Beranda > BERITA > Berita Bulan JUNI 2013

Berita Bulan JUNI 2013


ARCH OF TITUS (LENGKUNGAN TITUS)
(Berita Mingguan GITS 29 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Salah satu dari harta karun arkeologi yang sedemikian banyak yang telah ditemukan, yang mengkonfirmasikan akurasi historis dari Alkitab adalah Arch of Titus (Lengkungan Titus). Pada tahun 70 M, legiun-legiun Romawi, di bawah pimpinan Titus, menghancurkan Yerusalem dan Bait Suci Kedua, dan banyak artefak yang dibawa ke Roma. Titus menjadi kaisar, dan pada tahun 85 M sebuah lengkungan yang monumental dibuat dan didedikasikan untuk kemenangannya atas orang-orang Yahudi. Suatu relief-bas pada lengkungan itu menggambarkan jarahan dari Bait Yerusalem sedang dibawa dalam suatu parade kemenangan setelah kejatuhan Yerusalem, dan walaupun telah berselang 1900 tahun yang penuh kehancuran pada kota Roma, Arch of Titus tetap eksis dan gambaran menorah dan sangkakala-sangkakala perak masih jelas terlihat pada lengkungan itu. Lengkungan tersebut berdiri sebagai saksi bisu akan akurasi nubuatan Alkitab, karena kehancuran yang tergambar pada lengkuangan tersebut sudah dinubuatkan 40 tahun sebelumnya oleh Tuhan Yesus Kristus dalam Lukas 19:41-44: “Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”” Ada banyak bukti-bukti yang tidak terbantahkan tentang iman Kristiani. Tidak seperti evolusi, atau atheisme, atau New Age, iman pada Alkitab bukanlah suatu lompatan ke dalam kegelapan.

TANAMAN MEMAKAI MATEMATIKA
(Berita Mingguan GITS 29 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Para ilmuwan telah menemukan bahwa tanaman melakukan kalkulasi matematika yang kompleks agar dapat menjatah persediaan karbohidrat mereka hingga matahari terbit kembali. “Dengan cara menghitung jumlah persediaan karbohidrat mereka, dan membaginya dengan jumlah jam yang tersisa hingga menyingsingnya pagi hari, mereka memastikan tidak akan kehabisan hingga fajar, dan bahkan dapat menyesuaikan perhitungan mereka selama malam berlangsung. …Prof. Alison Smith, seorang biologis jurusan metabolisme yang membantu dalam penemuan ini, mengatakan, ‘Perhitungan yang dilakukan bersifat sangat tepat sehingga tanaman menghindarkan diri dari kelaparan, tetapi sekaligus menggunakan sumber makanan mereka secara efisien. Jika persediaan karbohidrat dipakai terlalu cepat, tanaman akan kelaparan dan berhenti bertumbuh pada malam hari. Jika persediaan dipakai terlalu lambat, maka sebagiannya akan terbuang’ (“These Plants Do Math,” Business Insider, 24 Juni 2013). Penelitian di John Innes Center di Norwich ini berfokus pada Arbidopsis, suatu tanaman berbunga yang kecil dalam keluarga sesawi. Ketika para peneliti mengubah kondisi cahaya sehingga malam terjadi lebih cepat atau lebih lambat, atau ketika pemaparan tanaman kepada cahaya dikurangi sehingga mereka memiliki persediaan karbohidrat yang lebih kecil dari awalnya, atau ketika para peneliti mencoba untuk mengelabui tanaman dengan cara memberikan cahaya matahari sesaat pada malam hari, tanaman-tanaman itu selalu bisa menyesuaikan diri dalam setiap situasi itu. Jelas sudah bahwa keseimbangan karbohidrat dimonitor terus menerus dan dihitung senantiasa. Ini mengilustrasikan bahwa tidak ada yang namanya makhluk hidup “sederhana,” dan bagi mereka yang memiliki mata untuk melihat, hal ini memperlihatkan evolusi Darwinian sebagai suatu dongeng.

MORMON AKAN MEMAKAI LEBIH BANYAK TEKNOLOGI, LEBIH SEDIKIT KUNJUNGAN RUMAH KE RUMAH
(Berita Mingguan GITS 29 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Orang-orang Mormon mengirim jumlah misionari yang mencapai rekor, dan mereka mengubah aturan mereka untuk mengizinkan para misionari ini untuk menggunakan lebih banyak teknologi dan lebih sedikit kunjungan rumah ke rumah. Para pemimpin Mormon mengumumkan pada tanggal 23 Juni bahwa misionari mereka akan diizinkan untuk memakai Internet untuk merekrut anggota-anggota baru, sementara sebelumnya penggunaan internet dibatasi hanya sekali seminggu dan hanya untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga (“Mormons to Do Less Door-to-Door,” AP, 25 Juni 2013). Pada sebagian waktu sepanjang satu hari, mereka akan memakai media sosial, seperti Facebook, blog, e-mail, dan pesan singkat. Matt Martinich, seorang Mormon yang menganalisa keanggotaan dan jumlah misionari, mengatakan bahwa metode pintu-ke-pintu telah menjadi tidak efektif selama bertahun-tahun. Akan ada 85.000 misionari Mormon pada akhir 2013, yaitu 15.000 lebih banyak dari rekor yang lalu. Orang-orang muda ini akan melayani dua tahun, sementara wanita-wanita muda akan melayani 18 bulan. Gereja Yesus Kristus Orang-orang Kudus Akhir Zaman (atau dikenal sebagai Mormon) didirikan pada tahun 1800an oleh Joseph Smith, yang mengklaim bahwa Yohanes Pembaptis menahbiskan dia kepada keimamatan Harus dan menyuruh dia untuk mendirikan sebuah gereja baru dan bahwa seorang malaikat memperlihatkan kepadanya suatu buku yang tertulis atas lempengan-lempengan emas, yang ketika dituliskan melalui Urim dan Tumim, menjadi Kitab Mormon. Walaupun sejarah ini palsu, kaum Mormon tumbuh pesat, mendirikan bait yang besar sekali di Salt Lake City, Utah, dan hari ini mengklaim 14 juta anggota di seluruh dunia, walaupun angka ini termasuk semua orang yang pernah mereka baptis.

CHELSEA CLINTON MENYAYANGKAN BAHWA NENEKNYA TIDAK MEMILIKI AKSES PELAYANAN ABORSI
(Berita Mingguan GITS 29 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berbicara baru-baru ini di konferensi Women Deliver di Malaysia, Chelsea Clinton menyayangkan bahwa nenek dari pihak ibunya adalah seorang anak dari orang tua remaja yang tidak menikah, yang “tidak memiliki akses kepada pelayanan-pelayanan penting yang dibantu disediakan oleh Planned Parenthood” (“Chelsea Clinton Laments,” LifeNews.com, 20 Juni 2013). Rupanya Chelsea, putri dari Bill dan Hillary Clinton, percaya bahwa baik-baik saja jika neneknya mengaborsi ibunya, karena “pelayanan” penting yang diberikan oleh Planned Parenthood adalah aborsi. Mereka rata-rata melakukan satu aborsi setiap 94 detik. Margaret Sanger, pendiri dari Planned Parenthood, “berulangkali mengacu kepada kelas-kelas bawah dan yang tidak sehat sebagai ‘kotoran manusia’ yang tidak layak dibantu, dan dengan bangga mengutip pandangan eugenik ekstrim bahwa ‘lalang’ manusia harus ‘dibasmi'” (Edwin Black, War Against the Weak, hal. 127). Sanger mendukung aborsi, pembunuhan bayi, dan euthanasia. Menyebut keluarga besar sebagai sesuatu yang “immoral,” dia mengatakan, “Hal yang paling berbelas kasihan yang dapat dilakukan oleh suatu keluarga besar terhadap salah satu bayinya adalah membunuhnya” (Sanger, Woman and the New Race, bab 5). Women Deliver adalah suatu organisasi advokasi wanita, yang salah satu tujuannya adalah “akses universal kepada kesehatan reproduktif,” suatu eufemisme untuk KB dan hak aborsi. Namun, justru adalah wanita yang terkena dampak negatif dari filosofi seperti ini, karena kebanyakan aborsi menargetkan bayi wanita. Cina sendiri telah mengaborsi 336 juta bayi sejak kebijakan “satu anak” diterapkan tahun 1971 (“China’s One-Child Policy,” Breitbart, 22 Maret 2013). Dan jauh lebih banyak bayi perempuan yang dibunuh daripada bayi lelaki, sehingga kini ada kekurangan istri bagi banyak lelaki Cina yang mau menikah. Beberapa bagian India juga mengalami kekurangan perempuan karena penyeleksian jenis kelamin. Di luar dari nubuat Alkitab, adalah tidak mungkin untuk memahami apa yang terjadi hari ini, tetapi kita mengucap syukur kepada Tuhan atas terang besar yang dengan penuh rahmat telah Ia berikan kepada mereka yang memiliki telinga untuk mendengar. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Tim. 3:1-5)

PENELITIAN KLONING YANG BARU MENGHANCURKAN KEHIDUPAN MANUSIA
(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Barbaric: Scientists clone human embryo for the first time,” Baptist Press, 16 Mei 2013: “Era kloning manusia yang baru dan berani kini telah hadir, dan para kritik telah mengibarkan bendera peringatan. Para ilmuwan yang berbasis di Oregon melaporkan pada hari Rabu (15 Mei) bahwa mereka telah melakukan kloning terhadap embrio manusia, ditenggarai sebagai usaha kloning yang demikian yang berhasil, sebagai suatu cara untuk memproduksi masal stem-cell embrionik.

Para ilmuwan mengeluarkan stem-cell dari klon-klon yang terbentuk, dan dengan demikian menghancurkan embrio-embrio manusia yang berusia beberapa hari. Para ilmuwan tersebut pada dasarnya menggunakan metode kloning yang sama dengan yang dipakai pada tahun 1996 oleh para peneliti Skotlandia untuk menghasilkan mamalia pertama yang dikloning, Dolly sang domba.

Berita tentang eksperiman yang sukses ini sudah pasti mengobarkan kembali kontroversi mengenai kloning, yang sempat dorman beberapa tahun terakhir. …. Para kritik – yang mengingatkan bahwa mengkloning suatu embrio untuk tujuan eksperimen sama dengan melakukan proses reproduksi karena seorang manusia baru diciptakan – mengritik riset yang sukses yang diumumkan di jurnal Cell tersebut sebagai sesuatu yang tidak etis dan tidak perlu dilakukan. …’Kita harus jelas di ini – apa yang dilakukan oleh para peneliti ini adalah menciptakan seorang manusia hasil kloning dengan tujuan untuk menghancurkan guna memanen stem-cell-nya bagi manusia lain yang lebih tua,” ahli etika Southern Baptist, Richard Land, memberitahu Baptist Press. ‘Ada kata-kata yang pas untuk aktivitas seperti ini – barbar dan tidak berbudaya.'”

RENUNGAN AKAN JANJI-JANJI PENYERTAAN ALLAH DALAM MAZMUR
(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
“Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok” (Maz. 91:4). Ini adalah metafora yang sangat indah, yang berbicara mengenai kasih sayang Allah dan kemampuanNya yang maha kuasa untuk melindungi. Tentu saja, seekor ayam adalah makhluk yang lemah; sayap-sayapnya tidaklah sangat kuat, dan dia tidaklah sangat bijaksana; tetapi dalam dua ayat pertamanya, sang pemazmur menekankan kemampuan Allah sebagai Pelindung.

Pertama, Dia adalah elyon, yang maha tinggi. Titel ini pertama dipakai dalam Kejadian 14:18-22, di mana penekanannya ada pada fakta bahwa Allah memerintah atas segala sesuatu dan adalah pemilik segala sesuatu.

Kedua, Dia adalah Shaddai, yang maha kuasa. Kata Ibrani shadday berasal dari shaddad, yang berarti “menjadi kekar, yaitu (secara figuratif) kuat (secara pasif, tidak terkalahkan)” (Strong). Allah kita adalah Pejuangnya para pejuang, Sang Tak Terkalahkan.

Ketiga, Ia adalah Yehovah, yang Eksis dengan sendirinya, Aku Adalah Aku yang kekal, penjaga perjanjian yang selalu setia dan dapat diandalkan.

Keempat, Ia adalah elohim, Pencipta yang bersifat Tritunggal. “Elohim muncul dalam bentuk plural, tetapi disertai kata kerja tunggal, yang adalah grammar yang buruk bagi siapapun kecuali Allah. Tetapi Allah bisa berkata, “We is” (dalam bahasa Inggris), karena Dia eksis dalam tiga pribadi, namun adalah satu Allah. Elohim pertama kali muncul berkaitan dengan penciptaan. Elohim adalah Pencipta. Ide yang disampaikan adalah kuasa” (Phillips). Jadi, bernaung di bawah kepak “sayap” Allah berarti bersembunyi di tempat yang tak terkalahkan! Allah tidak akan lari dari bahaya; Dia tidak akan berubah pikiran; Dia tidak akan mengingkari janji-janjiNya. PertahananNya tidak terkalahkan. Yesus juga menggunakan metafora ayam dan anak-anaknya. “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Lukas 13:34). Israel menolak ajakan Mesias mereka yang lembut, tetapi orang kafir manapun dapat lari kepada Dia hari ini untuk keselamatan dan mengambil perlindungan yang kekal setiap hari di bawah sayapNya yang maha kuasa.

PAUS MENGATAKAN ADA SUATU ALIRAN KORUP DI CURIA ROMA
(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Paus Fransiskus telah mengakui bahwa suatu “lobby gay” eksis di Curia, yang adalah struktur kekuasaan di dalam Gereja Roma Katolik. Dalam sebuah pertemuan dengan pemimpin-pemimpin komunitas imam dan suster Katolik dari Amerika Latin, sang paus berkata: “Di dalam Curia, ada orang-orang kudus. Tetapi juga ada suatu aliran korup. ‘Lobby gay’ disinggung, dan memang benar, hal itu ada di sana. Kita perlu melihat apa yang bisa kita lakukan” (“Pope Francis,” CNN Belief Blog, 11 Juni 2013). Sang Paus sedang mengacu kepada laporan-laporan yang muncul dalam berbagai koran Italia pada tahun 2012, yang didasarkan pada bocoran-bocoran kepada wartawan dari orang dalam Vatikan.

La Repubblica mengatakan bahwa ada “keimamatan tingkat tinggi dalam Vatikan yang terlibat dalam masalah homoseksualitas.” Tentu saja, sebenarnya hal ini tidak mengejutkan. Pada tahun 2003, Gereja Roma Katolik di Irlandia setuju untuk membayar $110 juta untuk menghindari tuntutan hukum lebih lanjut dalam masalah skandal seks. Bisa jadi dari sebanyak 3000 korban penganiayaan seks di luar sana. Di Amerika, Gereja Katolik telah membayar lebih dari $1 milyar untuk menyelesaikan tuntutan hukum terhadap imam-imam yang imoral. Organisasi Bishop Accountability mengatakan bahwa lebih dari 4000 imam telah dituduh melakukan pelecehan seks kepada anak-anak (“US Church to Pay 12.6 Million,” AFP, 11 Agus. 2008). Ini mewakili kurang lebih 10% imam Katolik di Amerika, dan statistik itu hanyalah memasukkan mereka yang dituduh secara resmi. Suatu organisasi Katolik yang konservatif mendokumentasikan urusan yang keji ini pada majalah Ad Majorem Dei Gloriam edisi musim gugur/musim dingin 2002, dan mengobservasi: “…kebanyakan kasus sexual abuse di Gereja Katolik – sekitar 90% – melibatkan imam yang homoseksual yang memangsa anak-anak remaja. Media massa besar dan budaya AS pada umumnya mau menyangkali atau menghilangkan faktor homoseksualitas dari skandal-skandal ini.”

Banyak buku yang telah mendokumentasikan hal ini, termasuk Pedophiles and Priests oleh Philip Jenkins (1996), Lead Us Not into Temptation: Catholic Priests and the Sexual Abuse of Children oleh Jason Berry (2000), A Gospel of Shame: Children, Sexual Abuse, and the Catholic Church oleh Frank Bruni (2002), Religious Life without Integrity: The Sexual Abuse Crisis in the Catholic Church oleh Australian Catholic historian Barry Coldrey (2001), Betrayal: The Crisis in the Catholic Church oleh staf penyelidik Boston Globe (2002), dan AMChurch Comes Out oleh Paul Likoudis, editor dari The Wanderer, koran Katolik yang independen yang tertua di AS (2002).

Pada tahun 2000, koran Star di Kansas City, menerbitkan seri sepanjang buku yang mendokumentasikan bahwa “seminari-seminari Katolik pada tahun 1960n terlibat dalam kegilaan pembebasan seksual di dekade itu; bahwa banyak seminarian dan imam yang menyambut gaya hidup homoseksual aktif di dalam maupun di luar seminari; bahwa banyak seminarian homoseksual ini yang berlanjut kepada penahbisan dan dipersiapkan oleh atasan mereka kepada posisi tinggi.” Satu hasil dari semua ini adalah besarnya jumlah kasus AIDS di sebagian imam Katolik.

NASIHAT BRIAN MCLAREN KEPADA PARA PENULIS LAGU KONTEMPORER
(Berita Mingguan GITS 15 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Brian McLaren, salah satu suara yang paling berpengaruh dari sisi liberal gerakan “emerging church,” telah mempublikasikan suatu “Surat Terbuka kepada Para Pemimpin Penyembahan.” Di dalamnya ia menawarkan “suatu daftar tema-tema Alkitabiah yang patut dieksplorasi dalam kata-kata lagu kita.” Perhatikan kata “alkitabiah.” McLaren senang sekali memakai istilah-istilah dalam Alkitab, tetapi ia mendefinisikannya dengan kamus penyesat. Ia telah menolak theologi dispensasional yang dimiliki kakeknya yang adalah seorang misionari yang saleh, dan sebaliknya telah meluncurkan perahunya sendiri ke tengah perairan kesesatan akhir zaman. McLaren dan para sobat “emerging”nya adalah penggenapan akan 2 Timotius 3.

Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah, tetapi mereka menyangkali kekuatannya (ay. 5), yang adalah darah penebusan Kristus dan Kitab Suci yang absolut tidak dapat salah. Mereka “selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran” (ay. 7). Memang benar, theologi McLaren tidak pernah mantap. Ia senang sekali menimbulkan keraguan pada “yang kuno,” tetapi dia sendiri tidak memiliki banyak jawaban untuk masa kini, dan jawaban yang dia miliki pun salah. Tema-tema apakah yang disarankan oleh orang ini bagi para penulis lagu kontemporer? Dia mengusulkan bahwa mereka bernyanyi tentang membangun kerajaan Allah di masa sekarang, bukan tentang “dievakuasi ke Surga bersama Yesus, meninggalkan bumi untuk dihancurkan.” McLaren ingin mendengar lagu-lagu tentang cerobong asap yang diubah menjadi pembangkit listrik tenaga angin, tentang peluru yang dilebur menjadi mata bajak, tentang beruang kutub yang tidak jadi punah. Dia mengusulkan agar bernyanyi tentang Allah sebagai wanita, bernyanyi tentang Allah yang memakai milyaran tahun evolusi untuk “menciptakan” dunia. Dia mendorong para penulis lagu untuk menolak “injil doa seorang pendosa” yang berfokus pada pengampunan dan darah Yesus, sebaliknya bernyanyi tentang Allah yang “tidak memerlukan pemuasan.” Brian McLaren sungguh merupakan bagian dari air beriak-riak penuh kebingungan yang disebut “injili” modern. Gerakan “emerging church” adalah suatu rumah yang besar dengan banyak ruangan yang saling terhubung. Sebagai contoh, McLaren memberikan link dari blog-nya ke blog-nya Ed Stetzer, seorang Southern Baptist. Mereka semua memberikan link kepada Rick Warren. Tidak semua Injili se-liberal McLaren, tetapi hampir semua mereka bergandengan tangan dalam tingkat tertentu. Mereka tidak percaya atau tidak mempraktekkan separasi alkitabiah, yang adalah suatu kesalahan mendasar. Bahkan orang-orang konservatif, seperti Al Mohler dari Southern Baptist Seminary, secara penuh mendukung ekumenisme gaya Billy Graham. Jembatan-jembatan yang berbahaya ada di mana-mana. McLaren yang ekstrim liberal disambut dengan tangan terbuka ke forum-forum seperti National Pastor’s Conference, tahun 2009, yang saya hadiri sebagai pers, dan saya secara pribadi mewawancara McLaren. Para pembicara lain termasuk Andy Crouch, editor senior dari Christianity Today, Bill Hybels, Rob Bell, Leighton Ford, Gordon Fee, John Ortberg, Scot McKnight, dan Paul Young, penulis dari The Shack. Brian McLaren tahu apa yang sedang ia lakukan. Ia adalah agen perubahan. Dia bahkan secara terang-terangan mengatakan bahwa ia sedang mengincar anak-anak dan cucu-cucu para fundamentalis. Hari ini pemikirannya yang sangat liberal adalah minoritas di dalam “Injili,” tetapi segera akan menjadi mayoritas karena kesembronoan rohani dan ketidaktaatan terbuka oleh para “konservatif,” sekaligus kebodohan para “fundamentalis” yang bermain-main api dengan Injili dan sistem penyembahan kontemporernya, bukannya secara jelas menolaknya dan melakukan separasi.

KECINTAAN YANG BERLEBIHAN TERHADAP MUSIK
(Berita Mingguan GITS 15 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Kesaksian berikut ini adalah oleh almarhum Penginjil Gordon Sears, yang meninggal tahun 2001. “Belakangan ini saya baru saja berbicara dengan seorang gembala sidang gereja Baptis di negara bagian Michigan, yang kehilangan lima puluh anggota jemaatnya karena subjek musik kontemporer (CCM). Gembala sidang ini menolak untuk mengizinkan CCM menjadi bagian dari program musik di gerejanya. Lima puluh orang yang pergi tersebut semuanya pergi ke gereja lain di mana mereka bisa menikmati musik kontemporer. Faktanya adalah bahwa musik telah menjadi lebih penting bagi orang-orang tersebut daripada keyakinan mereka dan kepercayaan doktrinal mereka.

Mereka rela untuk meninggalkan gereja mereka, tempat telah mereka berjemaat selama banyak tahun, untuk bergabung dengan gereja dari denominasi lain, di mana pengajaran dan standar-standarnya sama sekali berbeda. Pembaca sekalian, ini adalah ‘tanda kesesatan’ – yaitu ketika preferensi pribadi menjadi lebih penting daripada kebenaran Alkitab. Hal yang serupa terjadi di banyak tempat. Orang-orang yang kecanduan akan musik kontemporer sepertinya secara perlahan kehilangan segala kasih dan apresiasi terhadap himne-himne agung. Jika gereja mereka mengambil sikap tegas terhadap CCM, reaksinya biasanya adalah pergi ke gereja lain.”

EDITOR: Memang salah satu tanda kesesatan adalah memilih gereja berdasarkan preferensi pribadi, musiknya, teman-temannya, mungkin kenyamanan gedungnya, jarak tempuhnya, dll. Sebenarnya, yang harusnya menjadi pertimbangan utama dalam bergereja adalah pengajaran dan kebenaran yang disampaikan di jemaat tersebut.

SEKRETARIS JENDRAL WCC MENDUKUNG BEKERJA SAMA DENGAN PAUS
(Berita Mingguan GITS 15 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berbicara di Jerman baru-baru ini, Olav Fykse Tveit, Sekretaris Jendral dari World Council of Churches (WCC) “mengekspresikan harapan positif bagi kepemimpinan Paus Fransiskus” dan mendorong agar semua pihak bekerja sama dengan dia (oikoumene.org, 7 Mei 2013). Tveit membuat komentar ini dalam suatu forum bersama dengan Robert Zollitsch, direktur dari konferensi uskup-uskup Roma Katolik di Jerman, dan Katajun Amirpur, profesor studi Islamik di Universitas Hamburg.

Ketika ditanya mengenai situasi ekumenisme saat ini, Tveit mengatakan, “Ekumenisme adalah tinggal bersama di dunia ini pada tingkatan lokal, nasional, dan internasional. Sebagai orang-orang Kristen, kita memiliki tujuan bersama untuk bersatu. Persatuan kita adalah suatu tanda Allah sedang mempersatukan seluruh umat manusia.” Jadi kita melihat bahwa tujuan utama gereja esa sedunia adalah persatuan seluruh umat manusia. Tidak heran bahwa Alkitab menyebutnya Babel rahasia besar, karena gerakan ini memiliki roh dan semangat yang sama dengan Babel kuno, dan ujung-ujungnya akan dipimpin oleh Nimrod akhir zaman, yaitu antikristus.

KEPAUSAN DIDEDIKASIKAN BAGI “BUNDA FATIMA”
(Berita Mingguan GITS 8 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Paus Fransiskus meminta agar “kepausan”nya didedikasikan bagi “Bunda Fatima” (Our Lady of Fatima) di Portugal. Sebagai jawaban, Jose Polycarp, Patriarkh Lisbon, berdoa kepada Fatima Maria pada tanggal 13 Mei sebagai berikut: “Berikanlah (Paus Fransiskus) karunia pengenalan, agar tahu bagaimana mengenali jalan-jalan pembaharuan bagi Gereja, berikanlah kepadanya keberanian untuk tidak melemah di jalan-jalan yang telah diusulkan oleh Roh Kudus, lindungilah dia dalam waktu-waktu penderitaan yang sulit, sehingga ia dapat mengatasi, dalam kasih, pencobaan-pencobaan yang akan datang karena pembaharuan Gereja” (EWTN News, 14 Mei 2013).

Dia juga berdoa agar Fransiskus dapat memberkati umat manusia dengan cara mengajarkan bahwa Maria “memimpin mereka dengan penuh kelembutan ke jalan-jalan keselamatan.” Menyatakan Maria ikut ambil bagian dalam elemen berkat rohani apapun, apalagi dalam keselamatan, adalah penghujatan dan kesesatan. Setiap “Injili,” “Protestan,” ataupun “Baptis” yang berpikiran ekumenis dan yang menutup mulutnya di hadapan kekejian ini akan harus bertanggung jawab di hadapan Tuhan. “Siapa menerima bagian dari pencuri, membenci dirinya. Didengarnya kutuk, tetapi tidak diberitahukannya” (Ams. 29:24). “Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat” (2 Yoh. 1:10-11).

ATURAN DHIMMI TIBA DI SYRIA
(Berita Mingguan GITS 8 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “A Conversation with Christian Syrian Refugees,” Religious Freedom Coalition, 1 Juni 2013. Semakin jelas bahwa orang-orang yang sedang berperang dengan pemerintah Syria saat ini, menghendaki suatu negara Islam dan ingin menjalankan hukum Sharia. Bagi orang-orang Yahudi dan Kristen, hal ini lebih buruk daripada pemerintahan sekarang yang memang sudah korup. “Laporan berikut ini adalah dari Martin Janssen di Amman, Yordania (aslinya dalam bahasa Belanda). …Janssen memiliki kesempatan bertemu dengan para pengungsi Syria Kristen, yang memberitahu dia bagaimana mereka bisa menjadi pengungsi, lari dari rumah dan desa mereka.

Desa mereka diduduki oleh pasukan pemberontak, yang lalu mengumumkan bahwa mereka kini berada di bawah emirat Islam, dan harus tunduk kepada hukum Sharia. Para penduduk Kristen ditawarkan empat pilihan: (1) menyangkali “penyembahan berhala” mereka, yaitu kekristenan, dan masuk Islam; (2) membayar upeti yang berat kepada orang-orang Muslim karena dibiarkan tetap hidup dan tetap Kristen (upeti ini disebut jizya); (3) dibunuh: (4) lari menyelamatkan hidup mereka, meninggalkan semua milik mereka.

Sebagian orang Kristen dibunuh, sebagian lari, sebagian mencoba untuk membayar jizya dan menemukan bahwa beban tersebut terlalu berat setelah para pemberontak terus menaikkan jumlah yang harus dibayar, dan sebagian tidak bisa membayar atau lari, sehingga mereka masuk Islam untuk menyelamatkan diri mereka. Skenario yang dilaporkan oleh para pengungsi Syria ini bagaikan mengulangi lagi nasib historis yang menimpa orang-orang Kristen dulu di Timur Tengah.” [Editor: Dhimmi adalah istilah kuno bagi seorang non-Islam yang hidup di suatu negara/kerajaan Islam].

GEREJA LUTHERAN INJILI MENAHBISKAN USKUP PERTAMA MEREKA YANG HOMOSEKSUAL
(Berita Mingguan GITS 8 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Evangelical Lutheran Church,” Associated Press, 2 Juni 2013: “Gereja Lutheran Injili Amerika untuk pertama kalinya memilih uskup yang terang-terangan adalah homoseksual kepada posisi tersebut selama enam tahun. Pemilihan dilakukan pada hari Jumat di pertemuan tahunan di Kalifornia Selatan, demikian kata para pejabat. Pemilihan Rev. Dr. R. Guy Erwin terjadi setelah perubahan aturan gereja yang kontroversial pada tahun 2009, yang mengizinkan orang-orang gay dan lesbian untuk ditahbiskan bagi denominasi Lutheran yang paling besar di Amerika tersebut. Lebih dari 600 gereja telah meninggalkan denominasi tersebut setelah perubahan itu. …Ditahbiskan pada bulan Mei 2011, Erwin mengatakan bahwa ia telah menunggu banyak tahun untuk pengakuan tersebut dan ia membawa “iman yang mendalam akan hadiran Kristus di gerejanya, dalam lebih dari 20 tahun pengalaman bergereja, dipadukan dengan pengajaran tingkat universitas dan seminari.” Para pejabat mengatakan bahwa “partner lelaki gay” tersebut juga adalah orang suku Amerika asli pertama yang terpilih.”

JANDA KRISTEN DIBUNUH OLEH PARA MUSLIM, EMPAT BULAN SETELAH PEMBUNUHAN SUAMINYA
(Berita Mingguan GITS 8 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Christian Widow,” Morning Star News, 22 April 2013: “Militan islamis di Somalia telah membunuh janda seorang Kristen yang juga telah dibunuh karena imannya pada bulan Desember, meninggalkan lima anak pasangan itu sebagai yaim piatu, demikian kata sumber-sumber. Ekstrimis Islam, pemberontak-pemberontak Al-Shabaab, menembak Fartun Omar, 42 tahun, hingga mati pada tanggal 13 April di Buulodbarde, 20 kilometer dari Beledweyne, menurut Abdi Aziz Suleiman dari Radio Shebelle di Beledweyne. Para ekstrimis ini telah mencari wanita itu selama beberapa bulan terakhir, karena mereka tahu dia adalah seorang Kristen sama seperti almarhum suaminya, Mursal Isse Siad, kata sumber-sumber. Siad telah menerima ancaman-ancaman kematian karena meninggalkan Islam. ‘Seminggu sebelum ia dibunuh, banyak rumor berkembang bahwa Al Shabaab sedang mencari dia,’ kata salah seorang tetangga Omar. …Al Shabaab kehilangan kendali atas beberapa daerah Somalia sejak pasukan militer Kenya membantu mengusir mereka tahun lalu, tetapi mereka dicurigai terlibat penembahan pembunuhan seorang ahli farmasi Kristen di pinggiran Kismayo pada bulan Februari. Dua orang bertopeng membunuh Ahmed Ali Jimale, seorang ayah empat anak berusia 42 tahun, pada tanggal 18 Februari ketika dia berdiri di luar rumahnya di desa Alanley. Di kota pelabuhan Barawa, pada tanggal 16 November 2012, militan-militan Al Shabaab membunuh seorang Kristen setelah menuduh dia sebagai seorang mata-mata dan meninggalkan Islam, demikian tutur saksi mata Kristen dan Islam. Para ekstrimis tersebut memancung Farhan Haji Mose, 25 tahun, setelah mengamati gerak geriknya selama enam bulan, kata sumber-sumber.”

PAUS MENGATAKAN BAHWA ORANG ATHEIS DISELAMATKAN OLEH KRISTUS
(Berita Mingguan GITS 1 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Sewaktu suatu misa kepausan pada tanggal 22 Mei, Paus Francis mengatakan bahwa semua manusia diselamatkan oleh darah Kristus. “Tuhan telah menyelamatkan semua kita, semua kita, dengan Darah Kristus: semua kita, bukan hanya Katolik. Semua orang! ‘Bapa, bagaimana dengan para atheis?’ Bahkan para atheis. Semua orang! Dan Darah ini membuat kita menjadi anak-anak Allah kelas satu! Kita diciptakan sebagai anak-anak dalam rupa Allah dan Darah Kristus telah menyelamatkan kita semua! Dan kita semua memiliki tugas untuk melakukan kebaikan. Dan perintah bagi semua orang untuk melakukan kebaikan, menurut saya, adalah suatu jalan yang indah menuju perdamaian” (“Pope at Mass,” Vatican Radio, 22 Mei 2013).

Sebagian publikasi Katolik mencoba untuk memelintir hal ini dengan berkata bahwa maksud paus hanyalah bahwa Kristus memungkinkan semua orang diselamatkan. Tetapi Gereja Roma Katolik telah memberitakan berbagai varasi universalisme sejak Konsili Vatikan Kedua. “Mereka, yang bukan karena kesalahan mereka sendiri, tidak mengenal Injil Kristus atau gerejaNya, tetapi yang bagaimanapun juga mencari Allah dengan hati yang murni, dan digerakkan oleh kasih karunia, mencoba dalam tindakan-tindakan mereka untuk melakukan kehendakNya, sejauh yang mereka ketahui lewat hati nurani mereka – mereka ini juga dapat mencapai keselamatan kekal” (“Dogmatic Constitution,” pasal 2, 16, hal. 338, Vatican II Documents).

Ibu Teresa, yang sedang dalam jalur cepat untuk dijadikan seorang “santa,” adalah seorang universalis yang tidak malu-malu. Ketika Ibu Teresa meninggal, teman lamanya dan juga penulis biografinya, Naveen Chawla, mengatakan bahwa ia pernah bertanya secara langsung kepada Teresa, “Apakah kamu menobatkan orang?” Teresa menjawab, “Tentu saja saya menobatkan. Saya menobatkan kamu untuk menjadi seorang Hindu yang lebih baik atau seorang Muslim yang lebih baik atau seorang Protestan yang lebih baik. Sekali kamu menemukan Allah, terserah kamu bagaimana mau menyembah Dia” (“Mother Teresa Touched other Faiths,” Associated Press, 7 Sept. 1997).

PEMIMPIN EPISKOPAL MENGATAKAN BAHWA ANAK PEREMPUAN YANG DIRASUK SETAN LEBIH SALEH DARIPADA RASUL PAULUS
(Berita Mingguan GITS 1 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Katharine Jefferts Schori, pemimpin dari Gereja Episkopal yang ultra-liberal di Amerika, mengatakan bahwa Paulus salah ketika dia mengusir setan dari anak perempuan di Filipi dan bahwa anak perempuan tersebut barangkali lebih saleh daripada Paulus. Berbicara di negara pulau Curacao, Jefferts Schori menuturkan: “Paulus sedang kesal, barangkali karena dia disebut apa adanya oleh perempuan itu, dan Paulus merespons dengan cara menghilangkan dari perempuan itu karunia kesadaran rohaninya. Paulus tidak bisa tahan terhadap sesuatu yang dia tidak lihat sebagai indah atau kudus, jadi dia mencoba untuk menghancurkannya. Hal ini membuat dia masuk penjara. Di situlah dia menjebloskan dirinya sendiri karena dia tidak mau mengakui bahwa perempuan itu juga berbagi dalam sifat ilahi, sama seperti Paulus sendiri – mungkin lebih daripada dia!” (“Episcopal Leader Claims St. Paul Was Wrong,” Christian Post, 23 Mei 2013). Jika kesesatan adalah tanda-tanda zaman (dan memang demikian!), maka kita sungguh hidup di zaman yang sangat lanjut!

GUBERNUR VERMONT MENANDATANGANI HUKUM EUTHANASIA
(Berita Mingguan GITS 1 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Pada tanggal 20 Mei, Vermont menjadi negara bagian keempat di Amerika Serikat (AS), yang mengizinkan dokter untuk meresepkan obat mematikan bagi pasien-pasien yang sakit parah (“Vermont Governor Signs,” Los Angeles Times, 20 Mei 2013). Negara-negara lainnya yang sudah duluan adalah Oregon, Washington, dan Montana. Barbara Coombs Lee, presiden dari organisasi aktivis euthanasia, Compassion & Choices, mengatakan bahwa tindakan Vermont “akan meningkatkan peluang hukum kematian-dengan-terhormat secara nasional.”

Di dalam hukum Vermont, seorang pasien haruslah minimal 18 tahun dan menderita suatu “penyakit yang tidak dapat sembuh dan tidak dapat dihilangkan” (suatu konsep yang berubah-ubah mengingat bahwa ilmu pengetahuan modern tidaklah sempurna), dengan masa hidup kurang dari enam bulan. Pasien tersebut harus mengajukan permohonan lewat dokternya dan dua orang dokter lain harus menyetujui. Euthanasia adalah tindakan manusia mengambil alih prerogatif Allah ke tangannya sendiri yang sebenarnya tidak mampu.

MEDITASI TENTANG JANJI-JANJI PENYERTAAN ALLAH DALAM MAZMUR
(Berita Mingguan GITS 1 Juni 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
“Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita bahkan hingga kematian” (Maz. 48:15, kata-kata miring ada dalam bahasa asli). Karena kematian adalah realita dalam dunia ini oleh sebab dosa, janji bahwa Allah memimpin kita hingga kematian adalah janji yang amat berharga. Dia bersama dengan kita ketika kita berjalan melalui lembah bayang-bayang maut (Maz. 23:4). Pikiran tentang kematian, biasanya, adalah menakutkan dan membuat resah, dan manusia melakukan segala hal untuk menghindarinya, terutama mereka yang tidak mengenal Kristus. Tetapi bagi orang percaya, proses kematian hanyalah suatu bayang-bayang yang untuk sementara menutupi sang Matahari, dan bayang-bayang adalah hal yang sementara. Sebagai kontras, bagi orang tidak percaya kematian adalah masuk ke dalam “kelamnya kegelapan untuk selamanya.”

Lebih jauh lagi, bayang-bayang tidaklah berbahaya. Bagi orang percaya kematian tidak berbahaya karena Yesus telah menanggung bahaya itu pada diriNya sendiri di atas kayu salib. Arti dasar dari kematian adalah perpisahan. Kematian pertama adalah kematian fisik, yang adalah perpisahan roh dari tubuh (Yak. 2:26). Tetapi aspek yang paling menakutkan dari kematian adalah kematian kedua, saat jiwa terpisah secara kekal dari Allah Pencipta di dalam lautan api (Wah. 20:14-15; 21:8).

Tetapi Anak Allah terpisah dari Bapa menggantikan kita, ketika Ia berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (Maz. 22:2). “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yes. 53:5). Orang-orang yang bersandar padaNya tidak akan mendapat mau pada saat kematian. Bayang-bayang maut yang sementara itu akan berubah menjadi terang kemuliaan kekekalan yang “nikmat senantiasa” bersama Juruselamat (Maz. 16:11).

Baru-baru ini, seorang lelaki bujang, berusia 22 tahun dengan nama Sharan, meninggal. Dia anggota sebuah gereja yang digembalakan oleh seorang teman. Dia mendadak kolaps saat mengikuti konferensi Alkitab, saat saya (David Cloud) sedang berkhotbah pada bulan April, dan harus dibawa ke rumah sakit. Dalam waktu tiga minggu, murid Kristus yang bersemangat ini meninggal karena leukemia. Dia menderita kesusahan dan kesakitan jasmani yang hebat, tetapi dia terus bersaksi bahwa Allah menolong dia. Dia berkat, “Saya tidak memiliki komplain terhadap Tuhan; Allah telah memberikan saya sukacita.” Memandang ke semua orang-orang tidak percaya di rumah sakit itu yang menderita berbagai penyakit, dia berkata, “Saya satu-satunya di sini yang tidak sakit.” Maksud dia, tentunya, adalah bahwa dalam kasusnya penyakit mematikan itu hanyalah pintu menuju berkat yang kekal.

Editor: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary (www.graphe-ministry.org)
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: