Beranda > Uncategorized > Mereka Mengembalikan Ibadah Hakekat Rohaniah ke Simbolik Lahiriah

Mereka Mengembalikan Ibadah Hakekat Rohaniah ke Simbolik Lahiriah


Karena tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel, maka tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Tel-Aviv. Jalur masuk Israel biasanya ada dua, yaitu melalui Yordania atau Mesir. Kalau masuk dari Mesir biasanya pulang akan lewat Yordania atau sebaliknya.

Gunung SinaiGereja Koptik Mesir
Peserta tour yang rutenya mendarat di Mesir pertama akan disuguhkan dengan Kristen Koptik Mesir. Gereja dengan Alkitab bahasa Koptik yang tinggal sedikit orang Timur-Tengah sanggup membacanya. Beberapa gedung gereja yang kami masuki, memberi kesan semacam kuil yang dipenuhi beraneka ragam ornamen dan beberapa dengan cat warna hitam. Pembawa tour kami yang kebetulan orang Mesir dan Kristen Koptik memberi banyak masukkan tentang gereja Koptik. Menurut cerita tradisi Gereja Koptik Mesir didirikan oleh Markus penulis Injil. Waktu pendirian mungkin setelah menempuh perjalanan bersama Barnabas, bahkan setelah penulisan Injil Markus bersama Petrus (I Pet.5:13).

Gereja Koptik mengalami banyak penganiayaan, terutama ketika Mesir berhasil diislamkan. Karena penganiayaan itu maka muncul banyak martir yang mereka agungkan, dan menjadi santo bagi mereka. Mereka memiliki paus mereka sendiri dengan santo dan santa mereka. Sudah pasti apa yang mereka sekarang lakukan bukan yang diajarkan oleh Markus.
Gereja Koptik kini penuh dengan upacara simbolik lahiriah padahal kekristenan alkitabiah seharusnya telah meninggalkan ibadah ritualistik lahiriah. Ibadah simbolik ritualistik lahiriah itu sesungguhnya adalah pelita kosong yang dibawa oleh gadis-gadis bodoh untuk menyongsong kedatangan Sang Mempelai, yaitu ibadah tanpa kebenaran.

Yudaisme Israel
Rombongan tour dari Indonesia biasanya memasuki Israel dari Mesir melalui jalan darat. Karena ada pertempuran antara Israel dengan Hamas di Jalur Gaza, perjalanan kami memutar ke Selatan menuju pintu masuk Taba. Kemudian dari Taba menuju laut Mati dan menginap di tepi laut Mati.
Dari Laut Mati menuju  erusalem, dan ketika memasuki Yerusalem peserta tour dibawa mengunjungi berbagai situs jejak sejarah, yang oleh berbagai kelompok Kristen disebut situs suci. Di Yerusalem bercampur-aduk segala bentuk penyembahan oleh berbagai denominasi bahkan berbagai agama. Yudaisme di Israel semakin hari semakin meningkat. Pada saat Israel merdeka, tahun 1948, Yudaisme hanya sekitar 10%. Namun sekarang Yudais-me telah melebihi 50% dari
jumlah penduduk.

Bagi penganut Yudaisme Yesus Kristus adalah penjahat yang disalibkan oleh pemerintahan Roma. Mereka tidak mengakui kitab PB sebagai firman Tuhan, bagi mereka firman Tuhan hanya sampai kitab Maleakhi. Ketika mereka menyalibkan Kristus, mereka berkata; 25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darah-Nya di tanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” (Mat 27:25 ITB)

Mereka yang berkata demikian kemudian memang menanggungnya ketika Jendral Titus menghancurkan Yerusalem. Namun yang kasihan ialah anak-anak mereka yang tidak ikut mengambil keputusan dimasukkan mereka sebagai penanggung jawab. Dan mereka semua mengalami kesusahan dari zaman ke zaman hingga Adolf Hitler memasukkan mereka ke dalam ruang gas.

Mereka membenci Tuhan Yesus amat sangat. Ketika di lokasi kubur Daud, saya mencoba memberikan traktat Peta Jalan, mereka tidak mau terima. Sebaliknya orang Kristen seluruh dunia, terutama mereka yang masih percaya pada janji Tuhan kepada Abraham, bersimpati kepada mereka. 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Gen 12:2-3 ITB)

Tetapi jelas di dalam janji ini tidak ada keterangan bahwa sekalipun keturunanmu menolak Aku dan menyalibkan-Ku, Aku tetap akan memberkati orang-orang yang memberkati mereka. Orang Kristen alkitabiah tahu persis bahwa Yudaisme adalah sebuah kesesatan sekalipun mereka sangat giat dalam beribadah. Mereka dalam kesesatan karena mereka menolak Allah Jehovah yang datang melawat mereka.1 Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. 2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. (Rom 10:1-2).

Gereja Katholik Dengan Biara Mereka
Kelompok yang menguasai paling banyak situs jejak sejarah ialah gereja Katholik. Di gunung Tabor, yang mereka yakini adalah gunung dimana Kristus berubah rupa bersama tiga muridNya, diajarkan bahwa di tempat itulah doa paling di dengar. Kubur Tuhan yang diyakini Katholik dibuat gelap dan seram dan di dalamnya ada dua orang suster. Saya sempat kaget sekali karena tidak menyadari kehadiran dua orang suster itu. Padahal itu bukan lokasi Golgota, bahkan disetujui oleh guide-tour saya yang adal ah orang Arab Katholik, Golgota seharusnya di luar tembok Yerusalem. Menurutnya yang benar adalah yang di gua bukit yang dijaga oleh orang-orang Amerika agar tetap lestari (asli), dan di situ saya bertemu seorang Baptis, orang Amerika yang bertugas.

Gereja Katholik dengan ibadah simbolik ritualistik lahiriah menyesatkan semua turis yang tidak memiliki dasar iman. Banyak orang yang berlutut mencium bintang di gereja Nativity tanpa mengerti hakekat tindakan penyembahan berhala.

Kesimpulan
Di Yerusalem iblis bekerja giat menjauhkan manusia dari kebenaran. Kekristenan yang alkitabiah mengajarkan ibadah yang bersifat hakekat rohaniah dengan hati. Ibadah kita tidak lagi bersifat ritualistik simbolik lahiriah. Ibadah kita harus berlangsung di dalam kebenaran. Kekristenan alkitabiah tidak ada acara ibadah, yang ada adalah acara kumpul berjemaat, karena ibadah kita dengan hati dan terjadi setiap saat di setiap tempat dan tanpa perlu sikap postur tubuh tertentu.

Iblis memakai Yerusalem, tempat yang banyak dikunjungi untuk menyesatkan dunia. Ia berusaha membalikkan kekristenan ke ibadah simbolik ritualistik lahiriah. Ia mengangkangi situs-situs sejarah dan melaluinya menyesatkan manusia yang berkunjung ke sana.***

Sumber: Buletin PEDANG ROH Edisi 82 Januari-Maret 2015, Dr. Suhento Liauw

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: