Beranda > DOKTRIN GEREJA, Fundamental > SEBUAH GERAKAN ALKITABIAH

SEBUAH GERAKAN ALKITABIAH


Tempat SeminarTanggal 18 Juni 1995, Dr. Suhento Liauw sekeluarga tiba di Jakarta, setelah belajar di USA. Ketika sedang belajar, beliau diminta untuk melayani di sebuah Chinese Baptist Church dan tidak pulang ke Indonesia. Namun karena terbeban untuk kembali ke Indonesia beliau menolak tawaran tersebut. Ketika dalam perjalanan pulang, teman-teman di Los Angeles mengusulkan untuk tidak pulang melainkan mendirikan gereja di LA. Beliau menolak dan melanjutkan perjalanan hingga tiba di Taipei, dan teman-teman di Taiwan juga mengusulkan untuk tidak pulang ke Jakarta melainkan membuka gereja di Taipei. Beliau menolak dan melanjutkan perjalanan ke Hongkong. Ketika khotbah di Gereja Kristen Indonesia Hongkong yang tidak ada Gembala, hadirin sangat meminta Dr. Liauw tinggal di Hongkong untuk menjadi Gembala mereka. Namun Dr. Liauw tetap menolak dan berkomitmen untuk kembali ke Indonesia.Selama kurang lebih seminggu Dr. Liauw menyebarkan undangan, dan tanggal 25 Juni 1995, jam 09.00, kebaktian pertama GRAPHE dilaksanakan di Sunter dan dihadiri belasan orang. Orang bertanya, “mengapakah Dr. Liauw begitu nekad kembali ke Jakarta untuk mendirikan gereja? Apakah di Indonesia kekurangan gereja?

Di Indonesia sudah ada banyak gereja. Di Indonesia hanya kekurangan bahkan tidak ada gereja yang benar-benar alkitabiah. Bukankah pernyataan demikian sangat mendiskreditkan gereja-gereja yang sudah ada? Jawabannya, sesungguhnya tidak mendiskreditkan, melainkan menantang gereja-gereja yang sudah ada untuk memeriksa dan merenungkan ulang pengajaran-pengajaran dan tindakan-tindakan mereka.Di kota Moskow, di lapangan Merah, terdapat sebuah jam dinding yang besar sekali. Orang Rusia berkata bahwa itu adalah jam patokan bagi seluruh orang Rusia. Kalau jam di kota mereka atau yang di tangan mereka perlu dikoreksi, maka patokan-nya adalah jam di lapangan Merah itu.Graphe hadir untuk mengajak gereja-gereja menyocokkan doktrin yang diajarkan mereka dengan Alkitab. Graphe bukan standar kebenaran, melainkan Alkitablah standar kebenaran. Tentu tidak ada pihak yang perlu tersinggung dengan ajakan Graphe.

Graphe mengumandangkan pengajarannya, dan mematuhi Alkitab yang berkata, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran (II Tim 4:2). Graphe meyakini jika sebuah gereja atau pelayanan mau benar di hadapan Tuhan, maka tiga doktrin utama berikut harus benar, yaitu doktrin tentang Keselamatan, doktrin tentang Alkitab, dan doktrin tentang Gereja.

Ada banyak gereja yang salah bahkan sesat pada doktrin Keselamatan mereka. Mereka tidak bisa menjawab dengan tegas, apakah bayi, orang yang lahir cacat mental, orang yang tidak dengar Injil di hutan, kalau mati akan masuk Neraka? Mereka juga tidak bisa memberi ketegasan tentang orang masuk Sorga karena dipilih atau harus mendengar Injil dan bertobat. Apakah cukup bertobat dan percaya Injil atau perlu dibaptiskan untuk masuk Sorga? Apakah orang Kristen yang jatuh ke dalam dosa lalu mati masih akan masuk Sorga? Apakah sekali selamat apapun yang terjadi, pindah iman lain, sudah pasti selamat? Dan masih banyak lagi hal-hal penting tentang keselamatan.

Ada banyak gereja yang doktrin Alkitabnya kacau-balau. Mereka tidak tahu apakah mereka percaya Alkitab sebagai kanon tertutup atau terbuka. Masih adakah proses pewahyuan sesudah Alkitab selesai dituliskan? Mengapakah tulisan para Rasul diterima sebagai firman Allah? Apakah alasan Rasul-rasul diberi karunia melakukan mujizat? Apakah selain para Rasul ada murid lain yang diberi karunia melakukan mujizat? Mengapakah kitab PL 39 kitab dan kitab PB 27 kitab? Siapakah yang memasang pasal dan ayat di Alkitab? Dan masih banyak hal lain lagi tentang Alkitab yang harus diketahui dan diajarkan kepada anggota jemaat.

Tentang doktrin Gereja lebih banyak lagi gereja yang salah sehingga ada gereja yang seperti perusahaan dan ada yang seperti pemerintahan sebuah negara. Manakah jabatan-jabatan gereja yang masih ada? Apakah masih ada jabatan Nabi dan Rasul? Apakah perempuan boleh menggembalakan jemaat? Bagaimanakah sistem penggajian di gereja yang sesuai Alkitab? Ibadah orang Kristen itu jasmaniah atau rohaniah? Orang Yahudi sembahyang menghadap Yerusalem, orang Islam menghadap Mekah, mengapakah orang Kristen tidak menghadap ke suatu arah? Apakah gereja perlu acara doa puasa dan doa semalam suntuk? Musik apakah yang menyenangkan hati Tuhan? Dan masih banyak hal lagi yang berhubungan dengan doktrin tentang Gereja.

Graphe hadir untuk memberikan jawaban yang tegas atas segala hal dalam kekristenan sesuai dengan ayat-ayat Alkitab dan akal sehat. Jika Graphe tidak memberikan jawaban yang tegas dan mantap atas isu-isu theologis doktrinal kekristenan, maka kehadiran Graphe tidak ada arti apapun. Bahkan Graphe melihat tumpulnya kesaksian gereja-gereja di Indonesia terhadap umat agama lain ialah karena gereja-gereja tidak memberikan jawaban yang alkitabiah dan logis kepada umat agama lain.Agar berfungsi dengan maksimal, Graphe mengadakan seminar doktrinal dalam setahun lebih dari sepuluh kali baik di Auditorium Graphe maupun ke berbagai daerah. Total Graphe telah mengadakan seminar doktrinal lebih dari seratus kali.

Selain seminar Graphe menerbitkan berbagai buku doktrinal untuk mengkomunikasikan doktrin-doktrin alkitabiah. Total Graphe telah menerbitkan 50-an judul buku, Dr. Liauw sendiri telah menulis 41 judul buku. Selain buku, juga diterbitkan CD, VCD, DVD, tentang seminar dan khotbah-khotbah. Buletin tiga bulanan dibagikan secara gratis ke seluruh Indonesia, dan Radio Berita Klasik, AM 828, mulai dari jam 05.00 hingga 23.00 mengumandangkan pembahasan Alkitab dan khotbah. Dr. Liauw sendiri telah enam kali melakukan debat dengan kalangan Muslim. Dr. Steven Liauw melakukan debat dengan kelompok Yahweh, dan terakhir berdebat dengan kelompok Calvinis.

Semua itu dilakukan sambil mengajar mahasiswa GITS bahwa Graphe hadir di Indonesia karena ingin menumbuhkan dan menggerakkan kekristenan alkitabiah. Graphe sangat yakin bahwa yang alkitabiah adalah yang paling logis karena Alkitab adalah firman Allah dan otak manusia adalah ciptaan Allah. Dengan hadirnya Graphe, dan gerakan alkitabiah, maka orang-orang yang cinta kebenaran memiliki kesempatan menemukan gereja alkitabiah. Terlebih ketika tamatan GITS pergi ke berbagai daerah untuk membangun gereja-gereja yang alkitabiah juga.***

Jakarta, 25 Maret 2014

oleh Dr. Suhento Liauw

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: