Beranda > BERITA > Berita Bulan MEI 2013

Berita Bulan MEI 2013


cremateKREMASI TERUS BERTAMBAH POPULER
(Berita Mingguan GITS 11 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Jumlah kremasi di Amerika Utara meningkat drastis. Pada tahun 1975, hanya 6% orang yang meninggal yang dikremasi. Sampai dengan tahun 1996, barulah sekitar 20% orang yang dikremasi, tetapi pada tahun 2010, jumlah itu telah berlipatganda menjadi 40%, dan diperkirakan bahwa pada tahun 2025 nanti, 56% orang Amerika yang meninggal akan dikremasi (statistik didapatkan dari Cremation Association of North Amerika, laporan 2011).

Di negara bagian AS tertentu, persentasenya sudah jauh lebih tinggi, misalnya: Nevada, 72%; Washington, 71%; Oregon dan Hawaii, 69%; Montana, 65%; Maine, 64%; Colorado, 63%; Arizona, 62%; New Hampshire dan Alaska, 61%. (Negara-negara bagian dengan persentasi kremasi yang paling kecil adalah di daerah yang disebut “Bible Belt” – Mississippi, 14%; Alabama, 17%; Kentucky, 21%; Louisiana, 21%; West Virginia, 23%.) Statistik 2010 bagi Kanada adalah 57% secara nasional. Per propinsi, adalah sebagai berikut: British Columbia 81%; Yukon Territory, 63%; Alberta, 64%; Nova Scotia, 61%; Manitoba, 58%; Saskatchewan, 55%; Ontario, 53%; New Brunswick, 46%; Prince Edward Island, 21%.

Menurut sebuah berita utama di USA Today tanggal 5 Desember 1995, penerimaan terhadap kremasi yang semakin meningkat, adalah berbarengan dengan penurunan “hambatan agamawi terhadap kremasi.” Sangatlah menarik bahwa sebuah koran sekuler melihat adanya hubungan antara agama dengan kremasi. Secara historis, penguburan Kristen adalah suatu kesaksian akan iman bahwa suatu hari akan ada kebangkitan tubuh, sementara kremasi telah dipraktekkan di kalangan Hindu dan kelompok lainnya yang percaya akan reinkarnasi.

Ketika paganisme semakin meningkat di hati orang-orang Amerika dan Kanada (dan juga Indonesia), kremasi menjadi semakin populer. “Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah” (1 Kor. 15:42-44).

KEGILAAN PARA PEJUANG HAK ABORSI
(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Ada suatu kebutaan rohani yang sangat mendalam di sekitar gerakan hak aborsi. Sebagai contoh, perhatikan bagaimana mereka sekarang ingin menyamakan hukum anti-aborsi dengan penyiksaan terhadap wanita. PBB telah menerbitkan sebuah laporan yang mengklaim bahwa negara-negara yang gagal untuk mengizinkan aborsi yang legal secara hukum, sama saja dengan mengizinkan “penyiksaan dan penganiayaan” terhadap wanita (“Laporan PBB,” Life News, 8 Maret 2013).

Laporan PBB tersebtu didasarkan pada sebuah laporan tahun 2010 oleh Center for Reproductive Rights, yang menyatakan: “Dalam tahun-tahun belakangan ini, Center for Reproductive Rights dan organisasi-organisasi masyarakat sipil lainnya telah mendokumentasi secara ekstensif bagaimana penindasan hak-hak seksual dan reproduksi wanita meningkat hingga ke level penyiksaan atau CIDT (Cruel, Inhuman, and Degrading Punishment), dan telah beradvokasi agar beratnya pelanggaran ini dapat disadari.” Pada kenyataannya, bayi yang belum lahir itulah yang sedang disiksa dan diperlakukan dengan kekejaman dan ketidakmanusiawian yang ekstrim. Firman Allah berkata, “Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit” (Yes. 5:20).

PAUS BAGI SUATU DUNIA BARU
(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
“Paus bagi Dunia Baru” adalah judul dari sebuah edisi spesial majalah Time 2013. Fokus edisi ini adalah pada Paus Fransiskus, dan mengenai apakah dia akan menjadi agen perubahan dramatis dalam Gereja Katolik atau tidak. Para penulis laporan tersebut menyerukan ” reformasi struktural yang mendalam,” misalnya merestrukturisasi Curia Roma, membuka keimamatan dan posisi-posisi kepemimpinan lainnya bagi wanita, menghapuskan “selibasi” wajib bagi imam, mengizinkan orang-orang yang bercerai dan menikah kembali untuk ikut mengambil wafer misa, dan mengendurkan posisi institusi terhadap “cinta” homoseksual.

Sejak tahun 1960an dan terjadinya Konsili Vatikan Kedua, Gereja Roma Katolik telah menjadi semakin “injili” sementara kaum Injili menjadi semakin “romawi” atau minimal bersikap simpatik terhadap Roma. Tidaklah sulit untuk melihat bagaimana semua ini cocok dengan pembentukan “satu gereja dunia.” Beberapa elemen ekumenisme yang paling kuat adalah gerakan kharismatik, musik kristen kontemporer, dan doa kontemplatif.

KATAK YANG LUAR BIASA
(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 18 April 2013: “Satu jenis katak air Australia yang langka memiliki salah satu sistem yang paling luar biasa untuk membesarkan anak-anaknya di dunia binatang. Jika makhluk lain mencoba metode yang sama, pastilah anak-anaknya akan mati. Katak ini adalah suatu jenis katak Australia yang begitu langka, sehingga ia hanya memiliki nama Latin. Begitu telur-telur katak ini keluar dan dibuahi, katak betina akan menelan telur-telur itu. Kadang-kadang ia akan menunggu hingga telur-telur itu mulai berkembang. Namun, begitu anak-anaknya itu berada di perutnya, ia tidak akan makan lagi hingga delapan minggu. Setelah delapan minggu, anak-anaknya yang kecil akan keluar dari mulutnya. Mengapakah katak-katak muda itu tidak tercerna di dalam perut ibu mereka?

Begitu anak-anaknya berada di perutnya, mereka mulai mengeluarkan jaringan halus zat-zat kimia dari mulut mereka. Di antara zat-zat kimia yang dikeluarkan ini, salah satunya akan membuat perut sang ibu berhenti memproduksi asam. Dengan kata lain, katak-katak muda itu mengubah perut ibu mereka, dari suatu organ untuk mencerna makanan, menjadi suatu tempat bayi yang nyaman dan terlindungi. Para ilmuwan sangat kagum akan sistem katak ini karena tidak ada makhluk lain di alam yang mampu melakukan ini.”

MAJALAH CHRISTIANITY TODAY MEMPROMOSIKAN “KATOLIK YANG INJILI”
(Berita Mingguan GITS 11 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Christianity Today melanjutkan promosi mereka terhadap kegilaan “Katolik yang Injili” dalam resensi mereka atas bukunya George Weigel, Evangelical Catholicism: Deep Reform in the 21st-century Church. Weigel adalah seorang Roma Katolik, dan baru-baru ini ChristianityToday.com menayangkan suatu resensi yang berbunga-bunga atas buku seorang teman Katoliknya, Brantly Millegan, ditambah lagi suatu wawancara positif dengan Weigel yang berjudul “Orang-orang Katolik di jalur yang Injili” yang dilakukan oleh Chris Castaldo, direktur dari Pelayanan Pembaharuan Injil di Pusat Billy Graham di Wheaton College.

Konsep “Katolik yang Injili” dipopulerkan di zamannya almarmuh Yohanes Paulus II, melalui buku-buku seperti Evangelical Catholics (Thomas Nelson, 1990), A House United (NavPress, 1994), dan Evangelical & Catholics toward a Common Mission Together (Word Publishing, 1995) oleh Keith Fournier. Hal ini juga dipopulerkan oleh publikasi pernyataan “Injili dan Katolik Bersama” pada tahun 1994, yang ditandatangani oleh sekitar tiga lusinan pemimpin Injili dan Katolik.

Orang yang mempergunakan istilah “Katolik yang Injili” pada dasarnya mengabaikan fakta bahwa Gereja Roma Katolik mengajarkan suatu injil yang palsu, yaitu injil kasih karunia plus perbuatan/sakramen, dan telah menaruh kutukan kepausan atas siapapun yang mengajarkan keselamatan melalui kasih karunia saja (Konsili Trent), dan mengajarkan lusinan kesesatan-kesesatan lainnya seperti bahwa tradisi Katolik sama kuat dengan Kitab Suci, kelahiran kembali melalui baptisan, transubstansiasi, supremasi paus, penyembahan Maria, penggunaan jimat, dan pengakuan dosa kepada imam. George Weigel mempromosikan kesesatan-kesesatan ini sambil berpura-pura menjadi “injili.” Sebagai contoh, ia menyerukan “pembelajaran Kitab Suci melalui tradisi Gereja,” dan mengusulkan agar pemimpin-pemimpin Katolik “mempersiapkan khotbah mereka dengan sebuah komentari Alkitab yang baik (yang biasa berhaluan Prostestan) di satu tangan, dan Katekismus Gereja Katolik di tangan lainnya.” Christianity Today didirikan oleh Billy Graham, dan telah menjadi kekuatan besar menuju pembangunan “gereja” esa sedunia akhir zaman.

MUSISI-MUSISI ROCK SEBAGAI MEDIUM
Banyak musisi rock yang telah menggambarkan suatu kuasa luar yang menguasai mereka ketika mereka sedang menulis atau memainkan musik rock. Salah satu contoh yang paling baru akan hal ini terdapat di dalam biografi dari Pete Townshend dari The Who, yang mengatakan bahwa dia mulai menjadi suatu medium bagi musik ketika dia belajar memainkan harmonika sewaktu anak-anak. “Saya menjadi terhilang di antara suara organ mulut itu, dan lalu mengalami pengalaman yang paling luar biasa dan mengubah hidup. Tiba-tiba saya mendengar musik di dalam musik – suatu keindahan harmonik yang kaya dan kompleks yang terkunci di dalam suara-suara yang sedang saya buat. Hari berikutnya saya pergi memancing, dan kali ini suara riak sungai membuka suatu mata air musik yang sedemikian deras sehingga saya masuk ke dalam suatu trans dan keluar lagi. Itulah permulaan dari koneksi seumur hidup saya kepada….apa yang bisa digambarkan sebagai musik dunia lain (music of the spheres). ….Satu hari saya menemukan beberapa kunci musik yang membuat kepala saya terasa ringan. Sambil saya memainkannya, tubuh saya bergetar seluruhnya, dan kepala saya dipenuhi oleh musik orkestra yang paling kompleks dan aneh. …Saya memiliki kemampuan untuk menciptakan musik kondisi alpha di kepala saya, masuk ke dalam suatu trans kreatif, memiliki penglihatan-penglihatan musikal….Karena begitu banyak dari musik ini bermunculan dari pikiran bawah sadar saya, saya terpaksa harus menginterpretasikan musik sama seperti orang-orang lain” (Townshend, Who I Am: A Memoir, HarperCollins, 2012, hal. 41, 46, 62, 145).

Townshend berbicara mengenai “musik dunia lain,” tetapi dia tidak mengerti bahwa ada dua kerajaan rohani yang beroperasi di dunia ini, dan salah satunya adalah kekuasaan kegelapan. Karena para rock & roller yang menggambarkan pengalaman ini adalah orang-orang yang tidak mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sumber dari pengaruh mereka pastilah yang digambarkan dalam Efesus ini: “ti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain” (Ef. 2:2-3).

RICK WARREN TIDAK YAKIN APAKAH TINDAKAN HOMOSEKSUAL ADALAH DOSA
(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Rick Warren Says Gays Go to Heaven,” Christian News, 29 Nov. 2012: “Kontroversi mencuat akibat komentar yang baru-baru ini dibuat oleh Rick Warren, penulis dari buku laris The Purpose-Driven Life, dan pemimpin dari megachurch Saddleback Church di Kalifornia. Warren mengatakan bahwa tindakan homoseksual “bisa jadi” adalah dosa, dan dia percaya orang-orang homoseksual akan pergi ke Surga. …Dalam suatu wawancara minggu ini dengan Huffington Post, Warren ditanya oleh Marc Lamont Hill, apakah seseorang yang menyimpan perasaan romantis terhadap sesama jenis sedang melakukan dosa. …'”idak, tidaklah berdosa untuk mengasihi seseorang,” kata Warren. “Bisa jadi adalah dosa untuk [beraktivitas seks] dengan sesama jenis,” dia menambahkan. “Bisa jadi.” …

Lebih lanjut lagi dalam wawancara tersebut, ketika Hill menanyakan Warren apakah dia percaya orang-orang homoseksual akan pergi ke neraka, ia menjawab bahwa mereka tidak akan pergi ke neraka. “Tidak, bukan karena mereka gay,” dia berkata. “Kita pergi ke neraka karena kita memilih untuk menolak kasih karunia Allah.” Ketika Hill bertanya apa yang akan terjadi kepada seorang homoseksual jika ia menerima Yesus, Warren menjawab dengan antusias. “Dia akan pergi ke Surga!” dia deklarasikan. “Tanpa ragu sedikitpun.” … Peter LaBarbera, presiden dari Americans for Truth About Homosexuality … menyatakan bahwa dia sangat terkejut atas komentar-komentar Warren tersebut. “Kamu tidak ingin memberikan kesan bahwa adalah baik-baik saja untuk hidup secara homoseksual, dan selama saya percaya Yesus, saya bisa pergi ke Surga,” dia berkata. “Adalah satu hal untuk memiliki ketertarikan dan [berjuang melawan] hal tersebut, [dan hal lain lagi untuk menyambut tindakan homoseksual].” …”Ketika engkau menerima Kristus, tindakanmu berubah,” kata LaBarbera. “Dan sikap [orang-orang seperti Warren] adalah tidak mau membicarakan perubahan. …Kita tahu bahwa Allah mengubah orang-orang homoseksual, jadi mengapakah Rick Warren tidak menyatakan hal itu?”… Bagian mana dari Roma 1 yang tidak dimengerti oleh Warren? Itu begitu jelas,” tambahnya.

“Ketika engkau membuat komentar-komentar seperti ini, yang terjadi adalah hilangnya makna Alkitab, dan makna Alkitab adalah bahwa homoseksual adalah suatu kekejian.” … LaBarbera mengatakan bahwa Warren bukan saja semestinya menyebut tindakan homoseksual suatu dosa, tetapi seharusnya masuk lebih dalam lagi ke isu intinya. “Bernafsu terhadap orang lain juga adalah suatu doa,” kata LaBarbera. “Kita tidak bisa mendukung dosa sebagai seorang percaya, dan kita harus memikirkan bagaimana seseorang yang sedang bergumul dengan homoseksualitas akan menanggapi hal ini.”

DITEMUKAN JARINGAN LUNAK UNTA BERUSIA TIGA JUTA TAHUN
(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Semakin banyak ditemukan jaringan lunak dari binatang-binatang yang dikatakan berusia jutaan tahun. Kali ini seekor unta kuno ditemukan di daerah Kutub Utara Kanada. Museum Alam Kanada di Ottawa mengklaim bahwa usianya 3,5 juta tahun, tetapi sisa unta ini mengalami proses mumifikasi, bukan fosilisasi, dan pecahan-pecahan kolagen masih terperlihara (“Ancient Arctic camel a curious conundrum,” Fox News, 5 Maret 2013). Pada tahun 2008, suatu fosil kera “2 juta tahun” ditemukan di Malapa, Afrika Selatan, dengan kulitnya masih menempel.

Pada tahun yang sama, BBC News melaporkan adanya fosil bulu yang masih menyisakan pigmen warna biologis mereka. Pada tahun 2009, para peneliti mendapatkan kembali tinta kering dari kantong tinta suatu fosil cumi-cumi berusia “150 juta tahun.” Tahun 2009 juga merupakan tahun penemuan Darwinius masillae, yang diklaim adalah suatu mata rantai yang hilang berusia 47 juta tahun, dengan jaringan lunak yang masih terpelihara.

Suatu fosil mosasaurus (reptil laut sepanjang 14 meter) di Dinosaur Institute of the National History Museum di Los Angeles County, yang dikatakan jutaan tahun tuanya, masih memiliki pigmen retina, sisa-sisa darah kering, dan “terpeliharanya struktur-struktur kulit dari berbagai bagian tubuh.” Pada tahun 2011, PloS ONE melaporkan suatu fosil ikan cuttlefish “34 juta tahun tuanya” dengan chitin organik masih tersisa di tulangnya. Para peneliti lain menemukan chitin di seekor kalajengking yang ditenggarai berusia ratusan juta tahun. Para ilmuwan yang mempelajari penemuan-penemuan ini mengakui bahwa mereka tidak tahu bagaimana semua materi biologis ini bisa bertahan jutaan tahun.

Profesor Mike Benton dari Universitas Bristol bertanya, “Bagaimanakah menyocokkan hal ini dengan FAKTA yang sudah diketahui luas bawhwa mayoritas molekul organik akan rusak dalam ribuan tahun?” (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” BBC News, 8 Juli 2008). Satu-satunya jawaban yang mereka miliki adalah bahwa karena mereka TAHU fosil-fosil itu berusia jutaan tahun, maka pastilah mungkin bagi materi biologis untuk bertahan jutaan tahun, walaupun hal ini bertentangan dengan FAKTA yang telah diketahui! Ini bukan ilmu pengetahuan; ini adalah nalar bolak balik; ini adalah pembuatan mitos. Pada kenyataannya, jaringan lunak adalah bukti melawan penanggalan evolusionis dan mendukung posisi bumi yang muda, karena studi-studi laboratorium telah secara konsisten memperlihatkan bahwa kolagen yang dipelihara yang amat baik sekalipun akan menjadi debu dalam 30.000 tahun.

KEMURAHAN DAN KEKERASAN ALLAH
(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
“Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga” (Roma 11:22). Frase “kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya” merangkum dua aspek dari karakter Allah yang sepertinya, bagi manusia berdosa, saling bertentangan dan membingungkan. Bagaimanakah Allah bisa baik namun juga keras? Bagaimanakah Dia bisa baik ketika Dia membiarkan penderitaan eksis di dunia ini? Bagaimanakah Dia bisa Allah yang kasih namun menjebloskan manusia ke neraka yang kekal? Pertanyaan-pertanyaan ini telah digumuli manusia selama ribuan tahun. Jawabannya sederhana sekaligus kompleks; jawabannya terletak pada karakter Allah. Kita harus berhadapan dengan Allah yang eksis, bukan ilah yang kita mau ciptakan menurut pemikiran kita, yang adalah berhala. Kita harus mempercayai pewahyuan yang telah Allah berikan kepada kita, karena kita tidak memiliki cara lain untuk mengenal karakter Allah. Kita bisa belajar tentang kuasa dan hikmat Allah dari terang penciptaan, tetapi kita tidak bisa tahu karakterNya selain dari pewahyuan yang lebih tinggi, yang telah Allah berikan dalam kasih karunia kepada kita dalam Kitab Suci. Di sana kita menemukan bahwa Allah yang eksis ini adalah baik; Dia adalah pengasih dan penyayang di luar batas pemahaman; tetapi Dia juga adalah kudus dan adil; dia adalah pemberi hukum yang bajik dan hakim atas pemberontakan. Kedua aspek karakter Allah ini terlihat jelas pada kayu salib, peristiwa sentral dalam sejarah.

Di sana kita melihat kekerasan Allah, betapa mengerikannya keadilanNya, kedalaman kekudusanNya, sampai-sampai Ia mengharuskan kematian AnakNya dalam penderitaan yang sedemikian; tetapi di sana juga kita melihat kebaikan Allah yang luar biasa, ketika Ia mengambil hukuman yang seadilnya ditimpakan kepada makhluk-makhlukNya, ke atas diriNya sendiri. Betapa keras; betapa baik! Sebenarnya, kekerasan Allah adalah bagian dari dan cocok sempurna dengan kebaikanNya. Adalah baik bahwa Allah itu bajik, kudus, dan adil. Ini adalah fondasi dari hukum dan keteraturan di alam semesta yang diciptakan. Jika Allah tidak membuat hukum-hukum yang bajik bagi makhluk-makhlukNya, dan jika Dia tidak menegaskan hukum-hukum itu, akan ada anarki dan chaos, sebagaimana kita lihat di dunia sekarang ini. Sementara para penjahat melihat hukum dan polisi sebagai sesuatu yang keras, masyarakat mengerti bahwa hal-hal ini adalah baik. “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya.” Dan ayat ini mengajarkan kepada kita, bahwa Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia, sehingga manusia bisa memilih, apakah ia akan menerima kebaikan Allah, atau berurusan dengan kekerasan-Nya.

FOSIL MEMBUAT PARA EVOLUSIONIS BINGUNG
(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 4 April 2013: “Saya yakin semua orang pernah menyaksikan salah satu acara TV tentang alam yang memperlihatkan suatu desain pintar dalam alam, lalu program itu akan segera menjelaskan bagaimana desain ini muncul melalui evolusi. Satu contoh yang baik adalah kemampuan luar biasa ngengat untuk mendengar. Ngengat malam memiliki organ pendengaran yang dapat menangkap sinyal ultrasonik yang dipakai oleh kelelawar.

Kelelawar memakai sinyal ultrasonik ini untuk bernavigasi dan mencari mangsa, salah satunya ngengat itu. Tetapi, para evolusionis tidak mau ada orang yang membayangkan tentang Pencipta yang bisa memberikan kepada ngengat kemampuan untuk mendengar salah satu pemangsa mereka. Jadi, mereka dengan cepat menjelaskan bahwa ketika ngengat berevolusi, mereka mengembangkan kemampuan untuk mendengar kelelawar sebagai respons terhadap serangan kelelawar. Beberapa tahun lalu, sebuah telur fosil dari seekor ngengat malam ditemukan. Para evolusionis berkata bahwa telur ini lebih tua banyak daripada kelelawar pertama. Namun demikian telur ini jelas sekali adalah dari spesies ngengat yang bisa mendengar kelelawar. Para ilmuwan evolusionis mengatakan bahwa penemuan ini sangat membingungkan. Mereka mengatakan bahwa evolusi tidak memiliki alasan untuk mengembangkan spesies ngengat ini sebelum kelelawar muncul. Kita yang percaya Firman dari Pencipta kita dalam Alkitab menyadari bahwa semua makhluk hidup diciptakan dalam waktu beberapa hari. Kita melihat semua di sekeliling kita sebagai sesuatu yang sudah didesain sedemikian rupa, memperhatikan juga desain-desain pada makhluk lain. Ngengat dari dulu adalah ngengat, dan kelelawar dari dulu adalah kelelawar. Tidak ada yang membingungkan sama sekali.”

KATOLIK, PROTESTAN, DAN BUDHA BERSAMA-SAMA
(Berita Mingguan GITS 25 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Gereja esa sedunia yang digambarkan dalam Wahyu 17 melingkupi semua kesesatan dan kejijikan berhala di bumi. Hal ini bisa terlihat hari ini melalui dialog antar-agama. Almarhum paus Yohanes Paulus II adalah seorang pemimpin dalam bidang ini, mendatangkan semua denominasi dan agama secara bersama ke acara Hari Doa untuk Perdamaian Dunia di Assisi, Italia. Gerakan tersebut berlanjut di seluruh dunia. Lebih awal bulan ini, Vatikan menjadi tuan rumah bagi Buddhist-Christian Colloquium yang keempat, dengan tema “Damai Internal, Damai Antara Umat.” Pengumumannya berbunyi, “Para partisipan mengekspresikan agar dialog antara orang-orang Buddha dan Kristen diperkuat guna menghadapi tantangan-tantangan baru seperti ancaman terhadap kehidupan manusia, kemiskinan, kelaparan, penyakit-penyakit endemik, kekerasan, perang, dll., yang mengecilkan kekudusan hidup manusia dan meracuni perdamaian di dalam masyarakat manusia.” Dialog antar-agama dengan demikian dilihat sebagai suatu jalan menuju “zaman baru” (new age). Pada tanggal 27-31 Mei, World Council of Churches (WCC), yang meliputi 340 denominasi dan kelompok, akan menjadi tuan rumah acara “pertemuan Buddha-Kristen” di Bangkok. Para partisipan akan menginap di Rumah Tamu Kristen Bangkok dan akan bersama-sama mengunjungi sebuah kuil Buddha. Wesley Ariarajah, mantan Direktur dari dialog Antar-agama dalam WCC, mengatakan bahwa semua agama itu satu dengan Allah. Pada Sidang Umum Ketujuh WCC di Canberra, Australia, 1991, Ariarajah mengatakan bahwa “tidak dapat dipahami oleh saya bahwa seorang Hindu atau seorang Buddha, atau siapapun, berada di luar Allah. Pengertian saya akan kasih Allah terlalu luas sehingga saya tidak bisa percaya bahwa hanya segmen sempit yang disebut gereja Kristen ini yang akan diselamatkan. Jika kamu orang Kristen, kamu harus terbuka dan melebar, bukan menyempit dan eksklusif” (The Australian, 11 Feb. 1991).

MUSIK PENYEMBAHAN KONTEMPORER SEDANG MEMBANGUN GEREJA ESA SEDUNIA
(Berita Mingguan GITS 25 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Bahaya terbesar ketika berkecimpung di dalam musik penyembahan kontemporer adalah fakta bahwa musik tersebut adalah jembatan kepada “gereja” esa sedunia akhir zaman. Hal ini telah didokumentasikan secara ekstensif di The Directory of Contemporary Worship Music, yang dapat diperoleh sebagai e-book gratis di http://www.wayoflife.org.

Berikut ini adalah cuplikan dari direktori tersebut: Matt Maher, terlahir di Kanada (1974), yang tinggal di Tempe, Arizona, adalah seorang musisi penyembahan kontemporer yang populer, dan seperti John Michael Talbot, Maher adalah seorang Katolik yang membangun jembatan ekumenis. Istri Maher adalah seorang Metodis, tetapi mereka membesarkan putra mereka di “Gereja Katolik,” sambil terkadang membawanya ke kebaktian-kebaktian Metodis “supaya dia dapat merasakan kedua tradisi” (Religion News Service, 17 Mei 2013). Ini adalah resep sempurna untuk membangun “gereja” esa-sedunia akhir zaman.”

Maher melayani di Paroki Our Lady of Mount Carmel di Tempe, yang didevosikan kepada Maria sebagai Ratu Surga. Tanda di depan gereja berbunyi, “Maria, Ibu Kehidupan, doakanlah kami.” Maher menyebut dirinya “misionari musik,” yaitu seorang misionari bagi Roma. Christianity Today mengatakan, “Maher membawa musiknya – dan suatu impian persatuan ke dalam gereja Protestan” (“Common Bonds,” Christianity Today, 27 Okt. 2009). Dia mengatakan, “Saya pernah melakukan sesi menulis sama dengan orang-orang Protestan, di mana kami memiliki persamaan dasar, dan saya telah melihat melalui suatu cara yang radikal bagaimana ada suatu kemungkinan yang sangat riil bisa mencapai persatuan.” Dia mengatakan, “Saya melihat seolah gereja Katolik adalah keluarga dekat saya, dan semua teman saya dari denominasi lain adalah keluarga besar.”

PAUS MEMBERKATI GERAKAN KATOLIK KHARISMATIK
(Berita Mingguan GITS 25 Mei 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Paus Francis adalah seorang pendukung besar terhadap “pembaharuan kharismatik” di dalam Gereja Katolik. Dalam sebuah pidato kepada National Assembly of the Catholic Charismatic Renewal yang ke-36, Uskup Agung Rino Fisichella mengatakan bahwa Paus mengirimkan pesan hangat kepada 15.000 orang kharismatik yang berkumpul di Roma, dengan perkataan, “Beritahu mereka bahwa saya sangat mengasihi mereka karena sayalah yang bertanggung jawab atas Pembaharuan Kharismatik di Argentina” (“Pope to Catholic Charismatic Renewal,” ZENIT, 30 April 2013). Hampir tidak ada hal lain yang lebih efektif dalam pembangunan gereja esa-sedunia daripada gerakan kharismatik, yang meledak sejak tahun 1960an dan telah ditopang oleh organisasi-organisasi seperti Full Gospel Business Men’s Association.

Paus pertama yang mengakui “pembaharuan kharismatik” adalah Paulus VI, yang menyambut 10.000 Katolik kharismatik ke Roma pada tahun 1975. Bukan saja orang-orang Roma Katolik yang kharismatik ini tetap tinggal di Gereja Katolik, kebanyakan mereka justru menemukan cinta yang semakin mendalam bagi dogma-dogma Katolik. Sebagai contoh, di majalah Charisma pada tahun 1985, Nick Cavnar menulis, “Ke mana pun saya pergi….ORANG-ORANG KATOLIK KHARISMATIK SEDANG MENEMUKAN KEMBALI ARTI TRADISIONAL KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN DAN PRAKTEK-PRAKTEK KATOLIK, TERMASUK SAKRAMEN-SAKRAMEN, ROSARIO, PERAWAN MARIA, DAN PARA SANTO-SANTA….Selama bertahun-tahun saya telah memberitahu orang-orang Pantekosta bahwa gereja Katolik sedang mengurangi penekanan devosi kepada Maria. Sekarang saya melihat hal itu meningkat kembali, dengan para kharismatik yang memimpin jalan” (Nick Cavnar, “Why Are Catholic Charismatics Getting So Catholic?” Charisma, April 1985). Beroperasi bersamaan dengan gerakan kharismatik adalah musik penyembahan kontemporer, yang bersifat kharismatik hingga ke sumsum-sumsum-nya. Almarhum Jerry Huffman, editor dari Calvary Contender, dengan tepat mengobservasi bahwa Musik Kristen Kontemporer seharusnya disebut Musik Kharismatik Kontemporer. Intinya adalah mengejar suatu pengalaman yang sensual, yang adalah lawan dari iman, yang harus dimiliki oleh semua orang yang ingin berkenan kepada Allah.

Editor: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary (www.graphe-ministry.org)
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: