Beranda > RENUNGAN > Persatuan Orang Kristen Yang Sesuai Alkitab

Persatuan Orang Kristen Yang Sesuai Alkitab


Setiap orang yang cinta Tuhan dan cinta kebenaran pasti ber-sukacita ketika melihat orang-orang percaya bersatu padu, saling mengasihi, saling membantu, dan saling memperhatikan.Tuhan Yesus mendoakan persatuan murid-muridNya pada saat-saat akhir pelayananNya, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku” (Yoh 17:20-23).

Kepada orang Korintus Rasul Paulus berkata, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (I Kor. 1:10).  Orang yang telah mengaminkan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, atau telah dilahirkan kembali, HARUS menggabungkan diri ke dalam sebuah jemaat lokal untuk dididik menjadi murid (Mat.28:19-20). Dan kumpulan murid Tuhan di setiap lokasi disebutNya sebagai tubuhNya. Sesungguhnya kumpulan murid Tuhan di sebuah lokasi adalah representasi Tuhan di lokasi itu, atau mewakili kehadiran Tuhan di lokasi itu. Tuhan berkata bahwa jika ada dua atau tiga orang berkumpul dalam namaNya, maka Ia hadir di situ. Nah, dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus Kristus, itulah jemaat lokal, itulah tubuh Yesus Kristus (Ef.1:23, Kol.1:24).

Tubuh Kristus tentu harus betul-betul bersatu, sehati sepikir, karena satu tubuh. Kalau tidak bersatu hati dan satu pikir, maka tubuh demikian pasti akan kacau (­mal-function). Melalui tubuh yang sehat Injil Keselamatan akan diberitakan, dan kebenaran-kebenaran doktrinal diajarkan. Ketika seseorang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, ia menerima posisi dan hati yang kudus, ia belum memiliki karakter yang kudus. Kepada semua murid, Tuhan perintahkan untuk membangun karakter yang kudus dalam takut akan Allah (II Kor.7:1). Oleh sebab itulah diper-lukan jemaat lokal untuk melakukan pendisiplinan demi pembentukan karakter yang kudus. Untuk menjadi murid, atau anggota jemaat, seseorang harus dibaptiskan, yaitu ditenggelamkan ke dalam air dan ditarik naik, untuk menggambarkan Injil yang telah menyelamatkannya. Murid yang berkumpul juga diperintahkan untuk melaksanakan Perjamuan Tuhan agar selalu mengingat akan pengorbanan Tuhan di kayu salib. Jadi, murid-murid yang berkumpul pada waktu yang disepakati di sebuah lokasi adalah tubuh Yesus Kristus, yang merepresentasikan kehadiran Kristus di lokasi tersebut. Konsep bahwa tubuh Kristus adalah kumpulan orang Kristen di sebuah lokasi disebut konsep Gereja Lokal.

Ada sebagian orang Kristen yang percaya bahwa tubuh Kristus itu satu dan meliputi orang Kristen seluruh dunia. Mereka percaya bahwa tubuh Kristus itu bersifat universal meliputi orang Kristen seluruh dunia. Konsep ini disebut konsep Gereja Universal. Kami melihat bahwa yang benar adalah tubuh Kristus terdiri dari orang Kristen di sebuah lokasi yang berkumpul atau berjemaat, bukan orang Kristen seluruh dunia. Jadi, ketika orang Kristen berkumpul di sebuah lokasi, atau berjemaat, itulah tubuh Kristus, bukan yang bersifat abstrak dan meliputi orang Kristen seluruh dunia.

Alkitab Mendukung Persatuan
Ketika sejumlah orang Kristen berkumpul, tentu harus ada yang memimpin supaya segala sesuatu terjadi secara sopan dan teratur (I Kor.14:40). Itulah sebabnya Tuhan mengaruniakan jabatan-jabatan Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, Guru, dan Diaken (Ef.4:11, Kis.-6:1-6). Sebutan Penatua dan Penilik sesungguhnya adalah sama dengan Gembala, karena kepada orang yang sama disebut dengan tiga sebutan itu (Kis.20:17, 28,  Tit.1:5,7). Kalau sudah pakai salah satu istilah, maka istilah yang lain tidak perlu dipakai lagi. Di gereja yang alkitabiah tidak ada jabatan imam, karena setiap orang percaya adalah imam, bahkan imamat yang rajani (I Pet.2:9), dan Yesus Kristus adalah Imam Besar (Ibr.7). Berdasarkan kebenaran ini maka di gereja alkitabiah tidak boleh ada acara berkat-memberkat karena semua orang percaya adalah sama-sama imam. Istilah yang benar dalam urusan pernikahan ialah peneguhan nikah, bukan pemberkatan nikah. Gereja alkitabiah tidak memakai istilah pendeta karena itu pejabat Kuil/Vihara, dan juga tidak ada jabatan majelis karena satu-satunya jabatan majelis di dalam Alkitab adalah majelis agama yang mengadili Tuhan Yesus. Organisasi sinode dan pengurus sinode itu ciptaan manusia yang tidak ada di dalam Alkitab.

Setiap orang yang telah lahir baru harus bergabung ke dalam sebuah gereja lokal dan tunduk pada proses penggembalaan. Seorang Gembala jemaat harus melaksanakan tugas sambil menghayati bahwa suatu hari kelak ia akan mempertanggungjawabkan tugas yang diberikan kepadanya kepada Sang Kepala. Orang yang sudah lahir baru harus bersatu ke dalam tubuh Kristus dan berfungsi dengan baik. Tidak ada orang Kristen yang baik dan benar yang bukan anggota jemaat yang baik dan benar. Tuhan Yesus tidak pernah menyebut kumpulan murid-muridnya sebagai warga kerajaan dan tempat berkumpulnya sebagai balai kerajaan. Pada saat kita masuk ke dalam Kerajaan Sorga, maka itulah balai kerajaan kita. Jadi, balai kerajaan kita itu di Sorga, bukan di bumi.

Bukan Sekadar Berkumpul, Bahkan Sehati Sepikir
Tuhan bukan hanya menghendaki orang percaya berkumpul bersatu di sebuah lokasi, Tuhan bahkan menghendaki agar mereka digembalakan (Yoh.21:15-17), diajarkan segala pengajaran (doktrin) yang telah Tuhan ajarkan (Mat.28:20). Dan supaya me-miliki kesaksian yang baik, juga diperintahkan untuk pelaksa-naan pendisiplinan (Mat.18:15-20). Orang Kristen yang ber-kumpul harus digembalakan oleh seorang yang paling mengasihi Tuhan, dan mereka harus sehati sepikir seturut dengan Gembala mereka.

Mengapakah harus sehati dan sepikir? Karena Tuhan me-nyebut jemaat itu tubuhNya, maka tubuh yang sehat harus terkoordinasi dengan baik oleh otak. Seluruh sistem syaraf dan otot bekerja secara harmonis sesuai dengan keinginan otak. Jadi, jika pembaca menilai Gembala sudah salah, sampaikanlah pendapat Anda kepadanya. Adakan diskusi yang penuh kasih persaudaraan. Tetapi jika si Gembala sudah tidak bisa memakai akal sehat, dan menyimpang dari kebenaran Alkitab, maka tidak ada pilihan, Anda harus berpisah karena sudah tidak sehati dan sepikir lagi. Karena faktor sehati sepikir inilah maka tidak mungkin bisa menyimpulkan bahwa tubuh Kristus itu terdiri dari kekristenan seluruh dunia. Contoh, tidak mungkin bisa sehati sepikir antara yang percaya Maria bunda Allah dengan Maria manusia biasa. Juga tidak mungkin sehati sepikir antara yang percaya orang Kristen harus sunat dengan yang tidak. Dan tidak mungkin bisa sehati sepikir antara yang setuju pembaptisan bayi dengan yang tidak setuju. Tetapi kita harus menghormati semua orang dan tidak boleh melakukan kekerasan, melainkan hanya boleh saling bersaksi dan saling berargumentasi.

Pembaca yang bijak, Tuhan sangat ingin kita bersatu, tetapi tentu persatuan di dalam kebenaran. Rasul Paulus menulis, “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,  satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua” (Ef. 4:3-6). Jelas sekali bahwa persatuan yang dimaksud Rasul Paulus hanya bisa dicapai di sebuah jemaat lokal. Sebab bagaimanakah orang Kristen Pre-Mill (Kristus da-tang sebelum Kerajan Seribu Tahun) bisa satu pengharapan dengan yang  Post-Mill  (Kristus datang sesudah Kerajaan Seri-bu tahun) dan A-Mill (tidak ada Kerajaan Seribu tahun)?

Jemaat lokal yang satu tentu bisa berbeda pendapat dengan jemaat lokal yang lain. Satu jemaat lokal dipersilakan bersaksi kepada yang lain dengan damai dan kasih. Dan semua orang Kristen yang cinta kebenaran diharapkan berpikir dan berdoa. Bahkan disuruh menguji segala sesuatu, kemudian memegang yang baik (ITes.5:21). Persatuan yang menyenangkan hati Tuhan ialah persatuan sebuah jemaat lokal, dan persatuan orang Kristen yang memiliki kesamaan doktrin. Melalui doktrinnya sebuah gereja diidentifikasi sebagai gandum atau lalang.  Pengajaran (doktrin) sebuah gereja akan menjadi tanda bahwa gereja itu  gandum atau lalang. Camkanlah!

Oleh Dr. Suhento Liauw

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: