Beranda > CALVINISME > AYAT-AYAT BUKTI CALVINIS DITELAAH (Bagian 2)

AYAT-AYAT BUKTI CALVINIS DITELAAH (Bagian 2)


AYAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDUKUNG CALVINIS:
Ajaran KEBEJATAN TOTAL (Belenggu Kehendak)

Menurut doktrin Calvinis Total Depravity (Kerusakan Total), manusia tidak hanya tidak benar dan mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa, dia ini dalam arti sedemikian, ia bahkan tidak bisa percaya pada Kristus untuk keselamatan, dalam arti itu, sehingga ia tidak bisa membuat pilihan apapun dalam hal untuk keselamatan. Bahkan sejak kejatuhan, kehendak manusia telah dibelenggu sehingga ia bahkan tidak bisa menanggapi tawaran kasih karunia Allah.

Dalam kata-kata dari Westminster Confession, Total Depravity didefinisikan sebagai berikut: “Manusia karena jatuh ke dalam keadaan dosa, Dialah yang sepenuhnya kehilangan semua kemampuan kehendak untuk setiap hal rohani baik yang menyertai keselamatan; sehingga sebagai manusia duniawi yang sama sekali menolak dari baik itu, dan mati dalam dosa, tidak mampu, dengan kekuatannya sendiri, untuk mengubah dirinya, atau untuk mempersiapkan diri tambahan lagi. “

Seperti yang telah kami katakan, doktrin Calvinis Total Depravity tidak berakhir hanya dengan manusia dalam kondisi benar-benar tidak benar, dengan jatuh dan korup secara natur dan hati dan tidak dapat menyelamatkan dirinya dengan perbuatan-perbuatannya. Doktrin ini juga melibatkan sesuatu yang disebut “Belenggu kehendak (Bondage of the will).”

Dr Jeffrey Khoo, seorang Presbyterian yang mengepalai Far Easter Bible College di Singapura (pembela gigih iman dan seorang manusia untuk siapa saya harus menjunjung tinggi terlepas dari perbedaan-perbedaan kita), menulis: “kebebasan pilihan manusia telah hangus sejak masa kejatuhan … Alkitab mengajarkan ketidakmampuan manusia dan kerusakan total “(buku Arminianism Examined, p. 4).

Ketika Dr Khoo berbicara tentang “ketidakmampuan manusia,” dia bukan hanya berarti bahwa orang berdosa tidak dapat menyelamatkan diri dengan perbuatan, tetapi juga bahwa orang berdosa tidak dapat merespon dalam iman tawaran keselamatan Allah.

Aku telah menantang Calvinis untuk memberikan bahkan satu ayat Kitab Suci yang mengajarkan ini, dan saya telah memeriksa buku Calvinis untuk suatu ayat bukti, tapi sia-sia. Seperti yang akan kita lihat, ayat-ayat berikut bahwa mereka diajukan sebagai ayat bukti tidak mengajarkan doktrin mereka dalam hal kehendak manusia dan ketidakmampuan untuk menjalankan iman.

Kami sepenuhnya setuju bahwa Alkitab mengajarkan bahwa manusia benar-benar rusak dalam arti bahwa orang berdosa yang korup dan tidak benar dan bahwa tidak ada yang baik dalam dirinya yang dapat diterima di hadapan Allah dan bahwa tidak mungkin baginya untuk mendapatkan keselamatan melalui karya-karyanya sendiri TAPI CALVINISME JAUH MELAMPAUI INI DAN MENAMBAHKAN PELINTIRAN UNIKNYA SENDIRI YANG TIDAK DIDUKUNG OLEH KITAB SUCI, PENDOSA INI TIDAK MAMPU BAHKAN UNTUK PERCAYA DAN KEHENDAKNYA BEGITU BANYAK dalam BELENGGU dosa yang mana DIA TIDAK BISA MENERIMA ATAU MENOLAK INJIL.

Berikut ini adalah perikop kunci yang digunakan oleh Calvinis untuk mendukung doktrin Total Depravity:

1. Efesus 2: 1-3 – “Dan kamu, yang mati dalam kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa, 2 di dalamnya pada suatu ketika kamu berjalan menurut zaman dunia ini, menurut penghulu otoritas angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara anak-anak durhaka; 3 di antara mereka juga, kita semua pada suatu ketika tinggal dalam hasrat-hasrat kedagingan kita dengan melakukan keinginan-keinginan daging dan pikiran-pikiran, bahkan secara alami kita adalah anak-anak kemurkaan, seperti mereka yang lain juga.”

Bagian ini tidak mengatakan apa-apa tentang orang berdosa tidak bisa percaya dan tidak tentang kondisi kehendaknya dalam kaitannya dengan menerima atau menolak Injil. Ia mengatakan orang berdosa mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa, berjalan menurut saja dari dunia ini dan sesuai dengan penguasa udara, adalah anak durhaka, dan oleh natur anak kemurkaan.

Tapi ini tidak sama dengan doktrin Calvinis dari kerusakan total yang melampaui kata-kata yang sebenarnya dari Kitab Suci, seperti yang kita temukan dalam bagian penting ini, dan menambahkan masalah tentang kehendak orang berdosa dan dia tidak bisa percaya.

2. Yesaya 64: 6-7 – “Namun kami semua menjadi seperti orang yang najis dan semua kebenaran kami seperti kain yang najis. Dan kami semua layu seperti daun, dan kejahatan kami seperti angin mengembus kami. 7 Dan tidak ada seorang pun yang memanggil Nama-Mu, yang menyemangati diri untuk berpegang pada-Mu. Sebab Engkau telah menyembunyikan wajah-Mu dari kami dan telah menyerahkan kami ke dalam kuasa kejahatan kami.”

Sekali lagi, meskipun ayat ini mengajarkan kita bahwa manusia yang jatuh tidak memiliki kebenaran yang dapat diterima di hadapan Allah dan bahkan dugaan kesalehannya seperti kain kotor dihadapan Tuhan Tritunggal, ayat ini tidak mengatakan apa-apa tentang kehendak manusia atau kemampuan atau ketidakmampuan untuk menanggapi kasih karunia Allah.

Bahwa tidak ada yang menyerukan nama Tuhan atau membangkitkan dirinya untuk berpegang pada Allah tidak berarti bahwa orang berdosa tidak dapat menanggapi kasih karunia Allah dan tidak berarti bahwa ia tidak bisa percaya Injil. Membiarkan dirinya sendiri, orang berdosa tidak mencari Tuhan atau memanggil nama-Nya, tetapi orang-orang berdosa tidak dibiarkan sendiri. Mereka diberi cahaya (Yoh 1:9), Diyakinkan (Yoh 16:8)., Dan ditarik kepada Kristus (Yoh 12:32.). Allah telah memerintahkan bahwa Injil harus diberitakan kepada setiap orang berdosa dan bagi orang-orang yang percaya akan diselamatkan (Mrk 16: 15-16)., Dan tidak ada dalam Yesaya 64: 6-7 yang mengatakan orang berdosa tidak bisa percaya dalam menanggapi karya pencerahan Tuhan, keyakinan, dan tarikan.

3. Roma 3: 10-18 – “sebagaimana yang telah tertulis, “Tidak ada yang benar, bahkan seorang pun tidak! 11 Tidak ada seorang pun yang memahami, tidak ada seorang pun yang mencari Allah. 12 Semua orang telah menyimpang, mereka semua menjadi tidak berguna, tidak ada yang berbuat kebaikan, bahkan seorang pun tidak! 13 Kerongkongan mereka itu kubur yang ternganga, mereka menipu dengan lidahnya, racun ular berbisa ada di bibir mereka 14 yang mulutnya penuh kutukan dan kepahitan; 15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah; 16 kehancuran dan kesengsaraan ada pada jalan-jalan mereka. 17 Dan mereka tidak mengenal jalan damai sejahtera; 18 takut akan Allah tidak ada di depan mata mereka.” “

Bagian ini merupakan kecaman terus terang manusia yang jatuh. Dia tidak benar. Dia tidak mengerti atau mencari Allah. Dia pergi keluar dari jalan dan menjadi tidak menguntungkan. Dia tidak berbuat baik. Mulutnya penuh dengan penipuan dan sumpah serapah. Dia tidak memiliki rasa takut akan Tuhan.

Pertimbangkan, meskipun, bahwa bagian ini tidak mengatakan apa-apa tentang kehendak manusia atau kemampuan atau ketidakmampuan untuk menerima Injil atau untuk menjalankan iman. Bahwa tidak ada orang berdosa secara alami mencari Allah bukan untuk mengatakan bahwa ia tidak percaya Injil ketika ditawarkan kepadanya dalam konteks pencerahan Allah (Yoh 1: 9), Keyakinan (Yoh 16: 8)., dan tarikan (Yoh 12:32).

4. Kejadian 6:5 – “Dan YHWH melihat bahwa kejahatan manusia demikian besar di bumi, dan setiap angan-angan pikiran hatinya semata-mata jahat sepanjang hari,”

Sekali lagi, tidak ada dalam ayat ini tentang kehendak manusia dan apakah dia bisa percaya pada Tuhan dan menerima tawaran kasih karunia-Nya.

5. Yeremia 17: 9 – “Hati yang penuh dusta melebihi semua yang sulit disembuhkan, siapakah yang dapat mengetahuinya?”

Ayat ini membahas hati orang berdosa tetapi tidak kehendaknya. Ini memberitahu kita jelas bahwa hati orang berdosa adalah penipu dan sangat jahat, dan tidak ada yang benar dapat memahami manusia hari ini kecuali mereka memahami dan percaya ajaran ini; tetapi tidak memberitahu kita bahwa orang berdosa tidak percaya Injil. Ia tidak mengatakan apa-apa tentang kondisi kehendak orang berdosa dalam hal menjalankan iman.

6. 1 Korintus 2:14 – “Namun manusia jiwani tidak menerima hal-hal mengenai Roh Allah, karena kebodohan ada padanya, dan dia tidak mampu untuk memahaminya, sebab hal itu diuji secara rohaniah.”

Ayat ini mengajarkan bahwa orang yang belum diselamatkan tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah dan tidak memiliki kemampuan alami untuk membedakan hal-hal rohani. Namun ia mengatakan apa-apa tentang kondisi kehendak orang yang belum diselamatkan atau apakah dia percaya Injil atau tidak. Untuk mengatakan bahwa orang berdosa tidak alami menerima hal-hal dari Roh Allah tidak mengatakan bahwa dia tidak bisa. Terlepas dari pencerahan ilahi, keyakinan, dan menggambar, tidak ada orang berdosa akan menanggapi Injil, namun pencerahan ini, keyakinan, dan menggambar diperpanjang untuk setiap orang berdosa (Yoh 1:9; 16: 8; 12:32). “Itu adalah Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang yang datang ke dalam dunia” (Yoh 1: 9).

7. 2 Tesalonika 2:13 – “Dan kami, kami wajib senantiasa bersyukur kepada Allah mengenai kamu, hai saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, karena Allah telah memilih kamu sejak semula ke dalam keselamatan –dengan pengudusan Roh dan dengan iman kebenaran– “

Arthur Pink menggunakan ayat ini sebagai bukti untuk doktrin Calvinis bahwa kelahiran baru mendahului iman.

Mengingat ayat-ayat berikut, jelas bahwa 2 Tes. 2:13 tidak menyatakan urutan yang tepat dari hal itu.

Perikop Utama tentang kelahiran baru adalah Yohanes 3. Dalam ayat 1-8 Yesus memerintahkan Nikodemus bahwa ia harus dilahirkan kembali atau ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Dalam ayat 9, Nikodemus bertanya Yesus bagaimana ini bisa. Dalam ayat 10-21, Yesus menjawab pertanyaan ini dan menjelaskan bagaimana seorang manusia dilahirkan kembali, dan jawabannya adalah bahwa ia dilahirkan kembali dengan percaya (Yoh 3:14-16)! Ini adalah persis apa yang Calvinis katakan orang berdosa tidak bisa lakukan. Bagaimana bisa orang mati percaya, dia beralasan? Nah, jika kita akan mengambil “orang mati” secara analogi harfiah, orang mati tidak dapat berbuat dosa juga. Seorang manusia mati, jika diambil secara harfiah, tidak dapat menolak Injil lebih dari yang ia dapat menerima Injil, tetapi Calvinis mengklaim bahwa sementara orang berdosa mati BISA menolak Injil tetapi ia tidak dapat menerimanya. Ketika Alkitab mengatakan orang berdosa mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa itu berarti bahwa ia dipisahkan dari kehidupan ilahi Allah karena dosa. Untuk mengambil analogi ini melampaui ajaran yang sebenarnya dari Alkitab dan untuk memberikan arti lain, seperti untuk alasan bahwa karena orang berdosa mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa dia pasti tidak mampu percaya, adalah bergerak dari kebenaran menuju pada ajaran sesat.

Efesus 1:13 juga memberikan urutan keselamatan. “Di dalam Dia pula, kamu, yang mendengar firman kebenaran, yaitu injil keselamatanmu, di dalam Dia pula, karena percaya, kamu telah dimeteraikan dengan Roh Kudus dari suatu janji, ” Pertama pendosa percaya dan kemudian ia menerima Roh Kudus.

Urutan keselamatan juga dibuat jelas dalam Kisah Para Rasul 16:30-31 dalam kasus kepala penjara Filipi. “Dan setelah membimbing mereka ke luar, ia berkata, “Hai tuan-tuan, apakah yang seharusnya aku perbuat supaya aku dapat diselamatkan?” Dan mereka berkata, Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, dan seisi rumahmu.”

Perhatikan bahwa kepala penjara itu tidak lahir lagi ketika ia bertanya apa yang harus ia lakukan untuk diselamatkan, dan Paulus menjawab bahwa ia harus percaya pada Tuhan Yesus Kristus. Jelas Paulus tahu bahwa orang berdosa yang belum diselamatkan bisa melakukan hal itu dan bahwa dengan percaya ia akan dilahirkan kembali.

Urutan keselamatan juga dibuat jelas dalam Efesus 2: 8-9 – “Sebab oleh anugerah kamu telah diselamatkan melalui iman, dan hal itu bukanlah dari kamu, itu karunia Allah, 9 bukan dari perbuatan, supaya tidak seorang pun dapat bermegah.”
Di sini kita menemukan bahwa iman adalah cara dimana kita diselamatkan;. itu adalah “tangan yang menjangkau untuk menerima Karunia Allah.”

Hal ini jelas dari ayat-ayat sebelumnya bahwa iman mendahului dan hasil dalam keselamatan.

Pada saat yang sama, penting untuk mengamati bahwa dari sudut pandang Allah pengudusan Roh dan keyakinan kebenaran terjadi secara bersamaan. Meskipun kita diselamatkan melalui iman, iman yang dilakukan dalam konteks Roh Allah mencerahkan dan menarik dan menyakinkan dan akhirnya regenerasi dan pengudusan. Oleh karena itu akan menjadi tidak mungkin secara manusia untuk memisahkan “percaya kebenaran” dari “pengudusan Roh.”

Tambahan dari Bahan Kuliah Kalvinisme di STT Graphe:
8. Yohanes 8:34-35 – “Setiap manusia sudah berbuat dosa dan ia adalah hamba dosa dan tetap tinggal dalam dosa, itulah sebabnya dia tidak bisa berbuat baik. Akibatnya ada beberapa analogi yang mereka pakai dalam hal ini:
* Manusia memiliki sifat dosa,
* Yeremia 13:23 “dapatkah orang Ethopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya?”
* Roma 8: 5-8 Orang yang hidup di dalam daging tidak berkenan kepada Allah
* I Kor 2:14 Manusia tidak mampu mengerti hal-hal yang dari Allah.
* Yoh 6:43-47 Manusia tidak bisa datang dan mendengar Allah.
* Yoh 8:42 Orang yang tidak dipilih tidak bisa percaya kepada Kristus.
* Yoh 8:47 hanya orang yang dipilih saja yang bisa percaya.
Kalvinis percaya kehendak bebas manusia, tetapi berbeda dengan kehendak bebas dalam pengertian umum. Kehendak bebas dalam pengertian Kalvinis adalah “manusia bebas hanya percaya saja, secara khusus bagi mereka yang sudah dipilih dari semula. Konsekuensinya mereka yang tidak percaya, hanya bebas menolak Yesus atau mereka bebas untuk tidak percaya, tetapi untuk percaya mereka tidak bebas atau tidak bisa sama sekali.

Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa manusia hanya bebas melakukan yang baik dan setelah manusia jatuh dalam dosa manusia hanya bisa melakukan yang jahat atau dosa saja.
Ada beberapa analogi yang mereka pakai untuk membela konsep ini.
* Allah Kudus dan bebas melakukan yang baik saja karena itu sudah sifatNya.
* Manusia yang berdosa bebas melakukan dosa, karena itu sudah sifatnya.
* Manusia bebas menolak Allah, tetapi tidak bebas percaya
* Adam manusia pertama bebas melakukan yang baik dan buruk sebelum ia jatuh ke dalam dosa. Tetapi ia memilih yang buruk dan setelah ia jatuh, ia tidak bebas untuk memilih yang baik.
* Adam kedua yaitu Yesus Kristus hanya bisa memilih yang baik

Counter untuk ayat-ayat ini:
1. Apa itu bobrok total (Total Depravity) menurut Alkitab?
2. Apakah orang-orang yang sudah bobrok total selalu melakukan hal-hal yang bobrok saja?

Tidak..! Buktinya ada banyak manusia yang bisa melakukan kebaikan atau hal-hal yang baik. Contoh mereka yang tidak mengenal Tuhan saja mereka masih bisa, bahkan sering melakukan kebaikan supaya mereka bisa masuk Sorga (menurut kepercayaan mereka), sekalipun itu tidak mungkin. Dapat juga kita lihat manusia tidak saling membunuh atau tidak melulu melakukan kejahatan yang secara moral salah. Ini menunjukkan bahwa manusia yang belum percaya tidak terus-menerus dan harus melakukan yang buruk atau yang jahat.

Contoh dalam Alkitab Matius 7:11 “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapamu yang di Sorga.” Ayat ini memberi penjelasan yang baik, bahwa orang yang jahat saja menurut kaca mata Tuhan masih bisa melakukan perbuatan baik. Ia tidak melulu melakukan yang jahat sekalipun ia adalah orang berdosa/bukan orang pilihan.

Bobrok total tidak harus sebobrok-bobroknya atau selalu melakukan yang jahat. Roma 2:15 ”Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum taurat ada tertulis dalam hati mereka, dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Dalam ayat ini memberitahukan bahwa orang yang tidak percaya juga memiliki hukum Taurat dalam hati nurani mereka dan mereka ini bukan orang pilihan, tetapi ada moralitas dalam hidup mereka. Ini merupakan kasih karunia kepada manusia tanpa terkecuali baik yang percaya maupun yang tidak percaya.

Hal ini memberitahu kepada kita, bahwa total depravity dalam konsep Alkitab berbeda dengan konsep Kalvinisme. Yang jahat dalam Alkitab adalah yang sesuatu yang tidak sesuai dengan standar Allah. Manusia bisa saja melakukan sesuatu yang baik dan benar tetapi tidak sesuai dengan standart Allah. Ini adalah kebenaran yang relatif, tergantung siapa yang menilai.

Pekerjaan yang baik menurut standard Allah ada dalam Yoh 6:28-29, yakni Percaya kepada Yesus Kristus yang diutus Allah.

Pandangan Kalvinis lainnya:
1. Kehendak manusia tidak ada hubungannya dengan keselamatan.
Yoh 1:12-13 “Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang tidak diperanakkan bukan dari darah dan daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan laki-laki, melainkan dari Allah.”
2. Roma 9:16 “Hal itu tidak bergantung kepada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah”.
Dalam konsep Kalvinis, bahwa kelompok orang yang percaya akan adanya kehendak bebas manusia untuk percaya dan menolak Yesus mengajarkan Sinergisme, atau kerja sama antara Allah dan manusia supaya manusia selamat.

Konsep Total Depravity Kalvinisme bukanlah meninggikan Allah, tetapi merendahkan Allah. Karena dalam konsep Kalvinis manusia itu tidak bebas, maka konsekuensinya manusia itu sama dengan robot. Seolah-olah Allah sedang berurusan dengan robot yang harus mengerti dan memuliakan Dia. Apakah Allah memberi tanggungjawab moral kepada robot? Atau bagaimana mungkin Allah meminta pertanggunganjawab dari mayat yang jelas-jelas tidak bisa mendengar, merasa dan berkomunikasi.

Sebenarnya Kalvinis sedang mengajarkan TOTAL INABILITY, yakni ketidakmampuan total dari manusia. Total Depravity memang diajarkan Alkitab. Roma 3:10″tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” Tetapi Alkitab tidak mengajarkan ketidakmampuan total yang Kalvinis ajarkan. Mereka sering memanipulasi Pengkotbah 7:20 “sesungguhnya di Bumi tidak ada orang yang saleh, yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa.” Ayat ini memang benar tidak ada kesalahan di dalamnya. Tetapi kesalehan dan perbuatan baik yang Pengkotbah maksud adalah kebenaran manusia yang mampu membenarkan dirinya di hadapan Allah sehingga ia layak menerima keselamatan atau layak masuk Sorga.

Dalam Alkitab banyak referensi yang mana manusia mampu melakukan yang baik, bukan hanya bisa melakukan hal yang bobrok saja. Hal ini sangat didukung Alkitab dan pengalaman hidup manusia sehari-hari. Contoh nyata adalah orang Muslim, Budha, Hindu, mereka tidak melakukan pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, tindakan yang anarkis setiap hari atau setiap waktu. Mereka masih melakukan hal-hal yang benar dan positif secara manusia. Ini membuktikan, bahwa manusia yang bukan pilihan bisa melakukan perbuatan yang baik. Jadi manusia itu tidak mati total seperti mayat dalam konsep Kalvinis. Bukan berarti manusia tidak bisa berbuat baik.

Dalam Luk 6:33 “sebab jika kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.”
Dalam konteks nats ini, Tuhan Yesus membuat perbandingan etika orang yang percaya dengan yang tidak. Dan dalam pernyataan yang tegas, bahwa orang jahat saja bisa melakukan perbuatan yang baik. Mungkin dapat kita ambil contoh seorang perampok yang menolong temannya di rumah sakit yang sedang sekarat dengan membiayai seluruh pengobatannya. Bukankah ia sedang melakukan tindakan kemanusiaan? Atau contoh klasik dalam dunia perfilman pahlawan Robin Hood yang merampasi orang-orang kaya dan membagi-bagikan hasilnya kepada orang miskin. Bukankah dia menjadi dewa penolong di dalam benak orang-orang yang ia tolong? Dan dalam ayat ini Tuhan menjelaskan, bahwa orang orang berdosa sama dengan orang yang tidak percaya kepada Allah, tetapi masih bisa melakukan hal baik, bukan yang bobrok melulu.

Dalam Matius 7:12 “apa yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” dalam ayat ini juga Tuhan sedang berbicara di dapan umum yang sebagian besar adalah orang-orang yang tidak percaya, bahkan kelak akan menyalibkan Dia. Tuhan menghimbau untuk melakukan hal yang baik, agar datang yang baik. Tentu Tuhan tidak akan memerintahkan hal demikian jika manusia tidak sanggup untuk melaukan hal yang baik. Tentulah Allah tidak akan memerintahkan manusia secara umum berbuat baik kepada sesama, jikalau hanya orang pilihan saja yang mampu melakukan yang baik dan benar.

Dalam hal ini, Kalvinis salah mengerti ayat-ayat dalam Roma 3:10 dan Pengkotbah 7:20. Memang manusia tidak dapat membenarkan dirinya di hadapan Allah dengan segala perbuatan baiknya. Kalvinis sepertinya tidak bisa membedakan:

Ada perbuatan benar
Ada perbuatan yang membenarkan
Dua hal ini yang Kalvinisme salah pengertian karena pada dasarnya perbuatan baik manusia tidak dapat membenarkan dirinya di hadapan Allah.

Efesus 2:1 “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu,”Kolose 2:13 “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita.”

Dalam konsep Kalvinis, bahwa manusia itu sama seperti Lazarus yang mati, tidak bisa mendengar suara Tuhan. Mereka sering memakai Yoh 8:43 untuk membuktikan bahwa manusia berdosa yang tidak dipilih tidak dapat mendengar suara Tuhan. Ayat ini sering Kalvinis pakai sebagai ayat kunci poin total depravity. Kalvinis menerapkan Mati rohani sama dengan mati Jasmani. Dalam pengertian Kalvinis mati berarti tidak bisa berbuat apa-apa.

Ini adalah konsep yang salah secara logika, orang yang mati rohani seharusnya juga tidak bisa melakukan apa yang secara rohani Salah dan Benar.
Bukti Alkitab bahwa konsep Kalvinis salah adalah dalam Luk 15:24 “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” Ayat ini membuktikan anak yang secara rohani mati, tetapi ia masih dapat melakukan hal atau keputusan yang baik untuk kembali kepada bapaknya. Jadi definisi mati menurut Kalvinis tidak lengkap dan mengakibatkan kesalahan yang sangat membahayakan kekristenan.

Roma 6:2 ‘Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Dalam ayat ini orang percaya juga mati. Ayat ini sekaligus membuktikan, bahwa manusia masih bisa melakukan dosa, sekalipun ia telah mati bagi dosa. Artinya orang yang di dalam Kristus juga masih bisa jatuh dalam dosa. Ini sangat bertentangan dengan konsep Kalvinis, bahwa orang pilihan hanya bebas percaya dan otomatis hanya bebas berbuat baik. Adakah kaum Kalvinis yang merasa diri sudah dipilih hanya bebas berbuat baik saja? Dapatkah anda hitung berapa pelanggaran yang telah anda perbuat dalam minggu ini? Bukankah seharusnya kaum Kalvinis menjadi manusia-manusia yang suci, tak bercela karena hanya bebas berbuat baik?

Ini konsep theologia yang dipungut dari luar kebenaran Alkitab yang sangat dijunjung tinggi, tetapi sangat tidak masuk akal!!!

Dapatkah Kalvinisme mengatakan, bahwa mereka adalah kelompok yang menjunjung Allah dan merendahkan manusia dengan konsep:
• Manusia tidak bebas berbuat baik
• Manusia tidak bebas percaya kepada Allah
• Manusia tidak bisa merespon kepada Allah

Bukankah konsekuensi dari konsep ini, bahwa Allah adalah Pribadi yang sangat bodoh:
1. Memberi perintah untuk memenuhi bumi ini kepada mayat.
2. Memerintahkan manusia untuk percaya, tetapi jelas-jelas manusia itu tidak bisa percaya karena mati secara rohani, tidak bisa merespon dantidak bisa percaya.
3. Meminta pertanggunganjawab kepada manusia yang mati, yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Bukankah Kalvinisme menempatkan Allah pada posisi yang sangat tidak sopan dan sangat menghina Allah karena ternyata Allah orang Kristen adalah Allah yang kurang kerjaan yang meminta pertanggunganjawab kepada mayat. Dapatkah Anda bayangkan bila Tuhan memberi perintah kepada mayat untuk: bekerja, beranak cucu, bertobat, percaya dan masih banyak lagi. Dan kalau manusia yang seperti mayat itu tidak melakukannya, maka Tuhan akan menghukum mayat-mayat yang tidak mengikuti atau melaksanakan perintahNya akan masuk Neraka.
Maukah Anda memiliki Allah seperti itu?

Untuk apa semua ayat yang ada dalam Alkitab menginstruksikan manusia untuk:
• Percayalah
• Bertobatlah
• Mari kita berperkara
• Kamu harus mempertanggungjawabkan
• Marilah datang kepadaKu (Mat 11:28)

Dalam pengertian umum, bebas itu minimal ada dua pilihan. Tetapi dalam pengertian Kalvinis bebas itu hanya bebas percaya, secara khusus kepada mereka yang sudah Allah pilih dari semula (kekekalan).

Padahal manusia bebas sebebas-bebasnya, tetapi dalam pelaksanaanya Allah dapat intervensi. Misalnya seseorang yang ingin meledakkan sebuah mall, dia bebas melakukannya, tetapi dalam hal ini Allah dapat mengintervensi supaya hal ini terjadi atau Allah tidak menginjinkannya.

Dalam pemahaman Kalvinis, manusia tidak mempunyai kehendak bebas yang berhubungan dengan keselamatan dan menuduh mereka yang menekankan manusia bisa beriman percaya keselamatan karena usaha. Padahal usaha tidak sama dengan iman.

Contoh: kita menerima rumah lengkap dengan segala perabotannya. Ketika kita menerimanya kita tidak berjasa(atau melakukan suatu usaha) tetapi itu adalah hadiah yang diberikan kepada kita sehingga kita layak untuk menerima kunci atau rumah itu.

Dalam Roma 9:16, bahwa benar kita selamat bukan karena usaha, dan perlu diingat percaya itu bukan usaha, tetapi sikap iman yang menerima anugrah keselamatan yang telah Allah sediakan. Ayat ini bukan dibuat percaya seperti yang diyakini oleh Kalvinis. Iman dan Usaha dalam Alkitab itu berbeda.

Dalam konsep Kalvinis iman adalah anugrah yang Allah berikan kepada manusia, bukan sesuatu yang timbul dari manusia sebagai respon dari pendengaran akan firman Kristus (Roma 10:17).
Roma 4:5 “Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.”

Yang tidak bekerja tetapi yang percaya kepada Dia dihitung Allah sebagai Kebenaran. Dalam ayat ini nyata, bahwa percaya itu bukan sebuah pekerjaan. Di sinilah salah satu kesalahan Kalvinis yang sangat fatal menyamakan Percaya/iman itu sama dengan usaha. Hal ini mengakibatkan Allahlah yang melakukan segala sesuatunya kepada manusia termasuk menaruh iman ke dalam hati manusia agar ia percaya. Bila tidak demikian, maka manusia itu tidak akan pernah dan tidak mungkin percaya.

Analogi-analogi yang sering Kalvinis pakai:
1. Allah Mahakudus, tidak bisa berbuat dosa. Allah hanya bisa berbuat yang baik karena memang itu sifatNya. Manusia berbuat dosa karena itu memang sifatnya. Maka kesimpulan Kalvinis adalah manusia tidak bisa berbuat baik dan tidak bisa merespon kepada Allah.
2. Adam pra-dosa bisa berbuat baik dan jahat (bebas), tetapi Adam memilih yang jahat. Adam kedua (Yesus) hanya bisa berbuat yang baik. Hal ini didukung oleh ayat-ayat: Matius 7:17-18,”pohon yang baik menghasilkan buah yang baik dan sebaliknya. Matius 12:34-35, “orang yang baik mengeluarkan yang baik dari perbendaharaanya dan sebaliknya.”
Ini adalah analogi yang salah.

Adam dan Yesus. Bagaimana dengan orang yang percaya atau orang yang dipilih menurut konsep Kalvinis, apakah mengikuti Adam atau Kristus? Bila mengikuti Kristus, bagaimana dengan kehidupan Kristus. Apakah Ia pernah melakukan dosa atau kesalahan? Bila tidak! Maka seharusnya setiap orang pilihan tidak akan pernah sekalipun melakukan yang salah atau berbuat dosa. Tetapi adakah diantara Kalvinis yang berani mengatakan, bahwa ia tidak pernah melakukan kesalahan sekalipun? Ini mustahil dan tidak akan ada seorangpun yang lolos dari kesalahan.

Inilah yang menjadi kesimpulan Alkitab mengenai kebobrokan manusia:
Bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa dan memiliki posisi orang berdosa yang hatinya cenderung jahat (bobrok). Tetapi kebobrokan manusia ini tidak sampai membawa kepada ketidakmampuan total. Kebobrokan manusia masih bisa diimbangi dengan Kasih Karunia Allah melalui taurat yang di taruh Allah dalam hati manusia secara umum. Hal ini terbukti bahwa manusia yang tidak percaya kepada Kristuspun tidak dengan sembarangan melakukan hal yang jahat atau tindakan moralitas yang bejat. Hati nurani manusia masih hidup yang mencegah melakukan sesuatu yang jahat, baik di mata manusia maupun di mata Allah. Misalnya mencuri, memperkosa, membunuh, menipu dll.

Bukti manusia itu bisa berbuat baik adalah bukti kasih karunia Allah kepada setiap manusia. Kain anak Adam, manusia pertama menjadi contoh bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengalahkan dosa. Kejadian 4:7 “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan mata. Ia sangat menggoda engkau tetapi, engkau harus berkuasa atasnya.” Allah masih memberikan kasih karunia kepada manusia untuk melawan dosa. Ini adalah bukti nyata yang dilakukan oleh manusia yang tidak percaya kepada Allah.

Manusia yang tidak percaya kepada Tuhan dapat menimbang yang baik dan yang jahat dalam hatinya, ini sering disebut Common Grace atau Anugrah Umum. Dalam Yohanes 16:8-15 Allah memberikan Roh Kudus untuk menginsafkan dunia akan dosa. Dunia di sini mengacu kepada seluruh manusia yang berada di dunia tanpa terkecuali. Roh Kudus tetap bekerja sekalipun Dia tidak masuk ke dalam hati seseorang. Roh Kudus hanya mendiami hati orang yang percaya kepada Kristus sebagai Juruselamat.

Kebobrokan yang Alkitab ajarkan tidak menghilangkan kehendak bebas manusia dan selalu ada pilihan. Kehendak bebas yang sejati memiliki minimal (2) dua pilihan. Contoh: Yosua 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik beribadah kepada TUHAN, tetapi pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu beribadah.” Dalam Roma 6:16 “menyerahkan diri menjadi hamba kebenaran.”Ada pilihan bagi manusia yang memiliki kehendak bebas. Manusia bebas untuk beribadah kepada siapa saja yang ia percayai, dan bebas untuk memperhambakan dirinya kepada siapa yang ia kehendaki, tanpa Allah pernah paksa. Tetapi dalam kenyataan Allah menginginkan manusia itu beribadah kepadaNya, tetapi tidak memaksakan kehendakNya.

Menjadi pertimbangan lainnya adalah perintah Allah kepada manusia untuk melakukan perintahNya. Bila Allah memberikan perintah kepada manusia membuktikan manusia itu mampu untuk melakukannya. Seperti dalam Yesaya 45:22 “berpalinglah kepadaKu dan berilah dirimu diselamatkan.” Matius :28 “marilah kepadaKu yang letih lesu dan berbeban berat” Wahyu 22:17 “Barang siapa mau?” bagaimana dengan pernyataan-pernyataan Alkitab yang memberikan kepada manusia pilihan untuk datang atau tidak dan untuk percaya atau tidak. Apakah Allah akan memanggil mereka yang sudah Ia tentukan untuk tidak datang? Apakah Allah akan memerintahkan manusia untuk percaya sementara Allah itu telah menentukan ia tidak percaya? Apakah Allah sedang memanggil mayat yang sama sekali tidak dapat merespon, tidak dapat mendengar dan tidak dapat bergerak? Mungkinkah Allah yang Mahabenar, Maha kasih, Mahakudus akan melakukan tindakan yang demikian? Apakah Allah sedang mempermainkan manusia supaya bertobat dan percaya kepadaNya, tetapi Allah itu sendiri juga telah menentukan untuk tidak bertobat dan percaya kepadaNya?

Sungguh aneh Allah yang ada dalam konsep Kalvinis. Bila demikian apakah Kalvinis sedang memposisikan Allah pada tempat yang sesungguhnya atau mereka sedang memposisikan Allah pada posisi yang sangat rendah sekali? Bila demikian mereka sedang menghina Allah dengan mencoba mempertentangkan sifat-sifat Allah Maha benar, Maha Kudus, Maha Kasih dan Maha Adil. Allah dapat melakukan segala sesuatu asalkan tidak bertentangan dengan sifat-sifatNya. Allah tidak mungkin memilih sebagian masuk Surga dan Ia memilih sebagian masuk Neraka tanpa syarat.

Pemilihan masuk Surga yang tanpa syarat sebagai bukti kasihNya, maka konsekuensi dari itu Allah juga telah memilih sebagian tanpa syarat masuk ke Neraka. Mungkinkah hal ini akan Allah lakukan? Bila Ia dapat memilih siapa yang bisa masuk Surga tanpa syarat, dan memilih siapa yang masuk Neraka tanpa syarat, maka hal ini bertentangan dengan sifat-sifatNya. Bila Allah dapat menolong seluruhnya kenapa tidak semua Ia tolong?

Allah yang Kalvinis beritakan bukanlah Allah yang sesuai dengan Alkitab.

Bersambung ke :

AYAT  YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDUKUNG Calvinis: 
AJARAN PEMILIHAN BERDAULAT TAK BERSYARAT DAN REPROBASI BERDAULAT

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: