Beranda > RENUNGAN > Tanggung Jawab Menggunakan Waktu

Tanggung Jawab Menggunakan Waktu


by Dr. Richart A. Swenson, M.D

Menggunakan waktu secara disiplin

Kehidupan yang menurut kemauan Tuhan merupakan hasil dari kehidupan kristen yang disiplin. Dan kehidupan kristen yang disiplin tidak terlepas dari pemakaian waktu yang disiplin pula. Jika kita ingin menjadi seperti Yesus, kita juga harus mendisiplin diri dalam menggunakan waktu. Yesus melakukan hal itu. Allah memberi kita waktu dan pekerjaan untuk kita lakukan dalam hidup kita. Semakin kita menjadi seperti Yesus, semakin kita mengerti, mengapa waktu yang Tuhan berikan kepada kita harus digunakan secara disiplin. Berikut ini ada sepuluh jawaban yang Alkitabiah.

1. Gunakanlah waktu secara bijaksana “karena hari-hari ini adalah jahat”

Menggunakan waktu secara bijaksana “karena hari-hari ini adalah jahat” adalah imbauan dan peringatan yang tercantum dalam Efesus 5:15-16. Dengan kalimat ini Rasul Paulus memperingatkan orang-orang Kristen di Efesus untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya karena kemungkinan saat-saat itu mereka sedang menghadapi masa aniaya (KPR 19:23 dan 20:1). Walaupun pada zaman ini kita tidak menghadapi masa aniaya seperti yang dihadapi jemaat mula-mula, dunia ini dimana kita hidup, tidak mendukung kita untuk menggunakan waktu secara bijaksana, terutama untuk tujuan yang rohani. Sesungguhnya, hari-hari yang kita hadapi sekarang ini adalah hari-hari yang penuh dengan kejahatan. Banyak pencuri-pencuri waktu; mereka adalah kaki tangan dunia, kedagingan dan iblis. Mereka beraksi dalam berbagai bentuk, mulai dari teknologi canggih, sampai dengan hal yang sederhana seperti bergosip atau melamun. Jalan pikiran kita yang sudah tercemar sifat dosa, tubuh kita, dunia ini, sesungguhnya mengarahkan kita pada hal yang jahat. Bukan pada keadaan seperti Yesus.

2. Menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya merupakan persiapan untuk memasuki kekekalan

Anda harus mempersiapkan diri memasuki kekekalan dengan memanfaatkan waktu. Pernyataan itu mempunyai dua arti. Arti yang pertama: Sewaktu Anda hidup di dunia ini, ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mempersiapkan diri memasuki alam baka. Sekali Anda sudah melewati batas waktu hidup Anda di dunia ini, Anda tidak akan mempunyai kesempatan lagi. Tidak akan ada kesempatan yang kedua. Sekarang sampailah kita pada arti yang kedua: Jangan terlambat menggunakan kesempatan yang masih Anda miliki sekarang ini. Firman Tuhan memperingatkan kita” “…. sekarang inilah waktu yang diperkenankan itu. Sekarang inilah hari untuk diselamatkan!” (2 Korintus 6:2b). Sekarang inilah saatnya untuk mengambil keputusan yang tepat dan benar; saat ini adalah saat yang tepat untuk mempersiapkan diri, dimana Roh Anda kelak akan mengalami kekekalan. Kalau Anda belum membereskan perkara itu, sekaranglah waktunya untuk membereskannya. Hendaklah Anda tidak menunda-nunda untuk datang kepada Dia yang menciptakan Anda, Dia yang memberi Anda “waktu” ini.

3. Waktu ini singkat sekali

Walaupun Anda mungkin masih akan hidup berpuluh-puluh tahun lagi, pada kenyataannya “hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14). Hidup yang paling lama pun akan terbukti singkat sekali bila dibandingkan dengan kekekalan. Seberapa lama pun, kehidupan di dunia ini tidaklah lama. Jadi, berapa lama pun waktu yang masih Anda miliki untuk bertumbuh menjadi seperti Yesus, waktu yang Anda miliki itu tidak banyak. Maka dari itu, pergunakanlah sengan sebaik-baiknya.

4. Waktu sedang terus berlalu

Selain singkat, waktu yang tersisa ini sedang terus berlalu, sisa waktu yang masih Anda miliki dalam hidup ini tidak dapat disimpan seperti sebungkah es batu yang dapat Anda ambil dari lemari es batu bilamana Anda siap menggunakannya. Kita memakai istilah “mengirit waktu”, “membuat waktu”, mengulur-ulur waktu”, dsb. Namun waktu tetap berlalu dengan cepat. Kalau kita tidak mulai mendisiplin diri menggunakan waktu demi menjalani kehidupan yang menurut kehendak Tuhan, nanti akan semakin sulit.

5. Berapa lamakah waktu yang tersisa ini?

Selain singkat dan sedang terus berlalu dengan cepat, kita tidak dapat mengetahui tinggal berapa lama waktu yang tersisa ini. Amsal 27:1: “janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.” Ada beribu-ribu orang yang memasuki alam kekekalan pada hari ini; di antara mereka banyak yang lebih muda daripada Anda. Mereka tidak menduga bahwa hari ini akan mejadi hari yang terakhir dalam kehidupan mereka. Seandainya saja mereka dapat mengetahui hal itu sebelumnya, mereka tentu akan memanfaatkan waktu yang mereka miliki dengan lebih baik.

6. Waktu yang sudah lewat tidak dapat ditarik kembali

Anda dapat kehilangan banyak hal, tetapi Anda dapat memperoleh hal-hal itu kembali. Banyak orang menyatakan dirinya bangkrut tetapi kemudian dapat menjadi lebih kaya lagi. Tetapi tidak demikian dengan waktu. Bila waktu sudah berlalu, waktu itu akan berlalu untuk selamanya, tidak dapat diambil kembali. Tuhan memberi Anda waktu yang ada sekarang ini agar Anda mendisiplin diri demi hidup menurut kemauan Tuhan. Di antara para pembaca, mungkin ada yang merasa sedih karena sudah bertahun-tahun menyia-nyiakan waktu. Tetapi bagaimanapun juga, Anda masih dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada sekarang ini: Bersikaplah seperti Rasul Paulus yang berkata, “…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”(Filipi 3):13-14). Tuhan selalu siap mengampuni Anda bila Anda bertobat. Dan Anda akan menyenangkan hatiNya bila Anda mau mulai berusaha mendisiplin diri memanfaatkan dan memakai waktu yang masih ada sekarang ini.

7. Anda bertanggungjawab kepada Tuhan atas penggunaan waktu

Kita disadarkan melalui Roma 14:12, “demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.” Perkataan “setiap orang” berarti orang Kristen maupun yang bukan kristen. Dan walaupun orang Kristen sudah diselamatkan oleh kasih karunia, bukan oleh perbuatan baiknya, di surga kelak kita akan diberi upah berdasarkan perbuatan kita. Jadi dari kita tidak saja akan diminta pertanggungjawaban atas penggunaan waktu, tetapi ternyata upah yang akan kita terima nanti bergantung pada bagaimana kita menggunakan waktu di bumi ini. Bahwa Tuhan akan meminta pertanggungjawaban dari kita, menyangkut bagaimana kita memakai waktu untuk mendisiplin diri hidup menurut kemauan Tuhan, didukung oleh firman Tuhan dalam Ibrani 5:12. Melalui ayat itu Tuhan menegur orang-orang Kristen Yahudi yang gagal menggunakan waktu guna mencapai kedewasaan rohani – kehidupan rohani yang matang: “Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari pernyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras!”. Tuhan Yesus berkata, …” Aku berkata kepadamu: setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman” (Matius 12:36). Kalau kita harus bertanggungjawab kepada Tuhan atas setiap kata yang kita ucapkan, tentu kita harus bertanggungjawab atas setiap waktu yang kita gunakan secara sia-sia. Cara yang bijaksana untuk menanggapi kebenaran itu: Mengevaluasi penggunaan waktu Anda, dan mulai berusaha menggunakannya dengan sebaik-baiknya.

8. Waktu itu sangat mudah menjadi sia-sia

Mengapa kitab Amsal memanggil seseorang dengan sapaan “si pemalas?” karena ia malas memanfaatkan waktu yang diberikan Tuhan kepadanya. Si pemalas mahir memakai bermacam-macam alasan untuk menghindari tanggung jawab menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Pemalas pada zaman sekarang ini adalah orang yang tidak mau bekerja; juga yang tidak mau pergi ke gereja. Si pemalas kelihatannya tidak pernah mempunyai waktu untuk hal-hal yang penting, terutama untuk hal-hal yang menuntut disiplin dari dirinya. Waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya disia-siakannya dengan begitu saja. Sebagaimana yang dikatakan Amsal 24:33-34: “tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi.” Mudah sekali untuk menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Anda tidak perlu melakukan apa-apa untuk membuang-buang waktu.

9. Sewaktu menghadap ajal, kita baru menghargai waktu

Seseorang biasanya baru betul-betul menghargai uang kalau ia sudah kekurangan uang atau kalau ia sudah tidak mempunyai uang lagi. Demikian juga, biasanya seseorang baru betul-betul menghargai waktu kalau ia sudah diambang pintu kematian.

Pada diri orang-orang yang sepanjang hidupnya menolak Tuhan Yesus, hal itu terlihat secara nyata. Menjelang kematiannya, Voltaire berkata kepada dokternya, “Saya akan memberi Anda setengah dari harta saya jika Anda dapat memperpanjang hidup saya enam bulan lagi.” Begitu mengenaskannya jeritan hatinya ketika ajalnya tiba sampai-sampai perawat yang mendampingi dia pada waktu dia meninggal berkata, “Walau saya ditawarkan semua kekayaan yang ada di Eropa, saya tidak mau lagi melihat kematian seperti itu.” Kita perlu memetik pelajaran dari kematian yang mengerikan seperti itu. Datanglah kepada Kristus selagi masih ada waktu. Sedangkan bagi kita yang sudah menyerahkan hidupnya kepada Kristus, kita harus mengetahui bahwa sekalipun menjelang ajal nanti kita diberi tambahan beberapa tahun lagi untuk hidup, hal itu akan percuma saja kalau kita tidak mengubah sikap kita dalam menggunakan waktu. Karena itu, waktunya untuk menghargai waktu ialah sekarang, tidak hanya nanti menjelang kematian.

Alkitab memberi peringatan terhadap orang-orang yang lebih mengejar kenikmatan hidup daripada sukacita hidup di jalan Tuhan. Mereka ini nanti akan menyesal jika waktu mereka telah habis. Seandainya Anda tiba-tiba menyadari bahwa hari kematian Anda sudah tiba, Apakah Anda akan menyesali cara Anda menggunakan waktu yang sudah berlalu? Cara Anda memanfaatkan waktu dapat menghibur hati Anda pada saat-saat menjelang ajal. Memang ada hal-hal yang akan Anda sesali, tetapi tidakkah Anda akan senang bila mengingat Anda sudah menggunakan waktu untuk hidup menurut pimpinan Roh Kudus? Tidakkah Anda akan senang bila mengingat Anda menggunakan waktu untuk membaca Alkitab, berdoa, beribadah, mengabarkan injil, melayani dsb? Tidakkah Anda akan terhibur bila Anda mengingat bagaimana Anda sudah berusaha mematuhi Tuhan, menjadi semakin seperti Yesus yang dihadapanNya Anda akan berdiri pada hari penghakiman? (Yohanes 5:22-29). Supaya kelak Anda tidak menyesal, mengapa Anda sekarang tidak memanfaatkan waktu selagi Anda masih mempunyai waktu?

10. Nilai waktu sekarang ini

Jika ada penyesalan di surga, penyesalan itu tidak lain akan menyangkut persoalan tidak menggunakan waktu di dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk memuliakan Tuhan maupun untuk mencapai kedewasaan rohani.

Dalam kisah mengenai orang kaya yang pergi ke alam maut dan Lazarus yang pergi kepangkuan Abraham (lukas 16:25), terungkap betapa mengenaskannya noda penyesalan orang yang menyia-nyiakan hidup ini. Tuhan Yesus menceritakan bagaimana orang kaya itu yang menderita sengsara memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Lazarus berada bersama Abraham dalam suasana penuh sukacita. Orang kaya tersebut meminta Abraham agar Lazarus disuruh membawa air kepadanya. Tetapi Abraham menjawab, “Anak, ingatlah bahwa Engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.”

Orang kaya itu sudah menyia-nyiakan kesempatan yang pernah dimilikinya. Kesempatan untuk memperoleh hidup yang kekal. Richard Baxter, seorang pendeta bertanya, “Tidakkah mereka akan menyesal untuk selama-lamanya atas perbuatannya menyia-nyiakan hidup ini dan membuang-buang waktu yang sebetulnya Tuhan beri untuk memperoleh keselamatan? Hendaknya kita juga menyadari hal itu melalui pergaulan kita yang akrab dengan Firman Tuhan. Dan hendaknya kita mendisiplin diri memakai waktu untuk hidup menurut kemauan Tuhan. Amen

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: