP ?

    10. Uang Foke memang luar biasa. Disebut-sebut dana kampanye Foke capai 4 triliun. Wajar saja. Sumbernya bisa bermacam2 : korupsi, setoran, dll

    11. Jakarta yang kumuh, macet, zalim pada warganya sendiri, tak punya taman kota, trotoar, lahan parkir, sarana olah raga & kreasi, banjir, dst

    12. Belum lagi perizinan mal, plaza, dsb yang jor joran, pemasangan reklame luar ruang yang semrawut hanya demi uang suap ratusan milyar per tahun

    13. Foke sangat tidak layak untuk dipilih kembali jadi Gubernur DKI. KPK juga saat ini sedang usut korupsi triliunan Foke yang dilaporkan wagubnya sendiri

    14. Untuk apa kita pilih Foke yang sudah dinilai sebagai Gubernur Gagal? Untuk apa kita pilih Gubernur yang kemudian jadi tersangka korupsi? Sungguh sia-sia !

    15. Belum lagi karakter Foke yang sudah jadi rahasia umum : Arogan, pemarah, otoriter, nepotisme, korup, & ga stabil jiwanya (penelitian unhas)

    16. Sebab itu : Lupakan Foke, dukung dia jadi MANTAN Gubernur DKI & desak KPK usut korupsi-korupsinya yang luar biasa itu. Kita fokus ke Cagub yang lain

    ============================================================

    ALEX NURDIN

    17. Kita bahas Alex Nurdin. Dia sekarang Gubernur Sumsel yang tiba-tiba nyelonong nafsu mau jadi Gubernur Jakarta. Apa motifnya ? Hindari jeratan hukum KPK ?

    18. Mengenai dugaan korupsi Alex Nurdin sudah pernah saya bahas dan sudah dirangkum Chipstory. Sedikitnya dia ada 6 kasus yang merugikan negara

    19. Dugaan Korupsi Alex Nurdin itu terjadi saat dia menjabat Bupati Muba dan Gub Sumsel. Ditaksir kerugian negara sedikitnya 110 Milyar

    20. Motivasi Alex jadi Gubernur Jakarta sangat erat kaitannya untuk menghindari proses hukum KPK. Kita ketahui bahwa KPK akan tunda pengusutannya

    21. Alex didukung Golkar jadi Cagub DKI karena dia akan biayai sendiri pilgubnya. Juga disebut-sebut keluarga Cendana dukung dia, bantu dana kampanye

    22. Sebagai Bupati Muba, Alex tidaklah berprestasi bagus. Dana APBD Muba yang 1.7 triliun per tahun hanya jadi bancakan korupsi Alex Nurdin

    23. Posisi Alex sebagai Bupati Muba dulu bisa aman karena KPK belum masuk usut kasusnya dan penegak hukum yang lain bungkam karena terima suap besar

    24. Sebagai Gubernur Sumsel, jelas Alex lari dari tanggung jawab. Dia baru 2 tahun jadi Gubernur dan masih banyak UTANG janji pada warga Sumsel.

    25. Bagaimana mungkin Alex yang dulu beri janji-janji manis, bersumpah atas nama Allah, bisa lari dari tanggungjawabnya pada warga Sumsel dan Tuhannya sendiri?

    26. Jika rakyat Sumsel dan Tuhan saja sudah dikibuli oleh Alex Nurdin, apakah rakyat Jakarta masih mau percaya? Belum lagi kasus mesumnya hehe

    27. Sudah banyak diketahui publik bahwa Alex Nurdin punya kasus selingkuh dengan Sisca, istri Awi, teman Alex sendiri. Itu dosa tak terampuni

    28. Allah berfirman di Alquran, jika wanita bersuami berzina dengan laki-laki lain apalagi yang sudah beristri, hukumnya adalah : dirajam sampai mati !

    29. Seperti halnya Foke, kita dukung Alex Nurdin kembali ke Sumsel. Biar dia penuhi dulu janji-janji dan sumpahnya kepada warga Sumsel.

    30. Warga Sumsel mengecam keras tindakan Alex Nurdin yang mau cari selamat dari jeratan hukum KPK dengan mencalonkan diri jadi Gubernur DKI

    31. Warga Kabupaten Muba saja, kapok dengan Alex Nurdin. Itu sebabnya, ketika anak Alex Nurdin, Dodi Reza ikut pilkada Muba, kalah telak !

    32. Makanya warga DKI harus cerdas, jangan pilih Alex, suruh pulang kampung ke Sumsel sana. Desak KPK usut kasus-kasus korupsinya yang berjibun

    33. Sebagai Gubernur Sumsel, Alex Nurdin masih punya tanggung jawab besar 2 tahun lagi. Janji-janjinya pada warga Sumsel harus dia penuhi. Jangan tipu warga DKI

    34. Nah, Foke dan Alex sudah jelas TIDAK penuhi syarat integritas dan moral untuk dipilih sebagai Gubernur Jakarta. Sekarang kita bahas Hendarji Supandji

    ============================================================

    HENDARJI SUPANDJI

    35. Hendarji Supandji adalah mantan Danpuspom TNI AD. Pangkat terakhirnya mayjen. Sekarang dia jadi dirut PKKK Kemayoran yang kuasai 470 ha lahan

    35. Hendarji adalah sosok yang sebenarnya tepat untuk pimpin Jakarta : cerdas, tegas, keras, disiplin. Dia juga dekat dengan keluarga Cikeas

    36. Kedekatan Hendarji dengan keluarga Ciekas khususnya keluarga Sarwo Edhi Wibowo sudah berlangsung lama, terutama dengan ayahnya: Dr. Supandji

    37. Dr. Supandji selain dokter keluarga Sarwo Edhi juga dokter di Akmil Magelang. Kedekatan ini juga disebut-sebut karena satu aliran kepercayaan

    38. Dr. Supandji adalah tokoh aliran kepercayaan Pangestu dimana keluarga Sarwo Edhi juga merupakan penganut setianya.

    39. Anak-anak Dr. Supandji semuanya sukses. Hendarman mantan Jaksa Agung yang sekarang jadi Kepala BPN, adiknya jadi Gubernur Lemhanas, setara menteri

    40. Namun sayangnya, Hendarji meski didukung dana Hartati Murdaya Poo dan Osman Sapta Odang akan sulit bekerja efektif jika menang pilgub DKI

    40. Hendarji yang cagub Independen itu akan sulit bekerja maksimal karena ketiadaan dukungan partai. Akan babak belur dan tersandera DPRD

    41. Sistem politik kita memberikan wewenang yang luar biasa besar pada DPR/DPRD yang notabene adalah kader-kader partai.

    42. Meski Hendarji adalah sosok ideal untuk pimpin Jakarta, dia tidak akan bisa berkutik jika tidak didukung penuh partai-partai dan DPRD.

    43. Gubernur Independen ujung-ujungnya harus buat “deal” dengan DPRD, diperas, dagang sapi, dipermainkan bak boneka india. Sulit untuk jalankan program-program

    44. Dukungan partai dan DPRD nantinya memang bisa saja “dibeli” oleh Hendardji jika dia terpilih sebagai Gubernur DKI. Tapi harganya pasti sangat mahal

    45. Jadi, Warga DKI harus cerdas dan realistis. Hendardji memang bagus. Tapi tidak akan bisa maksimal kinerjanya. Suara rakyat akan percuma

    46. Apalagi jika suara rakyat ke Hendarji itu akan turut pengaruhi perpecahan suara Anti Foke yang bisa mengantarkan Foke jadi Gubernur lagi

    47. Jadi, kita apresiasi usaha Hendarji untuk jadi Gubernur Jakarta, namun secara bijak, kita dukung dia untuk terus jadi Dirut PKKK Kemayoran saja

    ============================================================

    FAISAL BASRI

    48. Demikian juga dengan Faisal Basri. Siapa yang tidak kenal beliau yang cerdas, santun, rendah hati, jujur, dan berintegritas.

    48. Bahkan secara pribadi saya kagum sama beliau. Ikut juga bantu kumpulkan KTP untuk pencalonan Faisal Basri. Namun, dia cagub Independen

    49. Jika terpilih nasibnya akan sama dengan Hendarji. Jadi bulan-bulanan DPRD dan partai. Disandera, diperas, dibuat tak berkutik. Itulah realitasnya

    50. Maka, sekarang ini hanya ada 2 cagub yang layak kita cermati untuk kita pilih pada 11 Juli yad : Hidayat Nur wahid dan Joko Widodo. Mari kita bahas

    ============================================================

    JOKO WIDODO

    51. Jokowi adalah walikota yang sukses, dicintai rakyatnya, cerdas, supel, egaliter, merakyat dan masuk kategori walikota terbaik sedunia

    52. Jokowi terpilih kembali jadi Walikota Solo untuk periode kedua dengan perolehan suara luar biasa, di atas 90%. Bukti bahwa rakyat Solo cinta dia

    53. Berduet dengan Basuki alias Ahok, membuat pasangan ini jadi pasangan serasi. Ahok juga mantan Bupati yang berhasil, sekarang anggota DPR RI

    54. Kehebatan Jokowi ini adalah dia punya kekuatan luar biasa dan ketegasan di balik perilakunya yang santun dan lembut. Kayak pendekar Tai Chi

    55. Penampilannya yang sederhana dan dedikasinya yang total sebagai Pemimpin, adalah figur yang bisa diteladani. Ahok juga demikian. Wakili kaum muda

    56. Jokowi juga dinilai peduli dengan karya anak bangsa. Dia terus kampanyekan Mobil Esemka meski dapat cemoohan banyak pihak.

    57. Meski dituding hanya untuk pencitraan dan akhirnya proyek Esemka itu gagal (sementara), langkah Jokowi itu patut diapresiasi publik.

    57. Sikap Jokowi yang pro ekonomi rakyat juga luar biasa. Dia tolak izin Mal, plaza, super market di Solo demi majunya usaha ekonomi rakyat

    58. Padahal jika Jokowi mau beri izin mal, plaza, dsb itu, pengusaha-pengusaha pasti mau suap dia 1-3 M hanya untuk izin satu Mal/plaza sebagaimana di Jakarta. Tapi Jokowi sangat anti suap

    59. “kelemahan” lain dari Jokowi adalah dia tidak punya uang triliunan untuk maju sebagai Cagub DKI. Akibatnya, dia tergantung bantuan uang Prabowo

    60. Selain Prabowo, disebut-sebut Djan Faridz juga bantu puluhan sampai ratusan milyar untuk kampanye Jokowi. Bagaimana dia bisa menghindar utang budi? Tapi saya yakin Jokowi bisa mengatasinya

    61. Di luar “kelemahannya” itu, Jokowi dan Ahok adalah Cagub yang sangat layak dipilih untuk jadi Gubernur DKI. Apalagi PDIP, Gerindra dukung penuh

    62. Saya pribadi yakin, ketegasan Jokowi dan integritasnya yang kuat mampu menahan godaan untuk korupsi triliunan jika jadi Gubernur DKI nanti

    63. Saya juga yakin Jokowi mampu menindak tikus-tikus raksasa berbaju PNS pemprov DKI dan basmi mafia-mafia proyek di DKI. Jokowi itu mentalnya kuat

    64. Lihat saja ketika dia dimaki-maki Gubernur Jateng dan ejek dia sebagai Walikota Bodoh. Jokowi dengan enteng jawab : “Saya memang bodoh kok” hehehe

    65. Warga DKI layak menaruh harapan besar pada Jokowi dan Ahok. Kombinasi yang sempurna. Nasionalis, relijius, pembaharuan.

    ============================================================

    66. Lalu bagaimana dengan Hidayat-Didik? Mereka berdua tokoh hebat. Hidayat mantan presiden PKS, ketua MPR. Beliau juga ustad. Akhlaknya terjaga

    67. Jika mau cari pemimpin yang amanah, integritas bagus, santun, alim, istiqomah dst. Hidayat adalah pilihan terbaik.

    68. Jika Hidayat jadi Gubernur Jakarta, rakyat DKI akan aman, tenang dan nyaman. Tak akan diselewengkan 1 rupiah pun uang rakyat / APBD

    69. Hidayat juga orangnya bersahaja. Satu kata dengan perbuatan. Jujur. Saya masih teringat dulu ketika kami berkunjung ke rumahnya

    70. Dulu ketika pilpres 2004, dalam rangka minta dukungan PKS untuk SBY – JK, utusan SBY- JK datang berkunjung ke rumahnya yang jauh di pelosok

    71. Sungguh kaget bukan kepalang, ketika kami sampai pukul 4 pagi di rumahnya yang sangat sederhana itu, kami lihat Hidayat tidur di lantai

    72. Kami bisa tahu karena kami yang duduk di ruang tamu, “curi lihat” kamar tidur Hidayat. Beliau persis amalkan hidup seperti Rasulullah.

    73. Padahal Hidayat saat itu adalah Presiden PKS. Partai menengah yang sangat solid dan signifikan pengaruhnya di indonesia. Subhanallah…

    74. Wakilnya, Didik J Rachbini adalah sosok yang cerdas. Professor. Mantan Ketua Komisi VI DPR. Pintar dan bersih. Juga pasangan sempurna

    75. Kelemahan Hidayat-Didik adalah mereka belum pernah menjadi kepala daerah atau memimpin pemerintahan. Meski Hidayat pernah jadi ketua MPR

    76. Kita tahu MPR itu bukan lembaga pemerintahan, bukan instansi birokrasi. Fungsi dan tugasnya pun minim. Hidayat pimpin MPR dengan sangat baik

    77. Namun setidaknya publik dapat menilai bahwa Hidayat dan Didik ketika jadi pemimpin sudah terbukti bagus dan amanah. Mereka ustad dan guru

    78. Nah, sekarang kita sudah punya 2 pasang cagub dan cawagub yang sangat layak dipilih dan dipercaya jadi Gubernur DKI jakarta : Hidayat & Jokowi

    79. Terserah hati nurani dan akal sehat, siapa yang akan kita pilih nantinya. Bagi saya, Hidayat dan Jokowi sama-sama bagus dan sama-sama hebat

    80. Cukup sekian dulu. Semoga bermanfaat. Jangan golput, jangan salah pilih. Memilih pemimpin yang tepat itu WAJIB HUKUM nya. Selamat menyoblos !

    Sumber : http://chirpstory.com/li/12816

    Salam,
    Jakarta Baru

  2. 9 Juli 2012 pukul 4:24 PM

    Siapapun jadi pemimpin yang terpilih, dia tetaplah jadi pemimpin yang patut diikuti dan dihargai selama masa kepemimpinannya. Soal siapa yang terpilih ? Saya akan tetap menghargainya,… sama seperti penghargaanku terhadap sikap Golputku sejak Orde Baru. Saya tidak ingin berharap dari pemimpin yang terpilih,… saya juga tidak ingin kecewa jika mereka pada akhirnya tidak menepati janjinya. Masalah pemilihan pemimpin adalah masalah politik,.. dominan politik,… saya sudah lama menjauhkan diri dari masalah politik. Salam Damai.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: