Beranda > Fundamental, RENUNGAN > INILAH KEBENARAN

INILAH KEBENARAN


Terpujilah Allah Jehovah yang datang dalam nama Yesus. Saya bisa menulis dan Anda bisa membaca tulisan ini semuanya karena Ia menciptakan akal-budi bagi kita. Tanpa kemampuan berpikir, dan kesadaran diri kita tak berarti sama sekali. Kejahatan terbesar manusia ialah menghinakan penciptanya yang telah memberikan akal-budi padanya. Terlebih manusia yang memakai semua kemampuan yang diberikan kepadanya untuk menghujat penciptanya.

Allah sendiri adalah kebenaran, karena hanya Dia saja yang tahu segala-galanya dan Dia adalah standar kebenaran bagi seluruh ciptaanNya. Malaikat bukanlah kebenaran, apalagi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Hanya Allah sendiri saja kebenaran, tidak ada yang lain lagi Jadi, apakah kesimpulannya jika Yesus berkata bahwa Dia adalah kebenaran?

Pernyataan itu sama dengan mengatakan bahwa Dirinya adalah Allah sendiri Charles Russel, pendiri Saksi Jehovah berpikir terlalu cetek. Sebelumnya ia adalah seorang Presbyterian, dan karena marah pada predestinasi Calvinism bahwa Allah telah menetapkan orang masuk Neraka tanpa sebab, ia menyatakan tidak ada Neraka. Kemudian berangkat dari situ muncullah segala macam penafsiran aneh-aneh lainnya.

Akal-Budi Yang Menghujat Allah
Charles Darwin, memakai otak yang Tuhan berikan, berhasil mengamati proses perubahan sejumlah binatang, seperti katak yang berubah dari berudu, dengan gegabah langsung menyimpulkan bahwa ada proses evolusi pada mahkluk-mahkluk. Tanpa bukti para evolusionis menyimpulkan bahwa burung adalah hasil evolusi dari reptil yang selalu mengejar serangga sehingga kata mereka setelah jutaan tahun kaki depannya berubah menjadi sayap. Pemikiran ini kelihatan sederhana namun hakekat sesungguhnya adalah menghujat Allah.

Jika pembaca menonton Channel TV National Geography, seringkali ada ungkapan-ungkapan penghujatan dilontarkan oleh pembawa acaranya. Mereka membawa pemirsa meyakini bahwa semua mahkluk yang ajaib dan indah adalah hasil evolusi miliaran tahun. Padahal semua yang mereka katakan tentu tanpa bukti bahkan tanpa akal sehat. Sebab kalau proses evolusi itu benar, dan waktu yang kita jalani ini juga merupakan waktu berjalannya proses evolusi itu, maka seharusnya kita akan melihat fakta-fakta proses tersebut. Seharusnya ada mahkluk reptil yang telah 80% menjadi burung.

Mereka meyakini manusia adalah proses akhir dari rangkaian evolusi, namun tidak pernah menemukan monyet yang mendekati wujud manusia. Akhirnya mereka mengatakan bahwa ada missing-link (rangkaian yang terhilang) antara monyet dan manusia, namun tidak pernah menemukan bukti fosil apalagi fakta nyata dari missing link itu. Allah memberikan kepada mereka akal-budi, namun mereka telah memakai akal-budi mereka untuk menghujat Allah, menyatakan bahwa Allah tidak ada.

Akal-Budi Yang Memuliakan Allah
Sebaliknya, keyakinan akan Allah sesungguhnya adalah puncak dari hasil kerja akal-budi manusia. Bahkan adalah bukti ketulusan dan kerendahan hati manusia. Ketika kita memandang seperangkat mesin yang hebat, katakanlah mesin jet pesawat yang sanggup menghembuskan udara hingga menarik benda ratusan ton terbang ke angkasa. Orang yang mengagumi penemunya tentu adalah orang yang tulus dan berakal-budi. Sebaliknya yang mengejek adalah orang yang tak berakal dan sangat mungkin adalah orang yang iri hati.

Dengan keberadaan alam semesta yang indah dan harmonis, serta bumi yang dipenuhi tumbuhan yang beraneka ragam dengan mahkluk yang tiap-tiap spesiesnya unik, bagaimana mungkin mahkluk yang berakal-budi tidak mengagumi Penciptanya yang maha besar? Dari semua bintang dan galaksi yang telah berhasil diteropong manusia, hanya bumi kita yang memiliki kondisi memungkinkan kehidupan.

Mempelajari hasil ciptaan bahkan menciptakan berbagai peralatan, sama sekali tidak menentang Sang Pencipta. Bahkan kepada manusia diperintahkan untuk menguasai bumi dan segala ciptaan yang tinggal di atasnya. Otak yang diberikan Allah sepatutnya dipakai untuk melestarikan alam semesta bukan menghancurkannya. Manusia harus menjaga keberadaan binatang agar tidak berlebihan dan juga tidak menjadi punah.

Alkitab Adalah Kebenaran Dari Allah
Di artikel utama telah dibahas bahwa Allah adalah satu-satunya kebenaran absolut, karena hanya pribadi maha tahu yang memiliki kebenaran absolut. Dan ketika yang maha tahu berfirman, maka firmanNya pasti juga kebenaran absolut. Jadi, Alkitab adalah satu-satunya kebenaran absolut di muka bumi dan bukan kebetulan ada di tangan kita.

Sesungguhnya betapa hebat manusia yang hidup pada zaman ini. Zaman firman Allah telah bersifat tertulis dan oleh kemajuan teknologi kini bahkan bisa dalam handphone kita. Maka selanjutnya kita akan memiliki kesimpulan absolut jika kita bisa memakai akal-budi yang diberikan kepada kita.

Yang Paling Alkitabiah dan Paling Masuk Akal adalah Kebenaran Absolut
Karena Alkitab adalah satu-satunya kebenaran absolut, maka statemen-statemen Alkitab yang tegas tentu juga adalah kebenaran absolut. Kebenaran-kebenaran Alkitab yang hakiki seperti keberadaan Sorga dan Neraka, semua manusia adalah manusia berdosa, manusia berdosa tidak bisa masuk Sorga, dan alam semesta diciptakan dalam waktu enam hari, semuanya adalah kebenaran absolut.

Dan karena pernyataan-pernyataan Alkitab adalah pernyataan-pernyataan absolut, maka kesimpulan yang paling harmonis dengan ayat-ayat Alkitab adalah kesimpulan yang paling benar. Berbekalkan akal-budi yang Allah berikan, manusia mempelajari Alkitab dan menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan Alkitab.

Kini ada banyak denominasi di dalam kekristenan dengan kesimpulannya masing-masing yang tidak sama. Kalau tidak sama, tentu tidak mungkin semuanya benar, karena dua hal yang berbeda bahkan bertentangan logisnya tidak mungkin kedua-duanya benar. Lalu, bolehkah masing-masing ngotot bahwa kesimpulannya adalah yang paling benar? Jawabannya, boleh, tetapi sesungguhnya tidak ada yang perlu ngotot, melainkan perlu bersikap bijak mempergunakan akal-budi yang Allah berikan untuk mengetahui kesimpulan mana yang paling benar.

Kesimpulan yang paling banyak mendapat dukungan ayat Alkitab, dan tidak bertentang dengan SATU ayat pun serta tidak bertentangan dengan akal-sehat adalah yang paling benar. Jadi, tidak ada pihak yang perlu ngotot-ngototan, melainkan semua pihak perlu menenangkan diri untuk berpikir, bahkan mempertimbangkan kritikan dari pihak lain, untuk memastikan kesimpulannya adalah kesimpulan yang paling benar. Jika ada orang menyatakan bahwa pengajaran kita salah, maka jangan marah, melainkan memikirkan ulang pengajaran kita dan mempertimbangkan kritikan teman kita. Dengan sikap demikian niscaya kita semua akan semakin memiliki kesimpulan atau pengajaran yang semakin benar, atau semakin alkitabiah. Tuhan bahagia. ***

Sumber: Pedang Roh Edisi 72 Juli-Agustus-September  2012, Suhento Liauw, D.R.E., Th.D

Baca juga: Alkitab Kebenaran Absolut

  1. 12 Agustus 2012 pukul 8:25 AM

    Kalau saya bisa beri masukan< ke sesat an pak dede adalah dalam ajarannya selalu mengatakan yang paling benar.. anda kuliah Teologi berapa tahun? anda itu ibarat org yg baru dapat SIM, dan ngetrek di jalan raya..gaya anak muda yang mau menunjukan jati dirinya.(.ini loh aku,siapa sih mereka?) org yang udah lama dapat sim kayaknya gk mau nunjukin bahwa saya ini simnya udah 2000 thn..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: