Beranda > tuhan yesus > Yesus Kristus adalah Allah

Yesus Kristus adalah Allah


JIKA kita bertanya kepada suatu panel yang terdiri atas pakar-pakar dari berbagai agama, seperti apakah Allah dan bagaimana Allah telah menyatakan diri-NYA, kita akan mendengar banyak pendapat yang berbeda-beda sebanyak jumlah anggota panel. Jawaban dari beberapa di antara mereka akan bertentangan dengan jawaban yang lain-lainnya. Jika kita berpendapat bahwa apa yang disebut kebenaran tidaklah bersifat relatif, maka tidak mungkin jawaban mereka semua benar. Misalnya, jika seseorang mengatakan bahwa Allah itu suatu Pribadi dan yang lain mengatakan bahwa Allah bukan suatu Pribadi, maka pastilah seorang dari mereka salah. Siapakah yang dapat mengatakan dengan pasti, seperti apakah Allah? Satu-satunya yang dapat mengatakan dengan pasti adalah Allah sendiri.

Bagaimana kalau seorang anggota panel tiba-tiba berdiri dan berkata, “Untuk menjernihkan segala kebingungan tentang Allah, saya berkata kepada Anda bahwa SAYA ADALAH ALLAH! SAYA ADALAH JALAN, KEBENARAN, dan HIDUP!”?

Pengakuan seperti itu harus dibuktikan kebenarannya. Orang itu mungkin menderita penyakit jiwa, suka berkhayal tentang kebesaran, seorang penipu ulung, atau ia benar-benar Allah.

Justru pengakuan seperti itulah yang dicetuskan oleh Yesus Kristus tentang diri-NYA. Jadi, mengatakan bahwa Yesus Kristus sekedar orang yang bermoral tinggi atau guru yang baik, sama sekali tidak tepat. Bukankah orang yang bermoral tinggi tidak berbohong, sengaja ataupun tidak, apalagi mengenai hal mengaku sebagai Allah Yang Mahakuasa? Orang yang bermoral tinggi tidak akan mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka patut beriman kepadanya atau patut beribadah kepadanya. Ia juga tidak akan menyebabkan banyak orang mati karena beriman kepada namanya. Mengingat semuanya itu, marilah kita menjajaki yang berikut ini untuk mengenal kebenaran tentang Allah.

ALLAH MENYATAKAN DIRI

Para penulis masa kini percaya bahwa Allah telah menyatakan diri-NYA dengan berbagai cara. Namun cara itu masing-masing perlu diuji secara obyektif dengan berpatokan pada Alkitab dan pribadi Yesus Kristus.

Pertama-tama, kita akan menyoroti Alkitab. Berbeda dengan banyak tulisan lainnya, Alkitab secara mutlak menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya adalah firman Allah. Kebanyakan orang yang menaruh perhatian yang besar tentang keilahian Kristus menerima Alkitab sebagai wahyu dari Allah. Jadi untuk tujuan ini, kita akan memandang Alkitab dapat diandalkan kebenarannya, baik secara historis maupun sebagai firman Allah kepada kita — satu-satunya tolok ukur yang benar untuk menetapkan apakah Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, atau bukan.

Ada yang mengatakan bahwa dari abad ke abad Alkitab telah menjadi semakin tidak meyakinkan keasliannya. Jadi perlu adanya wahyu-wahyu baru. Pendapat tersebut tidak dapat dibenarnya. Ada lebih dari 24.600 naskah Perjanjian Baru yang lengkap atau sebagian-sebagian. Andaikata semua naskah Perjanjian Baru lenyap pun kita masih dapat menghimpun semua tulisan Perjanjian Baru, kecuali kira-kira sebelas ayat, dari tulisan bapa-bapa gereja yang mula-mula, yang semuanya ditulis sebelum tahun 325 Masehi. Para pakar sejarah yang bukan Kristen pun harus mengakui bahwa dengan segala patokan ilmiah dan sejarah yang dipakai untuk memeriksa kebenaran dokumen kuno mana pun. Perjanjian Baru terbukti lebih dari sembilan puluh sembilan persen akurat. Orang dapat saja memperdebatkan isinya, tetapi tidak dapat memperdebatkan keabsahan sejarahnya.

Alkitab menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya merupakan patokan mutlak untuk menetapkan hal-hal doktrin.

2 Timotius 3:16-17, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

Bagi orang-orang Kristen, setiap buku, tulisan, atau pengajaran yang bertentangan dengan isi Alkitab haruslah ditolak. Alkitab sangat menekankan hal ini.

Yudas 3, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.”

Alkitab tidak menerima ajaran-ajaran lain yang akan mengubah atau menambah isi Alkitab.

Galatia 1:8, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.”

Jika ada sumber-sumber lain yang mengaku sebagai wahyu ilahi, sebagaimana halnya Alkitab, maka sumber-sumber itu harus diuji kebenarannya berdasarkan Alkitab. Allah tidak dapat bertentangan dengan diri-NYA sendiri. Oleh karena itu, apapun yang dinyatakan oleh seorang pembicara atau penulis yang mengaku mendapat wahyu ilahi, tidak dapat bertentangan dengan Alkitab yang kita tahu benar adanya. Jika pernyataan mereka bertentangan dengan Alkitab, maka jelaslah bahwa mereka tidak berbicara atas ilham dari Allah, baik secara lisan maupun tertulis.

Dalam mempertimbangkan keilahian Kristus, pokok persoalannya bukanlah apakah keilahian Kristus mudah dipercaya atau dimengerti, melainkan apakah keilahian Kristus dinyatakan di dalam firman Allah. Apabila pada mulanya gagasan tentang keilahian Kristus tampaknya tidak masuk akal atau tidak dapat dimengerti, hal itu tidak dengan sendirinya meniadakan kemungkinan bahwa keilahian Kristus itu benar adanya. Alam semesta ini penuh dengan berbagai perkara — seperti gravitasi, sifat cahaya, gelombang cahaya — yang berada di luar jangkauan akal manusia pada saat ini, tetapi sekalipun demikian, benar adanya. Alkitab mengajarkan bahwa Allah tidak dapat dimengerti oleh akal manusia.

Ayub 11:7, “Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?”

Ayub 42:2-6, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

Mazmur 145:3, “Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.”

Yesaya 40:13, “Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?”

Yesaya 55:8-9, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Roma 11:33, “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita percaya tentang apa yang dikatakan Allah mengenai diri-NYA sendiri, tidak menjadi persoalan, apakah kita dapat sepenuhnya memahaminya atau tidak.

Mengenai penyataan diri Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus, Alkitab berkata:

Ibrani 1:1-3, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,”

Yesus Kristus adalah Firman Allah yang Hidup. Ia menyatakan Allah. Ketika seorang pengikutnya berkata, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami”, Yesus menjawab, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Rasul Paulus menyebut Yesus Kristus sebagai “gambar Allah yang tidak kelihatan”. Dengan demikian, sebagaimana akan dibahas di dalam tulisan ini, memandang Yesus Kristus dan mendengarkan Dia sama saja dengan memandang dan mendengarkan Allah.

APA YANG DIPERSOALKAN?

Apabila Yesus Kristus adalah Allah dalam wujud manusia, maka Ia adalah satu-satunya yang patut didengarkan, dihormati, dan bahkan disembah. Ini berarti bahwa Allah yang menciptakan bulan dan bintang, yang menempatkan milyaran planet di angkasa, Allah itu jugalah yang menjelma menjadi manusia, yang hidup dan melangkahkan kaki-Nya di atas muka bumi ini, dan merelakan diri-NYA mati di tangan ciptaan-NYA sendiri. Kematian-NYA mempunyai arti yang jauh lebih besar daripada kematian seorang yang baik. Dari segala masa, kematian-NYA merupakan pengorbanan terbesar, suatu penyataan kasih yang tidak terukur dalamnya. Oleh karena itu, memperlakukan Yesus sekedar sebagai manusia dalam arti makhluk ciptaan merupakan suatu penghujatan. Gagal dalam menyelaraskan kehidupan kita dengan ajaran-ajaran-NYA akan berarti kehilangan kehidupan itu sendiri.

Sebaliknya, apabila Yesus Kristus bukan Allah, melainkan makhluk ciptaan yang lebih rendah derajatnya, kita hanya akan merasa berterima kasih atas kehidupan, kematian, dan pengajaran-NYA, tetapi kita tidak akan menyembah Dia sebagai Allah. Bila kita menganggap Dia makhluk ciptaan Allah, lalu kita menyembah Dia sebagai Allah, itu merupakan suatu kesalahan yang sangat besar. Mengapa? Karena dengan demikian kita menjadikan Dia berhala yang menempati kedudukan Allah. Alkitab dengan tegas menentang penyembahan berhala. Allah mengatakan bahwa Ia tidak akan memberikan kemuliaan-NYA kepada yang lain, dan bahwa tidak ada Allah lain selain Dia, dan bahwa kita harus menyembah Dia saja. Jadi persoalannya, Yesus betul-betul Allah atau Ia bukan Allah. Percaya kepada Dia sebagai yang lain-lainnya merupakan suatu bentuk penghujatan, suatu penyembahan berhala.

Pembahasan seperti ini dapat menjadi sangat rumit, bergantung pada ajaran apa yang telah diterima seseorang. Berbagai argumentasi dapat dikemukakan untuk mendukung ataupun menentang keilahian Kristus. Misalnya, jika seseorang telah diajari bahwa Allah adalah satu Pribadi dan bahwa Yesus Kristus adalah makhluk ciptaan, maka dalam membaca Alkitab untuk pertama kalinya, ia dapat menemukan ayat-ayat yang kelihatannya mendukung pandangan tersebut. Sebaliknya, apabila seseorang telah diajari bahwa Allah adalah Yang Mahatinggi, sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan bahwa Anak melepaskan kesetaraan-NYA dengan Allah untuk menjadi manusia di dalam pribadi Yesus Kristus, maka ia dapat menemukan ayat-ayat yang mendukung pandangan tersebut. Jadi pertanyaannya bukanlah apakah setiap pandangan itu dapat memberi alasannya, melainkan pandangan mana yang mempunyai bukti yang terkuat. Pandangan mana yang sebenarnya dinyatakan di dalam keseluruhan Alkitab?

Dalam mempertimbangkan kedua pandangan itu kita yakin bahwa kita dapat memberikan sanggahan yang mantap terhadap semua ayat yang dimanfaatkan untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus bukanlah Allah. Akan kita tunjukkan bahwa Alkitab menyebut Yesus Kristus dengan nama-nama dan sebutan-sebutan Allah. Akan kita tunjukkan dari Alkitab bahwa Yesus Kristus layak disembah dan manusia patut berdoa kepada-NYA. Kita akan memberi jawaban terhadap semua argumentasi yang menentang kebenaran bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Akan kita buktikan dari sejarah gereja — sebelum Dewan Nicene pada tahun 325 Masehi — bahwa kepercayaan akan keilahian Yesus Kristus sejak semula merupakan pandangan yang ortodoks.

Jelaslah bahwa pandangan-pandangan itu tidak mungkin kedua-duanya benar. Akan jauh lebih mudah kalau masalahnya hanya menyangkut soal ketulisan, tetapi tidaklah demikian halnya. Yang dipersoalkan ialah: Pandangan mana yang benar?

Roma 10:2, “Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.”

DEFINISI PERISTILAHAN

Sebelum seseorang dapat memahami ayat-ayat Alkitab yang berkenaan dengan keilahian Yesus Kristus, ia perlu diberi definisi yang memadai tentang hakekat Allah, tentang pribadi serta hakekat Yesus Kristus.

ALLAH

Alkitab menyatakan bahwa Allah itu suatu pribadi; Ia cerdas, penuh kasih, adil, setia, kekal, kreatif, dan berada dalam interaksi yang dinamis dengan ciptaan-NYA. Ciri-ciri Allah dapat dirangkum ke dalam dua kelompok: ciri-ciri umum dan ciri-ciri moral. Allah — menurut ciri-ciri-NYA yang umum — bersifat unik, kekal, tidak berubah, mahakuasa, mahatahu, mahahadir, roh, dan suatu pribadi. Ciri-ciri moral Allah mencakup kekudusan, keadilan, kasih, dan kebesaran-NYA. Kekristenan mengajarkan bahwa Allah berdaulat; Ia menopang dan memerintah alam raya, dan sebagaimana yang akan kita tunjukkan. Ia menjelma menjadi manusia — Yesus Kristus dari Nazaret.

YESUS KRISTUS

Yesus Kristus merupakan sebuah nama dan sebuah sebutan. Nama Yesus (bahasa Indonesia) dalam bahasa Yunani adalah sous; kata itu berasal dari bahasa Ibrani yeha” atau yeh”a dari YHVH dan yasya” yang artinya “YHVH Juruselamat” atau “TUHAN menyelamatkan”. Sebutan Kristus (bahasa Indonesia) berasal dari kata Yunani khristos, bahasa Ibraninya masyiakh (Daniel 9:26), artinya “Yang Diurapi”. Dua jabatan, yaitu raja dan imam, tercakup dalam pemakaian sebutan Kristus. Sebutan itu menyatakan bahwa Yesus adalah Imam dan Raja yang dijanjikan Allah dalam nubuat-nubuat Perjanjian Lama.

Selain itu, kita percaya bahwa waktu hidup di dunia ini Yesus Kristus mempunyai dua hakekat: Ia manusia dan Ia Allah. Dengan demikian, kita mempunyai pandangan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati (pada hakekatnya), namun juga manusia sejati. Ia adalah Allah yang menyatakan diri dalam wujud manusia. Alkitab menggambarkan Yesus Kristus sebagai Allah maupun manusia.

Filipi 2:5-11, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Setelah menjajaki definisi tentang Allah dan Yesus Kristus, kita akan mencoba menjawab satu pertanyaan lagi.

MENGAPA ALLAH MAU MENJADI MANUSIA?

Bagaimana manusia yang serba terbatas seperti kita ini dapat memahami Allah yang tidak terbatas? Sangat sulit bagi kita untuk memahami hal-hal abstrak seperti kebenaran, kebaikan, atau keindahan kalau kita tidak memiliki contoh-contoh yang tampak oleh mata kita. Kita dapat mengenal keindahan karena kita dapat melihat keindahan itu pada suatu benda yang indah; kita dapat mengenal kebaikan karena kebaikan itu terlihat di dalam diri orang yang baik, dan sebagainya. Tetapi bagaimana dengan Allah? Bagaimana orang dapat mengerti seperti apa Allah itu?

Sampai tahap tertentu kita dapat mengenal Allah kalau Allah mewujudkan diri-NYAdalam suatu bentuk yang dapat dipahami oleh manusia, yaitu dengan menjadikan diri-NYA seorang manusia. Walaupun demikian, memang dalam wujud manusia Ia tidak akan dapat menyatakan sifat-NYA yang kekal dan yang mahahadir — tidak akan ada waktu dan ruang untuk itu, tetapi IA dapat secara kelihatan menyatakan sifat-sifat-NYA.

Itu adalah berita yang disampaikan di dalam Perjanjian Baru. Rasul Paulus berkata bahwa di dalam Kristus berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an. Kristus menjadi manusia supaya manusia dalam batas-batas tertentu dapat memperoleh pengertian tentang Allah yang tidak terbatas.

Alasan kedua mengapa Allah mau menjadi manusia ialah untuk menjembatani jurang pemisah antara Allah dan manusia. Seandainya Yesus Kristus “hanyalah” seorang manusia atau makhluk ciptaan, maka jurang pemisah antara Allah dan manusia — antara yang tidak terbatas dan yang terbatas, antara Pencipta dan yang diciptakan, antara Yang Kudus dan yang tidak kudus — akan tetap ada. Supaya kita dapat mengenal Allah, maka Allah harus turun kepada kita. Tidak ada “makhluk ciptaan” yang dapat menjembatani jurang antara Allah dan manusia, seperti halnya segumpal tanah liat tidak dapat mengerti atau mencapai taraf sang penjunan. Karena kasih, Allah telah turun ke dunia ini, kepada kita. Ia membuka jalan supaya semua orang dapat mengenal Dia.

Sumber: Jesus: A Biblical Defense for His DeityPenulis : Josh McDowell & Bart Larson

  1. budi
    2 Maret 2013 pukul 5:51 AM

    shalom sdr Dede, ada website http://www.cahayapengharapan.org di situ ada buku online setebal 700 san halaman tentang TUHAN YESUS KRISTUS, sebagai MESIAS,ANAK ALLAH,TUAN atau Lord tetapi bukan ALLAH,karna ALLAH ESA dan tdk Alkitabiah tritunggal. Bagaimana pendapat saudara? saya pembaca pedang roh

  2. 12 Maret 2013 pukul 7:09 AM

    Saya masih dalam tahap mengimani agama Allah…
    setelah membaca artikel yang Kak Dede posting, mata saya sedikit terbuka tentang Yesus
    Saya dengar kisah Yesus yang dicambuk, disalib dan tangannya di paku, kepalanya dililitkan dengan kawat berduri….setelah beberapa lama, kemudian Ia mati…
    Hal yang membuat saya bertanya adalah apakah Allah dalam tubuh Yesus itu merasakan kesakitan dari siksaan2 itu, yang kemudian tidak dapat menahan rasa sakit sehingga Allah keluar dari tubuh Yesus… dan akhirnya ia mati…?
    Pada saat saya membuat pertanyaan ini, muncul pertanyaan kembali yaitu
    Bila Allah saja yang merupakan Tuhan semesta alam yang diberikan siksaan seperti itu dan ia menyerah dengan siksaan itu, berarti pada saat Hari Pembalasan nanti, seluruh manusia yang berdosa tidak akan disiksa melebihi siksaan2 semacam itu karena Allah yang merupakan Tuhan, tidak dapat menahan siksaan seperti itu…

    saya sangat berharap Kak Dede bisa memberikan penjelasannya… sehingga pencerahan mengenai agama ini semakin dalam…

  3. Julian
    12 Maret 2013 pukul 7:12 PM

    Tuhan Pencipta Alam Semesta tidak pernah menyebut diriNya sebagai Allah, tidak ada kata Allah didalam Kitab aslinya Tanakh, melainkan Yahweh.

    Sementara kata “Allah” baru muncul diabad ke 7 Masehi yang ditulis di Al-Quran oleh Mohammed, kenapa anda menyamakan Yahweh Pencipta Alam Semesta dengan Allahnya Umat Muslim ??

    Kitab Kejadian yang ditulis oleh Moses sekitar 1.400 SM atau sekitar 3.400 tahun yang lalu telah menyebutkan bahwa Yahweh adalah Tuhan yang menciptakan Bumi dan Alam Semesta, kenapa Allah baru nongol abad ke 7 Masehi ? Dari dulu si Allah ngapain aja ? Tidur ya ??

    he he

    Julian di Manado.

  4. Tuhan
    13 Maret 2013 pukul 11:59 AM

    @julian antek Yahudi : elohim , pencipta jagat raya tdk pernah menyebut dirinya Tuhan, tidak ada kata Tuhan didalam Alkitab aslinya Tanakh, melainkan Elohim

    sementara kata “Tuhan” baru muncul ketika si sesat julian mengerti bahasa Indonesia ha ha ha , kenapa anda menyamakan Elohim pencipta jagat Raya dengan Tuhan ? BODOK seperti KODOK dalam TIPU Yahweh si Iblis Pencemburu El Putra Bapa yg kudus yaitu Yesus kristus

    Kitab Kejadian yang ditulis oleh Moses sekitar 1.400 SM atau sekitar 3.400 tahun yang lalu telah menyebutkan bahwa Yahweh adalah Elohim yang menciptakan Bumi dan Alam Semesta, kenapa TUhan baru nongol setelah si sesat Julian bisa berbahasa Indonesia ? Dari dulu si Tuhan ngapain aja ? Tidur ya ?? ha ha ha

    inilah percakapan Orang sesat ketemu orang sadar akan kasih Tuhan Yesus, si julian yg sesat tdk mengerti mengunakan Bahasa Indonesia dan bahasa dibelahan dunia yg lainnya , sehingga dia hanya mengerti Yahweh sebagai Tuhan dan tdk sama dengan Allah Ha ha ha … padahal Elohim memiliki banyak sebutan disetiap belahan dunia manapun karena Elohim artinya Tuan/tuhan pencipta jagat Raya/alam semesta … Tapi si sesat Julian Hanya fanatik dengan Bahasa Yahudi karena korban Iklan dan ancaman Neraka bohongan si otak licik yahudi , membuat si Bodok julian menjadi menghinakan dirinya sendiri dimata Yahudi Iblis dan akhirnya terkutuk di neraka yg diharapkan Iblis Yahudi ha ha ha

    bertobatlah dalam Kasih Tuhan Yesus bukan dalam perangkap Yahudi iblis Yahweh ha ha ha

  5. heartmind87
    14 Maret 2013 pukul 4:06 AM

    please…. tolong jawab pertanyaan… siapa pun,,
    berikan saya gambaran…

  6. Tuhan
    14 Maret 2013 pukul 9:36 AM

    heartmind87 :
    please…. tolong jawab pertanyaan… siapa pun,,
    berikan saya gambaran…

    disini blog antek2x Yahudi ,sdh dicuci otak ama Yahudi jadi anti Allah bapa dan putera dan roh kudus … mereka tdk ada kasih , mereka mengatasnamakan kasih Tuhan Yesus untuk menciptakan kebencian dan kecemburuan kepada Kasih itu sendiri hahaha sesat…

    blog ini cocok dengan Agama Yahudi bukan kristen … sadarlah kawan sdh terlalu banyak kristen menjadi antek Yahudi ,, kembalilah kepada “Kabar baik” hubungan mu dengan Allah bapa dan putera dan oh Kudus dalam kasih nya yg sejuk …

    Gbu

  7. Chris
    14 Maret 2013 pukul 11:34 PM

    Faktanya memang tidak ada kata Allah didalam Kitab aslinya, yaitu Kitab Tanakh, yang ada adalah YAHWEH, kata YAHWEH ini kemudian oleh Lembaga Alkitab Indonesia diganti menjadi “TUHAN” dengan huruf kapital besar.
    Silahkan anda semua lihat di Alkitab terbitan LAI dibagian Kamus bagian belakang, Lembaga Alkitab Indonesia sendiri mengakui bahwa kata YAHWEH diganti menjadi TUHAN, tapi TUHAN bukan “nama pribadi” melainkan sebutan, padahal sebetulnya YAHWEH adalah nama pribadi dan tidak bisa diganti dengan nama sebutan.

    Sementara kata Allah bukan bahasa Ibrani melainkan bahasa Arab, yang diperkenalkan oleh Nabinya umat muslim bernama Muhammed diabad ke 7 sementara YAHWEH sudah disebutkan sekitar 1.400 tahun Sebelum Masehi atau sekitar 1.900 tahun sebelum kata Allah muncul.
    Yesus Kristus sendiri dikitab aslinya jelas tidak pernah menyebut kata Allah, apabila kita membaca Kitab Suci Indonesian Literal Translation sangat jelas dibeberapa Ayat terlihat Yesus beberapa kali menyebut kata YAHWEH.
    Apabila kita umat kristen ingin menyembah Tuhan otomatis yang seharusnya kita sembah adalah YAHWEH, Tuhan Pencipta Alam Semesta.

    Halelu YAH ===> Halelu (Terpujilah) YAH (kependekan dari nama YAHWEH)

  8. River Jordan
    15 Maret 2013 pukul 12:32 AM

    Menurut saya si Pemilik forum adalah orang yang sangat aneh; coba kita lihat diatas tertulis Blog penting Dede Wijaya kemudian dia sendiri menulis :

    “Takut akan Yahweh adalah permulaan pengetahuan”.

    Kemudian dia membuat forum berjudul “Yesus Kristus adalah Allah”

    Mas Dede Wijaya yang terhormat, Yesus Kristus tidak ada hubungan dengan Allah yang disembah oleh Umat Muslim, dan kita tidak bisa mengganti nama Yahweh yang Kudus dengan nama yang lain.

    Kitab Suci ILT
    Kitab Ulangan 5:1 : “Jangan menyebut Nama YAHWEH, Elohimmu, untuk kesia-siaan, karena YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut Nama-Nya untuk kesia-siaan.

  9. Tuhan
    15 Maret 2013 pukul 6:41 AM

    River Jordan :
    Menurut saya si Pemilik forum adalah orang yang sangat aneh; coba kita lihat diatas tertulis Blog penting Dede Wijaya kemudian dia sendiri menulis :
    “Takut akan Yahweh adalah permulaan pengetahuan”.
    Kemudian dia membuat forum berjudul “Yesus Kristus adalah Allah”
    Mas Dede Wijaya yang terhormat, Yesus Kristus tidak ada hubungan dengan Allah yang disembah oleh Umat Muslim, dan kita tidak bisa mengganti nama Yahweh yang Kudus dengan nama yang lain.
    Kitab Suci ILT
    Kitab Ulangan 5:1 : “Jangan menyebut Nama YAHWEH, Elohimmu, untuk kesia-siaan, karena YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut Nama-Nya untuk kesia-siaan.

    hai…. penyembah Yahweh palsu yg menyangkal allah Bapa dan Putera dan Roh Kudus Elohim pencipta jagat raya , kalian saling menghujat dan menghinakan satu sama yg lain ,itu adalah sifat iblis dan setan ha ha ha
    ingin memuliakan diri sendiri mengatasnamakan tuhan dan puteranya ha ha ha
    begitulah sifat2x setan yg akan menjerumuskanmu kedalam Neraka siksa yg dipalsukan sebagai kerajaan nya ha ha ha

    Bertobatlah atas nama Bapa dan Putera dan Roh kudus tri tunggal elohim pencipta jagat raya/alam semesta melalui kasihnya yg Sejuk

  10. edy yunus
    21 Maret 2013 pukul 6:59 AM

    astaga,astofirulloh haalllaazzziziiimmmm.,…anak anak ini pada ribut mengenai buku ,yang menceritakan HUBUNGAN AKRAB antaraSANG pencipta dengan ciptaanNya,ya pasti ga bisa nyambung,hanya berkungfu kata,karate kalimat ,bersilat kalimat memahami dari pikiran manusia yang lebih dulu menulis PENDAPAT/PEMAHAMAN pribadinya tentang kisah dan kejadian dalam alkitab,bahwa alkitab itu kitab suci,tapi apakah ada yang sudah masuk dalam inti alkitabnya ,yaitu BERGAUL AKRAB dengan sangPencipta itu,supaya pemahamannya ga selalu simpang siur.
    Tujuan Tuhan(pencipta segala sesuatu yang baik) memberikan alkitab pada manusia(ciptaan yang paling disayang Tuhan Sang pencipta itu,namanya banyak di alkitab)adalah perkenanan SANG pencipta itu kepada dirinya(manusia),karena dosa opung pung pung pung adam semua manusia kehilangan kekudusan (yang memungkinkan manusia TIAP saat bergaul akrab dengan NYA)jadi sekarang sangat banyak org kristen belum kembali pada tujuan Pencipta ,eh malah hanya saling berkutat dengan keterbatasan memory intelegensi,pikiran nya aja,sehingga satu dengan lainnya merasa paling ngerti,tau lebih banyak tentang Tuhan Pencipta,tapi lupa gak nanya bagaimana mempelajari pergaulan pribadinya dengan Pencipta,aneh gak,……..

  11. Anton
    31 Maret 2013 pukul 2:15 AM

    Hindari perdebatan yang sia-sia, jangan jadikan dirimu (tanpa kau sadari) menjadi koncox iblis untuk memisahkan kawanan domba2 … berdoalah kepada Yesus. Jangan memakai kemampuanmu sendiri minta Roh Kudus yg membimbing hati dan akalmu.

  12. Noldi
    24 April 2013 pukul 3:05 AM

    Anda yg memakai nama Tuhan, anda sendiri keliatan sekali bukan Tuhan ! Jadi anda sudah memakai nama Tuhan untuk menghina orang lain ! Komentar anda sangat sangat melecehkan, menghina & tidak mencerminkan nama “Tuhan”. Saya rasa anda orang yg disusupkan iblis ke forum ini.

  13. Tuhan
    25 April 2013 pukul 12:36 PM

    dengan demikian ,menjadi jelas semua bahwa nick name Noldi lah sang penuduh,dan pendosa… dan sekarang menghina saya susupan iblis …
    hai… budak iblis Noldi ,bertobatlah!!! dalam nama bapa dan putera dan roh kudus amen …enyahlah iblis dari domba-dombanya Gbu

  14. 25 April 2013 pukul 3:37 PM

    Aduh… pertanyaanku belum terjawab kasihan… dari 12 Maret yang lalu… belum ada yang jawab…
    “Saya masih dalam tahap mengimani agama Allah…
    setelah membaca artikel yang Kak Dede posting, mata saya sedikit terbuka tentang Yesus
    Saya dengar kisah Yesus yang dicambuk, disalib dan tangannya di paku, kepalanya dililitkan dengan kawat berduri….setelah beberapa lama, kemudian Ia mati…
    Hal yang membuat saya bertanya adalah apakah Allah dalam tubuh Yesus itu merasakan kesakitan dari siksaan2 itu (dalam menebus dosa manusia), yang kemudian tidak dapat menahan rasa sakit sehingga Allah keluar dari tubuh Yesus… dan akhirnya ia mati…?
    Pada saat saya membuat pertanyaan ini, muncul pertanyaan kembali yaitu
    Bila Allah saja yang merupakan Tuhan semesta alam yang diberikan siksaan seperti itu dan ia menyerah dengan siksaan itu, berarti pada saat Hari Pembalasan nanti, seluruh manusia yang berdosa tidak akan disiksa melebihi siksaan2 semacam itu karena Allah yang merupakan Tuhan, tidak dapat menahan siksaan seperti itu…
    saya sangat berharap Kak Dede bisa memberikan penjelasannya… sehingga pencerahan mengenai agama ini semakin dalam”.
    Kak Dede..tolong langsung di jawab…

  15. King James
    14 Mei 2013 pukul 11:28 AM

    Mas Dede Wijaya yang terhormat, anda mengatakan bahwa Alkitab menyatakan bahwa Allah itu suatu pribadi ??

    Maksud anda Alkitab yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan ???

    Karena didalam Alkitab aslinya yaitu Tanach (PL) dan Pentateuch (PB) SAMA SEKALI TIDAK ADA DAN TIDAK PERNAH SATUPUN TERTULIS KATA ALLAH.

    Apabila Mas Dede ingin membuat suatu tema/topix, alangkah baiknya Mas Dede mensurvey terlebih dahulu karena Mas Dede bisa menyesatkan banyak orang.

    ALLAH sama sekali bukan Yesus Kristus dan sama sekali tidak ada hubungan dengan Yesus, karena ALLAH adalah Tuhan yang disembah oleh penduduk Mekah..kata ALLAH adalah Bahasa Arab Kuno untuk DEWA BULAN dan BINTANG.

    ALLAH tidak beranak dan diperanakan alias TIDAK PUNYA ANAK DAN TIDAK PERNAH DILAHIRKAN walaupun dalam sejarah kepercayaan penduduk Mekah, ALLAH memiliki 3 puteri (Al-at, Al-Uzza dan Manat) yang kemudian tradisi kepercayaan penduduk Mekah ini dihapus oleh Muhammed.

    Mas Dede tidak lihat pembakaran 14 gereja di Malaysia yang dilakukan oleh Umat Muslim di Malaysia ??

    Umat Muslim Malaysia marah karena umat Kristen Malaysia mencantumkan nama Tuhan mereka, ALLAH didalam Alkitab Bahasa Melayu.

    Sementara di Indonesia sudah lebih dari 500 gereja yang hangus rata karena dibakar oleh Umat Muslim di Indonesia karena umat Kristen memprovokasi mereka dengan menggunakan nama Tuhan mereka, ALLAH didalam Gereja2 Kristen..nama yang seharusnya memang tidak pernah tercantum didalam Kitab Asli BIBLE yaitu Tanach.

    Apabila Mas Dede seorang Kristen, saya anjurkan kepada Mas Dede untuk tidak memprovokasi Umat Muslim dengan Forum seperti ini.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: