Beranda > Fundamental > BENARKAH MEREKA MENGERTI HUKUM?

BENARKAH MEREKA MENGERTI HUKUM?


Sebenarnya kelompok manusia yang paling dapat mengerti tentang Alkitab sebagai sebuah standar kebenaran yang sudah pasti dan tidak dapat ditambah atau dikurangi, adalah kelompok orang-orang yang bergelut dalam hukum. Hakim, Jaksa, Pengacara dan mahasiswa-mahasiswi hukum adalah kelompok orang yang seharusnya paling gampang mengerti tentang Alkitab sebagai kanon tertutup.

Kita tahu bahwa seluruh doktrin kekristenan didasarkan pada Alkitab. Perbedaan doktrin Kristen kelompok Protestan dengan Katholik yang sangat menyolok di sebabkan karena pihak kelompok Protestan mendasarkan doktrinnya hanya pada Alkitab sementara Katholik ada penambahan Apokripa, Keputusan Paus yang setara dengan Alkitab, dan tradisi. Gereja Mormon ada tambahan kitab Mormon, wahyu yang Joseph Smith terima entah dari mana itu. Jadi, perbedaan doktrin yang besar itu karena perbedaan dasar dari doktrin itu sendiri.

Pihak Protestan hanya mengakui Alkitab saja sebagai firman Tuhan. Bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan, dan sifatnya ialah kanon tertutup. Arti nya tidak ada penambahan lagi karena ia telah merupakan sebuah ukuran (kanon) yang telah ditutup. Kalau dalam dunia hukum itu adalah undang-undang yang tidak boleh ditambah atau dikurang atau diubah. Alkitab PL yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan Aramik (masoretik Teks), serta PB yang ditulis dalam bahasa Yunani (Textus Recaptus), tidak ada salah bukan hanya per-kata bahkan per-huruf-nya. Alkitab yang tidak ada salah dan tidak ada penam-bahan dan pengurangan adalah doktrin utama bahkan harga mati bagi kekristenan itu sendiri. Ini adalah fondasi iman yang kokoh kuat tak tergoyahkan.

Setelah pewahyuan sampai pada kitab Wahyu 22:21, selanjutnya Allah tidak menurunkan wahyu lagi. Proses pewahyuan di tutup demi manusia memiliki sebuah standar kebenaran yang tidak dapat berubah lagi. Kebenaran yang tidak dapat berubah adalah fondasi iman yang mantap dan kokoh kuat. Ia bagaikan Pancasila, atau bendera Merah Putih pada negara Republik Indonesia kita. Kalau itu kita ubah maka akan sama dengan merubah negara Republik Indonesia. Bahkan sesungguhnya Alkitab lebih kokoh dari Pancasila dan bendera Merah Putih. Alkitab adalah dasar bagi manusia untuk mengenal Allah Sang Pencipta, dan melaluinya manusia dituntun menuju Sorga.

Sebaliknya jika Alkitab tidak bisa diandalkan, dan bukan sebuah kanon tertutup, maka kekristenan bukan sebuah kebenaran yang perlu diterima oleh manusia di muka bumi. Jika Alkitab sebuah standar kebenaran yang dapat bergoyah, maka pengenal manusia akan Allah melalui Alkitab akan sangat dipertanyakan. Allah menghendaki adanya sebuah kitab yang lebih kuat dari batu karang apapun sebagai fondasi bagi manusia untuk mengenalNya. Dan Allah telah menghadirkan Alkitab bagi manusia. Melalui Alkitab yang tidak boleh berubah, tidak boleh dikurangi dan ditambahi, Allah mengharapkan manusia mengenalNya dan menga-sihiNya. Tetapi iblis, musuh Allah yang perannya selalu diabaikan manusia, berusaha menipu manusia. Ia mengaku diri sebagai Allah dan menurunkan wahyu tambahan kepada manusia.

Dan banyak manusia yang tanpa curiga langsung menerima bahwa yang menampakkan diri kepada mereka adalah Allah, padahal itu sesungguhnya adalah iblis. Hal per tama dan yang paling utama dilakukannya ialah menambahi firman Allah. Melalui penampakan, dan berbagai fenomena ia berusaha mengganggu konsep utama bahwa Alkitab adalah kanon tertutup yang tidak boleh ada penambahan lagi. Orang-orang yang menyangka diri mereka melihat malaikat dari Allah, juga menyangka bahwa mereka telah menerima wahyu dari Allah. Padahal semua itu adalah usaha iblis untuk mengganggu fondasi dasar iman yang murni dari Allah. Dari aktivitas iblis tersebut muncullah berbagai kitab yang dikatakan sebagai firman Allah.

Manusia tidak mau atau tidak berani berpikir bahwa pemberi wahyu tambahan itu sesungguhnya bukan Allah melainkan iblis yang berperan sebagai Allah. Karena Allah yang sesungguhnya tidak akan mengganggu firmanNya yang telah ditutupnya sampai Wahyu 22:21. Allah yang telah menurunkan Alkitab tidak mungkin akan mengganggu kemantapan Alkitab yang adalah kanon tertutup, atau sebuah ukuran yang sudah pasti.

Tentu iblis tidak hanya menurunkan satu atau dua wahyu atau fenomena pengganggu. Allah yang benar hanya akan menyediakan satu kebenaran, dan satu firmanNya. Tetapi iblis yang bertujuan untuk menyesatkan berkepentingan menyediakan beribu-ribu tipe penyesatan. Ketika seseorang lolos dari satu tipe penyesatan, ia akan dijaring dengan tipe penyesatan lain. Sudah sangat jelas bahwa setelah pewahyuan ditutup, atau ketika Alkitab menjadi sebuah kanon yang tertutup, dan satu-satunya firman Allah, maka tidak ada proses pewahyuan lagi .

Selanjutnya tidak ada lagi orang yang mendapat mimpi dari Allah, mendapat penglihatan dari Allah, mendengar suara Allah atau dibawa jalan-jalan oleh Allah dan lain sebagainya. Karena Alkitab adalah kanon tertutup, dan satu-satunya firman Allah. Di luar Alkitab tidak ada firman Allah baik lisan maupun tertulis. Saya sungguh heran melihat banyak orang yang disebut ahli hukum, dan mengerti hukum, namun menjadi pengikut nabi-nabi palsu. Sehingga saya berpikir benarkah mereka mengerti hukum? Mengapakah mereka tidak bisa mengerti hukum Allah? Mudah-mudahan tulisan ini akan menerangi pikiran mereka.**

Sumber: Pedang Roh edisi 81 Oktober-November-Desember 2014

Iklan
Kategori:Fundamental Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: