Beranda > RENUNGAN > Kualitas Hidup Jangan Lebih Buruk!

Kualitas Hidup Jangan Lebih Buruk!


Rehobot – Tanpa disadari banyak orang yang tidak menghargai hidup. Dengan cara bagaimanakah seseorang bisa menghargai hidup ini? Jika hidup ini diselenggarakan hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan mengingini segala sesuatu seperti orang lain pada umumnya ingin sesuai dengan semangat jamannya. Kalau seandainya kita hidup pada jaman batu, kita hanya mengingini buah-buahan yang bebas dipetik di hutan, ikan, dan binatang yang berkeliaran di hutan. Pada jaman berikut yang lebih maju, selain hal-hal tersebut, juga mengingini alat-alat dari perunggu. Jaman berikutnya lagi, sampai jaman kita ini, manusia mengingini apartmen, mobil, deposito, barang bermerk, kekuasaan, kehormatan dan lain sebagainya. Itulah irama hidup manusia pada umumnya yang sudah terlanjur mengakar kuat di dalam jiwa dan sudah menjadi standar. Pada umumnya manusia modern telah terjebak dalam belenggu tersebut. Hanya untuk itukah manusia hidup? Tubuh jasmani ini sementara, segala sesuatu yang tersedia di bumi ini juga fana, tetapi manusia adalah mahluk kekal yang hidupnya berlanjut terus tiada henti di kekekalan. Dunia ini hulu (headwaters), mengalir hanya 70 sampai 80 tahun, setelah menuju hilir (downstream) yang muaranya adalah lautan kekekalan. Seharusnya kehidupan di bumi ini dihargai dengan cara melakukan apa yang mendatangkan kekekalan yang baik, bukan kekekalan yang celaka. Firman Tuhan mengatakan bahwa semua orang akan dibangkitkan, sebagian menuju kehinaan dan kengerian kekal dan yang lain hidup yang kekal (Dan. 12:2). Kalau mereka yang hidup pada jaman sebelum anugerah tidak memahami kehidupan ini dengan baik, tetapi kita hendaknya tidak demikian. Sebagai umat Perjanjian Baru kita mendapat kesempatan untuk memiliki hidup yang luar biasa, yaitu hidup sebagai anak-anak Allah yang dikembalikan kepada rancangan semula-Nya. Tuhan Yesus berkata “Sebab aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya (Mat. 13:17).

Persoalannya adalah apakah kita mengerti apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus yang banyak nabi dan orang benar ingin melihat dan mendengar? Jika tidak, maka kualitas hidup kita tidak berbeda dengan mereka yang hidup di jaman anugerah tetapi bukan orang percaya. Dalam hal ini bisa dimengerti mengapa banyak orang Kristen yang kualitas hidupnya tidak bereda dengan mereka yang tidak percaya, bahkan kadang-kadang lebih buruk, sebab mereka tidak memahami Injil Kerajaan Allah.

Orang percaya mendapat kesempatan memiliki hidup yang luar biasa sebagai anak-anak Allah yang dikembalikan kepada rancangan semula-Nya.

  1. 11 Juli 2013 pukul 6:30 PM

    Reblogged this on Rion Aritonang and commented:
    Ya Mari Kita Menghargai Hidup yang Diberikan Tuhan ini

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: