Beranda > Alkitab > Jangan ambil ALKITABku

Jangan ambil ALKITABku


ALKITAB

ALKITAB

Sementara kita dengan mudah pergi ke toko buku untuk beli Alkitab, sementara Alkitab kita berdebu lantaran jarang dibaca, orang-orang ini harus mempertaruhkan nyawanya hanya untuk mendapatkan sebuah Alkitab, atau bahkan hanya untuk membacanya. Alkitab itu bagaikan kapur bagi guru, jarum suntik bagi dokter atau traktor bagi petani. Alkitab itu adalah peralatan yang sangat berharga bagi orang Kristen. Kita tidak dapat menyimpan kebenaran rohani itu untuk diri kita sendiri seperti orang kikir yang menimbun emas. Kita harus membagikan peralatan kita kepada mereka yang membutuhkannya.

CHINA
Rumah Nyonya Lu Ying digeledah oleh penjaga Komunis. Mereka nyari Alkitab dan menemukannya. Dengan berani Nyonya Ying merebutnya kembali. Mereka kemudian menyiksa Nyonya Ying tapi beliau tetap bertahan memegang Alkitab itu dan terus menerus menyatakan imannya walaupun dengan mulut bengkak dan berdarah. Sampai akhirnya penjaga mengambil tongkat besi dan memukul tulang tangannya sampai lumpuh sehingga Alkitab itupun lepas dari tangannya dan disita. 20 tahun kemudian, seorang kurir misi mengirimkan sebuah Alkitab untuk Nyonya Ling. Matanya penuh dengan air mata ketika beliau menerimanya dengan tangannya yang telah cacat sambil berkata, “…kali ini aku tidak akan membiarkannya jatuh”
VIETNAM
Seorang wanita muda berumur 22 tahun menghabiskan waktunya untuk merintis 3 gereja dari nol, caranya dengan menangisi jiwa satu demi satu lewat kesaksiannya. Dia tidak memiliki mobil atau sepeda yang dapat digunakan untuk menghadiri ibadah di ketiga gereja tersebut. Jemaat di ketiga gereja tersebut berdoa agar wanita ini berhasil mendapatkan Alkitab untuk dibaca bersama-sama. Wanita ini berjalan 1200 km selama 3 hari non stop untuk mencari Alkitab di kota Ho Chi Minh. Disana, akhirnya orang-orang Kristen dari Barat memberinya Alkitab dan sebuah sepeda untuk memudahkan pelayanannya.
KOREA UTARA
“Aku ingin sekali, tapi aku tidak bisa. Orang-orang di Korea Utara itu berkata kalau mereka telah berdoa selama 50 tahun untuk mendapatkan sebuah Alkitab. Tapi aku tidak mau memberikan Alkitabku karena aku telah berdoa selama 20 tahun. Aku tidak dapat melupakan tatapan iri ketika aku memperlihatkan Alkitabku”
Alkitab di Korea Utara adalah barang langka, bahkan bagi orang-orang Kristen yang dianiaya oleh komunis, Alkitab lebih berharga daripada emas. Kepergok menyimpan Alkitab berarti hukuman penjara 15 tahun!
NEGARA KOMUNIS
Alkitab sangat diejek di negara komunis supaya tidak ada seorangpun yang akan mempercayai Alkitab. Oleh karena itu dicetaklah The Comical Bible (Alkitab humor) dan The Bible for Believers and Unbelievers (Alkitab untuk orang percaya dan orang yang tidak percaya) untuk mengejek dan menghina Yesus dan semua aspek dari iman Kristen. Tapi Tuhan bekerja, justru lewat buku sindiran itu banyak ayat Alkitab diselipkan kedalam teks-teks bukuyang sebenarnya ingin menunjukkan kekeliruan Alkitab menurut orang komunis.
Para anggota gereja bawah tanah yang kesulitan memperoleh Alkitab mengambil buku-buku itu. Mereka sangat bersukacita akrena menemukan ayat-ayat Alkitab ada dalam buku itu. Dan buku itu legal karena dicetak oleh pemerintahan mereka. Penerbit buku itu senang sekali menerima ribuan surat yang meminta agar buku itu dicetak ulang. Mereka segera mencetak lebih banyak lagi, mereka tidak tahu bahwa surat-surat itu datang dari orang-orang Kristen yang sagnat haus membaca Alkitab.
THAILAND
Ho menderita sakit dan demam ketika dia dan temannya menyeberangi sungai Mekong menuju Thailand dengan berjalan kaki. Mereka adalah murid sekolah Alkitab sebelum tentara komunis menduduki kampus mereka. Mereka melarikan diri tanpa membawa apa-apa kecuali Alkitab yang dibungkus plastik dan diikatkan di punggung mereka. Ho berdoa dalam hati, “Tuhan ,setidaknya jika kami mati, mereka akan mengenali kami sebagai orang Kristen dan semoga mereka membaca salah satu Alkitab kami ini”.
Karena terlalu letih, mereka menaruh tas plastiknya di dada supaya bisa mengapung dengan tas itu. Ketika penjaga memeriksa sungai itu, mereka membiarkan Ho dan temannya lewat seperti seekor ikan. Setelah mereka selamat, mereka melayani banyak kamp pengungsi di Thailand.
diambil dari berbagai sumber. Ratusan kisah martir lain dapat dibaca di buku The Voice of Martyrs dan Jesus Freak.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: