Beranda > BERITA > Saat Kedatangan Tuhan Yesus Makin Mendekat!

Saat Kedatangan Tuhan Yesus Makin Mendekat!


https://i2.wp.com/www.security-exp.net/b2b/pics/Pinhole_Hidden_Camera_In_Tie_with_MP4_Player_Video_Recorder.jpgKAMU SEDANG DIAMATI
Pengamatan pemerintah telah meningkat sedemikian dramatis dalam dekade terakhir sehingga sulit dipercaya, dan tidak diragukan lagi hal ini adalah tanda-tanda bahwa kita semakin mendekat kepada prediksi di kitab Wahyu (Wah. 13:17). Kini hampir tidak mungkin untuk bergerak dan berkomunikasi di masyarakat modern tanpa diobservasi oleh pemerintah. Tidak mungkin untuk menggunakan kartu kredit, mesin bank, kartu telepon, telepon genggam, bepergian ke luar negeri, dll., tanpa meninggalkan jejak elektronik. Di Amerika Serikat misalnya, agensi-agensi seperti Information Awareness Office, NSA, dan FBI, menghabiskan milyaran dolar setiap tahunnya untuk menangkap dan menganalisa gerakan telpon dan internet. Sejak tahun 2007, pemerintah federal, negara bagian, dan lokal, diizinkan untuk mengakses gambar-gambar dari satelit intelijen militer untuk mengobservasi aktivitas warga negara AS (“U.S. To Expand Domestic Use of Spy Satellites,” Wall Street Journal, 15 Agus. 2007). FBI sedang menciptakan fasilitas komputer bawah tanah dengan nilai milyaran dolar, untuk menyimpan data DNA, muka, data iris/retina, sidik jari, dan sidik tangan dari orang-orang yang tinggal di AS (“FBI Prepares Vast Databases of Biometrics,” Washington Post, 22 Des. 2007). Departemen Homeland Security memberikan jutaan dolar kepada agensi-agensi lokal, negara bagian, dan federal, untuk meng-install dan mengoperasikan peralatan pengamatan video. Sebagai contoh adalah Operasi Virtual Shield di Chicago yang menghubungkan 2.200 kamera ke suatu pusat monitoring (“Surveillance Cams Help Fight Crime, Chicago Sun Times, 19 Feb. 2009). Kota itu berencana untuk memiliki kamera pengamat di setiap sudut jalan pada tahun 2016 (“We’re Watching,” CBS News, 6 Sept. 2006). London, Inggris, sedang mengoperasikan sekitar 500.000 kamera pengamatan. Beberapa sekolah distrik di AS, seperti yang di San Antonio, Texas, mengharuskan murid-murid memakai tag radio yang memungkinkan institusi sekolah untuk melacak pergerakan mereka (“US School Tag Tracker Project,” BBC, 23 Nov. 2012). Pengamatan dari udara melalui pesawat tak berawak semakin meningkat. AS dan Inggris sedang membangun banyak sekali pesawat-pesawat pengamat tak berawak untuk digunakan oleh polisi dan agensi-agensi pemerintah. DARPA telah mendanai pengembangan banyak tim pesawat-pesawat tak berawak ini yang “menerbangkan diri mereka sendiri, secara otomatis memutuskan siapa yang mencurigakan dan bagaimana untuk memonitor mereka, mengkoordinasikan aktivitas mereka dengan pesawat-pesawat tak berawak lainnya yang dekat, dan memberitahu operator manusia jika sesuatu yang mencurigakan terjadi….segerombolan pesawat-pesawat tak berawak yang bisa beroperasi sendiri dapat secara otomatis mempatroli sebuah kota dan melacak individu-individu yang mencurigakan, sambil melapor kembali ke stasiun monitor pusat” (“Surveillance,” Wikipedia). Dalam Proyek Golden Shield, Cina sedang menginstall jutaan kamera pengamatan dengan kemampuan analisis yang canggih dan perangkat lunak untuk mengenali wajah, semuanya terhubung ke database sentral dan stasiun monitor. Rencananya adalah untuk mengkomputerisasi dan menyimpan foto digital dari setiap wajah dari 1.3 milyar orang di Cina (“China’s All-seeing Eye,” Rolling Stone, 29 Mei 2008). Perusahaan-perusahaan AS seperti IBM, General Electric, dan Honeywell sedang membantu dalam proyek Orwellian ini. Bisnis-bisnis juga masuk ke dalam permainan pengamatan ini. Mereka menghubungkan kamera-kamera pengamat ke software yang canggih yang memungkinkan mereka untuk bukan saja memonitor penjaga toko, tetapi juga mem-profil para pembeli dan mengamati gerakan mereka dan respons mereka terhadap hal-hal seperti pajangan sales dan situasi belanja pada umumnya. Kini, perusahaan-perusahaan membeli mannequin yang diperlengkapi dengan kamera di mata mereka yang mengumpulkan data tentang pembeli di tingkat mata mereka (“Bionic Mannequins Spy on Shoppers,” Bloomberg, 22 Nov. 2012). Toko-toko di Eropa dan AS menggunakan alat-alat pengamatan rahasia ini untuk mengamati umur, jenis kelamin, dan etnisitas dari orang-orang yang lewat, dan perusahaan yang membuat mannequin-mannequin ini sedang mengetes teknologi yang akan memampukan toko-toko untuk menguping apa yang dikatakan oleh orang-orang yang belanja.

BAGAIMANAKAH SEHARUSNYA KITA BEREAKSI TERHADAP TANDA-TANDA ZAMAN
Tanda-tanda akhir zaman sudah ada di mana-mana. Dalam buku The Bible According to the Future (oleh David Cloud) ada pasal yang panjang mengenai hal ini. Anehnya, orang-orang percaya sering bereaksi terhadap tanda-tanda zaman dengan cara yang berlawanan dengan apa yang Tuhan inginkan. Sambil kita menyaksikan hal-hal seperti berkembangnya globalisme, pendirian gereja esa sedunia, meningkatnya kejahatan, hancurnya sistem keluarga tradisional, hancurnya kebebasan dan tempat-tempat yang mempertahankan kebebasan seperti Amerika, pe-normal-an homoseksualitas, pembunuhan bayi-bayi tanpa rasa bersalah, budaya pop yang kotor, semakin meningkatnya pengawasan penduduk oleh pemerintah, kita menjadi takut, tidak pasti, frustrasi, marah, dan putus asa. Tetapi reaksi seperti itu terjadi karena hati dan pikiran kita terlalu berfokus kepada hal-hal dunia ini, bukan hal-hal Surgawi. Terlalu sering kita memiliki pandangan pendek yang sama dengan yang dimiliki orang-orang tidak percaya yang “konservatif,” bukannya memiliki pandangan jarah jauh yang berasal dari terang nubuat Alkitab. Memang tidak diragukan akan ada frustrasi dan kekecewaan, karena kita bukanlah robot-robot rohani yang tidak terpengaruh oleh lingkungan kita, tetapi respons kita seharusnya dipengaruhi oleh kebenaran-kebenaran Firman Allah. Kita harus merespons kepada zaman ini dengan cara yang dramatis berbeda dibandingkan teman-teman dan tetangga kita yang belum selamat.

Ketika kita memperhatikan hal-hal yang terjadi di dunia, kita harus merespon setidaknya dengan cara-cara berikut:
Pertama, kita seharusnya bersukacita besar dalam keselamatan kita. “Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya” (1 Pet. 4:13).

Kedua, kita seharusnya dihiburkan bahwa kedatangan Kristus semakin mendekat. “Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Luk. 21:28).

Ketiga, kita seharusnya dikuatkan bahwa Allah memegang kendali atas semua hal. “Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan” (2Tes. 2:7).

Keempat, kita seharusnya memiliki keyakinan bahwa kejahatan saat ini sangatlah sementara dan akan segera dihancurkan. “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah” (Maz. 37:7).

Kelima, kita harus lebih banyak berdoa. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan” (1Tim. 2:1-6). Waktu-waktu yang sulit membutuhkan lebih banyak doa, tetapi kita hari ini menyaksikan kekeringan doa di banyak gereja. Ada banyak pesta dan banyak aktivitas dan senang-senang, tetapi tidak banyak berdoa. 1 Timotius 2 mengaitkan doa dengan menjalani hidup yang tenang dan tenteram dan kebebasan untuk memberitakan Injil, itulah hal-hal yang kita dambakan.

Terakhir, kita harus sibuk di ladang penuaian. “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet. 3:8). Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus menunggu karena dia ingin menyelamatkan jiwa-jiwa. Sebaiknya kita tidak menjadi khawatir akan tanda-tanda zaman, tetapi mendedikasikan diri kita sepenuhnya untuk memberitakan Injil kepada setiap orang di setiap bangsa dan mendirikan gereja-gereja alkitabiah yang baik di mana umat Allah bisa dilindungi, dibangun, dididik, dimuridkan, dan keluarga-keluarga Kristen yang saleh dapat dibangun dan anak-anak dapat dipersiapkan seperti anak panah di tangan Tuhan, untuk pergi dan berperang melawan kuasa-kuasa kegelapan.

DESAIN ROMBONGAN IKAN
Berikut ini dari Creation Moments, 3 Juli 2012, www.creationmoments.com: “Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa ketika serombongan ikan diserang atau dikagetkan, ikan-ikan itu tidak saling bertabrakan – tetapi mereka menjauh satu sama lain bagaikan ledakan kembang api? Oh benar, mereka bisa saling melihat; mereka bisa tahu ke arah mana ikan di samping mereka pergi. Tetapi, ikan-ikan yang bepergian dalam rombongan memiliki organ yang spesial, yang disebut garis-garis lateral, dan organ ini terletak di sepanjang tubuh mereka persis di bawah kulit. Organ-organ ini dipenuhi oleh rambut-rambut yang sensitif, yang dapat merasakan pergerakan air di sekitar ikan tersebut, sehingga setiap ikan mengetahui dengan lebih baik kecepatan dan arah tetangganya dari gerakan air yang sekecil apapun. Jelas sekali bahwa keuntungan dari rombongan ikan, plus organ spesial yang mereka miliki untuk bisa pergi dalam rombongan, bukanlah hasil dari kecelakaan genetika atau keberuntungan. Hal-hal ini adalah kesaksian akan Pencipta yang peduli dengan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dan jika Ia begitu peduli dengan ikan, betapa lebihnya Ia mencari engkau dan mendambakan hubungan dengan engkau melalui AnakNya, Yesus Kristus!”

Editor: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary (www.graphe-ministry.org)
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer

  1. 21 April 2014 pukul 7:38 PM

    ӏ need tto to thank you fօr this excellent rеɑd!! I definitely enjoyed every little bit of it.
    I have you book-marked to look att new ѕtuff you pߋst…

  2. Samuel Victor
    23 April 2014 pukul 11:00 PM

    Haleluya.. dahsyat! Saya sangat suka dan setuju atas artikel2 di blog bapa ini. Sangat informatif, edukatif, relevan dan selalu update. Warning bagi kita yg hidup di akhir zaman. Saya mau belajar lebih dan lebih lagi.. serta men-share-kan (berbagi berkat) kepada saudara2 dan teman2 saya. Thanks Jbu…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: