Beranda > BERITA > Aksi Enam Ribu Kartu Pos untuk Presiden

Aksi Enam Ribu Kartu Pos untuk Presiden


Terangdunia.com – Tampaknya,  Natal 2012, Jemaat GKI Yasmin kembali harus siap-siap merayakan Natal Jalanan. Pasalnya, tidak sampai dua pekan lagi menjelang Natal, belum ada tanda-tanda, pemerintah negeri ini, menggubris dan mengeksekusi putusan hukum yang sah, untuk membebaskan jemaat beribadah di gerejanya di tepian kota Bogor itu.

Karena itu, hari minggu 9 Desember baru-baru ini, sejumlah jemaat dengan dukungan sejumlah pihak, termasuk Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI), kembali menggelar ibadah di jalan seberang Istana Negara. Kebaktian minggu itu agak istimewa dari yang sudah-sudah karena saat itu dibagikan enm ribu kartu pos yang ditujukan untuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang selama ini tampak ragu untuk menegakkan hukum dalam kasus ini.

Kartu-kartu pos tersebut diisi dan ditandatangani oleh ribuan orang dari berbagai tempat di Indonesia dan di Belanda. Mereka terdiri dari anak-anak SMA, pegawai, wiraswasta, para pendeta, pengurus organisasi keagamaan lintas iman, peserta Pesantren, praktisi hukum, seniman dan lain-lain. Diantara mereka yang mengisi kartu pos terdapat nama-nama seperti misalnya Romo Magnis Suseno, Sri Edi Swasono, Pematung Dolorosa Sinaga, Tommy F. Auwy, Rocky Gerung, Taufik Basari, Adnan Buyung Nasution, Todung Mulya Lubis, dan Ibu Negara Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid. Semua kartu pos itu berisi harapan agar Presiden RI dapat tegas menegakkan hukum dan Konstitusi, atas kasus yang menimpa GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia, Bekasi. 

“Kami berharap pada Natal tahun ini, Selasa 25 Desember 2012, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia dapat beribadah didalam gereja masing-masing yang sah, sesuai putusan Mahkamah Agung RI, plus sesuai Rekomendasi Wajib Ombudsman dalam kasus GKI Yasmin. Enam belas hari lagi, kami ingin beribadah didalam gereja kami”, tegas Bona Sigalingging, Juru Bicara GKI Yasmin.

Kedua gereja sampai saat ini masih mengalami diskriminasi atas nama agama. Meskipun pengadilan tingkat tertinggi sudah mengesahkan IMB kedua gereja, namun Bupati Bekasi dan Wali Kota Bogor menolak menjalankan putusan Mahkamah Agung itu. Hal ini telah menarik perhatian dan keprihatinan banyak pihak termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bahkan, Komisioner Tinggi HAM PBB, Navinethem Pillay, menyatakan pada Jumpa Pers di Kantor PBB di Jakarta pada bulan Nopember 2012, bahwa apa yang terjadi pada kasus GKI Yasmin adalah ujian bagi kredibilitas Mahkamah Agung RI.

“Kami berharap, 25 Desember nanti adalah juga momentum simbol kembalinya penegakkan hukum di Indonesia, dengan tanda dibukanya segel ilegal yang dipasang Pemda Bekasi dan Pemkot Bogor”, kata Thomas Wadu Dara, seorang jemaat GKI Yasmin, yang menyerahkan ribuan kartu kepada seorang staf Sekretaris Negara.

‘’Menyaksikan kesewenangan dan diskriminasi berkepanjangan seperti ini, ribuan rakyat Indonesia, yang mewakili  rakyat Indonesia Lintas Iman, menyampaikan harapan-harapannya pada Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono, agar  berani, kuat dan mampu menegakkan hukum dan Konstitusi di Indonesia dan menolak tunduk pada tekanan kelompok-kelompok intoleran termasuk Kepala Daerah-Kepala Daerah intoleran dan pembangkang hukum seperti Wali Kota Bogor dan Bupati Bekasi,’’ ujar Bona.

Harapan tersebut, katanya diungkapkan melalui kartu-kartu pos yang selama Nopember 2012 disebarluaskan dan dikumpulkan kembali serta hari ini diserahkan kepada Istana Merdeka Jakarta. Kartu-kartu itu ditulis oleh ribuan anak bangsa termasuk beberapa tokoh seperti Sri Edi Swasono, Adnan Buyung Nasution, Todung Mulya Lubis, pematung Dolorosa Sinaga dan masih banyak lagi. Sekitar 700 kartu pos bahkan juga datang dari negeri Belanda.  Ribuan kartu pos itu menggemakan harapan jemaat kedua gereja untuk mulai dapat kembali menikmati hak konstitusionalnya untuk beribadah dirumah ibadahnya sendiri yang sah sesuai agama dan kepercayaannya mulai Selasa 25 Nopember 2012.

‘’Akankah Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mampu menjadi Ksatria Bhinneka Tunggal Ika, Ksatria UUD 1945 dan Ksatria Pancasila, melebihi nilai gelar ke-Ksatriaan Knight Grand Cross in the Order of the Bath yang beliau terima dari Kerajaan Inggris beberapa waktu lalu?’’ taya Bona lagi. (afer)

Lembaga Pendamping GKI Taman Yasmin Bogor –  HKBP Filadelfia Tambun Bekasi
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) – The Wahid Institute –
LBH Jakarta PBHI Jakarta – YLBHI – ILRC –  Gerakan Mahasiswa Kristen
Indonesia (GMKI) Setara Institute – KontraS – Aliansi Nasional
Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) Human Rights Working Group (HRWG) – PBHI
– Forum Bhinneka Tunggal Ika  Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia
(GAMKI) –  LBH Lawyer Street – DPN Repdem
Koord. Nasional Presidium Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Ut Omnes Unum Sint Institute – Komunitas Kedai Kopi Bhinneka
Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: