Beranda > CALVINISME, DEBAT TEOLOGI, VIDEO > Debat Terbuka: Kalvinisme Apakah ALKITABIAH?

Debat Terbuka: Kalvinisme Apakah ALKITABIAH?


Debat Terbuka: Kalvinisme Apakah ALKITABIAH? (membahas 2 point TULIP yaitu Unconditional Election dan Once Saved Always Save / Perseverance of the Saints) antara Pihak Kalvinis Budi Asali, M.Div dan Esra Soru, M.Pdk dengan Kristen Fundamental / Independent Baptist Dr. Steven Einstain Liauw, Th.D dan Andrew Monroe Liauw, M.Th di STT GITS, Sunter.

DVD (6 cd) selengkapnya dapat di pesan ke http://www.graphe-ministry.org dengan harga Rp 120.000,00. Telepon ke (021)-6471-4156.

cd terakhir berisi Kata-kata Penutup dari Suhento Liauw, Th.D selaku pihak penyelenggara/tuan rumah, Rektor STT Graphe dan Gembala GBIA Graphe.

  1. I am I
    30 September 2012 pukul 4:17 PM

    wawww

  2. AAA
    1 Oktober 2012 pukul 3:27 AM

    I am I, komentar anda wawww,

    Ternyata anda juga muncul di komentar Veb Site ini di file Tanggapan terhadap Artikel Budi Asali tentang Pembahasan Seminar Akhir Zaman Suhento Liauw…

    Jadi kami amati anda ini sebagai ……………………… waaaaaaawwwwwwwww ?????

    Kami copykan komentar kami dengan anda yang ada di flie Debat Terbuka: CALVINISME vs Kristen Fundamental sebagai berikut :

    hai I am I
    Rupaya anda seperti Firman Allah kepada Musa Akulah Aku ! Salut ! )

    Jadi kami anggap anda salah satu umat Kristiani yang betul betul mengusai Alkitab sedalam dalamnya ! moga mogahan terkaan kami tidak meleset !.

    Memang benar, Alkitab adalah buku Iman bukan untuk dipertentangkan ! Setuju luar biasa !

    Jadi mohon tanya kepada anda mungkin anda benar benar ahlinya ?
    ( Kalau anda ahlinya, tentu bisa menunjuki ayat ayat Firman Tuhan di Alkitab dengan benar dan bertanggung jawab tentunya tidak memilah milah mana ayat Firman Tuhan yang disenangi diutarakan, kalau ayat getir / pahit lalu anda masa bodoh dan tidak mau sebagai pergumullan dalam doa anda ?

    Hai I am I,

    tahukah anda sudah 200 tahun lamanya pertikaian 2 kubu tidak bisa selesaikan bahkan saling bentrok, caci maki !

    Apa pendapat anda sebagai ahlinya menguasai Firman Tuhan ( tanda kutip kami ? )
    Yakni :

    Bagaimana pendapat anda enai cara Allah menyelamatan manusia diselamatkan selain beriman, salah satunya telah ber Firman di Alkitab yakni :

    1. Allah memilih manusia diselamatkan sudah ditentukan sebelum dunia dijadikan ?
    atau
    2. Allah memberi manusia kebebasan untuk memilih atau menolak anugrah keselamatan-Nya ?

    Emangnya pertanyaan tersebut Alkitab tidak mengeluarkan FIRMAN dengan jelas dan tegas ? atau MENGAMBANG AMBANG ?

    bagaimana menurut anda ?

    Tolong anda kelihatan sebagai ahlinya jelaskan !

    Tapi ….. kami dengan tegas bicara pada Anda (maaf ! ) :

    1. Anda harus berani bicara melalui Firman di Alkitab dengan tegas !
    2. Anda harus berani bertanggung jawab atas ucapan Anda, apakah sesuai Alkitab atau tidak termasuk dalam komentar anda akan dikoreksi oleh Alkitab itu sendiri !
    3. Anda tidak boleh memilah milah mana ayat yang anda sukai anda tulis ! itu ajaran menyesatkan !
    4. Penyelesaian yang Ter – baik adalah barang siapa yang bisa mengelurakan ayat ayat Firman Tuhan sesuai makalah / tema, kami anjurkan Anda harus berani gabung dan bergabung tanpa memilah milah ! Ok setuju atau ……… pikir pikir ????????

    Terachir kami memberi penerangan Firman Tuhan kepada Anda I AM I sebagai penuntunt hati nurani ANDA jangan sampai nantinya anda terjerumus oleh bisikan setan :

    Wahyu 23 :19-19
    Jikalau seorang ” MENAMBAH dan MENGURANGKAN ” suatu dari perkataan perkataan dari kitab nubuat ini !
    Maka Allah akan ” MENGAMBIL bahagiannya ” dari ” POHON KEHIDUPAN ” DAN DARI ” kota kudus ” seperti yang tertulis didalam kitab ini !

    Selamat ikut berkomentar sesuai Alkitab keseluruhannya dan gentar termasuk kami AAA /
    Rindukebenaran ……. GBU !

    Untuk bahan pertimbangan anda :

    Apakah anda sudah buka Veb Site kami di :

    Yahoo.com – Google.com – Bing.com
    Ketik doktrin keselamatan kristen.com
    Cari Apakah Reformed Injili benar benar Reformed ?

    Karena kami gentar terhadap Firman Tuhan, maka anda segera mengaset Veb Site kami, mohon jangan ditunda tunda ya !

    kemudian jika anda sudah menemukan kesalahan kesalahan dalam ayat ayat Firman Tuhan keseluruannya ( Jangan dipilah pilah atau dipotong potong ya ! ) tolong anda ahlinya jangan segan segan menegornya / mengkoreksi untuk dituangkan ke Veb site ini supaya bisa disharingkan bersama dengan pembaca Veb site ini sebagai pergumullan bersama !

    maaf ya, apakah selama ini, kami sudah mengeluarkan 17 – 18 komentar kami AAA dan himbauan untuk segera mengaset Veb Site kami, rupaya anda mengabaikan atau berpura pura gak tau ya ?

    maaf ya kan boleh sekedar nanya !

    karena komentar kami di Veb Site ini paling banyak yakni sekitar 70 % adalah tulisan / komentar kami yang berhubungan langsung tentang keselamatan ! GBU !

  3. AAA
    2 Oktober 2012 pukul 7:35 AM

    Kami usul pada Moderator untuk menjadikan Perdebatan ini Ramah, bersahabat tanpa caci maki sama sekali !

    Yakni :

    Cara Dialaog ter baik yang dilaksanakan oleh ke 2 belah pihak !

    (RFA) = Roformanda warna merah mewakili Calvinis.
    (RKA) = Rindu Kebenaran AAA warna biru mewakilan Non Calvinis.

    Syarat yang harus ditaati oleh ke 2 pihak :

    A. Berhubung ke 2 pihak memiliki Iman Yesus Kristus dapat keselamatan maka ke 2 belah pihak adalah sama sama mengeluarkan ayat ayat Firman Tuhan yang tidak boleh dipisahkan antar satu sama lain, maka diusulkan jalan keluar / cara terbaik, yakni Reformanda dengan kode anda (RFA) dan Rindu Kebenaran AAA (RKA), Ok ?

    B. Sebelum menulis ayat ayat Firman Tuhan, ke 2 pihak boleh memberi komentar yang singkat dengan dibatasi 2 baris saja sesuai masing masing pola pemikiran, tidak boleh caci maki, saling menghina. Jika ada maka mohon Moderator langsung menghapus nada nada caci maki tersebut !

    C. Masing masing pihak hanya dibatasi hanya mengeluarkan 2 ayat saja dengan komentar 2X pula demi mengfokuskan permasalannya dengan jelas dan tidak ribet !

    D. Masing masing mempunyai hak untuk menjiplak penuh jika salah satu pihak memaksa pengertian sesuai kehendaknya.

    E. Dalam Diskusi ini, supaya ayat ayat Firman Tuhan mengena sasaran dengan singkat, praktis dan paling penting dimengerti sampai orang Kristen awam jauh lebih baik pengertiannya !

    Maka Agrumentasi keselamatan dibagi 2 bagian :

    1. Keselamatan berupa di Pilih atau diberi hak menerima atau menolak !
    2. Mungkinkah Orang Yang Percaya bisa murtad atau tidak !

    Kami hanya beri contoh dan selanjutnya setelah kami selesai beri ayat ayat Firman Tuhan, maka anda segera copy dan anda isi ayat Firman Tuhan dibawahnya. Jadi Firman Tuhan anda dan kami digabung dan bergabung, niscaya achirnya entah kapan pasti ketemu titik temunya, setidak2nya memperkecil jurang perbedaan.

    Bagaimana Moderator ? Ok ?
    akan membuat suasana enak, tidak tegang, jika ada pergumullan di antara 2 pihak maupun pemirsa bisa saling merenungkan dan dibawa dalam doa.

    Contoh atau kalau OK boleh dimulai beragrumen !

    A. Keselamatan berupa di Pilih atau diberi hak menerima atau menolak !

    (RKA) Ya Tuhan memberi kebebasan keselamatan menerima dan menolak untuk diberikan semua manusia tanpa dipilih !
    1. 2Pet 3:9 ….. Karena Ia menghendaki supaya jangan ada binasa, melainkan supaya semua orang ( Tanpa dipilih )berbalik dan bertobat.

    (RKA) kami bisa membuktikan :
    2. Yoh 3:16 ………….. Supaya setiap orang yang percaya (Tanpa dipilih) tidak binasa, melainkan memperolrh hidup yang kekal.

    (RFA) Salah yang dimaksud 2Pet3:9 semua orang adalah “Orang Pilihan”
    3. 2Pet 3:9 …….. Karena Ia menghendaki supaya jangan ada binasa, melainkan supaya ORANG PILIHAN berbalik dan bertobat.

    (RFA) Kami punya bukti bahwa semua orang adalah Orang Pilhan !
    4. Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

    Kalau Ok ke 2 belah pihak ( RFA ) dan ( RKA ) Agrument bisa dilanjutkan. Terima kasih. GBU. Tuhan Berkati setiap orang yang telah mendengar Firman Tuhan untuk mau menjalankanNya !

    NB. Kalau bisa Moderator bisa sediakan Forum tersendiri yang tidak digannggu dari pihak manapun, supaya ke 2 belah pihak bisa konsentrasi dari halaman demi halaman.

    Misal special khusus pasword yang hanya bisa masuk ke 2 belah agrumentor, sedangan Pemirsa hanya bisa melihat file tapi gak bisa masuk dalam komentarnya !

    NB Pemirsa juga boleh diberikan komentar tersendiri pada kolom lain yang tidak berhubungan lansung pada ke 2 agrumentor.

    Terima kasih atas pertimbangannya Moderator.
    « Last Edit: Yesterday at 07:34:43 PM by Rindu kebenaran / AAA »

  4. I am I
    4 Oktober 2012 pukul 3:12 PM

    waww…saya tidak mau berdebat tentang ayat Firman Tuhan …kuncinya iman tanpa perbuatan adalah sia sia.. pertama tama saya bukan ahli Alkitab yang pandai,masih banyak yang lebih pandai dari saya… yang saya bisa beri masukan adalah sebuah cerita seperti sekolah minggu…:
    ketika Allah melihat manusia sudah rusak moralnya,maka air bah di jaman Nuh terjadi,ketika Allah melihat ciptaannya hancur berantakan
    ,menyesal lah Allah,sehingga Ia mengadakan perjanjian, bahwa Allah tidak akan lagi mengirimkan air bah utk menghancurkan ciptaan Nya, zaman berlalu..manusia berdosa lagi, bingunglah Allah,apa Saya harus memusnakan ciptaan Saya?(berarti bertentangan dengan perjanjian yang Allah buat sendiri) ingat,upah dosa adalah maut!berpikirlah Allah, bagaimana dosa manusia ada yang menanggungnya?supaya saya tidak memusnakannya lagi.. Allah mencari seorang manusia tapi tidak ada kekuatan manusiawi yang dapat menanggung dosa sepanjang zaman,maka “terpaksalah” Allah turun tangan sendiri,(karena janji sudah terucap Allah sendirilah yang menanggungnya lewat Putranya) ingat di Alkitab perikopnya “Yesus Mati” kata “mati” ibarat “maut” upah dosa adalah maut.. karena dosa dosa kita Yesus mengalami kematian(mengalami maut),supaya kita ciptaanNya tidak dikatakan mati.tapi hidup oleh tebusan Yesus Kristus. (Dia yang tidak mengenal dosa telah di jadikan dosa)sehingga orang kristen apabila ada yang di panggil Tuhan,org lebih menyebutnya “meninggal dunia” dalam arti,beralih ke tempat lain,bukan mati tapi hidup! oleh karena tebusan Yesus.. ingat ketika Yesus mati tabir bait Allah terbelah dua.. suatu tanda bahwa Yesuslah yang menjadi jembatan manusia dengan Allah, karena tempat kudus Israel hanya bisa di masuki oleh suku lewi,dengan terbukanya tirai bait Allah(semua orang bisa melihatnya) maka,kita manusia bisa berkata Ya ABBA YA BAPA dalam arti Allah didalam perjanjian lama hanya berhubungan dengan para Nabi,sekarang kita bisa berdoa langsung kepadaNya.. menjadi Imamat yang Rajani.. sehingga dahulu kamu tidak di kasihani Allah sekarang mendapat pengasihan dari Allah lewat Putranya.
    moga cerita sekolah minggu ini,masing masing dapat memahami arti “keselamatan yang di pertentangkan”
    “maklum manusia di jaman ini sudah di kasih hati,jantungpun di ambil”
    apa saya harus bilang wwwaaawwww?

  5. I am I
    4 Oktober 2012 pukul 4:36 PM

    maaf..saya tidak bisa memihak salah satu pihak… renungilah cerita sekolah minggu tadi,kata per kata… itulah arti keselamatan yang di pertentangkan… karena saya tetap komit bahwa Alkitab buku iman, apabilah anda mempunyai iman seperti yang anda anut…monggo…
    saya anjurkan; masing masing pihak melihat.. Alkitab itu di tulis kapan? cara penulisan apa langsung atau tidak langsung… dan satu hal Alkitab di temukan dalam saduran Yunani, Alkitab ditulis oleh orang/org di tahun yang berbeda..dengan budaya yang berbeda dan pengatahuan penulis Alkitab yang berbeda beda..ada dokter(lukas) ada sastrawan(yohanes) ada ahli Yahudi dan yunani(paulus)… itulah yang menyebabkan saya tetap pada komitmen saya”Alkitab adalah buku Iman,bukan untuk di pertentangkan” sehingga genaplah ramalan simeon…ketika Yesus di serahkan di bait Allah….

  6. back to chatolic
    5 Oktober 2012 pukul 3:04 AM

    Beberapa ayat yang digunakan untuk mengatakan ‘sekali selamat tetap selamat’

    Seringkali saudara- saudari kita yang Protestan mengutip ayat- ayat berikut ini untuk mendukung pemahaman mereka bahwa sekali selamat mereka tetap selamat (once saved, always saved):

    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16)

    “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal (1 Yoh 5:13)”

    Lalu umumnya mereka mengatakan, jadi yang perlu dilakukan sederhana saja, tinggal mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita, dan kita pasti diselamatkan, seperti yang tertulis dalam surat Rasul Paulus,

    Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (Rom 10:9-10).

    Tanggapan kita umat Katolik

    1. Terhadap Yoh 3:16
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

    Menurut Rm Pidyarto, O Carm, yang adalah seorang pakar Kitab Suci yang menguasai bahasa Yunani, kata “beroleh” di sini berasal dari kata ἔχω/ echō, echein, yang memang dapat diterjemahkan sebagai ‘beroleh’ (have), tetapi sebenarnya lebih tepat jika diterjemahkan sebagai ‘dapat beroleh’ (may have’), seperti yang terdapat dalam Kitab Suci edisi Douay Rheims/ Vulgate. Ini disebabkan karena digunakannya kata ‘me‘ (dalam bahasa Inggris terjemahannya adalah “lest)”, pada kata ‘tidak binasa’ (should not perish) sehingga kata sambung ini menuntut / lebih tepat untuk diikuti oleh kata ‘may have‘. Kita mengetahui bahwa dalam bahasa Inggris sendiri kata ‘have‘ dan ‘may have‘ artinya tidak sama persis.

    Namun demikian, jika diterjemahkan sebagai “beroleh”, kalimat ini tidak bermaksud mengatakan bahwa hanya dengan percaya/ beriman kepada Anak Allah saja maka seseorang pasti memperoleh hidup yang kekal. Maka kata kunci yang perlu dilihat adalah bagaimana memaknai kata “percaya” / beriman tersebut, sebab iman ini juga mensyaratkan penghayatan. Jadi kata ‘percaya’ di sini tidak boleh hanya diartikan pengakuan dengan mulut saja atau baptisan saja. Kita tidak dapat mengartikan satu ayat dalam Kitab Suci dan melepaskannya dengan ayat- ayat lainnya dalam Kitab Suci. Hidup yang kekal atau keselamatan ini diberikan oleh Allah karena kasih karunia, oleh iman/ kepercayaan yang bekerja oleh kasih (Ef 2:8; Gal 5:6); dan ini diberikan melalui Pembaptisan (Yoh 3:5, Mat 28:19-20) yang melibatkan pertobatan untuk melaksanakan perintah Tuhan (lih. Mat 7:21-23; Ibr 11;39; Yak 2:14.). Maka Gereja Katolik tidak pernah memisahkan kasih karunia, iman, perbuatan kasih, Pembaptisan dan pertobatan dalam ajaran Keselamatan ini. Silakan membaca diskusi mengenai hal ini, lebih lanjut di sini, silakan klik.

    2. Terhadap 1 Yoh 5:13
    “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”

    Kata “tahu” di sini berasal dari kata eidete (dari kata oida); sebenarnya berarti “kamu dapat tahu”/ you may know, yang tidak mengacu kepada sesuatu pengetahuan absolut yang pasti. Ini seperti jika kita mengatakan bahwa kita tahu kalau kita dapat nilai A dalam ujian, atas dasar kita sudah belajar dengan rajin dan saya merasa menguasai topiknya. Tetapi kenyataannya apakah pasti kita dapat nilai A atau tidak itu harus dibuktikan kemudian. Jadi “tahu” di sini tidak bersifat absolut, tetapi memang ada pengharapan besar bagi kita untuk mencapainya.

    Untuk memahami arti kata eidete maka kita melihat pada ayat sesudahnya yaitu ayat 1Yoh 5: 14-15, yang berbunyi:

    “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu (oidamen- dari kata oida), bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.”

    Di sini kita harus mengakui bahwa kita tidak dapat mempunyai kepastian yang absolut bahwa Tuhan akan menjawab setiap permintaan kita secara persis. Sebab Tuhan adalah Maha Baik dan Maha Kuasa dan Ia akan menjawab doa kita dengan cara yang dipandang-Nya baik bagi kita, yang sering kali tidak sama dengan yang kita minta/ yang kita pikirkan. Maka di sini kita harus menerima bahwa cara kita “mengetahui” dalam hal ini adalah bersifat kondisional dan bukan sesuatu yang pasti secara absolut.

    Dengan pengertian yang sama kita mengartikan ayat 1 Yoh 3:21-22 yang mengatakan,

    “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

    Maka kita sebagai umat Katolik ‘mempunyai keberanian percaya‘ untuk menerima apa yang kita doakan, namun kita tidak dapat mengatakannya sebagai jaminan yang sudah pasti secara absolut. Sebab hal keselamatan kita ini juga melibatkan partisipasi kita dalam menyatakan iman kita dalam perbuatan, agar iman yang demikian dapat menjadi iman yang ‘hidup’ (Yak 2: 24, 26) dan menyelamatkan. Kenyataannya bahkan Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa pada akhir jaman akan ada orang- orang yang terkejut untuk mendapatkan bahwa sikap mereka yang tidak menujukkan perbuatan kasih dapat menghantar mereka kepada penghukuman (Mat 25:41-46).

    3. Maka hal keselamatan tidak semata tergantung dari “pengakuan dengan mulut” untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi. Sebab yang tak kalah pentingnya adalah kita harus bertobat, seperti yang diajarkan oleh Rasul Yohanes kepada semua murid Kristus yang sudah menerima Yesus (lihat 1 Yoh 2:12-14). Ia mengatakan,

    “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yoh 1:8-9)

    Perhatikanlah bahwa Rasul Yohanes menggunakan kata “kita”, sebab dirinya sendiri juga termasuk di dalamnya. Silakan bertanya kepada orang yang berpandangan “sekali selamat tetap selamat”, apakah mereka masih perlu bertobat atau tidak? Jika mereka menjawab ya, berarti pandangan mereka sebenarnya bukan “sekali selamat tetap selamat”. Tetapi jika mereka mengatakan “tidak perlu bertobat, sebab sudah pasti diampuni dan pasti masuk surga”, maka pandangan mereka ini bertentangan dengan ayat- ayat Kitab Suci lainnya yang mengatakan bahwa dosa/ kejahatan yang tidak disesali tidak akan diampuni dan tidak ada sesuatupun yang berdosa dan najis dapat masuk Kerajaan Surga (lih. Hab 1:13; Why 21:8-9, 27)

    Rasul Yohanes kemudian mengklasifikasikan dosa, yaitu dosa yang mematikan (dosa berat) dan dosa yang tidak mematikan (dosa ringan) lih. 1 Yoh 5:16-17. Seseorang yang berdosa berat melepaskan diri dari Tubuh Kristus. Dalam hal ini bukan berarti Yesus kurang kuasa untuk menyelamatkannya, tetapi orang itu sendiri dengan kehendak bebasnya memilih untuk melepaskan diri dari Yesus dengan perbuatan dosanya yang berat. Dan jika ia tidak bertobat, maka ia sendiri menolak rahmat keselamatan yang sudah pernah diterimanya dari Allah.

    Selanjutnya, pengakuan dengan mulut juga tidak ada artinya, jika tidak dibarengi dengan ketaatan melaksanakan perintah- perintah Tuhan. Oleh sebab itu Rasul Paulus mengajarkan ketaatan iman (Rom 1:5, 16:26). Yesus berkata,

    “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 7:21, lih. Mat. 10:33, 18:35).

    4. Rasul Paulus mengajarkan kepada kita akan kedua sifat Tuhan yang tidak bisa dipisahkan yaitu kemurahan-Nya namun juga kekerasan-Nya;

    “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.” (Rom 11:22)

    Maka di sini jelas dikatakan bahwa oleh kemurahan Tuhan kita diselamatkan, namun kita harus mengusahakan untuk selalu tinggal di dalam kemurahan-Nya. Kita harus bertahan untuk hidup sesuai dengan ajaran Kristus, sampai dengan kesudahannya, baru kita dapat selamat (lih. Mat 10:22). Kita harus berjaga- jaga dan tetap melaksanakan tugas- tugas dan pekerjaan Tuhan yang dipercayakan kepada kita dengan baik sampai pada akhirnya (lih. Luk 12:41-46, Why 2:25-26). Sebab memang benar oleh Injil kita diselamatkan tetapi kita harus tetap teguh berpegang kepadanya (1 Kor 15:1-2). Kita harus hidup kudus dan tidak bercela, dan tekun dalam iman dan tidak bergoncang (Kol 1:22-23); teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan kita (Ibr 3:6). Kita harus setia sampai mati (Why 2:10).

    5. Rasul Petrus malah memperingatkan agar kita yang sudah percaya jangan sampai jatuh ke dalam dosa seperti pada waktu belum percaya, sebab akibatnya malah akan lebih parah:

    “Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.” (2 Pet 2:20-22)

    Kondisi melepaskan diri dari kecemaran dunia ini adalah makna dari kelahiran kembali dalam Kristus yang kita alami pada waktu Pembaptisan. Maka di sini Rasul Petrus mengingatkan agar setiap umat yang sudah dibaptis tidak kembali lagi kepada kehidupan yang lama yang penuh dosa.

    6. Yesus juga mengingatkan Dalam Mat 6:15, bahwa kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, sebab jika tidak, maka Allah Bapa tidak akan mengampuni kesalahan kita. Di sini Yesus tidak memperhitungkan apakah kita sudah ‘lahir baru/ born again‘ atau belum; namun kalau kita tidak mengampuni maka kita akan kehilangan keselamatan kita.

    7. Kitab Suci memperingatkan kita bahwa kita dapat ‘lepas dari Kristus, dan hidup di luar kasih karunia‘ jika hidup dalam kuk perhambaan dosa (Gal 5:1-5), agar jangan bermegah supaya tidak dipatahkan (lih. Rom 11:18-22), dicoret namanya dari buku kehidupan (Why 3:5; Mzm 69:28), karena melakukan dosa dan tidak bertobat (lih. Ef 5:3-5; 1 kor 6:9; Gal 5:19; Why 21:6-8).

    Tak mengherankan bahwa Rasul Paulus kemudian mengajarkan demikian:

    “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Kor 9:27)

    Jika Rasul Paulus yang sudah demikian kudus saja semasa hidupnya terus berjuang untuk melatih tubuhnya menghindari dosa, dan mengusahakan agar hidup sesuai dengan Injil agar tidak ditolak oleh Tuhan; apalagi kita- kita ini. Kalau Rasul Paulus sudah yakin “pasti” selamat, tentunya dia tidak perlu menuliskan ayat ini, sebab ia sudah yakin tidak akan ditolak Allah. Ayat ini membuktikan kerendahan hati Rasul Paulus yang selain berpengharapan teguh akan keselamatan yang dijanjikan Allah, namun juga menyadari bahwa ada bagian yang harus dilakukannya yaitu untuk berjuang hidup kudus sesuai dengan Injil yang diberitakannya.

    8. Maka ayat Rom 10:9 tentang pengakuan iman akan Kristus yang menghantar kita kepada keselamatan itu tidak hanya untuk dilakukan sekali saja, tetapi harus terus menerus sepanjang hidup kita. Dalam Mat 10:22, 32-33, Tuhan Yesus mengajarkan,

    “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat…. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

    Maka konteksnya di sini adalah berpegang pada pengakuan akan Kristus sepanjang hidup kita (lih. Ibr 4:14, 10:23-26 dan 2 Tim 2:12). Kita mengetahui dari Kitab Suci, bahwa pengakuan akan iman kita tidak dilakukan hanya dengan perkataan tetapi terlebih dengan perbuatan. Demikian pula, penyangkalan akan Kristus juga dilakukan dengan perbuatan.

    Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman. (1 Tim 5:8)

    Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (1 Kor 6:9-10, lihat juga Ef 5:3-5; Gal 5:19; Why 21:8-9, 27)

    Perbedaan kunci antara ajaran Gereja Katolik dan Protestan

    Dari uraian di atas, kita dapat memahami bahwa secara garis besar terdapat perbedaan ajaran antara pandangan Protestan dan Gereja Katolik. Bagi umat Protestan keselamatan adalah sesuatu yang sudah pasti, yang diterima pada saat mereka mengakui Yesus sebagai Juru Selamat, berpegang terutama pada Rom 10:9. Sedangkan Gereja Katolik, berpegang kepada keseluruhan ajaran Kitab Suci, percaya bahwa keselamatan adalah sesuatu proses: yang telah, sedang dan akan datang, yang diterima oleh umat beriman karena kasih karunia Allah, oleh iman yang bekerja oleh kasih:

    1.Telah diselamatkan (Rom 8:24; Ef 2:5,8; 2 Tim 1:9; Tit 3:5)
    2.Sedang dalam proses (1 Kor 1:18; 2 Kor 2:15; Fil. 2:12; 1 Pet 1:9)
    3.Akan diselamatkan (Mt 10:22, 24:13; Mk 13:13; Mk 16:16; Kis 15:11; Rm 5:9-10; Rm 13:11; 1 Kor 3:15; 2 Tim. 2:11-12; Ibr. 9:28).

    Oleh karena itu, Gereja Katolik tidak dapat menerima pandangan Martin Luther yang mengajarkan bahwa manusia diselamatkan oleh iman saja, yang dipisahkan dari perbuatan. Sebab menurut Luther, setelah orang menerima Yesus, maka tak peduli apapun yang dilakukannya, entah ia membunuh atau berzinah beribu-ribu kali sehari, pasti akan tetap masuk surga. Dalam suratnya kepada muridnya, Melancthon, tanggal 1 Agustus, 1521, (translated by Erika Bullmann Flores for Project Wittenberg); online at http://www.iclnet.org/pub/resources/text/wittenberg/luther/letsinsbe.txt , lihat nomor 13, Luther mengatakan, “…Be a sinner, and let your sins be strong, but let your trust in Christ be stronger…. No sin can separate us from Him, even if we were to kill or commit adultery thousands of times each day…”

    Semoga kita semua dapat melihat bahwa ajaran Luther ini tidak sesuai dengan ajaran Kitab Suci. Maka Gereja Katolik, berpegang pada Kitab Suci, mengajarkan bahwa keselamatan diberikan karena kasih karunia Allah dalam Pembatisan, namun juga mensyaratkan iman dan pertobatan, hidup dalam Kristus, dan melaksanakan perbuatan kasih sebagai bukti dari iman yang hidup. Sebab jika sungguh mengimani Kristus dan mengasihi-Nya, pasti kita akan berusaha menghindari dosa, dan akan rajin berbuat kasih. Iman seperti inilah yang menyelamatkan, seperti yang diajarkan oleh Paus Benedictus tentang Sola Fide menurut ajaran Gereja Katolik, silakan klik di sini.

    Ajaran Calvin “sekali selamat tetap selamat” vs. ajaran Bapa Gereja

    Ajaran “sekali selamat tetap selamat” ini pertama kali diajarkan oleh John Calvin di pertengahan abad ke 16. Sebelum Calvin, jemaat Kristiani umumnya mengetahui bahwa seseorang dapat kehilangan keselamatannya, jika melakukan dosa berat, seperti yang diajarkan dalam 1 Yoh 5:16-17.

    1. Di abad pertama, Didache, yang dikenal sebagai Pengajaran dari ke- dua belas Rasul mengatakan,

    “Berjaga- jagalah demi hidupmu. Jangan biarkan terangmu padam, ikat pinggangmu longgar; tetapi selalu siap sedialah; sebab kamu tidak tahu saatnya kapan Tuhan datang. Tetapi seringlah bersekutu, carilah hal- hal yang sesuai dengan jiwamu: sebab imanmu sepanjang waktu tidak akan mendatangkan kebaikan bagimu, jika kamu tidak menjadi sempurna di waktu terakhir.”[1].

    2. St. Ignatius dari Antiokia (35- 98)

    “Jangan salah, saudara-saudaraku: orang- orang yang menyimpang tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga. Jika, lalu, mereka yang hidupnya melakukan perbuatan- perbuatan daging akan binasa, maka terlebih lagi mereka yang dengan ajaran- ajaran sesat menyimpangkan iman akan Tuhan yang karenanya Yesus Kristus telah disalibkan…[2]

    3. St. Irenaeus (189) menulis,

    “Kepada Kristus Yesus, Tuhan dan Allah kami, sesuai dengan kehendak Bapa yang tidak kelihatan, ‘setiap lutut bertelut dan segala sesuatu di bumi dan di bawah bumi, dan setiap lidah mengaku’ (Flp 2:10-11) kepadanya, dan Ia akan memutuskan penghakiman yang adil kepada semua orang…. Seseorang yang tidak baik dan tidak benar, jahat dan profan akan pergi kepada api abadi, tetapi Ia [Kristus] dapat, memberikan rahmat-Nya, memberikan kekekalan kepada mereka yang benar, kudus, dan mereka yang melakukan perintah- perintah-Nya, dan bertahan dalam kasih karunia-Nya; beberapa dari mereka sejak awal mula [dalam kehidupan Kristianinya], dan yang lain, sejak saat pertobatan mereka, dan Ia dapat mengelilingi mereka dengan kemuliaan kekal.”[3].

    Dosa berat memisahkan manusia dari Allah dan keselamatan yang dijanjikan-Nya

    Maka pengajaran Gereja Katolik sangatlah konsisten dalam hal ini, bahwa walau janji keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus adalah sesuatu yang tetap dan pasti, namun pemenuhannya tergantung dari manusia itu sendiri. Sebab dosa berat memisahkan manusia dari Allah, memerampasnya dari kehidupan kekal.

    KGK 1472 Supaya mengerti ajaran dan praktik Gereja ini, kita harus mengetahui bahwa dosa mempunyai akibat ganda. Dosa berat merampas dari kita persekutuan dengan Allah dan karena itu membuat kita tidak layak untuk kehidupan abadi. Perampasan ini dinamakan “siksa dosa abadi”… [4]

    Dengan demikian kita harus berjuang dalam hidup ini agar jangan sampai jatuh ke dalam dosa berat yang memisahkan kita dari Allah, sehingga kita tetap dapat menerima janji keselamatan Allah. Atau, jika sampai jatuh sekalipun, lekas- lekaslah bertobat, agar dapat kembali dalam persatuan dengan Kristus. Selanjutnya, kita harus berjuang untuk taat melaksanakan perintah- perintah-Nya dan setia sampai akhir.

    Kesimpulan

    Maka di manapun di dalam Kitab Suci tidak ada yang mengajarkan bahwa umat Kristen yang telah mengakui Kristus dapat melakukan dosa apapun, wafat dalam keadaan tidak bertobat, namun akan tetap dapat masuk surga juga. Prinsip ‘sekali selamat tetap selamat’ ini sesungguhnya tidak diajarkan dalam Kitab Suci. Selayaknya kita mempunyai kerendahan hati seperti Rasul Paulus yang mengajarkan demikian,

    “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir… ” (Flp 2:12)

    Sebab memang kita harus berusaha untuk tetap taat dan setia mengerjakan keselamatan kita sebagai murid- murid Kristus, bukan karena Kristus kurang berkuasa menyelamatkan kita atau karena Ia tidak menepati janji-Nya; namun justru karena memang ada bagian yang harus kita lakukan jika kita benar- benar mengimani dan mengasihi Dia. Maka sebagai umat Katolik, kita mempunyai keberanian untuk berharap bahwa kita akan diselamatkan, namun mari dengan rendah hati kita serahkan kepada Tuhan yang telah berjanji menyelamatkan kita, sambil juga melatih diri agar tidak jatuh dalam dosa yang memisahkan kita dengan Allah. Dengan kerendahan hati ini kita berpengharapan, dan kita percaya bahwa pengharapan ini tidak mengecewakan oleh karena Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita!

    ——————————————————————————–
    CATATAN KAKI:1.Didache 16 [A.D. 70] [↩]
    2.St. Ignatius dari Antiokia, Letter to the Ephesians, Ch. 16:1 [↩]
    3.Against Heresies 1:10:1 [A.D. 189] [↩]
    4.KGK 1472: Supaya mengerti ajaran dan praktik Gereja ini, kita harus mengetahui bahwa dosa mempunyai akibat ganda. Dosa berat merampas dari kita persekutuan dengan Allah dan karena itu membuat kita tidak layak untuk kehidupan abadi. Perampasan ini dinamakan “siksa dosa abadi”. Di lain pihak, setiap dosa, malahan dosa ringan, mengakibatkan satu hubungan berbahaya dengan makhluk, hal mana membutuhkan penyucian atau di dunia ini, atau sesudah kematian di dalam apa yang dinamakan purgatorium [api penyucian). Penyucian ini membebaskan dari apa yang orang namakan “siksa dosa sementara”. Kedua bentuk siksa ini tidak boleh dipandang sebagai semacam dendam yang Allah kenakan dari luar, tetapi sebagai sesuatu yang muncul dari kodrat dosa itu sendiri. Satu pertobatan yang lahir dari cinta yang bernyala-nyala, dapat mengakibatkan penyucian pendosa secara menyeluruh, sehingga tidak ada siksa dosa lagi yang harus dipikul (Bdk. K.Trente: DS 1712-1713; 1820). [↩]

    Ditulis oleh: Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria – Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

  7. AAA
    10 Oktober 2012 pukul 8:19 AM

    Kepada Pemirsa yang dikasihi oleh Tuhan Yesus kristus :

    Silahkan ikutin terus agrumentasi kami AAA / Rindu kebenaran dengan orang orang Calvinis di :

    http://forumkristen.com/index.php?board=48.0

    Di : Ajaran Kristen

    lalu cari File : TULIP – Predistination 1 dan Predistination

    Doakan yang terlibat dalam berdebatan ini, supaya kita semuanya belajar akan Firman Tuhan keseluruhannya. Amin. Terima kasih

    GBU !

  8. Jeany
    19 November 2012 pukul 6:15 AM

    Maka terpujilah Tuhan Yesus. Terkutuklah Martin Luther dan Protestan

  9. AAA
    23 November 2012 pukul 11:07 AM

    Jeany :
    Maka terpujilah Tuhan Yesus. Terkutuklah Martin Luther dan Protestan

    @Jeany, kami tidak mau mengutuk anda dan memang Alkitab Injil mengajarkan kita harus mengasihi musuh-musuhnya dengan mendoakan yang mengutup supaya diberkatinya. Ok.

    Emangnya di tempat ibadah anda diajarkan kutuk – mengutuk ? mohon dijawab. Terimakasih.

    Salam !

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: