Beranda > LIPUTAN ACARA > MEREKA MENYESATKAN DAN DISESATKAN

MEREKA MENYESATKAN DAN DISESATKAN


12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan (II Tim 3:12-13).

Pada saat saya tiba di tepi sungai Yordan ada beberapa group orang yang menyewa jubah putih satu US $10, untuk melaksanakan baptisan. Tanpa mereka sadari baik yang membaptiskan maupun yang dibaptiskan, mereka melakukan suatu kesesatan. Sebab jika mereka yakin bahwa baptisan di sungai Yordan lebih baik dari baptisan di tempat lain, maka itu adalah sebuah kesesatan.

Jelas sekali bahwa Rasul Paulus tidak dibaptis di sungai Yordan, demikian juga dengan sida-sida dari Etiopia. Anggota jemaat Korintus, dan anggota jemaat Efesus semua mereka tidak dibaptis di sungai Yordan. Jika memang pembaptisan di sungai Yordan lebih baik maka pasti orang Korintus, Efesus yang jarak mereka jauh lebih dekat akan dibawa untuk dibaptis di sana. 

Kemudian kami berangkat, dan tiba di kota Kana. Sejumlah orang juga menyewa Auditorium untuk melaksanakan upacara Pemberkatan Nikah. Hal yang mengherankan saya ialah bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun menikah. Mereka beralasan untuk meneguhkan kembali pernikahan mereka.

Saya berkata kepada istri (shemu), bahwa janji nikah kami sampai akhir hayat bukan sampai di kota Kana. Bahkan di Jakarta ada Pendeta (pendeta yang di gereja, bukan yang di Vihara), mengajarkan bahwa yang belum pernah diberkati di gereja sekalipun sudah punya cucu, pernikahan mereka tidak sah. Aneh! Padahal Abraham juga tidak nikah di gereja bahkan waktu dia nikah belum kenal Jehovah. Kita tidak temukan di Alkitab Allah suruh Abraham ulangi pernikahan mereka.

Sesungguhnya di mata Tuhan pernikahan itu sah jika diumumkan kepada publik dan terjadi hubungan seks. Pesta, berita di koran, arak-arakan di jalan dan lain sebagainya adalah bentuk pengumuman kepada publik bahwa dua orang ini menikah dan mereka sejak acara ini telah menjadi suami-istri. Pihak lain yang menginginkan salah satunya sudah tidak diperbolehkan lagi.

Pemberkatan Nikah itu istilah salah yang diciptakan oleh gereja Katholik. Gereja yang tidak memiliki jabatan imam, yang setiap orang percaya adalah imam dengan keimamatan yang rajani, tidak ada istilah pemberkatan. Karena tidak ada satu manusia pun di muka bumi ini yang jabatannya lebih besar daripada anak Allah. Sejak kita diselamatkan maka kita adalah anak-anak Allah. Allah sendiri yang akan memberkati anak-anakNya dal am hidup mereka.

Istilah yang benar, atau yang alkitabiah ialah peneguhan nikah. Dua orang yang belum bersuami dan belum beristri saling mengasihi dan ingin menjadi suami istri, datang ke jemaat mengumumkan pernikahan mereka dan meminta doa restu seluruh anggota jemaat yang adalah saudara mereka seiman.

Mereka datang kepada jemaat untuk memohon agar pernikahan mereka diteguhkan di hadapan Allah dan di hadapan jemaat. Sesungguhnya tanpa diteguhkan di hadapan jemaat pun pernikahan mereka tetap sah di hadapan Allah, jika diumumkan kepada publik dan kemudian mereka melakukan hubungan seks. Masalah pernikahan itu sesungguhnya bukan masalah agama melainkan masalah manusia yang diciptakan dalam keadaan laki-laki dan perempuan. Artinya, orang yang tidak beragama, atau yang tidak mengakui Allah, kalau dia telah memilih seseorang sebagai pasangannya dan mengumumkannya kepada publik bahwa mereka menikah dan berhubungan seks, maka Allah tidak mau mereka tidak setia satu sama lain. Pernikahan mereka yang tidak beragama tetap diakui Allah.

Bahkan sesungguhnya pernikahan itu bukan urusan negara. Menikah itu hak asasi manusia. Tidak diperlukan ijin nikah kepada negara, itulah sebabnya bagian yang mengurus surat pernikahan disebut catatan sipil. Urusan kelahiran, kematian, pernikahan itu bukan meminta ijin kepada negara melainkan melaporkannya, dan negara hanya mencatat saja.

Dari kota Kana perjalanan diteruskan ke tepi danau Galilea, dan tiba di sebuah rumah makan. Di rumah makan tersebut disajikan makanan, terutama ikan Petrus. Dikisahkan bahwa di tempat itulah Petrus menangkap ikan atas perintah Tuhan Yesus. Tentu kebenaran lokasinya belum tentu benar, namun untuk tujuan komersial rumah makan tersebut tidak perlu iklan apapun cukup dengan cerita Alkitab. Di bukit Zaitun, jalanan Tuhan memasuki Yerusalem menunggang keledai, pihak Katholik telah mengamankan situs-situs utama. Jalannya menurun melewati pekuburan Yahudi. Karena guide-tour tahu bahwa saya menguasai ayat-ayat Alkitab, berkata kepada saya bahwa sebenarnya Tuhan Yesus tidak melewati jalan ini. Tetapi karena ini cerita yang dibangun, maka kita ikuti saja. Saya bertanya alasannya, ia berkata bahwa Yesus adalah orang Yahudi yang sangat tahu aturan. Ia tidak mungkin membawa rombongan orang banyak melewati kuburan karena itu haram bagi orang Yahudi.

Di Mesir, di dalam sebuah gereja Koptik kuno, Guide-tour menunjuk ke lantai pada sebuah marmer yang agak lekak-lekuk sambil berkata bahwa itu adalah bekas telapak kaki Yesus ketika masih kecil saat mengungsi ke Mesir. Banyak turis meraba bahkan ada yang mencium marmer itu. Secara akal sehat kita tahu bahwa itu mustahil karena saya hampir dua puluh tahun mondar-mandir di Graphe, tidak ada telapak kaki saya tercetak di lantai keramik Graphe.

Tanpa sadar kebanyak turis ke Israel dan Yerusalem telah disesatkan. Sebetulnya para guide-tour yang terlebih dulu disesatkan, atau mereka sesungguhnya tahu bahwa cerita yang mereka sampaikan itu tidak benar, namun demi uang mereka menceritakan bahkan menambahi berbagai bumbu kemistikan agar turis merasa senang. Kemudian sang turis kembali ke negara masing-masing bercerita lagi sehingga cerita menjadi bergulung-gulung. Akhirnya terjadilah proses menyesatkan dan disesatkan.***

Sumber: Buletin PEDANG ROH Edisi 82 Januari-Maret 2015, Dr. Suhento Liauw

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: